EF EPI 2017: Kecakapan Berbahasa Inggris Negara Indonesia, Turun ke Peringkat Rendah

0

BALIPORTALNEWS.COM, Jakarta – Tahun ini, EF meluncurkan laporan tahunan indeks kecakapan bahasa Inggris (EF English Proficiency Index/EF EPI) yang ketujuh. EF EPI merupakan kajian terbesar di dunia yang mengukur kecakapan bahasa Inggris orang dewasa diantara mereka yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Laporan ini disusun dengan menganalisa data dari EF Standard English Test (EF SET) suatu tes bahasa Inggris gratis online pertama di dunia. Lebih dari satu juta orang di seluruh dunia, dari 80 negara turut berpartisipasi pada EF EPI tahun ini.

Laporan EF EPI 2017 dipublikasikan bersamaan dengan sesi diskusi dan jumpa pers yang disampaikan oleh Senior Director, Research & Academic Partnership of EF Education First, Minh N. Tran dan pakar Sumber Daya Manusia, Eileen Rahman dengan mengangkat tema “Speeding-Up Your English”, pada Selasa (12/12) di hotel Pullman, Senayan Jakarta.

Peringkat Indonesia tahun 2017 turun dari peringkat 32 dan tingkat Kemahiran Menengah pada tahun lalu, menjadi peringkat 39 dan tingkat Kemahiran Rendah tahun ini. Mereka dengan tingkat Kemahiran Rendah dapat mengerti email yang sederhana dan terlibat dalam pembicaraan yang ringan. Terkait dengan peringkat tersebut Tran mengatakan, “Negara dengan kemampuan Bahasa Inggris tingkat rendah menunjukan kemampuan bangsa tersebut masih dalam tahap mengkonsumsi dan belum mampu melakukan negosiasi, mediasi maupun melobi, bahkan berkompetisi dengan negara lain dalam bahasa Inggris.

Laporan tahunan EF EPI 2017 juga mengukur peringkat kawasan, dimana Eropa masih berada pada peringkat pertama, sementara Asia berada di peringkat kedua. Tahun ini EF EPI juga mencakup kawasan Afrika sebagai suatu kawasan yang baru dan berbeda, yang menduduki peringkat ketiga, yang kemudian disusul oleh Amerika Latin peringkat keempat dan kawasan Timur tengah pada peringkat kelima dan terakhir. Kemampuan bahasa Inggris masyarakat merupakan modal suatu negara untuk mampu bersaing dalam dunia perekonomian yang lebih luas, seperti salah satunya pada komunitas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), jelas Eileen Rahman.

Dengan dibentuknya MEA pada tahun 2015 menjadi sebuah kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan dan membuktikan daya saing masyarakat Indonesia dalam memenangkan persaingan ekonomi global. Namun untuk mencapainya, tentunya diperlukan kesiapan dari sisi sumber daya manusia atau tenaga kerja.

“Jangan sampai kesempatan untuk berkompetisi ini berubah menjadi sebuah ancaman, sebagai akibat tidak siapnya profesionalisme dari sumber daya atau tenaga kerja di Indonesia”. Jelas Eillen. Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan masyarakat global. Terbatasnya kemampuan berkomunikasi dapat membuat kemampuan bersaing individu menjadi kurang dan pada akhirnya dapat mengakibatkan peluang karir dan bisnis menjadi terhambat. Dalam skala yang lebih luas seperti dalam komunitas MEA, keterbatasan ini tentunya menjadi hambatan dalam melakukan kerjasama bahkan bersaing dengan negara lain.

Data EF EPI 2017 menunjukkan nilai kecakapan bahasa Inggris rata-rata Negara Asia adalah 53,60. Sebagai bahan perbandingan, nilai rata-rata kecakapan bahasa Inggris di Indonesia adalah 52,15 yaitu masih di bawah angka rata-rata kecakapan bahasa Inggris di kawasan Asia. Sementara untuk kawasan Asia Tenggara, Singapura mempunyai tingkat kecakapan tertinggi dengan nilai 66.03 dan menempati peringkat 5 di seluruh dunia dengan tingkat Kemahiran  Very High Proficiency, diikuti secara ketat oleh Malaysia (peringkat 13 dengan nilai 61,07) kemudian Filipina (peringkat 15 dengan nilai 60,59) pada tingkat Kemahiran High Proficiency. Merujuk  pada hasil EF EPI 2017, menunjukan bahwa ada banyak ruang untuk meningkatkan kecakapan berbahasa Inggris di Indonesia, terutama di kalangan pekerja profesional.

Dengan wawasan terhadap negara-negara dalam satu kawasan, EF EPI 2017 menyediakan pemahaman yang lebih mendalam terhadap inisiatif yang dilakukan oleh negara-negara tetangga Indonesia untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. “EF EPI 2017 merupakan upaya EF untuk ikut serta meningkatkan kecakapan bahasa Inggris suatu Negara. Selanjutnya, Negara dengan kecakapan bahasa Inggris yang cukup akan mampu bersaing dalam sebuah dunia yang lebih luas, dimana bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi semakin beragam dan tanpa batas. Di masa kini, masyarakat dituntut untuk mampu bersaing di dunia tanpa batas, untuk bekerja sama dan berkompetisi satu dengan yang lainnya, baik sebagai individu dan dalam lingkup hidup bermasyarakat. Mereka yang mampu berkompetisi adalah yang mampu berkomunikasi dengan baik dengan berbagai budaya dan bangsa dan siap untuk menjadi warga dunia.” Pungkas Tran. (r/bpn)

Mahasiswa Biologi UGM ASEAN Synchrotron Science Camp 2017 di Thailand

0

BALIPORTALNEWS.COM – Rikha Riski Kurnia, mahasiswa Fakultas Biologi UGM terpilih berpartisipasi dalam The 6th ASEAN Synchrotron Science Camp di Faculty of Science, Kasetsart Univeristy (KU) Bangkok dan SLRI, Nakhon Ratchasima Thailand pada 27 November hingga 1 Desember 2017 lalu.

Rikha berhasil lolos mengikuti program short course di bidang science yang diselenggarakan oleh Synchrotron Light Research Institute (SLRI), Thailand bersama dengan 82 mahasiswa lain dari tujuh negara di kawasan ASEAN. Beberapa diantaranya berasal dari Kamboja, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailam, Indonesia, dan Vietnam.

“Banyak pengalaman baru yang saya dapatkan terutama teknologi synchrotron,” katanya, Senin (11/12/2017) di Fakultas Biologi UGM.

Rika menjelaskan dalam kegiatan tersebut para peserta mengikuti serangkaian kegiatan antara lain kuliah umum tentang teknologi synchroton,pengenalan dan kunjungan beam-line, pengenalan beasiswa CERN, DESY, HGS-HIRe Summer Student Program. Tidak hanya itu, seluruh peserta juga mendapatkan kesempatan melakukan praktikum pada masing-masing beam-line.

“Senang bisa terpilih mengikuti kegiatan ini. Program ini tidak hanya mengajarkan pengetahuan baru tetapi juga toleransi, leadership, kekeluargaan dan kebersamaan,” ungkapnya.

Dekan Fakultas Biologi UGM, Budi Setiadi Daryono, Ph.D., mengaku bangga atas keikutsertaan mahasiswanya dalam kegiatan ilmiah di tingkat internasional. Dia berharap melalui forum tersebut dapat menambah pengalaman dan wawasan keilmuan mahasiswa, meningkatkan jejaring, meningkatkan jiwa kepemimpinan serta toleransi untuk kesejahteraan dan kemajuan peradaban dunia. (ika/humas-ugm/bpn)

Perguruan Tinggi Perlu Membangun Pusat Unggulan Kemaritiman

0

BALIPORTALNEWS.COM – Perguruan tinggi perlu membangun klaster kemaritiman untuk mendorong pengembangan sektor maritim Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Dr. Arif Havas Oegroseno dalam Kongres Maritim II “Kedaulatan Maritim untuk Kesejahteraan Rakyat: Mengawal Implementasi kebijakan Kelautan Indonesia, Sabtu (9/12/2017) di Balai Senat UGM.

“Peran akdemisi sangat diharapkan dalam pembangunan kemaritiman. Selalu saya kampanyekan setiap datang ke universitas-universitas, kalau bisa kampus memiliki kluster maritim,” kata Havas.

Havas berharap kedepan perguruan tinggi dapat membangun klaster maritim sebagai pusat diskusi ilmiah para akademisi terkait pengembangan bidang kemaritiman. Selain itu juga menjadi wadah untuk berbagai informasi para akademisi tentang program kemaritiman dan kelautan.

“Bisa dilakukan assasment internal terkait program unggulan apa saja yang dapat dilakukan universitas. Kedepan bisa diadakan pertemuan antar klaster maritim berbagai universitas dan bisa ditemukan inovasi baru,” tuturnya.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam sambutannya yang dibacakan Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan untuk mempercepat pencapaian kembali budaya nusantara bahari salah satunya dengan menerapkan geostrategi jangka pendek.

“Hal itu bisa dilakukan melalui pendidikan berbasis budaya bahari dan membiasakan gemar makan ikan laut untuk meningkatkan konsumsi kalori per kapita,” katanya.

Diilhami oleh semangat bahari yang pernah menjadi keunggulan bangsa, lanjutnya, perlu membangun negara maritim yang maju, mandiri dan bermartabat yang berbasis poros maritim dunia didukung dengan tol laut menjadi sarana konektivitas laut nusantara. Hal tersebut membutuhkan dukungan strategi budaya untuk menyiapkan generasi muda yang berkeyakinan diri, memiliki wawasan kebaharian dan keterampilan bahari yang handal.

“Strategi ini merupakan pemicu bagi transformasi jangka panjang menuju budaya Indonesia yang lebih berorientasi pada kebaharian generasi mudanya,”paparnya.

Sementara Kepala Badan Kemanan Laut Laksamana Madya Arie Soedewo , S.E., M.H., dalam kesempatan itu menyoroti tentang kemanan laut Indonesia. Menurutnya kemanan laut bisa terwujud dengan menjalin sinergi antar lembaga terkait.

“Sinergi tidak bisa terwujud jika masing-masing ingin menonjol. Sinergi dapat terjalin karena kepercayaan,” tuturnya. (ika/humas-ugm/bpn; foto:firsto)

Peserta Didik PAUD di Denpasar Diguyur Rp 10,8 Miliar

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Tahun ini belanja hibah bantuan operasional pendidikan (BOP) pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Denpasar mencapai Rp 10,8 miliar. Dari 455 PAUD/TK, hanya 279 lembaga yang mendapatkan hibah BOP PAUD.

Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikpora Kota Denpasar, Made Merta, Kamis (7/12/2017) kemarin, menjelaskan, penggunaan dana alokasi khusus (DAK) hibah BOP PAUD diperuntukkan bagi belanja nonfisik. Minimal 50 persen hibah BOP PAUD harus dibelanjakan untuk kegiatan pembelajaran dan bermain.

Di antaranya, pengadaan bahan bermain dan bahan belajar yang dibutuhkan siswa. Juga untuk peralatan pembelajaran seperti kertas, krayon, spidol, pensil, bahan pakai habis, dan bahan pembelajaran lainnya. Selain itu, untuk penyelenggaraan pertemuan dengan orang tua/wali murid dan kunjungan ke rumah anak didik.

”Untuk kegiatan pendukung maksimal 35 persen. Misalnya, pembelian obat-obatan, P3K, dan penyediaan buku administrasi,” ungkapnya.

Sementara untuk kegiatan lain-lain seperti perawatan sarana-prasarana, pengecatan ringan, serta pembayaran langganan listrik, air, dan lainnya maksimal dibelanjakan 15 persen dari dana hibah BOP PAUD. Lembaga dilarang menggunakan dana tersebut untuk pembangunan fisik, disimpan, atau dipinjamkan kepada pihak lain. ”Intinya, tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi atau menyalahi petunjuk teknis (juknis) sesuai Permendikbud Nomor 4 Tahun 2017,” ujar Merta.

Merta memaparkan, kategori sekolah penerima hibah BOP PAUD yakni harus terdaftar di dapodik. Selain itu, penerima harus memiliki nomor pokok sekolah nasional (NPSN). Ketentuan lainnya, PAUD harus memiliki siswa minimal 12 orang. Hitungannya, masing-masing siswa mendapat bantuan Rp 600 ribu. Total ada 18.075 siswa yang mendapat BOP PAUD.

Made Merta menambahkan, Disdikpora tinggal mengawasi realisasi bantuan tersebut di tingkat lembaga. Disdikpora menugaskan pengawas TK yang akan melakukan pengawasan kepada setiap penerima BOP PAUD. ”Nanti dikumpulkan untuk mengkroscek dan mengoreksi tiap penerima hibah,” tuturnya, sembari mengatakan, sejauh ini, belum ada laporan penyalahgunaan hibah BOP PAUD. (r/bpn)

UGM akan Gelar Seminar Internasional Pembangunan Perdamaian di Asia

0

BALIPORTALNEWS.COM – Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian Universitas Gadjah Mada (PSKP UGM) akan akan menggelar seimnar internasional bertajuk “Comparative Peacebuilding in Asia: National Transitions from Ethnic Conflict and Authoritarianism” pada tanggal 8-11 Desember 2017 di Balai Senat UGM.

“Seminar ini diselenggarakan untuk merefleksikan transformasi dan kontribusi proses demokratisasi di negara-negara Asia selama ini bagi keberlanjutan perdamaian di kawasan Asia pada umumnya dan Indonesia pada khsusunya,” kata Kepala PSKP UGM, Dr. M.Najib Azka, kepada wartawan saat konferensi pers Kamis (7/12/2017) di Ruang Fortakgama UGM.

Menurutnya seminar ini akan menjadi wadah dalam pengembangan kajian perdamaian dan resolusi konflik di wilayah Asia. Selain itu juga memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman di antara pemangku kepentingan yang terlibat dalam promosi perdamaian. Bahkan dapat melahirkan ide dan gagasan dalam upaya promosi perdamaian.

“Harapannya dari seminar ini bisa dihasilkan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah Indonesia dan masyarakat sipil serta di tataran regional,” katanya.

Akan menghadirkan pembicara utama Gubernur Lemhanas RI Letjen (Purn). Agus Widjojo. Rencananya Agus Widjojo akan membawakan pidato kunci berjudul “Military Reform, Democratic Transition and National Reconciliation in Indonesia”.

Dalam seminar tersebut juga akan mengundang sejumlah pembicara dari kalangan akademisi, aktivis serta tokoh masyarakat yang aktif mengawal isu perdamiaan dan resolusi konflik di level domestik dan regional. Beberapa diantaranya Direktur Asian Foundation Sandra Hamid, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Prof. Aboud Syed Lingga dari Institute of Bangasmoro, Terence Lee dari National University of Singapore, dan Imam Aziz pendiri LSM Syarikat.

Seminar diselenggarakan PSKP UGM merupakan bagian dari seminar parelel yang juga dilakukan di Inggris dan Srilangka. Diadakan dengan menggandeng London School of Economics, University of York, dan Australia National University. (ika/humas-ugm/bpn)

Balance Festival 2017

0

BALIPORTALNEWS.COM, JATINANGOR – Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjajaran mengadakan Charity Music Concert bertajuk “Balance Festival 2017 : Live To Give, Lifting Up With Hands Of Help” pada Jum’at, 8 Desember 2017 pukul 18.15 hingga pukul 22.45 di Lapangan Ex Kopma Kampus Universitas Padjajaran Jatinangor. Acara ini bertujuan untuk menggugah kepedulian masyarakat melalui penggalangan dana secara langsung untuk membantu masyarakat yang tidak mampu.

Dana tersebut nantinya akan disalurkan melalui Taman Kanak-Kanak Nafilatul Husna Ataullah dan Taman Pendidikan Al-Quran Raudlotul Jannah yang merupakan sekolah gratis bagi anak-anak yang kurang mampu di Dusun Babakan Loa, Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Balance Festival 2017 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kehumasan C 2015 Fikom Unpad akan  mengundang Rektor, Dekan Fikom Unpad  dan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Fikom Unpad . Selain itu akan hadir  Mustache and Beard, Superego, Happy Man, TKP, The Botols, Alir, ADC sebagai pengisi acara tersebut. Selain bisa menikmati penampilan-penampilan dari para pengisi acara, pengunjung juga bisa membeli makanan dan minuman di stand-stand yang tersedia.

Melalui kegiatan diharapkan akan tumbuh  kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa dan dapat memberikan manfaat terhadap masyarakat, khususnya terhadap anak – anak yang kurang mampu. (humas-unpad/bpn)

Sekolah Vokasi UGM Juara Umum Porsenigama 2017

0

BALIPORTALNEWS.COM – Tim mahasiswa Sekolah Vokasi (SV) UGM sukses menyabet gelar juara umum dalam Pekan Olahraga dan Seni Gadjah Mada (Porsenigama) 2017.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan sejak 21 Oktober hingga 3 desember 2017 lalu Sekolah Vokasi UGM berhasil menjadi juara umum dengan mengantongi 82 medali. Selanjutnay diposisi kedua dan ketiga secara berurutan diraih tim Fakultas Teknik yang mengumpulkan 68 medali dan tim Fakultas Ilmu Budaya dengan eprolehan 37 medali.

Porsenigama 2017 mempertandingkan 28 cabang kesenian dan olahraga. Diikuti sebanyak 4.523 mahasiswa dari 18 Fakultas dan Sekolah Vokasi.

Pada malam penganugerahan juara turut disampaikan penghargaan suporter terbaik. Suporter terbaik dalam kategori best attractive diraih oleh Kapak Rimba dari Fakultas Kehutanan UGM, kategori best cerativity diraih oleh Garasi dari Sekolah Vokasi, dan best supportivity diraih oleh Supersonik dari Fakultas Teknik.

Porsenigama ditutup secara langsung oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan UGM Prof.Dr.Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Agr. Turut mendampingi Direktur Kemahasiswaan UGM  Dr.R Suharyadi, M.Sc. (ika/humas-ugm/bpn)

Prof. Bagir Manan Terima Anugerah “Habibie Award”

0

BALIPORTALNEWS.COM, JATINANGOR Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Padjadjaran Prof. Bagir Manan menerima anugerah “Habibie Award 2017” dari Yayasan Sumber Daya Manusia dan Iptek (Habibie Center). Anugerah diberikan langsung oleh B.J. Habibie kepada Prof. Bagir di kediaman kediamannya di Jakarta, Selasa (5/12).

Prof. Bagir menerima anugerah “Habibie Award” pada bidang ilmu hukum. Ia dinilai memiliki banyak pengalaman dalam perkembangan hukum di Indonesia, khususnya bidang hukum tata negara.

“Ini merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi yang diberikan Prof. Bagir Manan terhadap pengembangan hukum sebagai sebuah ilmu dan pengembangan hukum dalma praktik kehidupan negara dan bangsa Indonesia,” ujar Dosen Hukum Tata Negara Departemen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Unpad Susi Dwi Harijanti, PhD, saat dihubungi Humas Unpad, Rabu (6/12/2017) lalu.

Susi mengurai, ada lima aktivitas penting yang pernah dilakukan Prof. Bagir dalam upaya peningkatan kesejahteraan, perdamaian, dan keadilan. Hal pertama dijelaskan, Prof. Bagir pernah menjadi koordinator kelompok kerja pada Tim Nasional Reformasi Menuju Masyarakat Madani. Tim yang dibentuk Presiden B.J. Habibie ini bertugas merancang program reformasi di bidang politik, ekonomi, dan hukum.

Dalam tim ini, Prof. Bagir bersama pakar hukum lain, Prof. Ismail Suny, Prof. Jimly Asshiddiqie, Prof. Harun Alrasyid, dan Adnan Buyung Nasution bertugas menyusun konsep usulan amandemen UUD 1945.

“Usulan materi perubahan UUD 1945 yang dihasilkan tim Pokja ini tergolong cukup visioner untuk ukuran saat itu,” tulis Susi.

Pada 2000 silam, Prof. Bagir menjadi tim ahli perubahan Bab Pemerintahan Daerah. Sebagai tim ahli, Prof. Bagir memungkinkan untuk merealisasikan berbagai pemikiran tentang pemerintahan daerah Indonesia sebagaimana yang telah tertuang dalam disertasinya.

Kemudian pada 23 Juli 2001, tatkala Prof. Bagir menjabat sebagai ketua Mahkamah Agung, Presiden Abdurahman Wahid mengeluarkan Dekrit Presiden yang antara lain berisi pembekuan MPR dan DPR. Kala itu, Prof. Bagir diminta Ketua DPR Akbar Tanjung untuk mengeluarkan fatwa MA. Dalam hal ini, fatwa harus segera dikeluarkan, karena jika tidak Indonesia mengalami krisis konstitusi yang berimbas lahirnya krisis politik.

Dalam hitungan jam, MA akhirnya berhasil mengeluarkan fatwa. Fatwa ini telah ditunggu dalam Rapat Paripurna Sidang Istimewa MPR.

Prof. Bagir juga berperan dalam penanganan perdamaian di Aceh. Guru besar yang lahir di Lampung Utara, 6 Oktober 1941 ini menjadi ketua juru runding Pemerintah Indonesia. Salah satu materi perundingan terkait adanya permintaan partai politik lokal di Aceh. Materi ini dianggap rumit, karena jika ditolak, perundingan disinyalir mengalami deadlock.

Saat dimintai pendapat oleh Hamid Awaluddin selaku Menteri Hukum dan HAM saat itu, Prof. Bagir memberikan dua pendapat. Pertama, tidak ada larangan dalam konstitusi terkait adanya partai politik. Kedua, keberadaan partai politik lokal merupakan salah satu kekhususan yang diperoleh Aceh.

Ketika masih menjabat Ketua MA, Prof. Bagir menggunakan cara dan metode pembaruan yang belum pernah dilakukan di badan peradilan negara lain. Ia melibatkan lembaga swadaya masyarakat (NGO) selain lembaga-lembaga negara dan pemerintah dalam mereformasi dalam menjalankan fungsi peradilan.

“Pelibatan aktif masyarakat merupakan cermin dari konsistensi keyakinan Prof. Bagir terhadap prinsip demokrasi. Pelibatan masyarakat tersebut untuk mengetahui kebutuhan riil masyarakat sebagai pengguna dan pencari keadilan,” kata Susi.

Anugerah “Habibie Award” merupakan penghargaan yang diberikan bagi individu atau organisasi yang dinilai aktif dan berjasa besar dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan, keadilan, dan perdamaian. Digelar pertama sejak 1999, sebanyak 57 ilmuwan Indonesia telah menerima penghargaan ini.

Selain Prof. Bagir, anugerah “Habibie Award” tahun ini juga diberikan kepada Guru Besar Fakultas Fisika Material dan Instrumenstasi Institut Teknologi Bandung Prof. Dr. Khairurrijal dan Dekan Fakultas Teknik Unika Widya Mandala Surabaya Suryadi Ismadji, PhD. (humas-unpad/bpn)

Pemkot Denpasar Imbau Sekolah Swasta Maksimalkan Bus Sekolah

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Jam siswa sekolah dari antar dan jemput dengan kendaraan pribadi membuat kepadataan arus lalu lintas di Denpasar.  Inovasi Bus Sekolah yang diterapkan Pemkot Denpasar sebagai salah satu menekan kepadatan arus lalu lintas di Denpasar.

Inovasi yang telah dilaunching Walikota Rai Mantra dan Wakil Walikota Jaya Negara ini mendapat apresiasi dari para orang tua siswa. Memaksimalkan penggunaan Bus Sekolah di Denpasar pemkot menggelar sosialisasi kembali penggunaan Bus Sekolah pada Rabu (6/12/2017) di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Denpasar.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada sekolah swasta yang turut mendukung inovasi dan program Pemkot Denpasar dalam mengurangi kepadatan arus lalulintas dengan penggunaan bus sekolah yang perlu terus dimaksimalkan,” ujar Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara saat membuka sosialisasi yang dihadiri sekolah negeri dan swasta di Denpasar.

Lebih lanjut Sekda Rai Iswara mengatakan, dimana sebelumnya Pemkot Denpasar juga sudah meluncurkan bus sekolah yang keberadaan  bisa dikatakan sebagai inovasi transportasi yang mendukung kelancaran berlalu lintas di jam-jam padat sekolah. Selain itu juga sebagai salah satu program pendidikan smart city khususnya di Kota Denpasar, dikarenakan bus sekolah sudah dilengkapi dengan aplikasi Si_Bused (Sistem Informasi Bus Sekolah) dengan sebuah smart card, yang memudahkan orang tua untuk mendeteksi keberadaan anaknya.

Untuk itu di minta kepada sekolah swasta juga bisa ikut membatu program Pemerintah untuk menyiapkan dan menggunakan angkutan bus sekolahnya nya sendiri, guna menekan angka kemacetan di jam-jam padat sekolah.

“Anggap saja jika masing-masing sekolah swasta memiliki satu angkutan bus sekolah yang satu busnya seumpama bisa menampung 25 siswa, berarti sudah 25 kendaraan di sebuah sekolah yang berkurang pada jam-jam padat sekolah seperti jam masuk sekolah maupun jam pulang sekolah. Itu berarti sudah meminimalisir angka kemacetan lalu lintas di wilayah sekolah tersebut, dan jika bus sekolah swasta ini sulit menjemput siswanya kerumah-rumah, bus sekolah ini bisa menggunakan drop zone yang telah dimiliki Pemkot Denpasar yang merupakan lokasi tempat menurunkan-menaikan penumpang bus sekolah dan sudah terdapat 19 lokasi di wilayah Denpasar Utara dan Denpasar Timur,” ungkap Rai Iswara.

Sementara  Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Kota Denpasar, I Wayan Gunawan, mengatakan, sosialisasi bus sekolah ini diadakan guna memberikan informasi dan pemahaman kepada para kepala sekolah swasta yang tergabung dalam sebuah Yayasan di bidang pendidikan untuk bisa ikut berpartisipasi di dalam menjalankan tertib lalu lintas khusunya di segi pendidikan di Kota Denpasar dengan bisa ikut serta menggunakan bus sekolahnya masing-masing. Dimana sosialisasi untuk sekolah swasta baru yang pertama kalinya dan di ikuti oleh 30 sekolah swasta dan yayasan pendidikan, yang mana akan disosialisasikan lagi lagi secara berkelanjutan kesekolah-sekolah swasta yang lainya.

Pemkot juga mengucakankan terima kasih kepada sekolah swasta yang sudah memiliki angkutan bus sekolah sendiri seperti Sekolah Cipta Darma, Sekolah Saraswati dan sekolah yang lainya, dan kepada sekolah swasta yang belum agar segara bisa ikut mempunyai bus sekolahnya, sehingga bus sekolah dapat menjadi pilihan berkendara yang aman dan nyaman ke sekolah. (ays’/humas-dps/bpn)