Bertemu Menkop UKM, KMHDI Sinergikan Program Wirausaha Muda

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Pengurus Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) bertemu Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Gedung SMESCO Building Jakarta (6/6/2018). Dalam pertemuan tersebut KMHDI membicarakan program-program kewirausahaan khususnya pengembangan pelaku wirausaha muda termasuk UMKM sekaligus rencana perhelatan Mahasabha (Kongres Nasional) XI KMHDI.

Presidium PP KMHDI Putu Wiratnaya mengungkapkan menuju bonus demografi 2025 yang bertepatan dengan perkembangan revolusi industri 4.0, maka generasi muda harus mulai terlibat dalam sektor pengembangan wirausaha baik dari sisi edukasi produksi maupun pemasaran yang menerapkan basis digitalisasi.

“Cara-cara konvensional harus bisa diintegrasikan dengan sistem digitalisasi, karena selain menambah value proposition pada produk, digitalisasi dari sisi pemasaran juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas” ungkap Wiratnaya.

Dalam kesempatan tersebut KMHDI juga diajak langsung meninjau UKM Gallery, yakni ruang pemasaran produk-produk lokal nusantara yang didistribusikan dari pengerajin-pengerajin UKM dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Kami mengapresiasi program Kemenkop UKM yang mampu mempertemukan karya-karya anak bangsa dalam sebuah ruangan melalui program UKM Gallery ini. Untuk itu KMHDI selalu berharap bisa bersinergi dengan program-program Kemenkop UKM dalam mengembangkan wirausaha muda Indonesia” tambahnya.

Selain itu, KMHDI juga secara langsung mengundang Agung Gede Ngurah Puspayoga pada pelaksanaan Mahasabha (Kongres Nasional) XI KMHDI yang akan dilaksanakan di Yogyakarta pada bulan Agustus nanti.

Menanggapi undangan tersebut, Menteri Puspayoga menyanggupi untuk hadir dan mendukung penuh pelaksanaan Mahasabha XI KMHDI dengan semangat gotong royong.

“Dengan semangat gotong royong, saya mendukung kegiatan Mahasabha XI KMHDI yang akan dilaksanakan di Yogyakarta. Saya juga berharap KMHDI bisa melahirkan wirausaha-wirausaha muda yang mampu bersaing di pasar global” tutup Menteri Puspayoga.(humas-kmhdi/bpn)

AHM Siapkan 3.750 AHASS Layanan Service Se-Indonesia Di Bulan Ramadhan

BALIPORTALNEWS.COM – Selama bulan Ramadhan 1439 H, PT Astra Honda Motor (AHM)  bersama dengan jaringan main dealernya menggelar program layanan service di 3.750 bengkel resmi Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) yang tersebar di seluruh Indonesia. Beragam program layanan servis motor Honda, digelar untuk menemani konsumen beraktivitas di bulan penuh berkah ini.

Untuk mempermudah dan memberikan kenyamanan konsumen selama bulan Ramadhan, Honda memberikan pelayanan ekstra seperti AHASS yang tetap buka pada Minggu yang dapat ditemui di 2.532 AHASS, AHASS yang buka lebih pagi atau tutup lebih malam yang dilakukan 879 AHASS, serta AHASS yang menerapkan booking service yang dilaksanakan 1.860 AHASS. Selain itu, disiapkan juga 2.699 AHASS yang menyediakan Pit Express sebagai layanan untuk mempermudah konsumen yang membutuhkan service ringan, seperti penggantian oli dan spareparts ringan dengan maksimum pengerjaan selama 30 menit. Untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri, 45 AHASS SIAGA akan tetap memberikan pelayanan servis kepada konsumen saat hari Lebaran, 15 s.d. 16 Juni mendatang.

General Manager Technical Service Division AHM, Wedijanto Widarso, mengatakan bulan Ramadhan merupakan momen penting bagi umat muslim dalam memperbanyak ibadah dan silahturahmi dengan sesama. Oleh karena itu, AHM ingin turut menemani aktivitas ibadah dan silahturahmi tersebut, dengan memastikan sepeda motor Honda yang dikendarai selalu dalam keadaan prima. “Sepanjang bulan Ramadhan, kami hadir melalui berbagai layanan servis untuk memberikan kenyamanan pada konsumen pecinta Honda yang hendak berpergian, baik untuk ibadah, silahturahmi maupun saat merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarga dengan sepeda motor kesayangannya. Hal ini merupakan wujud kesiapan kami untuk selalu Satu Hati bersama konsumen,” ujar Wedijanto.

Untuk Pulau Jawa, Bali, dan wilayah Nusa Tenggara Barat beragam promo service menarik pun ditawarkan. “Kami tidak hanya memberikan berbagai promo melalui layanan service di jaringan kami, namun kami juga mengajak konsumen untuk berbagi kebaikan di bulan penuh berkah ini,” tandasnya. (ngr/bpn)

Kisah Dea, Putri Tukang Parkir Mengejar Mimpi Kuliah di UGM

BALIPORTALNEWS.COM – Manusia tidak pernah bisa memilih terlahir dari orang tua seperti apa. Lahir di keluarga kaya raya, berkecukupan, atau bahkan dari keluarga kurang mampu.

Namun, bukan berarti setiap orang lantas tidak bisa memilih jalan hidup yang akan dijalani. Seperti Dea Mandasari (18) yang tidak pernah mengeluh terlahir dalam keluarga yang serba pas-pasan. Dia memilih tetap berjuang dalam keterbatasan untuk menggapai impian.

Meskipun ayahnya hanyalah seorang tukang parkir, Dea tidak merasa minder memiliki cita-cita tinggi untuk bisa mengenyam bangku kuliah. Alhasil,  usaha dan ketekunannya dalam belajar berhasil mengantarkannya diterima di Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM tanpa tes.

Dea merupakan anak ke-2 dari empat bersaudara. Merupakan puteri pasangan Turino Junaidi  dan Sadati. Sang ayah sehari-hari menjadi tukang parkir di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sementara istrinya membantu menopang perekonomian keluarga dengan berjualan pulsa.

Pekerjaan sebagai tukang parkir sudah dilakoni Turino selama 13 tahun terakhir. Penghasilan dari mengatur kendaraan yang parkir di pasar per bulan Rp1,5 juta. Jumlah tersebut memang sangat pas-pasan untuk menghidupi istri dan keempat anaknya. Untuk menjaga agar asap dapur tetap mengepul dia pun mengambil pekerjaan sebagai tukang antar sayur-mayur dari pasar Kebayoran Lama ke sejumlah restoran di ibu kota sejak 6 tahun silam. Setiap harinya sejak dia mengantar ke dua tujuan yang berbeda dengan upah Rp70 ribu.

Kegigihan Turino untuk menghidupi keluarganya patut diacungi jempol. Di kala tidak bertugas sebagai tukang parkir, dia pun menjadi driver ojek online.

“Biasanya saya tugas parkir di pasar selama 15 hari, jadi 1 hari on 1 hari off dapat jadwal jam 11 sampai 6 sore,” ungkapnya.

Menanggung beban berat menghidupi keluarga di tengah kerasnya kehidupan ibu kota rupanya menjadikan wajahnya cepat menua. Wajahnya terlihat lebih tua dari usia sebenarnya yang baru menginjak usia 47 tahun. Turino memang bekerja membanting tulang, namun bukanlah ingin mengumpulkan kekayaan. Dia ingin anaknya bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi. Pendidikan bagi anak-anak merupakan hal terpenting dalam hidupnya.

“Apa pun saya kerjakan yang penting halal. Selagi masih kuat akan mengusahakan yang terbaik bagi anak-anak,” ucapnya getir.

Lelaki berkacamata ini tidak ingin anak-anaknya bernasib sama seperti dirinya yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Pria ini ingin semua anaknya berpendidikan sehingga dapat hidup layak. Dia yakin melalui pendidikan bisa merubah jalan hidup seseorang.

Saat ditemui di rumah kontrakan sederhana di kawasan Rawa Simprug, Grogol, Jakarta Selatan, Turino menceritakan dia dan keluarga telah menempati rumah berukuran 3×9 meter tersebut sejak tahun 2012 lalu. Sebelumnya, selama 16 tahun mereka tinggal menumpang di rumah saudara di sekitar Jalan Kramat yang akhirnya terkena penggusuran.

“Sampai saat ini belum bisa membahagiakan keluarga dan hanya bisa memberikan tempat berteduh di kontrakan ini,” ucapnya tak kuasa menahan tangis.

Oleh karena itu, ketika mengetahui anak keduanya diterima masuk UGM lewat jalur tanpa tes, Turino tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

“Bangga Dea bisa masuk UGM, kami orang tua selalu mendukungnya,”katanya sembari menjelaskan harus berhutang untuk melunasi pembayaran asrama untuk tinggal Dea selama kuliah.

Dea menyebutkan telah berkeinginan melanjutkan kuliah sejak bangku SMP. Hanya saja dia tidak berani secara terang-terangan memaksakan keinginannya itu ke orang tuanya. Terlebih dengan kondisi keluarga yang serba pas-pasan.

Meski berada dalam keterbatasan tidak mematahkan semangat gadis kelahiran Jakarta, 28 Mei 2000 itu untuk mewujudkan mimpinya. Dia mempunyai mimpi besar menjadi seorang pengusaha sukses. Karenanya, dia pun giat belajar dan berusaha berprestasi.

“Yang saya lakukan adalah terus berusaha disertai doa. Pasti Tuhan akan membukakan jalan,” tutur alumnus SMA 48 Jakarta Selatan ini.

Rupanya hasil tidak mengkhianati usaha, sejak bangku SD dia selalu masuk 2 besar dan saat SMP serta SMA masuk 10 besar di kelasnya. Bahkan, meraih peringkat tertinggi ke-2 USBN di sekolahnya untuk jurusan IPS. Tak hanya itu, gadis berkacamata ini berhasil meraih beasiswa BIDIKMISI dari pemerintah sehingga dibebaskan biaya pendidikan hingga 8 semester.

Dia berharap dengan kuliah nantinya dapat memperbaiki kehidupan keluarganya. Ada satu mimpi besar yang ingin segera diwujudkan jika telah sukses untuk membangun rumah bagi kedua orang tuanya.

Selama kuliah, Dea juga berencana mencari pekerjaan sampingan. Hal ini terpaksa dilakukan agar tidak membebani orang tuanya dalam mencukupi kebutuhan selama kuliah.

Sementara sang ibu, Sadati (48) mengungkapkan Dea merupakan anak yang tekun dan gigih dalam mengejar mimpi. Walapun kondisi keluarga hanya pas-pasan, Dea memiliki tekad kuat menggapai impiannya masuk perguruan tinggi dan menjadi sarjana.

“Waktu itu mikir susah gak ada biaya, tapi saya bilang ke Dea untuk terus semangat belajar biar nilainya bagus supaya bisa mengajukan beasiswa masuk perguruan tinggi,” tuturnya.

Sadati menceritakan bahwa puterinya itu adalah sosok yang mandiri sejak kecil. Bahkan, Dea berjualan tanpa sepengetahuannya untuk mencukupi kebutuhan sekolah dengan berjualan pulsa di sekolah dan tak jarang jualan air minum kemasan di konser-konser musik.

Turino dan Sadati sangat bersyukur memiliki anak-anak yang mau hidup prihatin dan memahami kondisi keluarga. Mereka pun bangga berhasil membesarkan anak-anaknya dan ada yang berhasil masuk perguruan tinggi.

“Harapannya nantinya Dea dan semua anak-anak kami bisa sukses dan mengangkat derajat orang tua,” pungkas keduanya.

Dea merupakan satu dari ribuan sosok anak bangsa yang lahir dari keluarga kurang mampu. Namun, gadis ini berhasil membuktikan bahwa kemiskinan ataupun keterbatasan ekonomi bukan menjadi penghalang meraih asa mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya. (ika/humas-ugm/bpn; foto:firsto)

Ingin Daftar Seleksi Jalur III SV, Peminat Pendidikan Vokasi Harus Ikuti UTUL UGM

BALIPORTALNEWS.COM – Sekoah Vokasi (SV) UGM pada tahun 2018 telah menghapus jalur Ujian Tulis (UTUL) SV gelombang II dan diganti dengan jalur seleksi berdasar hasil nilai tes UTUL UGM.

Dekan Sekolah Vokasi UGM, Dr. Wikan Sakarinto menyampaikan seleksi berdasar hasil tes UTUL UGM merupakan pola seleksi mahasiswa baru dengan melihat nilai dari hasil ujian UTUL UGM. Karenanya, peminat pendidikan vokasi diwajibkan untuk mengikuti UTUL UGM apabila ingin menjadi mahasiswa UGM.

“Jadi yang ingin masuk SV syaratnya harus ikut UTUL UGM,” tegasnya, Kamis (31/5/2018) di Humas UGM.

Saat mendaftar UTUL UGM, peserta bisa memilih hingga 3 prodi program sarjana dan atau program diploma. Apabila diterima lewat jalur ini,peserta bisa melanjutkan registrasi menjadi mahasiswa baru SV UGM.

“Jika belum lolos, peserta masih punya kesempatan mendaftar di jalur terakhir yakni seleksi berdasarkan nilai hasil tes UTUL UGM. Peserta bisa memilih 2 prodi program diploma,” terangnya sembari menjelaskan jalur ini dibuka mulai tanggal 4-19 Juli 2018.

SV UGM memiliki 3 jalur penerimaan mahasiswa baru. Pertama, jalur Penelusuran Bibit Unggul (PBU) yang telah selesai diadakan dan berhasil meloloskan 739 siswa lulusan SMA/SMK/MA se-Indonesia dari 10.470 pendaftar.

Berikutnya jalur kedua adalah adalah UTUL UGM yang sebelumnya merupakan UTUL SV gelombang I. Ketiga, jalur seleksi berdasarkan hasil tes UTUL UGM yang menggantikan UTUL SV gelombang II.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaab SV UGM, Agus Nugroho, S.T., M.T., menekankan kembali bagi para calon mahasiswa yang ingin menjadi mahasiswa SV harus mengikuti UTUL UGM. Apabila peserta tidak mendaftar UTUL UGM maka secara otomatis tidak dapat mendaftar dan mengikuti jalur seleksi yang ketiga karena seleksi dilakukan berdasarkan hasil tes ujian tersebut.

“Jadi tes tertulis hanya 1 kali saja saat UTUL UGM. Untuk seleksi jalur ketiga nantinya mengambil nilai hasil ujian tersebut dan akan dilakukan pembobotan,” terangnya.

Agus menekankan bahwa pembobotan nilai akan dilakukan sesuai dengan prodi yang dipilih. Disamping itu pembobotan dilaksanakan secara berbeda antara lulusan SMA dengan lulusan SMK.

“Kita tidak membandingkan apple to apple antara siswa SMA dengan SMK. Pola penilaiannya berbeda antar keduanya dan juga mempertimbangkan nilai rapor dan keahliannya,” tuturnya.

SV UGM memiliki 8 departemen meliputi 6 departemen ilmu sains dan 2 departemen ilmu sosial. Pada tahun ini menawarkan 24 prodi diploma terdiri dari 20 prodi D3 dan 4 prodi  DIV(sarjana terapan).

Pada tahun 2018 SV UGM memiliki daya tampung sebanyak 1.478 mahasiswa. Jumlah tersebut terdiri dari 1.250 mahasiswa D3 dan 228 mahaisswa DIV. (humas-ugm/bpn; foto: Bani)

Fabric Activity Book, Inovasi Mainan Anak Sesuai Usia

BALIPORTALNEWS.COM – Memberikan mainan sesuai dengan kebutuhan usia anak akan membantu perkembangan anak. Hanya saja, saat ini belum banyak mainan di pasaran yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan usia anak-anak.

Kondisi ini mendorong sekelompok mahasiswa UGM mengembangkan produk mainan yang didesain sesuai kebutuhan usia anak. Produk tersebut berupa mainan anak yang dikemas dalam bentuk buku dari kain flanel yang dinamai Fabric Activity Book (FAB).

Buyung Luhur Pambudi, pemgembang FAB menyampaikan bahwa mainan yang dikembangkan memiliki konsep sesuai kebutuhan anak. Berguna untuk menstimulus otak sehingga dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Mainan ini praktis berentuk buku supaya tidak berceceran dan mudah dibawa kemana saja,” jelas mahasiswa Bahasa Perancis SV UGM, dalam rilis yang diterima Rabu (30/5/2018).

Selain itu, mainan dibuat secara homemade dan pembuatan menggunakan kain sehingga aman bagi anak. Pembuatan FAB dilakukan Buyung bersama dua rekannya Herlinda Aprianti (D3 Bahasa Inggris SV) dan Adi Wahyu Saputra(Akuntansi FEB). Produk ini berhasil lolos mendapatkan dana hibah Dari Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan 2018.

FAB memiliki sembilan halaman dengan aktivitas yang berbeda. Dengan begitu, orang tua dapat memilih berbagai aktivitas sesuai dengan usia buah hatinya.

Buyung mengatakan pembeli bisa memesan buku dengan tema sesuai keinginan dan diberi nama anak. Dilengkapi pula dengan penjepit yang mudah untuk dibuka untuk memindahkan halaman dan mengurutkan aktivitas yang sesuai dengan yang dibutuhkan.

Mainan ini juga disertai dengan katalog tentang aktivitasnya. Katalog berguna untuk membantu orang tua tentang tata cara penggunaan dan manfaat-manfaat yang diperoleh. Katalog diperinci per halaman sehingga orang tua mudah memahami maksud dari aktivitas tersebut.

Nah, bagi Anda yang berminat memiliki buku ini bisa memesan melalui instagram Fabric Actiity Book di @fabricaktivitybook. Mainan yang dibandrol Rp.200 ribu ini juga dapat diperoleh di sejumkah toko perlengkapan bayi yang telah bermitra. (ika/humas-ugm/bpn)

20 Tahun Reformasi Qua Vadis Pemberantasan Terorisme 1989-2018

BALIPORTALNEWS.COM – Diskusi Sekjend Nasional Cipayung Plus di Sekretariat Pengurus Pusat GMKI. Kegiatan yang dibarengi buka puasa bersama ini, mengangkat topik 20 Tahun Reformasi: Quo Vadis Pemberantasan Terorisme?, Rabu (30/5/2018) kemarin.

Pengesahan Revisi UU Anti Terorisme pada 25 Mei lalu memberi titik cerah dalam pemberantasan sel-sel terorisme yang masih bercokol di republik ini. Melihat sejarah panjang peristiwa terorisme di Indonesia berpangkal masa transisi pasca lengsernya Orde Baru. Walaupun sejarah mencatat sekelumit aksi separatisme dan terorisme juga ada di era Orde Lama dan Orde Baru. Peristiwa Bom Bali menjadi titik berangkat dari gaya terorisme baru di Indonesia.

Reformasi yang sudah berumur 20 tahun seharusnya menjawab upaya penanggulangan  terorisme yang selama ini dilakukan oleh Kepolisian. Namun berbagai perangkat yang diciptakan belum mampu untuk mengatasi sampai ke akar-akarnya.

Sekretaris Umum PP GMKI, Alan Christian Singkali menyampaikan, perlu untuk mendukung segala upaya pemerintah untuk memerangi terorisme. Namun hal ini harus dibarengi dengan pemantauan yang ketat terhadap implementasi revisi UU yang baru ini agar tidak disalahgunakan apalagi dengan pelibatan TNI didalamnya. Motif gangguan keamanan dan motif politik perlu dijabarkan lebih komprehensif agar dapat dipahami oleh masyarakat.

Menurut Sekjen Eksekutif Nasional LMND, Muhammad Asrul menjelaskan bahwa, terorisme dilahirkan dan diciptakan oleh negara-negara imperialisme. Terorisme dijadikan sebagai alat masuk kepentingan imperialisme untuk ekspansi kapital. Isu terorisme menguat tidak lepas dari peran Amerika lewat presiden George Bush dengan kampanye War On Terorism. Terorisme di Timur Tengah juga tidak terlepas dari kepentingan imperialisme untuk menguasai sumber-sumber minyak.

Terbukanya kran demokrasi di akhir 90an mengakibatkan tumbuh suburnya berbagai ideologi, termasuk liberalisme yang mengundang imperialisme.

Clance Teddy, Sekjen DPP GMNI menyampaikan dalam forum ini, evaluasi 20 tahun reformasi perlu dilakukan semua anak bangsa. Demokrasi bukan tujuan dari politik Indonesia, demokrasi hanyalah salah satu jalan mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan Indonesia masyarakat adil dan makmur. Terkait terorisme, ada beberapa faktor penyebab yang bisa mendorong seseorang atau kelompok untuk melakukan aksi terorisme, antara lain, Ideologi/Pendidikan, serta Ekonomi/Ketimpangan Sosial (rasa ketidakadilan). Negara dalam menanggulangi aksi terorisme harus melihat ketiga faktor ini, sehingga dalam penanggulangan aksi teror Negara dapat menggunakan metode atau pendekatan yang tepat.

Menurut I Kadek Andre Nuaba, Sekjen PP KMHDI, tujuan demokrasi adalah sebagai alat untuk mencapai tujuan masyarakat yang adil dan makmur. Aksi terorisme yang muncul juga merupakan permasalahan kemanusiaan. Apabila UU berfungsi sebagai payung hukum tindak pemberantasan dan pencegahan aksi terorisme, maka pemerintah perlu membenahi dari sisi nilai-nilai kemanusiaan, yakni penguataan kembali norma dan ideologi bangsa melalui pendidikan berbasis karakter.

Menutup diskusi ini, Sekjen DPP IMM Qahfi Siregar menyampaikan bahwa, 20 tahun reformasi saat ini masih jauh dari cita-cita reformasi itu sendiru. Pasca ORBA, rakyat menginginkan perubahan, namun yang terjadi hanyalah perubahan estafet kepemimpinan saja. Hal ini terus menerus memunculkan 2 kubu yakni oposisi dan pemerintah.

Di momentum bulan Ramadhan ini, yang terlebih dahulu perlu di reformasi adalah hati kita. Agar tidak berfikiran negatif melulu kepada pemerintah, dan kita dapat memberikan waktu kepada pemerintah untuk mewujudkan reformasi substansial tersebut.

Dari situasi yang dijelaskan di atas ada beberapa upaya yang perlu dilakukan negara agar tidak kalah terhadap terorisme antara lain:

  1. Memperkuat konsolidasi penegak hukum dalam proses penanggulangan terorisme (BIN, BNPT, Kepolisian, Densus 88).
  2. Menguatkan semangat persatuan nasional seluruh rakyat Indonesia dengan mengedepankan pentingnya berbangsa dan bernegara berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945.
  3. Meningkatkan peran dunia pendidikan dan merevisi kurikulum pendidikan agar tetap berlandaskan pada budaya gotong royong.
  4. Meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengurangi ketimpangan ekonomi.
  5. Melawan terorisme dengan menguatkan sentimen anti-imperialisme. (r/bpn)

Dua Program Reality Show Terbaru Di Sctv

BALIPORTALNEWS.COM – Pertengahan bulan Ramadan ini, SCTV meluncurkan dua program reality terbarunya yang akan hadir di waktu siang. Mulai hari Senin, 4 Juni 2018 mendatang program reality show “Kembali Pada-Mu” akan hadir pada pukul 12.30 WIB. Drama Reality ini akan menemukan seseorang yang selama ini telah banyak menyengsarakan orang-orang di sekitar akibat ulahnya.

Dipandu oleh host dan seorang ustadz kenamaan tanah air, program “Kembali Pada-Mu” akan membantu orang tersebut kembali ke kehidupan yang lebih baik dengan bertaubat. Program ini akan hadir setiap hari Senin hingga Rabu dengan berbagai kisah pertobatan yang inspiratif di setiap episodenya. Di waktu yang sama pada hari Kamis hingga Sabtu akan tayang reality show terbaru lainnya, “Hikmah”. Episode perdana reality show “Hikmah” akan tayang pada hari Kamis, 7 Juni 2018 pukul 12.30 WIB. Berbeda dengan “Kembali Pada-Mu”, program “Hikmah” menayangkan kejadian-kejadian yang sering terjadi di masyarakat bahkan kejadian yang sukar disebut normal. Pelajaran kehidupan bermakna akan tersaji di tiap episode program “Hikmah”.

Melengkapi ragam tontonan selama bulan Ramadan, SCTV juga menghadirkan “Gema Ramadan” untuk menemani akhir pekan pemirsa. Setelah minggu lalu hadir di Bandung, akhir pekan ini “Gema Ramadan” akan hadir di Bekasi tepatnya di Masjid Al Azhar Jaka Permai. SCTV akan menayangkan Gema Ramadan pada hari Minggu, 3 Juni 2018 pukul 23.30 WIB.

Ustadz Adi Hidayat akan hadir langsung menyampaikan tausyiah dengan tema utama minggu ini adalah “Ramadan Bulan Al Quran”. Sesuai dengan tema tersebut, materi tausyiah Ustadz Adi Hidayat akan menjelaskan Al Quran menjadi pedoman hidup umat Islam yang penuh cinta.

Program Ramadan istimewa lainnya masih akan tetap setia menghiasi layar kaca SCTV untuk menemani pemirsa menjalankan ibadah puasa. Pada waktu sahur, dua sinetron Ramadan hadir dengan kisah inspiratif yang dikemas lebih menghibur pada setiap episodenya mulai pukul 02.45 WIB tayang sinetron “Cuma Disini” yang dilanjutkan dengan sinetron “Di Sebelah Ada Surga” pada pukul 04.00 WIB.

Sinetron Ramadan SCTV lainnya, “Tiada Hari Yang Tak Indah”  hadir di waktu sore hari pukul 16.15 WIB. Jelang waktu Subuh, Dzuhur, dan Ashar hadir program “Mutiara Hati”. Kisah-kisah kehidupan dengan aneka problematika yang sering terjadi di masyarakat umum akan dikupas sesuai dari sudut pandang Islam dan menantikan adzan maghrib, pemirsa dapat menyaksikan “Mengetuk Pintu Hati” bersama Ustadz Subki Al Bughury. Sementara di malam hari masih tayang “Ramadan Bersama Rasulullah” yang tayang pada pukul 01.45 WIB. (r/bpn)

Menuju Babak 10 Besar Aksi Asia 2018

BALIPORTALNEWS.COM – Aksi Asia 2018 akan menghadirkan penampilan dari Grup 4 yang saling berkompetisi merebut tiket untuk bisa lolos ke Babak 10 Besar. Sebelumnya, sebanyak 6  peserta dari Grup 1, 2 dan 3 diantaranya Haziq Kujeek (Brunei Darussalam), IL AL (Indonesia), Nabila Zainuri (Indonesia), Hilman Fauzi (Indonesia), Nik Farhan (Malaysia) dan Aiman Sufyan (Malaysia) telah berhasil masuk ke babak 10 besar. Kini tersisa 3 peserta dari Grup 4 yakni Alai Fikri (Brunei Darussalam), Syed Ikmal (Malaysia) dan Adilla Putri (Indonesia) yang masih harus bertanding kembali untuk menentukan 2 peserta yang lolos ke babak selanjutnya. Setelah Grup 4, sebanyak 5 peserta dari Grup 5 juga akan tampil sepanjang pekan depan untuk bisa menyusul ke babak 10 besar.

Aksi Asia 2018 yang kini tersisa 13 episode lagi, semakin hari semakin terasa seru dengan penampilan peserta yang bertambah kreatif dan menghibur seperti penampilan puitis Alai Fikri dan Syed Ikmal yang berdakwah sambil diselingi lagu – lagu dan gaya anak muda kekinian hingga membuat seluruh penonton di rumah maupun di studio merasa terhibur. Saksikan terus Aksi Asia 2018 setiap hari LIVE pukul 02.00 WIB!

Konser musik religi persembahan Rhoma Irama & Soneta akan kembali hadir menghibur pemirsa Indosiar. Irama Ramadan Rhoma Irama tayang di Senin, 4 Juni 2018 LIVE pukul 20.30 WIB. Dimeriahkan oleh deretan pedangdut ternama tanah air bersama bintang Dangdut Academy dan Liga Dangdut Indonesia diantaranya Rita Sugiarto, Cita Citata, Rizky Febian, Jenita Janet, Cici Paramida, Danang DA, Fildan DA, Reza DA, Rani DA, Selfi LIDA dan masih banyak lagi.

Tidak kalah menghibur, Festival Ramadan Indosiar juga masih setia menemani pemirsa di bulan Ramadan ini. Variety Show yang tayang setiap hari LIVE pukul 15.30 WIB ini menghadirkan sajian acara tips hijab tutorial, kuliner Ramadan, serta lomba qasidah, marawis, hadroh dan gambus. Soimah, Nassar, Inul, Ust. Subhki didapuk sebagai Dewan Juri, sementara Ramzi, Gilang Dirga dan Irfa Hakim akan tampil  memandu jalannya acara.

Pastikan untuk selalu menyaksikan pertandingan seru Go-Jek Liga 1 Bersama BukaLapak yang mempertemukan PERSIB Bandung vs Bhayangkara FC (Kamis, 31 Mei 2018), Arema FC vs PSIS Semarang (Jumat, 1 Juni 2018), Sriwijaya FC vs PERSELA Lamongan (Sabtu, 2 Juni 2018), PERSIJA Jakarta vs PERSEBAYA Surabaya (Minggu, 3 Juni 2018), PERSIPURA Jayapura vs PSM Makassar (Senin, 4 Juni 2018), PSMS Medan vs PERSIB Bandung (Selasa, 5 Juni 2018), PSIS Semarang vs Borneo FC (Rabu, 6 Juni 2018), PERSELA Lamongan vs Mitra Kukar FC (Kamis, 7 Juni 2018) dan PS Tira vs Persija Jakarta (Jumat, 8 Juni 2018) setiap pukul 20.00 WIB LIVE hanya di Indosiar! (r/bpn)

Inovasi Pengikat Limbah Merkuri Karya Mahasiswa UGM

BALIPORTALNEWS.COM – Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan inovasi produk komposit magnetik karbon aktif yang mampu menyerap kandungan limbah merkuri.

Mereka adalah M. Rifqi Al-Ghifari (Kimia 2014), Bagas Ikhsan Pratomo (Kimia 2014), Charlis Ongkho (Teknik Fisika 2015) dan M. Ilham Romadon (Akuntansi 2015). Keempat mahasiswa ini tergabung dalam sebuah grup riset SuperC6 yang melakukan penelitian tentang limbang tambang.

“Kami mengembangkan produk karbon magnetik berbentuk bubuk yang bisa menyerap kandungan merkuri dari limbah di lingkungan,” jelas Rifqi, selaku ketua tim riset SuperC6, kepada wartawan, Jum’at (25/5/2018) di Kantor Humas UGM.

Formula yang dikembangkan oleh mahasiswa UGM ini tidak hanya menghadirkan terobosan baru dalam mengatasi persoalan limbah merkuri. Produk yang dikembangkan juga berhasil menghantarkan mereka meraih juara I Bussiness Plan Competition 2017 di FMIPA UGM. Disamping itu, lolos menjadi finalis di kompetisi PGN Innovation, Kalijaga Research & Innovation, dan Economic Fair UKSW.

Melakukan penelitian limbah merkuri bermula dari keprihatinan terhadap banyaknya limbah merukri di kawasan pertambangan. Kebanyakan tambang emas, terutama tambang rakyat memakai merkuri dalam proses penambangannya.

Salah satunya seperti yang terjadi di tambang emas Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kulon Progo. Hampir sebagian besar para penambang menggunakan merkuri untuk memisahkan emas dari material lainnya. Sementara itu pengelolaan limbah merkuri dari kegiatan penambangan belum dilakukan dengan baik.

“Limbah merkuri hanya ditampung di sejumlah kolam penampungan,” terang Amin, sapaan akrab Rifqi Al Ghifari.

Pada kolam pertama limbah merkuri sisa hasil penambangan ditampung dan didiamkan beberapa saat. Selanjutnya air dikolam tersebut dialirkan ke kolam kedua untuk didiamkan kembali kemudian dibuang ke lingkungan sekitar.

“Meskipun begitu proses pengendapan tidak lantas mengurangi kadar merkuri dalam limbah,” kata dia.

Dari keprihatinan terhadap banyaknya limbah merkuri di pertambangan inilah mereka berusaha mencari solusi untuk mengatasi pencemaran lingkungan akibat merkuri. Anak-anak muda ini lantas mencoba mengembangkan produk yang dapat mengatasi zat yang membahayakan ini di lingkungan, termasuk limbah merkuri di kawasan tambang emas.

Mengambil sampel air limbah dari kawasan tambang emas Kalirejo, Kulon Progo, mereka mulai melakukan penelitian. Dari uji coba dengan mengaplikasikan material karbon magnetik ke dalam air limbah menunjukkan hasil signifikan yakni mampu mengikat merkuri dengan optimal.

“Hasilnya menunjukkan produk ini mampu menyerap merkuri hingga 0,01 mg Hg per gram karbon aktif,” ungkapnya.

Inovasi produk pengikat merkuri ini dikembangkan dengan menggunakan material murah dan mudah dijumpai di masyarakat. Mereka memanfaatkan limbah kayu jati dari industri furnitur yang belum banyak dimanfaatkan.

“Selain kayu jati kami juga mencoba membuat karbon aktif dari tandan kosong kelapa sawit dan batok tempurung kelapa, tapi dua bahan ini tidak cukup tersedia di sini” tambah Bagas Ikhsan.

Bagas menceritakan mereka harus berkali-kali melakukan uji coba dalam pembuatan karbon aktif. Setelah melalui trial and eror akhirnya mereka mendapatkan karbon aktif seperti yang diharapkan.

“Maunya bikin karbon, tapi tidak jarang yang dihasilkan malah abu,” kisahnya.

Dalam sejumlah penelitian terdahulu diketahui karbon merupakan senyawa yang memiliki kekuatan untuk mengikat merkuri. Namun begitu, Bagas menjelaskan bahwa karbon aktif saat digunakan mudah tersebar sehingga diperlukan upaya pengumpulan kembali setelah digunakan dalam pengolahan limbah dengan metode sentrifugasi. Hanya saja dengan langkah tersebut membutuhkan biaya besar.

Mereka pun memutar otak untuk mencari cara pengumpulan karbon aktif yang telah digunakan menyerap merkuri yang terjangkau. Akhirnya tercetuslah ide untuk menambahkan senyawa magnetit (fe3o4) ke dalam karbon aktif yang mampu memberikan sifat magnet pada material sehingga permasalahan pengumpulan karbon aktif bisa diatasi.

“Dengan penggabungan magnet ini memudahkan pengambilan kembali karbon aktif yang tersebar usai pemakaian. Komposit magnetik karbon aktif ini dapat digunakan untuk menyerap limbah merkuri hingga 3 kali pemakaian,” urainya.

Saat ini grup riset Super C6 masih terus melakukan penelitian lebih mendalam untuk pengembangan produk dan mematenkan produk tersebut. Selain itu juga giat mencari investor dan menjalin kerja sama dengan mitra.

“Sekarang kami masih terus melakukan pengembangan-pengembangan produk dan rencana kedepan bisa memproduksi dalam skala massal,” imbuh Ongkho dan Ilham. (ika/humas-ugm/bpn)