30 C
Denpasar
Jumat, 21 September 2018

Perhatikan Atlet dan Prestasi Olahraga

BALIPORTALNEWS.COM – Bupati Tabanan minta kepada pihak terkait, khususnya di bidang olahraga, agar memperhatikan para atlet dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga di Tabanan. Hal itu dikatakan dalam sambutan tertulis Bupati Tabanan yang dibacakan Kadisdikmudora Tabanan I Wayan Adnyana, saat Rapat KONI Tabanan di GOR Dewara Sport Sanggulan, Kediri, Jumat (20/1/2017).

Bupati Tabanan juga mengingatkan jajaran KONI Tabanan agar melakukan persiapan menjelang Porprov yang akan diselenggarakan pada September 2017 di Kabupaten Gianyar.

Ketua KONI Tabanan, I Dewa Ary Wirawan, dalam rapat anggota juga menyampaian evaluasi dari pelaksanaan Porkab Tabanan 2016. Begitu juga dengan rencana persiapan menjelang Porprov Bali 2017 di Gianyar.

Sementara Ketua KONI Provinsi Bali juga mengevaluasi hasil PON Kontingen Bali yang mendapat peringkat keenam nasional. Pada PON berikutnya harus diupayakan untuk meningkatkan peringkat, setidaknya di peringkat kelima.

Rapat anggota KONI Kabupaten Tabanan kali ini dihadiri 110 Orang. Hadir pula Kadisdikmudora Tabanan yang mewakili Bupati Tabanan, ketua KONI Provinsi Bali, Pasi Opsdim 1619/Tabanan, anggota DPRD Tabanan yang mewakili, serta para pengurus cabang olahraga dari masing-masing kecamatan. (ita/bpn)

Lima Pegokart Indonesia Raih Podium di Rotax Invitational Race 2017

BALIPORTALNEWS.COM – Lima pegokart Indonesia berhasil meraih podium dalam ajang Rotax Invitational Race 2017 yang digelar 14-15 Januari 2017 di Elite Speedway Plus Circuit Malaysia. Mereka adalah Aditya Wibowo, Sergio Noor, Barrichello Noor, Senna SN, dan Akheel Chandra.

Hasil gemilang diraih Aditya Wibowo dari Gandasari Racing. Ia berhasil meraih juara pertama kelas Micro Max. Setelah melalui perjuangan menegangkan dan mendebarkan sebanyak 15 lap, Adit yang turun di kategori A usia 7-10 tahun ini berhasil keluar dari tekanan ketat lawan dan mengambil alih posisi terdepan milik Nathan Hibbit, pegokart kategori B usia 10-13 tahun. Adit unggul tipis 0,104 detik dengan total catatan waktu 12 menit 48,958 detik. Sedangkan pegokart Indonesia lainnya, Sergio Noor dari Riser Shadaff yang juga turun dikelas Micro Max  berhasil menempati posisi kelima.

Sementara itu di kelas Senior Max, Barrichello Noor dari Riser Shadaff juga berhasil mengukuhkan diri di posisi pertama setelah berhasil menyisihkan rivalnya, pegokart asal Taiwan Ting Hau Siu dalam 20 lap dengan catatan waktu 15 menit 11,162 detik. Selain itu, di kelas DD2, Senna SN meraih podium juara kedua, dan Akheela Chandra yang turun di kelas Junior Max harus puas menempati podium kelima.

Atas prestasi yang diraih para pegokart Indonesia dalam ajang Rotax Invitational Race 2017 ini, Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai induk olahraga otomotif Tanah Air turut mendukung   langkah mereka, “Mereka adalah pegokart-pegokart potensial yang harus terus menurus mengasah kemampuan melalui berbagai kejuaraan baik nasional maupun internasional. Semoga prestasi yang sudah diraih kali ini, menjadi momentum memacu semangat baru untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi di tahun ini.”  tutur Sadikin Aksa, ketua umum IMI.

Ajang Rotax Invitational Race 2017 ini diikuti oleh pegokart dari berbagai negara antara lain, Jepang, Singapura, Hong Kong, India, China, Taiwan, Filipina, Argentina, Australia dan Malaysia. (r/bpn)

Wabup Suiasa Tutup Uluwatu Cup V, Siap Dukung Peningkatan Infrastruktur Lapangan

BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa, Minggu (15/1/2017) sore secara resmi menutup pelaksanaan turnamen Sepakbola Uluwatu Cup V. Kehadiran Pejabat asal Pecatu Ini di Lapangan Beji Mandala Desa Pecatu mendapat sambutan antusias para pemain, Official serta penonton yang menyaksikan babak final antara Ps Umah Sanghyang melawan PS Labuan Sait A.

Hadir pula dalam penutupan turnamen Ini sejumlah Pejabat Badung asal Pecatu, Kadispenda Badung, Wayan Adi Arnawa, Kepala BPPT Badung, Made Sutama, Kabag Humas Nyoman Sujendra, Bendesa Adat Pecatu Made Sumerta, Perbekel Pecatu Made Karyana Yadnya serta undangan lainnya.

Suiasa dalam sambutannya memberikan apresiasi positif kepada Panitia dan warga Pecatu yang sudah mampu menyelengatakan turnamen hampir sebulan lamanya. Bahkan dia mengaku kagum menyaksikan para pemain yang berlaga di babak final. Dimana mereka sudah mampu menunjukkan Seni dan kepiawaian dalam mengolah si kulit bundar.

“Jujur Saya kagum tadi melihat anak-anak bermain sangat bagus dengan skill yang tinggi, bukan hanya sekedar mengejar bola,” imbuhnya.

Selain itu sambung Suiasa dengan suksesnya Pelaksanaan turnamen tersebut telah menunjukkan bagaimana warga pecatu mampu menjaga jiwa sportivitàs dan kebersamaaan diantara warga. Apalagi event Ini sudah mampu terselenggara hingga ke lima kalinya. Dia berharap turnamen ini bisa terus digelar secara berkelanjutan ke depannya. Karena Melalui olahraga nantinya akan mampu menimbulkan jiwa dan semangat persatuan dalam membangun Pecatu dan Badung pada umumnya.
Pihaknya di Pemerintah Kab. Badung senantiasa siap mendukung peningkatan olahraga sepakbola di Pecatu. Termasuk dalam peningkatan kualitas dan kwantitas Lapangan beji Mandala Seperti yang diharapkan Ketua Panitia.

“Kami siap mendukung agar Lapangan Ini bisa ditingkatkan baik dari Sisi kualitasnya maupun kwantitasnya,” paparnya sembari mempersilahkan Perbekel Pecatu untuk mengajukan proposal mau dibagaimanakan lapangan tersebut.

Terkait harapan agar nantinya ada pemain dari pecatu bisa belrlaga di Porprov, Suiasa juga mengaku Siap memfasilitasi namun tentu Harus dibarengi dengan skil atau ketrampilan yang diperlukan.
Dalam kesempatan tersebut Selain menyebabkan bantuan dana sebesar Rp 28 juta ke panitia, Mantan Wakil Ketua DPRD Badung Ini juga memberikan dana motivasi ke masing-masing club yang berlaga di ajang Ini.

Ketua Panitia Turnamen Sepakbola Uluwatu Cup V Nyoman Watra menyampaikan banyak terimakasih kepada Wabup Suiasa yang telah menuangkan waktu menutup Kegiatan tersebut. Selain itu juga atas sumbangan bantuan dana kepada Panitia maupun para club.
Ucapan terimakasih Juga disampaikannya kepada pihak Bendesa Adat, Perbekel dan LPD Pecatu serta pihak lainnya yang sudah mendukung turnamen tersebut.

Dipaparkan Watra, Uluwatu Cup merupakan program dari PS Uluwatu Putra. Dimana Kegiatan Ini sudah digelar sejak tahun 2006 setiap dua tahun sekali. Untuk Uluwatu Cup V ini diikuti 12 Club dan berlangsung selama hampir sebulan.

“Tanpa semangat tidak mungkin turnamen Ini bisa digelar selama sebulan,” ujarnya sembari menyampaikan terimakasih ke rekan Panitia atas Kerja kerasnya serta Karang Taruna dan Sekaa Teruna yang telah mendukung selama Pelaksanaan turnamen tersebut.

Setelah memasuki babak Final akhirnya PS Umah Sangyang berhasil menundukkan PS Labuan Sait A dengan skor telak 3:0. Sehingga Umah Sanghyang kembali menjuarai turnamen Ini.

Penyerahan piala serta piagam dan Penghargaan langsung dilakukan oleh Wabup Ketut Suiasa didampingi Pejabat Terkait di Tingkat desa. Penutupan turnamen Ini semakin meriah seiring digelarnya pesta Kembang api ke udara usai penyerahan piala bergilir oleh Wabup Suiasa. (humasbdg/bpn)

Giri Prasta Buka Pencak Silat Bakti Negara Mangupura Cup IV

BALIPORTALNEWS.COM – Pencak Silat Bakti Negara Mangupura Cup IV secara resmi dibuka Ketua Umum DPD Bakti Negara Bali, I Nyoman Giri Prasta di Gor Purna Krida Kerobokan, Minggu (15/1/2017). Dalam pembukaan kejuaraan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Harian DPD Bakti Negara, Bagus Alit Sucipta, Sekretaris Umum,  Jagra Wibawa, Ketua DPC Bakti Negara Badung, Putu Sugiartha, Ketua KONI Kabupaten Badung, Si Raka Arnawa, Ketua IPSI Badung, Made Subawa, Camat Kuta Utara, AA Putu Yuyun hanura Eny ,Kabag Humas Setkab Badung, Nyoman Sujendra, sejumlah anggota DPRD Badung.

Dalam sambutannya Giri Prasta memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada anggota Bakti Negara Badung karena Bakti Negara di Kabupaten Badung sampai saat ini masih tetap eksis, masih bagus dan masih terus berkembang. “Bakti Negara merupakan warisan para leluhur kita dan sudah diakui oleh dunia. Untuk itu kita sebagai generasi penerus harus terus memantapkan, menggelorakan dan membumikan Bakti Negara sampai ke pelosok-pelosok Kabupaten Badung”. ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan makna Bakti Negara dalam bahasa Bali berarti nindihin gumi, untuk itu dalam Pencak Silat Bakti Negara bisa mewujudkan pola seni dan mental atletnya untuk nindihin gumi. ” Kami meyakini dengan Bakti Negara akan tercipta soliditas. Dengan soliditas ini kita akan menyadari bahwa kita bersaudara bukan bermusuhan yang ujungnya akan meningkatkan rasa untuk nindihin gumi. Dan ingat tanamkan sportivitas dan prestasi dalam jiwa adik-adik,” ujar Giri Prasta.

Ketua panitia, Ketut Antara menyampaikan, tujuan dari diselenggarakannya Pencak Silat Bakti Negara Mangupura Cup IV adalah untuk menggali bibit dan atlet potensial dari 6 kecamatan yakni Petang, Mengwi, Abiansemal, Kuta Utara, Kuta dan Kuta Selatan untuk diterjunkan dalam kejuaraan yang lebih tinggi. Selain itu kegiatan ini juga sebagai ajang evaluasi kepelatihan di ranting dan unit .

Ketua DPC Bakti Negara Badung, Putu Sugiartha menambahkan, kegiatan ini akan dilaksanakan dari tanggal 15 sampai 19 Januari 2017. “Tanggal 15 januari ini diagenakan pembukaan kejuaran yang dilanjutkan dengan Danurdara (kenaikan tingkat) ban merah 1,2,3  sebanyak 1.680 peserta. Sementara pertandingan akan dilaksanakan dari tanggal 16 sampai 19 Januari 2017 dengan mempertandingkan 3 kategori tanding yakni kelompok usia dini, kelompok remaja dan kelompok dewasa dengan total atlet dan official sebanyak 318 orang,” tambahnya.

Usai pembukaan, Bupati Giri Prasta menerima piala bergilir dari Kecamatan Kuta sebagai juara umum tahun lalu untuk diperebutkan kembali pada Mangupura Cup IV, Bupati juga menyerahkan bantuan dana motivasi kepada ketua panitia sebesar Rp. 50 Juta. (humasbdg/bpn)

Gandeng Yayasan Markandeya, Pemkot Gelar Bali Yoga Festival 2017

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam rangka menyambut HUT Kota Denpasar ke 229th , Pemerintah Kota Denpasar bersinergi dengan Yayasan Markandeya Yoga Indonesia menggelar kegiatan Bali Yoga Festival 2017, Jumat (13/1/2017) di Lapangan Lumintang Denpasar.

Kegiatan ini dihadiri dan dibuka langsung Walikota Denpasar I.B. Rai Dharamwijaya Mantra yang di tandai dengan pemukulan gong sekaligus juga memberikan bingkisan kepada anak-anak TK peserta yoga.

Hadir juga pada kesempatan ini Sekda Kota Denpasar A.A.N. Rai Iswara, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, AA. Asmara Jaya,  Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Selly Mantra, Perwakilan Bupati se-Bali, Ketua Yayasan Markandeya Yoga Indonesia I.G.A.N. Dian Martika, Artis Kenamaan Indonesia Anjasmara, beserta beberapa Guru Yoga se-Indonesia dan Guru Yoga dari India.

Yoga sekarang ini harus dipandang secara luas dan tidak sempit, dikarenakan kata Yoga itu berasal dari kata ‘Yo’ yang berarti penyatuan, dimana ini merupakan penyatuan pikiran, jiwa dan fisik yang harus di seimbangkan.

Oleh sebab itu Yoga akan memberikan kesehatan jasmani serta rohani, dan inilah yang disebut revolusi mental, demikian disampaikan Walikota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat sambutan beliau. Kalau yoga ini bisa dilakukan dengan baik secara umum kepada masyarakat dan dapat dipahami secara baik oleh masyarakat serta dimengerti secara baik oleh masyarakat terutama orang tua, saya yakin, Denpasar terutama, jika semua orang tua memahami yoga ini, maka Denpasar ini akan menjadi daerah yang paling maju.

Dikarenakan kemajuan itu sebuah kejujuran dan moralitas, itulah kunci dari semua kemajuan dan kesuksesan, dimana nantinya materi akan mengikuti, maka dari itu sejak lima tahun yang lalu saya sudah beritahukan kalau yoga didunia pendidikan terutama SD dan SMP diwajibkan di Denpasar. Dari sana kita sudah mulai melakukan yoga dan membentuk instruktur-instruktur di sekolah-sekolah. Yang mana saat ini dari TK sudah mulai di ajarkan gerakan yoga secara kreatif dengan bimbingan para guru yoga agar anak-anak TK bisa melakukan gerakan yoga dengan senang dan secara bermain serta anak-anak ini bisa paham gerkan-gerakan tersebut, disitulah tantangan kreatif para guru yoga.

“Kalau masyarakat ingin sehat jasmani dan rohani just do it Yoga, tidak ada cara lain selain yoga, saya ingin bercita-cita nantinya Kota Denpasar ini menjadi Kota Yoga. Karena dengan yoga akan bisa menghasilkan manusia-manusia yang berkualitas, jujur, memiliki moralitas baik serta etika yang baik, karena ini merupakan suatu modal dalam memajukan suatu daerah”, ungkap Rai Mantra.

Sementara Ketua Yayasan Markandeya Yoga Indonesia I.G.A.N. Dian Martika mengatakan, Bali Yoga Festival 2017 merupakan yang pertama kalinya diadakan di Bali, dengan mengangkat tema ‘Sehatkan Umat, Damaikan Dunia’.

Festival Yoga ini akan di adakan selama tiga hari yakni dari tanggal 13 sampai 15 Januari 2017. Dengan menampilkan instruktur  yoga dari beberapa daerah di Indonesia yang meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sumatra Utara, Lombok/NTB, Bali serta Guru Yoga dari India.

Dimana kegiatan ini di ikuti oleh Kepala dan guru TK se-Bali, Kepala Sekolah dan guru SD dan SMP se-Kota Denpasar dan 4000 masyarakat umum. (ays’/humasdps/bpn)

Giri Prasta Ajak Bumikan Bakti Negara

BALIPORTALNEWS.COM – Rapat perdana kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bali Persatuan Seni Pencak Silat (PSPS) Bakti negara masa kepengurusan tahun 2016-2021 digelar di Ruang Kriya Gosana Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung Mangupraja mandala, Sabtu (7/1/2016).

Rapat perdana ini dihadiri Ketua Umum DPD Bakti Negara Bali I Nyoman Giri Prasta yang juga merupakan Bupati Badung, Ketua Harian DPD Bakti Negara I Bagus Alit Sucipta, Sekretaris Umum  Jagra Wibawa serta DPC Bakti Negara se Bali. Turut pula hadir dalam rapat  ini Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa.

Ketua Umum DPD Bakti Negara Bali I Nyoman Giri Prasta dalam kesemptan tersebut memberikan apresasi atas kekompakan DPC se Bali yang turut menghadiri rapat perdana Bakti Negara. “saya apresiasi kepada pimpinan DPC di 9 Kabupaten/Kota yang sudah menunjukkan semangatnya untuk membumikan bakti Negara sampai kepelosok-pelosok daerahnya. Bakti Negara ini bukan hanya sekedar seni pencak silat melainkan juga warisan leluhur yang harus kita jaga dan pertahankan, untuk itu marilah kita bekerja sama untuk membumikan Bakti Negara,” Ajak nya.

lebih lanjut Giri Prasta mengatakan, terkait usulan dan masukan dari masing-masing DPC yang telah disampaikan dalam rapat,  akan berusaha diwujudkan, ” Saya akan berkoordinasi dengan Bupati dan walikota di Bali agar Bakti Negara dapat menjadi skala prioritas sehingga kedepannya Badung dapat memberikan bantuan teknis kepada DPC Bakti Negara di Kabupaten lain. Bantuan ini  dapat dimanfaatkan DPC-DPC untuk dapat memantapkan latihannya yang selanjutnya mampu menyumbangkan medali emas untuk provinsi Bali dalam turnamen-turnamen tingkat nasional maupun luar negeri,” kata Giri Prasta .

Sekretaris Umum  Jagra Wibawa mengungkapkan, Rapat perdana kepengurusan DPD Bali Bakti negara ini bertujuan untuk melakukan koordinasi dengan DPC Bakti negara se Bali sehingga terjalin komunikasi yang harmonis antara sesama Bakti Negara di Bali. “Rapat ini juga untuk merancang program kerja jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendeknya adalah mempersiapkan pertandingan Pendekar Cup yang akan dilaksanakan di Badung mulai 26 sampai 30 Januari 2017 serta membahas pelaksanaan Ulang Tahun Bakti Negara ke-62 yang jatuh pada tanggal 31 januari 2017,” ungkapnya.

Keterangan Foto : Bupati Giri Prasta disaat menghadiri rapat perdana kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bali Persatuan Seni Pencak Silat (PSPS) Bakti negara masa kepengurusan th 2016-2021 digelar di Ruang Kriya Gosana Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung Mangupraja mandala, Sabtu (7/1/2016).

Apresiasi Keberhasilan Kontingen Bali di PON XIX Jawa Barat, Pemprov Beri Uang Pembinaan bagi Atlet Penyumbang Medali

BALIPORTALNEWS.COMKeberhasilan atlet-atlet terbaik Bali yang berjuang keras pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XIX Tahun 2016 di Jawa Barat sehingga mampu berada di ranking VI (enam) dari 34 Provinsi yang mengikuti ajang tersebut, menunjukkan bahwa Bali memiliki potensi yang sangat besar di bidang olah raga. Semua keberhasilan tersebut dapat diraih karena semangat dan kerja keras, motivasi berprestasi tinggi serta kerjasama yang baik antara atlet, pelatih dan pembina sebagai team work.

Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya pada acara pemberian penghargaan Pemerintah Provinsi Bali kepada atlet, pelatih, manager berprestasi serta pembubaran Kontingen Bali dalam Ajang PON XIX/2016 pada Selasa (20/12/2016) di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar.

“Ini adalah capaian yang luar biasa dan sesuai dengan target yang diberikan diawal. Hasil yang diraih ini merupakan cermin dari keberhasilan program permasyarakatan dan pembinaan olahraga yang dirancang oleh KONI Bali. Meski demikian, kita tidak boleh berpuas diri. Kita harus terus bekerja keras, karena tantangan dan persaingan olahraga ke depan semakin berat,” ujar Pastika.

Ditambahkan Pastika, dengan capaian peringkat ke VI dalam ajang PON XIX/2016 di Jawa Barat tersebut mampu menempatkan Bali pada jajaran atas daerah-daerah di tanah air dalam pembinaan olahraga di tengah kompetisi yang sangat ketat.

“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh atlet yang berjuang, kepada pelatih dan pembina yang telah mendampingi serta seluruh jajaran KONI Bali yang telah memfasilitasi dan mengkoordinasikan seluruh perjuangan para atlet, mulai dari persiapan sampai akhir perjuangannya,” ucap Orang nomor Satu di Pemerintah Provinsi Bali tersebut.

Lebih lanjut, dengan hasil capaian Kontingen Bali tersebut, Pemerintah Provinsi Bali memberikan penghargaan berupa uang pembinaan kepada para atlet, pelatih, manager yang telah berhasil memperoleh medali pada PON tahun ini.

“Saya berharap Saudara tidak melihat jumlah nominalnya, tetapi lihatlah perhatian dan dukungan Pemerintah Daerah dan masyarakat Bali atas perjuangan Saudara-saudara sebagai duta Daerah,” imbuh Pastika.

Pastika dalam kesempatan tersebut juga mengucapkan Terimakasih kepada seluruh anggota Kontingen Bali atas perjuangan dengan semangat “Puputan” demi mengharumkan nama Bali. Tak lupa Pastika berharap kedepannya, peringkat dan prestasi Bali bisa lebih baik lagi.

“Saya ucapkan Selamat kepada Kontingen Bali dan juga jajaran KONI Bali. Pembinaan olahraga kita tidak boleh berhenti. Mari kita jaga terus semangat perjuangan yang pantang menyerah dengan dilandasi semangat Puputan menuju prestasi olah raga Bali yang gemilang. Saya berharap di PON mendatang, Bali bisa meraih peringkat lebih baik lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi dalam laporannya mengatakan jika dalam PON XIX/2016 di Jawa Barat, Kontingen Bali berhasil meraih medali emas sebanyak 20, medali Perak sebanyak 21 serta medali Perunggu sebanyak 35. Menurut Suwandi, raihan tersebut ada peningkatan dari ajang PON sebelumnya.

Ditambahkan Suwandi, kepada para atlet berprestasi dalam ajang PON XIX/2016 diberikan penghargaan berupa uang pembinaan dari Pemprov yakni bagi atlet yang memperoleh medali Emas perseorangan sebanyak 165 Juta, Emas Berpasangan (2 orang) sebanyak 250 Juta, Emas Beregu (diatas 8 orang) sebanyak 420 Juta.

Selain Atlet yang meraih medali Emas, kepada Atlet berprestasi yang meraih medali Perak juga mendapatkan hadiah pembinaan diantaranya peraih medali Perak perseorangan sebesar 50 Juta, Perak Beregu (3 orang) 105 Juta, Perak Beregu (lebih dari 5 orang) sebesar 150 Juta, Perak Beregu (lebih dari 8 orang) sebesar 280 Juta.

Serta atlet peraih medali Perunggu diantaranya Perunggu perseorangan sebesar 30 Juta, Perunggu Beregu (2 orang) sebesar 40 Juta, Perunggu Beregu (lebih dari 3 orang) sebesar 45 Juta, Perunggu Beregu (lebih dari 4 orang) sebesar 48 Juta, Perunggu Beregu (lebih dari 5 orang) sebesar 50 Juta, Perunggu Beregu (diatas 8 orang) sebesar 100 Juta dan juga diberikan penghargaan kepada Pelatih dan Manager berprestasi. Lebih lanjut dijelaskan Suwandi, pada PON XIX/2016 di Jawa Barat, Bali mengirim 360 Atlet dan 122 Pelatih serta Official.

Dalam kesempatan tersebut hadir juga Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali Ketut Suwandi, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Provinsi Bali, dan perwakilan SKPD dilingkungan Pemprov Bali. (humasprovbali/bpn)

Grand Final Motoprix 2016

BALIPORTALNEWS.COM – Grand Final Motoprix 2016, yang digelar di Sirkuit Puncak Mario, Sidrap pada 17-18 Desember 2016 telah usai. Balapan berlangsung ketat, sejumlah pebalap bahkan harus tersingkir dari lintasan karena terjatuh atau tunggangan yang mengalami trouble.

Sulawesi Selatan berjaya dengan berhasil mendominasi kelas yang dilombakan. Empat kelas dari 6 kelas lomba berhasil direbut para pebalap Sulsel. Masing-masing kelas MP.1 oleh Andi Farhat dengan jumlah 75 poin, mengalahkan dua rivalnya AriantoTarzany, pebalap asal Kaltim yang mengumpulkan 63 poin dan Ivon Nanda dari Sumut dengan perolehan 58 poin.

Juara nasional kelas MP 3 juga disabet oleh pebalap asal Sulsel yakni Fahri Sandy dengan perolehan 60 Poin. Unggul tipis dari Muhajirin wakil Maluku Utara yang mengumpulkan 58 Poin, dan Wawan Wello, pebalap asal Jatim dengan raihan 45 poin.

Jawara kelas MP 4 juga direbut pebalap tuan rumah Fahri Sandi yang mengumpulkan 66 poin. Mengalahkan pebalap dari Jawa Timur, Idris SM yang mengoleksi 65 poin. Lalu ditempat ketiga direbut pebalap asal Bali, Ricki Susanto dengan perolehan 51 poin.

Sulsel juga berhasil menempatkan pebalapnya sebagai juara dikelas MP 6 atas nama Maulana Ibrahim yang mengantongi 70 poin. Mengalahkan Mario S.A, pebalap asal Jatim dengan perolehan 51 poin dan Sandi YP (Kalsel) yang mengumpulkan 48 poin.

Para pebalap Sulawesi Selatan gagal di dua kelas, yakni MP 5 dan MP 2. Di kelas MP 2, Pebalap asal Jawa Barat Awhin Sanjaya yang merupakan peraih medali emas PON Jawa Barat 2016, sukses menjadi yang terbaik.

Lalu di kelas MP 5, pebalap asal Sumatera Utara, Deri Satrio Sunarto berhasil menjadi juara dengan jumlah 75 poin.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Selatan (Sulsel) Subhan Aksa yang ditemui di sirkuit Puncak Mario, mengaku bangga atas pencapaian para pebalap Sulsel. “Ini pencapaian yang luar biasa, pebalap kita berhasil menjuarai 4 kelas,” katanya.

Ia menjelaskan, hasil ini patut dipertahankan karena 3 dari empat kelas yang dijuarai Sulsel adalah kelas pemula. “Ini membuktikan, jika proses pembinaan berjalan dengan baik,” jelas Subhan. (r/bpn)

 

Berikut hasil akhir Grand Final Motoprix 2016 Sidrap :

MP 1

Juara 1 – Andi Farhat – Sulsel – 75 poin

Juara 2 – Arianto Tarzany – Kaltim – 63 poin

Juara 3 – Ivon Nanda – Sumut- 58 poin

 

MP 2

Juara 1 – Awhin Sanjaya – Jabar – 75 poin

Juara 2 – Richard Tarore – Papua Barat – 60 poin

Juara 3 – Andi Farhat – Sulsel – 58 poin

 

MP 3

Juara 1 – Fahri Sandi – Sulsel- 60 Poin

Juara 2 – Muji Mujahirin – Malut- 58 Poin

Juara 3 – Wawan Wello – Jatim- 45 Poin                                                                              

 

MP 4

Juara 1 – Fahri Sandi – Sulsel – 66 poin

Juara 2 – Idris SM – Jatim – 65 poin

Juara 3 – Ricki Susanto – Bali – 51 poin

 

MP 5

Juara 1 – Deri Satrio Sunarto – Sumut – 75 poin

Juara 2 – Maulana  Ibrahim – Sulsel – 66 poin

Juara 3 – Mario S.A – Jatim – 51 poin

 

MP 6

Juara 1 – Maulana  Ibrahim – Sulsel- 70 poin

Juara 2 – Mario S.A – Jatim – 51 poin

Juara 3 – Sandi YP – Kalsel- 48 poin

Menjadi Runner Up di Putaran Terakhir, Billy Putranda Raih Gelar Juara Nasional Kejurnas Time Rally 2016

BALIPORTALNEWS.COM – Putaran ketujuh yang sekaligus menandakan sebagai putaran terakhir Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Time Rally 2016 yang diselenggarakan di Malang, Jawa Timur pada 10-11 Desember yang lalu. Di akhir perlombaan, pereli kawakan tuan rumah, Billy Putranda, berhasil mencatatkan namanya di peringkat kedua kelas Kejuaraan Umum. Hasil inilah yang membawa Billy menjadi Juara Nasional Kejurnas Time Rally 2016. 

Dalam perlombaan yang sedikit diwarnai cuaca gerimis tersebut, Billy yang turun bersama navigator Suryo Prihatmanto dan Suryo Putranto finish di posisi kedua tepat di bawah sang juara putaran ini, Rizky EA bersama navigator Tegar Adidharma dan Audi Christanto. Tentunya, raihan ini merupakan suatu yang positif bagi Billy mengingat di putaran keenam yang digelar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah awal Desember lalu, Billy yang memperkuat Ijen Suites Makota Sport Team hanya mampu menempati peringkat kedelapan. 

Sementara, dr. Satrya Husada yang memperkuat Pengprov IMI jatim Team, yang pada putaran sebelumnya berhasil menjadi yang terdepan di kelas Kejuaraan Umum, kali ini mengakhiri perlombaan di urutan ketiga di bawah Billy. Rekan satu tim Billy, Wika Wahyu, kembali meraih hasil yang kurang memuaskan. Wika bersama navigator Dimas Respati dan Aldy Kurnia harus puas menduduki posisi ke-14. 

Meski meraih kesuksesan, dalam perebutan Kejuaraan Team sendiri, Billy masih belum mampu membawa Ijen Suites Makota Sport Team keluar sebagai juara nasional. Gelar ini berhasil diraih oleh Pengprov IMI Jatim lewat ketiga perelinya, yaitu dr. Satrya, Mario Handaziza, serta Rizky A. Bahkan di putaran terakhir ini, Ijen Suites harus finish di posisi kedua dan mengakui keunggulan Pengprov IMI Jatim yang bertengger di puncak. 

Terkait suksesnya penyelenggaraan Kejurnas Time Rally 2016 selama tujuh putaran, Kabid Olahraga Roda Empat IMI Pusat, Poedio Oetojo yang juga turut serta menjadi peserta di putaran terakhir ini mengatakan, “IMI senang Kejurnas Time Rally 2016 dapat berjalan dengan lancar. Harapan IMI, semoga di tahun depan, perlombaan ini dapat berlangsung dengan lebih baik, mulai dari penambahan jumlah peserta, hingga rute-rute yang semakin panjang dan beragam.” 

Di putaran terakhir ini, sebanyak 39 peserta harus melewati lintasan sepanjang 330 km yang meliputi daerah Malang, Batu, hingga kawasan Bromo. Sementara itu, Kejurnas Time Rally 2016 putaran tujuh dapat terselenggara berkat kerja sama yang terjalin di antara Pengprov IMI Jatim, Javanoa Auto Sport, serta Spirit 83. 

Turut hadir pula menyaksikan perlombaan ini, yaitu Kapolres Malang, AKBP Teki Hermansyah, KAHUBDAM, ASDIM, Walikota Batu, Eddy Rumpoko, serta Ketua FKPPI Jatim, Agus Soerjanto. (r/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
15PelangganBerlangganan