29 C
Denpasar
Jumat, 19 Oktober 2018

Demas Agil Sabet Peringkat Ketiga di Ajang Taiwan Auto Gymkhana Prix 2016

BALIPORTALNEWS.COM – Peslalom muda berprestasi Tanah Air, Demas Agil, tampil percaya diri dan berhasil menempati peringkat ketiga kejuaraan umum individual dalam ajang Taiwan Auto Gymkhana Prix 2016 yang berlangsung di pelataran parkir taman hiburan Lihpao Land, Taichung City, Taiwan pada Sabtu (24/9/2016) dan Minggu (25/9/2016).

Untuk dapat menduduki posisi ketiga, Demas harus bersaing dengan lawan-lawan tangguh seperti Juan Carlos Anton asal Filipina, Tetsua Yamano asal Jepang, dan Milo Rivera yang juga berasal dari Filipina. Pertandingan berlangsung sangat sengit sekaligus menegangkan. Hal ini terjadi karena seluruh peslalom sama-sama menggunakan mobil Skoda hatchback 1.6 yang disediakan oleh Chinese Taipei Motor Sports Association selaku pihak penyelenggara. Tentu saja alasan tersebut yang membuat perlombaan menjadi semakin kompetitif. Pada akhirnya, Juan Carlos lah yang keluar sebagai pemenang, diikuti oleh Tetsua di posisi kedua, Demas di urutan ketiga, dan Milo di posisi keempat. 

Sementara peslalom Tanah Air lainnya yang juga tampil di ajang Taiwan Auto Gymkhana Prix 2016, James Sanger, melewati babak kualifikasi pertama  kejuaraan umum individual dengan baik. Ia mampu menduduki peringkat kedua mengalahkan Demas yang sempat bertengger di posisi ke-14. Namun karena melakukan kesalahan yang cukup berarti di babak kualifikasi kedua, James terpaksa mendapatkan hukuman yang menyebabkan dirinya tak bisa melanjutkan ke babak selanjutnya. Sebaliknya, Demas berhasil memperbaiki kesalahan hingga akhirnya bisa finish di posisi ketiga. 

Di kelas kejuaraan tim yang dilakukan menggunakan sistem gugur, Indonesia gagal meraih hasil yang baik. Kejuaraan tim sendiri pada akhirnya dimenangkan oleh Filipina, mengikuti tuan rumah Taiwan di posisi kedua, Korea Selatan di tempat ketiga, serta Malaysia di urutan keempat. 

Atas raihan ini, Delegasi sekaligus Kabid Olahraga Mobil Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI), Poedio Oetojo mengatakan, “Semoga hasil yang didapat oleh kedua peslalom dapat menjadi bahan evaluasi mereka untuk menjadi lebih baik lagi, khususnya di kancah slalom dan Gymkhana. Karena peraturan-peraturan ajang slalom di berbagai negara cukup berbeda, maka untuk dapat tampil maksimal di ajang-ajang slalom internasional seperti ini, dibutuhkan berbagai penyesuaian.” 

Sementara itu, dalam rapat Asia Auto Gymkhana Working Group, pengamat perlombaan sekaligus promotor olahraga otomotif Tanah Air yang ikut mendampingi Demas dan James tampil di Thaiwan, Tjahyadi Gunawan, membeberkan rencananya untuk menyelenggarakan satu putaran Asia Auto Gymkhana Series 2017 di Indonesia. (r/bpn)

 

Badung Sabet 3 Penghargaan Terbaik Dengan Indeks 89,56 

BALIPORTALNEWS.COMKabupaten Badung kembali berhasil meraih 3 penghargaan Terbaik sebagai daerah dengan tujuan investasi yang paling diminati oleh investor, Ketiga penghargaan tersebut diterima Kabag Humas Kabupaten Badung mewakili Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta.

Pada Malam Anugrah Indonesia's Attractiveness Awards Tahun 2016 dari Tempo Media Group dan Frontier Consulting Group yang dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mewakili Presiden RI  Joko widodo, turut hadir pada acara tersebut Ketua DPR Ade Komarudin, Menteri PAN- RB Asman Abnur, serta kepala BKPM, Kamis (22/9/2016)  di Hotel Mulia Jakarta.

Dari Ajang Indonesia Attractiveness Awards (IAA) ini Kabupaten Badung ditetapkan sebagai Kabupaten Terbaik Nasional dengan 3 posisi terbaik untuk katagori Pariwisata, Katagori ketersediaan infrastruktur untuk Koridor wilayah Bali dan Nusa tenggara  serta daya tarik investasi untuk total indeks daya Tarik investasi  dengan berhasil meraih Penghargaan Platinum dengan Attractiveness Indeks 89,56.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta yang diwakili oleh Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Badung Anak Agung Gd Raka Yuda menerima ketiga penghargaan  tersebut  untuk  katagori Pariwisata dengan posisi terbaik Nasional diserahkan langsung oleh menteri Komunikasi dan informatika Rudiantara, sedangkan untuk katagori ketersediaan infrastruktur dengan total indek daya tarik yang dimiliki diserahkan  oleh Kepala BKPM sementara untuk  pengharagaan  utama sebagai Kabupaten terbaik untuk katagori daya tarik Investasi dengan pengharagaan platinum diserahkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur.

Menkominfo Rudiantara mengatakan Bahwa Pemerintah terus mendrive agar pertumbuhan ekonomi nasional terus bertumbuh sehingga Indonesia bisa berada pada posisi  7 dunia dimasa datang. "Pertumbuhan ekonomi nasional terus didorong agar terus meningkat  dengan menggunakan APBN sebagai Tool dengan mengarahkannya untuk belanja modal yang bersifat produktif, menciptakan lapangan pekerjaan serta sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Saat ini dikatakannya bahwa kita tengah  menghadapi kompetisi secara ketat dengan negara negara lain didunia untuk menarik investasi. '"tidak mungkin ada pertumbuhan ekonomi bila tidak ada investasi, oleh karenanya dalam upaya menarik investasi ini dibutuhkan adanya Iklim Investasi yang sehat dinamis dan kondusif." Katanya.

Dibagian lainnya Rudiantara juga menekankan bahwa Formula untuk menarik Investasi tersebut adalah adanya ketersediaan sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai, adanya pelayanan publik yang baik dan berkualitas, untuk itu diharapkan kepada kepala daerah untuk dapat memeperhatikan formula dalam menarik investasi dengan mengarahkan belanja daerahnya untuk belanja modal terutama mengembangkan infrastruktur daerahnya serta terus melakukan trobosan dalam meningkatkan pelayanan publiknya. 

Menpan-RB Asman Abnur mengungkapkan bahwa malam Anugrah Indonesia attracctiveness ini merupakan ajang apresiasi terhadap pemimpin didaerah yang  mampu melakukan Inovasi sehingga  berhasil  mengolola segenap potensi daerahnya dengan baik  sehingga daerahnya menjadi tujuan investasi secara nasional dan regional. Kalau setiap  kepala daerah mampu melakukan inovasi memberikan kemudahan sehingga dapat menarik investasi maka daerah tersebut akan menjadi makmur dan sejahtera. oleh karenanya saya tekankan kepada seluruh kepala daerah untuk memberikan kemudahan dan mampu membangun iklim investasi yang sehat sehingga dapat menciptakan lapangan kerja, menekan kemiskinan sehingga akhirnya akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Menurutnya bahwa Keberhasilan suatu daerah sebagai tujuan investasi  ini memang dibutuhkan strategi dan komitmen para pemimpin didaerah untuk melakukan inovasi untuk bekerja keras dalam pengelolaan sumber daya yang dimilikinya sehinga mampu mewujudkan kesejahteraan melalui peningkatan pelayanan publik yang berkualitas termasuk didalamnya dalam pelayanan perijinan.

"Pihaknya bersama segenap jajaran Kemenpan -RB akan terus mendorong para kepala Daerah untuk melakukan trobosan dan inovasi yang mestinya juga dapat dilakukan Replikasi oleh daerah lainnya di Indonesia. Dengan demikian seluruh daerah akan bisa berjalan dan bertumbuh secara bersama-sama." ujarnya. 

Sementara Bupati Badung melalui  Kabag humas Raka Yuda mengatakan bahwa keberhasilan meraih pengharagaan nasional sebagai Kabupaten terbaik untuk ketiga katagori daya tarik investasi ini merupakan buah kerja keras serta komitmen segenap masyarakat, jajaran Birokrasi  serta pemangku kepentingan  lainnya termasuk tentunya dukungan penuh DPRD kabupaten Badung.

Bupati menegaskan bahwa segenap prestasi yang berhasil diraih  hendaknya dapat sejalan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat, terwujudnya pelayanan Publik yang semakin berkualitas dan meningkatnya daya saing daerah.

Menurut Raka Yuda yang juga bicara Bupati Badung ini mengungkapkan bahwa Bapak Bupati Badung dalam berbagai kesempatan  sering menekankan bahwa sebagai daerah dengan tujuan pariwisata nasional dan internasional maka faktor terjaganya keamanan dan kenyamanan ini menjadi faktor penting dan menentukan keberlangsungan pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Badung.

Pemerintah akan melakukan berbagai upaya dan Trobosan dalam upaya menyiapkan infra struktur dan peningkatan kualitas pelayanan publik termasuk menjaga rasa aman dan kenayamanan masyarakat dan para pelaku usaha di badung.Hal ini dilakukan karena juga disadari bahwa keberlangsungan pembangunan kepariwsataan ini amat penting karena  menjadi penggerak pertumbuhan perekonomian di kabupaten Badung.

Ditambahkannya bahwa dalam upaya mewujudkan ketentraman dan ketertiban di wilayah hukum Kabupaten badung bapak Bupati telah membuat program bersama dan berkelanjutan  dengan Jajaran TNI dan Polri guna melakukan patroli bersama dengan jajaran dan aparat terkait di kabupaten Badung seperti Sat Pol PP , kes Bang pol Linmas dan pecalang." Pungkasnya. (r/humas pemkab badung/bpn)

Pilkada DKI dari Pandangan Pengamat Dunia Hiburan Zandre Badak

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam dunia hiburan yang paling menonjol adalah mana yang paling menarik, memikat hati dan menjadi pusat perhatian orang.

Demikian pula dalam Pilkada DKI Jakarta, siapa yang mampu memikat hati warga jakarta dapat dipatikan akan mendapatkan suara terbanyak.

Seagaimana kita ketahui Basuki Tjahaya Purnama Alias Ahok sebagai petahana berpasangan dengan Djarot Syaiful Hidayat adalah petahana yang mau tidak mau masih digandrungi masyarakat Jakarta. Dengan segala kontroversi dan kebijakan yang dibuat oleh Ahok sebagain masyarakat Jakarta masih berharap Ahok memimpin Jakarta.

Namun tidak berhenti sampai disitu lawan Ahok kali ini adalah lawan yang cukup tangguh, boleh dipandang sebelah mata namun ini adalah lawan surprice dan penuh kejutan sehingga Pilkada DKI kali ini serasa Pilpres pertarungan SBY, Mega dan Prabowo.

Menurut Zandre Badak selaku pengamat dunia hiburan, basis yang paling menjadi sorotan muda mudi dan mampu menghipnotis pemilih pemula adalah pasangan Agus Harimurti dan Sylviana Murni. Bagaimana tidak dengan wajahnya yang tampan dan berwibawa serta terlihat tegas Agus sangat menjadi sasaran yang paling menarik dibahas di media.

Alasannya meskipun namanya terbilang baru dan cukup mengejutkan namun karisma yang dimiliki Agus bisa menghipnotis ABG, atau mahasiswi dan mahasiswa pemilih pemula. Pemilih pemula di DKI berisaran umur 17-22 Tahun. Masa dimana masih beraroma masa puber, kebanyakan anak semasa itu mencati sosok yang menarik dan ganteng tentu bagi laki-laki, anggap saja Agus sebagai bintang film atau artis maka Agus bisa disetarakan dengan Aliando syarif, Al Gozali, Bastian Stell dan sebagainya.

Dimana artis muda paling digandrungi anak remaja dan yang sedang buper, bahkan mereka bisa bertentangan dengan pilihan orang tuanya, misalkan oramg tuanya memilih Anies atau Ahok namun pada bilik suara anak labil yang gemar sosok ganteng akan mengalihkan pilihannya menjadi memilih Agus Harimurti.

Nama Anies Baswedan juga patut diperhitungkan di dalam kasat mata hiburan, menurut Zandre diantara Cagub Cawagub nama Anies yang paling pandai memainkan kata dan menghibur dengan kata-kata.

Anies dekat dengan pelajar dan banyak diidokan guru, secara otomotis sebagai pendiri Indonesia Mengajar Anies lebih santun dan lebih pandai bermain kata demi memikat masyarakat Jakarta, sehingga menurut Manager Artis Yeyen Lidya, Uli Auliani, Ucok Baba, Ali Zainal, Lolly Unyu, Yunita Lestari dan beberapa artis lainnya berpendapat ketiga paslon Cagub Cawagub Pilkada DKI Jakarta punya peluang yang sama untuk memenangkannya.

Lalu apa otak-atik pertimbangan menurut Zandre Badak?

Kemungkinan besar Pilkada DKI ada dua putaran mengingat menurutnya popularitas Ahok dan waktu tersisa akan digunakan penantang Ahok untuk mengejar ketertinggalan elekstabilitas sang penantang.

Kita ketahui bahwa Agus Harimurti adalah putra SBY, pastinya SBY punya strategi khusus dalam berkampanye. Kita ingat kala SBY mundur dari Menteri dan menumbangkan Mega dua kali Pilres tentu itu akan diterapkan di pilkada DKI untuk memuluskan kemenangan anaknya. Ahok dapat mengurangi kata-kata kasar yang kerap terlontar dan membuat warga Jakarta tetap memilihnya kemungkinan yang masuknya putaran Kedua adalah Ahok Vs Agus.

Sebaliknya jika Ahok tidak menahan diri dalam berisikap dan tetap seperti biasa kemudian gerakan menolak Ahok makin genjar maka besar kemungkinan di final yang bertanding adalah Anies dan Agus.

Zandre Badak menambahkan pilkada di Jakarta sangat cair jadi segala kemungkinan bisa terjadi. (r/bpn)

Gubernur Harap Hubungan Bali-Tingkok Tetap Berjalan Harmonis

BALIPORTALNEWS.COM – Tali persaudaraan antara Bali dan Republik Rakyat Tiongkok telah terjalin sejak abad XII,  menyebabkan terjadinya akulturasi budaya antara keduanya sehingga banyak ditemukan sejumlah kesamaan budaya diantara keduanya. Hal ini pun menjadi dasar bagi  hubungan bilateral keduanya yang harus tetap dijaga.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengungkapkan hal itu dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Cokordo Pemayun saat menghadiri Perayaan Hari Nasional Tingkok ke-67 di Hotel Westin – Nusa Dua, Jumat (23/9/2016).

Lebih lanjut, dalam disampaikan Gubernur, bahwa masyarakat Tingkok yang tinggal di Bali sudah sangat banyak. Demikian pula sebaliknya, sudah banyak masyarakat Bali yang tinggal, belajar atau bekerja di Tiongkok. Sehingga kedepannya, konsep persahabatan yang bersifat hakiki tersebut dapat menjadi landasan kerjasama antar bangsa menghadapi dinamika global.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa selama ini Pemerintah Tiongkok telah memberikan berbagai bentuk bantuan pembangunan. Oleh karena itu menjadi tugas masyarakat dan Pemerintah Daerah saat ini, memelihara dan terus meningkatkan hubungan baik tersebut, sekaligus senantiasa mengupayakan manfaat yang sebesar-besarnya bagi  masyarakat kedua bangsa. 

Sementara itu Konsulat Jendral Tiongkok di Bali, Hu Yin Quan, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan Pemerintah Indonesia khususnya Pemerintah Daerah Bali terhadap keberadaan orang tiongkok di Bali.

Menurutnya, sampai saat ini sebanyak 4.600 warga Tiongkok yang melakukan perjalanan wisata ke Indonesia melalui jalur Bali. Selain itu, setiap tahunnya ia mencatat kunjungan warga Tiongkok yang datang ke Bali terus meningkat, begitu juga sebaliknya.

Oleh karena itu, ia menilai bahwa kerjasama di bidang promosi pariwisata, baik dalam pertukaraan kebudayaan maupun melalui jalur pendidikan harus terus dikembangkan. Sehingga kedua negara dapat mempererat hubungan melalui pariwisata, budaya, pendidikan maupun ekonomi perdagangan.

Ia juga menghimbau kepada warga tiongkok yang ada di Bali, agar tetap menjaga kerukunan dengan masyarakat lokal dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain. Disamping itu ia juga berharap, dalam memasuki usia ke -67,  yang jatuh pada 1 Oktober nanti, akan menjadi momentum yang bersejarah bagi seluruh masyarakat Tiongkok dalam meningkatkan mutu dan kualitas ekonomi pembangunan, yang kemudian dapat secara langsung mensejahteraan masyarakat Tiongkok.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Kepala Kadis Kebudayaan Provinsi Bali, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Perwakilan Negara sahabat, serta masyarakat Tiongkok yang ada di Bali, NTB dan NTT. (r/humas pemprov bali/bpn)

Wagub Semangati Anak Muda Penggiat Koperasi Se-Asia Pasifik

BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menyemangati anak muda penggiat koperasi dari 16 negara Asia Pasific yang menggelar pertemuan di Bali. Dia berharap, pertemuan ini menjadi spirit bagi upaya peningkatan kerjasama antar penggiat koperasi di kawasan Asia Pasific. Hal tersebut disampaikannya pada penutupan Co-op Youth Summith di Zizz Hotel, Kuta, Jumat (23/9/2016).

Lebih jauh Sudikerta mengungkap mengenai peran penting keberadaan koperasi. Kata dia, koperasi merupakan salah satu wadah usaha yang memegang peranan cukup signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, dia mengapresiasi inisiatif International Co-operative Alliance (ICA) yang memilih Bali sebagai tempat pertemuan. Sudikerta berharap, pengalaman anak muda penggiat koperasi dari berbagai negara memberi inspirasi bagi pengelola koperasi di Pulau Dewata.

Wagub meminta para peserta memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Para peserta, kata Sudikerta, dapat berbagi pengalaman tentang pengelolaan koperasi di negara masing-masing.

Pada bagian lain, Wagub Sudikerta juga memanfaatkan momentun tersebut untuk mempromosikan Bali. Dijelaskannya, Bali merupakan pulau kecil yang terkenal dengan keindahan alam dan keragaman budaya. Selain banyak dikunjungi wisatawan, Bali juga kerap menjadi tuan rumah kegiatan berskala internasional.

Menurut Sudikerta, dipilihnya Bali tak terlepas dari faktor keamanan yang hingga saat ini  tetap terpelihara dengan baik.

Kepada para peserta Co-op Youth Summit, Sudikerta minta mereka meluangkan waktu untuk berwisata dan berbelanja hasil kerajinan Bali.

Sementara itu, Regional Director of ICA Asia Pacific, Balu Iyer menerangkan, Co-op Youth Summith adalah pertemuan puncak kaum muda yang bergerak dalam bidang perkoperasiaan.

Kegiatan yang digagas International Co-operative Alliance (ICA) ini diikuti 65 anak muda dari 16 negara kawasan Asia Pasifik.

Balu Iyer menambahkan, kegiatan dirancang sebagai ajang berbagi pengalaman terkait kiprah generasi muda dalam menggerakkan koperasi di negara masing-masing. Lebih dari itu, pertemuan ini juga dimaksudkan untuk memahami keragaman budaya dari berbagai negara.

Sementara itu, Senior Perkoperasian ICA Robby Tulus menambahkan, kegiatan yang berlangsung dari 19 hingga 24 September ini tak hanya diisi dengan kegiatan diskusi. Selain diwarnai berbagai kegiatan atraktif, para peserta juga diajak mengunjungi sejumlah koperasi yang dikelola oleh anak muda Bali. 

Acara penutupan Co-op Youth Summit juga dihadiri Anggota DPD RI Arya Wedakarna. Dalam sambutannya, Arya Wedakarna menyinggung keberadaan koperasi yang memegang peran penting bagi kemajuan perekonomian Indonesia. Karena itu, pemerintah memberi perhatian besar bagi upaya memajukan koperasi. (r/humas pemprov bali/bpn)

 

Gubernur Dukung Pelaksanaan World Culture Forum di Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi dan mendukung dipilihnya Bali sebagai tuan rumah digelarnya acara World Culture Forum (WCF) ke II Tahun 2016 yang akan dilaksanakan mulai 10-13 Oktober 2016.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima audensi rombongan Panitia WCF yang dipimpin Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Hilmar Farid.

Lebih jauh, Gubernur Pastika menyampaikan harapannya agar WCF kali ini bisa menghasilkan kebijakan yang benar-benar menunjukan kebudayaan-kebudayaan dunia dan Indonesia khususnya, disamping juga sebagai ajang seminar umum tentang kebudayaan seperti yang sudah biasa diselenggarakan.

“WCF ini tentang ide yang besar, bukan ide yang biasa, jangan hanya diisi dengan seminar. Seharusnya WCF ini digelar rutin sepanjang tahun di seluruh kepulauan Indonesia dan Bali sebagai puncaknya, sehingga nantinya Indonesia bisa menunjukkan benar-benar bisa menjadi pusat kebudayaan dunia. Karena kita untuk saat ini memang baru bisa berkiprah di sektor budaya, kalau teknologi mungkin kita masih kalah dengan negara-negara lain,” urai Pastika seraya kembali menceritakan awal mula dicetuskannya WCF pada 2008 dengan ide memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-100 dan Garuda Wisnu Kencana (GWK) sebagai markas besarnya.

Tak sebatas itu saja, WCF yang direncanakan kala itu juga mencetuskan ide diukirnya relief kebudayaan-kebudayaan utama yang ada di dunia pada dinding diseputaran GWK.

Rencana tersebut diharapkan dapat menarik minat wisatawan ke seluruh wilayah Indonesia seiring dilaksanakan di seluruh kepulauan dengan sistem swastanisasi, namun semenjak dilaksanakan oleh pemerintah dengan model proyek, even tersebut menjadi kurang bergaung dengan perhelatan rutin semata.

Gubernur Pastika pun berharap melalui Dirjen Kebudayaan saat ini bisa membangkitkan kembali roh WCF dengan kembali  menggelarnya sesuai ide awal terbentuk even tersebut.

Even yang rencananya juga mengundang perwakilan negara-negara tetangga tersebut, juga diharapkan menjaga kualitas acara terutama pementasan seni budaya yang akan dipentaskan.

Seperti disampaikan sebelumnya oleh Hilmar Farid, bahwa perhelatan itu  rencananya akan digelar dari tanggal 10-13 Oktober 2016 dengan  agenda pawai budaya, simposium, seminar, rapat pleno, dan acara puncak digelar pada 13 Oktober 2016.

Tak hanya itu, untuk memberi ruang bagi peserta generasi muda akan digelar acara khusus  yakni Youth Forum yang akan melaksanakan kunjungan ke empat daerah di Bali yakni Penglipuran, Tenganan, Bedulu dan Bogan.

Forum WCF kali ini juga menurutnya diharapkan bisa melahirkan pembentukan panitia yang selanjutnya akan bertanggungjawab melanjutkan WCF. Forum kali ini rencananya akan diikuti sekitar 30 pembicara, dan Menteri negara-negara tetangga yang hingga saat ini menurutnya sudah melaksanakan konfirmasi sekitar 13 menteri, dan diyakini akan bertambah lagi. (r/humas pemprov bali/bpn)

Kementerian PP dan PA : Penyimpangan Seksual dan Prostitusi Bukan Saja Faktor Ekonomi

BALIPORTALNEWS.COM – Hasil penelitian yang dilakukan Kementerian PP dan PA RI, prilaku menyimpang seksual maupun prostitusi bukan lagi faktor ekonomi sebagai penyebab utamanya, namun sudah menjadi gaya hidup. Setelah dilakukan penelitian, ada sebagian pelaku keluarganya mapan secara ekonomi, namun karena kurang kasih sayang dan perhatian keluarga hingga mereka terjerumus.

Begitu juga dengan penyimpangan seksual, ada kecenderungan anak yang mendapat pelecehan seksual saat anak-anak, setelah dewasa mereka cenderung melakukan hal yang sama.Hal tersebut disampaikan Tim KLA Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA)  RI, Hadi Utomo saat pelatihan Konvensi Hak Anak di ruang rapat RS Kasih Ibu,  di Desa Saba, Blahbatuh, Gianyar, Jumat (23/9/2016).

Dikatakan, dari sejumlah kasus seperti kasus pembunuhan, kejahatan seksual bahkan prostitusi yang terjadi ketika ditangani polisi terungkap fakta yang sangat memilukan. Dari mulut para pelaku keluar sebuah cerita memilukan dimana mereka melakukan hal ini karena terinspirasi dari kejadian yang mereka alami ketika masih kecil. Sangat menyedihkan.

Pengalaman pahit masa kecil, akan menimbulkan trauma sangat parah. Begitu parahnya trauma yang harus ditanggung oleh seseorang disaat masa kecilnya mengalami kejadian yang tidak menggenakan. Trauma itu membekas hingga mempengaruhi prilaku hingga mereka dewasa. Anak-anak hendaknya dapat dipersiapkan untuk menjalani kehidupan sebagai pribadi dalam masyarakat dan dibesarkan dalam cinta dan kasih sayang. Diberi perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi. Bahkan PBB telah menetapkan Konvensi Hak Anak, yang telah diratifikasi oleh Indonesia dengan UU No. 10 tahun 2012 tentang Konvensi Hak Anak.

Menurut Hadi Utomo, negara dan masyarakat harus memahami bahwa “violence”atau kekerasan terhadap anak dapat berupa pukulan, bentakan, kekerasan, kata-kata kasar hingga kekerasan seksual. “Kita harus sadar, jika anak terbiasa mendapatkan perlakukan ini sejak kecil, bisa menjadi trauma yang secara tidak sadar akan ada kecenderungan mereka melakukan hal serupa kelak dikemudian hari,”jelas Hadi Utomo."Tidak ada gunanya UU Konvensi Hak Anak disahkan, jika elemen dasar yaitu keluarga sebagai orang terdekat  tidak mampu memahami dan memberi perlindungan pada anak,” ujar Hadi Utomo.

Kepala Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Kabupaten Gianyar,  I.A Putu Sri Ambari mengatakan selain mendatangkan nara sumber dari Kemeterian PP dan PA RI, juga dihadirkan Psikolog Drs. Retno Indrayanti, S.Pi dari RS Sanglah Denpasar. Sri Ambari mengatakan, peserta pelatihan kali ini khusus dari kalangan tenaga kesehatan, kepolisian dan kejaksaan. Tujuannya adalah agar mereka memahami bagaimana nantinya mereka bisa menangani korban (anak) jika terjadi tindak kekerasan pada anak.

Karena menurut Sri Ambari, memeriksa seorang anak yang tersangkut masalah tidak bisa disamakan dengan saat memeriksa orang dewasa. Harus ada pendekatan psikologisnya. Bila memungkinkan, saat polisi memeriksa agar tidak menggunakan atribut kepolisian, karena kadang bisa membuat anak sangat tertekan dan ketakutan. Begitu pula dengan tenaga medis, semua harus dilakukan dengan pendekatan yang membuat anak itu merasa nyaman. (r/humas pemkab gianyar/bpn) 

Bekraf dan Bukalapak Gelar Pelatihan Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam rangka peningkatan produksi dan jasa kreatif, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) melalui Direktorat Pengembangan Pasar Dalam Negeri bekerjasama dengan Bukalapak memberikan pelatihan dalam rangkaian acara workshop bertajuk “Pengembangan Pemasaran Karya Kreatif Melalui Media Online” yang dilaksanakan di enam kota di Indonesia yaitu Bali, Semarang, Yogyakarta, Pontianak, Palembang, dan Malang. Workshop di enam kota ini berlangsung mulai 23 September hingga 18 Oktober 2016. Workshop ini melibatkan mentor dari Bukalapak yang memberikan pelatihan kepada para pelaku usaha ekonomi kreatif/UKM dengan tiga materi utama yaitu cara memasarkan dan mempromosikan produk dan jasa kreatif dengan memanfaatkan platform marketplace, di antaranya Tips Foto Produk, Copywriting, dan Promosi. Workshop pertama dilangsungkan di Hotel Siesta, Legian Bali pada 23 September 2016 dengan jumlah peserta sebanyak 50 pelaku usaha ekonomi kreatif.

BEKRAF bersama dengan Bukalapak menggagas workshop ini dengan tujuan memfasilitasi pelaku usaha ekonomi kreatif di berbagai kota di Indonesia. Di tengah kemajuan era teknologi, para pelaku usaha harus mampu membidik peluang secara tepat dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan pemasarannya agar menjangkau pasar yang lebih luas, dengan melibatkan marketplace yang telah dianggap cukup berhasil. Dengan begitu, kualitas pelaku usaha ekonomi kreatif kita akan semakin baik sehingga mampu bersaing di pasar ASEAN maupun global.

“Bukalapak saat ini sudah memiliki penggerak pelapak yang tersebar di 130 daerah di Indonesia. Pengerak Pelapak bertugas untuk menjaring jumlah pelapak baru, meningkatkan penjualan online para pelaku UKM, serta meningkatkan kualitas pelapak baru agar dapat bersaing di pasar online, serta pembinaan kepada para pelaku UKM. Di samping itu, Bukalapak juga memiliki anggota komunitas yang telah tersebar di lebih dari 30 kota di Indonesia. Dengan begitu pembinaan UKM di daerah-daerah diharapkan dapat semakin terintegrasi,”Ujar Rahmat Danu Andika, Head of Business Partner Bukalapak.

Para pelaku usaha ekonomi kreatif/UKM adalah jantung penggerak perekonomian Indonesia, memberikan kontribusi serta andil bagi badan usaha dan penyerapan tenaga kerja secara nasional. Melalui program ini, BEKRAF dan Bukalapak terus mendorong para pelaku usaha mikro di bidang ekonomi kreatif memperluas pasar untuk kreasinya dengan signifikan.

Para pelaku usaha ekonomi kreatif saat ini telah semakin berkembang dengan adanya “Platform e-dagang” yang dihasilkan sebagai sarana promosi dan publikasi produk dan jasa kreatif. Selanjutnya perlu dukungan bagi mereka untuk menggunakan dan pemanfaatan digital agar terus terhubung, kami percaya pasar produk ekonomi kreatif Indonesia akan meningkat. Tidak hanya dari segi produk yang kreatif, tapi juga bagaimana cara pemasaran yang kreatif agar bisa menjadi lebih unggul dan tercipta ekosistem kompetisi yang sehat,” disampaikan oleh Sappe M.Sirait dan Direktur Pengambangan Pasar Dalam Negeri dari BEKRAF.

Workshop ini juga merupakan inisiatif bersama antara BEKRAF dan Bukalapak untuk terus mengedukasi dan mendampingi para pelaku usaha ekonomi kreatif agar dapat memiliki daya saing. Diharapkan, inisiatif ini akan memperkuat promosi dan publikasi produk dan jasa kreatif dalam negeri di Indonesia maupun internasional. (r/bpn)

 

Seni dan Budaya Bali Masih Menjadi Daya Tarik Wisatawan

BALIPORTALNEWS.COM – Pulau Bali  selama ini terkenal seni  dan budaya yang tak terbantahkan hingga kini. Daya tariknya yang kuat menjadikanya magnet bagi warga dunia untuk datang berkunjung ke Bali. 

Terlebih, Kabupaten Gianyar sebagai daerah seni dan budaya di Bali menjadi penyangga seni budaya bagi daerah lainnya.

Hal ini dikatakan  Deputi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Haswan Yunaz  disela–sela seminar internasional bertema warisan transbudaya yang berbasis pada keharmonisan di Balai Budaya Gianyar, Kamis (22/9/2016)

Haswan mengatakan, globalisasi menyebabkan dampak yang beragam bagi perkembangan budaya di Indonesia. Saat ini, daya tahan masyarakat daerah benar–benar diuji dalam menangkal masuknya pengaruh budaya asing. Maka, segala cara harus digiatkan untuk mencegah semua itu. "Sosialisasi dan praktek secara intens menjadi kunci utama," jelasnya.

“Pandangan saya, Bali merupakan garis terdepan saat ini dalam urusan pengembangan kebudayaan. Sebab, pulau ini memiliki daya jual yang kuat bagi dunia. Ini yang harus dijaga, jangan sampai rusak, yang hanya akan membuat orang beralih mencari lokasi lain yang belum terjamah. Tradisi harus benar–benar dilestarikan sekuat mungkin," tekannya.

Dia mengapresiasi komitmen Pemda Gianyar yang sangat concern terhadap pelestarian seni budaya. Niat baik tersebut harus dibarengi dengan etos kerja nyata, dukungan penuh dari masyarakat dalam partisipasinya memperkuat budaya daerah.”Seni budaya juga harus dijadikan prioritas pembangunan,”tegas Haswan.

Ketua Pusat Kajian Bali Universitas Udayana, Prof.Dr.I Ketut Ardhana mengatakan seminar internasional tersebut bertujuan menyosialisasikan peran Gianyar dalam memperkuat jaringan, baik di tingkat lokal, nasional dan global. Juga akan membahas refleksi perjalanan panjang sebuah kota dengan segala potensi, tantangan memperuat kearifan lokal yang dimiliki.

Peserta seminat sejumlah 100 orang terdiri dari pejabat pemerintah, pemerhati wisata, tokoh agama dan adat, akademisi, mahasiswa Perguruan Tinggi, siswa, insan kreatif dan lembaga sosial masyarakat di Bali.

Bupati Gianyar, AA. Gde Agung Bharata mengatakan kepercayaan yang diberikan terhadap dirinya sebagai Predisium Jaringan Kota Pisaka Indonesia membuatnya memiliki tanggung jawab besar dan selalu memberi prioritas tertinggi dalam masalah seni dan budaya di Kabupaten Gianyar.Bupati Agung Bharata berharap usai seminar nanti, banyak ide baru yang dapat memberi sumbangsih terhadap perkembangan budaya di Kabupaten Gianyar.”Budaya kita sudah sangat kuat, tinggal bagaimana memadukannya dengan inovasi–inovasi baru agar selalu segar dan tidak jenuh,” ucapnya.

Dalam seminar tersebut, hadir Prof. Goh Beng Lan dari National University of Singapore, dengan judul makalahnya Warisan Transbudaya yang Berbasis Keharmonisan di Era Global. Kemudian Dr. Ang Ming Chee dari George Town World Heritage Incorporated Malaysia membawakan makalahnya yang berjudul Pengurusan Warisan Budaya di Tapak Warisan Dunia UNESCO George Town. Sementara Prof. Yekti Maunati dari LIPI-Jakarta menjabarkan tentang beberapa permasalahan budaya lokal, budaya nasional dan budaya global kajian etnisitas dan identitas. (agy/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan