28 C
Denpasar
Rabu, 17 Oktober 2018

Penilaian Siswa Peduli AIDS, Suiasa Berharap Prilaku Siswa Jadi Panutan

BALIPORTALNEWS.COM Tim Penilaian lomba Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) Tingkat Provinsi Bali dipimpin oleh Kepala Sekretariat KPA Bali Drh. Made Suprapta,MM, Rabu (2/11/2016) melakukan penilaian terhadap duta Badung, SMP Negeri 2 Mengwi. Penilaian KSPAN terhadap SMP Negeri 2 Mengwi juga dihari Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Suiasa, SH. Juga dihari oleh kepala SMP Negeri 2 Drs. I Ketut Suanda, M.si serta para guru di sekolah setempat.

Kepala KPA Made Suprapta, dalam sambutannya mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan laju epidemi HIV, khususnya ditingkat usia sekolah. Salah satunya melakukan pembentukan, pembinaan laju dengan penilaian KSPAN SMP dan SMA/K tingkat provinsi Bali. “Melalui KSPAN kita berharap agar masyrakats ekolah sedini mungkin medapat informasi lengkap tentang HIV/ADIS untuk upaya pencegahan,” katanya.

Dengan demikian, lanjut Suprapta, peran guru sangat sangt diperlukan. “Peran Guru dan para siswa sebagai tutor hendakanya terus ditingkatkan, agar informasi tentang HIV/AIDS menyebar kelingkungan sekolah. Hal ini dimaksud untuk pencehan,” kata Suprapta.

Selain kegiatan KSPAN, imbuh Suprapta, juga diharapkan pada setiap kegiatan yang melibatkan siswa dan generasi muda, agar pesan Stop AIDS dan nakoba terus disampaikan. Sehingga generasi muda menjadi eling.

Sementara itu, Wabup ketut Suiasa, dalam sambutnya mengharapan, kepedulian semua pihak  lebih ditingkatkan sebagai upaya pencegahan terhadap bahaya narkoba dan HIV/AIDS. Selanjutnya berkenaan dengan lomba KSPAN tingkat provinsi Bali tidak hanya sekadar lomba, namun lebuh kepada penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya sangat menyambut baik kegiatan ini. tapi jangan hanya sekadar lomba, apa yang dapat wajib diterapakan dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa lepas dari bangku sekolah harus menjadi panutan bagi orang di sekitarnya,” kata Suiasa.

Lanjut mantan Wakil Ketua DPRD Badung ini, seluruh komponen masyarakat diajak untuk berkomitmen pada diri sendiri untuk hidup sehat dengan menciptakan pola prilaku bersih. Hal itu wajib dilakukan agar terhindar dari prilaku menyimpang, pengunaan Narkoba untuk menjauhkan diri dari penularan HIV/AIDS. “Mari berkomitmen pada diri menciptakan pola hidup bersih serta menghindari dari hal-hal rentan terhadap penularan HIV/AIDS,” pungkasnya. (hms badung/bpn)

Keterangan Foto : Wabup Suiasa disaat menerima Tim Penilaian lomba Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) Tingkat Provinsi Bali dipimpin oleh Kepala Sekretariat KPA Bali Drh. Made Suprapta,MM, Rabu (2/11/2016) melakukan penilaian terhadap duta Badung, SMP Negeri 2 Mengwi.

 

Geng Motor Merebak, Pemkot Pendekatan Dengan Sekolah

BALIPORTALNEWS.COMMerebaknya kasus geng motor yang melibatkan pelajar hingga meresahkan warga masyarakat membuat Pemkot Denpasar melakukan langkah dan respon cepat  berkoordinasi dan komunikasi dengan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Denpasar serta seluruh stakeholder yang ada.

Menurut Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar I.B Rahoela merebaknya penyimpangan perilaku remaja yang bertentangan dengan moral dan etika ini mendapatkan perhatian khusus Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra. Rai Mantra memerintahkan langsung seluruh SKPD untuk melakukan koordinasi dan komunikasi melakukan langkah-langkah terhadap permasalahan kenakalan remaja ini.

Tidak hanya pada tingkat sekolah-sekolah seluruh stakeholder hingga tingkat desa/kelurahan ikut terlibat dengan melakukan pemetaan permasalahan melibatkan juga peran orang tua. Dalam menghadiri kegiatan Denpasar Film Festival yang diikuti siswa sekolah, Rai Mantra mengingatkan kepada siswa sekolah untuk terus bekreativitas seperti mengikuti kegiatan mengasah talenta bersama.

Dengan respon cepat Walikota Rai Mantra pada Selasa (1/11/2016) menugaskan Plt. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta, Kasatpol PP Denpasar I.B Alit Wiradana, Kepala Badan Satuan Bangsa dan Politik (Kesbangpolinmas) Denpasar Komang Sugiarta, dan dari kepolisian mengumpulkan para guru dan siswa Dwijendra Denpasar.

Lebih lanjut Rahoela mengatakan Walikota Rai Mantra bersama seluruh jajaran Pemkot Denpasar sudah memfasilitas sebelumnya untuk mencegah munculnya permasalahan ini dengan membentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) sampai ketingkat desa. Pembentukan ini juga harus didukung dengan peran serta masyarakat untuk atif jika melihat ada anak-anak yang diprediksi memiliki perilaku yang menyimpang dan bertentangan dengan moral dan etika.

Semua pihak harus berperan dalam masalah pendidikan sekolah, kita tidak boleh menyerahkan begitu saja kepada sekolah tapi harus secara sinergis orang tua dan masyarakat lingkungannya. Walikota Rai Mantra juga memberikan fasilitas E-School dengan memanfaatkan teknologi absen wajah, sehingga orang tua mengetahui keberadaan anaknya dari sampai sekolah hingga jam pulang sekolah.

Disamping itu dalam waktu dekat Walikota Rai Mantra juga mewujudkan program Denpasar Youth Park sebagai tempat dan ruang kreativitas bagi remaja di Kota Denpasar bertempat di Lapangan Taman Kota Lumintang. Disamping itu juga membentuk komunitas jelajah pusaka, hingga wirausaha muda Kota Denpasar.

“Masyarakat dapat memanfaatkan program ini sehingga secara bersama-sama dapat mengawasi perilaku remaja,” ujar Rahoela.

Sementara Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta mengatakan Walikota Rai Mantra telah melakukan program pendidikan bersama yakni orang tua dan guru sehingga dapat melakukan langkah bersama.

Seperti program mengisi hari libur sekolah dengan kegiatan-kegiatan kreatif seluruh SKPD dan melibatkan siswa sekolah di Kota Denpasar yang diharap mampu mewujudkan pendidikan bersama antar guru dan orang tua.

“Mari kita samakan persepsi dan pandangan untuk bersama-sama meningkatkan prestasi dan kwalitas pendidikan di Kota Denpasar,” ujar Jimmy. (pur/humasdps/bpn)

 

“Yeh Beji” Jadi Film Terbaik Denpasar Film Festival

BALIPORTALNEWS.COMDenpasar Film Festival (DFF) dengan pelaksanaan tahun ini memasuki tahun ketujuh melibatkan peserta dari siswa sekolah SMP, SMA dan SMK Se-Kota Denpasar dalam pendampingan dan pembinaan melalui kemah produksi Film Dokumenter.

Pada Selasa (1/11/2016) panitia DFF dengan direktur Agung Bawantara melakukan evaluasi dan penilaian dengan memutar Film Dokumentar dan penyerahan hadiah kepada para pemenang oleh Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra di Kantor Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Denpasar.

Film dengan judul “Yeh Beji” karya siswa SMP N 3 Denpasar dengan sutradara Agnes Swari berhasil menjadi film terbaik dan diikuti film berjudul “Save The Fresh Water ” karya siswa SMKN I Denpasar dengan sutradara Anom Prasetyo.

Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan film dokumenter tidak saja sebagai media hiburan namun mampu sebagai media pendidikan bagi siswa sekolah. Disamping itu dalam pemutarannya saat ini serta telah menjadi koleksi baru Badan Arsip dan Dokumentasi Kota Denpasar mampu menjadikan tempat edukasi masyarakat.

Dalam ruang khusus pemutaran film di Badan Arsip dan Dokumentasi, mampu menjadi ruang penunjang kreatif di Kota Denpasar untuk mendukung bakat-bakat terpendam masyarakat dan siswa sekolah khususnya terkait dengan film dokumenter.

Sehingga dari kegiatan ini Rai Mantra akan segera membentuk Badan Kreatif Kota Denpasar sehingga nantinya dapat melakukan kerjasama menunjang kreatifitas masyarakat. Disamping itu melakukan revitalisasi ruang perpustakaan Badan Arsip memberikan kenyamanan kepada masyarakat dan ruang khusus untuk anak-nak.

Hal ini juga tak terlepas dari giat masyarakat dan siswa sekolah Denpasar yang getol dalam kegiatan fotografi dan film dokumenter. Sehingga ruang di Badan Arsip memberikan manfaat besar kepada masyarakat dengan tempat yang representatif.

“Sebarkan terus virus-virus kreatif kepada remaja Denpasar sehingga kita mampu menunjukkan karya kreatif baik tingkat Nasional dan Internasional,” ajak Rai Mantra kepada siswa sekolah pemenang Film Dokumenter Denpasar Film Festival.

Sementara Kepala Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Denpasar Putu Budiasa mengatakan setiap minggunya selalu menerima kunjungan dari siswa sekolah hingga lansia untuk menonton film dokumenter koleksi di Badan Arsip Denpasar. 2-3 jenis film diputar seperti Lagu Indonesia Raya, Revolusi Mental dan Film Bali tempo dulu 1920.

“Saat ini terus mendapatkan dukungan dari insan kreatif Denpasar salah satunya dari Denpasar Film Festival yang memberikan dua lagi koleksi film dokumenter yang dapat menjadi media pendidikan bagi masyarakat,” ujarnya.

Agung Bawantara mengatakan terdapat lima orang pemenang dari siswa SMP dan SMA/SMK di Kota Denpasar dengan memilih satu film terbaik.

Adapun Film Dokumenter yang telah diproduksi kategori SMP dan menjadi lima Film terpilih yakni dengan judul “Subak Pakel” Sutradara I Made Wirayudha, “Endek Sutra” Sutradara Gangga Narendra, “Tirta Dewata” Sutradara Gusti Agung Krishnan, dan “Yeh Beji” Sutradara Agnes Swari. Sementara kategori SMA/SMK yakni “Sungai Siapa?” Sutradara Adrian Murti, “Ratu Niang” Sutradara Galuh Sriwedari, “Blood Heritage” Sutradara Fatima Gita, “Before Now” Sutradara I Ketut Swastika, “Safe The Fresh Water” Sutradara Anom Prasetyo, ” Air Sampah” Sutradara Indrayudha. (pur/hmsdps/bpn)

 

Beri Motivasi, Gubernur Pastika Minta Para Siswa SMA/SMK Negeri Bali Mandara Bisa Maju dan Mandiri

BALIPORTALNEWS.COMPara peserta didik SMA/SMK Negeri Bali Mandara merupakan siswa-siswi beruntung yang berasal dari keluarga yang sangat miskin dari  seluruh daerah di pulau Bali. Namun meski berasal dari keluarga yang ber kekurangan, para siswa tersebut memiliki kemampuan yang baik dalam bidang akademik dan non akademik.

Karena di  sekolah ini para siswa  ditempa pendidikannya untuk bisa menjadi pemimpin bagi dirinya, keluarga dan bangsa. Tak hanya itu, mereka diharapkan bisa maju dalam segala aspek dan menjadi pribadi yang mandiri.

Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika ketika berkunjung sekaligus bermalam di SMA/SMK Negeri Bali Mandara, Kubutambahan, Buleleng pada Sabtu (29/10/2016).

“Kalian adalah orang-orang pilihan yang memiliki kesempatan hanya sekali seumur hidup untuk bisa bersekolah disini, jadi jangan sia-siakan kesempatan ini. Tempalah ilmu kalian disini sebaik mungkin, segala fasilitas telah disediakan. Bahkan ini merupakan sekolah paling unggul yang ada di Bali, kalian diperhatikan langsung oleh pemerintah, banyak pihak memperhatikan kalian, kalian juga dididik oleh guru-guru berkualitas. Jadi kalian harus bisa lebih maju dari mereka yang sekolah ditempat lain,” ungkap Pastika.

Namun demikian, Pastika mengingatkan para siswa agar tidak menjadi manja dengan kondisi fasilitas yang sudah sangat lengkap seperti saat ini. Para siswa diminta bersungguh – sungguh dalam menjalankan proses pendidikan serta selalu menjaga kekompakan intern, antar siswa SMA atau antar siswa SMK maupun kekompakan antara siswa SMA dan SMK.

“Setiap butir nasi yang kalian makan adalah nasinya rakyat Bali, tidak semua mendapatkan kesempatan seperti saat ini, oleh karena itu saya minta kepada kalian untuk benar – benar bekerja keras, belajar yang sungguh – sungguh untuk meningkatkan kualitas diri kalian. Kalian siswa SMA dan SMK adalah kesatuan dan merupakan keluarga, jaga kekompakan, tidak ada perbedaan, jangan ada pemisah karena kalian adalah bersaudara,” tegas Pastika.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Bali tersebut juga menceritakan perjalanan hidupnya yang cukup berat demi bisa mengenyam pendidikan. Pastika harus bekerja sebagai pembantu agar bisa bersekolah.

“Dulu waktu Gunung Agung meletus, saya harus tranamigrasi ke Bengkulu bersama ribuan orang Bali lainnya. Disana saya harus bekerja keras, untuk bisa bertahan hidup. Keinginan saya untuk sekolah sangat besar, jadi saya menuju kota untuk bekerja. Disana saya tidak ada keluarga dan tidak tau siapa-siapa. Tidur di emperan, kehujanan dan suatu ketika saya pingsan kelelahan. Akhirnya ada yang mengasuh saya dan bekerja ditempatnya sebagai pembantu selama 3 tahun. Saat itu saya akhirnya bisa bersekolah, dan bisa menjadi seperti sekarang ini. Jadi cukup saya yang merasakan susahnya untuk bersekolah, kalian jangan sampai seperti yang saya alami. Sekarang kesempatan itu kalian dapatkan disini, kalian adalah harapan keluarga. Kalian harus bisa mandiri, keluar nanti dari sekolah ini kalian harus bisa membuat keluarga bangga,” ujar Pastika.

Sementara itu Kepala SMA Negeri Bali Mandara Nyoman Darta memberikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Pastika sebagai pencetus ide/konsep dari SMA/SMK Negeri Bali Mandara. Menurutnya hal tersebut diharapkan mampu memberikan motivasi dan inspirasi bagi para siswa baru bahwa mereka masih ada yang memperhatikan walaupun mereka adalah anak – anak miskin sehingga mampu untuk memberikan sebuah pemahaman bahwa kemiskinan tersebut bukan pengahalang untuk meraih sebuah kesuksesan.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Inspektur Provinsi Bali,Ketut Teneng,  Kepala BKD Provinsi Bali,Ketut Rochineng, Karo Humas Setda Provinsi Bali Dewa Mahendra Putra , dan Kadis Sosial Provinsi Bali Nyoman Wenten. (hms prov bali/bpn)

Istimewa, Puncak HUT Ke-34 SMAN 4 Denpasar, Dihadiri Siswa Korea

BALIPORTALNEWS.COM – Puncak HUT ke-34 SMAN 4 Denpasar (Foursma) diperingati secara meriah dan istimewa di halaman sekolah, Jumat (28/10/2016) malam.

Meriah karena diisi dengan berbagai atraksi dari semua unit kegiatan esktra di SMAN 4 Denpasar.  Istimewa karena dihadiri siswa dan guru dari The Affiliated High School Korea yang didampingi Kepala Sekolah, Kim Bong Seoh.

Istimewanya lagi, mereka juga mengisi acara di HUT SMAN 4 Denpasar.

HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala SMAN 4 Denpasar, Dr. Wayan Rika, M.Pd., didampingi Ketua Komite, Budi Adnyana, SH., dan dr. Laksmi Duarsa.

Di acara puncak juga diserahkan piala bergilir lomba ekstern yang tahun ini piala bergilir kembali diraih SMPN 3 Denpasar. Puncak HUT juga dimeriahkan bintang tamu Adera Band.

Serangkaian HUT, Foursma menggelar aneka lomba akademis dan non akademis yang melibatkan 900 siswa SMP se-Bali, Jatim dan Nusra.

Ketua Panitia HUT, Luh Ade Dita Rahayu, mengungkapkan puncak HUT diisi dengan berbagai atraksi dari semua unit kegiatan esktra di SMAN 4 Denpasar. Dia berharap di usai ke-34 prestasi Foursma semakin meningkat baik di akademik dan non akademik serta di pendidikan karakter.

Kepala SMAN 4 Denpasar, Wayan Rika, mengungkapkan di usia ke-34 SMAN 4 Denpasar makin menunjukkan identitas dirinya sebagai sekolah berprestasi go internasional, unggul dalam pendidikan karakter dan budaya Bali. Ini dibuktikan dengan berbagai prestasi diukir civitas akademika SMAN 4 Denpasar.

Melewati tahun ke-34, Foursma ingin fokus bekerja yang terbaik. Ini sesuai dengan tema HUT ‘’Mayyevastu Mayi Srutam’’, ‘’Going Through The Spritual Mind Towards The Prosperity’’ yang artinya berikanlah kami ingatan yang kuat, melalui pikiran bersih dan suci menuju kehidupan yang baik dan sejahtera.

Guru bekerja mengajar secara berkualitas, siswa bekerja belajar secara optimal dan karyawan melayani masyarakat secara berkualitas. Dari segi akademik, kata dia, akan terus meningkatkan SDM guru dan karyawan guna memberi pelayanan dan PBM berkualitas. Dengan demikian prestasi SMAN 4 Denpasar semakin go internasional dan menghasilkan lulusan terbaik yang mampu bersaing dengan sekolah lainnya meraih tempat terbaik ketika melanjutkan studi di perguruan tinggi.

Ketua Komite SMAN 4 Denpasar, Budi Adnyana memberi apresiasi positif  di usia 34 tahun Foursma mampu tampil berkualitas. Puncak HUT harus dipakai proses perenungan diri dan menapaktilas dalam pengabdian di bidang pendidikan di SMAN 4 Denpasar.

Ke depan Foursma harus fokus pada penguatan pendidikan berkualitas. Untuk itu dia berterima kasih kepada kasek, guru dan orangtua siswa yang selama ini membantu kemajuan Foursma.

Dia menegaskan kualitas guru sangat menentukan kualitas pendidikan. Makanya dia  ingin  terus kobarkan rasa jengah dan membangun prestasi bersama guna menjadikan Foursma yang berkualitas.

Apalagi SMAN 4 Denpasar telah memiliki program sekolah kembar dengan berbagai sekolah di luar negeri seperti Korea, Singapura dan Malaysia. Untuk itu Foursma harus tetap melakukan adaftif changes yakni menyesuaikan diri dengan perubahan dan inovatif changes yakni merespon semua perubahan dengan  inovasi dan kreativitas. (pra/bpn)

Keterangan Foto : PUNCAK HUT FOURSMA –  Kasek Wayan Rika foto bersama Ketua Komite Budi Adnyana dan Laksmi Duarsa dan Kepala Sekolah The Affiliated High School Korea, Kim Bong Seoh.

SMKN 3 Denpasar Wakil Bali Dalam Ajang Toyota Eco Youth 2016

BALIPORTALNEWS.COMWagub Ketut Sudikerta mengapresiasi dan mendukung terlaksananya Toyota Eco Youth 2016 yang merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak Toyota Motor Indonesia dalam bentuk lomba yang melibatkan pelajar SMA/SMK sederajat sebagai wujud apresiasi terhadap inovasi generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Wagub Sudikerta saat menghadiri Penilaian Lomba Ecosociopreneur Toyota Eco Youth kepada wakil Provinsi Bali yakni SMK N 3 Denpasar, yang digelar di Aula SMK N 3 Denpasar, Rabu (26/10//2016).

Lebih jauh, Wagub Sudikerta berharap ajang ini bisa membantu para generasi muda mengekspolarasi dirinya dalam mengasah kemampuan dan ketrampilan pengetahuan yang dimiliki sehingga bisa melahirkan generasi yang produktif, berkarakter, cerdas, kompetitif dan nantinya mampu menjadi generasi emas yang siap melanjutkan pembangunan. Generasi muda yang melahirkan teknologi-teknologi baru yang bermanfaat bagi pembangunan, juga diharapkan melahirkan jiwa-jiwa yang mandiri.

“Para generasi muda mari create diri, manfaatkan waktu diusia muda, jangan hanya bisa menengadahkan tangan meminta kepada orang tua, harus bisa mandiri, ciptakan sesuatu yang baru, apalagi bisa menghasilkan uang sambil sekolah, tentu itu akan sangat membanggakan,” cetus Sudikerta.

Para generasi muda yang sukses mewakili Bali dalam ajang tersebut juga diharapkan Wagub Sudikerta bisa memotivasi semangat para generasi muda lainnya agar bisa memacu diri berbuat hal yang sama, tidak hanya mengejar lulus sekolah semata.

“Sekolah itu yang sungguh-sungguh, belajar dengan baik agar memiliki kemampuan dan ketrampilan yang akan berguna untuk kesuksesan di masa depan, jangan hanya sekedar lulus,” ujar Sudikerta.

Untuk bisa sukses membangun diri, para generasi muda juga diharapkan bisa menjauhi perilaku-perilaku negatif. Dalam hal ini, dukungan pemerintah pun menurut Wagub Sudikerta terhadap keberhasilan pendidikan generasi muda tidak pernah surut. Berbagai program telah digelontorkan Pemprov guna mengurangi angka putus sekolah di Bali.

“Program beasiswa yang digelontorkan Pemprov sangat banyak, baik bagi siswa miskin maupun berprestasi, kalau memang benar-benar ada siswa miskin dan tidak mampu melanjutkan sekolah silahkan berkoordinasi dengan instansi terkait, kalau memang kenyataannya benar pasti dibantu,” imbuh Sudikerta seraya berharap para guru bisa meningkatkan bimbingan dan pembinaan dalam membentuk peserta didik yang berprestasi.

Hal senada disampaikan perwakilan Dinas Pendidikan dan Pemuda Olah Raga Kota Denpasar yang turut berharap kegiatan tersebut bisa memberikan dampak positif bagi peserta didik, guna memacu diri untuk melakukakan sesuatu yg berharga yang nantinya bisa bermanfaat bagi diri dan masyarakat.

Kurikulum dunia penidikan saat ini yang lebih mengedepankan pendekatan sains, menurutnya sejalan dengan ajang yang digelar yang sepenuhnya memenuhi kaidah-kaidah sains sehingga memberikan ketrampilan tersendiri bagi para peserta dalam membuat laporan, menyusun kalimat-kalimat sebagai bahan argumen yg bisa dipertanggungjawabkan, yang nantinya bisa membentuk generasi muda yang memiliki skill dan kemampuan yg terbaik. Kepedulian peserta didik terhadap lingkungan pun diharapkan terus meningkat sejalan dengan pendidikan yang berbasis lingkungan.

Sementara itu Direktur PT. Toyota Motor Indonesia Bali, Made Dana Tangkas, dalam laporannya menyampaikan kegiatan yang digelar diikuti oleh peserta didik SMA/SMK sederajat di 27 provinsi se-Indonesia dengan  total peserta mencapai 2500 orang. Dari keseluruhan nominator tersebut, kembali diranking dalam 25 nominator berdasarkan proyek yang dibuat yang sebelumnya sudah mendapat kajian dan penilaian terlebih dulu, serta selanjutnya kembali diranking dalam tahap 5 besar.

Dua perwakilan Bali menurutnya berhasil masuk ranking 5 besar yakni SMKN 3 Denpasar dan SMKN 1 Gianyar, Peserta yang berhasil meraih ranking pertama menurutnya direncanakan akan mewakili Indonesia ke Jepang. “Kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat prestasi generasi muda yang bermanfaat ekonomi dan bisa dijadikan peluang usaha,” ujar Dana Tangkas. (hms prov bali/bpn)

KMHD STIKOM Bali Gelar Malam Pelestarian Budaya

BALIPORTALNEWS.COM – Serangkaian memeriahkan Hari Sumpah Pemuda pada Jumat,  28 Oktober 2016,  Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) STIKOM Bali akan menggelar sebuah acara untuk melestarikan nilai-nilai budaya Bali yang dikemas bertajuk Malam Pelestarian Budaya. Hal itu dikatakan Ketua STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan dalam jumpa pers tentang acara ini di kampusnya, Renon, Denpasar, Rabu (26/10/2016).

Menurut Dadang Hermawan, acara yang digagas oleh UKM KMHD STIKOM Bali ini sangat spektakuler karena melibatkan sekitar 300 mahasiswa STIKOM Bali, sedang sisahnya dari luar sebagai guest star  yakni BINTANG Band dan Bondres Sengkok, dan digelar secara gratis.

“Acara ini melibatkan UKM Tari Tradisional, UKM Tabuh, UKM Dance of STIKOM Bali, UKM Voice of STIKOM Bali, UKM STIKOM Bali Music Community, Teater Bagol, dan UKM Paskamras, total sekitar 150 pengisi acara dan 150 orang pantia sehingga total melibatkan 300 mahasiswa,” terang Dadang Hermawan. 

Ketua KMHD STIKOM Bali  Putu Gede Yudhy Pratama menjelaskan, acara ini digagas sekitar delapan bulan lalu, dengan tujuan untuk ikut melestarikan seni budaya Bali.

Setelah itu, kami di KMHD berdiskusi dengan Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, Prof. Dr. I Made Bndem, MA dan Wakil Ketua Yayasan  I Made Marlowe Bandem dan Ketua STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan.

“Ternyata para petingggi kami semuanya mendukung penuh untuk menyukseskan acara ini, termasuk ikut menyaksIkan pagelaran nanti bersama Wakil Gubernur Bali Bapak Drs. I Ketut Sudikerta,” beber Yudhy .

Kata Yudhy, tema acara ini adalah miyos laku budaya, urip laku budaya, darpani laku budaya. “Yang artinya lahir berbudaya, hidup berbudaya dan bangga berbudaya,” terang Yudhy.

Menurut Yudhy, di era digital dewasa ini, tema seperti ini sangat menantang kita semua agar tidak boleh lupa dengan akar budaya kita. terutama kami dari mahasiswa IT.

“Kami ingin me-remind pemikiran masyarakat Bali tentang nilai-nilai seni dan budaya Bali sehingga begitu selesai menonton acara ini terinspirasi untuk ikut melestariakn nilai-nilai seni dan budaya Bali,” kata Putu Yudhy.

Tujuan lainnya, kata Yudhy,  bahwa mahasiswa STIKOM Bali tak hanya pintar dalam bidang IT tetapi juga seni dan budaya. 

“Pagelaran ini  juga melengkapi prestasi yang telah diraih STIKOM Bali tahun 2015 lalu dengan keberhasilan proyek Bali 1928 yang telah membawa pulang puluhan film Bali tempo dulu untuk diproduksi ulang,” kata Yudhy Pratama.

Sementara itu, Ketua Panitia Malam Pelestarian Budaya I Made Pandu Johny Saputra  menambahkan, acara yang digelar di panggung terbuka Ardha Candra Art Center Denpasar ini tidak dipungut bayaran alias GRATIS.

“Dan juga kami menyediakan stand makanan dan minuman untuk segala umur sehingga para penonton bisa berbelanja di sana dengan harga terjangkau,” kata Made Pandu Johny Saputra.

Wakil Ketua Panitia I  Made Aryadi mengatakan, acara ini juga dimeriakan oleh empat club motor classic, dengan membuka stand di lokasi. 

“Kami mendukung penuh kreativitas dan keaktifan para anak muda dengan bukti kita mengundang empat klub pencinta motor classic dimana hal ini menjadi contoh suatu perbuatan anak muda yang positif, jauh dari premanisme dan kekerasan,” terang Ariyadi. (r/bpn)

LKTI Kota Denpasar, dari Robot Pembersih Debu Hingga Batako Limbah Cangkang Kerang Kijing

BALIPORTALNEWS.COM – Kabid Bina Program Disdikpora Kota Denpasat, Drs. Made Merta, M,Si., mengatakan, hasil karya tulis inovasi guru dan siswa ini menambah warna pendidikan di Kota Denpasar.

Tidak hanya sebatas pengetahuan tapi mampu menumbuhkan semangat berkreativitas untuk melahirkan inovasi-inovasi baru yang ia sebut bagian dari smart education untuk mendorong terwujudnya Denpasar sebagai smart city.

Karya tulis inovasi yang dihasilkan oleh guru dan siswa ini diharapkan dapat dijadikan sebuah aplikasi sains untuk pemecahan masalah perkotaan yang dihadapi Kota Denpasar. Lomba karya tulis inovasi ini, sekaligus menumbuhkan budaya menulis di kalangan siswa dan guru, karena budaya menulis kita masih sangat rendah.

Saat itu, Made Merta mengunjungi semua display poster karya tulis inovasi dan berdiskusi dengan penelitinya.

Satu per satu dari 59 display poster dihampiri, hingga sampai pada poster penemuan alat penetralisir udara kotor karya siswi SMP PGRI 2 Denpasar, Pande Putu Nugrahita Prameswari Sutrisna.

Made Merta juga kepincut dengan hasil karya siswa lain seperti yang ditampilkan I Putu Evan Priya Saguna dan Ibrahim Aqsa Dwirendra Muljono yang membuat robot pembersih debu. Juga karya batoko kuat dan tahan air dengan memanfaatkan limbah cangkang kerang kijing dan serat sabut kelapa hasil karya I Putu Mahendi Krisna dan I Gede Adhie Kinandana siswa SMPN 3 Denpasar. (tis/bpn)

 

Keterangan Foto : KARYA ILMIAH – Siswa SMPN 3 Denpasat menjelasan salah satu karya tulis ilmiah berupa Robot Pembersih debu.

 

59 Karya Tulis Ilmiah Dipamerkan di SMKN 3 Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM – Sebanyak 59 karya tulis penelitian ilmiah siswa SMP, SMA/SMK dan guru di Kota Denpasar dipamerkan selama dua hari, Senin (24/10/2016) dan Selasa (25/10/2016) di SMKN 3 Denpasar.  Kegiatan ini digelar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar.

Selain memamerkan hasil penelitian, tiap tim juga wajib mempresentasikan hasil karyanya di depan dewan juri. Karya tulis ilmiah yang dipamerkan meliputi kategori seperti  IPA dan IPS.

Kabid Bina Program Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Made Merta, M.Si., mengungkapkan lomba penelitian karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk melahirkan inovator-inovator muda yang baru. Ia mengungkapkan rasa kagumnya dengan hasil karya tulis guru dan siswa mulai dari kesehatan hingga teknologi tepat guna dan berbagai kecanggihan yang ditampilkan para siswa. (tis/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan