Sabtu, 18 Agustus 2018

Dua Pembalap Binaan AHRT Finish Empat Besar Suzuka Endurance 4 Hours

BALIPORTALNEWS.COM – Dua pembalap binaan Astra Honda Racing Team (AHRT), Tommy Salim, dan Muhammad Febriansyah, berhasil finish di posisi keempat ajang balap ketahanan dunia Suzuka World Endurance 4 Hours di Sirkuit Suzuka, Jepang, (28/7/2018). Pencapaian ini merupakan hasil positif yang membanggakan, mengingat keduanya baru pertama kali turun di ajang ini.

Suzuka World Endurance 4 Hours 2018, diikuti 64 tim dengan 2 pembalap setiap timnya. Tim AHRT yang menurunkan Tommy Salim, dan Muhammad Febriansyah, mampu menyelesaikan balapan 93 lap dengan total waktu 4 jam 5 menit 3 detik.

Sesuai tradisi balapan Suzuka World Endurance 4Hours, setelah lampu start menyala para pembalap harus berlari ke motornya untuk memulai balapan. Kondisi cuaca yang hujan menguji strategi terbaik yang telah direncanakan tim dan pembalap.

Tommy Salim yang turun sebagai pembalap pertama AHRT di ajang ini, mengawali balapan dari posisi ketujuh, hasil dari sesi kualifikasi di hari sebelumnya. Sesaat setelah lampu start menyala, Tommy langsung berlari menuju Honda CBR600RR tunggangannya. Namun sayang, start yang dia lakukan kurang mulus sehingga ia harus berada di posisi ke -11 di awal balapan.

Seiring jalannya balapan, Tommy pun berhasil memperbaiki catatan waktu dan dapat mengisi posisi lima besar. “Saya mendapatkan banyak pelajaran berharga di ajang balap ini, mengingat pesaing-pesaing kami telah memiliki pengalaman. Kondisi cuaca yang hujan saat memulai balapan menjadi tantangan bagi saya, karena baru pertama kali saya menggunakan Honda CBR600RR dalam kondisi hujan. Namun, saya terus berusaha melakukan perbaikan waktu dan dapat berada di posisi lima besar,” ujar Tommy.

Fokus pembalap diuji dalam menaklukkan Sirkuit Suzuka selama 4 jam. Insiden pun kerap terjadi hingga keluarnya safety car sebanyak tiga kali dalam rentang satu jam jelang akhirnya balapan. Setiap tim berusaha menyesuaikan strateginya, termasuk tim AHRT yang berjuang meningkatkan posisi hingga akhir balapan.

Muhammad Febriansyah yang turun sebagai pembalap kedua, berusaha untuk tetap fokus. Meneruskan perjuangan Tommy, Feri menjaga dirinya untuk dapat konsisten mengikis waktu dengan pembalap terdepannya. Persaingan dengan pembalap Thailand dan tuan rumah dalam posisi lima besar membuat Feri memberikan kemampuan maksimalnya, namun harus puas untuk finish di posisi empat. “Perubahan cuaca saat berjalannya balapan, proses penggantian ban tentu menjadi tantangan tersendiri bagi saya maupun tim. Saya berusaha untuk mendekati posisi tiga besar, namun kondisi balapan membuat hadirnya safety car hingga tiga kali yang membuat saya harus terus sigap menyesuaikan keadaan hingga akhir balapan,” ujar Feri.

Selain Tommy Salim dan Muhammad Febriansyah, yang diturunkan dalam Suzuka World Endurance 4Hours, AHRT juga menurunkan pembalap binaan AHM lainnya, Andi Gilang Farid Izdihar pada kelas Suzuka World Endurance 8Hours. (ngr/bpn)

Porsenicam Abiansemal Resmi Dibuka

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Pekan Olahraga dan Seni Kecamatan (Porsenicam) Abiansemal secara resmi dibuka Camat Abiansemal I Gusti Ngurah Suryajaya di Lapangan Umum Kopral I Wayan Surem, Blahkiuh, Jumat (27/7/2018) ditandai pelepasan burung.

Acara Pembukaan Porsenicam Abiansemal diawali dengan jalan santai diikuti Tripika Kecamatan Abiansemal, para pelajar, Perbekel bersama staf desa serta jajaran pegawai Kecamatan Abiansemal.

Sekcam Abiansemal Ida Bagus Mas Arimbawa melaporkan, Porsenicam Abiansemal tahun ini mengambil tema “Melalui Porsenicam Abiansemal Tahun 2018 kita tingkatkan prestasi generasi muda dibidang olahraga dan seni untuk mengikat jalinan rasa persatuan dan kesatuan dalam rangka mewujudkan Bali yang shanti dan jagadhita”.

Ada empat cabang olahraga yang dipertandingkan yaitu; Tenis Meja Perorangan, Tenis Meja Beregu, Bola Volly dan Bulu Tangkis Beregu. Sementara cabang seni melombakan tiga cabang yaitu; lomba merangkai janur PKK, lomba pidato bahasa bali remaja/SMP dan lomba mesatua bali anak-anak/SD. Porsenicam diikuti masing-masing Desa se-Kecamatan Abiansemal yang terdiri dari 18 Desa. Para juara diberikan hadiah berupa piala, piagam penghargaan dan hadiah uang.

Camat Abiansemal I Gst Ngr. Suryajaya dalam sambutannya menekankan bahwa Porsenicam ini ajang bergengsi sebagai wadah melahirkan generasi baru dibidang atlet maupun olahragawan khususnya di Kecamatan Abiansemal yang akan berlaga serta membawa nama baik Kecamatan ke tingkat seleksi yang lebih tinggi. Untuk itu diharapkan seluruh pecinta, pemain, pelatih dan pendukung serta pemerhati olahraga selalu mengedepankan sikap kedewasaan dan menjunjung sportivitas berkompetisi.

“Juara bukan satu-satunya tujuan dari Porsenicam ini, namun lebih dari itu yakni menjadikan kompetisi olahraga sebagai alat mengikat-eratkan jalinan rasa persatuan dan kesatuan, terlebih lagi dalam rangka mewujudkan ajeg bali sebagai suatu realitas kehidupan masyarakat bali, khususnya di Kecamatan Abiansemal,” jelas Suryajaya. (humas-badung/bpn)

Duel Indonesia Vs Filipina Buka AFF U16 Championship

BALIPORTALNEWS.COM – Turnamen sepakbola AFF U16 Championship segera digelar. Timnas Indonesia berumur 16 tahun siap merebut gelar juara turnamen terakbar se-Asia Tenggara ini. Pertandingan Indonesiakontra Filipina akan membuka kompetisi pada hari Minggu, 29 Juli 2018 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo dan akan ditayangkan secara LIVE di Indosiar pukul 18.30 WIB. Akankah bakat – bakat muda terbaik bangsa akan membawa trofi kemenangan di AFF U16 Championship? Saksikan AFF U16 Championship eksklusif hanya di Indosiar!

Pertandingan sepakbola bergengsi Indonesia Go-Jek Liga 1 Bersama BukaLapak juga masih berlanjut di Indosiar, yang saat ini mulai memasuki pekan kedelapan belas pada hari Jumat, 27 Juli 2018 dengan mempertandingkan Mitra Kukar FC vs Arema FC LIVE pukul 15.00 WIB, PERSIJA Jakarta vs Bhayangkara FC LIVE pukul 17.30 WIB; Sabtu, 28 Juli 2018 PSMS Medan vs Bali United LIVE pukul 18.30 WIB dan Senin, 30 Juli 2018 PS Tira vs PERSIB Bandung LIVE pukul 15.00 WIB.

Sementara itu dari Bintang Pantura 5, ajang pencarian bakat ini telah memasuki Panggung 36 Besar sejak Rabu lalu. Seluruh peserta mengerahkan segala kemampuan mereka untuk bersaing demi lolos ke babak selanjutnya. Begitupun dengan para Mentor yang saling mengunggulkan anak didiknya. Keseruan terjadi di atas panggung ketika seluruh yang hadir di studio dikejutkan oleh kehadiran sosok pria yang dikenal sebagai “Babang Tamvan” yaitu Andika, mantan vokalis Kangen Band. Andika menghebohkan panggung dengan menyanyikan lagu “Yolanda” yang berhasil membuat Dewi Persik menyanyi bersama. Dari 4 peserta yang telah tampil kemarin, Orien Pratiwi dan Putri Jamila berhasil memukau mentor hingga terpilih untuk melangkah maju ke babak selanjutnya. Sementara Duo Gemes dan Afni Hoba harus terhenti langkahnya dan meninggalkan panggung Bintang Pantura. Saksikan terus Bintang Pantura 5 setiap hari LIVE pukul21.00 WIB di Indosiar!

Ajang pencarian bakat komika terbaik seluruh Indonesia yaitu Stand Up Comedy Academy kini sedang melangsungkan audisi di beberapa kota di Indonesia. Setelah kota Yogyakarta, Surabaya, Bandung dan Medan, kini audisi berlanjut ke kota Makassar pada hari Sabtu, 28 Juli 2018 di Gedung Mulo Makassar mulai pukul 08.00 WIB. Audisi ini dapat diikuti oleh pria maupun wanita tanpa ada batasan umur. Ayo ikuti audisi Stand Up Comedy Academy 4 kota Makassar! Gratis!

Dalam rangka Asian Games 2018, Indosiar akan menayangkan Euforia Asian Games 2018 mulai hari Rabu, 1 Agustus 2018 pukul 10:00, 15:30 dan 23:00 WIB. Dapatkan berbagai informasiberisikan aneka kiprah menarik dari atlet anak bangsa yang menginspirasi hingga berbagai pernak – pernik Asian Games lainnya. (r/bpn)

Bhayangkara Menang 3-2 Atas Bali United, Wakapolda Bali Beri Ucapan Selamat

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Dihadapan lebih dari 19.000 penonton, Bhayangkara FC menaklukan Bali United dalam laga pekan ke-17 Liga 1 dengan dramatis di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (21/7/2018) malam. Unggul 2-1 di babak pertama, Bali United justru menelan pil pahit saat laga berakhir dengan skor 3-2.

Malvin Platje membawa tuan rumah unggul lebih dulu di menit 9. Pemain bernomor punggung 90 ini mencetak gol lewat sundulan terarah memanfaatkan umpan tendangan bebas dari Fadil Sausu. Di menit 33, The Guardian bisa menyamakan kedudukan lewat tendangan first time Marinus Wanemar.

Berselang 2 menit, Bali United kembali unggul. Di menit 35, tandukan Dallen Doke membawa Bali United unggul 1-2 di babak pertama.

Ketinggalan satu gol, membuat Bhayangkara FC meningkatkan tempo permainan. Di menit 56, kerja keras mereka membuahkan hasil. Gol salto Elio Martin dapat menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Tendangan kedua firt time Marinus Wanemar pada injury time, memberikan duka bagi Bali United. Gol yang terjadi di detik-detik laga usai itu, akhirnya membungkam pasukan Serdadu Tri Datu. Hingga wasit meniup peluit panjang, tim tamu Bhayangkara FC akhirnya menang 3-2.

Wakapolda Bali, Brigjen Pol. Drs. I Wayan Sunartha didampingi Pejabat Utama Polda Bali dan Kapolres se-Bali langsung turun ke lapangan untuk memberikan ucapan selamat kepada pelatih, manajer dan pemain Bhayangkara FC. “Selamat atas kemenangan Bhayangkara malam ini,” ucapnya.

Sementara untuk mengamankan jalannya pertandingan, Polres Gianyar mengerahkan ratusan personel di back up pasukan Brimob dan Dalmas Polda Bali. Bahkan 3 unit mobil water canon disiagakan di dua sisi sudut lapangan. Tidak hanya itu, satu unit rantis Baracuda juga disiagakan di dekat lobi Stadion Kapten I Wayan Dipta, untuk melakukan escape apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.(bina/polda-bali/bpn)

Ali Adriansyah Rusmiputro Menghadapi Ujian Berat di Misano

BALIPORTALNEWS.COM – Penampilan pebalap Indonesia Ali Adriansyah Rusmiputro menghadapi ujian berat di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Italia pada putaran ke-6 ajang World Supersport 300 (WSSP300), akhir pekan kemarin, Minggu 8 Juli 2018.

Kesulitan yang dialami pebalap bernomor 12 itu sudah dimulai sejak sesi latihan bebas di hari Jumat. Ketika itu settingan sepeda motornya terasa kurang nyaman. Yamaha YZF-R3 yang menjadi tunggangan Ali Adriansyah belum mendapat set-up maksimal seusai kecelakaan parah yang dialami pada balapan sebelumnya di Sirkuit Brno, Ceko. Sepeda motor itu baru dicoba kembali oleh Ali Adriansyah setelah menjalani pemulihan di Jakarta selama hampir satu bulan.

Kerja keras mekanik tim untuk mengubah set-up di sesi latihan bebas pertama sudah mendekati harapan. Di akhir sesi itu Ali Adriansyah mampu mencatat waktu 1menit 53,238detik serta membukukan kecepatan tertinggi 176,2km/jam. Top speed di sesi Free Practice 1 itu dipegang oleh Borja Sanchez yang menunggang Kawasaki 400 dengan 182,7km/j.

Hasil tersebut memberi petunjuk positif kepada tim sekaligus dapat memaksimalkan set-up agar sepeda motor lebih nyaman dikendalikan. Namun hujan turun di sesi latihan bebas kedua. Kondisi itu membuat tim memutuskan untuk tidak masuk ke lintasan. Tentu saja membuat tim tidak mendapat hasil atas optimalisasi set-up yang sudah dilakukan sebelumnya.

“Free practice 1 saya masih set-up dengan motor karena saya merasa kurang nyaman. Di FP 2 kita enggak keluar karena hujan, ” ucap Ali Adriansyah.

Keesokan harinya, di sesi Superpole 1 cuaca kembali cerah. Optimisme menyelimuti tim juga Ali Adriansyah. Apalagi pebalap di bawah naungan Pertamina Enduro Racing Team itu mampu membukukan waktu tercepat di sektor 1, juga personal best time di sektor 2. Dan itu terjadi di awal Superpole. Sayang, di sektor tiga lap ketiga, Ali Adrian ditabrak pebalap lain hingga keluar lintasan dan tak dapat melanjutkan sesi kualifikasi.

“Di Superpole 1 saya sudah mendapatkan waktu tercepat pada sektor 1 dan personal best di sektor 2 tetapi di sektor 3 saya ditabrak dan tidak bisa melanjutkan balap,” papar Ali Adriansyah.

Meski tidak dapat menjalani Superpole secara penuh catatan waktu Ali Adriansyah di SP1 masih mampu membuatnya menduduki start ke 23 dari 40 pebalap. Meski posisi start kurang menguntungkan, optimisme Ali Adriansyah tetap tinggi.

Di hari balapan itu, cuaca di Sirkuit Misano terbilang panas. Temperatur udara mencapai 30 derajat Celcius sementara suhu trek di kisaran 47 derajat. Dengan kondisi demikian sudah diperkirakan balapan akan berlangsung berat, baik bagi pebalap maupun tunggangan mereka.

Start dilakukan dengan mulus oleh Ali Adriansyah. Di akhir lap pertama ia sudah naik dua posisi. Pada lap berikutnya, ia kembali naik dua posisi. Ali Adriansyah semakin termotivasi untuk bertarung lebih keras. Di lap keempat ia sudah berada di posisi 16 atau naik 7 posisi dari saat start. Settingan sepeda motornya benar-benar sudah seperti yang ia inginkan, dan itu membuatnya terus menyerang ke depan, bersaing dengan penunggang Kawasaki dan KTM yang bertenaga lebih besar. Di lap ke-6 ia bahkan mampu naik satu posisi lagi ke posisi 15, sebuah posisi penting karena akan membuahkan poin di kejuaraan. Posisi itu terus ia pertahankan hingga lap 8.

Usaha keras Ali Adriansyah rupanya menguras kemampuan sepeda motor, terutama bannya. Di tikungan 3 pada lap 9, ban depannya kehilangan traksi. Sebuah keadaan yang sangat berbahaya apalagi terjadi di saat menikung. Alhasil sepeda motornya tergelincir. Dalam kondisi itu Ali Adriansyah tidak dapat berbuat banyak. Ia dan sepeda motornya akhirnya terjatuh hingga keluar lintasan. Sepeda motornya mati, Ali Adriansyah tak dapat melanjutkan lomba. Itulah puncak ujian baginya di Sirkuit Misano.

Hasil tidak menguntungkan memang harus diterima Ali Adriansyah Rusmiputro. Usaha keras memperbaiki keadaan sudah maksimal dilakukan sepanjang lomba meski tidak berujung manis. Kendati demikian Ali Adriansyah tidak ingin rasa kecewanya membuat ia kehilangan semangat. Menurutnya ia akan tetap optimis dalam menghadapi balapan berikutnya di Sirkuit Aragon.

“Tetap fokus dan terus positif untuk race selanjutnya di Aragon,” ucap Ali Adriansyah.

Selepas balapan di Misano, Ali Adriansyah Rusmiputro bakal tampil di ajang CEV Supersport 300 pada 13-15 Juli ini. Kejuaraan yang berlangsung sebanyak 6 putaran itu memang masuk dalam jadwal kejuaraan yang diikuti Ali Adriansyah di 2018. Hanya saja ia tidak turun di semua putaran karena ada jadwal yang bentrok dengan WSSP 300, kejuaraan yang menjadi fokus utama Ali Adriansyah. (r/bpn)

Pembalap Astra Honda Siap Ukir Prestasi Di Suzuka World Endurance

BALIPORTALNEWS.COM – Pembalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Andi ”Gilang’’ Farid Izdihar, siap memberikan kebanggaan bangsa dengan berlaga di ajang balap ketahanan dunia Suzuka World Endurance 8 Hours di sirkuit Suzuka Jepang, (26-29/7/2018).

Andi Gilang menjadi satu-satunya pmebalap Tanah Air yang bertarung dengan tunggangan Honda CBR1000RR dalam tim Honda Asia Dream Racing. Balapan ini juga diikuti pembalap MotoGP Takaaki Nakagami, pembalap Moto2 Isaac Vinales, serta pembalap-pembalap yang bersaing di ajang Superbike World Championship lainnya.

Tahun ini, Honda Asia Dream Racing diperkuat 3 pembalap, yakni Andi Gilang (Indonesia), Zaqhwan Zaidi (Malaysia), dan Troy Herfoss (Australia).

Sirkuit Suzuka bukanlah hal baru bagi Andi Gilang. Sebelumnya, pembalap asal Bulukumba, Sulawesi Selatan ini pernah mencicipi tantangan di Sirkuit Suzuka saat turun di ajang Asia Road Racing Championship, Asia Talent Cup maupun Suzuka World Endurance 4 Hours di tahun 2015.

Kendati baru pertama kali balapan menggunakan Honda CBR1000RR, Andi optimis dalam menghadapi balap ketahanan dunia tahun ini. “Saya senang sekali dapat terpilih mewakili Astra Honda untuk dapat mengikuti Suzuka World Endurance 8 Hours. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai target minimal saya di top 5,” kata Andi.

Sementara General Manager Marketing Planning and Analysis Division AHM, A. Indraputra, mengungkapkan keikutsertaan ini merupakan bagian dari pembinaan balap berjenjang AHM  dalam mendukung talenta balap Tanah Air. “Kami berharap pengalaman berharga yang didapatkan Andi Gilang dalam balapan ini dapat semakin menempanya menjadi pembalap berprestasi kelas dunia,” ujar Indraputra.

Pada ajang Suzuka World Endurance 4 Hours, Astra Honda Racing Team (AHRT) menurunkan dua pembalap binaannya, yakni M. Febriansyah, dan Tommy Salim. Feri panggilan dari M. Febriansyah memiliki bekal pengalaman balap di Sirkuit Suzuka, saat dirinya turun di ajang Asia Dream Cup seri 2016. Sementara itu, Tommy Salim, yang merupakan kakak kandung dari pembalap CEV Moto3 Junior World Championship Gerry Salim, merupakan lulusan dari Suzuka Racing School. Bekal yang dimiliki kedua pembalap ini  menjadi optimisme tersendiri untuk AHRT mencetak prestasi di ajang balap ini. “Pengalaman yang dimiliki Feri dan Tommy di Sirkuit Suzuka tentu menjadi bekal berharga yang diharapkan dapat menorehkan prestasi yang membanggakan bangsa,” ucap Indraputra. (ngr/bpn)

24 Juli Pawai Obor Asian Games Melintas di Titik Nol Kota Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM – Kota Denpasar merupakan salah satu kota yang akan dilewati Obor Asian Games (Torch Relay) tahun 2018. Adapun Obor tersebut akan diterima Pemkot Denpasar di kawasan Subak Sembung yang merupakan salah satu obyek wisata pertanian tengah kota Denpasar. Hal tersebut terungkap saat pelaksanaan Rapat Asistensi dan Supervisi bidang Kepemudaan dan Olahraga serangkaian Asian Games ke VIII tahun 2018 di Hotel A One Jakarta, Kamis (5/7/2018) yang dibuka Plt. Dirjen Pembangunan Daerah Kemendagri, Diah Indrajati.

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, Kadisdikpora Kota Denpasar, I Wayan Gunawan, Ketua KONI Denpasar, IB Toni Astawa, Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Denpasar, AAN Wijaya Asmara bersama seluruh perwakilan provinsi serta kabupaten/kota yang akan dilalui obor Asian Games.

Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Diah Indrajati dalam sambutanya mengatakan bahwa rapat ini secara teknis bertujuan guna memastikan kesiapan provinsi dan kabupaten/kota yang akan dilalui pawai obor Asian Games tahun 2018. “Sebagai tuan rumah penyelenggaraan, kami hanya ingin memastikan segala lini siap dalam pelaksanaan Asian Games tahun 2018,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, adapun obor Asian Games sedianya akan dilaksanakan pada 15 Juli mendatang di India, selanjutnya obor akan tiba di Indonesia pada 17 Juli di Yogyakarta yang sedianya akan dilaksanakan penyatuan api dengan Mrapen di Candi Prambanan. Setelah itu pawai obor akan dilanjutkan menuju 18 provinsi dan 49 kabupaten/kota di Indonesia yang salah satunya akan melintasi Kota Denpasar pada 24 Juli 2018 “Kami harap seluruh daerah mampu menunjukan potensi seni dan kebudayaan sebagai ajang promosi terhadap pengembangan pariwisata daerah masing-masing,” paparnya.

Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara menjelaskan bahwa pada prinsipnya Kota Denpasar siap mensukseskan gelaran olahraga terbesar di Benua Asia ini. Dimana, gelaran Asian Games tahun 2018 yang dilaksanakan di Jakarta-Palembang pada Agustus mendatang ini mampu dimanfaatkan seluruh atlet di Bali khususnya Kota Denpasar untuk bersaing dengan sportif serta mengedepankan fair play dalam melaksanakan tugas menjadi kontingen.

“Pada prinsipnya Pemkot Denpasar siap menyambut obor Asian Games dan menyukseskan serta meramaikan pelaksanaan Asian Games ke VIII tahun 2018, serta mengucapkan terimakasih atas apresiasi yang diberikan dengan memilih Denpasar sebagai salah satu tujuan Pawai Obor Asian Games tahun 2018 yang tentunya menjadi wahana dalam mendukung perkembangan olahraga dan ajang promosi pariwisata di Kota denpasar,” ujar Rai Iswara.

Kadisdikpora Kota Denpasar, I Wayan Gunawan mengatakan bahwa obor Asian Games (Torch Relay) direncanakan akan tiba di Kota Denpasar pada 24 Juli mendatang. Adapun rutenya yakni Subak Sembung, Jalan A Yani, Jalan Maruti, Jalan Cokroaminoto, Jalan Sutomo, Jalan Gajah Mada, Kawasan Catur Muka, Jalan Surapati, Jalan Kapten Agung, Jalan PB. Sudirman, Jala  Tjok Agung Trisna, dan berakhir di Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi, Renon untuk dilanjutkan oleh Pemprov Bali.

Sementara, Ketua Umum KONI Denpasar, IB Toni Astawa  mengaku pihaknya telah menyiapkan atlit sebagai pelari yang nantinya membawai obor Asian Games di Kota Denpasar. “Baik atlet di cabang olahraga maupun tim atlet pembawa api obor secara umum kami di KONI Denpasar telah siap,” pungkasnya. (ags/humasdps/bpn)

Pulih Dari Cedera, Ali Adriansyah Rusmiputro Siap Hadapi Balapan di Sirkuit Misano

BALIPORTALNEWS.COM –Setelah rehat selama satu bulan, gelaran World Supersport 300 (WSSP 300) kembali bergulir akhir pekan ini, 6-8 Juli 2018. Pada putaran ke-6 ini para pebalap muda akan menghadapi tantangan Misano World Cicuit Marco Simoncelli, Italia.

Sirkuit Misano merupakan salah satu sirkuit yang terbilang ‘angker’ di dunia balap motor. Beberapa kecelakaan parah terjadi di Misano, bahkan hingga merenggut nyawa. Pebalap legenda Wayne Rainey harus mengakhiri karirnya di sirkuit ini akibat kecelakaan pada tahun 1993. Ketika itu Rainey tengah bertarung dengan Kevin Schwantz memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 1993 yang kala itu masih  bernama GP500.

Keangkeran Sirkuit Misano tak lain karena karakter sirkuit ini yang cepat dan teknikal. Meski sempat mengalami perombakan, karakter menantang sirkuit yang pertama kali digunakan pada 1972 itu tak pernah hilang. Di sirkuit inilah para pebalap dapat menikmati kecepatan tinggi namun dituntut untuk mengeluarkan semua kemampuan mereka dalam menunggang sepeda motor. Di sirkuit ini pebalap jangan terlena dengan kecepatan. Sebab, salah sedikit saja akan menyebakan kecelakaan yang fatal.

Tantangan Sirkuit Misano pernah juga dirasakan Ali Adriansyah Rusmiputro setahun silam di ajang yang sama yaitu WSSP 300. Ketika itu Ali Adrian memperlihatkan kemampuannya bersaing dengan pebalap-pebalap Eropa yang terkenal agresif.  Meski start 22, ia melesat ke posisi 7 pada 3 lap sebelum finish. Sayangnya, agresivitas Adrian di balapan tersebut membuat ban depan sepeda motornya kehilangan grip lebih cepat.  Kondisi ban yang sudah tidak optimum menggigit lintasan itu membuat ia low slide alias terjatuh. Adrian mampu bangkit dan kembali ke lintasan, namun sepeda motornya sudah kehilangan taji untuk bertarung.  Akhirnya, meski sempat masuk pit untuk memperbaiki kerusakan, Ali Adrian harus mundur dari lomba.

Pada balapan kali ini tekad rider Yamaha MS Racing Team itu tetap membara untuk memberi yang terbaik. Ali Adrian juga mengaku telah pulih dari cedera akibat kecelakaan yang ia alami pada balapan sebelumnya di Brno.

Dalam kecelakaan itu Ali Adriansyah sempat tak sadarkan diri akibat mendapat benturan keras di dada dan lehernya. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit di Brno, namun diperbolehkan pulang untuk menjalani pemulihan lebih lanjut di Jakarta.

Alhamdulillah saya ditangani secara baik dan intense dengan beberapa terapi. Saya merasa baik.”

Di sela-sela pemulihan, Ali Adrian juga tetap berlatih dengan sepeda motornya.

“Saya melakukan latihan motor yang berbeda mencoba beberapa teori dan Insya Allah berjalan lancar,” ucapnya.

Sepanjang masa pemulihannya itu, Ali Adriansyah berada di tanah air dan sekaligus berkumpul bersama keluarga untuk merayakan Idul Fitri. Bagi pebalap di bawah naungan manajemen Mahkota Rusmindo International tersebut, berada dekat dengan keluarga menjadi penambah semangat tersendiri dan membuatnya tetap termotivasi.

“Selalu spesial bisa lebaran dan liburan bersama keluarga besar,” ucap Ali Adriansyah.

Pebalap penunggang motor Yamaha YZF-R3  bernomor 12 itu  mengaku senang dapat kembali ke lintasan terutama beraksi di Misano World Circuit Marco Simoncelli.

“Somoncelli itu figur yang luar biasa sebagai pebalap motor. Meski belum pernah bertemu secara pribadi, saya cukup senang bisa balap di sirkuitnya,” pungkas Ali Adriansyah.

Balapan WSSP 300 putaran ke-6 ini akan berlangsung di hari Minggu pada pukul 14.20 waktu setempat atau 19.20 WIB.  Sebelum balapan didahului sesi latihan bebas pada hari Jumat dan sesi kualifikasi Superpole pada hari Sabtu. (r/bpn)

Bali Open 2018 Paling Ramai Di Kategori Pemula

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR –  Pada masa awal digelarnya Kejuaraan Tenis Meja Bali Open peserta biasanya paling banyak di kategori junior, namun belakangan berbeda. Seperti Bali Open 2018 justru yang paling banyak peminatnya adalah kategori pemula , yaitu kategori usia di bawah 12 tahun. Tak kurang sebanyak 111 pemain putra dan putri beradu kemampuan dan teknik permainan di kategori pemula tunggal putra/putri dari total 349 atlet yang berlaga di Kejurnas Tenis Meja Bali Open 2018. Bahkan banyak peserta pemula yang baru berusia 7 – 8 tahunan yang terlihat cukup menarik karena tinggi mereka hanya setinggi meja.

“Kondisi ini menunjukkan tumbuhnya kaderisasi dan regenerasi khususnya di kalangan atlet usia dini cabang olahraga tenis meja di Bali,” jelas Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia Provinsi Bali (PTMSI Bali) Bintang Puspayoga yang didampingi Bidang Pembinaan I Gede Ardika saat menyaksikan pertandingan hari kedua Minggu (1/7/2018) di GOR Lila Bhuwana Denpasar.

Menurutnya, hal ini tak lepas dari semakin gencarnya para klub untuk melatih anak anak usia dini sehingga semakin banyak tumbuh bibit bibit atlet tenis meja potensial. “Yang juga tak kalah penting adalah semakin banyaknya kejuaraan yang memberi ruang bagi kategori pemula sehingga anak-anak dan para klub semakin semangat menempa atlet usia dini,” tegas Bintang Puspayoga.

 Pihaknya mengapresiasi klub dan pengurus kota/kabupaten yang bersemangat melatih anak-anak di usia dini. “Memang tidak mudah, tapi kalau mau serius dilakukan, upaya ini akan memberi harapan besar akan semakin meningkatnya prestasi cabor tenis meja di Bali,” tegas Bintang sambil tersenyum ramah. Karena semakin dini anak-anak dilatih dengan tekun dan serius semakin besar peluang untuk berprestasi. PTMSI Bali memang sejak awal mengharapkan agar salah satu fokus pembinaan adalah pada atlet usia dini yaitu di kelas pemula.

Pertandingan hari kedua yang menggelar kategori tunggal putra putri pemula, kadet dan junior cukup meriah. Sebanyak 8 meja pertandingan sejak pagi selalu penuh oleh adu unjuk kemampuan para atlet-atlet cilik mulai dari pemula hingga junior. Pada kategori tunggal pemula putra/putri telah berhasil menyisihkan atlet-atlet cilik ke babak selanjutnya. Sebanyak  15 orang atlet berhasil menjadi jawara di pool masing-masing dan lolos ke babak 15 besar. Beberapa nama diantaranya adalah Diandra dari PTMSI Kab Badung, Pipin dari Klub Menuri, Dhira Klub Hikada dan Desak Sladia dari Klub Sepa Denpasar.

Atlet Diandra dari PTMSI Kab Badung berhasil melibas lawan-lawannya dengan mudah. Pada pertandingan dengan Anggun dari PTM Tapak Dara, Diandra berhasil mengumpulkan angka kemenangan 3-0. Sedangkan ketika melawan Sinta, Diandra berhasil menundukkan atlet PTM Tema Tangkas tersebut dengan skor 3-1. Sementara Pipin dari PTM Menuri juga berhasil lolos ke babak 15 besar setelah meraih kemenangan dengan skor 3-0 dari kedua lawannya yaitu Kadek Nia (PTM Sepa) dan Komang Sakah (PTM Celepuk).

Hal yang sama juga diraih Desak Sladia yang berhasil meraih point 4 setelah menghadang lawan-lawannya yaitu Cahaya (PTM Tangkas) dan Komang Sri (PTMSI Kab Karangasem) dengan skor langsung 3-0. Atlet potensial lainnya Dhira dari PTM Hikada juga berhasil meraih kemenangan 3-0 atas kedua lawannya yaitu Gita (PTM Bintang Terang) dan Komang Putri (PTM Tema Tangkas) sehingga berhasil meraih tiket ke babak 15 besar.

Sementara itu di kategori Beregu Antar Koperasi yang diikuti 41 regu terjadi persaingan ketat antara tim lokal dengan tim luar Bali.  Saat ini yang berhasil lolos ke babak selanjutnya adalah 12 koperasi antara lain KPN Dharma Wiguna, Amoghasidhi, Koperasi Kuta Mimba, KSU Pemogan, PRIMKOPOL,  JAMKRINDO C, Koperasi SMESCO Jakarta dan lain lain. Mereka menempati peringkat teratas dalam pool setelah berhasil menyingkirkan lawan-lawannya dan berhasil meraih tiket ke babak lanjutan yaitu babak 12 besar. (r/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan