21 C
Denpasar
Minggu, 21 Oktober 2018

Ali Adriansyah Berharap Kompetisi di WSSP300 Dapat Kembali Seimbang

BALIPORTALNEWS.COM  Ajang World Supersport 300 (WSSP300) telah menuntaskan musim balap keduanya di tahun 2018 ini. Sirkuit de Nevers Magny-Cours, Prancis menjadi ajang pertarungan terakhir para pebalap.

Rider wanita asal Spanyol Ana Carrasco keluar sebagai juara sekaligus wanita pertama yang menjadi juara dunia di arena balap motor.  Pebalap berusia 21 tahun ini unggul tipis 1 poin dengan pesaing terdekatnya Mika Perez. Ana menutup musim dengan 93 poin sementara Mika 92 poin.

Pada musim kedua WSSP300 ini ada hal menarik. Yang paling nyata adalah dominasi pebalap Kawasaki terhadap lawan-lawan mereka yang menunggang KTM, Honda dan Yamaha. Dalam klasemen akhir kejuaraan, rider Kawasaki  menguasai posisi Top 5.  Bahkan di Top 10, setengahnya merupakan penunggang Kawasaki. Sisanya, diisi oleh tiga rider Yamaha dan dua KTM.

Dominannya pebalap-pebalap Kawasaki di tahun ini tak bisa dipungkiri akibat tunggangan mereka yang lebih perkasa yaitu Kawasaki Ninja 400.  Sepeda motor ini memiliki kubikasi mesin yang lebih tinggi dibanding Yamaha dan KTM. Yamaha turun dengan YZF-R3 berkubikasi 321cc, sementara KTM dengan RC390 yang memiliki kapasitas mesin 375cc. Dan Honda mengunakan CBR500R berkubikasi 500cc.

Dilihat dari tunggangan, Yamaha menjadi sepeda motor yang paling kecil kapasitas mesinnya di WSSP300 musim balap 2018.  Yamaha yang tampil juara di tahun sebelumnya, kali ini harus menyerah. Meski Dorna, selaku penyelenggara WSSP300 sudah membuat regulasi untuk menyetarakan persaingan, mesin Ninja 400 masih terlalu kuat bagi yang lain.

Di sepanjang musim balap 2018 ini rider Kawasaki sangat sulit untuk dikalahkan. Performa mesin Kawasaki begitu dominan. “Kalau untuk mengejar mungkin masih bisa, tapi untuk mendahului sangatlah sulit,” ucap Ali Adriansyah Rusmiputro.

Sebagai penyelenggara, Dorna sebenarnya sudah mengantisipasi perbedaan kubikasi Kawasaki dibanding sepeda motor lain. Hal itu dilakukan lewat regulasi pembatasan putaran mesin dan bobot sepeda motor.

Sayangnya regulasi itu belum begitu terasa di tiga seri awal. Pebalap Kawasaki betul-betul unggul jauh. Saat latihan pertama di Aragon saja Kawasaki sudah lebih cepat 5 detik dari yang lain.

Melihat kondisi itu Dorna kemudian merevisi pembatasan rpm untuk Kawasaki dan membatasi dari sebelumnya 12.000rpm menjadi 10.800rpm.

Sayangnya revisi regulasi itu belum membuahkan hasil yang maksimal. Meski sudah mulai mampu memperpendek jarak, pebalap Yamaha masih kalah dari Kawasaki.

“Kami hanya mengandalkan slipstreaming di belakang Kawasaki atau KTM jika ingin memangkas waktu,” ujar Ali Adriansyah.

Menurut pebalap Pertamina Enduro Racing Team itu, strategi “mencuri” slipstream awalnya tidak disadari oleh rider Kawasaki. Sehingga pebalap Yamaha mampu mencatat waktu yang bagus.  Tetapi di seri berikutnya rider Kawasaki mulai sadar dan selalu menghindar jika ada pebalap Yamaha di belakang mereka.

Ali Adriansyah sendiri mengakui jika Dorna sudah mencoba bersikap adil. Hanya saja penyelenggara balap motor terkemuka itu belum menemukan formula yang tepat agar semua sepeda motor yang berlaga bertanding dengan setara.

“Saya mengapresiasi Dorna selaku penyelenggara, yang membuat revisi perubahan regulasi. Akan tetapi, mungkin karena Ninja 400 baru muncul menjelang musim balap, Dorna tidak cukup waktu untuk mengatur pembatasan rpm yang lebih pas,” ucap Ali Adriansyah.

Ali Adriansyah berharap di musim 2019 Dorna dapat lebih tajam lagi dalam membuat regulasi agar tercipta sebuah kompetisi yang lebih fair.

“WSSP300 pada awalnya kan punya visi untuk menghadirkan sebuah kompetisi yang bagus bagi para pebalap muda, seperti yang sudah terjadi di 2017,” ucap Ali Adriansyah. “Jangan sampai visi tersebut hilang dan kompetisi menjadi tidak seimbang.”  (r/bpn)

Dimas Ekky Berlaga Di GP Moto2 2019

BALIPORTALNEWS.COM – Pembalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Dimas Ekky Pratama, akan berlaga di Grand Prix (GP) Moto2 2019 selama satu musim penuh. Tahun depan, Dimas menjadi satu-satunya pembalap Indonesia yang bertarung di ajang balap tingkat dunia ini. Pada GP Moto2 2019, Dimas dipilih sebagai pembalap andalan Idemitsu Honda Team Asia, mewakili bakat-bakat terbaik dari belahan bumi Asia. Idemitsu Honda Team Asia, merupakan tim balap yang berpengalaman di ajang GP.

Pembalap berjuluk “Red Forehead” ini, pantas naik kelas. Berkaca dari prestasi, sederet gelar sudah ditorehkannya, termasuk menjadi juara di ajang Suzuka 4 Hours Endurance Race, juara Asia Road Racing Championship yang digelar di Sentul tahun lalu, hingga mengibarkan bendera Merah Putih untuk pertama kalinya di ajang CEV Moto2 European Championship dengan berdiri di podium ketiga pada seri Catalunya 2017.

Saat ini, pemilik nomor motor 20 itu, sedang berlaga di CEV Moto2 European Championship, salah satu ajang tolok ukur pembalap berbakat dunia, khususnya di Eropa. Dalam ajang yang pernah diikuti Marc Marquez, sebelum naik level ke MotoGP ini, Dimas bernaung di bawah Astra Honda Racing Team (AHRT). Berkiprahnya Dimas di GP Moto2 juga menjadi salah satu indikator suksesnya AHRT sebagai tempat penggemblengan pembalap muda berbakat binaan AHM.

Di CEV Moto2 European Championship musim balap 2018, Dimas bertengger di posisi ke-6 klasemen sementara dengan koleksi 70 poin, setelah berhasil finish keempat di seri Jerez, (30/9/2018). Ajang ini masih menyisakan dua seri, yakni di Albacete (2 race), dan Valencia. Tampilnya pembalap asal Depok, Jawa Barat di ajang balap setingkat di bawah MotoGP ini, menjadi sejarah baru pembinaan balap berjenjang yang dilakukan AHM. Proses yang secara konsisten dilakukan AHM ini memasuki fase baru dengan menemani pembalap binaannya berlaga semusim penuh di ajang kejuaraan dunia untuk mengejar prestasi lebih baik demi mengharumkan bangsa dan membuat bangga.

Direktur Pemasaran AHM, Thomas Wijaya, mengatakan dengan pencapaian ini maka program penjenjangan balapan terstruktur yang dilakukan perusahaan semakin membuahkan prestasi yang menjadi kebanggaan untuk bangsa Indonesia. ”Selamat untuk Dimas yang mampu menapakkan kaki ke GP Moto2 dengan setiap usaha kerja keras dan kerjasama. Kami berharap Dimas dapat terus berjuang maksimal dengan mental juara, untuk selalu menciptakan masterpiece, dan konsisten menginspirasi pembalap muda Indonesia lainnya untuk meraih mimpi berlaga di ajang kelas dunia,” ujar Thomas.

Bagi Dimas, kesempatan emas berlaga di GP Moto2 akan dimanfaatkannya sebagai salah satu tangga untuk mencapai mimpi tertinggi, yakni berlaga di ajang paling bergengsi MotoGP. Dirinya sadar, perjuangan di level lebih tinggi tidak akan mudah. ”Dapat tampil di GP Moto2 merupakan kesempatan berharga yang sangat saya nantikan. Tentunya tantangan yang dihadapi akan sangat berbeda, baik dari segi mesin, motor, maupun persaingan ketat kompetisinya. Sekuat tenaga saya akan berusaha memberikan prestasi terbaik demi nama harum bangsa Indonesia. Pengalaman mengikuti pembinaan berjenjang AHM akan menjadi modal penting untuk mengarungi musim balap GP Moto2 di tahun depan,” kata Dimas. (ngr/bpn)

Selamat Datang Spek 1500 cc di Kelas F1 Kejurnas Sprint Rally 2019

BALIPORTALNEWS.COM  – Ikatan Motor Indonesia (IMI) selaku induk olahraga otomotif Tanah Air, baru-baru ini mengumumkan sedikit perubahan awal mengenai regulasi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally 2019. Adapun perubahan yang telah diumumkan terkait satu kelas di Kejurnas Sprint Rally, yaitu F1 (sedan 0 – 1400 cc).

Rifat Sungkar selaku Ketua Komisi Rally IMI Pusat mengungkapkan bahwa IMI telah melakukan evaluasi terkait pembaruan kelas F1. Jika ditinjau dari cabang olahraga otomotif lain seperti Gymkhana ataupun Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM), para ATPM turut berkonsentrasi dan melakukan pengembangan terhadap kendaraan 1500 cc. Ditambah lagi dengan kemudahan-kemudahan yang didapat dengan membeli kendaraan 1500 cc yang dijual di Indonesia.

Di tahun 2017, IMI sebenarnya sudah sempat melakukan perubahan regulasi, yaitu mengganti kelas F1 dari yang sebelumnya 0 – 1200 cc menjadi 0 – 1400 cc dengan beberapa keleluasaan modifikasi. Namun  ternyata hal ini masih belum merangkul lebih banyak peminat. Dari empat putaran Kejurnas Sprint Rally yang sudah berlangsung di tahun 2018, tidak ada peningkatan signifikan dalam jumlah peserta di kelas F1.

Melihat keadaan seperti ini, IMI kembali melakukan evaluasi dengan membaca peta pasar. Jadi di tahun 2019, kami akan memperbarui bahwa kelas F1 yang akan digunakan oleh mobil sedan 0 – 1500 cc dengan modifikasi terbatas.

Loqy Siregar yang menjabat sebagai Ketua Komisi Teknik Mobil IMI Pusat menyampaikan beberapa perubahan untuk kelas F1. Ia mengatakan, “Kendaraan di kelas F1 untuk perlombaan sprint rally di tahun 2019 spesifikasi kendaraannya menyerupai kendaraan balap ISSOM untuk kelas ITCC 1500 cc dan jika ada kendaraan balap ISSOM atau eks-ISSOM yang mau ikut sprint rally, mereka hanya perlu melakukan beberapa perubahan.”

Adapun beberapa garis besar perubahan spesifikasi kelas F1 Kejurnas Sprint Rally 2019:

Kendaraan dengan kapasitas mesin 1500 cc tahun 1997 ke bawah dengan mesin karburator diperbolehkan melakukan perubahan sebagai berikut:

  • Penggantian mesin atau engine swap dengan engine series dari kendaraannya
  • Diperbolehkan memodifikasi menjai injection dengan stand alone ECU
  • Single throttle body dengan ukuran standar bawaan mesin
  • Sistem pengapian bebas
  • Camshaft, valve springs standar
  • Tidak diperbolehkan porting dan polish
  • Gearbox ratio standar, final drive bebas

Kendaraan dengan kapasitas mesin 1500 cc tahun 1997 ke atas, diperbolehkan melakukan perubahan sebagai berikut:

  • Penggantian mesin atau engine swap dengan engine series dari kendaraannya yang dipasarakan oleh ATPM
  • Pemakaian piggy back diizikan, stand alone ECU dilarang
  • Untuk semua kendaraan kelas F1, penggunaan Limited Slip Differential (LSD) diperbolehkan
  • Boleh menggunakan over fender agar mobil terlihat lebih sporty

Peraturan atau regulasi lengkap terkait Kejurnas Sprint Rally 2019 akan diumumkan oleh IMI Pusat pada 15 November 2018 mendatang.

Sementara itu, Hervian Soejono selaku Ketua Komisi Sprint Rally IMI Pusat menyampaikan bahwa perubahan di kelas F1 ini adalah salah satu langkah IMI untuk memudahkan peraturan nasional sekaligus menambah minat para peserta.

Pria yang akrab disapa Ian ini menambahkan, “Mengapa F1 menjadi salah satu perhatian utama adalah karena ini merupakan kelas yang bisa mendekatkan ATPM kepada cabang olahraga sprint rally, karena 1500 cc diisi oleh mobil dengan jumlah yang sangat banyak, terjangkau, serta sangat familiar.”

Varian kendaraan yang masuk dalam kategori F1, di antaranya Hyundai i20, Hyundai Getz, Mazda 2, Mitsubishi Mirage, Suzuki Splash, Suzuki Swift, Suzuki Baleno, Ford Fiesta, Daihatsu Sirion, Honda Brio, Honda Jazz, Honda Civic Wonder, Nissan March, Chevrolet Spark, Chevrolet Aveo, Toyota Yaris, Toyota Vios/Limo, Toyota Starlet, dan lain sebagainya.

Untuk para peserta kelas F1 non-seeded, selain memperebutkan gelar Kejurnas, mereka juga akan memperebutkan satu piala tambahan yang diberi nama Helmy Sungkar – Trendypromo Cup. Piala ini bertujuan untuk mengapresiasi para bibit muda yang baru terjun ke kancah sprint rally. Helmy Sungkar – Trendypromo Cup pun akan menjadi piala bergilir di tahun-tahun berikutnya. (humas-imi/bpn)

Tahun 2018 Menjadi Musim Balap Penuh Tantangan Bagi Ali Adriansyah Rusmiputro

BALIPORTALNEWS.COM – Sirkuit de Nevers Magny-Cours, Prancis menjadi arena penutup bagi kejuaraan World Supersport (WSSP300) untuk musim balap 2018. Bagi Ali Adriansyah Rusmiputro musim balap kali ini menjadi musim yang penuh tantangan dan cobaan.

Di balapan terakhirnya itu Ali Adriansyah harus puas finish di  posisi 20 setelah start dari P19. Sejak sesi latihan hingga kualifikasi sebenarnya Ali Adriansyah sudah mampu memangkas waktu yang lebih baik. Sayang ia melakukan kesalahan saat start yang membuatnya didahului beberapa rider lain.

“Saya salah start, sehingga kehilangan beberapa detik dan disusul oleh pebalap lainnya. serta tertahan di grup pelan,” ucap Ali Adriansyah.

Akibatnya, Ali Adriansyah sempat menempati posisi 27. Sebuah posisi yang tidak pernah ia tempati pada beberapa balapan sebelumnya.

Kesalahan demikian hampir tidak pernah ia lakukan di sepanjang musim ini. Justru selama ini, Ali mampu memanfaatkan start dengan bagus sehingga ia bisa menyodok ke bagian depan.

Di sebuah kompetisi yang ketat seperti WSSP300, ketika seorang rider harus melorot ke belakang, ia akan kesulitan untuk bisa kembali ke posisinya. Namun bukan berarti pasrah begitu saja. Demikian pula dengan pebalap Pertamina Enduro Racing Team ini. Beberapa kali ia mencoba melaju ke depan dan memimpin grup.

“Karena sudah tercecer di grup belakang, fokus saya adalah berada di depan grup,” ungkap Ali Adriansyah.

Dari posisi tercecer, Ali Adriansyah mampu kembali melewati beberapa rider lap demi lap. Ritme yang bagus kembali ia dapatkan, namun balapan sudah memasuki lap-lap terakhir. Akhirnya ia finish di P20.

Musim balap kali ini menjadi musim yang penuh tantangan sekaligus cobaan bagi Ali Adriansyah Rusmiputro.

Di awal musim, konsentrasinya agak terganggu oleh regulasi WSSP300 yang lebih menguntungkan penunggang Kawasaki dan KTM yang bermesin lebih besar. Meski kemudian Dorna sebagai penyelenggara membuat perubahan aturan, hal tersebut tidak juga membantu penunggang Yamaha seperti halnya Ali Adriansyah.

Di pertengahan musim, konsentrasi Ali kembali terganggu akibat kecelakaan fatal yang ia alami di Brno, Ceko. Ketika itu Ali sempat dilarikan ke rumah sakit karena sempat tak sadarkan diri. Akibat kecelakaan itu Ali harus istirahat dari latihan demi mengembalikan kondisi tubuhnya juga kepercayaan dirinya agar tetap tampil seperti sebelumnya.

Di sisi lain Ali memuji dukungan yang sangat bagus dari timnya.

 “Tim bekerja dengan sangat baik, tetapi motor tetap tidak sebanding dengan Kawasaki,” ucap Ali Adriansyah.

Dalam klasemen pebalap, Ali Adriansyah Rusmiputro menduduki peringkat 23 dari 40 rider dengan raihan 6 poin. (r/bpn)

Mrs Sippy Bali Mempersembahkan Muscle Beach Oleh Bodiku

BALIPORTALNEWS.COM – Para atlet kebugaran Indonesia terbaik akan berkumpul di Bali bulan Oktober ini untuk mengikuti kompetisi binaraga amatir nasional Indonesia yang diselenggarakan Federasi binaraga Internasional (International Federation of Bodybuilding / IFBB) Indonesia, Muscle Beach Bali, bulan Oktober ini di MRS SIPPY Bali.

Muscle Beach Bali digagas oleh atlit binaraga dunia professional, Komang Arnawa, dalam rangka menggalakan gaya hidup sehat dan kebugaran.

Ajang tahunan ini menyambut peserta dari semua kewarganegaraan dan didukung oleh Badan Promosi dan Pariwisata Bali (Bali Tourism Board), dimana dana dari tiket yang terjual akan disumbangkan untuk mensponsori atlit berprestasi untuk ikut serta dalam kompetisi di luar negeri sebagai perwakilan resmi atlit binaraga Indonesia.

Muscle Beach Bali merupakan ajang kompetisi kualifikasi untuk model bikini dan binaragawan yang ingin maju sebagai wakil Indonesia dalam kompetisi IFBB tingkat internasional.

Kemeriahan tahun ini akan bertambah dengan kehadiran ikon kebugaran, Nora Alexandra dan Bobby Ida, dan masih banyak selebritas kebugaran dan kesehatan lain.

Kegiatan ini juga mendukung warga internasional yang menetap di Bali untuk tampil di panggung, dalam 3 kelas non IFBB, yang akan berpeluang untuk memenangkan top 6 finalis dan merebut hadiah total sebesar 50 juta Rupiah.

Direktur IFBB Indonesia Komang Arnawa menjelaskan, “Kami berharap bisa mengajak sebanyak mungkin atlit binaragawan dan penggemar binaraga untuk menonton Muscle Beach Bali, karena ajang ini merupakan kegiatan yang menyenangkan sekaligus menantang, dimana para peserta harus mencapai prestasi terbaik mereka. Kegiatan ini merupakan perayaan atas perasaan senang hasil dari mind-set yang positif, kekuatan karakter dan rasa percaya diri. Kami bangga bisa memfasilitasi peserta untuk mengenali dan menghargai sisi positif mereka sendiri dan menjadi inspirasi bagi segenap penonton untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang prinsip-prinsip hidup sehat dan hidup yang seimbang.”

Bertempat di kolam air laut terbesar di Bali, event ini juga menjanjikan untuk menyajikan hidangan yang lezat, permainan yang menyenangkan, dan kesempatan bagi tamu yang hanya ingin duduk dan bersantai, dengan musik retro yang dimainkan oleh DJ residen Sippy, mengiringi tamu yang ingin berenang atau menggunakan papan loncat indah. (r/bpn)

Ali Adriansyah Berharap Hasil Terbaik di Putaran Terakhir WSSP300

BALIPORTALNEWS.COM – Ajang balap World Supersport 300 (WSSP300) memasuki putaran pamungkas di musim balap 2018 ini. Rider Indonesia Ali Adriansyah Rusmiputro berharap dapat memperoleh pencapaian terbaik di Sirkuit de Nevers Magny-Cours, Prancis pada 28-30 September ini.

Sirkuit Magny-Cours merupakan salah satu sirkuit yang menjadi langganan gelaran World Superbike (WSBK). Pertama kali menjadi tuan rumah WSBK pada 1991, namun baru masuk kalender berkala sejak tahun 2003. Sirkuit ini terletak di bagian tengah negara Prancis atau sekitar 250km dari Paris.

Memiliki 17 tikungan dengan panjang total 4,412km, Magny-Cours dikenal sebagai sirkuit memiliki karakter berbeda dari kebanyakan sirkuit dalam kalender WSBK. Trek di sirkuit ini temasuk flat alias tidak ada kontur naik turun seperti Sirkuit Algarve Portimao yang baru ditaklukkan pebalap pada putaran sebelumnya. Namun, kondisi ini memberi tantangan unik bagi para rider.

“Sirkuit ini begitu flowing, mengalir,” ucap Ali Adriansyah.

Menurut pebalap Tim Pertamina Enduro Racing ini Magny-Cours juga membutuhkan setting sepeda motor yang tepat.

“Harus teliti dalam menyeting sepeda motor,” tambah Ali Adriansyah.

Sirkuit ini terbilang sederhana tapi juga teknikal.  Artinya pebalap betul-betul harus dapat menguasai sepeda motor sesempurna mungkin. Trek lurusnya akan mendorong pebalap untuk memacu tunggangan mereka sekencang mungkin. tapi, beberapa tikungan patah harus membuat rider memperhitungkan titik pengereman yang tepat sembari menekan tuas rem sedalam mungkin.

Dengan keadaan seperti itu, rider juga harus memperhitungkan performa ban mereka dengan cermat. Ban yang dipaksa untuk melaju kencang akan membuat degradasi lebih cepat terjadi. Jika ban sudah terlalu aus, jangan harap pengendalian sepeda motor akan tetap sempurna.

“Biasanya roda depan akan bergetar di saat ban sudah aus,” ucap Ali Adriansyah.

Ban yang digunakan pada ajang WSSP300 hanya terdiri dua pilihan yaitu ban basah dan ban kering. Tidak seperti ban di MotoGP yang memiliki banyak ragam seperti ban soft, medium, asimetris atau hard. Dengan demikian rider WSSP300 harus mampu memaksimalkan ban yang ada sekaligus mampu meminimalisir tingkat degradasi.

Dengan tantangan seperti itu Ali Adriansyah berharap ia mendapat hasil yang baik di penutup musim balap 2018 ini.

Hingga putaran ke tujuh di Portugal, Ali Adriansyah sudah mengumpulkan 6 poin dan berada di posisi 23 dari 40 pebalap.

“Saya ingn sekali mendapatkan hasil yang baik untuk menutup tahun ini dengan indah dan memulai tahun depan dengan motivasi lebih,” ucapnya. (r/bpn)

Persiapan Bali Pink Ribbon 5Km Fun Walk & Run Ke-10

BALIPORTALNEWS.COM – Yayasan Pita Merah Muda Bali, atau lebih dikenal sebagai Bali Pink Ribbon (BPR), sudah membuka pendaftaran sekaligus even penggalangan dana, Pink Ribbon 5KM Fun Walk and Run ke-10. Even ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 20 Oktober 2018 di kawasan ITDC Nusa Dua. Acara jalan santai ini akan menggalang dana untuk kegiatan Bali Pink Ribbon dalam mendukung program edukasi kanker payudara bagi kaum wanita di Bali.

“Saya bangga atas pencapaian BPR selama 10 tahun terakhir, ketika yayasan kami masih didukung oleh parta sukarelawan di Bali namun dengan tekad yang kuat untuk mengedukasi dan memotivasi masyarakat tentang pentingnya kesadaran kanker payudara,” ungkap Gaye Warren, penggagas Bali Pink Ribbon. “Kami masih memiliki kegiatan yang butuh pendanaan dalam tahun ini yang kami harapkan bisa digalang dari kegiatan jalan santai ini, diantaranya pembelian mobile USG, mendirikan Rumah Singgah untuk pasien kanker payudara yang masih dalam perawatan dan membeli minibus untuk transport pasien dan dokter ke wilayah pelosok.”

Peserta bisa berlari, berjalan, menjadi sukarelawan atau memberikan sumbangan untuk membantu BPR menyelamatkan nyawa dan memberikan dukungan edukasi maupun kesehatan. Kegiatan selama even diantaranya skrining payudara gratis bagi peserta, food truck, market stall, musik, dan memorial line. Hadiah yang disediakan bagi peserta diantaranya, hadiah utama satu motor Kawasaki trail, uang tunai dan vouchers untuk kategori kostum terbaik. Tiket dijual dengan harga 200K untuk lari, termasuk BIB, kaos dan medali, dan 150K untuk jalan termasuk BIB dan kaos.

Selama 10 tahun terakhir Bali Pink Ribbon telah mendatangkan perubahan positif bagi perempuan dan keluarga di Bali. Melalui kampanye media massa, kegiatan skrining dan program untuk menjangkau di daerah terpencil telah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kanker payudara, hingga ke pelosok Bali dan pulau-pulau sekitarnya. Bali Pink Ribbon jalan santai, yang sudah dimulai sejak tahun 2009, dilaksanakan di bulan Oktober yang menjadi bulan kesadaran kanker payudara. Penggagas yayasan, Gaye Warren, yang merupakan penyintas, terinspirasi oleh Pink Ribbon Walks yang diadakan di Inggris, negara asalnya, dan kemudian dilaksanakan di Bali dalam format yang mirip.

Bali Pink Ribbon Walk 2018 didukung oleh rekan medis Prima Medika Hospital, beserta Pink Tea Committee, Discovery Kartika Plaza, ITDC, The Nusa Dua, Duta Intika – Kawasaki, Ardesy, dan Cleo.

Sponsor lokal adalah Blibli.com, Kevala keramik, Desa Visesa Ubud, Hotel Indigo Seminyak, Cocoon Medical Spa, Melia Bali, Anantara Resort Seminyak, LorIn New Kuta Hotel, Finns Beach Club, Sensatia Botanica, Brave.co.id, Bali Brochure, Prime Biz Kuta, Sofitel Bali Nusa Dua, Bali Zoo, Plaga Wines, Jimbarun, The Samata Sanur, Lifestyle retreats, The Menjangan, Rheto dan The Edge Resort diantaranya, juga didukung oleh media Now!Bali dan Bali Advertiser. (r/bpn)

Jaya Negara Lepas Kontingen Denpasar Ikuti Pekan Paralympic Provinsi Bali ke-IV

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Setelah sukses meraih juara umum pada  Pekan Paralympic  Provinsi Bali ke-V tahun 2014 lalu, Kontingen Denpasar bertekad kembali mempertahankan gelar tersebut pada gelaran ke-VI tahun 2018. Beragam upaya dalam memaksimalkan penampilan para atlet di ajang olahraga yang dikhususkan bagi penyandang disabilitas ini terus dimaksimalkan.

Dimana, setelah mengikuti pemusatan latihan, Atlet dan Pelatih Kontingen Kota Denpasar dilepas secara resmi untuk mengikuti Pekan Paralympic Provinsi Bali ke-IV yang akan berlangsung dari tanggal 25-30 September di Denpasar oleh Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara di Kantor Walikota Denpasar, Senin (24/9/2018). Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekda kota Denpasar, AAN Rai Iswara, Kadis Dikpora Kota Denpasar, I Wayan Gunawan serta para atlet dan pelatih.

Dalam arahanya, Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan bahwa pada gelaran Pekan Paralympic Provinsi Bali ke-IV Pemkot Denpasar terus memberikan dukungan guna menunjang penampilan maksimalnya penampilan para atlet. Berbagai latihan telah dimantapkan sehingga dapat mempertahankan gelar juara umum yang disandang sejak tahun 2014 ini. Selain itu, Jaya Negara mengatakan bahwa pelaksanaan Pekan Paralympic Provinsi Bali ini merupakan bentuk dukungan sekaligus kesetaraan terhadap penyandang disabilitas.

“Mewakili Pemkot Denpasar saya mengucapkan terimakasih atas usaha dan dedikasinya dalam mengharumkan nama Kota Denpasar di kancah olahraga empat tahunan ini, serta dengan semangat Pekan Paralympic Provinsi Bali ke-IV ini mari kita gelorakan semangat peduli disabilitas,” jelas Jaya Negara.

Sementara, Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Denpasar, AA Made Wijaya Asmara dalam laporanya mengatakan bahwa terdapat lima cabor yang diikuti kontingen Denpasar pada ajang olahraga yang dilaksanakan bagi penyandang disabilitas ini. Yakni Atletik, Renang, Tenis Meja, Catur, serta Goal Ball. Sebagai juara umum, pihaknya mengku bahwa perjuangan kontingen Kota Denpasar cukup berat. Kendati demikian, seluruh atlet dan official senantiasa mengusahakan untuk memberikan yang terbaik untuk Kota Denpasar.

“Kami menyampaikan terimakasih kepada Pemkot Denpasar yang senantiasa memberikan dukungan dalam segala persiapan terkait keikutsertaan pada Pekan Paralympic Provinsi Bali ke-IV tahun 2018 ini, besar harapan seluruh atlet dan pelaih dapat tampil maksimal sehingga dapat mempertahankan juara umum dan tentunya meningkatkan prestasi,” paparnya.

Lebih lanjut pihaknya mengatakan bahwa Pekan Paralympic Provinsi Bali ini merupakan kegiatan yang sejalan dengan Asian Para Games, hanya saja berada pada lingkup provinsi. Sedangkan pada gelaran Asian Para Games tahun 2018, turut serta Made Ariyati Putri yang akan  berlaga pada cabor Atletik.

Sementara, salah seoarang atlet renang, Ni Luh Sdiasih mengaku siap untuk mengikuti gelaran Pekan Paralympic Provinsi Bali ke-IV tahun 2018 ini. Dengan persiapan dan latihan yang dilaksanakan selama ini pihaknya optimis mampu memberikan yang terbaik untuk Denpasar. “Secara umum kami siap untuk mengikuti Pekan Paralympic Provinsi Bali ke-IV ini, namun terlepas dari itu kami mohon restu serta tetap berdoa untuk kelancarannya nanti,” pungkasnya. (humas-dps/bpn)

Di Portimao, Ali Adriansyah Rusmiputro Finish ke 18 Setelah Start dari Urutan 23

BALIPORTALNEWS.COM – Perjuangan para rider penunggang Yamaha untuk dapat berbicara di Sirkuit Algarve Portimao, Portugal patut diacungi jempol. Meski sirkuit berkontur naik turun ini lebih memihak pada penunggang Kawasaki, setidaknya dapat memberi perlawanan, meski belum mampu menjadi juara di putaran ketujuh World Supersport 300 (WSSP300) pada 14-16 September 2018.

Perjuangan keras pebalap Yamaha, termasuk Ali Adriansyah Rusmiputro, sudah dimulai sejak sesi latihan bebas di hari Jumat. Ali Adriansyah yang menungang Yamaha YZF-R3 mampu memperbaiki catatan waktu dari yang pernah ia catat di Portimao sebelumnya.

Pencapaian tersebut memberi motivasi bagi pebalap Pertamina Enduro Racing Team tersebut menyambut sesi kualifikasi Superpole. Sayangnya, hasil yang lebih baik tidak dapat terpenuhi. Strategi Ali Adriansyah untuk mengambil slipstream pebalap Kawasaki yang bermesin lebih besar itu tampaknya dibaca oleh lawan. Hal itu membuat Ali Adriansyah kesulitan memangkas waktu, dan akhirnya harus puas menempati grid ke 23.

Dengan posisi yang agak di belakang, tantangan bagi Ali Adriansyah semakin besar, dan harus sudah menyodok sejak lampu start padam. Hal itu yang kemudian ia lakukan.

“Sejak start saya sudah masuk dan berusaha bertahan di rombongan depan. Di beberapa tikungan menyusul beberapa pebalap,” ucap pebalap yang akan genap berusia 25 tahun pada 29 September.  “Tapi saat di trek lurus, saya kembali disusul karena limit pada top speed motor yang saya tunggangi, hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk berusaha bertahan di rombongan tengah,” tambahnya lagi.

Pada balapan kali ini, rider Kawasaki masih tampil dominan. Dengan kubikasi mesin yang lebih besar -meski regulasi kemudian membatasi putaran mesinnya- traksi yang dihasilkan oleh sepeda motor berkapasitas mesin 399c itu tetap besar. Bahkan sangat cocok untuk melibas Sirkuit Portimao yang naik turun ini.

Di sisi lain, Ali Ardiansyah sendiri mengakui bahwa dalam balapan kali ini Yamaha semakin mampu untuk mengimbangi kekuatan Kawasaki. Hal itu berkat kehadiran parts baru. Namun parts itu harus dibarengi oleh pemilihan gear yang tepat. Salah sedikit saja dapat memberi hasil yang tidak maksimal. Itulah yang terjadi pada Ali Adriansyah.

“Sedikit ada masalah pada pemilihan gear,” ucap Ali Adriansyah. Dan hal itu mempengaruhi top speed sepeda motornya.

Namun hal itu tidak mengurangi tekad Ali Adriansyah untuk tampil maksimal. Dengan berbagai kendala akhirnya Ali Adriansyah mampu finish di posisi 18, atau lima posisi lebih baik dari saat start.

Ali Adriansyah juga mengakui bahwa balapan di pengujung musim ini semakin ketat dibanding putaran-putaran sebelumnya. Persaingan keras antara pebalap semakin terasa karena semua pebalap ingin menambah pundi-pundi poin yang mereka miliki.

Kompetisi WSSP300 2018 akan berakhir di Sirkuit Magny Cours, Prancis pada 28-30 September mendatang. Di sisa putaran ini dipastikan persaingan keras kembali akan terjadi. Ali Adriansyah menyadari hal itu, dan ia pun bertekad untuk tampil habis-habisan demi membukukan pencapaian yang membanggakan.   (r/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan