Mahasiswa STIKOM Bali Juara Lomba Hacking Nasional 

BALIPORTLANEWS.COM, DENPASAR – Tiga mahasiswa Bali yakni Ida Bagus Budanthara, Leonardo Dea Gratias Agamus dan I Ketut Pasek Asmarajaya keluar sebagai juara pertama dalam lomba hacking tingkat nasional bertajuk Amikom Hackfest 2018 yang digelar oleh FOSSIL Universitas Amikom Yogyakarta, pada 12 Mei 2018.

Khususnya Ida Bagus Budhantara dan Ketut Pasek Asmarajaya prestasi ini melengkapi prestasi mereka sebelumnya sebagai juara 1 event Technology Euphoria (Technoporia) ke-8 yang digelar oleh Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya, Palembang pada 7-8 Oktober 2016 dan juara 2 dalam lomba hacking tingkat nasional yang digelar oleh Departemen Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor pada Sabtu (16/9/2017).

“Dalam kedua event itu kami berdua plus  Dewa Mahendra Putra. Karena Dewa Mahendara sudah tamat, maka sekarang kami ajak Leo,” terang Budanthara ketika diundang Dr. Dadang Hermawan, Ketua STIKOM Bali di ruang  kerjanya, Rabu (23/5/2018) sore.

Pada kesempatan itu Dadang Hermawan mengapreasiasi prestasi yang ditorehkan secara beruntun oleh Ida Bagus Budanthara, Ketut Pasek Asmarajaya dan Leonardo Dea Gratias Agamus.

“Nah coba mulai sekarang kalian buat sistem pengamanan untuk mesin ATM. Kalau ini berhasil, bisa dijual kepada bank,” tantang Dadang Hermawan. Mendapata tantangan itu, Budanthara cs mengiyakan. “Kami akan coba itu,” ujar Gus Bud-panggilan akrab Budanthara.

Budanthara menjelaskan, Amikom Hackfest adalah event tahunan yang diadakan oleh FOSSIL Universitas Amikom Yogyakarta. Dalam acara ini ada  kompetisi Capture The Flag atau disebut Gatotkaca Cyber Competition (GCC). “Kompetisi ini terbuka bagi Mahasiswa/i di seluruh Indonesia, termasuk dari perguruan tinggi beken di Indonesia,” kata Budanthara.

Disebutkan, pendaftaran peserta dilakukan secara online sejak 1-29 April 2018. Selanjutnya, pada 1 Mei diadakan kualifikasi CTF GCC secara online juga. Dari  50 tim–masing-masing tim beranggotakan maksimal 3 orang-panitia menentukan 5 tim terbaik untuk bertarung di babak final di kampus Amikom Yogyakarta pada 12 Mei 2018.

Ketut Pasek Asmarajaya menjelaskan,  Capture the Flag adalah sebuah games hacking, di mana peserta ditantang pengetahuan dan kemahirannya untuk menemukan dan mengeksplorasi vulnerability dalam berbagai kategori, seperti web security, cryptography,  digital forensic,  reverse engineering, binary exploitation, dan network security.

“Di babak final pertarungan makin seru karena nilainya langsung muncul di papan skor. Dan akhirnya kamilah yang dinyatakan sebagai pemenang karena memperoleh nilai tertinggi dari lima tim lainnya,” sebut Leonardo Dea Gratias Agamus, yang paling yunior dari tim STIKOM Bali ini.

“Leo ini regenerasi dari tim, nanti kalau kami sudah tamat, Leo yang meneruskan kiprah STIKOM Bali dalam berbagai lomba nantinya,” pungkas Ida Bagus Budanthara.   Asal tahu saja ketiga mahasiswa ini adalah anggota Kelompok Studi Linux (KSL) STIKOM Bali, yakni sebuah unit kegiatan mahasiswa yang sehari-harinya belajar mengaplikasikan ilmu tentang linux atau hacking di dunia nyata.(humas-stikom/bpn)

Anak Indonesia Hadapi Ancaman Kekurangan Vitamin D

BALIPORTALNEWS.COM – Defisiensi atau kekurangan vitamin D menjadi persoalan yang mengancam anak Indonesia. Selain menghambat pertumbuhan dan memicu penyakit tulang, defisiensi vitamin D juga mendorong timbulnya penyakit lain seperti penyakit kardiovaskular, dislipidemia, diabetes, dan hipertensi.

Ahli Gizi UGM, Dian Caturini Sulistyoningrum, B.Sc., M.Sc., menyebutkan permasalahan defisiensi vitamin D kebanyakan muncul di negara 4 musim dengan paparan sinar matahari terbatas seperti di kawasan Eropa, Amerika Utara, dan beberapa bagian di Australia. Namun, saat ini defisiensi vitamin D juga terjadi di negara-negara tropis.

“Defisiensi vitamin D saat ini telah menjadi persoalan dihampir seluruh negara dunia, tidak terkecuali negara yang mendapatkan banyak paparan sinar matahari termasuk Indonesia,” kata Dian saat ditemui di Departemen Gizi dan Kesehatan FKKMK UGM, Selasa (22/5/2018).

Dian menyampaikan dari hasil riset yang dilakukannya di Kanada pada beragam etnis yakni Kaukasia, Asia Timur, Asia Selatan, dan Aborigin diketahui orang yang berasal dari ras Asia Selatan memiliki vitamin D terendah dibandingkan dengan yang lainnya walaupun memiliki indeks massa tubuh yang sama (IMT). Fakta ini menunjukkan orang Asia Selatan dengan paparan sinar matahari yang sama dengan orang Kaukasia di negara 4 musim rentan kekurangan vitamin D.

Fenomena rendahnya kandungan vitamin D pada orang Asia Selatan, kata dia, dikarenakan adanya timbunan lemak visceral yang tertimbun di sekitar organ-organ penting seperti jantung, hati dan ginjal. Lemak tersebut menyerap lebih banyak vitamin D, menyebabkan kadarnya menjadi rendah dalam darah. Simpanan lemak tubuh berbanding lurus dengan kekurangan vitamin D . Seperti diketahui bahwa vitamin D merupakan salah satu vitamin yang larut lemak.

Dian mengungkapkan dari hasil riset yang dilakukannya pada anak usia 15-18 tahun di 10 sekolah Kota Yogyakarta menunjukkan hal serupa. Hampir 100% dari sampel penelitian mengalami defisiensi vitamin D.

“Dari 68 remaja laki-laki yang mengalami obesitas semuanya mengalami defisiensi vitamin D,” terangnya.

Kadar vitamin D dalam darah para remaja tersebut hanya berada di angka rata-rata 15 ng/dL. Sedangkan kadar vitamin D dalam darah sesuai standar seharusnya berada di kisaran 20 ng/dL. Rendahnya kadar vitamin D dalam tubuh dapat meningkatkan faktor risiko seseorang  terkena penyakit tidak  menular seperti kardiovaskuler, hipertensi, dislipidemia, intoleransi glukosa, dan diabetes, serta berhubungan dengan kejadian penyakit autoimmune.

Setelah diintervensi dengan pemberian suplemen sebanyak 800 IU per hari selama 6 minggu, diketahui mampu memperbaiki resistensi insulin. Dengan begitu pemberian suplemen ini dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan kekurangan vitamin D.

Karenanya Dian menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vitamin D untuk mewujudkan masa depan anak-anak yang lebih baik. Apabila anak mengalami kekurangan vitamin D maka akan menggangu pertumbuhan dan rentan terkena penyakit tidak menular sehingga memengaruhi kualitas hidup mereka di masa depan.

“Kebutuhan vitamin D 90%-nya dari sinar matahari, sementara  yang lain bisa dipenuhi dengan konsumsi makanan seperti ikan seperti tuna, makerel (ikan tenggiri, kembung), salmon, telur, susu, dan lainnya,” jelasnya.

Selain menjaga pola hidup sehat dengan menjaga pola makan seimbang dan beraktivitas fisik, Dian menghimbau masyarakat untuk rajin mengkonsultasikan kesehatannya ke tenaga kesehatan, termasuk status vitamin D dalam tubuh. Dengan begitu diharapkan status vitamin D dapat terpantau dengan baik. (humas-ugm/bpn)

Tim Smart Car MCS UGM Siap Berlaga di London

BALIPORTALNEWS.COM – Tim Smart Car MCS UGM berhasil lolos melaju ke final dalam kompetisi Shell Ideas360 di London bulan Juli 2018 mendatang berkat mengusung gagasan mengembangkan mobil pintar yang dapat mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar dan rendah emisi.

Tim yang beranggotakan Herman Amrullah (Teknik Kimia), Sholahuddin Alayyubi (Teknik Kima) dan Thya Laurencia Benedita Araujo (Teknik Kimia) berhasil memasuki tahap final setelah melewati serangkaian seleksi yang diselenggarakan perusahaan multinasional Shell.

Sebelumnya, mereka harus berkompetisi dalam beberapa tahapan dengan 3.336 tim mahasiswa berbagai universitas dari 140 negara dunia. Seluruh tim ditantang untuk mengembangkan inovasi baru untuk menghadapi tekanan dunia di masa depan.

Herman mengatakan dalam kompetisi tersebut mereka harus melalui tiga babak, yaitu formulasi ide, pengembangan gagasan, serta stage Pitch untuk mempresentasikan inovasi dan pelatihan intensif dari Shell London.

“Tim Smart Car MCS UGM akhirnya berhasil masuk 5 tim terbaik yang lolos masuk tahap akhir kompetisi di London untuk mempresentasikan inovasi yang dikembangkan di hadapan tim juri,” ungkapnya, Selasa (2/5) di Kampus UGM.

Tim UGM yang dibimbing oleh Hanifrahmawan Sudibyo, S.T., M.Eng., dan Yano Surya Pradana, S.T., M.Eng., ini nantinya akan berkompetisi dengan 4 tim tangguh lainnya dari American University of Sharjah (UAE), University of Texas at Austin (USA), University of Bordeaux (Perancis) dan University of Melbourne (Australia).

 “Saat ini kami sedang mematangkan persiapan untuk mempresentasikan inovasinya dan mendapatkan pelatihan di London, Inggris pada bulan Juli mendatang,” tuturnya.

Olah Limbah Plastik dengan Gas Buang Mobil

Keberhasilan tim UGM melenggang ke final berkat ide merancang sebuah mobil yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar dengan memanfaatkan gas buang mobil. Ide ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap banyaknya sampah plastik di lingkungan. Jumlah limbah plastik terus meningkat dari waktu ke waktu dan telah menjadi persoalan dunia.

“Setiap orang itu bisa memproduksi sampah plastik hingga 2,5 kg setiap harinya dan sekitar 90% sampah itu banyak berakhir di tempat sampah dan mencemari lingkungan,” kata Herman.

Herman mengatakan sampah plastik dapat diubah menjadi bahan bakar. Hanya saja, untuk mengonversi menjadi bahan bakar membutuhkan energi yang tidak sedikit.

“Kami terpikir gagasan untuk memanfaatkan panas dari gas buang kendaraan untuk mengonversi limbah plastik menjadi bahan bakar,” tuturnya.

Panas gas buang kendaraan, kata dia, bisa mencapai 500 °C sehingga bisa digunakan dalam proses tersebut. Smart car ini memiliki reaktor pirolisis yang dapat menampung sebanyak 2 kg sampah plastik. Tidak hanya itu, mobil ini juga dilengkapi dengan teknologi Microalgae Cultivation Support (MCS) yang digunakan untuk mengurangi jumlah CO2 gas buang pada kendaraan.

Pengembangan Smart Car ini tidak hanya bisa memproduksi bahan bakar dan biofuel untuk energi bersih dari limbah plastik. Namun, dengan pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar juga mengurangi persoalan sampah di lingkungan dan menciptakan lingkungan yang lebih baik. Disamping itu, juga berkontribusi dalam mengurangi jumlah karbondioksida sehingga bisa menekan dampak perubahan iklim. (ika/humas-ugm/bpn)

Forkom UGM Gelar Peringatan 20 Tahun Reformasi

BALIPORTALNEWS.COM – Forum Komunikasi (Forkom) UKM UGM menggelar acara bertajuk “98/19: Peringatan 20 Tahun Reformasi” sebagai upaya untuk membangkitkan kembali semangat dan tujuan reformasi.

Dalam kegiatan yang diinisiasi Sekber Khusus ini mengangkat tema besar “Sejarah Perjuangan Mahasiswa UGM pada 1998 dan Tinjauan Kondisi Indonesia Setelah 20 Tahun Reformasi”. Acara ini ditujukan sebagai wadah yang mengajak seluruh seluruh mahasiswa untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan dalam sejarah pergerakan mahasiswa terutama aktivis Gelanggang Mahasiswa.

“Sekaligus memberikan refleksi mengenai keadaan Indonesia setelah 20 tahun reformasi ’98,” kata Ridho Affandi, panitia peringatan 20 tahun reformasi Forkom UGM, dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (21/5/2018).

Reformasi menjadi momentum perubahan kekuasaan di Indonesia yang ditandai dengan turunnya Presiden Soeharto yang berkuasa selama kurang lebih 32 tahun. Peristiwa reformasi yang terjadi pada 20 Mei 1998 lalu ini ini tidak lepas dari peran pergerakan mahasiswa saat itu yang bersatu dan berani mengkritisi pemerintahan.

Gelanggang Mahasiswa UGM sebagai pusat kegiatan dan pergerakan mahasiswa mulai dari tahun 1975, menjadi pusat terjadinya gerakan mahasiswa saat reformasi berlangsung. Gelanggang Mahasiswa menjadi tempat bersejarah yaitu di tahun 1998 menjadi tempat mahasiswa untuk menyusun kajian, strategi maupun pergerakan reformasi.  Unit Kegiatan Mahasiswa pada saat itu menjadi salah satu aktor dalam reformasi dan ikut menyusun pergerakan mahasiswa dengan pusat Gelanggang Mahasiswa.

Atas dasar hal tersebut, Forkom UGM menyelenggarakan serangkaian acara peringatan 20 tahun reformasi.  Acara berlangsung selama tiga hari, pada 18 hingga 20 Mei 2018. Kegiatan diawali dengan dengan pentas seni untuk mengenang perjuangan mahasiswa menjelang reformasi (18/5). Acara tersebut dimeriahkan oleh John Tobing dan Sande Monink, Sastra Budaya UGM, Forum Musik Fisipol, serta Orkes Melayu Dangdut Pembangungan (OMDP).

Selanjutnya pada Sabtu, 19 Mei 2018 pukul 20.00 WIB, diadakan talkshow dengan tema “Mengenang 1998” yang membahas soal dinamika dan sejarah pergerakan mahasiswa menjelang dan pada waktu Reformasi 1998. Menghadirkan sejumlah pembicara antara lain Muhammad Nurkhoiron, S.Sos., M.Si., yang merupakan alumni Universitas Gadjah Mada tahun 1999 dan salah satu dari 11 anggota Komnas HAM periode 2012-2017), drg. Ika Dewi Ana, M.Kes.,Ph.D sebagai seorang pelaku sejarah dalam peristiwa “Setengah Tiang Hingga Lengser” yang sekarang menjadi seorang dosen dan peneliti serta Penerima Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa Pemerintah RI, dan Peter Kasenda sebagai seorang sejarawan dan penulis buku-buku seperti “Hari-Hari Terakhir Orde Baru: Sukarno, Marxisme & Lenimisme Akar Pemikiran Kiri & Revolusi Indonesia”.

“Tujuan dari talkshow ini adalah mengenang kembali dan memberi pemahaman pada mahasiswa saat ini akan perjuangan dan usaha-usaha untuk meraih Reformasi,”ungkapnya.

Berikutnya, pada Minggu, 20 Mei 2018 pukul 20.00 WIB, mengetegahkan talkshow dengan tema “Indonesia 20 Tahun Setelah Reformasi”. Dalam talkshow yang membahas soal pencapaian dan perubahan Indonesia semenjak Reformasi 1998 ini menghadirkan beberapa pembicara seperti Max Lane, peneliti dan penulis buku Unfinished Nation: Indonesia Before and After Soeharto, Verso 2008, Dr. Agus Suwignyo, dosen senior di Jurusan Ilmu Sejarah Universitas Gadjah Mada dan penulis artikel Indonesian National History Textbooks after the New Ordertentang keadaan nasional Indonesia setelah reformasi, dan Drs. Agus Wahyudi, M.A. M.Si sebagai seorang dosen Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada serta penulis tesis Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka di Bawah Orde Baru.

Disamping acara tersebut juga menampilkan arsip pergerakan mahasiswa menjelang Reformasi 1998 yang dipamerkan selama berlangsungnya rangkaian acara.

Ridho menyampaikan melalui acara “98/18: Peringatan 20 Tahun Reformasi” ini, mahasiswa diharapkan mampu membangkitkan kembali daya pikir kritis mereka dalam mengawal pemerintahan. Selain itu juga menegaskan peran UKM sebagai aktor utama dalam kegiatan dan pergerakan mahasiswa.(ika/humas-ugm/bpn)

Pakar Australia Indonesia Center Bagi Tips Tingkatkan Sitasi Jurnal Ilmiah

BALIPORTALNEWS.COM – Profesor tamu dari Australia Indonesia Center (AIC), Saman Halgamuge berbagi pengalaman dan tips dalam bidang riset dan akademik, termasuk penulisan ilmiah dihadapan mahasiswa UGM.

Dalam kuliah umum bertema “Workshop and Lectures on Emphasizing Research Aspect” yang berlangsung di  Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, pada tanggal 14 Mei 2018 lalu ini Saman menekankan pentingnya pelaksanaan penelitian dan penulisan yang baik dalam penyusunan jurnal ilmiah. Acara ini dimoderatori oleh Ahmad Agus Setiawan, PhD yang juga sebagai peneliti kolaborator AIC dari UGM.

Menurutnya banyak jurnal ilmiah yang dihasilkan oleh mahasiswa Indonesia yang tidak kalah dengan peneliti dari luar negeri. Bahkan berhasil menembus berbagai jurnal internasional. Hanya saja, jurnal ilmiah karya mahasiswa Indonesia masih kalah dalam pencapaian indeks sitasi dibanding dengan jurnal dari negara lain.

Indeks sitasi merupakan salah satu indikator dari kualitas publikasi. Banyak tidaknya peneliti lain yang mengutip publikasi ilmiah tersebut menjadi cerminan dari tingkat kualitas sebuah riset.

Saman mengatakan bahwa tujuan dalam menulis hasil riset adalah untuk kebaikan umat manusia. Karenanya sebagai penulis akademisi harapnya tidak hanya menulis secara urut dan lengkap, namun juga memikirkan kebutuhan dari sisi pembaca.

Salah satu cara untuk mengetahui apakah tulisan sudah tersampaikan dengan baik adalah lewat jumlah pensitasi. Dari sini dapat diketahui pengaruh sebuah tulisan dalam komunitas. Selain itu riset dan kepenulisan yang melibatkan peneliti dari negara lain akan sangat mempengaruhi jumlah pembaca.

Hal ini disebutkan Saman yang menjadikan jumlah sitasi termasuk dalam faktor penilaian rangking universitas. Sitasi masuk dalam faktor penilaian tiga rangking paling terpercaya yakni ARWU atau Shanghai Ranking, QS Ranking, dan Times HE Ranking.

Saman menegaskan bahwa yang utama dalam sebuah kepenulisan berbentuk jurnal adalah judul dan abstrak. Dua bagian ini menjadi penting karena merupakan bagian dimana pembaca menentukan minatnya.

“Kesalahan yang sering dilakukan adalah kurangnya memahami objek calon pembaca, dengan memperbaiki pandangan ini tulisan akan menjadi lebih baik,” tuturnya. (ika/humas-ugm/bpn)

Sambut Hari Kebangkitan Nasional 2018, Seskab: Indonesia ke Depan Akan Jadi Bangsa Pemenang

BALIPORTALNEWS.COM – Walaupun memiliki banyak perbedaan dan ada pasang surut, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengemukakan, Indonesia telah memiliki modal sosial untuk menyelesaikannya, yaitu dengan adanya konstitusi dan ideologi Pancasila. Karena itu, perbedaan yang ada telah bisa dipersatukan ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sehingga itulah yang menjadi modal sosial bangsa kita pada saat ini, dan saya meyakini dengan modal sosial ini bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang pemenang,” kata Seskab dalam wawancara menyambut Hari Kebangkitan Nasional 2018, di ruang kerjanya, Jakarta, akhir pekan lalu.

Artinya, lanjut Seskab, perbedaan, kebinekaan yang ada ini menjadi modal sosial, bukan melemahkan tetapi menguatkan, karena bagaimanapun bangsa ini dibentuk beraneka ragam, dan terdiri dari banyak suku.

Karena itu, Seskab sekali lagi meyakini Indonesia ke depan akan menjadi bangsa pemenang karena sudah mempunyai konstitusi yang mempersatukan, mempunyai ideologi yang kuat, dan juga mempunyai akar, karena perbedaan itu bukan melemahkan, perbedaan itu malah menguatkan.

“Saya yakin itu,” tegas Seskab.

Harus Mengubah Diri

Terkait dengan rencana peluncuran sistem pelayanan terpadu online atau Online Single Submission (OSS) secara nasional dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2018 ini, Seskab Pramono Anung mengingatkan, kalau mau maju maka Bangsa Indonesia harus mengubah diri.

Salah satu yang harus diubah, menurut Mas Pram panggilan akrab Pramono Anung adalah apapun birokrasi pemerintahan. Untuk itu, tegas dia, birokrasi pemerintahan dari tingkat Kota/Kabupaten, Provinsi dan tingkat pusat harus berubah.

Ia mengingatkan, bahwa Indonesia sekarang sudah menjadi anggota G20, dan nomor 16 di dunia. Kalau pertumbuhan ekonomi ini bisa djaga, kemudian Pemerintah melakukan reformasi di bidang birokrasi, melakukan perbaikan di bidang perizinan, salah satunya adalah Online Single Submission, maka diyakini ini akan membuat investor semakin berbondong-bondong datang ke Indonesia untuk menginvestasikan.

“Karena menjadi lebih transparan, lebih mudah, lebih terbuka, dan tidak berbelit-belit. Ini yang menjadikan investor pada waktu yang lalu mereka enggan datang ke Indonesia,” terang Seskab.

Sebagaimana diketahui tema peringatan 110 Tahun kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei 2018 adalah “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia di Era Digital”. (humas-setkab/bpn)

Peneliti UGM Ciptakan Sistem Peringatan Dini Longsor Berbasis Ambang Batas Hujan

BALIPORTALNEWS.COM – Peneliti Fakultas Geografi UGM mengembangkan sistem peringatan dini (EWS) bencana tanah longsor sederhana dan mudah dioperasikan yang dinamai Sipendil.

Sipendil merupakan sistem peringatan dini longsor yang bekerja berdasarkan pada ambang batas hujan. Dikembangkan oleh dosen Departemen Geografi Lingkungan Nugroho Christanto, M.Sc., dan Dr. M. Anggri Setiawan, M.Sc., bersama dengan Sulkhan Nurrohman, S.Si., yang merupakan alumnus Fakultas Geografi UGM.

Alat dikembangkan menggunakan komponen sederhana yang mudah diperoleh di toko elektronik dan bahan bangunan. Tersusun atas dua komponen utama yakni pipa penampung air hujan dan box controller. Pada box controller terdapat sejumlah komponen seperti kran pelimpah, lampu LED, threshold controller , dan power.

Sipendil telah dipasang di lebih dari 40 titik di daerah Temanggung, Wonosobo, dan Banjarnegara yang masuk ke dalam wilayah rawan longsor.

 “Ide pembuatan alat ini pada 2013 lalu atas permintaan masyarakat Sitieng, Kejajar, Wonosobo yang merasa khawatir akan ancaman tanah longsor,”ungkap Ketua tim peneliti, Nugroho Christanto kepada wartawan, Jum’at (18/5/2018) di Kantor Humas UGM.

Dalam penggunaan sistem peringatan dini ini dikatakan Nugroho, pengguna seyogianya selalu mengosongkan tabung setiap harinya di pagi hari dengan membuka kran pelimpah dan mencatat volume air yang tertampung. Catatan ini akan bermanfaat sebagai penentu nilai ambang batas hujan untuk longsor.

Pengaturan nilai ambang batas dilakukan melalui threshold controller. Sipendil dapat diset pada ambang batas 55, 60, 65, 70, 75, dan 80 mm.

Cara kerja sistem peringatan dini longsor ini cukup sederhana dan mudah dipahami. Peringatan dini tanah longsor bekerja berdasarkan ambang batas hujan. Apabila curah hujan yang tertampung pada tabung penampungan melewati ambang batas, maka alarm atau sirine berbunyi memberikan peringatan pada warga setempat.

“Sistem peringatan dini longsor ini juga dilengkapi dengan lampu LED yang akan menyala saat curah hujan melebihi ambang batas sehingga masyarakat dengan gangguan pendengaran tetap bisa mengetahui jika bahwa alarm berbunyi,”tambahnya

Nugroho menjelaskan dalam membangun sistem peringatan dini tanah longsor ini juga diperlukan dukungan data histori kejadian longsor dan data curah hujan yang pernah terjadi. Dari data tersebut akan diperoleh korealsi antara curah hujan dan longsor sebagai dasar penentu ambang batas kemampuan tanah untuk merespon curah hujan maksimal.

“Setiap wilayah akan memiliki ambang batas yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristik lahannya seperti tebal tanah, tipe tanah dan kemiringannya,”terangnya.

Alat ukur curah hujan, dikatakan Nugroho dapat dikembangan dengan alat sederhana dan mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Misalnya saja dibuat dengan menggunakan botol air mineral, pipa pralon pvc, corong minyak plastik dan lainnya.

Sipendil saat ini telah diproduksi secara massal dan dipasarkan dengan harga Rp. 1,5 juta per unit. Selain menerima pesanan pembuatan sistem peringatan deteksi dini longsor, Nugroho dan tim juga membuka layanan bagi masyarakat yang menginginkan bimbingan dalam pengembangan alat ini.

“Harapannya masyarakat dapat mengembangkan sendiri sistem peringatan dini ini,”tuturnya. (ika/humas-ugm/bpn; foto: firsto)

UGM Luncurkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

BALIPORTALNEWS.COM – UGM melalui Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) meluncurkan terobosan baru sistem informasi kebencanaan berupa aplikasi mobile  GOTRO (Gotong Royong) yang menginformasikan kondisi posko pengungsi korban bencana.

Dalam aplikasi tersebut berisikan berbagai informasi terkait perkembangan kondisi posko pengungsian korban bencana. Informasi yang bisa didapatkan berupa informasi pengungsi meliputi usia, jenis kelamin, kondisi, dan jumlah pengungsi. Selain itu juga berisikan informasi seperti kebutuhan logistik, tenaga kesehatan dan psikolog, serta menu donasi.

“Selama ini informasi pengungsi belum tersampaikan dengan baik, kebanyakan fokus pada korban saja. Karenanya GOTRO hadir untuk melengkapi aplikasi kebencanaan yang telah ada, terutama prosedur pendistribusian logistik bagi para pengungsi untuk mendukung manajemen tanggap darurat berbasis masyarakat yang lebih efektif dan efisien,” urai Ketua tim pengembang GOTRO, Dr. M. Anggri Setiawan, M.Sc., Senin (14/5/2018) lalu kepada wartawan di Kantor Humas UGM.

Anggri menyebutkan kebutuhan para pengungsi yang sangat dinamis terkadang belum dapat terpenuhi sepenuhnya dari ketersediaan logistik yang ada. Ditambah lagi jika mereka harus tinggal lebih lama di dalam posko-posko pengungsian.

“Tantangan utama aplikasi ini adalah harus dapat bekerja pada skala nasional, tetapi bisa memberikan informasi yang detail terhadap dinamika pengungsi di setiap posko bencana,” papar dosen Geografi Lingkungan Fakultas Geografi UGM ini.

GOTRO dikembangkan sejak awal 2018 dengan tiga sub sistem yakni GOTRO Relawan, Admin, dan GOTRO Masyarakat. Cara kerja aplikasi ini dimulai dari pemutakhiran laporan kondisi posko bencana dari relawan melalui aplikasi GOTRO Relawan yang sudah terverifikasi oleh sistem admin. Berikutnya, masyarakat yang telah menginstal aplikasi ini akan memperoleh notifikasi dan bisa memilih jenis serta jumlah bantuan yang akan dikirim.

Jenis bantuan dapat berupa barang-barang kebutuhan pengungsi maupun dana sosial. Masyarakat yang akan memberikan bantuan juga akan diverifikasi terlebih dahulu oleh admin.

Dengan aplikasi ini, dikatakan Anggri, informasi kebencanaan bisa lebih cepat diterima masyarakat luas karena pelibatan relawan sebagai responden lokal yang tersebar di berbagai daerah Indonesia. Setelah sumber informasi diverifikasi admin dan terunggah dalam sistem, maka masyarakat pengguna GOTRO akan memperoleh notifikasi terkait kejadian bencana di Indonesia. Masyarakat dapat mengurutkan informasi kebencanaan berdasarkan bencana terbaru, terdekat, maupun spesifik pada kota yang terdampak.

Gotro memiliki tiga menu utama yaitu informasi bencana, posko, dan donasi. Menu infromasi bencana menampilkan foto-foto kejadian bencana hasil unggahan relawan, pengungsi, serta informasi korban meninggal dunia dan luka-luka.

Sementara pada menu donasi disediakan dua pilihan untuk membantu para pengungsi yaitu berbentuk barang yang merujuk pada daftar kebutuhan di setiap posko dan dana sosial.

Selanjutnya, dalam menu posko menampilkan lokasi setiap posko yang dapat dilihat langsung dalam google map. Aplikasi ini juga memungkinkan adanya pilihan penambahan titik posko sesuai kondisi di lapangan.

“Saat ini kita terus melakukan pengembangan program dan rencana menggandeng kerja sama dengan ekspedisi dan bank untuk pengiriman barang dan transfer dana,” tutur Anggri.

GOTRO telah dirilis pada Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Ahli Bencana ke 5 di Padang, 1-4 Mei 2018 yang dihadiri Presiden Joko Widodo. Aplikasi ini menjadi aplikasi mobile kebencanaan pertama di Indonesia yang memberikan informasi terkait kondisi posko pengungsi.

“Aplikasi GOTRO ini gratis dan dapat diunduh siapa saja melalui google play store,” ungkapnya.

Keberadaan aplikasi ini diharapkan bisa membantu posko-posko pengungsian yang acap luput dari pemberitaan media massa. Dengan begitu pendistribusian logistik bagi pengungsi dapat berjalan efektif dan efisien.

“Penyempurnaan aplikasi ini bisa menjadi salah satu instrumen dalam standar operasional prosedur pendistribusian logistik dan manajemen tanggap darurat bencana di Indonesia,”pungkasnya. (ika/humas-ugm/bpn; foto;firsto)

Presiden Jokowi Siap Hadiri Mahasabha KMHDI di Yogyakarta

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Pengurus Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) dan DPN Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jumat (18/5/2018). Pada pertemuan itu, KMHDI dan Peradah Indonesia bersama Presiden membahas beberapa persoalan diantaranya permasalahan umat Hindu, stabilitas keamanan, pendidikan serta terkait dengan revolusi industri 4.0.

Presidium PP KMHDI Putu Wiratnaya mengatakan, KMHDI secara kelembagaan berkomitmen akan selalu bersinergi dengan siapapun termasuk pemerintah dalam hal memerangi aksi terorisme. Karena aksis teror yang mengancam nyawa hidup manusia tidak pernah dibenarkan oleh siapapun dengan alasan apapun.

“Dukungan KMHDI merupakan bentuk komitmen kami terhadap NKRI. Untuk kedaulatan dan keutuhan bangsa, KMHDI tidak akan menjaga jarak dengan pemerintah,” ujar Wiratnaya.

Wiratnaya juga mengungkapkan pemerintah perlu menaruh perhatian khusus pada pengembangan penggerak ekonomi mikro. Mengingat terjadinya revolusi industri 4.0, maka peran teknologi sangat vital sebagai strategi pasar.

“Untuk itu, perlu adanya perbaikan secara sistematis yang terintegrasi dari motode pendidikan yang harus mengedepankan pendidikan karakter dan keterampilan dengan sistem pemasaran UMKM yang saat ini sudah terintegrasi dengan pasar bebas,” imbuhnya.

Selain dua permasalahan di atas, Wiratnaya juga secara langsung mengundang Presiden Jokowi untuk hadir dalam Kongres Nasional (Mahasabha) XI KMHDI yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2018 di Yogyakarta.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Jokowi langsung menyanggupi untuk hadir dalam kegiatan Mahasabha KMHDI yang akan dilaksanakan di Yogyakarta. Selain itu, Presiden Jokowi juga berharap mahasiswa Hindu khususnya KMHDI membangun rasa optimisme untuk mewujudkan perubahan Indonesia yang leebih baik.

“Revolusi industri 4.0 merupakan tanggung jawab bersama, perlu waktu dan keuletan untuk melakukan perubahan. Sehingga, kita semua harus optimis bahwa Indonesia akan setara dengan negara-negara besar lainnya,” kata Jokowi.(humas-kmhdi/bpn)