EF EPI 2017: Kecakapan Berbahasa Inggris Negara Indonesia, Turun ke Peringkat Rendah

0

BALIPORTALNEWS.COM, Jakarta – Tahun ini, EF meluncurkan laporan tahunan indeks kecakapan bahasa Inggris (EF English Proficiency Index/EF EPI) yang ketujuh. EF EPI merupakan kajian terbesar di dunia yang mengukur kecakapan bahasa Inggris orang dewasa diantara mereka yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Laporan ini disusun dengan menganalisa data dari EF Standard English Test (EF SET) suatu tes bahasa Inggris gratis online pertama di dunia. Lebih dari satu juta orang di seluruh dunia, dari 80 negara turut berpartisipasi pada EF EPI tahun ini.

Laporan EF EPI 2017 dipublikasikan bersamaan dengan sesi diskusi dan jumpa pers yang disampaikan oleh Senior Director, Research & Academic Partnership of EF Education First, Minh N. Tran dan pakar Sumber Daya Manusia, Eileen Rahman dengan mengangkat tema “Speeding-Up Your English”, pada Selasa (12/12) di hotel Pullman, Senayan Jakarta.

Peringkat Indonesia tahun 2017 turun dari peringkat 32 dan tingkat Kemahiran Menengah pada tahun lalu, menjadi peringkat 39 dan tingkat Kemahiran Rendah tahun ini. Mereka dengan tingkat Kemahiran Rendah dapat mengerti email yang sederhana dan terlibat dalam pembicaraan yang ringan. Terkait dengan peringkat tersebut Tran mengatakan, “Negara dengan kemampuan Bahasa Inggris tingkat rendah menunjukan kemampuan bangsa tersebut masih dalam tahap mengkonsumsi dan belum mampu melakukan negosiasi, mediasi maupun melobi, bahkan berkompetisi dengan negara lain dalam bahasa Inggris.

Laporan tahunan EF EPI 2017 juga mengukur peringkat kawasan, dimana Eropa masih berada pada peringkat pertama, sementara Asia berada di peringkat kedua. Tahun ini EF EPI juga mencakup kawasan Afrika sebagai suatu kawasan yang baru dan berbeda, yang menduduki peringkat ketiga, yang kemudian disusul oleh Amerika Latin peringkat keempat dan kawasan Timur tengah pada peringkat kelima dan terakhir. Kemampuan bahasa Inggris masyarakat merupakan modal suatu negara untuk mampu bersaing dalam dunia perekonomian yang lebih luas, seperti salah satunya pada komunitas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), jelas Eileen Rahman.

Dengan dibentuknya MEA pada tahun 2015 menjadi sebuah kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan dan membuktikan daya saing masyarakat Indonesia dalam memenangkan persaingan ekonomi global. Namun untuk mencapainya, tentunya diperlukan kesiapan dari sisi sumber daya manusia atau tenaga kerja.

“Jangan sampai kesempatan untuk berkompetisi ini berubah menjadi sebuah ancaman, sebagai akibat tidak siapnya profesionalisme dari sumber daya atau tenaga kerja di Indonesia”. Jelas Eillen. Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan masyarakat global. Terbatasnya kemampuan berkomunikasi dapat membuat kemampuan bersaing individu menjadi kurang dan pada akhirnya dapat mengakibatkan peluang karir dan bisnis menjadi terhambat. Dalam skala yang lebih luas seperti dalam komunitas MEA, keterbatasan ini tentunya menjadi hambatan dalam melakukan kerjasama bahkan bersaing dengan negara lain.

Data EF EPI 2017 menunjukkan nilai kecakapan bahasa Inggris rata-rata Negara Asia adalah 53,60. Sebagai bahan perbandingan, nilai rata-rata kecakapan bahasa Inggris di Indonesia adalah 52,15 yaitu masih di bawah angka rata-rata kecakapan bahasa Inggris di kawasan Asia. Sementara untuk kawasan Asia Tenggara, Singapura mempunyai tingkat kecakapan tertinggi dengan nilai 66.03 dan menempati peringkat 5 di seluruh dunia dengan tingkat Kemahiran  Very High Proficiency, diikuti secara ketat oleh Malaysia (peringkat 13 dengan nilai 61,07) kemudian Filipina (peringkat 15 dengan nilai 60,59) pada tingkat Kemahiran High Proficiency. Merujuk  pada hasil EF EPI 2017, menunjukan bahwa ada banyak ruang untuk meningkatkan kecakapan berbahasa Inggris di Indonesia, terutama di kalangan pekerja profesional.

Dengan wawasan terhadap negara-negara dalam satu kawasan, EF EPI 2017 menyediakan pemahaman yang lebih mendalam terhadap inisiatif yang dilakukan oleh negara-negara tetangga Indonesia untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. “EF EPI 2017 merupakan upaya EF untuk ikut serta meningkatkan kecakapan bahasa Inggris suatu Negara. Selanjutnya, Negara dengan kecakapan bahasa Inggris yang cukup akan mampu bersaing dalam sebuah dunia yang lebih luas, dimana bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi semakin beragam dan tanpa batas. Di masa kini, masyarakat dituntut untuk mampu bersaing di dunia tanpa batas, untuk bekerja sama dan berkompetisi satu dengan yang lainnya, baik sebagai individu dan dalam lingkup hidup bermasyarakat. Mereka yang mampu berkompetisi adalah yang mampu berkomunikasi dengan baik dengan berbagai budaya dan bangsa dan siap untuk menjadi warga dunia.” Pungkas Tran. (r/bpn)

Zandre Badak: Ayu Harus Buka Pintu Maaf Demi Anak

0

BALIPORTALNEWS.COM – Maraknya pemberitaan Ayu Ting Ting telah langgar Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak yang diutarakan Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Rita Pranawati, ternyata tak luput dari Pengamat Dunia Hiburan, Zandre Badak, Kamis (16/3/2017).

“Ya benar itu kata Kak Rita, anak merupakan anugrah Tuhan yang terindah dari setiap buah cinta pernikahan, sehingga setiap orang sangat mendambakan anaknya, jadi wajar jika Enji sangat ingin bertemu dengan anaknya dan Ayu melarang Enji dan itu jelas melanggar UU Perlindungan Anak”, tutur pria yang juga Media Center Komnas Anak ini kepada BALIPORTALNEWS.COM, Kamis (16/3/2017).

Dalam UU itu jelas, bahwa dalam hak setiap anak, sebagaimana terdapat dalam Pasal 7 ayat (1) dan Pasal 14 Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak yang mengatakan, setiap anak berhak untuk mengetahui orang tuanya, dibesarkan, dan diasuh oleh orang tuanya sendiri.

Begitu juga dengan Pasal 14 UU Perlindungan Anak ayat (1), setiap anak berhak untuk diasuh oleh orang tuanya sendiri, kecuali jika ada alasan dan/atau aturan hukum yang sah menunjukkan bahwa pemisahan itu demi kepentingan terbaik bagi anak dan merupakan pertimbangan terakhir,” ucapnya.

Tanggapan lain, seperti manager Yeyen Lidya, Uli Auliani, Ali Zainal dan beberapa artis lainnya juga ikut menanggapi, dalam hal rumah tangga perceraian dan pertengkaran dan berujung saling benci antar suami istri sudah sering terjadi. Namun jangan korbankan hak anak, biar bagaimana pun Enji pernah menjadi pengisi hati Ayu TingTing dan pernah menikah.

Sehingga menurut mereka, Ayu harus membuka pintu maaf sebesar apapun kesalahan Enji, meskipun tak memaafkan Enji, tapi bukan serta merta dapat melarang Enji untuk bertemu buah hatinya. “Orang tua boleh saja berpisah bahkan ketika pengadilan saat memutuskan hak asuh anak jatuh pada salah satu orang tua,” kata mereka.

Ditambahkan mereka, bukan berarti dapat melarang orang tua satunya untuk bertemu anak, ini demi pemenuhan hak anak dan hak identitas anak untuk mengetahui siapa orang tuanya. “Mantan istri sama mantan suami ada, tapikan kalau mantan anak atau mantan bapak ya tidak ada,” tandas mereka.

Kembali ditambahkan Zandre Badak, Enji sering menangis dan mengunggah foto sang buah hatinya lantaran kangen serta berbabagi upaya sudah dilakukan Enji. “Tidakkah itu mampu mengetuk pintu hati Ayu Ting Ting?,” papar Zandre Badak yang juga menggeluti profesi jurnalis ini.

Zandre Badak pun berharap agar polemik ini segera berakhir, sehingga tidak ada yang dirugikan baik Ayu, Enji maupun anaknya, sehingga meski sudah menjadi mantan suami namun Anak tetaplah Anak.

“Semoga dengan pemberitaan ini baik Ayu, Enjo maupun Hak anak mereka tidak ada yang dikorbakan, bukankah budaya kita budaya Timur saling memaafkan, Toh setiap Lebaran kita selalu dianjurkan membuka pintu Maaf seluas-luasnya”, pungkas Zandre yang juga Pimpinaan ZEBE Management ini. (znd/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Raih Doktor Usai Teliti Kandungan Nutrien di Pantai Bedono Demak

0

BALIPORTALNEWS.COM – Drs.Partaya, M.Si., Dosen Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang berhasil menyandang gelar doktor dari UGM. Pria kelahiran Grobogan, 7 Juli 1960 silam ini berhasil lulus program doktor dari Prodi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UGM.

Mempertahankan disertasi berjudul Dinamika Nutrien Pada Ekosistem Mangrove di Pantai Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Berlaku selaku promotor Prof.Dr.Ir. Chafid Fandeli, M.S., dan ko-promotor Prof.Dr. Sunarto, M.S., serta Prof.Dr. Suwarno Hadisusanto, M.S.

Dalam kesempatan itu Partaya memaparkan tentang hasil kajiannya mengenai dinamika nutrien di sedimen dan perairan ekosistem mangrove di Pantai Bedono. Dari penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa kandungan nutrien sediem di ekosistem mangrove Pantai Bedono memiliki senyawa karbon organik (C-organik) dan nitrogen total yang tinggi. Kandungan fosfor (P) dan kalium (K) tersedia tergolong tinggi. Sementara nutrien di perairan mangrove mempunyai kandungan C organik, natrium (N) total, fosfor dan kalium yang tinggi.

“Secara keseluruhan kandungan nutrien di kawasan Pantai Bedono termasuk tinggi sehingga baik untuk pertumbuhan tanaman mangrove,” jelasnya, Rabu (26/7/2017).

Selain itu diketahui pula kerapatan manrove di pantai tersebut dalam kriteria yang cukup tinggi. Adapun jenis mangrove yang dominan adalah jenis Avecennia marina.

Temuan lain menunjukkan keberadaan makrobentos di pantai Bedono cukup melimpah. Indeks keragaman makrobentos  termasuk dalam kriteria baik. Sementara jenis makrobentos yang dominan adalah Natica fasciata dan Cassidula sulculosa yang melimpah pada bulan Maret 2016. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Polres Gianyar Sita Satwa Langka

0

BALIPORTALNEWS.COM – Jajaran Satuan Unit IV Reskrim Polres Gianyar mengamankan tiga ekor burung langka yang dilindungi pemerintah dari tangan seorang kolektor Her (32) beralamat Jalan Permata Pering, Desa Pering, Blahbatuh, Gianyar.

Tiga ekor burung yang diamankan polisi itu, satu ekor burung merak hijau dan dua ekor burung kakak tua jambul orange. Kini burung tersebut dititipkan di KSDA Bali di Gianyar.

Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Marzel Doni,SIK didampingi Kanit Idik IV Sat Reskrim Polres Gianyar, Ipda AA. Gede Alit Sudarma, S.H., seijin Kapolres Gianyar, AKBP. Waluya, SIK., di Mapolres Gianyar, Jumat (19/8/2016) menjelaskan, penangkapan terhadap pemilik burung ini berawal dari polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa Her yang tinggal Jalan Permata Pering, Desa Pering, Blahbatuh, Gianyar memelihara sejumlah burung langka dan dilindungi.

Berdasarkan informasi tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan ke TKP. Pada Kamis (18/8/2016)  sekitar pukul 10.00 Wita, polisi langsung melakukan penangkapan dan diamankan satwa dilindungi dan  ilegal di rumah milik Her.

Polisi juga minta keterangan saksi Cardes Wijaya als Asun (36) beralamat Jalan Permata Pering, Desa Pering, Blahbatuh, Gianyar.

Dari keterangan Her, lanjut Alit Sudarma, pelaku mengaku  membeli satwa tersebut dari seseorang yang tidak di kenal di Denpasar sekitar dua bulan yang lalu.

Kepada Polisi Her mengaku burung merak hijau mereka belai Rp 1,5 juta, sedangkan  sepasang burung kakak tua jambul orange dibeli Rp 7 Juta.

Atas perbuatannya, Her dijerat dengan pasal 40 ayat (4) UU RI  No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dengan ancaman 1 tahun dengan denda Rp 50 juta. (agy/bpn)

Kemenkop Dorong KWIQ Jadi Model Koperasi Diaspora Indonesia

0

BALIPORTALNEWS.COM, DOHA – Deputi Bidang Kelembagaan, Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring, mendorong Koperasi Warga Indonesia Qatar (KWIQ) menjadi model pengembangan koperasi yang beranggotakan para WNI di luar negeri (diaspora).

Hal itu diungkapkan Meliadi saat dirinya bersama Asisten Deputi Keanggotaan Koperasi, Kemenkop UKM Salekan memberikan pengarahan kepada anggota KWIQ di hotel Intercontanental, Doha, Qatar, Jumat (16/6/2017) waktu setempat, seperti dilansir dari laman FB Kemenkop dan UKM.

“Diharapkan dapat dijadikan contoh bagi para diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai negara,” kata Meliadi.

Dalam kesempatan pertemuan tersebut Meliadi memberikan pengarahan, agar KWIQ dikelola secara profesional, oleh orang-orang yang memiliki kompetensi bidang perkopersian dan bisnis, sehingga usahanya fokus dan dengan system yang baik.

Disampaikan bahwa koperasi menjadi pilihan diaspora Indonesia, karena koperasi dianggap sebagai badan hukum dan badan usaha yang sesuai. Hal ini  dikarenakan salah satunya adalah bahwa koperasi dibangun berdasarkan kekuatan anggota minimal 20 orang.

“Saat ini WNI di Qatar di perkirakan berjumlah sekitar 30.000 orang, dan diharapkan sedikitnya 600 orang bisa menjadi anggota KWIQ secara bertahap,” harapnya.

KWIQ dibentuk pada 26 Juni 2016 oleh komunitas diaspora Indonesia di Qatar dan baru pada bulan Februari 2017 resmi disahkan. Pendirian koperasi ini menjadi sarana untuk mensejahterakan anggota dan rakyat Indonesia pada umumnya serta menjadi “networking dan bridging” bagi pelaku usaha di Indonesia dan Qatar.

Koperasi yang dimotori Indonesian Business Asscociation in Qatar (IBAQ) serta difasilitasi dan didukung KBRI Doha itu menjadi wadah untuk mengintegrasikan komunitas diaspora dan pelaku usaha Indonesia yang memiliki usaha di Qatar.

Core bisnis atau bisnis inti yang dijalankan koperasi ini yakni di bidang usaha jasa (perdagangan/retail, tourism, manpower supply), pariwisata, dan ekspor-impor.

Sebagai langkah awal dimulainya pengembangan usaha retail Meliadi bersama Duta Besar RI untuk Qatar, Muhammad Basri Sidehabi akan meresmikan minimarket baru milik koperasi pada Sabtu, 17 Juni 2017 di Doha.

Duta Besar RI untuk Qatar, Muhammad Basri Sidehabi mengapresiasi pembentukan koperasi guna meningkatkan diplomasi ekonomi kedua negara khususnya dalam rangka peringatan hubungan diplomatik RI-Qatar

Menurut Dubes Basri, koperasi harus bermanfaat bagi komunitas diaspora dengan memanfaatkan peluang kebijakan look east policy yang diterapkan Qatar. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Mahasiswa UGM Juara Kompetisi Essay Nasional FISIP Ideas Matter

0

BALIPORTALNEWS.COMI Kadek Sudiarsana, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada berhasil meraih juara tiga dalam Kompetisi Essay Nasional Fisip Ideas Matter 2016. Lomba dilaksanakan di Universitas Airlangga pada 18-20 November 2016 lalu. 

Kompetisi tersebut mengangkat tema “Strengthening Humanity as Fundamental Aspect in Indonesian’s Development”. Diikuti 200 mahasiswa dari 37 perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.        

Dalam kompetisi itu Kadek mengajukan essay berjudul “Membangun Tata Kelola Kota Berbasis Tri Hita Karana Dalam Mewujudkan Prinsip Good City Development”. Menurutnya, Tri Hita Karana merupakan konsep yang tepat untuk menjawab permasalahan tata kelola Indonesia yang masih belum berjalan dengan baik. Hingga kini masih banyak permasalahan yang timbul akibat perencanaan tata kelola kota yang belum bagus seperti banjir dan tanah longsor.

Permasalahan yang terjadi akibat tata ruang yang belum optimal itu dikarenakan Indoensia tidak mempunyai perencanaan terintegrasi, inkonsistensi dalam penegakan peraturan maupun kebijakan, serta kurangnya koordinasi baik secara horisontal maupun vertikal.

“Tri Hita Karana adalah konsep yang tepat dalam menjawab persoalan tersebut, sebagaimana konsep ini merupakan falsafah hidup untuk hidup secra harmonis,” tuturnya, Rabu  (21/12/2016).

Dalam konsep Tri Hita Karana mengakomodir berbagai aspek kehidupan seperti aspek religius, sosial ekonomi, dan lingkungan. Konsep Tri Hita Karana dibagi menjadi tiga yaitu parhayangan, pawongan, dan palemahan. Parhayangan mengatur hubungan manusia dengan tuhan. Dalam penerapan tata kelola kota adalah adanya kebijakan tata kota yang dirancang untuk mengakomodir kesucian tempat suci berdasarkan agama masing-masing.

Selanjutnya pawongan adalah konsep yang mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya. Dalam penerapan tata kelola yang baik diupayakan dapat mewujudkan suatu kesejahteraan umum dan keadilan sosial. Dengan kata lain, setiap kebijakan tata kelola harus memperhatikan aspek sosial ekonomi untuk kesejahteraan umum dan sosial.

Sementara itu, palemahan adalah kewajiban manusia untuk menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan. Dengan demikian dalam kebijakan tata kelola mensyaratkan adanya pengaturan lingkungan yang selaras dan berkelanjutan.

“Apabila hal tersebut dapat terpenuhi dalam kebijakan tata kelola Indonesia diharapkan dapat terwujud prinsip tata kelola kota yang baik, serasi, selaras, dan berkelanjutan,” harapnya.

Karenanya Kadek berharap pemerintah dapat memberikan legislasi nasional secara khusus atas konsep Tri Hita Karana dalam mewujudkan prinisp Good City Development di Indoensia. Hal tersebut dilakukan melalui revisi peraturan terkait tata ruang di Indoensia yang telah ada atau membentuk peraturan pelaksana dari UU Tata ruang yang memuat konsep Tri Hita Karana. (ika/humas ugm/bpn)

Bahas Kerja Sama Lanjutan ASUP Jabar, Rektor Bertemu Bupati Kabupaten Pangandaran dan Kuningan

0

BALIPORALNEWS.COM –  Menindaklanjuti program Aliansi Strategis Universitas Padjadjaran Jawa Barat (ASUP-Jabar)-Unpad Nyaah ka Jabar , Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Kuningan. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh para Bupati di tiap-tiap kabupaten.

Dalam kunjungan yang dilakukan di Pangandaran, Rektor beserta Wakil Rektor bidang Akademik dan Pembelajaran, Dr. Arry Bainus, M.A., dan Dekan Fakultas Teknik Geologi Dr. Vijaya Isnaniawardhani, Ir., M.T., bertemu Bupati H. Jeje Wiradinata dan Wakil H. Adang Hadari di ruang kerja Kantor Bupati Pangandaran, Kamis (16/2/2017). Salah satu agenda pertemuan tersebut yaitu menindaklanjuti hasikl kajian analisis geologis terkait lahan yang akan dibangun menjadi kampus Program Studi di luar Kampus Utama (PSDKU) Unpad-Pangandaran di desa Cintaratu, Parigi, Pangandaran.

Dr. Vijaya mengatakan, dari hasil kajian geologis  yang dilakukan Tim Fakultas Geologi Unpad sejak Januari 2017, sekitar 20% dari 30 ha lahan bakal kampus PSDKU Unpad-Pangandaran berpotensi untuk dibangun.

Selain membahas hasil kajian geologis, Rektor juga menjelaskan konsep pengembangan kampus PSDKU Unpad Pangandaran  yang  dirancang  untuk mengimplementasikan prinsip pendidikan transformatif.  Konsep pendidikan ini menekankan pembinaan mahasiswa secara terintergrasi antar program studi.

“Jangan sampai yang berkuliah di program studi tertentu hanya berkonsentrasi di program studi tersebut saja, mereka harus ikut memperhatikan permasalahan sosial yang ada disekitar nya. Untuk itu harus ada kurikulum yang berbeda, salah satunya menempatkan mahasiswa tahun pertama di asrama”, ujar Rektor.

Rektor menambahkan bahwa kampus PSDKU Unpad Pangandaran harus berkomitmen untuk menjadi bagian dan mengembangkan kapasitas wilayah pangandaran dan sekitarnya.  Dari catatan 102 mahasiswa yang berkuliah di kampus Unpad Pangandaran,  hanya 24 yang tercatat asli pangandaran.

“Sebetulnya ini di bawah target, dan pengelolaan ini harus kita benahi dan siapkan mulai dari sekarang . Dan dengan adaya sosialisasi dan persiapan yang baik semoga peminatan juga akan meningkat. Termasuk khusus masyarakat pangandaran kan dulu kami komitmenkan mereka semestinya mendapat beasiswa baik dari kabupaten maupun provinsi. Untuk itu tahap awalnya kami akan melukan verifikasi dahulu mahasiswa tersebut asli pangandaran atau bukan”, jelas Rektor.

Rektor juga mengucapkan banyak terima kasih atas komitmen Bupati Pangandaran terhadap pengembangan kampus Pangandaran. Menghadapi tahun kedua dan penerimaan mahasiswa baru,  Bupati telah berkomitmen memberikan tambahan sarana kampus sementara yang berada di wilayah Wonoharjo, atau sekira 3 kilometer dari kampus sementara PSDKU Unpad Pangandaran saat ini yang berada di wilayah Cikembulan.

Menanggapi pengembangan kampus PSDKU Unpad Pangandaran ini, Jeje pun mendukung penuh program tersebut. Dalam waktu dekat, pihaknya akan segera menyelesaikan terkait status tanah yang akan segera dibangun menjadi kampus.

Usai pertemuan, Rektor Beserta rombongan melakukan peninjauan ke lokasi bakal calon kampus Unpad Pangandaran di desa Cintaratu, Parigi, Pangandaran dan di area Wonoharjo. Adapun  rangkaian  kunjungan Rektor di Kabupaten Pangandaran kemudian ditutup dengan berdiskusi bersama mahasiswa kampus Unpad Pangandaran terkait dengan fasilitas dan sarana prasarana.

Sementara di Kabupaten Kuningan, Rektor beserta Dr. Arry dan Guru Besar Fakultas Pertanian Unpad, Prof. Dr. Tualar Simarmata, Ir., M.S., melakukan pertemuan dengan Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, S.H., M.H., beserta para kepala Dinas di Kantor Bupati Kuningan, Jumat (17/2/2017). Rektor mengatakan, Unpad tetap berkomitmen untuk berkontribusi membangun kapasitas sumber daya manusia di Kuningan.

Hampir empat tahun pelaksanaan program afirmasi pendidikan “Unpad Nyaah ka Jabar”, telah banyak mahasiswa asal Kuningan yang berkuliah di Unpad. Rektor pun berkomitmen untuk tetap melanjutkan program afirmasi tersebut.

“Hampir 4 tahun program ini diterapkan, hasilnya sangat signifikan. Kita harapkan mereka dapat kembali dan mengembangkan kapasitas diri untuk membangun wilayah Kuningan,” kata Rektor.

Di aspek pembangunan sumber daya manusia lainnya, Rektor juga menawarkan para pegawai pemerintahan di Kuningan untuk melanjutkan studi di Unpad. Namun, Rektor menekankan, studi yang dilakukan tujuan utamanya ialah menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi di Kuningan.

Menghadapi berbagai permasalahan yang kompleks di setiap wilayah, Unpad sendiri telah mengembangkan bidang ilmu baru yang harapannya terkait kuat dengan daerah. Beberapa program studi baru di Sekolah Pascasarjana, yaitu Inovasi Regional, Manajemen Sumber Daya Hayati, dan Ilmu Berkelanjutan, diharapkan menjadi bagian untuk mendorong pengembangan wilayah.

“Sehingga nanti (para pegawai) tidak memilih program studi yang ’klasik’ lagi. Kita tawarkan prodi yang menuju ke aspek pembangunannya,” kata Rektor.

Pada segi pembangunan wilayah, Kuningan merupakan wilayah penyumbang Ruang Terbuka Hijau (RTH) terbesar di Jawa Barat. Untuk itu, Unpad sepakat bekerja sama dengan Kabupaten Kuningan pada penguatan aspek konservasi. Ia berharap potensi konservasi yang ada di Kuningan ini jangan sampai bergeser.

“Kesadaran konservasi harus terbangun kuat,” imbuh Rektor.

Menanggapi inisasi baik Unpad, Acep Purnama mendukung penuh program Unpad Nyaah ka Jabar di Kabupaten Kuningan. Terkait konservasi, pihaknya mengaku kesulitan dalam menetapkan zona industri ramah lingkungan. Ia pun berharap Unpad bisa memberikan masukan terkait penetapan wilayah tersebut.

Di bidang tawaran studi di Unpad, Acep mengatakan, selama ini upaya pegawai dalam melanjutkan studi hanya untuk penyesuaian kepangkatan Pegawai Negeri Sipil. Dengan beragamnya prodi di Unpad yang selaras dengan pembangunan daerah, ia mendorong banyak pegawai di lingkungannya untuk melanjutkan studi di Unpad.

Usai melakukan pertemuan, Dr. Arry Bainus juga melakukan sosialisasi terkait penerimaan mahasiswa baru TA. 2017-/2018 di Unpad. Di hadapan perwakilan Kepala Sekolah SMA dan SMK se-Kabupaten Kuningan, Dr. Arry menjelaskan mengenai mekanisme SNMPTN dan SBMPTN.

“Diharapkan kepada Kepala Sekolah dan Guru untuk menekankan, jangan sampai siswa tidak mengikuti seleksi ini. Potensi daerah pasti selalu ada, apalagi saat ini Unpad punya program afirmasi,” kata Dr. Arry. (humas-unpad/bpn)

PSI Calonkan Jokowi untuk Pemilihan Presiden 2019

0

BALIPORTALNEWS.COM – Presiden Joko Widodo, hari Selasa (11/04/2017) pagi, menerima Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) di Istana Merdeka. Pertemuan berlangsung hangat, penuh canda tawa, tanpa kehilangan substansi membahas berbagai persoalan.

Dalam pertemuan, Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan ”Bagi PSI, Presiden Jokowi adalah inspirasi bagi anak-anak muda untuk terlibat politik. Presiden Jokowi adalah buah nyata dari demokrasi dimana seorang warga biasa bisa menjadi presiden”.

Apalagi dua setengah tahun menjabat, Presiden Jokowi berhasil mengimplementasikan janji-janji politiknya. Pembangunan infrasruktur yang selama ini terbengkalai mulai dikejar, dan pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan menjadi program prioritas.

“Atas dasar itulah, PSI siap mendukung pak Jokowi sebagai calon presiden 2019,” kata Grace Natalie.

Menanggapi pernyataan itu, Jokowi mengucapkan terima kasih dan berpesan agar sebagai partai baru, PSI tampil berbeda. “Harus ada diferensiasi, kalian harus membangun kredibilitas dan integritas, ciptakan cara komunikasi yang baru, dan turun berkomunikasi langsung dengan rakyat”, kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu, presiden membagi pengalamannya, yang “nyaris tanpa modal” ketika memenangkan Pilkada di Solo, dan Jakarta. “Kalian harus berani berbeda, jangan tiru model-model kampanye lama,” pesan Jokowi.

Percakapan juga masuk ke soal sosial media yang digandrungi terutama oleh anak muda. PSI sebagaimana Jokowi melihat medium baru ini penting, terutama sebagai alat untuk menyampaikan pesan politik. Jokowi sempat menceritakan kisah-kisah jenaka di belakang layar, terkait dengan v-log dengan Raja Salman dan kelahiran anak kambingnya. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Dukung Jadi Geopark Global, Unpad Berkontribusi dalam Kunjungan Tim Asesor UNESCO di Ciletuh-Palabuhanratu

0

BALIPORTALNEWS.COM, BANDUNG – Kawasan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu (GNCP) akan dilakukan visitasi oleh pihak UNESCO Global Geopark (UGG) pada 1 – 4 Agustus mendatang. Visitasi ini akan menjadi penentuan penilaian kawasan Ciletuh-Palabuhanratu sebagai Geopark kelas dunia versi UNESCO.

Pengakuan kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sebagai Geopark kelas dunia merupakan upaya yang terus digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam perwujudannya, Pemprov Jabar menggandeng sejumlah pihak, antara lain Universitas Padjadjaran, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, dan PT. Biofarma, Tbk.

Terkait kerja sama dengan Unpad, Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sendiri sudah lama menjadi objek kajian Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc., PhD, Guru Besar Fakultas Teknik Geologi Unpad selama 13 tahun. Ini didasarkan pada keunikan kawasan Ciletuh-Palabuhanratu yang kaya dengan potensi geologi, biodiversitas, dan ragam budaya.

Kontribusi Universitas Padjadjaran dalam mengembangkan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu menjadi Geopark Global versi UNESCO didorong semakin kuat. Kontribusi ini menjadi nilai tambah dibanding rencana pengusulan geopark lainnya di Indonesia, dimana Unpad menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang terlibat dalam pengusulan geopark di Indonesia.

Pascaditetapkan sebagai kawasan Geopark Nasional, Unpad terus mendorong peningkatan aktivitas riset di Ciletuh.

Walaupun fokus riset utama di Ciletuh terbagi menjadi tiga aspek, yaitu Geologi, Biodiversity, dan Budaya, Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad mendorong seluruh bidang keilmuan di Unpad ikut melakukan riset di sana.

Adapun aktivitas tim UNESCO di Ciletuh-Palabuhanratu akan mengunjungi sejumlah potensi geopark di kawasan tersebut. Keterlibatan masyarakat dalam kunjungan tersebut terlihat dari adanya penjelasan program edukasi program GNCP.

Tim UNESCO juga akan mengunjungi gedung Bumi Walagri Padjadjaran yang juga menjadi lokasi Pusat Penelitian Geopark dan Kebencanaan Unpad di Surade, Ujung Genteng, pada 3 Agutus. Di lokasi tersebut, tim Puslit Geopark yang diketuai Prof. Mega juga akan memamerkan beberapa aktivitas dan hasil riset akademisi Unpad yang sudah dilakukan di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu.

Kegiatan kunjungan tim asesor UNESCO ini akan diintegrasikan dengan kegiatan “Unpad Summer Program 2017”. Sejumlah mahasiswa peserta Unpad Summer Program berasal berbagai perguruan tinggi di mancanegara.

Sebagai implementasi dari acara dengan tema “Sustainable Development: Improving the Quality of Life of Coastal Villages”, Unpad mengajak mahasiswa peserta Summer Program untuk berkunjung ke wilayah Ciletuh-Palabuhanratu. Kunjungan ini bertujuan sebagai bagian dari promosi GNCP ke mata internasional serta mengenalkan berbagai aktivitas riset unggulan yang telah dilaksanakan Unpad di Ciletuh.

Untuk itu, kami mengundang para media untuk hadir dan menginformasikan kegiatan kunjungan tim Asesor UNESCO dan Unpad Summer Program 2017 di Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu, 1-3 Agustus. Kami mengharapkan para media bersedia mengirimkan tim wartawan, baik dari biro Sukabumi atau secara nasional, untuk melakukan peliputan dua agenda tersebut. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Rury (08122239761) dan Arief (085721904020). (humas-unpad/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :