30 C
Denpasar
Sabtu, 20 Oktober 2018

Sambut PKB 2017, Badung Siapkan Tarian Surfing dan Makotek

BALIPORTALNEWS.COM, BALI – Sebanyak 500 seniman asal kabupaten Badung, Bali, ikut ambil bagian memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) yang akan berlangsung sebulan penuh, 10 Juni hingga 8 Juli 2017. “Ini adalah pesta kesenian yang terbesar, paling lama, paling konsisten di Bali,” kata Menpar Arief Yahya dilansir dari laman resmi Kementerian Pariwisata RI.

Kepala Dinas Pariwisata Bali AA Gede Yuniartha Putra mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kebudataan Kabupaten Badung yang dipimpin oleh Ida Bagus Anom Bhasma bahwa Badung akan menyambut PKB 2017 dengan semangat tinggi.

“Mereka mempersiapkan 500 seniman untuk menyambut PKB dengan menyuguhkan dua jenis kesenian, ini akan menjadi daya tarik tersendiri di ajang PKB 2017 nanti,” ujar pria yang biasa disapa Agung itu.

Lebih lanjut Kadis menambahkan, Badung akan menebarkan pesona dengan menggelar kesenian pertama yakni tarian surfing dari Desa Legian dan Mekotek yang telah menjadi ciri khas daerah tersebut.

”Kami tentu berharap ini mampu memukau pengunjung dan wisatawan yang hadir dalam acara PKB yang berlangsung di Taman Budaya Denpasar. Ini adalah kesenian spesial yang berkaitan dengan air yang akan ditampilkan dalam pawai pembukaan,” katanya.

Sementara untuk Mekotek, imbuh Agung, kesenian yang berasal dari Desa Munggu ini sudah diakui sebagai warisan budaya tak benda bahkan Agung percaya bisa didaftarkan ke Unesco.

Sekadar informasi, Mekotek salah satu tradisi tolak bala dari Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung, akan di tampilkan dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) 2017. Mekotek merupakan warisan leluhur yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali pada Sabtu Kliwon Kuningan tepat di hari raya Kuningan.

Seperti diketahui, PKB 2017 akan dilaksankan selama sebulan penuh dan akan banyak kesenian yang akan ditampilkan. Sekadar informasi, perhelatan tahunan PKB 2016 yang lalu, Pemkab Badung melibatkan sedikitnya ada sekitar 3000 orang seniman.

Pihaknya juga menampilkan seni rekonstruksi yakni Arja Cupak Gerantang dari Banjar Blumbang, desa Penarungan Mengwi. Kata dia, seni Arja Cupak ini sempat berjaya dimasanya, namun seiringan perjalanan waktu Arja ini sempat redup.

Pihaknya berharap, seluruh seniman yang terlibat dapat memberikan hasil yang baik dengan memberikan penampilan yang maksimal. “Kami memberikan apresiasi kepada semua seniman yang akan tampil di ajang PKB, semoga memberikan yang maksimal dan menujukan kreativitasnya,” pungkasnya.

Agung mengatakan, biasanya perhelatan PKB 2017 akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo bersama dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Pesta kesenian ini diikuti sembilan kabupaten kota se-Bali serta daerah sekitarnya seperti Banyuwangi (Jawa Timur) dan Nusa Tenggara Timur.

Agung menyebutkan Bali merupakan pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia yang paling strategis. Sedikitnya 40 persen dari seluruh wisman masuk via Bali, 30 persen via Jakarta dan 20 persen via Kepulauan Riau.

Pria berbadan kekar itu juga menambahkan dalam PKB, ada banyak kegiatan yang bakal disajikan untuk menarik minat wisman maupun wisatawan nusantara (wisnus).

Agung juga menjelaskan kegiatan ini adalah bagian dari usaha menjaga peradaban Bali. PKB merupakan wadah penggalian, pelestarian, dan pengembangan seni budaya Bali.

“Kekuatan Bali sebagai destinasi wisata adalah budaya. Kalau tidak dipertahankan, dikembangkan, dilestarikan, ini akan bahaya buat masa depan Bali. Kami ingin para pelaku seni yang ada di Bali selalu berinovasi dan selalu memberikan kreatifitas-kreatifitas terbaik yang mereka miliki,” tambah Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Dalam acara yang berlangsung selama sebulan tersebut, pengunjung dapat menyaksikan teater Bali modern, festival kuliner khas daerah maupun makanan ringan, pertunjukan musik, serta tari-tarian kontemporer. (r/bpn)

Wisatawan Biar Adem, Kota Lama Dihijaukan dengan 40 Pohon Pule

BALIPORTALNEWS.COM, SEMARANG – Greget Menpar Arief Yahya  mendorong Kota Lama Semarang menjadi warisan budaya dunia (word haritage) direspons khusus Pemkot Semarang. Melalui Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L), Pemkot Semarang telah menanam 40 batang pohon jenis Puli, Minggu (21/5/2017).

Langkah ini untuk membuat kawasan tertua di kota Lunpia itu menjadi lebih hijau dan asri. Sehingga satu tahun ke depan akan terlihat sejuk dan  rindang.  “Hal ini setelah Pemkot Semarang mereboisasi Jalan Letjend Suprapto yang membelah Kota Lama dengan menanam sekitar 40 batang pohon jenis Pule,” kata Ketua BPK2L, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Hevearita yang juga Wakil Walikota perempuan ini menyampaikan, penanaman dilakukan hanya pada titik tertentu sebagai upaya menghindari kerusakan jika pohon nantinya tumbuh besar. Penanaman bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

“Diharapkan dalam dua minggu pohon tersebut sudah mulai tumbuh daunnya. Sehingga akan tampak hijau royo-royo tak gersang,” katanya.

Penanaman pohon Pule sebagai upaya kembali menghidupkan Kota Lama Semarang, menyusul pavingisasi dan penentuan larangan kendaraan umum masuk seperti di Jalan Kepodang.

“Wisatawan akan betah berlama-lama jika nanti sudah terlihat rindang jalanannya, sembari menunggu dana hibah dari propinsi kita lakukan perlahan apa yang bisa dikerjakan dulu,” ujarnya.

Ke depan, menurut Ita, sapaannya, selain penanaman pohon, di Jalan Letjend Suprapto juga akan ditutup. Penutupan masih menunggu pembangunan satu kantong parkir sebagai fasilitas bagi beberapa bangunan kantor dan warung agar akses tak terganggu.

Salah satu pengunjung, Steve Kusuma, mengaku senang dengan penanaman pohon Pule di Jalan Letjend Suprapto. Dia berharap pohon tersebut dapat dirawat dan bermanfaat untuk membuat lebih sejuk kawasan Kota Lama.

“Jika rindang dan teduh apalagi nanti informasinya akan ditutup akses kendaraan di Jalan Letjend Suprapto maka akan terlihat asri layaknya bangunan di luar negeri dengan gedung kuno,” katanya.

Pohon pule bisa tumbuh di seluruh nusantara meskipun semakin jarang ditemui karena populasinya langka.  Namanya pule alias Alstonia scholaris. Tanaman yang dikenal juga dengan nama pulai ini kerap ditemukan di dataran rendah sampai ketinggian 900 mdpl.

Pohon pule berdaun rindang bisa tumbuh sampai ketinggian 15 meter lebih  Batangnya lurus diameternya mencapai 60 cm, berkayu, dan percabangan menggarpu. Kulit batang rapuh, rasanya sangat pahit, bergetah putih. Kulit pule bisa diolah menjadi obat herbal. Kulit dan daunya bisa dikeringkan lalu dijemur dan ditumbuk menjadi obat malaria.

Saa ini Kota Lama Semarang tengah disiapkan menjadi tujuan wisata unggulan. Penyiapan dilakukan dengan melakukan perbaikan pada gedung-gedung cagar budaya yang berada di kawasan Kota Lama. Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang menyiapkan Rp 66 miliar dari APBD untuk perbaikan menyeluruh tahun 2017.

Diharapkan “little Netherland” tersebut bisa menjadi salah satu destinasi wisata unggulan. Menteri Pariwisata Arief Yahya mendukung daerah seperti Kota Semarang untuk membangun Kota Lamanya lebih serius. Infrastruktur seperti drainage, jalan, listrik, dan telekomunikasi itu penting diutamakan.

Selasa-Rabu, 23-24 Mei 2017 lalu tim Pengembangan Pemasaran Mancanegara Wilayah Asean menggelar bimtek sinkronisasi pasar Asean dengan para Kadispar se Jawa Tengah dan asosiasi, seperti PHRI, Asita, BPPD, dan lainnya di Hotel Aston Semarang.

“Kota Lama Semarang ini banyak cerita, banyak sejarah, juga banyak legenda, yang bisa menjadi storyline yang bagus. Semua penuh cerita, karena pariwisata itu adalah cerita, apa yang bisa diceritakan kembali ke publik,” papar Rizky Handayani Asdep Pengembangan Pemasaran Asean Kemenpar.

Dia memaparkan karakter dan detail originasi Asean. Seperti Singapore, Malaysia, Filipina dan Vietnam. Empat kawasan yang dianggap punya potensi besar untuk digarap. “Itu yang dimatchingkan dengan ketersediaan atraksi di destinasi, agar promosinya makin pas,” kata Rizky Handayani. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Ramadhan Jazz Festival 2017 Kembali Digelar 9-10 Juni 2017

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Menyambut Pesona Ramadan 2017, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerjasama dengan Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA), WartaJazz siap menggelar acara Ramadan Jazz Festival 2017 (RJF) yang akan dilaksanakan di Plaza Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta pada tanggal 9 hingga 10 Juni 2017.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti mengapresiasi gelaran Ramadan Jazz Festiva. Kata Esthy, acara tersebut sangat bagus karena sebagai upaya untuk memanjakan wisatawan ke Jakarta disaat bulan suci Ramadan.

“Ini juga sudah menjadi kalender tahunan, dan juga banyak pengemarnya dari luar negri terutama negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Ini harus dipromosikan dengan baik,”ujar Esthy.

Menurut Esthy, RJF 2017 memang belum setenar Java Jazz Festival yang sudah mendunia. Pamornya belum sedahsyat New Orleans Jazz di Amerika Serikat. Namun, soal kemasan RJF 2017 tak kalah glamornya.

“RJF kali ini merupakan sebuah program Jazz yang memperkaya khasanah musik (jazz) dunia. Dalam acara Ramadhan Jazz Festival tahun ini ditargetkan, akan mendatangkan lebih banyak partisipan dan pengunjung serta dihadiri oleh tokoh- tokoh ternama, baik dari pengisi acara, tokoh politik, masyarakat, serta duta besar dari negara- negara sahabat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Ramadhan Jazz Festival 2017 Derisman Nugraha mengatakan, bahwa sebelum acara utama, akan digelar beberapa rangkaian acara bertajuk Youth Creative Exhibition yang bertempat di Taman Menteng pada 3 Juni 2017.

“Selama acara berlangsung akan ada audisi band, Tari Saman dan pameran seni yang nantinya ditampilkan pada acara utama. Selain itu akan ada pula remaja masjid yang peduli terhadap pendidikan dan isu sosial. Sambi melihat musik festival ini juga mampu menciptakan wadah untuk menunjang sarana dan prasarana demi terciptanya pendidikan yang baik di bulan yang suci ini,” ucapnya.

RJF 2017 ini sebagai upaya untuk meramaikan bulan Ramadan dengan kegiatan sosial yang bersifat edukatif. Selain kegiatan sosial yang dikemas dengan festival musik, Ramadan Jazz Festival juga tak melupakan unsur dakwah di dalamnya. “Terdapat rasa kepuasan yang berbeda setiap menjalankan Ramadhan Jazz Festival ini setiap tahunnya. Saya banyak belajar dari sini dan merasakan bahwa pertolongan Allah SWT itu nyata,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi umat muslim, dan bagi gelaran Ramadan Jazz Festival 2017 selamat menggelar acara festival tersebut.

Menpar Arief meyakini jumlah wisatawan khususnya wisatawan muslim akan banyak datang ke Indonesia saat Ramadan nanti. Dia berharap setiap destinasi juga sudah menyusun sejumlah agenda dan festival selama Ramadan.

“Indonesia menjadi negara kedua terbaik sebagai destinasi Ramadan. Apalagi tahun ini Ramadan jatuh pada bulan Mei-Juni di mana negara Timur Tengah sedang dilanda suhu panas 40-50 derajat celcius. Kalau bicara negara Timur Tengah di sana sedang panas dan di luar kadang-kadang siangnya 18 jam. Kalau ke Indonesia kan bisa lebih nyaman, jadi selamat datang di Indonesia,” ujar pria asli Banyuwangi itu. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan