Sabtu, 18 Agustus 2018

Sanur Village Festival Ke-13, Pindah Lokasi Ke Pantai Matahari Terbit

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Lokasi Sanur Village Festival 2018 dipindah dari Lapangan Maisonette Inna Grand Bali Beach ke Pantai Matahari Terbit. Banyak alasan soal perpindahan tempat ini di antaranya tentang potensi pengembangan pariwisata seiring meningkatnya kebutuhan pasar pariwisata.

Upaya ini merupakan bagian dari rancangan pemetaaan zonasi dan pengembangan destinasi bagi kenyamanan para pengunjung festival, dan wisatawan yang bertandang ke Sanur. Selain itu, Pantai Matahari Terbit juga pernah digunakan sebagai lokasi Sanur Village Festival 2011 bersamaan dengan Festival Flora & Flori Nasional yang dihelat bersama Kementerian Pertanian. Pada awal pelaksanaan, festival ini pernah digelar di Pantai Mertasari.

Sejumlah gagasan dan perencanaan ke depan pengembangan pariwisata Sanur juga punya andil besar dalam kepindahan lokasi ini. Salah satunya, proyek pengembangan Pantai Matahari Terbit dengan pembangunan fasilitas terpadu marina, boat lounge, amphitheater, wantilan, stal bisnis dan retail, pasar tradisional, ruang menikmati pantai secara nyaman sampai hingga tempat pendaratan helikopter (helipad).

Ketua Umum Sanur Village Festival yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata daerah (BPPD) Kota Denpasar Ida Bagus Gde Sidharta Putra mengatakan kota ini memerlukan ruang publik dengan fasilitas pendukung yang bagus serta diyakini dapat menggeliatkan beragam bisnis pariwisata, industri kreatif, pertanian, perikananian, dan aneka hiburan lainnya.

“Pemindahan lokasi festival untuk menjajaki berbagai kemungkinan perluasan kawasan destinasi dan memberikan keleluasan serta kenyamanan kepada pengunjung,” katanya, belum lama ini.

Sanur Village Festival 2018 akan digelar pada 22-26 Agustus dengan tema ‘Mandala Giri’ yang merupakan sebuah semangat pemikiran untuk memusatkan perhatian kembali kepada Gunung Agung. Ketika aktivitas vulkanik Gunung Agung meningkat pada November 2017 dan berulang erupsi hingga saat ini adalah kenyataan yang memberikan refleksi dalam hal kemanusiaan, persaudaraan, dan pendekatan terhadap alam.

Sanur meskipun tidak memiliki gunung, tetapi dari kawasan pantai dapat disaksikan panorama Gunung Agung yang anggun. Selain itu Sanur memiliki pura yang merupakan pelinggih Gunung Agung, seperti terdapat di Pura Giri Kusuma yang bermakna candi bunga yang dibangun di tengah air. Hal ini mencerminkan telah adanya kesadaran pentingnya gunung.

Bagi masyarakat Bali, letusan gunung bukan hanya sebagai pralina, tetapi juga utpeti atau proses penciptaan kehidupan baru. Aliran mineral yang dibawa oleh air dan abu gunung memberikan kesuburan dan kerahayuan atau kesejahteraan. Peristiwa erupsi juga diartikan sebagai tanda-tanda alam bagi kehidupan manusia.

Saat Gunung Agung meletus pada 1917, dianggap sebagai teguran dewata karena manusia mengabaikan Pura Besakih. Begitu letusan pada 1963 dipercaya sebagai bentuk kemarahan dewata karena terjadi ketidakseimbangan lingkungan serta tingkah laku manusia yang lalai menghormati dewa.

Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Agung secara sains telah banyak dikupas, tetapi di balik itu barangkali bisa dimaknai pula secara spiritual sebagai tanda-tanda alam yang memberikan kesadaran bagi manusia untuk mengambil kearifan penyikapan ke depan.

Semangat inilah menurut Gusde yang hendak dihimpun menjadi kekuatan yang senantiasa menyadarkan kita untuk berempati, ‘menyama braya’ maupun hormat dan berbuat yang terbaik bagi alam. Masyarakat Bali yang menjujung filosofi kehidupan Tri Hita Karana, dingatkan secara terus-menerus untuk menjaga Bali baik secara keduniaan maupun taksunya.

Kekeluargaan, gotong royong (ngayah), metetulung, dan rasa memiliki telah terbukti mengantar festival ini menjadi kegiatan komunal yang memberikan kemanfaatan nyata bagi warga dan sejumlah komunitas desa pesisir ini dan sekitarnya. Spirit kreativitas, motivasi, dan inovasi ala Sanur yang diwadahi dan disalurkan melalui festival ini bakal terus dikembangkan untuk mewujudkan tatanan sosial dan budaya yang berkesejahteraan dan berkedamaian.

Gusde terus melakukan eksplorasi untuk menghadirkan inovasi baru bagi kemajuan Sanur. Melalui Sanur Village Festival, ia berupaya menghasilkan produk-produk industri ikutan yang sangat diperlukan bagi pengembangan bisnis masa depan. (r/bpn)

Volvo Trucks Driver Challenge 2018

BALIPORTALNEWS.COM – Bersiaplah menyaksikan 8 pengemudi truk terbaik dari Indonesia berkumpul di Sentul untuk berkompetisi di Volvo Trucks Indonesia Driver Challenge 2018, yang diselenggarakan bersama oleh Volvo Truck Indonesia dan PT Wahana Inti Selaras pada hari kamis, 26 Juli 2018.

Kompetisi ini dilangsungkan dengan mengemudikan Volvo FH, Volvo FM dan Volvo FMX di jalur on road dan off road sepanjang 7 km dengan menggunakan bahan bakar seminim mungkin. Kompetisi tahun ini juga memasukkan putaran baru: peserta harus menyelesaikan misi transportasi lebih dari 5 pos pemeriksaan – semuanya harus ditempuh dalam waktu 45 menit saja.

Jurn Terpstra, Managing Director Volvo Trucks Indonesia, mengakui bahwa mengemudi kendaraan berat memang membutuhkan keterampilan khusus, tetapi mengemudi dengan efisien adalah sebuah bentuk seni. “Volvo Trucks Driver Challenge menjadikan para pengemudi ini sebagai fokus khusus dan menguatkan kembali pentingnya pengemudi yang terampil dan kompeten. Ini penting bagi pengguna truk-truk kami, karena teknik mengemudi yang efisien akan berdampak langsung pada keuntungan mereka,” ucap Jurn Terpstra.

Kompetisi tahun ini terbukti menjadi kompetisi Volvo Trucks Indonesia yang paling luas dan paling menantang. Volvo Trucks Driver Challenge ini menggantikan konsep Volvo Trucks Fuelwatch Competition yang diadakan di tahun-tahun sebelumnya dan hadir dengan semangat baru untuk mengangkat peran para pengemudi truk dan menyoroti pentingnya mengemudi yang efisien dengan tema “The Driver Makes The Difference”.

Untuk mencapai tujuan tersebut, kompetisi akan menguji keterampilan pengemudi di bidang efisiensi bahan bakar, keamanan, dan kemampuan manuver. Ketiga aspek tersebut menjadi  penting untuk mempromosikan kebanggaan profesional dan keuntungan bagi para perusahaan yang menggunakan Volvo Truck sebagai armadanya.

Bambang Prijono, CEO PT Wahana Inti Selaras (INDOMOBIL Group), distributor tunggal Volvo Trucks di Indonesia, menjelaskan bahwa sekitar 80 pengemudi dari seluruh Indonesia telah berpartisipasi dalam kualifikasi nasional. Hanya 8 finalis teratas yang akan bersaing untuk memenangkan tiket untuk mewakili Indonesia di Final Dunia di negeri asal Volvo Trucks di Gothenburg, Swedia di bulan September yang akan datang. “Pemenang dari Volvo Trucks Indonesia Driver Challenge 2018 akan menjadi pengemudi dengan skor gabungan tertinggi dari kedua stasiun pengemudian on-road dan off-road.

Poin akan diberikan berdasarkan kriteria  efisiensi bahan bakar, kemampuan manuver dan keamanan dalam jangka waktu yang sudah ditentukan. Kami percaya keterampilan ini lebih praktis dan relevan dengan pekerjaan sehari-hari pengemudi. Untuk dapat memenangkan kompetisi ini, pengemudi harus mengemudi dengan cara yang sangat terencana, dan hemat bahan bakar. Dengan demikian, pemenangnya adalah yang terbaik dari yang terbaik,” katanya.

“Kami benar-benar ingin merayakan peran pengemudi dengan mengapresiasi mereka yang telah menjadikan keterampilan mengemudi yang efektif menjadi efisien. Kami percaya truk dan layanan kami memungkinkan pengemudi kami memanfaatkan keahlian mereka sebaik-baiknya dan menjadi yang terdepan. Melalui Volvo Trucks Driver Challenge 2018, kami mencoba menampilkan bagaimana Volvo Trucks mendorong kemajuan bagi pelanggan kami – para pengguna truk, pengemudi dan industri Indonesia,” kata Jurn Terpstra. (r/bpn)

Banjar Tainsiat Siap Gelar Festival Puputan Badung ke-5

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Hari Puputan Badung yang diperingati setiap 20 September menjadi sebuah momentum perjuangan masyarakat Denpasar.  Dikemas dalam balutan seni dan budaya Bali, Banjar Tainsiat yang berkolaborasi dengan Pemkot Denpasar kembali menggelar peringatan Puputan Badung Ke-112 Tahun 2018  yang akan dilaksanakan 20-21 September mendatang.

Hal ini terungkap saat Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara bertatap muka dengan Panitia Festival Puputan Badung Tainsiat ke-5 tahun 2018,  Senin (23/7/2018) malam di Denpasar. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram.

Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram mengatakan peringatan Puputan Badung yang dikemas apik dalam Festival Puputan Badung sangat ideal mengambil tempat di Catus Pata Banjar Tainsiat. Hal ini lantaran kawasan tersebut pernah terjadi peristiwa heroik Puputan Badung dengan tokoh sentral I Gusti Ngurah Made Agung yang kini sebagai Pahlawan Nasional.

“Bukti sejarah, dan semangat perjuangan tentu harus kita maknai sebagai momentum untuk membangun semangat dalam membangun Kota Denpasar secara berkesinambungan dengan melibatkan sektor terbawah seperti halnya krama banjar,” ujar Rai Iswara.

Pihaknya menambahkan, kegiatan kreatif yang digagas oleh Banjar Tainsiat bersama ST. Yowana Saka Bhuwana ini sejalan dengan visi misi Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara memberikan pemaknaan semangat heroik Puputan Badung dengan gelaran kegiatan budaya. “Dari semangat Puputan Badung ini dapat menjadi ajang pelestarian seni dan budaya Bali di Kota Denpasar,” paparnya.

Sementara Ketua Panitia I Putu Suyatna mengatakan pelaksanaan Peringatan Puputan Badung kembali digelar Banjar Tasinsiat yang tahun ini memasuki tahun ke-5. Sinergitas di berbagai lini, mulai dari Pemkot Denpasar, Desa Dangin Puri Kaja dapat menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Kota Denpasar untuk memaknai semangat heroik Perang Puputan Badung. Sajian kegiatan budaya Peringatan Puputan Badung tahun ini dilaksankan  selama dua hari dari tanggal 20-21 September mendatang. Kegiatan meliputi gelaran stand produk UMKM lokal, beragam lomba seni, budaya dan kearifan lokal yang juga dimeriahkan penampilan Wayang Cengblonk.

“Kami mengucapkan terimaksih kepada Pemkot Denpasar yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini serta menjadikan Peringatan Puputan Badung di Banjar Tainsiat kalender event Denpasar, ujarnya. (ags/humas-dps/bpn)

Pagelaran Puncak Tao Silalahi Arts Festival 2018

BALIPORTALNEWS.COM – Sejumlah Peserta 1000 Tenda Semakin memadati Pulau Silalahi, kecamatan Silahi Sabungan, Kabupaten Dairi, diantaranya banyak yang berasal dari Luar Kota. Tercatat sudah ribuan pengunjung, hampir seluruh kawasan Pulau Silalahi dipadati oleh warna-warni tenda, mewarnai perbukitan Silalahi, Antusias dari pengujung masih terlihat sampai Subuh, Ratusan Kendaraan masih memasuki kawasan Tao Silalahi.

Di Hari Kedua Tao Silalahi Arst Festival 2018 ini, yang pelaksanakannya berlokasi di Pulau Silalahi, Diawali dengan Pertunjukan Kesenian Lokal, diantaranya adalah penampilan tari-tarian dari beberapa sanggar di Silalahi, yakni Sanggar Grace, Sanggar Tongging Karo dan Sanggar Silalahi II. Juga Penampilan dari anak-anak Silalahi lainya, yang begitu semangat mengikuti festival dari awal dilaksanakan.   Selain dari itu rangkaian kegiatan lainnya yang dilakukan pada hari Sabtu (21/7/2018) diantaranya yaitu Workshop Pengolahan Sampah, Aktivitas 1000Tenda, Onan Camp, Panggung Kopi, Pertunjukan Musik dan Budaya

Melalui Kolaborasi dengan komunitas seni, (21/7/2018) diisi dengan Penampilan Kak Indri, Sneak, Identity Band, MF, Dinas Pariwista Kab. Tapteng (Gatrasindo), Rani Jambak, Ando Sipayung & Ben Tambak dan Boraspati. Ribuan Peserta Memadati  Kawasan Pantai Pulau Silalahi, meski sesaat sempat didera gerimis, tapi tidak mengurungkan minat para pengunjung untuk melihat pagelaran budaya. “Minat pengunjung saat ini tidak hanya untuk menikmati alam, tapi kali ini pertunjukan Seni semakin mendapat apresiasi dari khalayak ramai, yang mengunjungi Pulau Silalahi”, Tutur Ojax Manalu, Selaku Direktur Tao Silalahi Arts Festival 2018.

Matahari belum memancarkan sinarnya, diwarnai dengan langit lembayung mewarnai kegiatan Tao Silalahi Arts Festival di mulai dari Pukul 06.00 Pagi (22/7/2018), para Pengujung diajak untuk ikut melakukan Senam Zumba, sebagai aktiviatas Olahraga bersama. Tidak hanya itu saja beberapa pekarya lain seperti Boraspati, Bedgar,  Soerkam, Natur Batih, dan Hanna Pagiet.

Sementara itu Harmoni Toba, dalam 33 Hari mengenang, 33 Menit Berdoa untuk Danau Toba  juga dilaksanakan dengan penampilan Kolaborasi Arunika dan Toba Putri Dancer,  dengan kegiatan Musikalisasi Puisi, Performance Arts. Kegiatan ini dilakasanakan dalam memperingati Musibah Tenggelamnya Kapal Sinar Bangun yang terjadi di Danau Toba Bulan Juni lalu. Kita berdoa dan perenungan bersama, semoga tidak terjadi kejadian yang sama, khususnya di kawasan Danau Toba. Kata Hermanto Situngkir, Pemuda Lokal yan sekligus menjadi Wakil Direktur Tao Silalahi Arts Festival 2018

Sambil menikmati pertunjukan, Pengunjung diajak mengopi bersama-sama, Kolaborasi Penyelenggara dan Komunitas Produsen Kopi Lokal menyediakan Kopi untuk dinikmati para pengunjung, sekaligus memperkenalkan beberapa Jenis Kopi Lokal, seperti Sitinjo, Sicike-cike, Sumbul, dan Parbuluhan. Antusias pengunjung masih tetap ramai, sampai Siang harinya (22/7/2018) pada kegiatan Penanaman Pohon dan aksi bersih-bersih di Kawasan Pulau Silalahi, yang diikuti peserta, pekarya, masyarakat lokal dan Pengelola Pulau Silalahi.

Bibit yang ditanam adalah Bibit Pohon Buah, Besar harapan nantinya Pohon ini mempunyai nilai ekonomi tersendiri bagi masyarakat, selain program penghijauan, tentu banyak nilai tambah lain yang didapat, memberikan edukasi kepada generasi muda untuk semakin menghargai alam. “Menanam adalah Investasi Jangka Panjang” , Tutur Hermanto. Dipenghujung acara Tao Silalahi Arts Festival 2018 di Pulau Silalahi. (r/bpn)

Badung Gelar Lomba Mancing Tradisional di Pesisir Pantai Petitenget

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung menggekar Lomba mancing Tradisional di pesisir  di seputaran Pantai Petitenget, Minggu (22/7/2018).

Hadir dalam kesempatan tersebut staf ahli pemerintahan hukum dan politik kabupaten Bandung I Ketut Martha, Kepala Dinas Pertanian Badung Putu Oka Swadiana, perwakilan DPRD Badung, perwakilan camat Kuta Utara, Lurah Kerobokan Kelod, Bendesa adat Petitenget, pemucuk pura Petitenget dan krama mancing tradisional petitenget serta peserta lomba mancing tradional.

Lomba mancing Tradisional di pesisir  di seputaran Pantai Petitenget  yang mengambil tema Budaya perikanan mewujudkan masyarakat yang sehat dan cerdas ini ikuti 175 pemancing yang tersebar di wilayah provinsi Bali, dengan memperebutkan hadiah uang senilai juara I Rp 4.000.000, juara II Rp 3.000.000, juara III Rp 2.000.000 yang akan diserahkan nanti pada penutupan pameran gerakan Budaya Perikanan pada hari Kamis 26 Juli 2018 di Lapangan Umum Mengwi.

Sementara Bupati Badung dalam sambutannya yang dibacakan staf ahli pemerintahan hukum dan politik kabupaten Bandung I Ketut Martha menyampaikan lomba yang dilaksanakan merupakan wujud nyata srada dan bhakti kepada tuhan Yang Maha Esa. “Laut merupakan tempat suci sekaligus sebagai tempat kehidupan masyarakat nelayan berdasarkan falsafah umat Hindu yaitu Tri Hita Karana yang dijabarkan yakni perairan di wilayah laut dalam kontek palemahan, sedangkan dalam kontek pawongan adalah krama nelayan itu sendiri dan kontek parayangan sangat erat dengan penyungsungan Pura segara lan Dalem, tempat krama Kabupaten Badung mohon keselamatan dan kesejahteran lahir dan bhatin,” ungkap Martha.

Lebih lanjut dikatakan disamping pantai sebagai daya tarik wisatawan pantai juga sebagi ritual keagamaan di bali, untuk itu menyambut baik cinta pantai perlu digalakan dimana pantai merukapan taya tarik adalan bagi wisatawan yang berkunjung ke Badung akan selalu “menonjolkan pantai pantai yang indah dan bersih, dengan lomba mancing tradisional ini patut dilestarikan dan kita laksanakan untuk mewujudkan pantai sebagai asset pariwisata” ungkapnya.

Panitia penyelenggara A.A. Ngurah Kusuma Yuda melaporkan lomba mancing yang dilaksanakan di pesisir pantai akan berdampak terhadap kebersihan lingkungan disamping pantai sebagai tempat pesucian bagi umat Hindu juga sebagai daya tarik wisatawan

“Pelaksanaan lomba mancing ini akan mendorong pembangunan berkelanjutkan yang merupakan esensi dan implementasi dari konsep Blue economy serta mengingatkan masyarakat bahwa sumber protein dari produksi perikanan akan meningkatkan kecerdasan generasi penerus,” lapornya.

Lomba mancing ini terselenggara atas  kerjasama Komunitas mancing pantai petitenget dengan Pemerintah Kabupaten Badung dengan mengambil tema “Budaya Perikanan mewujudkan masyarakat yang sehat dan cerdas”. (humas-badung/bpn)

Pameran Seni Prasi Mahasiswa Undiksha

BALIPORTALNEWS.COM – Griya Art Gallery di Griya Santrian a Beach Resort and Spa mempersembahkan pameran bertajuk (O)P(E)RASI. Pameran ini menghadirkan karya – karya 27 perupa muda dari mahasiswa dan alumni Jurusan Pendidikan Seni Rupa Undiksha yang telah mengambil mata kuliah prasimologi ditambah praktisi seni prasi dari desa Bungkulan, Gusti Bagus Sudiasta.

Prasi sering pula disebut sebagai seni lukis lontar, satu bentuk karya seni dua dimensional, bermediumkan daun lontar, memakai teknik torehan dalam menghadirkan image, serta mengandung aspek naratif didalamnya. Beberapa peserta menunjukkan upaya untuk mempertemukan medium lontar yang dominan dalam seni prasi dengan medium yang lain semisal plat tembaga atau menghadirkan metode presentasi yang mencoba keluar dari konvensi seni prasi pada umumnya.

Operasi yang dimaksud mengandung makna pembedahan dimana para seniman berupaya membedah struktur demi struktur “anatomi” seni prasi dan mempelajari berbagai aspeknya secara visual, tematik, hingga cara presentasi. Kata Operasi juga bermakna sebagai upaya seniman muda untuk bergerak dalam misi menempatkan eksistensi seni prasi ini dalam medan sosial seni rupa hari ini.

“Dengan terselenggaranya pameran ini diharapkan seni prasi menjadi semakin mendapat tempat dalam konstelasi seni rupa kontemporer,” ungkap Ida Bagus Gede Sidharta Putra, pemilik Griya Santrian Gallery sekaligus general manager Hotel Griya Santrian,”Kami tentunya mendukung upaya Jurusan Pendidikan Seni Rupa Undiksha Singaraja untuk melestarikan dan mengembangkan seni prasi.” (r/bpn)

Hari Terakhir Pelaksanaan PKB ke-40, Dua Duta Kesenian Lintas Generasi Denpasar Unjuk Kebolehan Bawakan Gong Kebyar

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR -Menjelang berakhirnya gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) ke – 40 Tahun 2018,  pementasan unik turut disajikan Duta Keseniam Kota Denpasar Pada Sabtu (21/7/2018) siang di Kalangan Ratna Kanda, Art Centre.  Dimana, tampil Sekaa Gong Lansia Wredha Sancayate, Br. Tatasan Kaja, Desa Pakraman Tonja mebarung dengan Sekaa Gong anak – anak Gargita Kumara asal TK (Taman Kanak – Kanak) Kumara Sari,  Br. Mertayasa Desa Pamecuta Kaja, Denpasar. Penampilan dua Sekaa Gong beda generasi ini sangat menghibur dan memancing antusiasme tinggi penonton yang memenuhi lokasi pertunjukan.

Pagelaran Gong Kebyar Mebarung antar generasi ini dibuka oleh penampilan Sekaa Gong Lansia Wredha Sancayate menampilkan garapan Tabuh Pat Lelambatan Semarandana yang mengandung arti romantisme keindahan dalam api asmara. Dilanjutkan dengan penampilan Sekaa Gong Anak – Anak Gargita Kumara, TK Kumara Sari,  Br. Mertayasa Desa Pamecuta Kaja membawakan Tabuh Gita Kumara yang memiliki filosofi pengajaran kesenian budaya Bali yang berdampak positif bagi anak. Dilanjutkan kemudian penampilan Tari Rarejangan Siwa Prastuti yang memiliki arti persembahan dengan perasaan suka cita yang mendalam. Tari ini dibawakan dengan luwes oleh sembilan penari wanita lansia diiringi oleh Sekaa Gong Lansia Wredha Sancayate.

Sejurus kemudian anak – anak Sekaa Gong Gargita Kumara kembali melanjutkan penampilan mengiringi tarian Rare Satyaning Bumi yang menceritakan anak – anak yang sedang bermain peran sebagai prajurit penjaga ibu pertiwi. Dilanjutkan penampilan Tari Durga Jauk Manis penggambaran raksasa yang diiringi tetabuhan oleh Sekaa Gong Lansia Wredha Sancayate. Dilanjutkan kemudian penampilan Dolanan (Permainan Kolang – Kaling) dibawakan anak – anak TK Kumara Sari,  Br. Mertayasa Desa Pamecuta Kaja. Menceritakan anak – anak tengah bermain permainan tradisional dan dibagi menjadi dua kelompok. Parade Baleganjur lintas generasi ini ditutup oleh penampilan Sekaa Gong Lansia Wredha Sancayate membawakan garapan Tabuh Gegitan Gita Sala yang tetinspirasi oleh ritual pemujaan yang dilakukan di Pura Maospahit, Denpasar di setiap enam bulan sekali.

Kadisbud Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram didampingi Kordinator Kedua Sekaa, I Wayan Wijaya dan I Ketut Subrata mengatakan bahwa pementasan kali ini merupakan satu-satunya yang menampilkan dua generasi dalam satu panggung, yakni lansia dan siswa TK. “Hanya kami di Denpasar yang menampilkan lansia dan siswa TK dalam satu panggung,” ujar Mataram disela pementasan.

Lebih lanjut dikatakan, dari pementasan dua generasi berbeda ini tentu sangat produktif bagi kreatifitas lansia serta sebagai ajang pengenalan seni budaya sejak dini bagi anak-anak. “Dengan menabuh dan menari, maka lansia akan semakin aktif beraktiftas, dan anak-anak semakin mengenali seni sejak usia dini, sehingga kedepanya pelestarian seni budaya dapat mendarah daging di berbagai kalangan masyarakat Bali,” paparnya.

Pihaknya berharap, kedepan Gong Kebyar Lansia dan Gong Kebyar Anak-anak Siswa TK dapat diwadahi dalam sajian parade dengan menampilka  duta dari masing-masing kabupaten/kota di Bali. “Kami berharap kedepanya parade Gong Kebyar ditambah lagi dua, yakni anak-anak TK dan Lansia,” harapnya.

Salah seorang penabuh lansia, I Wayan Suweca mengaku senang dapat menjadi bagian pelestarian seni dan budaya walaupun memasuki usia senja. “Intinya dapat menjadi bagian pelestarian seni dan membawakan materi dengan maksimal,” ujarnya.(humas-dps/bpn)

“Drakula Cantik” Temani Pemirsa SCTV

BALIPORTALNEWS.COM – “Drakula Cantik” segera hadir menemani waktu sore pemirsa SCTV. Episode perdana “Drakula Cantik” akan hadir pada hari Senin, 23 Juli 2018 pukul 15.55 WIB. Pemirsa di rumah akan dimanjakan oleh akting dari sederet bintang muda berbakat diantaranya Raisya Bawazier, Ali Seggaf, Dame Aning, Christ Arce, Hanifa Alhasni, Sehan Zack, Dame Aning, Christ Arce, Hanifa Alhasni, Zee Dunker, Felicity Angelica, Alzi Makers, Claudya Putri, Patricio Ivan Acevedo, Cristian Alejandro dan masih banyak lagi. “Drakula Cantik” mengisahkan kehidupan gadis cantik bernama Clara (Raisya Bawazier) yang terlahir dari hasil pernikahan manusia dan drakula.

Clara bosan dengan kehidupannya di dunia drakula, hingga ia memutuskan untuk ingin hidup di dunia manusia dengan bersekolah. Sang ibu, Isabel (Fioleta Mongi) melihat puterinya yang semakin tertekan akhirnya memberikan izin kepada Clara untuk bersekolah di dunia manusia dengan syarat harus diawasi oleh Jasmine (Dame Aning), Adriana (Hanifa Alhasni) dan Hanzel (Christ Arce) yang tidak lain adalah sahabatnya di dunia drakula. Hari pertama bersekolah, Clara mendapat gangguan dari Aleya (Zee Dunker), Kirana (Felicity Angelica) dan Fito (Alzi Makers) geng anak bandel terkenal di sekolah. Di tengah gangguan Aleya dan rekan-rekannya, hadir Kevin (Ali Seggaf) yang menolong Clara. Kevin selalu jadi pelindung Clara dari berbagai gangguan. Cerita terus bergulir hingga Clara semakin sering menunjukkan tanda-tanda sebagai makhluk drakula. Kelanjutan kisah “Drakula Cantik” dapat disaksikan di layar kaca SCTV setiap hari pukul 15.55 WIB.

Sukses menggelar Hitstory Rossa dan Armada beberapa pekan lalu, akhir pekan ini SCTV kembali menggelar “Hitstory”. Penyanyi wanita kenamaan tanah air yang terkenal dengan salah satu lagunya berjudul “Sesuatu’, Syahrini akan mengisi Hitstory yang akan disiarkan secara LIVE oleh SCTV dari Summarecon Mall Bekasi pada hari Sabtu, 21 Juli 2018 pukul 15.00 WIB. Tidak hanya tampil sendiri, Syahrini juga akan ditemani dan tampil berkolaborasi dengan sejumlah musisi dan artis kenamaan tanah air lainnya diantaranya Aisyahrani, Cakra Khan, Hotman Paris dan masih banyak lagi. Gilang Dirga, Sinyorita, dan Rangga Moela akan memandu jalannya acara.(r/bpn)

Indosiar Tayangkan Ekslusif AFF U16 Championship

BALIPORTALNEWS.COM – Indosiar dengan sejumlah tayangan olahraga berkualitasnya akan segera menghadirkan turnamen AFF U16 Championship secara ekslusif yang disiarkan secara langsung dari Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Timnas Garuda Asia akan kembali berjuang menghadapi kesebelasan tim nasional usia 16 tahun di Grup A yaitu Filipina, Kamboja, Myanmar, Timor Leste dan Vietnam. Laga AFF U16 Championship akan dibuka dengan pertandingan Indonesia melawan Filipina pada hari Minggu, 29 Juli 2018 LIVE di Indosiar pukul 18.30 WIB. Ayo dukung dan saksikan perjuangan Garuda Asia di Turnamen AFF U16 Championship hanya di Indosiar!

Dari kompetisi sepakbola yang juga sedang berlangsung di Indosiar yaitu Go-Jek Liga 1 Bersama BukaLapak. Klub-klub sepakbola terbaik Indonesia semakin bersemangat memperebutkan posisi di puncak klasemen yang sementara ini dipegang oleh PSM Makassar. Pekan ketujuhbelas akan dimulai pada hari Sabtu, 21 Juli 2018 mempertemukan Sriwijaya FC vs Arema FC LIVE pukul 15.00 WIB dan Mitra Kukar FC vs PERSIJA Jakarta LIVE pukul 18.00 WIB; Minggu, 22 Juli 2018 PSIS Semarang vs PERSEBAYA Surabaya LIVE pukul 15.00 WIB dan PS Barito Putera vs PERSIB Bandung LIVE pukul 18.00 WIB serta Senin, 23 Juli 2018 PSMS Medan vs PSM Makassar LIVE pukul 18.00 WIB.

Indosiar juga akan hadir menyapa langsung warga Pati, Jawa Tengah lewat Panggung Gembira. Program musik yang menghadirkan bintang – bintang D’Academy, Liga Dangdut Indonesia, Bintang Pantura serta penyanyi dangdut ternama tanah air ini akan hadir di Alun – Alun Pati pada hari Sabtu dan Minggu, 21 – 22 Juli 2018 LIVE pukul 07.30 WIB. Dimeriahkan oleh Rita Sugiarto, Sodiq & Wiwik Sagita, Wika Salim, Uci Sucita, Five Minutes, Reza DA, Putri DA, Hafiz DA, Selfi LIDA, Rara LIDA, Ridwan LIDA, Tika BP, Duo Racun Youbi Sister dan masih banyak lagi. Indra Bekti, Danang DA, Irwan DA dan Weni DA juga akan menambah kemeriahan dengan memandu jalannya acara sampai akhir. Datang dan ramaikan Panggung Gembira kota Pati! Gratis!

Dari program pencarian bakat Indosiar, Bintang Pantura 5 masih terus berlanjut di Panggung Pilih – Pilih. Dari 112 peserta kini masih menyisakan 16 biduan/biduanita yang siap bersaing untuk bisa terpilih menjadi anak didik dari Inul Daratista, Nassar, Dewi Persik dan Zaskia Gotik. Selalu ada keseruan yang terjadi di atas panggung Bintang Pantura dimana  goyangan dari para biduan yang tampil selalu berhasil menggetarkan Studio,  seperti Goyang Puter Giling ala Silvi hingga goyang Pantura Angels yang selalu dibawakan di setiap episode dengan semangat oleh seluruh pengisi acara. Kejutan demi kejutan juga selalu hadir di atas panggung seperti episode tadi malam yang kedatangan sejumlah marinir untuk mendukung Mandala, salah satu peserta TNI AL yang ikut berkompetisi. Kehebohan terjadi saat para marinir diajak bergoyang Pantura Angels dengan kompak hingga membuat seluruh penonton terhibur. Saksikan terus Bintang Pantura 5setiap hari LIVE pukul 21.30 WIB hanya di Indosiar!

Indosiar juga sedang menggelar audisi Stand Up Comedy Academy 4, sebuah ajang pencarian bakat para komika. Setelah Yogyakarta, Surabaya dan Bandung audisi Stand Up Comedy Academy 4 akan hadir di Medan pada hari Sabtu, 21 Juli 2018 di Garuda Plaza Hotel Medan mulai pukul 08.00 WIB. Audisi ini dapat diikuti oleh pria dan wanita tanpa ada batasan umur. Audisi juga akan berlangsung di kota Makassar pada 28 Juli 2018 dan Jakarta 4 Agustus 2018. Ayo ikuti audisi Stand Up Comedy Academy 4 di kotamu! Gratis!(r/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan