26 C
Denpasar
Selasa, 21 Agustus 2018

Qatar dan Emirates Tambah Penerbangan ke Bali

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Perjuangan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk terus menambah air connectivity ke Indonesia terus menuai hasil manis. Itu setelah, Menteri Arief Yahya terus berkeliling ke airlines, airports dan authority air navigation. Ada kesepakatan baru dengan dua Airlines besar yang berbasis di Timur Tengah (Timteng).

”Alhamdulillah, Qatar Airlines dan Emirates memastikan akan menambah satu penerbangan lagi ke Bali pada bulan Juli 2017,” ujar Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana didampingi Asdep Pemasaran Wilayah Eropa Amerika, Timteng dan Afrika Kemenpar Nia Niscaya.

Lebih lanjut Nia mengatakan, pada program kerjasama dengan Emirates ini, pihak Emirates mempromosikan paket khusus bagi wisman untuk ke bali dari Dubai, Uni Emirate Arab, karena pada tanggal 2 Juli Emirates akan menambah frekuensi penerbangan dari 1 kali sehari menjadi 2 kali sehari.

Di sisi lain, imbuh Nia, Kemenpar juga melakukan kerjasama dengan Qatar Airlines khususnya untuk penambahan penerbangan Qatar ke Bali menjadi 3 kali sehari dari 2 kali sehari dari Doha, Ibu Kota Qatar.

”Adapun bentuk kerjasamanya adalah Qatar Airlines meminta video-video promosi Wonderful Indonesia untuk dijadikan bahan promosi penerbangan dan destinasi, Qatar airlines meminta list property atau akomodasi yang high end karena Qatar akan menetapkan indonesia sebagai 5 prime destinasi bagi wisman di Timteng,” ujarnya.

Seperti diketahui, pekerjaan fundamental Menteri Pariwisata Arief Yahya soal branding dan advertise sudah tuntas di 2016. Next step focus pada selling! Mengejar target Presiden Joko Widodo yang mematok di angka 20 juta di 2019, yang dimulai dengan 15 juta di 2017. Kemenpar pun harus berjibaku menaikkan performance dengan growth 25% wisman, di tengah pertumbuhan global 4,4% dan regional ASEAN 5,1%.

Dan, di dunia, tidak ada sejarah sebuah Negara sanggup menaikkan kunjungan wisman hingga 100% lebih dalam 5 tahun. Tidak banyak orang yang pede dengan angka proyeksi itu. Bahkan ada yang memplesetkan, bahwa target optimistic itu terlalu optimis. Ada yang menyebut mission impossible.

Sebagai seorang yang berjiwa fighter, Menteri Arief Yahya harus mengubah asumsi itu menjadi mission “in-possible!” Mantan Dirut PT Telkom itu pun mengeluarkan tiga jurus andalannya. Go Digital, Air Connectivity dan Homestay Desa Wisata!.

Menpar dalam berbagai kesempatan selalu menegaskan syarat menuju ke sana, harus ada 3S, corporate culture Kemenpar, yakni 3S, solid, speed, spread. Harus kompak, harus cepat dan impact bisnisnya bisa besar. Tiga prioritas utama Kemenpar 2017 adalah – Go Digital, Air Connectivity, dan Homestay Desa Wisata menjadi pegangan semua tim Kemenpar untuk melangkah di kuartal pertama 2017.

Tiga hal itu akan diselaraskan dengan kapasitas destinasi di 3 greaters (Bali, Jakarta, Kepri) serta 10 top branding dan 10 Top Desinasi sebagai Bali Baru.

”Air Connectivity atau akses udara, harus terus digeber. Daya angkut atau seats capacity terus diperbesar. Target 2017, sudah harus 4 juta seats. Domainnya memang bukan di Kemenpar. Tapi kolaborasinya sudah dilakukan bersama Kemenhub, Airlines, Airnav, dan Angkasa Pura dan berbagai masakapai di dunia,”  kata Menpar Arief Yahya. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Presiden Jokowi Bakal Tancapkan Kayonan dan Naik Mobil Hias di PKB 2017

BALIPORTALNEWS.COM, BALI – Kemeriahan Pesta Kesenian Bali (PKB) 2017 sebentar lagi bakal meledak. Betapa tidak, perhelatan yang rencananya digelar satu bulan penuh dari tanggal 10 Juni hingga 10 Juli 2017 akan dibuka langsung oleh orang nomer satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo.

”Bapak Gubernur Bali sudah bertemu dengan bapak Presiden, dan beliau mengkonfirmasi kehadirannya. Maka dari itu, kami panitia terus mempersiapkan kedatangan beliau,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Bali Anak Agung Yuniartha Putra.

Lantas apa yang akan dilakukan Jokowi di upacara pembukaan? Agung menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan panitia di bawah komando Kementerian Pariwisata dan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Pawai PKB 2017 ini akan dilepas oleh Presiden Joko Widodo di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi, Denpasar, yang ditandai dengan keluarnya air mancur.

”Nah, air mancurnya rencananya akan dikeluarkan oleh Bapak Presiden dengan cara menancapkan tongkat “kayonan”. Tongkat ini seperti salah satu wayang berbentuk pepohonan. Setelah ditancapka, langsung mengeluarkan air mancur, pokoknya panitia dari Dinas Kebudayaan sudah mempersiapkan ini dengan cantik,” ujar Agung.

Lebih lanjut Agung mengatakan, air mancur juga sangat penuh arti dengan kegiatan PKB 2017. Itu karena, perhelatan yang sudah dilaksanakan selama 39 tahun itu menggunakan tema Ulun Danu yang artinya adalah melestarikan air sumber kehidupan.

”Untuk pawainya rencananya PKB akan berlangsung selama 2-2,5 jam, dimulai pukul 14.00 Wita sehingga masing-masing kontingen dari kabupaten dan kota dibatasi waktu untuk tampil tidak lebih dari 15 menit,” kata pria asli Bali itu.

Hal senada diungkapkan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar Wawan Gunawan.

Kata Esthy, panitia lokal setempat yang digawangi oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali juga menyiapkan kendaraan hias khusus yang akan dinaiki oleh Presiden Joko Widodo saat Pawai Pembukaan PKB. “Tahun lalu bapak Presiden ingin ikut pawai, maka dari itu pihak panitia telah mempersiapkan dari awal kendaraan hias di PKB 2017,”ujar Esthy diamini Agung.

Esthy menjelaskan, pihak panitia telah mempersiapkan kendaraan hias yang akan dinaiki oleh orang nomor satu di Indonesia itu didesain sedemikian rupa sehingga Presiden dapat menghadap ke depan dan juga bisa memandang ke semua arah. “Kendaraan hias itu akan berisikan ukir-ukiran Bali, seperti berbagai bentuk patra dan karang, sedangkan bentuk kendaraan hias secara garis besar seperti pondasi dari sebuah bangunan bale bengong, karena yang diinginkan bentuknya benar-benar terbuka,” ujar Esthy.

Rencananya, selain melepas pawai, Presiden juga akan membuka PKB ke-39 pada 10 Juni mendatang pukul 20.00 Wita di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Denpasar.

Seniman pembuat mobil hias Jokowi, Gede Agus Wiguna Putra atau asal Bona, Gianyar mengatakan hiasan naga akan lebih dominan di mobil hias ini dengan ukiran arsitektur Bali. “Hiasan naga di depan tangga satu, di belakang satu, ada togog (patung) juga,” katanya.

Untuk ukirannya ia akan memakai bahan dari sterofoam. Adapun mobil hias yang akan dinaiki Presiden Jokowi ini akan menggunakan truk jenis pengangkut pasir yang rangkanya memakai balok dan tangganya memakai besi.

Mobil hias untuk Presiden Jokowi ini akan berbentuk seperti kereta perang, namun di atasnya terbuka sehingga Presiden Jokowi bisa melihat ke segala arah. “Jadi tingginya ini sekitar 3 meter. Kan ini memakai dasar seperti hiasan Bali, lantai di atasnya lebarnya 3 meter, lantai di bawahnya yang agak menonjol lebarnya 4 meter dengan panjang 6 meter,” ujar perajin seni dan dekorasi asal Bona, Gianyar ini.

Pengerjaan mobil hias ini mulai awal Mei 2017, dengan pembuatan rangka dan ukiran dengan stereofoam, dan perakitannya direncanakan pada 5 Juni.Biaya untuk mobil hias Jokowi ini berkisar Rp 40 jutaan. “Pengerjaan 10 orang, sebenarnya yang paling susah adalah taksu dari ukirannya. Gimana ukirannya bisa indah, naganya bisa terlihat hidup, bisa megah hiasannya. Untuk teknis struktur rangka juga biar enggak jebol, dan kuat karena dipakai orang nomor satu di Indonesia,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, PKB ini sudah sangat konsisten buktinya sudah digelar ke-39 dan wajib diekspose di seluruh media maupun sosial media. ” Kemasannya harus berkelas dunia,”kata Menpar Arief Yahya. PKB tahun 2017 mengangkat tema Ulundanu, Melestarikan Air Sumber Kehidupan.Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Pawai Pembukaan PKB akan dilaksanakan di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi Denpasar dan di Art Centre, Denpasar, Bali. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

KemenPUPR Tanda Tangani Kesepakatan Perbaikan Infrastruktur 7 KSPN

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Semangat Indonesia Incorporated makin meluas. Dukungan kementerian-lembaga untuk mengembangkan pariwisata seperti tak pernah putus. Yang terbaru, ada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang siap tancap gas mendukung perbaikan infrastruktur di 7 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR telah menandatangani kesepakatan dengan 7 KSPN. Dana yang disiapkan untuk membangun infrastruktur kawasan tersebut juga tak sedikit. “Nilainya berkisar Rp 50 miliar-Rp 100 miliar, saya tidak ingat persis berapa tepatnya” ujar Direktur Jenderal Cipta Karya, Sri Hartoyo di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sri Hartoyo menuturkan, hingga saat ini, pemerintah telah menandatangani sebanyak 10 KSB untuk KSPN Prioritas sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016. Yang telah dilakukan penandatanganan 7 Kesepakatan Bersama (KSB) tersebut adalah untuk KSPN Borobudur, KSPN Morotai, KSPN Labuan Bajo, KSPN Wakatobi dan sekitarnya, KSPN Kepulauan Seribu dan sekitarnya, KSPN Danau Toba dan sekitarnya serta KSPN Bromo-Tengger-Semeru.

“Kemudian, dua penandatanganan untuk Perjanian Kerja sama (PKS) pada KSPN Labuan Bajo dan sekitarnya, serta empat PKS pada KSPN Wakatobi dan sekitarnya, tiga KSB lainnya yang lebih dulu ditandatangani adalah untuk KSPN Pantai Selatan Lombok dan sekitarnya, KSPN Tanjung Kelayang, dan KSPN Tanjung Lesung-Ujung Kulon. Selain KSB, telah ditandatangani pula empat PKS untuk KSPN Pantai Selatan Lombok dan tiga PKS untuk KSPN Tanjung Kelayang di Denpasar Bali,” papar Sri Hartoyo.

Apa saja yang akan diperbaiki KemenPUPR? Dan dari mana saja sumber dananya? Sri Hartoyo dengan gamblang menjawab, dana tersebut murni berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pembangunannya dilaksanakan bertahap dan sebagian sudah mulai pada tahun ini dan diharapkan selesai dalam dua tahun atau 2017-2018.

“Adapun infrastruktur kawasan sebagai pendukung pariwisata antara lain sarana dan prasarana publik. Misalnya jalan lingkungan, kemudian drainase, penataan kawasan, persampahan, air, limbah, dan termasuk ruang terbuka hijau (RTH),” tambahnya.

Sri Hartoyo menambahkan, pelaksanaan kerja sama pembangunan infrastruktur kawasan ini dilakukan bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) sebagai penanggung jawab. “Nantinya, setelah proyek pembangunan selesai, sarana dan prasarana ini akan dihibahkan kepada pemda. Melalui kerja sama tersebut, pemda juga dianggap sudah menyetujui untuk menyiapkan anggaran pengelolaan infrastruktur,” lanjut Sri Hartoyo.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), menteri, gubernur serta bupati/walikota terkait fokus pada perbaikan sepuluh destinasi pariwisata dengan memperkuat kebijakan, program dan kegiatan yang diperlukan sehingga benar-benar terlihat perubahannya.

Perbaikan antara lain meliputi kelembagaan pengelola, infrastruktur termasuk jalan, pelabuhan dan bandara, ketersediaan listrik, bahan bakar minyak, air bersih, manajemen promosi daerah, ketersediaan  fasilitas umum, penataan pedagang, penataan lingkungan, serta penerimaan masyarakat.

“Kementerian PUPR sebagai Executing Agency dan Implementing Agency, diharapkan dapat mendukung dengan pembangunan jalan tol dan jalan umum, serta penyediaan infrastruktur air bersih,” ujar Menpar Arief Yahya. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pilot dan Cabin Crew Singapore Airline Jajal 2 Golf Course di Batam

BALIPORTALNEWS.COM, BATAM – Jurus crossborder tourism saat weekend? Itu sih sudah sering dilakukan Kemenpar. Tapi kalau weekdays? Menggandeng pelaku bisnis pariwisata di wilayah perbatasan? Melibatkan pilot and cabin crew maskapai sekelas Singapore Airline Group? Ini baru pertama dilakukan. Bagi yang penasaran, silakan arahkan pandangan ke kawasan Nongsa, Batam, 6-7  Juni 2017.

Nah, awal Juni nanti ada 100 pilot and cabin crew Singapore Airline Group akan menjajal kepiawaiannya bermain golf di Batam. Yang dijajal dua golf course sekaligus. Satunya ada di Sukajadi Golf Course. Sementara satu spot lainnya Palm Springs Golf & Country Club, Batam. “Tantangannya ganda. Mikirnya harus ekstra. Tapi ini bisa kita lakukan asal dikeroyok sama-sama,” tutur GM Batam View Beach & Resort Anddy Fong, Selasa (30/5/2017) seperti dilansir laman resmi Kementerian Paruwisata RI.

Membuat event yang bisa mendatangkan wisman saat weekdays memang tidak mudah. Apalagi, wismannya berasal dari Singapore Airline Group, maskapai dengan penghargaan terbanyak di dunia. Ditambah lagi, kedatangan SQ ke Batam juga ikut didampingi anak perusahaannya yang namanya juga sudah mendunia seperti SilkAir.

Pertanyaannya, mengapa SQ dan SilkAir sampai mau berwisata golf massal ke Batam? Kenapa juga mereka bisa digoda dengan pemilihan timing saat weekdays?

Jurus pemikatnya tentu saja tawaran bermain di lapangan golf kelas atas. Yang sudah banyak menggelar even-even internasional. Kalau sudah begitu, panorama yang ditawarkan juga pasti yang sudah standar dunia. Yang wow. Yang punya view pantai dan hutan yang sangat eye catching.

“Bagi Singaporean, itu adalah surga. Apalagi cost bermain golf di Batam jauh lebih murah dari Singapura. Dan orang-orang di Batam lebih ramah,” tambah Andy Fong.

Entertainnya juga diset sangat dahsyat. Pada malam harinya, semua pilot dan cabin crew Singapore Airline Group akan dijamu dengan Welcome Dinner mewah disertai live music. Dan sebelum kembali ke Singapura, semuanya akan dilepas dengan closing lunch yang berkesan.

Lalu darimana pelaku bisnis di Batam mendapatkan keuntungan? Meski mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata sekalipun, cost pengelauarannya tetap tinggi. “Saya mengadaptasi ilmunya Menpar Arief Yahya. Ada cross selling yang dilakukan. Kami mengambil return dari makanan, minuman, paket wisata, dan services lainnya,” ucapnya.

Daripada membiarkan hotel kosong saat weekdays, okupansinya rendah, Andy lebih memilih mengeluarkan cost ekstra untuk memberikan hiburan dan layanan prima bagi wisman Singapura. Toh kalau hotel kosong, tenaga kerja tetap harus dibayar. Maintenance juga tetap harus jalan.

“Jadi biar breakeven sekalipun, tetap kami lakukan dengan penjualan paket wisata golf superkompetitif. Karena saat mereka puas, semua akan bercerita ke koleganya di Singapura. Mereka jadi endorser sekaligus repeater tourism ke Batam. Nah, makin lama, Batam makin populer, makin ramai, makin terjangkau dan menjadi basic need Singaporean,” katanya.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti sangat mengapresiasi niatan pelaku usaha di Batam tadi. Dukungan pun siap diberikan untuk memback up kegiatan crossborder tourism di Batam.

“Acara golf di Batam itu punya potensi mendatangkan banyak wisman dari Singapura dan Malaysia. Kita akan create Batam sebagai surganya golf dengan balutan dinner dan show, spa, shopping, serious tournament, friendly visit dan weekly golfing,” tutur Esthy yang didampingi Kabid Promosi Wisata Alam Hendry Noviardi.

Khusus golf, sudah ada banyak agenda yang sudah dirancang. Dari mulai Ladies Golf Open Nongsa Batam, 16-17juli 2017, Nations Independant Day Celebration Friendly Golf Tournament, 31 Agustus 2017, hingga acara unggulan Nongsa Cup Golf Tournanent, 29-30 October 2017, semua sudah siap menggoda wisman. “Ada peluang besar yang bisa digaet dari pasar SIngapura. Pertama, golf merupakan cabang olahraga populer di kalangan masyarakat kelas atas di Singapura. Spending money nya sangat besar. Ini sangat mungkin kita ambil karena lapangan golf berkualitas di Singapura jumlahnya terbatas,” katanya.

Menpar Arief Yahya sampai tak ragu mengangkat emoji tiga jempol atas effort pelaku bisnis di Batam dengan Kemenpar dalam meng-create crossborder tourism lewat wisata golf. Dengan penjualan paket wisata
golf supermurah, maka booming pariwisata di Batam tidak akan bisa dihindarkan. Semakin banyak crowd tourism di sana, maka segala macam atraksi bisa dibuat dan laku di sana. “Inilah yang saya sebut sharing economy. Di tourism akan terjadi More For Less, You Get More You Pay Less,” papar Arief Yahya.

Dan jurus tadi semakin dirasa pas lantaran sasaran marketnya adalah Singapore Airline Group. Airline-nya punya reputasi yang sangat berbobot, punya armada dan penerbangan yang tersebar lengkap di seluruh dunia. Brand nya juga sangat kuat, dan punya maskapai di level premium, papan tengah seperti Silk Air dan Low Cost Carrier (LCC), seperti Scoot dan Tiger Air. “Jadi bila semuanya happy ini akan sangat membantu connectivity Indonesia,” ucapnya. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Dari Konser Mandarin Hingga F-1 Dikemas Apik di Batam View

BALIPORTALNEWS.COM, BATAM – Crossborder tourism Nongsa Mandarin Concert di Batam View, Nongsa, 27-28 Mei 2017, benar-benar istimewa. Seluruh experience yang tidak bisa didapatkan Singapura dibawa ke Batam. Menerbangkan lampion, pesta kembang api, high teste of hospitality, konser 12 artis Mandarin 3 jam full, hingga view Sirkuit F1 Marina Bay Singapura dan Johor Bahru Bridge Malaysia, semua ada di Nongsa, Batam.

Seperti dilansir di laman resmi Kemenpar RI, hasilnya, 230 wisman Singapura yang seluruhnya membawa paspor, mengaku happy. Konsep konser crossborder tourism rajutan Batam View Beach Resort dan Kementerian Pariwisata itu memang tak biasa. Konsernya diisi bukan satu atau dua orang yang biasa tampil di Negeri Singa Putih.

Jumlah artis yang diboyong sampai 12. Dan semuanya sangat ngetop di Singapura. Semuanya sering menghias layar kaca Singapura. Durasi shownya? Tiga jam full. Tiga kali lebih panjang dari durasi konser Mandarin di Singapura. Bahkan tak hanya konser.

Comedy show hingga talkshow interactive dengan audience, disuguhkan tak pernah putus hingga tengah malam. Hasilnya? Tak ada satupun wisman yang meninggalkan arena konser. Semuanya betah berlama-lama menyaksikan konser. Apalagi, artis yang diundang bukan artis kacangan. Semua punya basis fans yang sangat besar di chinese market Singapura.

Dari mulai Yang Junting, Ryan Lian, Luo Jiaming, Huang Bihua, Michelle Cho, Katherine, Babes, Sam Loo, Lim Zhi Yi, Chen Xing dan Tny Yin Yin, semua tampil all out. “Ini Mandarin Concert perdana di Batam. Luar biasa. Ada banyak experience baru yang didapat Singaporean di sini,” ujar Chu Mingwei, Events & Marketing Manager Huang & Co, Minggu (28/5/2017) dini hari.

Yang membuat ratusan wisman Singapura makin happy, ada experience baru yang didapatkan di Nongsa. Di Nongsa Batam, audience tak lagi menyaksikan konser di gedung-gedung tinggi. Tak juga diapit beton-beton pencakar langit. Yang terjadi, wisman justru diajak menyaksikan konser di pinggir pantai. Konsernya pun ditemani angin yang bertiup sejuk dan bulan yang tampak menor di langit bersih.

Suara deburan ombak dengan atap langit yang penuh bintang membuat suasana makin terasa sangat oke. Belum lagi, experience menyaksikan gemerlap Singapura, Sirkuit Marina Bay dan Johor Bahru Bridge Malaysia dari Batam.

“Indonesia sangat beruntung punya Batam. Alamnya sangat indah, penduduknya ramah, kuliner dan makanannya pun sangat oke. Di Singapura tidak ada suasana seperti ini. Kebanyakan stress karena tekanan kerja yang tinggi. Tapi setelah datang ke Batam, semua Singaporean happy,” timpal Kevin Bastian, Singaporean yang berprofesi sebagai pilot komersial untuk Bank dan charter flight.

Ucapan Kevin memang tak mengada-ada. Hingga akhir acara, tak ada satupun Singaporean yang bergeser dari tempat duduknya. Malahan, di akhir acara, 230 Singaporean dikejutkan dengan show kembang api yang tak pernah putus selama 30 menit. Nuansa dan kehebohannya tak kalah dengan pesta pergantian tahun.

Bagi yang mengira ini sudah klimaks, maka Anda salah besar. Masih ada sensasi menerbangkan lampion yang dihadirkan di akhir acara. Proses pelepasan lampion ini memiliki makna penting bagi Singaporean karena di dalam setiap lampion yang dilepaskan, berisi harapan dan doa bagi dirinya sendiri dan orang yang dicintainya.

“Melepas lampion bukanlah sebuah hura-hura, melainkan doa yang diterbangkan ke langit. Tapi itu dilarang di negeri kami. Nah, di Batam, kami bisa menerbangkan lampion dengan bebas. Amazing. Batam luar biasa,” ucap Kheng Long.

Rasa happy itu membuat ratusan wisman Singapura tadi tak segan berderma. Charity yang digalang di tengah acara menghasilkan nominal yang tidak sedikit. Semua ikut menyumbang. Semua ikut berderma meski hasil charity itu akan disumbangkan ke masyarakat Batam yang tak mampu.

“Acaranya dari pagi loh. Tapi tak ada satupun yang balik ke kamar sebelum show berakhir. Pagi hari semuanya kami ajak City Tour dan berwisata belanja. Spent money-nya rata-rata 500-1000 sing dolar. Itu berkah lagi untuk Indonesia.

Karenanya di Batam View semua Singaporean kami berikan kesan yang mendalam. Sensasi experience yang tidak bisa didapatkan di Singapura, nuansa alam, hospitality ala Indonesia, itu yang kami angkat. Buat mereka happy. Setelah itu, mereka akan dengan sukarela menjadi endorser pariwisata Indonesia,” ungkap General Manager Batam View Beach Resort Andy Fong.

Batam memang sangat menjanjikan. Karenanya, daerah yang hanya terpaut 30 menit dari Singapura itu terus didorong menjadi lokomotif besar untuk menggerakkan turisme di wilayah perbatasan. “Banyak agenda crossborder yang sudah di create hingga akhir tahun. Kita bikin Batam menjadi second home nya orang Singapura,” timpal Deputi Pengembangan Promosi Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti yang didampingi Kabid Promosi Wisata Alam Hendry Noviardi.

Menpar Arief Yahya ikut memuji pengembangan pariwisata yang dibalut dengan inovasi seperti tadi. Menciptakan sesuatu yang baru, yang belum pernah ada, dan unik, menurutnya sangat dibutuhkan untuk membuat pariwisata Batam dilirik banyak wisman. “Ini sudah tepat. Wisman Singapura diajak mengexplore, sambil merasakan sensasi di destinasi. Inilah yang mendatangkan repeater tourism. Kalau begini terus, saya yakin pamor wisata Batam makin berkibar,” ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Brand Wonderful Indonesia Menghiasi Dua Kota Besar Korea Selatan

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Brand Wonderful Indonesia terus menghiasi tempat-tempat keramaian di negara-negara yang berpotensi mendatangkan wisatawan ke Indonesia. Kali ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mancing di Negeri Gingseng, Korea Selatan (Korsel) yang memang akhir-akhir ini kunjungan wisatawannya ke Indonesia terus meningkat.

Kementerian di bawah komando Arief yahya itu memasang branding Wonderful Indonesia di dua kota besar di Korsel, yakni Seoul dan Busan. Promosi di Korsel disajikan dengan menggunakan 2 unit Digital Media Tunnel LED. Tidak hanya itu, 1 unit Subway dan beberapa Subway Screen door yang berada di Seoul Metro juga dibalut brand wonderful Indonesia.

“Kami melakukan pemasangan dari tanggal 14 Mei hingga 15 Juli. Selama satu bulan penuh, Wonderful Indonesia akan menjadi pusat perhatian publik. Maklum, rute yang dilalui menyentuh pusat-pusat aktivitas warga Seoul. Ditambah lagi, desainnya enak dilihat. Pesannya mudah ditangkap,” ujar Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana didampingi Kepala Bidang Komunikasi Media Ruang Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar Elizabet Hutagaol di Jakarta, Selasa (30/5/2017) seperti dilansir di laman resmi Kemenpar RI.

Alhasil, subway yang di-wrapping sejumlah culture dan nature keren Wonderful Indonesia menjadi pusat perhatian publik di Seoul, Korea Selatan. “Begitu ada peluang, kita langsung agresif berpromosi. Curi peluang untuk merayu warga Seoul berwisata ke Indonesia,” ucap Elizabeth.

Serupa dengan kota Seoul, Kota Busan juga akan dipromosikan dengan 1 unit Billboard dan 1 unit One Vision Way. Sejumlah destinasi andalan Indonesia ikut ditampilkan. Ada yang di-wrapping dengan nuansa culture Borobudur, Prambanan-Joglosemar, Surfing di Sumbawa, keindahan Danau Toba di Sumatera Utara. Ada juga yang di-wrapping panorama nature kelas dunia di Nusa Penida, Nusa Lembongan, Balangan Beach, Mengening Beach, Uluwatu dan Gili Tepekong di Bali.

“Di Busan, kami lakukan dengan waktu pemasangan pada periode Mei-Oktober 2017. Lokasi yang dipilih pun, adalah tempat yang potensial yang berada di Busan Indonesia Centre (BIC), merupakan lokasi yang tidak pernah sepi di wilayah Kota Busan. Promosi ini diharapkan mampu mendatangkan wisman asal Korsel dan juga mampu menarik minat wisatawan mancanegara lainnya yang berada disana,” ujar Elizabet.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memang serius mendatangkan wisatawan asal Korsel. Menurut data, saat ini jumlah wisman Korea (Selatan) pada tahun 2015 adalah 338.671 orang. Sedangkan target tahun 2016 yakni 400 ribu orang (wisman Korsel) atau naik 18 persen. Tahun ini, Kementerian Pariwisata telah menargetkan sebesar 514.000 wisatawan asal Korea Selatan, untuk itu promosi perlu dilakukan untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Kementerian Pariwisata Indonesia akan gencar berpromosi di Negara yang terkenal dengan budaya K-Pop-nya itu. “Bali dan Yogya destinasi favorit bagi wisman asal Korsel, wisatawan Korsel akan ditargetkan untuk lebih banyak datang ke Indonesia. Dengan mengundang langsung warga Korea Selatan ke Indonesia dan mengenalkan budaya nusantara pada mereka,” ujar Menpar Arief Yahya. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Jaga Kelas Dunia, Kemenpar Pantau Khusus Persiapan Sail Sabang 2017

BALIPORTALNEWS.COM, SABANG – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sepertinya tidak mau malu dan ragu untuk mensukseskan event Sail Sabang 2017. Kegiatan wisata bahari berkelas internasional yang harus dikawal hingga sukses, dan menghidupkan bisnis baru yachts dengan rute Phuket-Langkawi-Sabang.

“Pak Menteri Arief Yahya dan Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari Pak Indroyono Soesilo sudah bersepakat, kerjasama dengan marina di Phuket dan Langkawi, untuk membuka rute segitiga dengan Sabang. Itu harus kita sukseskan!” kata Ukus Kuswara, Sekretaris Kementerian Pariwisata di Sabang, seperti dilansir di laman resmi Kemenpar RI.

Karena itu Kemenpar terus-menerus melakukan pemantauan terkait persiapannya agar benar-benar membuat pecinta wisata bahari tumpah ruah di sana. Tidak hanya saat event Sail Sabang 2017 saja, tetapi pasca Sail Sabang itu menghasilkan portofolio bisnis baru berbasis wisata bahari.

Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara bersama Kadisbudpar Banda Aceh Reza Fahlevi, Kadispar Sabang Zulfli Purnawati dan Wakil Ketua Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Irwan Faisal kembali melakukan kunjungan ke lokasi untuk melihat kesiapan Sabang dari A sampai Z.

“Sail Sabang 2017 adalah proses percepatan wisata bahari kelas dunia. Persiapannya terus kita pantau agar acaranya nanti benar-benar sesuai harapan yaitu wisata bahari berkelas internasional. Tujuan dari Sail Sabang 2017 ini adalah percepatan, jadi kami datang ke sini untuk melihat kesiapan itu,” ujar Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara, Jumat (26/5/2017).

Tempat-tempat yang dikunjungi antara lain destinasi wisata Tugu Nol Kilometer Indonesia dan kawasan Pantai Iboih. Selain situs, kesiapan homestay pun dilihat demi kelancaran acara Sail Sabang 2017. Nantinya semua yang sudah dilihat akan dibawa dalam rapat besar di Jakarta. “Destinasinya harus disiapkan dengan excellent,” tutur Ukus Kuswara.

“Masyarakat dan hospitalitynya juga harus dipersiapkan dengan baik, agar wisman yang rata-rata berasal dari kalangan atas itu bisa menikmati Sabang dengan nyaman dan berbelanja dengan menyenangkan,” ungkap Ukus.

Karena itu, Ukus concern pasca agar dari sejak dini apa saja yang harus ada ketika yachters itu ber-regatta dari jalur Phuket-Langkawi-Sabang, itu benar-benar dipersiapkan. Phuket dan Langkawi sudah jauh lebih maju, fasilitas lebih komplit, yang dibutuhkan para yachters mereka sudah biasa menghandle, karena sudah mengoperasikan banyak marina. “Kita harus cepat menyesuaikan diri dan belajar dari sukses mereka,” ungkap Ukus Kuswara.

Kadisbudpar Banda Aceh Reza Fahlevi menambahkan, Sail sabang 2017 akan diadakan pada akhir tahun ini merupakan event yang kedua kalinya digelar. Nantinya akan ada beberapa kegiatan lomba yang akan diadakan.

“Di rakor ini kita mau pas-kan pembukaannya di mana, acara puncak dan event lainnya di mana. Semua harus disiapkan sampai benar-benar matang. Alhamdulilah kami sudah bersinergi dengan beberapa stake holder terkait untuk pengembangan apa-apa yang diperlukan,” ujar Reza Fahlevi.

Apa saja nanti yang bisa dinikmati pengunjung bila datang ke Sail Sabang 2017? Ada beberapa event seperti Sabang Underwater Photography di pantai Iboih dan Gapang siap menyapa 29 November. Setelah itu, ada  bazaar dan ekspo di Sabang Fair, Free Dive Championship pada tanggal 3 Desember. Ada juga Lomba Memancing di sekitar Pulau Rondo selama dua hari, 3-4 Desember, juga terdapat festival budaya, parade perahu nelayan, serta wind surfing

Lanjutan acara keren lainnya, pertemuan bisnis dengan Cruise Operator di Kota Sabang, 30 November. Setelah itu, pembukaan Sail Sabang 2017 Pasiran pada 2 Desember. Pada hari itu juga akan diselenggarakan parade kapal tradisional dan eksibisi paramotor di Teluk Sabang.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengingatkan, waktu yang tersisa harus dimanfaatkan dengan baik. Persiapannya harus bisa efektif digunakan untuk koordinasi, roadshow ke sasaran originasi, atau ajakan untuk menarik kunjungan peserta hingga wisman datang dari luar negeri.

“Ini sangat bagus. Gerhana Matahari Total bisa sukses besar karena terus dikampanyekan sejak setahun sebelumnya. Even ini bisa membangun dan mengembangkan kembali Kota Sabang sebagai kota wisata bahari dengan bentang lautnya yang indah,” ujar Menpar Arief Yahya.

Kebetulan, Kota Sabang diuntungkan dengan letak geografis yang sangat strategis. Wilayahnya berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia dan Thailand. Selain itu juga kota Sabang berada di pintu utama Selat Malaka dan memiliki pelabuhan alam terbaik seperti halnya pelabuhan Tanjung Priok.

“Selat Malaka menjadi sarana transportasi laut tersibuk dan termurah di dunia. Singgahnya kapal-kapal yang melewati Selat Malaka akan memberikan efek besar bagi pertumbuhan ekonomi melalui jasa dan bea seperti bea sandar, bea labuh, dan jasa-jasa pelabuhan lainnya dan transaksi bisnis lainnya termasuk industri pariwisata,” ungkap Arief Yahya. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Sambut Asian Games 2018, Palembang Bikin Kampoeng Warno-Warni

BALIPORTALNEWS.COM, PALEMBANG – Kampung warna-warni makin ngetren dan menginspirasi banyak daerah untuk dijadikan destinasi desa wisata. Setelah kampung warna-warni di Semarang yang mendunia karena di-repost oleh media-media internasional, lalu Jogjakarta dan Malang yang juga go international, kini giliran Palembang, Sumsel yang beraksi.

Mereka baru saja membuat kambung warna-warni yang di-launching demi menyambut Asian Games 2018. Ini matching dengan logo Asian Games 2018 yang juga warna-warni.

Program Kampoeng Warno-Warni yang digagas Relawan Gemilang Peduli Asian Games, kini mendapat perhatian banyak pihak, termasuk pihak swasta yakni Perusahaan Cat Propan. Sejumlah sponsor memberikan dukungan, mengingat Kampoeng warno-warni disiapkan sebagai wisata baru di Palembang.

Untuk pengecatan kampoeng warno-warni, Produk cat ternama di Indonesia, Propan memberikan dukungannya dengan menggelontorkan ratusan kilogram cat untuk tahap awal. “Kampoeng Warno-Warni ini termasuk bagian dari menyemarakkan event Asian Games tahun depan. Banyak yang sudah memberikan dukungannya. Terakhir kita baru terima cat dari Propan, terima kasih Propan,”kata sekretaris Gemilang Peduli Asian Games, Mas Warto di Palembang, Jumat (26/5/2017) seperti dilansir di laman resmi Kemenpar RI.

Mas Warto menjelaskan, Kampoeng Warno-Warni telah dimulai sejak beberapa waktu lalu dan dipusatkan di seberang ulu, berhadapan langsung dengan Benteng Kuto Besak. Warto menyatakan organisasi yang dipimpinnya selalu siap berkolaborasi menyukseskan Asian Games 2018.

“Kita semarakkan Palembang ini untuk mempromosikan Asian Games 2018. Untuk infrastruktur, Palembang sudah siap. Sekarang tugas kita bersama untuk mempromosikannya, sekaligus mengajak peran serta masyarakatnya,” papar Mas Warto.

Diketahui, Palembang, bersama Jakarta, akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, yang dihelat pada 18 Agustus hingga 2 September 2018. Menyongsong perhelatan olahraga akbar antarnegara Asia itu, Pemkot Palembang merencanakan sejumlah program kepariwisataan.

Sebelumnya, Wali Kota Palembang Harnojoyo menyampaikan sejumlah program pembangunan Pemerintah Kota Palembang, khususnya pariwisata, kepada Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Teten Masduki, di Istana Negara, Jakarta.

Dalam pertemuan yang serius tapi santai, itu Harnojoyo mengatakan, kepariwisataan adalah salah satu program prioritas Pemerintah Kota Palembang untuk percepatan perwujudan visi Palembang EMAS (Elok, Madani, Aman, Sejahtera) dan kesuksesan penyelenggaraan Asian Games 2018.

Harnojoyo menjelaskan, sektor wisata menjadi salah satu prioritas dalam rangka menyambut perhelatan Asian Games 2018 mendatang. Saat ini Pemkot Palembang telah berhasil mewujudkan wisata pedestrian Sudirman, taman-taman dan wisata lainnya.

Namun kali ini Pemkot Palembang kembali merencanakan pengembangan wisata lain, ada sembilan program pengembangan wisata dipaparkan guna meyakinkan Pemerintah pusat agar dapat mengucurkan bantuan kepada Pemerintah Kota Palembang, salah satunya restorasi Benteng Kuto Besak (BKB) dan percantik kawasan sungai Musi.

“Apa yang akan dilakukan Pemkot Palembang, yaitu penataan Sungai Musi, pengecatan rumah di bantaran Sungai Musi, penataan bangunan bersejarah, restorasi Sungai Sekanak, revitalisasi Bukit Siguntang, pengembangan wisata Pulau Kemaro, dan pembangunan pasar seni. Kemudian program pembangunan pasar wisata terpadu di Sekanak, pembangunan air terjun menari di plaza Benteng Kuto Besak, pembanguan air terjun Ampera,” papar Harnojoyo.

Ia mengatakan, sejumlah program terkait pariwisata juga telah berjalan. Antara lain, pedestrian Sudirman yang berlangsung tiap malam sabtu dan malam minggu.

Sejumlah aktivitas seni disajikan di tempat itu, mulai dari diskusi seni dan budaya, teater, kesenian tradisonal, komunitas pencinta hewan, hingga permainan tradisional anak.

“Selain pedestrian Sudirman, ada pula Al Quran Al Akbar di Gandus, yang menjadi daya tarik wisatawan. Setiap hari, tempat ini tak pernah sepi pengunjung,” tambah Harnojoyo.

Saat ini, sejumlah tempat wisata juga kerap dikunjungi wisatawan, lokal maupun mancanegara. Mulai dari Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, Monpera, Kampung Kapitan, Kampung Al Munawwar. Kampung dengan bangunan heritage yang pernah menjadi objek content di media social bersama GenPI Sumsel.

“Tema Almunawar menjadi hastag yang mengudara di trending topic sekitar 9 jam,” aku Kadispar Sumsel Irene Camelyn Sinaga. Dua kali berkegiatan dengan tagar almunawar, dan selalu menjadi bahan perbincangan netizen di media sosial.

Harnojoyo optimistis, jika program-program yang direncanakan itu terwujud, ditambah program yang telah berjalan saat ini, pariwisata di Palembang akan makin berkembang.

“Wisatawan lokal maupun mancanegara tentu akan tertarik berkunjung ke Palembang. Perlu aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat, kementerian. Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Harus jemput bola  agar pembangunan di Kota Palembang tidak terhambat,” tukas Harnojoyo.

Sumatera Selatan (Sumsel) sejak 2015 sudah ditetapkan oleh Menpar Arief Yahya sebagai provinsi percontohan dalam menggelar Sport Tourism. Mereka sedang mempersiapkan Asian Games 2018, yang closing ceremony-nya bakal dipusatkan di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumsel.

Menpar Arief Yahya menyebut faktor 50% sukses sebuah daerah itu serius menggarap pariwisata adalah CEO Commitment. Keseriusan kepala daerahnya, dan itu terbukti di Sulut dan Banyuwangi.

“Pertama, tempatkan orang yang betul, terbaik, punya passion di pariwisata sebagai kadisparnya! Kedua, alokasi budgeting-nya harus lebih banyak ke sektor yang sudah dipilih menjadi core economy daerah tersebut! Kalau pariwisata ya, harus dialokasikan yang kelihatan agar bisa membangun destinasi kelas dunia,” kata Arief Yahya.(*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Menpar Arief Ingatkan STP NHI Bandung Gunakan Global Standart

BALIPORTALNEWS.COM, BANDUNG – Pendidikan! Pengembangan SDM-Sumber Daya Manusia! Itu adalah concern jangka menengah dan panjang Menteri Pariwisata Arief Yahya. Karena itu, dia serius memantau pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk-Sekolah Tinggi Akademi Politeknik Pariwisata (SBM-STAPP) di ruang rapat Rektorat STP NHI Bandung, Jumat (26/5/2017).

Dilansir dari laman resmi Kemenpar RI, Menpar Arief didampingi Deputi BPKK H.M Ahman Sya, Tenaga Ahli Menteri Bidang Manajemen Strategis Priyantono Rudito, dan Ketua STP Anang Sutono. Menpar blusukan dadakan untuk melakukan inspeksi dan pemantauan fasilitas gedung perkuliahan STP NHI Bandung.

Ketua STP Anang Sutono beserta jajaran menjelaskan rencana pembangunan dan fungsi dari berbagai fasilitas kampus. Menpar Arief Yahya berinteraksi dan berdialog dengan staf dan mahasiswa di lingkungan kampus.

Rapat pemantauan dilakukan dengan cara video call dengan 6 Unit Pelaksana Teknis (UPT) lembaga pendidikan tinggi pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata yang terdiri atas STP NHI Bandung, STP Nusa Dua Bali, Poltekpar Medan, Poltekpar Makassar, Poltekpar Palembang, dan Poltekpar Lombok, dan Deputi BPKK, H.M Ahman Sya, Ketua STP Bandung Anang Sutono, dan Tenaga Ahli Menteri Bidang Manajemen Strategis, Priyantono Rudito.

“Gunakan global standart, untuk menjadi global player! Sisihkan 10% lulusan dididik khusus menjadi entrepreneur! Perguruan Tinggi Pariwisata di bawah Kemenpar harus bisa menjadi center of exellence dalam penggunaan bahasa asing,” kata Menpar Arief Yahya menginstruksikan kepada seluruh UPT lembaga pendidikan pariwisata Kemenpar.

Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Ahman Sya menjelaskan, inisiasi SBM STAPP dilakukan perdana pada tahun 2016, atas instruksi Menpar untuk digitalisasi pendaftaran mahasiswa yang sinergis oleh 6 UPT lembaga pendidikan tinggi pariwisata di bawah Kemenpar.

Di luar jalur SBM-STAPP, lanjut Ahman Sya, seluruh UPT juga melakukan Seleksi Mandiri Masuk (SMM). Total peminat yang mendaftar melalui SBM-STAPP adalah sebesar 10.000 orang dan SMM sebesar 11.000 orang. Total peminat 6 UPT Kemenpar pada tahun 2017 adalah sebesar 21.000 orang, naik 50% dibanding data peminat tahun 2016.

“Dalam mekanisme penerimaan mahasiswa baru tersebut, seluruh UPT mengalokasikan kuota menerima mahasiswa 80% dari SBM-STAPP dan 20% sisanya dari SMM,” papar Ahman Sya.

Adapun peminat yang mendaftar melalui SBM-STAPP Total 21.382 yakni STP NHI Bandung 11.655, STP Nusa Dua Bali 4.491, Akpar Medan 1.707, Poltekpar Makassar 2.470, Poltekpar Palembang 630, dan Poltekpar Lombok 429.

“Jumlah peminat tersebut sangat banyak dan melampaui kapasitas 6 UPT untuk menampung 3.500 mahasiswa baru. Persaingan untuk mendapatkan kursi studi adalah 1:6, hanya 1 peminat yang diambil dari 6 pendaftar,” tambah Ahman Sya.

Ahman Sya menambahkan, angka persaingan untuk mendaparkan kursi studi berbanding terbalik dengan jumlah lowongan kerja yang tersedia, sebagai contoh Job Fair International Tourism and Hospitality Grand yang diadakan di STP NHI Bandung pada 23-24 Mei 2017 menyediakan lebih dari 15.000 lowongan kerja, sementara pendaftar hanya 4.000 orang.

Perbandingan antara pencari kerja dan lowongan kerja adalah 1:4, di mana setiap 1 pencari kerja dibutuhkan oleh 4 lowongan pekerjaan. Angka lowongan pekerjaan tersebut naik 25% dari acara serupa di tahun 2016 yang menyediakan 12.000 lowongan pekerjaan.

Ketimpangan supply-demand tenaga kerja tersebut disadari oleh Kemenpar. Menpar Arief Yahya menginstruksikan 6 UPT untuk memiliki 10.000 mahasiswa aktif kuliah dan menghasilkan 2.000 alumni yang diluluskan pada tahun 2018.

“Sebuah target yang ternyata sudah tercapai 2017 di mana jumlah mahasiswa di 6 UPT sebesar 10.000 dan lulusan tahun 2017 sebesar 2.000 alumni,” kata Menpar Arief Yahya. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan