28 C
Denpasar
Kamis, 20 September 2018

Rai Mantra Buka Festival “Nyatua Dicarik” Subak Sembung Peguyangan

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Untuk menanamkan kecintaan terhadap warisan para leluhur dan meningkatkan semangat mencintai aksara dan sastra bahasa Bali dalam penguatan konsep-konsep budaya terutama kepada generasi muda, khususnya anak-anak, Pemerintah Kota Denpasar bersinergi dengan Penyuluh Bahasa Bali Kota Denpasar mengadakan sebuah festival yang bertajuk “Nyatua di Carik” (bercerita di sawah), Minggu pagi (17/12/2017) di Ekowisata Subak Sembung Peguyangan.

Kegiatan Festival ini dihadiri dan dibuka langsung Walikota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, ditandai dengan membunyikan “krepuak”. Tampak hadir juga dalam kesempatan ini, Sekda Kota Denpasar, A.A.N. Rai Iswara, Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Kerti Iswara, Camat Denpasar Utara, Nyoman Lodra dan Seniman Pendongeng Bali, Made Taro.

Walikota Rai Mantra dalam sambutannya mengatakan, kegiatan festival nyatua dicarik ini sangat bagus, anak-anak kembali dikenalkan dengan cerita-cerita anak bali dengan sastra bahasa bali, apa lagi dikemas dengan susasana sawah yang membuat anak-anak akan kembali bisa mencintai lingkungan terutama sawah. Selain belajar menyatua bali, anak-anak juga bisa ikut bermain permainan tradisional disawah, dan bisa membentuk karakter anak untuk cinta terhadap budaya dan lingkungannya sendiri, terutama dalam penguatan jati diri dalam bentuk sastra bali.

“Kegiatan dalam penguatan konsep budaya ini sangatlah penting, sebab yang harus diperhatikan lebih jauh adalah mengenai aksara dan sastra bali, dikarenakan disini ada bahasa dan tatwa yang bukan hanya untuk dilestarikan melainkan harus dikuatkan yang pada akhirnya diharapkan memaknai etika yang didapatkan dalam sastra itu sendiri. Karena isi didalam sastra berisikan sebuah pembentukan prilaku dan karakter kita sebagai masyarakat Bali”, ujar Rai Mantra.

Dimana semua akar budaya ini harus bisa terus tumbuh kuat dan dikembangkan terus, melalui beberapa aktifitas kegiatan-kegiatan yang tentunya disesuaikan dengan kesenangan masyarakat maupun anak-anak itu sendiri. Untuk menumbuhkan dan menguatkan konsep budaya ini sejak setahun yang lalu, Pemkot sudah melaksanakan  setiap hari Rabu pegawai dilingkungan Pemkot menggunakan bahasa bali, mengingatkan bahasa ibu (bali) sebagai bahasa yang memang warisan adiluhung dan jangan sampai terlupakan. Sebab didalam bahasa bali itu banyak sekali terdapat makna etika hidup yang sangan baik, yang semua ini harus kita jaga agar tidak punah, apalagi dijaman digitalisasi dan globalisasi seperti ini.

Sementara Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Kota Denpasar, Kadek Rika Aripawan, mengatakan, kegiatan festival nyatua di carik ini di ikuti anak-anak Sekolah Dasar (SD) se-Kota Denpasar. Adapun festival ini di ikuiti oleh 39 Desa/Kelurahan dan 78 anak-anak dari masing-masing  Desa/Kelurahan, yang dipandu oleh maestro seniman dongeng Made taro.

Salah seorang peserta Kadek Winda Paramita asal desa Ubung Kaja mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan nyatua di sawah. “Saya sangat senang dengan kegiatan nyatua seperti ini, apalagi ini kali pertamannya saya merasakan belajar disawah dengan masuk kedalam lumpur sambil belajar, ternyata sangat mengasyikkan, sangat berbeda dengan disekolah”, ungkapnya. (ays’/humas-dps/bpn)

Karang Taruna Merta Saba Gelar Ubung Festival 2017

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Guna menggali potensi, membina dan mementaskan budaya serta kesenian local yang ada di Desa dan Kelurahan Ubung, para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Merta Saba, Kelurahan Ubung Denpasar Utara menggelar sebuah festival budaya yang bertajuk “Ubung Festival 2017”, Jumat sore (15/12/2017) di Lapangan Pidada Ubung. Kegiatan ini di hadiri dan di buka langsung Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra, ditandai dengan pemukulan ceng-ceng.

Sebelum acara dimulai Walikota Rai Mantra, yang pada kesempatan ini didampingi Camat Denpasar Utara, Nyoman Lodra beserta Perbekel/Lurah se Denpasar Utara juga berkesempatan meninjau stand pameran dan kegiatan lomba menulis aksara Bali untuk anak-anak yang ada di kegiatan Ubung Festival ini. Serta tidak luput juga antusias para warga baik ibu-ibu, anak muda, pria maupun wanita untuk berfoto selfie dengan Bapak Walikota Rai Mantra.

“Kegiatan Ubung Fest ini sangat bagus sekali untuk mengukur potensi local yang ada diwilayah setempat, baik itu dari segi budaya maupun ekonomi rakyat dan masalah sosialnya. Jika hal seperti ini bisa berjalan dengan terus serta berkelanjutan, lama-kelamaan masayarakat akan bisa menjadi produktif dan itu yang kita harapkan”, ungkap Rai Mantra saat ditemui usai acara pembukaan festival. Dimana potensi di Desa maupun Keluarahan Ubung ini kan sangat banyak, seperti pakian, kuliner, seni budaya juga ada, ini berarti mendorong masyarakat itu untuk produktif dan untuk masalah seni budaya itu menjadi suatu yang utama dan ini yang memang harus terus dikembangkan kedepannya. Dimana Karang Taruna diharpakan untuk tetap aktif dan terus bisa menggerakkan roda-roda ekonomi, social dan budaya di wilayah masing-masing.

Sementara Ketua Panitia Ubung Festival I Wayan Sudana mengatakan, kegiatan Ubung Festival ini melibatkan seluruh Banjar maupun Lingkungan se-Kelurahan Ubung dan Desa Pakraman Ubung, sekolah-sekolah, sanggar serta organisasi kemasyarakatan yang berada di Kelurahan dan Desa Pakraman Ubung. Dimana kegiatan festival ini diselenggarakan selama tiga hari yakni dari tanggal 15 sampai dengan 17 Desember 2017.

Adapun festival ini berisikan berbagai kuliner, pertunjukan seni tari dan pementasan seperti tari reog, barongsai, parade rejang sari, rejang renteng. Selain itu juga terdapat lomba olah raga seperti Tarik tambang dan senam zumba, serta pertandingan dan perlombaan-perlombaan seperti, lomba bapang barong dan mekendang tunggal, lomba mewarnai untuk anak-anak, fashion, hiburan music sampai kegiatan social dengan pemberian kursi roda serta sembako kepada pengunsi yang ada di Kelurahan Ubung. (ays’/humas-dps/bpn)

Fikom Unpad Selenggarakan Do Eat Fest 2017

BALIPORTALNEWS.COM, JATINANGOR – Dalam rangka memperingati Hari Sosial Nasional yang jatuh pada 20 Desember 2017, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjajaran menyelenggarakan Do Eat Fest (Donate On Eat At Food Festival). Acara yang memiliki tagline The More You Eat, The More You Donate bertujuan untuk menggalang dana (charity) bagi warga Kota Bandung yang kurang mampu secara finansial, yang dikemas dalam bentuk festival makanan (Food Festival).

Acara ini akan diselenggarakan pada Sabtu, 16 Desember 2017 di Cikapundung River Spot, Jl Dr. Ir Soekarno, Kota Bandung dan  bekerja sama dengan Dinas Sosial, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil,Mikro, dan Menengah.

Do Eat Fest yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kehumasan B 2015 Fikom Unpad ini merupakan bentuk dukungan mahasiswa Fikom Unpad atas prestasi kota Bandung yang telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata kuliner Indonesia oleh Menteri Pariwisata pada tahun 2015 dan akan dimeriahkan oleh 30 tenant, lima Food Truck dari para pengusaha muda di kota Bandung. Acara juga akan dihadiri oleh Bapak Ridwan Kamil selaku Walikota Bandung dan diisi penampilan oleh beberapa bintang tamu  ternama seperti, Senar Senja, Curly and Me dan 5 Petani.

Selain untuk meningkatkan popularitas kuliner kota Bandung, melalui kegiatan ini  juga diharapkan dapat membangkitkan kepedulian masyarakat kota Bandung dan berbagi rezeki dengan masyarakat kurang mampu. Nantinya hasil dari penjualan produk kuliner dalam acara ini akan disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT)Foundation Jawa Barat kepada warga Bandung yang kurang mampu.(humas-unpad/bpn)

Menuju Babak 5 Besar DA Asia 3

BALIPORTALNEWS.COM – Ajang pencarian bakat menyanyi lagu dangdut di Asia yang diselenggarakan oleh Indosiar kini mulai memasuki babak penentuan. DA Asia 3 telah masuk ke Babak 6 Besar sejak Rabu lalu dan akan memasuki Babak 5 Besar pada pekan depan. Para peserta telah berjuang keras untuk dapat bertahan hingga saat ini. Kritik dan saran dari para juri dan mentor dijadikan sebagai bekal dalam setiap penampilan mereka.

Kesedihan akan teman – teman seperjuangan yang telah pulang tidak mereka tunjukkan tetapi menjadi suatu motivasi untuk terus melangkah maju kedepan dan menggapai mimpi menjadi pemenang. Sejauh ini, Fildan DA4 (Indonesia) dan Putri DA4 (Indonesia) telah berhasil masuk ke Babak selanjutnya. Sementara One Fourteen (Malaysia) harus rela tersenggol dan kembali pulang ke Negaranya.

Babak 6 Besar ini masih menyisakan Aulia DA4 (Indonesia), Reza DA2 (Indonesia), dan Azizul Haqim (Malaysia) yang akan bertanding pada malam ini. Siapakah yang akan melaju ke Babak berikutnya? Saksikan terus DA Asia 3 setiap hari pukul 18.30 LIVE hanya di Indosiar!

Sementara itu, audisi Liga Dangdut Indonesia yang sebelumnya telah digelar di 31 Provinsi Indonesia akan berakhir pada minggu ini dan akan berlangsung di 3 provinsi secara serentak. Audisi Provinsi Jawa Barat akan bertempat di Gedung Sri Baduga (Museum Negeri), Provinsi Bandar Lampung bertempat di Pusat Kegiatan Olah Raga dan Provinsi Jawa Tengah bertempat di Wisma Perdamaian pada hari Minggu, 17 Desember 2017 mulai pukul 07.00 WIB.

Audisi dapat diikuti oleh pria maupun wanita berusia 15 sampai 25 tahun serta memiliki bakat dalam menyanyikan lagu dangdut. Pendaftaran dapat dilakukan melalui Official Whatsapp LIDA (0812-979-185-45) atau melalui www.vidio.com. Formulir juga dapat diunduh melalui www.indosiar.com. Seluruh proses audisi ini GRATIS dan tanpa dipungut biaya apapun! (r/bpn)

“Sodrun Merayu Tuhan” dan “Inikah Cinta?” Perkuat Jam Tayang SCTV

BALIPORTLANEWS.COM – Sukses dengan penayangan sinetron “Siapa Takut Jatuh Cinta” beberapa pekan lalu, SCTV kembali hadirkan sinetron terbaru yang siap menyusul kesuksesan sinetron-sinetron unggulan lainnya. Mulai hari Senin, 18 Desember 2017 mendatang, dua kisah drama terbaru akan sekaligus tayang dengan kisah yang istimewa. Waktu siang pemirsa akan ditemani serial drama India “Inikah Cinta?” pada pukul 13.30 WIB dilanjutkan dengan sinetron “Sodrun Merayu Tuhan” pada pukul 16.30 WIB. Konflik keluarga akan menjadi suguhan utama serial drama India “Inikah Cinta?”.

Kisah Aastha (Shrenu Parikh) yang dinikahi oleh Shlok (Avinash Sachdev) dengan misi tertentu akan menjadi awal kisah “Inikah Cinta?”. Shlok begitu membenci wanita akibat pengalaman masa lalunya yang buruk dengan wanita. Berbagai kesalahpahaman terjadi hingga Shlok menganggap bahwa Aashta harus bertanggungjawab atas perpecahan keluarganya. Putera dari keluarga kaya raya ini pun menikahi Aashta dengan maksud untuk membalas dendam.

Cerita terus bergulir hingga benih-benih cinta justru muncul di antara Shlok dan Aashta. Meski demikian orang-orang di masa lalu Shlok kembali muncul untuk memisahkan mereka begitu pula sang ayah. Konflik terus bermunculan di setiap episodenya dan akan membuat pemirsa penasaran dengan kelanjutannya.

Kisah istimewa lainnya hadir dari sinetron “Sodrun Merayu Tuhan” yang digawangi oleh Rizky Nazar, Cut Syifa, dan Megan Domani. Desa Kembang Pete dihebohkan dengan kehadiran sosok pria yang tidak jelas asal-usulnya bernama Sodrun (Rizky Nazar). Berpenampilan menarik, periang, serta pandai mengaji, membuat Sodrun menjadi sosok pria yang mencuri perhatian gadis-gadis desa. Bermula dari upayanya menyelamatkan Khadijah (Cut Syifa) dari penjahat di angkot, Sodrun semakin mencuri simpati para warga.

Namun tidak bagi Jailani (Aldi Taher) yang justru merasa terusik. Berkat kehadiran Sodrun, masjid pun semakin ramai dengan para warga yang datang untuk beribadah. Anisa (Megan Domani) yang tinggal tidak berjauhan dari masjid pun, diam-diam memendam rasa kepada Sodrun. Bahkan kedua orang tuanya berusaha untuk menjodohkan Anisa dengan Sodrun. Hanya karena gengsi, Anisa pun mengelak dan tidak mengakui perasaannya. Anisa, Khadijah, dan Sarah (Novia Salim) bersahabat sejak kecil.

Khadijah dan Sarah sering bercerita tentang perasaan mereka kepada Sodrun, namun tidak dengan Anisa yang tetap menyimpan rapat-rapat perasaannya. Kejadian mengejutkan pun terjadi ketika Jailani melamar Khadijah. Khadijah menolak lamaran itu karena ia hanya mencintai Sodrun. Jailani semakin membenci Sodrun. Kisah kehidupan di Desa Kembang Pete akan menjadi suguhan menarik di setiap episodenya. (r/bpn)

FK UGM akan Gelar Konser Amal Peduli Kanker

BALIPORTALNEWS.COM – Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran (FK) UGM akan menggelar konser amal peduli kanker bertajuk “Life, Passion and Music” pada 5 Mei 2018 mendatang di Auditorium Sanata Dharma Yogyakarta.

Kepala Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM, Prof. Laksono Trisnanto menyampaikan bahwa konser diselenggarakan sebagai bentuk dukungan dan kepedulian kepada penderita kanker. Nantinya, seluruh keuntungan penjualan akan disumbangkan kepada Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Yogyakarta.

“Seluruh hasil penjualan tiket akan didonasikan untuk YKI. Kita targetkan bisa diperoleh dana sebesar Rp. 225 juta,” tuturnya dalam konferensi pers Konser Amal Peduli Kanker di Hotel Hyatt Yogyakarta.

Laksono mengatakan dalam pertunjukkan musik nantinya Guru Besar Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM Prof. Adi Utarini akan menjadi penampil bersama teman-temannya. Pada konser tersebut Adi Utarini akan menunjukkan kepiawaian dalam bermusik yakni piano dalam lima babak dengan bauran genre yang berbeda bersama musisi profesional lainnya.

Rencananya, Uut-sapaan akrab Adi Utarini, dalam tampilannya akan didampingi oleh Gadjah Mada Chamber Orchestra (GMCO), Paduan Suara Paramaksi, Putri K. Larasati., Jodi Visnu, SKE Band, serta Band Oldies Section Band.

Selain seorang guru besar kedokteran, Uut juga mempunyai bakat di bidang musik yang mengagumkan. Lewat konser ini, dia ingin menunjukkan bahwa akademisi dapat mengembangkan hal di luar akademik yang jika ditekuni bisa berjalan beriringan, bahkan saling mendukung.

“Bermain musik berawal dari hobi yang sudah saya tekuni sejak usia tujuh tahun. Konser ini juga sebagai bentuk rasa terima kasih kepada guru musik saya Ellen Santosa dan bu Magda Hasan yang banyak mempengaruhi perjalanan musik saya,”urainya.

Diapun berharap melalui konser musik ini dapat berkontribusi dalam penanganan penderita kanker, terutama di DIY.

“Di keluarga saya pernah ada yang menderita kanker dan saat ini pun ada yang tengah berjuang melawan kanker. Itulah mengapa mengadakan konser amal bagi penderita kanker ini,” ucapnya.

Penyelenggara menyediakan sebanyak 974 tiket yang dapat dipesan secara online melalui website adiutarini.id. Harga tiket kelas platinum Rp. 400 ribu, gold Rp. 250 ribu, dan silver Rp. 100 ribu. Konser amal peduli kanker juga dapat diakses melalui live streaming dengan tarif Rp. 150 ribu dalam negeri dan 10 USD untuk luar negeri. (ika/humas-ugm/bpn)

Ikat Selendang, Wagub Sudikerta Tutup Bali Mandara Nawanatya 2017

BALIPORTALNEWS.COM – Program unggulan Pemerintah Provinsi Bali Mandara Nawanatya telah menjadi barometer perkembangan kesenian di kalangan generasi muda masyarakat Bali. Hal ini tentunya akan memperkuat akar budaya Bali serta dapat meningkatkan harkat dan martabat dalam upaya penguatan identitas masyarakat Bali. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur Ketut Sudikerta pada acara Penutupan Bali Mandara Nawanatya II Tahun 2017 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi  Bali, Denpasar, Sabtu (9/12/2017) malam.

Gubernur Pastika mengatakan Bali Mandara Nawanatya Il 2017 yang berakhir pada hari ini, tentunya telah banyak menghasilkan berbagai bentuk karya seni kontemporer guna memperkaya khasanah kesenian Bali. “Bali Mandara Nawanatya juga memberikan kebanggaan kepada kita karena para seniman muda telah mampu menampilkan karyanya dilandasi rasa tulus iklas guna membangun pilar yang kokoh dalam totalitas berkesenian,” ujarnya.

Ia berharap, kedepan Bali Mandara Nawanatya bukan saja sebagai ajang untuk mempertontonkan seni pertunjukan namun lebih dari pada itu, dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran diantara para seniman muda, sehingga akan muncul karya-karya inovasi dan fenomenal yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tanpa meninggalkan pakem dan akar budaya Bali itu sendiri.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Beratha dalam laporannya menyampaikan bahwa Bali Mandara Nawanatya II telah berlangsung sejak 25 Februari 2017 hingga 9 Desember 2017. Selama setahun dilaksanakan, BMN II telah menampilkan berbagai kegiatan seni setiap hari Rabu hingga Minggu. Menurutnya baik lomba, workshop dan pagelaran mendapat dukungan positif dari sekolah, PTN/PTS, sekaa hingga pecinta seni.

Penutupan Bali Mandara Nawanatya dimeriahkan dengan pementasan Rumah Budaya Penggak Men Mersi yang berkolaborasi dengan beberapa seniman tampil menyajikan garapan bertajuk “Nemu Gelang”. Selain itu penutupan Bali Mandara Nawanatya II diawali dengan sebuah tari inovatif dengan judul Tari Niti Sastra. Tari yang dikoreograferi oleh Wawan Gusman Adi Gunawan dari Komunitas Gumiart dan dibawakan oleh Rare Penggak ini memadukan beberapa elemen seni tradisi baik gerak maupun gamelan menjadi sebuah karya kontemporer.

Penutupan secara resmi dilakukan Wakil Gubernur Ketut Sudikerta dengan mengikat selendang kepada seniman muda yang terinspirasi dari lagu ‘Bibi Anu’ dengan lirik ‘antenge tekekang’ yang memiliki makna positif untuk generasi muda.
Tampak hadir Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry, Kepala SKPD Provinsi Bali, perwakilan negara sahabat, tokoh seniman dan beberapa Kepala Sekolah di Bali. (humas-bali/bpn)

Kemeriahan Konser Akhir Tahun Joox Festival Hura Ceria 2017

BALIPORTALNEWS.COM, BANDUNG – Kota Bandung sempat diguyur hujan deras sejak siang, rupanya animo kaum muda dan pecinta musik tidak ikut surut sesudah hujan reda. Sesuai jadwal, tepat pukul 16.00, panggung “JOOX Live Festival Hura Ceria”, yang diadakan pada Sabtu, 9 Desember 2017 di Lapangan PPI Pussenif Bandung mulai diramaikan oleh penampilan mengesankan dari band-band independen lokal, mulai dari Collapse, Stars and Rabbit, Rendy Pandugo, Sarasvati, The SIGIT dan dipungkasi penampilan bergelora dari Seringai. Disambut dengan antusias oleh para penikmat musik, acara ini dipadati oleh 4792 pengunjung.

Trisiska Putri HapsariHead of Marketing and PR Department JOOX Indonesia mengungkapkan apresiasinya atas dukungan pecinta musik yang hadir di Bandung. “Kami sangat menghargai dan berterima kasih kepada kalangan muda dan para pecinta musik independen yang turut hadir memeriahkan JOOX Live Festival Hura Ceria 2017 di Bandung. Kehadiran mereka adalah bentuk dukungan kepada para musisi independen pada khususnya dan industri  music Indonesia pada umumnya,” ungkap Trisiska Putri.

Bagi para musisi yang tampil, panggung JOOX Live Festival Hura Ceria 2017 merupakan salah satu ajang untuk mengobati kerinduan para pecinta musik di Bandung akan aksi panggung mereka. Hal ini diutarakan Sarasvati bahwa penampilannya di atas panggung JOOX Live kali ini adalah sebagai pembuktian bahwa mereka masih terus berkarya. “Sudah lama kami tidak tampil, keikutsertaan kami di konser akhir tahun JOOX sebagai salah satu pembuktian kalau kami sedang menyiapkan sesuatu yang baru di tahun 2018,” papar Risa Saraswati.

Bagi Seringai yang tampil dengan penuh energi, kehadiran di atas panggung JOOX Live Festival Hura Ceria untuk menghibur para penikmat musik cadas di Bandung merupakan momen akhir tahun yang menyenangkan. “Acara ini perlu diapresiasi karena melibatkan banyak aktivitas seru bagi para pengunjung dan crowd yang hadir juga seru,” tutur Arian, sang vokalis.

Sementara Rendy Pandugo merasa sangat tersanjung bisa berada dalam satu panggung bersama para musisi independen terbaik di Indonesia. “Sangat menyenangkan bisa menghibur teman-teman di Bandung bersama para musisi indie kenamaan tanah air. Semoga acara seperti ini bisa selalu didukung JOOX Indonesia,” ungkap solois asal Kota Medan yang juga tampil maksimal ini.

Konser yang dimulai pada pukul 16.00 WIB tersebut dibuka dengan penampilan menarik dari Collapse, salah satu band local bergenre indie rock, lalu dilanjutkan dengan alunan musik folk yang manis khas Stars & Rabbit. Lalu dilanjutkan dengan aksi panggung Rendy Pandugo yang mengajak para pengunjung untuk bernyanyi bersama dengan lagu-lagu andalannya dari album ‘The Journey’. Sementara Sarasvati hadir membawakan 9 lagu dengan memukau, di antaranya adalah ‘Bilur’ dan ‘Perjalanan (Kereta Malam)’, sebuah lagu lawas yang dinyanyikan kembali dengan mengesankan oleh Sarasvati.

Tentu saja, babak pamuncak dari konser malam itu adalah penampilan dua band yang juga berasal dari kota kembang ini, yaitu The SIGIT dan Seringai. Para pengunjung yang sudah memadati Lapangan PPI Pussenif Bandung turut bernyanyi ketika penampilan enerjik, interaktif dan hangat dari The SIGITKemeriahan konser kemudian ditutup dengan aksi garang Seringai, dimana Arian Cs yang mengajak para serigala militia bernyanyi bersama.

Tak kalah menarik juga berbagai aktivitas dari Skate & BMX showcase, Graffiti live painting, dan inflatable slide, serta diramaikan juga jajaran food trucks yang menawarkan menu-menu lezat khas menambah kemeriahan JOOX Live Festival Hura Ceria.

“Dengan konser ini, kami berharap kita dapat selalu meneguhkan komitmen mendukung dan menciptakan ekosistem positif bagi para musisi Indonesia untuk terus berkarya dan menghibur, serta terhubung dengan penggemarnya,” kata Trisiska Hapsari. (r/bpn)

Ulang Tahun Raja Dangdut di “Konser Sang Legenda Rhoma Irama”

BALIPORTALNEWS.COM – Raja Dangdut Rhoma Irama akan merayakan ulang tahunnya dalam sebuah konser musik “Konser Sang Legenda Rhoma Irama” yang ditayangkan oleh Indosiar.Dalam konser yang digelar tepat di hari ulang tahunnya ini,  Rhoma Irama & Soneta Grup akan hadir menghibur pemirsa setia Indosiar dengan lagu – lagu andalannya.

Konser ini juga akan dimeriahkan penampilan penyanyi dangdut ternama diantaranya Rita Sugiarto, Iis Dahlia, Lesti DA, Danang DA, Subro DA, Weni DA dan Duo Alfin DA. Tidak ketinggalan penampilan spesial dari Riza Umami dan Noer Halimah yang akan turut memeriahkan acara. Saksikan “Konser Sang Legenda Rhoma Irama” hari Senin, 11 Desember pukul 19:00 WIB LIVE hanya di Indosiar!

DA Asia 3 yang tayang  sejak Oktober lalu, kini telah memasuki Babak 8 Besar. Perjuangan para kontestan untuk menuju ke babak final semakin di depan mata. Berbagai masukan dan kritik yang telah disampaikan oleh para juri dan komentator, bukan menjadi pematah semangat tetapi menjadi sebuah motivasi untuk menjadi lebih baik lagi dalam setiap penampilan yang dibawakan.

Dalam babak 10 Besar kemarin,  Farez Adnan (Malaysia) dan Alda De Almaida (Timor Leste) harus tersenggol setelah perjalanan panjang yang mereka lalui di DA Asia 3. Sementara Putri DA4 (Indonesia), Rahila Rashun (Singapura), Gabriel DAC2 (Indonesia), Fildan DA4 (Indonesia), Reza DA2 (Indonesia), Azizul Haqim (Malaysia), Aulia DA4 (Indonesia) dan One Forteen (Malaysia) berhasil melangkah ke babak 8 Besar yang dimulai dari hari ini. Dukung terus idolamu di DA Asia 3 setiap hari LIVE pukul 19.00 WIB!

Sementara itu, audisi pencarian bakat menyanyi lagu dangdut terbaru dari Indosiar yaitu “Liga Dangdut Indonesia” akan kembali hadir di 3 provinsi secara serentak. Setelah sebelumnya berlangsung di 28 Provinsi, minggu ini audisi LIDA berlangsung di Provinsi Banten yang bertempat di Makosat Brimob Polda BantenProvinsi Sumatera Utara bertempat di Sat Brimob Polda Sumut dan Provinsi DI Yogyakarta bertempat di Gedung Kotak Taman Pintar pada hari Minggu, 10 Desember 2017 mulai pukul 07.00 WIB.

Audisi dapat diikuti oleh pria maupun wanita berusia 15 sampai 25 tahun serta memiliki bakat dalam menyanyikan lagu dangdut. Pendaftaran dapat dilakukan melalui Official Whatsapp LIDA (0812-979-185-45) atau melalui www.vidio.com. Formulir juga dapat diunduh melaluiwww.indosiar.com. Seluruh proses audisi ini GRATIS dan tanpa dipungut biaya apapun! (r/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
14PelangganBerlangganan