Kontingen Pramuka Bali Mengikuti Jambore Nasional X

BALI-PORTAL-NEWS.COMGubernur Bali Made Mangku Pastika minta Kontingan Pramuka Bali yang akan mengikuti Jambore Nasional X Tahun 2016 memupuk rasa kebangsaan, memperluas wawasan dan mempererat rasa persaudaraan antar anggota pramuka se-Indonesia. Harapan itu disampaikan Pastika dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta yang juga berkedudukan sebagai Wakil Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Bali, dalam acara Pelepasan Kontingen Jambore Nasional X Tahun 2016, bertempat di Bumi Perkemahan Pramuka Margarana, Tabanan pada Jumat (29/07/2016).

Pastika menilai, Jambore Nasional (JamNas) yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali merupakan pertemuan besar Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia dan merupakan momentum berharga untuk Tim Pramuka Kwatir Bali dalam memupuk rasa kebangsaan, persaudaraan dan wawasan antar pramuka seluruh Provinsi di indonesia. Lebih lanjut, dalam sambutannya Pastika juga menggarisbawahi Tema Jambore Nasional tahun 2016 yaitu “Keren, Gembira, Asyik”. Kata dia, tema itu memiliki makna yang sangat dalam sebagai upaya menumbuhkan semangat dan rasa kemandirian kepada generasi muda.

Pastika meminta Kontingen Bali menunjukkan usaha  terbaik dalam ajang JamNas yang akan berlangsung di Cibubur Jakarta tersebut. Selain itu, Pastika juga berpesan agar Kontingen Pramuka Bali memetik manfaat positif dari pelaksanaan JamNas. Menambahkan harapan Gubernur, Wagub Sudikerta  juga berpesan agar Para Pendamping Kabupaten dan Provinsi dapat memandu para peserta dengan baik, sehingga seluruh kegiatan dapat diikuti dengan lancar oleh seluruh kontingen JamNas Kwartir Bali.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali Ketut Wija dalam laporannya yang dibacakan Pimpinan Rombongan JamNas X tahun 2016 I Gusti Lanang Jelantik mengungkapkan bahwa  kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada 14-21 Agustus 2016 di Cibubur-Jakarta.

Sebelum bertolak ke Cibubur, Kontingen Bali melaksanakan pemantapan selama dua hari dari tanggal 29 hingga 30 Juli di Bumi Perkemahan Margarana-Tabanan. Kontingen Bali berkekuatan  367 orang yang berasal dari adik-adik pilihan dari kwarcab/kwarda 9 kab/Kota se-Bali. Materi yang akan diberikan selama pemantapan diantaranya, penjelasan hasil simulasi pelaksanaan JamNas X, pemantapan kegiatan karnaval budaya yang akan melibatkam seluruh peserta JamNas serta materi lainnya.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Pastika Ingin Kontingen Bali Berjaya pada PON XIX Jawa Barat

BALI-PORTAL-NEWS.COMGubernur Made Mangku Pastika berharap Kontingen Bali mampu meningkatkan perolehan medali dan berjaya pada pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX yang akan digelar di Provinsi Jawa Barat pada bulan September 2016 mendatang. Harapan itu disampaikan Pastika dalam sambutan yang dibacakan oleh Wagub Ketut Sudikerta pada Upacara Pembukaan Pemusatan Latihan (TC) Sentralisasi Atlet/Pelatih Bali Menuju PON XIX 2016 Jawa Barat di halaman depan GOR Ngurah Rai, Denpasar, Jumat (29/7/2016).

Lebih jauh dia menyebut, TC bagi Atlet/Pelatih Bali menuju PON XIX tahun 2016 di Jawa Barat telah dipersiapkan dengan sistem pembinaan dan pelatihan yang sistematis dan didukung penerapan iptek keolahragaan sport science. Pola ini, kata Pastika, diharapkan mampu memberikan hasil optimal sehingga kontingen Bali dapat berjaya dalam event ola raga empat tahunan tersebut. “TC ini tidak boleh disia – siakan, manfaatkan untuk mengasah kemampuan, melatih fisik, teknis dan meningkatkan kesiapan mental bertanding, karena saya yakin dengan upaya dan kerja keras yang demikian, peningkatan prestasi akan dapat diraih,” jelas Pastika.

Dalam kesempatan itu, Pastika juga meminta dukungan semua pihak untuk menyukseskan pelaksanaan TC. “Kegiatan ini patut kita dukung bersama, karena  merupakan upaya untuk mempersiapkan Kontingan Bali sehingga mampu mempertahankan atau meningkatkan prestasi yang diraih pada PON sebelumnya,” imbuhnya.

Kalau sebelumnya Bali berhasil menempati peringkat 9 dari 33 provinsi, tahun ini dia berharap peringkat tersebut dapat diperbaiki. Walaupun dia menyadari bahwa banyak tantangan yang nantinya akan dihadapi kontingan Bali dalam mempertahankan prestasi tersebut. Namun Pastika optimis, kontingen Bali yang merupakan gabungan dari atlet pilihan mampu mengukir prestasi terbaik.

Pada bagian lain, dia juga mengingatkan bahwa selain menjadi tolak ukur kemampuan para atlet, event olah raga nasional ini juga menjadi indikator keberhasilan pembinaan di bidang olah raga. Untuk itu, para pembina yang tergabung dalam KONI Bali hendaknya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan hasil pembinaan di bidang keolahragaan yang telah dilakukan selama ini.

Sementara itu Kepala Satuan Tugas TC Sentralisasi Atlet/Pelatih Bali Maryoto Subekti menyatakan bahwa kegiatan TC bertujuan memberi ruang bagi pelatih dan atlet agar dapat lebih fokus melaksanakan program pelatihan sehingga mereka mampu berjaya dalam PON kali ini. TC yang dilaksanakan dari tanggal 28 juli hingga 20 September 2016 tersebut diikuti 362 atlet dan 99 pelatih. TC akan difokuskan pada sejumlah kegiatan antara lain karakter building dari Jasdam IX Udayana, latihan sesuai cabang olahraga, pemantapan dan penajaman program pelatihan. Agar tak jenuh, TC juga akan diselingi kegiatan out bond dan rekreasi yang dianggap mampu  motivasi dan rasa percaya diri atlet.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Kelurahan Penatih Menjadi Duta Bali di Tingkat Nasional

BALI-PORTAL-NEWS.COM Setelah sebelumnya Kelurahan Penatih berhasil sebagai juara I Lomba kelurahan Tingkat Provinsi Bali, kini   Kelurahan Penatih menjadi duta Bali di tingkat Nasional  di nilai oleh Tim Pusat Nasional karena sudah masuk nominasi empat besar evaluasi perkembangan Desa dan Kelurahan Regional II Jawa-bali tahun 2016, Kamis (28/7/2016) di Wantilan Desa pakraman Penatih.

Dimana Tim Nasional Tingkat Regional II Jawa-Bali yang dipimpin Valentinus  Sudarjanto ini diterima dan disambut langsung oleh Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara di dampingi Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede dan Asisten Administrasi Pembangunan Kota Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta dan segenap pipimpinan SKPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

Dihadapan Tim Penilai Tingkat Nasional Walikota Denpasar IB. Rai Mantra dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta mengatakan Desa dan Kelurahan merupakan penyelenggara pemerintahan dan pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, dimana seluruh kegiatan Pemerintahan Kota berlangsung di Kelurahan yang berkolerasi dengan percepatan perkembangan kelurahan dalam bidang pemberdayaan dan partisipasi masyarakat.

Sejalan dengan itu, Kota Denpasar secara kontinyu mengadakan evaluasi perkembangan Desa dan Kelurahan, dengan maksud untuk menjalankan kewajiban Kota Denpasar dalam rangka pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Pemerintah Desa dan Kelurahan.

Selain itu juga untuk menguatkan partisipasi masyarakat, kerjasama dan kemandirian masyarakat yang dilandasi dengan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di bidang ekonomi sosial budaya dan kesehatan masyarakat. “Saya sangat mengapresiasi Kelurahan Penatih masuk nominasi empat besar evaluasi perkembangan Desa dan Kelurahan Regional II Jawa-bali tahun 2016. Ini merupakan wujud keberhasilan pemerintah Kelurahan Penatih serta warga masyarakat dalam meningkatkan seluruh aspek pembangunan, sarana dan parasaran kelurahan”, ungkapnya.

Sementara Ketua Tim Penilai Nasional Tingkat Regional II Jawa-Bali Valentinus Sudarjanto Sumito mengatakan, tugas tim disini untuk mengklarifikasi dan mencocokan kesesuaian antara jawaban, instrument, penilaian dan data yang telang dikirimkan kepada tim evaluasi dengan data real yang ada di lapangan.

Adapun penilaian lomba ini dilaksanakan dalam lima tahapan, yakni meliputi penilaian administrasi, klarifikasi lapangan, pemaparan hasil klarifikasi, pemaparan calon juara lomba, dan penetapann juara regional. “Dan saya harapkan Kelurahan Penatih tidak bangga sampai masuk empat besar evaluasi perkembangan Desa dan Kelurahan Regional II Jawa-Bali tahun 2016 saja, melainkan bisa terus maju sampai menjadi juara, dikarenakan Kelurahan Penatih ini memiliki banyak potensi disegala aspek bidang ekonomi sosial budaya dan kesehatan masyarakat ” ungkap Sudarjanto.

Lurah Penatih Wayan Herman yang ditemui mengaku lomba ini dijadikan motivasi untuk terus mengembangkan potensi yang ada diwilayahnya. “Keberhasilan suatu pemerintahan dan pembangunan tetap harus ada partisipasi dari masyarakat sehingga apa yang kita programkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.

Sumber : Humas Dps

Pemerintah Pusat Bangga Denpasar Sebagai Kota Pusaka Dunia

BALI-PORTAL-NEWS.COMKota Denpasar menjadi salah satu Kota di Indonesia yang masuk dalam jaringan Kota Pusaka Dunia yang memiliki Warisan Kota Pusaka. Pada Tahun ini Denpasar mendapatkan kehormatan sebagai tuan rumah pelaksanaan strategic meeting Organitation World Heritage City (OWHC) pada Agustus mendatang yang mendapatkan suport langsung Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan (Kemenko PMK)  RI.

Pada Rabu (27/7/2016) Kemenko PMK melalu Deputi Kebudayaan mengundang Pemkot Denpasar untuk dapat hadir di Jakarta dalam pembahasan persiapan strategic meeting OWHC. Pertemuan tersebut dihadiri Sekda Kota Denpasar A.A. Ngurah Rai Iswara mewakili Walikota Denpasar didampingi Kadis Pariwisata Kota Denpasar Wayan Gunawan, Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar Dewa Made Ariawan dan Plt. Kadis Kebudayaan Ni Nyoman Sujati.

Rapat dipimpin Deputi Bidang Kebudayaan Kemenko PMK,  Haswan Yunaz diruang pertemuan Kemenko PMK di Jakarta yang juga dihadiri beberapa pejabat Kementerian serta tampak hadir Direktur Eksekutif Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Nanang Asfarinal yang menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan pertemuan OWHC di Kota Denpasar.

“Ini menjadi kebanggaan kita bersama Denpasar masuk dalam jajaran OWHC, dengan kegiatan saat ini yang menjadikan Denpasar sebagai pusat pertemuan strategic meeting OWHC,” ujar Deputi Haswan Yunaz.

Lebih lanjut Yunaz juga mengapresiasi langkah Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota I G.N. Jaya Negara beserta  jajaran serta masyarakat Denpasar yang telah berkomitmen dalam menjaga, melestarikan berbagai warisan pusaka yang ada di Kota Denpasar.

Masuknya Denpasar dalam jaringan Kota Pusaka Dunia setelah Kota Solo bukan langkah yang mudah, namun menjadi tantangan dalam berbagai program pelestarian tersebut. Terdapat 21 negara yang masuk dalam anggota komite warisan dunia diantaranya Indonesia, Republik Korea, Jamaika, Filipina dan Vietnam. Word Heritage Commite adalah salah satu lembaga yang bernaung dibawah UNESCO yang bertugas untuk mengadakan persidangan dalam rangka penilaian usulan warisan dunia. Ia juga menjelaskan adapun manfaat dari masuknya Kota Denpasar dalam jaringan Kota Pusaka dunia diantaranya meningkatkan citra Indonesia dimata Internasional, mendapatkan perhatian badan Internasional, dan meningkatkan promosi pariwisata. Hal ini tentunya juga menjadi salah satu program Sustainable Development Goals 2030 sebagai Variable target yakni peningkatan upaya melindungi dan menjaga warisan alam dan budaya dunia.

Disamping itu juga masuknya dalam jaringan Kota Pusaka Dunia menjadi salah satu kategori Pilar Kota Berkelanjutan 2015-2045 dengan mewujudkan kota layak yang aman dan nyaman, kota hijau dan kota cerdas. “Kami harapkan kota-kota di Indonesia yang telah masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia dapat melakukan studi banding dan bertukar pikiran dengan Kota Denpasar terkait dengan langkah-langkah yang telah dilakukan,” ujarnya.

Sementara Sekda Kota Denpasar A.A. Ngurah Rai Iswara mengatakan Pembahasan dan persiapan pertemuan OWHC Asian-Pasiffic yang diikuti 41 jaringan kota pusaka dari  9 negara yang akan di selenggarakan dari tanggal 7-10 Agustus mendatang di Hotel Bali Beach Sanur telah dilakukan.

Pembahasan pertemuan juga telah melibatkan Sekretariat Regional OWHC Asian-Pasiffic, Ja-Hyun Jang hadir langsung di Kota Denpasar serta bersepakat dalam beberapa pembahsan pertemuan nanti pada Strategic Meeting yang akan membahas keterlibatan generasi muda atau Youth Networking untuk dapat memahami akan pentingnya pusaka budaya yang dimilikinya.

Rai Iswara juga menjelaskan terdapat dua Kota di Indonesia yang masuk dalam jaringan Kota Pusaka Dunia yakni Denpasar dan Kota Solo, dengan masuknya dalam OWHC tersebut Denpasar telah siap melaksanakan pertemuan tingkat Internasional. Sehingga kami mengharapkan dukungan pemerintah pusat dan seluruh masayarakat Kota Denpasar dalam mensukseskan pertemuan yersebut. “Tidak hanya sekedar dalam kesuksesan acara, namun diharapkan tuan rumah Kota Denpasar dapat memberikan manfaat dalam pelestarian Kota-kota Pusaka Dunia,” ujar Rai Iswara.

Sumber : Pur Humas Dps

Simakrama Gubernur Bulan Juli Digelar Di Wantilan DPRD Bali

BALI-PORTAL-NEWS.COMAgenda rutin Pemprov Bali Simakrama bersama Gubernur Made Mangku Pastika dengan masyarakat untuk bulan Juli akan digelar pada hari Sabtu (30/7/2016).

Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Humas Setda Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra, pada siaran persnya di Denpasar, Selasa (26/7/2016). “Jadi bulan ini kita kembali mengelar simakrama untuk bulan Juli yang akan dilaksanakan di wantilan DPRD, di Jl. Dr. Kusuma Atmaja, Niti Mandala Denpasar,” ujarnya.

Dewa Mahendra juga menambahkan jika tema simakrama pada bulan ini adalah ‘Tranparansi, Akuntabilitas dan Partisipasi Publik’. Birokrat asal Buleleng ini menjelaskan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam mengajukan permasalahan dan aspirasi agar datang lebih pagi yaitu 08.00 WITA untuk melakukan registrasi terlebih dahulu, karena Simakrama sendiri  baru akan dimulai pukul 09.00 WITA.

Lebih lanjut, dalam simakrama yang telah memasuki kali ke-81 ini, masyarakat bisa mengutarakan segala gagasan bahkan unek-uneknya langsung ke Gubernur Bali. “Bapak Gubernur akan hadir  didampingi oleh Wagub Ketut Sudikerta, Sekda Provinsi Bali Cok Ngurah Pemayun beserta kepala SKPD di lingkungan Pemprov Bali dan akan langsung  menanggapi masalah ataupun aspirasi para peserta,” imbuhnya.

Diharapkan pelaksanaan simakrama sendiri bisa menjadi bahan evaluasi atas kinerja Pemprov Bali  dalam memberikan pelayanan ke masyarakat.  “Simakrama merupakan bentuk upaya transparansi, akuntabilitas dan partisipatif masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program Bali Mandara,” ucap Dewa Mahendra.

Sementara bagi  masyarakat yang tidak berkesempatan untuk hadir, simakrama juga dapat dipantau langsung melalui saluran Pro 1 RRI Denpasar 88,6 MHz atau menyaksikan langsung melalui live streaming di www.birohumas.baliprov.go.id pada jam yang sama.  Simakrama akan berlangsung sampai pukul 12.00 Wita yang kemudian ditutup dengan Tri Sandya dan makan siang bersama.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Cetak SDM Handal, Universitas Pertahanan Tawarkan Kerjasama ke Pemkot Denpasar.

BALI-PORTAL-NEWS.COM – Untuk medidik kader – kader dan meningkatkan kualitas SDM di bidang pertahanan yang akan dipersiapkan sebagai calon pemimpin handal dimasa yang akan datang diperlukan institusi yang mewadahi pendidikan di bidang pertahanan mendukung sistem pertahanan nasional. Untuk mewujudkan hal tersebut Universitas Pertahanan yang beralamat di Komplek IPSC Sentul Bogor melakukan menawarkan kerjasama dengan Pemkot Denpasar.

Hal ini disampaikan Rektor Universitas Pertahanan yang diwakili Letjen TNI I Wayan Midhio saat melakukan audiensi ke kantor Walikota Denpasar yang diterima langsung Wakil Walikota Denpasar, IGN Jayanegara didampingi Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta beserta sejumlah SKPD dilingkungan Pemkot Denpasar, Rabu (27/7/2016).

Rektor Universitas Pertahanan, Letjen TNI I Wayan Midhio, dalam perkenalannya mengatakan universitas yang dipimpinnya berada dibawah naungan Kementrian Pertahanan RI dan telah berdiri sejak 2009. Kami membuka diri kepada seluruh lapisan masyarakat, tak memandang latar belakang pendidikannya. Asalkan punya semangat belajar dan telah lulus S1 dengan IPK minimal 3,00. Sementara untuk TNI minimal pangkat Kapten/AKP dan khsusus Prodi Strategi Perang Semesta pendaftar minimal berpangkat Kolonel.

Adapun penerimaan mahasiswa baru di tiap tahun ajarannya dimulai periode bulan Februari hingga April dengan proses belajar mengajar akan berjalan setahun dengan proses penempuhan Tesis diambil selama 2 semester. Setelah selesai menempuh pendidikan akan diberikan sertifikat Madya Kader, Kader Intelektual selain juga Ijasah gelar S2.

“Universitas Pertahanan merupakan program beasiswa S2 (Scholarship Program) memiliki beberapa fakultas diantaranya Fakultas Strategi Pertahanan yang terdiri dari Prodi Strategi Perang Semesta, Prodi Peperangan Asimetris, Prodi Diplomasi Pertahanan, Prodi Strategi dan Kampanye Militer, Prodi Strategi Pertahanan Darat, Prodi Strategi Pertahan Laut dan Prodi Strategi Pertahanan Udara. Fakultas Manajemen Pertahanan terdiri dari Prodi Manajemen Pertahanan, Prodi Manajemen Bencana untuk Keamanan Nasional dan Prodi Ekonomi Pertahanan dan yang terakhir Fakultas Keamanan Nasional dengan Prodi Kemananan Maritim, Prodi Ketahanan Energi dan Prodi Damai dan Resolusi Konflik. Tahun depan pun kami berencana membuka Prodi yang berkaitan dengan teknologi” ujar Wayan Midhio.

Lebih lanjut Wayan Midhio mengatakan dalam proses pembelajarannya, Universitas Pertahanan bekerjasama dengan beberapa pihak baik di dalam maupun luar negeri. Kerjasama luar negeri antara lain dengan Cranfield University UK, Nanyang University, RSIS (Rajaratman School of International Studies) dan US National Defence University (US NDU) sementara ada pula kerjasama dengan beberapa universitas nasional dan badan- badan seperti BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan Pusat Bahasa Kementrian Pendidikan.

Wakil Walikota Denpasar, IGN Jayanegara menyambut positif kedatangan perwakilan Universitas Pertahanan. “Suatu kehormatan dan secara pribadi saya ucapkan terimakasih atas kedatangan Rektor Universitas Pertahanan. Pendidikan dibidang pertahanan sangat penting dalam menghadapi tantangan dimasa depan. Sebaiknya pendidikan semacam ini nantinya lebih banyak ditujukan kepada Kades Lurah agar nantinya mereka lebih mempunyai strategi dalam memahami dan mengetahui potensi wilayah.

Selain itu pendidikan pertahanan ini juga sangat tepat digencarkan di ranah politik. Dimana nantinya akan sangat bagus apabila Parpol mewajibkan kadernya menempuh pendidikan di Universitas Pertahanan sebelum mencalonkan diri di Pilkada. Tentu tujuannya agar saat menjalankan amanah rakyat nanti mereka paham ilmu pertahanan negara yang bisa diaplikasikan saat menajalnkan tugas. “Namun semuanya harus dipelajari lebih mendalam lagi apabila ingin menerapkannya kepada para Kades/Lurah, melihat persyaratan minimal memiliki ijasah S1. Namun secara garis besar ini merupakan suatu langkah positif dan Pemkot Denpasar akan mempelajari dan menindaklanjuti butir- butir kerjasama ini”. ujar Jayanegara.

Sumber : Esa Humas Dps
Editor : Putu Tistha

Walikota Rai Mantra Hadiri Munas Ke-V APEKSI Kota Jambi

BALI-PORTAL-NEWS.COMWalikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra yang didampingi Ketua PKK Kota Denpasar, Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Kota Denpasar, I Ketut Mister,  Asisten Administrasi Umum, IGN Eddy Mulya dan beberapa pimpinan SKPDdilingkungan Pemkot Denpasar menghadiri pembukaan Munas APEKSI (Musyawarah Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) ke-5 Tahun 2016.

Pembukaan ini dibuka secara langsung oleh Dirjen Otonomi Daerah Commentarial 7 Dalam Negeri RI, DR. Soni Sumarsono didampingi oleh Gubernur Jambi, Zumi Zola Sulkifli, Walikota Jambi, H. Syarif Fasha, Rabu (27/7/2016) di Abadi Convention Centre, Kota Jambi. Kegiatan Munas APEKSI ini juga dihadiri oleh 98 Walikota se-Indonesia yang berlangsung dari tanggal 26 sampai 28 Juli mendatang. Sebelumnya, pada Selasa malam (26/7/2016) bertempat di Hotel Ratu Convention Centre, Walikota Rai Mantra juga menghadiri acara gala diner.

Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, DR. Soni Sumarsono dalam sambutannya mengatakan, misi kitahanya satu yakni menyelesaikan kepemerintahan dengan baik, apa yang belum sempurna hendaknyalah disempurnakan. Selain itu, konsep kenegaraan harus bisa hadir dalam kepemerintahan pada layanan publik, berikanlah pelayanan yang luar biasa kepada rakyat sesuai dengan konsep nawacita yang dicanangkan oleh Bapak Presiden.

Dengan adanya pengembangan smart city atau kota cerdas yang berbasis teknklogi, rakyat tidak perlu datang ke kantor, cukup dengan handphone semua jenis pelayanan bagi publik di pemerintahan bisa diakses.

Menurut Somarsono semua kekuranggan dipelayanan publik tidak boleh dihentikan, namun harus tetap dijalankan dan menjadi komitmen kita bersama. Pada bulan Agustus mendatang, Sumarsono mengharapkan semua Kabupaten/Kota telah menyelesaikan Perda tentang Organisasi Perangkat Daerah yang merupakan tindak lanjut dari PP Nomor 18 tahun 2016. “Apapun rekomendasi dari Munas ini kami akan menindaklanjutinya, dan bagi daerah-daerah yang menyelenggarakan program inovasidaerah , Pemerintah Pusat akan memberikan reward kepada Bupati/Walikota terbaik,” kata Sumarsono.

 Ketua Dewan Pengurus APEKSI yang juga Walikota Manado, Vicky Lumentut mengatakan Munas ini merupakan sebuah forum untuk menyamakan gerak dan langkah dalam menghadapi perubahan paradigma dalam tata pemerintahan serta mengevaluasi kebijakan empat tahunyang sekaligus menentukan kebijakan empat tahun yang akan datang. “Forum ini merupakan forum yang sangat strategis bagi seluruh anggota APEKSI, selain itu forum ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyempurnakan tupoksi organisasi  dan menyusun rekomendasi terhadap pemerintah dan keputusan lain sesuai dengan AD/ART APEKSI,” jelasnya.

Sementara Walikota Rai Mantra didampingi Kabag Pemerintahan Setda Kota Denpasar, Dewa Gede Juli Artabrata yang di temui di sela-sela pembukaan APEKSI mengatakan bahwa  APEKSI ini diharapkan dapat sebagai media untukberkomunikasi antar kota dalam melaksanakan program pembangunan daerah.

Demikian juga masalah-masalah yang dialami pada masing-masing pemerintah kota bisa di diskusikan melalui forum APEKSI ini yang mana nantinya bisa dijadikan rekomendasi untuk kemudian disampaikan kepada pemerintahpusat. “Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan dapat menciptakan kerjasama yang baik antar daerah yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta dapat mempercepat pelaksanaan otonomi daerah.” pungkas Rai Mantra.

Sumber : Ngurah Humas Dps
Editor : Putu Tistha

Ayu Pastika Ajak Bangun Kesadaran Tangani Sampah dengan Tindakn Nyata

BALI-PORTAL-NEWS.COMPermasalahan sampah dewasa ini menjadi momok yang sering kali meresahkan dan akan menjadi ancaman serius bagi kelestarian lingkungan hidup, kesehatan masyarakat serta kelangsungan kepariwisataan Bali. keprihatinan ini disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Peduli Lingkungan Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika, disela-sela pembukaan acara Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat bertempat di UPT. Balai Pengembangan Ketrampilan Khusus Tenaga Kesehatan (BPKKTK), Biaung, Denpasar pada Senin (25/07/2016).

Menurutnya diperlukan penanganan yang komprehensif dengan melibatkan semua komponen termasuk masyarakat agar permasalahan ini tidak berlarut larut. Dimulai dari kesadaran yang dilanjutkan dengan tindakan nyata ia yakin persoalan sampah ini akan bisa ditangani. “Semua orang harus terlibat dimulai dengan kesadaran dari masing masing individu. Sudah saatnya kita menjadikan sampah tidak lagi sebagai limbah namun sebagai berkah yang mendatangkan rupiah,”cetusnya.

Pada kesempatan itu Ia juga menyambut baik kegiatan Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat yang menyasar para pelaku pengelolaan sampah di 9 Kabupaten /Kota di Bali. “ ilmu  pengolahan dan pemanfaatan sampah ini saya harapkan bisa juga diketoktularkan kepada yang lain. “Kegiatan ini sangat sejalan dengan upaya Pemprov Bali yang tengah berupaya menjadikan Bali sebagai Provinsi  Hijau (Bali Green Province) dan salah satunya dijabarkan dalam program Bali Clean and Green,” ujarnya.

Guna menyukseskan program tersebut, TP PKK sebagai organisasi kewanitaan yang bertujuan memberdayakan keluarga diharapkan mengambil peran dalam upaya pelestarian lingkungan. “Saya berharap seluruh anggota PKK memberi perhatian penuh dan peduli terhadap lingkungan, ini merupakan aksi nyata dalam melestarikan lingkungan dan merupakan bagian dari yadnya. Kita berkewajiban mewariskan lingkungan yang bersih dan lestari bagi anak dan cucu kita mendatang,. Terkait pengolahan sampah, Saya yakin jika sampah dipilah dengan tepat dapat memberikan manfaat dan nilai ekonomis bagi kita,” pungkasnya.

Dengan pengelolaan sampah secara benar, ia yakin upaya-upaya penanganan sampah secara terpadu yang dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat akan mendukung pelaksanaan program Bali Mandara, khususnya terkait dengan upaya mewujudkan Bali sebagai Green Province.

Senada dengan Ayu Pastika,  Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali Gede Suarjana, menyampaikan bahwa sudah selayaknya penanganan sampah yang ada di Bali dilakukan secara terpadu dari hulu sampai hilir dengan menyiapkan rencana pengurangan dan penanganan sampah agar dapat diwujudkan lingkungan yang sehat dan bersih dari sampah. Menurutnya, kendala tersbeut dapat disikapi dengan mengupayakan hal-hal seperti membangun kesadaran masyarakat untuk dapat mengelola sampah dari sumber, dimana rumah tangga wajib dikelola dengan prinsip reuse, reduce dan recycle (3R). Kedua, perlu diupayakan secara bertahap penyiapan sarana dan prasarana serta pengurangan sampah sehingga jumlahnya memadai dengan timbunan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Ketiga, harus dikembangkan kerjasama kemitraan dan partisipasi masyarakat di penglolaan sampah dengan menumbuhkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) terpadu dan bank sampah sehingga residu sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir TPA dapat dikurangi. “Melalui upaya-upaya tersbeut saya yakin kedepan permasalahan sampah dapat dikurangi”, ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Acara Wayan Sarjana melaporkan bahwa tujuan dari penyelenggaraan kegiatan tersbeut adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan melatih ketrampilan tenaga pengelola persaampahan di amsing-masing Kab/Kota se-Bali, agar dapat melaksanakan 3R dengan memanfaatkan sampah organik menjadi kompos dan menyalurkan sampah non organik ke bank sampah serta mendaur ulang menjadi barang ekonomi kreatif. Peserta pelaithan berjumlah 30 orang, yang berasal dari perwakilan pengelolaan sampah masing-masing Kab/Kota, akan mengikuti pelatihan selama tiga hari yaitu 25-27 Juli 2016.

Para peserta akan mendapatkan pelatihan teori sebanyak 40%, studi lapangan 10% dan praktek sebanyak 50% dengan materi praktek seperti, Kebijakan penglolaan lingkungan, Pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan implementasi pengelolaan sampah metode 3R, Partisipasi Lembaga Adat sebagai model penyelamatan lingkungan dan 8 materi lainnya.

Disamping itu, studi lapangan akan dilaksanakan kebeberapa lokasi diantaranya TPS terpadu 3R Desa Kesiman Kertalangu, Bengkel Kretaif Pangan Asri, Bank Sampah Takmung dan lainnya. Sedangkan narasumber yang akan menyampaikan materi tersbeut berasal dari kalangan pemerintah dan praktisi yang ebrgerak dalam bidang pengelolaan sampah.

Sumber : Humas Pemprov Bali
Editor : Putu Tistha

Kewenangan Tower Bukan Kewengan Provinsi, Melainkan Kabupaten dan Kota

BALI-PORTAL-NEWS.COMAjang Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS)  yang digelar pada minggu (24/7/2016) di manfaatkan oleh I Nengah Dawan Arya kepala bidang perhubungan darat, Dinas perhubungan, informasi dan komunikasi provinsi bali, yang menanggapi pemberitaan media mengenai maraknya tower ilegal yang disinyalir  merugikan negara di kota Denpasar. Ia menjelaskan sesuai dasar hukum Permen Kominfo Nomor 18 Tahun 2009 tentang pedoman pembangunan dan penggunaan bersama menara telekomunikasi, kewenangan masalah tower sepadan jalan adalah kewenangan dari Pemerintah Kota Denpasar dan masing masing Kabupaten. Dan setelah pihaknya  melakukan konfirmasi keberadaan tower tersebut merupakan bagian pendukung komunikasi yang berhubungan dengan alat komunikasi berupa telepon atau hand phone yang membutuhkan signal. “Keberadaan tower tower tersebut berfungsi untuk memperkuat signal jaringan telpon. Dan masing masing dari pengelolan dan pemilik tower secara jelas sudah memberikan kontribusi sebesar Rp 2.000.000 per tahun/ tiang sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah kota Denpasar,”.

Orasi selanjutnya  datang dari Kabid pengkajian dan pengembangan, dinas pariwisata provinsi bali I Ketut Astra yang menjelaskan bahwa pengembangan destinasi pariwisata wajib terus diupayakan karena  Bali merupakan destinasi terbaik nomor 1 di Asia dan destinasi terbaik nomor 2 didunia. Kedatangan wisatawan hingga saat ini karena mereka masih melihat Bali memiliki hal istimewa, yakni Budaya dan Adat sebagai Icon pariwisata dengan keramahan masyarakatnya, serta kemanan yang dijamin.

Dalam upaya membuka desitinasi baru ini, maka sesuai UU Nomor 10 tahun 2009 sebagai daerah destinasi pariwisata, pemerintah dan masyarakat sama sama memiliki kewenangan untuk menjaga Bali dalam mengembangkan destinasi dengan kriteria memiliki atraksi sebagai ciri khas daerah yg bersangkutan, memiliki aksebilitas jalan dan infrastruktur terkait jarak dan waktu tempuh menuju sebuah tempat atau daerah pariwisata yang akan dikunjungi oleh wisatawan, serta sarana akomodasi sebagai pendukung pariwisata, seperti hotel, penginapan, restourant serta transportasi yang nantinya secara serta merta melibatkan  pemberdayaan masyarakat yang wajib menjadi sejahtera dan dijamin oleh UU.  “Sehingga hal ini diharapkan dapat membantu menurunnya angka kemiskinan  di Bali,” ujarnya.

Sementara Wenten ariawan dari warga kota denpasar menyampaikan sarannya agar pembangunan Dermaga Sandingan Gunaksa-dermaga nusa penida yang dikerjakan sejak 2005 lalu kembali dilanjutkan. Termasuk membuat kolam labuh sepanjang 200 meter dari dermaga agar kapal roro dapat berlabuh langsung di dermaga setempat, sehingga kapal dapat terlindung dari hantaman ombak besar.

Wayan suweta seorang wiraswasta asal badung menyampaikan sarannya agar pemerintah menyisihkan APBD untuk Pembinaan Anak Usia Dini (PAUD) sehingga bermanfaat untuk memupuk minat anak sejak kecil terutama yang berkaitan dengan olah raga.

Sumber : Humas Pemprov Bali
Editor : Putu Tistha