22.6 C
Denpasar
Senin, 19 November 2018

Libur Tahun Baru Imlek, Pengunjung Wisata Taman Ayun Membludak

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Pengunjung di Obyek Wisata Pura taman Ayun Mengwi Badung membludak sejak pagi hari, Jumat (16/2/2018). Pasalnya hari ini adalah hari libur hari Raya Imlek yang dimanfaatkan masyarakat beserta keluarganya untuk mengunjungi tempat tempat wisata salah satunya adalah Taman Ayun.

Pura taman Ayun adalah salah satu Obyek wisata yang berlokasi di Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung yang meruapakan salah satu destinasi wisata yang menyajikan sejarah kerajaan Mengwi dan keindahan alam.

Untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung, Satuan Sabhara Polres Badung meningkatkan patrolinya ke obyek wisata tersebut dipimpin langsung Kasat sabhara Polres Badung AKP Agus Adhy. Penempatan personil pengamanan pun diperhatikan sehingga para pengunjung merasakan kehadiran Polisi khusunya dari Polres Badung.

“Kami meningkatkan patroli ke obyek wisata dimana hari ini hari libur yang dimanfaatkan masyarakat mengajak familynya untuk berwisata, kami berikan Pelayanan Prima keamanan dan kenyamanan di prioritaskan,” ungkap AKP Agus. (guz/humas-polres.badung/bpn)

Forkompinda Denpasar Serukan Bali Aman dan Nyaman Untuk Berwisata

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Denpasar menyerukan Denpasar aman dan nyaman untuk dikunjungi serta Denpasar semangat menyambut Natal dan Tahun Baru, pariwisata kembali normal. Seruan ini disampaikan langsung pimpinan Forkompinda Denpasar terdiri dari Walikota Denpasar, Dandim 1611 Badung,

Kapolresta Denpasar, Kajari Denpasar, dan Sekda Kota Denpasar menyerukan berwisata di Denpasar sangat aman dan nyaman. Seruan ini disampaikan langsung pada Sabtu (16/12/2017) dalam pertemuan bersama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Denpasar dan komunitas pariwisata Denpasar.

Dandim 1611 Badung Letnan Kolonel Arh Achmad Sumarna M.Bus mengatakan Kota Denpasar memiliki jarak yang relatif jauh dengan dampak erupsi Gunung Agung, terlebih Kota Denpasar juga tidak masuk dalam zona kawasan rawan bencanan Gunung Agung. Hal ini juga tak terlepas dari lokasi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang berada di sebelah selatan Kota Denpasar, sehingga menjadi kawasan yang sangat aman dan nyaman untuk kunjungan pariwisata.

“Saya mengajak seluruh masyarakat, wisatawan domestik dan mancanegara untuk berwisata di Kota Denpasar yang memiliki kawasan Pantai Sanur, dan atraksi wisata lainnya yang aman dan nyaman untuk dikunjungi,’’ ujarnya, sembari mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru 2018.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo mengatakan Denpasar aman dan nyaman untuk dikunjungi. Masyarakat serta wisatawan dapat dengan normal mengunjungi berbagai kawasan parwisata menarik di Kota Denpasar.  “Situasi kantibmas Denpasar berjalan lancar dan kondusif, serta dalam Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018 telah melaksanakan keamanan agar masyarakat yang datang ke Denpasar aman dan kondusif, mari masyarakat, wisatawan mancanegara dan domestik datang berwisata ke Kota Denpasar.’’ ujarnya.

Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan kawasan Pantai Sanur dan kawasan wisata lainnya di Kota Denpasar sangat aman dan nyaman untuk dikunjungi. Kawasan ini memiliki jarak sekitar 65 Km lebih dari Kabupaten Karangasem, sehingga sangat jauh dari KRB Gunung Agung. Sementara jarak Bandara I Gusti Ngurah Rai di Tuban, Kabupaten Badung berjarak kurang lebih 13 Km ke Kota Denpasar, dengan aktivitas bandara yang terlampau normal. Rai Mantra mengajak seluruh masyarakat, wisatawan domestik dan mancanegera untuk berwisata menikmati alam Kota Denpasar yang memiliki kawasan wisata pantai, pura dan wisata pasar tradisional. Terlebih dalam akhir tahun ini kegiatan Denpasar Festival akan berlangsung selama lima hari dari 28-31 Desember yang berlokasi di titik nol Denpasar dan kawasan Patung Catur Muka Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, Rai Mantra juga menyampaikan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2018. ‘’Tahun baru ini aktifitas yang menjadi kewajiban kita dapat berjalan normal, dan kewajiban dapat bermanfaat bagi masyarakat, semoga kebahagian dan kedamaian dapat menyertai kita semua,’’ ujar Rai Mantra.

Salah satu Wisatawan Mancanegara asal Belanda, David mengaku sangat senang, aman dan nyaman saat ini berwisata di kawasan Sanur. “Denpasar sangat aman dan nyaman sebagai tempat wisata, ayo datang dan jangan takut karena Denpasar memiliki jarak yang jauh dari kawasan rawan bencana Gunung Agung,’’ ujarnya. (pur/humas-dps/bpn)

Erupsi Gunung Agung Berdampak Penurunan Kunjungan Pariwisata Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Erupsi Gunung Agung berdampak pada kunjungan pariwisata khusunya di Kota Denpasar. Dampak ini juga terjadi pada penutupan penerbangan di Bandara Ngurah Rai hingga 28 Nopember.

Kadis Pariwisata Denpasar M.A Dezire Mulyani yang ditemui Senin (27/11/2017) di Kantor Walikota Denpasar mangatakan Erupsi Gunung Agung berdampak pada kunjungan pariwisata di Kota Denpasar. Hal ini juga diikuti dengan penutupan penerbangan di Bandara Ngurah Rai.

‘’Kami terus melakukan pendataan terkait kunjungan pariwisata Denpasar yang memang ada penurunan jumlah kunjungan dampak dari erupsi Gunung Agung, penanggulangan ini juga telah dibahas di Bali Tourism Board,’’ ujarnya.

Pembahasan dampak erupsi Gunung Agung menurut Dezire juga akan dilakukan bersama Kementerian Pariwisata RI. Rencana Menteri Pariwisata Arief Yahya akan hadir di Denpasar berlokasi di Bali Tourism Board. Namun langkah-langkah penanggulangan terkait kunjungan dan kepariwisataan dalam bencanan Gunung Agung ini sebelumnya telah dilakukan Pemkot Denpasar, yang saat ini terus melakukan evaluasi langkah kedepan.

Dezire juga mengatakan beberapa kunjungan wisatawan dengan rombongan besar banyak yang menunda kunjungan ke Kota Denpasar. Disamping itu wisatawan yang akan meninggalkan Denpasar melalui Bandara Ngurah Rai juga banyak yang melakukan penundaan. Tentu langkah ini juga kita telah lakukan evaluasi dan terus melihat perkembangan yang ada terkait erupsi Gunung Agung.

Sesuai data Dinas Pariwisata Denpasar terkait perkembangan wisatawan yang menginap di Kota Denpasar pada tahun 2016 domestik dan mancanegara total berjumlah 625.431. Sementara pada Tahun 2017 hingga bulan Oktober jumlah wisatawan menginap sebanyak 246.106, yang mengalami penurunan sebesar 60 persen. Dezire mengharapkan kondisi ini segera pulih dan pariwisata di Kota Denpasar dapat kembali normal.

Sementara Kadis Sosial Denpasar Made Mertajaya mengatakan Pemkot Denpasar telah siap siaga bencana erupsi Gunung Agung. Langkah yang telah dilakukan sama dengan penanganan pengungsi sebelumnya dengan tetap melakukan evaluasi disetiap posko yang ada. Dari erupsi Gunung Agung para pengungsi telah berdatangan ke Kota Denpasar. Seperti di Pokso Danau Tempe mengalami penambahan pengungsi yang sebelumnya 166 dan kali ini mencapai 188 orang. Pokso Gurita juga telah berdatangan 11 KK pengungsi, serta pendataan ini terus dilakukan.

Sementara Posko Induk di Lapangan Kompyang Sujana tetap mengantispasi kedatangan para pengungsi ke Denpasar. Dilokasi Pos Induk dapat menampung 400 orang pengungsi dengan kelengkapan posko sudah disiapkan seperti tempat Mandi Cuci Kakus (MCK) telah siap, hingga perlengkapan masker juag telah disiakan bersama BPBD Denpasar.

Sementara terkait logistik yang dipersiapkan Pemkot dan juga uluran tagan dari masyarakat masih mencukupi dengan langkah koordinasi dan komunikasi terus kita lakukan bersama OPD terakit seperti Dinas Kesehatan dan BPBD Denpasar. Menurut Mertajaya, sesuai arahan Walikota Rai Mantra untuk terus melakukan pendataan kepada para pengungsi baik yang di posko induk hingga posko mandiri yang ada di Kota Denpasar.

‘’Pada intinya Pemkot siap siaga dalam penanganan pengungsian dari erupsi Gunung Agung,’’ ujarnya. (pur/humas-dps/bpn)

Gau Qyuying Tak Khawatir Berada di Bali

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Gau Qyuying wisatawan asal China ini tak merasa cemas berada di Bali pasca status Gunung Agung dari waspada, siaga dan status awas sekarang.

Ia tetap melanjutkan wisatanya di Pulau Dewata ini. Ia mengaku sangat menikmati indahnya pemandangan alam Pulau Bali. Sudah dua minggu ia berada di Bali, ia melihat Bali adalah wisata terbaik yang pernah ia kunjungi selama ini bersama keluarganya.

Hal itu disampaikannya pada saat bertemu dengan Kapolsek AbiansemalKompol Nyoman Weca,S.Sos bersama anggotanya yang kebetulan menyambangi obyek Desa Wisata Rafting di Desa Abiansemal Kecamatan Abiansemal Badung.

Senada dengan Perintah Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta,S.I.K yang menggerakkan anggotanya untuk menangkal pemberitaan di beberapa media terutama media sosial yang tidak jelas dan tidak benar atau HOAX yang menyatakan Gunung Agung Sudah meletus dimana dalam pemberitaan itu memuat gambar gunung yang meletus ,hal tersebut dapat menurunkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali yang dapat mempengaruhi perekonomian Bali yang masyarakatnya tergantung dari sektor pariwisata.

Kompol I Nyoman Weca,S.Sos mengungkapkan “terima kasih kami ucapkan kepada para wisatawan yang berkunjung ke Bali dimana mereka tak sedikit pun merasakan kekhawatirannya berkunjung ke Pulau Bali ini,” ucap Perwira asal Petang Badung ini. (guz/humas-polres.bdg/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Sales Mission ke Italia, Upaya Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Eropa

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Wakil Walikota Brescia Laura memberikan apreasiasi atas pelaksanaan sales mission yang dilakukan Pemkab Badung ke Brescia, Italia. Sebagai bentuk ucapan terima kasih, Ia pun menyerahkan buku Ensiklopedia Pariwisata Brescia kepada Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Disparda) Badung I Made Badra, Minggu (1/10/2017).

Kegiatan sales mission pemkab Badung ke Brescia, Italia, telah berlangsung sejak Kamis (28/9) lalu dan berakhir hingga kemarin. Rombongan langsung dipimpin Bupati Giri Prasta didampingi Kadisparda Badung I Made Badra, Ketua Badan Promosi Pariwisata daerah (BPBD) Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya yang juga Ketua PHRI Badung. Rombongan diterima di kantor Walikota Brescia.

Selama di Brescia, serangkaian kegiatan promosi pariwisata sengaja digelar dengan mengundang stakeholder terkait di sana. Acara bertajuk Time to Love Bali-Italy serta Innaguration Brand Ambasador Tourism of Badung-Bali di Luxury La Sosta Restorant di Brescia, Italia, diikuti 60 undangan VIP. Acara yang dihelat Kamis (28/9) lalu tersebut turut dihadiri Wakil Walikota Brescia Laura.

“Di dalam VIPs Dinner Business Meeting itu, Wakil Walikota Brescia Laura dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya khususnya kepada pemerintah Kabupaten Badung-Bali atas kerjasama yang baik ini,” ujar Kadisparda Badung I Made Badra, Minggu kemarin.

Setelah sambutan Wakil Walikota Brescia Laura, acara kemudian dilanjutkan dengan dialog tentang perkembangan pariwisata di Bali, khususnya di Badung. Termasuk, kata pejabat asal Kuta ini, situasi terkini Gunung Agung juga sempat jadi perbincangan. “Pada kunjungan itu, Bupati Giri Prasta menegaskan bahwa kondisi Gunung Agung secara umum tidak mempengaruhi pariwisata, penerbangan normal seperti biasa, dan objek-objek wisata tetap aman untuk wisatawan. Karena wilayah yang kena dampak hanya radius 9-12 km,” kata Badra.

Masih diacara yang sama, dilakukan juga pengangkatan Giacomo Maiolini, sebagai Brand Ambassador Pariwisata. “Dia seorang pengusaha di bidang PH, juga bergerak bidang seni dan budaya dan punya pengaruh yang luas di Brescia, Milan. Jadi kita optimis bisa memberikan dampak yang positif dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan Italia ke Bali,” harap Badra yang juga mantan Kadisnakanlut Badung.

Kegiatan berikutnya yang dilakukan rombongan sales mission adalah Charity Dinner. Kegiatan ini dihadiri 1.000 tamu undangan. Bahkan turut hadir pada kesempatan tersebut, KBRI Roma Charles F. Hutapea.

“Diacara itu ditayangkan video Explore Badung, promosi pariwisata Badung. Ternyata  mendapatkan applause yang sangat meriah. Ini merupakan promosi yang luar biasa. Mudah-mudahan dengan ini mampu mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan asal Italia ke Bali, karena saat ini wisatawan dari Italia masih rangking 5 dari Benoa Eropa yang berkunjung ke Bali, ke Badung khususnya,” tandas Badra. (humas-badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Benoa Segera Dirombak, Akses Wisman dari Jalur Laut Bakal Melonjak 

BALIPORTALNEWS.COM –  Konsep baru Pelabuhan Benoa, Bali menjadi dermaga besar bertaraf internasional bakal terjadi. Port yang mampu menampung Cruise Ship berukuran besar sekaligus tempat sandar ratusan Yacht.

Hal ini setelah ditetapkannya Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Benoa oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Pandjaitan saat mengunjungi KRI Banjarmasin 592 yang sedang merapat di Pelabuhan Benoa, Kamis (24/8) lalu seperti dilansir dari akun resmi Kementerian Pariwisata RI.

Luhut mengatakan, dengan RIP tersebut maka proyek pembangunan Marina di Pelabuhan Benoa yang terlantar selama 17 tahun akan segera dimulai. Ground breaking pembangunan terminal cruise ship dan pengerukan alur akan siap dilaksanakan pada 11 September 2017 mendatang.

“Kami perbaiki landscape-nya sehingga Marina ini diharapkan akan bisa menampung banyak kapal pesiar bahkan bisa menjadi hub,” kata Luhut.

Ia memaparkan, RIP Benoa akan memfokuskan pada optimalisasi fasilitas penunjang kegiatan kapal pesiar. Yakni meliputi pengerukan laut sedalam 12 meter dan pelebaran hingga 200 meter disekitar dermaga.

“Serta pembangunan dermaga kapal pesiar,” kata Luhut.

Dermaganya nanti, ujar Luhut, diharapkan dapat menjadi tempat parkir lebih dari 100 yacht. Serta akan ditunjang dengan pembangunan fasilitas lain yang akan dapat memenuhi kebutuhan wisatawan. Mulai dari seperti resort dan fasilitas perbelanjaan.

“Sehingga dapat mengakomodasi wisatawan yang ingin tinggal sejenak di pulau tersebut sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke berbagai destinasi lainnya seperti Pulau Komodo, Lombok atau Labuan Bajo,” kata Luhut.

Fasilitas baru tersebut, lanjut Luhut, diharapkan selesai pada akhir 2018 sehingga kapal pesiar dengan kapasitas 5.000 pax dapat masuk Bali.

Ia pun berharap proses pembangunan dapat selesai sebelum pelaksanaan pertemuan IMF-World Bank di Bali pada Oktober 2018.

“Diharapkan kunjungan wisatawan dari jalur laut terus meningkat,” kata dia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik gerak cepat yang dijalankan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Hal itu menurut Menpar merupakan bentuk dari “Indonesia Incorporated” dalam memajukan dunia pariwisata, setelah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional.

“Ketika sudah ditetapkan menjadi yang utama, kementerian/lembaga tentunya harus dapat mendukung. Menjadikan pariwisata prioritas,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief mengatakan, dengan bakal hadirnya terminal untuk mega cruise ship di Benoa akan sangat efektif dalam mendatangkan wisatawan. Mengingat potensi wisatawan mancanegara (wisman) yang menggunakan cruise ship di wilayah Asia Timur-Australia mencapai 3 juta wisman pertahun, namun baru 200.000 wisman yang menggunakan cruise ship singgah di Indonesia.

“Dengan tersedianya sarana terminal baru ini, maka diharapkan target kedatangan 500.000 wisman cruise ship pertahun pada 2019, dapat tercapai,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya berharap pengembangan Pelabuhan Benoa ini bisa selesai dalam jangka waktu satu tahun. Ia ingin selesai sebelum annual meeting IMF-World Bank pada Oktober tahun depan di Bali. “Sebelum pertemuan itu diharapkan sudah jadi. Ini penting karena semua mata dunia akan melihat ke Bali,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menambahkan, setelah semua ini selesai, pemerintah siap mengembangkan Pelabuhan Benoa agar bisa menarik lebih banyak lagi kapal pesiar ke Indonesia. Saat ini, Pelabuhan Benoa hanya bisa menampung maksimal dua kapal pesiar.

“Selain mengembangkan Benoa, kami akan mengembangkan lima pelabuhan yang bisa menjadi tempat bersandar kapal pesiar. Pelabuhan-pelabuhan yang bisa menunjang infrastruktur pariwisata itu adalah Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Soekarno-Hatta di Makassar,” jelas Menpar Arief Yahya. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Hikvision Memperkenalkan Solusi Keamanan dan Pengawasan di Sektor Pariwisata

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Hikvision, pemimpin kelas dunia untuk produk dan solusi inovatif video pengawasan bekerja sama dengan Seagate, dan salah satu partnernya ACS Group memperkenalkan Solusi keamanan dan pengawasan di bidang perhotelan, Sabtu (12/8/2017) di Sector Bar & Restaurant.

Marketing Manager Hikvison, Indah Rosa Sitepu mengatakan keamanan dan kenyamanan merupakan syarat mutlak untuk sektor pariwisata sehingga pelancong bisa berlibur dengan tenang.

Selain bekerja sama dengan ACS Group selaku reseller Teknologi & Informasi (TI) dan Seagate acara tersebut juga dihadiri oleh Tenaga IT Profesional di Bali yang sebagian besar bekerja di sektor pariwisata.

Lebih lanjut dikatakan Indah Rosa, tujuan utama dari Hikvision adalah menambahkan tingkat keamanan di sektor pariwisata di Bali.

Untuk itu Hikvision membeberkan solusi apa saja dari Hikvision yang bisa diterapkan pada sektor Pariwisata, seperti :

  • Face Recognition (Pengenalan Wajah), Tidak sekedar bisa memantau, dengan teknologi pengenalan wajah dari Hikvision, kamera dapat mengenal wajah secara akurat, dan menangkap gambaran wajah secara jelas dan sekaligus memicu alarm, bila wajah yang dipantau merupakan blacklist.
  • License Plate Reconition (Pengenalan Plat Kendaraan), Solusi Pengenalan plat kendaraan ini sangatlah cocok untuk kebutuhan manajemen parkir kendaraan. Dengan kemampuan membaca plat kendaraan, solusi ini mempermudah pihak manajemen mencatat secara otomatis plat nomer kendaraan yang masuk, beserta dengan waktunya. Dapat juga mem-blacklist plat nomer tertentu dilengkapi dengan pemicu alarm. Dengan smart search dan Smart back up memudahkan untuk investigasi bila terjadi suatu perkara di wilayah parkir.
  • Under Vehicle Screening Sytem (Pengamanan Bawah Kendaraan), Setiap tempat umum, seperti hotel, gedung perkantoran melakukan memeriksaan kendaraan, baik di bagian bawah kendaraan. Dengan solusi pemindai dari Hikvision, dapat menangkap gambar dari bawah kendaraan. “Ini sangatlah membantu untuk pemeriksaan lebih cepat dan akurat.” Ujar Robert Ridwan, Sales Manager Hikvision Indonesia

Selain tiga solusi di atas Hikvision juga menjelaskan Solusi Panovie Multi lens Camera, Smart analytic Camera, Central Monitoring & Central Storage System, access Control dan juga Video Intercom. Yang akan menjadi pilihan solusi untuk industri pariwisata di Bali. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pengelolaan Pariwisata Kraton Ratu Boko Belum Optimal

BALIPORTALNEWS.COM – Pengelolaan pariwisata warisan budaya di kawasan Kraton Ratu Boko dinilai belum optimal. Salah satunya dikarenakan para pemangku kepentingan belum seluruhnya dilibatkan dalam pengelolaan kawasan wisata ini.

“Masyarakat setempat juga masih merasakan ketidakpuasan terhadap proses pengelolaan kawasan pariwisata warisan budaya Kraton Ratu Boko ini,“ kata Maria Tri Widayati, S.S., M.Pd., Senin (31/7/2017) saat ujian terbuka program doktor di Sekolah Pascasarjana UGM.

Maria menambahkan persoalan pengelolaan kawasan warga sekitar meliputi penguasaan tanah di situs Kraton Ratu Boko. Zona 1 yang seharusnya steril, tetapi masih digunakan sebagai pemukiman warga. Selain itu juga konflik terkait jalan kampung di kompleks gua yang terjadi karena tidak adanya pelibatan masyarakat setempat dalam pengelolaannya serta pemanfaatan situs untuk menggembala ternak.

Selain permaslahan dengan warga setempat, terdapat persoalan lain yang terjadi antar pengelola seperti pengelolaan yang berasal dari kementrian berbeda dan kepentingan yang berbega pula, koordinasi di tingkat lapangan. PT TWC BPRB belum sepenuhnya melibatkan pemangku kepentingan lain dalam pengelolaan Taman Wisata Kraton Ratu Boko. Hal ini mengakibatkan ketidakeimbangan antara pelestarian dan pemanfaatan.

Melihat fenomena tersebut Maria menekankan pentingnya melakukan identifikasi kepentingan bersama pemangku kepentingan agar apengelolaan pariwisata dapat berhasil dengan baik.  Langkah-langkah yang dapat ditempuh seperti melakukan konsultasi dengan anggota masyarakat dalam perencanaan dan memperhatikan kekuatan enviromentalis dan konservasionis terhadap dampak negatif pembangunan pengelolaan pariwisata di kawasan ini. Tidak kalah penting memperhatikan pemangku kepentingan yang berkedudukan sebagai sumber informasi penting mengenai kondisi yang memengaruhi lingkungan serta pengalaman pengunjung. Disam[ing itu juga melinatkan kelompok pemangku kepentingan dalam proses manajemen dan berfungsi sebagai forum bertukar gagasan dan mencapai kesepakatan mengenai isu-isu pariwisata. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Mantap, Wisman ke Sulut Melonjak 449%

BALIPORTALNEWS.COM, MANADO – Sektor pariwisata di Sulawesi Utara (Sulut) saat ini tengah berkembang pesat. Terbukti dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang meningkat drastis hingga 449% pada Mei 2017 dibandingkan tahun lalu. Sebab itu Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong Sulut, khususnya Manado untuk menjadi kawasan destinasi wisata favorit di Indonesia.

Berdasarkan laporan yang disampakan Kepala Bidang Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut Marthedy Tenggehi, kunjungan wisman ke Sulut sebagian besar berasal dari Tiongkok, Jerman, dan Singapura

“Pada bulan Mei 2017, wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Sulut berasal dari Tiongkok sebanyak 4.396 orang (78,65 persen). Di urutan kedua diikuti  Singapura 176 orang (3,15 persen) dan Jerman 138 orang (2,47 persen) di urutan ketiga,” ungkap Marthedy, seperti dilansir dari akun facebook Kementerian Pariwisata.

Kemudian berturut-turut turis dari Amerika 106 Orang (1,90 persen), Inggris 87 Orang (1,56 persen), Hongkong 74 Orang (1,32 persen), Malaysia 67 Orang (1,20 persen), Ausralia 64 Orang (1,15 persen), Belanda 62 Orang (1,11 persen) dan Perancis 47 Orang (0,84 persen).

Marthedy menambahkan, jumlah wisman yang datang ke Sulut mayoritas melalui pintu masuk bandara Sam Ratulangi yang signifikan. “Maraknya turis ke Sulut karena banyaknya direct flight ke Manado yang menjadi pertimbangan tersendiri. Terobosan yang dilakukan oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan promosi gencar Kementerian Pariwisata mampu meningkatkan jumlah wisman ke Sulut sampai ratusan persen setiap bulannya,” paparnya.

Di Sulut, wisman umumnya menikmati sejumlah tempat wisata laut, gunung serta menikmati kuliner Sulut yang dianggap sesuai dengan selera dan taste mereka. “Kalau wisman datang di Manado selama enam hari, mereka menyerbu wisata bahari. Mayoritas tertarik dengan Bunaken, Danau Tondano dan Danau Linow. Nomor duanya suka wisata budaya, dan city tour karena turis itu suka berbelanja di Mantos, mengunjungi patung Tuhan Yesus di Citraland, ke kawasan Kampung Cina dan jalan-jalan di area Boulevard,” lanjutnya.

Laporan BPS ini membuat Menpar Arief Yahya semakin bersemangat. Dia meminta Pemerintah Daerah untuk terus membenahi destinasi wisatanya, terutama 3A-nya. Akses, Atraksi dan Amenitasnya, agar wisman yang datang ke Sulut merasa nyaman dan betah tinggal di Sulut.

“Untuk menambah kunjungan wisman, yang baik dipertahankan, yang kurang dibenahi. Kebersihan, keamanan, kenyamanan harus tetap dijaga agar wisman nyaman datang dan tinggal di sini,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya juga ingin jadikan daerah yang ditetapkan sebagai ibukota terumbu karang dunia oleh World Coral Reef Conference (WCRC) ini sebagai HUB Pariwisata dari pasar Pasifik, seperti China, Hong Kong, Macau, Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan.

“Destinasi wisata sudah kelas dunia, juga atraksi pariwisata di Sulut kita acungkan jempol. Kita harus terus berpromosi dan membuat even berskala internasional sehingga Sulut bisa menjadi hub pariwisata,” harapnya.(*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
10PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
83PengikutMengikuti
22PelangganBerlangganan