28 C
Denpasar
Rabu, 21 November 2018

Persiapan Bali Pink Ribbon 5Km Fun Walk & Run Ke-10

BALIPORTALNEWS.COM – Yayasan Pita Merah Muda Bali, atau lebih dikenal sebagai Bali Pink Ribbon (BPR), sudah membuka pendaftaran sekaligus even penggalangan dana, Pink Ribbon 5KM Fun Walk and Run ke-10. Even ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 20 Oktober 2018 di kawasan ITDC Nusa Dua. Acara jalan santai ini akan menggalang dana untuk kegiatan Bali Pink Ribbon dalam mendukung program edukasi kanker payudara bagi kaum wanita di Bali.

“Saya bangga atas pencapaian BPR selama 10 tahun terakhir, ketika yayasan kami masih didukung oleh parta sukarelawan di Bali namun dengan tekad yang kuat untuk mengedukasi dan memotivasi masyarakat tentang pentingnya kesadaran kanker payudara,” ungkap Gaye Warren, penggagas Bali Pink Ribbon. “Kami masih memiliki kegiatan yang butuh pendanaan dalam tahun ini yang kami harapkan bisa digalang dari kegiatan jalan santai ini, diantaranya pembelian mobile USG, mendirikan Rumah Singgah untuk pasien kanker payudara yang masih dalam perawatan dan membeli minibus untuk transport pasien dan dokter ke wilayah pelosok.”

Peserta bisa berlari, berjalan, menjadi sukarelawan atau memberikan sumbangan untuk membantu BPR menyelamatkan nyawa dan memberikan dukungan edukasi maupun kesehatan. Kegiatan selama even diantaranya skrining payudara gratis bagi peserta, food truck, market stall, musik, dan memorial line. Hadiah yang disediakan bagi peserta diantaranya, hadiah utama satu motor Kawasaki trail, uang tunai dan vouchers untuk kategori kostum terbaik. Tiket dijual dengan harga 200K untuk lari, termasuk BIB, kaos dan medali, dan 150K untuk jalan termasuk BIB dan kaos.

Selama 10 tahun terakhir Bali Pink Ribbon telah mendatangkan perubahan positif bagi perempuan dan keluarga di Bali. Melalui kampanye media massa, kegiatan skrining dan program untuk menjangkau di daerah terpencil telah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kanker payudara, hingga ke pelosok Bali dan pulau-pulau sekitarnya. Bali Pink Ribbon jalan santai, yang sudah dimulai sejak tahun 2009, dilaksanakan di bulan Oktober yang menjadi bulan kesadaran kanker payudara. Penggagas yayasan, Gaye Warren, yang merupakan penyintas, terinspirasi oleh Pink Ribbon Walks yang diadakan di Inggris, negara asalnya, dan kemudian dilaksanakan di Bali dalam format yang mirip.

Bali Pink Ribbon Walk 2018 didukung oleh rekan medis Prima Medika Hospital, beserta Pink Tea Committee, Discovery Kartika Plaza, ITDC, The Nusa Dua, Duta Intika – Kawasaki, Ardesy, dan Cleo.

Sponsor lokal adalah Blibli.com, Kevala keramik, Desa Visesa Ubud, Hotel Indigo Seminyak, Cocoon Medical Spa, Melia Bali, Anantara Resort Seminyak, LorIn New Kuta Hotel, Finns Beach Club, Sensatia Botanica, Brave.co.id, Bali Brochure, Prime Biz Kuta, Sofitel Bali Nusa Dua, Bali Zoo, Plaga Wines, Jimbarun, The Samata Sanur, Lifestyle retreats, The Menjangan, Rheto dan The Edge Resort diantaranya, juga didukung oleh media Now!Bali dan Bali Advertiser. (r/bpn)

Jaya Negara Lepas Kontingen Denpasar Ikuti Pekan Paralympic Provinsi Bali ke-IV

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Setelah sukses meraih juara umum pada  Pekan Paralympic  Provinsi Bali ke-V tahun 2014 lalu, Kontingen Denpasar bertekad kembali mempertahankan gelar tersebut pada gelaran ke-VI tahun 2018. Beragam upaya dalam memaksimalkan penampilan para atlet di ajang olahraga yang dikhususkan bagi penyandang disabilitas ini terus dimaksimalkan.

Dimana, setelah mengikuti pemusatan latihan, Atlet dan Pelatih Kontingen Kota Denpasar dilepas secara resmi untuk mengikuti Pekan Paralympic Provinsi Bali ke-IV yang akan berlangsung dari tanggal 25-30 September di Denpasar oleh Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara di Kantor Walikota Denpasar, Senin (24/9/2018). Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekda kota Denpasar, AAN Rai Iswara, Kadis Dikpora Kota Denpasar, I Wayan Gunawan serta para atlet dan pelatih.

Dalam arahanya, Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan bahwa pada gelaran Pekan Paralympic Provinsi Bali ke-IV Pemkot Denpasar terus memberikan dukungan guna menunjang penampilan maksimalnya penampilan para atlet. Berbagai latihan telah dimantapkan sehingga dapat mempertahankan gelar juara umum yang disandang sejak tahun 2014 ini. Selain itu, Jaya Negara mengatakan bahwa pelaksanaan Pekan Paralympic Provinsi Bali ini merupakan bentuk dukungan sekaligus kesetaraan terhadap penyandang disabilitas.

“Mewakili Pemkot Denpasar saya mengucapkan terimakasih atas usaha dan dedikasinya dalam mengharumkan nama Kota Denpasar di kancah olahraga empat tahunan ini, serta dengan semangat Pekan Paralympic Provinsi Bali ke-IV ini mari kita gelorakan semangat peduli disabilitas,” jelas Jaya Negara.

Sementara, Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Denpasar, AA Made Wijaya Asmara dalam laporanya mengatakan bahwa terdapat lima cabor yang diikuti kontingen Denpasar pada ajang olahraga yang dilaksanakan bagi penyandang disabilitas ini. Yakni Atletik, Renang, Tenis Meja, Catur, serta Goal Ball. Sebagai juara umum, pihaknya mengku bahwa perjuangan kontingen Kota Denpasar cukup berat. Kendati demikian, seluruh atlet dan official senantiasa mengusahakan untuk memberikan yang terbaik untuk Kota Denpasar.

“Kami menyampaikan terimakasih kepada Pemkot Denpasar yang senantiasa memberikan dukungan dalam segala persiapan terkait keikutsertaan pada Pekan Paralympic Provinsi Bali ke-IV tahun 2018 ini, besar harapan seluruh atlet dan pelaih dapat tampil maksimal sehingga dapat mempertahankan juara umum dan tentunya meningkatkan prestasi,” paparnya.

Lebih lanjut pihaknya mengatakan bahwa Pekan Paralympic Provinsi Bali ini merupakan kegiatan yang sejalan dengan Asian Para Games, hanya saja berada pada lingkup provinsi. Sedangkan pada gelaran Asian Para Games tahun 2018, turut serta Made Ariyati Putri yang akan  berlaga pada cabor Atletik.

Sementara, salah seoarang atlet renang, Ni Luh Sdiasih mengaku siap untuk mengikuti gelaran Pekan Paralympic Provinsi Bali ke-IV tahun 2018 ini. Dengan persiapan dan latihan yang dilaksanakan selama ini pihaknya optimis mampu memberikan yang terbaik untuk Denpasar. “Secara umum kami siap untuk mengikuti Pekan Paralympic Provinsi Bali ke-IV ini, namun terlepas dari itu kami mohon restu serta tetap berdoa untuk kelancarannya nanti,” pungkasnya. (humas-dps/bpn)

Di Portimao, Ali Adriansyah Rusmiputro Finish ke 18 Setelah Start dari Urutan 23

BALIPORTALNEWS.COM – Perjuangan para rider penunggang Yamaha untuk dapat berbicara di Sirkuit Algarve Portimao, Portugal patut diacungi jempol. Meski sirkuit berkontur naik turun ini lebih memihak pada penunggang Kawasaki, setidaknya dapat memberi perlawanan, meski belum mampu menjadi juara di putaran ketujuh World Supersport 300 (WSSP300) pada 14-16 September 2018.

Perjuangan keras pebalap Yamaha, termasuk Ali Adriansyah Rusmiputro, sudah dimulai sejak sesi latihan bebas di hari Jumat. Ali Adriansyah yang menungang Yamaha YZF-R3 mampu memperbaiki catatan waktu dari yang pernah ia catat di Portimao sebelumnya.

Pencapaian tersebut memberi motivasi bagi pebalap Pertamina Enduro Racing Team tersebut menyambut sesi kualifikasi Superpole. Sayangnya, hasil yang lebih baik tidak dapat terpenuhi. Strategi Ali Adriansyah untuk mengambil slipstream pebalap Kawasaki yang bermesin lebih besar itu tampaknya dibaca oleh lawan. Hal itu membuat Ali Adriansyah kesulitan memangkas waktu, dan akhirnya harus puas menempati grid ke 23.

Dengan posisi yang agak di belakang, tantangan bagi Ali Adriansyah semakin besar, dan harus sudah menyodok sejak lampu start padam. Hal itu yang kemudian ia lakukan.

“Sejak start saya sudah masuk dan berusaha bertahan di rombongan depan. Di beberapa tikungan menyusul beberapa pebalap,” ucap pebalap yang akan genap berusia 25 tahun pada 29 September.  “Tapi saat di trek lurus, saya kembali disusul karena limit pada top speed motor yang saya tunggangi, hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk berusaha bertahan di rombongan tengah,” tambahnya lagi.

Pada balapan kali ini, rider Kawasaki masih tampil dominan. Dengan kubikasi mesin yang lebih besar -meski regulasi kemudian membatasi putaran mesinnya- traksi yang dihasilkan oleh sepeda motor berkapasitas mesin 399c itu tetap besar. Bahkan sangat cocok untuk melibas Sirkuit Portimao yang naik turun ini.

Di sisi lain, Ali Ardiansyah sendiri mengakui bahwa dalam balapan kali ini Yamaha semakin mampu untuk mengimbangi kekuatan Kawasaki. Hal itu berkat kehadiran parts baru. Namun parts itu harus dibarengi oleh pemilihan gear yang tepat. Salah sedikit saja dapat memberi hasil yang tidak maksimal. Itulah yang terjadi pada Ali Adriansyah.

“Sedikit ada masalah pada pemilihan gear,” ucap Ali Adriansyah. Dan hal itu mempengaruhi top speed sepeda motornya.

Namun hal itu tidak mengurangi tekad Ali Adriansyah untuk tampil maksimal. Dengan berbagai kendala akhirnya Ali Adriansyah mampu finish di posisi 18, atau lima posisi lebih baik dari saat start.

Ali Adriansyah juga mengakui bahwa balapan di pengujung musim ini semakin ketat dibanding putaran-putaran sebelumnya. Persaingan keras antara pebalap semakin terasa karena semua pebalap ingin menambah pundi-pundi poin yang mereka miliki.

Kompetisi WSSP300 2018 akan berakhir di Sirkuit Magny Cours, Prancis pada 28-30 September mendatang. Di sisa putaran ini dipastikan persaingan keras kembali akan terjadi. Ali Adriansyah menyadari hal itu, dan ia pun bertekad untuk tampil habis-habisan demi membukukan pencapaian yang membanggakan.   (r/bpn)

Peringatan Haornas XXXV di Badung

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) XXXV di Kabupaten Badung dikemas dalam apel peringatan dan kegiatan olahraga di Lapangan Puspem Badung, Jumat (14/9/2018).

Selaku inspektur apel yakni Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa. Apel diikuti Pimpinan Perangkat Daerah, Pegawai Pemkab Badung, Atlet Kontingen Porjar Badung, dan para pelajar.

Kadisdikpora Badung I Ketut Widia Astika melaporkan, Haornas tahun ini mengambil tema “Ayo Olahraga Bangun Indonesia”, sebagai upaya memotivasi semua pihak untuk meningkatkan budaya olahraga dan prestasi olahraga. Selain apel peringatan, dilaksanakan pula kegiatan olahraga meliputi; catur perorangan tingkat SD dan SMP, jalan sehat, lari karung, lomba engrang, terompah, dan tarik tambang.

Dalam sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang dibacakan Sekda Adi Arnawa menekankan, dalam tahun olahraga ini Bangsa Indenesia mendapat kado istimewa dengan suksesnya penyelenggaraan Asian Games dan sukses prestasi. Tema besar Haornas “Ayo Olahraha Bangun Indonesia” mengandung makna bahwa kita mengajak untuk berolahraga. Dengan olahraga kita akan turut berpartisipasi membangun Indonesia secara keseluruhan yakni membangun jiwa yang sehat, membangun badan yang kuat. “Pembangunan di dalam olahraga adalah tidak hanya jasmani, tetapi juga rohani. Dengan sehat rohani kita berarti telah mendukung kebijakan Bapak Presiden tentang Revolusi Mental,” terangnya.

Dibagian lain, Sekda Adi Arnawa mengatakan momentum Haornas ini untuk membangkitkan olahraga di kalangan masyarakat. Dengan masyarakat yang sehat akan mempunyai daya saing, tentu berimplikasi kepada bangsa yang kuat. “Kami dorong masyarakat untuk rutin berolahraga, ini penting dilakukanan untuk menjadikan badan kita sehat, sehingga mampu melakukan pekerjaan maupun memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat,” katanya.

Sementara kebijakan Pemkab Badung dibidang olahraga cukup strategis, dimana tahun 2019 ini akan dibangun sarana olahraga yang monumental. Di GOR Mengwi akan dibangun Stadion bertarap Internasional dengan kapasitas 20 ribu keatas dan investasi diatas 500 miliar.  (humas-badung/bpn)

Meski Bukan Sirkuit Ideal Bagi Yamaha, Ali Adriansyah Optimistis Hadapi Portimao

BALIPORTALNEWS.COM – Akhir pekan ini Ali Adriansyah Rusmiputro akan berlaga di Sirkuit Algarve, Portimao, Portugal untuk menjalani putaran ketujuh World Supersport 300 (WSSP300), Sabtu-Minggu, 15-16 September 2018.

Sirkuit ini termasuk arena balap modern yang penuh tantangan, baik untuk pebalap maupun tunggangannya. Dihiasi 17 tikungan, Algarve International Circuit yang memiliki panjang 4,7km ini terbilang menguras fisik dan mental para rider.

Sepeda motor yang mereka tunggangi juga harus perkasa mengingat kontur sirkuit dengan elevasi yang besar. Maksudnya, sirkuit ini menghadirkan tanjakan yang terjal juga turunan yang curam. Dengan kondisi yang ada, settingan -dalam hal ini pemilihan gear ratio-menjadi krusial di Portimao.

Menurut Ali Adriansyah, untuk menghadapi kondisi sirkuit seperti Algarve, settingan sepeda motor diarahkan agar mampu memberi traksi yang bagus. Hal itu perlu dicermati agar motor dapat menanjak dengan enak namun tetap mampu melibas trek lurus dengan mulus.

“Di Portimao, sepeda motor dengan traksi yang besar memiliki keuntungan. Sebab sirkuit ini naik turun, bahkan ada tanjakan yang cukup terjal,” ucapnya.

Bagi rider Pertamina Enduro Racing Team ini, para mekanik dan engineer di timnya telah mampu menciptakan kondisi sepeda motor yang ideal untuk menghadapi Portimao. Kebetulan pada awal September silam, mereka telah melakukan ujicoba dengan hasil yang memuaskan.

“Saat uji coba kemarin, catatan waktu kami lebih baik sekitar 3 detik ketimbang catatan waktu di Portimao setahun sebelumnya,” papar Ali. “Hal itu memberi motivasi yang bagus bagi rider maupun tim.”

Hanya saja, pebalap kelahiran Jakarta 29 September 1993 itu tidak menampik bahwa Sirkuit Algarve lebih menguntungkan pebalap lain, terutama yang menunggang mesin berkapasitas besar seperti Kawasaki dan KTM. Dengan kubikasi 390cc (KTM) dan 399cc (Kawasaki) kedua sepeda motor itu memiliki torsi yang besar dan mampu menghasilkan traksi yang optimum. Hal itu memberi banyak keuntungan di Sirkuit Portimao.

Menurut Ali Adriansyah, pembatasan putaran mesin yang diberlakukan bagi kedua sepeda motor itu menjadi tidak signifikan. Pasalnya sirkuit yang berliku dengan kontur naik turun seperti Algarve, mesin sepeda motor justru lebih banyak bermain di putaran bawah.

Kendati demikian bukan berarti rider-rider penunggang Yamaha YZF-R3 kehilangan semangat. Apalagi, menurut rencana akan ada pemakaian komponen baru pada sepeda motor mereka, yang mampu mendongkrak kemampuan.

“Seharusnya parts baru itu sudah kami coba di Valencia, tapi tidak jadi karena satu hal. Akhirnya baru akan kami gunakan di Portimao,” ucap Ali Adriansyah.

Pebalap bernomor 12 itu meyakini bahwa komponen baru itu akan mampu membuat tunggangannya tampil lebih apik, sehingga dapat memangkas jarak mereka dengan pebalap Kawasaki.

“Sebenarnya kami mampu memperpendek jarak dengan Kawasaki, tapi untuk melewati mereka itu perkara lain,” ungkap Ali.

Keberadaan dan kualitas parts itulah yang saat ini menjadi harapan bagi rider Yamaha untuk mampu melewati pebalap Kawasaki.

“Dengan kemampuan kami memangkas waktu hingga 3 detik dan ditambah parts baru, saya berharap dapat memberi hasil yang maksimal,” ucap Ali Adriansyah.

Putaran ketujuh World Supersport 300 di Sirkuit Algarve, Portimao, Portugal ini akan diawali dengan dua kali sesi latihan bebas pada hari Jumat. Sesi kualifikasi Super Pole 1 dan Super Pole 2 diadakan pada hari Sabtu. Sementara balapannya sendiri akan berlangsung pada hari Minggu, 16 September 2018 pada pukul 14.20 waktu setempat atau 20.20 WIB. (r/bpn)

Ali Adriansyah Rusmiputro Mendapat Pengalaman Berharga di Valencia

BALIPORTALNEWS.COM – Pebalap motor Indonesia yang berlaga di ajang RFME CEV Supersport 300 (SSP300), Ali Adriansyah Rusmiputro mendapat pengalaman berharga di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol.

Hal tersebut ia rasakan saat mengikuti putaran keempat SSP300 pada akhir pekan kemarin, Sabtu dan Minggu, 8-9 September 2018.

Balapan kali ini ia jalani setelah melakukan ujicoba di Sirkuit Algarve, Portimao, Portugal satu pekan sebelumnya. Selama di Portugal, Ali Adriansyah juga melakukan latihan fisik agar mampu menghadapi tantangan Sirkuit Valencia dengan lebih siap.

Pada sesi latihan bebas di Ricardo Tormo, rider Pertamina Enduro Racing Team itu mencoba berbagai settingan yang dirasa mampu mengangkat performa Yamaha YZF-R3 yang ia tunggangi.

“Di hari pertama dan kedua kami lalui dengan sangat baik dan memperoleh banyak data. Kami mencoba banyak settingan dan memutuskan satu settingan untuk kualifikasi dan balapan,” papar Ali Adriansyah.

Pada kualifikasi pertama, rider bernomor 12 itu mampu mendudukkan dirinya di posisi 6 dengan jarak 0,6 detik dari pebalap terdepan. Hasilnya itu cukup memberi motivasi untuk tampil lebih baik di sesi kualifikasi kedua. Namun hujan turun ketika sesi kualifikasi lanjutan tersebut berlangsung.  Hal itu mempengaruhi handling sepeda motor yang dipegang Ali Adriansyah.

“Hujan turun saat kualifikasi kedua. Saya tidak dapat berbuat apa-apa dan harus puas berada di posisi 11,” ucap Ali Adriansyah. Dengan hasil tersebut, saat balapan pertama Ali mendapat posisi start di baris kedua.

Pada race pembuka itu Ali Adriansyah mampu melakukan start dengan bagus. Ia sempat menyodok ke posisi 2 sebelum tikungan pertama pada lap pertama. Tapi, untuk bersaing dengan pebalap lain di ajang ini, terutama dengan penunggang Kawasaki yang memiliki mesin lebih bertenaga, bukanlah perkara mudah. Beberapa kali Ali terlibat persaingan keras hingga bersenggolan dengan rider lain. Kondisi itu membuat posisinya melorot. Alhasil di akhir lomba yang berlangsung dalam 13 lap itu Ali Adriansyah finish di urutan 9. Pada klasifikasi, posisi Ali naik satu peringkat karena ada pebalap di depannya yang dihukum tambahan waktu akibat melanggar peraturan.

Pada race kedua yang berlangsung keesokan harinya, Minggu 9 September, Ali Adriansyah kembali mencoba menyerang begitu lampu startpadam. Rupanya pebalap lain juga mempunyai tekad yang sama.  Dan kali ini persaingan keras sudah terjadi sejak tikungan pertama. Ali yang kembali melakukan start yang bagus langsung berada di posisi 4. Sayang, persaingan keras yang terjadi malah membuat Ali terpental dari arena. Di tikungan kedua, sebuah tikungan tajam ke kiri, ia terjatuh. Musnah sudah harapannya untuk memperbaiki posisi di balap kedua ini.

Di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia ini Ali Adriansyah mendapat pelajaran berharga untuk dibawa pada balapan selanjutnya di Sirkuit Algarve, Portimao, Portugal pada  14-16 September nanti.

“Saya membutuhkan latihan  lebih keras dengan sepeda motor 300cc,” ucapnya.

Persaingan di SSP300 memang ketat, namun menurut Ali tidak sekompetitif di World Supersport 300 (WSSP300). Selain karena rider-rider nya lebih berpengalaman, tim-tim yang mengikuti kejuaraan ini juga tim-tim besar.

Namun demikian, yang menjadi kesulitan terbesar bagi Ali Adriansyah adalah menaklukkan pebalap dengan sepeda motor berkubikasi lebih besar, terutama Kawasaki. Sepeda motor ini turun di arena WSSP300 dengan mesin 399cc, yang secara faktual memiliki keuntungan lebih banyak dibanding Yamaha YZF-R3 bermesin 321cc. Putaran mesin Kawasaki memang dibatasi, namun tetap memberi keunggulan yang signifikan bagi penunggangnya.

Meski kurang puas akan kondisi yang tidak seimbang itu Ali Adriansyah dan timnya tidak mau berkecil hati. Ia tetap menyongsong balapan di Portimao nanti dengan motivasi penuh.

“Di Portugal harus lebih baik,” ujar Ali Adriansyah. (r/bpn)

CSR Berkelanjutan Maybank Bali Marathon untuk Bali dan Lombok

BALIPORTLANEWS.COM – Sebagai bagian dari komitmen untuk melaksanakan program corporate social responsibility(CSR) secara bekesinambungan dalam rangkaian lomba lari internasional Maybank Bali Marathon (MBM), PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) kembali melaksanakan program CSR bagi komunitas Bali dan Lombok.

Pelaksanaan seremoni kegiatan yang berlangsung satu hari menjelang pelaksanaan MBM ini, dipimpin langsung oleh Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria bersama Chairman Maybank Group Datuk Mohaiyani Shamsudin serta jajaran Direksi dan Komisaris Maybank Indonesia dengan dihadiri perwakilan pejabat pemerintah daerah dan penerima manfaat CSR dengan dipusatkan di Taman Bhagawan, Benoa, Bali.

Selaras dengan dukungan berkelanjutan bagi komunitas Bali, dalam pelaksanaan CSR bagi masyarakat Bali tahun ini, Maybank Indonesia akan melibatkan 4.500 pelajar dan 172 guru untuk menyemarakkan lomba lari MBM 2018 dengan dukungan di sepanjang rute lomba dan memberikan dukungan fasilitas belajar-mengajar berupa peralatan sekolah dan perlengkapan olah raga kepada 43 sekolah di sepanjang rute lomba.   Selama sesi pengambilan paket lomba (race pack collection) yang berlangsung di Taman Bhagawan pada 7-8 September 2018, Maybank Indonesia juga memberi kesempatan untuk menampilkan karya pengrajin tenun melalui program Maybank Women Eco Weavers serta karya para penyandang disabilitas yang telah mengikuti program Pemberdayaan Ekonomi bagi Penyandang Disabilitas atau yang lebih dikenal dengan program RISE (Reach Independence & Sustainable Entrepreneurship).

Lebih jauh, pada ajang MBM 2018, sebanyak 52 penyandang disabilitas juga akan mengikuti lomba lari kursi roda 5 km (5K) sehingga mereka juga dapat merasakan langsung atmosfer lomba lari marathon internasional.  Ajang lomba lari kursi roda telah menjadi agenda tetap dalam penyelenggaraan MBM sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012.

Sebagai bagian dari kepedulian terhadap Lombok, yang terkena musibah dampak gempa bumi, Maybank Indonesia memberikan dukungan dana sebesar Rp 350 juta bagi program rehabilitasi Lombok melalui MERCY dan PKPU (Pos Keadilan Peduli Umat).  Sebelumnya, Maybank Indonesia juga telah menyalurkan dana kebajikan untuk membantu korban gempa di Lombok, melalui Unit Usaha Syariah sebesar Rp130 juta ditambah Rp50 juta bersama Otoritas Jasa Keuangan dan Industri Jasa Keuangan, dimana dananya telah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi NTB pada 13 Agustus lalu.

”Kami telah menjalankan CSR Maybank Indonesia Berbagi di Bali secara berkelanjutan sejak 2012 selaras dengan misinya, humanising financial services, terutama untuk berada di tengah masyarakat. Pelaksanaan program CSR dan Maybank Bali Marathon merupakan hasil kemitraan yang telah terjalin dengan baik antara Maybank Indonesia dengan Bali”, ungkap Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria.

”Selain itu, inisiatif ini juga menjadi upaya positif kami untuk turut berbagi dalam upaya pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya tahun ini bagi generasi muda dan koperasi di Bali.”

”Pada tahun-tahun sebelumnya, kami juga telah melaksanakan inisiatif kegiatan CSR untuk mendukung olah raga, kesehatan masyarakat dan pendidikan,” jelas Taswin, ”Kami mendukung program di Lombok, karena lokasinya berdekatan dengan Bali.”

Pada MBM 2018, Maybank Indonesia juga melakukan kampanye pelestarian lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik selama race pack collection (RPC). Maybank Indonesia menyediakan kantong yang terbuat dari bahan ramah lingkungan guna memudahkan pelari yang melakukan pembelian berbagai macam merchandise, perlengkapan lari, makanan dan minuman selama RPC.

CSR Maybank Indonesia Berbagi juga menjadi bagian dari Maybank dalam mendekatkan diri,  bersinergi dengan masyarakat Bali dalam memberikan dukungan dan mengambil bagian pada penyelenggaraan event MBM. Dukungan masyarakat Bali diwujudkan dengan partisipasi setiap desa dalam menampilkan pertunjukan kesenian daerah yang atraktif di sepanjang rute lomba.   Dukungan anak-anak sekolah yang senantiasa memberikan semangat kepada para peserta lomba ditambah indahnya pemandangan alam melengkapi ciri khas Maybank Bali Marathon, sebagai marathon dengan pesona alam dan budaya, yang membedakannya dengan marathon-marathon internasional lainnya. (r/bpn)

Pemkot Denpasar Apresiasi Atlet Peraih Medali Emas Asian Games 2018

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Usai mengharumkan nama Indonesia di Asian Games 2018, Atlet binaan KONI Denpasar Komang Harik Adi Putra dan Sanggoe Darma Tanjung disambut hangat Pemerintah Kota Denpasar di Kantor Walikota Denpasar, Selasa (4/9/2018).

Secara khusus Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama  Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara dan Ketua KONI Denpasar Ida Bagus Toni Astawa , menyambut kedatangan 2 atlet kebanggan Kota Denpasar yang berhasil mengharumkan nama Kota Denpasar, Bali dan Indonesia di kancah Internasional.

Diketahui bahwa Denpasar Komang Harik Adi Putra adalah atlet Binaan KONI Denpasar yang berhasil meraih emas dalam cabang olahraga Pencak Silat putra kelas 65-70 kg dan Sanggoe Darma Tanjung yang meraih perak dalam cabang olahraga Skateboard.

Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengapresiasi atlet Denpasar yang telah mampu memberikan spirit dan penghargaan bagi Indonesia dibidang olahraga khususnya Pencak Silat dan Skateboard. “Kami tentunya merasa sangat bangga dengan prestasi yang ditorehkan, semua ikut berbangga, selamat untuk perjuangan yang tidak sia-sia karena berhasil membuat bangga,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa mendapatkan emas dalam ajang Internasional bukanlah hal yang mudah, dan semoga pencapaian ini dapat menjadi motivasi untuk generasi-generasi berikutnya untuk lebih semangat menggapai prestasi. “Pemerintah akan terus berupaya memfasilitasi para atlet, dan KONI Denpasar juga harus menjadikan keberhasilan ini sebagai acuan untuk terus mengapresiasi setiap prestasi para atletnya,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Rai Mantra menyerahkan dana apresiasi Rp. 100.000.000,- kepada Komang Harik Adi Putra, dan Rp. 50.000.000,- kepada Sanggoe Darma Tanjung.

Sementara itu, atlet peraih emas Komang Harik Adi Putra, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sambutan dan apresiasi dari Pemerintah Kota Denpasar. “Saya tidak menyangka diberikan sambutan luar biasa ini, perjuangan saya di ajang kemarin membuat saya merasa sangat bahagia, karena dapat mempersembahkan emas untuk Indonesia, Bali, dan khususnya Kota Denpasar tercinta,” ungkapnya.

“Dana yang diberikan akan saya simpan untuk keperluan pendidikan dan masa depan, tentunya saya juga berharap atlet-atlet yang lain jangan putus asa dan terus berjuang karena dukungan pemerintah sangat luar biasa,” terangnya.

Hal senada diungkapkan, Ketut Mudastra selaku orang tua yang memanjatkan rasa syukur atas keberhasilan anaknya serta terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Pemkot Denpasar. “Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Denpasar kepada para atlet khususnya anak saya, kami sebagai orang tua tentnya mendukung dan terus mendoakan agar ananda kami tdapat terus berjuang mengharumkan nama bangsa,” ungkapnya.

Euforia menyembut atlet kebanggan ini juga akan dilanjutkan sore hari, Komang Harik Adi Putra dan Sanggoe Darma Tanjung akan diarak keliling Kota Denpasar. (dev/humas-dps/bpn)

Penjabat Gubernur Bali Sambut Kedatangan Atlet Peraih Medali Asian Games

BALIPORTALNEWS.COM – Penjabat Gubernur Bali Drs. Hamdani, MM, M.Si, Ak menyambut kedatangan atlet Bali yang meraih medali pada ajang Asian Games 2018 di Pintu Kedatangan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Senin (3/9/2018).

Hamdani dalam sambutan singkatnya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada lima atlet yang sukses mengharumkan nama Bali pada ajang olah raga bergengsi itu.

“Mereka memberi kontribusi besar bagi Bali karena dengan perjuangan dan kerja keras telah menyumbangkan medali melalui sejumlah cabang olah raga,” ujar Hamdani yang didampingi Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra. Menurutnya capaian ini patut diapresiasi karena para atlet sudah mampu mengharumkan nama Bali di kancah internasional. “Dengan catatan ini, Bali tak hanya dikenal sebagai daerah tujuan wisata, tetapi juga dikenal sebagai daerah pencetak atlet berprestasi,” imbuhnya. Mengenai apresiasi berupa bonus, Hamdani menegaskan bahwa Pemprov Bali pasti akan memberikan. “Tentunya akan ada bonus, setelah gubernur definitif resmi dilantik,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi. Kata dia, capaian kontingen Bali pada Asian Games 2018 adalah kebanggaan yang patut diapresiasi dengan penghargaan. Hanya saja, ia minta para atlet peraih medali jangan puas dengan capaian yang diraih saat ini. “Terus berlatih, tunjukkan prestasi untuk mengharumkan nama bangsa pada event olah raga selanjutnya,” pesannya.

Sebagaimana diketahui, pada ajang Asian Games 2018, lima atlet Bali berhasil  menyumbangkan empat medali yang terdiri dari dua emas, satu perak dan satu perunggu. Mereka yakni Sang Ayu Ketut Sidan Wilantari dan Ni Made Dwiyanti meraih medali emas dari nomor seni ganda putri cabang pencak silat. Kemudian ada pesilat muda Komang Harik Adi Putra juga berhasil meraih medali emas dari cabang pencak silat nomor tarung putra kelas E 65-70kg. Berikutnya ada nama Cokorda Istri Agung Sanistayarani yang menyumbangkan medali perak dari cabang karate.

Sedangkan Sanggoe Dharma Tanjung membawa pulang medali perunggu dari cabang skateboard. Sanggoe juga atlet Indonesia termuda (16 tahun) di ajang olahraga bergengsi Asian Games 2018. Penyambutan para atlet peraih medali di Bandara Ngurah Rai berlangsung meriah dengan pengalungan bunga dan penyerahan hadiah berupa uang dari BPD Bali. (humas-bali/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
11PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
83PengikutMengikuti
23PelangganBerlangganan