Sabtu, 18 Agustus 2018

Mahasiswa UGM Juara Lomba Karya Tulis Hakteknas 2018

BALIPORTALNEWS.COM – I Wayan Swarautama Mahardhika, mahasiswa Fakultas Biologi UGM berhasil meraih juara pertama Lomba Penulisan Iptek dan Inovasi Kategori Umum di acara puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2018 yang diselenggrakan Kementrian Riset, teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) di Pekanbaru, Jum’at (10/2018) lalu.

Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Menristekdikti Prof Mohamad Nasir Ph.D. Turut hadir dalam malam pengaugerahan mantan Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Sekjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Ainun Na’im,  pimpinan daerah, perguruan tinggi, serta perwakilan industri Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Mahardhika juga mendapatkan penghargaan piala bergilir berkat mengajukan karya tulis ilmiah berjudul Selamat Datang Kambro. Dalam karya tulis ilmah itu, Mahardhika  menyampaikan tentang Kambro yang merupakan ayam hibrida F1 brolier yang berhasil dikembangkan oleh tim Gama Ayam Fakultas Biologi UGM di bawah bimbingan Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.

“Ayam FBroiler atau Kambro sendiri merupakan ayam dengan kualitas yang unggul sebagai pedaging,” kata Mahardhika, Senin (13/8/2018).

Kambro memiliki karakteristik daging seperti ayam Pelung dan rasio FCR lebih rendah dibandingkan ayam Broiler. Sementara mempunyai laju pertumbuhan mendekati ayam Broiler.

Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi S. Daryono, M.Agr., menyampaikan bahwa tim Gama Ayam telah melakukan penelitian mengenai pemuliaan ayam selama kurun waktu 2008 hingga sekarang dengan pencapaian riset yang potensial untuk diimplementasikan di masyarakat. Salah satunya produk yang dihasilkan adalah ayam Kambro.

Budi berharap dalam jangka panjang hasil penelitian dari ayam Kambro adalah penerapan teknologi pemuliaan di lapisan peternak lokal untuk memberdayakan galur ayam lokal Indonesia. Selain itu juga untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor produk ayam dan DOC ayam.

“Penghargaan yang diberikan sebagai bentuk apresiasi ini merupakan pemotivasi bagi peneliti untuk semakin giat dan fokus menjalankan penelitian hingga dapat diimplementasikan dalam jangka panjang,”pungkasnya.(ika/humas-ugm/bpn)

UGM Raih 3 Penghargaan Olimpiade Matematika Internasional

BALIPORTALNEWS.COM – Mahasiswa UGM berhasil menorehkan prestasi dari ajang International Mathematics Competition (IMC) 2018 yang dihelat dihelat di Kota Blagoevard, Bulgaria pada tanggal 22-28 Juli 2018.

Dalam kompetisi dunia tersebut, tiga mahasiswa UGM sukses membawa pulang 2 medali perunggu dan 1 penghargaan honorable mention. 

Adalah Alzimna Badril Uman dan Adryan Wiradinata yang menyumbangkan medali perak. Lalu, Resita Sri Wahyuni yang berhasil menraih penghargaan honorable mention. Ketiga mahasiswa UGM ini terpilih menjadi perwakilan Indonesia di IMC 2018 bersama enam mahasiswa dari perguruan tinggi Indonesia lainnya.

Olimpiade tahun ini diikuti sebanyak 351 peserta dari berbagai negara dunia.  Dalam ajang bergengsi ini seluruh mahasiswa dari berbagai universitas di dunia ditantang untuk menyelesaikan sejumlah persoalan terkait aljabar, analisis (real dan kompleks), geometri, dan kombinatorik.
Alzimna mengatakan keikutsertaannya dalam IMC ini merupakan untuk pertama kalinya. Dia pun mengaku bangga ketika bisa membaw apulang medali dari kompetisi dunia ini.

“Bangga bisa meraih predikat third prize dan mengharumkan nama UGM serta Indonesia di tingkat dunia,” jelasnya, (Jum’at (10/8/2018).

Kendati begitu, perasaan kecewa sempat menghinggapi Alzimna. Sebab perolehan nilai yang didapatnya hanya terpaut tiga poin untuk menyabet predikat juara dua.

“Sempat ada rasa kecewa karena tidak bisa memenuhi target saya untuk meraih second prize karna hanya mendapat 30 poin dari 33 poin cut off second prize. Namun begitu, saya tetap bersyukur sudah meraih predikat ini serta mendapat banyak sekali ilmu dan pengalaman baru,” urainya.

Keberhasilan yang diraih Alzimna dan dua rekannya tidak lepas dari usah dan kerja keras mereka dalam berlatih dan belajar menghadapai IMC. Selain itu juga dukungan dari dosen pembina UGM dan alumni IMC UGM yang telah menorehkan prestasi dalam kompetisi tahun-tahun sebelumnya serta pembinaan intensif dari Kemenritekdikti.

“Pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras dan dukungan semua pihak. Semoga dalam IMC mendatang Indonesia bisa semakin berjaya,” pungkasnya. (ika/humas-ugm/bpn)

Big Data Bantu Pengambilan Keputusan

BALIPORTALNEWS.COM – Istilah big data marak diperbincangkan masyarakat dunia dalam beberapa tahun terakhir. Big data merupakan teknologi yang memberikan pengetahuan dan biasanya digunakan untuk membantu dalam pengambilan keputusan.

“Big data memberikan pengetahuan sebagai dasar untuk membuat keputusan dan aksi selanjutnya,” kata UNESCO Chair of Analytics and Data Science, Prof.Maria Fasli, Ph.D.,NTF,FHEA., Selasa (7/8/2018) di UGM.

Hadir dalam Sharing Session Acquiring Insight from Big Data yang berlangsung di ruang SEVI Direktorat Sistem dan Sumber Daya Informasi (DSSDI) UGM, Maria mengatakan perkembangan teknologi informasi mengalami perkembangan yang begitu pesat, termasuk teknologi big data.

Penggunaan mobile phone dan internet menjadikan pertukaran informasi terjadi dengan cepat dan mudah. Bahkan tanpa disadari individu-individu saat ini dengan bebas memberikan data personalnya pada pihak ketiga melalui media sosial seperti facebook, twitter dan lainnya.

“Data-data dalam jumlah besar, bervariasi, memiliki kecepatan pertumbuhan tinggi, dan ketidak jelasan data ini merupakan karakteristik big data,” jelas Director, Intitute for Analytics and Data Science, University of Essex ini.

Maria menuturkan big data menjadi elemen penting di era saat ini. Melalui big data dapat melihat pola perilaku masyarakat. Karenanya dari teknologi big data ini banyak dijadikan sebagai dasar acuan bagi institusi ataupun perusahaan dalam merumuskan strategi serta keputusan yang memengaruhi banyak orang.

Sementara Guntur Dharma Putra, S.T., M.Sc., dosen Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik UGM dalam kesempatan itu menyampaikan tentang pemanfaatan big data untuk melakukan analisis pola perilaku masyarakat lewat media sosial dan online pada masyarakat Indonesia. Salah satunya melalui aplikasi Semantic (Social and Online Media Analytics) yang dikembangkan PT. Global Data Inspirasi yang merupakan anak perusahaan Gamatechno UGM. (ika/humas-ugm/bpn)

Keterbatasan Fisik Tak Pupuskan Niat Farouq Kuliah di UGM

BALIPORTALNEWS.COM – Bagi Mas Farouq Uz Zaman Al Qodry (18) keterbatasan fisik bukanlah menjadi penghalang untuk meraih asa dan menggapai pendidikan setinggi-tingginya.

Farouq merupakan penyandang tunadaksa yang berhasil membuktikan hal tersebut. Dia diterima masuk UGM di Prodi Kesehatan Hewan Sekolah Vokasi (SV) pada tahun ajaran 2018/2019 ini.

Sosok pria kelahiran Surabaya 1 Januari 2000 silam ini sepintas terlihat seperti remaja pada umumnya. Memiliki fisik layaknya orang normal dengan anggota tubuh lengkap. Namun sebenarnya kaki kirinya merupakan kaki palsu yang telah dipasang sejak 6 tahun silam.

“Saat kelas 6 SD saya main bola dan mengalami patah tulang kaki kiri dan pada bekas operasi tumbuh tumor ganas sehingga harus diamputasi,” ungkapnya usai mengikuti upacara pembukaan mahasiswa baru UGM 2018 di Lapangan Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Senin (6/8/2018).

Untuk mendukung aktivitas sehari-harinya, putera ke-3 dari empat bersaudara pasangan Mas Abdul Aziz Muslim dan Luthiyah ini menggunakan kruk guna menopang berat tubuhnya.

Meskipun tubuhnya tidak sempurna lagi, namun semangat Farouq untuk mengenyam pendidikan yang tinggi terus membara di dadanya. Dia bertekad untuk terus berjuang di tengah keterbatasan fisiknya agar bisa mandiri dan berhasil di masa depan.

“Berkat dorongan semua pihak, terutama keluarga saya bisa seperti ini hingga saat ini,” tutur alumnus SMA 15 Surabaya ini.

Dengan kondisi fisik yang tidak lagi sempurna Farouq tidak pernah berhenti untuk mengejar cita-citanya. Dia merasa bahagia ketika dinyatakan di terima masuk UGM lewat jalur seleksi berdasar hasil nilai tes UTUL UGM.

Ia pun berharap nantinya bisa mengikuti jalannya perkuliahan dengan lancar serta lulus tetap waktu. Mimpi Farouq kedepan adalah bisa bekerja di lembaga penelitian di bidang kesehatan hewan dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa. (ika/humas-ugm/bpn; foto:bani)

Nur Wijaya Kusuma Mahasiswa Termuda UGM Berusia 15 Tahun

BALIPORTALNEWS.COM – Nama Nur Wijaya Kusuma disebutkan dalam upacara penerimaan mahasiswa baru UGM 2018 di lapangan Grha Sabha Pramana (GSP) Senin (6/8/2018). Dia disebut karena menjadi mahasiswa termuda yang diterima masuk UGM tahun akademik 2018/2019 dalam usia 15 tahun 3 bulan 6 hari.

Wijaya, panggilan akrabnya, berasal dari Solo. Dia diterima di Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik melalui jalur SNMPTN.

Wijaya menuturkan dirinya mengikuti kelas akselerasi atau percepatan sejak bangku Sekolah Dasar (SD) hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Menjalani pendidikan SD selama 5 tahun lalu SMP 2 tahun dan SMA 2 tahun.

“Mulai SD sampai SMA saya kelas akselerasi di SD 16 Surakarta, lalu SMP 9 Surakarta, dan SMA 2 Surakarta,” ungkapnya di sela-sela upacara penerimaan mahasiswa baru UGM 2018, Senin (6/8/2018) di Lapangan GSP UGM.

Pilihan mengambil kelas akselerasi sejak pendidikan dasar bermula saat pria kelahiran 18 Mei 2003 ini berada di bangku PAUD. Kala itu ada yang memberi tahu dengan menempuh pendidikan sejak muda dengan cepat menjanjikan banyak hal yang lebih baik kedepannya.

“Saat PAUD diceritain kalau semua bisa diselesaikan dengan cepat kedepannya bisa lebih santai. Saya pun ikut kelas akselerasi dan orang tua juga mendukung,” paparnya.

Mengikuti kelas akselerasi bukanlah hal yang mudah. Di usia yang masih belia dia harus terus mempertahankan nilai agar bisa terus ada di kelas percepatan ini. Kendati begitu, ditengah padatnya jadwal sekolah dia tetap bisa bermain seperti anak-anak seusianya.

“Senin-Sabtu fokus belajar, lalu Minggunya untuk santai dan main-main,” kata Wijaya yang hobi bermain game ini.

Anak tunggal dari pasangan Sapta Kusuma Brata dan Uswatun Khasanah ini mengaku sangat senang ketika mengetahui dirinya diterima masuk di UGM. Dengan begitu dia bisa meneruskan jejak sang ayah yang juga kuliah di UGM. Sang ayah merupakan alumnus Teknik Nuklir UGM yang kini berprofesi sebagai guru SMA.

Dia tidak menyangka akan menjadi mahasiswa termuda di UGM pada tahun ajaran baru ini. Apa yang telah diraih saat ini merupakan buah kerja keras dan dukungan serta doa kedua orang tuanya.

“Saya itu sebenarnya anak biasa saja, cuma beruntung karena doa orang tua,” katanya merendah.

Kendati begitu, pria yang berdomisili di Jl. Padjajaran Timur II No.24 Sumber Solo ini sempat merasa minder saat bergaul dengan teman-temannya yang berusia lebih tua. Namun dia terus berusaha untuk meneysuaikan diri dengan lingkungannya yang baru ini.

Memilih jurusan Teknik Elektro karena menurutnya jurusan ini memiliki prospek kerja yang menjanjikan di masa depan. Diawal masuk UGM ini pun dia berharap bisa menjalani perkuliahan dengan lancar dan bisa lulus dalam waktu yang singkat.

“Targetnya lulus 3 tahun dan setelahnya masih belum kepikiran akan kerja dimana. Kalau orang tua menyarankan lanjut S2 biar tidak terlalu muda saat kerja,” pungkasnya. (ika/humas-ugm/bpn;foto:bani)

Direktur Utama Sinarmas Raih Doktor di UGM

BALIPORTALNEWS.COM – Direktur Utama PT. Sinarmas, Hartana, berhasil menyandang gelar doktor dari UGM usai menjalani ujian terbuka program doktor di Fakultas Hukum UGM, Kamis (2/8/2018).

Dalam kesempatan itu, Hartana mempertahankan disertasi berjudul Implikasi Ekspansi Perusahaan Group Terhadap Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (Studi Kasus: Sektor Pertambangan Batubara) di hadapan tim penguji. Bertindak sebagai promotor Prof. Dr. Nindyo Pramono, S.H., M.S., dan Ko-promotor Prof. Dr. Sulistiowati, S.H.,M.Hum. Memaparkan hasil penelitiannya Hartana menyebutkan pemerintah perlu membuat regulasi yang mengatur mengenai pembatasan luas maksimal kepemilikan izin usaha pertambangan (IUP) dalam satu grup perusahaan.

“Regulasi yang mengatur akan hal ini perlu dibuat untuk mewujudkan keadilan di masyarakat,” terangnya.

Pengaturan secara tegas pada ekspansi pembatasan perusahaan grup dalam penggunaan perusahaan jasa pertambangan telah ditetapkan pemerintah melalui Undang-undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Kendati begitu, kepemilikan luas lahan maksimal IUP yang dimiliki akibat ekspansi perusahaan grup tidak diatur dengan tegas dalan undang-undang ini.

Ekspansi perusahaan grup di sektor pertambangan batu bara berimplikasi pada penyalahgunaan posisi dominan dan penguasaan pasar. Oleh sebab itu, regulasi yang mengatur hal tersebut perlu disusun agar pengusahaan pertambangan batu bara tidak hanya dikuasai pengusaha bermodal besar yang jumlahnya hanya ada beberapa kelompok saja.

“Pembatasan luas maksimal bagi grup perusahaan diharapkan semua pelaku kegiatan usaha batu bara mendapatkan kesempatan berusaha yang sama dalam memanfaatkan kekayaan alam,”paparnya. (ika/humas-ugm/bpn)

Lulusan Unpad Diharapkan Bawa Manfaat

BALIPORTALNEWS.COM – Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Tri Hanggono Achmad melantik 2266 lulusan pada Wisuda Lulusan Gelombang IV Tahun Akademik 2017/2018. Pelaksanaan wisuda digelar dalam lima sesi di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Selasa (31/7/2018) hingga Kamis (2/8/2018).

Kepada para wisudawan, Rektor berpesan agar senantiasa menjaga nama baik Unpad. Wisuda bukan hanya penambahan gelar di depan atau belakang nama, namun merupakan legitimasi akademik yang dapat menambah kekuatan baru bagi para lulusan untuk dapat berkontribusi lebih baik, kuat, dan besar di masyarakat.

“Jadilah insan cerdik cendekia yang senantiasa membawa manfaat dan kemaslahatan di mana pun nanti Saudara akan berkarya sesuai dengan bidang ilmunya masing-masing,” pesan Rektor.

Selain itu, Rektor juga menyampaikan papatah kolot baheula “Geus loba pangarti nu kapimilik, pangbisa nu geus kapibanda, elmu nu geus katimu, kari diamalkeun”.

“Artinya ilmu, keterampilan, dan kemampuan telah Saudara miliki, sekarang saatnya untuk mengamalkannya di dunia nyata,” ujar Rektor.

Secara khusus, Rektor juga mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang lulus dengan predikat terbaik untuk masing-masing jenjang.

Wisudawan terbaik Program Doktor diraih oleh Muhammad Alishahdani Ibrahim dari Program Studi Ilmu Administrasi Publik, wisudawan terbaik Program Magister diraih oleh Umi Baroroh dari Program Studi Bioteknologi, wisudawan terbaik Program Spesialis diraih oleh Ulfa Yasmin dari Program Studi Kesehatan Gigi Anak.

Wisudawan terbaik Program Profesi diraih oleh Elizabeth dari Program Studi Dokter Gigi, wisudawan terbaik dari Program Sarjana diraih oleh Nadya Puspita Dewi dari Program Studi Keperawatan, dan wisudawan terbaik dari Program Diploma diraih oleh Louis Freedyana Anggryani dari Program Studi Hubungan Masyarakat.

Sementara itu, wisudawan tertua pada wisuda kali ini adalah Hermanto Dwiatmoko dari Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi dalam usia 62 tahun, dan wisudawan termuda dari Program Sarjana adalah Nimas Tika Inas Tarina dari Program Studi Farmasii dalam usia 20 tahun 1 bulan 20 hari.

Dalam pidatonya, Rektor juga mengungkapkan bahwa proses pendidikan yang ada di Unpad tidaklah hanya bertujuan untuk menghasilkan individu dengan gelar, namun pada hakikatnya menciptakan dan menghasilkan future leaders yang berperan sebagai insan abdi masyarakat pembina nusa bangsa yang mampu berkarya di berbagai sektor, memiliki keunggulan, dan bisa membawa dampak positif serta kemaslahatan untuk masyarakat dan bangsa Indonesia.

Rektor pun mengutip pernyataan Otto Scharmer dan Katrin Kaufer (2013) mengenai Theory U dalam bukunya yang berjudul Leading from The Emerging Future. Disebutkan bahwa karakter pemimpin masa depan seseorang yang mampu memiliki impact dan mengubah perspektif dari ego-system (sistem ke-aku-an) menuju eco-system (sistem ke-kita-an).

Pemimpin, seharusnya tidak hanya berupaya untuk mencapai tujuan dari kelompok atau organisasinya, namun juga harus mengarahkan pada tercapainya kesejahteraan umat manusia di seluruh dunia.

Secara spesifik, terdapat 7 kapasitas kepemimpinan utama yang diperlukan di masa yang akan datang, yaitu listening, observing, sensing, presencing, crystallizing, prototyping, danperforming.

“Berdasarkan pada Theory U di atas, tantangan bagi Unpad adalah menjadi perguruan tinggi yang memfasilitasi dan memiliki ekosistem transformatif yang memungkinkan sivitas akademika Unpad memiliki 7 kapasitas utama pemimpin masa depan tersebut, sehingga penekanannya bukan kepada leader tetapi pada leadership,” ujar Rektor. (humas-unpad/bpn)

Gubernur Pastika Jamu Peserta ISCRBM di Jayasabha

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika menjamu makan malam peserta International Seminar Of Contemporary Research On Business and Management (ISCRBM) yang diselenggarakan oleh Universitas Warmadewa, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Senin (30/7/2018) malam.

Dalam sambutan selamat datangnya, Gubernur Pastika yang didampingi sejumlah Kepala OPD di Lingkungan Pemprov Bali menyampaikan dukungannya atas penyelenggaraan ISCRBM yang digelar untuk kedua kalinya. Menurut Pastika, diangkatnya tema Challenges of Digital Distance Learning in Business Education dalam penyelenggaraan seminar ISCRBM  ini sangatlah tepat dengan situasi dan kondisi dewasa ini yang memasuki era digital. Sebagai lembaga pendidikan sudah seharusnya bisa mengkuti trend perkembangan yang ada, mengingat digitalisasi sudah merambah ke hampir semua lini kehidupan, termasuk   dunia pendidikan dan bisnis. “Perubahan dewasa ini bergerak mengikuti 3 S yaitu Speed, Surprise dan Sudden Shift, perubahan yang terjadi saat ini sangat luar biasa. Ini akan menjadi tantangan bagi kita semua untuk bersiap diri menghadapinya, “ imbuhnya.

Terkait pelaksanaan ISCRBM, Pastika berharap dengan vibrasi dari alam Bali diharapkan pelaksanaan seminar akan berjalan lancar dan akan menghasilkan keputusan-keputusan maupun solusi yang tepat dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi dewasa ini khususnya yang terkait dengan bisnis dan perdagangan dan manajemen.

Sementara itu, Rektor Universitas Warmadewa Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E, Sp.ParK dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas dukungan penuh dari Pemprov Bali dalam penyelenggaraan seminar ini. Seminar yang akan dibuka pada tanggal 31 Juli 2018 ini diikuti sekitar 250 peserta yang tergabung dalam Ikatan Profesi Magister Manajemen dari 67 Perguruan tinggi negeri dan swasta se Indonesia, serta perguruan tinggi di kawasan Asia seperti Thailand, Taiwan dan Timor Leste. Dalam seminar ini akan dibahas  berbagai tantangan yang akan dihadapi akademisi kedepannya, disamping itu seminar ini juga menjadi ajang bagi para akademisi untuk  memberi masukan, mempresentasikan temuan dari research yang nantinya akan membawa implikasi bagi bidang manajemen. (humas-bali/bpn)

Empat Mahasiswa UGM Raih Beasiswa Belajar Biologi Kelautan di Jepang

BALIPORTALNEWS.COM – Empat mahasiswa UGM berhasil lolos mendapatkan beasiswa International Summer Course (ISC) 2018 di Nagoya University, Jepang.

Mereka terpilih mengikuti kursus singkat musim panas terkait biologi kelautan di Nagoya University selama lima hari dari tanggal 13-17 Juli 2018.

Keempat mahasiswa itu adalah Basith Kuncoro Adji (Biologi 2014), Anggun Cinditya Putri (Biologi 2015), Putri Eky Pratiwi (Perikanan 2014), dan Surono Dwi Saputra (Pascasarjana Bioteknologi 2017).

Selain mereka, kegiatan ini juga diikuti 9 mahasiswa program sarjana dan pascasarjana dari beberapa negara dunia. Beberapa diantaranya seperti Jepang, Vietnam, Singapura, India, Mongolia, Norwegia, Perancis, Filipina, serta Amerika Serikat.

Anggun menyebutkan dalam kegiatan summmer course seluruh partisipan berkesempatan untuk melakukan eksplorasi zona intertidal di Pulau Sugashima guna mencuplik sampel invertebrata laut. Selanjutnya digunakan sebagai bahan untuk belajar taksonomi dasar.

“Para peserta juga berkesempatan untuk mempelajari proses fertilisasi sekaligus mengamati perkembangan awal dari kelompok hewan Echinodermata dan Ascidians,”paparnya, Selasa (31/7/2018) di UGM.

Selain itu, para mahasiswa diperkenalkan dan mempraktikkan secara langsung analisis filogeni molekuler, teknik genome editing menggunakan TALEN, serta analisis proteomik termutakhir dalam Biologi Kelautan. Materi tersebut disampaikan oleh Professor dan Direktur Sugashima MBL, yaitu Prof. Hitoshi Sawada, didampingi oleh instruktur lainnya seperti Dr. Lauren Stefaniak, Dr. Maki Shirae-Kurabayashi, dan Dr. Yukinobu Isowa.

Dekan Fakultas Biologi UGM mengatakan bahwa program ISC merupakan salah satu bentuk kerja sama antara Fakultas Biologi UGM dengan Nagoya University yang telah berjalan selama 4 tahun terakhir. Melalui kegiatan ini para mahasiswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam riset Biologi Kelautan, memperluas jaringan dan relasi di level internasional, serta berkesempatan untuk saling mengenal budaya dari berbagai negara.

Tidak hanya itu, Budi berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan dan kerjasama antara Fakultas Biologi UGM dan Nagoya University, serta memungkinkan terwujudnya kolaborasi riset di masa yang akan datang. (ika/humas-ugm/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan