Prof. Arief Anshory Yusuf, “Selain Masalah Sosial, Indonesia Hadapi Tantangan Besar dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan”

BALIPORTALNEWS.COM – Tidak banyak yang menyadari bahwa keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan merupakan amanat yang tertuang dalam UUD 1945. Sayangnya, keseimbangan tersebut nampaknya belum dapat sepenuhnya terwujudkan setelah lebih dari 70 tahun Indonesia merdeka.

Demikian disampaikan Prof. Arief Anshory Yusuf, S.E, M.Sc., Ph.D, saat membacakan orasi ilmiah berkenaan dengan Penerimaan Jabatan Guru Besar dalam bidang Ekonomi Lingkungan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat (9/02). Pada kesempatan tersebut, orasi ilmiah dibacakan Prof. Arief dengan judul “Trade off Antara Pertumbuhan, Keadilan, dan Lingkungan: Mitos atau Realitas?”.

Diungkapkan Prof. Arief, selain masalah sosial seperti ketimpangan dan kemiskinan, Indonesia juga menghadapi tantangan besar dalam isu pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan. Indonesia adalah salah satu negara  yang sangat rentan dengan bencana terkait perubahan iklim.

“Adanya konflik antara agenda pertumbuhan ekonomi, keadilan ekonomi, dan lingkungan sering diartikan sebagai sesuatu yang alamiah. Sehingga, trade-off antara ketiganya sering dianggap sebagai sesuatu yang tidak bisa dihindari,” ujar Prof. Arief.

Lebih lanjut Prof. Arief menjelaskan bahwa green economy sering didefinisikan sebagai sistem ekonomi yang selain mampu meningkatkan kesejahteraan dan keadilan sosial juga bisa mengurangi kerusakan alam dan lingkungan. Paradigma ini dapat menjadi anti-tesis dari trade-off antara pertumbuhan dan lingkungan.

Dijelaskan pria kelahiran Bandung, 19 Oktober 1972 ini, pertumbuhan inklusif dapat menghilangkan trade-off antara pertumbuhan dan ketimpangan, dan green economy dapat menghilangkan trade-off antara pertumbuhan dan lingkungan.

“Pertumbuhan inklusif dan green economy tidak bisa terjadi dengan sendirinya karena sistem ekonomi pasar yang kita anut, buta dengan keadilan dan eksternalitas lingkungan. Ketimpangan dan kerusakan alam bukan bagian dari hitung-hitungan untung rugi para pelaku ekonomi. Oleh karena itu peran negara sangat diperlukan untuk melakukan koreksi-koreksi. Dalam keadilan ekonomi, misalnya, melalui pemerataan kesempatan dalam konteks pengembangan human capital terutama di bidang pendidikan dan kesehatan, serta penguatan perlindungan sosial,” papar Prof. Arief.

Dalam konteks pengelolaan SDA dan lingkungan, lanjut Prof. Arief, setidaknya diperlukan dua hal dimana pemerintah berperan penting. Pertama, adalah optimalisasi pengelolaan hasil SDA agar manfaatnya masih dapat dirasakan oleh generasi mendatang.

Kedua, adalah bagaimana jasa-jasa ekosistem bukan hanya dapat dikenali oleh pelaku ekonomi, tetapi menjadi bagian terpisahkan dari keputusan-keputusan ekonomi mereka. Pemerintah dapat berperan untuk membantu internalisasi eksternalitas lingkungan melalui berbagai instrumen kebijakan.

Trade-off antara pertumbuhan, keadilan dan lingkungan bukanlah sesuatu yang alamiah dan tak bisa dihindari. Trade-off itu hanya menjadi realitas kalau itu satu-satunya pilihan. Padahal, pilihan-pilihan lain dalam mengelola pembangunan tersedia. Kita hanya perlu membuka diri terhadap paradigma-paradigma baru, berpikir dan bekerja sedikit lebih keras, dan bersinergi. Tuhan tidak akan mengubah suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Kalau kita percaya itu, trade-off antara pertumbuhan, keadilan, dan lingkungan hanyalah mitos. Pembangunan berkelanjutan adalah realitas,” tutur Prof. Arief. (humas-unpad/bpn)

Fakultas Kehutanan Dukung Percepatan Implementasi Kebijakan Berorientasi Kesejahteraan Masyarakat

BALIPORTALNEWS.COM – Dekan Fakultas Kehutanan UGM Dr. Budiadi, S.Hut., M Agr. Sc., menyampaikan dukungan dalam percepatan implementasi kebijakan berorientasi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan dari pinggiran, namun tetap mempertimbangkan kelestarian dan keberlanjutan fungsi hutan.

“Alokasi untuk implementasi program harus ditetapkan dengan prinsip kehati-hatian melalui proses partisipatif dan mempertimbangkan ragam kondisi biofisik dan sosial,” katanya dalam sidang senat terbuka pada puncak peringatan Dies Natalis Fakultas Kehutanan UGM ke-54,  Kamis (16/11/2017) di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM.

Budi menyebutkan bahwa hal tersebut perlu dilakukan untuk meminimalisir timbulnya beragam persoalan yang mungkin muncul di masa depan. Dengan prinsip-prinsip itu diharapkan tidak menimbulkan masalah sosial dan lingkungan yang semakin kompleks.

Melihat semakin kompleksnya persoalan lingkungan dan sosial-ekonomi dalam pengelolaan sumber daya hutan, Budi juga  menekankan pentingnya evaluasi terhadap pola pemanfaatan ruang dan regulasi terkait. Hal ini penting dijalankan agar penentuan lokasi alokasi lahan untuk kegiatan pembangunan di masa datang tidak memberikan tekanan yang berlebihan terhadap keberlangsungan fungsi ekosistem hutan.

Selain itu juga membangun formulasi sistem monitoring pembangunan meliputi proses ekosistem dan neraca sumber daya alam.

“Percepatan pengentasan kemiskinan dengan skenario perhutanan sosial tidka boleh dibenturkan dengan mengorbankan fungsi perlindungan ekosistem hutan,” imbuhnya.

Menurutnya pengarusutamaan konsep membangun dari pinggiran untuk kemakmuran masyarakt dan memperkuat fungsi hutan perlu didorong dengan Gerakan Nasional Kehutanan Sosial. Langkah yang dapat dilakukan melalui sinergi dalam percepatan pembangunan infrastruktur, percepatan pembangunan desa, reforma agraria, dan percepatan restorasi gambut.

Dalam kesempatan itu Budi turut menyampaikan laporan tahunan dekan tahun 2017 terkait berbagai pencapaian dalam bidang akademik, kemahasiswaan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sumber daya manusia, aset, dan keuangan.

Dalam bidang akademik, pihaknya saat ini tengah melakukan redesain kurikulum untuk meningkatkan mutu dan kualitas lulusan yang unggul dan berdaya saing di tingkat global. Redesain kurikulum dilakukan melalui penyusunan capaian pembelajaran program studi program sarjana dan pascasarjana.

Sejumlah terobosan dilakukan dalam pengembangan akademik. Antara lain membangun karakter rimbawan bulaksumur dengan jiwa korsa yangkuat melalui kuliah dan praktek lapangan terintegrasi. Selanjutnya menyiapkan akreditasi interansional dari Accreditation Agency for Degree Programs in engineering, Infromatics/Computer Science, the Natural Sciences and Mathematics (ASIIN) untuk program studi Ilmu Kehutanan mengembangkan program credit transfer system  program S1 dengan beebrapa unversitas di ASEAN dan Jepang, serta program double degree S2 dengan Tokyo University of Technology and Agriculture.

Selanjutnya untuk penelitian dan publikasi di Fakultas Kehutanan UGM, pada tahun 2017 ini tercatat sebanyak 34 penelitian dengan skema DPP, LKD, BPPTN yang didanai Fakultas Kehutanan UGM. Selain itu terdapat 23 penelitian yang mendapat dana daripihak eksteranl melalui berbagai skema. Sedangkan publikasi hingga bulan November 2017 terdapat 23 hasil penelitian dosen Fakultas Kehutanan yang telah dipublikasikan dlaam jurnal ilmiah terindeks Scopus.

Budi juga menyampaikan pada tahun 2017 Fakultas Kehutanan mendapatkan kepercayaan untuk mengelola Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Getas Ngandong yang berada di perbatasan Blora dan Ngawi. Hutan seluas kurang lebih 10.901 hektar ini akan dikelola seperti hutan konservasi Wanagama Gunungkidul untuk pendidikan dan pelatihan. (ika/humas-ugm/bpn; foto:firsto)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Edukasi Keselamatan Berkendara ke Siswa dan Karyawan

BALIPORTALNEWS.COM – Tim safety riding Astra Motor Bali, kembali mengagendakan kegiatan edukasi keselamatan berkendara. Pada Februari, kegiatan dimulai dengan mengunjungi SDN 3 Apuan, Tabanan, dengan melibatkan 70 siswa yang aktif mengikuti kegiatan yang dibawakan dengan segar dan ceria oleh tim Safety Riding Astra Motor.

Selanjutnya tim safety riding  mengunjungi SD Permata Ibu di Denpasar, 10 Februari lalu, yang dihadiri 80 siswa. Di kedua SD tersebut, bentuk edukasi yang diberikan berupa games menarik dengan alat peraga  pengenalan rambu-rambu lalu lintas (Lalin) dengan  4 warna dasar dalam rambu lalin yakni merah artinya larangan, kuning artinya peringatan, hijau artinya petunjuk, biru artinya perintah.

Edukasi Safety riding ttim Astra Motor juga bekerjasama dengan Polres Gianyar untuk melakukan kunjungan  ke sekolah-sekolah  di daerah Payangan Gianyar. Dalam kesempatan itu, sebanyak 300 siswa SMK PGRI Payangan, dan SMA 1 Payangan mendapatkan sosialisasi keselamatan berkendara.

Dipilihnya Payangan untuk edukasi kali ini, karena daerah itu jauh terpelosok dari pusat Kota Gianyar, yang keseharian jarang menggunakan helm saat bepergian jarak dekat. Materi edukasi yang ditularkan, yakni  tentang pentingnya berkendara motor Honda menggunakan helm standar SNI dan tali helm di Klik.

Dilanjutkan dengan  informasi secara detail mengenai  postur berkendara yang baik dan benar, kelengkapan  saat berkendara seperti jaket, sarung tangan, kelengkapan surat-surat dan lain-lainnya.  Untuk lebih memantapkan kesadaran siswa di jalan raya, dari kepolisian juga memberikan materi tentang  UU lalu lintas saat ini.

Para komunitas pun tidak ketinggalan dalam agenda safety riding ini, dengan memperhatikan keselamatan anggotanya yang banyak tidak sadar arti penting menggunakan helm. Bahkan Paguyuban Flobamora menerima pelatihan dan pembekalan arti penting safety riding di jalan raya, sebanyak 50 anggota antusias mengikuti eduksi dalam bentuk seminar singkat mengenai struktur helm standard sesuai SNI, aspek cedera yang terjadi bila tidak menggunakan helm saat di jalan raya.

Sambutan positif dari anggota terlihat dari berbagai pertanyaan yang dilontarkan saat sesi sharing, sehingga suasana hangat terlihat sampai akhir acara.

Pada 18 Februari lalu, giliran karyawan Wake Restaurant di Gianyar diberikan edukasi dalam gelaran gathering tahunan, yang diikuti 50 karyawan.

Tim safety riding memberikan edukasi dengan cara games yang menarik tentang pentingnya pengetahuan safety riding di jalan raya, penggunaan helm, penggunakan kelengkapan berkendara, cara menggunakan sarung tangan dan manfaatnya yakni melindungi telapak tangan saat jatuh.

“Ketertiban dan kesadaran berlalulintas dimulai dari diri sendiri, untuk itu kami harapkan rangkaian kegiatan ini merupakan awal pembentukan kedisiplinan diri terhadap pentingnya keselamatan dalam berkendara,’’ kata Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Ngurah Iswahyudi. (ngr/bpn)

AKP Surya Kusuma Pimpin Upacara Bendera di SMPN 2 Seltim

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Kapolsek Selemadeg Timur AKP I Gede Surya Kusuma, S.H. tampil sebagai pembina upacara di SMPN 2 Seltim, Senin (18/9/2017). Kegiatan apel bendera tersebut diikuti 217 siswa, yang juga dihadiri para guru dan Kepala SMPN 2 Seltim, Dewa Ketut Wartika S.Pd., serta Bhabinkamtibmas Desa Tangguntiti Aiptu I Nyoman Nerken.

Dalam pesan kamtibmas, Kapolsek Seltim menyampaikan beberapa hal. Di antaranya tentang pembentukan karakter sebagai sujud bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sanghyang Widi Wasa. Melaksanakan sembahyang puja trisandya bagi siswa yang beragama Hindu, sedangkan bagi siswa yang beragama lain supaya berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing.

“Nasionalisme adalah salah satu wujud menghormati para pahlawan, yaitu dengan melaksanakan upacara bendera dan mengamalkan nilai-nilai perjuangan,” ujar AKP Surya Kusuma.

Para siswa diharapkan senantiasa mengikuti arahan dan bimbingan para guru dan kepala sekolah, sesuai yang tertuang dalam catur guru sebagai guru pengajian, guru rupaka sebagai orangtua di rumah, guru wisesa sebagai pemerintah, dan guru swadiyaya sebagai Ida Sanghyang Widi Wasa.

Selain itu, para siswa juga diharapkan tertib berlalu lintas. Salah satunya memakai helm. “Jangan kebut-kebutan, jangan jadi geng motor. Bila ada yang melanggar lalu lintas, maka sepeda motor akan ditahan di Kantor Polsek Seltim, dan orangtuanya juga diundang untuk diberikan arahan. Ini demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Untuk itu mari kita ikuti tata tertib berlalu lintas,” tukasnya.

Surya Kusuma juga berpesan kepada para siswa agar tidak mengonsumsi minuman keras. Juga narkoba yang dapat mengancurkan generasi muda. Sebab, katanya, bila mengonsumsi narkoba dapat mengakibatkan ketergantungan, bahkan kematian.

Pada akhir sambutan, Kapolsek Seltim mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Semoga kita diberikan kesehatan, keselamatan, dan kebahagiaan,” pungkasnya. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Peneliti UGM Manfaatkan Kotoran Gajah Jadi Papan Komposit

BALIPORTALNEWS.COM – Menjijikan dan bau pasti menjadi hal yang langsung terlintas dalam pikiran saat melihat kotoran gajah. Namun, siapa sangka limbah dari mamalia terbesar di darat ini ternyata bisa diolah menjadi papan komposit serat kotoran gajah yang tidak kalah kualitasnya dengan papan komposit pabrikan.

Adalah Ragil Widyorini, S.T., M.T., D.Agr.Sc., dosen Departemen Teknologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan UGM yang berhasil mengolah kotoran gajah menjadi papan komposit. Ragil memanfaatkan kotoran gajah yang selama ini kurang dimanfaatkan dan hanya menjadi limbah menjadi sesuatu yang lebih bernilai dan berdaya guna.

“Kotoran gajah banyak mengandung serat dan bisa didaur ulang menjadi papan komposit,”jelasnya  kepada wartawan, Rabu (28/3/2018) di Lab. Rekayasa Biomaterial Fakultas Kehutanan UGM.

Ragil mengungkapkan ide awal pembuatan papan komposit dari kotoran gajah ini bermula dari curhatan alumni yang bernama Agus Sudibyo Jati yang telah bekerja di Taman Safari Pasuruan. Dia mengeluhkan kesulitan mengelola limbah kotoran gajah dalam jumlah yang cukup banyak. Meskipun beberapa sudah dimanfaatkan menjadi pupuk dan juga berpotensi diolah menjadi kertas, tetapi kotoran gajah masih menggunung sehingga perlu dicari terobosan untuk mengatasi persoalan itu.

“Dari situ saya berusaha untuk memanfaatkan kotoran gajah menjadi sesuatu yang bernilai guna yaitu sebagai bahan baku papan komposit,” tutur pakar teknologi biokomposit UGM ini.

Ragil mengatakan gajah di Taman Safari Pasuruan diberi makanan utama berupa rumput gajah yang banyak mengandung selulosa. Gajah hanya bisa mencerna sekitar 30-45%, sehingga sekitar 55-70% makanan berserat tidak tercerna. Karenanya diduga kotoran gajah tersebut potensial digunakan untuk pembuatan papan komposit. Terlebih dalam sejumlah penelitian terdahulu rumput gajah banyak dicoba dalam penelitian pembuatan papan komposit.

Untuk mendapatkan papan komposit serat kotoran gajah dibutuhkan beberapa tahapan. Langkah awal dengan membersihkan kotoran gajah memakai air mengalir. Selanjutnya, kotoran yang telah dibersihkan dijemur hingga kering untuk menghindari tumbuhnya jamur.

Setelah itu, kotoran dicampur dengan perekat kemudian dioven dalam suhu 80 derajat Celcius selama beberapa jam untuk mengurangi kadar air didalamnya. Kemudian hasil ovenan kotoran dicetak dan dikempa panas dengan suhu 180 – 200 derajat Celius selama 10 menit.

“Saat ini kami membuat papan komposit serat kotoran gajah dalam bentuk display berukuran 25×25 cm dengan ketebalan 1 cm,” terangnya.

Untuk pembuatan papan komposit dengan ukuran tersebut, Ragil menjelaskan membutuhkan 500 gram bahan yang terdiri dari sekitar  400 gram kotoran gajah dan 100 gram perekat dari berat kering partikel.

“Misalnya ingin membuat papan komposit ukuran 1×1 meter dengan tebal 1 cm dan kerapatan 0,8 g/cm3 dibutuhkan sekitar 7 kg kotoran gajah,” terangnya.

Sementara gajah dalam sehari bisa menghasilkan kotoran hingga sekitar 100 Kg dan dari jumlah tersebut sangat berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan papan komposit. Dengan demikian dalam dari 1 ekor kotoran gajah dapat dihasilkan sekitar 6-7 papan komposit  1×1 meter setiap harinya.

Dalam pembuatan papan komposit dari kotoran gajah ini Ragil menggunakan perekat berbasis asam sitrat  yang dikembangkan oleh Fakultas Kehutanan UGM bersama dengan Universitas Kyoto. Dengan penggunaan perekat tersebut terbukti mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas dibandingkan dengan menggunakan perekat urea formaldehida yang biasa digunakan dalam produksi papan komposit.

Setelah melalui serangkaian penelitian untuk memperoleh formula yang tepat dan uji coba sejak 2014 silam ini akhirnya dihasilkan papan komposit yang sesuai standar. Hasil uji lengkung, uji tarik, uji lengkung basah, dan uji rendam menunjukkan papan komposist serat kotoran gajah memiliki kualitas diatas standar yang ditentukan oleh Japanese Industrial.

Papan komposit dari kotoran gajah ini tidak hanya ramah lingkungan dan berkualitas bagus. Namun, produk ini diharapkan dapat menjadi pilihan alternatif pengganti papan pabrikan.

“Papan komposit serat kotoran gajah ini berpotensi untuk digunakan sebagai furnitur dan dinding pembatas rumah,”katanya.

Papan komposit dari kotoran gajah ini tidak hanya ramah lingkungan dan berkualitas bagus. Namun, produk ini diharapkan dapat menjadi pilihan alternatif pengganti papan pabrikan.

“Papan komposit serat kotoran gajah ini  bisa dibuat untuk furnitur dan dinding pembatas rumah,”katanya.

Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerja Sama Fakultas Kehutanan UGM, Dr. Muhammad Ali Imron, S.Hut., M.Sc., menyebutkan papan komposit serat gajah yang dikembangkan peneliti Fakultas Kehutanan UGM ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dan diproduksi dalam skala besar. Terlebih melihat potensi kotoran gajah yang cukup berlimpah.

“Gajah itu grazer  atau pemakan rumput dalam jumlah besar sehingga kotoran yang dihasilkan pun juga banyak sehingga sangat potensial untuk diolah menjadi bahan baku papan komposit” jelas pakar konservasi satwa liar ini.

Imron menyebutkan apabila produk papan komposit ini berhasil dikembangkan dalam skala yang lebih besar diharapkan tidak hanya dapat digunakan sebagai salah satu alternatif papan komposit saja. Namun, juga diharapkan bisa mendorong upaya pelestarian gajah di alam.

“Jadi, masyarakat yang membeli produk ini nantinya tidak hanya membeli secara fisik saja, tetapi lebih ke nilainya. Dengan pembelian ini keuntungannya disisihkan untuk konservasi gajah di alam,” tuturnya. (ika/humas-ugm/bpn;foto: bani)

Unpad Terima Hibah The Sustainable Higher Education Research Alliances (USAID SHERA)

BALIPORTALNEWS.COM – Universitas Padjadjaran menjadi salah satu perguruan tinggi  penerima hibah untuk mendirikan sebuah pusat penelitian kolaboratif (Center for Collaborative Research/CCR), dari program kerja sama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dan US Agency for International Development (USAID), yakni  The Sustainable Higher Education Research Alliances (USAID SHERA). Peluncuran resmi program tersebut dihadiri langsung Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad di Jakarta, 21 Maret 2017 lalu.

Dalam program USAID SHERA, Unpad menerima hibah sebesar US$ 3 juta, yang akan digunakan untuk mendirikan CCR yang berfokus pada penyakit menular pernafasan. Unpad akan bermitra dengan University of Colorado, Denver, Amerika Serikat, serta sejumlah perguruan tinggi dalam negeri yaitu Universitas Syiah Kuala, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mataram, dan Universitas Pattimura. Selain itu, juga akan bermitra dengan dua perusahaan yaitu, PT Biofarma di Indonesia dan PharmaJet di AS.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad, Prof. Cissy B. Kartasasmita, dr., M.Sc., Sp.AK., Ph.D, akan memimpin CCR yang diberi nama Consortium for Collaborative Research on Respiratory Infectious Diseases Study and Prevention (C-CRISPR) ini.  “Saya berharap bahwa proyek ini akan menjadi titik awal yang baik untuk mengembangkan kapasitas Unpad dalam memimpin penelitian terkait penyakit menular,” kata Prof. Cissy Kartasasmita.

Selama empat tahun program hibah, CCR tersebut akan melakukan studi epidemiologi sejumlah penyakit pernapasan menular yang ada di masyarakat. Uji klinis pun akan dilakukan untuk mengetahui efektivitas sistem injeksi tanpa jarum (PharmaJet) dalam pemberian vaksin influenza (PT Bio Farma) di kelompok usia yang berbeda.

CCR juga akan mengembangkan kursus singkat dan kursus online terbuka untuk meningkatkan kapasitas anggota penelitinya. Program yang ditawarkan akan mencakup penulisan akademik, metode penelitian epidemiologi, dan analisis statistik untuk data kesehatan masyarakat. CCR ini memiliki target akan menghasilkan 50 publikasi peer-review internasional  di akhir program hibah. (humas-unpad/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

SMKN 3 Denpasar Wakil Bali Dalam Ajang Toyota Eco Youth 2016

BALIPORTALNEWS.COMWagub Ketut Sudikerta mengapresiasi dan mendukung terlaksananya Toyota Eco Youth 2016 yang merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak Toyota Motor Indonesia dalam bentuk lomba yang melibatkan pelajar SMA/SMK sederajat sebagai wujud apresiasi terhadap inovasi generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Wagub Sudikerta saat menghadiri Penilaian Lomba Ecosociopreneur Toyota Eco Youth kepada wakil Provinsi Bali yakni SMK N 3 Denpasar, yang digelar di Aula SMK N 3 Denpasar, Rabu (26/10//2016).

Lebih jauh, Wagub Sudikerta berharap ajang ini bisa membantu para generasi muda mengekspolarasi dirinya dalam mengasah kemampuan dan ketrampilan pengetahuan yang dimiliki sehingga bisa melahirkan generasi yang produktif, berkarakter, cerdas, kompetitif dan nantinya mampu menjadi generasi emas yang siap melanjutkan pembangunan. Generasi muda yang melahirkan teknologi-teknologi baru yang bermanfaat bagi pembangunan, juga diharapkan melahirkan jiwa-jiwa yang mandiri.

“Para generasi muda mari create diri, manfaatkan waktu diusia muda, jangan hanya bisa menengadahkan tangan meminta kepada orang tua, harus bisa mandiri, ciptakan sesuatu yang baru, apalagi bisa menghasilkan uang sambil sekolah, tentu itu akan sangat membanggakan,” cetus Sudikerta.

Para generasi muda yang sukses mewakili Bali dalam ajang tersebut juga diharapkan Wagub Sudikerta bisa memotivasi semangat para generasi muda lainnya agar bisa memacu diri berbuat hal yang sama, tidak hanya mengejar lulus sekolah semata.

“Sekolah itu yang sungguh-sungguh, belajar dengan baik agar memiliki kemampuan dan ketrampilan yang akan berguna untuk kesuksesan di masa depan, jangan hanya sekedar lulus,” ujar Sudikerta.

Untuk bisa sukses membangun diri, para generasi muda juga diharapkan bisa menjauhi perilaku-perilaku negatif. Dalam hal ini, dukungan pemerintah pun menurut Wagub Sudikerta terhadap keberhasilan pendidikan generasi muda tidak pernah surut. Berbagai program telah digelontorkan Pemprov guna mengurangi angka putus sekolah di Bali.

“Program beasiswa yang digelontorkan Pemprov sangat banyak, baik bagi siswa miskin maupun berprestasi, kalau memang benar-benar ada siswa miskin dan tidak mampu melanjutkan sekolah silahkan berkoordinasi dengan instansi terkait, kalau memang kenyataannya benar pasti dibantu,” imbuh Sudikerta seraya berharap para guru bisa meningkatkan bimbingan dan pembinaan dalam membentuk peserta didik yang berprestasi.

Hal senada disampaikan perwakilan Dinas Pendidikan dan Pemuda Olah Raga Kota Denpasar yang turut berharap kegiatan tersebut bisa memberikan dampak positif bagi peserta didik, guna memacu diri untuk melakukakan sesuatu yg berharga yang nantinya bisa bermanfaat bagi diri dan masyarakat.

Kurikulum dunia penidikan saat ini yang lebih mengedepankan pendekatan sains, menurutnya sejalan dengan ajang yang digelar yang sepenuhnya memenuhi kaidah-kaidah sains sehingga memberikan ketrampilan tersendiri bagi para peserta dalam membuat laporan, menyusun kalimat-kalimat sebagai bahan argumen yg bisa dipertanggungjawabkan, yang nantinya bisa membentuk generasi muda yang memiliki skill dan kemampuan yg terbaik. Kepedulian peserta didik terhadap lingkungan pun diharapkan terus meningkat sejalan dengan pendidikan yang berbasis lingkungan.

Sementara itu Direktur PT. Toyota Motor Indonesia Bali, Made Dana Tangkas, dalam laporannya menyampaikan kegiatan yang digelar diikuti oleh peserta didik SMA/SMK sederajat di 27 provinsi se-Indonesia dengan  total peserta mencapai 2500 orang. Dari keseluruhan nominator tersebut, kembali diranking dalam 25 nominator berdasarkan proyek yang dibuat yang sebelumnya sudah mendapat kajian dan penilaian terlebih dulu, serta selanjutnya kembali diranking dalam tahap 5 besar.

Dua perwakilan Bali menurutnya berhasil masuk ranking 5 besar yakni SMKN 3 Denpasar dan SMKN 1 Gianyar, Peserta yang berhasil meraih ranking pertama menurutnya direncanakan akan mewakili Indonesia ke Jepang. “Kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat prestasi generasi muda yang bermanfaat ekonomi dan bisa dijadikan peluang usaha,” ujar Dana Tangkas. (hms prov bali/bpn)

Walikota Dorong SMP Laksanakan UN Berintegritas

BALIPORTALNEWS.COM – Walikota Denpasar diwakili Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Drs. Wayan Sukana, memantau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP sederajat di SMPN 1 Denpasar, Selasa (2/5/2017). Saat itu, Wayan Sukana didampingi Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd., langsung diterima Kepala SMPN 1 Denpasar, Drs. AA Gede Agung Rimbya Temaja, M.Ag.

Saat itu hadir pula Ketua Komisi IV DPRD Kota Denpasar, I Gede Semara dan Sekretaris BSNP Kiki Yuliati. Setelah memantau pelaksanaan UN dari ruang pengawas, Wayan Sukana mengaku puas pelaksanaan UN di SMPN 1 Denpasar yang menyelenggarakan UNBK berjalan berintegritas. Dia berharap model UNBK di SMPN 1 Denpasar dijadikan contoh sekolah lain untuk menuju Denpasar sebagai kota penyelenggara UN berintegritas tingkat nasional.

Dia mengatakan, apa yang dilakukan jajaran SMPN 1 Denpasar sudah sangat baik. Pengawas ruangan tidak ada ngobrol, baca koran dan memainkan HP. Sementara siswa mengerjakan UNBK dengan tertib dan bekerja mandiri. Hal ini penting ditekankan karena UN hanya untuk maping keberhasilan belajar siswa, bukan penentu kelulusan.

“Revolusi mental telah terprogram seperti terlihat pada pelaksanaan UNBK kali ini, dengan kemandirian dan nilai kejujuran siswa yang sangat tinggi,” ujarnya.

UNBK kali ini menentukan perubahan karakter dengan sistem komputerisasi memberikan outcomes yang berintegritas. Sehingga Plt. Kadisdikpora Wayan Sukana mendorong seluruh SMP di Kota Denpasar dapat menerapkan pelaksanan UNBK sebagai nilai karakter yang positif bagi siswa. Sehingga hal ini nantinya memberikan kemanfaatan dan multiflayer efek kepada siswa.
“Nilai kejujuran dalam pelaksanaan UNBK sangat ditentukan yang dapat dilihat dari penerapan soal yang tidak sama satu sama lain yang dikirm melalui sarver internet,” ujar Wayan Sukana.

Sementara Kepala SMPN 1 Denpasar, AA Gede Agung Rimbya Temaja mengatakan, pelaksanaan UNBK di SMPN 1 Denpasar diikuti 293 siswa. Pengirimin soal UN dari pusat melalui sarver pusat mengarahkan ke sarver sekolah yang dilanjutkan dengan pengiriman data soal lewat progam LAN di masing-masing kelas tidak ada masalah. Seluruh peserta UNBK juga hadir 100 persen.

Pelaksanaan UNBK yang dilaksanakan SMPN 1 Denpasar juga diapresiasi Ketua Komisi IV DPRD Kota Denpasar, I Gede Semara. Ia menyarakan agar pemerintah membantu sekolah dalam pengadaan komputer dan tahun depan lebih banyak SMP yang bisa menyelenggarakan UNBK.

Sekretaris BSNP Kiki Yuliati mengatakan, secara umum pelaksanaan UN di Kota Denpasar berjalan tertib dan belum ada laporan permasalahan terkait pelaksanaan UN di hari pertama. Ia menambahkan, UN ini adalah salah satu upaya menjamin kualitas. Karena sesungguhnya tak ada pendidikan tak berkualitas. ‘’BSNP berkepentingan untuk menjaga pendidikan tetap berkualitas. Caranya tentu melakukan sesuai standar seperti UN ini,’’ tegasnya.

Pelaksanaan UN 2017 tingkat SMP sederajat, secara serentak digelar mulai, Selasa (2/5) kemarin. Di Denpasar jumlah siswa SMP sederajat yang mengikuti UN tercatat 12.876 siswa. Dari 67 SMP di Denpasar, tercatat 12 SMP yang menyelenggarakan UNBK.

Dimana tiga sekolah di antaranya adalah sekolah negeri, sedangkan sisanya sekolah swasta.
Secara umum Disdikpora Kota Denpasar belum menerima keluhan yang berarti dari sub rayon maupun sekolah baik yang menyelenggarakan UNBK maupun UNKP. ‘’Kami harapkan hingga hari terakhir UN dapat berjalan lancar, tidak ada permasalahan. Kami harapkan pihak sekolahlah yang berada di garda terdepan mengantisipasi potensi permasalahan yang ada,’’ tandasnya. (tis/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Naura Sebarkan Semangat Berbagi dalam UFE 2016

BALIPORTALNEWS.COM – PermataBank sebagai inisiator “Unite For Education” (UFE) – sebuah gerakan partisipatif yang mengajak segenap pemangku kepentingan seperti Pemerintah, Korporasi dan Organisasi Non Profit (OrNop) untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia – menyelenggarakan kembali keriaan bagi masyarakat dan keluarga dengan tajuk “Joy of Giving”.

Semangat berbagi menjadi tema sentral UFE kali ini, mengingat masyarakat yang berkecukupan dan kelas menengah yang terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir ini memiliki kesadaran akan berbagi dan bahkan menjadi kebutuhan bagi orang-orang dan keluarga tertentu. Disisi lain, melakukan kegiatan berbagi secara bersama untuk mendapatkan dampak perubahan yang lebih besar dan signifikan menjadi kecenderungan yang banyak dilakukan, terlebih dengan adanya kemajuan teknologi di era digital dan sosial media belakangan ini. Menggerakkan banyak orang untuk berbagi dan membuat kebaikan menjadi semakin mudah.

Dalam konteks inilah UFE 2016 “Joy of Giving” hadir untuk bersama-sama menggalang dana pendidikan agar kualitas pendidikan anak-anak dapat meningkat melalui donasi dari korporasi dan masyarakat, di acara yang diselenggarakan di Bintaro Exchange (BXc) pada 24-25 September 2016 ini. Di tahun 2016, PermataBank bermitra dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) untuk menyalurkan dan mengelola donasi yang diterima dalam bentuk program Rumah Belajar.  Turut mendukung acara ini Combiphar, TransVision dan Ultra Jaya.

Hadir dalam acara puncak UFE 2016 pada 25 September 2016 Brando Tengdom-Transvision Sales Marketing Director, Roy Arfandy – Direktur Utama PermataBank, Moni Rejeki – Chief Administrative Officer YCAB Foundation & Michael Wanandi – President Director Combiphar.

Naura turut berpartisipasi memeriahkan kebersamaan bersama keluarga di rayaan kali ini mengingat ia dikenal memiliki semangat berbagi yang diharapkan dapat menginspirasi banyak orang. Disamping itu, acara dikemas sedemikian rupa sehingga menonjolkan aspek hiburan yang bernuansa pendidikan. Sebut saja seperti Edutaintment berupa Mini Planetarium, Rocket Launch, Cooking Class dan Story telling –  Entertaintment berupa Mini Futsal, Giant Ladder Snake, Photo Corner dan Inflatable Baloon serta Competition berupa VJ Hunt, Dance, Singing dan Family Photo.

Roy Arfandy, Direktur Utama PermataBank mengatakan, “Kami sangat gembira dapat menyelenggarakan “Unite for Education” untuk keenam kalinya ini bersama-sama dengan para mitra strategis kami. UFE telah menjadi Gerakan yang menjadikan segenap lapisan masyarakat bahu membahu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan semangat PermataHati sebagai program tanggung jawab sosial kami yang fokus di bidang pendidikan”.

“Oleh karena itu dengan kebersamaan dan partisipasi semua pihak yang memiliki keberpihakan serupa di sektor ini, kami yakin dunia pendidikan di Indonesia akan menuju ke jenjang yang lebih baik, menjangkau lebih banyak kalangan dan lebih berkualitas. Esensi inilah yang kami ingin sampaikan dan tularkan dalam “Unite for Education” secara berkelanjutan”, ujar Roy.

Sementara itu Veronica Colondam – Founder & CEO Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) menjelaskan, "YCAB percaya bahwa pendidikan adalah pemutus rantai kemiskinan. Melalui pendidikan, kemandirianpun dapat dicapai. Hal Inilah yang menjadi misi utama kami. Kolaborasi dengan PermataBank lewat UFE telah membantu keberlangsungan pendidikan ratusan anak di Rumah Belajar Serua, Depok. Program ini sejalan dengan semangat YCAB yaitu bersama-sama menebarkan kebaikan (Extension Of Goodness). Kami bangga bisa menjadi bagian dari UFE tahun ini.”

Andien, pekerja seni yang banyak bergiat di kegiatan sosial dalam jumpa pers yang dilakukan 15 September menegaskan, sejak kecil, orangtua saya telah menanamkan bahwa berbagi itu adalah sesuatu yang menyenangkan. Nilai-nilai kebaikan itulah yang terus terbawa hingga saya dewasa dan melakukan kegiatan yang menyenangkan ini bersama dengan Mas Ippe (Irfan Wahyudi) suami saya. ‘’Oleh karena itu ketika PermataBank mengajak saya terlibat dalam gerakan UFE ini, dengan senang hati saya mendukungnya hingga kali yang kedua di tahun ini. Karena mengajak banyak orang untuk berbagi itu benar-benar sesuatu yang menyenangkan,’’ ujarnya.

Disisi lain Naura, penyanyi cilik yang lagu-lagunya banyak bertema edukatif mengatakan, senang sekali dapat menghibur Teman Naura di acara UFE 2016 yang di selenggarakan oleh PermataBank ini. ‘’Papa Baldy & Mama Nola selama ini memang mengajarkan aku untuk selalu bersyukur dan berbagi atas apa yang sudah aku raih saat ini. Selain itu aku juga mengajak Teman Naura untuk menabung sejak dini ya seperti di lagu Aku Menabung di albumku yang terbaru. Karena dengan menabung maka teman-teman dapat berbagi lebih banyak lagi bilamana Tabungannya semakin banyak di kemudian hari,” pungkasnya.

Hingga Agustus 2016, kontribusi PermataHati tercatat Rp  6.019.776.500,-  guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui beasiswa dan beragam aktifitas berdimensi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Melalui partisipasi aktif 10,719 karyawan sebagai Employee Volunteer (EVO) dalam berbagai kegiatan CSR, PermataHati telah memberikan beasiswa kepada 4,153 anak. (r/bpn)