Ali Adriansyah Rusmiputro Sempat Tak Sadarkan Diri di Brno

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Sirkuit Automotodrom Brno menjadi salah satu sirkuit yang tak bisa dilupakan oleh Ali Adriansyah Rusmiputro. Di sirkuit inilah pebalap di bawah naungan Mahkota Rusmindo International itu mengalami kecelakaan yang sempat membuatnya tak sadarkan diri.

Insiden tersebut terjadi saat Ali Adriansyah menjalani putaran ke-5 ajang World Supersport 300 (WSSP300).

Seperti biasa, di balapan itu Ali Adriansyah berusaha tampil ngotot. Start dari grid 17 membuat pebalap Yamaha MS Racing itu makin sadar bahwa ia harus mengeluarkan semua kemampuannya demi menutup lomba dengan hasil positif.

Dan itu terlihat begitu balapan dimulai. Ali Adrian langsung tampil agresif dan terus menekan. Di lap ketiga ia sudah mampu menyodok ke kelompok depan dan bersaing ketat dengan pebalap lain.

Di lap ketujuh, di tengah persaingan yang keras itu seorang pebalap KTM terjatuh di tikungan ke 7. Ali Adriansyah yang tepat berada di belakangnya tak bisa menghindar. Ia ikut terjatuh. Sial sepeda motor Yamaha YZF-R3 yang ia tunggangi jatuh menimpa tubuhnya.

Kecelakaan yang menimpa pebalap kelahiran 1993 itu terbilang parah. Ali Adriansyah sempat tak sadarkan diri. Rupanya kepala dan dada mendapat benturan yang keras.

Karena insiden itu pula pengawas lomba memutuskan menghentikan balapan  di lap 7 yang rencananya akan berputar sebanyak 11 lap.

Ali Adriansyah sendiri sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Beruntung kondisinya tidak separah seperti yang terlihat saat kecelakaan. Ia mengalami trauma karena benturan pada leher dan dada juga terluka di bagian bibir, untuk itu ia harus menjalani observasi selama 48 jam di rumah sakit, namun Ali Adriansyah lebih memilih untuk berobat jalan. Selepas itu Ali Adriansyah diperbolehkan pulang meski dengan penyangga leher masih terpasang. Bahkan, keesokan harinya Ali langsung terbang ke Jakarta untuk bertemu dengan keluarga sembari menjalani pemulihan lebih lanjut.

“Itu salah satu kecelakaan terparah yang pernah saya alami,” tutur Ali Adriansyah. “Saya ambil hikmahnya. Hikmah bulan Ramadhan agar saya dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Karena balapan bukan untuk main-main.”

Selama di Jakarta kondisi Ali Adriansyah semakin membaik. Dokter di Indonesia pun perlu mengeluarkan “Medical Certificate” sebagai rekomendasi kepada pihak Kesehatan SBK bahwa Ali Adriansyah sudah cukup fit untuk dapat mengikuti balapan berikutnya.

“Alhamdulillah, kondisi saya mulai membaik. Saya akan jalani rehabilitasi sesuai dengan rekomendasi physical trainer,” ucapnya. “Tidak ada larangan dari dokter. Insya Allah saya akan kembali turut serta di race berikutnya di Misano,” tambah Ali Adriansyah.

Menurut rencana WSSP300 putaran ke 6 akan diadakan di Sirkuit Misano, Italia pada 6-8 Juli 2018.

 Dalam kesempatan ini Mahkota Rusmindo International, manajamen yang menaungi Ali Adriansyah mengucapkan terima kasih atas perhatian semua pihak atas kecelakaan yang dialami pebalapnya.

“Terima kasih atas perhatian dari tim balap, manajemen sirkuit juga semua pihak yang membantu pebalap kami saat kecelakaan,” ujar Erin Rusmiputro mewakili Mahkota Rusmindo International.

Atas nama Ali Adriansyah Rusmiputro, Yamaha MS Racing dan manajemen Mahkota Rusmindo International, Pak Erin juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf lahir Batin.

 “Semoga kita semua tetap di bawah lindungan Allah SWT dan terhindar dari marabahaya,” pungkasnya. (r/bpn)

Demi penggemar Balap, Ali Adriansyah Siap Tampil Maksimal di Brno

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Setelah absen selama 5 musim, Sirkuit Brno akhirnya kembali disinggahi rombongan World Superbike (WSBK) dimana World Supersport 300 (WSSP300) menjadi salah satu ajang yang dilombakan.

Bagi pecinta balap motor, sirkuit yang dikenal juga dengan nama Automotodrom Brno ini merupakan salah satu sirkuit legendaris dunia. Atraksi balap di sirkuit kebanggaan Republik Ceko ini kerap mengundang banyak perhatian. Ribuan penonton selalu memenuhi tribun, dan memberi dorongan semangat tersendiri bagi pebalap. Atmosfer seperti inilah yang menonjol dari Sirkuit Brno yang sulit ditemui di sirkuit lain.

Dukungan penonton dan penggemar memang menjadi sesuatu yang dinanti oleh pebalap. Apresiasi, sorakan dan tepuk tangan dapat memicu semangat untuk memberikan penampilan yang terbaik.

Peran penonton dan penggemar sebagai penambah semangat tersebut dirasakan pula oleh Ali Adriansyah Rusmiputro. Bahkan, bagi pebalap Yamaha MS Racing itu, fans sudah dianggap bagian dari tim.

“Fans adalah bagian dari tim saya juga,” ujar Ali Adriansyah yang saat ini berada di bawah naungan manajemen Mahkota Rusmindo International

Menurut Ali Adrian, apresiasi yang diberikan penonton maupun penggemar memberikan sesuatu yang positif baginya. Entah itu menambah semangat ketika terpuruk maupun penghilang rasa rindu saat harus jauh dari rumah dan kampung halaman.

“Saya sering dibuat terkesan oleh penggemar. Ada yang mengirim lukisan, ada yang jauh-jauh datang hanya untuk meminta tanda tangan saya dan sebagainya,” papar Ali Adrian.

Dengan kata lain, bagi penunggang Yamaha YZF-R3 ini penggemar memiliki peran yang tidak kecil dalam mendorong semangat pebalap untuk meraih prestasi terbaik.

Oleh karena itu menghadapi putaran kelima WSSP300 di Brno ini, Ali Adriansyah bertekad untuk memberikan yang terbaik. Tidak hanya bagi sponsor dan timnya, juga pada para pecinta balap khususnya fans yang selama ini mendukung kariernya.

Beberapa program latihan sudah ia jalani bersama rekan setimnya  lewat berbagai simulasi. Baik itu dalam hal fisik maupun teknik. Yang menarik, latihan kali ini Ali Adrian harus menunggang sepeda motor di luar kebiasaannya selama ini yaitu melaju dengan pitbike 160cc di sirkuit gokart.

“Tidak ada yang khusus untuk menghadapi Brno,” ucap Ali Adriansyah. “Tapi kita melakukan persiapan yang berbeda dari sebelumnya, yaitu latihan memakai motor R3 di sirkuit karting dan pakai motor pitbike 160cc.”

Melihat dari karakter Sirkuit Brno, Ali Adriansyah  mengaku akan fokus pada settingan motor. Dengan kontur perbukitan dimana sirkuit ini banyak tanjakan, membuat Brno agak berbeda dibanding sirkuit-sirkuit di seri sebelumnya. Fokus pada pencarian setting yang tepat tentu menjadi pilihan yang harus dilakukan.

Putaran kelima WSSP300 di Sirkuit Brno, Republik Ceko ini akan dimulai di hari Jumat 6 Juni diawali oleh dua sesi latihan bebas. Keesokan harinya akan ada sesi kualifikasi Superpole yang kemudian akan ditutup pada hari Minggu dengan balapan. Menurut rencana balap WSSP300 akan digelar pada hari Minggu 10 Juni pukul  14.20 waktu setempat atau pukul 19.20 WIB.(r/bpn)

Gerry Salim dan Dimas Ekky Siap Tempur di Sirkuit Catalunya

BALIPORTALNEWS.COM – Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT), Gerry Salim dan Dimas Ekky, siap kembali berjuang untuk mencatatkan torehan positif di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol pada ajang balap CEV International Championship, 9 s.d. 10 Juni mendatang. Kedua pebalap muda tersebut, bertekad untuk dapat mengibarkan Merah Putih di kejuaraan balap di tanah Eropa tersebut.

Gerry Salim dan Dimas Ekky akan beraksi pada akhir pekan ini, dengan harapan tinggi. Gerry Salim yang turun di kelas Moto3 Junior World Championship akan mencoba menjajal Sirkuit Catalunya untuk pertama kalinya. Berbekal informasi yang telah diperoleh terkait karakter sirkuit, persiapan fisik yang optimal, serta pengalaman balap di seri CEV sebelumnya akan berguna untuk mencatatkan hasil balap yang lebih baik sehingga mampu bersaing di grup terdepan. “Saya ikut menemani Dimas ketika melakukan test Minggu lalu, di Sirkuit Catalunya, Barcelona, dan saya juga sudah mengumpulkan berbagai informasi penting yang berguna terkait sirkuit tersebut. Dari apa yang saya perhatikan, Sirkuit Catalunya punya aspal baru dan grip sangat bagus, saya juga menyukai tikungan 13 karena menjadi tikungan yang kencang. Saya suka dengan sirkuit yg berkarakter high speed corner. Mohon doa dan dukungannya,” harap Gerry.

Sementara itu, Dimas yang pada musim lalu berhasil mengibarkan Merah Putih untuk pertama kalinya di tanah Eropa dengan meraih podium ketiga di Sirkuit Catalunya, tahun ini bertekad untuk dapat kembali menaklukan sirkuit tersebut. Mengupayakan untuk bersaing di grup terdepan, Dimas telah melakukan test pada pekan lalu untuk lebih mengenal perubahan karakter sirkuit. Dengan persiapan fisik dan mental yang baik, Dimas akan berjuang kembali meraih podium dan mempertahankan hasil klasemen sementara di tiga besar pada kejuaraan Moto2 European Championship 2018 dengan total perolehan saat ini 36 poin. “Saya telah berlatih keras mempersiapkan fisik dan mental untuk menghadapi balap pekan ini, senin lalu saya melakukan tes satu hari di Sirkuit Catalunya bersama dengan beberapa pebalap juara dunia. Saya sangat termotivasi untuk mendapatkan hasil terbaik bagi Astra Honda dan Indonesia, mohon doa dan dukungannya,” ujarnya.

 General Manager Marketing Planning and Analysis Division PT Astra Honda Motor (AHM), A. Indraputra, mengatakan semangat juang tinggi dan usaha keras yang ditunjukkan dua pebalap muda AHRT di ajang CEV International Championship ini diyakini akan membuahkan hasil positif. ”Kami optimis para pebalap Astra Honda Racing Team ini mampu melanjutkan upayanya memberikan kebanggaan untuk bangsa. Semangat juang tinggi dan performa balap yang terus menunjukkan kemajuan akan mampu menjadi bekal mereka untuk dapat memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama bangsa,” tandasnya. (ngr/bpn)

Dua Pebalap Astra Honda Kibarkan Merah Putih Di ARRC Jepang

BALIPORTALNEWS.COM – Dua pebalap binaan Astra Honda Motor, berhasil mengibarkan bendera Merah Putih pada balapan pertama Asia Road Racing Championship (ARRC) 2018 seri ketiga yang berlangsung di Suzuka International Circuit, Jepang, (2/6/2018). Rheza Danica Ahrens, berhasil mempersembahkan podium pertama, dan podium ketiga diisi Mario Suryo Aji.

Tiga pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) pada kelas AP250 mendominasi sejak sesi kualifikasi dengan berhasil menempati barisan terdepan berdasarkan hasil kualifikasi yang berlangsung pagi hari. Rheza Danica Ahrens, memulai pada posisi pertama dengan catatan waktu 2:27:013 pada sesi kualifikasi, disusul Mario Suryo Aji yang memulai balapan di posisi 4 dengan catatan waktu 2:28:847, serta Awhin Sanjaya yang berada di posisi 5 dengan catatan waktu 2:29:191.

Pada awal balapan pertama ARRC seri ketiga, Rheza langsung melesat jauh memimpin jalannya balapan meninggalkan jauh 5:299 detik dari pebalap terdekat hingga menginjak garis finis dengan catatan waktu 19:50:478. Sementara itu, Mario Suryo Aji dan Awhin Sanjaya menjalani persaingan ketat untuk merebutkan posisi kedua dan ketiga. “Alhamdulillah race pertama ini berjalan bagus sesuai dengan target dari tim Astra Honda untuk meraih podium pertama. Saya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan, keluarga saya dan kepada tim terutama kepada mekanik saya dengan memberikan settingan terbaik pada race pertama ini,” ujar Rheza.

“Pada lap awal saya masih berada di belakang dengan mengikuti rombongan, dan lap-lap terakhir sudah masuk di 3 besar. Pada tikungan terakhir, saya sedikit melakukan kesalahan sehingga banyak pebalap lain masuk semua. Saya mencoba overtake pebalap lainnya untuk dapat meraih podium ke tiga,” ucap Mario.

“Di balapan pertama saya memiliki beberapa kesalahan, sehingga menyebabkan saya bersenggolan dengan pebalap lain dan ada beberapa tikungan saya hampir jatuh. Namun ini menjadi pelajaran saya untuk balapan kedua dan saya sudah cukup puas dapat berada di posisi ke empat,” kata Awhin.

Di kelas Supersport 600cc, Andi Gilang yang start di posisi sepuluh berhasil langsung naik ke posisi ke 7 pada lap awal. Namun Andi Gilang terjatuh karena slip saat ban belakang keluar jalur dan mengakibatkan high side pada lap ke-10 saat memasuki tikungan ke-16. Andi mengalami cidera ringan pada tangan sebelah kiri. “Untuk saat ini kondisi saya sekarang sudah membaik hanya sedikit mengalami memar pada tangan kiri akibat terjatuh di selepas tikungan ke 15. Insya Allah saya siap menghadapi balapan kedua,” ujar Andi. (ngr/bpn)

Ali Adriansyah Raih Poin Setelah Start dari Posisi 24

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Perjuangan keras kembali harus dialami oleh Ali Adriansyah Rusmiputro saat menjalani putaran keempat World Supersport 300 (WSSP300) yang berlangsung di Sirkuit Donington, Inggris, Minggu (27/5/2018) lalu. Namun kali ini perjuangannya terbayar. Start dari posisi 24, pebalap di bawah binaan manajemen Mahkota Rusmindo International ini berhasil finis dengan poin di posisi 13.

Sejak sesi latihan bebas pertama, Ali Adriansyah agak sulit mengembangkan kecepatan. Pada free practice 1 hujan mengguyur lintasan. Trek menjadi licin dan Ali Adriansyah sempat terjatuh hingga terlindas pebalap lain. Di sesi latihan bebas kedua, catatan waktunya tak beranjak signifikan. Ia hanya mampu berada di posisi 31 dengan waktu 1menit 47,831detik.

Keesokan harinya pebalap kelahiran Jakarta 29 September 1993 ini mencoba mengumpulkan motivasi untuk dapat memberi yang terbaik di sesi kualifikasi. Catatan waktunya kali ini bisa ia pangkas 2 detik dari saat latihan bebas, namun belum cukup untuk masuk ke posisi start 20 besar. Dengan torehan 1menit 45,402detik Ali Adriansyah hanya bertengger di grid start 24.

Akan tetapi perolehan itu cukup membuat pebalap Tim Yamaha MS Racing itu lebih percaya diri. Dan itu terbukti. Begitu lampu start, Ali Adriansyah langsung melewati beberapa pebalap.

“Saya melakukan start yang baik dan berada di posisi yang baik untuk fight dengan grup depan,” ucap Ali Adriansyah.

Ia sempat menyodok ke posisi 18 dan makin termotivasi untuk terus menekan. Namun di saat itu ia juga tersadar bahwa hingga pertengahan lomba lap time-nya masih belum optimal meski ia terus memaksa ke depan.

“Lap time saya ketika di belakang Kawasaki leih kencang ketimbang kalau saya paksakan di depan group,” tututrnya.

Akhirnya ia mengubah strategi. Ia kembali ke strategi di putaran-putaran sebelumnya yaitu mencoba berada di belakang Kawasaki untuk mencurislipstream. Dan kembali strategi itu membuahkan hasil.

“Saya biarkan Kawasaki itu di depan untuk menarik saya menempel dengan group depan. Dan berhasil,” paparnya. “Di 2 lap sisa akhirnya saya fightuntuk menyodok ke depan grup. Alhamdulillah saya berhasil finis di depan group dan berada di posisi 13.”

Dengan finish di posisi 13 Ali Adriansyah mendapat tambahan 3 poin dan saat ini ia berada di posisi 20 klasemen pebalap dengan raihan 6 poin.

Hingga balapan keempat ini pebalap Kawasaki dan KTM masih mendominasi papan atas. Ana Carrasco dari tim DS Junior yang menunggang Kawasaki Ninja 400 lagi-lagi juara dengan jarak yang jauh. Dengan pebalap kedua, Ana unggul hingga 4 detik! Kondisi seperti ini makin menegaskan situasi yang tidak menguntungkan bagi penunggang Yamaha seperti Ali Adriansyah.  Yamaha YZF yang bermesin 321 cc jelas kalah tenaga dibanding Kawasaki yang bermesin 399cc atau pun KTM dengan kubikasi 373cc.

Bagi Ali Adriansyah, melihat kondisi yang saat ini ada WSSP300, pihak penyelenggara harus melakukan perubahan regulasi. Meski ada pembatasan rpm, secara faktual tidak terlihat dan hanya memunculkan kompetisi yang tidak seimbang.

Selain merugikan pebalap saat berpacu di lintasan, kondisi ini juga berimbas pada usaha para pebalap Yamaha dalam mendapatkan sponsor. Sulit bagi mereka untuk meminang sponsor jika selalu berada di posisi belakang. Bukan karena performa mereka tidak bagus melainkan karena regulasi yang sangat tidak menguntungkan. (r/bpn)

Ali Adriansyah Rusmiputro Inginkan Hasil Terbaik di Donington

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Ajang balap World Supersport 300 (WSSP300) memasuki putaran keempat yang akan berlangsung di Sirkuit Donington, Inggris akhir pekan ini, 25-27 Mei 2018.

Bagi Ali Adriansyah Rusmiputro, persiapan menjelang balapan kali ini agak berbeda dari biasanya. Pasalnya pebalap Yamaha MS Racing Team itu melakukan persiapan di tanah air. Selepas turun di Imola pada dua pekan silam, Ali Adriansyah kembali ke Indonesia untuk dapat menyambut bulan Ramadhan bersama keluarga. Tak pelak persiapannya menghadapi Donington ia lakukan di Jakarta.

“Persiapan kali ini agak spesial karena saya lakukan di Jakarta dan pada saat Ramadhan,” ucap Ali Adriansyah.

Kendati tidak dilakukan di Sirkuit Almeria, seperti yang selama ini ia lakoni untuk mempersiapkan diri, Ali mengaku tidak terganggu. Bahkan ia menyebut lebih baik karena bisa menghabiskan waktu bersama keluarga.

“Alhamdulillah persiapannya sama saja, malah lebih baik karena bisa spend time sama keluarga,” ujar Ali Adrian.

Berlatih di bulan Ramadhan pun tidak menjadi persoalan bagi penyuka bersepeda ini. Menurutnya tidak ada perubahan pola latihan yang berarti jika dibandingkan dengan latihan di luar bulan puasa. “Hanya saja di bulan puasa ini kita latihan tanpa makan dan minum,” selorohnya.

Sirkuit Donington yang akan menjadi tuan rumah WSSP 300 putaran keempat ini merupakan sirkuit yang telah dikenal Ali Adriansyah. Terletak di Leicestershire, sirkuit ini salah satu sirkuit legendaris di dunia balap, baik itu balap mobil maupun motor.  Pada ajang WSSP300 tahun lalu Ali Adriansyah mendapat pengalaman manis di sini. Start dari posisi 13, pebalap di bawah naungan Mahkota Rusmindo International itu sukses finis di posisi 7 sekaligus meraih 9 poin.

Lay out menantang Donington dihiasi oleh 12 tikungan dan kontur yang naik turun.

“Sirkuit yang indah dengan naik turun, stop and go dan fast corner juga, saya suka sirkuit ini,” papar Ali Adriansyah.

Oleh karena itu, tak heran jika Ali Adriansyah ingin kembali menorehkan catatan bagus di sirkuit yang telah ada sejak 1930-an ini.

“Saya akan fokus di tiap sesinya dan mencoba meraih yang terbaik,” tekadnya.

Menurut rencana, sesi latihan bebas berlangsung pada hari Jumat pada pukul  11.45 waktu setempat. Sesi kualifikasi Super Pole diadakan pada keesokan harinya dan lomba akan berlangsung pada hari Minggu, 27 Mei pada pukul 14.20 waktu setempat atau pukul 20.20 WIB. (r/bpn)

Penampilan Ali Adriansyah di Imola Tidak Berakhir Manis

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Penampilan bagus Ali Adriansyah Rusmiputro sejak sesi latihan bebas tak berakhir manis. Terjatuh karena terlibat insiden di lap 6 membuatnya harus finish di posisi ke 26.

Tekad Ali Adriansyah untuk tampil kompetitif menjelang putaran ketiga World Supersport 300 (WSSP300) di Sirkuit Imola Italia sebenarnya sudah terlihat sejak sesi latihan bebas. Di free practice 1, pebalap Yamaha MS Racing itu memang belum tampil maksimal, ia hanya mampu berada di posisi 20 tercepat. Namun begitu pembenahan settingan dilakukan, perkembangannya sudah terasa. Di sesi latihan bebas kedua, Ali Adriansyah mampu menyodok ke posisi 10 dan mengamankan posisinya ke Superpole 2.

 Sayangnya saat menjalani sesi kualifikasi Superpole 2, Ali Adriansyah kesulitan membukukan lap time yang optimal. Hal itu karena ia tidak dapat mencuri slipstream dari rider dengan sepeda motor yang lebih bertenaga seperti Kawasaki atau KTM.

“Kondisinya, kita (Yamaha) butuh slipstreaming dari Kawasaki atau KTM. Jadi banyak tunggu mereka untuk berada di depan kita. Tapi Kawasaki dan KTM juga tunggu. Akhirnya saya cuma dapat dua lap yang kencang,” papar pebalap yang berada di bawah naungan manajemen Mahkota Rusmindo International itu. Kondisi saling menunggu di antara pebalap itu rupanya terpantau oleh pengawas lomba. Di akhir kualifikasi, beberapa pebalap termasuk Ali Adriansyah dipanggil oleh Race Director. Ada yang dikenakan pinalti karena melambatkan motornya di area terlarang sehingga harus mundur posisi startnya. Tetapi Ali Adriansyah terbebas dari pinalti, dan malah posisi startnya maju dari 12 menjadi 11.

Start yang dilakukan pada pukul 14.21 waktu setempat berhasil dilalui dengan mulus oleh Ali Adriansyah. Memasuki lap ke-2 ia sudah naik satu posisi. Namun di saat itu pula ia mulai merasakan keanehan pada suspensi depan sepeda motornya. Ritmenya terganggu dan tak bisa mengembangkan kecepatan. Kondisi itu membuatnya melorot ke posisi 16.

“Tapi, selepas lap ke-4 saya kembali menemukan ritme dan melewati beberapa pebalap,” tutut Ali Adriansyah.

Sayangnya di lap ke-6 , saat memasuki chicane, terjadi insiden di bagian depan rombongan. Pebalap di depan Ali mengerem mendadak yang tak dapat ia antisipasi.

“Pebalap KTM di depan saya mengerem mendadak karena pebalap di depan dia terjatuh, dan tidak menyisakan ruang bagi saya untuk menghindar. Akhirnya saya menabrak dia,” ungkap Ali Adriasnyah.

Dalam insiden tersebut empat pebalap terjatuh termasuk Ali, namun ia mampu kembali masuk ke lintasan.

“Saya lihat sepeda motor tidak mengalami kerusakan, hanya saja setangnya bengkok. Saya masih bisa meneruskan balapan,” ucap pebalap kelahiran 1993 itu.

Kesialan Ali tak berakhir di sana. Rupanya pengawas lomba menganggap Ali bersalah karena menabrak dari belakang. Ia pun harus terkena hukuman ride through yang kemudian ia jalani di pengujung lap 8.

Dengan posisi yang tidak menguntungkan Ali Adriansyah masih mencoba untuk melaju. Akhirnya, ketika bendera finish dikibarkan, pebalap kelahiran 1993 itu harus puas berada di urutan 26.

Putaran ketiga WSSP300 ini dimenangkan oleh Ana Carrasco pebalap DS Junior Team yang menunggang sepeda motor Kawasaki Ninja 400.

Ali Adriansyah sendiri berharap dapat mengambil pelajaran dari balapan di Imola  dan bertekad untuk tampil lebih baik di putaran berikutnya di Sirkuit Donington, Inggris pada 25-27 Mei 2018.

“Kami akan mempelajari balapan kali ini dan semoga di Donington bisa menjalani balapan dengan lebih baik,” pungkasnya.(r/bpn)

Ali Adriansyah Rusmiputro Siap Melanjutkan Catatan Manis di Sirkuit Imola

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – World Supersport 300 (WSSP 300) bersiap memasuki putaran ketiga pada akhir pekan ini, 11-13 Mei 2018 di Sirkuit Imola, Italia. Pebalap Indonesia Ali Adriansyah Rusmiputro mengaku telah melakukan persiapan yang cukup dan optimistis untuk meraih hasil memuaskan.

Bagi penggemar balap, Autodromo Enzo e Dino Ferrari atau lebih dikenal dengan Sirkuit Imola menjadi salah satu sirkuit yang melegenda. Dibangun di tahun 1950-an, sirkuit ini telah memiliki catatan panjang sebagai sirkuit yang penuh aksi. Meski disesaki 17 tikungan, Imola tergolong high speed. Hanya ada dua tikungan dimana pebalap harus mengerem dengan drastis, sementara sisanya masih bisa diakali hanya dengan menurunkan kecepatan.

Ali Adriansyah sendiri memiliki kenangan bagus di Sirkuit Imola. Tepat setahun lalu, pada 14 Mei 2017, pebalap di bawah naungan manajemen Mahkota Rusmindo International ini mampu mengakhiri lomba dengan poin saat finish di posisi 14 setelah start dari grid ke 26.

“Selalu menarik untuk berada di kota Imola dan balap di Sirkuit Imola. Tahun lalu saya punya kenangan yang bagus di Imola, fighting dengan group depan,” ujar Ali Adriansyah.

Pebalap yang bergabung di bawah tim Yamaha MS Racing itu mengaku cocok dengan karakter Imola. “High speed, stop and go, dan teknikal,” ucapnya mengomentari karakter Sirkuit Imola. “Tanjakan di awal dan akhir juga tak bisa kita lewatkan.”

Ali Adriansyah berharap ia mendapatkan settingan sepeda motor yang pas di Imola. Data yang ia miliki di tahun 2017 tidak dapat menjadi patokan utama. Pasalnya karakter mesin sepeda motor Yamaha YZF-R3 untuk tahun ini agak berbeda. “Jadi saya berasumsi bahwa kali ini saya akan mendapat settingan yang berbeda (dari tahun sebelumnya),” papar Ali Adriansyah.

Dibandingkan tahun lalu, performa semua sepeda motor yang berlaga di WSSP 300 tahun ini memang lebih bagus. Menurut Ali Adriansyah, dilihat dari dua balapan pembuka, rata-rata lap time saat ini lebih cepat 2-3 detik dari tahun lalu. “Hal itu membuatnya menjadi lebih kompetitif. Dan kita juga mencoba untuk tetap kompetitif di Imola.”

Setelah berhasil finish dengan poin di Sirkuit Assen pada 22 April silam, kepercayaan diri penghobi sepeda itu semakin meningkat. Menurut Ali Adriansyah hasil di Assen memberi bukti bahwa ia mampu bersaing dengan pebalap-pebalap di grup depan. Dan seperti diketahui grup terdepan didominasi oleh rider-rider Kawasaki dan KTM yang memiliki mesin lebih bertenaga.

Meski kalah dalam dapur pacu, bukan berarti semangat Ali Adriansyah mengendur. Menurutnya, performa Yamaha YZF-R3 masih mampu memberi perlawanan terhadap Kawasaki dan KTM.

Putaran 3 WSSP 300 musim ini akan diawali dengan sesi latihan bebas pada hari Jumat, 11 Mei 2018. Keesokan harinya akan dilaksanakan sesi kualifikasi, Sabtu, 12 Mei. Sedangkan balapan akan dilaksanakan pada hari Minggu 13 Mei 2018 pukul 14.20 waktu setempat atau pukul 19.20 WIB.

Sampai putaran kedua, Top 10 WSSP 300 masih didominasi oleh pebalap Kawasaki dan KTM. Untuk sementara klasemen pebalap dipimpin oleh rider Kawasaki Scott Derue dengan 36 poin. Tempat kedua diisi oleh Luca Grunwald (KTM) dengan 32 poin dan posisi ketiga juga ditempati pebalap KTM yaitu Glenn Van Straalen dengan raihan 29 poin. Ali Adriansyah sendiri untuk sementara berada di posisi 18 dengan 3 poin.(r/bpn)

Porsenijar Kota Denpasar Tahun 2018 Resmi Dibuka

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Kota Denpasar tahun 2018 kembali digelar Pemkot Denpasar melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar.  Ajang olahraga tahunan pelajar ini sedianya turut mempertandingkan 22 Cabang Olahraga dengan memperebutkan 600 Medali.

Porsenijar Denpasar berlangsug dari 7-12 Mei mendatang ini dibuka secara resmi Sekda Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede ditandai dengan pelepasan balon dan pemukulan genderang pada Senin (7/5/2018) di Stadion Ngurah Rai Denpasar.

Dalam pembukaan tersebut tampak hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Denpasar dan Organisasi Perangkat Daerah Kota Denpasar. Acara pembukaan porsenijar ini dilaksanakan melalui apel pembukaan yang diikuti para siswa sekolah SD, SMP, SMA/SMK se-Kota Denpasar.

Turut dipersembahkan pula Tari Pusparesti dari siswa-siswi SMPN 2 Denpasar, Tari Nusantara dari SMP Dwijendra Denpasar dan persembahan marchingband dari SMPK Harapan Denpasar.

 “Melalui Porsenijar mari bersama-sama tingkatkan prestasi dan selalu menjunjung tinggi sportivitas di dalam pelaksanaan setiap pertandingan,” ujar Sekda Rai Iswara, sembari mengharapkan insan-insan pendidikan mampu meningkatkan prestasi yang tak terlepas dari visi misi Kota Denpasar mewujudkan Denpasar Kota cerdas, kreatif dan Inovatif.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar I Wayan Gunawan mengatakan peserta Porsenijar terdiri dari tingkat SD diikuti empat Kecamatan Se-Kota Denpasar yang telah melalui seleksi di tingkat Kecamatan. Tingkat SMP diikuti 63 SMP Negeri dan Swasta, tingkat SMA/SMK diikuti 60 sekolah negeri dan swasta.

Lebih lanjut Gunawan menjelaskan cabang-cabang yang dipertandingkan dan dilombakan sebanyak 22 cabang olahraga serta memperebutkan 600 medali diantaranya cabang Sepak Bola, Atletik, Renang, Wood Ball, dan Tenis Meja. Untuk lima cabang olahraga eksebisi tahun ini meliputi Balap Sepeda, Dansa, Panahan, Menembak dan Pentanque.

Sedangkan untuk bidang seni, dilombakan sebanyak 17 cabang seni yang pelaksanaannya difokuskan di Gedung Werdi Budaya Art Centre Denpasar dengan memperebutkan 58 medali. Cabang seni yang diperlombakan diantaranya Dolanan, Mekidung, Mececimpedan, Kendang Tunggal, dan Mesatua Bali. Dalam Porsenijar kali ini juga dilakukan penyerahan piala bergilir dari juara umum bidang olahraga sebelumnya diraih untuk Tingkat SD Kecamatann Denpasar Barat, Tingkat SMP diraih SMPN 2 Denpasar, dan Tingkat SMA/SMK diraih SMAN 1 Denpasar.

Sementara dalam bidang seni untuk Tingkat SD diraih Kecamatan Denpasar Timur, tingkat SMP diraih SMPN 2 Denpasar dan tingkat SMA/SMK diraih SMAN 4 Denpasar. Atlet yang berlaga dan mendapatkan juara dalam Porsenijar akan mewakili Kota Denpasar dalam Porsenijar Provinsi Bali tahun 2018 yang akan berlangsung pada Bulan Juni mendatang. Kecuali untuk bidang seni tidak diselenggarakan pada tingkat Provinsi Bali.

Gunawan menambahkan bahwa Kota Denpasar juga menjadi Juara Umum Porsenijar Provinsi Bali Tahun 2017 baik dalam bidang seni dan bidang olahraga, yang tahun ini kita optimis dapat mempertahankan juara umum. Selain itu seluruh atlet yang berlaga dalam Porsenijar ini kami asuransikan.  “Seluruh atlet yang berlaga di Porsenijar tahun 2018 ini kami asuransikan,” ujarnya. (humas-dps/bpn)