Ayo Saksikan Penampilan Para Seniman di Eksotika Bromo

BALIPORTALNEWS.COM, BROMO –  Untuk kesekian kalinya Gunung Bromo menjadi lokasi penampilan hasil kreativitas seni para budayawan dan seniman tari nusantara. Even yang merupakan gawe bareng sejumlah stakeholder negeri dan swasta ini bakal menggelar even yang bertajuk Eksotika Bromo pada 7-8 Juli 2017. Acara ini akan digelar di Lautan Pasir Kasiah dan Agrowisata Desa Jetak.

“Silakan dicatat tanggal mainnya! Ayo saksikan karya kreasi para seniman dan budayawan tari nusantara,” ajak Menpar Arief Yahya, seperti dikutip dari laman resmi Kemenpar.

Even ini bakal melibatkan ratusan seniman tari dari berbagai daerah. Tidak hanya itu, akan hadir pula artis multitalent Ayushita Widyartoeti Nugraha dan Sha Ine Febriyanti. Dua artis ibukota ini bakal tampil membawakan Puisi dengan tema tersendiri yakni Puisi Kidung Tengger.

Gelaran ini sebenarnya sudah dirintis sejak dua tahun lalu, namun masih melibatkan warga dan seniman lokal Bromo, yang ada di Desa Jetak, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. ‘’Namun, untuk tahun ini panitia membuat lebih besar lagi melibatkan banyak pihak. Sehingga para  seniman-seniman dari luar kota Probolinggo juga turut berpartisipasi  mengisi acara. Karena itu sekarang namanya Eksotika Bromo,’’ kata Heri Prasetyo,  salah satu seniman pencipta seni pementasan tari yang juga ambil bagian pada even itu.

Menurut lelaki paruh baya yang sering dipanggil Hery Lentho ini, untuk Eksotika Bromo jumlah kesenian yang akan ditampilkan beragam. Serta melibatkan berbagai seniman daerah. ‘’Saya yakin acara ini akan jadi ajang yang sukses, apalagi panitia mendapat support dari banyak pihak baik pemerintah maupun swasta,’’ kata Herry Herry Lentho merupakan salah satu penerima penghargaan dari Kementerian Pariwisata untuk katagori kreator seni pertunjukan, pada 2014 lalu.

Koreografer yang juga arek Malang ini, juga turut ambil bagian dalam pementasan drama kolosal berupa sendratari Kidung Tengger. Sebagian para penari ini diambil dari seniman tari Jawa Timur, serta para siswa di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya (STKW).

Selain Puisi Kidung Tengger, yang akan menampilkan dua multi talenta ibu kota, bertempat di lautan Pasir Kasiah, even ini juga diisi Sendratari Kidung Tengger, Tari Topeng Gunungsari, Perkusi UI Daul Madura yang merupakan perkusi berlatar etnik Madura.

Ada pula Jegog Suar Agung Bali, yang merupakan perkusi bambu  berlatar etnik dari pulau dewata Bali.  Singo Ulung tarian khas Bondowoso, Jaranan Wahyu Tunas Budaya, Jaran Slining Lumajang, Tari Mahameru, serta Reog Ponorogo. Tidak hanya itu, di lokasi berbeda namun masih di kawasan Bromo, tepatnya di Agrowisata Desa Jetak, dua malam berturut-turut akan ditampilkan Pawai obor, Tari Topeng Gunungsari, Konser Musik Wadya Bala STKW, Tari Pepe ‘pepe’ Bainea  Ri Gowa, serta Jaranan Campursari.

Tak kalah menariknya, panitia juga mengadakan lomba Fotografi Eksotika Bromo dengan mengambil spot pada dua hari acara itu. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Hari Jadi Griya Santrian Ke-46 Tahun

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Griya Santrian a Beach Resort and Spa, salah satu brand hotel lokal yang pertama berdiri di Sanur Bali, merayakan hari jadinya ke-46 pada tanggal 1 Mei dengan tema Aim Higher. Resort ini pertama beroperasi pada tahun 1972.

Mengusung slogan, where everyone is family, resort ini mengembangan sebuah konsep unik perhotelan yakni life experience atau pengalaman hidup, yang mengacu pada nilai-nilai luhur adat Bali, kebudayaan dan berbagai tradisinya. Dalam rangka perayaan event ini, hotel akan mengadakan berbagai kegiatan yang mencerminkan peran Griya Santrian sebagai perintis industri perhotelan di Bali.

Mengusung tema Aim Higher, perayaan hari jadi Griya Santrian tentang mengembalikan kepada masyarakat. Sebagai bagian dari upaya corporate social responsibility oleh Santrian grup, Griya Santrian akan menjalankan sejumlah kegiatan yang bertema penyelamatan lingkungan dan pembinaan masyarakat. Untuk menandai perayaan 46 tahun hari jadi ini, Griya Santrian merancang berbagai kegiatan dengan mengacu pada konsep Tri Hita Karana, yakni hubungan manusia dengan Tuhan, dengan alam dan dengan sesama manusia.

Rangkaian kegiatan dimulai pada hari Sabtu 21 April, dengan donor darah segenap pegawai Griya Santrian dan staf dari anak perusahaan lain yang difasilitasi oleh pihak Palang Merah Indonesia cabang Denpasar.

Selanjutnya, di hari Selasa 24 April, tim dari manajemen mengunjungi panti jompo Tresna Werdha di Kesiman untuk menyumbangkan handuk, sperai, selimut dan kelengkapan rumah lainnya, yang sangat dibutuhkan pihak Panti.

Hari berikutnya, Rabu 25 April, perwakilan manajemen hotel mengadakan kunjungan dan penangkilan di Pura Melanting.

Perayaan hari jadi diteruskan pada hari Jumat, 27 April, dimana para pegawai ikut ambil bagian dalam kegiatan di pantai, diawali dengan senam sehat massal. Para pegawai dan tamu hotel turut diundang untuk melaksanakan bersih-bersih pantai dan pelepasan tukik dan nemo.

Puncak perayaan berlangsung pada hari Selasa 1 Mei, dengan acara pemotongan tumpeng oleh General Manager Griya Santrian dan makan malam bersama yang dihadiri seluruh manajemen dan undangan.

General Manager Griya Santrian, IB Sidharta Putra, menyatakan, “Merayakan 46 tahun pelayanan menjadi penanda peran Griya Santrian dalam sejarah industri perhotelan di Sanur. Selama ini, kami telah bertahan sebagai salah satu resor unggulan di daerah Sanur, walaupun diiringi peningkatan persaingan industri perhotelan. Mengusung tema Aim Higher, kita merefleksikan kembali pencapaian selama tahun-tahun sebelumnya dan bagaimana bergerak maju untuk ke depannya, agar Griya Santrian tetap dapat menciptakan pengalaman unik bernuansa Bali dan berkesan kepada setiap tamu yang berkunjung.”

Griya Santrian akan meluncurkan serangkaian kegiatan promosi bagi tamu, yang sekaligus menjadi bukti pelayanan Griya Santrian kepada tamunya untuk senantiasa memberikan pengalaman yang tak terlupakan selama kunjungan ke Bali, hanya untuk para tamunya. Selama bulan Mei, tamu akan dimanjakan dengan berbagai diskon di Wantilan dan Rama Sita spa. (r/bpn)

Obama Berlibur di Indonesia, Ini Arti Pentingnya bagi Pariwisata

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Pariwisata Indonesia kedatangan endorser kondang. Adalah Barack Obama, Presiden Amerika Serikat ke-44 yang akan berkunjung ke Indonesia sekaligus berlibur.

Pemberitaan tentang rencana Obama ke Indonesia pun sudah ramai di media luar  negeri. Rencananya, tokoh internasinal bernama lahir Barack Hussein Obama II itu akan menjadi pembicara pada acara yang digagas Diaspora Indonesia

Namun, tokoh dunia yang pernah menjalani sebagian masa kanak-kanaknya di Jakarta juga akan bernostalgia. “Obama to enjoy nostalgic vacation in Indonesia,” tulis laman Inquirer.

Laman Newssweek juga sudah mengabarkan hal serupa. “After White House, Barack Obama Will Return to Childhood Home of Indonesia for the First Time.”

Tentu saja Obama tak sendirian. Ada pula istrinya, Michelle Obama dan kedua putrinya,  Malia dan Sasha yang bakal ikut mengunjungi Indonesia. Sedangkan Bali, Jogja dan Jakarta pun sudah masuk dalam daftar kota yang akan dikunjungi Obama dalam lawatannya mulai 23 Juni hingga awal Juli mendatang.

Salah satu yang paling gembira dengan rencana kunjungan Obama adalah Menteri Pariwisata (Menpar) RI Arief Yahya.  “Kami menyambut gembira Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama yang bakal berlibur ke Indonesia. Tiga destinasi yang akan dikunjungi adalah Bali, Jakarta dan Jogja,” katanya.

Menurut Arief, kunjungan Obama punya makna yang sangat strategis. Apalagi tokoh dunia itu selalu menjadi perhatian media.

“Barack Obama adalah endorser strategis, tokoh dunia, salah satu pemimpin Amerika yang fenomenal. Sampai akhir masa jabatannya pun masih dipuji dan dicinta publik Amerika dan dunia,” kata Arief.

Lebih lanjut Arief mengatakan, ketika tokoh dunia sekaliber Obama berlibur di Bali, Jogja-Borobudur dan Jakarta, maka hal itu menjadi pesan bagi seluruh dunia. ”Bahwa  Indonesia sangat aman sebagai destinasi wisata. Dengan tiga destinasi wisata itu sangat layak dikunjungi, tempat liburan yang aman, nyaman, dan standar dunia pula,” tutur Arief.

Menteri asal Banyuwangi itu juga mengatakan, hal yang akan dilakukan Barack Obama dalam liburannya akan mirip dengan kunjungan vakansi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz pada Maret lalu. Raja Salman yang merasa betah  Bali menjadi endorser wisatawan Timur Tengah.

Sedangkan Obama, sambung Arief, akan menjadi endorser untuk mendorong travellers AS dan Eropa ke Indonesia. Selain itu, kunjungan Barack Obama ke Bali makin memperkuat brand Pulau Dewata sebagai  The World’s Best Destination 2017 pilihan pelancong di laman TripAdvisor, website paling dipercaya oleh travellers dunia.

“Bali makin tak terelakkan sebagai destinasi wisata yang terbaik dunia mengalahkan London, Paris, New York City dan lainnya,” sambung Arief.

Sedangkan bagi Jogja dan wilayah Joglosemar yang punya ikon Borobudur, kunjungan Obama juga tak kalah penting. Apalagi Presiden Joko Widodo sudah menetapkan Borobudur sebagai satu dari 10 Bali Baru.

“Borobudur merupakan destinasi prioritas yang diberi tagline The World Cultural Masterpiece, Mahakarya Budaya Dunia. Ini (kunjungan Obama, red) juga menjadi promosi yang luar biasa bagi Joglosemar.

Menteri yang dikenal sebagai kampiun marketing itu juga menilai kunjungan Obama ke Indonesia punya medua value tinggi. Sebab, hadirnya Barack Obama makin meyakinkan penduduk dunia bahwa Indonesia aman untuk dikunjungi, punya keindahan tradisi budaya dan alam yang tak terbantahkan.

“Hadirnya Barack Obama dengan tujuan berlibur atau berwisata akan memiliki news value yang sangat besar bagi promosi Wonderful Indonesia,” ulasnya.

Selain itu, Obama juga tokoh beken yang aktif di media sosial. Saat ini akun @BarackObama di Twitter punya followers hingga 91,1 juta. Sedangkan di Instagram, Obama dengan 231 unggahan atau posting memiliki 14,3 juta followers.

“Jika Obama memngunggah kegiatan liburannya di Bali atau Jogja dan Jakarta, wow, promosi yang luar biasa. Bisa dihitung engagement-nya, bisa menjadi viral ke mana-mana,” sambung menteri yang juga ahli teknologi informasi itu.

Bahkan, kunjungan Obama juga diyakini akan mendongkrak kuliner Indonesia. Sebab, Obama saat menjabat Presiden AS pernah menuturkan kesannya tentang kuliner khas Indonesia seperti sate, bakso dan nasi goreng.

“Kuliner sate, nasi goreng, Bakso langsung mendunia karena dia menyebut suka dengan makanan khas Indonesia itu. Kami bergarap kali ini Barack Obama kembali berstatemen soal kuliner Indonesia,” pungkasnya.(*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Forkompinda Denpasar Serukan Bali Aman dan Nyaman Untuk Berwisata

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Denpasar menyerukan Denpasar aman dan nyaman untuk dikunjungi serta Denpasar semangat menyambut Natal dan Tahun Baru, pariwisata kembali normal. Seruan ini disampaikan langsung pimpinan Forkompinda Denpasar terdiri dari Walikota Denpasar, Dandim 1611 Badung,

Kapolresta Denpasar, Kajari Denpasar, dan Sekda Kota Denpasar menyerukan berwisata di Denpasar sangat aman dan nyaman. Seruan ini disampaikan langsung pada Sabtu (16/12/2017) dalam pertemuan bersama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Denpasar dan komunitas pariwisata Denpasar.

Dandim 1611 Badung Letnan Kolonel Arh Achmad Sumarna M.Bus mengatakan Kota Denpasar memiliki jarak yang relatif jauh dengan dampak erupsi Gunung Agung, terlebih Kota Denpasar juga tidak masuk dalam zona kawasan rawan bencanan Gunung Agung. Hal ini juga tak terlepas dari lokasi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang berada di sebelah selatan Kota Denpasar, sehingga menjadi kawasan yang sangat aman dan nyaman untuk kunjungan pariwisata.

“Saya mengajak seluruh masyarakat, wisatawan domestik dan mancanegara untuk berwisata di Kota Denpasar yang memiliki kawasan Pantai Sanur, dan atraksi wisata lainnya yang aman dan nyaman untuk dikunjungi,’’ ujarnya, sembari mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru 2018.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo mengatakan Denpasar aman dan nyaman untuk dikunjungi. Masyarakat serta wisatawan dapat dengan normal mengunjungi berbagai kawasan parwisata menarik di Kota Denpasar.  “Situasi kantibmas Denpasar berjalan lancar dan kondusif, serta dalam Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018 telah melaksanakan keamanan agar masyarakat yang datang ke Denpasar aman dan kondusif, mari masyarakat, wisatawan mancanegara dan domestik datang berwisata ke Kota Denpasar.’’ ujarnya.

Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan kawasan Pantai Sanur dan kawasan wisata lainnya di Kota Denpasar sangat aman dan nyaman untuk dikunjungi. Kawasan ini memiliki jarak sekitar 65 Km lebih dari Kabupaten Karangasem, sehingga sangat jauh dari KRB Gunung Agung. Sementara jarak Bandara I Gusti Ngurah Rai di Tuban, Kabupaten Badung berjarak kurang lebih 13 Km ke Kota Denpasar, dengan aktivitas bandara yang terlampau normal. Rai Mantra mengajak seluruh masyarakat, wisatawan domestik dan mancanegera untuk berwisata menikmati alam Kota Denpasar yang memiliki kawasan wisata pantai, pura dan wisata pasar tradisional. Terlebih dalam akhir tahun ini kegiatan Denpasar Festival akan berlangsung selama lima hari dari 28-31 Desember yang berlokasi di titik nol Denpasar dan kawasan Patung Catur Muka Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, Rai Mantra juga menyampaikan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2018. ‘’Tahun baru ini aktifitas yang menjadi kewajiban kita dapat berjalan normal, dan kewajiban dapat bermanfaat bagi masyarakat, semoga kebahagian dan kedamaian dapat menyertai kita semua,’’ ujar Rai Mantra.

Salah satu Wisatawan Mancanegara asal Belanda, David mengaku sangat senang, aman dan nyaman saat ini berwisata di kawasan Sanur. “Denpasar sangat aman dan nyaman sebagai tempat wisata, ayo datang dan jangan takut karena Denpasar memiliki jarak yang jauh dari kawasan rawan bencana Gunung Agung,’’ ujarnya. (pur/humas-dps/bpn)

Sambut PKB 2017, Badung Siapkan Tarian Surfing dan Makotek

BALIPORTALNEWS.COM, BALI – Sebanyak 500 seniman asal kabupaten Badung, Bali, ikut ambil bagian memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) yang akan berlangsung sebulan penuh, 10 Juni hingga 8 Juli 2017. “Ini adalah pesta kesenian yang terbesar, paling lama, paling konsisten di Bali,” kata Menpar Arief Yahya dilansir dari laman resmi Kementerian Pariwisata RI.

Kepala Dinas Pariwisata Bali AA Gede Yuniartha Putra mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kebudataan Kabupaten Badung yang dipimpin oleh Ida Bagus Anom Bhasma bahwa Badung akan menyambut PKB 2017 dengan semangat tinggi.

“Mereka mempersiapkan 500 seniman untuk menyambut PKB dengan menyuguhkan dua jenis kesenian, ini akan menjadi daya tarik tersendiri di ajang PKB 2017 nanti,” ujar pria yang biasa disapa Agung itu.

Lebih lanjut Kadis menambahkan, Badung akan menebarkan pesona dengan menggelar kesenian pertama yakni tarian surfing dari Desa Legian dan Mekotek yang telah menjadi ciri khas daerah tersebut.

”Kami tentu berharap ini mampu memukau pengunjung dan wisatawan yang hadir dalam acara PKB yang berlangsung di Taman Budaya Denpasar. Ini adalah kesenian spesial yang berkaitan dengan air yang akan ditampilkan dalam pawai pembukaan,” katanya.

Sementara untuk Mekotek, imbuh Agung, kesenian yang berasal dari Desa Munggu ini sudah diakui sebagai warisan budaya tak benda bahkan Agung percaya bisa didaftarkan ke Unesco.

Sekadar informasi, Mekotek salah satu tradisi tolak bala dari Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung, akan di tampilkan dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) 2017. Mekotek merupakan warisan leluhur yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali pada Sabtu Kliwon Kuningan tepat di hari raya Kuningan.

Seperti diketahui, PKB 2017 akan dilaksankan selama sebulan penuh dan akan banyak kesenian yang akan ditampilkan. Sekadar informasi, perhelatan tahunan PKB 2016 yang lalu, Pemkab Badung melibatkan sedikitnya ada sekitar 3000 orang seniman.

Pihaknya juga menampilkan seni rekonstruksi yakni Arja Cupak Gerantang dari Banjar Blumbang, desa Penarungan Mengwi. Kata dia, seni Arja Cupak ini sempat berjaya dimasanya, namun seiringan perjalanan waktu Arja ini sempat redup.

Pihaknya berharap, seluruh seniman yang terlibat dapat memberikan hasil yang baik dengan memberikan penampilan yang maksimal. “Kami memberikan apresiasi kepada semua seniman yang akan tampil di ajang PKB, semoga memberikan yang maksimal dan menujukan kreativitasnya,” pungkasnya.

Agung mengatakan, biasanya perhelatan PKB 2017 akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo bersama dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Pesta kesenian ini diikuti sembilan kabupaten kota se-Bali serta daerah sekitarnya seperti Banyuwangi (Jawa Timur) dan Nusa Tenggara Timur.

Agung menyebutkan Bali merupakan pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia yang paling strategis. Sedikitnya 40 persen dari seluruh wisman masuk via Bali, 30 persen via Jakarta dan 20 persen via Kepulauan Riau.

Pria berbadan kekar itu juga menambahkan dalam PKB, ada banyak kegiatan yang bakal disajikan untuk menarik minat wisman maupun wisatawan nusantara (wisnus).

Agung juga menjelaskan kegiatan ini adalah bagian dari usaha menjaga peradaban Bali. PKB merupakan wadah penggalian, pelestarian, dan pengembangan seni budaya Bali.

“Kekuatan Bali sebagai destinasi wisata adalah budaya. Kalau tidak dipertahankan, dikembangkan, dilestarikan, ini akan bahaya buat masa depan Bali. Kami ingin para pelaku seni yang ada di Bali selalu berinovasi dan selalu memberikan kreatifitas-kreatifitas terbaik yang mereka miliki,” tambah Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Dalam acara yang berlangsung selama sebulan tersebut, pengunjung dapat menyaksikan teater Bali modern, festival kuliner khas daerah maupun makanan ringan, pertunjukan musik, serta tari-tarian kontemporer. (r/bpn)

Wisatawan Biar Adem, Kota Lama Dihijaukan dengan 40 Pohon Pule

BALIPORTALNEWS.COM, SEMARANG – Greget Menpar Arief Yahya  mendorong Kota Lama Semarang menjadi warisan budaya dunia (word haritage) direspons khusus Pemkot Semarang. Melalui Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L), Pemkot Semarang telah menanam 40 batang pohon jenis Puli, Minggu (21/5/2017).

Langkah ini untuk membuat kawasan tertua di kota Lunpia itu menjadi lebih hijau dan asri. Sehingga satu tahun ke depan akan terlihat sejuk dan  rindang.  “Hal ini setelah Pemkot Semarang mereboisasi Jalan Letjend Suprapto yang membelah Kota Lama dengan menanam sekitar 40 batang pohon jenis Pule,” kata Ketua BPK2L, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Hevearita yang juga Wakil Walikota perempuan ini menyampaikan, penanaman dilakukan hanya pada titik tertentu sebagai upaya menghindari kerusakan jika pohon nantinya tumbuh besar. Penanaman bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

“Diharapkan dalam dua minggu pohon tersebut sudah mulai tumbuh daunnya. Sehingga akan tampak hijau royo-royo tak gersang,” katanya.

Penanaman pohon Pule sebagai upaya kembali menghidupkan Kota Lama Semarang, menyusul pavingisasi dan penentuan larangan kendaraan umum masuk seperti di Jalan Kepodang.

“Wisatawan akan betah berlama-lama jika nanti sudah terlihat rindang jalanannya, sembari menunggu dana hibah dari propinsi kita lakukan perlahan apa yang bisa dikerjakan dulu,” ujarnya.

Ke depan, menurut Ita, sapaannya, selain penanaman pohon, di Jalan Letjend Suprapto juga akan ditutup. Penutupan masih menunggu pembangunan satu kantong parkir sebagai fasilitas bagi beberapa bangunan kantor dan warung agar akses tak terganggu.

Salah satu pengunjung, Steve Kusuma, mengaku senang dengan penanaman pohon Pule di Jalan Letjend Suprapto. Dia berharap pohon tersebut dapat dirawat dan bermanfaat untuk membuat lebih sejuk kawasan Kota Lama.

“Jika rindang dan teduh apalagi nanti informasinya akan ditutup akses kendaraan di Jalan Letjend Suprapto maka akan terlihat asri layaknya bangunan di luar negeri dengan gedung kuno,” katanya.

Pohon pule bisa tumbuh di seluruh nusantara meskipun semakin jarang ditemui karena populasinya langka.  Namanya pule alias Alstonia scholaris. Tanaman yang dikenal juga dengan nama pulai ini kerap ditemukan di dataran rendah sampai ketinggian 900 mdpl.

Pohon pule berdaun rindang bisa tumbuh sampai ketinggian 15 meter lebih  Batangnya lurus diameternya mencapai 60 cm, berkayu, dan percabangan menggarpu. Kulit batang rapuh, rasanya sangat pahit, bergetah putih. Kulit pule bisa diolah menjadi obat herbal. Kulit dan daunya bisa dikeringkan lalu dijemur dan ditumbuk menjadi obat malaria.

Saa ini Kota Lama Semarang tengah disiapkan menjadi tujuan wisata unggulan. Penyiapan dilakukan dengan melakukan perbaikan pada gedung-gedung cagar budaya yang berada di kawasan Kota Lama. Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang menyiapkan Rp 66 miliar dari APBD untuk perbaikan menyeluruh tahun 2017.

Diharapkan “little Netherland” tersebut bisa menjadi salah satu destinasi wisata unggulan. Menteri Pariwisata Arief Yahya mendukung daerah seperti Kota Semarang untuk membangun Kota Lamanya lebih serius. Infrastruktur seperti drainage, jalan, listrik, dan telekomunikasi itu penting diutamakan.

Selasa-Rabu, 23-24 Mei 2017 lalu tim Pengembangan Pemasaran Mancanegara Wilayah Asean menggelar bimtek sinkronisasi pasar Asean dengan para Kadispar se Jawa Tengah dan asosiasi, seperti PHRI, Asita, BPPD, dan lainnya di Hotel Aston Semarang.

“Kota Lama Semarang ini banyak cerita, banyak sejarah, juga banyak legenda, yang bisa menjadi storyline yang bagus. Semua penuh cerita, karena pariwisata itu adalah cerita, apa yang bisa diceritakan kembali ke publik,” papar Rizky Handayani Asdep Pengembangan Pemasaran Asean Kemenpar.

Dia memaparkan karakter dan detail originasi Asean. Seperti Singapore, Malaysia, Filipina dan Vietnam. Empat kawasan yang dianggap punya potensi besar untuk digarap. “Itu yang dimatchingkan dengan ketersediaan atraksi di destinasi, agar promosinya makin pas,” kata Rizky Handayani. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Kemenpar Gelar Lomba Medsos, PKB 2017 Mendunia

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Semangat Go Digital yang didengungkan Menpar Arief Yahya makin menghentak di perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) 2017. Pentas seni budaya itu bakal dimulai 10 Juni hingga 8 Juli 2017 di Art Center, Denpasar. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan meramaikan dengan lomba media sosial alias Medsos khususnya Instagram di ajang tersebut.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar Wawan Gunawan mengatakan, para nitizen bisa mengikuti perlombaan ini dengan memposting foto-foto yang terkait dengan PKB 2017 dengan hastag #PestaKesenianBali2017 atau #PKB2017.

”Pelaksanaannya dimulai saat PKB dimulai hingga berakhir,”ujar Esthy yang juga diamini Wawan. Esthy mengatakan, dengan dilombakannya PKB di Medsos yang berbasis pada picture dan video 30 detik itu diharapkan gaungnya semakin viral dan mendunia.

Esthy menambahkan, Kemenpar bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bali menggelar perlombaan tersebut karena saat ini sudah memasuki era digital. Dari 250 juta penduduk Indonesia, 63 juta terkoneksi dengan internet aktif, dan 95% diantaranya memiliki akun media sosial. Terbanyak menggunakan Facebook, dan posisi Indonesia nomor 4 terbesar dunia, setelah USA, Brazil dan India.

Sedangkan pemilik akun Twiter ada 19,5 juta, atau terbesar ke-5 dunia, setelah USA, Brazil, Jepang dan Inggris. “Yang sedang ngetop saat ini adalah platform Instagram di Indonesia, dengan pertumbuhan 14 juta akun. Inilah yang kami pilih untuk lomba dan menyemarakkan Pesta Kesenian Bali (PKB) 2017 ini,” jelas wanita berhijab itu.

Esthy memaparkan, foto PKB 2017 melalui instagram yang digulirkan Kemenpar ini diseleksi oleh tim juri yang profesional. Lomba foto instagram ini merupakan lomba yang kedua kalinya yang dilakukan dan didukung oleh Kemenpar. PKB sendiri sudah berlangsung ke-39 sejak tahun 1979.

Seperti diketahui, Sosmed berbasis foto ini merupakan aplikasi edit dan berbagi foto yang paling fenomenal dewasa ini di tanah air. Dari berbagai sumber, di dunia ada 400 juta pengguna instagram. Di Indonesia, 97% instagrammers menulis komentar dan menandai teman-temannya dengan like.

Juga men-share ke wall-nya masing-masing pada foto dan editing yang keren.Selain itu, 85 persen pengguna instagram di Indonesia juga nge-link ke platform medsos lainnya, seperti FB, Path, Twitter dan lainnya. “89% instagramers adalah anak-anak muda 18-35 tahun. Karena itu kita tunggu karya-karya anak muda di PKB 2017,” ujar Wawan.

Bukan hanya itu, 62% pengguna Instagram adalah kaum hawa. Sisanya 38% laki-laki. Ini juga cocok dengan prediksi, bahwa yang banyak menentukan kapan liburan dan kemana destinasi pilihan keluarga itu juga lebih banyak perempuan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya berkali-kali mengatakan, bahwa promosi melalui media sosial itu semakin efektif. More digital, more global. Paradoks dengan more digital, more personal. Dan more digital, more professional. “Ketika content di Medsos itu menarik, maka dengan cepat, informasi seputar PKB 2017 itu akan mendunia,” kata Arief Yahya.

“Persaingan ke depan adalah yang cepat mengalahkan yang lambat, bukan yang besar memakan yang kecil lagi. Digital mengubah semua tradisi dan asumsi orang dalam menentukan portofolio bisnis. Karena itulah Kemenpar terus memacu promosi melalui media digital,” kata Menpar Arief Yahya.

Pada edisi perdana di PKB 2016 yang lalu, setidaknya ada 2.988 foto yang diposting sebagai peserta lomba instagram.Menurut Salah satu juri saat itu, Ida Bagus Andi Sucitra mengatakan, lomba itu merupakan rekor jumlah peserta lomba instagram.

Pihaknya bahkan sampai menjuri hingga tiga tahap, pertama memferivikasi 2.988 foto itu menjadi 150 karya, kedua menyeleksi hingga 50 instagramers dan tahap ketiga, menentukan juara-juara dari 50 besar karya terbaik.

Tiga pemenang itu antara lain, I Nyoman Mahayasa (juara I), AA Ngurah Anom Manik Agung (juara II) dan I Wayan Sumardika (juara III). Sedangkan 10 juara harapan yakni I PG Budiarta Aryawan, Putu Rivan Jaya Prasetya, I Wayan Mardana, I Nyoman Suparta, I Made Murdita, I Wayan Darsana, I Putu Eko Miarsa Putra, I Putu Agus Adi Yudiana, I Putu Sukmana Ghitha, dan Nur Effendi.

PKB ini sudah konsisten dilaksanakan sejak tahun 1979. Rencananya, PKB 2017 akan diramaikan kesenian dari 9 kabupaten/kota se-Bali. Tak hanya itu, beberapa daerah lain seperti Banyuwangi, Aceh dan NTT juga turut meramaikan acara.

Lebih menariknya lagi PKB 2017  tahun ini dirancang berbeda dengan tahun sebelumnya. Masing-masing kabupaten atau kota mesti menampilkan tradisi unik dan menarik. Pementasan tradisi unik dan menarik ini penting agar wisatawan nusantara maupun mancanegara tahu kekayaan masing-masing kabupaten kota.(*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pasa Harau Art & Culture Festival 2017 Ajak Wisatawan Mengenal Masyarakat Minangkabau

BALIPORTALNEWS.COM, LIMAPULUH KOTA – Apa top of mind Sumatera Barat? Ikon Pariwisata apa yang membuat provinsi ini dikenal public? Masakan Padang sebagai ikon kuliner? Jam Gadang di Bukittinggi ikon heritage? Ternyata Sumbar juga punya bentang alam yang mempesona dan atraksi wisata yang oke seperti Pasa Harau Art & Culture Festival 25-26 Agustus 2017 nanti.

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi menjelaskan, festival yang diselenggarakan Komunitas Harau ini, dilaksanakan di objek Wisata Lembah Harau. Festival ini merupakan perpaduan pasar seni dan budaya yang menampilkan beragam pertunjukan seni. Artinya, dalam acara ini akan ada event perayaan seni dan budaya yang menampilkan pertunjukan seni dan budaya Kabupaten Limapuluh Kota.

“Bukan itu saja, Pasa Harau Art & Culture Festival juga akan menampilkan permainan rakyat, olahraga tradisional, kuliner lokal, benda-benda kerajinan hingga yang paling ditunggu-tunggu dan khas adalah pagelaran upacara tradisional,” ujar Irfendi Arbi.

Festival ini, lanjut Irfendi, berbeda dengan kegiatan serupa di Indonesia, karena wisatawan yang menjadi peserta Pasa Harau Art & Culture Festival 2017, akan terlibat langsung dengan kegiatan kebudayaan di masyarakat sekitar Lembah Harau. Wisatawan akan menginap di rumah penduduk dan melakukan aktivitas keseharian masyarakat setempat.

“Nantinya wisatawan akan live in di rumah-rumah penduduk, mereka akan berinteraksi dan saling terlibat dalam ragam workshop seni pertunjukan yang akan digelar di tengah festival berlangsung. Tetapi tergantung paket yang mereka ambil untuk mengunjungi event tersebut,” ujarnya.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Sumbar Kementerian Pariwisata, Raseno Arya mengapresiasi gelaran Pasa Harau Art & Culture Festival 2017. Mengambil ‘pasa’ yakni kata Minangkabau untuk ‘pasar’ sebagai konsep dasar, yang juga dapat berarti keramaian. Festival ini dapat menjadi pasar seni dan budaya, dimana berbagai potensi yang dimiliki oleh masyarakat Lembah Harau dan Limapuluh Kota secara umum dapat ditampilkan secara massif.

“Kami mengapresiasi kreativitas anak nagari dan komunitas serta para seniman untuk mempromosikan Lembah Harau hingga ke luar negeri. Kami juga optimis, ini akan mempromosikan Lembah Harau ke dunia luar, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kami berharap acara ini bisa menjadi agenda bagi anak nagari sehingga Harau ke depan semakin mengorbit hingga ke luar negeri,” ujar Raseno.

Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut senang dengan Pasa Harau Art & Culture Festival 2017. Pesertanya juga berasal dari berbagai wisatawan mancanegara. Hal itu tentunya akan mengangkat dan bisa mempublikasikan bahwa Lembah Harau siap menjadi lokasi wisata dunia.

“Dengan adanya Festival Pasa Harau  2017, pesona objek wisata di Lembah Harau nantinya lebih dikenal wisatawan hingga ke seluruh penjuru dunia. Selamat dan sukses, selamat datang di Tanah Minang, Salam Pesona Indonesia,” ucap  Menpar Arief Yahya.(*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Persiapkan Asian Games 2018, Kemenpar Gelar Bimtek Branding di Sumsel

BALIPORTALNEWS.COM, PALEMBANG – Kementrian Pariwisata (Kemenpar) bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan (Disbudpar Sumsel) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Branding Pesona Indonesia di Hotel Arista Palembang pada, 25 Mei 2017.

Dilansir dari laman resmi Kemenpar RI, Deputi Pengembagan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti mengatakan, Bimtek tersebut bertujuan untuk mempercepat pembangunan pariwisata di setiap daerah Kabupaten atau Kota di Sumsel. Mereka harus bisa membranding diri mereka masing-masing dengan baik dan sesuai dengan guideline yang sudah baku.

Dengan begitu, citra pariwisata Sumsel makin dikenal dan diketahui oleh banyak wisatawan di seluruh penjuru dunia terutama saat Asian Games 2018.  ”Nah acara ini untuk meningkatkan pemahaman branding. Karena pastinya perlu diberikan penjelasan dan pemaham lebih lanjut, agar ada sinergi antara pusat dan daerah terkait pemajuan pariwisata,” ujar Esthy Reko Astuty.

Lebih lanjut Esthy berharap, dengan sosialisasi Branding Pesona Indonesia ini tidak akan terjadi lagi ketidaktepatan dalam penggunaan logo Branding Pesona Indonesia maupun Wonderful Indonesia.

Selain itu, imbuh Esthy, Hal ini juga diharapkan agar para peserta mengetahui arah kebijakan pemerintah dalam mengembangkan pasar wisatawan nusantara dan mancanegara  agar bisa datang terus  berkunjung ke Sumatera Selatan.

”Mengenai Brand dan Branding Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia  ada hal utama yang wajib diketahui oleh para peserta mengenai penggunaan Brand Identitas Pesona Indonesia yakni terkait Logo, Warna yang sesuai dengan 5 Aspek Pesona, dan Supergraphics,” kata wanita yang murah senyum itu.

Dalam acara kemarin, peserta Bimtek sangat antusias mengikuti paparan materi yang dijelaskan, peserta kali ini juga menghadirkan unsut Pentahelix didalamnya seperti jajaran Dinas Pariwisata Palembang, Politeknik Pariwisata Palembang, Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Sumsel, serta pengelola Destinasi Tujuan Wisata (Kampung Al-Munawwar, Kampung Kapitan, dsb). Tidak hanya itu saja, pada kesempatan bimtek kali ini juga turut dihadiri oleh Sri Meliyana, anggota komisi X DPR RI asal Lahat (Sumsel).

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga memberikan paparan tentang branding “Jelajah Sumatera Selatan,” Brand ini beberapa waktu lalu di hasilkan dari kolaborasi Mark Plus dan Disbudpar Sumsel.

Branding ini rencananya akan segera diluncurkan di Gedung Sapta Pesona Kemenpar, Jakarta, dalam waktu dekat ini. “Saat ini Sumsel sudah memiliki branding pariwisata sendiri dengan nama Explore Your South Sumatera (Jelajah Sumsel). Terciptanya brand Pariwisata Sumsel ini tentunya sudah di sinergikan dengan brand Pesona Indonesia (nasional) berlogo perahu dan ombak air. Hal ini harus pula diikuti oleh Kabupaten dan kota di seluruh Sumsel,” bebernya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga sangat konsisten tampil dalam berbagai kegiatan promosi mancanegara dengan branding Wonderful Indonesia. ” Kami sangat konsen dengan national brand ini,” kata Dr Ir Arief Yahya MSc.

Menpar Arief Yahya selalu menggunakan benchmark untuk menjawab semua promosi yang diusungnya. Menurut dia, kalau ingin menjadi pemain global, gunakan selalu global standart. “Mau tetap atau berubah, mau satu atau lebih dari satu, ada contoh suksesnya. Lakukan apa yang sudah sukses dan mereka (global) sudah lakukan, jangan memulai dari awal. Tapi berawal dari akhir,” pesan Mantan Dirut PT Telkom Indonesia itu.

Konsep dan menggunakan teori-teori itu penting. Pertimbangan praktis berdasarkan pengalaman, itu juga penting. Perpaduan keduanya, itu menjadi sempurna. Sebagai doktor strategic management, Arief Yahya memang punya bekal ilmu branding.

Karena itu Menpar Arief Yahya ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi ketua tim National Branding. Pengalaman saat memimpin Telkom dan Komisaris Telkomsel juga sudah dibuktikan dengan melonjaknya brand pariwisata Wonderful Indonesia dari NA (not available) menjadi ranking 47 besar dunia. Mengalahkan Truly Asia Malaysia 96 dan Amazing Thailand 83.(*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :