28 C
Denpasar
Kamis, 20 September 2018

Tim Pengembang Kurikulum Dituntut Inovatif dan Kreatif

BALIPORTALNEWS.COM – Tim Pengembangan Kurikulum (TPK) dituntut untuk bisa mengembangkan berbagai inovasi-inovasi karena dalam Kurikulum 2013 yang dituntut banyak adalah kreativitas dan inovasi para guru.

Hal itu disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar Ir. Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta W., MT., diwakili oleh Kabid Dikmen Disdikpora Kota Denpasar Drs. Wayan Supartha, M.Pd., saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (bimtek) Tim Pengembangan Kurikulum, belum lama ini.

Bimtek yang diikuti oleh 100 peserta terdiri dari korwas, KKPS, Ketua MKKS SMP, SMA/SMK, serta guru dan kasek PAUD/TK, SD, SMP, SMA/SMK. Bimtek menghadirkan narasumber dari Widyaiswara LPMP Provinsi Bali dan instruktur nasional.

Supartha menjelaskan, kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Karena kurikulum mengarahkan guru untuk mendidik peserta didik agar dapat memiliki potensi yang diisi dengan nilai-nilai karakter secara holistik.

Supartha berharap TPK Kota Denpasar agar dapat terus melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan Kurikulum 2013 ini di satuan pendidikan masing-masing, dan juga diminta selalu kreatif dalam melahirkan berbagai karya inovatif dalam pembelajaran.

Supartha mengakui, terjadi perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Tantangannya bukan hanya berlakukanya Kurikulum 2013 saja, tetapi faktor-faktor lingkungan yang berkembang. Para pendidik dituntut untuk mendidik siswa dengan sebaik-baiknya.

Ketua Panitia yang juga Kasi Kurikulum dan Evaluasi Bidang Dikmen, Ni Made Tirta Ariantini, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan, dalam pelaksanaan bimtek ini juga disosialisasikan materi P4GN dari BNNP Bali. Materi tersebut oleh tim pengembang kurikulum Kota Denpasar wajib disosialisasikan ke seluruh sekolah dan materi P4GN tersebut diintegrasikan ke seluruh mata pelajaran. (pra/bpn)

Keterangan Foto : BIMTEK – Kabid Dikmen Disdikpora Kota Denpasar Wayan Supartha saat membuka bimtek Tim Pengembangan Kurikulum (TPK).

 

Rai Mantra Ajak Mahasiswa Berbahasa Bali Setiap Rabu, Purnama dan Tilem

BALIPORTALNEWS.COMBahasa Bali menjadi Bahasa Ibu dan  kesehariaan masyarakat di Bali. Saat ini Bahasa Bali dalam kesehariannya mulai ditinggalkan dengan berkomunikasi sehari-hari dirumah maupun dilingkungan kantor dan sekolah menggunakan Bahasa Indonesia.

Melihat hal tersebut Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra melakukan sebuah gerakan mewajibkan seluruh pegawai dilingkungan Pemkot Denpasar setiap hari Rabu, Purnama dan Tilem menggunakan Bahasa Bali dan berpakaian adat Bali.

Hal ini terus digencarkan Walikota Rai Mantra yang menyasar lembaga pendidikan untuk mengajak melestarikan Bahasa Bali. “Kita harus lakukan penguatan dan pelestarian Bahasa Bali sebagai Bahasa Ibu,” ujar Rai Mantra, Rabu (16/11/2016) saat menerima audensi dari Keluarga Besar Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra mengajak mahasiswa dan seluruh lembaga pendidikan untuk turut serta dalam pelestarian Bahasa Bali. Meski memilih hari tertentu, namun hal ini diharapkan tidak mengurangi makna akan semangat bersama melakukan penguatan dan pelestarian Bahasa Bali.

Hal ini juga tak terlepas dari Bahasa Bali sebagai kebutuhan, Bahasa Indonesia sebagai kewajiban dan Bahasa Inggris sebagai keharusan yang tak terlepas dalam menjawab tantangan globalisasi saat ini.

“Disamping berbahasa Bali setiap Purnama dan Tilem mahasiswa juga dapat menggunakan pakaian adat Bali saat melakukan aktivitas di Kampus,” ujar Rai Mantra.

Dalam pembahasan tersebut Rai Mantra juga mengingatkan kepada mahasiswa terkait dengan peningkatan kualitas dan daya saing diri yang dapat terus ditingkatkan. Terkait dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) mahasiswa sebagai generasi penurus mampu melihat peluang peningkatan kualitas diri lewat ekonomi kreatif. Pengkemasan secara kreatif lakukan gerakan pemuda peningkatan daya saing lokal.

Hal ini telah dilakukan banyak anak-anak muda Bali dan Denpasar khususnya dalam gerakan kreatif melakukan sebuah inovasi yang tak terlepas dari unsur lokal. Seperti Komik Tantraz yang mengkemas cerita Calonarang kedalam sebuah gambar komik yang kreatif dan kekinian mampu menggaet pasar eropa. “Kreativitas-kreativitas seperti ini akan terus saya dorong, dan saya bangga akan kreativitas pemuda kreatif,” ujar Rai Mantra.

Sementara Dr. A.A A Ngr. Tini Rusmini Gorda yang juga Ketua Perdiknas Denpasar dan selaku pembina KBMHD Undiknas sangat mendukung program Walikota Rai Mantra dalam melestarikan Bahasa Bali.

Dalam pertemuan tersebut Tini Rusmini Gorda mendorong mahasiswa Undiknas untuk melaksanakan seruan Walikota Rai Mantra melestarikan Bahasa Bali setiap Rabu, Purnama dan Tilem.

Ketut Ayu Martini Mahasiswa Undiknas mengatakan kehadiran kami disini ingin mengundang Walikota Rai Mantra untuk dapat menjadi pembicara dalam Seminar Berasaskan Hindu yang akan kami laksanakan pada 19 Nopember mendatang.

Hal ini juga melihat komitmen Walikota Rai Mantra dalam ekonomi krfeatif di Kota Denpasar, yang akan melakukan pembahasan dalam meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat Bali, selain melihat potensi yang ada, pemerintah juga harus memperbaiki tatanan sosial masyarakat setempat.

“Kami mengharapkan kehadiran Bapak Walikota Rai Mantra yang nantinya dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang ekonomi kreatif,” ujarnya. (pur/hmsdps/bpn)

700 Pelajar SMP, SMA dan SMK se-Badung Ikuti Nyurat Lontar Massal

BALIPORTALNEWS.COMPemerintah Kabupaten Badung merupakan salah satu kabupaten yang terkenal dengan keunikan budaya, keelokan alam, adat istiadatnya, serta kearifan lokal yang mengakar sangat kuat dalam berbagai segi kehidupan. Nilai kearifan lokal inilah yang menjaga keberagaman budaya dan agama di Kabupaten Badung, untuk itu maka kearifan lokal harus tetap dijaga guna terwujudnya tatanan kehidupan masyarakat yang Harmonis, Shanti dan Jagathita.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung Ida Bagus Anom Bhasma saat Demonstarsi Penyuratan Lontar Masaal serangkaian HUT Mangupura ke-7 di Jaba Pura Lingga Bhuana, Puspem Badung, Rabu (16/11/2016).

Dikatakan pula bahwa salah satu visi,misi dan program strategis dari Pemerintah Kabupaten Badung yakni Pengembangan kepariwisataan berkualitas dan pelestarian budaya Bali. Untuk hal tersebut maka pemerintah Kabupaten Badung melaksanakan beberapa kegiatan berbasis budaya diantaranya Demonstrasi Nyurat Lontar Massal yang bertujuan untuk melestarikan salah satu khazanah kebudayaan Bali di bidang budaya penulisan tradisional yang memuat berbagai macam kearifan lokal dari kebudayaan Bali.

“Melalui kegiatan ini maka pelestarian tradisi penulisan naskah kuno lontar dapat terlestarikan dan diregenerasi ke generasi muda di Kabupaten Badung” ujarnya.

Disamping hal tersebut kegiatan ini juga berpotensi untuk menarik perhatian wisatawan untuk mempelajari dan memahami tulisan Bali di daun lontar.

Ditambahkan pula bahwa kegiatan Demonstrasi Nyurat Lontar ini melibatkan 700 siswa-siswi SMP,SMA dan SMK se-Kabupaten Badung. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi nyurat lontar yang dilakukan kepada masyarakat melalui pihak sekolah bisa ditunjukkan dengan pelaksanaan nyurat lontar massal ini. Untuk kedepannya pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan akan tetap mengadakan pelatihan-pelatihan ke sekolah-sekolah sehingga kegiatan seperti ini bisa tetap terlaksana.

“Ini merupakan suatu momen yang  awal dan kedepan saya berharap masyarakat jangan meninggalkan budaya, karena kalau kita meninggalkan budaya maka kita akan hilang jati diri, untuk itu maka mari kita manfaatkan waktu dan juga bersama-sama belajar untuk melestarikan budaya Bali ini,” harapnya. (hmsbadung/bpn)

Keterangan Foto : Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung Ida Bagus Anom Bhasma pada saat Demonstarsi Penyuratan Lontar Masaal serangkaian HUT Mangupura ke-7 di Jaba Pura Lingga Bhuana, Puspem Badung, Rabu (16/11/2016).

Semarak, HUT Ke-31 SMP PGRI 1 Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM – Puncak HUT ke-31 SMP PGRI 1 Denpasar yang dikenal dengan sebutan Grissa digelar semarak, Sabtu (12/11/2016). Aneka atraksi unggulan siswa ditampilkan, juga ditampilkan Jun Bintang dan Clekontong Mas yang membuat suasana bertambah semarak dan meriah.

Puncak HUT ditandai dengan pemotongan kue oleh Kepala SMP PGRI 1 Denpasar, Dr. Nengah Sukama, S.Pd., M.M., diserahkan kepada Sekretaris YPLP Kota PGRI Denpasar, Drs. IGB Wiadnyana, M.M., dan pembina Ni Made Naderi, S.Pd. Saat itu juga diserahkan piala dan hadiah kepada pemenang lomba serangkaian HUT.

Ketua Panitia HUT Pande Gede Sutarsa, SH., mengatakan serangkaian HUT digelar jalan sehat, lomba kursi panas, lomba baca puisi, pidarta bahasa Bali, peragaan busana, lagu pop Bali, pertandingan sepak takraw, serta kegiatan kebersihan. Semua agenda ini diarahkan untuk menjadikan warga Grissa tak hanya cerdas secara akademik namun juga sehat jasmani dan rohani serta memiliki rasa kepedulian sosial.

Kepala SMP PGRI 1 Denpasar, Nengah Sukama, menegaskan, di usia sekolahnya yang berusia 31 tahun, SMP PGRI 1 Denpasar berkomitmen mewujudkan sekolah bermutu, berprestasi dan berkarakter serta memiliki jiwa patriot. Pendidikan sebagai wahana kunci emas untuk menempan diri pada generasi muda untuk memiliki patriot dan kesatria.

Disinilah, kata dia, diperlukan etos kerja yang tinggi dan secara kontiyu melakukan perubahan demi kejayaan dan keajegan SMP PGRI 1 Denpasar. Dia mengajak warga sekolah untuk tidak mengenal kata menunda kegiatan dan mengedepankan disiplin. Lakukan yang terbaik karena masyarakat menunggu bukti dan janji. Semangat terus maju adalah kunci membuat Grissa eksis dalam persaingan yang semakin ketat.

Sementara IGB Wiadnyana menyampaikan apresiasi luar biasa atas pelaksanaan puncak HUT SMP PGRI 1 Denpasar yang digelar meriah dengan aneka penampilan siswa. Kemeriahan acara ini menunjukkan warga sekolah mempersiapkan diri dengan baik.

Namun demikian dia mengingatkan perayaan HUT harus dipakai proses perenungan diri dan menapaktilas dalam pengabdian di bidang pendidikan di SMP PGRI 1 Denpasar. Langkah untuk memajukan sekolah jangan berhenti di sini melainkan diikuti langkah nyata  guna menjadikan SMP PGRI 1 Denpasar sekolah bermutu, berprestasi dan berkarakter.

IGB Wiadnyana melihat sejumlah keunggulan di sekolah ini. Di antaranya pembinaan karakter lewat disiplon dan program pengebangan diri. Kedua, ikut memberikan peran peningkatan pendidikan dibawahnya (SD) berupa olimpiade. Di samping juga unggul dalam seni tradisional, silat, karate, sebelas kali juara gerak jalan Puputan Badung dan bidang lainnya. Makanya wajar masyarakat tak ragu memilih SMP PGRI 1 Denpasar. (pra/bpn)

Keterangan Foto : PUNCAK HUT – Puncak HUT ke-31 SMP PGRI 1 Denpasar ditandai dengan pemotongan kue oleh Kasek Nengah Sukama, diserahkan kepada IGB Wiadnyana dan pembina Ni Made Naderi.

Badung Canangkan “Gerakan Badung Membaca”

BALIPORTALNEWS.COMRendahnya minat baca di Indonesia, mendorong Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) mencanangkan Gerakan Badung Membaca Tahun 2016.

Hal ini bertujuan untuk mewujudkan generasi muda Indonesia yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing. Pencanangan Gerakan Badung Membaca dilakukan oleh Bupati Badung diwakili Kadisdikpora Badung I Ketut Widia Astika di Areal Parkir Selatan, Puspem Badung, Sabtu (12/11/2016).

Acara tersebut dihadiri Ketua DPRD Badung diwakili Ketua Komisi IV DPRD Badung A.A. Ngr. Ketut Agus Nadi Putra, Kepala SKPD, Kepala Sekolah SD, SMP, SMA/SMK serta para siswa.
Bupati Badung diwakili Kadisdikpora Widia Astika dalam sambutannya mengatakan bahwa berdasarkan hasil survey UNESCO menunjukkan minat membaca bangsa Indonesia adalah paling rendah dibandingkan negara dikawasan Asia Tenggara. Ditemukan Indeks membaca masyarakat Indonesia mencapai 0,001 yang berarti dari 1000 orang Indonesia hanya 1 (satu) orang yang memiliki minat baca. Selain itu posisi minat baca Indonesia yang menempati urutan ke 60 dari 61 negara di dunia. Ini kenyataan yang menyedihkan, rendahnya minat baca ini mempengaruhi kualitas hidup masyarakat.

Oleh karenanya diperlukan upaya-upaya strategis untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca masyarakat secara berkesinambungkan yang melibatkan berbagai unsur baik pemerintah secara sektoral, lembaga swasta dan masyarakat.

“Bila hal ini terwujud tentunya Indonesia siap bersanding dengan negara-negara besar yang ada di belahan dunia. Tidak ada kata terlambat untuk menjadi yang terdepan,” tegasnya.

Untuk itu Bupati sangat menyambut baik dan mendukung Gerakan Badung Membaca ini, diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. Lebih lanjut dijelaskan, kegemaran membaca harus ditumbuhkan sejak dini, mulai lingkungan keluarga dan sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Kebiasaan membaca dan penguasaan Iptek bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Banyak membaca akan banyak mendapatkan pengetahuan, begitupula orang yang menguasai ilmu pengetahuan akan menjadi manusia yang berkualitas.
Sementara Ketua Panitia I Made Mandi selaku Kepala Bidang Pendidikan Disdikpora Badung menjelaskan, gerakan badung membaca bagi siswa sekolah dasar ini sebagai langkah awal dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Kabupaten Badung.

Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan minat dan budaya baca anak, menumbuhkan motivasi, semangat dan kompetensi bagi seluruh siswa serta mewujudkan generasi Indonesia cerdas.

“Peserta kegiatan ini adalah seluruh siswa SD se-Badung yang berjumlah 60.404 orang,” tambahnya.

Gerakan Badung membaca ini telah dimulai pada tanggal 10-12 Nopember.

Dimeriahkan dengan berbagai perlombaan diantaranya lomba mengarang, cerpen, mesatua Bali, cerdas tangkas, yel-yel, bercerita, menulis surat untuk bupati badung, pemilihan duta baca, lomba koreo badung membaca, aksi gerakan badung membaca. Dilaksanakan pula pembentukan relawan badung membaca dari para siswa SMA/SMK. (hmsbadung/bpn)

Keterangan Foto : Pencanangan Gerakan Badung Membaca dilaksanakan di Areal Parkir Selatan, Puspem Badung, Sabtu (12/11/2016).

Calon Kepala Sekolah Harus Miliki Semangat ‘’Puradhipa Bhara Bhawana” dan ”Sewaka Dharma”

BALIPORTALNEWS.COM – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menggelar penutupan diklat calon kepala sekolah angkatan I Kota Denpasar tahun 2016, Jumat (11/11/2016). Diklat ditutup Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Sukana ditandai dengan pelepasan tanda peserta diklat.

Sukana mengungkapkan, sebagai abdi negara calon kepala sekolah diharap selalu memegang teguh rasa tanggung jawab, disiplin, jujur, tulus bekerja, serta berorientasi pada hasil dan kemanfaatan kepada masyarakat. Lebih dari itu, para calon kasek harus memegang teguh motto ‘’Puradhipa Bhara Bhawana’’ yakni kewajiban pemerintah adalah meningkatkan kemakmuran rakyat dan filosofi ‘’Sewaka Dharma’’ yang menjadi landasan pelayanan publik di Kota Denpasar.

Menurut Sukana, napas pendidik harus menjadi napas hidup seorang guru. Jangan menjadi guru memiliki pola seperti pedagang yang menghitung untung-rugi. Karenanya, ia menekankan guru harus mampu menjalankan tugas dan fungsinya melayani, memberdayakan dan meningkatkan kemampuan anak didik secara sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab.

Diharapkan, dengan telah meningkuti diklat calon kasek, para guru dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan terkait kemampuan, kualifikasi dan kompetensi dalam memimpin sekolah. Termasuk mampu mengubah pola pikir dan budaya kerja yang lebih peka terhadap tuntutan masyarakat, bersemangat dan disiplin.

Ketua Panitia yang juga Kabid Tenaga Kependidikan Disdikpora Kota Denpasar, Drs. AA Gede Wiratama, M.Ag., mengungkapkan, diklat calon kepala sekolah yang diselenggarakan bekerja sama dengan LPMP Provinsi Bali ini berlangsung dari 29 September 2016 dengan jumlah peserta sebanyak 44 orang.

Dalam pelaksanaannya peserta melalui banyak proses, di antaranya out bound di SMPN 2 Denpasar selama dua hari, dan dilanjutkan on the job learning (OJL) yang dilaksanakan di sekolah masing-masing dan yang sekolah yang ditunjuk oleh panitia.

Dikatakan, dari rangkaian pelaksanaan diklat cakep ini serta hasil rapat panitia dan Widyaiswara LPMP ditetapkan 10 peserta dengan predikat sangat baik dan 34 peserta dengan predikat baik. Dan, seluruh peserta dinyatakan lulus dengan hasil yang memuaskan. (pra/bpn)

Keterangan Foto : TUTUP DIKLAT – Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Sukana, saat menutup diklat calon kepala sekolah angkatan I Kota Denpasar tahun 2016.

SMK TI Bali Global Denpasar Komitmen Menjadi SMK TI Unggulan di Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM – Puncak perayaan satu dekada atau HUT ke-10 SMK TI bali Global Denpasat dirayakan secara meriah di sekolah di Jalan Tukad Citarum No. 44, Renon, Denpasar Selatan, Kamis (10/11/2019).

Puncak HUT dihadiri  Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, Prof. Dr. I Made Bandem, MA; Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Drs. I.B. Dharmadiaksa, M.Si., Ak; Sekretaris Yayasan Lilis Yuningsih, SH., M.M.,Kom; serta Ketua Komite Drs. Made Subadi, M.Si., seluruh  siswa dan guru. Puncak HUT  ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kasek Drs. Gusti Ngurah Murjana, M.Pd.

SMK TI Bali Global Denpasar dibidani 10 tahun lalu oleh Yayasan Widya Dharma Shanti kini menjadi sekolah besar dan berkualitas.

Kepala SMK TI Bali Global Denpasar, Gusti Ngurah Murjana mengungkapkan di usia ke-10 SMK TI Bali Global Denpasar makin menunjukkan identitas dirinya dan komitmen menjadi SMK TI unggulan di Indonesia. Ini dibuktikan dengan berbagai prestasi diukir civitas akademika SMK TI Bali Global Denpasar.

Di antaranya, dua kali juara umum Ephotech IT Competition di SMAN 2 Denpasar, juara umu Gebyar PMHD Unwar, juara umum Fast Techno IT di Stikom Bali, the best film pendek Polri yang digelar Polres Klungkung dan juara lomba lainnya.

Melewati tahun ke- 10, SMK TI Bali Global Denpasar ingin fokus bekerja yang terbaik dan fasilitas. Saat ini SMK TI Bali Global Denpasar telah dilengkapi fasilitas gedung belajar yang sangat representatif, tempat ibadah masing-masing agama, free wifi mencapai 15 MB, studio multimedia, unit produksi, lab komputer, serta sarana lain. Jumlah siswa tahun ini mencapi 1.489 siswa dari lima keahlian yakni RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), TKJ  (Teknik Komputer Jaringan), MM (Multimedia) Animasi dan DKV (Desain Komunikasi Visual).
Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, Made Bandem, memberi apresiasi positif  di usia 10  tahun SMK TI Bali Global Denpasar mampu tampil berkualitas. Ke depan SMK TI Bali Global Denpasar harus fokus pada penguatan bidang IT tanpa meninggalkan pendidikan karakter. Makanya dia bangga di usia ke-10 tahun SMK TI Bali Global Denpasar berkomitmen menjadi SMK TI unggulan di Indonesia.

Serangkaian HUT, SMK TI Bali Global Denpasar menggelar aneka lomba akademis dan non akademis yang melibatkan siswa SMK TI Bali Global Denpasar dan siswa SMP se-Bali yakni lomba bidang IT WEP Competition 2016. Juga diadakan bakti sosial ke PA Tat Twam Asi di Renon, serta aksi kebersihan di lingkungan Renon dan Panjer. (pra/bpn)

Keterangan Foto: Puncak HUT ke-10 SMK TI Bali Global Denpasar ditandai dengan pemotongan tumpeng.

Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Nilai Budaya dan Kesenian

BALIPORTALNEWS.COM – Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum., menegaskan, Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar yang memayungi jenjang pendidikan dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi, berkomitmen mencetak SDM Bali yang suputra.

‘’Dwijendra yang berlandaskan agama Hindu dan budaya Bali, siswanya mendapat  penguatan pendidikan karakter  lewat nilai-nilai budaya Bali dan kesenian,’’ ujar Chandra Jaya, M.Hum., saat jumpa pers terkait model pembinaan generasi muda mencegah kenakalan remaja, Selasa (8/11/2016).

Jumpa pers juga dihadiri Danunit Inteldim 1611/Badung, Lettu Inf. Bagus Kusnandar serta pimpinan unit di Dwijendra.

Lebih lanjut dikatakan Chandra Jaya, kemajuan jaman global dewasa ini, banyak membawa godaan bagi anak muda Bali. Termasuk ancaman pergaulan bebas dan tindak kriminal lainnya. Makanya dia mengajak jajaran pers untuk ikut membangun remaja Bali dengan mengindahkan norma-norma yang ada demi kemajuan pendidikan dan mencerdaskan anak bangsa.

Di Dwijendra, kata Chandra Jaya, penguatan karakter dengan sentuhan budaya dan kesenian diharapkan bisa memperhalus budi. Makanya satu-satunya sekolah yang menerapkan model pembelajaran agama Hindu plus praktik langsung hanyalah di Dwijendra.

Setiap pelajaran agama Hindu, siswa di kelas diajarkan majejahitan, membuat banten upakara dan uparengga. Setiap purnama  siswa diajak dialog agama dan ngayah ke pura-pura sekitar sekolah. Hal ini dilakukan sekali lagi untuk memperkuat pendidikan karakter siswa.

Satu lagi program baru  yang dijalani di Dwijendra adalah mewajibkan semua guru masatua Bali lima menit saat memulai mata pelajaran. Mengenalkan kesusastraan Bali erat kaitannya dengan visi dan misi Yayasan Dwijendra sebagai pusat pelestarian dan pengembangan budaya Bali dan agama Hindu.

Namun sekolah ini tetap mengemban misi nasional yani terbuka bagi semua agama dan menjunjung tinggi tugas mencerdaskan anak bangsa. Termasuk akan merekrut sepuluh psikolog untuk membantu guru BK memantau satu per satu siswa SMA Dwijendra. “Ini hanya sebuah upaya untuk memberikan bimbingan sesuai bidang ilmunya. Paling tidak bisa mengisi jiwa anak-anak yang saat ini sering galau,” jelasnya.

Model-model pendidikan yang diterapkan di Dwijendra ini, kata dia, terbukti melahirkan generasi muda Bali yang andal, cerdas dan kuat akar budayanya. Anak-anak SMP Dwijendra Denpasar belum lama ini meraih juara I  lomba cerdas-cermat  agama Hindu. Sementara SMA Dwijendra Denpasar meraih juara III lomba Paskibraka  se- Bali di Unhi.

Chandra Jaya menegaskan Dwijendra sudah membentengi siswanya dengan berbagai model pendidikan karakter. Termasuk melibatkan unsur TNI dalam hal ini Kodim untuk memberikan materi pendidikan berkarakter dalam bentuk materi ceramah tentang bela negara dan kedisiplinan.

Dikatakan, pelibatan unsur militer bukan dengan maksud membawa militerisme masuk ke lingkungan sekolah, tetapi karena mereka masih dianggap teruji kedisiplinannya. Untuk itu dia kembali mengingatkan pentingnya trias pendidikan yakni sekolah, keluarga dan masyarakat saling bersinergis membentengi diri remaja dari pengaruh  di era global ini untuk menjadi pemilik masa depan. (tis/bpn)

Keterangan Foto: CEGAH KENAKALAN REMAJA – Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, MS Chandra Jaya didampingi Danunit Inteldim 1611/Badung, Lettu Inf. Bagus Kusnandar dan IB Alit Bajra Manuaba saat memberi keterangan pers terkait model pembinaan generasi muda mencegah kenakalan remaja.

Pengamat Pendidikan : Sidak Siswa Bolos Harus Terprogram dan Kontinyu

BALIPORTALNEWS.COM – Pengamat pendidikan, Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si.,  mengapresiasi positif tim penegakan disiplin Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar melaksanakan sidak ke sejumlah warung guna menjaring siswa yang keluyuran saat jam pelajaran efektif.

‘’Asalkan tidak bersifat hangat-hangat tahi ayam, sidak-sidak seperti ini tentu sangat positif untuk meminimalisasi jumlah siswa yang keluyuran. Kami harapkan agenda ini terprogram dengan baik. Bahkan bila memungkinkan, Disdikpora Kota Denpasar dengan menggandeng lembaga terkait seperti Dewan Pendidikan dan PGRI membentuk semacam tim monitoring untuk menegakkan disiplin siswa,” kata Rumawan Salain, Rabu (9/11/2016).

Menurut guru besar Universitas Udayana ini, fenomena banyaknya siswa yang keluyuran saat jam pelajaran efektif dan menjadikan warnet maupun warung sebagai tempat mangkal, wajib disikapi serius oleh pihak sekolah maupun Disdikpora di seluruh Bali. Sebab, fenomena seperti ini tidak hanya terjadi di Denpasar.

“Ajang membolos ini sering digunakan untuk merencanakan kegiatan-kegiatan yang negatif seperti mabuk-mabukan termasuk geng motor,” cetusnya.

Dia menyarankan, Disdikpora punya tim monitoring yang berfungsi untuk menegakkan disiplin siswa. Tim sejenis juga perlu dibentuk di masing-masing sekolah yang digerakkan oleh wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dan guru-guru bimbingan konseling. Fenomena siswa membolos ini sudah cukup meresahkan.

Rumawan Salain juga mendesak Dinas Tramtib dan Satpol PP Kota Denpasar mengintensifkan pengawasan terhadap ruang publik yang sering dijadikan tempat mangkal anak sekolah, seperti warnet dan mall. Bahkan, perlu ada aturan khusus yang melarang pemilik usaha untuk menerima kunjungan siswa saat jam pelajaran efektif terutama bagi mereka yang masih mengenakan seragam sekolah. ”Harus ada regulasi seperti itu jika dunia pendidikan kita tidak mau kecolongan. Masalah yang saat ini mungkin dianggap sepele ini wajib disikapi secara serius karena masalah sepele ini sangat potensial berkembang menjadi permasalahan besar seperti aksi tawuran antarpelajar maupun kenakalan-kenakalan remaja lainnya yang bersifat serius,” tegasnya.

Sebelumnya, tim penegakan disiplin Disdikpora Kota Denpasar yang dipimpin Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, Ir. Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta W., MT., menyidak sejumlah warung di seputaran Jalan Menuh Denpasar. Hasilnya, sejumlah siswa SMP dan SMA yang kedapatan tengah membolos sekolah dan nongkrong di sebuah warung diamankan.

Pelajar yang tertangkap tangan membolos itu pun langsung diberi pengarahan dan pembinaan di tempat. Pihak sekolah pun langsung dipanggil dan menjemput siswa yang kedapatan bolos itu untuk selanjutnya diberi pembinaan sesuai tata tertib sekolah. (pra/bpn)

Keterangan Foto : BOLOS SEKOLAH – Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta memberikan pembinaan kepada siswa yang kedapatan nongkrong di warung pada jam belajar, Jumat (4/11/2016).

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
14PelangganBerlangganan