Pastika Tanamkan Sikap Anti Narkotika pada Remaja dan Anak-Anak

BALI-PORTAL-NEWS.COMHanya ada dua pilihan bagi mereka yang coba-coba menggunakan narkotika yaitu penjara atau kuburan. Pesan itu disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika kepada remaja dan anak-anak yang hadir pada acaraDeklarasi dan Pengukuhan Pengurus Yayasan Barisan Anti Narkotika Indonesia (BANNI) Bali di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar, Sabtu (23/7/2016).

“Pilihannya hanya dua, kalau tidak penjara ya kuburan. Tak ada yang lain,” tandasnya. Agar pesan itu makin tertanam di kalangan remaja dan anak-anak, Pastika pun menuliskannya pada sejumlah lukisan karya peserta lomba yang digelar di sela-sela acara pengukuhan dan deklarasi tersebut.
Pastika pun tak segan-segan menyebut narkotika sebagai bahaya jahanam yang mengancam berbagai sendi kehidupan. Selain merugikan secara ekonomi, narkotika juga memicu berbagai penyakit, menurunkan produktifitas, menghancurkan rumah tangga  hingga merenggut nyawa para pecandunya. Karenanya, Pastika menyebut upaya pencegahan jauh lebih penting dibanding penangkapan dan penindakan. Untuk itu, dia wanti-wanti agar segenap masyarakat, khususnya kalangan remaja dan anak-anak tidak pernah mencoba yang namanya narkotika. “Jangan pernah menerima tawaran dari siapapun, karena dia akan membunuhmu,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu Pastika juga menggugah kepekaan kalangan orang tua terhadap perubahan yang terjadi pada putra atau putri mereka. “Harus curiga kalau anak kita tiba-tiba bengong dan malas mandi, demikian pula sebaliknya kalau mendadak rajin hingga melakukan aktifitas di luar kebiasaan seperti mencuci mobil malam-malam. Bisa jadi itu efek ekstasi,” bebernya.

Mantan Kalakhar BNN ini menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran para siswa, mahasiswa dan masyarakat luas dalam deklalasi BANNI yang digelar bertepatan dengan momentum hari anak nasional. “Paling tidak seribu orang yang hadir di sini selamat dan tidak akan pernah mencoba narkoba,” tambahnya. Selanjutnya, mereka yang hadir dalam acara deklarasi diharapkan dapat mempengaruhi teman atau anggota keluarga masing-masing untuk menjauhi narkoba.

Harapan serupa juga diutarakan Deputi Rehabilitasi BNN Pusat DR. Diah Setia Utami. Menurutnya, upaya memerangi narkoba telah menjadi agenda nasional karena belakangan ancamannya kian serius. Selain korbannya yang terus bertambah, modus operandinya juga makin canggih dan beragam. Saat ini, kata dia, tak kurang dari 246 juta orang di seluruh dunia pernah menyalahgunakan narkotika. “Jenis narkotika yang beredar di pasaran juga makin beragam dan saat ini telah mencapai 643 jenis,” paparnya.

Mengingat besarnya ancaman tersebut, BNN Pusat menaruh apresiasi terhadap kehadiran BANNI Bali. Dia berharap yayasan ini bersatu dengan gerakan lainnya dalam memerangi narkotika bersama dengan BNN dan lembaga penegak hukum.

Sementara itu, Ketua BANNI Bali I Nyoman Baskara mengungkapkan bahwa narkotika telah menjadi isu yang mengancam dunia dalam dua dasa warsa terakhir. Bahkan, Indonesia telah menjadi salah satu pasar dalam perdagangan gelap narkotika. “Mengingat begitu masifnya ancaman tersebut, kita tak bisa lagi hanya berwacana, berdiskusi dan seminar. Semangat dan kepedulian semua pihak sangat dibutuhkan untuk menangkal ancaman narkotika,” ujarnya.

Menurut Baskara, fakta itulah yang menjadi spirit lahirnya BANNI. “Kami akan menjadi bagian dalam upaya memerangi narkotika karena kita tak dapat menyerahkan tugas ini hanya pada pemerintah,” imbuhnya seraya menambahkan bahwa BANNI akan bergerak dalam upaya pencegahan, advokasi dan rehabilitasi. Pasca dikukuhkan dan deklarasi, langkah pertama yang akan dilaksanakan BANNI adalah melakukanroad show ke lembaga pemerintah, perguruan tinggi, sekolah dan lembaga adat.

Acara pengukuhan diwarnai penyerahan pataka dari Deputi Rehabilitasi BNN Pusat dr.Diah Setia Utami kepada Ketua Yayasan BANNI Nyoman Baskara. Selain itu juga dilakukan penandatanganan deklarasi oleh Gubernur Pastika, Wagub Ketut Sudikerta dan Deputi Rehabilitasi BNN Pusat. Acara yang dihadiri oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Sugeng Priyanto dan Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa tersebut juga diiisi penyampaian testimoni oleh dua mantan pecandu narkotika yaitu Gede dan Belki. Keduanya dengan lantang mengajak seluruh masyarakat untuk berani mengatakan tidak pada narkoba karena dampaknya yang sangat merugikan.

Sumber : Humas Pemprov Bali
Editor : Putu Tistha

Wagub Minta Tim Porwanas PWI Bali Jaga Sportivitas dan Solidaritas

BALI-PORTAL-NEWS.COM – Tim Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali yang akan berlaga  di ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional ( Porwanas ) ke XII yang digelar di Bandung Jawa Barat  diminta  tetap menjunjung tinggi sportifitas dan menjaga solidaritas yang terbentuk antar tim. Ajang Porwanas diharapkan akan dapat memupuk rasa silaturahmi antar anggota PWI disamping sebagai ajang unjuk kebolehan  jurnalis dalam bidang olahraga khususnya.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat menerima audensi tim Porwanas PWI Bali di rumah Jabatan  Wakil Gubernur Bali Renon Denpasar Jumat (22/7/2016).

Lebih lanjut Sudikerta juga berharap agar tim PWI Bali selalu menjaga kesehatan dan stamina selama mengikuti kegiatan Porwanas tersebut. “ Saya sangat mendukung pelaksanaan Porwanas ini, saya minta tim PWI Bali selalu menjaga kesehatan, solidaritas dan tetap menjungjung sportifitas, selamat berlomba dan harumkan nama  Bali di kancah nasional tersebut,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra dimana dalam sebuah ajang kompetisi selain adanya semangat tinggi memenangkan pertandingan, sikap sportif harus tetap dijunjung dan rasa persaudaraan hendaknya tetap harus terjaga.

Sementara itu Ketua PWI Bali Dwikora Putra melaporkan bahwasannya tim PWI Bali yang akan berlaga di ajang Porwanas yang akan diselenggarkan dari tanggal 26-29 Juli 2016 di kota Bandung ini  berjumlah sebanyak 30 orang yang terdiri dari 22 atlet dan 8 orang official. Dalam ajang Porwanas sendiri tim PWI Bali akan mengikuti 5 cabang olahraga dari 9 cabang olah raga yang dipertandingkan yaitu cabang olahraga atletik, tenis meja, bilyard, catur dan bulu tangkis.

Dwikora menambahkan selain cabang olah raga tersebut , tim PWI Bali juga akan mengikuti  3 lomba jurnalistik yaitu lomba reportase, jurnalis dan lomba karya tulis. Dwikora yang saat itu didampingi sejumlah pengurus PWI Bali juga menambahkan bahwasannya pelaksanaan Porwanas lebih pada silaturahmi antar wartawan  yang tergabung dalam PWI  namun tidak dapat dipungkiri  tentu saja persaingan akan tetap terjadi dalam setiap pertandingan untuk itu solidaritas harus selalu dipupuk.

Disamping hal tersebut, tim yang akan berlaga di ajang Porwanas kali ini  haruslah benar benar seorang wartawan dan bukan seorang atlit yang dijadikan wartawan. “ Verifikasi  tim Porwanas kali ini sangat ketat, kami akan berupaya tampil semaksimal mungkin dalam membawa nama Bali di kancah nasional dan  kami meminta dukungan dari Pemprov Bali agar tim PWI Bali bisa berjaya di Porwanas kali ini, “ imbuhnya.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Bukan Sekadar Milik Keluarga, Anak Merupakan Generasi Bangsa yang Harus Dilindungi

BALI-PORTAL-NEWS.COM Maraknya tindak kekerasan terhadap anak, baik berupa penganiayaan, kekerasan seksual, eksploitasi maupun kasus lainnya mengundang keprihatinan dari seluruh kalangan.  Untuk itu diperlukan kesadaran dari semua komponen untuk mencegah dan menghentikannya. Khususnya para orang tua harus selalu diingatkan bahwa anak-anak merupakan anugrah dari Tuhan yang bukan hanya milik keluarga, tetapimerupakan tunas dan generasi penerus bangsa,yang harus dilindungi. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada acara Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Bali Tahun 2016, bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar pada Kamis (21/07/2016).

Tema peringatan hari anak tahun ini yaitu “Akhiri Kekerasan Terhadap Anak”, menurut Pastika,  mengandung makna strategis bahwa anak-anak harus tumbuh dalam keluarga dan lingkungan yang aman, nyaman dan menggembirakan. Tema ini juga merefleksikan komitmen bersama untuk memerangi kekerasan terhadap anak. Oleh karena itu,Pemprov Bali sampai saat ini selalu mengupayakan program dan kegiatan yang berpihak pada anak-anak. Program-program prioritas Bali Mandara seperti beasiswa miskin, wajib belajar 12 tahun, pembangunan SMA/SMK Negeri Bali Mandara sampai pada Pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), merupakan wujud penghormatan terhadap hak anak-anak Bali, yang saat ini diperkirakan jumlahnya lebih dari 1.3 juta jiwa. “Dibidang kebijakan Pemprov juga telah menerapkan peraturan daerah tentang perlindungan Anak, dan perda tentang tindak pidana perdagangan orang untuk melindungi anak-anak kita,” tegas orang nomor satu di Bali tersebut pada awak media.

Ia juga berharap, pada seluruh pemangku kepentingan, dunia usaha sampai pada organisasi perempuan dan lembaga swadaya masyarakat, untuk mengajak dan mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun kualitas kehidupan anak-anak,dengan membuat serta mengembangkan kegiatan-kegiatan positif, membangun sarana/prasarana lingkungan yang ramah dan peduli anak, sehingga memungkinkan anak-anak untuk berkembang secara optimal. Menurutnya, sebagai generasi muda harapan bangsa, maka anak tidak hanya ditumbuhkan sehat secara fisik, tetapi juga harus memiliki pikiran cerdas, serta jiwa yang sehat dan mulia sehingga dapat mengembangkan diri secara kreatif, positif dan terarah yang tentunya memiliki karakter dan integritas yang tangguh dan mandiri. “Karena itu, maka pembinaan hubungan sosial keluarga harus sejalan dengan pendidikan anggota keluarganya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Peringatan Hari Anak Nasional Provinsi Bali Tahun 2016 Ni Luh Putu Praharsini, melaporkan bahwa tujuan kegiatan tersebut yang diselenggarakan setiap tahun adalah untuk menumbuhkan kepedulian, kesadaran dan peran aktif setiap individu serta seluruh komponen yang terlibat dalam menciptakan lingkungan  berkualitas untuk menghakhiri kekerasan pada anak serta memberikan informasi yang seluasnya kepada seluruh Anak Indonesia. Dalam rangka pelaksanan peringatan tersebut, terdapat beberapa rangkaian kegiatan hasil sinergi SKPD dan organisasi peduli Anak, seperti lomba Pecha Kucha (bicara santai) dengan metode presentasi, lomba menyanyi tunggal lagu wajib tingkat sekolah dasar, lomba menggambar tingkat sekolah dasar se Kota Denpasar,nonton bareng film gratis dengan judul ” 12 menit  kemenangan untuk selamanya” bersama dengan 375 Wakil Anak SD,SMP, SMA/SMK di Bioskop Galeria XXI, serta berbagai kegiatan positif lainnya. Ia berharap dengan berbagai kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak di Provinsi Bali, serta memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan prestasi seluas-luasnya, sehingga berbagai macam kasus kekerasan terhadap Anak dapat diminimalisir dengan pengembangan berbagai macam kegiatan positif.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta dan Ibunda Paud Provinsi Bali Ny.Ayu Pastika, berkesempatan untuk meyerahkan bantuan Kesejahteraan Sosial Anak Terlantar berupa uang tunai kepada beberapa Anak terlantar yang ada di Bali, dari Dinas Sosial Provinsi Bali.

Acara yang dihadiri oleh Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali  serta perwakilan anak-anak TK, SD,SMP, SMA/SMK se-Bali, juga dihibur oleh berbagai tarian, pembacaan sloka,serta talkshow yang disampaikan oleh Himpunan Psikolog Indonesia Provinsi Bali dengan judul materi “Kenali dan Cegah Kekerasan Seksual Terhadap Anak”.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Pastika Harap Bali Punya Tempat Rehabilitasi Narkoba Lebih Representatif

BALI-PORTAL-NEWS.COM – Gubernur Made Mangku Pastika berharap Bali punya tempat rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba yang lebih representatif. Harapan tersebut disampaikannya saat menerima jajaran Badan Narkotika Nasional Pusat (BNNP) di ruang kerjanya, Senin (18/7/2016).

Terkait dengan harapannya itu, Pastika mengapresiasi rencana BNNP membangun sebuah balai rehabilitasi dengan memanfaatkan aset milik Pemprov Bali. Pastika pun menawarkan dua alternatif lokasi yang bisa dipilih oleh pihak BNNP yaitu lahan Pemprov di Bangli yang merupakan bekas rumah sakit dan saat ini sudah tak digunakan lagi atau lahan bekas rumah dinas di Jalan Melati yang sebelumnya sempat digunakan  sebagai kantor DPRD Badung. “Kalau yang di Bangli itu kan bangunannya sudah ada, jadi bisa direnovasi saja,” ujar dia.

Dia berharap rencana BNNP dapat secepatnya terlaksana mengingat makin mengkhawatirkannya ancaman bahaya narkotika. Selain rehabilitasi bagi korban, menurutnya langkah pencegahan juga menjadi bagian yang tak kalah penting dalam upaya memerangi narkotika.

Terkait dengan upaya pencegahan, dalam kesempatan itu Gubernur Pastika juga mengapresiasi rencana deklarasi Barisan Anti Nakotika Indonesia (BANI) yang digagas sejumlah praktisi hukum dan pemerhati masalah sosial. Dia berharap, keberadaan BANI dapat membantu BNN dalam memerangi memutus mata rantai peredaran narkotika.

Menanggapi harapan tersebut, Direktur Penguatan Lembaga Rehablitasi Instansi Pemerintah BNNP Brigjen Pol. Ida Oetari Purnamasasi, menjelaskan, bahwa pihaknya telah meninjau dua lokasi yang ditawarkan Gubernur Pastika. Lahan di Jalan Melati menurutnya kurang representatif karena berada di tengah kota dan pemukiman serta tak memiliki ruang atau lapangan terbuka. “Memang aksesnya mudah kemana-mana, tapi kurang bagus buat para residen (sebutan bagi pengguna narkotika yang menjalani rehabilitasi, red),” ujarnya.

Dia menilai, lahan Pemprov yang di Bangli lebih memungkinkan karena bangunannya sudah ada sehingga pihak BNNP hanya perlu melakukan renovasi dan tambahan sejumlah fasilitas. Guna merealisasikan rencana ini, pihaknya berharap agar Pemprov berkirim surat resmi ke BNNP yang nantinya menjadi dasar dalam pengalokasian anggaran.

Pertemuan tersebut dihadiri pula Kepala Biro Umum BNNP Brigjen Pol. Budi Soesila; Kepala BNN Provinsi Bali I Putu Gede Suastawa; Kepala Biro Aset Setda Provinsi Bali Ketut Adiarsa; Kadis Sosial Nyoman Wenten; Karo Hukum Wayan Sugiada; Karo Humas I Dewa Gede Mahendra Putra serta penggagas deklarasi  BANI yaitu I Nyoman Baskara dan Ketut Ngastawa.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Sudikerta Dukung Kebijakan “Tax Amnesty” di Bali

BALI-PORTAL-NEWS.COM – Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta mengapresiasi rencana pemerintah pusat mengambil kebijakan tax amnesty dan sekaligus mendorong sosialisasi tersebut. Menurutnya, penerapan kebijakan yang berupa pengampunan pajak bagi wajib pajak (WP) diharapkan bisa mendongkrak jumlah wajib pajak orang pribadi.

Tidak hanya itu kebijakan ini berpotensi bagi penerimaan yang akan bertambah baik di tahun ini atau tahun-tahun sesudahnya.  Terlebih Bali yang merupakan daerah tujuan pariwisata dunia, dipastikan terdapat banyak pengusaha baik lokal maupun asing yang bergerak di sektor pariwisata.

Demikian disampaikan Wagub Sudikerta saat menerima Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Provinsi Bali, Nader Sitorus dan  Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pembendaharaan Provinsi Bali (DJPB) R.Wiwin Istanti di Ruang Rapat Wagub Sudikerta, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (18/7/2016).

“Inikan penghapusan dari pajak yang terhutang, tanpa syarat administrasi. Saya harap bisa dimanfaatkan oleh para penunggak pajak, khususnya bagi para wajib pajak yang menaruh uangnya di luar negeri,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Nader Sitorus menjelaskan secara garis besar bahwa pemerintah pusat telah melakukan reformasi kebijakan dalam perpajakan secara simultan dari tahun ini hingga tahun 2017, dimulai dengan revisi Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) yang salah satunya menambahkan aturan mengenai tax amnesty atau pengampunan pajak dalam UU tersebut, dan  telah disetujui 15 Juli 2016 lalu.

Senada dengan Sudikerta penerapan tax amnesty ini diharapkan para pengusaha yang menyimpan dananya di luar negeri akan memindahkan dananya di Indonesia dan menjadi WP baru yang patuh sehingga dapat meningkatkan pendapatan pajak negara tentunya dengan segala ketentuan dan aturan yang berlaku dalam tax amnesty tersebut. “Seperti pemberitaan di CNN Indonesia dinyatakan bahwa banyak orang kaya di Indonesia yang menyimpan uang mereka di luar negeri, seperti Singapura, dengan memanfaatkan tax treaty (perjanjian pajak antar dua negara)”, ujarnya.

Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mendorong diberlakukannya tax amnesty ini untuk menarik kembali uang milik warga Indonesia yang disimpan di luar negeri. Ia berharap kebijakan ini dapat didukung oleh Pemerintah Provinsi Bali, dan segera dapat disosialisaikan kepada para Penanam Modal Asing (PMA) maupun Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) yang ada di Bali.

Sudikerta yang didampingi Sekprov Pemayun pada kesempatan tersebut berharap Kanwil Ditjen Pajak Provinsi Bali dapat bekerjasama dengan Pemprov Bali khususnya Badan Penanaman Modal dan Perijinan Provinsi Bali terkait data PMA maupun PMDN yang ada di Bali, sehingga dapat dikumpulkan secara bersama-sama dan diberikan sosialisasi terkait pelaksanaan peraturan tax amnesty tersebut.

Disamping itu, ia juga berharap Kanwil Ditjen Pajak juga dapat menggerakkan dan membangkitkan semangat  masyarakat yang ada di Bali, agar menjadi Wajib Pajak dan membayarkan kewajibannya kepada negara, sehingga kedepannya seluruh masyarakat Bali menjadi wajib pajak yang tertib.

Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pembendaharaan Provinsi Bali (DJPB) R.Wiwin Istanti, pada kesempatan audiensi yang sama menyampaikan bahwa dalam rangka mengembangkan perekonomian daerah melalui Usaha Kecil Menengah (UKM). Maka DJPB membuat sistem khusus untuk mengantisipasi dan memininalisir terjadinya kecurangan dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan menyusun sebuah data base bernama Sistem Informasi Kredit Program (SIKP).

Menurutnya, SIKP bertujuan menyusun rekam jejak pelaku UKM yang mendapatkan fasilitas kredit dari pemerintah, apabila ada yang sudah menerima KUR sebanyak lebih dari tiga kali, maka secara otomatis ia tidak mendapatkannya lagi, karena diprioritaskan debitur yang baru.

Ia pula berharap kedepannya ada kerjasama yang intensif dengan Pemprov Bali khususnya terkait dengan pemuktahiran data pelaku UKM yang ada di Bali dan yang telah menerima  KUR. Selanjutnya, pihaknya juga akan mensosialisasikan sistem tersbeut kepada kabupaten/kota se-Bali sehingga data-data yang diperoleh dapat disinergikan.

 

Sumber : Humas Pemprov Bali

Pastika Minta Alumni SMA Bali Mandara Kawal Program Bali Mandara

BALI-PORTAL-NEWS.COM – Sebagai wujud sumbangsih terhadap Pemprov dan masyarakat Bali yang telah mendukung selama mengenyam pendidikan di SMA Bali Mandara secara gratis, para alumni  sekolah menengah bentukan Pemprov Bali tersebut diminta untuk turut mengawal program Bali Mandara. Hal itu disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat mengumpulkan para alumni di kediamannya di Teras Ayung, Denpasar, Minggu (17/7/2016).

Untuk itu, ia meminta kepada sekitar 89 alumni yang hadir agar  memulai mempelajari apa itu Program Bali Mandara untuk kemudian memahaminya lebih dalam. “Berkat program Bali Mandara, SMA kalian ada, itu adalah implementasi mensejahterakan rakyat di bidang pendidikan. Jadi sudah seharusnya kalian pahami dengan baik dan sebarkan ke orang sekitar kalian terutama di lingkungan kampus,” pintanya.

Untuk mengimplementasikan rencana tersebut, Pastika berniat mengundang sekali lagi para alumni yang terdiri dari lulusan 2014, 2015 dan 2016 mengunjungi Bagian Perencanaan dan Pembangunan Daerah Bali, agar bisa memahami dasar perencanaan pembangunan di Bali. “Kalian bisa belajar disana alur perencanaan pembangunan provinsi Bali, hingga rencana budgetingnya, sehingga kelak kalian bisa memberikan sumbangsih untuk rakyat Bali,” imbuhnya.

Dalam pertemuan sore itu, orang nomor satu di Bali ini juga menyampaikan tujuan mengumpulkan para alumni adalah ingin tetap menjalin komunikasi. Pastika tidak menginginkan apa yang sudah didapat di sekolah dilupakan begitu saja, karena terpengaruh lingkungan baru. “Tiap butir nasi yang kalian makan di asrama dulu adalah dari uang rakyat Bali yang belum tentu makan, jadi jangan lupakan apa yang kalian dapat di sana, dan juga gemblengan guru selama ini. Jangan sampai terpengaruh hal negatif dari luar,” tegasnya.

Bahkan terbersit keinginan Pastika untuk membangun sebuah asrama di dekat beberapa kampus rujukan para alumni, agar bisa memantau mereka dan juga meringankan biaya hidup. Sehingga dia berharap, meskipun sudah tidak bersekolah di SMA besutannya, para alumni diharapkan masih mempunyai spirit yang telah ditanamkan oleh para guru di sana. “Sesuai moto, kalian harus selalu menjadi Leader bukan Follower,” pungkasnya.

Pastika yang didampingan Kepala SMA Bali Mandara, I Nyoman Darta juga memberikan kesempatan bagi para wakil alumni untuk mengutarakan pendapat dan sarannya. Rata-rata mereka menyampaikan terima kasih sudah diberikan kesempatan mengenyam pendidikan secara gratis, karena kemungkinan besar mereka tidak bisa melanjutkan pendidikan jika tidak ada program ini.

Mereka juga berharap, fasilitas beasisiswa hingga bisa menyelesaikan pendidikan sarjana. Terakhir, mereka juga berharap program Bali Mandara bisa berjalan dengan sukses, dan semakin banyak anak-anak Bali yang kurang mampu bisa melanjutkan pendidikannya di SMA/SMK Bali Mandara.

Sumber : Humas Pemprov Bali