JOOX LIVE Presents “Tulus” di Makassar

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – JOOX, penyedia streaming musik digital terkemuka di Indonesia sekali lagi menunjukan dukungan terus-menerus bagi industri musik Indonesia. Setelah serangkaian kolaborasi sukses dengan musisi lokal Indonesia pada tahun 2017, JOOX LIVE kembali di tahun 2018 untuk memikat pecinta musik Indonesia dengan berbagai pertunjukan seru. Sebagai JOOX LIVE pertama di tahun 2018, JOOX bekerja sama dengan salah satu penulis lagu dan penyanyi terlaris di Indonesia Tulus untuk menggelar “JOOX LIVE Presents Tulus” di Convention Center Celebes Makassar pada 13 April 2018. Beberapa band lokal Makassar seperti KAPAL UDARA dan RUANG BACA​ juga akan tampil sebagai band pembuka pada acara tersebut.

Benny Ho, Senior Business Development Director of Tencent International Business Group mengatakan bahwa sejak hadir di Indonesia pada tahun 2015, JOOX telah melakukan banyak kegiatan yang terpusat di Pulau Jawa. Inilah saatnya JOOX menyapa para pengguna setia di Makassar dengan menghadirkan sebuah pertunjukkan berkualitas. Tulus sendiri merupakan artis yang paling banyak di dengar di tahun 2017. Makassar merupakan salah satu kota yang memiliki banyak pengguna JOOX aktif. Mendekatkan jarak antara pengguna JOOX dan artis idola tanah air  merupakan salah satu cara yang terus menerus dilakukan untuk mendukung industri musik di Indonesia. “Kami juga bermaksud untuk memperluas interaksi antara penggemar dan artis dengan acara seperti rangkaian JOOX LIVE ini dan untuk menyediakan platform bagi pengguna JOOX dan pecinta musik untuk menikmati musik yang berkualitas,” papar Benny Ho.

JOOX hadir di pasar Indonesia dengan berbagai kelebihan, termasuk ratusan daftar lagu (playlists) yang menyediakan pilihan musik yang tepat untuk suasana hati pendengarnya. Aplikasi ini tersedia dengan layanan gratis dan pengalaman VIP yang memungkinkan musik diunduh dan didengarkan secara offline untuk menghemat penggunaan paket data. Sebagai pemain regional, JOOX mampu dengan cepat meraih pangsa pasar yang besar, berkat kombinasi tim lokal berpengalaman dan model konten yang jitu untuk pasar berkembang. JOOX berhasil menyediakan pengalaman musikal yang mudah diakses bagi segala kebutuhan pendengar, serta berusaha menghubungkan pecinta musik dengan artis dan album favorit mereka.

Keputusan JOOX berkolaborasi dengan Tulus cukup beralasan, karena Tulus merupakan salah satu penyanyi dan penulis lagu terpopuler di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Sejak album keduanya rilis, popularitasnya bahkan menembus batas negara dan meraih penggemar dari negara-negara di Asia Tenggara, bahkan di Jepang. Single terpopulernya “Sepatu” dirilis kembali dalam versi Jepang, yang berjudul “Kutsu“. Hingga saat ini, Tulus telah melakukan beberapa konser di negara lain, termasuk Malaysia, Singapura, Jepang, dan Australia.

Kerja sama antara JOOX dan Tulus sudah terjalin sejak Tulus tampil di JOOX Live di tahun 2016 dan bahkan menjadi salah satu JOOX Most Streamed Artist di tahun 2017. Beberapa single-nya yang populer diantaranya adalah “Teman Hidup“, “Sewindu” , dan yang terbaru “Tukar Jiwa“.

Sebagai penyanyi dan penulis lagu, Tulus menjaga keseimbangan dalam menyajikan karya-karyanya agar cukup ringan untuk jadi pop, namun juga berkelas dan jazzy, hal inilah yang membuat dia berbeda dengan artis pop lainnya. Lirik puitis membuat musiknya menjadi berkelas dan elegan, dipadukan dengan karakter vokalnya yang bouncy mampu memikat hati para pendengar. Sejak debut albumnya di tahun 2011, Tulus telah banyak masuk beberapa nominasi dan memenangkan berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Indonesian Choice Award, Anugerah Planet Musik (Indonesia, Malaysia, Singapura) dan terakhir ia dinobatkan sebagai The Most Streamed Artist pada tahun 2017 oleh JOOX Indonesia.

Trisiska Putri Hapsari, Head of Marketing and PR JOOX Indonesia menjelaskan upaya JOOX untuk mendekatkan penggemar dengan musisi favorit mereka. “Kolaborasi dengan TulusCompany untuk mengadakan pertunjukkan Tulus di Makassar adalah komitmen kami untuk mendukung industri musik Indonesia. Makassar telah dikenal sebagai The Gateway to the Eastern Indonesia, yang sangat kaya akan kreativitas dan musikalitas, kami ingin lebih dekat dengan pecinta musik di sini dan mengenalkan streaming and download musik gratis melalui JOOX kepada khalayak Makassar,” ungkap  Trisiska Putri Hapsari yang akrab dipanggil Noni ini.

JOOX Live in Makassar akan menjadi perayaan sederhana Tulus sebagai JOOX Most Streamed Artist tahun 2017 dengan para penggemar di Makassar dan juga secara eksklusif di aplikasi JOOX.  Tiket konser JOOX Live TULUS sudah tersedia diberbagai ticket box seperti Chambers, Immortal, Issue, Kampoeng Pops dan Kopiapi Coffee dengan harga IDR 49.000 (termasuk 1 bulan JOOX VIP). Dapatkan tiket Anda sekarang dan nikmati musik live dengan TULUS dan JOOX! (r/bp)

Masyarakat Bersama Ratusan Anak Down Syndrome Meriahkan Peringatan Hari Down Syndrome Dunia 2018

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Down Syndrome Dunia (HDSD) yang jatuh pada 21 Maret 2018 lalu, POTADS (Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome) menyelenggarakan Fun Walk bersama Orangtua, Anak-anak Down Syndrome (ADS) dan juga masyarakat pada 25 Maret 2018 di Area Car Free Day Senayan, Jakarta.

Dengan tema Aku Ada Aku Bisa, acara Fun Walk ini turut didukung oleh para pemerhati Down Syndrome. Kegiatan resmi dibuka oleh Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Setda Provinsi DKI Jakarta, Adi Ariantara, mewakili Gubernur DKI Jakarta. Sementara Ketua Kadin Indonesia, Roesan Roeslani turut mengawali start Fun Walk yang diikuti oleh lebih dari 1000 peserta.

Kegiatan ini turut dimeriahkan dengan berbagai hiburan, seperti flashmob oleh Ari Tulang dan Indah CS. Selain itu artis-artis ibukota, seperti HiVi, Rick Karnadi, BID, Frelo dan Ghaniya yang peduli terhadap Anak-anak Down Syndrome juga turut memeriahkan kegiatan HDSD 2018.

Acara Fun Walk menjadi acara puncak dari rangkaian kegiatan HDSD 2018 yang diselenggarakan POTADS. Pada kesempatan ini, POTADS ingin mengajak para keluarga Down Syndrome, masyarakat Indonesia, serta para pemerhati ADS untuk berolahraga bersama dalam acara Fun Walk.

Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menyuarakan tema Aku Ada Aku Bisa, guna meneguhkan perspektif seluruh masyarakat mengenai para penyandang down syndrome yang mempunyai hak setara serta dapat hidup normal, mandiri dan bahkan mampu menunjukkan prestasi di tingkat dunia.

Ketua Pelaksana Hari Down Syndrome Dunia 2018 Bernadeta mengatakan, ”Melalui rangkaian kegiatan HDSD, kami ingin menyampaikan kepada masyarakat luas bahwa banyak penyandang Down Syndrome yang berhasil menempuh pendidikan yang baik, berkarya, bekerja, dan menemukan potensi dirinya, bahkan hingga akhirnya membangun keluarganya sendiri. Kami berharap, melalui kegiatan ini dapat menggugah berbagai pihak untuk lebih mengenal, peduli dan menerima keberadaan ADS, serta dapat memberi kesempatan bagi mereka untuk berprestasi di tengah-tengah masyarakat.”

Dengan bekal pengasuhan dan pendidikan yang baik dan tepat serta terbukanya kesempatan dari lingkungan sekitar, Anak dengan Down Syndrome dapat beraktivitas dengan produktif. Mereka ada, tentu mereka bisa.”, tambah Bernadeta yang juga orangtua dari Anak dengan Down Syndrome.

Rangkaian kegiatan HDSD telah dibuka sejak 17 Maret di Rumah Ceria Down Syndrome (RCDS) POTADS, Pejaten Barat, dengan mengadakan berbagai perlombaan, seperti Tari Modern, Tari Daerah, Peragaan Busana Daerah & Penampilan Musik (Djimbe/Keyboard/Drum) dan Vlog Competition. Kegiatan Fun Day menjadi kegiatan kedua yang akan diselenggarakan pada 24 Maret di Bentara Budaya, Palmerah, dengan berbagai kegiatan seperti talkshow dan penampilan final para peserta ADS yang telah terpilih di babak penyisihan.

Para pemerhati dari berbagai profesi, diantaranya Dian HP, Elfa’s Singer, Nico Ajie Bandy, Ava Victoria, Netta Kusumah Dewi, Kartika Martakoesoemah, Sri Dijan Tjahjati, Rury Avianti, Tike Priatnakusumah, Kartika Martakoesoemah, Paulina Dinaristi, Tohpati, Indro Hardjodikoro, Purwa Caraka, dan Frans Sartono turut mendukung rangkaian kegiatan ini. Bersama POTADS, mereka mengajak masyarkat luas untuk memberikan semangat dan motivasi bagi Anak-anak Down Syndrome di Indonesia beserta keluarganya.

Musisi yang sekaligus pemerhati Down Syndrome, Dian HP, mengatakan jika dirinya sudah sejak lama menaruh perhatian pada Anak-anak Down Syndrome dengan membantu mereka belajar melalui alat musik. Musik dapat membantu Anak dengan Down Syndrome mengekspresikan emosi mereka lebih baik dan membantu mereka dalam menjalani proses belajar sehari-hari.

“Anak dengan Down Syndrome memiliki kemampuan yang baik untuk belajar memainkan alat musik, seperti piano, djimbe dan drum. Musik merupakan suatu hal yang menyenangkan untuk dipelajari dan dapat membantu mengembangkan kemampuan konsentrasi. Nada dan irama berulang yang ada di dalam musik dapat mempermudah Anak Down Syndrome untuk mengingat dan memahami materi yang diberikan, serta membantu mereka dalam mempelajari barbagai hal lainnya.” Jelas Dian HP.

Kelainan Down Syndrome pertama kali ditemukan oleh Dokter dari Inggris, John Langdon Down, pada 1866. Pada normalnya manusia memiliki 23 pasang kromosom, sehingga menjadi total 46 buah kromosom. Sementara pada Anak Down Syndrome terdapat kelebihan satu kromosom pada kromosom nomor 21 dan menjadikan kromosom ini berjumlah tiga, dimana seharusnya hanya sepasang. Hal ini menyebabkan jumlah total kromosom menjadi 47 buah, yang biasa disebut sebagai trisomi 21. Kelainan kromosom ini menyebabkan lambatnya pertumbuhan fisik dan mental penyandang Down Syndrome. (r/bpn)

“Meet and Greet Anak Langit” Live Di SCTV

BALIPORTALNEWS.COM – Sinetron unggulan  “Anak Langit” yang tayang setiap hari menemani waktu istirahat pemirsa mulai pukul 19.45 WIB selalu ditunggu-tunggu kehadirannya dengan kelanjutan kisah yang semakin menarik dan sayang untuk dilewatkan. Digawangi oleh bintang-bintang muda seperti Stefan William, Ammar Zoni, Immanuel Caesar Hito, Cemal Faruk, Ranty Maria, Dylan Carr, Raya Kitty, Nasya Marcella, Marcela Daryanani serta bintang kenamaan lainnya seperti Fathir Muchtar, Mega Aulia, Fera Feriskamenjadikan “Anak Langit” sebagai suguhan tontonan yang tidak hanya menghibur, namun juga menawarkan kisah kehidupan yang dapat dipetik maknanya. Akhir pekan ini SCTV akan menghadirkan seluruh pemain sinetron “Anak Langit” di tengah-tengah warga Jatinegara dan sekitarnya dalam “Meet and Greet Anak Langit”. Bertempat di City Plaza Jatinegara, Meet and Greet Anak Langit akan disiarkan secara LIVE oleh SCTV pada hari Sabtu, 24 Maret 2018 pukul 15.00 WIB.

Suguhan istimewa SCTV lainnya di akhir pekan ini akan hadir dari panggung The Grand Master Asia yang tayang pada hari Minggu, 25 Maret 2018 pukul 15.30 WIB. Enam kontestan terbaik akan kembali beradu dengan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk memperebutkan gelar bergengsi The Grand Master Asia. Mereka adalah Jeff Lee (Big Illusionist – Taiwan), Tanba (Magic Comedy – Jepang), Jennifer Aiko (Mentalist, Illusionist, Escape- Indonesia), Ming Da (Close Up & Street Magic – Singapura), Jeki Yoo (Magic Comedy- Korea), dan Rizuki (Big Illusionist – Indonesia). Juri pun memberikan standar semakin tinggi atas penampilan para kontestan. Juri yang akan terlibat langsung untuk menilai aksi para pesulap adalah Eric Jones (Amerika Serikat), Jeffrey Tam (Filipina), Sophia Latjuba (Indonesia) dan Demian Aditya (Indonesia).

Keseruan lainnya juga berlangsung pada hari Jumat, 23 Maret 2018 sore bertempat di Senayan City Mall. Sebagai official broadcaster Asian Games 2018, Emtek Grup memberikan dukungan penuh untuk kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Tiga bintang muda yang membintangi beberapa sinetron SCTV pun turut hadir dalam peluncuran merchandise Asian Games 2018. Megan Domani, Dinda Hauw, dan Marcella Simon hadir meramaikan acara peluncuran official merchandise Asian Games 2018 dan perangko edisi khusus pesta olahraga terbesar di Asia ini. Merchandise tersebut dikerjakan oleh 20 perusahaan lokal, UMKM, hingga internasional. (r/bpn)

Liga Dangdut Indonesia Memasuki Konser Final Top 20

BALIPORTALNEWS.COM – Ajang pencarian penyanyi dangdut berbakat dari 34 Provinsi Indonesia “Liga Dangdut Indonesia”, sejak Rabu lalu telah memasuki Konser Final Top 20. Sebanyak 20 Duta yang terdiri dari 5 Grup siap beradu kemampuan untuk bisa lolos ke babak selanjutnya. Konser Final Top 20 dibagi menjadi 2 babak yaitu Konser Final Top 20 – Show, serta Konser Final Top 20 – Result Show yang akan menjadi konser penentuan nasib dari para Duta di masing – masing grup. Dalam kompetisi di Grup 1 yang telah tampil kemarin, Nabila (Aceh), Nando (Jawa Barat), Oji (Kepulauan Riau) dan Selfi (Sulawesi Selatan) berhasil memukau Dewan Dangdut hingga membuat Dewan Dangdut kesulitan untuk memilih Duta yang harus tersisih. Sayangnya Oji pun  harus meninggalkan panggung LIDA.

Konser Final Top 20 masih menyisakan Grup 2, 3, 4 dan 5 yang akan tampil, siapakah Duta Dangdut yang akan menyusul Nabila, Nando dan Selfi maju ke babak selanjutnya? Saksikan terus Liga Dangdut Indonesia hanya di Indosiar! Dan dukung terus Duta favorit melalui SMS dengan cara ketik: LIDA (spasi) Nama Duta, Kirim ke 97288, tarif Rp.2,200/SMS. Sementara itu Liga Dangdut Indonesia akan datang menghibur masyarakat di Kota Solo dalam acara Demam LIDA pada hari Minggu, 25 Maret 2018 di Robinson Purwosari Solo mulai pukul 13.30 WIB. Menampilkan Duta LIDA Jawa Tengah (Yunita, Desti & Vela)bersama Nisa DA, Raiga DA dan Ika DA. Ayo Datang dan ramaikan Demam LIDA Kota Solo! Gratis!

Indosiar juga akan hadir langsung di kota Yogyakarta dalam “Panggung Gembira” untuk menghibur para pemirsanya. Bertempat di Jogja Bay Waterpark pada hari Sabtu dan Minggu, 24 – 25 Maret 2018,Panggung Gembira Indosiar akan menyuguhkan hiburan dari penyanyi dangdut kesayangan pemirsa diantaranya Rita Sugiarto, Jenita Janet, Trio Macan, Fildan DA, Rani DA, Rafi DA, Ervanka BP, Lady Gula – Gula (Anna BP, Zivanna BP, Ratu BP), Dimas Tedjo, Baby Shima, dan masih banyak lagi. Kehadiran Faris Aja, Reza Bukan, Indra Bekti dan Upiak Isil sebagai pembawa acara akan semakin memeriahkan acara. Selain menghadirkan panggung hiburan, akan ada berbagai games menarik yang dapat diikuti oleh pengunjung. Datang dan saksikan Panggung Gembira Indosiar mulai pukul 07.30 WIB!Gratis!

Ajang pencarian bakat menyanyi dangdut yang tidak kalah serunya juga kembali digelar oleh Indosiar. Bintang Pantura 5 akan melangsungkan audisi perdananya di Kota Surabaya pada hari Minggu, 25 Maret 2018 di Hotel Singgasana Surabaya mulai pukul 07.00 WIB. Bagi pria maupun wanita dengan usia minimal 17 tahun serta memiliki goyangan yang khas dapat datang langsung untuk mengikuti audisinya dengan membawa fotocopy KTP dan foto berwarna. Setelah Surabaya, audisi Bintang Pantura 5 juga akan hadir di Bandung pada tanggal 1 April 2018 dan berlanjut di Jakarta pada tanggal 13 Mei 2018. Seluruh pendaftaran dan proses audisi ini bersifat gratis! Tanpa dipungut biaya apapun!

Jangan lupa juga untuk terus menyaksikan ajang kompetisi bergengsi sepak bola Indonesia Go-Jek Liga 1 Bersama BukaLapak yang dibuka oleh pertandingan dari Bhayangkara FC melawan Persija Jakarta pada hari ini Jumat, 23 Maret 2018 pukul 18.00 WIB dan berlanjut ke hari Sabtu 24 Maret 2018 dengan pertandingan Arema FC vs Mitra Kukar FC pukul 15.00 WIB serta Bali United vs PSMS Medan pukul 18.00 WIB. Pada hari Minggu 25 Maret 2018 akan hadir pertandingan antara PSM Makassar vs PSIS Semarang serta Persebaya Surabaya vs Perseru Serui. Di hari Senin 26 Maret 2018akan mempertemukan Persib Bandung vs PS Tira pada pukul 15.30 WIB dan Jumat 29 Maret 2018 menghadirkan PSMS Medan vs Bhayangkara FC pukul 15.30 WIB hanya di Indosiar! (r/bpn)

Para Chef Terbaik Asia Akan Demo Masak di Kitchen Stage Ubud Food Festival 2018

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Berita gembira buat para pencinta kuliner, karena Ubud Food Festival akan kembali lagi untuk yang keempat kalinya tanggal 13-15 April mendatang. Seperti biasa Festival kuliner terbesar di Indonesia ini akan membawa sederet bintang-bintang kuliner ternama dari dalam dan luar negeri untuk tampil dan mendemokan keahlian memasak mereka.

Akan datang tiga chef yang telah memenangkan penghargaan Michelin Star, penghargaan yang dipandang sebagai penghargaan tertinggi di bidang kuliner kelas dunia. Jun Lee, chef asal Korea lulusan Culinary Institutre of Amerika tahun 2010 adalah pemilik restauran Soigné, restauran peraih penghargaan Michelin Star tahun 2016 dan 2017. Chef Jun Lee akan tampil di sesi Kitchen Stage: Michelin-starred Korean with Jun Lee, di mana ia akan memasak daging domba menggunakan teknik tradisional Korea.

Lalu chef Michelin Star yang juga berasal dari Korea, Chef Sun Kim, akan hadir di sesi Kitchen Stage: Bossman of Bibimbap. Ia akan memasak hidangan tradisional Korea, bibimbap dengan sentuhan modern Eropa. Sajian chef restauran Meta di Singapura ini akan meleburkan bibimbap dengan daging kepiting, telur asin, dan saus cabai rahasia. Selanjutnya ada chef Michelin Star lainnya, Rishi Naleendra, chef Sri Lanka pertama yang menerima status Michelin ini adalah pemilik sekaligus Executive Chef di Cheek by Jowl yang berlokasi di Singapura. Di sesi Kitchen Stage: Michelin-starred Modern Australian with Rishi Naleendra, ia akan meracik hidangan-hidangan yang sederhana namun kaya rasa, seperti ikan dengan daun bawang.

Selain para chef dengan Michelin Star, Ubud Food Festival juga akan membawa beberapa chef terbaik Asia lainnya yang telah memenangkan penghargaan, seperti Rydo Anton. Nama Rydo Anton mungkin belum terlalu terkenal di antara pencinta kuliner nusantara, namun orang Indonesia yang satu ini telah memiliki karir yang luar biasa di industri kuliner internasional. Ia kini menjabat sebagai Head Chef di restauran Gaggan di Bangkok, restauran yang menduduki peringkat satu di daftar Asia’s 50 Best Restaurants selama tiga tahun berturut-turut. Chef Rydo akan menghidangkan menu dengan rumus 5S yaitu Salty, Sweet, Sour, Spicy, dan Surprise di sesi Kitchen Stage: The 5S Equation with Rydo Anton.

Yang juga akan demo masak di Ubud Food Festival adalah chef pemenang penghargaan Restaurant of the Year dan Chef’s Choice di World Gourmet Summit Awards of Excellence tahun 2017, Petrina Loh di sesi Kitchen Stage: Fundamentals of Flavor with Petrina Loh. Andrian Ishak, chef dan pemilik Namaaz Dining, restauran molecular gastronomy pertama di Jakarta, akan menghadirkan sesuatu yang unik saat ia membumbui masakannya dengan menggunakan bunyi-bunyian di sesi Kitchen Stage: Sonic Seasoning with Andrian Ishak.

Selain nama-nama di atas, total akan hadir lebih dari 90 chef dan ahli kuliner lainnya untuk demo masak, diskusi, workshop, dan jamuan eksklusif Special Event selama tiga hari penyelenggaraan Ubud Food Festival 2018, seperti Rinrin Marinka, Farah Quinn, Sisca Soewitomo, Will Meyrick, peserta Iron Chef Chris Salans, Charles Toto, dan banyak lainnya. (r/bpn)

Joox Indie Workshop Roadshow, Maksimalkan Potensi Musisi Independen 

BALIPORTALNEWS.COM – Ranah musik independen Indonesia tumbuh dengan sangat dinamis dan beragam. Hal ini terbukti dengan terus hadirnya musisi-musisi baru di jalur ini yang mengusung musikalitas dan talenta yang unik, kreatif dan mencuri perhatian.

Untuk membekali para musisi indie mengemas dan memasarkan talenta yang mereka miliki secara profesional di era digital, JOOX, penyedia musik digital streaming terkemuka di Indonesia, mengadakan “JOOX Indie Workshop”, sebuah rangkaian workshop tentang distribusi musik secara digital melalui platform JOOX.

Rangkaian JOOX Indie Workshop Roadshow pertama diadakan di Surabaya pada Rabu, 14 Maret 2018 dengan dihadiri vokalis Let’s Go C’Mon Baby, Anggie Koeswinanto dan Gedeletsgo, drummer Let’s Go C’Mon Baby dan Silampukau.

Ditemui di acara JOOX Indie Workshop Surabaya (14/3/2018), Girindra Prabowo Okky, GM Content Department of Tencent Indonesia mengungkap harapan JOOX Indie Workshop untuk memfasilitasi para musisi indie di Indonesia memperluas distribusinya.

“Kami ingin membantu para musisi indie di Indonesia memperluas jaringan distribusi mereka dan terhubung dengan penggemar mereka secara ekstensif melalui platform digital yang legal dan mendapatkan manfaat signifikan untuk mengembangkan musik mereka,” kata Girindra.

Menjamurnya musisi independen di Indonesia, tidak lepas dari faktor keberagaman budaya di Indonesia yang memberi pengaruh besar dalam pembentukan karakter musisi independen. Lahir dari kreativitas dan gairah yang luar biasa, musik indie Indonesia bahkan sanggup membangun lapisan penggemar yang loyal dan berdedikasi.

Hadirnya era digital membuka kesempatan baru bagi musisi independen untuk menjangkau penggemarnya dengan lebih luas. JOOX adalah salah satu aplikasi hiburan yang tumbuh subur di Indonesia ingin menghubungkan pecinta musik indie dengan artis dan musisi favorit mereka.

Ditemui di acara yang sama, Anggie Koeswinanto, vokalis Let’s Go C’Mon Baby, salah satu grup band indie asal Surabaya yang sudah berpartner dengan JOOX mengakui acara JOOX Indie Workshop adalah kesempatan langka bagi para musisi indie lokal untuk menambah pengetahuan mereka mengenai distribusi musik secara digital.

“Acara ini penting sekali, karena JOOX ini semacam media sosial bagi anak band. Musisi indie perlu memanfaatkannya tanpa perlu ribet menyiapkan hard copy, tetapi semua orang bisa mengakses karya musik mereka dengan mudah,” ungkap Anggieletsgo.

JOOX Indie Workshop Roadshow bertujuan membangun ekosistem positif bagi industri musik Indonesia, termasuk musisi independen. Setelah dimulai di Surabaya, acara ini akan diadakan juga di kota-kota lain seperti Yogyakarta pada 28 Maret 2018, Bandung pada 11 April 2018 dan Jakarta pada 25 April 2018.

Acara ini terbuka untuk musisi indie yang sudah memiliki single atau album namun belum mendistribusikan musiknya di JOOX atau belum pernah menggunakan platform digital. Event ini pun terbuka musisi indie baru yang ingin lebih jauh memahami cara kerja industri musik digital.

Melalui JOOX Indie Workshop Roadshow, musisi independen di empat kota ini dapat melengkapi bakat dan kreativitas mereka dengan pengetahuan baru tentang pemasaran digital melalui platform musik streaming dan memperluas jaringan distribusi bagi karya-karya mereka.

Melalui inisiatif ini diharapkan musisi independen dari berbagai daerah mampu mengemas dan memasarkan musik mereka, juga mendorong mereka untuk lebih aktif dan kreatif dalam berkarya. Untuk memberikan pengarahan di workshop ini, JOOX akan menggandeng tokoh musik independen Indonesia, Wendi Putranto (manajer band Seringai).

Wendi Putranto, yang akan bertindak sebagai moderator di empat kota ini menyatakan antusiasmenya untuk berpartisipasi dalam JOOX Indie Workshop Roadshow. “Kesempatan besar ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh musisi independen untuk memperluas jangkauan mereka dan memperluas basis penggemar mereka,” kata Wendi.

Di acara workshop ini juga, Gedeletsgo mengajak para musisi indie lokal untuk memanfaatkan partnership dengan JOOX untuk menjual musik mereka. “Di sisi lain, para musisi indie ini jangan pernah terlena untuk terus tumbuh sebagai musisi yang baik, bagaimanapun kita harus tetap sadar lingkungan dan belajar hal-hal baru di aliran musik yang kita pilih, memilih pengaruh dan sentuhan bagi musik kita, sehingga karya-karya kita terus berkembang dan tetap relevan dengan para pendengar,” saran Gedeletsgo.

Benny Ho selaku Senior Business Development Director of Tencent International Business Group mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki banyak musisi berbakat yang tersebar di berbagai daerah, namun banyak dari musisi indie ini belum memiliki medium untuk menampilkan talenta mereka.

“Misi JOOX adalah memberdayakan industri musik Indonesia dan membantu pertumbuhan musik streaming yang legal dan berkualitas tinggi. Dengan memberi para seniman ini akses langsung ke JOOX, kami membantu musisi lokal untuk menjadi lebih sukses,” kata Benny.

Musisi independen di Yogyakarta, Bandung dan Jabodetabek yang ingin berpartisipasi di acara ini berikutnya dapat menghubungi JOOX melalui mia.amalina@equator-id.com untuk registrasi. Informasi lebih lanjut akan di update melalui media sosial facebook dan instagram di @JOOXID. (r/bpn)

Film Tengkorak dari UGM Rebut Hati Penonton di World Premier Cinequest

BALIPORTALNEWS.COM – Film Tengkorak karya dosen dan mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada  (SV UGM) mendapatkan respon positif dari para penonton yang hadir dalam Gala World Premiere Cinequest 2018 di San Jose, California.

Film yang diproduseri Wikan Sakarinto yang merupakan Dekan SV UGM ini mendapatkan kesempatan tayang selama empat hari pada 1,2,3,dan 9 Maret 2018.  Tengkorak berhasil masuk nominasi Best Film kategori Scinece Fiction, Fantasy & Thriller dalam gelaran Festival Film Cinequest 2018 di San Jose, California dan menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang dikirim ke ajang World Premiere.

“World Premier di Cinequest 2018 ini menjadi pemutaran perdana Film Tengkorak untuk penonton dunia. Selama 4 hari pemutaran film di dua kota yaitu San Jose dan Redwood mendapatkan sambutan positif dan hangat dari publik di Amerika Serikat,” jelas Wikan dalam keterangan tertulis yang dikirim kepada wartawan, Selasa (13/3/2018).

Seusai pemutaran film berdurasi 130 menit ini, Wikan mengungkapkan berlangsung sesi tanya jawab yang cukup dinamis. Berbagai pertanyaan, komentar, dan juga apresiasi keluar dari mulut penonton atas keberanian dalam memilih tema dan diwujudkan dalam eksekusi gemilang. Selain itu juga menampilkan tokoh perempuan seba­gai karakter sentral, juga perempuan sebagai ilmuwan, dan sebagai presi­den, di dalam film Tengkorak ini.

“Film Tengkorak mendapatkan respon dari para penonton sebagai sebuah Film Fiksi Ilmiah yang cukup berkelas, terutama alur ceritanya yang tidak mudah ditebak namun tetap mampu menghibur penonton dengan adegan dan percakapan yang sangat natural,” katanya.

Barbara, seorang maniak film asal San Jose mengungkapkan dirinya menyempatkan diri untuk menonton film Tengkorak. Dia cukup puas dengan film besutan civitas UGM ini. Bahkan kembali menonton kembali film Tengkorak di kota Redwood.

 Joseph Rios, komposer musik dan pemerhati film juga menyampaikan pujian terhadap film Tengkorak. Menurutnya dialog yang ditampilkan dalam berbagai scene terlihat sangat natural dan kuat. Dia pun memuji naturalitas dan kualitas akting para pemainnya saat beradegan di atas menara penjaga BPBT yang sangat memukau.

Film ini juga dinilai sangat mencerminkan budaya Indonesia, bahkan Asia. Selain itu juga menggambarkan keindahan alam Indoensia yang memesona.

Wikan menyebutkan menjadi kebanggaan tersendiri film Tengkorak masuk menjadi salah satu nominasi dalam Cinequest 2018. Namun begitu, Tengkorak belum mampu melangkah lebih jauh di Cinequest 2018.  Tengkorak belum mampu meraih nominasi best film kategori “Science Fiction, Fantasy & Thriller”.

Penghargaan best film diraih film berjudul “Berlin Falling”  karya Ken Duken dan dibintangi pula oleh Tom Wlaschiha, pemeran tokoh penting ‘Jaqen Hgar’ dalam film ‘Game of Thrones’. Film dengan biaya produksi Rp. 2 juta Euro ini saatini tengah menduduki peringakat 1 Box Office Jerman.

Meskipun belum bisa meraih best film, Wikan menyampaikan kesempatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka yang merupakan pemula dalam produksi film layar lebar.

“Kami memohon maaf kali ini belum berhasil meraih best film di Cinequest 2018. Film Tengkorak ini menjadi permulaan dari perjalanan selanjutnya,” pungkasnya.

Dalam World Premier Film Tengkorak di San Jose, selain Wikan turut hadir Yusron Fuadi (Sutradara, Penulis Cerita, Pemain/Pemeran, Produser sekaligus Dosen Sekolah Vokasi UGM), Eka Nusa Pertiwi (Pemeran Utama), dan Anindita Surya Laksmi (Produser, Ani­mator & Special Effect, sekaligus Dosen Sekolah Vokasi UGM).

Film Tengkorak bercerita tentang penemuan fosil tengkorak berumur 170 ribu tahun pasca gempa bumi di Yogyakarta pada 2006. Penemuan fosil itu membuat perdebatan para peneliti dan pemuka agama karena lebih tua dari manusia di bumi. Perdebatan antara melakukan penelitian atas etmuan fosil tengkrak tersebut atau melenyapkannya dari muka bumi. (ika/humas-ugm/bpn)

 Jagadhita Sebagai Tema Ubud Writers & Readers Festival 2018

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Tema yang diusung oleh Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) setiap tahunnya selalu menjadi bagian penting dari penyelenggaraannya, dan hari ini (12/03/2018), UWRF dengan bangga mengumumumkan tema terpilih untuk perayaan ulang tahun yang ke-15 pada tanggal 24-28 Oktober mendatang. Tema tahun 2018 ini ditarik dari sebuah filosofi Hindu kuno yang berbicara mengenai kebahagiaan dan kesejahteraan, yaitu ‘Jagadhita’.

Terjemahan dari ‘Jagadhita’ sendiri adalah ‘kebahagiaan di jagat raya sebagai sebuah tujuan hidup’, dan untuk UWRF 2018, arti dari Jagadhita ini ditafsirkan ulang sebagai ‘dunia yang kita ciptakan’ atau ‘the world we create’ dalam bahasa Inggrisnya. “Tema tahun lalu, ‘Sangkan Paraning Dumadi’, atau ‘Asal Muasal’, mengingatkan kita mengenai nilai-nilai kemanusiaan yang kita bagi,” jelas Janet DeNeefe, Founder & Director UWRF. “Di saat sekarang ini, saat perbedaan memisahkan kita hingga melupakan persamaan yang kita miliki, kami akan menanyakan bagaimana kesejahteraan dan harmoni akan dicari di tahun 2018 ini.”

“Di tahun ke-15 ini, kami akan merayakan penulis, seniman, cendekiawan, dan pegiat dari berbagai penjuru Indonesia dan negara-negara lainnya yang telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga harmoni dan kesejahteraan,” lanjut Janet. “Jagadhita akan mengajak kita semua untuk berhenti sejenak dan merenungkan arti dan makna dari hidup yang selama ini kita jalani dan bagaimana kita sebagai manusia dapat menghantarkan hal-hal positif di dunia yang kita ciptakan.”

Bersamaan dengan peluncuran tema ini, UWRF juga meluncurkan poster resmi UWRF 2018 hasil karya seniman asli pulau Bali, Budi Agung Kuswara yang dikenal di komunitas seni dengan nama Kabul. Karya seni yang dinamakan Anonymous Ancestors ini adalah sebuah upaya Kabul dalam memaknai ulang satu momen dan merangkainya kembali menjadi sebuah pernyataan terkait situasi kehidupan saat ini.

“Saat melihat wajah-wajah di foto dari Bali era 1930an membawa saya pada satu pertanyaan mengenai siapa wajah-wajah itu,” ungkap Kabul mengenai inspirasi di balik poster UWRF 2018. “Anonymous Ancestors adalah bentuk apresiasi untuk wajah-wajah di foto tersebut yang pastinya adalah leluhur masyarakat Bali zaman modern ini. Mereka adalah pelaku industri pariwisata, yang mana sekarang menjadi bagian dari proses kehidupan baik secara ekonomi maupun spiritual.”

Selanjutnya Kabul juga menjelaskan bahwa karya seninya untuk UWRF 2018 ini adalah upaya dirinnya dalam memaknai Jagadhita sebagai sebuah kemakmuran yang bukan hanya sekedar akumulasi angka-angka dan memaknai kemakmuran bukan tentang upaya bertahan hidup. Pandangan Kabul akan konsep Jagadhita ini sejalan dengan apa yang akan digali dan dibedah di UWRF, yaitu konsep kebahagiaan, kesejahteraan, dan kemakmuran bagi manusia di jagat raya ini.

Sejak pertama kali diadakan pada tahun 2004 di Ubud oleh Yayasan Mudra Swari Saraswati sebagai sebuah proyek penyembuhan dari tragedi Bom Bali I yang menghancurkan pariwisata Pulau Bali, UWRF kini dikenal sebagai festival sastra terbesar di Asia Tenggara dan sejajar dengan festival-festival sastra dunia lainnya yang telah memiliki banyak penggemar. Sebuah wadah untuk membawa sastra dan seni Indonesia ke hadapan dunia internasional, sekaligus juga ruang yang mengajak pengunjungnya mengenali isu-isu besar yang selama ini mengelilingi kehidupan kita. (r/bpn)

Dukung Rai Mantra Komunitas Taksu Seni Bali Gelar Konser “Salam Dua Jari”

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Puluhan artis Bali yang tergabung dalam Komunitas Taksu seni Bali Gelar Konser Salam Dua Jari. Rencananya konser ini akan digelar di Lapangan Astina, Gianyar pada Minggu (11/3/2018). Kordinator komunitas Taksu Seni Bali Agung Bagus Mantra alias Gus Mantra mengatakan konser ini adalah bentuk semangat seniman Bali mengawal taksu budaya Bali.

Semangat tersebut kemudian dipersembahkan kepada Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra atau Rai Mantra yang maju sebagai calon gubernur Bali tahun 2018. “Konser ini digelar berbasiskan semangat kebersamaan dalam mengawal taksu budaya Bali yang dititipkan kepada calon pemimpin Bali yaitu sahabat kami Rai Mantra,” kata Gus Mantra, saat menggelar jumpa pers di rumah makan Kubu Kopi, Denpasar, Sabtu (10/3/2018).

Adapun seniman yang akan tampil adalah Ayu Maenah & nana Viana, Joni Agung & double T, Coki Netral, Bintang Feat Lebri Partami, Kis, Bona Alit & Ocha Taksu, The Rocknest, The Crazy Horse, The Small Axe, Rajes n Band & Rah Tut XXX, Parade Band Gianyar, RastaFlute Singapadu dan Wayang Inovatif Genta Wisesa. Acara akan dipandu oleh pelawak Bali Dadong Rerod.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Mantra ini acara ini murni digagas seniman. Tanpa paksaan, tanpa tekanan. Tapi berjalan sendiri melalui media kreatif.  Karena itu konser digelar secara swadaya oleh seniman. Konser salam dua jari ini terbuka untuk umum, tanpa atribut partai politik.

Menariknya, walau bertitle Konser salam dua jari acara dikemas tanpa ajakan mencoblos, apalagi pemaparan visi misi pasangan calon. Sebaliknya konser ini dikemas sebagai media seniman Bali menyampaikan aspirasi kepada calon gubernur Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.

“Kita tidak akan serukan coblos nomor tertentu tapi sebaliknya seniman akan menyampaikan aspirasi kepada beliau,” kata Gus Mantra.

Dalam konser ini seniman juga ingin menyampaikan pesan politik bermartabat. Kalah atau menang dihadapi secara terhormat. Politik sesungguhnya bisa dijalani dengan senyum dan kegembiraan. Bukan saling menghujat apalagi sekedar adu kekuatan.

“Apa yang kami persembahkan sesuatu yang terbaik bagi Bali, ingin membagikan sesuatu yg menyejukan. Gaungkan politik damai harmoni di tengah keberagaman,” kata Gus Mantra.

Karena itu Gus Mantra mengajak seluruh warga yang ingin bergembira untuk hadir tanpa atribut partai. “Ayo datang ramai-ramai, kita bergembira bersama, yang jelas tidak ada bsgi-bagi uang. Kita bergerak dengan nurani,” ujar Gus Mantra.(r/bpn)