25 C
Denpasar
Rabu, 22 Agustus 2018

Waspada! Surat Disdikpora Denpasar Palsu Sasar Sekolah

BALIPORTALNEWS.COM – Aksi penipuan dengan mencatut nama Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta, terjadi di Kota Denpasar.

Modus operandi untuk “menjerat” calon korban tidak lagi lewat short message service (SMS), tapi lewat surat yang mengatasnamakan Disdikpora Kota Denpasar yang dikirimn langsung ke e-mail masing-masing sekolah.

Sepintas, surat bernomor : 423.5/2397/Dikpora/2016 perihal Data Siswa TP 2016/2017 yang ditandatangani oleh Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, Ir. Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta W., MT., itu kelihatan asli. Namun setelah diteliti, surat itu banyak kejanggalannya.

“Saya minta Kepala SD, SMP dan SMA/SMK negeri dan swasta di Kota Denpasar waspada. Jangan segera mengirimkan data ke e-mail yang diminta sama si pengirim. Apalagi data yang diminta itu merupakan data yang bersifat pribadi terkait data siswa dan orangtua siswa termasuk nomor telepon orangtua siswa. Kami khawatir data-data pribadi itu dimanfaatkan untuk penipuan atau kejahatan-kejahatan lain,” kata Jimmy Sidharta, Senin (10/10/2016).

Menurut Jimmy Sidharta, surat yang dilengkapi kop dan stempel Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar yang sepintas mirip dengan aslinya itu seolah-olah mempertegas sekolah penerima surat itu agar mengirimkan data sekolah untuk melengkapi data siswa terkait penentuan alokasi dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Kejanggalan mulai muncul mengingat sekolah diminta mengirimkan data ke e-mail : dikporakotadenpasar@gmail.com.

Yang menggelikan, alamat e-mail yang tertulis di sana bukan alamat e-mail Disdikpora Kota Denpasar. “Ini jelas penipuan,’’ kata Jimmy Sidharta mengingatkan.

Kejanggalan lainnya, kata Jimmy Sidharta, Disdikpora Kota Denpasar belum pernah mengirim surat secara langsung ke sekolah-sekolah melalui e-mail. Namun, pasti melalui pegawai Disdikpora Kota Denpasar yang mengantar langsung surat ke sekolah-sekolah yang dilengkapi dengan tanda terima resmi.

Menurut Jimmy Sidharta, surat Disdikpora Kota Denpasar palsu yang gentayangan ke sekolah-sekolah itu nyaris mengecoh puluhan kepala sekolah di Denpasar. Setiap hari, Jimmy Sidharta mengaku rata-rata menerima  pengaduan dari kepala sekolah yang ingin memastikan kebenaran isi surat tersebut.

Untungnya, sebagian besar kepala sekolah yang menerima surat itu berinisiatif menelepon ke nomor telepon Kantor Disdikpora Kota Denpasar sebelum mengirimkan data sekolah ke alamat e-mail yang diminta oleh pelaku penipuan.

“Sampai saat ini, kami belum mendapat laporan ada kepala sekolah di Denpasar yang sampai menyerahkan data maupun uang kepada pejabat gadungan itu untuk memuluskan pencairan alokasi dana BOS dari pemerintah pusat tersebut. Sekali lagi, saya mengingatkan para kepala sekolah di Denpasar selalu waspada sehingga tak sampai jadi korban penipuan,” katanya mengingatkan. (pra/bpn)

 

Keterangan Foto : SURAT PALSU – Pegawai Disdikpora Kota Denpasar menunjukan surat palsu yang kini banyak beredar di Denpasar. Disdikpora mengingatkan agar kepala sekolah waspada sehingga tak menjadi korban penipuan.

Ulangan Umum Terpadu SMA Kota Denpasar Dimulai 21 November 2016

BALIPORTALNEWS.COM – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Denpasar menggelar ulangan umum terpadu mulai 21 hingga 29 November 2016. Ulangan umum terpadu ini diikuti siswa kelas X, XI dan XII.

‘’Pada ulangan umum terpadu kelas X dan XI disediakan dua paket soal yang berbeda. Khusus untuk siswa kelas XII menerapkan lima paket soal berbeda,’’ ujar Ketua MKKS SMA Kota Denpasar, Drs. Ketut Suyastra, M.Pd., Senin (10/10/2016).

Menurut Suyastra, ulangan umum terpadu ini tetap dipertahankan karena hasilnya dinilai merupakan salah satu instrumen penting untuk mendapatkan standarisasi kualitas pendidikan di Kota Denpasar. Selain untuk mempersiapkan siswa SMA kelas XII menghadapi UN 2016/2017.

Suyastra menjelaskan, pada ulangan umum terpadu kelas X dan XI disediakan dua paket soal yang berbeda. Khusus untuk siswa kelas XII menerapkan lima paket soal berbeda. ‘’Keputusan pelaksanaan ulangan umum terpadu ini berdasarkan hasil keputusan rapat pleno kepala sekolah,’’ ujar Suyastra.

Kepala SMAN 3 Denpasar ini menambahkan, penyusunan soal ulangan umum terpadu diserahkan kepada guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sehingga didapat soal yang valid dan reliabel. Ia menyebutkan, mata pelajaran yang dijadikan materi ulangan umum terpadu dititikberatkan pada mata pelajaran yang di-UN-kan.

Untuk kelas X dan XI diujikan mata pelajaran sesuai program peminatan. Untuk program IPA meliputi Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi, sedangkan program IPS meliputi Ekonomi, Geografi, Sejarah dan Sosioligi. Khusus untuk kelas XII untuk mata pelajaran wajib yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris ditambah mata pelajaran peminatan untuk program IPA meliputi Matematika, Kimia, Biologi dan Fisika, serta Geografi, Ekonomi, Sosiologi dan Sejarah untuk siswa program IPS.

‘’Seluruh materi ulangan umum terpadu mengacu pada Kurikulum 2013. Semua soal disusun sesuai standar isi kurikulum (SIK), serta kompetensi dasar dan standar kelulusan (SKL) dengan tingkat kesulitan mengacu kepada standar soal UN yang ditetapkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan),’’ katanya memaparkan. (pra/bpn)

SMKN 3 Denpasar Rayakan HUT Ke-40, Ciptakan Produk dan Budaya Kreatif Menuju Kemandirian

BALIPORTALNEWS.COM – Puncak HUT ke-40 SMKN 3 Denpasar, Jumat (7/10) kemarin berlangsung meriah. Puncak HUT  ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kasek Drs. AA Bagus Wijaya Putra, M.Pd. Saat itu juga dikukuhkan pengurus alumni SMKN 3 Denpasar yang diketuai Ni Nyoman Sri Mudani, SH.,MH.

Puncak HUT dihadiri Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Sukana; Kabid Dikmen Drs. Wayan Supartha, M.Pd., para kasek SMK di Kota Denpasar, Ketua Komite, Suwarno beserta pengurus, seluruh  siswa dan guru.

Ketua Panitia HUT, IB Gd Sutarja mengatakan, serangkaian HUT ke-40 SMKN 3 Denpasar, digelar aneka lomba nyurat lontar dan story telling contest yang melibatkan siswa SMP se-Bali. Juga digelar pameran hasil karya siswa, bakti sosial dan FGD menindaklanjuti program literasi. Saat itu juga dibaca sejarah berdirinya SMKN 3 Denpasar.

Kepala SMKN 3 Denpasar, AA Bagus Wijaya Putra mengungkapkan, di usia ke-40 SMKN 3 Denpasar makin menunjukkan identitas dirinya sebagai sekolah Rujukan (Sekolah Model) yang diharapkan menjadi rujukan atau model dalam berbagai bidang kegiatan khususnya pada bidang kejuruan yang berorientasi pada keunggulan-keunggulan, berkarakter dan budaya Bali.

Berbagai prestasi diukir civitas akademika SMKN 3 Denpasar. SMKN 3 Denpasar, kata Wijaya Putra, juga sebagai front office SMK se-Bali. Baru-baru ini, SMKN 3 Denpasar juga menerima kunjungan delegasi SEAMEO. 

Melewati tahun ke-40, SMKN 3 Denpasar ingin fokus bekerja yang terbaik. Ini sesuai dengan Tema HUT  kali ini ‘’Kita Ciptakan Produk dan Budaya Kreatif Menuju Kemandirian’’. Menurut Wijaya Putra ini adalah menjadi ciri khas SMK menghasilkan produk.

Karenanya, dia mendorong stakeholder sekolah untuk selalu mengembangkan program-program sekolah selalu disesuaikan dengan perkembangan industri, kemajuan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan untuk menjaga eksistensi sekolah sesuai jamannya.

Program-program yang telah dikembangkan dan sedang ditingkatkan diantaranya adalah, pembelajaran Paikem, pembelajaran berbasis ICT, program attatchment, volunteer, edu health smart, dan yang terbaru adalah penggunaan pendekatan teaching factory dan technopark dalam proses pembelajaran yang berbasis produksi (PBT) dan berbasis SKKNI.

SMK Negeri 3 Denpasar telah menerapkan manajemen mutu ISO 9001-2008, serta menjalin hubungan dengan puluhan dunia usaha dan industri di dalam maupun luar negeri. Membanggakan, saat ini kualitas tamatan berdasarkan data terserapnya tamatan di dunia kerja diluar negeri 10 persen pada 2014.

Tak lupa di bidang budaya dan sikap peduli lingkungan dilandasi filosofi kesadaran lingkungan dalam bentuk slogan Tri Hita Karana juga diseimbangkan. Serta sikap melestarikan budaya lokal.

Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Sukana, memberi apresiasi positif di usia 40  tahun SMKN 3 Denpasar mampu tampil berkualitas. Puncak HUT harus dipakai proses perenungan diri dan menapaktilas dalam pengabdian di bidang pendidikan di SMKN 3 Denpasar.

Ke depan SMKN 3 Denpasar harus fokus pada penguatan pendidikan berkualitas, menghasilkan SDM mandiri dan menghasilkan produk kreatif. Makanya dia bangga di usia ke-40 tahun SMKN 3 Denpasar disiapkan sebagai sekolah rujukan.

Dia menegaskan kualitas guru sangat menentukan kualitas pendidikan. Makanya dia  ingin  terus kobarkan rasa jengah dan membangun prestasi bersama guna menjadikan SMKN 3 yang berkualitas. Untuk itu SMKN 3 Denpasar harus  mampu melakukan adaftif changes yakni menyesuaikan diri dengan perubahan dan inovatif changes yakni merespon semua perubahan dengan kerja keras, kerja cerdas, kerja iklas, kerja tuntas serta  inovasi dan kreativitas. (tis/bpn)

 

Keterangan Foto : HUT SMKN 3 DENPASAR –  Kasek AA Bagus Wijaya Putra menyerahkan piala kepada pemenang lomba serangkaian HUT ke-40 SMKN 3 Denpasar.

 

SDN 10 Sumerta Diverifikasi Tim Adiwiyata Pusat

BALIPORTALNEWS.COM – SDN 10 Sumerta di Jalan Katrangan, Sumerta, Denpasar Timur, diverifikasi oleh tim Adiwiyata Kementerian Lingkungan Hidup RI, Jumat (7/10/2016).

Tim yang diketuai oleh Edy dari Pusdiklat Serpong dan Tomi dan P3E Bali-Nusra disambut Kepala SDN 10 Sumerta disambut langsung Kepala SDN 10 Sumerta, I Nyoman Sukadiasa, S.Pd., dewan guru serta siswa.

Verifikasi ini bertujuan guna memantau terselenggaranya program yang dianggap ideal dan baik dalam bidang pendidikan dan lingkungan.

‘’Kami memiliki filosofi dan konsep dasar dalam menciptakan kondisi seperti yang diharapkan dalam program Adiwiyata. Lewat penilaian Adiwiyata ini, kami ingin mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dan peduli lingkungan melalui tata kelola sekolah yang baik dengan mengedepankan prinsip edukatif,’’ jelas Kepala SDN 10 Sumerta, Nyoman Sukadiasa.

Sukadiasa mengatakan, strategi menguwujudkan warga sekolah yang sadar dan peduli lingkungan dilaksanakan melalui 4R, yakni reduce (mengurangi), reuse (memakai kembali), recycle (mendaur ulang) dan replant (penanaman kembali).

Untuk mengwujudkan warga sekolah yang sadar dengan 4R harus dilandasi dan didukung oleh pembelajaran dan pembiasaan secara rutin.

Penataan taman sekolah dibuat asri dengan mempertahankan pohon yang rindang. Dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah, SDN 10 Sumerta yang berlokasi di Jalan Katrangan, Sumerta, Denpasar Timur ini, tidak banyak tergantung dengan pihak luar.

Sampah organik yang dihasilkan sekolah diolah menjadi kompos. Sementara sampah non organik diolah oleh siswa menjadi barang bernilai ekonomis, sedangkan sisanya di tabung di bank sampah Bhuwana Sari yang dikelola Banjar Ketapian Kaja.

Yang menarik lagi, sekolah ini juga menerapkan budaya hemat energi, baik listrik maupun air. Anak-anak yang membawa makanan ke sekolah juga diwajibkan membawa boks makanan. Ini bertujuan agar tak menambahkan produksi sampah di sekolah, terutama sampah plastik.

Pada pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, SDN 10 Sumerta membuka kurikulum lingkungan secara mandiri melalui mengintegrasikan kurikulum lingkungan ke dalam sejumlah mata pelajaran. Pengembangan kegiatan berbasis partisipasif dilakukan bekerjasama dengan puskesmas, kepala desa dan masyarat serta kelompok pecinta lingkungan.

Sukadiasa menegaskan, komitmen SDN 10 Sumerta menjaga lingkungan sekolah yang asri, indah dan bersih, sekaligus mendukung langkah Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menggelorakan perilaku hidup bersih untuk kesehatan generasi mendatang.

Ketua tim verifikasi, Edy mengaku kagum dengan penampilan SDN 10 Sumerta yang bersih, rindah dan sejuk serta keintegrasian materi lingkungan dalam kurikulum. Atas pujian itu, Sukadiasa mengungkapkan, apa yang ia kerahkan pada verifikasi ini adalah berkat kerja sama, dan kerja keras warga sekolah, termasuk komite. (pra/bpn)

 

Keterangan Foto : VERIFIKASI –  Kasek Nyoman Sukadiasa (kiri) saat menerima tim verifikasi Adiwiyata di SDN 10 Sumerta. 

Raih Perunggu LPSN, Peneliti SMPN 3 Denpasar Manfaatkan Limbah Kulit Jagung Sebagai Genteng

BALIPORTALNEWS.COM – Dua peneliti belia SMPN 3 Denpasar, I Made Dika Damanata dan I Kadek Hari Kesuma berhasil meraih medali perunggu bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknik Rekayasa pada ajang Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN) di Jakarta, belum lama ini.

Dua siswa cerdas ini meneliti dan membuat karya inovasi memanfaatkan limbah kulit jagung (Zea mays) sebegai genteng yang ramah lingkungan dan kuat. I Made Dika Damanata siswa kelas VIII.F dan I Kadek Hari Kesuma siswa kelas VIII.E., ini mencerita latar belakang mengangkat penelitian tersebut.

Pertama  karena genteng yang terbuat dari tanah liat memiliki kelemahan di antaranya, mudah pecah. Kedua,, seiring pembangunan yang meningkat pembuatan genteng dari tanah liat membuat tanah liat semakin berkurang.

‘’Dari permasalahan yang kami lihat itu, munculah ide kami untuk meneliti dan mencari pengganti tanah liat sebagai bahan pembuatan genteng yang lebih kuat dan juga ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah kulit jagung,’’ ujar Dika Damanata dan Hari Kesuma, Jumat (7/10/2016).

Lebih lanjut keduanya menuturkan dari penelitianyang dilakukan di Laboratorium IPA (pusat riset pelajar SMPN 3 Denpasar) dan di salah satu rumah peneliti, berhasil ditemukan material semi nano-partikel dari limbah kulit jagung berpotensi sebagai bahan biomaterial genteng yang ramah lingkungan dan kuat, karena mengandung selulosa.

Selain itu, perbandingan limbah kulit jagung dan resin-hardener sebesar 1:1, artinya genteng dari kulit jagung memiliki daya serap air tinggi dan kuat terhadap benturan.

‘’Sudah kami uji dengan menjatuhkan genteng berbahan kulit jagung dari ketinggian delapan meter, dan hasilnya genteng sangat kuat tidak ada keretakan,’’ ujar Hari Kusuma.

Bagi Dika Damanata dan Hari Kesuma, prestasi yang diraih di LPSN ini tak terlepas dari bimbingan guru pembina Putu Sri Utami dan Nyoman Dwi Suputra Jaya, serta support dari Kepala SMPN 3 Denpasar, I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi. Ia menyebutkan, kunci sukses terletak dari kemauan yang keras dan tidak mudah puas apa yang telah diraih.

Kasek Wayan Murdana menyatakan bahwa dirinya disamping bersyukur dan bangga atas prestasi atas keberhasilan anak didiknya mengukir prestasi di tingkat nasional. Budaya prestasi inilah, kata Murdana, yang dibangun di SMPN 3 Denpasar dan ini tepat dengan model pendidikan keluarga yang diterapkan SMPN 3 Denpasar.

Dimana sistem pendidikan yang mengacu pada pembinaan sikap mental dihubungkan dengan prestasi akademis yang diraih siswa SMPN 3 Denpasar. Karenanya, dia mengucapkan terima kasih siswa dan guru pembina atas prestasi yang diraih. Serta komite sekolah yang telah membangun sinergi yang bagus untuk memberikan dukungan optimal untuk mengembangkan prestasi sekolah. (pra/bpn)

 

Keterangan Foto : PERUNGGU – Kepala SMPN 3 Denpasar Wayan Murdana didampingi Ketua Komite IGB Artanegara dan dr. Laksmi Duarsa serta pembina foto bersama siswa yang meraih medali perunggu di ajang LPSN. 

Delegasi SEAMEO Puji Implementasi Pendidikan Keluarga di SMPN 3 Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM – SMPN 3 Denpasar, kamis (6/10/2016) mendapat kunjungan istimewa para delegasi Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO). Kunjungan para delegasi yang terdiri dari perwakilan Kementerian Pendidikan dari negara-negara ASEAN dan Timor Leste itu serangkaian pertemuan konsultasi PAUD dan pendidikan keluarga di Bali.

Delegasi SEAMEO yang didampingi Direktur Pembinaan PAUD Kemendikbud, R. Ella Yulaelawati R., M.A., Mh.D., diterima Kepala SMPN 3 Denpasar, I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi., dan Ketua Komite SMPN 3 Denpasar, Drs. IGB Artanegara, S.H., M.H., M.Pd. Kunjungan ke SMPN 3 Denpasar bertujuan untuk melihat dari dekat pola pendidikan yang diterapkan SMPN 3 Denpasar, karena sekolah ini ditetapkan pemerintah pusat sebagai percontohan implementasi pendidikan keluarga.Rombongan SEAMEO disambut dengan yel-yel hidup bersih dan pendidikan keluarga oleh siswa SMPN 3 Denpasar. Saat itu juga ditampilkan koor pendidikan keluarga dan pentas story telling.

Kepala SMPN 3 Denpasar, Wayan Murdana memberikan penjelasan tentang profil sekolah yang dipimpinnya. Ia mengungkapkan, kunjungan para para delegasi yang terdiri dari perwakilan Kementerian Pendidikan dari negara-negara ASEAN dan Timor Leste ini sangat bermanfaat bagi SMPN 3 Denpasar dalam menerapkan pendidikan keluarga.
Menurut Murdana, pendidikan keluarga sangat dikuatkan di SMPN 3 Denpasar. Polanya dengan membangun sinergisitas trisentra pendidikan, yakni di sekolah, keluarga dan di masyarakat sebagai suatu ekosistem pendidikan. Ini yang dia sebut keberhasilan pendidikan tak hanya di sekolah, namun keluarga sangat berperan dalam pendidikan.

Pendidikan keluarga di SMPN 3 Denpasar, kata Murdana dimulai dari pelaksanaan MPLS dengan mengundang para orang tua siswa baru. Juga dilangsungkan seminar pola asuh anak. Di bidang sosial mengadakan bedah rumah dan bedah warung bersama siswa, alumni dan orang tua siswa serta setiap Sabtu menggelar yoga bersama siswa dan orang tua.
Kepada delegasi SEAMEO, Murdana juga menegaskan, bahwa sekolahnya dengan akreditasi A (97,00) memiliki segudang siswa cerdas dan prestasi. Dua siswa cerdas SMPN 3 Denpasar I Made Dika Damanata dan I Kadek Hari Kesuma meraih medali perunggu di ajang LPSN. Termasuk prestasi siswa di bidang film dokumenter yang menembus Organitation Word Heritage City (OWHC) di Paris.

Saat itu, Murdana juga memaparkan terobosan SMPN 3 Denpasar bidang lingkungan. Di antaranya, keberadaan bank sampah Restu Bumi Alam, pengolahan air limbah kamar mandi untuk menyiram kebun sekolah dan yang teranyar adalah menampung air hujan untuk menyiram tanaman sekolah.

Direktur Pembinaan PAUD Kemendikbud, R. Ella Yulaelawati dan para delegasi SEAMEO memuji implementasi pendidikan keluarga yang dilakukan SMPN 3 Denpasar. Ella dan rombongan delegasi SEAMEO mengaku senang berada di SMPN 3 Denpasar karena nuansa sekolahnya ditata apik.

Dengan demikian memunculkan suasana yang menyenangkan, segar dan hijau. Makanya, ia mengatakan SMPN 3 Denpasar adalah sekolah berprestasi, berbasis lingkungan, pendidikan keluarga dan termasuk sekolah Adiwiyata Nasional. Lewat percontohan pendidikan keluarga ini, SMPN 3 Denpasar diharapkan bisa mengimbaskan model pendidikan keluarga kepada sekolah lain. (tis/bpn)


Keterangan Foto : CENDERAMATA – Kasek Wayan Murdana menyerahkan cenderamata kepada perwakilan delegasi SEAMOE saat mengunjungi SMPN 3 Denpasar, Kamis (6/10/2016)

Dewa Anom, Siswa Smansa Persembahkan 17 Medali dalam Sembilan Bulan

BALIPORTALNEWS.COM – Rekor baru terpecahkan oleh siswa SMAN 1 Denpasar (Smansa) dengan meraih prestasi terbanyak untuk sekolah.

Adalah Dewa Gede Amon Artha Tenaya siswa kelas XI MIA 3  yang telah mempersembahkan 17 medali hanya dalam kurun waktu sembilan bulan pada Smansa di cabang olahraga renang.

Rincinya, Anom mengukir prestasinya dengan mersih 1 emas dan 1 perunggu dari Asean School Game 2016 di Thailand. Selanjutnya 1 perak dari Asian School Championship 2016 di Palembang, 1 perak dari di nomor 5000 meter renang perairan terbuka dari ajang PON XIX 2016 di Jabar, 3 emas pada Porjar Prov. Bali 2016.

Selain itu 3 emas dari Porjar Denpasar 2016; serta 4 emas, 1 perak dan 2 perunggu pada Nirmala Cup 2016. Pada ajang Nirmala Cup 2016 ini Anom juga memecahkan 4 rekor.

Anom mengaku sangat bersyukur atas semua prestasi tersebut dan berterima kasih kepada sekolah karena juga telah memberikan apresiasi  secara moril dan finansial kepada siswa berprestasi.

"Kami mengucapkan terima kasih atas support dari sekolah. Prestasi yang saya raih ini, saya persembahkan untuk sekolah, keluarga, Kota Denpasar dan Bali," ujar Anom, Kamis (6/10/2016).

Sementara Kepala SMAN 1 Denpasar Drs. I Nyoman Purnajaya M.Pd.  kepada media menyatakan bahwa dirinya disamping bersyukur dan bangga atas prestasi siswa-siswanya juga berterimakasih kepada semua pihak, siswa, guru, pelatih, orang tua, serta komite yang telah membangun sinergi yang bagus untuk memberikan dukungan  optimal untuk mengembangkan prestasi sekolah. Tanpa dukungan mereka, kata Purnajaya, apalah arti seorang kepala sekolah.

"Sekolah telah memberikan apresiasi atas prestasi seperti ini. Tahun lalu sekolah memberikan 105 beasiswa prestasi kepada para siswa di samping discount fee terhadap uang sekolah bagi yang kurang mampu. Doakan kami untuk kesuksesan," pungkas Purnajaya mengakhiri pembicaraan. (tis/bpn)

SMP Wisata Sanur Wakili  Denpasar Lomba Sekolah Sehat

BALIPORTALNEWS.COM – Setelah juara I di Tingkat Kota kini Sekolah Menengah Pertama (SMP) Wisata Sanur menjadi duta Kota Denpasar dalam Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Bali. Setelah mendapat pembinaan, kini SMP Wisata Sanur dinilai Tim Penilai Provinsi Bali yang dipimpin oleh Ketua Tim AA Gede Geriya Mewakili Wakil Gubenur Bali Ketut Sudikerta.

Semua anggota tim penilai nampak senang dalam penilaian tersebut, hal itu dikarena sambutan yang hangat diberikan Asisten II Setda Kota Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta mewakili Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di dampingi Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Gede Sri Armini, Kepala Sekolah SMP Wisata Sanur Gusi Made Raka dan siswa-siswa SMP Wisata Sanur.

Asisten II Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta mengatakan, sektor pendidikan dan kesehatan sangat perlu mendapat perhatian yang serius karena merupakan aset atau investasi dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, sehat dan berbudi luhur. Selain itu juga pendidikan dan kesehatan dapat digunakan untuk mengukur kemajuan pembangunan daerah atau bangsa dengan melihat capian indeks pembangunan manusia (IPM). Maka dari itu lomba sekolah sehat seperti ini secara langsung atau tidak langsung dapat berkontribusi dalam  mempertahankan bahkan meningkatkan nilai IPM Kota Denpasar yang saat ini sudah mencapai nilai 83.

Tidak hanya itu beberapa kegiatan pembinaan berkolaborasi antar sektor yang terkait dalam Tim Pembina UKS Kota Denpasar sudah banyak dilakukan. Seperti pencegahan penyakit kanker melalalui program penanggulangan kanker terpadu paripurna (PKTP), pemberian Vaksin Ca Cervix, pembuatan biopori di semua sekolah, pembinaan pengolahan sampah, pembinaan perindangan, pembinaan kantin sehat, pembinaan tanaman obat keluarga, pembinaan kawasan tanpa rokok, penyuluhan narkoba, HIV/AIDS, kesehatan reproduksi dan PHBS.

‘’Dengan dilakukan pembinaan secara berkala dan berkelanjutan kami harapkan semua sekolah di Kota Denpasar tetap terpantau kesehatan siswa dan lingkungan sekolah bisa tetap terjaga bersih, indah dan sehat. Maka dari itu Pemkot Denpasar rutin melaksanakan  lomba sekolah sehat tingkat Kota agar kebersihan semua sekolah tetap dipertahankan, terutama pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan lingkungan sehat,’’ ujarnya.

Semangat siswa SMP Wisata Sanur dalam mengikuti lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Bali ini mendapat apresiasi dari Ketua Tim Penilai AA Gede Geriya. Menurutnya semangat siswa SMP Wisata Sanur sangat luar biasa. Tidak hanya itu dalam lomba sekolah sehat ini, SMP Wisata Sanur tetap melestarikan  seni budaya Bali.

Hal ini dibuktikan selain mengunakan Bahasa Indonesia dan Inggris, pembawa acara juga menggunakan Bahas Bali. Lebih lanjut dikatakan,  sekolah sehat tidak bisa dilihat dari luar saja maka dari itu pihaknya akan melihat sampai hal-hal yang kecil. Diantaranya adalah, Kantin, lingkungan, kebersihan ruangan, pemilahan sampah, toilet, dan lain sebagainya.

Secara pribadi AA Gede Geriya menilai SMP Wisata Sanur pantas mendapat juara I karena kebersihannya dapat dilihat secara langsung. Selain itu semua siswa sangat bersemangat dalam mengikuti lomba ini.

‘’Meskipun demikian yang menjadi juara tetap ditentukan dari hasil  penilaian semua Tim Penilai di lapangan,’’ ungkapnya.

Kepala Sekolah SMP Wisata Sanur Gusi Made Raka mengaku, dalam lomba sekolah sehat ini pihaknya telah mempersiapkan diri agar bisa menampilkan yang terbaik. Selain itu pihaknya juga mendapat pembinaan dari Tim Kota Denpasar.  

Untuk persiapan yang dilakukan dalam lomba ini diantaranya adalah melakukan pembenahan kantin, tempat cuci tangan dan kebersihan sekolah terus dilakukan.  

Selain itu pihaknya selalu memberikan pembinaan kepada semua siswa agar selalu menjaga kebersihan dan kesehatan.

Untuk meningkatkan kesehatan pihaknya sangat memperhatikan kebersihan kantin, maka dari itu pihaknya menugaskan tenaga khusus dan diberikan pembinaan terkait menyiapkan makan sehat. Sedangkan untuk menerapkan gaya hidup sehat bagi semua siswa pihaknya memberikan pembinaan setiap hari Senin usai Upacara Bendera.  

Tidak hanya setiap kegiatan apapun pihaknya juga menyelipkan pembinaan kepada semua siswa agar hidup sehat salah satunya dengan membuang sampah ditempat, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.

Lebih lanjut dikatakan, jumlah siswa SMP Wisata Sanur sebanyak 1.242 orang. Untuk fasilitas ruang kelas yang disediakan sebanyak 32 kelas. Kelas VII jumlah ruang kelasnya adalah 10 ruangan, kelas VIII  sebanyak 11 ruangan dan kelas IX sebanyak 11 ruangan. (ayu/hms dps/bpn)

 

Wagub Sudikerta Bagi Kiat Sukses di Dua Kampus

BALIPORTALNEWS.COMGuna memotivasi para generasi muda, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta berkesempatan berbagi kisah suksesnya kepada para mahasiwa di Universitas Tabanan dan Sekolah Perhotelan Internasional Bali, Renon, Denpasar.  

Demikian disampaikannya pada saat memberikan kuliah umum di kedua kampus tersebut secara terpisah. Sudikerta yang lahir dari keluarga sederhana dan seorang anak petani yang terpaksa ikut bekerja serabutan guna memenuhi kebutuhan sekolahnyahingga akhirnya  menjadi salah satu orang penting di Bali yakni Wakil Gubernur Bali.

“Saya dulu lahir di Desa Pecatu, sebuah desa yang tandus di daerah Bukit Jimbaran, saya berasal dari keluarga sederhana danbahkan kehidupan keluarga saya waktu itu sangat morat-marit,” kenang Sudikerta. Walaupun dengan kondisi tersebut, Sudikerta tetap berusaha untuk menamatkan pendidikannya walaupun harus kehilangan ibunya sebelum ia sempat menamatkan sekolah dasar.

Namun menurutnya hal tersebut tidak mematahkan semangatnya untuk berusaha merubah taraf hidupnya. Segala usaha dia lakoni, ia rela menjadi pedagang acung, kernet angkot, cleaning service dan menjadi guide, guna memenuhi kebutuhanhidup dan biaya sekolahnya pada saat itu sampai dirinya mampu menamatkan kuliah di Jurusan Sastra Inggris Universitas Warmadewa dan sampai saat ini ia menjadi seorang Wakil Gubernur Bali berkat usaha dan kerja kerasnya selama ini.

Mengenang pengalamannya tersebut, Sudikerta mengaku banyak hal yang ia dapat pelajari dengan jalan hidupnya tersebut. Menurutnya kesusahan tersebut tidak serta merta menjadi akhir dari segalanya, melainkan mampu dijadikan sebagai acuan atau penyemengat dalam berusaha guna merubah kesusahan tersebut menjadi kehidupan yang lebih baik.

“Hidup susah bukan berarti akhir segalanya, jadikan sebagai penyemangat diri kita untuk berusaha lebih keras lagi dalam menjalani kehidupan ini, kerja keras, usaha dan berdoa adalah jalan keluarnya, jangan hanya berdiam diri, kembangkan diri kalian, apalagi kondisi sekarang sudah lebih baik daripada zaman saya dulu,” imbuhnya.

Dengan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), ketatnya persaingan tidak akan dapat dielakkan di era global seperti saat ini, Sudikerta mengingatkan para mahasiswa untuk selalu siap bersaing. “Belajar lah sebaik baiknya  tingkat kemampuan dan keahlian biar bisa bersaing di era MEA ini, ” ujarnya.

Ia juga menghimbau kepada para mahasiswa, agar terus mengembangkan kemampuan berwirausaha. Selain menjadi pencari kerja para generasi muda juga harus mulai berfikir untuk menciptakan lapangan pekerjaan, untuk membantu pemerintah dalam menekan angka pengangguran,”ujarnya..

“Mahasiswa dijaman Globalisasi saat ini kehidupannya tidak harus rumah-kampus-rumah, melainkan harus aktif menciptakan sesuatu yang baru untuk menjadi mahasiswa yang mandiri, terlebih jika bisa menciptakan lapangan pekerjaan”, pungkasnya.

Disamping itu, Sudikerta juga menekankan kepada mahasiswa agar meningkatkan kemampuan dalam berkomunnikasi dengan menggunakan bahasa asing khususnya bahasa Inggris. “Disamping keahlian dan pendidikan , bahasa juga akan menjadi nilai plus dalam persaiangan di era MEA,” pungkasnya.

Dengan kemampuan yang maksimal dan strategi  yang jitu Sudikerta optimis para generasi muda mampu bersaing dengan negara Asia Tenggara lainnya sehingga tidak sekedar menjadi penonton di negara sendiri. (hms prov bali/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan