21.6 C
Denpasar
Selasa, 23 Oktober 2018

Unpad Buka Pendaftaran Program Sarjana Terapan dan Program Studi di Luar Kampus Utama

BALIPORTALNEWS.COM, BANDUNG – Setelah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dilaksanakan, Universitas Padjadjaran membuka pendaftaran jalur mandiri untuk program Sarjana Terapan (Diploma IV), Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Pangandaran, serta S1 Keperawatan di Kabupaten Garut.

Program Sarjana Terapan Unpad telah dibuka sejak 2016. Tujuan pembukaan program Sarjana Terapan ini akan lebih diarahkan guna memenuhi kebutuhan tenaga profesional yang lebih aplikatif. Saat ini, peluang tenaga tersebut semakin besar dalam dunia kerja. Selain mengisi kebutuhan tenaga profesional, pembuka program Sarjana Terapan akan membuka kesempatan bagi lulusan untuk melanjutkan studi ke Program Pascasarjana Terapan.

Untuk tahun ini, ada 6 program Sarjana Terapan yang dibuka, yaitu Akuntansi Perpajakan (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Administrasi Pemerintahan (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Administrasi Publik (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Bahasa dan Budaya Tiongkok (Fakultas Ilmu Budaya), dan Manajemen Produksi Media (Fakultas Ilmu Komunikasi), serta prodi Kebidanan (Fakultas Kedokteran).

Sementara PSDKU Pangandaran dibuka berdasarkan komitmen Unpad dalam meningkatkan pembangunan wilayah di Priangan Timur. Dengan adanya perguruan tinggi di suatu wilayah, diharapkan kehidupan ekonomi di wilayah tersebut akan berkembang.

Program studi yang dibuka merupakan prodi yang memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan wilayahnya. Selain itu, prodi PSDKU merupakan prodi yang telah dibuka di kampus Jatinangor serta telah terakreditasi A.

Ada lima prodi yang dibuka di PSDKU Pangandaran, yaitu Administrasi Bisnis (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Peternakan (Fakultas Peternakan), Ilmu Komunikasi (Fakultas Ilmu Komunikasi), Keperawatan (Fakultas Keperawatan), dan Perikanan (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan).

Untuk prodi Sarjana Keperawatan di Kabupaten Garut merupakan pengalihan pengelolaan Akademik Keperawatan Garut yang semula dikelola oleh Pemkab kepada Unpad. Hal ini terkait implementasi UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang menyebut bahwa kewenangan pengelolaan pendidikan tinggi menjadi milik Pemerintah Pusat.

Pendaftaran program Sarjana Terapan sendiri dibuka pada 18 April hingga 29 Juni mendatang. Sementara pendaftaran PSDKU di Pangandaran maupun Garut dibuka pada 2 Mei hingga 30 Juni. Seluruh pendaftaran berbasis online, dengan mengakses di lamanhttps://pendaftaran.unpad.ac.id/.

Pendaftar Jalur Mandiri merupakan peserta yang sudah mengikuti SBMPTN 2017. Hasil SBMPTN inilah yang akan digunakan untuk proses seleksi program Sarjana Terapan dan PSDKU. Dengan menekankan pada hasil SBMPTN, diharapkan terjaring calon mahasiswa yang berkualifikasi setara dengan program Sarjana Reguler.

Mekanisme pendaftarannya, peserta mengakses ke laman pendaftaran.unpad.ac.id untuk melakukan sign-up ke portal perserta SMUP. Data yang dibutuhkan adalah nama, nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor ponsel, dan alamat email.

Selanjutnya, mengisikan “Password” yang diinginkan untuk login ke portal peserta SMUP. Password harap diingat, karena akan selalu digunakan untuk setiap mengakses/login ke laman portal peserta SMUP.

Peserta akan memperoleh nomor tagihan biaya seleksi SMUP. Klik tombol “Simpan/Print”, setelah mencetak nomor tagihan tersebut selanjutnya peserta membayar tagihan biaya seleksi ke bank yang ditunjuk, yaitu Bank Mandiri. Besaran tagihan untuk program Sarjana Terapan sebesar Rp250.000,00, sedangkan untuk PSDKU sebesar Rp250.000,00.

Tahapan pendaftaran Jalur Mandiri Sarjana Terapan dan PSDKU:

  • Peserta login kembali ke laman pendaftaran (unpad.ac.id) dengan menggunakan NIK dan Password yang telah dibuat pada saat sign-up (Point 1).
  • Melakukan pengisian form pendaftaran secara online. Untuk mempercepat proses pengisian Biodata online sebaiknya calon peserta sudah mempersiapkan :
  • Nomor Peserta SBMPTN
  • Data pribadi lengkap
  • Data asal pendidikan
  • Pilihan program studi
  • Men-scan pas foto berwarna 3×4 dengan ukuran maksimum 100 kbyte dan format JPG.Pas foto harus menggunakan pakaian dan pose formal.
  • Men-scan Kartu Peserta SBMPTN 2017 dengan ukuran maksimum 100 kbyte dan format JPG.
  • Pengisian Biodata hanya diijinkan SATU KALI saja, dan tidak diberikan fasilitas untuk melakukan perubahan/perbaikan (EDIT) isian Biodata terhadap data yang sudah diisikan secara online.
  • Setelah pengisian biodata online, calon peserta diharuskan untuk mencetak biodata dan pernyataan menggunakan kertas ukuran A4, dan melengkapi isian biodata dan pernyataan tersebut.

Pengumuman seleksi akan diumumkan pada 15 Juli 2017. (humas-unpad/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

ROASTER , Alat Pemetik Teh Portabel Karya Mahasiswa UGM

BALIPORTALNEWS.COM – Tim mahasiswa UGM berhasil mengembangkan inovasi dibidang teknologi pertanian yang memudahkan proses pemanenan teh yakni alat pemanen teh berbasis radio kontrol dalam bentuk portabel.

“Alat ini diharapkan dapat memudahkan dalam memanen daun teh secara cepat,” kata Maulidya Rahmania Atikah, selaku ketua tim, Selasa (4/7/2018) di Kampus UGM.

Alat pemetik teh yang diberinama ROASTER ini dirancang oleh mahasiswi Fakultas Pertanian ini bersama dengan Muslimin Septianto (D4 Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat), Ahmad Novan Khoerul Mizan (D3 Elektronika Instrumentasi), Ario Praditya Putra (Fakultas Pertanian), dan Rany Ayu Lestari (D3 Elektronika Instrumentasi).

Latar belakang pengembangan alat pemetik daun teh ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap jumlah tenaga pemetik teh yang semakin menurun dari waktu-ke waktu. Ditambah dengan keluhan operator mesin pemetik teh di PT. Pagilaran yang kerap mengeluhkan kesulitan mengoperasikan alat pemetik teh yang sudah ada karena berukuran besar sehingga kurang praktis. Selain itu, alat perlu dikendalilkan 2 hingga 4 orang.

 “Dimensi yang besar jadi kurang praktis dibawa kemana-mana, terlebih dengan kondisi perkebunan teh yang berbukit-bukit,” tuturnya.

Meskipun dengan alat yang telah ada tersebut dapat meningkatkan produksi dan efisiensi dalam pemetikan teh, tetapi sejumlah kendala tersebut masih belum terselesaikan. Tak hanya itu, apabila terjadi kerusakan pada alat pemetik teh tidak bisa diperbaiki karena belum ada suku cadang untuk alat yang ada.

Dari kondisi itu kelimanya di bawah bimbingan Dr. Rani Agustina Wulandari, S.P.,M.P., lantas mengembangkan alat pemetik teh portabel. Purwarupa ini pun berhasil mendapatkan dana penelitian dan pengembangan alat dari Dikti melalui Program Kreativitas Mahasiswa 2018.

Muslim menambahkan bahwa ROASTER dibuat dengan menggunakan sejumlah komponen antara lain chainsaw, fiber, dan blade. Dalam proses perakitannya, alat dirancang dengan mempertimbangkan berat dan dimensi agar dapat memenuhi fungsi portable dan nilai egronomis dari alat pemetik teh agar nyaman digunakan.

Alat ini juga dilengkapi dengan seperti module GPS untuk membaca posisi alat, sensor suhu, dan rtc. Disamping itu juga xbee shield, power supply, dan arduino dimana mendukung ketepatan pengoperasian alat.

“Untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan dalam pemakaian, ROASTER dirancang dengan bentuk alat yang sesuai dengan posisi ideal antara pemetik dan bentuk kebun teh yang ada. Dalam pengoperasiannya cukup dilakukan 1 orang saja,” jelasnya.

Dengan kehadiran ROASTER diharapkan pemanen teh bisa melakukan pemetikan lebih efisien dan nyaman dengan alat pemetik teh  yang portable. Alat ini bisa menjadi solusi masalah tenaga kerja pemetik teh yang terbatas dalam jumlah maupun umur dan meningkatkan produksi teh. (ika/humas-ugm/bpn)

Selam UGM Eksplorasi Perairan Nusa Lembongan

BALIPORTALNEWS.COM, YOGYAKARTA – Tim Unit Selam UGM telah memulai Ekspedisi Nusantara Bawah Air di Pulau Dewata, Bali. Dalam ekspedisi yang dimulai sejak 22 April 2017 hingga bulan September mendatang, Unit Selam akan melakukan penelitian bawah air di 30 titik penyelaman.

Nusa Lembongan merupakan lokasi penyelaman pertama yang dituju oleh tim Ekspedisi Nusantara Bawah Air Unit Selam UGM. Beranggotakan lima orang, tim menjelajah dan  mendokumentasikan beragam kondisi dan realita bawah air yang ditemukan selama tiga hari, 22 – 24 April 2017 di Nusa Lembongan.

Terdapat lima titik penyelaman di Nusa Lembongan yang dieksplorasi oleh tim ekspedisi, yaitu SD, Manta Bay, Mangrove, Toyapakeh, dan Buyuk. Penyelaman diawali pada titik yang berada di dekat sebuah Sekolah Dasar (SD) di Pulau Nusa Penida. Di sini, tim harus melakukan penyelaman drifting atau menyelam mengikuti arus. Begitu pula di titik Mangrove dan Toyapakeh pada penyelaman berikutnya. Meski arus terbilang sedang, namun anggota tim yang mayoritas baru pertama kali mengalami penyelaman drifting mengaku cukup menikmati walau sempat khawatir sebelumnya.

“Pengalaman drift dive yang luar biasa! Rasanya seperti terbang mengikuti kemana arus akan membawa saya di bawah lautan sana”, ujar Rimba, salah satu anggota tim ekspedisi.

Sedikit berbeda pada titik penyelaman Buyuk dan Manta Bay. Penyelaman di titik Buyuk cukup tenang karena tidak ada arus. Terdapat beberapa biota laut yang ditemukan seperti angle fishscorpion fishbox fish, ikan badut atau clown fish, siput nudibranch, stone fish, hingga penyu besar. Karang keras dan lunak yang tumbuh di tempat ini terlihat mewarnai sepanjang lereng.

Manta Bay sendiri telah menjadi salah satu titik favorit para pengunjung yang akan menyelam atau sekedar snorkeling di Nusa Lembongan. Karena wilayah ini merupakan habitat dari ikan pari manta. Kesempatan bertemu pari manta di sini hampir 70%.

“Sayangnya, tim hanya bertemu satu ekor ikan pari manta saat menjelajahi titik ini,” ungkap Rimba.

Selain melakukan eksplorasi kondisi bawah laut Nusa Lembongan, tim ekspedisi menemukan fakta yang cukup menarik di kawasan tersebut. Dari sekitar lebih dari empat ribu jiwa penduduk di Nusa Lembongan, tim mengaku lebih mudah menjumpai warga negara asing daripada warga negara lokal. Terlebih orang-orang yang bergerak di sektor pariwisata.

Big Fish Diving, adalah salah satu dari sekian banyak dive operator yang berdiri di Nusa Lembongan. Mulai dari manajer hingga pemandu, mayoritas didominasi oleh warga negara asing. Terhitung hanya ada dua pemandu lokal di dive operator ini dan sisanya warga negara asing. Pun menurut pengakuan salah satu pemandu Big Fish, dalam satu tahun rata-rata mereka hanya menerima lima sampai tujuh grup wisatawan domestik. Selebihnya, hampir setiap hari mereka menerima tamu dari wisatawan mancanegara.

“Jarang ada tamu dari Indonesia. Kalaupun ada, mereka biasanya nggak diving”, ujar Bobby, salah satu pemandu Big Fish Diving yang berasal dari Kota Medan.

Olahraga menyelam pasalnya memang masih dipandang sebagai olahraga eksklusif yang memerlukan biaya besar di Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan peminat olahraga menyelam di Indonesia masih terbilang kecil. Padahal, Indonesia dinobatkan menjadi destinasi selam paling populer tahun 2017, versi Dive Magazine dengan suara 22.552 suara pembaca majalah berbasis Inggris ini. Indonesia disebut sebagai favorit untuk menyelam dan berada di jajaran lokasi selam kelas dunia.

Berawal dari keprihatinan akan kondisi tersebut, kelompok Selam UGM berupaya terus menggiatkan kegiatan ekspedisi bawah air, salah satunya melalui Ekspedisi Nusantara Bawah Air di Bali. Ekspedisi ini menjadi sebuah sarana yang diwujudkan Unit Selam UGM untuk dapat mengenal lebih dekat Indonesia dengan melihat langsung keindahan bawah laut yang mayoritas hanya diketahui para mahasiswa melalui media sosial. Ekspedisi ini akan berlangsung hingga bulan September mendatang dengan destinasi penyelaman selanjutnya di wilayah Taman Nasional Bali Barat, Tulamben, dan Padangbai. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Selly Mantra : Pemilihan Kepala dan Guru TK Berprestasi Dukung Pembangunan Pendidikan

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kepala Taman Kanak-kanak (TK) Mandala Kumara, Ni Made Sulastri, S.E., Ak., S.Pd.AUD., dan guru TK Negeri Pembina Denpasar, Ni Wayan Budiasih, S.Pd., M.Pd., yang lolos tiga besar pemilihan kepala TK dan guru TK berprestasi dan berdedikasi tingkat Provinsi Bali sebagai duta Kota Denpasar, divisitasi tim Provinsi Bali, Senin (19/6/2017).

Acara dihadiri Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. IA Selly Dharmawijaya Mantra; Ketua GOP TKI Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara, Bunda PAUD Kecamatan, serta Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Made Merta, M.Si.

Selly Mantra mengungkapkan, pemilihan guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi tingkat PAUD tingkat Provinsi Bali tahun 2017 ini merupakan salah satu wahana komunikasi dan edukasi bagi para guru di tingkat PAUD. Melalui kegiatan ini diharapkan lebih meningkatkan kinerja seluruh komponen yang ada di sekolah, seperti guru, kepala sekolah dan juga tenaga kependidikan lainnya.

Oleh karena itu, sebagai Bunda PAUD, kata Selly Mantra selalu memberi dukungan untuk mengikuti lomba demi kemajuan dan keberhasilan pembangunan pendidikan. ‘’Setelah divisitasi dengan melihat realita, dari angka tiga berubah menjadi angka 1 alias juara I,’’ ucap Selly Mantra disambut aplaus luar biasa dari para hadirin.

Lanjut dikatakan selly Mantra, kegiatan pemilihan ini sangat trategis sebagai media mengevaluasi keberhasilan pembangunan pendidikan tingkat PAUD Kota denpasar sebagai baromerter pendidikan PAUD di Bali. Kegiatan ini sekaligus diharapkan dapat memberi pencerahan dan kejelasan arti pentingnya pendidikan bagi masyarakat, para pengelola pendidikan dan guru yang pada akhirnya memberikan dampak positif bagi pembangunan SDM.

Sementara Made Merta menambahkan, guru dan  kepala sekolah TK yang akan maju ditingkat Provinsi Bali tersebut lebih dahulu telah diseleksi di tingkat kota dan memperoleh hasil yang terbaik. Made Sulastri dan Wayan Budiasih, kata Made Merta, memperoleh  tes tulis kompetensi profesional/pedagogik, maupun unjuk kerja/presentasi, wawancara dan penilaian portofolio sangat tinggi.

Diharapkan, kepala TK berprestasi mampu meningkatkan motivasi dan profesionalismenya dalam pelaksanaan tugas profesionalnya. Sementara guru berprestasi harus mampu mendidik siswa-siswi dengan lebih baik. Di sini peran guru sebagai tenaga pendidik tidak bisa dikesampingkan. ‘’Penilaian ini tidak saja pada administrasi tetapi juga pada performance baik prestasi maupun attitude,” katanya. (tis/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Mahasiswa Psikologi UGM Ikuti Kongres Dunia Kesehatan Remaja di India

BALIPORTALNEWS.COM – Irvnadias Sanjaya, mahasiswa Fakultas Psikologi UGM turut berpartisipasi dalam kongres dunia “The 11th World Congress on Adolescent Health (IAAH) di Aerocity, India pada 25-29 Oktober 2017 lalu.

“Saya berhasil mendapatkan beasiswa penuh dari MAMTA Foundation yang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan India untuk ikut dalam kongres ini,” jelasnya, Rabu (1/11/2017) di Kampus UGM.

Irvan menyampaikan konggres tersebut diikuti 1.000 peserta dari berbagai negara di dunia. Selama empat hari penuh, para peserta yang terdiri dari kalangan akadmisi, bisnis, pemerintah, dan media mengikuti kegiatan yang  diselenggarakan oleh Ministry of Health and Family Walfare Government of India yang bekerjasama dengan MAMTA Foundation.

“Dalam konggres ini dibagi dalam dua kelompok yakni delegate dan youth delegate. Sementara saya masuk dalam youth delegate,”tuturnya.

Pada konggres tersebut Irvandias bersama dengan anggota team mengambil tema tentang “Adolescent Heath in Humanitarian Setting”. Mereka berhasil membuat sebuah draft  solusi terkait upaya memperjuangkan hak-hak kesehatan fisik dan mental remaja di dunia.

“Saya merasa bangga bisa mengikuti kegiatan  ini dan berkontribusi di dalamnya,” katanya.

Irvandias mengaku mendapatkan banyak pengalaman dengan mengikuti konggres ini. Selain membuka wawasan dan pengetahuan baru terkait bidang kesehatan remaja juga mendorong kontribusi dalam membangun dan mewujudkan kesehatan yang merata bagi setiap remaja. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Tim UGM Berhasil Menyingkap Kekayaan Bawah Laut Sangihe

BALIPORTALNEWS.COM, YOGYAKARTA – Tim UGM Maritim Culture Expedition  (UMCE) berhasil mengungkap potensi bawah laut di Kepualauan Sangihe, Sulawesi Utara. Dalam ekspedisi “Sangihe The Northen Of Nusantara” yang berlangsung sejak 25 April hingga 10 Mei 2017 ini mereka sukses memetakan dan menginventarisasi peninggalan budaya maritim Sangihe.

“Tim UGM berhasil menapatkan 25 titik situs yang tersebar di 3 kecamatan Sangihe,” ungkap Ketua ekspedisi, Fuad Anshori, Selasa (13/6/2017) di Kampus UGM.

Fuad mengatakan dalam ekpedisi ini tim UGM dibagi kedalam tiga kelompok untuk diterjunkan di tiga lokasi di wilayah Sangihe. Tim-tim tersebut mengeksplorasi peninggalan budaya maritim di Kecamatan Tahuna, Kecamatan Manganitu, dan Kecamatan Manganitu Selatan.

“Selama 10 hari tim melakukan observasi dan pendataan situs yang berada di tiap-tiap wilayah,” jelasnya, Selasa (13/6/2017) di Kampus UGM.

Sebelum penerjunan, tim UGM terlebih dahulu mereka melakukan disuksi (FGD) dengan intansi pemerintah terkait dan masyarakat lokal. Melalui diskusi tersebut tim UGM mensosialisasikan maksud dan tujuan kegiatan ekspedisi di Sangihe.

Dalam ekspedisi ini melibatkan 15 mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya dan Sekolah Vokasi UGM dari beberapa departemen yaitu Departemen Sejarah, Departemen Antropologi, Departemen Arkeologi dan Sekolah Vokasi jurusan Komputer dan Sistem Informasi. Mereka berhasil melakukan pendataan situs dan budaya yang terdapat di Sangihe. Hasil survei tim Tahuna yang dikoordinatori Muslim Dimas Khoiru menunjukkan di wilayah tersebut ada 12 situs meliputi kompleks bangunan dan benda arkeologi. Bangunan bergaya kolonial mendominasi tinggalan yang ada di Kecamatan Tahuna antara lain gereja, makam, rumah, jangkar tua, serta kapal karam.

“Tim telah mengumpulkan data kapal karam dengan memakai teknik radial berpola untuk mengetahui kondisi dan ukuran kapal serta topografi dasar laut,” tutur Fairuz Azis, salah satu anggota ekspedisi.

Sementara dari ekpedisi di Manganitu di bawah koordinator Sultan Karunia AB mencatat di daerah tersebut terdapat 5 situs arkeologi yang meliputi makam raja rumah raja, gereja, dan goa yang tersebar di beberapa desa. Goa ini merupakan tinggalan jaman Prasejarah. Di goa yang berada di tepi pantai tersebut terdapat lukisan bergambar wajah dan manusia yang di lukis dengan menggunakan teknik pahat. Selain melakukan perekaman data melalui tinggalan materi, tim juga melakukan wawancara dengan penduduk sekitar serta sejarawan yang ada di Sangihe, Alfian Walukow.

Sedangkan survei di kecamatan Manganitu Selatan di bawah komando M. Destrianto berhasil menemukan 8 tempat yang terdapat tinggalan arkeologi. Tim UGM berhasil melakukan pendataan berkaitan dengan kondisi situs dan ukuran. Tinggalan-tinggalan tersebut berupa kerkhof (makam Belanda), Ceruk Rangka, keramik, makam, meriam, goa, dan kompleks kubur batu.

Selain memperoleh data tinggalan arkeologi,Fuad menyebutkan bahwa mereka juga berhasil mendapatkan data antropologi melalui wawancara. Hasilnya menunjukkan adanya kecenderungan masyarakat untuk memakamkan keluarga di dekat rumah, bahkan di bawah tempat tidur. Kecenderungan tersebut merupakan salah satu kepercayaan mereka terhadap roh keluarganya yang masih hidup bersama mereka.

“Hasil ekspedisi telah kami presentasikan di Balai Arkeologi Manado (Balar),” jelasnya.

Kepala Balar Manado, Drs. Bonny A. Tooy, M.Si, menyampaikan apresiasi kepada tim ekspedisi UGM yang telah mengeksplorasi Sangihe. Kegiatan yang dilakukan memberikan banyak manfaat dalam pendataan tinggalan sejarah dan budaya baik yang berada di bawah laut maupun daratan Kepulauan Sangihe. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
83PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan