Fakultas Biologi UGM Jalin Kerja Sama dengan Yamagata University

BALIPORTALNEWS.COM – Fakultas Biologi UGM menjalin kerja sama dengan Yamagata Universit, Jepang. Kerja sama dilaksanakan dalam bidang akademik dan riset. Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan delegasi Yamagata University ke Fakultas Biologi UGM baru-baru ini.

Kedatangan delegasi Yamagata University diwakili oleh Mr. Yasushi Sugawara (International Affair, Yamagata University) dan Prof. Naota Ohsaki (Faculty of Science, Yamagata University disambut baik oleh Wakil Dekan Bidang Aset, Keuangan dan SDM Fakultas Biologi UGM, Dr. Niken Satuti Nur Handayani. Dalam kunjungan tersebut dilaksanakan penandatanganan Memoranduf of Agreement (MoA)  dalam bidang pendidikan dan penelitian.

Penandatanganan MoA secara simbolis diwakili oleh Dr. Niken ini menjadi awal dari realisasi kerjasama yang selama ini telah terjalin antara Fakultas Biologi UGM dan Faculty of Science, Yamagata University.

Dalam kesempatan tersebut delegasi dari Yamagata University juga meninjau Laboratorium Bioteknologi dan melihat beberapa koleksi anggrek yang terdapat di green house Fakultas Biologi UGM didampingi oleh Dr. Endang Semiarti. Selain itu, Prof. Ohsaki yang juga merupakan visiting professor di UGM akan memberikan kuliah tamu dalam bidang evolutionary entomology . (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Rai Mantra Buka Sanur International Kite Festival 2017

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawiaya Mantra membuka Sanur International Kite Festival (SIKF) 2017, ditandai dengan menaikan layangan naga serta memberi penghargaan kepada sesepuh pelayang Indonesia pada Sabtu (5/8/2017) di Pantai Mertasari Sanur.

Sejak pagi hari antusias para peserta SIKF tampak memadati Pantai Mertasari Sanur. Walaupun cuaca sedikit panas, namun tidak mempengaruhi antusias para peserta yang terdiri dari 64 peserta dari 19 negara dan 58 peserta dari berbagai kota di Indonesia dalam memainkan layangan. Gemuruh sorak-sorak rare angon (pencinta layangan) dari mancanegara ini di tambah lantunan gambelan Baleganjur yang tak pernah putus terus mengiring para peserta international kite festival ini.

Ratusan jenis layang-layang  tampil pada event tersebut. Selain menampilkan layang-layang tradisional bebean, pecukan dan janggan, festival ini juga menghadirkan layang-layang kreatif dan kontemporer. Setiap peserta menampilkan lebih dari satu jenis layang-layang kreasi dengan berbagai bentuk, bermacam bahan dan berbagai ukuran pada event yang akan diselenggarakan hingga Senin (7/8) mendatang.

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung berbagai kreativitas di Kota Denpasar seperti Event Sanur Village Festival yang dirangkai dengan berbagai kegiatan, dalam hal ini salah satunya adalah Sanur International Kite Festival yang secara rutin diadakan setiap tahun. Selain mendukung pelestarian kebudayaan memainkan layang- layang juga berdampak ekonomis, apalagi event ini bisa mendatangkan rare angon mancanegara”, ungkap Rai Mantra saat di temui disela-sela kegiatan.

Rai Mantra mengatakan, Kegiatan seperti ini harus terus dikembangkan dan dipertahankan sebagai suatu wadah dalam bentuk penguatan kebudayaan itu sendiri. Layang-layang merupakan atraksi budaya yang sudah ada sejak dahulu. Diharapkan, kegiatan ini terus terjaga di tangan anak-anak muda yang kreatif .

Ketua Panitia SIKF 2017 Kadek Dwi Armika mengatakan, festival ini merupakan bagian dari Sanur Village Festival yang memadukan seni, aerodinamika, budaya, termasuk filosofi, sejarah dan imaji inovatif. Khusus untuk pementasan wayang di angkasa akan digelar pada Minggu (5/8) pukul 18.30 hingga pukul 20.30 Wita, dengan tema “Bhinneka Tunggal Ika”, yang juga merupakan semboyan NKRI yang diambil dari Kekawin Sutasoma karya Mpu Tantular. Tema yang sarat filosofi ini diterjemahkan para kreator layang-layang dalam berbagai figur dari pewayangan.

 “Kali ini kami menyuguhkan sesi wayang di angkasa yang melibatkan pesinden dan dalang yang menggunakan berbagai bahasa, dilengkapi gamelan dan tata lampu yang spektakuler,” kata Dwi Armika.

Dwi Armika menjelaskan, tema ini masih relevan dengan isu kekinian yang diharapkan bisa menggugah kembali betapa penting persatuan dan kerukunan di antara keragaman suku, adat, agama dan budaya kita. “Ini akan menjadi isu positif yang bisa diwartakan peserta internasional ke seluruh penjuru dunia,” katanya.

Ketua Panitia Sanur Village Festival (SVF) Ida Bagus Gede Sidharta Putra berharap, acara ini mampu memunculkan gagasan baru dalam rangka mengembangkan kreasi layang-layang untuk menunjang industri ekonomi kreatif. Selain membantu kepariwisataan, pasti akan mendorong pertumbuhan ekonomi setempat.“Layang-layang bisa jadi oleh-oleh atau untuk dikoleksi, ini tantangan bagi para kreator,” katanya.

Sementara salah satu peserta SIKF, Sari Majid (Indonesia) dan Gerrad Cletment (Perancis) mengatakan event ini sangat bagus dan sangat menarik untuk kami para pencita layangan, hanya di Bali satu-satunya event layangan terbesar di dunia . “Event ini  tidak terlepas dari dukungan dari Pemkot Denpasar dalam memberikan wadah untuk pencinta layangan dalam berkreativitas. Kegiatan ini juga sebagai ajang rekreasi untuk pencinta layangan di macanegara yang memang harus terus dikembangkan dan dipertahankan sebagai suatu wadah dalam bentuk penguataan kebudayaan”, ujarnya sembari berteriak one sky one earth one family. (eka/humads-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Mahasiswa UGM Ikuti Seminar Internasional Biomarin di Jepang

BALIPORTALNEWS.COM – UGM kembali mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti International Summer Course (ISC) on Advanced Marine Biology. Kegiatan berlangsung pada 7-14 Juli 2017 bertempat di Nagoya University, Jepang ini.

Pada tahun ini UGM mengirimkan tiga mahasiswanya yaitu Riris Anindya Ghifari dan Dewi Permatasari dari Fakultas Biologi dan Catur Rudy Atmoko dari Fakultas Pertanian. Sebelumnya, pada tahun 2016 UGM mengirimkan tiga mahasiswa Fakultas Biologi dan satu mahasiswa Fakultas Pertanian UGM. Sedangkan pada tahun 2015 UGM mengirimkan 5 mahasiswa Fakultas Biologi

Riris menjelaskan ISC 2017 diikuti 12 peserta dari berbagai negara di dunia. Selain Indonesia, kegiatan ini turut diikuti peserta dari Malaysia, Tiongkok, Jepang, Prancis, Meksiko, Austria, dan Singapura.

“Disana kami mempelajari mengenai ilmu biologi dasar seperti dasar taksonomi hewan, observasi pada proses fertilisasi,” ungkapnya, Senin (24/7/2017).

Para peserta juga berkesempatan mempelajari tahapan perkembangan bulu babi dan Ascidian.  Tidak hanya itu, mereka juga belajar tentang analisis filogenik molekuler, analisis proteomik, serta teknik editing genom. Disamping melakukan kegiatan di laboratorium, mereka juga melakukan eksplorasi laut dengan melakukan pengambilan sampel biota laut di zona intertidal Pulau Sugashima, sampling plankton di daerah seashore dan offshore untuk membandingkan jenis plankton di kedua lokasi tersebut.

“Kami juga diberi kesempatan mengunjungi Toba Aquarium untuk mempelajari biota-biota laut yang dapat ditemukan di perairan Jepang,” ujarnya.

Sementara Dekan Fakultas biologi UGM, Dr. Budi Setyadi Daryono, M.Agr.Sc., menyampaikan melalui kegiatan ISC 2017 ini diharapkan meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam melakukan riset di bidang biologi kelautan dan menambah pengalaman serta jejaring di tingkat internasional. Disamping hal tersebut, secara institusional  kerja sama antara Fakultas Biologi UGM dengan Nagoya University yang telah terjalin sejak tahun 1995 diharapkan bisa semakin kuat. Kerja sama bisa semakin diperluas tidak hanya dalam pertukaran mahasiswa saja. Namun, juga dapat dibangun kolaborasi riset untuk pengembangan penelitian bidang kelautan di Indonesia. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Rasayana, Robot Terbang UGM Penakluk Langit Turki 

BALIPORTALNEWS.COM – Rasa panik menyelimuti tim Gamaforce UGM tatkala mengetahui salah satu komponen utama penyusun pesawat tanpa awak yang dirakit mengalami kerusakan yang tergolong berat. Padahal, dalam 48 jam kedepan pesawat tersebut harus segera berlaga dalam ajang Unamenned Aerial Vehicle (UAV) 2017 di Turkish Aircraft Industries Corporation (TUSAS) di Kahramankazan, Ankara, Turki.

Pesawat tanpa awak rakitan mahasiswa UGM yang diberi nama Rasayana saat itu akan bertanding dalam kompetisi pesawat tanpa awak internasional pada 13-16 Juli 2017. Rasayana berhasil lolos ke babak final setelah sebelumnya bersaing dengan 400 tim lain sehingga menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia untuk beradu dengan 96 robot terbang tangguh lainnya di Turki.

 “Sampai Turki tanggal 11, saat tiba di hotel dan bongkar muatan, baru kita tahu kalau odroid mini PC rusak saat perjalanan dalam pesawat ke Turki. Padahal, harus bertanding 2 hari berikutnya,” kata Ketua tim Gamaforce, Rifyal Garda Prabowo, kepada wartawan, Kamis (20/7/2017) di Gedung Pusat UGM.

Ipal, sapaan akrab Rifyal Garda, mengungkapkan timnya berjuang keras dan memutar otak untuk mencari solusi persoalan tersebut. Bahkan, mengorbankan waktu tidak tidur agar pesawat ini bisa berhasil terbang dalam perlombaan. Sungguh situasi yang sangat menguras pikiran dan tenaga. Namun, perjuangan tersebut tidak sia-sia, akhirnya kerusakan bisa teratasi.

Hasil tidak pernah mengkhianati usaha. Pepatah tersebut tepat menggambarkan perjuangan yang dilakukan tim Gamaforce. Setelah melalui serangkaian proses yang panjang dan menemui berbagai rintangan, akhirnya Rasayana sukses menaklukan langit Turki. Pesawat ini dinobatkan sebagai juara tiga dalam kompetisi bergengsi ini.

“Menegangkan saat final perebutan juara 3. Ketika menerbangkan pesawat kami mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada sebagai pemacu semangat meraih keberhasilan,” ujarnya.

Tim Gamaforce terdiri dari 9 mahasiswa yang berasal dari Fakultas Teknik dan FMIPA. Mereka adalah Umar Fadhil Ramadhjan, Ahmad Izudin, M. Syahrul Ramadhan R.W., Ardi Puspa Kartika, Rifyal Garda P., Riarsari Meirani U., Anindityo Agung B., Riswandha Latu D., serta Faricha Hidayati. Dibimbing oleh Dr. Gesang Nugroho, S.T., M.T., dan Aufaclav Zatu Kusuma Frisky, S.Si., M.Sc.

Ipal menyebutkan Rasayana memiliki spesifikasi panjang 1,2 meter, bentang sayap 2 meter dan bobot 3 kg. Dibuat dari material komposit sehingga kokoh dan kuat saat terbang. Meskipun kala itu berlomba dalam kondisi angin kencang, pesawat ini dapat terbang menyelesaikan misi.

“Saat itu angin cukup kencang dengan kecepatan 13 knots,”ungkapnya.

Pesawat ini juga memiliki keunggulan mampu terbang rendah dengan kecepatan rendah. Terbang dalam ketinggian 40 meter dan kecepatan 12 meter/detik dalam waktu 7-10 menit menyelesaikan misi. Pada kontes itu, pesawat tanpa awak ini dituntut dapat terbang rendah sekaligus dengan kecepatan rendah menbaca citra dalam suatu matrik di arena perlombaan.

“Sebenarnya pesawat ini mampu terbang hingga 100 kilometer dan kuat terbang selama 100 menit. Hanya saja di kompetisi ini pesawat harus terbang rendah dengan kecepatan rendah agar bisa membaca warna dari matrik di bawahnya,” urainya.

Dosen pembimbing tim Gamaforce, Dr. Gesang Nugroho, S.T., M.T., menuturkan prestasi yang diraih membuktikan bahwa UGM memiliki kemampuan yang sejajar dengan negara-negara maju lainnya. Teknologi yang dikembangkan mampu bersaing dengan negara lainnya.

Dia berharap kedepan pemerintah memberikan dukungan dalam pengembangan pesawat ini. Dengan begitu, pesawat tanpa awak ini dapat segera diaplikasikan untuk pemetaan dan foto udara serta monitoring suatu kawasan. (ika/humas-ugm/ika; foto:firsto)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Robot Pemadam Api UGM Mewakili Indonesia ke Kontes Robot di Amerika

BALIPORTALNEWS.COM – Robot pemadam api rakitan Gadjah Mada Robotic Team (GMRT) berhasil lolos melaju ke kompetisi Trinity College Fire-Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC)  di Amerika Serikat pada bulan April 2018 mendatang. Robot yang diberi nama Al-Fatih ini berhasil menyabet juara 1 dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) 2017 sehingga berhak mewakili Indonesia di kontes internasional.

Robot Al-Fatih berhasil menjadi jawara setelah sukses menyisihkan 21 robot lain dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia pada kategori Kontes Robot pemadam Api Indonesia (KRPAI). Pada kompetisi itu, robot UGM berhasil menyelesaikan misi memadamkan api dalam waktu terbatas melalui berbagai rintangan dalam arena dengan tingkat eror yang kecil.

“Robot Al-Fatih berhasil mendapat poin tertinggi dengan tingkat eror sangat rendah dibanding peserta lainnya,” kata Adin Gumilang, programmer robot A-Fatih, Kamis (20/7/2017) saat berbincang dengan wartawan di Gedung Pusat UGM.

Robot pemadam api ini memiliki kemampuan mendeteksi api secara cepat. Bergerak cepat menuju titik api dan segera memadamkan api lalu berhasil kembali ke lokasi semula. Kemampuan tersebut berkat keandalan perancangan robot yang dikembangkan dengan dua sistem sensor, yakni sensor panas yang dapat mendeteksi keberadaan titik api dan sensor gerak yang dapat mendeteksi keberadaan rintangan di sekitar robot.

Selain berhasil meraih juara dari kategori KRPAI, robot UGM lain yaitu Al-Fan menyabet juara tiga di Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRTI). Pada kontes tersebut robot UGM harus menyelesaikan misi dapat menari dengan iringan lagu Gendhing Sriwijaya.

Sofyan Aji Nugraha, programer robot Al-Fan, menjelaskan dalam kompetisi ini setiap robot dituntut dapat menari saat lagu tengah diputar dan berhenti ketika lagu dihentikan. Robot Al-Fan berhasil menyelesaikan misi yang ditentukan oleh para juri. Dilengkapi dengan sensor suara yang andal menjadikan robot ini mampu menari layaknya penari sungguhan tatkala lagu diputar.

“Robot ini mempunyai 29 derajat kebebasan sehingga dapat menari dalam derajat tersebut dan memiliki 31 gerakan yang bisa dimainkan,”jelasnya.

 Manajer GMRT, Dr. Rachmat Sriwijaya menyampaikan dengan raihan dua juara tersebut menghantarkan UGM menjadi Juara Umum KRI 2017. Prestasi ini sukses diraih berkat kerja keras mahasiswa dan juga dukungan dari dosen pembimbing, fakultas serta universitas. (ika/humas-ugm/bpn: foto:firsto)


Pantau terus baliportalnews.com di :

UGM Juara 3 Kompetisi Pesawat Tanpa Awak Internasional

BALIPORTALNEWS.COM – Pesawat tanpa awak UGM sukses berlaga dalam ajang Unamenned Aerial Vehicle (UAV) Turkey Competition  2017 yang diselenggaarakan di Turkish Aircraft Industries Corporation (TUSAS) Kahramankazan, Ankara, Turki. Pesawat rakitan tim Gamaforce UGM berhasil menyabet juara tiga dalam kompetisi pesawat tanpa awak tersebut.

Kompetisi yang diadakan pada 13-16 Juli tersebut merupakan kontes pesawat tanpa awak yang diikuti oleh tim-tim tangguh dari berbagai negara di dunia. Setidaknya ada 400 tim yang mengikuti kompetisi ini dari berbagai penjuru dunia. Tim Gamaforce merupakan satu-satunya tim dari Indonesia yang sukses melenggang hingga tahap akhir yang berkesempatan menunjukkan kehandalan pesawat rakitannya secara langsung di Turki berkompetisi dengan 96 tim lainnya.

Pesawat tanpa awak buatan tim Gamaforce UGM ini diberinama Rasayana. Dalam kontes ini, Rasayana bertanding dalam kategori fixed wing.

“Alhamdulillah setelah perjuangan panjang kami bisa mempersembahkan juara 3 dalam kontes robot internasional ini. Bangga bisa mengharumnkan UGM dan Indonesia di kancah internasional,” tutur Ketua umum Tim Gamaforce UGM, Rifyal Garda saat dihubungi, Selasa (18/7/2017) baru saja mendarat di Jakarta.

Pesawat Rasayana memiliki kemampuan jelajah yang luas hingga 100 kilometer dan mempunyai kekuatan terbang sampai 10 menit di udara. Terbang dengan kendali jarak jauh menggunakan remot kontrol. Dilengkapi pula dengan GPS dan mampu memberikan citra dari suatu matrik warna.

Dosen pembimbing Gamaforce Dr. Gesang Nugroho mengatakan bahwa prestasi yang diperoleh tim Gamaforce UGM tidaklah datang dengan sendirinya. Capaian ini berhasil diraih dengan perjuangan, kerja keras, dan dukungan dari berbagai pihak.

“Terima kasih atas dukungan dan doa untuk tim Gamaforce UGM. Terus berkarya, jayalah UGM, jayalah Indonesia,” tuturnya. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Mahasiswa UGM Meraih Best Delegate Kompetisi Start Up ASEAN

BALIPORTALNEWS.COM – Tim mahasiswa UGM berhasil meraih penghargaan dari ajang ASEAN Starup Acceleartor 2nd Class di Kaplan University, Singapura, pada 10-12 Juli 2017. Dalam kompetisi tersebut tim UGM sukses menyabet gelar “Best Delegate”.

Mereka adalah Irvandias Sanjaya (Psikologi) dan Wahyuningtyas Puspitasari (FEB). Keduanya berhasil menggondol penghargaan sebagai tim terbaik dengan mengusung ide bisnis start up Design for Dream (DfD) yang menggandeng anak-anak penyandang disabilitas.

Irvandias mengatakan kegiatan yang diadakan oleh Indonesian Youth Academy ini diikuti sebanyak 85 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Selama tiga hari peserta mengikuti workshop, seminar, mentoring, serta pitching.

“Bersyukur tim UGM bisa mendapat penghargaan sebagai tim terbaik di ajang bergengsi ini,” tuturnya, Senin (17/7/2017) di Kampus UGM.

Lebih lanjut Irvandias menjelaskan bisnis start up yang mereka kembangkan merupakan platform  bisnis yang berbasis crwodfunding disabilitas pertama di Indonesia. Bertujuan untuk mengadvokasi, mendukung, dan merealisasikan impian para penyandang disabilitas di Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan.

“Nantinya DfD akan membuat sebuah desain produk berupa baju yang dibuat oleh anak-anak penyandang disabilitas. Sementara 40% keuntungan yang didapat akan dimanfaatkan untuk membantu mewujudkan mimpi-mimpi anak-anak difabel ini,” ungkapnya. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Srilanka Belajar Sanimas dan Pamsimas di Tabanan

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Berkat kesuksesan Pemkab Tabanan dalam menjalankan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Kali kedua, Tabanan jadi tempat belajar tentang Sanimas dan Pamsimas. Setelah Papua Nugini, giliran rombongan dari Srilanka. Rombongan diterima Sekda Kabupaten  Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, di Balai Pertemuan Desa Peken Belayu, Jumat (14/7/2017).

Rombongan Integrated Training Network(AIT Network) bekerja sama dengan Water Supply And Sanitation Improvement Projeck (WaSSIP) Minestry of City Planning Srilanka mengagendakan kunjungan lapangan ke Sanimas KSM Widya Karya Br. Peken Belayu Marga, Pamsimas Desa Tegal jadi Marga dan terakhir di Sanimas KSM Inah Lestari di Br. Tunggal Sari Dauh Peken Tabanan.

Pimpinan rombongan Srilanka N.U.K Ranatunga mengatakan, orang Indonesia  sangat ramah dan baik hati dan dia juga mengucapkan terima kasih atas penyambutan yang sangat meriah. “Kami sangat senang dan merasa terhormat karena kedatangan kami diterima oleh pak sekda yang mewakili Bupati Tabanan, ditengah kesibukan beliau,” ujar Ranatunga.

Ranatunga menjelaskan tujuan kedatangannya adalah untuk belajar, berbagi pengalaman bagaimana pengelolaan air minum dan sanitasi masyarakat, sehingga permasalahan di Srilanka seperti buang air sembarangan bisa teratasi.

Sebelumnya Perbekel Desa Peken Belayu mengaku bangga atas kunjungan rombongan dari Srilanka. “Kami ucapkan selamat datang di Desa Peken Belayu, dan kebanggaan bagi  bisa menerima kunjungan dari Srilanka untuk belajar dan berbagi pengalaman tentang pengelolaan air dan sanitasi masyarakat,”ujarnya.

Bupati Tabanan dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Kabupaten Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa  mengatakan, Kabupaten Tabanan telah mengikuti program pamsimas mulai dari program pamsimas II , dan merupakan satu-satunya kabupaten di Bali yang memanfaatkan program pamsimas. Program Sanimas dan Pamsimas  dilaksanakan dengan proses pemberdayaan masyarakat untuk menumbuhkan prakarsa, inisiatif dan partisipasi aktif masyarakat dalam memutuskan, merencanakan menyiapkan, melaksanakan, mengoperasikan dan memelihara sarana yang telah dibangun, serta melanjutkan kegiatan peningkatan derajat kesehatan di masyarakat.

“Dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku sehingga sangat dibutuhkan peran serta aktif masyarakat untuk kesuksesan program ini,” tegas wirna.

Sekda Wirna melanjutkan dengan telah terbangunnya sistem sanitasi komunal melalui program sanimas dan sistem penyediaan air minum pedesaan melalui program pamsimas, diharapkan mampu meningkatkan target capaian air minum dan sanitasi masyarakat sehingga dapat mendukung pencapaian akses universal nasional. “Keberlanjutan sangat penting untuk dilaksanakan sehingga permasalahan air minum dan sanitasi dapat dituntaskan, dan saya berharap kunjungan studi banding  ini dapat menjadi ajang tukar ilmu dan pengalaman dalam rangka memenuhi akses air minum dan sanitasi di masyarakat yang pada nantinya dapat mendukung demi terwujudnya Tabanan Serasi, sejahtera, aman dan berprestasi,” tutupnya.

Sekda Wirna Ariwangsa juga berkesempatan memberikan cinderamata yang diterima oleh pimpinan rombongan Srilanka N.U.K Ranatunga. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Fakultas Biologi Tingkatkan Kerjasama Bidang Biologi Tropika dengan UTHM Malaysia

BALIPORTALNEWS.COM – Fakultas Biologi UGM tidak pernah berhenti melakukan inovasi. Meskipun predikat sebagai Departemen Biologi terbaik di Indonesia versi QS World Rank 2017, Fakultas Biologi terus berupaya meningkatkan kualitas menjadi poros perkembangan ilmu Biologi terdepan di tingkat nasional dan internasional.

Ditengah proses pengajuan akreditasi Internasional ASIIN, setelah sebelumnya meraih akreditasi ASEAN University Network (AUN) pada tahun 2011 lalu, Fakultas Biologi terus melebarkan sayapnya dengan menjajaki kerja sama dengan berbagai mitra. Salah satunya melakukan penjajakan kerja sama dengan Universiti Tun Hussein Onn (UTHM) Malaysia.

Lawatan ke UHTM dilakukan secara langsung oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono M. Agr. Sc., selama tiga hari pada 9-12 Juli 2017. Didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Rina Sri Kasiamdari, M.Sc., dan Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama, Dr. Eko Agus Suyono,M.App.Sc.

Rombongan UGM ini disambut baik oleh Dekan Fakulti Sains, Teknologi dan Pembangunan Insan (FSTPi) UTHM, Prof. Madya. Dr. Mohd. Kamarulzaki Bin Mustafa.

“Dalam kunjungan kemarin kami mendiskusikan rencana program  kerja sama yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat,” jelas Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono M. Agr. Sc., dalam rilis yang dikirim Rabu (12/7/2017).

Kerja sama yang akan dijalankan mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi riset bidang biologi tropika, publikasi bersama, dan  memperkuat indeks jurnal internasional serta penerjemahan buku. Program-program tersebut nantinya tidak hanya melibatkan dosen-dosen di Fakultas Biologi, melainkan juga mahasiswa baik program sarjana maupun pascasarjana.

 “Upaya penguatan dan peningkatan kerjasama akademik, riset serta jo, dan publikasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi  dan potensi ilmiah khususnya di bidang Biologi Tropika  di regional Asean dan internasional”, paparnya. (ika/Humas-UGM/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :