27 C
Denpasar
Sabtu, 22 September 2018

Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Konferensi Internasional Geoinformasi

BALIPORTALNEWS.COM – Mahasiswa Fakultas Geografi UGM, Risky Yanuar Setiyono, berhasil meraih penghargaan sebagai The Best Presenter pada kategori mahasiswa dalam konferensi dunia The 5th Geoinfromation Science Symposium 2017 di University Club UGM pada 27-28 September 2017 lalu.

Risky mengaku bangga dapat terpilih sebagai presenter terbaik dalam konferensi bergengsi tersebut. Dia tidak menyangka bisa mengalahkan puluhan presenter lain yang berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama di Asia.

“Senang, tidak menyangka bisa jadi best presenter, padahal yang ikut kebanyakan mahasiswa pascasarjana,” katanya, Jum’at (3/11/2017) di Kampus UGM.

Penghargaan tersebut berhasil diraih Risky dengan mengajukan karya tulis terkait upaya pemetaan kepadatan lahan terbangun dengan pemanfaatan teknologi penginderaan jauh berjudul ” Spatiotemporal Built-up Land Density Mapping using Various Spectral Indices in Landsat-7 ETM+ and Landsat-8 OLI/TIRS”.  Karya tulis diajukan bersama dengan rekannya Aulia Yogi Hastuti di bawah bimbingan Dr. Prima Widayani.

Melalui pendekatan penginderaan jauh dapat meningkatkan efisinesi waktu, biaya, dan tenaga dalam melakukan pemetaan kepadatan lahan terbangun.

“Metod ini belum banyak diaplikasikan di Indonesia. Kebanyakan memakai metode konvensional dengan interpretasi visual,”jelasnya.

Konferensi ini diikuti ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara di kawasan Asia seperti Australia, Jepang, dan Indonesia. Diselenggarakan oleh Fakultas Geografi UGM bekerjasama dengan Badan Infromasi Geospasial dan Ikatan Geograf Indonesia. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Jalin Kerjasama dengan Kumamoto, Pastika Berharap Bawa Manfaat Positif bagi Kemajuan Bali

BALIPORTALNEWS.COMGubernur Bali  Made Mangku Pastika menyampaikan rasa antusiasnya  terhadap kerjasama yang akan dijalin Provinsi Bali dengan Prefektur Kumamoto, Jepang. Demikian  disampaikannya saat  akan memelakukan penandatangan  nota kesepahaman (memorandum of understanding/MOU) kerjasama dengan Gubernur Prefektur Kumamoto Jepang, Ikuo Kabashima, pada Rabu (17/11/2016) di Kantor Gubernur Kumamoto, Jepang.

Pada kesempatan itu baik Pastika maupun Gubernur Kabashima sepakat untuk mengembangkan persahabatan, kerjasama, dan meningkatkan hubungan baik antar masyarakat atas dasar kesetaraan, saling menguntungkan, dan saling menghormati di bidang kebudayaan, pariwisata, pertanian, lingkungan hidup, perikanan, dan pendidikan. 

”Kita memandang perlu menjalin kerjasama dengan provinsi lainnya di luar negeri yang memiliki potensi daerah yang sama dan tentunya berharap kerjasama ini akan membawa banyak manfaat positif bagi kemajuan Bali, karena Kumamoto adalah salah satu provinsi termaju di Jepang dalam banyak hal, ” kata Pastika.

Lebih jauh Pastika yang diundang khusus oleh Pemerintah Kumamoto menjelaskan kesepakatan ini bertujuan untuk meningkatkan pelaksanaan pembangunan daerah Bali, serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat Bali di berbagai bidang.

 Prefektur Kumamoto  sendiri berada di wilayah Jepang Barat Daya, di Pulau Kyushu. Baik Bali maupun Kumamoto Kedua provinsi memiliki kemiripan potensi, antara lain pertanian dalam arti luas, kebudayaan serta pariwisata. Dijelaskan Dewa Mahendra komitmen kedua provinsi telah terbangun cukup lama, bahkan Gubernur Kumamoto Prefecture Ikuo Kabashima, terlebih dahulu mengunjungi Bali pada bulan Juli  2015 silam. Setelah itu diikuti kunjungan para ahli Jepang ke Bali sampai pertengahan 2016, dalam bidang pertanian, peternakan, pariwisata, dan pendidikan.

Pada kesempatan tersebut, dibahas pula hal-hal lain terutama pengalaman kumamoto dalam membudidayakan sapi, juga keberhasilan Kumamoto sebagai kota pendidikan di Jepang, sistem agribisnis Kumamoto yang maju, serta cepatnya Kumamoto pulih pasca musibah gempa bumi bulan Mei lalu dengan korban jiwa yang sangat sedikit.

Pastika yang saat itu  didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana, dan Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, I Wayan Serinah berharap bantuan dan kerjasama dengan  salah satu prefektur negeri sakura ini akan meningkatkan kualitas pembangunan daerah Bali dan menciptakan Bali memiliki daya saing global, serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Salah satu yang akan dilakukan dalam kesepakatan ini adalah pengiriman banyak tenaga dan sumber daya manusia untuk belajar di Kumamoto khususnya para petani untuk mendalami sistem agribisnis modern. Selanjutnya kerjasama ini diharapkan membuka peluang bagi para lulusan SMAN Bali Mandara untuk  memiliki kesempatan mengenyam pendidikan dan mendapatkan beasiswa di sana. Terkait pengembangan sapi Bali yang merupakan plasma nutfah kebanggaan pulau dewata rencananya juga akan dikembangkan menjadi penghasil daging yang berkualitas tinggi melalui kerjasama dengan Perfektur negeri matahari terbit ini.  

Di sisi lain,  Gubernur Kabashima menyampaikan kegembiraanya karena provinsinya dapat membangun kerjasama dengan Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata terkenal di dunia, setelah lebih dari tiga tahun telah melakukan pejajagan secara serius. Semoga kerjasama ini dapat mendukung berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali. (humasprovbali/bpn)

Gubernur Harap Hubungan Bali-Tingkok Tetap Berjalan Harmonis

BALIPORTALNEWS.COM – Tali persaudaraan antara Bali dan Republik Rakyat Tiongkok telah terjalin sejak abad XII,  menyebabkan terjadinya akulturasi budaya antara keduanya sehingga banyak ditemukan sejumlah kesamaan budaya diantara keduanya. Hal ini pun menjadi dasar bagi  hubungan bilateral keduanya yang harus tetap dijaga.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengungkapkan hal itu dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Cokordo Pemayun saat menghadiri Perayaan Hari Nasional Tingkok ke-67 di Hotel Westin – Nusa Dua, Jumat (23/9/2016).

Lebih lanjut, dalam disampaikan Gubernur, bahwa masyarakat Tingkok yang tinggal di Bali sudah sangat banyak. Demikian pula sebaliknya, sudah banyak masyarakat Bali yang tinggal, belajar atau bekerja di Tiongkok. Sehingga kedepannya, konsep persahabatan yang bersifat hakiki tersebut dapat menjadi landasan kerjasama antar bangsa menghadapi dinamika global.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa selama ini Pemerintah Tiongkok telah memberikan berbagai bentuk bantuan pembangunan. Oleh karena itu menjadi tugas masyarakat dan Pemerintah Daerah saat ini, memelihara dan terus meningkatkan hubungan baik tersebut, sekaligus senantiasa mengupayakan manfaat yang sebesar-besarnya bagi  masyarakat kedua bangsa. 

Sementara itu Konsulat Jendral Tiongkok di Bali, Hu Yin Quan, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan Pemerintah Indonesia khususnya Pemerintah Daerah Bali terhadap keberadaan orang tiongkok di Bali.

Menurutnya, sampai saat ini sebanyak 4.600 warga Tiongkok yang melakukan perjalanan wisata ke Indonesia melalui jalur Bali. Selain itu, setiap tahunnya ia mencatat kunjungan warga Tiongkok yang datang ke Bali terus meningkat, begitu juga sebaliknya.

Oleh karena itu, ia menilai bahwa kerjasama di bidang promosi pariwisata, baik dalam pertukaraan kebudayaan maupun melalui jalur pendidikan harus terus dikembangkan. Sehingga kedua negara dapat mempererat hubungan melalui pariwisata, budaya, pendidikan maupun ekonomi perdagangan.

Ia juga menghimbau kepada warga tiongkok yang ada di Bali, agar tetap menjaga kerukunan dengan masyarakat lokal dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain. Disamping itu ia juga berharap, dalam memasuki usia ke -67,  yang jatuh pada 1 Oktober nanti, akan menjadi momentum yang bersejarah bagi seluruh masyarakat Tiongkok dalam meningkatkan mutu dan kualitas ekonomi pembangunan, yang kemudian dapat secara langsung mensejahteraan masyarakat Tiongkok.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Kepala Kadis Kebudayaan Provinsi Bali, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Perwakilan Negara sahabat, serta masyarakat Tiongkok yang ada di Bali, NTB dan NTT. (r/humas pemprov bali/bpn)

Tutup Kejuaraan Dunia Pencak Silat, Presiden Jokowi Dinobatkan Sebagai Pendekar Utama

BALIPORTALNEWS.COM – Presiden Republik Indonesia Joko Wiodo medapat gelar kehormatan sebagai pendekar utama Pencak Silat Indonesia atas peran serta dan sumbangsihnya dalam pembinaan pencak silat di Indonsia Gelar.  Penghargaan  tersebut diserahkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Prabowo Subianto kepada Presiden dengan sapaan akrab Jokowi disela-sela penutupan acara Kejuaraan Dunia Pencak Silat ‘The 17th World Championship & Festival bertema Pencak Silat For The World’, yang digelar di Stadion Indoor GOR Lila Buana, Denpasar, Kamis (8/12/2016).

Presiden Jokowi yang didampingi Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan kejuaraan pencak silat yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara ini harus menjadi ajang silaturahmi untuk memupuk kebersamaan. “Bagi saya kejuaraan ini sangat membanggakan, walaupun berbeda bangsa tapi tetap saling berkomunikasi dengan baik dengan semangat sportifitas dalam persaingan,” cetus Jokowi.

Jokowi juga berkesempatan menyaksikan laga terakhir antara peserta asal Belgia melawan Malaysia yang dimenangkan kontingan Belgia. Ia menyampaikan pesan kepada para atlet  agar bisa mengambil hikmah dari laga tersebut bahwa kekuatan, kepintaran, dan keahlian bisa dikalahkan dengan kesabaran dan keikhlasan. Tak hanya itu, Pencak Silat kedepannya diharapkan Jokowi harus memiliki prestasi tersendiri dikancah Internasional, yakni dengan menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam event olahraga dunia olimpiade.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Prabowo Subianto dalam laporannya menyatakan apresiasi sebesar-besarnya atas kehadiran Presiden untuk menutup kejuaraan tersebut. Ia pun menyampaikan hasil kejuaraan tersebut dengan perolehan medali emas tertinggi diraih oleh Indonesia dengan jumlah 15 medali emas, dan posisi terendah diduduki oleh Belgia dengan 1 medali emas. Kejuaraan yang diikuti oleh peserta dari 40 negara merupakan  penyelenggaraan kejuaraan  pencak silat tingkat dunia yang pertama kali.

Dengan dinobatkannya Presiden Pendekar Utama Pencak Silat Indonesia, Ia berharap bisa mendukung pembinaan dan pengawasan pencak silat agar semakin berprestasi. Ia pun mengapresiasi jiwa sportifitas yang ditunjukkan para peserta, serta bantuan seluruh official yang mensukseskan pelaksanaan kejuaraan tersebut.

Gelar Kehormatan yang diraih Presiden Jokowi ditandai dengan penyerahan Udeng, Keris, SK dan Sertifikat Pendekar Utama Pencak Silat Indonesia. (humasprovbali/bpn)

Tim Mapagama Berhasil Jelajahi Gua-gua Thailand

BALIPORTALNEWS.COM – Tim Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Gadjah Mada (MAPAGAMA) berhasil menjelajahi gua-gua karst di Thailand. Dalam penjelajahan yang dilakukan sejak 4 Mei 2017 , tim Mapagama sukses mengeksplorasi dan memetakan gua di 4 distrik di Provinsi Santun, Thailand.

Heni Ismawati, salah satu atlet Mapagama yang mengikuti ekspedisi di Thailand mengatakan tim Mapagama telahmengeksplorasi sejumlah gua di 4 distrik provinsi Santun yaitu Ngu Distrik, La Ngu, Manang dan Khuan Ka Long. Eksplorasi meliputi observasi geomorfologi kawasan karst Thailand Selatan  dan memetakan 7 gua yang keseluruhan memiliki ciri khas seperti komposisi batuan tua dan dominan campuran argillaceous limestone dan pure limestone.

“Kami juga mengadakan presentasi di Satun Geopark sebelum melakukan observasi kawasan dan pemetaan gua” jelas Heni.

Dari penjelajahan yang telah dilakukan, tim Mapagama berhasil menemukan 26 koordinat titik mulut gua. Dari jumlah tersebut tiga diantaranya ditemukan di pulau Taban yang dikenal memiliki 50 gua baik horizontal, vertikal dan hanging cave.

Ditambahkan Heni, selama eksplorasi tim juga berhasil melakukan observasi dan wawancara langsung Kepala Suku Maniq Manang serta warganya yang hidup di pedalaman hutan Thailand Selatan. Jumlahnya kini hanya berkisar 300-an orang dan tersebar di 4 distrik Thailand Selatan.

“Kami berharap dapat terus menjalin kolaborasi dengan Satun Geopark guna meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan kawasan karst maupun konsep geopark dalam upaya perlindungan kawasantersbeut,”papar Heni.

Ekspedisi gua di Thailand ini merupakan ekspedisi internasional MAPAGAMA yang ke empat. Sebelumnya, ekspedisi pertama “River of Gold” di Nepal (2013), ekpsedisi kedua “Rock of Pyramid” di China (2013), dan ekpedisi ketiga “Peak of The Ancestor” di India (2016).

Dalam ekpespedisi Thailand ini Mapagama mengirimkan tujuh anggota. Mereka adalah Fahmi Arsyad (Fakultas Peternakan), Dimas Dirham (Fakultas Geografi), Hajar Lutvia (Fakultas Kehutanan), dan Mohammad Anwar (Sekolah Vokasi). Berikutnya, Heni Ismawati (Sekolah Vokasi), Farah Aida I.K.Al Umar (FIB), Muhammad Ilham (Fakultas Teknik). (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Wagub Semangati Anak Muda Penggiat Koperasi Se-Asia Pasifik

BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menyemangati anak muda penggiat koperasi dari 16 negara Asia Pasific yang menggelar pertemuan di Bali. Dia berharap, pertemuan ini menjadi spirit bagi upaya peningkatan kerjasama antar penggiat koperasi di kawasan Asia Pasific. Hal tersebut disampaikannya pada penutupan Co-op Youth Summith di Zizz Hotel, Kuta, Jumat (23/9/2016).

Lebih jauh Sudikerta mengungkap mengenai peran penting keberadaan koperasi. Kata dia, koperasi merupakan salah satu wadah usaha yang memegang peranan cukup signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, dia mengapresiasi inisiatif International Co-operative Alliance (ICA) yang memilih Bali sebagai tempat pertemuan. Sudikerta berharap, pengalaman anak muda penggiat koperasi dari berbagai negara memberi inspirasi bagi pengelola koperasi di Pulau Dewata.

Wagub meminta para peserta memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Para peserta, kata Sudikerta, dapat berbagi pengalaman tentang pengelolaan koperasi di negara masing-masing.

Pada bagian lain, Wagub Sudikerta juga memanfaatkan momentun tersebut untuk mempromosikan Bali. Dijelaskannya, Bali merupakan pulau kecil yang terkenal dengan keindahan alam dan keragaman budaya. Selain banyak dikunjungi wisatawan, Bali juga kerap menjadi tuan rumah kegiatan berskala internasional.

Menurut Sudikerta, dipilihnya Bali tak terlepas dari faktor keamanan yang hingga saat ini  tetap terpelihara dengan baik.

Kepada para peserta Co-op Youth Summit, Sudikerta minta mereka meluangkan waktu untuk berwisata dan berbelanja hasil kerajinan Bali.

Sementara itu, Regional Director of ICA Asia Pacific, Balu Iyer menerangkan, Co-op Youth Summith adalah pertemuan puncak kaum muda yang bergerak dalam bidang perkoperasiaan.

Kegiatan yang digagas International Co-operative Alliance (ICA) ini diikuti 65 anak muda dari 16 negara kawasan Asia Pasifik.

Balu Iyer menambahkan, kegiatan dirancang sebagai ajang berbagi pengalaman terkait kiprah generasi muda dalam menggerakkan koperasi di negara masing-masing. Lebih dari itu, pertemuan ini juga dimaksudkan untuk memahami keragaman budaya dari berbagai negara.

Sementara itu, Senior Perkoperasian ICA Robby Tulus menambahkan, kegiatan yang berlangsung dari 19 hingga 24 September ini tak hanya diisi dengan kegiatan diskusi. Selain diwarnai berbagai kegiatan atraktif, para peserta juga diajak mengunjungi sejumlah koperasi yang dikelola oleh anak muda Bali. 

Acara penutupan Co-op Youth Summit juga dihadiri Anggota DPD RI Arya Wedakarna. Dalam sambutannya, Arya Wedakarna menyinggung keberadaan koperasi yang memegang peran penting bagi kemajuan perekonomian Indonesia. Karena itu, pemerintah memberi perhatian besar bagi upaya memajukan koperasi. (r/humas pemprov bali/bpn)

 

Ahli Bioteknologi Berkumpul Bahas Bioteknologi Berkelanjutan di UNUD

BALIPORTALNEWS.COMSebanyak 150 ahli bioteknologi dari berbagai negera berkumpul di Universitas Udayana Denpasar membahas pengembangan bioteknologi berkelanjutan. Para ahli bioteknologi berkumpul serangkaian The 7th International Conference Bioscience Biotechnology yang diselenggarakan sejak 1-3 September 2016 di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana-Sudirman.

Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.

Dalam pertemuan selama 3 hari tersebut para ahli bioteknologi akan membahas berbagai hal terkait upaya pengembangan bioteknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Dimana akan ditampilkan sebanyak 40 persentasi penelitian terkait bioteknologi dan 24 poster dari para peserta.

Ketua Panitia  The 7th International Conference Biosiensce and Bioteknologi, Putu Sudiartha, Ph.D dalam keteranganya di Denpasar (2/9/2016) menyatakan pertemuan para ahli bioteknologi menjadi penting karena perkembangan bioteknologi sangat cepat dan pesat . Perkembanganya tidak saja di dunia pertanian  tetapi juga dalam bidang kesehatan, peternakan, maupun perikanan.

“Bagaimana menggunakan bioteknologi untuk hidup yang berkelanjutan, terutama pertanian berkelanjutan yang tentu berdampak pada hidup berkelanjutan pula” kata Putu Sudiarta yang juga Mantan Ketua Dewan Karateker GMNI Denpasar.

Menurut Sudiarta, bagi Unud sendiri berkumpulnya para ahli bioteknologi di Unud akan berdampak pada atmosfir pendidikan tinggi yang semakin ilmiah. Dengan taraf internasional tentu akan berdampak pada kesiapan universitas dalam mencetak lulusan yang berkelas internasional.

“Khusus pada dunia pertanian ada banyak kemudahan yang bias dilakukan untuk mengembangkan pertanian baik dari segi produksi maupun pemeliharaan, misalnya deteksi penyakit baru menggunakan PCR” ujar Putu Sudiarta. (mul/humas pemprov bali/bpn)

Mahasiswa UGM Ikuti Seminar Internasional Biomarin di Jepang

BALIPORTALNEWS.COM – UGM kembali mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti International Summer Course (ISC) on Advanced Marine Biology. Kegiatan berlangsung pada 7-14 Juli 2017 bertempat di Nagoya University, Jepang ini.

Pada tahun ini UGM mengirimkan tiga mahasiswanya yaitu Riris Anindya Ghifari dan Dewi Permatasari dari Fakultas Biologi dan Catur Rudy Atmoko dari Fakultas Pertanian. Sebelumnya, pada tahun 2016 UGM mengirimkan tiga mahasiswa Fakultas Biologi dan satu mahasiswa Fakultas Pertanian UGM. Sedangkan pada tahun 2015 UGM mengirimkan 5 mahasiswa Fakultas Biologi

Riris menjelaskan ISC 2017 diikuti 12 peserta dari berbagai negara di dunia. Selain Indonesia, kegiatan ini turut diikuti peserta dari Malaysia, Tiongkok, Jepang, Prancis, Meksiko, Austria, dan Singapura.

“Disana kami mempelajari mengenai ilmu biologi dasar seperti dasar taksonomi hewan, observasi pada proses fertilisasi,” ungkapnya, Senin (24/7/2017).

Para peserta juga berkesempatan mempelajari tahapan perkembangan bulu babi dan Ascidian.  Tidak hanya itu, mereka juga belajar tentang analisis filogenik molekuler, analisis proteomik, serta teknik editing genom. Disamping melakukan kegiatan di laboratorium, mereka juga melakukan eksplorasi laut dengan melakukan pengambilan sampel biota laut di zona intertidal Pulau Sugashima, sampling plankton di daerah seashore dan offshore untuk membandingkan jenis plankton di kedua lokasi tersebut.

“Kami juga diberi kesempatan mengunjungi Toba Aquarium untuk mempelajari biota-biota laut yang dapat ditemukan di perairan Jepang,” ujarnya.

Sementara Dekan Fakultas biologi UGM, Dr. Budi Setyadi Daryono, M.Agr.Sc., menyampaikan melalui kegiatan ISC 2017 ini diharapkan meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam melakukan riset di bidang biologi kelautan dan menambah pengalaman serta jejaring di tingkat internasional. Disamping hal tersebut, secara institusional  kerja sama antara Fakultas Biologi UGM dengan Nagoya University yang telah terjalin sejak tahun 1995 diharapkan bisa semakin kuat. Kerja sama bisa semakin diperluas tidak hanya dalam pertukaran mahasiswa saja. Namun, juga dapat dibangun kolaborasi riset untuk pengembangan penelitian bidang kelautan di Indonesia. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Mabesikan Forum: Seni untuk Perubahan Sosial, Menjembatani Kolaborasi Melalui Seni

BALIPORTALNEWS.COM – Search for Common Ground (SEARCH) mengadakan Mabesikan Forum yang bertema Seni untuk Perubahan Sosial pada Selasa, (16/8/2016).

Mabesikan Forum merupakan satu dari serangkaian kegiatan dalam Mabesikan Project yang telah dimulai pada Januari 2016 dan akan berlangsung hingga Desember 2016.

Mabesikan Forum bertujuan untuk mendorong dialog antar anggota masyarakat atau pemangku kepentingan untuk mencapai konsensus dalam menyelesaikan permasalahan sosial.

Setio Wicaksono Soemeri selaku direktur SEARCH di Indonesia menjelaskan bahwa “Seni adalah alat yang sangat efektif, seni memiliki kekuatan dalam advokasi dan pemberdayaan. Kolaborasi antar seni dan aktivisme ini yang coba kami dorong, agar supaya dialog-dialog untuk mencapai solusi yang mengakomodir semua pihak dapat tercapai. Itulah kenapa kami melakukan program Mabesikan ini.”

Program ini juga dihadiri oleh Wakil Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Ms. Elsebeth Krogh, sebagai perwakilan dari pemerintah Denmark yang merupakan donor dari Mabesikan Project.

Dalam pidato sambutannya, Wakil Duta Besar menyampaikan Mabesikan adalah salah satu program yang didukung oleh pemerintah Denmark, di bidang seni dan budaya. Denmark percaya bahwa seni dan budaya memiliki potensi untuk memberi dampak sosial, membangun jembatan, dan mendorong dialog konstruktif dalam masyarakat.

‘’Kami sangat senang dengan partner kami Search for Common Ground, yang telah melakukan pekerjaan sangat baik dalam mengumpulkan seniman-seniman dan CSO yang sangat berbakat dan peduli dengan isu sosial, yang juga telah menyediakan sumber daya untuk mereka membuat karya seni yang berdampak sosial, khususnya dalam menangani isu konflik lahan dan sumber daya, kekerasan berbasis gender, dan inklusivitas sosial”

Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Denpasar, Ketut Mister dalam sambutan mengatakan bahwa pemerintah punya tanggung jawab untuk memfasilitasi. ‘’Pemerintah Denpasar memberikan ruang sebesar-besarnya untuk melestarikan kegiatan-kegiatan seni. Mewakili pemerintah daerah kami memberi apresiasi untuk kegiatan seperti Mabesikan Forum,” ujarnya.

Acara pembukaan diikuti oleh sesi pleno yang menghadirkan enam pembicara dari berbagai latar belakang, untuk berdiskusi dengan 60 peserta dari berbagai wilayah di Bali, yang menjadi lokasi proyek Mabesikan.

Gede Robi dan Iwan Dewantama membahas isu konflik lahan dan sumber daya. Wayan Jengki Sunarta dan Oka Rusmini melanjutkan dengan isu gender. Agung Alit dan Hira Jhamtani membahas isu inklusivitas sosial.

Selain itu, sesi kedua dari Mabesikan Forum mengambil bentuk diskusi terfokus dalam tiga sesi parallel, masing-masing membahas ketiga isu tersebut di atas. Sesi kedua ini difasilitasi oleh para seniman dan aktivis yang terlibat dalam Mabesikan Project.

Sumber : Programme Officer for Mabesikan Project

 

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
15PelangganBerlangganan