23 C
Denpasar
Sabtu, 22 September 2018

Mantap, Wisman ke Sulut Melonjak 449%

BALIPORTALNEWS.COM, MANADO – Sektor pariwisata di Sulawesi Utara (Sulut) saat ini tengah berkembang pesat. Terbukti dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang meningkat drastis hingga 449% pada Mei 2017 dibandingkan tahun lalu. Sebab itu Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong Sulut, khususnya Manado untuk menjadi kawasan destinasi wisata favorit di Indonesia.

Berdasarkan laporan yang disampakan Kepala Bidang Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut Marthedy Tenggehi, kunjungan wisman ke Sulut sebagian besar berasal dari Tiongkok, Jerman, dan Singapura

“Pada bulan Mei 2017, wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Sulut berasal dari Tiongkok sebanyak 4.396 orang (78,65 persen). Di urutan kedua diikuti  Singapura 176 orang (3,15 persen) dan Jerman 138 orang (2,47 persen) di urutan ketiga,” ungkap Marthedy, seperti dilansir dari akun facebook Kementerian Pariwisata.

Kemudian berturut-turut turis dari Amerika 106 Orang (1,90 persen), Inggris 87 Orang (1,56 persen), Hongkong 74 Orang (1,32 persen), Malaysia 67 Orang (1,20 persen), Ausralia 64 Orang (1,15 persen), Belanda 62 Orang (1,11 persen) dan Perancis 47 Orang (0,84 persen).

Marthedy menambahkan, jumlah wisman yang datang ke Sulut mayoritas melalui pintu masuk bandara Sam Ratulangi yang signifikan. “Maraknya turis ke Sulut karena banyaknya direct flight ke Manado yang menjadi pertimbangan tersendiri. Terobosan yang dilakukan oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan promosi gencar Kementerian Pariwisata mampu meningkatkan jumlah wisman ke Sulut sampai ratusan persen setiap bulannya,” paparnya.

Di Sulut, wisman umumnya menikmati sejumlah tempat wisata laut, gunung serta menikmati kuliner Sulut yang dianggap sesuai dengan selera dan taste mereka. “Kalau wisman datang di Manado selama enam hari, mereka menyerbu wisata bahari. Mayoritas tertarik dengan Bunaken, Danau Tondano dan Danau Linow. Nomor duanya suka wisata budaya, dan city tour karena turis itu suka berbelanja di Mantos, mengunjungi patung Tuhan Yesus di Citraland, ke kawasan Kampung Cina dan jalan-jalan di area Boulevard,” lanjutnya.

Laporan BPS ini membuat Menpar Arief Yahya semakin bersemangat. Dia meminta Pemerintah Daerah untuk terus membenahi destinasi wisatanya, terutama 3A-nya. Akses, Atraksi dan Amenitasnya, agar wisman yang datang ke Sulut merasa nyaman dan betah tinggal di Sulut.

“Untuk menambah kunjungan wisman, yang baik dipertahankan, yang kurang dibenahi. Kebersihan, keamanan, kenyamanan harus tetap dijaga agar wisman nyaman datang dan tinggal di sini,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya juga ingin jadikan daerah yang ditetapkan sebagai ibukota terumbu karang dunia oleh World Coral Reef Conference (WCRC) ini sebagai HUB Pariwisata dari pasar Pasifik, seperti China, Hong Kong, Macau, Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan.

“Destinasi wisata sudah kelas dunia, juga atraksi pariwisata di Sulut kita acungkan jempol. Kita harus terus berpromosi dan membuat even berskala internasional sehingga Sulut bisa menjadi hub pariwisata,” harapnya.(*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Menko Luhut Ajak Investor Kembangkan Destinasi Wisata Danau Toba

BALIPORTALNEWS.COM, PARAPAT – Infrastruktur di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba bakal dikebut. Hal ini disampaikan Menko Maritim Luhut Panjaitan pada Rakor Badan Otoritas Badan Pengelola Otoritas Pariwisata Danau Toba (BPOPDT) di Hotel Inna, Parapat, Sumatera Utara.

Namun, investasi yang akan dilakukan di wilayah KSPN tidak semuanya ditanggung  pemerintah, tetapi dikerjasamakan antar institusi swasta atau dengan BUMN.

“Untuk para investor, bentuknya harus B2B (business to business),” ujar Menko Luhut di hadapan para pengusaha, BUMN, institusi pemerintah dan para pimpinan wilayah di sekitar Danau Toba, seperti dilansir dari akun facebook Kemenpar.

Selain itu, dalam rapat yang dipimpin oleh Menkomar Luhut, yang bertindak sebagi Ketua Dewan Pengarah BPOPDT ini juga dibahas  berbagai permasalahan di sekitar pembangunan kawasan wisata tersebut dan pemecahannya.

Dalam rapat ini, Menko Luhut menyimak pemaparan perkembangan pembangunan Bandara Silangit yang rencananya akan menerima penerbangan rute internasional yang disampaikan Direktur Utama BPOPDT, Ari Prasetyo.

“Penerbangan Internasional ini perlu dibuka karena jumlah wisatawan yang meningkat. Kemarin saya dapat laporan turis yang datang ke pulau Samosir tahun 2016 mencapai lebih dari 260 ribu orang padahal infrastruktur belum semua terbangun, ” ujar Menko Luhut.

Untuk itu Menko Luhut mendesak semua yang terlibat harus bekerjasama. Dalam rapat diungkapkan rencana untuk membangun perpanjangan landas pacu Bandara Silangit, koordinasi dengan pihak bea cukai dan kementerian penyelenggara karantina Bandara (Kementerian Pertanian, KKP dan Kementerian Kesehatan) serta kontraktor untuk menyesuaikan finalisasi desain bandara.

Pembangunan transportasi terpadu juga menjadi topik dalam rakor ini, perusahaan angkutan Damri akan mengoperasikan bus rute Bandara Silangit-Siantar, kereta api juga berencana membuka rute baru Lubuk Pakam-Siantar untuk menambah rute yang sudah ada Medan-Siantar.

“Garuda Indonesia dan beberapa penerbangan swasta juga mengungkapkan akan membuka rute internasional,” tambah Menko Luhut.

Menko Luhut mengatakan, jumlah kamar yang tersedia di sekitar wilayah ini yang berjumlah 710 kamar dirasa tidak cukup, karenanya ia mendorong BUMN yang memiliki usaha perhotelan di wilayah itu (Inna dan Patrajasa) serta swasta untuk bisa menambah jumlah kamar.

Masalah lain yang menurut Menko Luhut sangat mendesak untuk diatasi adalah pencemaran danau.

“Perubahan harus segera dilakukan. Dari kajian yang kami lakukan bersama Bank Dunia, yang akan kami umumkan dalam waktu dekat, memperlihatkan terjadi pengotoran yang makin parah. Pencemaran itu datang dari sampah rumah tangga, hotel, keramba, dan kotoran ternak. Dan jika memang betul ada perusahaan yang terlibat dalam pencemaran ini, kita perlu melakukan evaluasi,” ujar Menko Luhut.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, kesiapan pemerintah daerah dan para bupati dibutuhkan untuk menerima kunjungan wisatawan, khususnya di Danau Toba yang sudah menjadi salah satu destinasi prioritas.
“Pada tahun 2019 berharap bisa mendatangkan 20 juta wisatawan. Dari jumlah ini pasti ada yang berkunjung ke Danau Toba,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menko Maritim memberikan ucapan terima kasih dan memuji kinerja Kementerian Pariwisata yang dipimpin Arief Yahya atas perkembangan kunjungan wisatawan mancanegara nomor satu di kawasan Asia Tenggara dan tingginya kunjungan wisatawan ke kawasan Danau Toba yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

“Maju Serentak, Tentu Kita Menang, ini yang namanya Indonesia Incorporated, kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan nasional tidak lepas dari peran serta semua pemangku kepentingan,” kata Menpar Arief Yahya usai Rakor menanggapi pujian Menko Maritim itu.

Menpar Arief Yahya  menambahkan, dirinya telah berkirim surat ke Menteri Perhubungan bulan Maret lalu untuk memperkuat aksebilitas ke Danau Toba yang merupakan salah satu program Prioritas dalam Proyek Strategis Nasional.

“Dalam rapat tadi, kesiapan dan dukungan Menhub Bandara Silangit akan jadi bandara bertaraf internasional bulan September nanti. Telah disiapkan lahan tambahan seluas 142 hektar. Ini bisa digunakan untuk memperpanjang landasan pacu, juga dibahas tentang Terminal, Karantina, Penerbangan Internasional ke/ dari Silangit, Penambahan Slot Penerbangan Domestik, Pembangunan Bandara Sibisa. Jadi, ini keberhasilan semua, tetap harus fokus  dan kompak,” papar Menpar Arief Yahya. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Yes! Taman Nasional Komodo Sambar Word Top 10 Best Destinations versi Natonal Geographic

BALIPORTALNEWS.COM, LABUAN BAJO – Setelah Bali dikukuhkan sebagai The World’s Best Destinations with Travellers Choice oleh TripAdvisor, sekarang giliran Taman Nasional Komodo (TNK) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masuk dalam daftar 10 destinasi terbaik sedunia. Award tadi dilansir majalah National Geographic dengan headline ‘100 Best Destinations around the world in four seasons’ edisi Juli 2017.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Menpar Arief Yahya langsung merespon positif award tadi. Keduanya sulit menyembunyikan rasa bangga, karena destinasi prioritas itu terus melambung. Dua tokoh nasional itu berharap prestasi tadi bisa diikuti destinasi wisata lainnya.

“Ini kan pilihan orang asing. Standarnya pasti global. National geographic sangat berwibawa, kita bangga bahwa di Indonesia ada Taman Nasional Komodo yang bisa menembus top 10 destinasi terbaik sedunia. Itu menandakan bahwa upaya kita mempopulerkan komodo itu berhasil. Destinasinya sangat menarik untuk dikunjungi orang luar,” tutur Wapres Jusuf Kalla, seperti dilansir dari laman facebook Kemenpar RI.

Ucapan JK memang tidak mengada-ada. Pesona Taman Nasional Komodo pernah menaklukkan rider MotoGP sekelas Valentino Rossi. Saat berlibur di Labuan Bajo, Januari 2017, Rossi tak segan membagikan foto dan keseruan liburannya bersama komodo ke lebih dari 13 juta followers di Facebook, 4,7 juta pengikutnya di Twitter dan 3,7 juta fansnya di Instagram.

Selain fakta tadi, mamalia langka yang oleh warga Flores sering dinamai “buaya darat” itu juga pernah masuk nominasi seven wonder world. “Yang terpenting pengelolaan hospitality harus baik dan fasiltiasnya bukan hanya komodo. Ada Pantai Pink Beach di situ, bisa dijadikan spot menyelam. Dan di komodo itu ada pantai yang baik, orang bisa tinggal di kapal untuk merasakan sesuatu yang lain,” terangnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga ikutan sumringah. Bagi dia, award tadi sangat menghentakl Country Brand Wonderful Indonesia juga akan menjadi makin tajam. “Award ini memiliki tiga makna yang sering saya sebut sebagai 3C. Yang pertama menaikkan confidence sebagai bangsa. Berikutnya mengangkat credibility sebagai negara. Satunya lagi berfungsi sebagai calibration untuk memotret seberapa hebat Wonderful Indonesia itu.  Sudah sampai di mana jika dilihat dari kacamata global standart? Award tadi menandakan kita bisa bersaing,” ucap Menpar Arief Yahya.

Pengakuan tadi membuat pamor Taman Nasional Komodo makin mendunia. Sebelumnya, peraih Oscar lewat film Shakespeare in Love, Gwyneth Paltrow, juga pernah membuat testimoni soal Komodo.

“Labuan Bajo dengan komodonya pernah diendorse bintang sekelas Gwyneth Paltrow. Sekarang direview positif oleh National Geograpic. Terimakasih saya ucapkan kepada pembaca National Geographic dari seluruh penjuru dunia yang sudah mereview positif tentang Taman Nasional Komodo sehingga menjadi destinasi terbaik dunia,” kata Menpar Arief Yahya. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Menteri Pariwisata Luncurkan Tour De Flores 2017

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya secara resmi meluncurkan event pariwisata berskala internasional “Tour de Flores 2017” di Balairung Soesilo Soedarman, Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (5/7/2017).

Seperti dilansir dari akun Facebook Kemenpar, event balap sepeda internasional ini akan berlangsung di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 14-19 Juli  2017. Opening Ceremony diadakan Kamis malam, 13 Juli 2017 di Larantuka, Flores Timur.

Tour de Flores (TdF) 2017  untuk kedua kalinya diadakan setelah tahun lalu sukses menjadi trending topic di media sosial dan pemberitaan sport tourism. TdF   mengangkat Flores ke pentas dunia.  Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya   menegaskan, TdF menjadi event berskala internasional terbesar yang diadakan secara berkala setiap tahun di NTT.

TdF 2017 digelar selama enam hari, menempuh rute sepanjang 721,6 km yang terbagi dalam enam etape. Etape pertama, Larantuka-Maumere  dengan jarak tempuh 138,5 km; etape kedua, Maumere-Ende (141,3 km); etape ketiga, Ende-Mbay (111 km); etape keempat, Mbay-Borong (151 km); etape kelima yang merupakan etape terpendek, yakni Borong-Ruteng (58 km); serta etape keenam atau etape terakhir, Ruteng-Labuan Bajo (121,5 km).

Ajang balap sepeda di bawah pengawasan Union Cycliste Internationale (UCI) ini  akan diikuti 20 tim, terdiri atas 16 tim luar negeri dan empat tim dalam negeri. Semua atlet yang tergabung dalam 20 tim itu adalah peseda bertaraf internasional. Peserta dari luar negeri, antara lain berasal dari Inggris, Uni Eropa, Afrika, Jepang, Korsel, RRT, Australia, Thailand, dan Malaysia. Sekitar 50 persen tim yang tahun lalu mengikuti TdF, kini bertarung lagi.

“Tidak hanya menyedot kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus), event ini juga mampu menggerakkan ekonomi daerah dan mendorong perbaikan infrastruktur,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTT, Marius Jelamu.

Chairman Tour de Flores Primus Dorimulu mengatakan, tujuan penyelenggaraan Tour de Flores adalah mempromosikan dan mengangkat pariwisata Flores. “Jadi tidak sekedar lomba balap sepeda. Event ini diharapkan dapat mempromosikan pariwisata Flores, mendorong terbentuknya Flores Tourism Authority (FTA) untuk mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata prioritas, dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Flores,” kata Primus.

Labuan Bajo sudah ditetapkan pemerintah pada akhir 2015 sebagai satu dari 10 destinasi prioritas di Indonesia selain Bali.  Labuan Bajo terletak di bagian barat Flores, satu dari tiga pulau besar di NTT. Sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, NTT ditetapkan sebagai provinsi pariwisata, selain sentra ternak sapi. Presiden Jokowi membuat penajaman agar pariwisata mengalami akselerasi.

Pilihan jatuh ke Labuan Bajo karena daerah ini adalah pintu gerbang menuju Komodo National Park, Taman Wisata Nasional Komodo. Di kawasan yang terdiri atas 150 pulau ini terdapat biawak komodo (Varanus komodoensis), binatang purba yang masih hidup. Pulau Komodo sudah cukup dikenal di dunia sebagai salah satu dari tujuh keajaiban warisan alam yang ada di dunia.

Komodo menjadi daya pikat wisatawan, baik wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan Nusantara (wisnus). Labuan Bajo  menjadi gateway menuju daratan Flores dan ratusan pulau yang ada di utara dan timur Flores. Pulau ini kaya akan wisata alam dan budaya. Ada danau tiga warna Kelimutu di Ende, Danau Taratai Raksasa di Pota, Manggarai Timur, tempat bermain ikan paus di Flores Timur, taman laut di Riung, Ngada, taman laut di Teluk Maumere, perkampungan tradisional Bena di Ngada, dan masih banyak lagi. Setiap kabupaten di Flores juga memiliki tenun ikat khas.

Dengan TdF, dunia diajak untuk melihat Flores secara keseluruhan. Flores yang kaya akan objek wisata alam dan budaya. Labuan Bajo bukan hanya gateway menuju Komodo Natonal Park untuk wisata laut, tetapi juga ke Flores mainluoand, ke wilayah daratan dan perairan Flores lainnya.

TdF adalah sport tourism, event olahraga yang dimaksudkan untuk mempromosikan potensi wisata Flores. Banyak cara untuk promosi wisata, antara lain menyampaikan informasi lewat media konvensional dan media sosial, roadshow untuk menjelaskan potensi wisata, menyebarkan brosur, dan banyak lagi. Tetapi, salah satu cara terbaik adalah menggelar event yang menarik minat publik. Event musik dan olahraga terbukti efektif. Itu sebabnya, music tourism dan sport tourism dimanfaatkan berbagai negara sebagai ajang promosi wisata.

Belajar dari Sukses Tour de France Tahun ini, Tour de France memasuki tahun ke-104. Digelar pertama kali 1 Juli 1903, pengunjung Tour de France terus bertambah dari tahun ke tahun. Pada tahun 2016, lomba balap sepeda internasional ini disaksikan langsung oleh sedikitnya 11 juta orang. Mereka datang dari berbagai negara dan berdiri di sepanjang lintasan yang dilewati pembalap.

Ketika TdF digelar, Tour de France pun sedang berlangsung, yakni 1 hingga 21 Juli 2017. Berawal dari Dulsserdorf, Jerman, lomba berakhir di Paris, 23 Juli, melewati Belgia dan Luksemburg. Panjang lintasan lomba 3.540 km, terbagi dalam 21 etape. Setiap tahun, negara yang dilintasi berubah-ubah. Pada tahun 2016, Tour de France melewati Swiss, Andora, Spanyol, dan Prancis.

TdF bertujuan membetot perhatian dunia bahwa Flores dan wilayah lain di NTT adalah destinasi wisata yang menarik. Lewat event besar seperti TdF, Flores menjadi berita. TdF tercatat di kalender UCI, sebuah organisasi internasional di bidang lomba sepeda profesional. Jika pada cabang sepakbola profesional ada FIFA, olahraga sepeda internasional memiliki UCI. Atlet dan semua orang di dunia bisa membaca jadwal itu dan menemukan nama “Tour de Flores” di kalender UCI.

Belajar dari sukses Tour de France, pemerintah Provinsi NTT menggelar Tour de Flores (TdF). Dilaksanakan pertama kali 19-24 Mei 2016, TdF berhasil menyedot perhatian publik seperti terlihat dari berita di media massa dan trending topics selama lima hari di media sosial. Tahun lalu, jumlah wisman yang mengunjungi NTT mencapai 112.433 orang,  naik 15% dari tahun sebelumnya.

Pemprov NTT menargetkan jumlah wisatawan tahun 2017 menembus satu juta, naik dari 882.395 tahun 2016. Sebuah perkembangan menggembirakan adalah meningkatnya wisatawan domestik yang mengunjungi Flores. Pada tahun 2016,   jumlah wisatawan Nusatantara (wisnus) yang melancong ke NTT 769.962. Dengan penerbangan langsung Garuda untuk rute Jakarta-Labuan Bajo dan penambahan armada sejumlah maskapai penerbangan, wisnus yang datang ke NTT tahun ini bakal melampaui satu juta. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pemkot Denpasar Fasilitasi Taman Photography di Youth Park Lumintang

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kini kawasan Youth Park Lumintang yang telah diresmikan Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota I GN Jaya Negara pada Februari lalu diramaikan juga dengan sisi taman Photography.

14 Standing Foto telah disiapkan yang dapat diisi karya-karya komunitas Photography di Denpasar bahkan di Bali. “Kini Para komunitas photography baik di Kota Denpasar maupun diluar Kota Denpasar bisa berpameran di Taman Photography yang dikoordinir Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar,” ujar Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar I.B Rahoela saat ditemui Kamis (6/7/2017).

Menurutnya dari pembanguan Youth Park ini tidak saja memberikan ruang tempat bertemu insan anak muda kreatif Denpasar juga memberikan ruang berpameran bagi penghobi Photography. Untuk teknis berpameran Rahoela mengatakan karya dapat dikumpul di Bagian Humas dan Protokol kantor Walikota Denpasar. Yang nantinya karya akan dicetak sesuai dengan ukuran bingkai permanen di Taman Photography dan dipasang langsung bagian Humas.

“Pameran tidak dipungut biaya yang setiap bulannya dapat diisi para komunitas Photography,” ujar Rahoela.

Kita memberikan kebebasan kepada komunitas Photography untuk memasang setiap karyanya di 14 bingkai foto yang telah disiapkan. Untu awal pemasangan karya kita libatkan karya foto dari komunitas Denpasar Photographer Community yang selanjutnya dapat diisi dengan karya-karya seni Photography bagi para komunitas.

“Mari manfaatkan ruang kreatif ini untuk menunjukan karya seni photography kepada masyarakat, disamping itu masyarakat diharapkan dapat turut menjaga fasilitas publik di Kota Denpasar,” ujarnya

Dalam kesempatan tersebut Rahoela didampingi Kasubag Pengumpulan Informasi dan Publikasi Humas Denpasar Wayan Hendaryana mengatakan pihaknya dalam waktu dekat ini juga akan menggelar lomba foto dan vlog. Lomba terbuka untuk umum dengan mengangkat Tema Joyful Denpasar dengan karya foto dan vlog diunggah di akun IG Denpasar.

“Kita mengajak insan seni photography Denpasar dan penggemar vlog untuk berkarya bersama menginformasikan sisi terbaik Kota Denpasar dengan suka cita dan kegembiraan masyarakatnya lewat tema Joyful Denpasar,” ujar Rahoela, sembari mengatakan pengumuman lomba lebih lanjut akan segera diinfokan pada media sosial Pemkot Denpasar dan media cetak. (pur/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Yuk, Beriwisata ke Pulau Giliyang yang Memiliki Kualitas Oksigen Terbaik Dunia

BALIPORTALNEWS.COM, SUMENEP –  Selain Pulau Giligenting yang jadi andalan Kabupaten Sumenep dengan pantainya yang mempesona, Pulau Giliyang juga punya daya pikat sebagai wisata kesehatan.

Pasalnya, pulau tersebut memiliki kadar oksigen yang sangat baik.
Hasil penelitiah LAPAN pada 2006, kadar oksigen berkisar 3,4 persen hingga 4,8 persen di atas normal. Bahkan pada tahun 2016, penelitian serupa dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumenep. Hasilnya, Kandungan oksigen Pulau Giliyang di atas rata-rata wilayah lainnya, yakni 21 persen.

“Banyak yang belum mengenal pulau ini kan? Silakan dicoba, menghirup okaigen terbaik di sana! Semampang #MudikPenuhPesona,” ajak Menpar Arief Yahya, yang sedang berada di Banyuwangi, seperti dilansir dari laman facebook Kemenpar.

Kabag Humas Pemkab Sumenep, Abdul Kadir mengatakan, pada 2015 Pulau Giliyang sudah dicanangkan sebagai objek wisata kesehatan. ‘’Karena itu kami saat ini konsentrasi untuk menambah pembangunan fasilitas di Giliyang,” katanya.

Kadir menegaskan,  Giliyang sangat berpotensi menjadi jujukan wisatawan. Karena kadar oksigen terbaik dunia ke dua setelah Yordania. Apalagi kini Pemkab sudah mencanangkan Visit Sumenep 2018. Salah satu yang tempat wisata yang dipasarkan adalah Pulau Giliyang.

Untuk infrastruktur sudah banyak perbaikan. Bahkan menurut Kadir, pembangunannya tergolong paling pesat disbanding pulau-pulau lain yang juga menjadi kawasan wisata. Pavingisasi sudah hampir menyentuh semua jalan desa. Demikian juga untuk homestay di rumah penduduk sudah dipersiapkan. ‘’Namun, kami masih perlu juga melakukan promosi besar-besaran, agar benar-benar layak jual,’’ katanya.

Pulau Giliyang sangat sesuai sebagai wisata untuk keluarga. Untuk mencapai ke Pulau Giliyang tidak perlu mengeluarkan budget yang dalam. Untuk menuju ke Pulau Giliyang, pengunjung menuju ke Pelabuhan Dungkek, Sumenep. Banyak Mobil Penumpang Umum (MPU) yang ada setiap saat dari kota Sumenep menuju Pelabuhan Dungkek, tarifnya bisa mencapati Rp 20 ribu.

Tapi bila menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat, pengunjung bisa menitipkannya di rumah warga tak jauh dari Pelabuhan Dungkek. Soal keamanan, terjamin. Di pelabuhan juga dekat dengan Mapolsek Dungkek.

Dari pelabuhan Dungkek menuju Pulau Giliyang, sudah banyak perahu motor milik nelayan yang menunggu kedatangan anda, tarif untuk reguler hanya Rp 15 Ribu per orang. Perahu reguler berangkat pada pukul 10.00 Wib.
Bila datang dengan rombongan besar, pengunjung bisa menyewa perahu. Pulang-Pergi Rp 500 ribu dengan kapasitas perahu maksimal 30 orang. Tapi untuk rombongan kecil bisa menyewa perahu yang ukurannya lebih kecil, sekitar Rp 200 ribu.

Waktu tempuh pelabuhan Dungkek ke Pulau Giliyang antara 45 menit sampai 60 menit dalam kondisi cuaca normal. Setibanya di Pulau Giliyang, anda tinggal menyewa kendaraan di kawasan pelabuhan Pulau Giliyang untuk menuju titik oksigen terbaik di Desa Bancamara.

Bila pengunjung merasa punya banyak waktu untuk tinggal, maka pengunjung bisa bermalam di homestay yang menjadi satu dengan pemilik rumah. Pemiliki rumah akan menyiapkan pula sarapan pagi, bila menginap. Namun untuk keperluan kuliner, warga juga sudah menyiapkannya, meskipun belum ada kuliner istimewa di desa tersebut.

Selama berada di Pulaya Giliyang, pengunjung bisa menuju sejumlah destinasi wisata lainnya. Misalnya ke Gua di tepian pantai Giliyang. Ada sejumlah gua yang banyak dikunjungi wisatawan. Diantaranya 7 gua di Desa Banra’as, dan tiga gua di Desa Bancamara.(*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Kompetisi Lampion Warnai Wisata Batu di Malam Hari

BALIPORTALNEWS.COM, KOTA BATU – Inilah hari-hari  yang tepat bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kota Wisata Batu. Sejak 21 Juni lalu hingga 15 Juli 2017, setiap malam banyak pemandangan menarik di sudut-sudut Kota yang dijuluki Swiss kecil itu. Yakni, lampion warna warni dan dekorasi berbagai bentuk dan corak di sejumlah sudut gerbang kampung.

“Yang sedang #MudikPenuhPesona di Jatim atau Malang Raya, silakan ke Kota Batu!,” ajak Menpar Arief Yahya, seperti dilansir dari laman resmi Kemenpar.

Siapa tahu bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain?

Keberadaan  dekorasi menghiasi pintu masuk gapura di setiap RW yang letaknya di tepi jalan bukan tanpa sebab. Ini merupakan kompetisi menghias gapura bagi  RW yang berlokasi di tepi jalan. Kompetisi ini berhadiah total Rp 104 juta.

‘’Saya yakin even ini cukup memberikan warna baru bagi para wisata yang datang ke Kota Batu. Sehingga para wisatawan akan melihat suguhan menarik lainnya di Kota Batu,’’ kata Wali Kota Batu, Eddi Rumpoko.

Sebanyak 26 rukun warga (RW) yang berasal dari Kecamatan Batu, Kecamatan Bumiaji, dan Kecamatan Junrejo bersemangat untuk mengikuti lomba. Bahkan, Lomba Hias Kampung ini tidak hanya diikuti RW, melainkan juga kantor balai desa hingga kantor kecamatan.

Setiap RW memang menghadirkan berbagai corak dekorasi yang berbeda sesuai keinginan warga. Misalnya Warga RW 1 Kelurahan Dadaprejo tak mau ketinggalan dengan daerah lain untuk memoles kampungnya. Kampung yang terletak di pintu masuk Kota Batu dari arah Kota Malang itu dipoles menjadi kampung lampion mawar dengan lampu hias warna-warni.

Dekorasi itu dipajang di sepanjang kanan dan kiri jalan kampung. Sementara itu, pintu masuk gapura dipoles dengan bangunan mirip rumah. Dekorasi itu dikemas menjadi rumah wisata Lebaran paling nyaman dan aman. Yakni, sebagai simbol rumah yang siap menyambut wisa tawan layaknya pulang ke rumah dan bertemu dengan keluarga.

”Bangunan rumah itu diibaratkan, saat Lebaran banyak orang mudik dan kembali ke keluarga,” kata Lurah Dadaprejo Abdul Salam.  Dekorasi yang disuguhkan warga RW 1 itu memang cukup menarik. Maklum, biaya yang dikeluarkan juga cukup banyak, yakni mencapa Rp 7 juta.

Sementara itu salah satu anggota tim panitia, Manager Marketing and Public Relation Jatim Park Group Titik S. Ariyanto mengungkapkan, event Lomba Hias Kampung nantinya harus mempersembahkan hasil yang terbaik untuk wisatawan. ”Wisatawan pun yang datang ke Kota Batu benar-benar terhibur,” bebernya.

Lomba itu memperebutkan hadiah Rp 104 juta. Khusus untuk RW disiapkan total hadiah sebesar Rp 51 juta. Penilaiannya bermacammacam. Seperti RW terheboh, terunik, terkreatif, terkompak, terinovasi, dan lain-lain. Hadiah Rp 3 juta disiapkan untuk setiap kategori.

Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo. Mendokarasi Gupura  lampion dengan indahnya di tepi jalan kampung dengan warna-warna terang saat siang dan malam hari. ”Warga memang sangat menyukai event ini, bahkan semua biaya memang hasil swadaya masyarakat,” ujar Lurah Dadaprejo Abdul Salam. Dengan mengangkat konsep lampion mawar, Desa Dadaprejo, RW 01, ini terlihat berbeda saat malam hari.

Lampion gurita raksasa yang bertengger di tengah salah satu sudut kampung dengan ditemani ikan-ikan raksasa. Tak hanya itu, adapula bangunan piramida yang berada di seberangnya lengkap dengan patung unta. ”Kami bangga dan sangat senang menyambut event ini, apalagi nanti banyak wisatawan yang mampir dan merasa senang dengan tampilan desa kami,” ujar Kepala Desa Sidomulyo Suharto.

Hiasan lampion lainnya dari Desa Dadaprejo RW 01, Kecamatan Junrejo. Selain di RW 01, warga RW 02 dan RW 03, Desa Dadaprejo, juga tak mau kalah dalam menghias kampungnya. Di dua RW tersebut menghias kampungnya dengan lampion dan obor sehingga ketika malam hari kampung tersebut terlihat semakin cantik.

Kepala Desa Dadaprejo Abdul Salam menyatakan, Lomba Hias Kampung ini tak sekadar hanya menjadi wadah guyub rukunnya warga. Tapi, juga bisa dijadikan wadah kreativitas warga dalam menghias kampung.

”Apalagi banyak warga yang mengaku senang bahwa Batu jadi jujukan wisatawan saat Lebaran,” imbuhnya. Selain itu, di Kelurahan Temas semangat warga untuk menghias kampungnya juga begitu tinggi. Seperti yang terlihat di Gang V Jalan Pattimura.

Di pintu masuk gang tersebut dihias dengan gapura berupa kubah masjid setinggi 4 meter yang tampak gagah berdiri menyambut Lebaran tahun ini. Warna-warna cerah tampak menghiasi bangunan gapura tersebut, seperti warna emas, biru laut, biru muda, dan hijau.

Salah satu pembuat desain, Sukarsono, menjelaskan bahwa tema yang diangkat yakni kebersamaan dalam Lebaran. ”Karena semua biaya merupakan swadaya masyarakat, kami ingin menceritakan bahwa gotong royong itu penting,” imbuhnya.

Bahkan, karena semangat itulah, warga desa dibagi tugas, di antaranya ada yang membuat hiasan ketupat dan obor. Selain Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, dan Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, menampilkan karya terbaiknya.

Dengan mengikutsertakan 9 RWnya, desa itu mengusung tema Timur Tengah dan dunia laut. Hal itu tampak dengan adanya bangunan semacam lampion gurita raksasa yang bertengger di salah satu sudut kampung dengan ditemani ikanikan raksasa.

Termasuk ada menara dan replika ketupat. Sementara itu, tema yang dipakai yakni ”Sambut Lebaran 1438 H Gemerlap Batu, Rumahku, Kotaku”.
Dalam kegiatan ini, ada sekitar 20 RW dari setiap kecamatan yang dipersiapkan untuk mengikuti lomba yang memperebutkan hadiah total Rp 104 juta. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Ayo Saksikan Penampilan Para Seniman di Eksotika Bromo

BALIPORTALNEWS.COM, BROMO –  Untuk kesekian kalinya Gunung Bromo menjadi lokasi penampilan hasil kreativitas seni para budayawan dan seniman tari nusantara. Even yang merupakan gawe bareng sejumlah stakeholder negeri dan swasta ini bakal menggelar even yang bertajuk Eksotika Bromo pada 7-8 Juli 2017. Acara ini akan digelar di Lautan Pasir Kasiah dan Agrowisata Desa Jetak.

“Silakan dicatat tanggal mainnya! Ayo saksikan karya kreasi para seniman dan budayawan tari nusantara,” ajak Menpar Arief Yahya, seperti dikutip dari laman resmi Kemenpar.

Even ini bakal melibatkan ratusan seniman tari dari berbagai daerah. Tidak hanya itu, akan hadir pula artis multitalent Ayushita Widyartoeti Nugraha dan Sha Ine Febriyanti. Dua artis ibukota ini bakal tampil membawakan Puisi dengan tema tersendiri yakni Puisi Kidung Tengger.

Gelaran ini sebenarnya sudah dirintis sejak dua tahun lalu, namun masih melibatkan warga dan seniman lokal Bromo, yang ada di Desa Jetak, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. ‘’Namun, untuk tahun ini panitia membuat lebih besar lagi melibatkan banyak pihak. Sehingga para  seniman-seniman dari luar kota Probolinggo juga turut berpartisipasi  mengisi acara. Karena itu sekarang namanya Eksotika Bromo,’’ kata Heri Prasetyo,  salah satu seniman pencipta seni pementasan tari yang juga ambil bagian pada even itu.

Menurut lelaki paruh baya yang sering dipanggil Hery Lentho ini, untuk Eksotika Bromo jumlah kesenian yang akan ditampilkan beragam. Serta melibatkan berbagai seniman daerah. ‘’Saya yakin acara ini akan jadi ajang yang sukses, apalagi panitia mendapat support dari banyak pihak baik pemerintah maupun swasta,’’ kata Herry Herry Lentho merupakan salah satu penerima penghargaan dari Kementerian Pariwisata untuk katagori kreator seni pertunjukan, pada 2014 lalu.

Koreografer yang juga arek Malang ini, juga turut ambil bagian dalam pementasan drama kolosal berupa sendratari Kidung Tengger. Sebagian para penari ini diambil dari seniman tari Jawa Timur, serta para siswa di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya (STKW).

Selain Puisi Kidung Tengger, yang akan menampilkan dua multi talenta ibu kota, bertempat di lautan Pasir Kasiah, even ini juga diisi Sendratari Kidung Tengger, Tari Topeng Gunungsari, Perkusi UI Daul Madura yang merupakan perkusi berlatar etnik Madura.

Ada pula Jegog Suar Agung Bali, yang merupakan perkusi bambu  berlatar etnik dari pulau dewata Bali.  Singo Ulung tarian khas Bondowoso, Jaranan Wahyu Tunas Budaya, Jaran Slining Lumajang, Tari Mahameru, serta Reog Ponorogo. Tidak hanya itu, di lokasi berbeda namun masih di kawasan Bromo, tepatnya di Agrowisata Desa Jetak, dua malam berturut-turut akan ditampilkan Pawai obor, Tari Topeng Gunungsari, Konser Musik Wadya Bala STKW, Tari Pepe ‘pepe’ Bainea  Ri Gowa, serta Jaranan Campursari.

Tak kalah menariknya, panitia juga mengadakan lomba Fotografi Eksotika Bromo dengan mengambil spot pada dua hari acara itu. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Lebaran di Jakarta? Ini Dia 10 Destinasi Favorit di Ibukota

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Sudah  menjadi tradisi bahwa libur Lebaran selalu dimanfaatkan untuk mudik atau pulang kampung dari dan ke berbagai daerah. Jakarta sebagai ibu kota pun terkena imbasnya. Salah satunya jalanan yang lebih lengang daripada biasanya.

Meskipun diperkirakan sekitar 40 persen warga Jakarta tetap berada di Ibukota, bukan berarti kita tak bisa menikmati masa liburan. “Ada beberapa destinasi wisata yang bisa menjadi alternatif bagi kita untuk berwisata dan memanfaatkan libur lebaran di ibukota, yang tidak pulang kampung, masih bisa berwisata di DKI Jakarta, ini destinasi andalannya,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, seperti dilansir dari laman resmi Kemenpar.

  1. Kawasan Kota Tua

Bagi yang tertarik pada sejarah, seni, serta arsitektur peninggalan masa lalu, Kawasan Kota Tua bisa menjadi alternatif. Tak hanya wisata Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah, Kawasan Kota Tua yang terhampar mulai dari pesisir Pelabuhan Sunda Kelapa hingga pusat perekonomian di kawasan Glodok bisa menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik bagi kita dan keluarga.

  1. Taman Margasatwa Ragunan (TMR)

Ingin berwisata dengan buah hati sambil menambah wawasan seputar satwa? Anda bisa mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan (TMR) yang tetap buka selama libur lebaran, bahkan buka lebih pagi yakni pukul 06.00 pada Hari Raya Idul Fitri, Minggu (25/6).

  1. Kepulauan Seribu

Kepulauan Seribu sebagai salah satu dari 10 Destinasi Prioritas yang dicanangkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya memiliki berbagai keindahan alam yang tak ada habisnya bisa menjadi alternatif bagi kita yang ingin melepas penat dan jenuh dari rutinitas di kota. Dijelaskan oleh Dodi Riadi Darwis, PIC Pokja Percepatan Destinasi Prioritas Kepulauan Seribu dan Kota Tua Kemenpar, pada libur Lebaran ini ditargetkan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 70 ribu orang merata di pulau pemukiman maupun pulau resort, mulai dari Pulau Pramuka, Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Harapan, dan masih banyak pulau lainnya yang menjadi favorit baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

  1. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

TMII akan menjadi destinasi wisata sekaligus mengingatkan kita akan indahnya kekayaan budaya dan sejarah Indonesia.  Khusus menyambut libur Lebaran 1438 H ini, TMII menggelar pertunjukan bertajuk “Lepas Rindu Kampoeng Halaman” yang dimeriahkan dengan berbagai atraksi dan hiburan kesenian nusantara.

  1. Jakarta Fair Kemayoran 2017

Jakarta Fair Kemayoran atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) merupakan salah satu event yang banyak ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Digelar dalam rangka memperingati HUT DKI Jakarta ke-490, PRJ 2017 menghadirkan berbagai acara hiburan dan pameran dari sekitar 1500 perusahaan berbagai industri dan produk.

  1. Taman Impian Jaya Ancol

Jangan lewatkan juga berbagai atraksi dan program khusus yang telah disiapkan oleh Taman Impian Jaya Ancol dalam rangka menyambut libur Lebaran 2017 ini. Berbagai fasilitas seperti pantai, taman, berbagai wahana di Dunia Fantasi, Atlantis Water Adventure, Gelanggang Samudera, dan masih banyak lainnya bisa menjadi alternatif untuk menghilangkan kepenatan.

  1. Hutan Mangrove PIK

Bagi Anda yang ingin bersantai, berjalan-jalan, atau bersepeda sambil menikmati hijaunya pohon bakau, Hutan Mangrove PIK yang terletak di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara bisa menjadi alternatif bagi para pengunjung yang ingin menikmati nuansa hijau di tengah kota.

  1. Monumen Nasional

Karena letaknya yang strategis yakni di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Monumen Nasional (Monas) menjadi salah satu objek wisata favorit. Pengunjung bisa memperoleh berbagai pengetahuan tentang sejarah Indonesia melalui berbagai macam relief, serta menikmati pemandangan Kota Jakarta dari puncak Monas. Namun catat ya, Monas akan tutup di hari kedua Lebaran yaitu Senin (26/6) karena bertepatan dengan jadwal perawatan rutin.

  1. KidZania

Ingin mengajak anak untuk berwisata sekaligus mengedukasi? KidZania Jakarta bisa menjadi pilihan bagi kita. Tetap buka selama Hari Lebaran yaitu pukul 15.00-20.00 pada Minggu (25/6) dan 09.00-14.00 dan 15.00-20.00 pada Senin 26/6), theme park khusus anak-anak yang mengedepankan unsur pendidikan dan hiburan ini akan menjadi momen liburan yang tak dilupakan bagi anak-anak.

  1. Taman Menteng

Ingin menikmati asrinya pepohonan di tengah kota tanpa harus menguras kocek? Taman Menteng bisa menjadi solusinya, lo. Tak hanya menyediakan jogging track yang bisa kita manfaatkan untuk berolahraga, kita juga bisa memanfaatkan fasilitas free Wi-fi yang tersedia. Selain itu, kita juga bisa berfoto dan menikmati suasana kebersamaan yang nyaman di taman yang terletak di Jakarta Pusat ini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengajak kita, meskipun sedang tidak mudik dan tetap tinggal di Jakarta selama libur Lebaran ini, tetap posting foto-foto seru dengan hashtag #MudikPenuhPesona. “Jika mendapati destinasi daerah yang bagus, silahkan pergunakan hashtag #WisataJalurMudik,” tuturnya. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
15PelangganBerlangganan