22.6 C
Denpasar
Senin, 19 November 2018

Mahasiswa UGM Berpartisipasi Dalam Simulasi Sidang PBB di Skotlandia

BALIPORTALNEWS.COM – Angelo Abil Wijaya, mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional FISIPOL UGM berkesempatan mengikuti simulasi sidang PBB Model European Union Scotland yang berlangsung pada 19-24 Oktober 2017 di kota Glasgow dan Edinburgh, Skotlandia.

“Bangga bisa mengikuti simulasi sidang Uni Eropa ini. Banyak pelajaran yang saya peroleh terutama terkait proses pembuatan keputusan dalam penyusunan kebijakan baru di Uni Eropa,” paparnya, Jum’at (17/11/2017).

Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 mahasiswa dari berbagai negara di Eropa seperti Belanda, Belgium, Italia, Jerman, Perancis, dan Portugal. Sementara Angelo merupakan satu-satunya mahasiswa Indonesia yang turut serta dalam simulasi sidang Uni Eropa ini.

Model European Union Scotland diselenggarakan oleh pemuda Eropa di Glasgow yang bekerjasama dengan European Union Commission Representative in the United Kingdom. Pada konferensi tersebut membahas dua persoalan utama tentang Common Fisheries Policy dan Medium Combustion Plant.

Angelo menjelaskan bahwa kegiatan yang diikutinya ini memiliki format yang sangat berbeda dengan konferensi di Asia pada umumnya. Dalam konferensi ini dia pun banyak mempelajari perbedaan umum yang terdapat di Eropa.

“Dalam konferensi ini, peserta diharapkan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan setelah negosiasi dengan berbagai aktor politik,”jelas Angelo yang sedang melakukan pertukaran pelajar di University of Glasgow, Inggris Raya ini.

Di sela-sela konferensi ini, lanjutnya, para peserta diberikan kesempatan untuk mengunjungi Parlemen Skotlandia untuk bertemu dengan Menteri Skotlandia Alasdair Alan. Para peserta juga diberikan waktu untuk berdialog dengan Menteri Alasdair Alan. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Rai Mantra Buka Sanur International Kite Festival 2017

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawiaya Mantra membuka Sanur International Kite Festival (SIKF) 2017, ditandai dengan menaikan layangan naga serta memberi penghargaan kepada sesepuh pelayang Indonesia pada Sabtu (5/8/2017) di Pantai Mertasari Sanur.

Sejak pagi hari antusias para peserta SIKF tampak memadati Pantai Mertasari Sanur. Walaupun cuaca sedikit panas, namun tidak mempengaruhi antusias para peserta yang terdiri dari 64 peserta dari 19 negara dan 58 peserta dari berbagai kota di Indonesia dalam memainkan layangan. Gemuruh sorak-sorak rare angon (pencinta layangan) dari mancanegara ini di tambah lantunan gambelan Baleganjur yang tak pernah putus terus mengiring para peserta international kite festival ini.

Ratusan jenis layang-layang  tampil pada event tersebut. Selain menampilkan layang-layang tradisional bebean, pecukan dan janggan, festival ini juga menghadirkan layang-layang kreatif dan kontemporer. Setiap peserta menampilkan lebih dari satu jenis layang-layang kreasi dengan berbagai bentuk, bermacam bahan dan berbagai ukuran pada event yang akan diselenggarakan hingga Senin (7/8) mendatang.

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung berbagai kreativitas di Kota Denpasar seperti Event Sanur Village Festival yang dirangkai dengan berbagai kegiatan, dalam hal ini salah satunya adalah Sanur International Kite Festival yang secara rutin diadakan setiap tahun. Selain mendukung pelestarian kebudayaan memainkan layang- layang juga berdampak ekonomis, apalagi event ini bisa mendatangkan rare angon mancanegara”, ungkap Rai Mantra saat di temui disela-sela kegiatan.

Rai Mantra mengatakan, Kegiatan seperti ini harus terus dikembangkan dan dipertahankan sebagai suatu wadah dalam bentuk penguatan kebudayaan itu sendiri. Layang-layang merupakan atraksi budaya yang sudah ada sejak dahulu. Diharapkan, kegiatan ini terus terjaga di tangan anak-anak muda yang kreatif .

Ketua Panitia SIKF 2017 Kadek Dwi Armika mengatakan, festival ini merupakan bagian dari Sanur Village Festival yang memadukan seni, aerodinamika, budaya, termasuk filosofi, sejarah dan imaji inovatif. Khusus untuk pementasan wayang di angkasa akan digelar pada Minggu (5/8) pukul 18.30 hingga pukul 20.30 Wita, dengan tema “Bhinneka Tunggal Ika”, yang juga merupakan semboyan NKRI yang diambil dari Kekawin Sutasoma karya Mpu Tantular. Tema yang sarat filosofi ini diterjemahkan para kreator layang-layang dalam berbagai figur dari pewayangan.

 “Kali ini kami menyuguhkan sesi wayang di angkasa yang melibatkan pesinden dan dalang yang menggunakan berbagai bahasa, dilengkapi gamelan dan tata lampu yang spektakuler,” kata Dwi Armika.

Dwi Armika menjelaskan, tema ini masih relevan dengan isu kekinian yang diharapkan bisa menggugah kembali betapa penting persatuan dan kerukunan di antara keragaman suku, adat, agama dan budaya kita. “Ini akan menjadi isu positif yang bisa diwartakan peserta internasional ke seluruh penjuru dunia,” katanya.

Ketua Panitia Sanur Village Festival (SVF) Ida Bagus Gede Sidharta Putra berharap, acara ini mampu memunculkan gagasan baru dalam rangka mengembangkan kreasi layang-layang untuk menunjang industri ekonomi kreatif. Selain membantu kepariwisataan, pasti akan mendorong pertumbuhan ekonomi setempat.“Layang-layang bisa jadi oleh-oleh atau untuk dikoleksi, ini tantangan bagi para kreator,” katanya.

Sementara salah satu peserta SIKF, Sari Majid (Indonesia) dan Gerrad Cletment (Perancis) mengatakan event ini sangat bagus dan sangat menarik untuk kami para pencita layangan, hanya di Bali satu-satunya event layangan terbesar di dunia . “Event ini  tidak terlepas dari dukungan dari Pemkot Denpasar dalam memberikan wadah untuk pencinta layangan dalam berkreativitas. Kegiatan ini juga sebagai ajang rekreasi untuk pencinta layangan di macanegara yang memang harus terus dikembangkan dan dipertahankan sebagai suatu wadah dalam bentuk penguataan kebudayaan”, ujarnya sembari berteriak one sky one earth one family. (eka/humads-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Konferensi Internasional Geoinformasi

BALIPORTALNEWS.COM – Mahasiswa Fakultas Geografi UGM, Risky Yanuar Setiyono, berhasil meraih penghargaan sebagai The Best Presenter pada kategori mahasiswa dalam konferensi dunia The 5th Geoinfromation Science Symposium 2017 di University Club UGM pada 27-28 September 2017 lalu.

Risky mengaku bangga dapat terpilih sebagai presenter terbaik dalam konferensi bergengsi tersebut. Dia tidak menyangka bisa mengalahkan puluhan presenter lain yang berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama di Asia.

“Senang, tidak menyangka bisa jadi best presenter, padahal yang ikut kebanyakan mahasiswa pascasarjana,” katanya, Jum’at (3/11/2017) di Kampus UGM.

Penghargaan tersebut berhasil diraih Risky dengan mengajukan karya tulis terkait upaya pemetaan kepadatan lahan terbangun dengan pemanfaatan teknologi penginderaan jauh berjudul ” Spatiotemporal Built-up Land Density Mapping using Various Spectral Indices in Landsat-7 ETM+ and Landsat-8 OLI/TIRS”.  Karya tulis diajukan bersama dengan rekannya Aulia Yogi Hastuti di bawah bimbingan Dr. Prima Widayani.

Melalui pendekatan penginderaan jauh dapat meningkatkan efisinesi waktu, biaya, dan tenaga dalam melakukan pemetaan kepadatan lahan terbangun.

“Metod ini belum banyak diaplikasikan di Indonesia. Kebanyakan memakai metode konvensional dengan interpretasi visual,”jelasnya.

Konferensi ini diikuti ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara di kawasan Asia seperti Australia, Jepang, dan Indonesia. Diselenggarakan oleh Fakultas Geografi UGM bekerjasama dengan Badan Infromasi Geospasial dan Ikatan Geograf Indonesia. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Indonesia International Motorshow 2017 Gandeng Indonesia Automodified (IAM) MBtech!

BALIPORTALNEWS.COM – Kehadiran industri purnajual tidak dapat dilepaskan dari dunia otomotif sebagai salah satu cara bagi konsumen untuk melakukan personalisasi dan modifikasi pada kendaraan. Menyadari hal tersebut, salah satu gelaran otomotif terakbar di Indonesia, Indonesia International Motorshow (IIMS) menggandeng IAM MBtech untuk menyelenggarakan Super Special Series (SSS) di Hall B1-B4 JIExpo Kemayoran, 27 April hingga 07 Mei 2017.

“Sebetulnya ini bukan kali pertama kami bekerjasama dengan Dyandra Promosindo dan IIMS, karena di tahun 2001 s/d 2003 lalu kami juga pernah berkolaborasi menyelenggarakan beberapa event otomotif” ujar Reza Aliwarga, CEO PT. HIN Promosindo sebagai penyelenggara IAM.

Sinergi IAM dengan IIMS diharapkan dapat menjadikan gelaran akbar yang diadakan setiap tahun ini menjadi lebih berwarna dan beragam, karena di area seluas lebih dari 1.500 meter persegi, IAM akan menampilkan puluhan mobil yang telah dimodifikasi maupun dipersonalisasi dalam beragam aliran, mulai dari stance/fitment, street racing, racing, off-road, VIP, elegant, classic, retro, performance, exotics, hingga extreme, dan masih banyak lagi.

Sebagai barometer seri pameran dan kompetisi mobil modifikasi di Indonesia saat ini, kehadiran IAM MBtech beserta puluhan mobil modifikasi tersebut juga diharapkan mampu memberi referensi bagi para pemilik mobil dalam melakukan personalisasi dan modifikasi kendaraannya.

“Kini adalah era sinergi bagi berbagai aspek industri otomotif di Indonesia, karena kita lihat di Amerika Serikat ada SEMA Show, Autosalon di Jepang, maupun gelaran-gelaran serupa Eropa, itu adalah mimpi kita, dan ini saatnya bagi kita untuk mulai mewujudkannya” harap Hendra Noor Saleh, Direktur PT. Dyandra Promosindo selaku penyelenggara IIMS.

Perhelatan IAM MBtech IIMS Super Special Series kali ini diikuti mobil-mobil modifikasi yang tidak hanya berasal dari Jakarta, Bogor, Tangerang, dan sekitarnya, namun juga berbagai kota lain di tanah air seperti Jogjakarta, Solo, Semarang, Lampung, hingga Surabaya, yang merupakan modifikator perorangan maupun yang tergabung dalam klub/komunitas modifikasi seperti Revenge, RMobil, Catalunya, BJG, Auto De Vie, ASalvo, HKS Sky, GS Motor, Firstclass, SNS, Yoong Motor, Kupu-Kupu Malam, BD Project, dan lain-lain.

Selain para modifikator, IAM MBtech IIMS Super Special Series juga mendapat dukungan penuh dari berbagai perusahaan otomotif dan lifestyle diantaranya MBtech, Astra Daihatsu Motor, Autovision, Teckwrap, Go International, Dice Sticker, Verve, Jakmodfest, dan lain-lain.

Selain memamerkan mobil-mobil modifikasi terbaik maupun produk-produk aftermarket otomotif di tiap serinya, kompetisi modifikasi yang tahun ini memperebutkan lebih dari 150 awards bergengsi tetap menjadi urat nadi IAM di IIMS.

Untuk menjaga kenetralan serta kredibilitas penjurian dari ratusan event yang diselenggarakan HIN Promosindo yang telah terbentuk baik selama ini, pihak penyelenggara akan kembali mendatangkan international independent judges dari Singapura, Malaysia, maupun Indonesia. Penilaian atas modifikasi dilihat dari 7 sektor yang meliputi Exterior, Paint, Engine, Undercarriage, Interior, Car Audio&Video, serta Overall Presentation.

Selanjutnya, mobil-mobil yang berhasil meraih awards akan meraih poin ELITE, yang merupakan pengumpulan poin bersistem klasemen (championship). Poin ELITE bersifat akumulatif dari 20 seri penyelenggaraan IAM MBtech 2017 di Indonesia, untuk memperebutkan hadiah berupa uang tunai Rupiah senilai equivalen USD1 untuk tiap poin yang dikumpulkan. Selain dapat ditukarkan menjadi USD, Elite point yang berhasil dikumpulkan peserta juga dapat ditukarkan menjadi berbagai merchandise / produk menarik.

Sebagai ilustrasi, dalam satu seri penyelenggaraan, sebuah mobil yang memiliki modifikasi ekstensif dapat mengumpulkan ratusan poin HIN ELITE, sehingga bila diakumulasikan, dapat terkumpul ribuan poin senilai puluhan bahkan ratusan juta Rupiah di putaran final IAM MBtech 2017 yang akan berlangsung di Jakarta pada akhir tahun.

Disamping kompetisi utama tersebut, produsen kulit sintetis MBtech juga akan menggelar MBTECH AWARDS – The Best Car’s Interior yang akan memilih 3 interior peserta terbaik yang menggunakan jok kulit sintetis merek MBtech, juga merek automotive lighting Autovision yang akan mengadakan AUTOVISION AUTOLIGHTUP 2017 untuk memilih 2 mobil dengan modifikasi pencahayaan yang menggunakan produk Autovision terbaik di tiap seri penyelenggaraan IAM MBtech 2017.

Selain itu, Jakarta Modification Festival (JAKMODFEST): Converge, juga akan memilih Top10 Award alias sepuluh mobil terbaik yang dianggap memiliki modifikasi dengan kualitas terbaik, terekstensif, paling menarik, maupun ter-up-to-date, setiap hari selama penyelenggaraan IIMS.

Spesial dalam rangkaian perayaan 110 tahun Daihatsu, pada seluruh penyelenggaraan event IAM MBtech 2017 juga akan diselenggarakan kompetisi satu merek Daihatsu Dress-up Challenge (DDC). Kompetisi DDC terbuka untuk semua mobil Daihatsu yang dikeluarkan oleh Astra Daihatsu Motor, alias tidak dibatasi jenis maupun tahun pembuatannya, untuk memilih 5 mobil Daihatsu dengan modifikasi terbaik dan paling ekstensif di tiap kota penyelenggaraan IAM MBtech 2017.

Selain total hadiah hingga 160 juta Rupiah hingga putaran final, mekanisme ini sekaligus menjadikan Daihatsu Dress-up Challenge sebagai kompetisi satu merek terbesar yang pernah diselenggarakan di Indonesia.

Seri IAM MBtech 2017 akan diselenggarakan di:

  1. Surabaya, Tunjungan Plaza, 18-19 Maret 2017
  2. Lombok, Lombok Epicentrum Mall, 25-26 Maret 2017
  3. Kediri, Insumo Palace, 1-2 April 2017
  4. Jakarta (IIMS Super Special Series), JIExpo Kemayoran, 27 April-7 Mei 2017
  5. Jogjakarta, Jogja Expo Center, 13-14 Mei 2017
  6. Cirebon, Living Plaza, 20-21 Mei 2017
  7. Medan, Palladium Mall, 15-16 Juli 2017
  8. Batam, Mega Mall Batam, 22-23 Juli 2017
  9. Bali, Lippo Mall Kuta, 29-30 Juli 2017
  10. Malang, MX Mall, 5-6 Agustus 2017
  11. Balikpapan, Plaza Balikpapan, 26-27 Agustus 2017
  12. Bandung, Sasana Budaya Ganesha, 2-3 September 2017
  13. Semarang, Majesty Convention Hall, 9-10 September 2017
  14. Lampung, Graha Wangsa, 23-24 September 2017
  15. Palembang, 30 September – 1 Oktober 2017*
  16. Solo, Paragon Mall, 7-8 Oktober 2017
  17. Manado, Mega Trade Center, 21-22 Oktober 2017
  18. Makassar, Celebes Convention Center, 28-29 Oktober 2017
  19. Padang, 4-5 November 2017*
  20. Jakarta, Ecovention Ancol, 25-26 November 2017

(r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Film-film Juara Festival Sinema Kedubes Australia Ditayangkan Di Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI 2018) hadir kembali bulan ini dengan judul-judul juara dari Australia dan film-film baru karya sineas Indonesia yang baru muncul.

Untuk pertama kalinya, FSAI akan diselenggarakan secara serentak di Jakarta, Surabaya, Makassar dan Denpasar, dari tanggal 25-28 Januari.

Di Denpasar, Festival akan diselenggarakan dari hari Jumat, 26 Januari sampai Minggu, 28 Januari 2018 di Bioskop Level 21, Jalan Teuku Umar dan akan dibuka dengan pemutaran film drama remaja Australia Rip Tide, yang bercerita tentang berselancar, asmara dan pengambilan keputusan hidup.  Sutradara Australia  Rhiannon Bannenberg, akan bergabung di Bali untuk menghadirkan film ini yang menampilkan bintang Disney Debby Ryan.

Penulis dan aktor Australia, Osamah Sami juga akan bergabung di Bali untuk menghadiri pemutaran film yang dibintanginya, Ali’s Wedding, sebuah drama-komedi tentang seorang pria Muslim Australia yang terjebak antara kewajiban pada keluarga dan mengikuti kata hatinya.

Film-film Australia lain yang akan tampil di Bali termasuk Killing Ground, Red Dog: True Blue dan Dance Academy. Akan diputar pula sebuah film yang diadaptasi dari buku karya alumnus Australia. Melbourne Rewind.

Enam film pendek Indonesia yang telah diseleksi sebagai finalis kompetisi film pendek juga akan ditayangkan pada hari Sabtu, 27 Januari 2018. Pemirsa Festival akan memiliki kesempatan untuk memilih pemenang category “People’s Choise”. Panel Juri akan memilih pemenang kompetisi yang akan mendapat kesempatan mengunjungi Melbourne International Film Festival di bulan Agustus tahun ini.

“Film adalah medium yang sangat bagus bagi dua negara kita untuk saling belajar dan kami bangga bisa menayangkan, bukan hanya film-film Australia, tetapi juga karya-karya alumni Australia dari Indonesia yang berprestasi,” kata Konsul-Jenderal Australia di Bali, Helena Studdert.

“Kami senang bisa mendukung pengembangan sineas-sineas yang baru muncul melalui kompetisi film pendek kami. Selamat kepada para finalis dan semoga sukses.” (r/bpn)

Ali Adriansyah Rusmiputro Menutup Musim Dengan Tambahan Poin

BALIPORTALNEWS.COM – Sirkuit Jerez, Spanyol menjadi putaran pamungkas gelaran World Super Sport 300 (WSSP 300) musim balap 2017. Di laga terakhir itu, Ali Adriansyah Rusmiputro berhasil menutupnya dengan perolehan poin.

Di Jerez, penampilan pebalap kelahiran Jakarta 24 tahun silam itu sudah terlihat apik sejak sesi Free Practice 1. Ali Adriansyah mampu bertengger di posisi 4 dengan raihan 1 menit 56,687 detik. Catatan waktu itu pula yang membuatnya mampu menembus Superpole 2 setelah masuk Top 10 pebalap yang berhak melaju ke babak kualifikasi terakhir tersebut. Dengan catatan 1:56,940 di Superpole 2, akhirnya Ali Adrian start dari posisi 9 saat balapan.

Sejak awal musim, WSSP 300 memang menghadirkan persaingan yang begitu ketat.  “Saya suka ajang ini, karena semua benar benar menjadi misteri sampai tikungan terakhir,” demikian pebalap Pertamina Almeria Racing Team ini menyebutnya.

Begitu juga di putaran pamungkas ini, bahkan lebih ketat, Ali Adriansyah beberapa kali bersenggolan dengan pebalap lain dan sempat dua kali keluar lintasan akibat senggolan terebut.

Race kali ini saya mengalami banyak contact ditambah posisi saya yang berada di luar line membuat saya harus keluar lintasan beberapa kali. Dalam 2 lap saya kehilangan 6 detik,” ucap pebalap yang didukung PT Pertamina (Persero) itu.

Kehilangan banyak waktu membuat Adrian sempat melorot ke posisi 20. Ia kembali mencoba merebut posisi, namun ia lagi-lagi harus kehilangan waktu akibat senggolan dengan pebalap lain. Kendati demikian, janji Adrian untuk berusaha maksimal push habis-habisan mampu ia buktikan. Perlahan ia merangsek ke depan dan berhasil finis di posisi 11 dengan membawa pulang 5 poin tambahan. “Saya sudah melakukan yang maksimal,” tegasnya.

Ali Adriansyah mengakui bahwa pencapaian yang ia raih di putaran terakhir itu tak lepas dari pengalamannya menjajal Sirkuit Jerez juga kondisi tunggangannya, Yamaha YZF-R3, yang cukup bagus. “Saya sudah mengenali sirkuit sebelum putaran di Jerez berlangsung. Performa motor juga mendukung,” tuturnya. Dengan tambahan 5 poin, Ali Adriansyah Rusmiputro berhasil mengumpulkan 21 poin dan berada di peringkat 18 klasemen 2017.

Menurut Ali Adriansyah tahun pertamanya di WSSP 300 memang diwarnai beberapa kendala, namun ia tidak mau menyalahkan keadaan. “Kendala akan selalu ada, tapi bagaimana kita mengaturnya untuk bisa survive dan melakukan yang terbaik,” ungkapnya.

Ia sendiri menyadari bahwa untuk bisa meraih hasil bagus dengan kontinyu bukanlah perkara mudah. “Saya menyadari masih banyak kekurangan tapi saya tidak mau menjadikan hal itu sebagai alasan. Saya akan berlatih lebih keras dan sekarang sudah tahu ke arah mana saya akan bekerja dan akan kembali lebih kuat.” (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Babak Final Australian Super Model of the Year Finals Diselenggarakan di Hotel Puri Santrian, Bali

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Suguhan terbaik dari model-model asal Australia akan dinikmati dan dirayakan pada ajang bergengsi “Australian Super Model of the Year Finals”, dengan acara makan malam di Bali yang diadakan di salah satu hotel terbaik di kawasan Sanur, Puri Santrian Resort Hotel pada tanggal 8 Februari 2018.

Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, lomba kecantikan ini mampu menarik wanita-wanita berbakat dari seluruh pelosok Australia. Babak final acara ini akan membawa para finalis untuk berkunjung ke Bali, dimana penilaian akhir akan dilakukan oleh model papan atas dan juri dari semua penjuru dunia.

Para wanita ini semuanya berharap untuk bisa merebut mahkota kebanggaan sebagai Australian Supermodel of the Year. Kontes ini menjaring model-model yang memiliki wajah unik, kecintaan pada karir sebagai model, dan semangat untuk memperkaya pengalaman hidup mereka.

“Kami sangat bangga bisa menyertakan budaya Bali yang mengagumkan melalui even ini dan Puri Santrian adalah Hotel yang selaras dengan tujuan kami, karena Hotel ini sangat mencerminkan budaya Bali asli,” ungkap Jess Davis, pelaksana kontes tahunan ini. Babak final juga akan menampilkan peragaan busana dari desainer Indonesia yakni Ali Charisma dan Nico Nico Swimwear, DJ dan water drum.

Tiket untuk kontes kecantikan ini bisa diperoleh dari harga IDR 900K net termasuk free flow cocktails, dan makan malam prasmanan. Untuk pembelian, hubungi Puri Santrian di e-mail sales@santrian.com. Untuk paket kamar silakan cek www.santrian.com/puri, dengan promo code: OZSM. Lebih jauh tentang event lihat http://www.supermodeloftheyear.com/. (r/bpn)

Rasayana, Robot Terbang UGM Penakluk Langit Turki 

BALIPORTALNEWS.COM – Rasa panik menyelimuti tim Gamaforce UGM tatkala mengetahui salah satu komponen utama penyusun pesawat tanpa awak yang dirakit mengalami kerusakan yang tergolong berat. Padahal, dalam 48 jam kedepan pesawat tersebut harus segera berlaga dalam ajang Unamenned Aerial Vehicle (UAV) 2017 di Turkish Aircraft Industries Corporation (TUSAS) di Kahramankazan, Ankara, Turki.

Pesawat tanpa awak rakitan mahasiswa UGM yang diberi nama Rasayana saat itu akan bertanding dalam kompetisi pesawat tanpa awak internasional pada 13-16 Juli 2017. Rasayana berhasil lolos ke babak final setelah sebelumnya bersaing dengan 400 tim lain sehingga menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia untuk beradu dengan 96 robot terbang tangguh lainnya di Turki.

 “Sampai Turki tanggal 11, saat tiba di hotel dan bongkar muatan, baru kita tahu kalau odroid mini PC rusak saat perjalanan dalam pesawat ke Turki. Padahal, harus bertanding 2 hari berikutnya,” kata Ketua tim Gamaforce, Rifyal Garda Prabowo, kepada wartawan, Kamis (20/7/2017) di Gedung Pusat UGM.

Ipal, sapaan akrab Rifyal Garda, mengungkapkan timnya berjuang keras dan memutar otak untuk mencari solusi persoalan tersebut. Bahkan, mengorbankan waktu tidak tidur agar pesawat ini bisa berhasil terbang dalam perlombaan. Sungguh situasi yang sangat menguras pikiran dan tenaga. Namun, perjuangan tersebut tidak sia-sia, akhirnya kerusakan bisa teratasi.

Hasil tidak pernah mengkhianati usaha. Pepatah tersebut tepat menggambarkan perjuangan yang dilakukan tim Gamaforce. Setelah melalui serangkaian proses yang panjang dan menemui berbagai rintangan, akhirnya Rasayana sukses menaklukan langit Turki. Pesawat ini dinobatkan sebagai juara tiga dalam kompetisi bergengsi ini.

“Menegangkan saat final perebutan juara 3. Ketika menerbangkan pesawat kami mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada sebagai pemacu semangat meraih keberhasilan,” ujarnya.

Tim Gamaforce terdiri dari 9 mahasiswa yang berasal dari Fakultas Teknik dan FMIPA. Mereka adalah Umar Fadhil Ramadhjan, Ahmad Izudin, M. Syahrul Ramadhan R.W., Ardi Puspa Kartika, Rifyal Garda P., Riarsari Meirani U., Anindityo Agung B., Riswandha Latu D., serta Faricha Hidayati. Dibimbing oleh Dr. Gesang Nugroho, S.T., M.T., dan Aufaclav Zatu Kusuma Frisky, S.Si., M.Sc.

Ipal menyebutkan Rasayana memiliki spesifikasi panjang 1,2 meter, bentang sayap 2 meter dan bobot 3 kg. Dibuat dari material komposit sehingga kokoh dan kuat saat terbang. Meskipun kala itu berlomba dalam kondisi angin kencang, pesawat ini dapat terbang menyelesaikan misi.

“Saat itu angin cukup kencang dengan kecepatan 13 knots,”ungkapnya.

Pesawat ini juga memiliki keunggulan mampu terbang rendah dengan kecepatan rendah. Terbang dalam ketinggian 40 meter dan kecepatan 12 meter/detik dalam waktu 7-10 menit menyelesaikan misi. Pada kontes itu, pesawat tanpa awak ini dituntut dapat terbang rendah sekaligus dengan kecepatan rendah menbaca citra dalam suatu matrik di arena perlombaan.

“Sebenarnya pesawat ini mampu terbang hingga 100 kilometer dan kuat terbang selama 100 menit. Hanya saja di kompetisi ini pesawat harus terbang rendah dengan kecepatan rendah agar bisa membaca warna dari matrik di bawahnya,” urainya.

Dosen pembimbing tim Gamaforce, Dr. Gesang Nugroho, S.T., M.T., menuturkan prestasi yang diraih membuktikan bahwa UGM memiliki kemampuan yang sejajar dengan negara-negara maju lainnya. Teknologi yang dikembangkan mampu bersaing dengan negara lainnya.

Dia berharap kedepan pemerintah memberikan dukungan dalam pengembangan pesawat ini. Dengan begitu, pesawat tanpa awak ini dapat segera diaplikasikan untuk pemetaan dan foto udara serta monitoring suatu kawasan. (ika/humas-ugm/ika; foto:firsto)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Ubud Writers & Readers Festival Kembali Berhasil Mempersatukan Pencinta Sastra dan Seni dari Seluruh Dunia pada Bulan Oktober Lalu

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Ubud Writers & Readers Festival sekali lagi dengan sukses menjadi kancah pertukaran ide, inspirasi, dan pembelajaran antara penulis dan pembaca dari Indonesia dan negara-negara lainnya pada tanggal 25-29 Oktober lalu. Mengusung tema Origins atau Asal Muasal dalam bahasa Indonesia, selama lima hari tersebut UWRF diisi oleh ratusan program yang disusun berdasarkan tema tersebut. UWRF pada tahun 2017 ini membawa 160 lebih figur-figur mengagumkan dari 30 negara di seluruh dunia untuk tampil di atas satu panggung dan berkolaborasi atas nama sastra dan seni.

Nama-nama besar dunia sastra nasional maupun internasional seperti NH. Dini, Sutardji Calzoum Bachri, Seno Gumira Ajidarma, Leila S. Chudori, Joko Pinurbo, Intan Paramaditha, Trinity, Jung Chang, Ian Rankin, Simon Winchester, Madeleine Thien, Han Yujoo, dan masih banyak lagi, tampil berdampingan dengan seniman, desainer, sutradara, penari, musisi, dan aktor seperti Pierre Coffin, Djenar Maesa Ayu, Chicco Jericho, Voice of Baceprot, Kan Lumé, Lulu Lutfi Labibi, dan Sakdiyah Ma’ruf.

UWRF juga dengan bangga mempersembahkan sebuah penghargaan Lifetime Achievement Award kepada legenda hidup sastra Indonesia, NH. Dini, pada malam Gala Opening (25/10/2017) di Puri Saren Ubud. Yang juga menjadi highlight dari UWRF 2017 adalah hadirnya 16 penulis emerging yang dipilih dari Seleksi Penulis Emerging Indonesia yang datang dari beberapa tempat di seluruh pelosok Indonesia, untuk tampil dalam sesi-sesi diskusi bersama pembicara-pembicara terkenal dunia dan meluncurkan buku Antologi 2017.

72 acara sesi diskusi atau Main Program yang diadakan di tiga venue utama UWRF, yaitu NEKA Museum, Indus Restaurant, dan Taman Baca selalu ramai dihadiri pengunjung yang ingin mendengar diskusi-diskusi mendalam seperti di sesi Beyond the Front Page yang menghadirkan jurnalis-jurnalis top Asia untuk mendiskusikan isu-isu global terkini. Di sesi Moving Images bersama beberapa pembuat film, penggalian kisah di balik layar dimulai dengan bahasan mengenai pesan yang ingin disampaikan kepada penonton. Serta masih banyak lagi sesi menginspirasi lainnya.

Setiap harinya para pencinta sastra dan seni tersebut terus memenuhi lokasi-lokasi tempat diselenggarakannya 200 program UWRF yang terdiri dari sesi-sesi diskusi, workshop, Special Event, pemutaran film, panggung musik, pembacaan puisi, dan program pengembangan karir Emerging Voices yang tersebar di beberapa tempat di Ubud. Tak ada satupun dari mereka yang terlihat mengkhawatirkan status Gunung Agung yang sedang Awas. Festival tetap berjalan lancar dan berhasil mengundang 25,000 lebih pengunjung, banyak dari mereka adalah turis yang untuk pertama kalinya mengunjungi Bali.

Dari data yang dikumpulkan tim UWRF, saat penyelenggaraan festival, termasuk kehadiran penulis mancanegara dan pencinta sastra dalam dan luar negeri, telah berkontribusi senilai IDR10,350,000,000 yang dikeluarkan oleh para pengunjung selama enam hari untuk biaya akomodasi di banyak penginapan, transportasi, restauran, spa, yoga, souvenir, museum, galeri, dan acara budaya di sekitar Ubud dan Bali. Ini adalah sebuah kontribusi dalam menggerakan ekonomi lokal, terutama di bidang pariwisata.

Jumlah tersebut tentunya sangat membanggakan dan sesuai dengan misi organisasi nirlaba yang menaungi UWRF, Yayasan Mudra Swari Saraswati, yaitu untuk memperkaya kehidupan masyarakat lokal melalui program-program seni dan budaya. Dari data tersebut juga tercatat bahwa 96% pengunjung yang hadir akan datang kembali untuk UWRF 2018.

Di acara penggalangan dana yang digelar di Museum Blanco pada tanggal 26 Oktober lalu, berhasil terkumpul dana sebesar IDR15,000,000, yang selanjutnya akan diserahkan kepada Kopernik, sebuah organisasi nirlaba di Ubud, yang akan diteruskan kepada masyarakat di daerah-daerah sekitar Gunung Agung yang terkena dampak aktifitas vulkanik. Malam penggalangan dana ini menghadirkan grup Papermoon Puppet Theater dan grup tari yang diketuai oleh Eko Supriyanto, koreografer asal Indonesia yang berkiprah di panggung internasional. Setiap pengunjung yang hadir dikenakan biaya sebesar IDR100,000 sebagai bentuk donasi.

“Kendati persiapan UWRF dibayangi oleh ketakutan akan aktifitas vulkanik Gunung Agung, kami tetap bertekad untuk terus mendukung masyarakat Bali, yang mana adalah asal muasal terselenggaranya festival ini sendiri,” ujar Janet DeNeefe. “UWRF lahir sebagai bentuk pemulihan dari sebuah tragedi, dan UWRF tahun ini adalah bukti bahwa selama 14 tahun penyelenggaraannya, UWRF terus bertahan dan berkembang dari tahun ke tahunnya.”

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua penulis dan pembaca yang telah membantu keberhasilan UWRF tahun ini, baik di komunitas sastra dan seni maupun industri pariwisata Pulau Bali. Dari data yang tercatat tahun ini, hampir semua pengunjung ingin kembali lagi tahun depan dan kami juga sudah tidak sabar untuk kembali membawakan sebuah perhelatan sastra dan seni yang selalu ditunggu-tunggu ini pada tahun 2018.” ujar Founder & Director UWRF, Janet DeNeefe.

Ubud Writers & Readers Festival dijadwalkan untuk kembali lagi di tahun 2018 pada tanggal 24 hingga 28 Oktober. Tema UWRF 2017 akan diumumkan di www.ubudwritersfestival.com pada awal tahun depan. (r/bp)


Pantau terus baliportalnews.com di :

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
10PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
83PengikutMengikuti
22PelangganBerlangganan