29 C
Denpasar
Jumat, 19 Oktober 2018

Menpar Arief Yahya Bakal Tetapkan Jember Jadi Kota Karnaval

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pariwisata Arief Yahya melihat Jember Fashion Carnaval (JFC) 2017 sudah sangat eksis di nasional, dan layak dipromosikan ke global level. Karena itu, menjelang JFC 2017 pada 9-13 Agustus nanti, Jember bakal ditetapkan sebagai Kota Karnaval. “Sudah 16 tahun JFC 2017 menginspirasi banyak karnaval di tanah air,” kata Menteri Arief Yahya.

Karena itu, Menpar Arief akan mengeluarkan SK –-Surat Keputusan—untuk mengangkat Jember go international. Dari sisi cultural value, kreativitas JFC itu sudah layak dijadikan magnit untuk mendatangkan wisatawan mancanegara. “Semua orang mengakui, Jember Fashion Carnaval itu berkelas dunia!” aku Arief Yahya.

Hanya saja, commercial value-nya atau financial value-nya masih belum terlalu menarik. Belum bisa dikapitalisasi dengan baik. Dengan menaikkan status, menjadi event dunia, berstandar international, ini akan mengkat JFC dan Kota Jember itu sendiri,” jelas dia.

Menteri Arief menyebut, semangat yang harus dijaga adalah “Indonesia Incorporated.” Bangsa ini harus bersatu, mensinergikan seluruh kekuatan, memperkuat semua lini.

“Begitupun di Jember Fashion Carnaval. Jika ingin bersaing di level global harus menyatukan langkah menuju satu cita-cita. Karenanya Kota Jember harus diset menjadi Kota Karnaval,” kata Menpar Arief Yahya saat menemui panitia penyelenggara JFC 2017 di Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenpar, Jakarta, Senin (5/6/2017).

Kemasan acaranya, fasilitasnya harus berstandar dunia, tidak lagi terkotak-kotak oleh birokrasi yang sempit. Bagi Arief Yahya, hal itu perlu dilakukan lantaran cultural value Indonesia sudah terkenal hingga ke seluruh dunia.

“Kreasi kostum karnaval Indonesia memang bagus-bagus. Dari Jember Carnaval, Banyuwangi Ethno Carnaval, Malang Carnival, Batik Solo Carnaval, nama-namanya sudah mendunia. Jadi persiapannya harus sungguh-sungguh,” ujar Menpar Arief Yahya.

Jika dipetakan, lanjut Menpar Arief Yahya, daya tarik industri pariwisata Tanah Air bersumber pada 60% budaya, 35% alam, dan 5% meetings, incentives, conferences, and exhibitions (MICE). Festival ini, ungkapnya, secara tidak langsung juga bisa membangkitkan gairah MICE di Jember.

“Jika dihubungkan dengan airlines, Jember sudah sukses menjadi bandara perantara. Jumlah hotel baru sudah ada sekitar 35 unit. Selanjutnya, Jember perlu mengembangkan destinasi-destinasi lainnya karena dunia sudah mengenal JFC. Agustus selalu ramai sekali, lalu kembali sepi sehingga JFC perlu menyiasati untuk menjual paket-paket wisata lainnya,” jelas pria asal Banyuwangi ini.

Presiden JFC Dynand Fariz mengapresiasi usulan Menpar Arief Yahya yang akan menjadikan Kota Jember menjadi Kota Karnaval. Menurutnya, menyandang nama Kota Karnaval akan menjadikan Kota Jember lebih kreatif dan lebih bersemangat dalam bersaing di skala internasional.

“Karenanya perhelatan berskala international yang memasuki tahun ke-16 ini mengusung tema ‘Victory’  yang artinya kemenangan. Alasan diangkatnya tema ini tidak lain karena di umur 16 tahun, telah menorehkan banyak kemenangan di tingkat dunia,” jelas Dynand.

Prestasi JFC memang cukup mentereng, seperti Best National Costume Miss International 2014 di Tokyo, Jepang, Best National Costume Miss Supranational 2014 di Warsawa, Polandia, Best National Costume Miss Universe 2014 di Florida, USA Best National Costume Miss Supranational 2015 di Warsawa, Polandia, Best National Costume Miss Grand International 2016 di Las Vegas Amerika Serikat dan Best National Costume Miss Tourism International 2016 di Malaysia.

Bahkan, sebagai kiblat fashion art wear JFC hanya kalah dengan Notting Hill (USA) dan (Reunion) France pada International Carnaval de Victoria 2016” di Seychelles-Afrika.

“Banyak sekali yang sudah kami raih, kurang lebih ada sekitar 12-13 penghargaan dan itu semua dari best and best kami ambil jadi tema untuk inspirasi tahun ini,” ujar Dynand.

Dynand mengungkapkan, tiap perhelatan JFC selalu menyedot perhatian wisatawan asing. Bahkan para kontestan dengan wajah ceria dan penuh kreasi di catwalk jalanan kerap menjadi daya tarik media asing untuk meliput.

Jumlah media, fotografer, dan pecinta hobi fotografi yang mendaftar untuk melakukan peliputan JFC tahun ini sudah mencapai ratusan. pada JFC tahun 2015 sebanyak 3.711 fotografer baik domestik maupun mancanegara. Meningkat dari tahun 2014 sebanyak 3.073 media dan fotografer dalam dan luar negeri.

“JFC selalu bisa menarik banyak media untuk meliput, termasuk media asing yang sangat banyak. Yang pasti atmosfer festival ini tak kalah dengan Rio Carnival, Rio de Janeiro, Brazil dan Oktoberfest di Munchen, Jerman,” pungkasnya.

Sementara, Artis dan anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur IV Jember-Lumajang, Anang Hermansyah yang turut hadir dalam pertemuan itu, menginginkan agar perhatian publik nasional maupun internasional bisa mengarah ke Jember Fashion Carnaval. Dengan demikian pengaruh JFC terhadap kehidupan ekonomi di Jember lebih menyeluruh.

“Tapi bagaimana ini dikembangkan, sebelum dan setelah karnaval. Pemerintah ingin agar warga berkembang di daerah masing-masing. Nantinya dari sana, nama mereka bisa dibawa hingga tingkat nasional dan internasional,” terang Anang Hermansyah yang tahun kemarin bersama keluarga turut meramaikan JFC 2016.

Anang merencanakan membuat pameran ekonomi kreatif Jember. Warga Jember dimintanya tak putus asa memunculkan potensi kreatif. Dan Pemda setempat harus membuat peta jalan yang konkret terkait penyelenggaraan JFC ini agar disinergikan dengan sektor lainnya seperti kuliner, UMKM, pariwisata, pendidikan, pertanian dan sektor unggulan lainnya.

“Saya angkat topi atas dedikasi Dynand Fariz dan tim penyelenggara JFC yang menghadirkan tontonan yang berkualitas dan secara konkret mengangkat Jember di pentas dunia. Saya membayangkan, makanan dan buah-buahan yang disajikan di JFC adalah seluruhnya produk lokal Jember. Selain itu, souvenir bagi pengunjung JFC adalah produk UKM dari Jember,” tuturnya.

Hal serupa juga diungkapkan Abde Slank yang juga ingin mempromosikan Jember ke level dunia. Dan JFC 2017 itu bisa menjadi pengungkit yang ampuh. Sebagai atraksi, carnival itu sudah eksi. “Sayang sekali kalau Carnaval sebagus itu tidak dipromosikan dengan optimal di semua channel media,” kata Abde. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Yuk, Ikutan Voting Anugerah Pesona Indonesia 2017

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Pariwisata RI bekerjasama dengan laman www.ayojalanjalan.com kembali mengajak masyarakat untuk aktif memilih nominator destinasi terbaik Indonesia. Pilihan public melalui online itu akan diapresiasi dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) II 2017. Meskipun belum 100% sempurna, penyelenggaraan yang kedua tahun 2017 ini sudah melalui proses penyempurnaan.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara (Deputi BP3N) Kemenpar, Esthy Reko Astuti, hal yang diperbaiki antara lain memperbanyak kategori. Tahun lalu hanya 10, tahun ini menjadi 15 kategori.

“Lalu menambah fasilitas akses untuk memudahkan masyarakat melakukan vote, memberikan kesempatan luas kepada seluruh Pemda (Pemprov/Pemkot/Pemkab) untuk menyampaikan usulan nominasi yang akan disertakan dalam ajang tersebut,” kata Deputi Esthy.

Menurut Esthy, penyempurnaan ajang API II itu sangat penting untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap pariwisata nusantara. Juga mendorong Pemda agar semakin rajin dan agresif mempromosikan destinasinya.

“Tahun ini ada reward istimewa untuk destinasi yang berhasil membangun, mempromosikan, memajukan pariwisata di daerahnya. Silakan voter via website ayojalanjalan.com. Siapapun boleh memilih destinasi ataupun obyek wisata yang terbaik ataupun terpopuler menurut pendapat masing-masing individu. Tua-muda, laki laki-lakinya,, wisman-wisnus, semua boleh berpartisipasi,” papar Esthy Reko Astuti.

Pilihannya ada 15 kategori. Dan seluruh kategori yang disajikan adalah hasil seleksi ketat dari data wisata, kuliner, atraksi wisata maupun festival budaya yang selama ini sangat populer di Indonesia.

Khusus edisi 2017, kategori baru yang ditambahkan adalah Kampung Adat Terpopuler (Most Popular Traditional Village), Minuman Tradisional Terpopuler (Most Popular Traditional Drink), Obyek Wisata Belanja Terpopuler (Most Popular Shopping Spot), Obyek Wisata Unik Terpopuler (Most Popular Unique Tourism Spot), Promosi Pariwisata Digital Terpopuler (Most Popular Tourism Digital Promotion).

“Setiap satu email hanya berlaku satu voting. Jadi kalau sudah memasukkan email, lantas kembali memasukan email untuk voting selanjutnya, jelas akan ditolak secara otomatis oleh aplikasi itu,” jelasnya.

Menurut panitia penyelenggara, kegiatan API 2017 dimulai dengan pemungutan suara (voting) yang berlangsung dari bulan Juni 2017 hingga Oktober 2017. Lalu pemberian penghargaan pada Malam Penghargaan Anugerah Pesona Indonesia 2017, November 2017.

Selanjutnya dilakukan evaluasi dalam Post Event dan Persiapan API 2018 pada November 2017 – Januari 2018. Dalam pelaksanaan pemungutan suara (vote) tahun ini dilakukan penambahan akses, bila sebelumnya hanya bisa dilakukan melalui web vote secara online saat ini dibuka melalui cara SMS premium berbayar.

“Saat ini pemungutan suara sudah dibuka, seluruh masyarakat dipersilahkan untuk memberikan suara dukungan terhadap pariwisata kebanggaannya melalui website www.anugerahpesonaindonesia.com ataupun dengan mengirimkan pesan SMS premium berbayar ke nomor 99386, dengan mengetik sesuai keyword nominasi pilihannya,” kata Ketua Penyelenggara API 2017 Nanda Satria Azwar dari situs www.ayojalanjalan.com.

Pada ajang API 2016 tahun lalu berhasil menjaring sebanyak 53.097 voter di antaranya berasal dari mancanegara  sebanyak 4.331 voters atau 8 persen.  Para voter memilih spot wisata di Tanah Air yang terbagi dalam 10 kategori.
“Panitia penyelenggara juga melibatkan berbagai pihak yang terlibat dalam Bidang Pariwisata seperti Asosiasi Pariwisata, Jurnalis Pariwisata, Blogger, Pengamat/Pelaku Pariwisata bahkan dari Kementerian Pariwisata sendiri untuk menjadi Tim Perumus, yang melakukan perumusan dan seleksi terhadap seluruh usulan nominasi yang masuk,” ujarnya.

Perubahan juga terlihat dari sistem pemungutan suara. Bila sebelumnya hanya bisa dilakukan melalui web vote secara online di http://ayojalanjalan.com/vote/ saat ini sudah dibuka voting melalui SMS premium berbayar.

Periode voting dibuka pada tanggal 1 Juni 2017 sampai dengan 31 Oktober 2017. “Kemudian rangkaian kegiatan API 2017 akan ditutup dengan penyelenggaraan Malam Penghargaan yang akan dilaksanakan pada bulan November 2017,” ujar Nanda.

Menpar Arief Yahya menghargai peran swasta yang membuat award untuk destinasi wisata terbaik versi public, melalui media online. “Silakan saja. Semakin banyak melibatkan public, dalam membuat penilaian destinasi, maka akan memacu destinasi untuk menjaga dan membangun reputasinya menjadi yang terbaik,” kata Arief Yahya.. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Gambar Derawan di Pecahan Rp 20 Ribu, Bikin Berau Kebanjiran Wisatawan

BALIPORTALNEWS.COM, DERAWAN – Keputusan Bank Indonesia menampilkan gambar Kepulauan Derawan pada pecahan Rp 20 ribu memberi berkah bagi Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Kepulauan Derawan terus diserbu wisatawan lokal maupun mancanegara sejak gambarnya mejeng di rupiah emisi 2016.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau Mappasikra Mappaseleng mengatakan, destinasi wisata bahari Derawan makin kondang. Menurut Mappasikra, tingkat kunjungan wisatawan, terutama pada hari libur terus menunjukkan peningkatan.

Karena itu, pihaknya mengapresiasi Bank Indonesia yang telah memasukkan Derawan sebagai ilustrasi uang pecahan Rp 20 ribu.
“Munculnya Derawan di lembaran uang rupiah ini berperan mendorong pariwisata Berau,” terang Mappasikra beberapa waktu lalu.

Klaim Mappasikra sudah ada buktinya. Sebanyak 50 wisatawan asal Tiongkok, Jepang, Prancis, dan Hong Kong menjelajahi keindahan destinasi wisata di Derawan selama sepekan sejak 22 Mei lalu. Mereka mengikuti trip ke pulau-pulau di Derawan menggunakan kapal pesiar White Manta.

Sampai akhir Agustus nanti juga ada trip menggunakan kapal pesiar setiap sepuluh hari.
Di sisi lain, Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi mengatakan, pihaknya memiliki banyak alasan mencantumkan Derawan sebagai ilustrasi dalam pecahan uang Rp 20 ribu.

Menurut Rosmaya, BI menyadari bahwa saat ini sangat susah menggantungkan perekonomian melalui eksploitasi sumber daya alam (SDA).
Karena itu, pariwisata harus digenjot untuk mendongkrak perekonomian daerah maupun nasional.

“Kita tidak boleh terpaku pada pertambangan. Kita punya objek-objek wisata yang hebat sekali seperti Pulau Derawan, Maratua, Kakaban dan Sangalaki,” ujar Rosmaya. Potensi wisata itu, sambung Rosmaya, berpeluang menjadi penyumbang utama untuk Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Berau dan Kaltim.

Syaratnya, semua pihak harus bahu-membahu mengelola potensi wisata itu dengan maksimal.
“Selama ini, PDRB wilayah Kaltim, termasuk Berau mayoritas dari sektor pertambangan. Saat harga batu bara anjlok, dampaknya seperti yang kita rasakan sekarang,” ucapnya.

Di sisi lain, Rosmaya meminta Pemkab Berau dan Pemprov Kaltim terus membenahi infastaruktur pariwisata. “Supaya (wisatawan) mudah datang, aksesibilitas perlu diperbaiki. Bandara dan pelabuhan di Maratua adalah sinyal untuk mengundang wisatawan,” kata Rosmaya.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, Derawan adalah destinasi wisata bahari yang menawan di Kaltim. Untuk mengembangkan destinasi, perlu rumus 3A, Atraksi, Akses, Amenitas. “Derawan itu punya atraksi hebat, tetapi akses menuju ke sana masih sangat terbatas. Amenitasnya juga terbatas,” kata Arief Yahya. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Homestay Kampung Warna – Warni Bejalen Bangkitkan Ekonomi Warga

BALIPORTALNEWS.COM, SEMARANG – Heboh “Kampung Warna-Warni Kaliwerno Bejalen” Ambarawa, kabupaten Semarang, ibarat durian runtuh bagi sedikitnya 10 homestay yang adi wilayah itu. Sejak April Desa Wisata tersebut membuat spot warna-warni, homestay di sepanjang sungai Bejalen itu panen tamu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya gembira dengan perkembangan homestay desa wisata yang terus menggeliar. Homestay memang menjadi prioritas utama, Kemenpar, setelah Go Digital dan Air Connectivity. “Target kami terbangun 100 ribu homestay di 2019,” ujar Menpar Arief yang dikerjakan secara teknis oleh Tim Percepatan Homestay di bawah koordinasi Pokja 10 Bali Baru.

Tahun ini, 2017 ditargetkan 20.000 homestay, yang akan dikerjasamakan dengan Kementerian Desa dan Kementerian PUPR. Juli sampai Desember 2017, masih 6 bulan lagi. Menpar Arief akan mereview sampai di mana perkembangan homestay. Hal itu sudah ditegaskan di Rakornas Pariwisata II/2017, di Hotel Bidakara 18-19 Mei 2017 lalu.

“Tahun depan lebih banyak lagi, 30.000 homestay dan tahun 2019 diproyeksikan 50.000 homestay,” kata Arief Yahya.
Meski belum sebanyak di Jogja dan Borobudur Magelang, setidaknya mulai berdatangan para tamu dari luar kota. “Kami berterimakasih dengan mulai dikenalnya kampung warna warni Bejalen. Akhirnya mulai banyak tamu yang datang,” kata Rini, pemilik homestay Bu Rini yang mengelola rumah inap ini bersama suaminya, Agus Susilo.

Sejak Kaliwerno RW 3 dipoles dengan warna -warni berikut rumah-rumah kampung di sebelahnya, Rini bersama suaminya membangun separo rumahnya. Melihat makin banyaknya tamu yang datang, mereka menangkap peluang. Dengan modal keluarga merenovasi rumahnya di RT 7/RW 3 itu menjadi homestay. Setelah siap huni didata Dinas Pariwisata kabupaten dengan nama “Homestay Bu Rini”.

Wanita 46 tahun itu menceritakan, setelah ada beberapa tamu yang menginap otomatis penghasilan suaminya sebagai peternak ayam bertambah. Meski belum bisa rutin, setiap tamu datang bisa ada tambahan sekitar Rp 1 juta kotor.

“Bersihnya paling separo karena masih dipotong biaya listrik, cuci, masak, mandi sampai setrika,”jelas wanita yang juga pengurus Ekonomi Mikro BUMDes Desa Bejalen ini.
Rumahnya seluas 200 m2 itu kini terbelah dua. Separo untuk homestay sisanya untuk dapur yang jika ada tamu berubah fungsi menjadi ruang keluarga.

Homestay Bu Rini ada 3 kamar dengan kapasitas 7 orang. Dengan tarif Rp 75 ribu per orang. Fasilitas makan sekali, kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, listrik dll. Supaya menarik dirinya menyediakan menu makan nasi dengan sayur dan camilan ala desa. Kadang sayur lodeh tewel, kacang, singkong rebus/goreng pisang godok hingga tales.

Mereka malah habis banyak jika menunya ala desa. Belum lama ini pihaknya kedatangan tamu 15  rombongan Mas dan Mbak kapupaten Semarang didampingi Dinas Pariwisata selama dua hari, 20-22 April. Juga dari rombongan komunitas fotografi DeFragma sekitar 10 orang selama dua hari bulan Maret.

Mereka harus menginap karena berburu foto di sore dan malam hari. “Rencana bulan Juli ini juga ada rombongan Romo yang mau menginap,”tambah ibu dua putra yang nomer kontak homestay nya 085740057978 itu.

Begitupun yang dirasakan Ny Hartati, pemilik rumah singgah pinggir sungai Kaliwerno di RT 6/RW 3 Bejalen Timur ini. Meski rumahnya tidak menyewakan kamar, belakangan selalu saja ada tamu yang menginap. Mereka umumnya rombongan anak sekolah dan mahasiswa KKN.

“Kami tidak bisa disebut homestay karena tidak menyewakan kamar. Yang menginap di rumah kami gratis, hanya membayar makan sekali Rp 30 ribu per orang,” jelas janda yang tinggal sendiri karena anak semata wayangnya sudah berkeluarga di luar kota itu.

Rumah wanita 65 tahun ini juga sudah empat kali jadi langganan mampir bupati jika ada kunjungan. Meski pendapatan belum material pihaknya senang ada tambahan kegiatan. Ada 2 kamar siap menampung 4 orang yang dia siapkan cuma-cuma untuk tamu. “Kalau ada tamu yang masak saya sendiri. Fasilitas nginap juga swadaya sendiri,” ujarnya.

Pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Bejalen, Rivian Aprianto mewakili ketuanya Anjareka menjelaskan, dari 10 homestay yang ada sebenarnya ada yang eksi sejak lama. Sebab sebelum sungai Kaliwerno Bejalen dicat warna-warni sudah ada beberapa homestay. Sebelumnya Desa Bejalen memang sudah dipilih menjado Desa Wisata. Sehingga dari awal sudah ada rombongan life in alias menginap di desanya.

“Sekarang saya bersama 30 anak desa ikut menjaga parkir. Lumayan kalau Minggu bisa 1000 kunjungan. Hari biasa 200-300 pengunjung,”katanya yang mengaku pendapatan parkir sekitar Rp 1 – 2 juta per hari. Dana itu sebagian digunakan untuk pemgembangan Kampung Bejalen. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Branding Wonderful Indonesia Bakal “Keliling” Kota Marseille

BALIPORTALNEWS.COM, MARSEILLE – Semangat Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk terus menebarkan branding internationalnya, Wonderful Indonesia terus bergulir. Bahkan semakin kencang di seluruh penjuru dunia. Kali ini, respon datang dari Konsulat Jenderal  Republik Indonesia (KJRI) di Marseille, Dewi M Kusumaastuti.

Itu setelah, KJRI memastikan akan memasang branding tersebut di 40 taksi berkeliling kota menyapa Les Marseillais-sebutan bagi penduduk kota-Marseille.  Dewi mengatakan, pihaknya menebar branding tersebut bekerjasama dan berkoordinasi dengan Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Prancis di Paris, Eka Moncarre.

Kegiatan promosi bersama itu dimulai 1 Juni 2017.  ”Kami juga akan menyediakan brosur wisata berbagai destinasi wisata di Indonesia yang disediakan dalam taksi,” tambah Dewi yang didampingi Eka.

Menurut Dewi, promosi Wonderful Indonesia melalui taksi di Marseille ini rencananya akan dilaksanakan selama sebulan penuh untuk terus menjaring wisatawan potensial di Perancis ke tanah air.

Tentu, info ini akan menambah seru promosi branding Wonderful Indonesia di berbagai belahan dunia. Ada di Times Square New York Amerika Serikat, ada di Schiphol Airport Belanda, ada di Shanghai Tiongkok, di beberapa kota Australia, di Tokyo Jepang dan New Delhi India.

Pengalaman membungkus taxi dengan sticker Wonderful Indonesia sudah pernah dilakukan di Great Britania, saat WTM London tahun 2015 dan 2016. “Tahun 2015 ada 200 black cab taxi London dibungkus Wonderful Indonesia dengan berbagai desain destinasi wisata yang sudah branding dan siap jual. Tahun 2016 naik menjadi 400 taxi yang dibranding,” kata Menpar Arief Yahya.

Eka juga menambahkan, branding tersebut nantinya akan menyapa “Les Marseillais” Marseille-Prancis bagian Selatan, serta para wisatawan asing di kota Marseille. Gambar objek wisata Indonesia berupa Bali, Danau Toba, Pulau Komodo dan Candi Borobudur akan “berkeliling kota” melalui promosi Wonderful Indonesia pada 40 taksi Marseille.

“Nah, Taxi Marseille mampu menjaring konsumen tetap hingga 1000 orang per-bulan dan melewati lebih dari 500 rute jalan setiap bulannya. Melalui exposure kepada sekitar 1,06 juta penduduk Marseille dan sekitar 4 juta wisatawan per tahun di Marseille,” katanya.

Mereka dapat melihat poster iklan di taksi, dengan materi promosi Wonderful Indonesia ini. “Saya kira ini akan efektif dalam menjaring calon wisatawan Prancis ke Indonesia yang biasa liburan mulai musim panas bulan Juli-Agustus,” beber Dewi.

KJRI rencananya juga akan memaksimalkan promosi Wonderful Indonesia, Tour Operator Prancis “Climats du Monde” yang akan menyediakan 2000 flyer wisata Indonesia yang disediakan di dalam taksi Marseille. ”Kita akan membuat mereka teropesona melihat dan menikmati Indonesia di dalam taxi sambil berkeliling kota,” ujar Eka.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan terima kasih kepada pihak KJRI yang sangat “Indonesia Incorporated” bersinergi mempromosikan Wonderful Indonesia. “Terima kasih Ibu Konjen RI di Marseille,” ucap Arief Yahya.

Menpar yang mantan Dirut PT Telkom ini adalah salah satu menteri yang sangat konsisten tampil dalam berbagai kegiatan promosi mancanegara dengan branding Wonderful Indonesia. Dia selalu menggunakan benchmark, contoh sukses Negara lain dalam model promosi.

Menurut dia, kalau ingin menjadi pemain global, gunakan selalu global standart terutama eksistensi kita saat berpromosi di luar negri.”Mau tetap atau berubah, mau satu atau lebih dari satu, ada contoh suksesnya. Lakukan apa yang sudah sukses dan mereka (global) sudah lakukan, jangan memulai dari awal. Tapi berawal dari akhir,” ucap lulusan ITB Bandung, Surrey University UK, dan Doktoral di Unpad Bandung itu.

Kalau sudah urusan marketing, dari promosi multichannel, Arief Yahya selalu mengawinkan teori-teori dengan implementasi lapangan. Ada alas an praktis, ada landasan teoritis, sehingga setiap langkah dan pergerakan tidak pernah lepas dari framework yang sudah disusun.

Sebagai doktor strategic management, Arief Yahya juga punya bekal ilmu branding. Karena itu pula Menpar Arief Yahya ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi ketua tim National Branding.

Pengalaman saat memimpin Telkom dan Komisaris Telkomsel juga sudah dibuktikan dengan melonjaknya brand pariwisata Wonderful Indonesia dari NA (not available) menjadi ranking 47 besar dunia. Mengalahkan Truly Asia Malaysia 96 dan Amazing Thailand 83. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Qatar dan Emirates Tambah Penerbangan ke Bali

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Perjuangan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk terus menambah air connectivity ke Indonesia terus menuai hasil manis. Itu setelah, Menteri Arief Yahya terus berkeliling ke airlines, airports dan authority air navigation. Ada kesepakatan baru dengan dua Airlines besar yang berbasis di Timur Tengah (Timteng).

”Alhamdulillah, Qatar Airlines dan Emirates memastikan akan menambah satu penerbangan lagi ke Bali pada bulan Juli 2017,” ujar Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana didampingi Asdep Pemasaran Wilayah Eropa Amerika, Timteng dan Afrika Kemenpar Nia Niscaya.

Lebih lanjut Nia mengatakan, pada program kerjasama dengan Emirates ini, pihak Emirates mempromosikan paket khusus bagi wisman untuk ke bali dari Dubai, Uni Emirate Arab, karena pada tanggal 2 Juli Emirates akan menambah frekuensi penerbangan dari 1 kali sehari menjadi 2 kali sehari.

Di sisi lain, imbuh Nia, Kemenpar juga melakukan kerjasama dengan Qatar Airlines khususnya untuk penambahan penerbangan Qatar ke Bali menjadi 3 kali sehari dari 2 kali sehari dari Doha, Ibu Kota Qatar.

”Adapun bentuk kerjasamanya adalah Qatar Airlines meminta video-video promosi Wonderful Indonesia untuk dijadikan bahan promosi penerbangan dan destinasi, Qatar airlines meminta list property atau akomodasi yang high end karena Qatar akan menetapkan indonesia sebagai 5 prime destinasi bagi wisman di Timteng,” ujarnya.

Seperti diketahui, pekerjaan fundamental Menteri Pariwisata Arief Yahya soal branding dan advertise sudah tuntas di 2016. Next step focus pada selling! Mengejar target Presiden Joko Widodo yang mematok di angka 20 juta di 2019, yang dimulai dengan 15 juta di 2017. Kemenpar pun harus berjibaku menaikkan performance dengan growth 25% wisman, di tengah pertumbuhan global 4,4% dan regional ASEAN 5,1%.

Dan, di dunia, tidak ada sejarah sebuah Negara sanggup menaikkan kunjungan wisman hingga 100% lebih dalam 5 tahun. Tidak banyak orang yang pede dengan angka proyeksi itu. Bahkan ada yang memplesetkan, bahwa target optimistic itu terlalu optimis. Ada yang menyebut mission impossible.

Sebagai seorang yang berjiwa fighter, Menteri Arief Yahya harus mengubah asumsi itu menjadi mission “in-possible!” Mantan Dirut PT Telkom itu pun mengeluarkan tiga jurus andalannya. Go Digital, Air Connectivity dan Homestay Desa Wisata!.

Menpar dalam berbagai kesempatan selalu menegaskan syarat menuju ke sana, harus ada 3S, corporate culture Kemenpar, yakni 3S, solid, speed, spread. Harus kompak, harus cepat dan impact bisnisnya bisa besar. Tiga prioritas utama Kemenpar 2017 adalah – Go Digital, Air Connectivity, dan Homestay Desa Wisata menjadi pegangan semua tim Kemenpar untuk melangkah di kuartal pertama 2017.

Tiga hal itu akan diselaraskan dengan kapasitas destinasi di 3 greaters (Bali, Jakarta, Kepri) serta 10 top branding dan 10 Top Desinasi sebagai Bali Baru.

”Air Connectivity atau akses udara, harus terus digeber. Daya angkut atau seats capacity terus diperbesar. Target 2017, sudah harus 4 juta seats. Domainnya memang bukan di Kemenpar. Tapi kolaborasinya sudah dilakukan bersama Kemenhub, Airlines, Airnav, dan Angkasa Pura dan berbagai masakapai di dunia,”  kata Menpar Arief Yahya. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Presiden Jokowi Bakal Tancapkan Kayonan dan Naik Mobil Hias di PKB 2017

BALIPORTALNEWS.COM, BALI – Kemeriahan Pesta Kesenian Bali (PKB) 2017 sebentar lagi bakal meledak. Betapa tidak, perhelatan yang rencananya digelar satu bulan penuh dari tanggal 10 Juni hingga 10 Juli 2017 akan dibuka langsung oleh orang nomer satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo.

”Bapak Gubernur Bali sudah bertemu dengan bapak Presiden, dan beliau mengkonfirmasi kehadirannya. Maka dari itu, kami panitia terus mempersiapkan kedatangan beliau,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Bali Anak Agung Yuniartha Putra.

Lantas apa yang akan dilakukan Jokowi di upacara pembukaan? Agung menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan panitia di bawah komando Kementerian Pariwisata dan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Pawai PKB 2017 ini akan dilepas oleh Presiden Joko Widodo di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi, Denpasar, yang ditandai dengan keluarnya air mancur.

”Nah, air mancurnya rencananya akan dikeluarkan oleh Bapak Presiden dengan cara menancapkan tongkat “kayonan”. Tongkat ini seperti salah satu wayang berbentuk pepohonan. Setelah ditancapka, langsung mengeluarkan air mancur, pokoknya panitia dari Dinas Kebudayaan sudah mempersiapkan ini dengan cantik,” ujar Agung.

Lebih lanjut Agung mengatakan, air mancur juga sangat penuh arti dengan kegiatan PKB 2017. Itu karena, perhelatan yang sudah dilaksanakan selama 39 tahun itu menggunakan tema Ulun Danu yang artinya adalah melestarikan air sumber kehidupan.

”Untuk pawainya rencananya PKB akan berlangsung selama 2-2,5 jam, dimulai pukul 14.00 Wita sehingga masing-masing kontingen dari kabupaten dan kota dibatasi waktu untuk tampil tidak lebih dari 15 menit,” kata pria asli Bali itu.

Hal senada diungkapkan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar Wawan Gunawan.

Kata Esthy, panitia lokal setempat yang digawangi oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali juga menyiapkan kendaraan hias khusus yang akan dinaiki oleh Presiden Joko Widodo saat Pawai Pembukaan PKB. “Tahun lalu bapak Presiden ingin ikut pawai, maka dari itu pihak panitia telah mempersiapkan dari awal kendaraan hias di PKB 2017,”ujar Esthy diamini Agung.

Esthy menjelaskan, pihak panitia telah mempersiapkan kendaraan hias yang akan dinaiki oleh orang nomor satu di Indonesia itu didesain sedemikian rupa sehingga Presiden dapat menghadap ke depan dan juga bisa memandang ke semua arah. “Kendaraan hias itu akan berisikan ukir-ukiran Bali, seperti berbagai bentuk patra dan karang, sedangkan bentuk kendaraan hias secara garis besar seperti pondasi dari sebuah bangunan bale bengong, karena yang diinginkan bentuknya benar-benar terbuka,” ujar Esthy.

Rencananya, selain melepas pawai, Presiden juga akan membuka PKB ke-39 pada 10 Juni mendatang pukul 20.00 Wita di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Denpasar.

Seniman pembuat mobil hias Jokowi, Gede Agus Wiguna Putra atau asal Bona, Gianyar mengatakan hiasan naga akan lebih dominan di mobil hias ini dengan ukiran arsitektur Bali. “Hiasan naga di depan tangga satu, di belakang satu, ada togog (patung) juga,” katanya.

Untuk ukirannya ia akan memakai bahan dari sterofoam. Adapun mobil hias yang akan dinaiki Presiden Jokowi ini akan menggunakan truk jenis pengangkut pasir yang rangkanya memakai balok dan tangganya memakai besi.

Mobil hias untuk Presiden Jokowi ini akan berbentuk seperti kereta perang, namun di atasnya terbuka sehingga Presiden Jokowi bisa melihat ke segala arah. “Jadi tingginya ini sekitar 3 meter. Kan ini memakai dasar seperti hiasan Bali, lantai di atasnya lebarnya 3 meter, lantai di bawahnya yang agak menonjol lebarnya 4 meter dengan panjang 6 meter,” ujar perajin seni dan dekorasi asal Bona, Gianyar ini.

Pengerjaan mobil hias ini mulai awal Mei 2017, dengan pembuatan rangka dan ukiran dengan stereofoam, dan perakitannya direncanakan pada 5 Juni.Biaya untuk mobil hias Jokowi ini berkisar Rp 40 jutaan. “Pengerjaan 10 orang, sebenarnya yang paling susah adalah taksu dari ukirannya. Gimana ukirannya bisa indah, naganya bisa terlihat hidup, bisa megah hiasannya. Untuk teknis struktur rangka juga biar enggak jebol, dan kuat karena dipakai orang nomor satu di Indonesia,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, PKB ini sudah sangat konsisten buktinya sudah digelar ke-39 dan wajib diekspose di seluruh media maupun sosial media. ” Kemasannya harus berkelas dunia,”kata Menpar Arief Yahya. PKB tahun 2017 mengangkat tema Ulundanu, Melestarikan Air Sumber Kehidupan.Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Pawai Pembukaan PKB akan dilaksanakan di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi Denpasar dan di Art Centre, Denpasar, Bali. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

KemenPUPR Tanda Tangani Kesepakatan Perbaikan Infrastruktur 7 KSPN

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Semangat Indonesia Incorporated makin meluas. Dukungan kementerian-lembaga untuk mengembangkan pariwisata seperti tak pernah putus. Yang terbaru, ada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang siap tancap gas mendukung perbaikan infrastruktur di 7 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR telah menandatangani kesepakatan dengan 7 KSPN. Dana yang disiapkan untuk membangun infrastruktur kawasan tersebut juga tak sedikit. “Nilainya berkisar Rp 50 miliar-Rp 100 miliar, saya tidak ingat persis berapa tepatnya” ujar Direktur Jenderal Cipta Karya, Sri Hartoyo di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sri Hartoyo menuturkan, hingga saat ini, pemerintah telah menandatangani sebanyak 10 KSB untuk KSPN Prioritas sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016. Yang telah dilakukan penandatanganan 7 Kesepakatan Bersama (KSB) tersebut adalah untuk KSPN Borobudur, KSPN Morotai, KSPN Labuan Bajo, KSPN Wakatobi dan sekitarnya, KSPN Kepulauan Seribu dan sekitarnya, KSPN Danau Toba dan sekitarnya serta KSPN Bromo-Tengger-Semeru.

“Kemudian, dua penandatanganan untuk Perjanian Kerja sama (PKS) pada KSPN Labuan Bajo dan sekitarnya, serta empat PKS pada KSPN Wakatobi dan sekitarnya, tiga KSB lainnya yang lebih dulu ditandatangani adalah untuk KSPN Pantai Selatan Lombok dan sekitarnya, KSPN Tanjung Kelayang, dan KSPN Tanjung Lesung-Ujung Kulon. Selain KSB, telah ditandatangani pula empat PKS untuk KSPN Pantai Selatan Lombok dan tiga PKS untuk KSPN Tanjung Kelayang di Denpasar Bali,” papar Sri Hartoyo.

Apa saja yang akan diperbaiki KemenPUPR? Dan dari mana saja sumber dananya? Sri Hartoyo dengan gamblang menjawab, dana tersebut murni berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pembangunannya dilaksanakan bertahap dan sebagian sudah mulai pada tahun ini dan diharapkan selesai dalam dua tahun atau 2017-2018.

“Adapun infrastruktur kawasan sebagai pendukung pariwisata antara lain sarana dan prasarana publik. Misalnya jalan lingkungan, kemudian drainase, penataan kawasan, persampahan, air, limbah, dan termasuk ruang terbuka hijau (RTH),” tambahnya.

Sri Hartoyo menambahkan, pelaksanaan kerja sama pembangunan infrastruktur kawasan ini dilakukan bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) sebagai penanggung jawab. “Nantinya, setelah proyek pembangunan selesai, sarana dan prasarana ini akan dihibahkan kepada pemda. Melalui kerja sama tersebut, pemda juga dianggap sudah menyetujui untuk menyiapkan anggaran pengelolaan infrastruktur,” lanjut Sri Hartoyo.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), menteri, gubernur serta bupati/walikota terkait fokus pada perbaikan sepuluh destinasi pariwisata dengan memperkuat kebijakan, program dan kegiatan yang diperlukan sehingga benar-benar terlihat perubahannya.

Perbaikan antara lain meliputi kelembagaan pengelola, infrastruktur termasuk jalan, pelabuhan dan bandara, ketersediaan listrik, bahan bakar minyak, air bersih, manajemen promosi daerah, ketersediaan  fasilitas umum, penataan pedagang, penataan lingkungan, serta penerimaan masyarakat.

“Kementerian PUPR sebagai Executing Agency dan Implementing Agency, diharapkan dapat mendukung dengan pembangunan jalan tol dan jalan umum, serta penyediaan infrastruktur air bersih,” ujar Menpar Arief Yahya. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pilot dan Cabin Crew Singapore Airline Jajal 2 Golf Course di Batam

BALIPORTALNEWS.COM, BATAM – Jurus crossborder tourism saat weekend? Itu sih sudah sering dilakukan Kemenpar. Tapi kalau weekdays? Menggandeng pelaku bisnis pariwisata di wilayah perbatasan? Melibatkan pilot and cabin crew maskapai sekelas Singapore Airline Group? Ini baru pertama dilakukan. Bagi yang penasaran, silakan arahkan pandangan ke kawasan Nongsa, Batam, 6-7  Juni 2017.

Nah, awal Juni nanti ada 100 pilot and cabin crew Singapore Airline Group akan menjajal kepiawaiannya bermain golf di Batam. Yang dijajal dua golf course sekaligus. Satunya ada di Sukajadi Golf Course. Sementara satu spot lainnya Palm Springs Golf & Country Club, Batam. “Tantangannya ganda. Mikirnya harus ekstra. Tapi ini bisa kita lakukan asal dikeroyok sama-sama,” tutur GM Batam View Beach & Resort Anddy Fong, Selasa (30/5/2017) seperti dilansir laman resmi Kementerian Paruwisata RI.

Membuat event yang bisa mendatangkan wisman saat weekdays memang tidak mudah. Apalagi, wismannya berasal dari Singapore Airline Group, maskapai dengan penghargaan terbanyak di dunia. Ditambah lagi, kedatangan SQ ke Batam juga ikut didampingi anak perusahaannya yang namanya juga sudah mendunia seperti SilkAir.

Pertanyaannya, mengapa SQ dan SilkAir sampai mau berwisata golf massal ke Batam? Kenapa juga mereka bisa digoda dengan pemilihan timing saat weekdays?

Jurus pemikatnya tentu saja tawaran bermain di lapangan golf kelas atas. Yang sudah banyak menggelar even-even internasional. Kalau sudah begitu, panorama yang ditawarkan juga pasti yang sudah standar dunia. Yang wow. Yang punya view pantai dan hutan yang sangat eye catching.

“Bagi Singaporean, itu adalah surga. Apalagi cost bermain golf di Batam jauh lebih murah dari Singapura. Dan orang-orang di Batam lebih ramah,” tambah Andy Fong.

Entertainnya juga diset sangat dahsyat. Pada malam harinya, semua pilot dan cabin crew Singapore Airline Group akan dijamu dengan Welcome Dinner mewah disertai live music. Dan sebelum kembali ke Singapura, semuanya akan dilepas dengan closing lunch yang berkesan.

Lalu darimana pelaku bisnis di Batam mendapatkan keuntungan? Meski mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata sekalipun, cost pengelauarannya tetap tinggi. “Saya mengadaptasi ilmunya Menpar Arief Yahya. Ada cross selling yang dilakukan. Kami mengambil return dari makanan, minuman, paket wisata, dan services lainnya,” ucapnya.

Daripada membiarkan hotel kosong saat weekdays, okupansinya rendah, Andy lebih memilih mengeluarkan cost ekstra untuk memberikan hiburan dan layanan prima bagi wisman Singapura. Toh kalau hotel kosong, tenaga kerja tetap harus dibayar. Maintenance juga tetap harus jalan.

“Jadi biar breakeven sekalipun, tetap kami lakukan dengan penjualan paket wisata golf superkompetitif. Karena saat mereka puas, semua akan bercerita ke koleganya di Singapura. Mereka jadi endorser sekaligus repeater tourism ke Batam. Nah, makin lama, Batam makin populer, makin ramai, makin terjangkau dan menjadi basic need Singaporean,” katanya.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti sangat mengapresiasi niatan pelaku usaha di Batam tadi. Dukungan pun siap diberikan untuk memback up kegiatan crossborder tourism di Batam.

“Acara golf di Batam itu punya potensi mendatangkan banyak wisman dari Singapura dan Malaysia. Kita akan create Batam sebagai surganya golf dengan balutan dinner dan show, spa, shopping, serious tournament, friendly visit dan weekly golfing,” tutur Esthy yang didampingi Kabid Promosi Wisata Alam Hendry Noviardi.

Khusus golf, sudah ada banyak agenda yang sudah dirancang. Dari mulai Ladies Golf Open Nongsa Batam, 16-17juli 2017, Nations Independant Day Celebration Friendly Golf Tournament, 31 Agustus 2017, hingga acara unggulan Nongsa Cup Golf Tournanent, 29-30 October 2017, semua sudah siap menggoda wisman. “Ada peluang besar yang bisa digaet dari pasar SIngapura. Pertama, golf merupakan cabang olahraga populer di kalangan masyarakat kelas atas di Singapura. Spending money nya sangat besar. Ini sangat mungkin kita ambil karena lapangan golf berkualitas di Singapura jumlahnya terbatas,” katanya.

Menpar Arief Yahya sampai tak ragu mengangkat emoji tiga jempol atas effort pelaku bisnis di Batam dengan Kemenpar dalam meng-create crossborder tourism lewat wisata golf. Dengan penjualan paket wisata
golf supermurah, maka booming pariwisata di Batam tidak akan bisa dihindarkan. Semakin banyak crowd tourism di sana, maka segala macam atraksi bisa dibuat dan laku di sana. “Inilah yang saya sebut sharing economy. Di tourism akan terjadi More For Less, You Get More You Pay Less,” papar Arief Yahya.

Dan jurus tadi semakin dirasa pas lantaran sasaran marketnya adalah Singapore Airline Group. Airline-nya punya reputasi yang sangat berbobot, punya armada dan penerbangan yang tersebar lengkap di seluruh dunia. Brand nya juga sangat kuat, dan punya maskapai di level premium, papan tengah seperti Silk Air dan Low Cost Carrier (LCC), seperti Scoot dan Tiger Air. “Jadi bila semuanya happy ini akan sangat membantu connectivity Indonesia,” ucapnya. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan