29 C
Denpasar
Kamis, 18 Oktober 2018

Peresmian Patung Garuda Wisnu Kencana Oleh Presiden RI Bapak Ir. H. Joko Widodo

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo secara simbolis meresmikan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) melalui penandatanganan prasasti dan penekanan sirine dengan disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata Indonesia, Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., Gubernur Provinsi Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., Presiden Komisaris PT Garuda Adhimatra Indonesia, Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma, serta Presiden Komisaris Alam Sutera Group Haryanto Tirtohadiguno dan para tamu undangan di Bukit Ungasan, Badung, Bali, hari ini.

Peresmian patung GWK menjadi acara puncak yang menandai selesainya pembangunan GWK. Acara yang diselenggarakan oleh GWK Cultural Park anak perusahaan PT Alam Sutera Realty Tbk (Alam Sutera), mengangkat tema “Merajut Indonesia Esa” dengan menampilkan 300 penari yang membawakan tarian daerah gubahan Prof. Dr. I Made Bandem, seorang penari, artis, penulis, dan pengajar asal Bali yang dikenal juga sebagai “Joe Papp dari Bali”.

Tampil juga Bumi Gamelan Orchestra pimpinan I Wayan Balawan, maestro gitar dan musik etnik asal Bali. Kemeriahan dan kemegahan acara peresmian makin semarak dengan penampilan Putri Ayu, Duta Cinta, pertunjukan laser dan kembang api serta video mapping yang dikemas dengan tajuk “Kemilau Indonesia” pada malam harinya.

“Saya berharap patung Garuda Wisnu Kencana ini dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dan menjadi salah satu ikon seni kebanggaan bangsa Indonesia yang memberikan dampak positif di segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, serta turut memberikan konstribusi dalam meningkatkan sosial-ekonomi masyarakat Bali pada khususnya,” ujar Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma.

Kemeriahan dan kemegahan acara puncak peresmian Patung GWK menjadi tanda kesiapan kawasan GWK Cultural Park yang diproyeksikan Alam Sutera untuk menjadi tempat penyelenggaraan multi event berskala internasional.

Alam Sutera Group berkomitmen penuh untuk melanjutkan pembangunan patung GWK hingga selesai. Komitmen ini didedikasikan untuk mewujudkan gagasan Bapak Joop Ave 28 tahun lalu dan seluruh masyarakat Indonesia yang sudah begitu lama menanti. Berbagai pembenahan dan serangkaian proses teknis dan non-teknis dilakukan oleh Alam Sutera Group bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menuntaskan pembangunan patung GWK sebaik-baiknya dan mengembangkan kawasan GWK Cultural Park sebagai kawasan wisata budaya terbaik di Indonesia.

“Kami menyadari pembangunan patung ini bukan hal yang mudah, untuk itu dalam proses pembangunan patung GWK, Alam Sutera bersinergi dengan Bapak Nyoman Nuarta, para konsultan dan kontraktor yang memadukan keahlian masing-masing di bidang art, science, dan technology dan akhirnya berbuah manis dengan rampungnya patung GWK, ikon kebanggaan bangsa Indonesia dalam kurun waktu kurang dari 5 tahun,” ujar Bapak Haryanto Tirtohadiguno.

Alam Sutera akan mengembangkan GWK Cultural Park, kawasan taman budaya yang berdiri di atas lahan seluas total 60 hektar ini, selain sebagai destinasi wisata dengan Patung GWK-nya, juga sebagai wadah ekspresi budaya melalui beragam pertunjukan, baik yang digelar di indoor maupun outdoor. GWK Cultural Park dirancang secara komprehensif dan direncanakan akan dilengkapi berbagai fasilitas pariwisata, pusat budaya, taman, balai pertemuan, restoran, hotel dan area parkir yang dapat diakses banyak orang pada setiap waktu.

Patung Garuda Wisnu Kencana yang merupakan sebuah ikon budaya bangsa telah selesai. Patung ini menjadi patung terbesar di dunia dan tertinggi ketiga di dunia hingga saat ini. Keseluruhan Patung GWK menjulang dengan total ketinggaian 121 meter, berdiri di atas sebuah bangunan pedestal setinggi 46 meter. Dengan bentang sayap mencapai lebar 64 meter, ikon landmark termegah di Bali ini berdiri gagah di puncak bukit Ungasan, di dalam kawasan GWK Cultural Park. Ke depannya, selain dapat dikunjungi untuk kepentingan wisata dan edukasi, bangunan pedestal patung juga dapat dimanfaatkan sebagai venue berbagai penyelenggaraan acara. (r/bpn)

Dampingi Presiden Jokowi Resmikan Patung GWK, Gubernur Koster Sebut Jadi Sejarah dan Landmark Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Melalui penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, menandai peresmian Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bukit Ungasan, Badung, Bali, pada Sabtu (22/9/2018) malam.

Saat menekan tombol sirine, Jokowi didampingi Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden RI Ke-6 Try Sutrisno, Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, Gubernur Bali Wayan Koster, Penggagas sekaligus Seniman Patung GWK Nyoman Nuarta, dan Presiden Komisaris Alam Sutera Group, Haryanto Tirtohadiguno.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan jika patung GWK merupakan mahakarya anak bangsa karena merupakan patung tembaga terbesar di dunia dan tertinggi ketiga di dunia. Bahkan dikatakan Jokowi, patung GWK lebih tinggi dari patung Liberty di Amerika Serikat. Dikatakan Jokowi, rampungnya Patung GWK setelah 28 tahun digagas oleh Joop Ave yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi (1993-1998) serta seniman Nyoman Nuarta tidak hanya membanggakan masyarakat Bali, tapi juga seluruh rakyat Indonesia.

“Sebagai bangsa yang besar, kita bukan hanya mewarisi karya-karya besar dari peradaban masa lalu yang sangat indah, yang mengagumkan dunia seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Tapi di era kekinian, bangsa kita juga bisa berkarya, bisa berkreasi untuk membangun sebuah peradaban, untuk melahirkan mahakarya yang baru yang juga membanggakan kita semuanya,” ujar Jokowi.

Lebih lanjut dikatakan Jokowi, Patung GWK tidak hanya menjadi ikon budaya Bali atau ikon pariwisata Indonesia, namun juga menjadi tapak sejarah bahwa bangsa Indonesia mampu melahirkan karya besar jika berani memulai dengan ide-ide besar.

“Ide-ide yang secara terus menerus, secara konsisten kita ikhtiarkan, kita kerjakan seperti ikhtiar untuk membangun Patung GWK ini akhirnya bisa terwujud setelah 28 tahun,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi mengajak semua pihak untuk terus berkarya nyata bagi bangsa Indonesia.

“Saya juga ingin mengajak seniman dan budayawan untuk terus berkreasi, jangan berhenti berkarya, terus ciptakan karya terbaik yang selanjutnya akan memperkaya peradaban bangsa Indonesia,” pungkas mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Sementara Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya mengucapkan teriimakasih kepada pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo yang telah mendukung terwujudnya patung GWK ini. Dikatakan Koster, diresmikannya patung GWK ini menjadi peristiwa bersejarah bagi Bali maupun Indonesia sendiri.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden atas dukungannya kepada Manajemen GWK Cultural Park, sehingga setelah berproses selama 28 tahun, akhirnya pada hari ini Patung GWK dapat diresmikan. Peristiwa hari ini, merupakan peristiwa bersejarah. Tidak hanya bagi Manajemen GWK Culttural Park, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Bali maupun Indonesia, khususnya komponen pariwisata,” ucap Koster yang pada malam itu hadir didampingi Ny. Putri Suastini Koster.

Dikatakan Orang nomor Satu di Pemerintah Provinsi Bali ini, patung dengan total ketinggaian 121 meter, berdiri di atas sebuah bangunan pedestal setinggi 46 meter dengan bentang sayap mencapai lebar 64 meter ini akan menjadi landmark bagi Bali.

“Pemerintah Provinsi Bali bersama seluruh komponen pariwisata berkomitmen menjadikan GWK ini, sebagai ikon baru pariwisata Bali. Berarti bertambah lagi destinasi wisata utama Pulau Dewata, yang akan semakin mendorong kemajuan pariwisata Bali khususnya, serta pariwisata nasional pada umumnya,” ujarnya.

Kedepannya, selain dapat dikunjungi untuk kepentingan wisata dan edukasi, bangunan pedestal patung juga dapat dimanfaatkan sebagai venue berbagai penyelenggaraan acara. (humas-bali/bpn)

Bahas Strategi Pariwisata, Cok Ace Kumpulkan Pemangku Kepentingan

BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengumpulkan beberapa stakeholders pariwisata seperti Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten /Kota seluruh Bali dan anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Bali di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Kamis (13/9/2018). Pertemuan ini merupakan langkah awal yang dilakukan Wakil Gubernur Bali untuk melakukan penataan bidang kepariwisataan di Bali sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Wagub Cok Ace yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, AA Gede Yuniartha Putra menggunakan kesempatan ini untuk menampung aspirasi awal dari para pemangku kepentingan pariwisata di Bali sebelum membahasnya dengan lebih detail dan merancang strategi ke depan. “Pada intinya Bapak Gubernur ingin mengetahui apa prioritas yang kita perlukan di bidang pariwisata,” kata mantan Bupati Gianyar ini.

Wagub yang juga Ketua PHRI ini mengatakan penataan pariwisata di Bali diharapkan bisa berjalan dengan efektif dan tidak tumpang tindih. “Kalau bisa kita rancang sejak awal agar semua kabupaten bisa memasarkan pariwisata sesuai dengan potensinya masing-masing,” ujar Cok Ace.

Persoalan infrastruktur menjadi salah satu perhatian dalam rapat ini. Jumlah wisatawan yang terus meningkat membuat perlunya koneksi yang baik dari Bali Selatan ke semua kabupaten/kota di Bali. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali AA Yuniartha Putra, saat ini rata-rata 20 ribu wisatawan datang ke Bali setiap hari. Diharapkan ke depan anggaran yang ada di pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bisa lebih bersinergi untuk perbaikan infrastruktur penunjang pariwisata. (humas-bali/bpn)

Patung GWK di ”Pelaspas”, Gubernur Harap Bisa Berikan Manfaat Bagi Kemajuan Pariwisata Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Patung  Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang terletak di Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, akhirnya setelah melewati 28 tahun, kini telah selesai dibangun. Sebelum diresmikan dan digunakan secara langsung maka menurut kepercayaan Agama Hindu, patung tersebut harus dibersihkan, disucikan dalam prosesi upacara pemelaspasan dan nyimpen pedagingan.

Untuk itu, acara Pemelaspasan  Lan Pemahayu Wewidangan GWK Di Dasari Pecaruan RSI GANA, Panca Rupa, Penyakap Karang dan Ngedeng Tanah Ngurug Palemahan tersebut digelar pada hari Rabu (8/8/2018), yang dihadiri oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, serta beberapa undangan lainnya.

Saat diwawancari oleh awak media, Gubernur Pastika mengungkapkan bahwa  dengan rampungnya patung GWK, diharapkan bisa menjadi ikon baru bagi pariwisata di Bali. Selain itu, adanya patung ini juga dapat memberikan manfaat yang positif bagi masyarakat Bali serta masyarakat Indonesia dalam memajukan iklim pariwisata Bali khususnya. Untuk itu, Pastika berharap agar patung ini dapat dijaga dengan baik oleh semua pihak, sehingga tetap berdiri kokoh dan dapat dinikmati oleh setiap orang yang ada di Bali.

Disamping itu, ia juga menjawab terkait kekhawatiran masyarakat ditengah gempa yang melanda NTB dan Bali saat ini, dimana menurutnya bahwa safety yang telah dirancang dan dibangun pada patung GWK tersebut sudah memenuhi standar keamanan internasional dan juga sudah memenuhi standar bangunan tahan gempa. “Masyarakat tidak perlu khawatir karena keamanan patung ini sudah memenuhi standar tahan gempa, jadi akan tetap berdiri kokoh. Untuk itu saya minta masyarakat untuk ikut menjaga dan melestarikan karya seni masyarakat kita ini”, pungkasnya.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Presiden Komisaris PT Garuda Adhimatra Indonesia, Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma, dilaksanakan prosesi upacara pemelaspas yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Mas Pratama dari Griya Tegeh Abiansemal, Ida Pedanda Gede Ngurah Putra Keninten dari Griya Kediri Sangeh dan Ida Pedanda Gede Jelantik Giri dari Griya Peliatan Ubud. (humas-bali/bpn)

1.038 Wisatawan dari Lombok Tiba Pelabuhan Benoa

BALIPORTALNEWS.COM  – Ratusan personel gabungan terdiri dari Polresta Denpasar, Pelindo, Pelni, SAR dan TNI-AL melaksanakan pengamanan evakuasi terhadap korban gempa Lombok, NTB di Pelabuhan Benoa, Denpasar. Hingga berita ini diturunkan sebanyak 1.038 orang wisatawan asing dan domestik sudah tiba di Pelabuhan Benoa dengan menggunakan KM Binaiya, Kapal Bounty Cruise, Kapal KPLP I dan 2 serta Kapal  Patagonia, Selasa (7/8/2018).

Pada Senin (6/8/2018) sekitar pukul 23.20 Wita, Kapal Binaiya yang mengangkut 86 orang berlabuh di dermaga timur Pelabuhan Benoa. Disusul Kapal Bounty Cruise dengan membawa penumpang sebanyak 541 orang wisatawan tiba di Dermaga Bounty di kawasan Pelabuhan Benoa sekitar pukul 01.15 Wita.

Kemudian tiga kapal yang membawa korban gempa kembali bersandar di Pelabuhan Benoa, Selasa (7/8/2018) Kapal KPLP I membawa 79 orang, Kapal KPLP 2 mengangkut 189 orang dan Kapal Patagonia membawa 143 orang wisatawan.

Informasi yang diperoleh, sore ini sekitar pukul 17.00 Wita akan datang Kapal Patagonia Xpress berkapasitas 190 penumpang mengangkut wisatawan yang tinggal di pulau-pulau kecil di wilayah NTB.

Sedangkan Kapal Bounty Cruise berkapasitas 500 penumpang juga disiagakan, masih menunggu list penumpang yang akan diangkut dari Lombok. Apabila jumlah penumpang dibawah 100 akan diangkut dengan Kapal Patagonia.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Hadi Purnomo, S.H., M.H. langsung turun ke lapangan memimpin kegiatan evakuasi. Bahkan, perwira melati tiga di pundak ini ikut membantu para wisatawan ketika turun dari kapal.

“Tugas ini adalah kegiatan kemanusian untuk membantu dan mengarahkan korban gempa yang terjadi di Lombok, baik WNA maupun WNI,” kata Kombes Pol. Hadi Purnomo, S.H., M.H., Selasa (7/8/2018).

Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Bali. Pelibatan seluruh stake holder atau instansi dalam evakuasi ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap para korban gempa berkekuatan 7,0 SR yang terjadi pada Minggu (5/8) lalu.

“Hasil koordinasi dengan PHRI, kita menyiapkan kendaraan ambulance dan bus untuk nantinya bisa mengantar para korban menuju hotel tempat mereka menginap dan mendapat perawatan medis apabila ada korban luka,” terang Kapolresta Denpasar. (bina/polda-bali/bpn)

Tim Gabungan Kota Denpasar Sidak WNA Di Sanur Kauh

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Kota Denpasar, Bali, melakukan pemantauan dan pengawasan secara aktif terhadap keberadaan warga negara asing (WNA) di kota tersebut.

Kepala Bidang Kewaspadaan dan Penanganan Konflik Kesbangpol Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gde Arisudana di Denpasar, Rabu (25/7/2018) mengatakan pemantauan telah rutin dilaksanakan dengan menyasar masing-masing desa dimana terdapat orang asing. Seperti sekarang ini menyasar desa Sanur Kauh Kecamatan Denpasar Selatan.

Arisudana mengatakan pengawasan terhadap WNA melibatkan tim terpadu, yakni imigrasi, kepolisian, dinas kependudukan dan catatan sipil, dinas tenaga kerja, bagian hukum dan Bagian Humas Denpasar.

Ia mengatakan pengawasan terhadap WNA telah dituangkan dalam Permendagri nomor 49 tahun 2010 tentang pedoman pemantauan orang asing dan organisasi masyarakat asing di daerah, yang diberikan kewenangan untuk melakukan pengawasan yang juga telah dituangkan dalam SK Wali Kota Denpasar.

“Kami harapkan desa dan kelurahan untuk melakukan pendataan terhadap orang asing, sehingga data yang ada harus akurat sebelum melakukan pengawasan ke lapangan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arisudana menambahkan untuk pengawasan WNA di Kota Denpasar diawali dengan mengakuratkan data keberadaan warga asing tersebut. Untuk itu pihaknya memberikan blangko pada desa dan lurah guna mendata sembari memberikan sosialisasi untuk pendataan. Kemudian tim melanjutkan untuk melakukan monitoring langsung ke lapangan.

Untuk di Desa Sanur Kauh sendiri pihaknya mengambil beberapa sample dengan menyasar WNA yang tinggal di Jl. Kutat Lestari. Dari sejumlah WNA yang dipantau tidak ada yang melanggar aturan untuk tinggal di Denpasar.

Arisudana mengakui untuk melakukan penindakan terhadap WNA yang melakukan pelanggaran masih menjadi kewenangan pihak imigrasi. Dengan berpedoman pada UU Nomor 9 tahun 2015 Pemerintah Daerah dan Permendagri Nomor 49 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemantauan Orang Asing dan Organisasi Masyarakat Asing di Daerah, dan Permendagri Nomor 50 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemantauan Tenaga Kerja Asing di Daerah bisa melakukan pengawasan terhadap WNA serta memberikan masukan terhadap imigrasi.

“Untuk kegiatan dan aktivitas WNA di wilayah Kota Denpasar menjadi pengawasan pemerintah daerah dan harus tunduk terhadap peraturan pemerintah daerah,” ujarnya.

Perbekel  Desa Sanur Kauh I Made Ada mengatakan saat ini jumlah WNA yang ada di wilayahnya sebanyak 672 orang yang tersebar di beberapa banjar. Untuk pengawasannya sendiri telah dilakukan secara rutin termasuk pendataan yang dilakukan kepala dinas.

“Sampai saat ini kami telah rutin melaksanakan pendataan sehingga dapat melakukan pengawasan terhadap WNA yang ada di wilayahnya,” ujarnya.(gst/humas-dps/bpn)

Pameran Seni Prasi Mahasiswa Undiksha

BALIPORTALNEWS.COM – Griya Art Gallery di Griya Santrian a Beach Resort and Spa mempersembahkan pameran bertajuk (O)P(E)RASI. Pameran ini menghadirkan karya – karya 27 perupa muda dari mahasiswa dan alumni Jurusan Pendidikan Seni Rupa Undiksha yang telah mengambil mata kuliah prasimologi ditambah praktisi seni prasi dari desa Bungkulan, Gusti Bagus Sudiasta.

Prasi sering pula disebut sebagai seni lukis lontar, satu bentuk karya seni dua dimensional, bermediumkan daun lontar, memakai teknik torehan dalam menghadirkan image, serta mengandung aspek naratif didalamnya. Beberapa peserta menunjukkan upaya untuk mempertemukan medium lontar yang dominan dalam seni prasi dengan medium yang lain semisal plat tembaga atau menghadirkan metode presentasi yang mencoba keluar dari konvensi seni prasi pada umumnya.

Operasi yang dimaksud mengandung makna pembedahan dimana para seniman berupaya membedah struktur demi struktur “anatomi” seni prasi dan mempelajari berbagai aspeknya secara visual, tematik, hingga cara presentasi. Kata Operasi juga bermakna sebagai upaya seniman muda untuk bergerak dalam misi menempatkan eksistensi seni prasi ini dalam medan sosial seni rupa hari ini.

“Dengan terselenggaranya pameran ini diharapkan seni prasi menjadi semakin mendapat tempat dalam konstelasi seni rupa kontemporer,” ungkap Ida Bagus Gede Sidharta Putra, pemilik Griya Santrian Gallery sekaligus general manager Hotel Griya Santrian,”Kami tentunya mendukung upaya Jurusan Pendidikan Seni Rupa Undiksha Singaraja untuk melestarikan dan mengembangkan seni prasi.” (r/bpn)

Denpasar Masuk 10 Kota Terbaik Wonderful Indonesia Tourism Awards

BALIPORTALNEWS.COM – Kota Denpasar berhasil menyabet dua penghargaan terbaik pada Penganugerahan Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Awards 2018, Jumat malam, (20/7/2018) yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata RI.

Denpasar berhasil mengungguli kota-kota besar lainya dari 34 Kota /Kabupaten Provinsi yang ada di Indonesia. Sebagai jantungnya pulau Bali, Denpasar meraih penghargaan 10 Kota Terbaik Nasional dan sebagai Kabupaten/Kota Terbaik di Provinsi Bali dalam performansi, inovasi dan komitmen membangun pariwisata daerah.

Penghargaan diserahkan langsung Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya bersama Staf Ahli Aparatur dan Pelayanan Publik Kemendagri, Dr Reydonnyzar Moenek yang diterima Wakil Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara.

Menpar, Arief Yahya mengatakan penghargaan atau award ini memiliki makna pada unsur 3C yaitu calibration (kalibrasi), confidence (kepercayaan diri) dan credibility (kredibilitas). “Ini bisa dijadikan sebagai tolok ukur bahwa para pemenang dalam ajang ini dimana sadar wisata dan komitmen kabupaten kota dalam program sustainable tourism development di daerahnya masing-masing,” pungkasnya.

Ketua Dewan Juri Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Award 2018 Didien Junaedi mengatakan, ada 4 indikator antara lain ‘penghargaan internasional dan nasional’. Untuk penghargaan nasional di antaranya memasukkan award ISTA (Indonesia Sustainable Tourism Award) yang diselenggarakan oleh Kemenpar. “Indikator penilaian yang masing-masing memiliki bobot berbeda. Pertama, kinerja usaha pariwisata (akomodasi dan makan minum): PDRB dan tenagakerja, serta dampak/outcome. Serta (Data Statistik BPS) dengan bobot 40%. Kedua, Indeks Pariwisata Indonesia: daya sain 30%. Ketiga, Indonesia’s Attractiveness Award: dimensi pariwisata 15%, dan Keempat; Penghargaan Internasional dan Nasional (Kementerian/Lembaga) 15%,” ujarnya.

Didien juga menyampaikan terdapat 134 kabupaten/kota terbaik di bidang pariwisata di Indonesia. Dan dari jumlah tersebut dipilih top-10 kota terbaik, top-10 kabupaten terbaik, dan top-1 dari masing-masing provinsi di Indonesia. Dimana Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Awards 2018 merupakan bentuk penghargaan kepada Kabupaten atau Kota yang memiliki komitmen, performansi, inovasi, kreasi dan leadership dalam membangun pariwisata daerah. Serta merupakan apresiasi bagi Pemerintah Daerah memiliki peran yang sangat besar untuk mengembangkan pariwisata daerah.

Sementara Wakil Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara merasa bangga dan senang atas penghargaan yang diraih Kota Denpasar di ajang bergengsi ini. Hal ini tak lepas dari dukungan seluruh steakholder pariwisata di Kota Denpasar baik masyarakat, pemerintah yang terus berinovasi, pelaku usaha serta para wisatawan untuk selalu memaksimalkan pertumbuhan pariwisata di Denpasar. selain itu, dukungan maksimal masyarakat dalam pengembangan Kelompok Sadar Wisata (Podarwis) juga menjadi indikator penting kemajuan pwrisisata di Kota Denpasar.

“Kita meraih dua penghargaan. Pertama, kita masuk 10 besar untuk kota terbaik pariwisatanya secara nasional, dan kita mendapatkan penghargaan untuk kota terbaik di Bali. Sebagai daerah tujuan wisata, potensi wisata yang ditawarkan Denpasar memang sangat beragam. Mulai dari wisata sejarah, budaya, kuliner, dan tradisi yang dikemas dalam Denpasar Heritage City Tour,” ungkapnya

Adapun 10 Kota terbaik nasional ditempati oleh Kota Denpasar, Kota Surabaya, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Batam, Kota Yogyakarta, Kota Padang, Kota Makassar, Kota Balikpapan, Kota Palembang. (ays’/humas-dps/bpn)

Bupati Giri Prasta Pimpin Sales Mission di Australia

BALIPORTALNEWS.COM – Dinas Pariwisata Badung telah melakukan sales mission ke Perth, Auckland, dan Sidney. Menariknya, Selasa (17/7/2018) Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memimpin sales mission di Perth, Australia.

Sales mission tersebut diselenggarakan table top di royal golf club bersama 80 buyers terdiri dari whole seller, tour operator serta retail agent dari Garuda airlines dijamu dengan gala dinner. Turut hadir Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar)  RI Gde Pitana, Konsul Jenderal RI di Perth Dewi Gustina Tobing mendampingi 18 Industri pariwisata tergabung dalam team BPPD dan Dinas Pariwisata (Dispar) Badung.

Bupati Giri Prasta dalam kesempatan itu meminta ada artis disetiap negara tujuan di tempat/kota melakukan promosi untuk diundang ke Badung membuat video clip sambil mempromosikan destinasi wisata di Badung khususnya menggaet pasar dikalangan millennial di era digital. Konjen RI di Kota Perth menyambut baik gagasan Bupati Badung serta akan memfasilitasi dengan Diaspora mengingat hubungan Bali dengan Perth Australia sangatlah hangat dan saling menguntungkan dalam bisnis pariwisata berpotensi untuk mencapai target jumlah kunjungan wisatawan Australia ke Bali sebanyak 1,3 juta tahun ini. “Jadi harus ada artis di setiap negara tujuan bisa diundang ke Badung untuk membuat video klip sekalian mempromosikan wisata di Badung,” jelas Bupati Giri Prasta.

Gde Pitana dalam sambutan menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Badung, BPPD serta Industri pariwisata yang telah bekerja keras untuk mendatangkan wisman ke Bali yang telah dinobatkan sebagai best destination oleh TripAdviser 2017. “Kami sangat mengapresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang sudah bekerja keras dalam promosi wisata ini,” jelasnya seraya memperkenalkan 10 Destination Beyond Bali bagi para whole seller pada kesempatan tersebut.

Begitu juga Ketua BPBD Badung Rai Suryawijaya didampingi oleh Herdy Sayoga sebagai master ceremony, menyapa para undangan dengan hangat, menyampaikan kondisi terkini Gunung Agung yang sempat erupsi dan dinyatakan sangat aman untuk dikunjungi. “Pemerintah bersama Industri pariwisata menjamin melalui penyediaan transportasi gratis menuju bandara terdekat serta memberikan satu hari gratis menginap bila terjadinya penutupan bandara akibat semburan abu vulkanik,” terangnya.

sementara Kadisparda Badung Made Badra mempresentasikan branding pariwisata “Badung The Soul of Bali” serta update infrastruktur pariwisata. Selain itu juga menyatakan kesiapan menjelang terlaksananya pertemuan IMF-WB 2018  dan  destinasi yang telah dipersiapkan bagi delegasi untuk post tour di objek pariwisata serta memperkenalkan Desa Wisata dengan beragam keunikan, lifestyle sampai clubbing, golf dan culinary yang sangat memukau para wisatawan menjadikan kenangan yang tidak pernah terlupakan. “Kami sampaikan infrastruktur pariwisata di Badung dan kesiapan untuk menyukseskan IMF-WB 2018,” jelasnya.

Di penghujung acara masing-masing industri mempromosikan produknya melalui pemutaran video dan dilaksanakan table top serta pemberian voucher door prize para buyers merasa senang mendapatkan informasi yang sangat menjual tentang Bali. (humas-badung/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan