23 C
Denpasar
Sabtu, 22 September 2018

Konferensi ISGF Sedunia Kembali Digelar di Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Indonesia kembali menjadi tuan rumah perhelatan tingkat dunia. Kali ini bertajuk 28th International Scout and Guide Fellowship (ISGF) World Conference yang diadakan di Hotel Inna Bali Beach, Sanur, Bali, 9-14 Oktober 2017. Sebuah konferensi dari ISGF, atau organisasi dunia untuk mereka yang pernah aktif di gerakan pendidikan kepanduan.

Keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi ISGF Sedunia ke-28 itu diputuskan dalam konferensi sedunia ke-27 organisasi itu yang diadakan di Australia pada 2014. Dalam konferensi sedunia ke-28 di Bali kali ini menurut rencana akan diikuti utusan organisasi nasional dari 63 negara. Mereka adalah orang-orang yang dulunya pernah aktif dalam gerakan kepanduan. Sebagian lagi, sampai sekarang masih tetap aktif di kepanduan. Namun, pernah atau masih aktif, semuanya tetap mencintai kepanduan sebagai gerakan pendidikan nonformal yang ikut berperan memberikan kontribusi positif bagi masing-masing individu.

Kepanduan sebagai gerakan pendidikan nonformal, memang hanya melengkapi pendidikan informal di lingkungan keluarga dan komunitas, serta pendidikan formal di sekolah-sekolah. Walaupun demikian, sebagai gerakan pendidikan yang menekankan pada pembentukan karakter dan budi pekerti anggotanya, kepanduan diakui banyak berperan membentuk seseorang menjadi manusia positif yang dapat berkontribusi baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun bangsa dan negaranya.

Itulah sebabnya, mereka yang pernah aktif sebagai Pandu kembali bergabung membentuk organisasi ISGF. Organisasi yang seluruh anggotanya adalah orang dewasa itu berdiri di Luzern, Switzerland, pada 25 Oktober 1953. ISGF dibentuk berdasarkan resolusi yang dilakukan dalam pertemuan  kepanduan sedunia, yang idenya adalah untuk membentuk wadah internasional untuk orang-orang dewasa yang sudah tidak lagi aktif di kepanduan,  tetapi masih ingin tetap hidup berdasarkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai moral kepanduan.

Salah satu prinsip dan nilai moral para Pandu adalah siap sedia membantu masyarakat. Itulah sebabnya, anggota-anggota organisasi tersebut terus memberikan darma baktinya untuk masyarakat, melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Sampai 1996, organisasi itu bernama the International Fellowship of Fomer Scouts and Guides (IFOFSAG). Baru kemudian diubah menjadi ISGF. Walaupun berdasarkan catatan pada laman resmi ISGF www.isgf.org, jumlah anggotanya baru 63 organisasi nasional di 63 negara ditambah perwakilan dari 42 negara lain yang belum ada organisasi nasionalnya, tetapi jumlahnya terus bertambah.

Di Indonesia, organisasi nasionalnya bernama Himpunan Pandu dan Pramuka Wreda (Hipprada). Dalam sejarah kepanduan di Indonesia, sejak 1961 seluruh organisasi gerakan kepanduan yang tadinya ada dihimpun dalam satu wadah bernama Gerakan Pramuka. Beberapa tokoh Pandu yang tidak bergabung dalam Gerakan Pramuka, mulai memunculkan ide untuk membentuk wadah tersendiri pada akhir 1960-an.

Namun masih membutuhkan beberapa tahun lagi, sehingga usulan itu mengerucut dan melalui pimpinan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka saat itu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, akhirnya resmi dibentuk Himpunan Pandu Wreda (Hiprada). Pembentukan itu dikukuhkan melalui Keputusan Kwartir Nasional bernomor 075/KN/1975 tertanggal 22 Juli 1975.

Belakangan, penamaan organisasi diubah menjadi Himpunan Pandu dan Pramuka Wreda (Hipprada), karena banyak pula mereka yang pernah aktif di Gerakan Pramuka namun tidak mengalami masa di kepanduan sebelum 1961, ikut bergabung. Sekarang, Hipprada terbuka untuk mereka yang berusia di atas 25 tahun, baik yang pernah maupun tidak menjadi Pandu atau Pramuka.

Sama seperti ISGF, kegiatan Hipprada yang saat ini diketuai oleh Prof. Dr. Haryono Suyono adalah lebih menekankan pada pemberdayaan masyarakat. Tentu saja, seperti dikatakan Mida Rodrigues yang merupakan Ketua Komite Dunia ISGF, konferensi dunia di Bali sekaligus menekankan semangat kepanduan untuk terus mengembangkan persaudaraan seluas dunia. “Make new friends and keep the old ones”, tuturnya, yang berarti “menjalin persaudaraan dengan teman baru dengan tetap mempertahankan teman lama”. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Huawei Ajak Mahasiswa Terbaik di Indonesia untuk Mengikuti Program Seeds for the Future di Tiongkok

BALIPORTALNEWS.COM – PT Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia), penyedia solusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) global terkemuka, mengundang 10 mahasiswa terbaik dari 7 universitas terkemuka di Indonesia, yang berusia 20 – 24 tahun dan telah melewati seleksi ketat melalui program pelatihan SmartGen, untuk mengikuti program pelatihan alih ilmu pengetahuan global milik Huawei, Seeds for the Future”, selama dua minggu di Beijing dan Shenzhen, yang dimulai dari tanggal 9 hingga 23 September 2017.

Acara pembukaan program ini diadakan pada tanggal 10 September 2017 lalu di Beijing, diikuti pula dengan kunjungan delegasi mahasiswa Indonesia ke kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing pada tanggal 11 September 2017 yang disambut langsung oleh Bapak Soegeng Rahardjo, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok. Sementara acara penutupan program dilangsungkan di kantor pusat Huawei di Shenzhen pada 22 September 2017.

Saat ini, TIK telah menjadi mesin penggerak pertumbuhan yang penting bagi beragam industri, hal inilah yang mendasari Huawei untuk menyelenggarakan program Seeds for the Future tahun ini. Program ini juga sejalan dengan tema Huawei tahun ini, yaitu eksplorasi menuju dunia yang lebih pintar: eksplorasi merupakan semangat ketekunan, api atau pendorong inovasi, cahaya kecerdasan yang menerangi jalan menuju dunia yang lebih cerdas.

Oleh karena itu, Huawei sebagai pemimpin industri TIK berkomitmen untuk mendukung pengembangan industri TIK untuk mendorong kemajuan ekonomi, sosial, dan ketahanan lingkungan secara jangka panjang. Hal ini karena Huawei percaya bahwa akses terhadap pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk menciptakan kesempatan-kesempatan yang dapat mendukung kemajuan di industri TIK.

“Saya sangat senang menerima kunjungan dari para perwakilan mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam program global Huawei Seeds for the Future ke Tiongkok untuk belajar teknologi TIK, kemajuan inovasi, serta budaya di Tiongkok. Oleh karena itu, saya berharap para mahasiswa ini dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menggali ilmu pengetahuan yang lebih dalam lagi di bidang teknologi dan melihat perspektif global yang nantinya dapat diimplementasikan di Indonesia dan bermanfaat bagi kelangsungan pembangunan di Indonesia, sehingga para mahasiswa ini dapat memberikan kontribusinya sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Bapak Soegeng Rahardjo, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, dalam kunjungan delegasi mahasiswa ke kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing.

Program Seeds for the Future ini mulai diselenggarakan oleh Huawei Global pada tahun 2008 dengan tujuan untuk mengasah pengetahuan talenta muda lokal di bidang TIK melalui program pelatihan alih ilmu pengetahuan serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan mengakomodir ketertarikan talenta muda di bidang telekomunikasi.

Melalui program ini, para mahasiswa dapat melihat secara langsung operasi bisnis global milik Huawei dengan lingkungan kerja lintas-budaya serta belajar mengenai teknologi-teknologi terdepan di bidang TIK melalui program pembelajaran dan pengalaman bekerja langsung di Kantor Pusat Huawei di Tiongkok.

 Tidak hanya itu saja, para mahasiswa juga mempelajari budaya Tiongkok, mempelajari budaya perusahaan dan manajemen Huawei, mempelajari teknologi TIK terbaru, dan mengoperasikan peralatan di laboratorium. Program Huawei global Seeds for the Future ini telah diikuti oleh 96 negara di seluruh dunia melalui kerja sama dengan lebih dari 200 universitas serta telah memberikan manfaat kepada lebih dari 20.000 mahasiswa sejak tahun 2008.

“Seperti yang kita ketahui, saat ini jumlah populasi di dunia yang menggunakan internet masih sangat rendah, yang menjadikan salah satu alasan Huawei untuk menyelenggarakan program Seeds for the Future tahun ini, dimana Huawei memberikan kontribusi secara berkelanjutan terhadap pengembangan ekonomi digital global di masa depan serta membawa dunia yang lebih terhubung dengan menyediakan pelatihan ekstensif di bidang TIK bagi talenta lokal.

Melalui program Seeds for the Future ini, kami berharap talenta muda Indonesia dapat meningkatkan wawasan mereka mengenai teknologi TIK terbaru, sehingga setelah mengikuti program Huawei, para mahasiswa ini dapat berkontribusi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih terhubung,” ujar David Harmon, Vice President for Global Government Affairs of Huawei Technology Co., Ltd.

“Saya berterima kasih atas kesempatan berharga yang diberikan oleh Huawei, yang memungkinkan saya untuk mendapatkan pemahaman mengenai budaya Tiongkok serta mendapatkan pengetahuan mendalam mengenai teknologi TIK yang diimplementasikan di Tiongkok, terutama di kampus Huawei. Saya sangat senang dan memiliki keinginan yang sangat kuat untuk bekerja di bidang TIK agar saya dapat memberikan kontribusi terhadap negara saya, Indonesia,” ujar Fariz Azhar Abdillah, Ketua Delegasi Mahasiswa Indonesia untuk Program Seeds for the Future dari Universitas Indonesia (UI).

Sejak tahun 2013, selama lima tahun berturut-turut, Huawei Indonesia telah mengirimkan 80 mahasiswa terbaik dari 12 universitas dan politeknik terkemuka di Indonesia untuk mengikuti program pelatihan global Huawei Seeds for the Future.

Pada tahun ini, para mahasiswa dipilih melalui seleksi ketat yang dilakukan oleh Huawei bersama pihak universitas melalui program SmartGen, sebuah program hasil kolaborasi Huawei bersama 7universitas terkemuka Indonesia di awal tahun 2017 untuk mengembangkan kemampuan talenta muda Indonesia di bidang TIK.

Untuk program ini, Huawei bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Telkom (Tel-U), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Padjadjaran (UNPAD), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Selama lebih dari 17 tahun, Huawei berperan aktif dalam mengembangkan tenaga kerja lokal yang berkualitas tinggi untuk mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih terhubung, melalui seluruh kantor Huawei yang meliputi 14 Kantor Cabang, 64 Pusat Suku Cadang, 3 Pusat Logistik, dan lebih dari 100 Pusat Layanan di seluruh Indonesia.

Sejak tahun 2009, Huawei Indonesia telah aktif dalam memupuk kemampuan inovatif talenta muda Indonesia dan berkontribusi terhadap komunitas lokal melalui program yang berfokus pada pendidikan, seperti beasiswa, program magang, pelatihan bersertifikat selama tiga tahun untuk 1.000 mahasiswa dari 20 universitas dan politeknik terkemuka, program pengembangan talenta muda SmartGen, serta program pelatihan global Huawei Seeds for the Future di Tiongkok. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

3rd Minikino Film Week Digelar 7-14 Oktober 2017

BALIPORTALNEWS.COM – Festival film Pendek Internasional – MINIKINO FILM WEEK tahun ke-3 (3rd MFW) hadir semakin istimewa dan bertambah besar dari tahun sebelumnya. Pada tanggal 7-14 Oktober 2017 di Bali, 3rd MFW akan menayangkan 209 film pendek yang dikemas dalam 42 program.

Film-film pendek dari Indonesia, Asia Tenggara & Internasional ini diseleksi oleh tim programming MINIKINO serta programmer tamu nasional, Asia Tenggara dan Jepang. 3rd MFW hadir di 17 titik pemutaran yang terbagi dalam 11 (sebelas) lokasi pemutaran Micro Cinema dan 6 (enam) lokasi Pop-Up Cinema (Layar Tancap) yang menghadirkan total 114 kali pemutaran. Seluruh program pemutaran tidak memungut biaya, namun akan memberikan panduan batas usia penonton.

Selain menonton bersama di layar lebar, ada perpustakaan video berisi lebih dari 500 judul film pendek Indonesia maupun internasional yang dapat ditonton selama periode festival. Perpustakaan video dibatasi hanya untuk undangan dan semeton Minikino Film Week di lokasi Festival Lounge di Gedung Merdeka lantai 1 – kantor BPPD Denpasar, jalan Surapati no.7.

Acara pendukung 3rdMFW tahun ini meliputi pelatihan akting untuk peserta usia 13-25 tahun bersama Paul Agusta dan workshop “4K Cinematography” bersama Benny Kadarhariarto, serta workshop film untuk pelajar yang mengiringi Pop-Up Cinema.

Workshop ini dipersembahkan oleh Panasonic Lumix. Selain itu Minikino Bandstand akan menampilkan para sutradara video klip musik. Mereka akan berbagi pengalaman produksi dengan para penonton. Hadir pula MFW Talks, sebuah ruang diskusi dan berbagi cerita bertema “Creative Community”, “Film Festival” dan “Bali Inside Out”.

Minikino Film Week adalah Festival Film Pendek Internasional terbesar di Indonesia. Festival ini akan dibuka dengan serangkaian MFW Talks pada hari Sabtu siang, 7 Oktober 2017 dan dilanjutkan acara pembukaan malam hari khusus undangan yang menampilkan sebuah program film pendek khusus sebagai Opening Program.

3rd MFW juga telah diawali dengan pra-event berupa kompetisi nasional BEGADANG FILMMAKING yang menantang para pembuat film pendek Indonesia untuk memproduksi film pendek dalam waktu 34 jam pada 2-3 September 2017 lalu. Kompetisi ini diikuti oleh 30 peserta yang lolos dari seleksi pendaGaran awal.

Mereka berasal dari berbagai propinsi di Indonesia. Antara lain: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Kalimatan Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. Ada enam semi-finalis yang diundang untuk menghadiri Malam Penganugerahan Internasional 3rd Minikino Film Week sekaligus acara penutupan 3rdMFW pada hari Sabtu, 14 Oktober 2017.

Minikino Film Week sejak awal dirancang sebagai festival film yang mendekat pada masyarakat, hadir ditengah masyarakat, menghadirkan film pendek berkualitas, diharapkan menjadi penyeimbang kanal tontonan yang telah tersedia di masyarakat. MFW membangun suasana menonton bersama yang menjadi salah satu nilai penting, memicu kesadaran kolektif terhadap apa yang sedang ditonton dan selanjutnya untuk memikirkan dan membicarakan kembali apa yang telah ditonton.

Selain itu, MFW juga berharap dapat menjadi pemantik denyut perekonomian dan pariwisata di Bali, melalui kerja sama dengan pelaku usaha di berbagai bidang dalam program “discount partner”. Team 3rd MFW juga mengembangkan paket wisata kreatif yang ditawarkan kepada tamu-tamu festival baik domestik maupun internasional. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Meski Isu Gunung Meletus, Bali Tetap Jadi Tuan Rumah Asia-Europe Transport Minister Meeting Ke-4 

BALIPORTALNEWS.COM – Ditengah dibayangi aktivitas Gunung Agung yang sudah berstatus awas, tidak menyurutkan keinginan masyarakat dunia untuk menggelar acara konferensi International di Bali, dimana kali ini Bali dipercaya sebagai tuan rumah pertemuan para Menteri Perhubungan  di Kawasan Asia dan Eropa yang tergabung dalam acara Asia-Europe Meeting (ASEM) – Transport Minister Meeting (TMM) yang digelar di Hotel Westin, Nusa Dua-Badung, pada Selasa (26/9/2017) sore tadi.

 Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta  menyampaikan apresiasi dan selamat datangnya kepada para delegasi yang memilih Bali sebagai tempat penyelenggaraan acara tersebut. Gubernur  juga berharap pertemuan tersebut dapat menjadi wadah strategis dalam meningkatkan kerjasama Asia dan Eropa dalam upaya menarik minat investor dalam berinvestasi di Indonesia sekaligus sebagai sarana mempromosikan sektor pariwisata di Bali sehingga memberikan kontribusi bagi perekonomian masyarakat Bali khususnya maupun  masyarakat Indonesia umunya, serta dapat menjebatani Asia Eropa melalui konektifitas transportasi terpadu dan sinergi rencana strategis regional serta berkaitan dengan sektor transportasi.

Sementara itu, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi yang sekaligus membuka acara tersebut menyampaikan terimakasih atas dipercayainya Indonesia sebagai tempat penyelenggaraan ASEM-TMM yang ke 4. Lebih lanjut Menhub menyampaikan bahwa program tol laut yang digagas oleh Pemerintahan Jokowi – JK telah berhasil menurunkan harga bahan-bahan pokok di kawasan Timur Indonesia. Dengan keberhasilan program tol laut sebagai konektivitas maritim, Menhub mengharapkan program ini dapat dijadikan contoh untuk meningkatkan dan memperkuat konektivitas di Negara-negara yang tergabung dalam Asia – Europe Meeting (ASEM).

Menurut Menhub, hal ini sejalan dengan tema yang diusung yaitu dalam pertemuan ASEM ke-4, yaitu “Menjembatani Asia dan Eropa Melalui Konektivitas Transportasi Terpadu dan Sinergi Rencana Strategis Regional.” Disamping itu, Menhub minta agar dalam pertemuan tersebut dapat mematangkan pembahasan Deklarasi Bali yang akan ditetapkan dalam pertemuan tingkat Menteri pada tanggal 27 September 2017.

Deklarasi Bali adalah output dari pertemuan ASEM – TMM yang diharapkan dapat dijadikan pedoman bagi Negara-negara anggota dalam membahas program-program yang akan dilaksanakan secara bersama-sama. Secara garis besar, Deklarasi Bali memuat butir-butir sebagai berikut : (1) menekankan pada konektivitas untuk semua dimensi, (2) ASEM sebagai wadah strategis untuk meningkatkan kerja sama Negara Asia dan Eropa. (3) meningkatkan partisipasi swasta / lembaga keuangan dalam melakukan investasi di sector transportasi (4) mewujudkan pengembangan transportasi berkelanjutan melalui penggunaan teknologi yang lebih efektif dan efisien, (5) mendorong kerja sama yang lebih kuat dalam mengatasi tantangan yang dihadapi oleh Negara anggota ASEM (Negara kepulauan  / Negara dengan mayoritas wilayah lautan dan Negara dengan mayoritas wilayah daratan termasuk wilayah terpencil) (6) membangun sinergi antara rencana strategis regional di bawah kerangka : Uni ERopa, ASEAN, UNECE, UNESCAP, IMO, ICAO, WCO, OSJD dan OTIF.

Pada kesempatan tersebut Menhub menyampaikan bahwa Indonesia memacu peran BUMN dan swasta dalam pengembangan dan pembangunan infrastruktur transportasi melalui beberapa skema pendanaan. Untuk itu, pemerintah Indonesia mengundang semua stakeholder agar ikut serta dalam kerjasama pembangunan transportasi yang akan dilanjutkan melalui studi kelayakan yang akan diimplementasikan dalam form kerjasama tersebut.

Acara yang dihadiri oleh 251 delegasi tersebut, selain akan mengadakan rapat pleno juga telah membuka pameran transportasi dan logistik yang diikuti oleh perusahaan yang berasal dari Indonesia dan beberapa Negara dari luar, yaitu: Uni Eropa, Jepang, Rusia, Italia, Polandia, India, dan Jerman. Pameran ini dapat menjadi peluang investasi kerjasama secara khusus melalui ekspos gambaran perkembangan insfrastruktur Indonesia di udara, laut dan kereta api. Ada 30 booth dalam pameran yang terdiri dari 17 exhibitor dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali, PT. Angkasa Pura 1, PT. Angkasa Pura 2, PT. Pelindo 1, PT. Pelindo 2, PT. Pelindo 3, PT. Pelindo 4, PT. Garuda Indonesia, PT. Airnav Indonesia,  PT. Len Industri, PT. Pindad, PT. INKA, DPP INSA, DPP ALFI, KADIN, BKPM, dan Lembaga Keuangan.

Dalam kesempatan itu dihadapan Sekretaris Negara Kementrian Perhubungan Latvia, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali serta undangan lainnya Menhub menyerahkan secara simbolis bantuan beras 20 ton kepada para pengungsi Gunung Agung. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Ratusan Pakar Dunia Paparkan Riset Biologi dalam Konferensi Internasional Biologi UGM

BALIPORTALNEWS.COM – Sebanyak 200 pakar dunia hadri dalam The 5th International Conference on Biological Science (ICBS) 2017. Pada konferensi yang diselenggarakan Fakultas Biologi UGM, tanggal 15-16 September 2017 di East Parck Hotel Yogyakarta ini mendiskusikan hasil-hasil penelitian terkait life science.

Kegiatan diikuti peserta dari tujuh negara di dunia. Beberapa diantaranya adalah Jepang, Swedia, Jerman, Netherland, Australia, Malaysia, dan Indonesia. Dibuka secara langsung oleh Rektor UGM Prof.Ir.Panut Mulyono,M.Eng., D.Eng.

“Biologi memiliki kontribusi penting dalam pembangunan ekonomi. Harapannya melalui konferensi ini nantinya dapat menumbuhkan riset biologi baru dan teknologi biologi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia,” tuturnya.

Dekan Fakultas Biologi UGM Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., menyampaikan bahwa penelitian biologi memiliki peran penting dalam mewujudkan kehidupan manusia yang lebih baik dan pembangunan berkelanjutan. Oleh sebab itu penting memajukan bidang keilmuan biologi dan membangun jejaring serta berbagi gagasan dan hasil riset dikalangan ilmuan nasional dan internasional.

Penelitian biologi merupakan penting dilakukan karena menjadi dasar untuk pengaplikasian yang lebih luas lagi di berbagai bidang sebagai solusi permasalahan di masyarakat. Misalnya,  untuk mendorong ketahanan pangan, mencegah perubahan iklim, mengatasi pencemaran lingkungan, dan lainnya.

Ketua panitia, Tuty Arisuryanti,Ph.D., menyampaikan kegiatan kali ini mengangkat tema “Inventing Prosperous Future through Biological Research”. Konferensi dibagi dalam delapan topik antara lain tentang ekologi dan konservasi, biosistematika, nano bioteknologi, dan biomaterial.

“Melalui konferensi membuka kesempatan besar untuk berbagi ide, gagasan, dan hasil riset yang dilakukan serta membangun kolaborasi untuk penelitian di masa depan,”terangnya.

Menghadirkan pembicara kunci  yaitu Prof.Dr.Keiko Natsuaki, Tokyo University of Agriculture, Jepang. Turut menghadirkan pembicara lain seperti Prof.dr.Herman P.Spaink, Universiteit Leiden, Prof.Dr.Ingo Schubert, Leibinz Institute of Plan Genetics and Crop Plant Research Jerman, Prof.Datin Dr.Maryati Mohamed, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, dan Darmawan Prasodjo,Ph.D., Deputi I Kantor Staf Presiden RI.

Dalam kesempatan tersebut turut dilaksanakan penandatanagn MoU antara fakultas Biologi UGM dengan Faculty of Science, Technology, and Human Development Universiti Tun Hussein Onn Malaysia. Kerja sama dilaksanakan dalam bidang pendidikan dan penelitian meliputi pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi riset, dan joint seminar.

Selain itu juga dilakukan pembentukan tim peneliti retorasi gambut Fakultas Biologi UGM dan Badan Restorasi Gambut. Juga launching model hewan penelitian yakni zebra fish antara IBL Leiden dan Fakultas Biologi UGM. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pemenang Maybank Bali Marathon 2017

BALIPORTALNEWS.COM – Ajang Maybank Bali Marathon (MBM) 2017 kembali sukses dengan rute baru yang tetap menonjolkan keindahan perdesaan Bali melintasi rute baru melalui Kabupaten Gianyar dan Klungkung.

Di kategori Full Marathon Open Male, Henry Kiprotich asal Kenya dengan nomor punggung 2235 mencetak waktu 02:19:17, yang membuatknya memenangkan ajang Maybank Bali Marathon tahun ini. Setelah berlari dengan jarak sejauh 42.195 kilometer melalui rute baru di jalur pedesaan khas Bali, Henry Kiprotich tampak sangat bangga menerima hadiah uang tunai senilai 189 juta Rupiah, yang diberikan oleh Presiden Direktor Maybank Taswin Zakaria.

Masing-masing untuk kategori Full Marathon Open Female dimenangkan Rumokol Chepkanan, asal negara Kenya mencetak waktu 02:38:38, Full Marathon National Male dimenangkan oleh Wiryawan Jaya Subangkit mencetak waktu 02:41:53 dan Full Marathon National Female dimenangkan oleh Meri Mariana Paijo mencetak waktu 03:01:54.

Maybank Bali Marathon 2017 diikuti oleh lebih dari 9.000 pelari dari 44 negara termasuk Indonesia, dengan jumlah peserta terbesar berasal dari tuan rumah. Secara keseluruhan, peserta event marathon tahunan ini sudah meningkat 20% dari tahun lalu, menjadikannya salah satu event olah raga berstandar internasional di Indonesia yang secara konsisten terus dikembangkan.

MBM 2017 didukung oleh segenap jajaran pemerintahan Bali, yang terdiri pimpinan Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, hingga Provinsi Bali. Sebagai Sponsor Platinum adalah Allianz, Danone, XL, Bali Safari & Marine Park, Official Media Partner: Kompas Gramedia & Metro TV, AirAsia, Adidas, dan Polar.  Sebagai Sponsor Gold: Taman Bhagawan dan Gambino Coffee dan Sponsor Silver: AiryRooms. Sebagai Sponsor Supporting: PT Lautan Luas Tbk, Yamatune, Fitness First, Salonpas Hisamitsu, Optik Tunggal, AirAsia BIG, dan Prost.  Sebagai Supporting Media Partners: Tempo, The Jakarta Post dan Tribun Group.  Sebagai Hotel Partners: Radhana Kuta, Oasis Lagoon, Movenpick Jimbaran, Grand Aston Benoa, Samabe dan Discovery Kartika Plaza. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Fakultas Biologi UGM Jalin Kerja Sama dengan Yamagata University

BALIPORTALNEWS.COM – Fakultas Biologi UGM menjalin kerja sama dengan Yamagata Universit, Jepang. Kerja sama dilaksanakan dalam bidang akademik dan riset. Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan delegasi Yamagata University ke Fakultas Biologi UGM baru-baru ini.

Kedatangan delegasi Yamagata University diwakili oleh Mr. Yasushi Sugawara (International Affair, Yamagata University) dan Prof. Naota Ohsaki (Faculty of Science, Yamagata University disambut baik oleh Wakil Dekan Bidang Aset, Keuangan dan SDM Fakultas Biologi UGM, Dr. Niken Satuti Nur Handayani. Dalam kunjungan tersebut dilaksanakan penandatanganan Memoranduf of Agreement (MoA)  dalam bidang pendidikan dan penelitian.

Penandatanganan MoA secara simbolis diwakili oleh Dr. Niken ini menjadi awal dari realisasi kerjasama yang selama ini telah terjalin antara Fakultas Biologi UGM dan Faculty of Science, Yamagata University.

Dalam kesempatan tersebut delegasi dari Yamagata University juga meninjau Laboratorium Bioteknologi dan melihat beberapa koleksi anggrek yang terdapat di green house Fakultas Biologi UGM didampingi oleh Dr. Endang Semiarti. Selain itu, Prof. Ohsaki yang juga merupakan visiting professor di UGM akan memberikan kuliah tamu dalam bidang evolutionary entomology . (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Rai Mantra Buka Sanur International Kite Festival 2017

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawiaya Mantra membuka Sanur International Kite Festival (SIKF) 2017, ditandai dengan menaikan layangan naga serta memberi penghargaan kepada sesepuh pelayang Indonesia pada Sabtu (5/8/2017) di Pantai Mertasari Sanur.

Sejak pagi hari antusias para peserta SIKF tampak memadati Pantai Mertasari Sanur. Walaupun cuaca sedikit panas, namun tidak mempengaruhi antusias para peserta yang terdiri dari 64 peserta dari 19 negara dan 58 peserta dari berbagai kota di Indonesia dalam memainkan layangan. Gemuruh sorak-sorak rare angon (pencinta layangan) dari mancanegara ini di tambah lantunan gambelan Baleganjur yang tak pernah putus terus mengiring para peserta international kite festival ini.

Ratusan jenis layang-layang  tampil pada event tersebut. Selain menampilkan layang-layang tradisional bebean, pecukan dan janggan, festival ini juga menghadirkan layang-layang kreatif dan kontemporer. Setiap peserta menampilkan lebih dari satu jenis layang-layang kreasi dengan berbagai bentuk, bermacam bahan dan berbagai ukuran pada event yang akan diselenggarakan hingga Senin (7/8) mendatang.

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung berbagai kreativitas di Kota Denpasar seperti Event Sanur Village Festival yang dirangkai dengan berbagai kegiatan, dalam hal ini salah satunya adalah Sanur International Kite Festival yang secara rutin diadakan setiap tahun. Selain mendukung pelestarian kebudayaan memainkan layang- layang juga berdampak ekonomis, apalagi event ini bisa mendatangkan rare angon mancanegara”, ungkap Rai Mantra saat di temui disela-sela kegiatan.

Rai Mantra mengatakan, Kegiatan seperti ini harus terus dikembangkan dan dipertahankan sebagai suatu wadah dalam bentuk penguatan kebudayaan itu sendiri. Layang-layang merupakan atraksi budaya yang sudah ada sejak dahulu. Diharapkan, kegiatan ini terus terjaga di tangan anak-anak muda yang kreatif .

Ketua Panitia SIKF 2017 Kadek Dwi Armika mengatakan, festival ini merupakan bagian dari Sanur Village Festival yang memadukan seni, aerodinamika, budaya, termasuk filosofi, sejarah dan imaji inovatif. Khusus untuk pementasan wayang di angkasa akan digelar pada Minggu (5/8) pukul 18.30 hingga pukul 20.30 Wita, dengan tema “Bhinneka Tunggal Ika”, yang juga merupakan semboyan NKRI yang diambil dari Kekawin Sutasoma karya Mpu Tantular. Tema yang sarat filosofi ini diterjemahkan para kreator layang-layang dalam berbagai figur dari pewayangan.

 “Kali ini kami menyuguhkan sesi wayang di angkasa yang melibatkan pesinden dan dalang yang menggunakan berbagai bahasa, dilengkapi gamelan dan tata lampu yang spektakuler,” kata Dwi Armika.

Dwi Armika menjelaskan, tema ini masih relevan dengan isu kekinian yang diharapkan bisa menggugah kembali betapa penting persatuan dan kerukunan di antara keragaman suku, adat, agama dan budaya kita. “Ini akan menjadi isu positif yang bisa diwartakan peserta internasional ke seluruh penjuru dunia,” katanya.

Ketua Panitia Sanur Village Festival (SVF) Ida Bagus Gede Sidharta Putra berharap, acara ini mampu memunculkan gagasan baru dalam rangka mengembangkan kreasi layang-layang untuk menunjang industri ekonomi kreatif. Selain membantu kepariwisataan, pasti akan mendorong pertumbuhan ekonomi setempat.“Layang-layang bisa jadi oleh-oleh atau untuk dikoleksi, ini tantangan bagi para kreator,” katanya.

Sementara salah satu peserta SIKF, Sari Majid (Indonesia) dan Gerrad Cletment (Perancis) mengatakan event ini sangat bagus dan sangat menarik untuk kami para pencita layangan, hanya di Bali satu-satunya event layangan terbesar di dunia . “Event ini  tidak terlepas dari dukungan dari Pemkot Denpasar dalam memberikan wadah untuk pencinta layangan dalam berkreativitas. Kegiatan ini juga sebagai ajang rekreasi untuk pencinta layangan di macanegara yang memang harus terus dikembangkan dan dipertahankan sebagai suatu wadah dalam bentuk penguataan kebudayaan”, ujarnya sembari berteriak one sky one earth one family. (eka/humads-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Mahasiswa UGM Ikuti Seminar Internasional Biomarin di Jepang

BALIPORTALNEWS.COM – UGM kembali mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti International Summer Course (ISC) on Advanced Marine Biology. Kegiatan berlangsung pada 7-14 Juli 2017 bertempat di Nagoya University, Jepang ini.

Pada tahun ini UGM mengirimkan tiga mahasiswanya yaitu Riris Anindya Ghifari dan Dewi Permatasari dari Fakultas Biologi dan Catur Rudy Atmoko dari Fakultas Pertanian. Sebelumnya, pada tahun 2016 UGM mengirimkan tiga mahasiswa Fakultas Biologi dan satu mahasiswa Fakultas Pertanian UGM. Sedangkan pada tahun 2015 UGM mengirimkan 5 mahasiswa Fakultas Biologi

Riris menjelaskan ISC 2017 diikuti 12 peserta dari berbagai negara di dunia. Selain Indonesia, kegiatan ini turut diikuti peserta dari Malaysia, Tiongkok, Jepang, Prancis, Meksiko, Austria, dan Singapura.

“Disana kami mempelajari mengenai ilmu biologi dasar seperti dasar taksonomi hewan, observasi pada proses fertilisasi,” ungkapnya, Senin (24/7/2017).

Para peserta juga berkesempatan mempelajari tahapan perkembangan bulu babi dan Ascidian.  Tidak hanya itu, mereka juga belajar tentang analisis filogenik molekuler, analisis proteomik, serta teknik editing genom. Disamping melakukan kegiatan di laboratorium, mereka juga melakukan eksplorasi laut dengan melakukan pengambilan sampel biota laut di zona intertidal Pulau Sugashima, sampling plankton di daerah seashore dan offshore untuk membandingkan jenis plankton di kedua lokasi tersebut.

“Kami juga diberi kesempatan mengunjungi Toba Aquarium untuk mempelajari biota-biota laut yang dapat ditemukan di perairan Jepang,” ujarnya.

Sementara Dekan Fakultas biologi UGM, Dr. Budi Setyadi Daryono, M.Agr.Sc., menyampaikan melalui kegiatan ISC 2017 ini diharapkan meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam melakukan riset di bidang biologi kelautan dan menambah pengalaman serta jejaring di tingkat internasional. Disamping hal tersebut, secara institusional  kerja sama antara Fakultas Biologi UGM dengan Nagoya University yang telah terjalin sejak tahun 1995 diharapkan bisa semakin kuat. Kerja sama bisa semakin diperluas tidak hanya dalam pertukaran mahasiswa saja. Namun, juga dapat dibangun kolaborasi riset untuk pengembangan penelitian bidang kelautan di Indonesia. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
15PelangganBerlangganan