SMPN 1 Denpasar Raih Nilai Rata-rata UN Tertinggi Se-Bali

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Hasil Ujian Nasional (UN) SMP/MTs diumumkan secara serentak, Jumat (2/6/2017). UN SMP/MTs di Provinsi Bali diikuti 66.675  orang siswa.

Hasilnya, peringkat terbaik perolehan nilai rata-rata hasil UN SMP sederajat 2017 di Bali diraih SMPN 1 Denpasar. SMPN 1 Denpasar yang menyelenggarakan UNBK mencatat prestasi terbaik se-Bali dengan jumlah nilai rata-rata 348,29.

Berikutnya SMPN 3 Denpasar yang juga menyelenggarakan UNBK (341,57), SMPN 9 Denpasar (328,88), SMP Pelita Bangsa Denpasar (324,00), SMP Widiatmika Badung (323,23), SMP CHIS Denpasar (322,87), SMPN 10 Denpasar (318,83), SMP PGRI 8 Denpasar (317,56), SMPN 1 Gianyar (314,01), dan SMP AMI Denpasar (312,11).

Dari prestasi perseorangan, I Putu Denio Pranatha Ramananda (SMPN 1 Kuta) tercatat sebagai peraih nilai UN tertinggi se-Bali dengan nilai kumulatif 388,0. Peringkat kedua diraih siswa-siswa SMPN 1 Denpasar dan SMPN 3 Denpasar yakni Putu Agung Kesya Wisma Winata (387,0) dan Made Dhaneswara Pranakusuma (387,0). Peringkat ketiga juga diraih siswa-siswa SMPN 1 Denpasar dan SMPN 3 Denpasar yakni IA Jayanti Kusumawardani (386,5) dan Arya Widia Putra (386,5). (pra/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Disdikpora Denpasar Gelar Workshop Review Kurikulum 2013

BALIPORTALNEWS.COM – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menggelar workshop review Kurikulum 2013. Kali ini workshop diikuti guru SMK program keahlian pariwisata selama empat hari mulai 24-28 Oktober 2016 di SMKN 1 Denpasar.

Kabid Dikmen Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Supartha, mengungkapkan, kegiatan workshop review Kurikulum 2013 ini diperlukan karena tujuan Kurikulum 2013 adalah agar dapat menghasilkan insan yang produktif, kreatif, inovatif, dan efektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.

"Pengembangan Kurikulum 2013 diharapkan mampu mengatasi berbagai kelemahan yang ada pada kurikulum sebelumnya, sehingga mutu pendidikan terus meningkat," ujarnya.

Namun katanya lagi, harus disadari bahwa keberhasilan suatu kurikulum secara utuh memerlukan proses panjang, mulai dari kajian dan kristalisasi gagasan, pengembangan desain, penyiapan tenaga pendidik, penyediaan sarana dan prasarana, pelaksanaan, pembelajaran, hingga proses penilaian.

Dia menegaskan, pendidikan SMK saat ini sudah tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Karena itu, pihaknya juga berharap tumbuh kesadaran dari para guru untuk terus meningkatkan kompetensi.

‘’Kami juga mewajibkan setiap SMK untuk melakukan kerja sama dengan industri. Dengan demikian, ada ilmu yang bisa dibagikan kepada peserta didik serta memberikan kesempatan anak didik untuk magang atau kerja praktik,’’ pungkasnya.

Ketua Panitia yang juga Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Ni Kadek Tirta Ariantini, S.Pd., M.Pd., mengatakan, peserta workshop terdiri dari 100 guru SMK mata pelajaran produktif akomodasi perhotelan, boga, tata busana, tata kecantikan, agama dan seni budaya. Peserta mendapatkan pelatihan dari instruktur nasional yang berasal dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Bali.

Selama empat hari itu, peserta digodok pengetahuannya mengenai implementasi Kurikulum 2013. Setelah mendapatkan pelatihan, lanjut Tirta Ariantini, peserta diwajibkan untuk menerapkan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah masing-masing, agar nantinya tidak terjadi kesalahpahaman dalam menyampaikan materi. (pra/bpn)

 

Keterangan Foto : WORKSHOP – Kabid Dikmen Disdikpora Denpasar, Wayan Supartha saat membuka workshop review Kurikulum 2013 yang diikuti guru produktif SMK program keahlian pariwisata.

 

Himpunan Mahasiswa Kepariwisataan STP Nusa Dua Sukses Gelar Seminar Digital Tourism

BALIPORTALNEWS.COM – Himpunan Mahasiswa Keparariwisataan STP NUSA DUA BALI menggelar annual seminar Digital Tourism bertajuk “Pemanfaatan Media Social dalam Era Pariwisata Digital” Jumat (17/3/2017), di Gedung  Widyantula STPNB.

Pada seminar ini terdapat dua pembicara utama yaitu Dinda Sudibya (Founder of Account @Delicious Bali) dan Yohanes Kevin Hermawan (Indonesian TV Host/MC, Youtuber – Traveleler). Hal yang menarik dari seminar ini ialah salah satu pembicara yaitu Yohanes Kevin Hermawan merupakan alumni dari STPNB.

Hampir lebih dari 200 peserta memadati ruangan. Para peserta tidak hanya mahasiswa STPNB, melainkan juga mahasiswa dari universitas lain serta para insan pariwisata.

Pada sesi pertama pembicara Dinda Sudibya mengukapkan alasan utama akun Delicious Bali dibuat ialah karena dirinya mempunyai hobi makan dan mengambil gambar makanan yang menurutnya menarik hingga hal tersebut membuat memory handhponenya penuh dan dirinya merasa sayang untuk menghapus foto-fotonya tersebut lalu dirinya merasa mengapa tidak mencoba menguploadnya saja di media social instagram ungkapnya.

Hal ini sangat menarik perhatian karena tanpa disangka alasan sederhananya tersebut telah membuat Delicous Bali kini diikuti lebih dari 200.000 pengikut di Instagram (@deliciousbali) dan mendapat banyak penghargaan. Beberapa peserta sangat antusias dan tertarik melakukan hal yang sama seperti Delicious Bali. Hingga banyak peserta seminar yang mengajukan pertanyaan disesi pertama tanya jawab bersama Dinda Sudibya.

Sesi kedua Yohanes Kevin Hermawan yang merupakan alumni dari STPNB ditunggu-tunggu para peserta seminar. Kevin menceritakan kisah suksesnya yang diawali dengan berbagai rintangan. Tak lupa dirinya juga menceritakan suka dan duka ketika kuliah di STP NUSA DUA BALI yang mencairkan suasana seminar saat itu.

Hal yang serupa terjadi ketika sesi tanya jawab kedua para peserta juga antusias melakukan sesi tanya jawab bersama Kevin Hermawan. “Do what you love, Love what you do!” merupakan salah satu quote yang dikatakan Kevin menghiasi acara seminar pada hari itu.

Acara annual seminar di akhiri dengan pembagian hadiah-hadiah menarik kepada peserta seminar. Banyak dari mereka yang merasa senang mendapat materi sekaligus hadiah dan penawaran terbaik selama acara seminar belangsung. (cia/hmk-stpnb/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

SMAN 4 Denpasar Raih Juara Pelopor Keselamatan LLAJ

BALIPORTALNEWS.COM – SMAN 4 Denpasar tampil sebagai juara I pelopor keselamatan lalu lintas yang digelar Dinas Perhubungan Kota Denpasar.

Selanjutnya, juara II diraih SMA Kristen Harapan dan Juara III SMA Negeri 7 Denpasar. Juara Harapan I diraih SMA Negeri 1 Denpasar, Harapan II SMK Negeri 5 Denpasar dan Harapan III SMA Negeri 8 Denpasar.

‘’Para juara tersebut telah diseleksi secara ketat,’’ ujar Kadis Perhubungan Kota Denpasar Gde Astika saat ditemui Kamis (1/9/2016).

Lebih lanjut Astika mengatakan,  para juara ini  akan bertugas sebagai pelopor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan di Kota Denpasar.

Dengan terpilihnya pelajar ini maka diharapkan dapat meminimalisir angka kecelakaan dan mendorong terwujudnya penurunan jumlah pelanggaran lalu lintas, kejadian kecelakaan dan tingkat fatalitas kecelakaan terutama yang disebabkan faktor pengendara.

Meskipun Pemerintah Kota Denpasar telah melibatkan pelajar sebagai pelopor keselamatan, namun Astika mengimbau agar masyarakat Denpasar ikut berpartisipasi menjaga keamanan dan kenyamanan berlalu lintas.

Tanpa adanya partisipasi akan sulit mewujudkan Denpasar yang nyaman dalam berlalu lintas.

Dengan terpilihnya juara pelajar pelopor keselamatan LLAJ diharapkan nantinya para pelajar pelopor keselamatan berlalu lintas menjadikan contoh di Kota Denpasar yang peduli terhadap keselamatan generasi muda sebagai pewaris pembangunan dimasa depan.

Untuk mewujudkan lalu lintas yang aman, nyaman dan lancar juga diperlukan partisipasi dari semua masyarakat sendiri.

Astika menambahkan, kecelakaan yang sering terjadi karena anak muda prilaku ugal-ugalan tanpa memperhatikan rambu dan marka jalan.

Mengatasi permasalahan tersebut, selain pemilihan pelajar pelopor keselamatan LLAJ, Dinas Perhubungan Kota Denpasar telah melakukan beberapa upaya.

Di antaranya, menata lalu lintas dengan rekayasa lalu lintas pada beberapa ruas jalan tertentu di Denpasar untuk keselamatan pemakai jalan dengan memasang fasilitas lalu lintas seperti rambu, marka jalan dan pelican crossing, guardrail dan lainnya. (ayu/humas pemkot dps/bpn)

UN Kejar Paket A di Denpasar Diikuti 113 Peserta

BALIPORTALNEWS.COM – Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Kejar Paket A periode pertama 2017 digelar mulai Senin (15/5/2017) hingga Rabu (17/5/2017). Di Kota Denpasar, UNPK Kejar Paket A diikuti 113 peserta dari sembilan PKBM.

Pelaksanaan ujian dipusatkan di SDN 17 Dangin Puri, dengan pengawasan ketat dari panitia ujian. Peserta UNPK Kejar Paket A wajib mengikuti lima mata pelajaran yang diujikan, yaitu Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan, Matematika, IPS dan IPA.

“Secara keseluruhan setiap mata pelajaran yang diujikan diberi alokasi waktu 120 menit atau dua jam,” kata Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Made Merta.

Berbeda dengan pelaksanaan UNPK Paket C dan B yang sudah ada menyelenggarakan ujian berbasis komputer, pada UNPK Paket A ini seluruh rangkaian ujian masih menggunakan kertas dan pensil. Tercatat sebagai peserta termuda pada UNPK Paket A ini adalah Allexio Raven Raditya Soetantyo L, kelahiran Singapura, 27 Maret 2007 dari PKBM Home Schooling Prigama. Sementara peserta tertua atas nama Gusti Ngurah Bagus Jaya Mahendra, kelahiran Denpasar, 5 Mei 1999 dari PKBM Niti Mandala Club.

Made Merta menambahkan, pendidikan non-formal dan formal memiliki kualitas yang setara. Jadi out put yang dihasilkan dari kejar paket setara dengan kualitas yang dihasilkan dari pendidikan formal.

Karena itu, ia berharap, lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan non-formal diharapkan mendapat tempat di hati masyarakat, karena lulusan yang dihasilkan benar-benar sama dengan sekolah formal. (tis/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Tidak Ada Pengadaan Komputer Jelang UNBK

BALIPORTALNEWS.COM – Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menyatakan tidak ada pengadaan komputer.

“Proses pengadaan komputer tidak terburu karena UNBK 2017 tingkat SMP/MTs akan digelar pada Mei 2017,” jelas Kabid Pembinaan Pendidikan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Supartha, Kamis (26/1/2017)

Ia menerangkan pengadaan komputer harus melalui proses tender, ditambah dengan proses pengadaan serta pemeriksaan.

“Akan ada pengadaan komputer namun tidak untuk UNBK 2017. Komputer yang diadakan kemungkinan bisa dipakai pada UNBK tahun berikutnya,’’ katanya.

Selain itu, ia menjelaskan tidak terburunya proses pengadaan karena akan diawali pada Februari 2017 dengan pelatihan terhadap operator komputer, pelatihan teknisi serta simulasi ujian kepada para peserta.

Menurutnya, agar peserta yang ikut dalam pelaksanaan ujian semakin banyak, serta menyiasati kekurangan komputer, pihaknya akan melakukan sistem silang, yaitu dengan melakukan pemakaian fasilitas komputer secara bergantian pada masing-masing sekolah.

Sesuai POS UN, kata Supartha, UNBK utama digelar pada tiga sesi. Sesi I dimulai pukul 07.30-09.30, dilanjutkan sesi II pukul 10.30-12.30 dan sesi III mulai pukul 14.00-16.00.

Ia berharap pelaksanaan UNBK pada 2017 yang akan diikuti enam SMP di Denpasar dapat berjalan dengan lancar dan para siswa dapat mengikutinya dengan maksimal.

Pelaksanaan UNBK pada tingkat SMP/MTs akan dilaksanakan bersamaan dengan UNPK tingkat SMP/MTs yakni digelar pada 2,3,4 dan 8 Mei 2017. Bagi siswa yang sakit atau berhalangan hadir pada UN utama dapat mengikuti UN susulan yang diselenggarakan pada 22-23 Mei 2017.

‘’Mata pelajaran yang diujikan meliputi pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA),’’ pungkas Supartha. (tis/bpn; foto : google.com)

Disdikpora Denpasar Gelar Lomba “Yoga Asanas”  Tingkat SD dan SMP 

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menyelenggarakan lomba “Yoga Asanas” tingkat SD dan SMP se-Kota Denpasar guna membangun karakter jasmani dan rohani secara harmoni sehingga generasi muda selalu berbudaya sehat, fleksibilitas, serta meningkatkan relaksasi dalam hidup.

Pelaksanaan lomba yang dibuka langsung Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra pada Kamis (23/11/2017) di Wantilan Pura Agung Lokanatha Lumintang. Kegiatan yang digelar selama 3 hari yakni 23-24 November dan 3 Desember 2017 ini diikuti puluhan siswa SD dan SMP se-Kota Denpasar.

Walikota Denpasar Rai Mantra mengatakan kegiatan lomba “Yoga Asanas” ini merupakan gerak tubuh yang memadukan antara olahraga, olah nafas, olah rasa dan olah pikir dijadikan satu dalam sebuah penyatuan antara jasmani dan rohani guna melatih perkembangan karakter anak ke depannya.

Ia mengatakan karakter yang melekat pada diri manusia tidak dihasilkan begitu saja, melainkan melalui suatu proses yang di mulai dengan pola pikir, pola bicara, pola laksana dan pola prilaku yang akan menimbulkan suatu karakter atau mental pada anak-anak, dan Yoga inilah salah satu jalan untuk hal tersebut.

Rai Mantra mengharapkan kepada kepala sekolah di tingkat SD maupun SMP untuk terus melakukan pembinaan-pembinaan dan kegiatan tentang yoga supaya tersebar secara cepat, menyeluruh serta tepat.

“Yoga itu jangan hanya sekadar sebagai ajang ikut-ikutan, bukan sekadar aktivitas formal dan administrasi, akan tetapi kita harus melakukan aktivitas ini untuk betul-betul merasakan kemanfaatannya untuk anak-anak,” ucapnya.

Sementara Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Denpasar, AA. Wijaya Asmara mengatakan dengan telah dikembangkannya “Yoga Asanas” sebagai kegiatan ekstrakulikuler wajib di sekolah-sekolah sejak 2015, setiap tahunnya terus diadakan Lomba “Yoga Asanas” tingkat SD maupun SMP sebagai ajang evaluasi.

“Yoga Asana tidak lagi sebagai pengenalan, namun telah dijadikan media membangun dan membentuk insan manusia yang bugar, sehat jasmani rohani, berkarakter, berbudi pekerti, serta memiliki jati diri berbasis budaya kreatif,” katanya.

Lomba “Yoga Asanas” tingkat SD dan SMP telah memasuki tahun ke 3 yang diikuti puluhan kelompok regu dengan masing-masing regu terdiri dari 10 orang peserta dari perwakilan gugus yang ada di Kota Denpasar.

Sementara salah satu peserta lomba, Sri Pratama Satwika Nanda (11) merasa senang mengkuti yoga. Siswi salah satu sekolah dasar negeri di Denpasar ini mengaku sejak kecil telah belajar yoga, untuk itu dirinya sangat antusias bisa memenangkan lomba yoga tersebut.  (eka/humas-dps/bpn)

Lulusan SMK PGRI 5 Denpasar Tak Ada Menganggur, Ini Strateginya

BALIPORTALNEWS.COM – Kepala SMK PGRI 5 Denpasar, Dra. Ni Ketut Nuka, melepas 416 siswa kelas XII yang lulus 100 persen tahun ini, Jumat (5/5/2017). Acara pelepasan dihadiri Ketua Kota YPLP PGRI Denpasar, Drs. Nengah Madiadnyana,M.M., dan pembina SMK PGRI 5 Denpasar, Dr. Gusti Lanang Jelantik, M.Si.

Saat itu Kasek Ketut Nuka menyerahkan penghargaan bagi siswa berprestasi juara umum. Termasuk siswa SMK PGRI 5 Denpasar peraih nilai UN tertinggi.

Siswa peraih juara umum program keahlian Akomodasi Perhotelan yakni Ni Kadek Supirdayanti, Kadek Sartika Dewi dan Wayan Setiawan. Juara umum program keahlian Tata Boga yakni Rini Krisnawati, I Putu Agus Indra Mardiana dan Ni Gusti Putu Ayu Yuni Arimani.

Sementara siswa peraih nilai UN tertinggi masing-masing Ni Luh Putu Ardiningsih (299,7), Wayan Setiawan (292,5), Ni Kadek Supirdayanti (287,2), I Kadek Sumeti Ambara Darma (280,0) dan Jeffry Saputra (272,7).

Kasek Ketut Nuka mengatakan, semua lulusannya sudah siap mental dan kompetensi untuk terjun di dunia kerja dan berwirausaha. Dari jumlah lulusan yang dilepas sebanyak 143 dari program keahlian Tata Boga yang sebagian besar sudah bekerja dan membuka usaha mandiri. Sisanya 273 orang dari program keahlian Akomodasi Perhotelan. Hampir 80 persen sudah bekerja dan sebagian kecil akan melanjutkan studi sambil bekerja. “Astungkara lulusan kami tidak ada yang menganggur,” katanya.

Kasek Ketut Nuka selama prosesi pelepasan tampak tersenyum manis karena melihat wajah cerah dan semangat siswa dilepas penuh tampil percaya diri. Dia mengaku sukses menanamkan hidup disiplin, mandiri dan penuh kejujuran dalam menjalani hidup.

Pada tahun ini sekolah di Jalan Kenyeri, Denpasar Timur ini akan menerima 700 siswa baru. Sekolah ini dilengkapi gedung baru megah berlantai IV dengan fasilitas semua ruangan kelas ber-AC, dua kitchen, dua kamar hotel sekelas hotel berbintang, perpustakaan dan dilengkapi CCTV.

Pembina SMK PGRI 5 Denpasar, Gusti Lanang Jelantik melihat berbagai gebrakan telah dilakukan SMK PGRI 5 Denpasar. Ia berharap kasek, guru dan siswa bersinergis untuk memajukan lembaga dan menjalankan tugas sebaik-baiknya sebagai ciri SDM profesional.

Ketua Kota YPLP PGRI Denpasar, Nengah Madiadnyana juga mengacungkan jempol atas inovasi yang dilakukan SMK PGRI 5 Denpasar. Sekolah ini sudah mampu menerapkan prinsip BMW (bekerja, melanjutkan studi dan wirausaha).
Madiadnyana juga memberikan resep hidup sukses. Lulusan tak cukup cerdas, namun juga harus ada keberanian. Dan kunci sukses terakhir adalah disiplin. Lulusan SMK PGRI 5 Denpasar juga diminta tak menunggu kesempatan kerja, tapi mampu mencari dan membuka kesempatan kerja. (tis/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Peneliti UGM Manfaatkan Kotoran Gajah Jadi Papan Komposit

BALIPORTALNEWS.COM – Menjijikan dan bau pasti menjadi hal yang langsung terlintas dalam pikiran saat melihat kotoran gajah. Namun, siapa sangka limbah dari mamalia terbesar di darat ini ternyata bisa diolah menjadi papan komposit serat kotoran gajah yang tidak kalah kualitasnya dengan papan komposit pabrikan.

Adalah Ragil Widyorini, S.T., M.T., D.Agr.Sc., dosen Departemen Teknologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan UGM yang berhasil mengolah kotoran gajah menjadi papan komposit. Ragil memanfaatkan kotoran gajah yang selama ini kurang dimanfaatkan dan hanya menjadi limbah menjadi sesuatu yang lebih bernilai dan berdaya guna.

“Kotoran gajah banyak mengandung serat dan bisa didaur ulang menjadi papan komposit,”jelasnya  kepada wartawan, Rabu (28/3/2018) di Lab. Rekayasa Biomaterial Fakultas Kehutanan UGM.

Ragil mengungkapkan ide awal pembuatan papan komposit dari kotoran gajah ini bermula dari curhatan alumni yang bernama Agus Sudibyo Jati yang telah bekerja di Taman Safari Pasuruan. Dia mengeluhkan kesulitan mengelola limbah kotoran gajah dalam jumlah yang cukup banyak. Meskipun beberapa sudah dimanfaatkan menjadi pupuk dan juga berpotensi diolah menjadi kertas, tetapi kotoran gajah masih menggunung sehingga perlu dicari terobosan untuk mengatasi persoalan itu.

“Dari situ saya berusaha untuk memanfaatkan kotoran gajah menjadi sesuatu yang bernilai guna yaitu sebagai bahan baku papan komposit,” tutur pakar teknologi biokomposit UGM ini.

Ragil mengatakan gajah di Taman Safari Pasuruan diberi makanan utama berupa rumput gajah yang banyak mengandung selulosa. Gajah hanya bisa mencerna sekitar 30-45%, sehingga sekitar 55-70% makanan berserat tidak tercerna. Karenanya diduga kotoran gajah tersebut potensial digunakan untuk pembuatan papan komposit. Terlebih dalam sejumlah penelitian terdahulu rumput gajah banyak dicoba dalam penelitian pembuatan papan komposit.

Untuk mendapatkan papan komposit serat kotoran gajah dibutuhkan beberapa tahapan. Langkah awal dengan membersihkan kotoran gajah memakai air mengalir. Selanjutnya, kotoran yang telah dibersihkan dijemur hingga kering untuk menghindari tumbuhnya jamur.

Setelah itu, kotoran dicampur dengan perekat kemudian dioven dalam suhu 80 derajat Celcius selama beberapa jam untuk mengurangi kadar air didalamnya. Kemudian hasil ovenan kotoran dicetak dan dikempa panas dengan suhu 180 – 200 derajat Celius selama 10 menit.

“Saat ini kami membuat papan komposit serat kotoran gajah dalam bentuk display berukuran 25×25 cm dengan ketebalan 1 cm,” terangnya.

Untuk pembuatan papan komposit dengan ukuran tersebut, Ragil menjelaskan membutuhkan 500 gram bahan yang terdiri dari sekitar  400 gram kotoran gajah dan 100 gram perekat dari berat kering partikel.

“Misalnya ingin membuat papan komposit ukuran 1×1 meter dengan tebal 1 cm dan kerapatan 0,8 g/cm3 dibutuhkan sekitar 7 kg kotoran gajah,” terangnya.

Sementara gajah dalam sehari bisa menghasilkan kotoran hingga sekitar 100 Kg dan dari jumlah tersebut sangat berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan papan komposit. Dengan demikian dalam dari 1 ekor kotoran gajah dapat dihasilkan sekitar 6-7 papan komposit  1×1 meter setiap harinya.

Dalam pembuatan papan komposit dari kotoran gajah ini Ragil menggunakan perekat berbasis asam sitrat  yang dikembangkan oleh Fakultas Kehutanan UGM bersama dengan Universitas Kyoto. Dengan penggunaan perekat tersebut terbukti mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas dibandingkan dengan menggunakan perekat urea formaldehida yang biasa digunakan dalam produksi papan komposit.

Setelah melalui serangkaian penelitian untuk memperoleh formula yang tepat dan uji coba sejak 2014 silam ini akhirnya dihasilkan papan komposit yang sesuai standar. Hasil uji lengkung, uji tarik, uji lengkung basah, dan uji rendam menunjukkan papan komposist serat kotoran gajah memiliki kualitas diatas standar yang ditentukan oleh Japanese Industrial.

Papan komposit dari kotoran gajah ini tidak hanya ramah lingkungan dan berkualitas bagus. Namun, produk ini diharapkan dapat menjadi pilihan alternatif pengganti papan pabrikan.

“Papan komposit serat kotoran gajah ini berpotensi untuk digunakan sebagai furnitur dan dinding pembatas rumah,”katanya.

Papan komposit dari kotoran gajah ini tidak hanya ramah lingkungan dan berkualitas bagus. Namun, produk ini diharapkan dapat menjadi pilihan alternatif pengganti papan pabrikan.

“Papan komposit serat kotoran gajah ini  bisa dibuat untuk furnitur dan dinding pembatas rumah,”katanya.

Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerja Sama Fakultas Kehutanan UGM, Dr. Muhammad Ali Imron, S.Hut., M.Sc., menyebutkan papan komposit serat gajah yang dikembangkan peneliti Fakultas Kehutanan UGM ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dan diproduksi dalam skala besar. Terlebih melihat potensi kotoran gajah yang cukup berlimpah.

“Gajah itu grazer  atau pemakan rumput dalam jumlah besar sehingga kotoran yang dihasilkan pun juga banyak sehingga sangat potensial untuk diolah menjadi bahan baku papan komposit” jelas pakar konservasi satwa liar ini.

Imron menyebutkan apabila produk papan komposit ini berhasil dikembangkan dalam skala yang lebih besar diharapkan tidak hanya dapat digunakan sebagai salah satu alternatif papan komposit saja. Namun, juga diharapkan bisa mendorong upaya pelestarian gajah di alam.

“Jadi, masyarakat yang membeli produk ini nantinya tidak hanya membeli secara fisik saja, tetapi lebih ke nilainya. Dengan pembelian ini keuntungannya disisihkan untuk konservasi gajah di alam,” tuturnya. (ika/humas-ugm/bpn;foto: bani)