Buka Sidang Interpol ke-85 di Nusa Dua Bali, Wapres Berharap Terjalin Kerjasama Penanggulangan Terorisme

BALIPORTALNEWS.COMAksi terorisme yang merupakan kejahatan luar biasa yang dalam penanggulangannya diperlukan keterlibatan dan kerjasama antara negara negara yang tergabung dalam organisasi Interpol (International Criminal Police Organization). Saat ini aksi terorisme sudah semakin mengkhawatirkan karena sudah melibatkan lintas negara dan juga perbatasan. Demikian disampaikan  Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla saat membuka acara Sidang Umum Interpol ke-85 di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Senin (7/11/2106).

Ia berharap pertemuan yang dihadiri ratusan delegasi ini bukan seremonial belaka, akan tetapi merupakan wujud konkret dalam mengamankan komunitas dunia. Sebab, hal itu merupakan tujuan bersama guna menjamin semua resolusi yang telah disetujui secara efektif selain juga menitikberatkan kerjasama dalam informasi intelejen guna  mengungkap jaringan terorisme  skala nasional maupun global.

Selain isu terorisme, hal lain yang  yang menjadi perhatian oleh orang nomor dua di Indonesia ini adalah kerjasama dalam menanggulangi kejahatan narkoba, penyelundupan barang dan manusia, pencucian uang, cyber crime hingga kejahatan lintas perbatasan negara. “Segala bentuk kerjasama untuk menumpas kejahatan harus diperkuat, karena saat ini kejahatan sudah tidak mengenal batas negara,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian  melaporkan jika Indonesia baru pertama kalinya menyelenggarakan sidang internasional yang mempertemukan para anggota Polisi tingkat dunia ini.  Sidang ini diikuti oleh sekitar 155 negara anggota Interpol dengan jumlah delegasi hampir 1.000 orang dan akan berlangsung hingga 10 November mendatang

Sementara itu  Presiden Interpol Mireille Ballestrazzi menyampaikan apresiasinya atas kerja keras Indonesia terutama Bali dalam menyelenggarakan perhelatan ini, mengingat Interpol merupakan organisasi kedua terbesar dunia setelah PBB dalam hal jumlah anggota negaranya. Ia sangat optimis dengan kapabilitas Bali dan Indonesia pada umumnya sebagai tuan rumah  pertemuan ini. Ia menyatakan kekagumannya terhadap Indonesia yang merupakan negara majemuk namun tetap bisa menjaga keharmonisan di tengah perbedaan yang kompleks. Hal ini pulalah  yang menjadika organisasi  yang ia pimpin mempercayakan Bali sebagai tempat pelaksanaan sidang ke-85 terselenggara di sini.

Sedangkan Gubernur Pastika yang hadir mendampingi Wapres Jusuf Kallas menyampaikan sambutan selamat datangnya. Ia sangat mengapresiasi karena Bali dipercaya menjadi tuan rumah event berskala  internasional ini. Interpol merupakan acara internasional kesekian yang berlangsung di Bali yang juga dikenal sebagai Pulau Dewata, Pulau Sorga, Pulau Demokrasi hingga Pulau Cinta. Ia berharap pertemuan ini bisa berjalan dengan lancar dan tidak lupa Ia juga mengajak seluruh delegasi untuk menikmati keindahan Bali dan membeli cenderamata untuk keluarga dan kolega di negaranya masing-masing. (hmsprovbali/bpn)

Sudikerta Perkenalkan “Bali Mandara” pada Atase Pertahanan Negara Sahabat

BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta memperkenalkan program Bali Mandara kepada pra atase militer negara sahabat yang berkunjung di ruang kerjanya, Selasa (23/8/2016).

Pada kesempatan itu Sudikerta menjelaskan sejumlah program unggulan Pemprov Bali yang tengah gencar dilasanakan.

Baik itu program kesehatan, pendidikan, pertanian, pengentasan kemiskinan dan pembangunan infrastruktur.  “Dalam setiap program dan  kebijakan yang dilakukan Pemprov Bali selalu berpedoman pada konsep keseimbangan Tri Hita Karana yang menjaga keseimbangan hubungan antar manusia dengan manusia lainnya, hubungan manusia dengan alam lingkungannya, serta hubungan manusia dengan Tuhan-nya ,” ujarnya.

Menurutnya konsep tersebutlah yang sampai sampai saat ini menjadikan pariwisata Bali tetap  terjaga.

Dalam momentum itu, Pimpinan rombongan yang merupakan Atase Pertahanan Inggris di Jakarta Colonel Adrian Campbell-Black, mengungkapkan bahwa kunjungannya tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksakan oleh Markas Besar Angkatan Darat Republik Indonesia untuk memperkenalkan Indonesia kepada negara-negara sahabat.

Kunjungan yang diikuti oleh 13 negara di antaranya adalah Australia, Brasil, Selandia Baru, Amerika Serikat dan 9 negara lainnya ke Pulau Dewata kali ini  juga untuk mengenal lebih jauh mengenai program pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah provinsi Bali.

Pihaknya sangat terkesan akan kemajuan pembangunan Bali khususnya di bidang pariwisata. Ia melihat disamping banyaknya isu internasional tentang keamanan yang berkembang pasca terjadinya bom bali beberapa tahun silam, Pemerintah Provinsi Bali telah berhasil mengembalikan citra Bali dimata dunia internasional.

Ia  juga memuji sistem keamanan Bali yang terjalin harmonis antara aparat kepolisian TNI/POLRI, pemerintah daerah, serta pemerintah desa. Dan hal tersebut membuatnya ingin mengetahui mengenai upaya yang dilakukan pemerintah dalam menjaga eksistensi pariwisata dan harmonisasi penyelenggaraan keamanan tersebut.

Sudikerta menjelaskan terkait hal tersebut di atas pada intinya bersumber dari komunikasi yang dijalin Pemprov Bali dengan selalu menjaga koordinasi yang baik dengan aparat keamanan TNI/POLRI, Badan Intelejen Negara yang ada di Bali serta tidak kalah pentingnya yaitu pecalang atau perangkat keamanan dari desa adat.

“Meraka memiliki tugas untuk mengamankan dan menertibkan desa adat baik dalam keseharian maupun dalam hubungannya dengan penyelenggaraan upacara adat atau keagamaan,” ujarnya.

Wagub Sudikerta, juga menitipkan pesan kepada para atase pertahanan negara sahabat  tersebut untuk turut memperkenalkan Bali di negara meraka masing-masing sehingga akan banyak wisatawan asing yang datang mengunjungi Pulau Dewata. (humas pemprov bali)

 

Fakultas Biologi UGM Jalin Kerja Sama dengan Yamagata University

BALIPORTALNEWS.COM – Fakultas Biologi UGM menjalin kerja sama dengan Yamagata Universit, Jepang. Kerja sama dilaksanakan dalam bidang akademik dan riset. Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan delegasi Yamagata University ke Fakultas Biologi UGM baru-baru ini.

Kedatangan delegasi Yamagata University diwakili oleh Mr. Yasushi Sugawara (International Affair, Yamagata University) dan Prof. Naota Ohsaki (Faculty of Science, Yamagata University disambut baik oleh Wakil Dekan Bidang Aset, Keuangan dan SDM Fakultas Biologi UGM, Dr. Niken Satuti Nur Handayani. Dalam kunjungan tersebut dilaksanakan penandatanganan Memoranduf of Agreement (MoA)  dalam bidang pendidikan dan penelitian.

Penandatanganan MoA secara simbolis diwakili oleh Dr. Niken ini menjadi awal dari realisasi kerjasama yang selama ini telah terjalin antara Fakultas Biologi UGM dan Faculty of Science, Yamagata University.

Dalam kesempatan tersebut delegasi dari Yamagata University juga meninjau Laboratorium Bioteknologi dan melihat beberapa koleksi anggrek yang terdapat di green house Fakultas Biologi UGM didampingi oleh Dr. Endang Semiarti. Selain itu, Prof. Ohsaki yang juga merupakan visiting professor di UGM akan memberikan kuliah tamu dalam bidang evolutionary entomology . (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pemprov Bali Ingin Perluas Kerjasama dengan Osaki

BALIPORTALNEWS.COM – Kerjasama antara Kota Osaki Jepang dengan Pemerintah Provinsi Bali sudah terjalin dari tahun lalu. 16 orang perwakilan Provinsi Bali pada September dan Oktober 2015 sudah memperoleh kesempatan untuk belajar tentang pengelolaan sampah di Kota Osaki Jepang dengan difasilitasi oleh Japan International Corporate Agency (JICA).

Tidak sebatas dalam hal penanganan sampah, kerjasama selanjutnya diharapkan dapat dijajaki dalam bidang lainnya yaitu pertanian, pendidikan bahkan jika memungkinkan bidang pariwisata dan pembangunan infrastruktur. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat menerima Wakil Walikota Osaki Kagoshima Prefecture Jepang Tojo Masaharu di ruang Rapat Wiswa Sabha Pratama Kantor Gubernur Bali, Senin (22/8/2016).

"Kami ingin jajaki kerjasama lainnya seperti  bidang pertanian, pendidikan bahkan jika memungkinkan bidang pariwisata dan pembangunan infrastruktur," kata Sudikerta yang menurutnya hal tersebut justru akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi Bali mengingat Jepang merupakan negara yang memiliki kemajuan yang sangat pesat.

“Kita bisa tingkatkan dari segi kualitas kerjasamanya seperti program-programnya dan dari segi kuantitasnya kita bisa tingkatkan jumlah peserta yang nantinya akan di latih di sana sehingga semakin banyak kita memiliki sumber daya yang benar-benar terlatih,” jelas Sudikerta.

Lebih lanjut Sudikerta menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasihnya pada JICA yang telah melatih 16 orang asal Provinsi Bali terdiri dari para pejabat serta masyarakat yang terlibat langsung dalam penanganan sampah untuk belajar pengelolaan sampah di Osaki Jepang.

Sudikerta mengharapkan, tim Provinsi Bali yang telah mengikuti pelatihan ke Jepang agar dapat menjadi trainer dan mensosialisasikan apa yang telah dipelajari di Osaki kepada masyarakat sehingga persoalan sampah akan segera dapat tertangani.

Selain masalah tersebut, Wagub Sudikerta juga memperkenalkan sistem pertanian terintegrasi (Simantri) yang merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Bali. Sudikerta menyampaikan bahwa simantri tersebut selain merupakan upaya untuk mengintegrasikan pertanian dalam sebuah sistem dengan tujuan untuk meningkatkan hasil pertanian.

Simantri juga memiliki tujuan untuk meciptakan Bali sebagai Pulau Organik dengan menghasilkan pupuk organik dan bio urine yang dihasilkan oleh kotoran sapi. Sehingga dengan demikian hal tersebut sangat sesuai dengan rencana kerjasama yang akan di bangun dengan Osaki dalam upaya mendukung peningkatan hasil pertanian dan juga mendukung Bali sebagai pulau organik.

Hal senada juga disampaikan oleh Tojo Mahasaru, bahwa program pelatihan yang diikuti 16 orang dari Provinsi Bali telah berlangsung dengan baik. Selama di Osaki mereka telah melihat langsung proses pengelolahan sampah di Osaki, dimana 80% dari sampah berhasil dikelola dan hanya 20% saja yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA). “TPA di Osaki tidak berbau dan tidak ada lalat karena sampah sudah dipilah dari tingkat rumah tangga, “ imbuhnya.

Ia sangat mengharapkan ilmu yang telah diperoleh tersebut dapat digunakan dan diterapkan dengan sebaik-baiknya di Pulau bali sehingga Bali menjadi pulau yang bebas sampah. Untuk kedepannya pihaknya melalui program JICA berencana melanjutkan kerjasama dalam bidang lainnya dan pihaknya saat ini akan berada selama seminggu di Bali untuk mengobservasi permasalahan-permalasahan lingkungan di Bali termasuk Simantri tersebut dan juga tidak menutup kemungkinan isu – isu di bidang lainnya yang layak untuk dikerjasamakan.

Dalam kesempatan tersebut juga turut hadir mendampingi Wagub Sudikerta, Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali Gede Suarjana. Rapat juga turut dihadiri oleh Kepala Badan lingkungan Hidup seluruh Kabupaten/Kota se-Bali. (Humas Pemprov Bali)

Perayaan Hari Kemerdekaan India Ke-70 di Konsulat

BALIPORTALNEWS.COM – Hampir 120 orang warga keturunan bersama dengan teman-teman dari India, merayakan Hari Kemerdekaan India yang ke-70 dengan keceriaan dan semangat patriotik dalam kesederhanaan namun elegan di Konsulat India di Bali, Senin (15/8/2016).

Konsul Jenderal India, R.O. Sunil Babu mengibarkan bendera tri-warna di Konsulat yang berda di kawasan Renon, Denpasar, Bali. Upacara ini diikuti paduan suara lagu kebangsaan 'Jan Gan Man' yang ditulis oleh Penyair India yang juga merupakan peraih Nobel, Rabindranath Tagore yang mengunjungi Bali pada 1927. Para siswa dan guru dari Gandhi Memorial International School di Renon, Bali, menyanyikan lagu-lagu patriotik ‘Mera mulk mera desh mera ye vatan’ and ‘Sare jahan se achcha Hindustan humara’.

Konsul Jenderal membacakan pidato Presiden India, Pranab Mukherjee, yang disampaikan pada malam Hari Kemerdekaan. Dalam sambutannya Presiden memberikan penghormatan kepada para pahlawan tanpa tanda jasa tang telah berjuang untuk kemerdekaan India. Presiden menekankan pada kenyataan bahwa setelah mendapatkan kemerdekaan pada 1947, ada beberapa orang yang meragukan India akan bertahan sebagai negara demokrasi, keraguan ini telah terbukti salah dengan menunjukkan India sebagai negara demokrasi yang maju, stabil dan progresif dengan pengalihan kekuasaan yang damai dari satu pihak kepada pihak lain dan dari satu generasi ke generasi.

Presiden menunjukkan bahwa perbedaan dalam pemikiran politik tidak mencegah partai yang berkuasa dan oposisi datang bersama-sama dalam mengejar agenda pembangunan nasional, persatuan, integritas dan keamanan bangsa. Sebagai contoh, ia mengutip bagian terbaru dari RUU Perubahan Konstitusi untuk pengenalan Barang dan Jasa Pajak tengah-tengah pembahasan parlemen non-partisan dan kualitas.

Presiden memperingatkan terhadap gangguan, penghalangan dan mengejar lengah dari perubahan politik memecah-belah oleh beberapa kelompok. Presiden juga menunjukkan bahwa fitur unik India adalah menghormati nilai-nilai dan keyakinan budaya masing-masing.

Presiden mengatakan bahwa esensi negara pluralitas terletak pada menghargai heterogenitas dan menghargai keberagaman. Dalam sambutannya, Presiden mendesak bangsa untuk mengambil nasib di tangan untuk membangun India dari mimpi para pendiri. Presiden lebih jauh mendesak negara itu untuk menciptakan masa depan yang ekonomis akan memberdayakan 600 juta  pemuda, membangun sebuah bangsa yang terampil.

Presiden juga menekankan karena ratusan kota modern sudah mulai dibangun, negara harus memastikan bahwa kota – kota tersebut manusiawi, berteknologi tinggi, dan membawa kebahagian bagi masyarakat. Ia mendesak seluruh bangsa India untuk turut bekerja sama, berinovasi dan maju.

Pertumbuhan yang luar biasa bahwa India telah mengalami pertumbuhan hampir 8% per tahun selama dekade terakhir telah menyebabkan lembaga internasional mengakui status India sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Peningkatan besar ini telah memberikan kemudahan untuk melakukan bisnis, memulai gerakan dan semangat inovatif dari pengusaha muda yang juga telah menarik perhatian internasional.

Presiden mendesak bangsa untuk membangun kekuatan ini sehingga kepemimpinan ini bisa dipertahankan dan berkelanjutan.

Presiden memuji dinamisme dalam kebijakan luar negeri. Keeratan hubungan dengan negara – negara sahabat di kawasan Afrika dan Asia Pasifik. India sedang mengalami proses penempaan hubungan baru berdasarkan nilai-nilai bersama dan saling menguntungkan dengan semua negara, terutama dengan negara – negara sekitarnya.

Presiden menekankan bahwa negara tidak akan kembali pada "kebijakan pertama tentang negara – negara di sekitarnya". Presiden menjelaskan bahwa fokus India dalam kebijakan luar negeri tetap pada hidup berdampingan secara damai dan memanfaatkan teknologi dan sumber daya untuk pembangunan ekonomi India.

Presiden mengatakan bahwa inisiatif baru telah meningkatkan ketahanan energi, pangan, dan menciptakan kerjasama internasional untuk mengambil program pembangunan andalannya ke depan.

Presiden mengutuk serentetan kegiatan teror yang katanya, selain membunuh orang yang tidak bersalah atas nama agama, juga mengancam untuk mengganggu membagi geo-politik, yang bisa membuktikan bencana bagi perdamaian dunia.

Presiden memperingatkan kekuatan ini sekarang menimbulkan bahaya bagi seluruh sikap hormat dari bangsa-bangsa dan mendesak dunia untuk melawan mereka tanpa syarat dan dalam satu suara.

Presiden menyatakan keyakinan besar dalam kapasitas bawaan dan melekat India sebagai negara tua yang jiwanya dan jijivisha – kemauan untuk hidup dan unggul, tidak pernah bisa ditekan. Presiden menunjukkan bahwa meskipun berbagai kekuatan eksternal dan internal berusaha untuk memadamkan jiwa India selama ribuan tahun, jiwa telah muncul lebih kuat dan lebih mulia dari waktu ke waktu telah dinetralkan, berasimilasi dan dimasukkan setiap tantangan yang dihadapi.

Pihak konsulat juga menayangkan sambutan Perdana Menteri India, Narendra Modi untuk bangsa dari benteng Red Fort di New Delhi. Selain itu, pihak konsulat juga memutar video yang menunjukkan kemajuan India dalam 70 tahun terakhir.

Sumber : Consulate General of India, Bali

 

Wakil Menteri PU Jepang Kunjungi Kuta

BALIPORTALNEWS.COM  – Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, Senin (21/2/2017) lalu menerima kehadiran Wakil Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Bidang Pembangunan Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Pemerintah Jepang,Mr. Masafumi Mori, Ph.D. di Patrajasa Hotel, Tuban, Kecamatan Kuta. Hadir mendampingi Wabup Suiasa pada kesempatan tersebut perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, IB Surya Suamba, Sekcam Kuta, Ketut Gede Arta.

Kehadiran Masafumi Mori di Kabupaten Badung, adalah ingin mengetahui perkembangan pembangunan infastuktur di kawasan pariwisata dan pantai-pantai di Bali. Masafumi Mori mengatakan, pembangunan pariwisata dan infastruktur Kabupaten Badung sudah berkembang dengan pesat, baik struktur dan segi pelayanan. Ia juga mengajak seluruh masyarakat yang berkunjung ke Badung Bali agar turut menjaga keindahan pulau yang dijuluki pulau seribu pura tersebut.

Sambil menikmati keindahan sunset di Pantai Patrajasa, Tuban, Wabup Suiasa menyampaikan, Kabupaten Badung menjadi tujuan wisata dunia dengan perkembangan pariwisatanya tentu memerlukan penanganan pembangunan infrastruktur yang baik secara fisik dan non fisik.

Dengan ditetapkannya Pulau Bali sebagai salah satu pulau terindah dan ternyaman tahun 2016 akan membawa dampak positif bagi perkembangan pembangunan di Kabupaten Badung dan Bali di mata dunia.

“Untuk dapat mempertahankan predikat tersebut pemerintah Kabupaten Badung serta seluruh Kabupaten/kota se Bali terus memacu diri untuk tetap menjadikan kawasan pariwisatanya menjadi yang terbaik, dengan terus memperbaiki infrastrukturnya dan pelayanan terhadap wisatawan,” ujranya.

Wabup asal Desa Pecatu ini juga mengakui infrastruktur pembangunan di kawasan pariwisata Kuta dan Nusa Dua dibandingkan perkembangan pembangunan pariwisata di negara-negara yang sudah maju tentu sangat jauh dan banyak kekurangannya.

Dengan kehadiran pihak Pemerintah Jepang ini diharapkan dapat memberikan dorongan dan masukan dalam penanganan pembangunan infrastruktur yang baik dan elegant dalam perkembangan dunia belakangan ini.

“Melihat secara langsung perkembangan pembangunan sarana prasarana, akomodasi dan transpotasi di Kabupaten Badung serta tempat-tempat lainnya di Bali oleh pihak Pemerintah Jepang khususnya Kementerian Bidang Pembangunan Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata menjadi sangat penting, karena kerjasama pengembangan pembangunan infrastruktur pariwisata antara Pemerintah Kabupaten Badung dengan Pemerintah Jepang, bisa dilakukan, ” kata Suiasa.

Sementara Masafumi Mori kembali mengatakan, Kabupaten Badung yang banyak miliki kawasan wisata pantai berpasir putih dan  indah ini tentu memerlukan penanganan pembangunan infrastruktur secara baik.

“Pembangunan infrastruktur, penanganan sarana prasarana dan akomodasi Pariwisata di Kabupaten Badung sudah berjalan dengan baik, tinggal memberikan sentuhan – sentuhan perkembangan teknologi dengan mengikuti perkembangan dunia saat ini. Tentu disesuaikan dengan keadaan daerah dan lingkungan setempat agar pembangunan juga tidak merusak tatanan yang ada. Dengan penanganan yang serius dan cermat niscaya pembangunan infrastruktur di Badung akan menjadi nyata dan jelas yang dapat dinikamati oleh seluruh masyarakat dan wisatawan mancanegara,” ujarnya. (humasbdg/bpn)

Ali Adriansyah Rusmiputro Menghadapi Ujian Berat di Misano

BALIPORTALNEWS.COM – Penampilan pebalap Indonesia Ali Adriansyah Rusmiputro menghadapi ujian berat di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Italia pada putaran ke-6 ajang World Supersport 300 (WSSP300), akhir pekan kemarin, Minggu 8 Juli 2018.

Kesulitan yang dialami pebalap bernomor 12 itu sudah dimulai sejak sesi latihan bebas di hari Jumat. Ketika itu settingan sepeda motornya terasa kurang nyaman. Yamaha YZF-R3 yang menjadi tunggangan Ali Adriansyah belum mendapat set-up maksimal seusai kecelakaan parah yang dialami pada balapan sebelumnya di Sirkuit Brno, Ceko. Sepeda motor itu baru dicoba kembali oleh Ali Adriansyah setelah menjalani pemulihan di Jakarta selama hampir satu bulan.

Kerja keras mekanik tim untuk mengubah set-up di sesi latihan bebas pertama sudah mendekati harapan. Di akhir sesi itu Ali Adriansyah mampu mencatat waktu 1menit 53,238detik serta membukukan kecepatan tertinggi 176,2km/jam. Top speed di sesi Free Practice 1 itu dipegang oleh Borja Sanchez yang menunggang Kawasaki 400 dengan 182,7km/j.

Hasil tersebut memberi petunjuk positif kepada tim sekaligus dapat memaksimalkan set-up agar sepeda motor lebih nyaman dikendalikan. Namun hujan turun di sesi latihan bebas kedua. Kondisi itu membuat tim memutuskan untuk tidak masuk ke lintasan. Tentu saja membuat tim tidak mendapat hasil atas optimalisasi set-up yang sudah dilakukan sebelumnya.

“Free practice 1 saya masih set-up dengan motor karena saya merasa kurang nyaman. Di FP 2 kita enggak keluar karena hujan, ” ucap Ali Adriansyah.

Keesokan harinya, di sesi Superpole 1 cuaca kembali cerah. Optimisme menyelimuti tim juga Ali Adriansyah. Apalagi pebalap di bawah naungan Pertamina Enduro Racing Team itu mampu membukukan waktu tercepat di sektor 1, juga personal best time di sektor 2. Dan itu terjadi di awal Superpole. Sayang, di sektor tiga lap ketiga, Ali Adrian ditabrak pebalap lain hingga keluar lintasan dan tak dapat melanjutkan sesi kualifikasi.

“Di Superpole 1 saya sudah mendapatkan waktu tercepat pada sektor 1 dan personal best di sektor 2 tetapi di sektor 3 saya ditabrak dan tidak bisa melanjutkan balap,” papar Ali Adriansyah.

Meski tidak dapat menjalani Superpole secara penuh catatan waktu Ali Adriansyah di SP1 masih mampu membuatnya menduduki start ke 23 dari 40 pebalap. Meski posisi start kurang menguntungkan, optimisme Ali Adriansyah tetap tinggi.

Di hari balapan itu, cuaca di Sirkuit Misano terbilang panas. Temperatur udara mencapai 30 derajat Celcius sementara suhu trek di kisaran 47 derajat. Dengan kondisi demikian sudah diperkirakan balapan akan berlangsung berat, baik bagi pebalap maupun tunggangan mereka.

Start dilakukan dengan mulus oleh Ali Adriansyah. Di akhir lap pertama ia sudah naik dua posisi. Pada lap berikutnya, ia kembali naik dua posisi. Ali Adriansyah semakin termotivasi untuk bertarung lebih keras. Di lap keempat ia sudah berada di posisi 16 atau naik 7 posisi dari saat start. Settingan sepeda motornya benar-benar sudah seperti yang ia inginkan, dan itu membuatnya terus menyerang ke depan, bersaing dengan penunggang Kawasaki dan KTM yang bertenaga lebih besar. Di lap ke-6 ia bahkan mampu naik satu posisi lagi ke posisi 15, sebuah posisi penting karena akan membuahkan poin di kejuaraan. Posisi itu terus ia pertahankan hingga lap 8.

Usaha keras Ali Adriansyah rupanya menguras kemampuan sepeda motor, terutama bannya. Di tikungan 3 pada lap 9, ban depannya kehilangan traksi. Sebuah keadaan yang sangat berbahaya apalagi terjadi di saat menikung. Alhasil sepeda motornya tergelincir. Dalam kondisi itu Ali Adriansyah tidak dapat berbuat banyak. Ia dan sepeda motornya akhirnya terjatuh hingga keluar lintasan. Sepeda motornya mati, Ali Adriansyah tak dapat melanjutkan lomba. Itulah puncak ujian baginya di Sirkuit Misano.

Hasil tidak menguntungkan memang harus diterima Ali Adriansyah Rusmiputro. Usaha keras memperbaiki keadaan sudah maksimal dilakukan sepanjang lomba meski tidak berujung manis. Kendati demikian Ali Adriansyah tidak ingin rasa kecewanya membuat ia kehilangan semangat. Menurutnya ia akan tetap optimis dalam menghadapi balapan berikutnya di Sirkuit Aragon.

“Tetap fokus dan terus positif untuk race selanjutnya di Aragon,” ucap Ali Adriansyah.

Selepas balapan di Misano, Ali Adriansyah Rusmiputro bakal tampil di ajang CEV Supersport 300 pada 13-15 Juli ini. Kejuaraan yang berlangsung sebanyak 6 putaran itu memang masuk dalam jadwal kejuaraan yang diikuti Ali Adriansyah di 2018. Hanya saja ia tidak turun di semua putaran karena ada jadwal yang bentrok dengan WSSP 300, kejuaraan yang menjadi fokus utama Ali Adriansyah. (r/bpn)

Harapan Ali Adriansyah Di Circuit Donington Park Inggris

BALIPORTALNEWS.COM – Pebalap muda potensial, Ali Adriansyah Rusmiputro dari Pertamina Almeria Racing Team, siap menjalani putaran keempat  ajang World Supersport 300 di Circuit Donington Park, Inggris, pada hari Minggu (28/5/2017) akhir pekan mendatang. Setelah berhasil memperoleh poin perdananya di Imola, Adrian semakin yakin dan optimis akan penampilannya  nanti, dan ia memiliki harapan dan tekad untuk kembali meraih poin serta finish di posisi yang lebih baik.

Donington Park adalah sebuah sirkuit yang biasa digunakan untuk ajang balap mobil maupun motor. Sirkuit berjarak 4.023 km ini terletak di kota Leicester, Inggris, dan memiliki pemandangan yang indah. Circuit Donington Park mulai terkenal karena sempat menjadi tempat terselenggaranya ajang balap MotoGP dari tahun 1987 sampai 2009. Selain itu sirkuit ini juga menjadi salah satu lintasan favorit para pebalap yang berlaga di berbagai ajang balap di Eropa.

Pasca balap di Imola kemarin, Adrian semakin memperkuat komitmennya untuk berlatih serta bekerja lebih keras lagi dalam menghadapi kejuaraan dunia WSSP300. Adrian kini memiliki motor kedua untuk dipakai berlatih setiap harinya di Sirkuit Almeria, dan didampingi langsung oleh Maturana sebagai pelatih pribadinya. Maturana sendiri adalah seorang pelatih balap professional yang dahulu pernah melatih Maverick Vinales saat menjadi juara dunia di Moto3.

“David Garcia bercerita kepada saya bahwa ia memiliki pebalap yang cukup potensial, dan saya diminta untuk melatih pebalap tersebut. Lalu ketika saya bertemu Adrian, saya melihat bakat luar biasa pada dirinya. Ia memiliki control yang baik saat di atas motor, titik pengeremannya sangat bagus hanya butuh sedikit adaptasi saat keluar tikungan agar lebih cepat,” ujar Maturana pelatih pribadi Adrian.

Untuk dapat memenuhi target, kini pebalap Pertamina Almeria Racing Team, Ali Adriansyah, telah menerapkan pola latihan serta pola makan yang dibuat oleh Maturana. Pola yang digunakan sama persis dengan apa yang dilakukan oleh Maverick Vinales ketika masih dilatih oleh Maturana.

“Target kita di Donington Park nanti adalah finish di 10 sampai 15 besar. Balapan dengan motor 300 cc memang cukup sulit, skill pebalap adalah kunci utama. Maka dari itu strategi yang akan diterapkan adalah bisa start di posisi lebih baik dan keep on fight dengan pebalap yang ada di depan,” tegas Adrian.

Selain itu di sela persiapan menjelang balapan, pada akhir pekan kemarin Adrian menjadi salah satu partisipan event Track Man Andalucia 2017. Sebuah event tahunan dengan kegiatan bersepeda selama 6 jam di sirkuit Andalucia, Almeria. Event tersebut diikuti oleh beberapa atlet sepeda ternama dunia, atlet triathlon dan atlet sepeda Spanyol lainnya. David Garcia selaku manajer Pertamina Almeria Racing Team menerangkan,

“Saya sengaja mengikut sertakan Adrian dalam event bersepeda ini, tujuannya untuk membantu melatih staminanya agar semakin konsisten. Namun dengan catatan, saya hanya mengizinkan Adrian bersepeda selama 2 jam saja, agar kondisi tubuhnya tetap fit menjelang balapan di Donington Park akhir pekan mendatang,” ujar David Garcia.

Dukungan penuh yang didapat Ali Adriansyah dari PT. Pertamina (Persero) sangat berarti baginya dan tim dalam perhelatannya di ajang balap dunia World Supersport 300. Adrian bersama tunggangan andalannya Yamaha YZF-R3 akan terus berjuang demi mengharumkan nama Bangsa Indonesia di kancah Internasional.

“Perjuangan saya baru dimulai dan saya tidak akan pernah menyerah untuk menorehkan prestasi terbaik serta membawa nama bangsa yang saya cintai, Indonesia” tegas Adrian. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Huawei Ajak Mahasiswa Terbaik di Indonesia untuk Mengikuti Program Seeds for the Future di Tiongkok

BALIPORTALNEWS.COM – PT Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia), penyedia solusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) global terkemuka, mengundang 10 mahasiswa terbaik dari 7 universitas terkemuka di Indonesia, yang berusia 20 – 24 tahun dan telah melewati seleksi ketat melalui program pelatihan SmartGen, untuk mengikuti program pelatihan alih ilmu pengetahuan global milik Huawei, Seeds for the Future”, selama dua minggu di Beijing dan Shenzhen, yang dimulai dari tanggal 9 hingga 23 September 2017.

Acara pembukaan program ini diadakan pada tanggal 10 September 2017 lalu di Beijing, diikuti pula dengan kunjungan delegasi mahasiswa Indonesia ke kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing pada tanggal 11 September 2017 yang disambut langsung oleh Bapak Soegeng Rahardjo, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok. Sementara acara penutupan program dilangsungkan di kantor pusat Huawei di Shenzhen pada 22 September 2017.

Saat ini, TIK telah menjadi mesin penggerak pertumbuhan yang penting bagi beragam industri, hal inilah yang mendasari Huawei untuk menyelenggarakan program Seeds for the Future tahun ini. Program ini juga sejalan dengan tema Huawei tahun ini, yaitu eksplorasi menuju dunia yang lebih pintar: eksplorasi merupakan semangat ketekunan, api atau pendorong inovasi, cahaya kecerdasan yang menerangi jalan menuju dunia yang lebih cerdas.

Oleh karena itu, Huawei sebagai pemimpin industri TIK berkomitmen untuk mendukung pengembangan industri TIK untuk mendorong kemajuan ekonomi, sosial, dan ketahanan lingkungan secara jangka panjang. Hal ini karena Huawei percaya bahwa akses terhadap pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk menciptakan kesempatan-kesempatan yang dapat mendukung kemajuan di industri TIK.

“Saya sangat senang menerima kunjungan dari para perwakilan mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam program global Huawei Seeds for the Future ke Tiongkok untuk belajar teknologi TIK, kemajuan inovasi, serta budaya di Tiongkok. Oleh karena itu, saya berharap para mahasiswa ini dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menggali ilmu pengetahuan yang lebih dalam lagi di bidang teknologi dan melihat perspektif global yang nantinya dapat diimplementasikan di Indonesia dan bermanfaat bagi kelangsungan pembangunan di Indonesia, sehingga para mahasiswa ini dapat memberikan kontribusinya sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Bapak Soegeng Rahardjo, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, dalam kunjungan delegasi mahasiswa ke kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing.

Program Seeds for the Future ini mulai diselenggarakan oleh Huawei Global pada tahun 2008 dengan tujuan untuk mengasah pengetahuan talenta muda lokal di bidang TIK melalui program pelatihan alih ilmu pengetahuan serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan mengakomodir ketertarikan talenta muda di bidang telekomunikasi.

Melalui program ini, para mahasiswa dapat melihat secara langsung operasi bisnis global milik Huawei dengan lingkungan kerja lintas-budaya serta belajar mengenai teknologi-teknologi terdepan di bidang TIK melalui program pembelajaran dan pengalaman bekerja langsung di Kantor Pusat Huawei di Tiongkok.

 Tidak hanya itu saja, para mahasiswa juga mempelajari budaya Tiongkok, mempelajari budaya perusahaan dan manajemen Huawei, mempelajari teknologi TIK terbaru, dan mengoperasikan peralatan di laboratorium. Program Huawei global Seeds for the Future ini telah diikuti oleh 96 negara di seluruh dunia melalui kerja sama dengan lebih dari 200 universitas serta telah memberikan manfaat kepada lebih dari 20.000 mahasiswa sejak tahun 2008.

“Seperti yang kita ketahui, saat ini jumlah populasi di dunia yang menggunakan internet masih sangat rendah, yang menjadikan salah satu alasan Huawei untuk menyelenggarakan program Seeds for the Future tahun ini, dimana Huawei memberikan kontribusi secara berkelanjutan terhadap pengembangan ekonomi digital global di masa depan serta membawa dunia yang lebih terhubung dengan menyediakan pelatihan ekstensif di bidang TIK bagi talenta lokal.

Melalui program Seeds for the Future ini, kami berharap talenta muda Indonesia dapat meningkatkan wawasan mereka mengenai teknologi TIK terbaru, sehingga setelah mengikuti program Huawei, para mahasiswa ini dapat berkontribusi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih terhubung,” ujar David Harmon, Vice President for Global Government Affairs of Huawei Technology Co., Ltd.

“Saya berterima kasih atas kesempatan berharga yang diberikan oleh Huawei, yang memungkinkan saya untuk mendapatkan pemahaman mengenai budaya Tiongkok serta mendapatkan pengetahuan mendalam mengenai teknologi TIK yang diimplementasikan di Tiongkok, terutama di kampus Huawei. Saya sangat senang dan memiliki keinginan yang sangat kuat untuk bekerja di bidang TIK agar saya dapat memberikan kontribusi terhadap negara saya, Indonesia,” ujar Fariz Azhar Abdillah, Ketua Delegasi Mahasiswa Indonesia untuk Program Seeds for the Future dari Universitas Indonesia (UI).

Sejak tahun 2013, selama lima tahun berturut-turut, Huawei Indonesia telah mengirimkan 80 mahasiswa terbaik dari 12 universitas dan politeknik terkemuka di Indonesia untuk mengikuti program pelatihan global Huawei Seeds for the Future.

Pada tahun ini, para mahasiswa dipilih melalui seleksi ketat yang dilakukan oleh Huawei bersama pihak universitas melalui program SmartGen, sebuah program hasil kolaborasi Huawei bersama 7universitas terkemuka Indonesia di awal tahun 2017 untuk mengembangkan kemampuan talenta muda Indonesia di bidang TIK.

Untuk program ini, Huawei bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Telkom (Tel-U), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Padjadjaran (UNPAD), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Selama lebih dari 17 tahun, Huawei berperan aktif dalam mengembangkan tenaga kerja lokal yang berkualitas tinggi untuk mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih terhubung, melalui seluruh kantor Huawei yang meliputi 14 Kantor Cabang, 64 Pusat Suku Cadang, 3 Pusat Logistik, dan lebih dari 100 Pusat Layanan di seluruh Indonesia.

Sejak tahun 2009, Huawei Indonesia telah aktif dalam memupuk kemampuan inovatif talenta muda Indonesia dan berkontribusi terhadap komunitas lokal melalui program yang berfokus pada pendidikan, seperti beasiswa, program magang, pelatihan bersertifikat selama tiga tahun untuk 1.000 mahasiswa dari 20 universitas dan politeknik terkemuka, program pengembangan talenta muda SmartGen, serta program pelatihan global Huawei Seeds for the Future di Tiongkok. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :