Presiden Joko Widodo Buka Kongres Ke-3 Mahkamah Konstitusi Se-Asia di Nusa Dua Bali

0

BALIPORTALNEWS.COMPresiden Republik Indonesia Joko Widodo mengapresiasi terpilihnya Indonesia khususnya Bali sebagai tuan rumah bagi pertemuan para hakim konstitusi The Association of Asian of Asian Constitutional Court and Equivalent Instutution untuk membahas tentang konstitusi dan hak warga negara.

Joko Widodo mengakui jika Indonesia sebagai bangsa besar dengan kemajemukannya adalah bangsa yang mencintai perdamaian dan selalu berusaha menjamin rasa aman berikut hak konstitusi warganya. “Indonesia hingga saat ini terus bekerja keras untuk memenuhi hak konstitusional warganya hingga bisa terpenuhi. Apalagi reformasi konstitusi di tahun 1999 telah menempatkan Mahkamah Konstitusi (MK) RI di posisi yang strategis,” bebernya.

Menurutnya MK berkewajiban mengawal dan menjaga konstitusi serta memberikan perlindungan hak konstitusi untuk warganya. Demikian disampaikanya saat secara resmi membuka acara ini di BNDCC, Nusa Dua, Kamis (11/8/2016)

Selain itu, dia juga menambahkan MK mempunyai kewajiban untuk menguji UU terhadap UUD di Indonesia, selain itu MK juga dimandatkan untuk menjaga konstitusi tata hukum , dan juga mewujudkan check dan balances di antara pemangku kekuasaan negara. Melalui pertemuan ini diharapkan bisa menghasilkan terobosan yang bisa memajukan demokrasi dan penegakan konstitusi yang berpihak pada rakyat.

“Pada ujungnya tugas negara adalah mensejahterakan rakyatnya, memberikan rasa aman dan memberikan jaminan kebebasan demokrasi bagi seluruh masyarakat, melalui pertemuan ini saya berharap akan menghasilkan rumusan untuk mencapai tujuan tersebut,” imbuhnya yang dalam kesempatan itu turut didampingi oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung serta Kapolri Tito Karnavian. Selain itu melalui pertemuan ini para delegasi bisa turut berbagi pengalaman dan bertukar pikiran tentang upaya pemenuhan hak konstitusi bagi warga negara.

Sementara Ketua MK RI sekaligus ketua panitia Arief Hidayat melaporkan jika acara ini merupakan kali ketiga dan Indonesia menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya. Dipilihnya Indonesia sebagai tuan rumah juga karena saat ini MK RI terpilih sebagai Presiden AACC periode 2014-2016 yang ditetapkan pada kongres ke-2 AACC di Istambul, Turki, Mei 2014.

Dalam kesempatan itu, Arief Hidayat memaparkan bahwa meskipun masing-masing negara memiliki sistem hukum dan institusi yang berbeda namun gagasan untuk menjamin hak konstitusional warga negara pada prinsipnya adalah sama. inilah yang melandasi terbentuknya pengadilan konstitusi di semua negara.

Pengadilan konstitusi itu bertanggung jawab untuk mengawal demokrasi melalui dukungan secara prosedural maupun substantif. dukungan prosedural tersebut terwujud dalam peran yang dimiliki oleh sebagian besar lembaga pengadilan konstitusi untuk menyelesaikan kasus-kasus perselisihan pemilihan umum. sedangkan dukungan substantif antara lain terwujud dalam kewenangan pengadilan konstitusi untuk mengontrol produk-produk hukum yang dihasilkan oleh lembaga legislatif.

Arief Hidayat menambahkan bahwa AACC yang berlangsung dari tanggal 9-13 Agustus dan dihadiri oleh delegasi dari 14 negara itu dideklarasikan pertama kali tahun 2010 di Jakarta atas inisiatif MK RI, Korea, Thailand, Malaysia, Mongolia dan Uzbekistan.

Piagam pembentukan AACC tersebut kemudian disebut sebagai Deklarasi Jakarta. Tujuan pendirian AACC adalah dalam rangka mempromosikan demokrasi, penegakan hukum, dan hak asasi manusia. Dia berharap melalui kongres ini bisa menjadi landasan bagi terciptanya komitmen bersama negara-negara anggota AACC untuk memajukan dan melindungi hak-hak konstitusional warga negara, selain juga memperkuat hubungan antar negara anggota.

Dalam pembukaan kongres Internasional pagi itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika sebagai tuan rumah juga berkesempatan memberikan sambutan selamat datang bagi para delegasi. Dia mengungkapkan rasa bangganya karena terpilihnya Bali sekali lagi sebagai tuan rumah konferensi bertaraf Internasional. Bali telah beberapa kali berhasil menjadi tuan rumah dan posisi Bali di dunia internasional sudah semakin diperhitungkan.

Melalui acara itu, Gubernur Pastika juga berkesempatan mempromosikan Bali kepada para delegasi. Menurutnya Bali yang juga dikenal sebagai pulau Dewata, Pulau Surga, Pulau Demokrasi hingga pulau cinta memiliki banyak potensi untuk dijelajahi. Untuk itu dia mengajak para peserta untuk menyempatkan diri mengunjungi objek-objek pariwisata yang terkenal dan tentu saja menghadiahi souvenir khas Bali bagi kerabat di negaranya masing-masing.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Universitas Tottori Jepang Jalin Kerjasama dengan Unud, Mohon Restu Pemkot Denpasar

0

BALIPORTALNEWS.COM – Pemerintah Kota Denpasar telah memiliki hubungan kerjasama dengan Negara Jepang di bidang pariwisata. Kini Universitas Tottori  di Jepang kembali menjalin kerjasama dengan Universitas Udayana terkait pendidikan.

Dengan kerjasama ini Universitas Udayana dan Universitas Tottori bisa saling interaksi secara berkesinambungan. ‘’Untuk meresmikan kerjasama ini waktu dekan ini Universitas Udayana dan Universitas Tottori akan mengadakan MOU,’’ ungkap Dosen Universitas Tottori Joji Sugimoto yang diterjemahkan oleh Penanggung Jawab Mataken Gakko sekaligus Sesepuh Pasemetonan Fukuoka Denpasar I Gusti Kompiang Pujawan saat beraudensi dengan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara di Kantor Walikota Denpasar, Jumat (9/9/2016).

Untuk memperlancar kerjasama itu pihak Tottori  meminta doa restu Walikota Denpasar, Wakil Walikota dan Sekda Kota Denpasar. Ia mengaku Mataken Gakko juga siap memfasilitasi. Dimana sebelumnya Mataken Gakko telah menjalin hubungan selama 11 tahun dengan Universitas Tottori. Sedangkan hubungan Mataken Gakko dengan Negara Jepang telah terjalin selama 40 tahun lebih.

Tidak hanya, agar masyarakat Bali khususnya Denpasar bisa berbahasa Jepang Universitas Tottori selalu mengirim mahasiswa untuk mengajar bahasa Jepang di lembaga kursus bahasa Jepang di Bali yang bernama Mataken Gakko  secara gratis.

Kali ini Universitas Tottori mengirim empat mahasiswa yakni Yuki Koike, Ryutaro Tatsumi, Yuzaki Takami, dan Yukine Hirose  untuk mengajar bahasa Jepang di Mataken Gakko. Dari empat mahasiswa itu, Yuki Koike mendapat beasiswa untuk mengajar kursus bahasa Jepang selama 5 bulan di Mataken Gakko sedangkan yang lainnya hanya mengajar sebelas hari.

Pujawan juga mengaku meskipun secara singkat di Bali tapi mereka sangat senang bisa mengajar siswa Mataken Gakko. Selain mengajar Bahas Jepang, Bali sangat menarik dan mendunia, terutama pariwisata untuk dikunjungi.

Sementara Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara sangat mengapresiasi kerjasama yang akan dijalin Universitas Udayana dan Universitas Tottori Jepang. Dimana sebelumnya Pemerintah Kota Denpasar juga telah menjalin hubungan kerjasama dengan Jepang.

Salah satu bukti nyata dengan mendirikan Pasemetonan Fukuoka Denpasar. Untuk itu Pemkot Denpasar berharap kerjasama berkesinambungan tetap terjalin.

Menurut Rai Iswara dalam prosesi pembangunan itu kita tidak boleh menutup diri, dengan keterbukaan, baik melalui pendidikan, budaya maupun teknologi dan lainnya. ‘’Kita membutuhkan suatu kerjasama yang terus menerus, maka dari itu kami menyambut baik serta perlu membuat suatu payung berupa MOU,’’ ujarnya.

Mudah-mudahan ke depan tidak hanya bekerjasama di bidang pendidikan tetapi juga bekerjasama  secara menyeluruh. Karena Denpasar memiliki budaya, tata ruang, IT, pendidikan, kesehatan,  mudah-mudahan kedepan bisa kerjasama dibidang tersebut, tentunya diawali kerjasama dalam pendidikan ini. (ayu/humas pemkot dps/tis/bpn)

Pastika akan Kenalkan Sekolah Bali Mandara pada Peserta World Hindu Wisdom Meet

0

BALIPORTALNEWS.COMGubernur Bali Made Mangku Pastika memperkenalkan Sekolah Bali Mandara kepada para peserta World Hindu Wisdom Meet yang rencananya akan digelar di Bali pada tanggal 9 Oktober mendatang. Para peserta yang direncanakan akan berasal dari Indonesia dan negara-negara tetangga tersebut diharapkan berkesempatan untuk mengunjungi sekolah kebanggan Pemprov Bali tersebut.

Hal itu disampaikannya ketika menerima audiensi dari panitia acara yang tergabung dalam organisasi World Hindu Parisad yang dipimpin oleh Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Bali, Selasa (4/10/2016).

Terlebih tema yang diusung pada acara yang akan dilaksanakan di Taman Budaya Denpasar  bertajuk “Hindu Contribution To The World Culture and Science”memang menitikberatkan dunia pendidikan dan kebudayaan.

“Saya ingin nanti ada transfer ilmu antara peserta dan para murid di sana, khususnya di bidang ilmu agama,” tuturnya pada pertemuan yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Prov Bali Dewa Putu Beratha, Kepala Biro Umum dan Protokol Setda Bali I Gede Darmawa, Kepala Biro Humas Setda Bali I Dewa Gede Mahendra Putra serta perwakilan dari Biro Kesejahteraan Rakyat Prov Bali.

Lebih jauh Pastika menjelaskan tentang transcendental meditation beserta flying yoga yang didalami para siswa di sekolah yang terletak di Kubutambahan, Buleleng tersebut. “Saya ingin para peserta Summit bisa menyaksikan aksi yoga terbang yang dilakukan para siswa, karena saya yakin peserta juga kebanyakan berasal dari India,” imbuhnya.

Di lain sisi, orang nomor satu di Bali itu juga berharap digelarnya acara ini di Bali akan bisa membangun jaringan dengan sesama masyarakat Hindu dari seluruh belahan dunia. “Karena bagaimanapun ke depan saya ingin Bali bisa menjadi pusat Hindu dunia, karena selain ditunjang falsafah agama dari India, Hindu di Bali juga dilengkapi dengan kebudayaan yang sudah mengakar di masyarakat, sehingga kolaborasi itu membentuk keunikan tersendiri,” kata dia.

Sementara itu, Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa sangat mengapreasiasi dukungan Gubernur pada organisasiWorld Hindu Parisad (WHP) yang telah berdiri selama sekitar tiga tahun terakhir ini. Menurutnya, tanpa inisiatif Gubernur Pastika, ia meyakini organisasi ini tidak akan pernah berdiri.

Tujuan WHP sendiri adalah untukmenyatukan semua organisasi yang bernafaskan Hindu di dunia dalam rangka mengkoodinir aktivitas pelayanan dan kemanuasiaan masing-masing anggota serta untuk menyebarluaskan nilai-nilai Dharma secara global.

Dalam event tersebut pihaknya mengakui telah mengundang tiga pembicara, 2 pembicara dari India yaitu Paramananda Saraswati Mahardja dan Prof SK Oja dari Mumbai University serta satu pembicara dari Bali yaitu Ngakan Putra.

Ia menyatakan jika acara pertemuan yang akan digelar di Taman Budaya Denpasar tersebut akan dihadiri oleh tokoh-tokoh Hindu dari seluruh dunia.

Mengenai undangan Gubernur Pastika untuk mengunjungi SMA/SMK Bali Mandara, pihaknya mengakui akan menjadwalkan ulang. Semula diakui di hari kedua akan diadakan Tirta yatra, namun setelah tawaran ke sekolah tersebut, Ia mengakui ketertarikannya untuk mengunjungi sekaligus ikut mengenalkan sekolah itu pada peserta yang datang dari berbagai negara. (hms prov bali/bpn)

Bali Safari & Marine Park Memenangkan Empat Penghargaan Bali Tourism Awards

0

BALIPORTALNEWS.COM – Bali Safari & Marine Park kembali berhasil membuktikan keunggulan kualitasnya dengan menyabet 4 penghargaan sekaligus dalam Malam Puncak Penghargaan Bali Tourism Awards. Bertempat di The Trans Resort Bali, empat kategori yang berhasil diraih Bali Safari & Marine Park antara lain Bali Leading Theme Park, Mara River Safari Lodge sebagai Bali Leading Thematic Resort, Bali Agung Show sebagai Bali Leading Tourism Show dan Tsavo Lion Restaurant sebagai Bali Leading Restaurant.

Malam Puncak Penganugerahan berlangsung meriah dan disambut antusias oleh kalangan hospitality di Pulau Bali, dari Bali Safari & Marine Park hadir di antaranya Mr. William Santoso selaku General Manager, dan sederetan manager dari divisi yang berkaitan.

Bali Tourism Awards diinisiasi oleh ITTA (Indonesia Travel dan Tourisn Awards) yang terlebih dulu eksis selama kurang lebih 6 tahun dalam mengapresiasi industri pariwisata dan perhotelan di Indonesia.

Ini merupakan kali ke-dua Bali Safari memenangkan beragam penghargaan bergengsi dari BTA. Pada Tahun 2015, dengan diadakannya BTA yang pertama, membuktikan bahwa industri pariwisata dan perhotelan di Pulau Bali tidak boleh dipandang sebelah mata. Dengan berbagai destinasi dan fasilitas bertaraf Internasional, maka tidak berlebihan jika Bali menjadi contoh bagi kota-kota lainnya di Indonesia terutama dalam sektor pariwisata.

Terdapat sederetan aspek dalam penilaian, diantaranya adalah pelayanan, fasilitas serta konsistensi.  Penjurian juga diadakan terbuka melalui sistem vote yang diselenggarakan sebulan sebelumnya agar masyarakat dapat ikut menentukan dan berpartisipasi dalam penilaian ini.

Ditemui terpisah di sela – sela acara, Mr. William Santoso, General Manager Bali Safari & Marine Park mengungkapkan “Penghargaan ini merupakan bentuk fisik keberhasilan Bali Safari & Marine Park di tahunnya yang ke Sembilan. Dengan selalu mengedepankan mutu dan kualitas serta pelayanan yang baik dan didukung oleh staff-staff professional yang ahli di bidangnya, maka penghargaan ini adalah hasil dari kerja sama dan koordinasi yang baik antara sesama staff di Bali Safari & Marine Park. Kami juga tidak kenal lelah dalam melakukan inovasi dan meningkatkan kualitas serta selalu berbenah diri agar terus maju ke depan. Ini adalah pencapaian tim”

Sumber : Humas Bali Safari & Marine Park

Walikota Rai Mantra dan Walikota Gyeongju Korea Yang Sik Jalin Kerjasama

0

BALIPORTALNEWS.COMWalikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra terus menggalang kerjasama dengan berbagai kota baik didalam maupun di luar negeri. Hal ini dilakukan untuk lebih mengangkat kemajuan Kota Denpasar Denpasar. Belum lama ini dalam lawatannya ke Korea Selatan Walikota Rai Mantra menandatangani Letter of Intent (LoI) terkait bidang ekonomi, budaya, pendidikan, kesehatan, teknologi dan bidang lainnya dengan Walikota Gyeongju Korea Selatan Yang Sik.

Kunjungan Walikota Rai Mantra yang didampingi Kabag Kerjasama Dewa Made Ariawan dan Kabag Kesra I Gusti Bagus Mataram ke Korea Selatan adalah dalam rangka menghadiri Regional Conference Organisasi World Heritage City  (OWHC) se Asia Fasific.

Dalam organisasi OWHC yang dibentuk oleh UNESCO ini, concern terhadap pelestarian berupa bangunan dan benda Pusaka Alam, Pusaka Budaya dan Pusaka Saujana.

OWHC memiliki anggota 298 kota  yang tersebar di 8 Sekretariat Regional di seluruh dunia dengan sekretariat Regional Asia Pasifik  yang berada di Kota Gyeongju sebagai Regional Coordinator memiliki 23 kota anggota di kawasan Asia Pasific  termasuk Denpasar  yang telah bergabung pada tahun 2013 lalu.

Pada bulan Juli 2016 lalu Kota Denpasar juga terpilih sebagai tuan rumah pertemuan strategic meeting OWHC Asia Pasifik.

Dari pertemuan tersebut dengan kesepakatan kerjasama yang dilakukan Walikota I.B Rai Dharmaiwjaya Mantra bersama Kota Kota Gyeongju, Korea Selatan Yang Sik, melalui kerjasama budaya hingga kerjasama teknologi. Kini dipertegas kembali bersama kedua pimpinan daerah dari dua negara tersebut melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk Friendship City pertukaran persahabatan dan kerjasama yang saling menguntungkan antara kedua kota.

”Berbicara masalah budaya, tidak bisa hanya dari satu sudut pandang saja,  karena masalah budaya merupakan bidang yang holistik dan terkait dengan bidang ekonomi, sosial, kesehatan dan bidang lainnya,” ujar Rai Mantra.

Peran dan kontribusi budaya terhadap sektor lainnya sangat signifikan dalam pembangunan baik di sektor ekonomi, pariwisata, pendidikan dan bidang  lainnya sehingga keberpihakan terhadap budaya adalah menjadi suatu keharusan dalam era kekinian saat ini.

Letter of Intent  (LoI) yang merupakan pernyataan minat dari kedua kota untuk meningkatkan intensitas kerjasama melalui kerjasama Friendship City (Kota Bersahabat) tersebut dilaksanakan berdasarkan pada kesetaraan dan kepentingan bersama serta saling pengertian yang berkeinginan untuk memperkuat dan mengembangkan pertukaran persahabatan dan kerjasama yang saling menguntungkan antara kedua kota dalam bidang  ekonomi, budaya, pendidikan, kesehatan, teknologi dan bidang lain yang disetujui oleh kedua belah pihak.

Diharapkan Letter of Intent yang dibangun kedepannya akan menjadi langkah nyata dan keseriusan Kota Denpasar meningkatkan pelestarian pusaka. Disamping itu  juga menjadi peluang strategis Kota Denpasar untuk memperluas ajang promosi pariwisata serta memperluas akses jaringan dan informasi dalam kancah pergaulan internasional. (pur/hmsdps/bpn)

Keterangan Foto : Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra saat bertemu dan menandatangani Letter of Intent (LoI) terkait Kerjasama Bidang Kebudayaan, Pendidikan dan Teknologi dengan Walikota Gyeongju Korea Selatan Yang Sik beberapa waktu yang lalu.

 

Mahasiswa UGM Wakili Indonesia dalam Kompetisi Asia Social Innovation di Hongkong

0

BALIPORTALNEWS.COM – Dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Silva Eliana (FKG) dan Arief Faqihudin (FT) terpilih sebagai pemenang dalam kompetisi Asia Social Innovation Award 2016 di tingkat nasional. Dengan keberhasilan tersebut keduanya berhak mewakili Indonesia dalam final kompetisi yang sama di tingkat Asia pada 16-19 Februari 2017 mendatang di West Kowloon, Hongkong.

Asia Social Innovation Award merupakan sebuah kompetisi ide bisnis start up sosial yang diselenggarakan oleh Social Ventures Hongkong. Ditujukan untuk memberikan solusi atas berbagai persoalan yang terjadi di Asia. Kompetisi ini diikuti ratusan peserta dari berbagai negara di kawasan Asia seperti Indoensia, Hongkong, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, Thailand, Vietnam dan Asia lainnya.

“Nantinya kami akan berkompetisi dengan 10 pemenang lainnya perwakilan masing-masing regional,” kata Arief, senin (9/1/2017) di Kampus UGM.

Kompetisi dimulai dengan seleksi ide bisnis sosial di tingkat regional di 11 wilayah Asia. Ide bisnis sosial terbaik dari masing-masing regional berkesempatan untuk maju ke babak final di Hongkong.

“Senang dan bangga kami bisa terpilih menerima penghargaan “Best Social Start-up Ide” di regional Indonesia dan mewakili ke tingkat internasional nantinya,” ujarnya.

Para pemenang regional nantinya akan diberikan kesempatan untuk mengasah ide dan pengembangan model bisnis melalui  pembinaan dalam lokakarya start up sosial serta pitching ide di Hongkong. Selanjutnya satu ide terbaik dari hasil pitching dipilih menjadi pemenang mendapatkan Grand Award Sosial Innovator 2017. Pemenang berhak memperoleh coaching dan masuk dalam keanggotaan di “House of Social Innovators” selama 1 tahun. Selain itu juga memperoleh uang pembinaan sebesar 9.020 USD.

“Mohon do’a dan dukungannya semoga kami bisa tampil secara maksimal dan mengharumkan nama Indonesia dan UGM di kancah global,” harapnya.

Usung Aplikasi COASS

Kedua mahasiswa UGM ini terpilih menjadi jawara regional Indoensia dengan mengusung ide bisnis sosial berupa pengembangan aplikasi bernama COASS. Aplikasi ini dapat menghubungkan mahasiswa profesi dokter gigi atau ko-asistensi (ko-ass) dengan pasien sesuai dengan kebutuhan dan jadwal perawatan keduanya.

“COASS merupakan platform yang mempertemukan kebutuhan perawatan dan jadwal yang sesuai antara pasien dan mahasiswa ko-ass,” jelas Silva.

Silva menyampaikan ide yang dikembangkan berawal dari keprihatinan mereka terhadap minimnya jumlah dokter gigi di Indonesia. Hingga kini jumlah dokter gigi belum mampu memenuhi kuota standar kesehatan yang ditetapkan oleh WHO. Menurut WHO rasio ideal  jumlah dokter gigi dengan penduduk yaitu 1:2.000. Sementara keberadaan dokter gigi dibandingkan dengan jumlah penduduk masih di bawah rasio ideal yakni 1:22.000.

“Jumlah dokter gigi di Indonesia jauh dari ideal. Bahkan diperparah persebarannya belum merata, 70 persen masih terpusat di Pulau Jawa ,” tutur Silva.

Sementara itu, setiap tahunnya hanya ada tambahan sekitar 600 dokter gigi yang berhasil  diluluskan oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia.  Dengan kondisi ini diproyeksikan rasio ideal baru akan tercapai pada 2030 mendatang. Salah satu faktor yang mempengaruhi lambatnya menghasilkan lulusan dokter gigi adalah adanya keterlambatan dalam pendidikan profesi. Normalnya pendidikan profesi ditempuh dalam waktu 1,5-2 tahun. Namun kenyataannya hampir 50 persen mahasiswa menempuh pendidikan profesi lebih karena berbagai faktor.

Salah satunya dikarenakan mahasiswa ko-ass kesulitan mendapatkan profil pasien yang tepat sesuai kebutuhan atau persyaratan. Tidak hanya itu, persoalan jadwal juga turut berkontribusi dalam memperlambat pendidikan profesi ini. Kesulitan yang umum dialami adalah jadwal ko-ass yang tidak tepat dengan pemeriksaan pasien karena kegiatan pasien, sementara ko-ass dibatasi waktu. Masalah lain adalah pasien tidak memiliki cukup uang sehingga ko-ass harus membayar untuk menampung pengobatan.

“Harapannya dengan aplikasi COASS ini memberikan kemudahan bagi pasien dan mahasiswa ko-ass untuk bertemu bersama-sama. Dengan begitu mahasiswa ko-ass dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu sehingga mendukung terwujdunya rasio oideal antara dokter gigi dan penduduk di Indonesia,” paparnya.

Diihubungi secara terpisah, Kasubdit Kreativitas Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan UGM, Ahmad Agus Setiawan, Ph.D., mengaku bangga atas capaian yang diraih Silva dan Arief. Keduanya telah membuktikan bahwa ide inovatif yang diusung sangat bagus dan lolos di regional Indonesia untuk maju ke level internasional di Hongkong.

“Sebuah langkah maju bagi mahasiswa kita dan sekaligus pembuka jalan tahun 2017 yang kami tetapkan sebagai  tahun internasionalisasi kreativitas mahasiswa UGM ,” ungkapnya.

Agus berharap keduanya dapat mencapai kesuksesan di final kompetisi Asia Social Innovation award 2017 mendatang. Guna menyiapkan mereka, UGM melalui Direktorat Kemahasiswaan UGM memberikan pendampingan dan pelatihan serta dukungan pembiayaan.

“Semoga tim mahasiswa ini bisa berhasil dan membanggakan bangsa dan universitas,” tuturnya. (ika/humas ugm/bpn)

Delegasi UGM Raih 3 Penghargaan Simulasi Sidang PBB di Thailand

0

BALIPORTALNEWS.COM – Delegasi mahasiswa Universitas Gadjah Mada menorehkan prestasi membanggakan dari ajang Thammasat University Model United Nation (TU-MUN) yang digelar pada 13-15 Januari lalu di Thailand. Dalam simulasi sidang PBB tersebut, delegasi UGM berhasil meraih tiga penghargaan.

Dua penghargaan sebagai best delegate sukses diraih oleh Chitito Audito dan Lentera Bintang Renjana. Lalu, Muhammad Adrian Gifariadi meraih penghargaan sebagai honorable mention. Ketiganya merupakan delegasi UGM MUN Community yang berasal dari Departemen HI FISIPOL.

Dalam simulasi sidang PBB tersebut anggota UGM MUN Community lainnya juga turut terlibat dalam komite TU-MUN. Mereka adalah Dio Hediawan Tobing, Aldi Abidin, serta Karina Larasati. Ketiganya didaulat menjadi ketua sidang dalam ajang TU-MUN.

TU-MUN merupakan salah satu model sidang PBB yang diselenggarakan di kawasan Asia. Dalam forum ini diikuti tidak kurang dari 100 peserta dari berbagai negara di dunia. Seleuruh peserta melakukan simulasi layaknya sidang PBB melakukan diplomasi, negosiasi serta mencari resolusi berbagai permasalahan bangsa-bangsa.

“Seperti Model United Nation lainnya, dalam kegiatan ini peserta melakukan simulasi sidang seperti pelaksanaan sidang di PBB. Mendiskusikan dan menyusun resolusi berbagai persoalan antar bangsa,” katanya, Rabu (28/2/2017) di UGM.

Dalam simulasi sidang ini, dikatakan Chitito, UGM mengirimkan satu delegasi yang terdiri dari tiga orang mahasiswa.  Masing-masing masuk dalam komite berbeda yaitu United Nation Development Program (UNDP), United Nations Office On Drugs and Crime (UNODC), dan Special Commite: The United Nations Human Right Council (UHNCR).

“Setiap peserta membahas isu internasional sesuai dengan komite/dewan PBB yang diikuti. Masing-masing peserta merepresentasikan negara yang diwakilinya,”jelasnya.

Saat itu Chitito masuk dalam komite UNODC mendiskusikan dua isu yaitu perdagangan manusia dan penyelundupan migran dan terorisme transnasional mewakili negara Austria. Sementara Lentera merepresentasikan negara Yaman dan masuk di komite UNDP yang membahas pencegahan perubahan iklim dan kesetaraan gender. Sedangkan Muhammad Adrian masuk komite UNHCR membahas isu pelanggaran HAM terhadap etnis minoritas Mongtangrad di Vietnam.

Dijelaskan Chitito, dalam simulasi sidang PBB itu, peserta  berdiskusi dan bernegosiasi dengan peserta lain menyampikan gagasan dan solusi terkait isu yang  tengah dibahas. Sementara penghargaan diberikan kepada peserta dengan ide yang implementatif dan dapat berdiplomasi dengan baik dalam menyusun resolusi.

“Senang sekaligus bangga tentunya, bisa mendapat penghargaan dalam ajang bergengsi ini,”ujarnya.

Keberhasilan delegasi UGM merupakan buah dari usaha dan kerja keras dalam berlatih. Selain itu juga tidak lepas dari dukungan fakultas serta universitas.

“Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus mengharumkan nama UGM dan Indonesia di kancah global,”harapnya. (ika/humas-ugm/bpn)

Ubud Writers & Readers Festival Kembali Berhasil Mempersatukan Pencinta Sastra dan Seni dari Seluruh Dunia pada Bulan Oktober Lalu

0

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Ubud Writers & Readers Festival sekali lagi dengan sukses menjadi kancah pertukaran ide, inspirasi, dan pembelajaran antara penulis dan pembaca dari Indonesia dan negara-negara lainnya pada tanggal 25-29 Oktober lalu. Mengusung tema Origins atau Asal Muasal dalam bahasa Indonesia, selama lima hari tersebut UWRF diisi oleh ratusan program yang disusun berdasarkan tema tersebut. UWRF pada tahun 2017 ini membawa 160 lebih figur-figur mengagumkan dari 30 negara di seluruh dunia untuk tampil di atas satu panggung dan berkolaborasi atas nama sastra dan seni.

Nama-nama besar dunia sastra nasional maupun internasional seperti NH. Dini, Sutardji Calzoum Bachri, Seno Gumira Ajidarma, Leila S. Chudori, Joko Pinurbo, Intan Paramaditha, Trinity, Jung Chang, Ian Rankin, Simon Winchester, Madeleine Thien, Han Yujoo, dan masih banyak lagi, tampil berdampingan dengan seniman, desainer, sutradara, penari, musisi, dan aktor seperti Pierre Coffin, Djenar Maesa Ayu, Chicco Jericho, Voice of Baceprot, Kan Lumé, Lulu Lutfi Labibi, dan Sakdiyah Ma’ruf.

UWRF juga dengan bangga mempersembahkan sebuah penghargaan Lifetime Achievement Award kepada legenda hidup sastra Indonesia, NH. Dini, pada malam Gala Opening (25/10/2017) di Puri Saren Ubud. Yang juga menjadi highlight dari UWRF 2017 adalah hadirnya 16 penulis emerging yang dipilih dari Seleksi Penulis Emerging Indonesia yang datang dari beberapa tempat di seluruh pelosok Indonesia, untuk tampil dalam sesi-sesi diskusi bersama pembicara-pembicara terkenal dunia dan meluncurkan buku Antologi 2017.

72 acara sesi diskusi atau Main Program yang diadakan di tiga venue utama UWRF, yaitu NEKA Museum, Indus Restaurant, dan Taman Baca selalu ramai dihadiri pengunjung yang ingin mendengar diskusi-diskusi mendalam seperti di sesi Beyond the Front Page yang menghadirkan jurnalis-jurnalis top Asia untuk mendiskusikan isu-isu global terkini. Di sesi Moving Images bersama beberapa pembuat film, penggalian kisah di balik layar dimulai dengan bahasan mengenai pesan yang ingin disampaikan kepada penonton. Serta masih banyak lagi sesi menginspirasi lainnya.

Setiap harinya para pencinta sastra dan seni tersebut terus memenuhi lokasi-lokasi tempat diselenggarakannya 200 program UWRF yang terdiri dari sesi-sesi diskusi, workshop, Special Event, pemutaran film, panggung musik, pembacaan puisi, dan program pengembangan karir Emerging Voices yang tersebar di beberapa tempat di Ubud. Tak ada satupun dari mereka yang terlihat mengkhawatirkan status Gunung Agung yang sedang Awas. Festival tetap berjalan lancar dan berhasil mengundang 25,000 lebih pengunjung, banyak dari mereka adalah turis yang untuk pertama kalinya mengunjungi Bali.

Dari data yang dikumpulkan tim UWRF, saat penyelenggaraan festival, termasuk kehadiran penulis mancanegara dan pencinta sastra dalam dan luar negeri, telah berkontribusi senilai IDR10,350,000,000 yang dikeluarkan oleh para pengunjung selama enam hari untuk biaya akomodasi di banyak penginapan, transportasi, restauran, spa, yoga, souvenir, museum, galeri, dan acara budaya di sekitar Ubud dan Bali. Ini adalah sebuah kontribusi dalam menggerakan ekonomi lokal, terutama di bidang pariwisata.

Jumlah tersebut tentunya sangat membanggakan dan sesuai dengan misi organisasi nirlaba yang menaungi UWRF, Yayasan Mudra Swari Saraswati, yaitu untuk memperkaya kehidupan masyarakat lokal melalui program-program seni dan budaya. Dari data tersebut juga tercatat bahwa 96% pengunjung yang hadir akan datang kembali untuk UWRF 2018.

Di acara penggalangan dana yang digelar di Museum Blanco pada tanggal 26 Oktober lalu, berhasil terkumpul dana sebesar IDR15,000,000, yang selanjutnya akan diserahkan kepada Kopernik, sebuah organisasi nirlaba di Ubud, yang akan diteruskan kepada masyarakat di daerah-daerah sekitar Gunung Agung yang terkena dampak aktifitas vulkanik. Malam penggalangan dana ini menghadirkan grup Papermoon Puppet Theater dan grup tari yang diketuai oleh Eko Supriyanto, koreografer asal Indonesia yang berkiprah di panggung internasional. Setiap pengunjung yang hadir dikenakan biaya sebesar IDR100,000 sebagai bentuk donasi.

“Kendati persiapan UWRF dibayangi oleh ketakutan akan aktifitas vulkanik Gunung Agung, kami tetap bertekad untuk terus mendukung masyarakat Bali, yang mana adalah asal muasal terselenggaranya festival ini sendiri,” ujar Janet DeNeefe. “UWRF lahir sebagai bentuk pemulihan dari sebuah tragedi, dan UWRF tahun ini adalah bukti bahwa selama 14 tahun penyelenggaraannya, UWRF terus bertahan dan berkembang dari tahun ke tahunnya.”

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua penulis dan pembaca yang telah membantu keberhasilan UWRF tahun ini, baik di komunitas sastra dan seni maupun industri pariwisata Pulau Bali. Dari data yang tercatat tahun ini, hampir semua pengunjung ingin kembali lagi tahun depan dan kami juga sudah tidak sabar untuk kembali membawakan sebuah perhelatan sastra dan seni yang selalu ditunggu-tunggu ini pada tahun 2018.” ujar Founder & Director UWRF, Janet DeNeefe.

Ubud Writers & Readers Festival dijadwalkan untuk kembali lagi di tahun 2018 pada tanggal 24 hingga 28 Oktober. Tema UWRF 2017 akan diumumkan di www.ubudwritersfestival.com pada awal tahun depan. (r/bp)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Gubernur Pastika Terima Kunjungan Kepala Staf AL India

0

BALIPORTALNEWS.COMIndia dan Bali memiliki hubungan yang sangat erat dan istimewa karena latar belakang masyarakat keduanya yang memeluk agama Hindu . Dan hubungan tersebut kedepannya diharapkan akan menjadi semakin terbangun sehingga mampu memberikan manfaat yang optimal bagi keduanya. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menerima Kunjungan Kepala Staf Angkatan Laut India, Sunil Lanba, di ruang kerja Gubernur, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (12/8/2016).

Pastika mengatakan saat ini Bali telah menjadi salah satu destinasi  wisatawan dari India, begitu juga sebalikanya wisatawan Bali banyak yang melakukan tirta yatra ke India sehingga banyak biro perjalanan di Bali yang menyediakan paket jasa wisata ke India. “Saya sudah dua kali kesana, dan kedua – duanya adalah tirta yatra, mungkin lain waktu saya akan kesana kembali dengan tujuan yang berbeda,” tuturnya.

Bukan hanya itu, menurut Pastika saat ini juga ada siswa – siswa dari Bali yang belajar di India, mengingat India sangat maju dalam bidang teknologi.  Ke depan Pastika juga mengharapkan dapat terjalin hubungan yang erat di bidang keamanan khususnya wilayah perairan sehingga mampu untuk menciptakan rasa aman yang nantinya akan berimbas kepada rasa nyaman dari para wisatawan saat berkunjung ke Bali.

“Semoga Angkatan Laut kita juga bisa bekerja sama dengan baik sehingga mampu menjaga dan memberikan keamanan di wilayah perairan kita,” tegas Pastika.

Sementara itu Kepala Staf Angkatan Laut India laksamana Sunil Lanba mengaku sangat berterima kasih atas sambutan hangat Gubernur Pastika. Ia juga menjelaskan bahwa kunjungannya tersebut dimaksudkan untuk bersilahturahmi mengingat dirinya juga pernah mengunjungi Bali pada tahun 1981 sekaligus sebagai perkenalan dirinya sebagai KSAL India yang baru saja dilantik pada 31 Mei 2016 lalu.

Lebih lanjut disampaikan Sunil, ia juga menyambut baik kerja sama yang selama ini sudah berjalan baik selama ini antara Angkatan Laut kedua negara. Menurutnya hubungan kerja sama antara angkatan laut Indonesia dan India hingga saat ini telah terjalin dengan baik.

Adapun kerja sama yang dilaksanakan antara kedua negara meliputi bidang operasi dan latihan, pendidikan dan pelatihan serta kegiatan pertukaran intelijen seperti Forum Navy to Navy Talks (NTNT), kegiatan Western Pacific Naval Symposium (WPNS) Workshop tahun 2016.Selain itu, kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo di Padang, Port Visit dan Passex(operasi perdamaian), Operasi patroli koordinasi india-indonesia (Patkor Indindo) sejak tahun 2002 serta Bidang  Information Exchange (Pertukaran Informasi tentang Hidrografi).

Pada kesempatanitu turut mendampingi Pastika Kepala Dinas Pariwisata Anak Agung Yuniarta dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik Perlindungan Masyarakat Provinsi BalI Putu Gede Jaya Suartama

Sumber : Humas Pemprov Bali