Pemerintah Diminta Tegas Tegakkan Aturan Imunisasi Anak

0

BALIPORTALNEWS.COM – Guru Besar Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM Prof. Laksono Trisnanto meminta pemerintah bisa menegakkan peraturan tegas imunisasi anak untuk mencegah penularan penyakit, termasuk difteri.

Hal ini menyusul adanya kejadian luar biasa (KLB) penyakit difteri di 11 Provinsi Indonesia.

Data Kementerian Kesehatan mencatat hingga November 2017 terdapat 95 kabupaten dan kota dari 20 provinsi yang melaporkan kasus difteri. Sementara secara keseluruhan terdapat 622 kasus dengan 32 diantaranya meninggal dunia.

“Imunisasi penting karenanya pemerintah harus tegas soal ini,” katanya, Selasa (12/12/2017) usai konferensi pers Konser Amal Peduli Kanker FK UGM di Hotel Hyatt Yogyakarta.

Laksono mengatakan para ulama juga diharapkan dapat berpartisipasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memberikan imunisasi pada anaknya. Harapannya pata ulama dapat meyakinkan kesadaran kelompok masyarakat antivaksin akan pentingnya pemberian imunisasi.

“Semua masyarakat harus sadar imuniasi. Kalau menyepelekannya bisa membahayakan orang lain, ada kemungkinan bisa menjadi pembawa penyakit dan orang yang tidak bersalah akan terkena. Bahkan negara Arab saja menganjurkan imunisasi,” paparnya.

Menurutnya, pemerintah saat ini belum bisa memaksa masyarakat untuk melakukan imunisasi. Berbeda dengan sejumlah negara di Eropa yang telah mengambil keputusan tegas menerapkan aturan wajib memberikan vaksin bagi anak yang akan masuk pendidikan anak usia dini (PAUD).

“Di Eropa akan ada masalah hukum jika anaknya belum divaksin, orang tuanya akan didenda,” katanya.

Untuk itu Laksono kembali menekankan kembali perlunya pemerintah untuk bertindak secara tegas dalam menegakkan aturan terkait pemberian imunisasi wajib bagi anak. Dengan begitu diharapkan dapat meningkatkan imunitas masyarakat dan mencegah penularan berbagai penyakit termasuk difteri. (ika/humas-ugm/bpn)

EF EPI 2017: Kecakapan Berbahasa Inggris Negara Indonesia, Turun ke Peringkat Rendah

0

BALIPORTALNEWS.COM, Jakarta – Tahun ini, EF meluncurkan laporan tahunan indeks kecakapan bahasa Inggris (EF English Proficiency Index/EF EPI) yang ketujuh. EF EPI merupakan kajian terbesar di dunia yang mengukur kecakapan bahasa Inggris orang dewasa diantara mereka yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Laporan ini disusun dengan menganalisa data dari EF Standard English Test (EF SET) suatu tes bahasa Inggris gratis online pertama di dunia. Lebih dari satu juta orang di seluruh dunia, dari 80 negara turut berpartisipasi pada EF EPI tahun ini.

Laporan EF EPI 2017 dipublikasikan bersamaan dengan sesi diskusi dan jumpa pers yang disampaikan oleh Senior Director, Research & Academic Partnership of EF Education First, Minh N. Tran dan pakar Sumber Daya Manusia, Eileen Rahman dengan mengangkat tema “Speeding-Up Your English”, pada Selasa (12/12) di hotel Pullman, Senayan Jakarta.

Peringkat Indonesia tahun 2017 turun dari peringkat 32 dan tingkat Kemahiran Menengah pada tahun lalu, menjadi peringkat 39 dan tingkat Kemahiran Rendah tahun ini. Mereka dengan tingkat Kemahiran Rendah dapat mengerti email yang sederhana dan terlibat dalam pembicaraan yang ringan. Terkait dengan peringkat tersebut Tran mengatakan, “Negara dengan kemampuan Bahasa Inggris tingkat rendah menunjukan kemampuan bangsa tersebut masih dalam tahap mengkonsumsi dan belum mampu melakukan negosiasi, mediasi maupun melobi, bahkan berkompetisi dengan negara lain dalam bahasa Inggris.

Laporan tahunan EF EPI 2017 juga mengukur peringkat kawasan, dimana Eropa masih berada pada peringkat pertama, sementara Asia berada di peringkat kedua. Tahun ini EF EPI juga mencakup kawasan Afrika sebagai suatu kawasan yang baru dan berbeda, yang menduduki peringkat ketiga, yang kemudian disusul oleh Amerika Latin peringkat keempat dan kawasan Timur tengah pada peringkat kelima dan terakhir. Kemampuan bahasa Inggris masyarakat merupakan modal suatu negara untuk mampu bersaing dalam dunia perekonomian yang lebih luas, seperti salah satunya pada komunitas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), jelas Eileen Rahman.

Dengan dibentuknya MEA pada tahun 2015 menjadi sebuah kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan dan membuktikan daya saing masyarakat Indonesia dalam memenangkan persaingan ekonomi global. Namun untuk mencapainya, tentunya diperlukan kesiapan dari sisi sumber daya manusia atau tenaga kerja.

“Jangan sampai kesempatan untuk berkompetisi ini berubah menjadi sebuah ancaman, sebagai akibat tidak siapnya profesionalisme dari sumber daya atau tenaga kerja di Indonesia”. Jelas Eillen. Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan masyarakat global. Terbatasnya kemampuan berkomunikasi dapat membuat kemampuan bersaing individu menjadi kurang dan pada akhirnya dapat mengakibatkan peluang karir dan bisnis menjadi terhambat. Dalam skala yang lebih luas seperti dalam komunitas MEA, keterbatasan ini tentunya menjadi hambatan dalam melakukan kerjasama bahkan bersaing dengan negara lain.

Data EF EPI 2017 menunjukkan nilai kecakapan bahasa Inggris rata-rata Negara Asia adalah 53,60. Sebagai bahan perbandingan, nilai rata-rata kecakapan bahasa Inggris di Indonesia adalah 52,15 yaitu masih di bawah angka rata-rata kecakapan bahasa Inggris di kawasan Asia. Sementara untuk kawasan Asia Tenggara, Singapura mempunyai tingkat kecakapan tertinggi dengan nilai 66.03 dan menempati peringkat 5 di seluruh dunia dengan tingkat Kemahiran  Very High Proficiency, diikuti secara ketat oleh Malaysia (peringkat 13 dengan nilai 61,07) kemudian Filipina (peringkat 15 dengan nilai 60,59) pada tingkat Kemahiran High Proficiency. Merujuk  pada hasil EF EPI 2017, menunjukan bahwa ada banyak ruang untuk meningkatkan kecakapan berbahasa Inggris di Indonesia, terutama di kalangan pekerja profesional.

Dengan wawasan terhadap negara-negara dalam satu kawasan, EF EPI 2017 menyediakan pemahaman yang lebih mendalam terhadap inisiatif yang dilakukan oleh negara-negara tetangga Indonesia untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. “EF EPI 2017 merupakan upaya EF untuk ikut serta meningkatkan kecakapan bahasa Inggris suatu Negara. Selanjutnya, Negara dengan kecakapan bahasa Inggris yang cukup akan mampu bersaing dalam sebuah dunia yang lebih luas, dimana bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi semakin beragam dan tanpa batas. Di masa kini, masyarakat dituntut untuk mampu bersaing di dunia tanpa batas, untuk bekerja sama dan berkompetisi satu dengan yang lainnya, baik sebagai individu dan dalam lingkup hidup bermasyarakat. Mereka yang mampu berkompetisi adalah yang mampu berkomunikasi dengan baik dengan berbagai budaya dan bangsa dan siap untuk menjadi warga dunia.” Pungkas Tran. (r/bpn)

5.000 Runners Ramaikan Gelaran BRIRUN Di Istana Bogor

0

BALIPORTALNEWS.COM, BOGOR – Gelaran BRIRUN 2017 Bogor Series di Kebun Raya Bogor pada Minggu (10/12/2017), sukses menyedot antusiasme masyarakat. Sebanyak 5.000 pelari yang berasal dari seluruh Indonesia turut meramaikan ajang ini. Event BRIRUN 2017 Bogor Series sendiri diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) BRI ke-122. Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara RI Rini M. Soemarno, Sandiaga Uno, Walikota Bogor Bima Arya, Direktur Utama Bank BRI Suprajarto serta jajaran Direksi dan Komisaris BRI.

Dalam ajang BRIRUN 2017 Bogor Series kali ini, untuk pertama kalinya BRIRUN turut mengkompetisikan jarak 21K (half marathon) setelah pada ajang sebelumnya yakni tahun hanya menggelar kompetisi lari 5K dan 10K.

Gelaran BRIRUN 2017 Bogor Series juga dirangkai dengan kegiatan untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember dan menyambut Hari Ibu pada 21 Desember, dimana untuk pertama kalinya BRIRUN terdapat rangkaian acara berupa jalan santai dengan anak-anak penyandang disabilitas. Para Difabel sebanyak 122 orang melakukan jalan santai bersama dengan jajaran Direksi Bank BRI. Kepada 122 anak tersebut diberikan beasiswa berupa tabungan pendidikan dengan masing masing mendapatkan Rp.1 juta dengan total sebesar Rp 122 juta.

“Bank BRI dengan bangga kembali menyelenggarakan lomba lari berskala nasional sebagai wujudu dukungan terhadap perkembangan dan kemajuan dunia olahraga serta pariwisata di Indonesia,” ungkap Suprajarto.

Suprajarto mengatakan bahwa dalam perhelatan ini antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi sangat tinggi, “Jumlah peserta yang mendaftar mencapai lebih dari 10.000 orang dari seluruh penjuru Indonesia”, imbuh Suprajarto.

Adapun Para peserta BRIRUN 2017 Bogor Series memperebutkan hadiah total Rp 243 juta, dengan hadiah utama masing-masing berupa Tabungan BritAma senilai Rp 20 juta untuk juara pertama kategori half marathon 21K umum dan 21K ekiden, Rp 15 juta untuk kampiun olympic distance (10K) dan Rp 10 juta untuk peserta yang finish pertama di kategori fun race (5K). Selanjutnya, juara kedua dan ketiga 21K akan mendapat hadiah Tabungan BritAma senilai Rp 15 juta dan Rp 10 juta. Untuk juara kedua dan ketiga 10K akan mendapat Tabungan BritAma senilai Rp 10 juta dan Rp 7 juta. Sementara pemenang kedua dan ketiga di nomor 5K akan mendapat hadiah Rp 7 juta dan Rp 5 juta.

Tak hanya itu, para peserta berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah hiburan bernilai ratusan juta rupiah. Para pelari juga mendapat benefit lain berupa asuransi, karena dicover asuransi jiwa BRILife dengan uang pertanggungan maksimal Rp 10 juta. Ini merupakan bentuk sinergi antara Bank BRI dengan perusahaan anak yang tergabung dalam BRI Group.

Daftar Pemenang BRIRUN 2017 Bogor Series:

Kategori 5K – Pria:

Juara 1: Elisar Gamashi  (memenangkan Tabungan BritAma Rp. 10.000.000)

Juara 2: Jupianto Sembiring (memenangkan Tabungan BritAma Rp. 7.000.000)

Juara 3: William Samuel Locolo (memenangkan Tabungan BritAma Rp. 5.000.000)

Kategori 5K – Wanita:

Juara 1: Vera Febrianti (memenangkan Tabungan BritAma Rp. 10.000.000)

Juara 2: Fauziyah Khansa (memenangkan Tabungan BritAma Rp. 7.000.000)

Juara 3: Intan Ghaida Safitri (memenangkan Tabungan BritAma Rp. 5.000.000)

Kategori 10K – Pria:

Juara 1: Nurshodiq Nurshodiq (memenangkan Tabungan BritAma Rp. 15.000.000)

Juara 2: Jauhari Johan (memenangkan Tabungan BritAma Rp. 10.000.000)

Juara 3: Saiin Alim (memenangkan Tabungan BritAma Rp. 7.000.000)

Kategori 10K – Wanita:

Juara 1: Afriana Paijo (memenangkan Tabungan BritAma Rp. 15.000.000)

(r/bpn)

Mahasiswa Biologi UGM ASEAN Synchrotron Science Camp 2017 di Thailand

0

BALIPORTALNEWS.COM – Rikha Riski Kurnia, mahasiswa Fakultas Biologi UGM terpilih berpartisipasi dalam The 6th ASEAN Synchrotron Science Camp di Faculty of Science, Kasetsart Univeristy (KU) Bangkok dan SLRI, Nakhon Ratchasima Thailand pada 27 November hingga 1 Desember 2017 lalu.

Rikha berhasil lolos mengikuti program short course di bidang science yang diselenggarakan oleh Synchrotron Light Research Institute (SLRI), Thailand bersama dengan 82 mahasiswa lain dari tujuh negara di kawasan ASEAN. Beberapa diantaranya berasal dari Kamboja, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailam, Indonesia, dan Vietnam.

“Banyak pengalaman baru yang saya dapatkan terutama teknologi synchrotron,” katanya, Senin (11/12/2017) di Fakultas Biologi UGM.

Rika menjelaskan dalam kegiatan tersebut para peserta mengikuti serangkaian kegiatan antara lain kuliah umum tentang teknologi synchroton,pengenalan dan kunjungan beam-line, pengenalan beasiswa CERN, DESY, HGS-HIRe Summer Student Program. Tidak hanya itu, seluruh peserta juga mendapatkan kesempatan melakukan praktikum pada masing-masing beam-line.

“Senang bisa terpilih mengikuti kegiatan ini. Program ini tidak hanya mengajarkan pengetahuan baru tetapi juga toleransi, leadership, kekeluargaan dan kebersamaan,” ungkapnya.

Dekan Fakultas Biologi UGM, Budi Setiadi Daryono, Ph.D., mengaku bangga atas keikutsertaan mahasiswanya dalam kegiatan ilmiah di tingkat internasional. Dia berharap melalui forum tersebut dapat menambah pengalaman dan wawasan keilmuan mahasiswa, meningkatkan jejaring, meningkatkan jiwa kepemimpinan serta toleransi untuk kesejahteraan dan kemajuan peradaban dunia. (ika/humas-ugm/bpn)

Perguruan Tinggi Perlu Membangun Pusat Unggulan Kemaritiman

0

BALIPORTALNEWS.COM – Perguruan tinggi perlu membangun klaster kemaritiman untuk mendorong pengembangan sektor maritim Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Dr. Arif Havas Oegroseno dalam Kongres Maritim II “Kedaulatan Maritim untuk Kesejahteraan Rakyat: Mengawal Implementasi kebijakan Kelautan Indonesia, Sabtu (9/12/2017) di Balai Senat UGM.

“Peran akdemisi sangat diharapkan dalam pembangunan kemaritiman. Selalu saya kampanyekan setiap datang ke universitas-universitas, kalau bisa kampus memiliki kluster maritim,” kata Havas.

Havas berharap kedepan perguruan tinggi dapat membangun klaster maritim sebagai pusat diskusi ilmiah para akademisi terkait pengembangan bidang kemaritiman. Selain itu juga menjadi wadah untuk berbagai informasi para akademisi tentang program kemaritiman dan kelautan.

“Bisa dilakukan assasment internal terkait program unggulan apa saja yang dapat dilakukan universitas. Kedepan bisa diadakan pertemuan antar klaster maritim berbagai universitas dan bisa ditemukan inovasi baru,” tuturnya.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam sambutannya yang dibacakan Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan untuk mempercepat pencapaian kembali budaya nusantara bahari salah satunya dengan menerapkan geostrategi jangka pendek.

“Hal itu bisa dilakukan melalui pendidikan berbasis budaya bahari dan membiasakan gemar makan ikan laut untuk meningkatkan konsumsi kalori per kapita,” katanya.

Diilhami oleh semangat bahari yang pernah menjadi keunggulan bangsa, lanjutnya, perlu membangun negara maritim yang maju, mandiri dan bermartabat yang berbasis poros maritim dunia didukung dengan tol laut menjadi sarana konektivitas laut nusantara. Hal tersebut membutuhkan dukungan strategi budaya untuk menyiapkan generasi muda yang berkeyakinan diri, memiliki wawasan kebaharian dan keterampilan bahari yang handal.

“Strategi ini merupakan pemicu bagi transformasi jangka panjang menuju budaya Indonesia yang lebih berorientasi pada kebaharian generasi mudanya,”paparnya.

Sementara Kepala Badan Kemanan Laut Laksamana Madya Arie Soedewo , S.E., M.H., dalam kesempatan itu menyoroti tentang kemanan laut Indonesia. Menurutnya kemanan laut bisa terwujud dengan menjalin sinergi antar lembaga terkait.

“Sinergi tidak bisa terwujud jika masing-masing ingin menonjol. Sinergi dapat terjalin karena kepercayaan,” tuturnya. (ika/humas-ugm/bpn; foto:firsto)

Denpasar Borong Penghargaan Rating Kota Cerdas Indonesia

0

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Pelaksanaan program Kota Cerdas yang getol dilakukan Pemkot Denpasar dalam mempercepat pelayanan mendapat apresiasi pemerintah pusat. Apresiasi penghargaan sebagai peringkat pertama Kota Cerdas kategori Kota Sedang, selain itu mendapatkan 5 Piagam Penghargaan lainnya dalam Kategori Ekonomi Cerdas (Smart Economy), Kategori Ekosistem Teknologi Finansial, Kategori Pengembangan Dan Pengelolaan Kota (Smarter Way), Kategori Ekosistem Inovasi, dan Kategori Sosial Cerdas (Smart Social) di ajang Penganugrahan Kota Cerdas diraih Pemkot Denpasar dipenghujung Tahun 2017 ini.

Penilaian Kota Cerdas Indonesia dilakukan Institut Teknologi Bandung dengan tajuk Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2017. Penghargaan RKCI diserahkan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla yang diterima Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara,  di dampingi Kadis Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Denpasar, I Dewa Made Agung, Senin (11/12/2017) di Istana Wakil Presiden RI.

“Penghargaan ini sebuah hadiah di penghujung tahun dan tak lepas dari komitmen Bapak Walikota Denpasar, dan hasil dari sebuah kerja keras dan cerdas dari seluruh aparatur Pemkot Denpasar di dalam mewujudkan Denpasar smart city, yang juga tidak luput dari kerjasama semua komponen antara masyarakat dan pemerintah”,  ujar Jaya Negara usai menerima penghargaan.

Denpasar meraih peringkat pertama kota cerdas di kategori kota sedang dengan jumlah penduduk Denpasar dibawah satu juta jiwa. Disamping itu juga penghargaan ini sebuah keberhasilan untuk terus berupaya dalam mencerdaskan masyarakat, karena kota yang cerdas berawal dari masyarakat dan lingkungannya.

Kadis Kominfo dan Statistik Kota Denpasar, Dewa Made Agung, mengatakan, tim ITB sudah melakukan survei dan penilaian langsung ke kota Denpasar. Banyak indikator yang dinilai meliputi ekonomi, sosial, lingkungan dan ketanggapan pemerintah didalam pelayanan publik.

Menurut Dewa Made Agung masyarakat Denpasar sangat memanfaatkan berbagai layanana dengan pemanfaatan teknologi informatika yang dilakukan Pemkot Denpasar. Seperti pelayanan pelaporan dari masyarakat lewat program Pengaduan Rakyat Online (Pro) Denpasar, hingga kali ini juga turut serta dalam tanggap bencana Gunung Agung melalui Denpasar Damamaya Cyber Monitor.

Sementara guru besar ITB sekaligus inisiator Smart City and Community Innovation Center (SCCIC) Prof. Suhono Harso Supangkat, penganugerahan RKCI adalah bagian dari evaluasi implementasi kota cerdas Indonesia.

“Hasil dari RKCI ini adalah indeks kota cerdas untuk kota besar, kota sedang dan kota kecil yang ada di Indonesia. Hasil ini merepresentasikan kota yang paling tinggi dalam mendapatkan benefit dari implementasi kota cerdas.” kata Suhono.

Suhono menambahkan, nantinya RKCI bertujuan sebagai pengukuran dan acuan pemimpin atau masyarakat kota dalam mengambil keputusan dan pelayanan kota. “Diharapkan setiap atribut kota baik itu pemimpin, masyarakat, maupun pemangku kepentingan kota lainnya mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai kota dan permasalahan di dalamnya” jelas Suhono.

Sebelumnya, pendataan, survey dan analisis RKCI dimulai pada Mei 2017 lalu hingga oktober 2017 mendatang, dan kini telah dilakukan survey ke 93 kota di Indonesia dan 31 kota di antaranya akan dilibatkan dalam malam penganugerahan kota cerdas dalam acara RKCI 2017. (ays’humas-dps/bpn)

Ali Adrian Berbagi di Center of Hope ISDI

0

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA  – Usai menyelesaikan musim balap 2017, salah satu pebalap motor Indonesia yang berlaga di ajang Kejuaraan Dunia Supersport 300 World Championship, Ali Adriansyah Rusmiputro telah kembali ke Tanah Air dengan rutinitas sehari-harinya sekaligus mempersiapkan diri jelang musim balap tahun 2018 mendatang.

Di sela-sela rutinitas kegiatannya, Ali Adrian menyempatkan diri untuk melakukan kegiatan-kegitan sosial. Salah satunya adalah dengan mengunjungi Hope of Center ISDI (Ikatan Sindroma Down Indonesia). Berawal dari pertemuan Ali Adrian dengan anak-anak dari komunitas ISDI pada sebuah acara “Run for Difabel” sebagai acara sosialisasi Asean Para Games 2018 di Monas pada hari Minggu (3/12), sehingga dengan rasa persaudaraan yang tinggi terbersit niat untuk dapat mengunjungi mereka.

Adrian pun mewujudkannya dengan langsung mengunjungi Hope of Center ISDI pada hari Rabu (6/11) yang lalu. “Saya ingin berbagi, memberi motivasi kepada teman-teman ISDI, karena mereka adalah saudara-saudara saya, mereka juga anak-anak Indonesia generasi penerus bangsa ini. “ jelas Adrian.

Ali Adrian yang didampingi dengan tim manajemen Rusmindo Sport Nusantara (RSN), dalam kunjungannya ke Hope of Center ISDI, selain menyerahkan sejumlah donasi, juga turut ambil bagian dalam aktivitas – aktivitas secara berkelompok seperti membuat kue sampai mengemasnya ke dalam toples, menggambar dan juga berbagi bingkisan.

Usai kunjungan tersebut, Adrian mengungkapkan, “Saya bersyukur karena bisa belajar banyak dari teman teman di Center of Hope ISDI. Berbagi cerita dengan mereka dan melihat langsung bagaimana mereka mendengarkan, menyimak dan beraktivitas. Ini adalah sebuah pengalaman berharga yang tidak akan pernah saya lupakan. Semoga teman-teman tetap semangat dan dapat terus berkarya untuk Indonesia.” Lebih lanjut Adrian juga menuturkan, “Saya juga berharap kedepannya mereka bisa mendapatkan hak dan kesempatan yang sama menunjukkan potensinya.“

ISDI (Ikatan Sindroma Down Indonesia) yang didirikan pada 21 April 1999, merupakan sebuah kelompok nirlaba yang terdiri dari orang tua, ahli medis, ahli pendidikkan kebutuhan khusus, para guru dan simpatisan. Tercatat sekitar 250 anak sindroma down yang terdaftar sebagai anggota ISDI saat itu. Pada tahun 2009, ISDI memiliki Center of Hope ISDI yang berada bilangan Sunter yang menjadi tempat di mana anak-anak Sindroma Down dapat saling berinteraksi, mendapat pelatihan kejuruan sesuai dengan kemampuan mereka di bidang seni, musik, tari, olahraga. Selain itu mereka juga dibimbing untuk mencapai potensi maksimal mereka. (r/bp)

Kemeriahan Konser Akhir Tahun Joox Festival Hura Ceria 2017

0

BALIPORTALNEWS.COM, BANDUNG – Kota Bandung sempat diguyur hujan deras sejak siang, rupanya animo kaum muda dan pecinta musik tidak ikut surut sesudah hujan reda. Sesuai jadwal, tepat pukul 16.00, panggung “JOOX Live Festival Hura Ceria”, yang diadakan pada Sabtu, 9 Desember 2017 di Lapangan PPI Pussenif Bandung mulai diramaikan oleh penampilan mengesankan dari band-band independen lokal, mulai dari Collapse, Stars and Rabbit, Rendy Pandugo, Sarasvati, The SIGIT dan dipungkasi penampilan bergelora dari Seringai. Disambut dengan antusias oleh para penikmat musik, acara ini dipadati oleh 4792 pengunjung.

Trisiska Putri HapsariHead of Marketing and PR Department JOOX Indonesia mengungkapkan apresiasinya atas dukungan pecinta musik yang hadir di Bandung. “Kami sangat menghargai dan berterima kasih kepada kalangan muda dan para pecinta musik independen yang turut hadir memeriahkan JOOX Live Festival Hura Ceria 2017 di Bandung. Kehadiran mereka adalah bentuk dukungan kepada para musisi independen pada khususnya dan industri  music Indonesia pada umumnya,” ungkap Trisiska Putri.

Bagi para musisi yang tampil, panggung JOOX Live Festival Hura Ceria 2017 merupakan salah satu ajang untuk mengobati kerinduan para pecinta musik di Bandung akan aksi panggung mereka. Hal ini diutarakan Sarasvati bahwa penampilannya di atas panggung JOOX Live kali ini adalah sebagai pembuktian bahwa mereka masih terus berkarya. “Sudah lama kami tidak tampil, keikutsertaan kami di konser akhir tahun JOOX sebagai salah satu pembuktian kalau kami sedang menyiapkan sesuatu yang baru di tahun 2018,” papar Risa Saraswati.

Bagi Seringai yang tampil dengan penuh energi, kehadiran di atas panggung JOOX Live Festival Hura Ceria untuk menghibur para penikmat musik cadas di Bandung merupakan momen akhir tahun yang menyenangkan. “Acara ini perlu diapresiasi karena melibatkan banyak aktivitas seru bagi para pengunjung dan crowd yang hadir juga seru,” tutur Arian, sang vokalis.

Sementara Rendy Pandugo merasa sangat tersanjung bisa berada dalam satu panggung bersama para musisi independen terbaik di Indonesia. “Sangat menyenangkan bisa menghibur teman-teman di Bandung bersama para musisi indie kenamaan tanah air. Semoga acara seperti ini bisa selalu didukung JOOX Indonesia,” ungkap solois asal Kota Medan yang juga tampil maksimal ini.

Konser yang dimulai pada pukul 16.00 WIB tersebut dibuka dengan penampilan menarik dari Collapse, salah satu band local bergenre indie rock, lalu dilanjutkan dengan alunan musik folk yang manis khas Stars & Rabbit. Lalu dilanjutkan dengan aksi panggung Rendy Pandugo yang mengajak para pengunjung untuk bernyanyi bersama dengan lagu-lagu andalannya dari album ‘The Journey’. Sementara Sarasvati hadir membawakan 9 lagu dengan memukau, di antaranya adalah ‘Bilur’ dan ‘Perjalanan (Kereta Malam)’, sebuah lagu lawas yang dinyanyikan kembali dengan mengesankan oleh Sarasvati.

Tentu saja, babak pamuncak dari konser malam itu adalah penampilan dua band yang juga berasal dari kota kembang ini, yaitu The SIGIT dan Seringai. Para pengunjung yang sudah memadati Lapangan PPI Pussenif Bandung turut bernyanyi ketika penampilan enerjik, interaktif dan hangat dari The SIGITKemeriahan konser kemudian ditutup dengan aksi garang Seringai, dimana Arian Cs yang mengajak para serigala militia bernyanyi bersama.

Tak kalah menarik juga berbagai aktivitas dari Skate & BMX showcase, Graffiti live painting, dan inflatable slide, serta diramaikan juga jajaran food trucks yang menawarkan menu-menu lezat khas menambah kemeriahan JOOX Live Festival Hura Ceria.

“Dengan konser ini, kami berharap kita dapat selalu meneguhkan komitmen mendukung dan menciptakan ekosistem positif bagi para musisi Indonesia untuk terus berkarya dan menghibur, serta terhubung dengan penggemarnya,” kata Trisiska Hapsari. (r/bpn)

Gubernur Lemhanas: Masyarakat Masih Bersikap Seperti Tahun 1965

0

BALIPORTALNEWS.COM – Peristiwa G30S/PKI telah berlalu 52 tahun silam, namun masyarakat Indonesia masih belum dapat berdamai dengan masa lalu.

“Masyarakat Indonesia saat ini masih hidup di tahun 1965, belum bisa bergerak dari masa lalu. Semua yang terlibat  dalam tragedi 1965 cenderung bertahan dalam cara pandang masing-masing,” kata Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) Agus Widjojo, Jum’at (8/12/2017) dalam Seminar Internasional “Comparative Peace-Building in Asia” di Balai Senat UGM.

Dalam pidatonya yang dibacakan oleh Taprof Bid. Kepemimpinan Lemhannas RI Mayjen TNI (Purn) Albert Inkiriwang, Agus mengatakan masyarakat Indonesia masih sulit untuk meninggalkan dan berdamai dengan masa lalu. Hal tersebut menjadi kendala dalam mewujudkan rekonsiliasi untuk penyelesaian kasus pelanggaran HAM G30S/PKI.

“Berdamai dengan masa lalu sebagai konsep utama dari rekonsiliasi nasional terutama terkait tragedi 1965,” ucapnya.

Tujuan dari rekonsiliasi, kata Agus, bukan untuk menjustifikasi siapa yang benar dan yang salah serta siapa pelaku dan siapa korban. Namun rekonsiliasi ditujukan untuk mengidentifikasi apa yang salah dengan Indonesia sebagai sebuah bangsa.

“Tujuan rekonsiliasi untuk mencari apa yang salah dari yang pernah kita lakukan sebagai bangsa dan negara,” tuturnya.

Agus menyebutkan bahwa upaya mencari kebenaran memainkan peranan penting dalam rekonsiliasi nasional. Meskipun hal itu akan menjadi sebuah fase yang cukup sulit namun langkah tersebut harus dilakukan karena dari sanalah masyarakat dapat belajar dari kesalahan di masa lalu.

“Mencari apa yang salah, mengambil pelajaran dari yang sudah terjadi, dan apa yang harus diperbaiki untuk mencegah berulangnya kekerasan yang serupa pada generasi mendatang,” katanya. (humas-ugm/bpn)