30 C
Denpasar
Sabtu, 20 Oktober 2018

Sudikerta Apresiasi Turnamen Volly Pengotan Cup 

BALIPORTALNEWS.COMKegiatan penggalian dana melalui turnamen voli yang dilakukan  pihak desa dan  melibatkan generasi muda dan bertujuan untuk  pembangunan infrastruktur desa seperti pembangunan Pura Kahyangan Tiga, merupakan kegiatan positif yang bisa mengarahkan para generasi muda untuk berbuat hal-hal yang berguna untuk dirinya sendiri dan masyarakat.

Tidak itu saja kegiatan ini diharapkan menjauhkan para generasi muda dari kegiatan-kegiatan negatif seperti mengkonsumsi narkoba, balap liar, pergaulan bebas dan sebagainya yang bisa merusak masa depan mereka sendiri. Demikian disampaikan Wagub Ketut Sudikerta saat menghadiri undangan penutupan Turnamen Bola Volly Pengotan Cup I di Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, Bangli, Senin (9/8/2016).

Lebih jauh, Wagub Sudikerta menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan kejuaraan tersebut, yang diharapkan bisa ditiru oleh desa-desa lainnya di Bali. Karena kejuaraan yang sifatnya pembinaan bisa menjadi tolak ukur untuk mengetahui kemampuan satu tim Bola Volly serta untuk mencari bibit-bibit pemain unggul di cabang olahraga tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia turnamen, I Wayan Kopok, menyatakan pelakaanaan turnamen dilatarbelakangi adanya keinginan untuk meningkatkan kualitas dan soliditas berolahraga, khususnya cabor Bola Volly. Disamping juga sebagai upaya mendukung kegiatan penggalian dana dalam rangka pembangunan/pemugaran Pura Penataran Agung Desa Pekraman Pengotan, yang diperkirakan menghabiskan biaya sesuai RAB kurang lebih Rp. 4.750.000.000,- (Empat Milyar Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).

Ia pun menjelaskan turnamen tersebut diikuti sekitar 32 klub Bola Voli yang berasal dari desa-desa diseputaran Kecamatan Bangli dan Bebanuan Desa Pekraman Pengotan, serta telah berlangsung selama kurang lebih 37 hari mulai bulan Juli 2016. Untuk dana yang sudah berhasil di galang per tanggal 8 Agustus mencapai total sekitar 270 juta, yang selanjutnya dipotong biaya operasional dan biaya dana pembinaan club. 

Antusiasme masyarakat menyaksikan partai final turnamen tersebut sangat tinggi, terlihat dari deretan bangku penonton yang terisi penuh oleh masyarakat berbagai usia. Partai final kejuaraan tersebut menyisakan 4 klub yang memperebutkan posisi I, II, III dan IV, yakni masing-masing klub Pandan Anyar vs klub Simpatik memperebutkan posisi III dan IV, serta posisi I dan II diperebutkan klub Angker vs Putra Kencana. Hadiah yang diperebutkan pun terbilang lumayan menarik, para pemenang akan membawa pulang hadiah tunai, piala dan piagam.

Untuk hadiah tunai, para juara mendapatkan hadiah masing-masing Peraih Juara Pertama Rp 10.000.000, Perah Juara Kedua Rp 7.000.000, Peraiah Juara Ketiga Rp 5.000.000, Peraih Juara Ke Empat Rp 3.000.000, serta dana pembinaan masing-masing sebesar Rp 1.000.000 bagi klub-klub yang masuk 8 besar tetapi tidak masuk 4 besar. Tidak hanya itu, bagi para penonton pun disediakan door prise yang sangat menarik yakni 1 unit mobil pick up dan 1 unit sepeda motor. 

Wagub Sudikerta yang kala itu turut didampingi Kepala Biro Kesra Provinsi Bali, AA. Geria, juga menyerahkan bantuan sejumlah uang tunai dan juga seperangkat peralatan olah raga Bola Voli.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Pastika Ingin Kontingen Bali Berjaya pada PON XIX Jawa Barat

BALI-PORTAL-NEWS.COMGubernur Made Mangku Pastika berharap Kontingen Bali mampu meningkatkan perolehan medali dan berjaya pada pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX yang akan digelar di Provinsi Jawa Barat pada bulan September 2016 mendatang. Harapan itu disampaikan Pastika dalam sambutan yang dibacakan oleh Wagub Ketut Sudikerta pada Upacara Pembukaan Pemusatan Latihan (TC) Sentralisasi Atlet/Pelatih Bali Menuju PON XIX 2016 Jawa Barat di halaman depan GOR Ngurah Rai, Denpasar, Jumat (29/7/2016).

Lebih jauh dia menyebut, TC bagi Atlet/Pelatih Bali menuju PON XIX tahun 2016 di Jawa Barat telah dipersiapkan dengan sistem pembinaan dan pelatihan yang sistematis dan didukung penerapan iptek keolahragaan sport science. Pola ini, kata Pastika, diharapkan mampu memberikan hasil optimal sehingga kontingen Bali dapat berjaya dalam event ola raga empat tahunan tersebut. “TC ini tidak boleh disia – siakan, manfaatkan untuk mengasah kemampuan, melatih fisik, teknis dan meningkatkan kesiapan mental bertanding, karena saya yakin dengan upaya dan kerja keras yang demikian, peningkatan prestasi akan dapat diraih,” jelas Pastika.

Dalam kesempatan itu, Pastika juga meminta dukungan semua pihak untuk menyukseskan pelaksanaan TC. “Kegiatan ini patut kita dukung bersama, karena  merupakan upaya untuk mempersiapkan Kontingan Bali sehingga mampu mempertahankan atau meningkatkan prestasi yang diraih pada PON sebelumnya,” imbuhnya.

Kalau sebelumnya Bali berhasil menempati peringkat 9 dari 33 provinsi, tahun ini dia berharap peringkat tersebut dapat diperbaiki. Walaupun dia menyadari bahwa banyak tantangan yang nantinya akan dihadapi kontingan Bali dalam mempertahankan prestasi tersebut. Namun Pastika optimis, kontingen Bali yang merupakan gabungan dari atlet pilihan mampu mengukir prestasi terbaik.

Pada bagian lain, dia juga mengingatkan bahwa selain menjadi tolak ukur kemampuan para atlet, event olah raga nasional ini juga menjadi indikator keberhasilan pembinaan di bidang olah raga. Untuk itu, para pembina yang tergabung dalam KONI Bali hendaknya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan hasil pembinaan di bidang keolahragaan yang telah dilakukan selama ini.

Sementara itu Kepala Satuan Tugas TC Sentralisasi Atlet/Pelatih Bali Maryoto Subekti menyatakan bahwa kegiatan TC bertujuan memberi ruang bagi pelatih dan atlet agar dapat lebih fokus melaksanakan program pelatihan sehingga mereka mampu berjaya dalam PON kali ini. TC yang dilaksanakan dari tanggal 28 juli hingga 20 September 2016 tersebut diikuti 362 atlet dan 99 pelatih. TC akan difokuskan pada sejumlah kegiatan antara lain karakter building dari Jasdam IX Udayana, latihan sesuai cabang olahraga, pemantapan dan penajaman program pelatihan. Agar tak jenuh, TC juga akan diselingi kegiatan out bond dan rekreasi yang dianggap mampu  motivasi dan rasa percaya diri atlet.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Wagub Minta Tim Porwanas PWI Bali Jaga Sportivitas dan Solidaritas

BALI-PORTAL-NEWS.COM – Tim Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali yang akan berlaga  di ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional ( Porwanas ) ke XII yang digelar di Bandung Jawa Barat  diminta  tetap menjunjung tinggi sportifitas dan menjaga solidaritas yang terbentuk antar tim. Ajang Porwanas diharapkan akan dapat memupuk rasa silaturahmi antar anggota PWI disamping sebagai ajang unjuk kebolehan  jurnalis dalam bidang olahraga khususnya.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat menerima audensi tim Porwanas PWI Bali di rumah Jabatan  Wakil Gubernur Bali Renon Denpasar Jumat (22/7/2016).

Lebih lanjut Sudikerta juga berharap agar tim PWI Bali selalu menjaga kesehatan dan stamina selama mengikuti kegiatan Porwanas tersebut. “ Saya sangat mendukung pelaksanaan Porwanas ini, saya minta tim PWI Bali selalu menjaga kesehatan, solidaritas dan tetap menjungjung sportifitas, selamat berlomba dan harumkan nama  Bali di kancah nasional tersebut,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra dimana dalam sebuah ajang kompetisi selain adanya semangat tinggi memenangkan pertandingan, sikap sportif harus tetap dijunjung dan rasa persaudaraan hendaknya tetap harus terjaga.

Sementara itu Ketua PWI Bali Dwikora Putra melaporkan bahwasannya tim PWI Bali yang akan berlaga di ajang Porwanas yang akan diselenggarkan dari tanggal 26-29 Juli 2016 di kota Bandung ini  berjumlah sebanyak 30 orang yang terdiri dari 22 atlet dan 8 orang official. Dalam ajang Porwanas sendiri tim PWI Bali akan mengikuti 5 cabang olahraga dari 9 cabang olah raga yang dipertandingkan yaitu cabang olahraga atletik, tenis meja, bilyard, catur dan bulu tangkis.

Dwikora menambahkan selain cabang olah raga tersebut , tim PWI Bali juga akan mengikuti  3 lomba jurnalistik yaitu lomba reportase, jurnalis dan lomba karya tulis. Dwikora yang saat itu didampingi sejumlah pengurus PWI Bali juga menambahkan bahwasannya pelaksanaan Porwanas lebih pada silaturahmi antar wartawan  yang tergabung dalam PWI  namun tidak dapat dipungkiri  tentu saja persaingan akan tetap terjadi dalam setiap pertandingan untuk itu solidaritas harus selalu dipupuk.

Disamping hal tersebut, tim yang akan berlaga di ajang Porwanas kali ini  haruslah benar benar seorang wartawan dan bukan seorang atlit yang dijadikan wartawan. “ Verifikasi  tim Porwanas kali ini sangat ketat, kami akan berupaya tampil semaksimal mungkin dalam membawa nama Bali di kancah nasional dan  kami meminta dukungan dari Pemprov Bali agar tim PWI Bali bisa berjaya di Porwanas kali ini, “ imbuhnya.

Sumber : Humas Pemprov Bali

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan