Pemkot Denpasar Fasilitasi Taman Photography di Youth Park Lumintang

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kini kawasan Youth Park Lumintang yang telah diresmikan Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota I GN Jaya Negara pada Februari lalu diramaikan juga dengan sisi taman Photography.

14 Standing Foto telah disiapkan yang dapat diisi karya-karya komunitas Photography di Denpasar bahkan di Bali. “Kini Para komunitas photography baik di Kota Denpasar maupun diluar Kota Denpasar bisa berpameran di Taman Photography yang dikoordinir Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar,” ujar Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar I.B Rahoela saat ditemui Kamis (6/7/2017).

Menurutnya dari pembanguan Youth Park ini tidak saja memberikan ruang tempat bertemu insan anak muda kreatif Denpasar juga memberikan ruang berpameran bagi penghobi Photography. Untuk teknis berpameran Rahoela mengatakan karya dapat dikumpul di Bagian Humas dan Protokol kantor Walikota Denpasar. Yang nantinya karya akan dicetak sesuai dengan ukuran bingkai permanen di Taman Photography dan dipasang langsung bagian Humas.

“Pameran tidak dipungut biaya yang setiap bulannya dapat diisi para komunitas Photography,” ujar Rahoela.

Kita memberikan kebebasan kepada komunitas Photography untuk memasang setiap karyanya di 14 bingkai foto yang telah disiapkan. Untu awal pemasangan karya kita libatkan karya foto dari komunitas Denpasar Photographer Community yang selanjutnya dapat diisi dengan karya-karya seni Photography bagi para komunitas.

“Mari manfaatkan ruang kreatif ini untuk menunjukan karya seni photography kepada masyarakat, disamping itu masyarakat diharapkan dapat turut menjaga fasilitas publik di Kota Denpasar,” ujarnya

Dalam kesempatan tersebut Rahoela didampingi Kasubag Pengumpulan Informasi dan Publikasi Humas Denpasar Wayan Hendaryana mengatakan pihaknya dalam waktu dekat ini juga akan menggelar lomba foto dan vlog. Lomba terbuka untuk umum dengan mengangkat Tema Joyful Denpasar dengan karya foto dan vlog diunggah di akun IG Denpasar.

“Kita mengajak insan seni photography Denpasar dan penggemar vlog untuk berkarya bersama menginformasikan sisi terbaik Kota Denpasar dengan suka cita dan kegembiraan masyarakatnya lewat tema Joyful Denpasar,” ujar Rahoela, sembari mengatakan pengumuman lomba lebih lanjut akan segera diinfokan pada media sosial Pemkot Denpasar dan media cetak. (pur/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Yuk, Beriwisata ke Pulau Giliyang yang Memiliki Kualitas Oksigen Terbaik Dunia

BALIPORTALNEWS.COM, SUMENEP –  Selain Pulau Giligenting yang jadi andalan Kabupaten Sumenep dengan pantainya yang mempesona, Pulau Giliyang juga punya daya pikat sebagai wisata kesehatan.

Pasalnya, pulau tersebut memiliki kadar oksigen yang sangat baik.
Hasil penelitiah LAPAN pada 2006, kadar oksigen berkisar 3,4 persen hingga 4,8 persen di atas normal. Bahkan pada tahun 2016, penelitian serupa dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumenep. Hasilnya, Kandungan oksigen Pulau Giliyang di atas rata-rata wilayah lainnya, yakni 21 persen.

“Banyak yang belum mengenal pulau ini kan? Silakan dicoba, menghirup okaigen terbaik di sana! Semampang #MudikPenuhPesona,” ajak Menpar Arief Yahya, yang sedang berada di Banyuwangi, seperti dilansir dari laman facebook Kemenpar.

Kabag Humas Pemkab Sumenep, Abdul Kadir mengatakan, pada 2015 Pulau Giliyang sudah dicanangkan sebagai objek wisata kesehatan. ‘’Karena itu kami saat ini konsentrasi untuk menambah pembangunan fasilitas di Giliyang,” katanya.

Kadir menegaskan,  Giliyang sangat berpotensi menjadi jujukan wisatawan. Karena kadar oksigen terbaik dunia ke dua setelah Yordania. Apalagi kini Pemkab sudah mencanangkan Visit Sumenep 2018. Salah satu yang tempat wisata yang dipasarkan adalah Pulau Giliyang.

Untuk infrastruktur sudah banyak perbaikan. Bahkan menurut Kadir, pembangunannya tergolong paling pesat disbanding pulau-pulau lain yang juga menjadi kawasan wisata. Pavingisasi sudah hampir menyentuh semua jalan desa. Demikian juga untuk homestay di rumah penduduk sudah dipersiapkan. ‘’Namun, kami masih perlu juga melakukan promosi besar-besaran, agar benar-benar layak jual,’’ katanya.

Pulau Giliyang sangat sesuai sebagai wisata untuk keluarga. Untuk mencapai ke Pulau Giliyang tidak perlu mengeluarkan budget yang dalam. Untuk menuju ke Pulau Giliyang, pengunjung menuju ke Pelabuhan Dungkek, Sumenep. Banyak Mobil Penumpang Umum (MPU) yang ada setiap saat dari kota Sumenep menuju Pelabuhan Dungkek, tarifnya bisa mencapati Rp 20 ribu.

Tapi bila menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat, pengunjung bisa menitipkannya di rumah warga tak jauh dari Pelabuhan Dungkek. Soal keamanan, terjamin. Di pelabuhan juga dekat dengan Mapolsek Dungkek.

Dari pelabuhan Dungkek menuju Pulau Giliyang, sudah banyak perahu motor milik nelayan yang menunggu kedatangan anda, tarif untuk reguler hanya Rp 15 Ribu per orang. Perahu reguler berangkat pada pukul 10.00 Wib.
Bila datang dengan rombongan besar, pengunjung bisa menyewa perahu. Pulang-Pergi Rp 500 ribu dengan kapasitas perahu maksimal 30 orang. Tapi untuk rombongan kecil bisa menyewa perahu yang ukurannya lebih kecil, sekitar Rp 200 ribu.

Waktu tempuh pelabuhan Dungkek ke Pulau Giliyang antara 45 menit sampai 60 menit dalam kondisi cuaca normal. Setibanya di Pulau Giliyang, anda tinggal menyewa kendaraan di kawasan pelabuhan Pulau Giliyang untuk menuju titik oksigen terbaik di Desa Bancamara.

Bila pengunjung merasa punya banyak waktu untuk tinggal, maka pengunjung bisa bermalam di homestay yang menjadi satu dengan pemilik rumah. Pemiliki rumah akan menyiapkan pula sarapan pagi, bila menginap. Namun untuk keperluan kuliner, warga juga sudah menyiapkannya, meskipun belum ada kuliner istimewa di desa tersebut.

Selama berada di Pulaya Giliyang, pengunjung bisa menuju sejumlah destinasi wisata lainnya. Misalnya ke Gua di tepian pantai Giliyang. Ada sejumlah gua yang banyak dikunjungi wisatawan. Diantaranya 7 gua di Desa Banra’as, dan tiga gua di Desa Bancamara.(*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Kompetisi Lampion Warnai Wisata Batu di Malam Hari

BALIPORTALNEWS.COM, KOTA BATU – Inilah hari-hari  yang tepat bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kota Wisata Batu. Sejak 21 Juni lalu hingga 15 Juli 2017, setiap malam banyak pemandangan menarik di sudut-sudut Kota yang dijuluki Swiss kecil itu. Yakni, lampion warna warni dan dekorasi berbagai bentuk dan corak di sejumlah sudut gerbang kampung.

“Yang sedang #MudikPenuhPesona di Jatim atau Malang Raya, silakan ke Kota Batu!,” ajak Menpar Arief Yahya, seperti dilansir dari laman resmi Kemenpar.

Siapa tahu bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain?

Keberadaan  dekorasi menghiasi pintu masuk gapura di setiap RW yang letaknya di tepi jalan bukan tanpa sebab. Ini merupakan kompetisi menghias gapura bagi  RW yang berlokasi di tepi jalan. Kompetisi ini berhadiah total Rp 104 juta.

‘’Saya yakin even ini cukup memberikan warna baru bagi para wisata yang datang ke Kota Batu. Sehingga para wisatawan akan melihat suguhan menarik lainnya di Kota Batu,’’ kata Wali Kota Batu, Eddi Rumpoko.

Sebanyak 26 rukun warga (RW) yang berasal dari Kecamatan Batu, Kecamatan Bumiaji, dan Kecamatan Junrejo bersemangat untuk mengikuti lomba. Bahkan, Lomba Hias Kampung ini tidak hanya diikuti RW, melainkan juga kantor balai desa hingga kantor kecamatan.

Setiap RW memang menghadirkan berbagai corak dekorasi yang berbeda sesuai keinginan warga. Misalnya Warga RW 1 Kelurahan Dadaprejo tak mau ketinggalan dengan daerah lain untuk memoles kampungnya. Kampung yang terletak di pintu masuk Kota Batu dari arah Kota Malang itu dipoles menjadi kampung lampion mawar dengan lampu hias warna-warni.

Dekorasi itu dipajang di sepanjang kanan dan kiri jalan kampung. Sementara itu, pintu masuk gapura dipoles dengan bangunan mirip rumah. Dekorasi itu dikemas menjadi rumah wisata Lebaran paling nyaman dan aman. Yakni, sebagai simbol rumah yang siap menyambut wisa tawan layaknya pulang ke rumah dan bertemu dengan keluarga.

”Bangunan rumah itu diibaratkan, saat Lebaran banyak orang mudik dan kembali ke keluarga,” kata Lurah Dadaprejo Abdul Salam.  Dekorasi yang disuguhkan warga RW 1 itu memang cukup menarik. Maklum, biaya yang dikeluarkan juga cukup banyak, yakni mencapa Rp 7 juta.

Sementara itu salah satu anggota tim panitia, Manager Marketing and Public Relation Jatim Park Group Titik S. Ariyanto mengungkapkan, event Lomba Hias Kampung nantinya harus mempersembahkan hasil yang terbaik untuk wisatawan. ”Wisatawan pun yang datang ke Kota Batu benar-benar terhibur,” bebernya.

Lomba itu memperebutkan hadiah Rp 104 juta. Khusus untuk RW disiapkan total hadiah sebesar Rp 51 juta. Penilaiannya bermacammacam. Seperti RW terheboh, terunik, terkreatif, terkompak, terinovasi, dan lain-lain. Hadiah Rp 3 juta disiapkan untuk setiap kategori.

Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo. Mendokarasi Gupura  lampion dengan indahnya di tepi jalan kampung dengan warna-warna terang saat siang dan malam hari. ”Warga memang sangat menyukai event ini, bahkan semua biaya memang hasil swadaya masyarakat,” ujar Lurah Dadaprejo Abdul Salam. Dengan mengangkat konsep lampion mawar, Desa Dadaprejo, RW 01, ini terlihat berbeda saat malam hari.

Lampion gurita raksasa yang bertengger di tengah salah satu sudut kampung dengan ditemani ikan-ikan raksasa. Tak hanya itu, adapula bangunan piramida yang berada di seberangnya lengkap dengan patung unta. ”Kami bangga dan sangat senang menyambut event ini, apalagi nanti banyak wisatawan yang mampir dan merasa senang dengan tampilan desa kami,” ujar Kepala Desa Sidomulyo Suharto.

Hiasan lampion lainnya dari Desa Dadaprejo RW 01, Kecamatan Junrejo. Selain di RW 01, warga RW 02 dan RW 03, Desa Dadaprejo, juga tak mau kalah dalam menghias kampungnya. Di dua RW tersebut menghias kampungnya dengan lampion dan obor sehingga ketika malam hari kampung tersebut terlihat semakin cantik.

Kepala Desa Dadaprejo Abdul Salam menyatakan, Lomba Hias Kampung ini tak sekadar hanya menjadi wadah guyub rukunnya warga. Tapi, juga bisa dijadikan wadah kreativitas warga dalam menghias kampung.

”Apalagi banyak warga yang mengaku senang bahwa Batu jadi jujukan wisatawan saat Lebaran,” imbuhnya. Selain itu, di Kelurahan Temas semangat warga untuk menghias kampungnya juga begitu tinggi. Seperti yang terlihat di Gang V Jalan Pattimura.

Di pintu masuk gang tersebut dihias dengan gapura berupa kubah masjid setinggi 4 meter yang tampak gagah berdiri menyambut Lebaran tahun ini. Warna-warna cerah tampak menghiasi bangunan gapura tersebut, seperti warna emas, biru laut, biru muda, dan hijau.

Salah satu pembuat desain, Sukarsono, menjelaskan bahwa tema yang diangkat yakni kebersamaan dalam Lebaran. ”Karena semua biaya merupakan swadaya masyarakat, kami ingin menceritakan bahwa gotong royong itu penting,” imbuhnya.

Bahkan, karena semangat itulah, warga desa dibagi tugas, di antaranya ada yang membuat hiasan ketupat dan obor. Selain Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, dan Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, menampilkan karya terbaiknya.

Dengan mengikutsertakan 9 RWnya, desa itu mengusung tema Timur Tengah dan dunia laut. Hal itu tampak dengan adanya bangunan semacam lampion gurita raksasa yang bertengger di salah satu sudut kampung dengan ditemani ikanikan raksasa.

Termasuk ada menara dan replika ketupat. Sementara itu, tema yang dipakai yakni ”Sambut Lebaran 1438 H Gemerlap Batu, Rumahku, Kotaku”.
Dalam kegiatan ini, ada sekitar 20 RW dari setiap kecamatan yang dipersiapkan untuk mengikuti lomba yang memperebutkan hadiah total Rp 104 juta. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Ayo Saksikan Penampilan Para Seniman di Eksotika Bromo

BALIPORTALNEWS.COM, BROMO –  Untuk kesekian kalinya Gunung Bromo menjadi lokasi penampilan hasil kreativitas seni para budayawan dan seniman tari nusantara. Even yang merupakan gawe bareng sejumlah stakeholder negeri dan swasta ini bakal menggelar even yang bertajuk Eksotika Bromo pada 7-8 Juli 2017. Acara ini akan digelar di Lautan Pasir Kasiah dan Agrowisata Desa Jetak.

“Silakan dicatat tanggal mainnya! Ayo saksikan karya kreasi para seniman dan budayawan tari nusantara,” ajak Menpar Arief Yahya, seperti dikutip dari laman resmi Kemenpar.

Even ini bakal melibatkan ratusan seniman tari dari berbagai daerah. Tidak hanya itu, akan hadir pula artis multitalent Ayushita Widyartoeti Nugraha dan Sha Ine Febriyanti. Dua artis ibukota ini bakal tampil membawakan Puisi dengan tema tersendiri yakni Puisi Kidung Tengger.

Gelaran ini sebenarnya sudah dirintis sejak dua tahun lalu, namun masih melibatkan warga dan seniman lokal Bromo, yang ada di Desa Jetak, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. ‘’Namun, untuk tahun ini panitia membuat lebih besar lagi melibatkan banyak pihak. Sehingga para  seniman-seniman dari luar kota Probolinggo juga turut berpartisipasi  mengisi acara. Karena itu sekarang namanya Eksotika Bromo,’’ kata Heri Prasetyo,  salah satu seniman pencipta seni pementasan tari yang juga ambil bagian pada even itu.

Menurut lelaki paruh baya yang sering dipanggil Hery Lentho ini, untuk Eksotika Bromo jumlah kesenian yang akan ditampilkan beragam. Serta melibatkan berbagai seniman daerah. ‘’Saya yakin acara ini akan jadi ajang yang sukses, apalagi panitia mendapat support dari banyak pihak baik pemerintah maupun swasta,’’ kata Herry Herry Lentho merupakan salah satu penerima penghargaan dari Kementerian Pariwisata untuk katagori kreator seni pertunjukan, pada 2014 lalu.

Koreografer yang juga arek Malang ini, juga turut ambil bagian dalam pementasan drama kolosal berupa sendratari Kidung Tengger. Sebagian para penari ini diambil dari seniman tari Jawa Timur, serta para siswa di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya (STKW).

Selain Puisi Kidung Tengger, yang akan menampilkan dua multi talenta ibu kota, bertempat di lautan Pasir Kasiah, even ini juga diisi Sendratari Kidung Tengger, Tari Topeng Gunungsari, Perkusi UI Daul Madura yang merupakan perkusi berlatar etnik Madura.

Ada pula Jegog Suar Agung Bali, yang merupakan perkusi bambu  berlatar etnik dari pulau dewata Bali.  Singo Ulung tarian khas Bondowoso, Jaranan Wahyu Tunas Budaya, Jaran Slining Lumajang, Tari Mahameru, serta Reog Ponorogo. Tidak hanya itu, di lokasi berbeda namun masih di kawasan Bromo, tepatnya di Agrowisata Desa Jetak, dua malam berturut-turut akan ditampilkan Pawai obor, Tari Topeng Gunungsari, Konser Musik Wadya Bala STKW, Tari Pepe ‘pepe’ Bainea  Ri Gowa, serta Jaranan Campursari.

Tak kalah menariknya, panitia juga mengadakan lomba Fotografi Eksotika Bromo dengan mengambil spot pada dua hari acara itu. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Lebaran di Jakarta? Ini Dia 10 Destinasi Favorit di Ibukota

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Sudah  menjadi tradisi bahwa libur Lebaran selalu dimanfaatkan untuk mudik atau pulang kampung dari dan ke berbagai daerah. Jakarta sebagai ibu kota pun terkena imbasnya. Salah satunya jalanan yang lebih lengang daripada biasanya.

Meskipun diperkirakan sekitar 40 persen warga Jakarta tetap berada di Ibukota, bukan berarti kita tak bisa menikmati masa liburan. “Ada beberapa destinasi wisata yang bisa menjadi alternatif bagi kita untuk berwisata dan memanfaatkan libur lebaran di ibukota, yang tidak pulang kampung, masih bisa berwisata di DKI Jakarta, ini destinasi andalannya,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, seperti dilansir dari laman resmi Kemenpar.

  1. Kawasan Kota Tua

Bagi yang tertarik pada sejarah, seni, serta arsitektur peninggalan masa lalu, Kawasan Kota Tua bisa menjadi alternatif. Tak hanya wisata Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah, Kawasan Kota Tua yang terhampar mulai dari pesisir Pelabuhan Sunda Kelapa hingga pusat perekonomian di kawasan Glodok bisa menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik bagi kita dan keluarga.

  1. Taman Margasatwa Ragunan (TMR)

Ingin berwisata dengan buah hati sambil menambah wawasan seputar satwa? Anda bisa mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan (TMR) yang tetap buka selama libur lebaran, bahkan buka lebih pagi yakni pukul 06.00 pada Hari Raya Idul Fitri, Minggu (25/6).

  1. Kepulauan Seribu

Kepulauan Seribu sebagai salah satu dari 10 Destinasi Prioritas yang dicanangkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya memiliki berbagai keindahan alam yang tak ada habisnya bisa menjadi alternatif bagi kita yang ingin melepas penat dan jenuh dari rutinitas di kota. Dijelaskan oleh Dodi Riadi Darwis, PIC Pokja Percepatan Destinasi Prioritas Kepulauan Seribu dan Kota Tua Kemenpar, pada libur Lebaran ini ditargetkan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 70 ribu orang merata di pulau pemukiman maupun pulau resort, mulai dari Pulau Pramuka, Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Harapan, dan masih banyak pulau lainnya yang menjadi favorit baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

  1. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

TMII akan menjadi destinasi wisata sekaligus mengingatkan kita akan indahnya kekayaan budaya dan sejarah Indonesia.  Khusus menyambut libur Lebaran 1438 H ini, TMII menggelar pertunjukan bertajuk “Lepas Rindu Kampoeng Halaman” yang dimeriahkan dengan berbagai atraksi dan hiburan kesenian nusantara.

  1. Jakarta Fair Kemayoran 2017

Jakarta Fair Kemayoran atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) merupakan salah satu event yang banyak ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Digelar dalam rangka memperingati HUT DKI Jakarta ke-490, PRJ 2017 menghadirkan berbagai acara hiburan dan pameran dari sekitar 1500 perusahaan berbagai industri dan produk.

  1. Taman Impian Jaya Ancol

Jangan lewatkan juga berbagai atraksi dan program khusus yang telah disiapkan oleh Taman Impian Jaya Ancol dalam rangka menyambut libur Lebaran 2017 ini. Berbagai fasilitas seperti pantai, taman, berbagai wahana di Dunia Fantasi, Atlantis Water Adventure, Gelanggang Samudera, dan masih banyak lainnya bisa menjadi alternatif untuk menghilangkan kepenatan.

  1. Hutan Mangrove PIK

Bagi Anda yang ingin bersantai, berjalan-jalan, atau bersepeda sambil menikmati hijaunya pohon bakau, Hutan Mangrove PIK yang terletak di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara bisa menjadi alternatif bagi para pengunjung yang ingin menikmati nuansa hijau di tengah kota.

  1. Monumen Nasional

Karena letaknya yang strategis yakni di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Monumen Nasional (Monas) menjadi salah satu objek wisata favorit. Pengunjung bisa memperoleh berbagai pengetahuan tentang sejarah Indonesia melalui berbagai macam relief, serta menikmati pemandangan Kota Jakarta dari puncak Monas. Namun catat ya, Monas akan tutup di hari kedua Lebaran yaitu Senin (26/6) karena bertepatan dengan jadwal perawatan rutin.

  1. KidZania

Ingin mengajak anak untuk berwisata sekaligus mengedukasi? KidZania Jakarta bisa menjadi pilihan bagi kita. Tetap buka selama Hari Lebaran yaitu pukul 15.00-20.00 pada Minggu (25/6) dan 09.00-14.00 dan 15.00-20.00 pada Senin 26/6), theme park khusus anak-anak yang mengedepankan unsur pendidikan dan hiburan ini akan menjadi momen liburan yang tak dilupakan bagi anak-anak.

  1. Taman Menteng

Ingin menikmati asrinya pepohonan di tengah kota tanpa harus menguras kocek? Taman Menteng bisa menjadi solusinya, lo. Tak hanya menyediakan jogging track yang bisa kita manfaatkan untuk berolahraga, kita juga bisa memanfaatkan fasilitas free Wi-fi yang tersedia. Selain itu, kita juga bisa berfoto dan menikmati suasana kebersamaan yang nyaman di taman yang terletak di Jakarta Pusat ini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengajak kita, meskipun sedang tidak mudik dan tetap tinggal di Jakarta selama libur Lebaran ini, tetap posting foto-foto seru dengan hashtag #MudikPenuhPesona. “Jika mendapati destinasi daerah yang bagus, silahkan pergunakan hashtag #WisataJalurMudik,” tuturnya. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

#MudikPenuhPesona ke Lombok ? Ini Kuliner Andalannya

BALIPORTALNEWS.COM, LOMBOK – Lombok tidak hanya eksotis dengan pariwisatanya saja yang sudah mendunia. Sebagai tempat yang langganan penghargaan wisata halal terbaik, tentu tidak boleh dilewatkan wisata kuliner di daerah yang ada di Nusa Tenggara Barat itu.

Eksotisme kulinernya selalu membuat nagih dengan cita rasa yang tidak perlu diragukan lagi. Nah, yang kebetulan pulang kampung ke Lombok, atau melintasi Lombok, berikut 10 rekomendasi Menteri Pariwisata Arief Yahya yang wajib dicoba!

“Silahkan mencicipi kuliner daerah, jangan lupa ajak keluarga untuk sama-sama menikmati. Serta jangan lupa, foto-foto, upload di media social, kasih hastag #MudikPenuhPesona, #PesonaKulinerLombok, agar semua orang bisa mengikuti jejak kalian, menikmati sensasi Lombok yang khas. Selamat mudik Lebaran, Salam Pesona Indonesia,” ucap Menpar Arief Yahya, yang terus mengajak netizen memperomosikan destinasi wisata selama Mudik Lebaran 2017, dilansir dari laman resmi Kemenpar.

Sementara itu, Ketua Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) Vita Datau menuturkan, dua makanan khas Lombok, Ayam Taliwang dan Plecing Kangkung adalah favorit Menteri Pariwisata Arief Yahya. Kata Vita, setiap kunjungan kerja ke Lombok, dua menu itu selalu menjadi santapan beliau, baik di saat makan siang ataupun makan malam.

“Pak Menteri ngefans dengan Ayam Taliwang dan Plecing Kangkung, Ayamnya bukan jenis ayam potong biasa, tetapi ayam kampung yang tidak terlalu berumur, sehingga ketika disajikan dengan bumbu Taliwang itu terasa renyah dan tidak kenyal, “ujar Vita.

Kata Vita, kuliner di Lombok paling banyak berbahan dasar sapi, tak heran jika para wisatawan banyak yang suka dengan kuliner khas Lombok. “Lombok ini terkenal dengan sebutan Bumi Sejuta Sapi, jadi kulinernya banyak juga berbahan sapi, jadi jangan lupa cicipi kulinernya sambil nikmati mudik lebaran,” kata Vita Datau.

  1. Sate Rembiga

Lombok memang surganya para sapi. Di sini sapi-sapi bebas berkeliaran sehingga tidak mudah stress. Itulah yang menyebabkan daging sapi dari Lombok Sumbawa terkenal lebih lembut dan nikmat. Sate Rembiga ini memiliki rasa yang unik mulai dari manis, gurih dan utamanya pedas. Nama Rembiga berasal dari nama sebuah desa Rembiga. Karena sangat laris dan populer sampai sekarang dikenal dengan nama Sate Rembiga.

  1. Plecing Kangkung

Siapa yang belum tahu plecing kangkung? Olahan tanaman air ini begitu populer di setiap rumah makan di Lombok. Rasanya belum ke Lombok jika belum makan kulier Lombok yang satu ini. Memang tampilannya sederhana, namun rasarnya luar biasa. Paduan cabai rawit, garam, tomat dan terasinya begitu menggetarkan lidah. Setiap orang yang menyantapnya pasti menikmati sensai pedasnya. Plecing kangkung ini jelas sangat sehat dan membantu kesuburan karena ditambahkan tauge dan taburan kacang goreng untuk mempergurih rasanya.

  1. Ayam Taliwang

Ayam Taliwang sudah menjadi kuliner Lombok yang paling populer. Cobalah ayam Taliwang bakar. Selain bisa dibakar, ayam Taliwang juga bisa disajikan dengan cara digoreng. Ayam kampung yang dipilih merupakan ayam yang masih muda sehingga dagingnya sangat empuk dan mudah sekali dilepaskan dari tulang-tulangnya. Sensasi makanan pedas memang surganya kuliner di Lombok. Jika sempat, tidak ada salahnya membawakan ayam Taliwang asli dari Lombok untuk dibawa ke Jakarta di hari yang sama. Rasa nikmatnya tetap bertahan hingga Jakarta.

  1. Sate Bulayak

Mungkin namanya saja yang kurang familiar. Namun, sate bulayak ini hampir sama dengan sate Madura lainnya. Yang membedakan terletak pada lontong yang disajikan. Keunikan sate Bulayak terletak pada lontongnya yang dibungkus dengan menggunakan daun aren berbentuk spiral. Cara membukanya pun unik, karena harus mengikuti ulir daun arennya. Satenya menggunakan daging sapi yang sudah dipadukan dengan sambal khas suku Sasak. Kearifan lokal sate Bulayak ini dimakan dengan cara tanpa menggunakan sendok atau garpu. Jadi, pastikan kalian sudah mencuci tangan ya.

  1. Nasi Balap Puyung

Sekali mencoba rasanya pasti Anda akan ketagihan untuk mencoba lagi. Itulah nasi balap puyung. Sekali lagi sensai pedasnya yang menjadikan selera makan bertambah dan ingin nambah. Dengan topping ayam suwir, dipadukan dengan cabai, kacang kedelai, taburan rebon kering, abon dan lauk belut menjadikan paket nasi balap puyung ini juara.

  1. Ares

Makanan khas lokal ini berbahan utama pelepah pisang. Ya, pelepah pisang yang masih muda ini diolah menjadi makanan yang enak. Sensasinya jelas bukan sensasi pedas. Siapa bilang rasa kuliner Lombok semuanya pedas? Ares ini rasanya perpaduan antara manis dan gurih karena menggunakan santan. Jangan salah, Ares ini biasa dijadikan pendamping nasi oleh Suku Sasak asli Lombok pada acara-acara pernikahan.

  1. Sate Tanjung

Selain mudah untuk mendapatkan sapi, Lombok juga berlimpah dengan kuliner baharinya. Nah, salah satunya adalah sate Tanjung yang bahan utamanya dari ikan Cakalang. Sate Tanjung biasanya dinikmati selagi masih panas dan didampingi dengan lontong atau nasi. Keduanya sama-sama memberikan kenikmatan tersendiri dalam menikmati sate ikan Cakalang Lombok. Rasa gurihnya didapat dari santan dan beberapa rempah khas Lombok.

  1. Poteng Jaje Tujak dan Iwel

Makanan khas ini memang hanya muncul saat lebaran. Jadi, rasanya agak sulit menemukannya diluar masa lebaran. Namun sebetulnya kuliner ini cukup familiar. Poteng adalah tape ketan dan jaje tujak atau tetel, mungkin lebih familiar dikenal dengan gemblong. Nah, Poteng Jaje Tujak ini diolah dengan campuran daun suji dan pandan.

  1. Babalung

Penamaan bebalung mungkin sudah lekat dengan tulang. Bahan utama kuliner ini adalah tulang iga sapi atau kerbau yang dibumbui dengan cabe rawit, bawang putih, bawang merah, lengkuas dan kunyit ditambahkan juga jahe. Yang paling khas dalam penyajian bebalung adalah taburan bawang gorengnya yang melimpah. Bebalung yang paling populer terletak di Depot Kelebet dibelakang kantor Gubernur NTB.

  1. Beberuk Terong

Mungkin ini bisa disebut juga gado-gado Lombok. Kuliner jenis lalapan ini biasanya dipadu padankan saat menikmati Ayam Taliwang. Bahan utamanya memang menggunakan terong ungu yang sudah dipotong-potong, dan dicampur dengan tomat serta beberapa bumbu rempah lainnya. Setelah ditambah dan dicampur kemudian terong dan taburan bumbu rempah ini ditambahkan dengan kesegaran air jeruk limau. Rasanya benar-benar gado-gado, pedas, manis, asam dan sangat segar untuk makan siang sekalipun. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Genjot Atraksi Crossborder, Kemenpar Dukung Festival Obiang Zumba 2017

BALIPORTALNEWS.COM, BATAM – Sebagai salah satu destinasi wisata Crossborder, Batam terus tancap gas. Buktinya, wilayah yang berdekatan dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia itu akan menggelar Perhelatan Festival Obiang Zumba yang akan dilaksanakan pada tanggal 1-2 Juli 2017 di Batam Beach View Resort.

Seperti dilansir dari laman resmi Kemenpar, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti didampingi Kabid Promosi Wisata Buatan, Ni Putu Gayatri mengatakan, perhelatan ini rencananya akan mengincar sekitar 1.000 wisatawan mancanegara yang melalui Crossborder atau biasa disebut dengan Great Batam.

Kata Esthy, Great Batam menjadi salah satu dari 3 pintu masuk utama wisatawan ke Indonesia, 2 lainnya yaitu great Jakarta dan Great Bali. Kegiatan ini merupakan kerja bareng Kemenpar dengan Pemerintah Daerah Kota Batam.”Olahraga ini telah menjadi New Life Style bagi masyarakat di Batam dan Singapura, dan ini merupakan salah satu event olahraga yang efektif sebagei event promosi,”ujar Esthy yang juga diamini Gayatri.

Gayatri menambahkan bahwa Obiang Zumba adalah program kebugaran tarian yang melibatkan gerakan tari dan aerobik, dan dilakukan dengan musik. Koreografi Zumba tersebut menggabungkan hip-hop, samba, merengue, salsa, soca dan mambo

“Kegiatan ini baru pertama kali digelar d Batam, itu kenapa Obiang Zumba ini akan dipandu oleh 11 Insruktur Zumba yang terlatih, sudah mendapatkan berbagai penghargaan dan kualifikasi yang mumpuni. Dari manajemen hotel, saat ini hotel sudah Full Booked. Ini yang kita harapkan, wisatawan Singapura dan Malaysia akan berduyun-duyun kesini, karena memang olahraga ini juga populer di negara tetangga,” lanjutnya

Salah satu Instruktur yang akan memandu Obiang Zumba ini adalah Kim Christian, wanita ayu yang berlatih Zumba sejak usia 14 tahun saat ini mengajarkan nberbagai macam tarian Flamenco, Bellydance, Salsa, Bachata, Merengue and Cha Cha. Kim  akan mengajarkan soal gerakan Zumba, pengetahuan tentang otot-otot tubuh, serta bagaimana mendengarkan lagu untuk latihan.

Untuk menambah semakin menariknya acara, Esthy memaparkan bahwa akan ada aktifitas yang unik yaitu “Aqua Zumba” yang diselenggarakan di Swimming Pool Batam Beach View Resort. ” Obiang Zumba ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan dan mempromosikan Batam sebagai destinasi leisure, olahraga dan MICE di Asia. Acara ini  termasuk Sport Tourusm juga menjadi sajian hiburan, sekaligus juga sebagai upaya menjalin kerjasama yang erat dengan berbagai pihak, guna pengembangan pariwisata yang penuh  kreatifitas di Batam,” ujar Esthy.

Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya mengungkapkan adanya  peluang baru di titik-titik lintas batas dengan negara tetangga. Tahun ini crossborder area  menjadi target perolehan wisman. Karena itu, berbagai event digelar untuk menghidupkan wilayah perbatasan dengan berbagai festival

“Di mana-mana, crossborder itu bisa menjadi generator baru untuk menembus wisatawan mancanagara, apalagi Batam yang hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari satu jam untuk nyebrang ke Batam dari Singapura,” jelas Menpar Arief Yahya, di Jakarta.

Event tersebut juga dipastikan akan semakin menarik karena penempatan lokasi acara yang sangat bagus yakni Batam Beach View Resort. Hotel dan Resort ini berlokasi di Nongsa, daerah pesisir utara Batam yang masih sepi, Batam View Beach Resort dibangun pertama kali di Batam. Dengan areal seluas 10 hektar termasuk taman, pantai, dan keindahan alam lainnya, Batam View Beach Resort merupakan resort yang terluas di Batam.

Dari Batam View Beach Resort, Anda bisa menyaksikan pemandangan ke seluruh daerah Batam, kerlip Singapora, dan Laut Cina Selatan. Dari Singapore, hotel ini hanya berjarak 35 menit dengan menggunakan feri sedangkan lapangan golf hanya berjarak 3 km. Dengan jumlah kamar 212 kamar.

Acara tarian Zumba juga acara yang unik dan menarik. Senam zumba merupakan salah satu jenis olahraga yang saat ini kian populer di antara wanita Indonesia. Jika anda adalah salah satu orang yang ingin memulai kelas zumba, tidak ada salahnya untuk mengenal jenis olahraga yang satu ini.

Zumba adalah salah satu jenis kelas senam dengan gerakan  dan musik yang berakar dari tradisi latin. Selama senam kita akan melakukan gerakan yang  terinspirasi dari gerakan salsa, merengue, mambo, reggaeton, tango, chachacha dan hip-hop.

Satu sesi kelas zumba biasanya berlangsung selama 50-60 menit yang terdiri dari  sesi gerakan cepat (fast rhythm)dan gerakan lambat (slow rhythm) dikombinasi dengan resistance training untuk membakar lemak dan membentuk otot. Bisa dikatakan zumba adalah olahraga cardio yang juga mampu membentuk tubuh.Zumba sering dipromosikan sebagai pesta dansa, sehingga peserta nya selalu senang dan antusias untuk mengikuti kelasnya setiap hari. Have fun, and love yourself! Begitu kira-kira pesan yang disampaikan oleh para instruktur zumba. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Obama Berlibur di Indonesia, Ini Arti Pentingnya bagi Pariwisata

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Pariwisata Indonesia kedatangan endorser kondang. Adalah Barack Obama, Presiden Amerika Serikat ke-44 yang akan berkunjung ke Indonesia sekaligus berlibur.

Pemberitaan tentang rencana Obama ke Indonesia pun sudah ramai di media luar  negeri. Rencananya, tokoh internasinal bernama lahir Barack Hussein Obama II itu akan menjadi pembicara pada acara yang digagas Diaspora Indonesia

Namun, tokoh dunia yang pernah menjalani sebagian masa kanak-kanaknya di Jakarta juga akan bernostalgia. “Obama to enjoy nostalgic vacation in Indonesia,” tulis laman Inquirer.

Laman Newssweek juga sudah mengabarkan hal serupa. “After White House, Barack Obama Will Return to Childhood Home of Indonesia for the First Time.”

Tentu saja Obama tak sendirian. Ada pula istrinya, Michelle Obama dan kedua putrinya,  Malia dan Sasha yang bakal ikut mengunjungi Indonesia. Sedangkan Bali, Jogja dan Jakarta pun sudah masuk dalam daftar kota yang akan dikunjungi Obama dalam lawatannya mulai 23 Juni hingga awal Juli mendatang.

Salah satu yang paling gembira dengan rencana kunjungan Obama adalah Menteri Pariwisata (Menpar) RI Arief Yahya.  “Kami menyambut gembira Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama yang bakal berlibur ke Indonesia. Tiga destinasi yang akan dikunjungi adalah Bali, Jakarta dan Jogja,” katanya.

Menurut Arief, kunjungan Obama punya makna yang sangat strategis. Apalagi tokoh dunia itu selalu menjadi perhatian media.

“Barack Obama adalah endorser strategis, tokoh dunia, salah satu pemimpin Amerika yang fenomenal. Sampai akhir masa jabatannya pun masih dipuji dan dicinta publik Amerika dan dunia,” kata Arief.

Lebih lanjut Arief mengatakan, ketika tokoh dunia sekaliber Obama berlibur di Bali, Jogja-Borobudur dan Jakarta, maka hal itu menjadi pesan bagi seluruh dunia. ”Bahwa  Indonesia sangat aman sebagai destinasi wisata. Dengan tiga destinasi wisata itu sangat layak dikunjungi, tempat liburan yang aman, nyaman, dan standar dunia pula,” tutur Arief.

Menteri asal Banyuwangi itu juga mengatakan, hal yang akan dilakukan Barack Obama dalam liburannya akan mirip dengan kunjungan vakansi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz pada Maret lalu. Raja Salman yang merasa betah  Bali menjadi endorser wisatawan Timur Tengah.

Sedangkan Obama, sambung Arief, akan menjadi endorser untuk mendorong travellers AS dan Eropa ke Indonesia. Selain itu, kunjungan Barack Obama ke Bali makin memperkuat brand Pulau Dewata sebagai  The World’s Best Destination 2017 pilihan pelancong di laman TripAdvisor, website paling dipercaya oleh travellers dunia.

“Bali makin tak terelakkan sebagai destinasi wisata yang terbaik dunia mengalahkan London, Paris, New York City dan lainnya,” sambung Arief.

Sedangkan bagi Jogja dan wilayah Joglosemar yang punya ikon Borobudur, kunjungan Obama juga tak kalah penting. Apalagi Presiden Joko Widodo sudah menetapkan Borobudur sebagai satu dari 10 Bali Baru.

“Borobudur merupakan destinasi prioritas yang diberi tagline The World Cultural Masterpiece, Mahakarya Budaya Dunia. Ini (kunjungan Obama, red) juga menjadi promosi yang luar biasa bagi Joglosemar.

Menteri yang dikenal sebagai kampiun marketing itu juga menilai kunjungan Obama ke Indonesia punya medua value tinggi. Sebab, hadirnya Barack Obama makin meyakinkan penduduk dunia bahwa Indonesia aman untuk dikunjungi, punya keindahan tradisi budaya dan alam yang tak terbantahkan.

“Hadirnya Barack Obama dengan tujuan berlibur atau berwisata akan memiliki news value yang sangat besar bagi promosi Wonderful Indonesia,” ulasnya.

Selain itu, Obama juga tokoh beken yang aktif di media sosial. Saat ini akun @BarackObama di Twitter punya followers hingga 91,1 juta. Sedangkan di Instagram, Obama dengan 231 unggahan atau posting memiliki 14,3 juta followers.

“Jika Obama memngunggah kegiatan liburannya di Bali atau Jogja dan Jakarta, wow, promosi yang luar biasa. Bisa dihitung engagement-nya, bisa menjadi viral ke mana-mana,” sambung menteri yang juga ahli teknologi informasi itu.

Bahkan, kunjungan Obama juga diyakini akan mendongkrak kuliner Indonesia. Sebab, Obama saat menjabat Presiden AS pernah menuturkan kesannya tentang kuliner khas Indonesia seperti sate, bakso dan nasi goreng.

“Kuliner sate, nasi goreng, Bakso langsung mendunia karena dia menyebut suka dengan makanan khas Indonesia itu. Kami bergarap kali ini Barack Obama kembali berstatemen soal kuliner Indonesia,” pungkasnya.(*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

ASITA Puji Program Famtrip Kemenpar, TA/TO India Terpukau Joglosemar

BALIPORTALNEWS.COM, JOGJAKARTA – Program Familirazation Trip atau Famtrip Kementerian Pariwisata (Kemenpar) disambut positif oleh para industri di Jawa Tengah. Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Tengah menilai apa yang dilakukan Kemenpar dalam memboyong 15 Tour Operator dan Tour Travel (TA/TO) ke destinasi Yogyakarta, Solo dan Semarang atau biasa disebut Joglosemar, 15 hingga 19 Juni 2017 sangat efektif.

”Terima kasih Kemenpar, ini sangat bermanfaat banget. Tepat sasaran mengenal Joglosemar dengan Famtrip, dan saya yakin mereka akan kembali lagi membawa rombongan dengan paket wisatanya,” ujar Ketua ASITA Jawa Tengah Joko Suratno seperti dilansir dari laman resmi FB Kemenpar RI.

Seperti diketahui, Kemenpar membawa 15 TA/TO untuk melaksanakan Famtrip ke Semarang-Magelang dan Yogyakarta dengan mengunjungi berbagai destinasinya.

Joko mengatakan bahwa Famtrip adalah promosi pariwisata yang paling efektif. Coba bayangkan saat semuanya dikenalkan langsung ke destinasi wisata yang eksotis dan menarik di Joglosemar. Imbasnya, imbuh Joko, apa yang mereka lihat, mereka sentuh, mereka rasa, bisa langsung diceritakan dan ditawarkan kepada klien-klien di India.

”Apalagi TA/TO yang dibawa Kemenpar ini adalah yang besar, efeknya akan sangat dahsyat sekali dan kami tour travel di Jateng juga harus siap menawarkan destinasi yang terbaik dan penyambutan yang bagus untuk mereka. Apalagi kalau Kemenpar terus melebarkan Famtripnya mengajak Wisman Tiongkok, itu akan membuat pergerakan pasar bukan hanya Bali yang dikenal dunia, namun juga Joglosemar semakin naik daun,” ujar dia.

Salah satu peserta Famtrip dari India, Bindra Hardeep Singh dari Valcomm Travel Corp mengatakan, Joglosemar benar-benar membuat takjub. Baru tiga hari saja, imbuh Bindra, segala macam hal yang unik dimiliki destinasi Joglosemar. Para TA/TO dari India itu dihari pertama menginap di Gumaya Hotel Tower Semarang dan diajak Dinner di Koenokeoni Caffe Galerry.

Setelah itu diajak ke Sam Po Kong. ”Sangat salut bahwa jalur Laksamana Cheng Ho ternyata melewati Semarang. Ini sejarah yang menarik yang dimiliki Indonesia, selain itu ternyata berita-berita yang terdengar bahwa Indonesia itu tidak aman, ternyata tidak benar, ini buktinya aman-aman saja kok. Malah masyarakat Indonesia sangat ramah,” kata Bindra.

Selain ke Sam Po Kong, peserta juga diajak makan siang di Mesastila Resort, Tour Mesastila Coffee Planatation dan pindah Hotel ke Plataran Borobudur Resort and Spa, Magelang. Selanjutnya makan malam di Patio Plataran sambil menikmati malam dan pemandangan Candi Borobudur. ”Sangat indah dan asik untuk dinikmati,” ujarnya.

Kemenpar juga mengajak  TA/TO India itu Experiencing Andong Village Tour, makan siang di Manohara Resort Borobudur, berkunjung ke Borobudur, belanja ke Mirota atau Malioboro dan menginap di Sheraton Mustika Yogyakarta Resort. Dan hari keempat, para TA/TO tersebut dibawa berkunjung ke Prambanan, Sewu dan Plaosan, makan di rumah makan Padang, kunjungan ke Gunung Merapi, dan keesokannya pulang ke India.

Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar Profesor I Gde Pitana didampingi Asdep Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu mengatakan, Joglosemar merupakan pintu masuk (entry gate) bagi wisatawan yang berkunjung ke Jawa Tengah dan Jogjakarta, sedangkan Borobudur yang ditetapkan sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas menjadi magnet utama dalam membangun kerjasama pariwisata Joglosemar.

Kata Vinsenius, kesiapan Joglosemar sebagai destinasi unggulan terlihat dari aksesibilitasnya antara lain memiliki 3 bandara internasional (Bandara Achamad Yani, Bandara New Yogyakarta, dan Bandara Adi Soemarmo). Dan sebentar lagi akan segera memiliki bandara terbaru, terbesar, di Kulonprogo.

Joglosemar juga sudah lama menjadi  detinasi favorit bagai wisatawan kapal pesiar (cruise) dunia yang singgah di pelabuhan Tanjung Emas Semarang (Semarang- Borobudur–Solo-Yogyakarta) serta menjadi destinas favorit bagi wisman Eropa yang mengikuti paket tour Java-Bali Overland.

“Kesiapan ini menjadikan Joglosemar ditetapkannya sebagai destinasi wisata yang dibranding (destination branding) oleh Wonderful Indonesia; selain Greater Jakarta, Greater Bali, Greater Kepri (Kepulauan Riau), Wakatobi Bunaken, Raja Ampat, Medan, Lombok, Makassar, dan Bandung,” kata Vinsensius yang juga diamini Kepala Bidang Perjalanan Wisata Pengenalan Asdep Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Heri Retno Indrijani.

Dengan ditetapkan sebagai destination branding, Kemenpar gencar melakukan strategi branding dan integrated marketing communication Joglosemar bersama Wonderful Indonesia ke mancanegara.Joglosemar mempunyai Borobudur sebagai magnet utama dalam menarik kunjungan wisman.

Borobudur sebagai UNESCO Heritage Site setelah menjadi destinasi prioritas atau menjadi “Bali Baru” dengan sistem pengelolaan single management diharapkan kunjungan wisman ke sana akan meningkat pesat.Sebagai perbandingan (banch marking) tahun 2014 Borobudur dikunjungi sebanyak 254.082 wisman, sedangkan Angkorwat Kamboja dan Georgetown Penang Malaysia juga sebagai UNESCO Heritage Site masing-masing dikunjung 2,3 juta dan 720 ribu wisman.

Menteri Pariwisata Arief Yahya selalu mengingatkan dalam berbagai kesempatan bahwa untuk mendatangkan Wisman harus  mengedepankan tradisi Pentahelix dengan mengolaborasi lima unsur ABCGM –Academician, Business, Community, Government  dan Media–. Hal ini terus dilakukan pria asli Banyuwangi itu karena merupakan ekosistem kepariwisataan yang harus solid, speed dan smart bersama-sama.

”Inline dengan corporate culture yang dibangun harus dengan istilan WinWay, Wonderful Indonesia Way. Atau benar-benar the way to win!  Tentunya dengan solid, speed, smart. Joglosemar menjadi sangat penting, karena berada di satu dari 10 top destinasi, atau 10 Bali Baru. Joglosemar menjadi salah satu pilar dari destinasi prioritas dengan ikon Borobudur yang harus terus dipromosikan selain Bali,”ujar Menpar Arief Yahya. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :