21.6 C
Denpasar
Selasa, 23 Oktober 2018

Pandu Jepang Belajar Pramuka di UGM

BALIPORTALNEWS.COM – Saki Uchida, mahasiswi Asian Pacific University (APU) belajar pramuka di Universitas Gadjah Mada. Penerima beasiswa pramuka Jepang atau yang dikenal dengan Scout Association of Japan (SAJ) ini belajar tentang kepramukaan khususnya di Indonesia secara langsung di unit kegiatan mahasiswa (UKM) Pramuka UGM.

Saki mengaku tertarik terhadap Pramuka Indonesia. Dia melihat gerakan Pramuka Indonesia berkembang pesat. Disamping itu Pramuka Indonesia memiliki anggota yang cukup banyak dan tersebar di berbagai wilayah nusantara.

Fenomena ini berbeda dengan di Jepang, kepanduan istilah kepramukaan di Jepang ,tidak begitu diminati oleh generasi muda. Hal ini menyebabkan minimnya anggota pandu di Jepang.

“Anggota pramuka di Jepang tidak sebanyak Indonesia,” ungkap peraih penghargaan tertinggi Pandu Jepang “Fuji Scout” ini.

Dari kunjungannya selama empat hari, pada 19-22 Februari lalu Saki menjadi paham mengapa Pramuka Indonesia dapat berkembang sangat pesat. Menurutnya kemajuan pramuka di Indonesia salah satunya dikarenakan pramuka di  masukkan ke dalam kurikulum sekolah.

“Gerakan pandu di Jepang merupakan komunitas di luar sekolah. Sementara di Indonesia pramuka masuk ke dalam kurikulum sekolah dan ada di setiap sekolah sehingga anggotanya besar,” paparnya.

Dalam kunjungannya ke Yogyakarta, Saki juga berkunjung ke sejumlah destinasi wisata sejarah seperti Museum Ullen Sentalu, Museum gunung merapi, wisata Kaliadem, serta wisata Kota Yogyakarta. Sebagai  mahasiswa jurusan pariwisata dia ingin mempelajari dark tourism di Indonesia.

Selain berkunjung ke Yogyakarta, Saki juga melakukan kunjungan ke sejumlah wilayah Indonesia lainnya. Beberapa diantaranya adalah Jakarta, Bandung, Tulungagung, Blitar, dan Aceh.

Kunjungan yang dilakukan oleh Saki ke Indonesia ini merupakan bentuk dharma baktinya terhadap Kepanduan Jepang. Terlebih sebagai Rover Scout (Pramuka Pandega) untuk mempromosikan Kepanduan Jepang kepada negara lain.

Sementara itu, Ketua Racana Tribhuwanatunggadewi Pramuka UGM, Afifatuz Zuraidah mengaku senang dapat berbagi pengalaman dengan Saki. Dengan kedatangan Saki ini diharapkan dapat memotivasi dan menginspirasi anggota Pramuka UGM.

“Saki merupakan pramuka yang aktif dan banyak pengalaman berkeliling dunia karena tergabung dalam pramuka. Semoga sosoknya ini mampu memotivasi anggota kami untuk berprestasi,” harapnya. (ika/humas-ugm/bpn)

Mahasiswa UGM Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Ombak dan Pembatas Wilayah

BALIPORTALNEWS.COM – Mahasiswa UGM berhasil mengembangkan sebuah prototipe pembangkit listrik tenaga ombak laut serta pembatas wilayah (PalaWa). Prototiope tersebut dikembangkan dua mahasiswa Teknik Fisika yaitu Aqidatul Izza Poernama dan Ayrton F. Sedjati.

Aqidatul Izza mengatakan PalaWa merupakan pembangkit listrik tenaga ombak laut dapat digunakan untuk menyuplai kebutuhan energi di daerah pesisir yang seringkali bekum mendapat jangkauan jaringan listrik. Dilengkapi dengan sensor gerakan dan kamera pengintai. Dengan begitu dapat digunakan untuk merekam kapal-kapal yang melintas di wilayah perairan Indonesia.

“PalaWa ini juga berfungsi sebagai pengganti patok-patok batas wilayah laut Indonesia,” jelas mahasiswi yang akrab di panggil Izza, Senin (15/5/2017) di Fakultas Teknik UGM.

Izza menyebutkan tidak sedikit persoalan muncul akibat patok batas laut yang kurang jelas, hilang, bahkan rusak. Untuk itu mereka merancang  PalaWa sebagai pengganti patok-patok batas wilayah laut agar mudah terlihat. Dengan desain ini diharapkan setiap kapal yang melintas diharapkan mengetahui perbatasan wilayah yang dilalui.

Inovasi yang dikembangkan kedua mahasiswa ini tidak hanya menjadi soulsi atas permasalahan kedaulatan wilayah Indonesia dan pemanfaatan sumber energi alternatif terbarukan. Namun, inovasi ini juga berhasil menjadi juara I pada ajang Maritime Youth Competition belum lama ini(ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Fakultas Kehutanan Dukung Percepatan Implementasi Kebijakan Berorientasi Kesejahteraan Masyarakat

BALIPORTALNEWS.COM – Dekan Fakultas Kehutanan UGM Dr. Budiadi, S.Hut., M Agr. Sc., menyampaikan dukungan dalam percepatan implementasi kebijakan berorientasi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan dari pinggiran, namun tetap mempertimbangkan kelestarian dan keberlanjutan fungsi hutan.

“Alokasi untuk implementasi program harus ditetapkan dengan prinsip kehati-hatian melalui proses partisipatif dan mempertimbangkan ragam kondisi biofisik dan sosial,” katanya dalam sidang senat terbuka pada puncak peringatan Dies Natalis Fakultas Kehutanan UGM ke-54,  Kamis (16/11/2017) di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM.

Budi menyebutkan bahwa hal tersebut perlu dilakukan untuk meminimalisir timbulnya beragam persoalan yang mungkin muncul di masa depan. Dengan prinsip-prinsip itu diharapkan tidak menimbulkan masalah sosial dan lingkungan yang semakin kompleks.

Melihat semakin kompleksnya persoalan lingkungan dan sosial-ekonomi dalam pengelolaan sumber daya hutan, Budi juga  menekankan pentingnya evaluasi terhadap pola pemanfaatan ruang dan regulasi terkait. Hal ini penting dijalankan agar penentuan lokasi alokasi lahan untuk kegiatan pembangunan di masa datang tidak memberikan tekanan yang berlebihan terhadap keberlangsungan fungsi ekosistem hutan.

Selain itu juga membangun formulasi sistem monitoring pembangunan meliputi proses ekosistem dan neraca sumber daya alam.

“Percepatan pengentasan kemiskinan dengan skenario perhutanan sosial tidka boleh dibenturkan dengan mengorbankan fungsi perlindungan ekosistem hutan,” imbuhnya.

Menurutnya pengarusutamaan konsep membangun dari pinggiran untuk kemakmuran masyarakt dan memperkuat fungsi hutan perlu didorong dengan Gerakan Nasional Kehutanan Sosial. Langkah yang dapat dilakukan melalui sinergi dalam percepatan pembangunan infrastruktur, percepatan pembangunan desa, reforma agraria, dan percepatan restorasi gambut.

Dalam kesempatan itu Budi turut menyampaikan laporan tahunan dekan tahun 2017 terkait berbagai pencapaian dalam bidang akademik, kemahasiswaan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sumber daya manusia, aset, dan keuangan.

Dalam bidang akademik, pihaknya saat ini tengah melakukan redesain kurikulum untuk meningkatkan mutu dan kualitas lulusan yang unggul dan berdaya saing di tingkat global. Redesain kurikulum dilakukan melalui penyusunan capaian pembelajaran program studi program sarjana dan pascasarjana.

Sejumlah terobosan dilakukan dalam pengembangan akademik. Antara lain membangun karakter rimbawan bulaksumur dengan jiwa korsa yangkuat melalui kuliah dan praktek lapangan terintegrasi. Selanjutnya menyiapkan akreditasi interansional dari Accreditation Agency for Degree Programs in engineering, Infromatics/Computer Science, the Natural Sciences and Mathematics (ASIIN) untuk program studi Ilmu Kehutanan mengembangkan program credit transfer system  program S1 dengan beebrapa unversitas di ASEAN dan Jepang, serta program double degree S2 dengan Tokyo University of Technology and Agriculture.

Selanjutnya untuk penelitian dan publikasi di Fakultas Kehutanan UGM, pada tahun 2017 ini tercatat sebanyak 34 penelitian dengan skema DPP, LKD, BPPTN yang didanai Fakultas Kehutanan UGM. Selain itu terdapat 23 penelitian yang mendapat dana daripihak eksteranl melalui berbagai skema. Sedangkan publikasi hingga bulan November 2017 terdapat 23 hasil penelitian dosen Fakultas Kehutanan yang telah dipublikasikan dlaam jurnal ilmiah terindeks Scopus.

Budi juga menyampaikan pada tahun 2017 Fakultas Kehutanan mendapatkan kepercayaan untuk mengelola Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Getas Ngandong yang berada di perbatasan Blora dan Ngawi. Hutan seluas kurang lebih 10.901 hektar ini akan dikelola seperti hutan konservasi Wanagama Gunungkidul untuk pendidikan dan pelatihan. (ika/humas-ugm/bpn; foto:firsto)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pemkot Denpasar Imbau Sekolah Swasta Maksimalkan Bus Sekolah

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Jam siswa sekolah dari antar dan jemput dengan kendaraan pribadi membuat kepadataan arus lalu lintas di Denpasar.  Inovasi Bus Sekolah yang diterapkan Pemkot Denpasar sebagai salah satu menekan kepadatan arus lalu lintas di Denpasar.

Inovasi yang telah dilaunching Walikota Rai Mantra dan Wakil Walikota Jaya Negara ini mendapat apresiasi dari para orang tua siswa. Memaksimalkan penggunaan Bus Sekolah di Denpasar pemkot menggelar sosialisasi kembali penggunaan Bus Sekolah pada Rabu (6/12/2017) di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Denpasar.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada sekolah swasta yang turut mendukung inovasi dan program Pemkot Denpasar dalam mengurangi kepadatan arus lalulintas dengan penggunaan bus sekolah yang perlu terus dimaksimalkan,” ujar Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara saat membuka sosialisasi yang dihadiri sekolah negeri dan swasta di Denpasar.

Lebih lanjut Sekda Rai Iswara mengatakan, dimana sebelumnya Pemkot Denpasar juga sudah meluncurkan bus sekolah yang keberadaan  bisa dikatakan sebagai inovasi transportasi yang mendukung kelancaran berlalu lintas di jam-jam padat sekolah. Selain itu juga sebagai salah satu program pendidikan smart city khususnya di Kota Denpasar, dikarenakan bus sekolah sudah dilengkapi dengan aplikasi Si_Bused (Sistem Informasi Bus Sekolah) dengan sebuah smart card, yang memudahkan orang tua untuk mendeteksi keberadaan anaknya.

Untuk itu di minta kepada sekolah swasta juga bisa ikut membatu program Pemerintah untuk menyiapkan dan menggunakan angkutan bus sekolahnya nya sendiri, guna menekan angka kemacetan di jam-jam padat sekolah.

“Anggap saja jika masing-masing sekolah swasta memiliki satu angkutan bus sekolah yang satu busnya seumpama bisa menampung 25 siswa, berarti sudah 25 kendaraan di sebuah sekolah yang berkurang pada jam-jam padat sekolah seperti jam masuk sekolah maupun jam pulang sekolah. Itu berarti sudah meminimalisir angka kemacetan lalu lintas di wilayah sekolah tersebut, dan jika bus sekolah swasta ini sulit menjemput siswanya kerumah-rumah, bus sekolah ini bisa menggunakan drop zone yang telah dimiliki Pemkot Denpasar yang merupakan lokasi tempat menurunkan-menaikan penumpang bus sekolah dan sudah terdapat 19 lokasi di wilayah Denpasar Utara dan Denpasar Timur,” ungkap Rai Iswara.

Sementara  Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Kota Denpasar, I Wayan Gunawan, mengatakan, sosialisasi bus sekolah ini diadakan guna memberikan informasi dan pemahaman kepada para kepala sekolah swasta yang tergabung dalam sebuah Yayasan di bidang pendidikan untuk bisa ikut berpartisipasi di dalam menjalankan tertib lalu lintas khusunya di segi pendidikan di Kota Denpasar dengan bisa ikut serta menggunakan bus sekolahnya masing-masing. Dimana sosialisasi untuk sekolah swasta baru yang pertama kalinya dan di ikuti oleh 30 sekolah swasta dan yayasan pendidikan, yang mana akan disosialisasikan lagi lagi secara berkelanjutan kesekolah-sekolah swasta yang lainya.

Pemkot juga mengucakankan terima kasih kepada sekolah swasta yang sudah memiliki angkutan bus sekolah sendiri seperti Sekolah Cipta Darma, Sekolah Saraswati dan sekolah yang lainya, dan kepada sekolah swasta yang belum agar segara bisa ikut mempunyai bus sekolahnya, sehingga bus sekolah dapat menjadi pilihan berkendara yang aman dan nyaman ke sekolah. (ays’/humas-dps/bpn)

Sinergi Academic Health System Diperlukan Untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan

BALIPORTALNEWS.COM – Sinergi antara perguruan tinggi dengan rumah sakit melalui academic health  sytem (AHS) perlu dikembangkan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan masyakarat yang lebih baik. AHS merupakan konsep yang mengintegrasikan perguruan tinggi dengan berbagai penyedia layanan kesehatan yang berfokus pada penelitian, pelayanan klinis, pendidikan, serta pelatihan.

“Sinergi AHS dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) UGM, Prof.dr.Budi Mulyono, Sp.PK (K)., MM., Senin (10/1/2017) di kampus setempat.

Budi Mulyono menilai AHS menjadi sebuah paradigm baru yang menjanjikan masa depan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang lebih baik.  AHS mulanya dibentuk  untuk mewujudkan integrasi antara penyelenggara pendidikan kesehatan dengan rumah sakit pendidikan jejaringnya, serta stakeholder terkait dalam rangka mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat. Pengembangan AHS ini diharapkan mampu meningkatkan dan memperkuat pendidikan, penelitian, serta pelayanan kesehatan.

“Saat ini sudah ada tiga perguruan tinggi yang telah menerapkan AHS yaitu UGM, UI, dan Universitas Hassanudin,” tuturnya.

Dijelaskan Budi Mulyono bahwa UGM telah menjalankan AHS sejak tahun 2014 silam. Secara resmi AHS UGM telah terdaftar menjadi anggota Association of Academic Helath Center International (AAHCI). AHS ini melibatkan RSUP Dr. Sardjito, RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro, RS UGM, RSUD Banyumas, RSPAU Hardjolukito serta dokter. Tidak hanya itu, juga menggandeng tenaga kesehatan lainnya seperti perawat, bidan, farmasi, dokter hewan, organisasi kesehatan, serta lembaga penjaminan.

“Perkembangan AHS di FK UGM berjalan dengan baik dan diharapkan dapat memberikan ruh akademik dengan pendidikan dan penelitian sistem pelayanan kesehatan secara terintegrasi. Dengan begitu, bisa tercipta keseimbangan akademik dengan rumah sakit,” papar Ketua AHS FK UGM ini

Melihat pentingnya AHS untuk meningkatkan layanan kesehatan y ang lebih baik, pihaknya berencana menggelar seminar internasional “International Conference Academic Helath System (AHS) Southeast ASIA Regional Meeting 2017” pada 12-13 Januari 2017 di Auditorium FK UGM. Seminar akan menghadirkan Menteri Kesehatan RI,  Nila Moelok dan Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti (Dirjen SDID) Kemristekdiki, Ali Gufron. Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat lahir berbagai inovasi dalam mengintegrasikan layanan pendidikan, penelitian, dan kesehatan dalam jejaring AHS.

Sementara itu Prof.Dr.dr.Teguh Aryandono, Sp.B(K) Onk., menyebutkan bahwa AHS telah diterapkan di Amerika Serikat dan Belanda. Konsep tersebut telah berjalan dengan baik di kedua negara tersebut. Dia mencontohkan di Amerika ada sekitar 125 AHS yang sudah berjalan dengan baik.

“Di Indonesia sudah ada 3 AHS, harapannya akan terbentuk lebih banyak lagi untuk percepatan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” katanya. (ika/humas ugm/bpn)

Indonesia Darurat IUU Fishing

BALIPORTALNEWS.COM –  Organisasi Pangan dan Pertanian dunia (FAO) menyebut Indonesia sebagai negara produsen ikan terbesar kedua di dunia. Ironisnya, Indonesia justru tidak menjadi negara eksportir perikanan terbesar, bahkan tidak masuk pada ranking 10 besar negara eksportir ikan. Disinyalir maraknya aktivitas Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing menjadi penyebabnya.

“IUU Fishing ini sudah terjadi 20-30 tahun yang lalu, tetapi tidak banyak yang tahu. Ini seperti misteri kotak Pandora,” ujar Kepala Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, M. Zulficar Mochtar, S.T., M.Sc., dalam “Seminar IUU Fishing: Status dan Konteksnya dengan Sustainable Development Goal ke-14” di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Jumat (31/3/2017).

Seminar ini digelar atas kerja sama SDGs Center Unpad dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Seminar yang dimoderatori Dosen FPIK Unpad, Dr. Zuzy Anna, M.Si., ini dihadiri langsung Dekan FPIK Unpad Dr. Iskandar, Ir., M.Si., Direktur Eksekutif SDGs Center Unpad Arief Anshory Yusuf, PhD, dan Direktur Riset, Pengabdian pada Masyarakat, dan Inovasi Unpad Rizky Abdullah, PhD.

Zulficar mengatakan, kerugian Indonesia akibat IUU Fishing terus meningkat setiap tahunnya. Kendati kejahatan pelanggaran penangkapan ikan di laut ini banyak, pemahaman akan pelanggaran IUU Fishing ini belum banyak. Banyak pelanggar yang melakukan aktivitas IUU Fishing lepas dari jerat hukum karena banyak yang belum paham pengelolaan barang bukti ikan di tingkat Kejaksaan.

Sebagai contoh, lanjut Zulficar, pihaknya berhasil menangkap kapal asing bervolume 1.200 gross ton (GT) yang melakukan IUU Fishing di perairan Indonesia. Setelah diinvestigasi, kapal tersebut memilki jaring sepanjang 399 kilometer dan memiliki 32 bendera.

Di masa kepemimpinan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, penangkapan dan penenggelaman kapal-kapal ilegal kemudian dilakukan. “Bu Susi memberanikan diri. Dasar (penenggelaman) ini ada kerangka hukumnya, yaitu UU No. 31 juncto 45 tentang Perikanan, dimana kita boleh menenggelamkan kapal,” jelas Zulficar.

Pasca eksekusi tersebut, Kementerian KKP kemudian mengeluarkan moratorium bagi kapal-kapal asing. Fakta di lapangan, disinyalir tidak kurang dari 7.000 kapal asing yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Indonesia. “7.000 kapal asing itu berasal dari 10 negara,” lanjut Zulficar.

Dari hasil investigasi lanjutan, Zulficar menyebut 100% kapal-kapal asing tersebut melakukan pelanggaran. Ditemukannya aktivitas perdagangan manusia, pemalsuan dokumen kapal, hingga penyelundupan obat-obatan terlarang dan senjata merupakan temuan yang dilakukan pihak Kementerian. Zulficar mengatakan, secara perlahan misteri kotak Pandora IUU Fishing di Indonesia mulai terkuak.

Pemalsuan Ukuran Kapal

Kementerian KKP mencatat, Indonesia memiliki 525.000 jenis kapal, perahu, dan kano yang tersebar di seluruh perairan Indonesia. Pengelolaan izin kapal tersebut dibebankan kepada tiga kewenangan yang disesuaikan dengan volume ruang kapal.

Zulficar mengatakan, kapal bervolume di bawah 10 GT tidak perlu mendapatkan izin. Untuk kapal bervolume 5 – 10 GT izin berada di tingkat Kota/Kabupaten. Sedangkan kapal bervolume 10 – 30 GT berada di tingkat Provinsi, dan kapal bervolume di atas 30 GT harus mendapatkan izin di tingkat Pusat.

Faktanya, lanjut Zulficar, hampir 90% kapal melakukan mark down alias memalsukan dokumen volume kapal. Izin kapal yang seharusnya dilakukan di pusat malah jatuh di tangan provinsi akibat volume ruang kapal dipalsukan oleh pemiliknya. Akibatnya, terjadi bias data antara Kementerian dengan di Provinsi atau Kabupaten.

Pihaknya berupaya mendorong pemilik kapal maupun nelayan untuk meregistrasi ulang kapal. Upaya ini tentu saja mengundang reaksi keras dari pemilik kapal. “Bahkan ada kapal asing yang memalsukan ukuran sehingga izin jatuh di Kabupaten. Di Kabupaten, otomatis dia dapat subsidi bahan bakar,” imbuhnya.

Perubahan Pola Regulasi 

Setidaknya, IUU Fishing menyebabkan negara rugi sekitar 9 triliun per tahun dari 12 pelabuhan perikanan. Di sektor ekosistem, IUU Fishing merusak ekosistem laut. Sekitar 65 % terumbu karang di Indonesia terancam akibat penangkapan ilegal.

Saat ini, Kementerian KKP mengubah pola regulasi untuk mengantisipasi IUU Fishing. Berangkat dari moratorium kapal asing, Zulficar mengatakan, Kementerian telah melarang 100% izin kapal asing yang hendak mengambil ikan di Indonesia. Namun, Kementerian membuka kesempatan besar bagi pihak asing untuk melakukan investasi di bidang industri pengolahan ikan.

“Sebanyak 90% dari total kapal kita itu bervolume di bawah 10 GT. Ini yang banyak menghiasi wilayah perairan Indonesia. Kita sudah tidak butuh kapal asing lagi,” kata Zulficar.

Pelarangan penggunaan pukat, trawl, cantrang, bom, dan bius ikan terus dilakukan Pemerintah. Selain mampu mengeksploitasi ikan besar-besaran, aktivitas ini semakin merusak ekosistem perairan Indonesia. Upaya lainnya ialah alih alat tangkap, transparansi perizinan, pembiayaan bagi nelayan dan pembangunan sentra kelautan perikanan terpadu di pulau-pulau kecil dan kawasan perbatasan.

Zulficar mengatakan, pelaksanaan langkah operasional ini membutuhkan kerja sama seluruh pihak. “Upaya ini tidak hanya bisa dilakukan oleh lulusan Perikanan dan Kelautan saja, tetapi seluruh bidang ilmu harus bergerak bersama-sama,” ujarnya. (humas-unpad/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan UGM Gelar Simulasi Kebakaran

BALIPORTALNEWS.COMDepartemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan (DeTAP) Fakultas Teknik UGM menyelenggarakan pelatihan simulasi tanggap bencana kebakaran. Kegiatan dilaksanakan Selasa (29/11/2016) di halaman parkir kampus setempat.

Ketua panitia kegiatan, Gilang Dwi Alrido menyampaikan kegiatan yang diselenggarakan oleh Komunitas Mahasiswa Tenik Arsitektur (KMTA) UGM ini ditujukan untuk membekali mahasiswa dan seluruh civitas akademika Departemen Arsitektur dan Perencanaan terkait upaya penanganan bencana kebakaran. Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran dan pengetahuan penanggulangan bencana kebakaran dapat semakin meningkat.

Kegiatan ini diikuti puluhan mahaiswa, dosen, dan karyawan di lingkungan Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan UGM. Menghadirkan petugas Badan Organisasi Komunitas (Bokomi) 192 Kampung BAdran Yogyakarta dan Pusat Keamanan, Keselamatan, kesehatan Kerja dan Lingkungan Kampus (PK4L) UGM sebagai trainer.

“Dalam simulasi ini peserta dilatih menanggulangi kebakaran dengan menggunakan beberapa alat pemadam kebakaran,” jelasnya.

Para peserta simulasi dilatih menangani kebakaran ringan dengan menggunakan alat pemadam kebakaran tradisional dan alat pemadam kebakaran modern. Beberapa diantaranya seperti menggunakan karung goni basah dan alat pemadam api ringan (APAR). Selain itu juga dilakukan game balap air untuk memadamkan api serta dilatih melalui tangga titian yang berada di atas api.

Kepala Unit Safety and Helaty Envoroment Departemen Teknik Aristektur dan Perencanaan UGM, Widyasari Her Nugrahandika, S.T., M.Si., mengatakan pelatihan simulasi bencana kebakaran ini dilaksanakan sebagai upaya dalam meningkatakan kemanan di lingkungan kampus. Selain itu juga sebagai  wujud komitmen dalam kesiapsiagaan dalam menanggulangi bencana kebakaran.

“Dari kegiatan ini harapannya mahasiswa dan seluruh civitas DeTAP bisa mengenal cara-cara penanganan kebakaran dan bisa lebih siap jika nantinya menghadapi kebakaran,” harapnya.

Sementara itu Kurnia Widyastuti, MT perwakilan dari laboraturium studio Arsitektur UGM berharap dari program pelatihan ini dapat menarik minat mahasiswa untuk dapat menghasilkan desain dan meneliti tentang konsep kesiapsiagaan bencana baik alam maupun non alam di ranah arsitektur. Hal ini dilakukan guna menjawab pertanyaan besar tentang peran arsitek ke depan dalam hal pengurangan resiko kebencanaan di Indonesia maupun di regional Asia. (ika/humas ugm/bpn)

Peran Ilmu Biologi dalam Bisnis Bioteknologi Klinis

BALIPORTALNEWS.COM, YOGYAKARTA – Para peneliti di bidang biomedis berpacu dengan waktu untuk menemukan solusi dari permasalahan klinis. Berbeda dengan penelitian di ilmu kedokteran yang merupakan ilmu terapan, ilmu dasar biologi memegang peranan penting untuk menguatkan pondasi penelitian biomedis. Penelitian dengan pendekatan yang tradisional memakan waktu bahkan lebih dari 17 tahun untuk bisa dimanfaatkan langsung oleh penderita penyakit tertentu. Namun dengan pengembangan metode baru, penemuan obat maupun metode pengobatan bisa menjadi lebih singkat sehingga bisa lebih segera dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Dalam kuliah umum “From Basic to Biotech Business: Path to Clinic ” yang disampaikan oleh Prof. R. Majunantha Kini pada Jumat (2/6) lalu, Kini dalam kunjungan kedua kalinya di di Auditorium Fakultas Biologi UGM memaparkan setiap detil tahapan penelitiannya. Mulai dari penelitian paling dasar hingga mencapai penemuan obat yang dapat menyelamatkan nyawa banyak pasien.

Dalam penanganan medis sering terjadi penggumpalan darah yang menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah yang dapat berakibat fatal terhadap pasien. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Professor pemegang puluhan paten dari Laboratorium Ilmu Protein, Department of Biological Science, National University of Singapore, ini telah memanfaatkan senyawa kimia yang terkandung dalam binatang.

“Binatang berbahaya seperti ular, kalajengking, lebah, nyamuk dan lintah, ternyata mengandung bahan kimia aktif yang menjadi obat anti penggumpalan darah,” jelasnya.

Dalam prosesnya, Kini menempuh berbagai tahapan penelitian, dari pembuatan model struktur protein, mensintesis protein, hingga melakukan pengujian senyawa tersebut ke pasien. Setelah memastikan keefektifan dan keamanannya, senyawa kimia tersebut bisa masuk menjadi komoditas bisnis.

“Untuk memulai bisnis, secara umum ada 3 kunci yang diperlukan, yaitu ide, uang, dan personil”, tambah peneliti di salah satu Laboratorium yang mengkaji struktur dan fungsi protein terbaik di Dunia di hadapan mahasisa S1, S2, dan dosen Fakultas Biologi UGM.

Paparan Kini terkait tahapan suatu penelitian biologi protein diharapkan membuka wawasan peserta kuliah umum bahwa penelitian ilmu dasar biologi sangat memegang peranan penting untuk menentukan tahapan lebih lanjut hingga bermuara di produksi dan bisnis. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Porseni PAUD di Kecamatan Dentim, Bentuk Karakter Anak Melalui Olahraga dan Seni

BALIPORTALNEWS.COM – Pembentukan karakter dan moral anak di usia dini dapat dilakukan melalui berbagai macam cara. Salah satunya dengan membiasakan anak untuk mengikuti berbagai macam perlombaan seni dan olahraga.

Seperti pada pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Antara Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kecamatan Denpasar Timur yang resmi ditutup pada Jumat (10/3/2017) di Kalangan Ayodya, Art Center Denpasar.

Acara penutupan dihadiri Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. I. A Selly Dharmawijaya Mantra, didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Wayan Sukana serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra selama ini telah menggencarkan berbagai macam program peningkatan kualitas baik itu siswa PAUD maupun kompetensi tenaga pengajar PAUD di Kota Denpasar. Berbagai program dibidang seni, budaya, sosial, olahraga maupun lingkungan mulai diperkenalkan kepada anak- anak PAUD di Kota Denpasar yang bertujuan membentuk karakter anak sejak usia dini.

Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutannya yang dibacakan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Wayan Sukana menyambut baik pelaksanaan Porseni PAUD Kecamatan Dentim.

Kegiatan ini merupakan cerminan partisipasi masyarakat dalam menyadarkan keolahragaan dan apresiasi berkesenian menuju Kota Denpasar yang cerdas sehat dan berwawasan Budaya.

Ditengah arus globalisasi yang semkin gencar, penananaman nilai moral dan kebangsaan kepada anak usia dini bukanlah hanya tanggung jawab pemerintah saja namun perlu adanya sinergi seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan Porseni Kecamatan Dentim ini merupakan salah satu bentuk pembentukan moral dan karakter untuk menciptakan generasi masa depan yang berbudi dan berjiwa kebangsaan yang tinggi.

Ketua Panitia Acara, Ni Nyoman Astini ditemui di sela- sela acara mengatakan pelaksanaan Porseni antar PAUD Se- Kecamatan Denpasar Timur di Tahun 2017 kali ini mengambil tema “Melalui Porseni PAUD Kecamatan Dentim Kita Tingkatkan Rasa Cinta Pada Kearifan Lokal Dengan Melestarikan Dan Mengembangkan Seni, Bahasa dan Kebudayaan Bali.

“Dilombakan sebanyak 15 Mata Lomba antara lain lomba meplalianan, menggambar, dan membuat kolase untuk kategori anak dan Lomba Uttsawa dan Senam untuk kategori Kepala Sekolah. Selain juga terdapat kategori lomba lain untuk para guru PAUD. Dalam Porseni PAUD Kecamatan Dentim Kali ini juga dirangkaikan dengan Workshop Pengelolaan Peningkatan Mutu Pendidikan” ujar Nyoman Astini.

Dalam upacara penutupan Porseni PAUD Kecamatan Dentim ini diserahkan piala bagi para pemenang lomba, dimana Gugus Paud Bisma Denpasar Timur memperoleh juara umum.

Diserahkan pula Lukisan Kolase kepada Bunda Paud Kota Denpasar, I.A Selly Dharmawijaya Mantra. Para penonton juga dihibur oleh pementasan Arja berjudul “Men Brayut” yang dibawakan para Guru serta Kepala PAUD Kecamatan Denpasar Timur. (esa/humas-dps/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
83PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan