28 C
Denpasar
Rabu, 17 Oktober 2018

Balance Festival 2017

BALIPORTALNEWS.COM, JATINANGOR – Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjajaran mengadakan Charity Music Concert bertajuk “Balance Festival 2017 : Live To Give, Lifting Up With Hands Of Help” pada Jum’at, 8 Desember 2017 pukul 18.15 hingga pukul 22.45 di Lapangan Ex Kopma Kampus Universitas Padjajaran Jatinangor. Acara ini bertujuan untuk menggugah kepedulian masyarakat melalui penggalangan dana secara langsung untuk membantu masyarakat yang tidak mampu.

Dana tersebut nantinya akan disalurkan melalui Taman Kanak-Kanak Nafilatul Husna Ataullah dan Taman Pendidikan Al-Quran Raudlotul Jannah yang merupakan sekolah gratis bagi anak-anak yang kurang mampu di Dusun Babakan Loa, Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Balance Festival 2017 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kehumasan C 2015 Fikom Unpad akan  mengundang Rektor, Dekan Fikom Unpad  dan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Fikom Unpad . Selain itu akan hadir  Mustache and Beard, Superego, Happy Man, TKP, The Botols, Alir, ADC sebagai pengisi acara tersebut. Selain bisa menikmati penampilan-penampilan dari para pengisi acara, pengunjung juga bisa membeli makanan dan minuman di stand-stand yang tersedia.

Melalui kegiatan diharapkan akan tumbuh  kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa dan dapat memberikan manfaat terhadap masyarakat, khususnya terhadap anak – anak yang kurang mampu. (humas-unpad/bpn)

Seleksi Penulis Emerging Indonesia Ubud Writers & Readers Festival 2018 Telah Dibuka!

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Yayasan Mudra Swari Saraswati, lembaga nirlaba yang menaungi Ubud Writers & Readers Festival (UWRF), dengan bangga mengumumkan bahwa Seleksi Penulis Emerging Indonesia untuk UWRF 2018 kembali dibuka. Seleksi ini adalah sebuah program Festival yang diadakan untuk menemukan calon-calon bintang sastra Indonesia.

Dari seleksi ini, UWRF akan memilih 15 Penulis Emerging Indonesia yang kehadiran serta partisipasinya di Festival akan didanai sepenuhnya oleh UWRF. Pemilihan akan didasari pada sejumlah kriteria, termasuk kualitas karya, prestasi, dan konsistensi dalam berkarya, serta dedikasi pada pengembangan kesusastraan Indonesia. Seleksi sendiri akan dilakukan oleh tim UWRF dan Dewan Kurator yang beranggotakan penulis-penulis senior Indonesia. Nama-nama anggota Dewan Kurator akan dirahasiakan hingga pengumuman pemenang.

Seleksi yang ditujukan khusus untuk penulis berkewarganegaraan ini memiliki syarat dan ketentuan sebagai berikut:

  • Penulis adalah warga negara Indonesia.
  • Tidak ada batasan umur untuk mengikuti seleksi ini.
  • Menulis karya sastra, baik berupa puisi, prosa (cerpen, novel atau novelet), naskah drama maupun karya non-fiksi.
  • Karya dapat berupa buku dan kumpulan naskah yang belum ataupun sudah pernah diterbitkan di media massa.
  • Penulis yang sudah menerbitkan buku dapat mengirimkan beberapa buku karyanya.
  • Bagi penulis yang belum menerbitkan buku dapat mengirimkan 30 karya puisi terbaik atau 8 karya cerpen terbaik, atau 5 karya essai, atau 3 naskah drama.
  • Koresponden dan pengumuman seleksi akan dilakukan melalui email.
  • Penulis yang mengikuti seleksi wajib mengisi formulir online di www.ubudwritersfestival.com.

Batas akhir untuk pengiriman karya jatuh pada tanggal 28 Februari 2018. 15 pemenang terpilih akan diumumkan pada akhir bulan Mei 2018.

15 penulis yang terpilih akan diterbangkan dari kota asal masing-masing ke Ubud, Bali untuk mengikuti UWRF 2018 pada tanggal 24-28 Oktober 2018 sebagai pembicara dan berpartisipasi dalam kegiatan festival yang meliputi; panel diskusi, pembacaan karya, workshop, peluncuran buku, pementasan, serta beberapa acara Satellite yang diadakan di beberapa kota di Indonesia. Karya-karya terpilih mereka juga akan diterbitkan dalam buku bilingual Antologi 2018 dan diluncurkan di UWRF 2018. Seluruh biaya penerbangan dan akomodasi pemenang selama di Ubud akan ditanggung oleh Emerging Writers Patron, yaitu program pendanaan khusus bagi para pemenang terpilih.

Sejak diadakan untuk pertama kalinya pada tahun 2008, Seleksi Penulis Emerging Indonesia ini sukses memperkenalkan penulis-penulis Indonesia ke dalam kancah internasional. Beberapa alumni Seleksi Penulis Emerging Indonesia adalah Aan Mansyur (2009), Kurnia Effendi (2010), Avianti Armand (2011), Sunlie Thomas Alexander (2012), Mario F. Lawi (2013), Faisal Oddang (2014), Norman Erik Pasaribu (2015), Rio Johan (2015), Ni Made Purnamasari (2016), Joseph Rio Haminoto (2016), dan Azri Zakkiyah (2016).

Emerging adalah istilah yang digunakan oleh UWRF untuk para penulis Indonesia yang memiliki karya berkualitas namun belum memperoleh publikasi yang memadai. Program Seleksi Penulis Emerging Indonesia ini adalah bagian dari komitmen Yayasan Mudra Swari Saraswati untuk mendukung kehidupan masyarakat Indonesia melalui program-program seni dan budaya. Selain itu, tujuan diselenggarakannya program ini adalah untuk menemukan bakat-bakat sastra dari pelosok nusantara Indonesia. (r/bpn)

Lake Toba Film Festival Menjadi Media Edukasi dan Perlawanan

BALIPORTALNEWS.COM – Lake Toba Film Festival yang digagas Rumah Karya Indonesia lahir sebagai media apresiasi baru dan tampil sebagai media penyambung untuk menyampaikan pesan-pesan kaum yang termajinalkan (terpinggirkan) tema ini disambut baik oleh Tommy  F. Awuy bahwa film harusnya  menjadi sebagai media edukasi  dalam mengkampayekan nilai-nilai lokal.

Lebih lanjut dosen filsafat fakultas ilmu budaya Universitas Indonesia mengatakan bahwa film karya anak-anak Indonesia tidak kalah menarik dari film-film buatan amerika dan eropa hal itu ditandai dengan beberapa film Indonesia yang sudah meraih penghargaan dalam festival film internasional. Lebih lanjut Onny Kresnawan Filmaker Sumatera Utara menyampaikan dalam materi workshopnya bahwa perlawanan bukan semata fisik namun perlawanan bisa lewat media film dan menyampaikan pesan kepada pengambil kebijakan.

Kegiatan yang dilangsungkan selama tiga hari ini mulai tanggal 01-03 Desember di kabupaten Samosir sarat dengan nilai-nilai lokalitas dan perjuangan baik dalam sisi budaya, lingkungan.  Film Ahu Parmalim menjadi salah satu film yang diputar dalam kegiatan ini lewat kerjasama dengan Komunitas Kampung Halaman. Film “Ahu Parmalim” juga bercerita bagaiamana perjuangan Parmalim bagaimana Agama ini sebagai agama lokal dapat sejajar dan di akui di Indonesia.

Dr. Daniel Irawan salah satu kritikus film yang hadir dalam tema diskusi ini juga menyaikan bahwa Danau Toba penuh cerita dan sangat layak menjadi festival film bergengsi di Indonesia.

Ori Semloko selaku direktur Rumah Karya Indonesia dan sekaligus manajer festival menyatakan bahwa Lake Toba Film Festival  berhasil mengumpulkan 9 Kategori untuk umum dan 9 Film dari kategori pelajar semuanya bertema tentang lingkungan dan pengumuman pemenangnya akan disampaikan pada hari ini sabtu 02 Desember 2017 dimulai pukul 20:00 wib. (r/bpn)

DTIK Festival, Rai Mantra Jadikan Ajang Menunjukkan Perkembangan TIK Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Teknologi dan Komunikai (DTIK) Festival menjadi ajang tahunan Pemkot Denpasar. Berbagai pameran Teknologi Informasi dari kalangan universitas, dan komunitas  dapat dilihat diajang DTIK Festival.

Berlangsung selama empat hari dari tanggal 30 Nopember hingga 3 Desember dibuka secara resmi Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Kamis (30/11/2017) di Lapangan Lumintang Denpasar. Tampak pula kegiatan ini dihadiri Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede bersama Wakil Ketua Wayan Mariyana Wandhira, serta pimpina OPD Pemkot Denpasar.

Memasuki kawasan Lumintang Denpasar kita dapat melihat booth besar bertuliskan DTIK Festival dihiyasi lampu dan kain warna-warni. Deretan stand pameran Teknologi Informasi dan kawasan kuliner Food Truk Denpasar dapat dijumpai selama empat hari penuh. Apresiasi kepada insan kreatif Kota Denpasar juga diisi dalam acara pembukaan DTIK Festival. Para pemenang lomba foto dan vlog Joyful Denpasar diserahkan Walikota Rai Mantra.

“DTIK Festival sebagai ajang tiap tahun agar masyarakat mengetahui perkembangan tentang masalah digitalisasi dan teknologi tepat guna, edukasi, dan kegunaan teknologi di Kota Denpasar,” ujar Rai Mantra.

Lebih lanjut dikatakan Teknologi Informasi dan teknologi tepat guna dengan edukasinya dapat memudahkan masyarakat dalam beraktifitas dan pemerintah dalam memberikan pelayanan. Sehingga dalam DTIK Festival ini para insan Teknologi Informasi Denpasar memperkenalkan berbagai keunggulan teknologi yang telah dikembangkan.

Seperti teknologi Green Waste Underground atau tempat sampah yang ditanam. Hal ini menurut Rai Mantra akan telah diuji coba dibeberapa TPS dan akan diuji coba juga tahun depan di Lapangan Puputan Badung. Diharapkan dari langkah ini dapat melakukan penataan pengelolaan sampah, serta diharapkan dapat lebih rapi.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Denpasar I Dewa Made Agung didampingi Ketua Panitia DTIK Festival Dewa Gede Rai mengatakan DTIK Festival tahun ini mengusung tema Think Smart. Tema ini diharapkan dapat tercipta pengguna-pengguna teknologi yang semakin cerdas.

Dari Think Samrt juga diharapkan mampu menciptakan Smart Peopleyakni orang-orang cerdas dalam pemanfaatan teknologi, sehingga mampu mengantarkan Kota Denpasar menuju Smart City yaitu kota yang cerdas dalam penggunaan teknologi. Kegiatan di DTIK Festival menyasar anak-anak sekolah, karena hal ini disadari anak-anak sekolah lebih banyak bersentuhan langsung dengan teknologi. Sementara peserta pameran diikuti seluruh stakeholder dibidang IT seperti perusahaan yang bergerak dibidang IT, perguruan tinggi. Sekolah-sekolah bidang IT, relawan IT serta komunitas IT.

Disamping itu peserta yang berpartisipasi meliputi siswa sekolah, universitas dan komunitas berjumlah 20 booth dengan lokasi di Jl. Mulawarman. Disamping berpameran, DTIK Festival juga menyelenggarakan kuliner dan Food TRUCK menyajikan masakan khas Bali menggandeng kelompok kuliner Denpasar.

Workshop dan seminar juga akan diisi dalam bidang IT yang didukung penuh oleh Tim TANYADev Bali, STD Bali, dan dari Bamboomedia dengan materi diantaranya seminar aplikasi Web ReactJS, Seminar POP UP YOUR Store dan Workshop Aplikasi Online to offline untuk hotel dan restoran. Kegiatan perlombaan diisi dengan lomba mewarnai Sekolah Dasar dan Lomba Foto Instagram. (pur/humas-dps/bpn)

Persaingan Ketat Peserta di Babak 15 Besar DA Asia 3

BALIPORTALNEWS.COM – Ajang pencarian bakat menyanyi lagu dangdut di 6 Negara di Asia yaitu DA Asia 3 telah memasuki Babak 15 Besar sejak minggu lalu. Persaingan ketat para kontestan dapat dirasakan dalam setiap penampilan mereka. Meskipun mereka telah menunjukkan yang terbaik, tetap saja di setiap episodenya harus ada satu kontestan yang tersenggol.

Dalam Babak 15 Besar ini, Hammad (Thailand), Darling (Malaysia) serta Nada Fitri (Singapura) harus rela meninggalkan panggung DA Asia 3 dan kembali ke Negaranya. Berbeda dengan Putri DA4 (Indonesia), Farez Adnan (Malaysia), Gabriel DAC2 (Indonesia), Alda De Almeida (Timor Leste), Azizul Haqim (Malaysia) serta Aulia (Indonesia) yang akan terus melangkah ke babak selanjutnya dan berjuang kembali demi mewujudkan mimpi mereka menjadi pemenang.

Siapakah yang akan menyusul mereka bertanding di Babak 10 Besar? Saksikan terus DA Asia 3 setiap hari LIVE pukul 19.30 WIB! Hanya di Indosiar!

Pekan ini Indosiar akan kembali hadir dalam audisi Liga Dangdut Indonesia. Sebuah audisi yang menjaring para penyanyi yang berbakat dalam menyanyikan lagu dangdut ini akan berlangsung di 3 Provinsisecara serentak. Audisi Provinsi Papua Barat akan bertempat di Aimas Convention Center (ACC) pada hari Sabtu, 2 Desember 2017Provinsi DKI Jakarta bertempat di Studio 6 Indosiar dan Provinsi Sulawesi Selatan bertempat di Aula Brimob Makassar pada hari Minggu, 3 Desember 2017. Pendaftaran dapat dilakukan melalui melalui Official Whatsapp LIDA (0812-979-185-45) atau melalui

www.vidio.com. Formulir juga dapat diunduh melalui www.indosiar.com. Audisi ini dapat diikuti baik pria maupun wanita berusia 15 – 25 tahun yang memilki bakat menyanyi lagu dangdut. Seluruh proses audisi ini GRATIS dan tanpa dipungut biaya apapun!Saksikan rangkaian program unggulan dan menghibur hanya di Indosiar Memang Untuk Anda! (r/bpn)

Kisah Sinetron SCTV “Siapa Takut Jatuh Cinta” Semakin Dinanti Kelanjutannya

BALIPORTALNEWS.COM – SCTV telah menghadirkan sinetron “Siapa Takut Jatuh Cinta” sejak beberapa pekan lalu. Kini sinetron yang setiap harinya tayang pukul 18.00 WIB ini semakin dinanti-nanti kelanjutan kisah antara Laras (Natasha Wilona) dengan Vino (Verrell Bramasta) dan Satya (Aliando Syarif).

Tanpa sepengetahuan Vino dan Satya, Rani (Windy Wulandari) yang tak lain merupakan ibu dari Vino dan Satya membawa Laras ke rumah mewah miliknya. Ia menahan Laras, karena menduga Ayah Laras telah menyelundupkan uang perusahaannya. Leon (Bryan Domani) yang tak henti-hentinya menggoda wanita, namun tetap setia membantu sahabatnya, Vino untuk membebaskan Laras.

Tanpa diduga, mereka pun justru tertangkap oleh Mama Rani beserta orang bayarannya. Ditengah kepanikan itu, Satya hadir untuk membela sang kakak demi membebaskan Laras. Bukan berterima kasih, Vino justru semakin memusuhinya. Sikap Vino yang tidak bisa ditebak terhadap Laras membuat pemirsa selalu menantikan kehadiran mereka setiap harinya.

Sinetron unggulan SCTV yang juga masih senantiasa hadir menemani dengan kekuatan kisahnya adala sinetron “Rahmat Cinta”. Drama asmara antara Bella, Dewa, dan Andrey menjadi sajian tontonan yang menarik di tiap episodenya yang hadir pukul 21.45 WIB. Kemampuan akting dari para pemain sinetron “Rahmat Cinta” seperti Irish Bella, Giorgino Abraham, Marcel Chandrawinata, Michella Putri, dan Lorenzo Abraham menjadikan sinetron ini semakin digemari penonton SCTV.

Kelima bintang tersebut akan hadir langsung di tengah-tengah warga Surabaya dan sekitarnya untuk menyapa langsung seluruh pemirsa yang begitu setia menyaksikan sinetron “Rahmat Cinta” dalam event offair “Meet and Greet Artis Sinetron Rahmat Cinta” pada hari Minggu, 3 Desember 2017 di Grand City Mall pada pukul 10.00 WIB yang kemudian berlanjut di Pakuwon Mall pukul 13.00 WIB. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum!. (r/bpn)

JOOX LIVE Festival Hura Ceria akan diadakan pada 9 Desember 2017 di Lapangan PPI PUSSENIF Bandung

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA Setelah membuka tahun ini dengan kolaborasi bersama salah satu film Indonesia melalui Konser Galih & Ratna, lalu dilanjutkan dengan menggandeng satu band besar Indonesia dalam konser bertajuk “NOAH in concert” di Yogyakarta, JOOX, penyedia streaming musik digital terkemuka di Indonesia, melanjutkan komitmennya untuk membangun ekosistem positif bagi industri musik Indonesia, termasuk musisi independen.

Untuk mengakhiri tahun penuh kejayaan ini, JOOX berencana merayakannya dengan “JOOX Live Festival Hura Ceria”, yang akan diadakan pada Hari Sabtu, 9 Desember 2017 di Lapangan PPI Pussenif Bandung dan menampilkan musisi independen lokal terkenal, seperti Seringai, The SIGIT, Sarasvati, Rendy Pandugo dan Stars and Rabbit. Konser akhir tahun ini akan digelar di Lapangan PPI Pussenif, Bandung pada tanggal 9 Desember 2017.

Benny Ho, Direktur Senior Business Development, Internasional Business Group, Tencent mengungkapkan apresiasinya atas dukungan pecinta musik di Indonesia. “Kami sangat menghargai dan berterima kasih kepada pecinta musik Indonesia karena terus mendukung JOOX dalam dua tahun kehadiran kami di Indonesia. Awal tahun ini, kami sangat senang dengan beberapa hasil penelitian yang telah mengakui layanan kami sebagai online music streaming service yang paling disukai di Indonesia, namun perjalanan kami di Indonesia masih dalam fase pembentukan, saya yakin dalam waktu dekat kami bisa berkontribusi lebih jauh bagi musik Indonesia dan  menjadikannya sebagai tuan rumah di negeri sendiri,” ungkap Benny Ho.

Pada tahun 2017, kehadiran aplikasi musik daring semakin meluas dan benar-benar mengubah wajah industri musik di Indonesia. JOOX adalah salah satu aplikasi hiburan yang tumbuh dan menghubungkan pecinta musik dengan artis dan album favorit mereka. Sebagai pemain regional, JOOX beruntung karena mampu dengan cepat meraih pangsa pasar yang besar, terutama di Indonesia. Kisah sukses JOOX ini dimulai dengan keseriusan meneliti kebiasaan orang Indonesia dalam mendengarkan musik. Hasilnya, hingga kini JOOX berhasil mengakuisisi lebih dari 5 juta lagu untuk memenuhi selera musik lokal dan internasional, bahkan lebih jauh lagi hingga musisi independen lokal.

“Ketertarikan khusus kami terhadap musisi independen, karena mereka lahir dari kreativitas dan gairah berkarya yang luar biasa. Dengan perjuangan yang gigih, para musisi independen Indonesia mampu mencuri perhatian di industri dan membangun basis penggemar setia yang tak terbatas, “kata Benny Ho lebih jauh.

JOOX Live Festival Hura Ceria  merupakan implementasi komitmen JOOX terhadap musisi independen lokal. Line up konser tersebut termasuk 5 musisi independen lokal yang telah mencapai prestasi istimewa di tahun 2017. Berikut adalah Line up nya:  

Seringai

Siapa yang tidak kenal dengan kelompok musik rock oktan tinggi ini? Seringai, sengaja kami dapuk sebagai headliner karena lagu-lagunya yang selalu menghentak gendang telinga penggemar. Berdiri sejak tahun 2002, Seringai telah menelurkan 3 album yang bertajuk High Octane Rock (2004), Serigala Militia (2007) danTaring (2012), serta beberapa mini album dan hits single. Baru-baru ini, Seringai menjadi salah satu penampil di panggung Soul of Steel: Krisna Sadrach Stage, Hammersonic 2017. Penampilan Seringai ini menjadi salah satu yang paling meriah di panggung tersebut. Seringai menjanjikan penampilan yang seru dan penuh energi untuk JOOX LIVE Festival Hura Ceria.

The SIGIT

The S.I.G.I.T merupakan singkatan dari “The Super Insurgent Group of Intemperance Talent” pelan-pelan terangkat berkat aksi panggung mereka yang dahsyat, serta E.P. yang dirilis pada tahun 2004 yang berisi 6 lagu. Penampilan mereka di panggung We The Fest menjadi salah satu penampilan yang paling ditunggu dan mengguncang panggung. Sukses merilis tiga album dan dua mini album, cukup membuktikan reputasi The S.I.G.I.T sebagai salah satu rock band terbaik Tanah Air saat ini.

Sarasvati

Band asal Bandung yang terbentuk sejak 2010 ini gemar mengangkat tema ‘magical realism‘ yang menarik di setiap lagunya. Dalam lagu-lagunya Sarasvati menceritakan mahkluk-mahkluk tak kasat mata yang biasa disebut hantu. Tahun ini, salah satu single mereka berjudul  “Story Of Peter” menjadi soundtrack di salah satu film Indonesia terlaris tahun ini, Danur. Pengemasan aransemen kontemporer yang unik, menjadikan aliran music Sarasvati mendapat banyak perhatian penikmat musik tanah air.

Stars and Rabbit

Grup duo folk asal Yogyakarta yang terbentuk di awal tahun 2011 ini menggebrak dunia musik Indonesia lewat single pertama berjudul “Worth It”. Hingga kini, Stars and Rabbit sudah menghiasi panggung pertunjukan musik mulai dari kota-kota besar di Indonesia hingga ke mancanegara seperti Inggris, Singapura dan Malaysia. Stars and Rabbit, baru saja menyelesaikan rangkaian “Baby Eyes Asia Tour 2017”. Di dalam tour konser ini Stars and Rabbit tampil sebanyak lima kali di empat negara yang berbeda; Tokyo (Jepang), Hanoi (Vietnam), Palembang (Indonesia), Kuala Lumpur (Malaysia), dan Jakarta (Indonesia). Totalitas Elda dan Adi di tiap lagu selalu punya energi tersendiri yang disalurkan melalui musikalitas yang optimal, lighting panggung yang keren, dan tentunya lagu-lagu yang bikin penonton turut bernyanyi.

Rendy Pandugo

Memulai karirnya dengan menjadi viral lewat akun media sosialnya, Rendy Pandugo meluncurkan album solo perdananya yang bertajuk The Journey pada Agustus 2017 lalu.  Dengan album ini, Rendy menjadi artis top streamed dalam JOOX 2nd Anniversary Oktober lalu.

Lebih jauh lagi, di gelaran JOOX LIVE Festival Hura Ceria, penonton akan dihibur juga dengan sejumlah penampilan seru seperti Skate & BMX showcase, Graffiti live painting, Tattoo art & face painting, dan inflatable slide. Dengan tiket seharga Rp. 49.000, penonton sudah bisa mendapatkan 1 tiket dan GRATIS berlangganan JOOX VIP selama 1 bulan. Tiket bisa didapatkan di Indomaret (Bandung area), Go-TIX, ticket.comloket.comyes24.com, Maternal, Scremous clothing, In and Out, tokopedia dan lain-lain.

“Mudah-mudahan dengan konser ini, kita bisa merayakan tahun 2017 yang gemilang bersama di Bandung. Dan khususnya untuk JOOX, kami berharap kita dapat selalu membuat pijakan yang lebih kuat di industri musik Indonesia di tahun-tahun ke depan,” tutup Benny Ho. (r/bpn)

JOOX Membawa Demam K-Pop ke Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Desember ini, Anda bisa menikmati ajang K-pop terbesar dengan jernih. Bersama JOOX, Anda akan semakin akrab dengan bintang K-pop kesayangan Anda dengan nyaman di manapun Anda berada.

JOOX, aplikasi dan layanan web yang menyediakan music streaming gratis, membawa demam K-Pop tahun ini lewat tayangan live-streaming eksklusif bagi para penggemar K-Pop. Mereka dapat menyaksikan dua ajang penghargaan besar K-Pop di Asia: 2017 Mnet Asian Music Awards (MAMA) dan 2017 Melon Music Awards (MMA)!

Para pengguna JOOX dapat menonton tayangan MAMA 2017 secara livestreams pada tanggal 29 November dan 1 Desember, yang menampilkan BTS, EXO, GOT7, Red Velvet, SEVENTEEN, TWICE, Wanna One dan masih banyak lagi. Demam K-pop terus berlanjut hingga 2 Desember dengan tayangan langsung malam penghargaan MMA 2017, menghadirkan 10 bintang top K-Pop, termasuk BIGBANG, Bolbbalgan4, BTS, EXO, IU, Red Velvet, TWICE, Wanna One dan WINNER.

Anda juga memiliki kesempatan untuk memenangkan JOOX VIP gratis serta menikmati layanan musik dan hiburan secara streaming. Ikuti terus kabar terbarunya lewat akun Facebook JOOX Indonesia minggu ini!

Tergila-gila dengan K-Pop? Masuk ke aplikasi JOOX atau via komputer desktop dan dengarkan playlist MAMA dan MMA dengan berbagai lagu K-Pop yang telah memenangkan penghargaan tersebut untuk memuaskan demam K-Pop Anda!

Jadwal tayangan live streaming K-Pop di JOOX adalah sebagai berikut:

2017 Mnet Asian Music Awards (MAMA) 29 November 19.00 waktu Jepang/

19.00 waktu setempat

1 Desember 19.00 waktu Hong Kong

18.00 waktu setempat

2017 Melon Music Awards (MMA) 2 Desember Red carpet: 18.00 waktu Korea /

16:00 waktu setempat

Show: 19.00 waktu Korea /

17.00 waktu setempat

Para pencinta K-Pop dapat menikmati musik favorit dan pertunjukan langsung secara gratis dengan mengunduh JOOX di Apple iOS dan Google Play stores, atau mengakses situs JOOX.

Masih banyak lagi pertunjukan dari artis-artis dalam negeri maupun internasional yang dapat Anda saksikan secara streaming di JOOX. Untuk mengetahui artis-artis yang akan hadir berikutnya atau cara menjadi pengguna VIP, Anda cukup mengunduh aplikasinya atau kunjungi http://www.joox.com/. (r/bpn)

Pameran “Dari Masa Ke Rasa #2” di Griya Art Gallery

BALIPORTALNEWS.COM – Griya Art Gallery di Griya Santrian a Beach Resort and Spa mempersembahkan pameran “DARI MASA KE RASA #2”, yang merupakan pameran yang digagas oleh lima orang perupa yang berasal dari beberapa wilayah di Indonesia.

Mereka adalah Agung Tato Suryanto (Surabaya), Agustan (Jakarta), Angga Sukma Permana (Yogyakarta), Made Kenak Dwi Adnyana (Bali), dan M. Muhlis Lugis (Makasar). Mereka berlima bertemu pada tahun 2012 di Jogyakarta, ketika mereka sama-sama menempuh studi pasca sarjana di ISI Yogyakarta.

Ada dalam angkatan yang sama, membuat persahabatan mereka berlima terjalin erat, mereka sering larut dalam diskusi yang berujung pada adanya satu komitmen untuk mengadakan pameran event bersama. Walaupun secara tegas mereka tidak pernah mendeklarasikan sebuah kelompok, namun gairah kreatif untuk hadir bersama dalam sebuah pameran event terus mereka gulirkan.

Selepas studi tahun 2015, mereka terpisahkan satu sama lain, sebagian besar kembali ke tempat asal mereka sebelumnya dan sebagian lagi merantau ke tempat yang berbeda.

Namun keterpisahan jarak ini tak serta merta memutus begitu saja komunikasi dan ikatan persahabatan antar mereka, komitmen awal untuk hadir dalam event pameran bersama ternyata tetap terpupuk diantara proses kreatif mereka masing-masing.

Pameran “DARI MASA KE RASA #1” yang mereka selenggarakan di Surabaya adalah bukti bahwa mereka masih tetap bisa memupuk kebersamaan walaupun berada dalam keterpisahan jarak yang saling berjauhan satu dengan yang lain.

“DARI MASA KE RASA #2” yang diselenggarakan di Griya Santrian Gallery Sanur, Bali ini adalah sebuah kelanjutan dari pameran yang mereka selenggarakan sebelumnya di Surabaya. Secara tematik “DARI MASA KE RASA #2” adalah sebuah pemaknaan mereka perihal masa dan rasa.

Mereka memaknai masa sebagai waktu atau momentum yang berpengaruh pada proses kreatif mereka sebagai seniman. Berbagai hal yang mereka temui pada fase mereka berproses kreatif seperti eksplorasi teknis, gagasan tematik, maupun pengetahuan kesenirupaan adalah hal yang sangat berpengaruh pada pembentukan pemahaman mereka yakni persoalan rasa.

Pendek kata, mereka memaknai sebuah masa dimana mereka berproses kreatif sebagai momentum mengolah rasa. Mereka kembali menelisik persoalan yang paling esensial dari kesenian, yakni rasa.

“Saya sangat bangga bisa mewadahi presentasi karya-karya indah ini di Griya Santrian Gallery, diharapkan pertemuan perupa lintas daerah ini akan dapat menghadirkan dialog yang lebih intens lagi perihal gagasan dan ide-ide kreatif satu dengan yang lainnya,” ungkap Ida Bagus Gede Sidharta Putra, pemilik Griya Santrian Gallery sekaligus general manager Hotel Griya Santrian. (r/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan