Sabtu, 18 Agustus 2018

Tim Gabungan Kota Denpasar Sidak WNA Di Sanur Kauh

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Kota Denpasar, Bali, melakukan pemantauan dan pengawasan secara aktif terhadap keberadaan warga negara asing (WNA) di kota tersebut.

Kepala Bidang Kewaspadaan dan Penanganan Konflik Kesbangpol Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gde Arisudana di Denpasar, Rabu (25/7/2018) mengatakan pemantauan telah rutin dilaksanakan dengan menyasar masing-masing desa dimana terdapat orang asing. Seperti sekarang ini menyasar desa Sanur Kauh Kecamatan Denpasar Selatan.

Arisudana mengatakan pengawasan terhadap WNA melibatkan tim terpadu, yakni imigrasi, kepolisian, dinas kependudukan dan catatan sipil, dinas tenaga kerja, bagian hukum dan Bagian Humas Denpasar.

Ia mengatakan pengawasan terhadap WNA telah dituangkan dalam Permendagri nomor 49 tahun 2010 tentang pedoman pemantauan orang asing dan organisasi masyarakat asing di daerah, yang diberikan kewenangan untuk melakukan pengawasan yang juga telah dituangkan dalam SK Wali Kota Denpasar.

“Kami harapkan desa dan kelurahan untuk melakukan pendataan terhadap orang asing, sehingga data yang ada harus akurat sebelum melakukan pengawasan ke lapangan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arisudana menambahkan untuk pengawasan WNA di Kota Denpasar diawali dengan mengakuratkan data keberadaan warga asing tersebut. Untuk itu pihaknya memberikan blangko pada desa dan lurah guna mendata sembari memberikan sosialisasi untuk pendataan. Kemudian tim melanjutkan untuk melakukan monitoring langsung ke lapangan.

Untuk di Desa Sanur Kauh sendiri pihaknya mengambil beberapa sample dengan menyasar WNA yang tinggal di Jl. Kutat Lestari. Dari sejumlah WNA yang dipantau tidak ada yang melanggar aturan untuk tinggal di Denpasar.

Arisudana mengakui untuk melakukan penindakan terhadap WNA yang melakukan pelanggaran masih menjadi kewenangan pihak imigrasi. Dengan berpedoman pada UU Nomor 9 tahun 2015 Pemerintah Daerah dan Permendagri Nomor 49 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemantauan Orang Asing dan Organisasi Masyarakat Asing di Daerah, dan Permendagri Nomor 50 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemantauan Tenaga Kerja Asing di Daerah bisa melakukan pengawasan terhadap WNA serta memberikan masukan terhadap imigrasi.

“Untuk kegiatan dan aktivitas WNA di wilayah Kota Denpasar menjadi pengawasan pemerintah daerah dan harus tunduk terhadap peraturan pemerintah daerah,” ujarnya.

Perbekel  Desa Sanur Kauh I Made Ada mengatakan saat ini jumlah WNA yang ada di wilayahnya sebanyak 672 orang yang tersebar di beberapa banjar. Untuk pengawasannya sendiri telah dilakukan secara rutin termasuk pendataan yang dilakukan kepala dinas.

“Sampai saat ini kami telah rutin melaksanakan pendataan sehingga dapat melakukan pengawasan terhadap WNA yang ada di wilayahnya,” ujarnya.(gst/humas-dps/bpn)

Pameran Seni Prasi Mahasiswa Undiksha

BALIPORTALNEWS.COM – Griya Art Gallery di Griya Santrian a Beach Resort and Spa mempersembahkan pameran bertajuk (O)P(E)RASI. Pameran ini menghadirkan karya – karya 27 perupa muda dari mahasiswa dan alumni Jurusan Pendidikan Seni Rupa Undiksha yang telah mengambil mata kuliah prasimologi ditambah praktisi seni prasi dari desa Bungkulan, Gusti Bagus Sudiasta.

Prasi sering pula disebut sebagai seni lukis lontar, satu bentuk karya seni dua dimensional, bermediumkan daun lontar, memakai teknik torehan dalam menghadirkan image, serta mengandung aspek naratif didalamnya. Beberapa peserta menunjukkan upaya untuk mempertemukan medium lontar yang dominan dalam seni prasi dengan medium yang lain semisal plat tembaga atau menghadirkan metode presentasi yang mencoba keluar dari konvensi seni prasi pada umumnya.

Operasi yang dimaksud mengandung makna pembedahan dimana para seniman berupaya membedah struktur demi struktur “anatomi” seni prasi dan mempelajari berbagai aspeknya secara visual, tematik, hingga cara presentasi. Kata Operasi juga bermakna sebagai upaya seniman muda untuk bergerak dalam misi menempatkan eksistensi seni prasi ini dalam medan sosial seni rupa hari ini.

“Dengan terselenggaranya pameran ini diharapkan seni prasi menjadi semakin mendapat tempat dalam konstelasi seni rupa kontemporer,” ungkap Ida Bagus Gede Sidharta Putra, pemilik Griya Santrian Gallery sekaligus general manager Hotel Griya Santrian,”Kami tentunya mendukung upaya Jurusan Pendidikan Seni Rupa Undiksha Singaraja untuk melestarikan dan mengembangkan seni prasi.” (r/bpn)

Denpasar Masuk 10 Kota Terbaik Wonderful Indonesia Tourism Awards

BALIPORTALNEWS.COM – Kota Denpasar berhasil menyabet dua penghargaan terbaik pada Penganugerahan Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Awards 2018, Jumat malam, (20/7/2018) yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata RI.

Denpasar berhasil mengungguli kota-kota besar lainya dari 34 Kota /Kabupaten Provinsi yang ada di Indonesia. Sebagai jantungnya pulau Bali, Denpasar meraih penghargaan 10 Kota Terbaik Nasional dan sebagai Kabupaten/Kota Terbaik di Provinsi Bali dalam performansi, inovasi dan komitmen membangun pariwisata daerah.

Penghargaan diserahkan langsung Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya bersama Staf Ahli Aparatur dan Pelayanan Publik Kemendagri, Dr Reydonnyzar Moenek yang diterima Wakil Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara.

Menpar, Arief Yahya mengatakan penghargaan atau award ini memiliki makna pada unsur 3C yaitu calibration (kalibrasi), confidence (kepercayaan diri) dan credibility (kredibilitas). “Ini bisa dijadikan sebagai tolok ukur bahwa para pemenang dalam ajang ini dimana sadar wisata dan komitmen kabupaten kota dalam program sustainable tourism development di daerahnya masing-masing,” pungkasnya.

Ketua Dewan Juri Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Award 2018 Didien Junaedi mengatakan, ada 4 indikator antara lain ‘penghargaan internasional dan nasional’. Untuk penghargaan nasional di antaranya memasukkan award ISTA (Indonesia Sustainable Tourism Award) yang diselenggarakan oleh Kemenpar. “Indikator penilaian yang masing-masing memiliki bobot berbeda. Pertama, kinerja usaha pariwisata (akomodasi dan makan minum): PDRB dan tenagakerja, serta dampak/outcome. Serta (Data Statistik BPS) dengan bobot 40%. Kedua, Indeks Pariwisata Indonesia: daya sain 30%. Ketiga, Indonesia’s Attractiveness Award: dimensi pariwisata 15%, dan Keempat; Penghargaan Internasional dan Nasional (Kementerian/Lembaga) 15%,” ujarnya.

Didien juga menyampaikan terdapat 134 kabupaten/kota terbaik di bidang pariwisata di Indonesia. Dan dari jumlah tersebut dipilih top-10 kota terbaik, top-10 kabupaten terbaik, dan top-1 dari masing-masing provinsi di Indonesia. Dimana Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Awards 2018 merupakan bentuk penghargaan kepada Kabupaten atau Kota yang memiliki komitmen, performansi, inovasi, kreasi dan leadership dalam membangun pariwisata daerah. Serta merupakan apresiasi bagi Pemerintah Daerah memiliki peran yang sangat besar untuk mengembangkan pariwisata daerah.

Sementara Wakil Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara merasa bangga dan senang atas penghargaan yang diraih Kota Denpasar di ajang bergengsi ini. Hal ini tak lepas dari dukungan seluruh steakholder pariwisata di Kota Denpasar baik masyarakat, pemerintah yang terus berinovasi, pelaku usaha serta para wisatawan untuk selalu memaksimalkan pertumbuhan pariwisata di Denpasar. selain itu, dukungan maksimal masyarakat dalam pengembangan Kelompok Sadar Wisata (Podarwis) juga menjadi indikator penting kemajuan pwrisisata di Kota Denpasar.

“Kita meraih dua penghargaan. Pertama, kita masuk 10 besar untuk kota terbaik pariwisatanya secara nasional, dan kita mendapatkan penghargaan untuk kota terbaik di Bali. Sebagai daerah tujuan wisata, potensi wisata yang ditawarkan Denpasar memang sangat beragam. Mulai dari wisata sejarah, budaya, kuliner, dan tradisi yang dikemas dalam Denpasar Heritage City Tour,” ungkapnya

Adapun 10 Kota terbaik nasional ditempati oleh Kota Denpasar, Kota Surabaya, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Batam, Kota Yogyakarta, Kota Padang, Kota Makassar, Kota Balikpapan, Kota Palembang. (ays’/humas-dps/bpn)

Bupati Giri Prasta Pimpin Sales Mission di Australia

BALIPORTALNEWS.COM – Dinas Pariwisata Badung telah melakukan sales mission ke Perth, Auckland, dan Sidney. Menariknya, Selasa (17/7/2018) Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memimpin sales mission di Perth, Australia.

Sales mission tersebut diselenggarakan table top di royal golf club bersama 80 buyers terdiri dari whole seller, tour operator serta retail agent dari Garuda airlines dijamu dengan gala dinner. Turut hadir Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar)  RI Gde Pitana, Konsul Jenderal RI di Perth Dewi Gustina Tobing mendampingi 18 Industri pariwisata tergabung dalam team BPPD dan Dinas Pariwisata (Dispar) Badung.

Bupati Giri Prasta dalam kesempatan itu meminta ada artis disetiap negara tujuan di tempat/kota melakukan promosi untuk diundang ke Badung membuat video clip sambil mempromosikan destinasi wisata di Badung khususnya menggaet pasar dikalangan millennial di era digital. Konjen RI di Kota Perth menyambut baik gagasan Bupati Badung serta akan memfasilitasi dengan Diaspora mengingat hubungan Bali dengan Perth Australia sangatlah hangat dan saling menguntungkan dalam bisnis pariwisata berpotensi untuk mencapai target jumlah kunjungan wisatawan Australia ke Bali sebanyak 1,3 juta tahun ini. “Jadi harus ada artis di setiap negara tujuan bisa diundang ke Badung untuk membuat video klip sekalian mempromosikan wisata di Badung,” jelas Bupati Giri Prasta.

Gde Pitana dalam sambutan menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Badung, BPPD serta Industri pariwisata yang telah bekerja keras untuk mendatangkan wisman ke Bali yang telah dinobatkan sebagai best destination oleh TripAdviser 2017. “Kami sangat mengapresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang sudah bekerja keras dalam promosi wisata ini,” jelasnya seraya memperkenalkan 10 Destination Beyond Bali bagi para whole seller pada kesempatan tersebut.

Begitu juga Ketua BPBD Badung Rai Suryawijaya didampingi oleh Herdy Sayoga sebagai master ceremony, menyapa para undangan dengan hangat, menyampaikan kondisi terkini Gunung Agung yang sempat erupsi dan dinyatakan sangat aman untuk dikunjungi. “Pemerintah bersama Industri pariwisata menjamin melalui penyediaan transportasi gratis menuju bandara terdekat serta memberikan satu hari gratis menginap bila terjadinya penutupan bandara akibat semburan abu vulkanik,” terangnya.

sementara Kadisparda Badung Made Badra mempresentasikan branding pariwisata “Badung The Soul of Bali” serta update infrastruktur pariwisata. Selain itu juga menyatakan kesiapan menjelang terlaksananya pertemuan IMF-WB 2018  dan  destinasi yang telah dipersiapkan bagi delegasi untuk post tour di objek pariwisata serta memperkenalkan Desa Wisata dengan beragam keunikan, lifestyle sampai clubbing, golf dan culinary yang sangat memukau para wisatawan menjadikan kenangan yang tidak pernah terlupakan. “Kami sampaikan infrastruktur pariwisata di Badung dan kesiapan untuk menyukseskan IMF-WB 2018,” jelasnya.

Di penghujung acara masing-masing industri mempromosikan produknya melalui pemutaran video dan dilaksanakan table top serta pemberian voucher door prize para buyers merasa senang mendapatkan informasi yang sangat menjual tentang Bali. (humas-badung/bpn)

UGM dan Tiga Kabupaten Kerja Sama Pengembangan Pariwisata Daerah

BALIPORTALNEWS.COM – Universitas Gadjah Mada membangun kerja sama dengan tiga kabupaten di Indonesia di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dalam pengembangan potensi daerah terutama di sektor parwisata.

Kerja sama tersebut dilaksanakan dengan Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Bangka Tengah, serta Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Bupati Aceh Tamiang Mursil, S.H., M.Kn., menyampaikan bahwa Kabupaten Aceh Tamiang memiliki potensi pariwisata yang besar. Sayangnya, belum banyak wisatawan yang melakukan kunjungan wisata karena selain lokasi yang jauh berada di ujung barat Indonesia juga karena dianggap kurang aman dari bencana.

“Semoga dengan kerja sama ini potensi yang ada di Aceh tamiang bisa dikembangkan sehingga bisa menraik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung,” tuturnya, Jum’at (13/7/2018) dalam sambutannya usai penandatanganan nota kesepahaman bersama di Ruang Sidang Pimpinan Kantor Pusat UGM.

Harapan senada disampaikan Sekda Kabupaten Bangka Tengah Drs. Sugiyanto, M.Si., yang mewakili Bupati Bangka TengahIir.H.Ibnu Saleh, M.M. Dia berharap bantuan dari UGM untuk pengembangan potensi pariwisata di Bangka Tengah.

“Saat ini kami sedang mengembangkan lompatan bidang karena pembangunan wisata masih dilakukan secara sporadis dan kurang terkonsep sehingga memerlukan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (Riperda). Dengan kerja sama ini harapannya tidak hanya bisa mengembangkan potensi pariwisata saja tetapi juga bidang lainnya,” paparnya

Sementara Kepala Bapeda dan Litbang Kabupaten Banggai Muh Romli Tongko mewakili Bupati Banggai Ir.H. Herwin Yatim, M.M., juga berharap melalui kerja sama ini bisa membantu dalam pengembangan pariwisata daerahnya. Paslanya, Kabupaten Banggai memiliki beragam potensi alam yang belum dikembangkan secara optimal.

“Harapannya kerja sama ini bisa mengembangkan Kabupaten Banggai lebih maju terutama sektor pariwisata,” jelasnya.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Dr. Paripurna, S.H., M.Hum., LL.M., menyambut baik kerja sama yang dilakukan dengan ketiga mitra tersebut. Menurutnya, ketiga kabupaten ini memiliki potensi pariwisata  yang sangat luar biasa.

“Aceh Tamiang, Bangka Tengah, dan Banggai memiliki pariwisata yang seksi, budayanya, serta potensi wisata alam serta kuliner yang luar biasa,” katanya.

Paripurna mengatakan UGM siap untuk bersinergi dan bekerjasama dalam mendorong pembangunan daerah.

“Kami siap untuk bersinergi dalam mengembangkan potensi daerah,” jelasnya. (ika/humas-ugm/bpn: foto:firsto)

Jaring Wisatawan Domestik, Pemkot Denpasar Ikuti Pameran Gebyar Pariwisata

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Semakin meningkatnya daya tarik obyek-obyek destinasi wisata di Indonesia menimbulkan persaingan yang ketat untuk menarik minat kunjungan wisatawan domestic maupun mancanegara.

Tak berbeda dengan Kota Denpasar yang memiliki daya tarik wisata budaya yang meliputi pura, puri dan pasar, dengan langkah promosi terus digenjot Pemkot Denpasar baik dalam tataran promosi melalui teknologi informasi hingga berpameran untuk menjaring wisawatan domestik.

Seperti keikutsertaan Dinas Pariwisata Kota Denpasar dalam pameran Gebyar Pariwisata dan Budaya Nusantara yang berlangsung dari tanggal 10-13 Mei Jakarta Convention Center (JCC).

Keberadaan stand pameran promosi pariwisata Pemkot Denpasar mendapat sambutan antusias dari para pengunjung. Hal ini dibuktikan dengan produk kerajinan khas Denpasar serta media informasi pariwisata Denpasar seperti browsur yang dipamerkan laris manis dimintai pengunjung. Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara juga berkesempatan meninjau stan pameran Pemkot Denpasar didampingi Kadis Pariwisata Dezire Mulyani, Minggu (13/5/2018).

Ditemui disela-sela meninjau pameran Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengatakan Selain membidik potensi wisatawan mancanegara, potensi wisatawan domestik juga jangan dilupakan. “Mereka ini (wisatawan domestik) juga punya potensi yang bagus. Strategi jemput bola melalui mengkuti pameran diharapkan saat libur lebaran dan liburan sekolah pada Juni nanti dapat menarik para wisatawan domestik datang ke Bali khususnya Kota Depasar. Kami berharap melalui promosi ini dapat lebih menjaring para wisatawan domestik,” ujarnya

Sementara Kadis Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani menambahkan pameran gebyar wisata nusantara merupakan pameran obyek wisata terbesar di Indonesia yang didukung oleh Kementerian Pariwisata. “Melihat besarnya pasar wisatawan domestik melalui pameran ini maka kami rutin tiap tahun mengekutinya,” ujarnya.

Lebih lanjut Dizeri Mulyani mengatakan dengan target 30.000 pengunjung pada stan pameran diharapkan dapat membantu menjaring target potensial yang akan berkunjung ke Bali khususnya Denpasar. Disamping itu pameran gebyar wisata dapat menjadi wahana yang efektif bagi pemasaran pariwisata dan potensi daerah Kota Denpasar. Terlebih lagi keikutsertaan Pemkot Denpasar mendapat dukungan dari Junior Chamber International (JCI) dan Association of Indonesian Tours and Travel Agency (ASITA).

Pameran ini juga sebagai ajang bertukar informasi dinatara exhibitor utamanya dikalangan pemerintah daerah terutama tentang pengelolaan pariwisata di masing-masing daerah. Sedangkan bagi pelaku pariwasata pamera ini menjadi kesempatan untuk melakukan promosi program pariwisata dan memperluas target pasar.

Salah seorang pengunjung stan Kota Denpasar Lies Suliatiowati dari Jakarta mengaku akan lebih mengenal obyek-obyek wisata yang ada di Denpasar. Ia juga mengaku sering datang ke Bali namun lebih sering berkunjung ke Kuta dan Ubud. Sedangkan ke Denpasar sendiri hanya berkunjung ke Sanur. Padahal menurutnya banyak destinasi wisata yang ada di Kota Denpasar bisa dikunjungi. “Kami jadinya lebih mengenal adanya destinasi wisata lainnya di Kota Denpasar melalui pameran ini,” ujarnya. (gst/humas-dps/bpn)

Hari Jadi Griya Santrian Ke-46 Tahun

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Griya Santrian a Beach Resort and Spa, salah satu brand hotel lokal yang pertama berdiri di Sanur Bali, merayakan hari jadinya ke-46 pada tanggal 1 Mei dengan tema Aim Higher. Resort ini pertama beroperasi pada tahun 1972.

Mengusung slogan, where everyone is family, resort ini mengembangan sebuah konsep unik perhotelan yakni life experience atau pengalaman hidup, yang mengacu pada nilai-nilai luhur adat Bali, kebudayaan dan berbagai tradisinya. Dalam rangka perayaan event ini, hotel akan mengadakan berbagai kegiatan yang mencerminkan peran Griya Santrian sebagai perintis industri perhotelan di Bali.

Mengusung tema Aim Higher, perayaan hari jadi Griya Santrian tentang mengembalikan kepada masyarakat. Sebagai bagian dari upaya corporate social responsibility oleh Santrian grup, Griya Santrian akan menjalankan sejumlah kegiatan yang bertema penyelamatan lingkungan dan pembinaan masyarakat. Untuk menandai perayaan 46 tahun hari jadi ini, Griya Santrian merancang berbagai kegiatan dengan mengacu pada konsep Tri Hita Karana, yakni hubungan manusia dengan Tuhan, dengan alam dan dengan sesama manusia.

Rangkaian kegiatan dimulai pada hari Sabtu 21 April, dengan donor darah segenap pegawai Griya Santrian dan staf dari anak perusahaan lain yang difasilitasi oleh pihak Palang Merah Indonesia cabang Denpasar.

Selanjutnya, di hari Selasa 24 April, tim dari manajemen mengunjungi panti jompo Tresna Werdha di Kesiman untuk menyumbangkan handuk, sperai, selimut dan kelengkapan rumah lainnya, yang sangat dibutuhkan pihak Panti.

Hari berikutnya, Rabu 25 April, perwakilan manajemen hotel mengadakan kunjungan dan penangkilan di Pura Melanting.

Perayaan hari jadi diteruskan pada hari Jumat, 27 April, dimana para pegawai ikut ambil bagian dalam kegiatan di pantai, diawali dengan senam sehat massal. Para pegawai dan tamu hotel turut diundang untuk melaksanakan bersih-bersih pantai dan pelepasan tukik dan nemo.

Puncak perayaan berlangsung pada hari Selasa 1 Mei, dengan acara pemotongan tumpeng oleh General Manager Griya Santrian dan makan malam bersama yang dihadiri seluruh manajemen dan undangan.

General Manager Griya Santrian, IB Sidharta Putra, menyatakan, “Merayakan 46 tahun pelayanan menjadi penanda peran Griya Santrian dalam sejarah industri perhotelan di Sanur. Selama ini, kami telah bertahan sebagai salah satu resor unggulan di daerah Sanur, walaupun diiringi peningkatan persaingan industri perhotelan. Mengusung tema Aim Higher, kita merefleksikan kembali pencapaian selama tahun-tahun sebelumnya dan bagaimana bergerak maju untuk ke depannya, agar Griya Santrian tetap dapat menciptakan pengalaman unik bernuansa Bali dan berkesan kepada setiap tamu yang berkunjung.”

Griya Santrian akan meluncurkan serangkaian kegiatan promosi bagi tamu, yang sekaligus menjadi bukti pelayanan Griya Santrian kepada tamunya untuk senantiasa memberikan pengalaman yang tak terlupakan selama kunjungan ke Bali, hanya untuk para tamunya. Selama bulan Mei, tamu akan dimanjakan dengan berbagai diskon di Wantilan dan Rama Sita spa. (r/bpn)

Disparda Bersama BPPD Badung Bidik Pasar Jerman melalui ITB Berlin

BABALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Tim promosi pariwisata Kabupaten Badung kembali melakukan promosi ke Jerman. Kegiatan promosi tersebut  dilakukan sejak 7 hingga 14 Maret 2018. Tim promosi melakukan promosi ke Kota Berlin  dengan mengikuti event Internationale Tourismus-Börse (ITB) Berlin.

Rombongan sales mission promosi pariwisata dipimpin Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Ir. I Made Badra, MM  ; Ketua BPPD Badung IGN Rai Suryawijaya, SE,MBA; dengan tim Dr. Ni Made Eka Mahadewi, Herdy Sayoga. Kegiatan ini juga menyertakan pimpinan asosiasi Ketua HPI: I Nyoman Nuarta; Ketua SIPCO Bali: Juarez R.Putra; Ketua Bali Wedding Association/BWA: Dion Satvika; Ketua PGI/Perhimpunan Golf Indonesia: Agung Kresnajaya.

Turut serta rombongan industri dari Bagus Retreat Resort, Discovery Kartika Plaza Hotel, Double Six Luxury Hotel Seminyak, Puri Bagus Villa Resort,  Payogan Hotel, Samaya Resort, Hotel Seminyak Beach Resort and Spa, Karma Resort Hotel, Lawalon Hotel dan pendukung sponsor voucher dari asosiasi Golf Bali serta lainnya dari anggota PHRI Badung.

Ketua BPPD Badung IGN Rai Suryawijaya mengatakan, Berlin dan Munich menjadi pilihan untuk dijadikan tempat promosi yang tepat, karena kedua kota ini adalah kota utama dan kedua yang terkenal dan top di Jerman. “Tentunya harapan para seller dari industri pariwisata Badung adalah terjadinya transaksi dari pembeli (buyer) paket wisata Badung dan Bali. Kunjungan wisatawan Jerman yang datang ke Bali pada tahun 2017 menduduki peringkat 8 setelah China, Australia, India, Jepang, Inggris, Amerika, Perancis,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, jumlah kunjungan wisatawan Jerman tahun 2017 adalah sebesar 177.184 meningkat 15,11% dari tahun sebelumnya yang berjumlah 153.925 orang. Tahun 2018 ini kunjungan wisman Jerman diharapkan mencapai sejumlah 230.340 atau dengan kenaikan 30% dari tahun sebelumnya, ujar Kadisparda Badung dengan sangat meyakinkan.

“Tim promosi Badung telah melakukan program Sales Mission melalui agenda pertemuan penjual dan pembeli  pada breakfast meeting di hotel Bristol Berlin dan pertemuan dengan wholesaler di event ITB Berlin. Dalam kegiatan ini hadir langsung CEO dari agen penerbangan Singapore Airline di Berlin dan wholesaler penentu kebijakan dalam perusahaan. Harapan yang kita ingin capai adalah memberikan mesin pengingat kepada usaha perjalanan di Eropa khususnya Jerman untuk selalu mengirimkan warganya berwisata ke Badung,”paparnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung,  I Made Badramengungkapkan, kunjungan wisatawan Jerman ke luar negeri didominasi oleh 53% untuk kegiatan berlibur, diikuti dengan mengunjungi teman dan kerabat (19%), MICE (7%), lainnya untuk belajar kebudayaan Bali. “Pangsa pasar Jerman sangat mencintai kegiatan wisatanya ke negara Spanyol, Yunani, Turki, Mesir, Bulgaria dan Tunisia. Perjalanan yang dekat (short houl) menuju wisata kota dunia di Eropa dan Timur Tengah, menjadi alasan tepat bagi wisatawan Jerman berkunjung. Tentunya ini menjadi tantangan pariwisata kita di Bali untuk merebut perhatian mereka agar bisa langsung ke Badung-Bali. Upaya penerbangan yang memudahkan perjalanan wisatawan Jerman ke Badung-Bali, telah dilakukan dengan menggandeng penerbangan langsung dari Jerman ke Bali,”ungkapnya.

Agenda promosi lainnya dilakukan di Pullman Hotel Munich. Kegiatan dalam bentuk pertemuan makan malam mendapat sambutan sangat meriah dari undangan buyer dari wholesaler dan tour operator yang diundang sebanyak 40 orang serta telah hadir sebanyak 40 orang. Dengan sajian makanan nusantara, para buyer dijamu untuk menunjukkan bahwa mereka hadir dalam pertemuan dengan tim promosi Indonesia.

Acara juga dihadiri oleh Sales Manager Singapore Airline (SQ) Germany and Eastern Europe Mr. Thomas Russenburg, yang sangat antusias memberikan sponsor tiket gratis sebagai Grand Prizes SQ Premium Economy dari Munich ke Bali. Dukungan dari industri lainnya yang menjadi anggota PHRI Badung juga hadir dalam pertemuan ini. (humas-badung/bpn)

2018, ITDC Gelar Berbagai ”Event”

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengelola kawasan Pariwisata The Nusa Dua, kembali menyelenggarakan serangkaian even sepanjang 2018. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan awareness publik terhadap icon The Nusa Dua yaitu Pulau Peninsula, sekaligus menguatkan The Nusa Dua sebagai sebuah event destination di Indonesia.

Hal itu diungkapkan  Managing Director The Nusa Dua I Wayan Karioka, kepada sejumlah media, Minggu (18/2/2018) kemarin. “Rangkaian event ini kami tawarkan sebagai atraksi tambahan bagi wisatawan yang menginap di Nusa Dua serta sebagai atraksi wisata alternatif bagi wisatawan yang sedang berlibur di Bali sesuai waktu-waktu kunjungan mereka,” ujarnya.

Menurutnya, ada 12 event yang akan digelar di The Nusa Dua pada 2018 yang tergabung ke dalam Calendar of Events of The Nusa Dua 2018 yang yang mengangkat tema-tema terkait budaya, musik, sport, kuliner, dan alam, mencakup skala nasional maupun internasional.

Karioka berharap, dengan disampaikannya calendar of events ini, wisatawan juga dapat merencanakan kunjungan ke Bali dan kegiatan-kegiatan yang akan diikuti selama di Bali dengan lebih cepat.

Adapun program-program yang menjadi calendar of events of The Nusa Dua 2018 antara lain:

  1. Sundown Dancing Lesson (every Sunday). Sebagai wujud pelestarian terhadap kebudayaan daerah dengan bekerja bersama komunitas lokal. Sundown Dancing Lesson hadir setiap hari minggu sore sebagai kegiatan yang mengambil seni tari Bali sebagai atraksi yang dapat dinikmati oleh wisatawan. Dalam kegiatan ini anak-anak muda diajarkan menari Bali di alam terbuka hijau, sambil menikmati indahnya matahari terbenam di Pulau Peninsula Nusa Dua. Wisatawan pun dapat ikut berpartisipasi untuk belajar dan mengenal seni budaya Bali.
  1. Chinese New Year (24-25 Februari). Perayaan Tahun Baru  Imlek yang selalu berdekatan dengan hari kasih sayang mengambil tema Sincia With Love. Festival perayaan Tahun Baru Imlek ini mengusung konsep menyatukan budaya Bali dengan  budaya oriental Tionghoa yang dibalut dalam penyampaian wujud kasih sayang.
  1. Food Festival (23-24 Maret). Perubahan gaya hidup masyarakat kini cenderung menginginkan pengalaman kuliner yang tak terlupakan di sela-sela liburan mereka, membuat festival ini sangat cocok untuk memfasilitasi keinginan mereka.
  1. Bali Blues Festival 2018 (11-12 Mei). Bali Blues Festival merupakan event musik blues terbesar yang diselenggarakan setiap tahun. Penyelenggaraan kali keempat tahun ini akan menghadirkan musisi-musisi Blues ternama baik lokal dan nasional.
  1. Nusa Dua Light Festival (11 Juni-15 Juli). Sebuah festival yang menampilkan festival lampion, pentas hiburan kesenian, musik dan kuliner yang akan diselenggarakan di Pulau Peninsula Nusa Dua. Nusa Dua Light Festival akan digelar tetap dengan konsep 3F (food, fun and festival).
  1. Nonton Bareng Final Piala Dunia (15 Juli). Mengusung konsep nonton bareng dengan layar lebar dan duduk bersantai menikmat suasana Peninsula dengan tambahan beragam acara hiburan yang menarik serta stand kuliner yang memanjakan lidah dan mata menikmati momen ini.
  1. Badung International Night Run (23 September). Kegiatan ini merupakan eventlari dengan sensasi yang berbeda karena pelari akan berlari menikmati kawasan eksklusif Nusa Dua. Para pelari akan merasakan berlari tengah malam dan finis menjelang matahari terbit sambil menikmati pemandangan menakjubkan di Pulau Peninsula. Hadiah besar yang mencapai miliaran rupiah  ditawarkan menjadi daya tarik bagi pelari nasional dan internasional untuk dapat bergabung dalam event lari ini.
  1. IMF Side Event (Oktober 2018). Annual Meetings World Bank Group yang akan diselenggarakan tahun 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center Kawasan Pariwisata Nusa Dua merupakan pertemuan yang dihadiri oleh berbagai Negara di dunia.
  2. Art Bali (1-14 Oktober). Ajang bertemu pameran terbaik seni rupa Indonesia berlangsung dalam Art Bali menjelang pengujung tahun 2018. Art Bali merupakan event yang diselenggarakan di Kawasan Pariwisata Nusa Dua dengan menampilkan berbagai karya seni yang unik dan menarik dan menjadi barometer perkembangan seni rupa Tanah Air.
  3. WOMAD Bali (Oktober). Pagelaran mahakarya seni pertunjukkan internasional hadir dalam World or Music, Art and Dance (WOMAD) berlangsung pada Oktober 2018, WOMAD merupakan festival seni dan budaya yang melibatkan para seniman dari berbagai belahan negara berkumpul menampilkan karya mereka di Pulau Peninsula Nusa Dua.
  4. Pesona Nusa Dua Fiesta (8-10 November). Pesona Nusa Dua Fiesta merupakan festival tahunan terbesar yang diselenggarakan di Pulau Peninsula Nusa Dua dengan tema yang berbeda dan menarik setiap tahunnya. Memadukan gemerlapnya pariwisata kelas bintang lima dan budaya nasional yang dibarengi dengan rangkaian pagelaran seni, kuliner, pertunjukan musik, dan berbagai informasi potensi daerah. Dilengkapi dengan ambiance dan spot yang menjadi daya tarik pengunjung untuk mendokumentasikan atraksi dan lokasi yang berlangsung di Pulau Peninsula ini.
  1. New Year’s Eve Party. Pengujung tahun menjadi manis dan spesial dengan perayaan pergantian malam tahun baru di Pulau Peninsula. Nusa Dua New Year’s Eve menampilkan berbagai pertunjukan musik, pesta kembang api, dan beragam atraksi yang menghantarkan pengunjung menyambut tahun yang baru. Perhelatan ini diperkaya dengan ragam kuliner, pameran, dan even puncak menyambut matahari pertama awal tahun. (humas-badung/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan