PSI Calonkan Jokowi untuk Pemilihan Presiden 2019

BALIPORTALNEWS.COM – Presiden Joko Widodo, hari Selasa (11/04/2017) pagi, menerima Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) di Istana Merdeka. Pertemuan berlangsung hangat, penuh canda tawa, tanpa kehilangan substansi membahas berbagai persoalan.

Dalam pertemuan, Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan ”Bagi PSI, Presiden Jokowi adalah inspirasi bagi anak-anak muda untuk terlibat politik. Presiden Jokowi adalah buah nyata dari demokrasi dimana seorang warga biasa bisa menjadi presiden”.

Apalagi dua setengah tahun menjabat, Presiden Jokowi berhasil mengimplementasikan janji-janji politiknya. Pembangunan infrasruktur yang selama ini terbengkalai mulai dikejar, dan pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan menjadi program prioritas.

“Atas dasar itulah, PSI siap mendukung pak Jokowi sebagai calon presiden 2019,” kata Grace Natalie.

Menanggapi pernyataan itu, Jokowi mengucapkan terima kasih dan berpesan agar sebagai partai baru, PSI tampil berbeda. “Harus ada diferensiasi, kalian harus membangun kredibilitas dan integritas, ciptakan cara komunikasi yang baru, dan turun berkomunikasi langsung dengan rakyat”, kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu, presiden membagi pengalamannya, yang “nyaris tanpa modal” ketika memenangkan Pilkada di Solo, dan Jakarta. “Kalian harus berani berbeda, jangan tiru model-model kampanye lama,” pesan Jokowi.

Percakapan juga masuk ke soal sosial media yang digandrungi terutama oleh anak muda. PSI sebagaimana Jokowi melihat medium baru ini penting, terutama sebagai alat untuk menyampaikan pesan politik. Jokowi sempat menceritakan kisah-kisah jenaka di belakang layar, terkait dengan v-log dengan Raja Salman dan kelahiran anak kambingnya. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Presiden Jokowi: Bali Berikan Warna Positif Bagi Citra Indonesia di Dunia

BALIPORTALNEWS.COM – Provinsi Bali memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mengawali Rapat Terbatas membahas Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Program Prioritas Provinsi Bali, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (14/6/2017) sore.

Keunggulan yang dimaksudkan Presiden Jokowi yakni perekonomian yang bukan digerakkan oleh pemanfaatan sumber daya alam yang berlimpah.

“Tetapi justru dimotori oleh sektor pariwisata dan industri kreatif, yang lebih mengandalkan pada model budaya dan modal kreativitas,” jelas Presiden Jokowi.

Dengan model budaya dan kreativitas itu, menurut Presiden, Pulau Bali telah memberikan warna yang positif bagi Indonesia.

“Pulau Bali telah memberikan warna yang positif bagi citra Indonesia di mata dunia karena wisatawan mancanegara terlihat lebih mengenal Bali dibandingkan Indonesia,” jelas Presiden ke-7 Republik Indonesia.

Namun demikian, Presiden Jokowi sampaikan bahwa momentum pertumbuhan dua sektor ini harus terus dijaga keberlangsungannya.

“Sehingga betul-betul memberikan dampak yang signifikan bagi kesejahteraan rakyat Bali dan juga kemajuan Bali,” pungkas Presiden.

Turut hadir dalam ratas kali ini diantaranya Menko Perekononian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, KSP Teten Masduki, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Ristek Dikti Mohamad Nasir, Menkominfo Rudiantara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Bali l Made Mangku Pastika, dan peserta lainnya. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Dosen Universitas Negeri Makassar Raih Doktor di UGM

BALIPORTALNEWS.COM – Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar, Hety Budiyanti meraih gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada. Wanita berusia 36 tahun ini dinyatakan lulus dalam ujian terbuka Program Doktor Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Senin (22/5/2017).

Gelar doktor berhasil diraih Hety dengan mengajukan disertasi tentang Transaksi Pihak Berelasi dan Ekspropriasi Terhadap Pemegang Saham Minoritas Pada Perusahaan Publik di Indonesia. Dengan promtor Prof.Dr. Eduardus Tandelilin, M.b.A., Dr. Suad Husnan, M.B.A., dan Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A.

Hety memaparkan hasil penelitian yang dilakukan pada seluruh perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2015 diketahui bahwa perusahaan lebih banyak melakukan transaksi pihak berelasi dengan motivasi oportunis dibandingkan dengan efisien. Nilai transaksi pihak berelasi terindikasi tunneling lebih besar daripada nilai transaksipihak berelasi yang terindikasi propping.

“Pasar akan memberikan reaksi yang berbeda saat pengumuman transaksi pihak berelasi tergantung dari jenis transaksi pihak berelasi yang diumumkan oleh perusahaan publik,”tambahnya.

Hety menjelaskan pasar akan bereaksi negatif terhadap besaran nilai transaksi dan prosentase pemegang saham utama disaat perusahaan mengumumkan transaksi pihak berelasi yang berpotensi tunneling. Sementara bereaksi positif dengan keberadaan komite audit dan dengan porsi direksi serta komisaris independen.

Temuan lain menunjukkan bahwa pasar bereaksi positif terhadap besaran nilai transaksi pihak berelasi yang diumumkan. Selain itu, mekanisme tata kelola perusahaan dapat memperkuat pengaruh positif dari hubungan antara transaksi utang usaha dan utang tidka lancar berelasi terhadap nilai perusahaan. Demikian halnya kehadiran pemegang saham ading dan kepemilikan pemerintah dapat memperkuat tata kelola perusahaan dan meningkatkan perlindungan terhadap investor. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Wagub Minta Atlet Bali Tampilkan Maksimal di PON

BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta bersama kontingen atlet Bali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 melakukan persembahyangan bersama di Pura Agung Besakih dan Pura Ulun Danu Batur, Rabu (24/3/2016). Persembahyangan bersama  ini dilakukan untuk memohon keselamatan dan kelancaran jelang para atlet tersebut berlaga di arena PON  XIX  yang digelar di Jawa Barat pada 17 September 2016 mendatang.

Wagub Sudikerta yang juga ketua kontingen  PON XIX Bali ini meminta kepada para atlet untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, baik dari strategi maupun dari kesiapan fisik, mental dan spiritual. Sehingga dalam berlaga di ajang PON nanti, dapat menampilkan hasil yang maksimal.

Selain itu, Sudikerta juga berpesan agar para atlet memanfaatkan waktu latihan gabungan atau training center yang digelar oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)  Bali. ”Saya minta para atlet memanfaatkan latihan TC ini, resapi dari sisi teori maupun prakteknya jangan sampai tidak fokus”, ujarnya.

Untuk memfokuskan diri dalam latihan, Sudikerta juga menghimbau para atlet agar tetap menjaga pola makan dan kondisi kesehatan, agar TC yang cukup berat tidak menghambat tampilan pada saat PON nanti. Disamping itu, Sudikerta menegaskan kepada para pelatih fokus dalam membimbing para atlet, agar para atlet tersebut betul-betul memiliki gambaran terhadap strategi yang harus di terapkan dalam pertandingan.

Ia optimis dengan kemauan serta kekompakan antara pelatih dan para atlet dapat memberikan hasil yang maksimal dalam memperebutkan medali. “Sebelumnya atlet PON Bali berhasil meraih emas sebanyak 15 sedangkan tahun ini saya harap para atlet dapat meraih minimal 25 medali emas, ” ujar orang nomor dua di Bali tersebut.

Sementara itu, Ketua KONI Bali Ketut Swandi mengucapkan terimakasih atas perhatian Pemerintah Provinsi Bali dalam mempersiapkan para atlet untuk mengikuti perhelatan olahraga nasional tersebut. Ia juga melaporkan, bahwa terdapat 484 atlet yang akan berlaga dalam PON nanti, terdiri dari 362 atlet dari 36 cabang olah raga dan 122 orang pelatih.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa persiapan dalam mengikuti PON telah dimulai sejak Februari 2016 lalu dan sampai saat ini para atlet masih mengikuti pelatihan intensif, yang berupa pemberian palatihan teori dan strategi praktek. Ia berharap dengan segala persiapan yang telah dilakukan dapat memberikan hasil yang terbaik kepada masyarakat Bali dan dapat mengharumkan nama Bali di ajang nasional.

Dalam acara persembahyangan tersebut, Wagub Sudikerta juga didampingi oleh Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali Ketut Wija dan Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali I Nengah Laba. (humas pemprov bali/bpn)

 

KemenPUPR Tanda Tangani Kesepakatan Perbaikan Infrastruktur 7 KSPN

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Semangat Indonesia Incorporated makin meluas. Dukungan kementerian-lembaga untuk mengembangkan pariwisata seperti tak pernah putus. Yang terbaru, ada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang siap tancap gas mendukung perbaikan infrastruktur di 7 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR telah menandatangani kesepakatan dengan 7 KSPN. Dana yang disiapkan untuk membangun infrastruktur kawasan tersebut juga tak sedikit. “Nilainya berkisar Rp 50 miliar-Rp 100 miliar, saya tidak ingat persis berapa tepatnya” ujar Direktur Jenderal Cipta Karya, Sri Hartoyo di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sri Hartoyo menuturkan, hingga saat ini, pemerintah telah menandatangani sebanyak 10 KSB untuk KSPN Prioritas sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016. Yang telah dilakukan penandatanganan 7 Kesepakatan Bersama (KSB) tersebut adalah untuk KSPN Borobudur, KSPN Morotai, KSPN Labuan Bajo, KSPN Wakatobi dan sekitarnya, KSPN Kepulauan Seribu dan sekitarnya, KSPN Danau Toba dan sekitarnya serta KSPN Bromo-Tengger-Semeru.

“Kemudian, dua penandatanganan untuk Perjanian Kerja sama (PKS) pada KSPN Labuan Bajo dan sekitarnya, serta empat PKS pada KSPN Wakatobi dan sekitarnya, tiga KSB lainnya yang lebih dulu ditandatangani adalah untuk KSPN Pantai Selatan Lombok dan sekitarnya, KSPN Tanjung Kelayang, dan KSPN Tanjung Lesung-Ujung Kulon. Selain KSB, telah ditandatangani pula empat PKS untuk KSPN Pantai Selatan Lombok dan tiga PKS untuk KSPN Tanjung Kelayang di Denpasar Bali,” papar Sri Hartoyo.

Apa saja yang akan diperbaiki KemenPUPR? Dan dari mana saja sumber dananya? Sri Hartoyo dengan gamblang menjawab, dana tersebut murni berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pembangunannya dilaksanakan bertahap dan sebagian sudah mulai pada tahun ini dan diharapkan selesai dalam dua tahun atau 2017-2018.

“Adapun infrastruktur kawasan sebagai pendukung pariwisata antara lain sarana dan prasarana publik. Misalnya jalan lingkungan, kemudian drainase, penataan kawasan, persampahan, air, limbah, dan termasuk ruang terbuka hijau (RTH),” tambahnya.

Sri Hartoyo menambahkan, pelaksanaan kerja sama pembangunan infrastruktur kawasan ini dilakukan bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) sebagai penanggung jawab. “Nantinya, setelah proyek pembangunan selesai, sarana dan prasarana ini akan dihibahkan kepada pemda. Melalui kerja sama tersebut, pemda juga dianggap sudah menyetujui untuk menyiapkan anggaran pengelolaan infrastruktur,” lanjut Sri Hartoyo.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), menteri, gubernur serta bupati/walikota terkait fokus pada perbaikan sepuluh destinasi pariwisata dengan memperkuat kebijakan, program dan kegiatan yang diperlukan sehingga benar-benar terlihat perubahannya.

Perbaikan antara lain meliputi kelembagaan pengelola, infrastruktur termasuk jalan, pelabuhan dan bandara, ketersediaan listrik, bahan bakar minyak, air bersih, manajemen promosi daerah, ketersediaan  fasilitas umum, penataan pedagang, penataan lingkungan, serta penerimaan masyarakat.

“Kementerian PUPR sebagai Executing Agency dan Implementing Agency, diharapkan dapat mendukung dengan pembangunan jalan tol dan jalan umum, serta penyediaan infrastruktur air bersih,” ujar Menpar Arief Yahya. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Mahasiswa UGM Raih Juara I Mahasiswa Berprestasi Nasional 2017

BALIPORTALNEWS.COM – Wyncent Halim, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) UGM berhasil menyabet gelar juara 1 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional tahun 2017 yang diselenggarakan Kemenristekdikti (13/7/2017) di surabaya.

Ajang pemilihan mahasiswa berprestasi nasional yang berlangsung  selama tiga hari, pada 10-13 Juli 2017 ini diikuti 26 finalis yang terbagi dalam dua kategori yaitu program sarjana dan program diploma. Dalam kegiatan ini UGM juga mengirimkan Pralampita Khofi Mufida (Prodi Rekam Medi SV) di kategori diploma, namun belum berhasil menorehkan juara.

Wyncent yang merupakan mahasiswa program International Undergraduate Program (IUP) FH angkatan 2014 ini terpilih menjadi juara nasional pada program sarjana setelah melewati serangkaian seleksi yang cukup panjang. Sebelumnya dia harus berkompetisi dengan 16 finalis lain dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dalam pemilihan mahasiswa berprestasi nasional tahun ini diikuti 228 peserta yang terdiri dari 143 mahasiswa program sarjana dan 85 program diploma. Dari jumlah tersebut dipilih 26 mahasiswa terbaik yang diundang mengikuti penilaian tahap akhir yang terdiri dari 17 mahasiswa program sarjana dan 9 mahasiswa program diploma.

Pada babak final Wyncent beradu dalam empat tahap seleksi yaitu presentasi karya ilmiah, penilaian bahasa Inggris dalam bentuk pidato secara spontan, wawancara dan portofolio karya unggulan, serta psikotes. Pada kompetisi ini Wyncent mengajukan karya tulis berjudul Pengaturan Sharing Economy dalam Bentuk Taksi Daring di Indonesia. Sementara dalam pidato bahasa Inggris dia menyampaikan pidato terkait pelemahan terhadap kewenangan KPK.

Wyncent mengungkapkan berbagai persiapan telah dilakukannya dalam tiga tahun terakhir untuk mengikuti ajang Pilmapres. Salah staunya dengan rajin mengikuti kompetisi tingkat nasional dan internasional sebagai langkah untuk mengisi protofolio karya unggulan.

Setidaknya 10 prestasi taraf internasional berhasil diraihnya dalam tiga tahun terakhir. Beberapa penghargaan yang berhasil diraih dalam setahun terakhir antara lain The Best Oralist for the Prosecution dalam International Criminal Court Moot Court Competition, Leiden University (2016), Best Delegate pada UN Habitat Simulation (2017), Best Delegate in ASEAN Youths General Forum 2017, 2nd Runner Up of the Young Speakers’ Contest dalam ASEAN University Network and National University of Singapore (2017), dan Chairing Award in Beijing International Model United Nations (2017).

Dikatakan Wyncent, kunci kemenangannya adalah sikap konsisten terhadap apa yang telah digeluti, mempersiapkan dengan baik serta rajin berlatih. Dan tidak kalah pentingnya selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap langkah yang diambil. Capaian tersebut juga tidak lepas dari dukungan dari dosen pembimbing, Fakultas Hukum dan UGM melalui Direktorat Kemahasiswaan yang telah memfasilitasi dalam melatih dan membimbing dalam persiapan mengikuti Pilmapres Nasional 2017.

 “Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung saya selama proses pemilihan mahaisswa berpretasi dari tingkat fakultas, universitas, hingga nasional. Jujur, kemenangan ini meninggalkan kesan yang teramat mendalam bagi saya,” paparnya, Jumat (13/7/2017) kepada wartawan.

Menurutnya, kemenangan ini menjadi sebuah sejarah baru bagi UGM. Pasalnya, selama beberapa tahun terakhir delegasi UGM belum mampu menorehkan prestasi puncak dalam ajang ini.

“Setelah bertahun-tahun menunggu, akhirnya piala kemenangan sebagai Juara 1 Mahasiswa Berprestasi tingkat Nasional tahun 2017 dapat saya persembahkan kepada UGM,” tutur pria kelahiran Pematang Siantar 21 tahun silam ini.

Meskipun begitu, dia tidak lantas berpuas diri karena prestasi yang telah diraih baru menjadi langkah awal baginya untuk terus berkarya dan berkreasi demi membangun Indonesia yang lebih baik. Wyncent mengaku bukanlah hal mudah memegang gelar sebagai Mahasiswa Berprestasi Nasional 2017. Namun dia meyakini bahwa amanah yang telah diberikan merupakan jalan terbaik yang akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk berkontribusi terhadap kemajuan bangsa dan negara.

“Mimpi tidak akan terwujud dengan sendirinya, tetapi kita harus segera bangkit dan berupaya untuk mewujudkannya. Jadi kejarlah mimpimu,” pesannya.

Dr.Ir.R.Wahyu Supartono, salah satu dosen pembimbing tingkat universitas menjelaskan sebelum maju ke tingkat nasional, UGM telah memberikan pendampingan dan bimbingan kepada delegasi UGM yang akan maju ke pemilihan mahasiswa berpretasi tingkat nasional. Mereka diberikan bimbingan selama 2 bulan penuh untuk penguatan kemampuan pidato berbahasa Inggris, karya tulis unggulan, psikotes, serta penyusunan karya unggulan.

Sementara Direktur Kemahasiswaan UGM. Dr. Drs. Senawi, M.P., menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang berhasil diraih oleh salah satu mahasiswanya dalam ajang pemilihan mahasiswa berprestasi nasional 2017. Dia berharap prestasi tersebut mampu menjadi langkah awal untuk terus berkarya bagi kemajuan Indonesia. Selain itu juga dapat menginsiprasi mahaiswa UGM lainnya untuk berprestasi mengharumkan nama UGM dan Indonesia.

“Semoga budaya berpretasi ini bisa berkembang terus di UGM,” harapnya.

Richo Andi Wibowo, S.H., L.L.M., perwakilan Dekanat FH UGM menuturkan bahwa FH UGM memiliki komitmen tinggi untuk melakukan pendampingan bagi para mahasiswanya. Mendukung mahasiswa untuk terus berpretasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga mendukung upaya pengembangan diri melalui kegiatan ekstra dan kokurikuler. Keberhasilan yang diraih Wyncent ini nantinya akan dijadikan sebagai role model yang diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa UGM.

“Wyncent akan menjadi role model bagi para mahasiswa. Dia berhasil membuktikan meskipun aktif di kegiatan ekstra dan kokurikuler juga bisa berhasil di bidang akademik. Energi positif ini bisa menginspirasi mahasiswa lainnya,” paparnya. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Dr. Suwondo : Lampung Butuh Pemimpin yang Melayani Masyarakat

BALIPORTALNEWS.COM  – Pakar Politik Universitas Lampung (Unila), Dr. Suwondo, M.A, mengkritisi pola penetapan cagub cawagub yang selalu berdasarkan loby-loby partai politik. Menurutnya, seharusnya cawagub ditentukan oleh cagub agar dapat bekerjasama ketika memimpin pemerintahan bukan karena terpaksa karena loby dan akibat untuk memenuhi kursi/syarat KPU.

“Saya punya pandangan bahwa cawagub itu wakil jadi sebaiknya cagub yang menetapkan. Pola-pola lama sebaiknya kita tinggalkan. Amerika bisa kita tiru Wapresnya ditentukan oleh Presiden imbasnya keduanya bisa bekerja dengan baik, nah kita sebaiknya mulai merubah yang menentukan Wakil itu ya Kepala Daerah agar tidak ribut di tengah jalan atau partai minta saran dari Cagub siapa wakilnya,” kata Dosen Pasca FISIP Unila tersebut.

Menurut Pria kelahiran Lampung Utara 3 September 1959 ini dalam pengamatannya yang akan maju sebagai calon gubernur adalah Ridho, Ike Edwin, Mustafa, Arinal dan Alzier. Nama-nama tersebut berebut BE 1 sedangkan Pun Edwar dan sebagian dari mereka mencari wakil Suku Jawa kecuali Mustafa kemungkinan dengan Eva atau Herman, lalu Herman saya lihat fokus walikota. “Herman HN sepertinya mendorong istri menjadi Wagub, jika Ridho pasangan dengan Pun Edward ada kendal psikologis karena dengan Dang ike apapun juga mereka kerabat dan tidak etis dari sisi adat,” imbuhnya.

Bagi Dosen Pasca Magister Hukum ini menganggap justru posisi Cawagub masih misteri, kemungkinan di luar itu seperti yang disebutkan namanya diatas. “Namun kalau melihat heterogen masyarakat maka komposisi etnis mau tidak mau perlu dipertimbangkan, ingat pemilih kita masih tradisional,” tandasnya.

Irjen Pol. Dr. Drs. Ike Edwin saat ditanya saran untuk masyarakat Lampung untuk memilih pemimpin. Pakar politik Lampung ini menekankan pilihlah yang terbaik, yang dekat dengan masyarakat dan tidak arogan serta menjadikan kekuasaan sebagai kontrak sosial yang dipertanggung jawabkan kepada rakyat.

“Tentu pemimpin yang terbaik, pemimpin pelayan bagi masyarakat dan harus mendengar aspirasi masyarakat dan dekat dengan masyarakat jangan mengagungkan kekuasaan dan tidak arogan. Kekuasaan itu kontrak sosial yang dipertanggung jawabkan ke rakyat,” tutupnya. (znd/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

PermataBank Terus Menjaga Profitabilitas dan Kekuatan Permodalan

BALIPORTLANEWS.COM, JAKARTA – PT Bank Permata Tbk (“PermataBank” atau “Bank”) mengumumkan peningkatan kinerja operasional yang berkelanjutan sepanjang paruh tahun pertama.  Per 30 Juni 2017, laba bersih setelah pajak (net profit after tax) tercatat sebesar Rp 621 miliar (terkonsolidasi dan tidak diaudit), dibandingkan dengan kerugian sebesar Rp 836 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kinerja Bank merupakan hasil dari peningkatan kualitas aset, penjualan sebagian porsi aset bermasalah sebagaimana telah direncanakan,pertumbuhan pendapatan komisi bancassurance dan pengelolaan biaya yang baik. Bank juga telah berhasil menyelesaikan RightsIssue senilai Rp 3 triliun pada bulan Juni 2017.

Mengomentari pencapaian ini, Ridha DM Wirakusumah – Direktur Utama PermataBank mengatakan, “Kami optimis kinerja PermataBankdapat terus meningkat, dengan menjaga neraca keuangan yang positif seperti yang tercermin dalam dua kuartal ini. Kami akan terusmenjalankan rencana kami agar bisa kembali menunjukkan kinerja yang lebih kuat tahun ini.”

“Kami juga telah berhasil menyelesaikan Rights Issue senilai Rp 3 triliun pada bulan Juni 2017 dimana dua pemegang saham utama kami, PT Astra International Tbk (Astra) dan Standard Chartered Bank (Standard Chartered), serta publik mengambil hak merekasecara penuh. Dengan demikian, Rights Issue sudah fully subscribed. Hal ini merupakan cerminan dari dukungan kuat seluruh pemegang saham terhadap strategi Bank untuk memperkuat permodalan, sehingga PermataBank terus memiliki landasan yang kuat untuk pertumbuhan di masa depan,” tambah Ridha.

Penyelesaian Right Issue telah berhasil memperkuat permodalan: nilai Common Equity Tier 1 (CET-1) dan total Capital Adequacy Ratio(CAR) meningkat menjadi 15,4% dan 18,9% pada bulan Juni 2017 dibandingkan dengan 13,2% dan 17,0% pada akhir Maret 2017, serta  11,8% dan  15,6% pada akhir Desember 2016.

PermataBank terus mengelola kualitas asetnya melalui penjualan aset, serta restrukturisasi dan rehabilitasi yang dilakukan secara proaktif. Hal ini menghasilkan rasio NPL Gross dan NPL Net sebesar 4,7% dan 1,8% per 30 Juni 2017, membaik dibandingkan dengan6,4% dan 2,2% pada akhir Maret 2017 dan 8,8% dan 2,2% pada Desember 2016. Rasio cakupan NPL tercatat sebesar 166%; sebuah peningkatan dibandingkan dengan 135% pada bulan Maret 2017 dan 122% pada bulan Desember 2016.

Fokus pada kuartal II adalah untuk terus meningkatkan pengelolaan risiko seraya menjalankan pertumbuhan kredit secara berhati-hati serta pengelolaan NPL seiring upaya Bank membersihkan bukunya, mengakibatkan pertumbuhan kredit negatif sebesar 23% YOY atau negatif 3% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Namun demikian, pembiayaan syariah menunjukkan pertumbuhan YOY yang positif sebesar 6%. Pertumbuhan pendapatan berbasis biaya (fee-based income) yang kuat turut mengimbangi penurunan pendapatan bunga bersih karena total pendapatan tumbuh sebesar 1%. Biaya telah dikelola dengan baik turun 2% YOY menghasilkan pre-provision operation profit sebesar 1,963 triliun, naik 5% dibanding periode sama tahun lalu. Peningkatan kualitas aset menyebabkan biaya pencadangan kredit sebesar Rp. 1,235 triliun, 58% lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu. Bank masih terus melakukan upaya pembersihan buku dan perbaikan kualitas aset produktif di semester kedua.

Di sisi lain, PermataBank juga terus mempertahankan likuiditas yang kuat seraya mengoptimalkan struktur neraca dimana Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 87% pada akhir Juni 2017 dibandingkan dengan 75% pada akhir Maret 2017 dan 80% di akhir Desember 2016. Dengan telah diperkuatnya manajemen risiko, Bank telah menumbuhkan kembali aset berkualitas baik dan diharapkan pertumbuhan kredit dapat kembali positif pada Semester II 2017.

PermataBank juga memperbaiki struktur pendanaannya seperti yang tercermin pada rasio CASA yang lebih tinggi yaitu sebesar 52% dibandingkan dengan 42% tahun lalu, termasuk rasio CASA dari bisnis Syariah yang tumbuh sebesar 72% dibandingkan dengan 58% tahun lalu, melalui pertumbuhan volume tabungan. LDR yang lebih tinggi serta berkurangnya dana mahal menghasilkan NIM yangmeningkat menjadi 3,8% di bulan Juni 2017 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya sebesar 3,5%. Pertumbuhan CASA akan tetap menjadi prioritas untuk menjamin biaya dana yang lebih murah dan berkelanjutan.

“Kami yakin bahwa rencana yang telah kami jalankan akan memungkinkan kami melewati tahun ini dengan baik. Bank akan terus beradaptasi dengan perubahan kondisi dan memperbaiki posisinya untuk meraih berbagai peluang di masa depan. Kami terusmeningkatkan peluang dan kapabilitas bisnis serta membangun aliansi strategis dengan mitra seperti Indosat dan PERSIB Bandung untuk membangun skala usaha yang lebih besar dan memperluas penawaran produk kami. Kami berterima kasih kepada para pemangku kepentingan, terutama para nasabah dan pemegang saham kami, yang senantiasa disamping kami dan tetap berkomitmen,” ujar Ridha. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

GLUE & Paviliun Records: Rilis GLUE New EP & Single “TERBIASA”

BALIPORTALNEWS.COM – Setelah merilis album ‘Kesempatan Kedua‘ 2012 silam. Di Bulan April 2017 (Menjelang Record Store Day) kemarin ini Glue, band indie pop lawas yang sering wara wiri di indie/britpop scene Jakarta kembali merilis sebuah mini album bertajuk ‘TERBIASA‘. Mini album ini terdiri dari 5 buah lagu :

  1. Lupakan Sejenak Dunia
  2. Beku
  3. Terbiasa feat Maria ‘Stereomantic’
  4. Dunia Mengapa Kau Membenciku 
  5. Disco13

Terbiasa dan Dunia Mengapa Kau Membenciku merupakan 2 single teranyar. Beku sudah dirilis pada 2015 lalu. Sementara itu Lupakan Sejenak Dunia dan juga Disco13 diambil dari album ‘Kesempatan Kedua‘. Kehadiran vokalis ‘baru rasa lama’ Irvin Kusumah dan Yudha Pramita disisi Keyboard/Synthesizer menjadi pembeda dari album sebelumnya. Sementara duet syahdu dengan Maria Stereomantic‘ pada lagu ‘Terbiasa‘ hadir memberikan efek romantis mini album ini.

Terbiasa juga menjadi single andalan dimini album ini. Lagu ini bercerita tentang pahit manisnya dinamika sebuah relasi asmara yang di bungkus dalam tempo sedang, penulisan lirik yang ringan serta sedikit sentuha nada Timur Tengah pada aransemen Nya. Ada kisah personal dibalik lagu yang dibuat oleh Agustinus Yugo (gitar akustik) ini. ‘Terbiasa’ adalah sebuah lagu yang awalnya didedikasikan sebagai hadiah pernikahan bagi sang istri namun akhirnya menjadi monumen penghormatan terakhir kepergian sang istri akibat kanker. Lagu ini memang terdengar manis sekaligus menyedihkan. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :