22.6 C
Denpasar
Senin, 19 November 2018

Pemkot Denpasar Rutin Gelar Safari Kesehatan Sasar Lingkungan Banjar

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam rangka memberikan jaminan kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Denpasar bersinergi dengan The John Fawcett Foundation (JFF) serta berbagai elemen kesehatan di Kota Denpasar terus menggelar kegiatan Safari Kesehatan keliling.

Layanan Safari Kesehatan yang telah menjadi agenda rutin Pemkot Denpasar kembali menyasar lingkungan banjar di Kota Denpasar ini dilaksanakan di Banjar Tanjung Bungkak Klod, Desa Sumerta Klod, Denpasar Timur, Jumat (13/4/2018).

Hadir untuk meninjau dan menyempatkan diri untuk mengecek tensi, Plt Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara. Hadir dalam kesempatan tersebut Kadiskes Kota Denpasar, dr. Ni Luh Putu Sri Armini, Camat Denpasar Timur, Dewa Made Puspawan.

Kadiskes Kota Denpasar, dr. Ni Luh Putu Sri Armini saat mengatakan, Safari kesehatan kali ini bekerja sama dengan Puskesmas Desa Sumerta Klod sebagai pemberi pelayanan kesehatan, John Fawcett Foundation yang mengkhsusukan pemeriksaan kesehatan mata, klinik-klinik yang ada di wilayah Desa Sumerta Klod yang melayani pemeriksaan penyakit tidak menular seperti kolesterol, gula darah dan asam urat, dan Yayasan Peduli Kemanusiaan (YPK) Bali yang memberikan pelayanan psioterapi. Dalam safari kesehatan tersebut turut dilaksanakan pemeriksaan THT kepada masyarakat dan Posyandu pada balita.

“Pelayanan Safari Kesehatan sekarang ini terus meningkatkan pengobatan serta pengecekan kesehatan kepada masyarakat dengan memberikan pelayanan secara optimal dengan berbagai cara, dikarenakan pengobatan penyakit itu tidak semua harus diatasi dengan menggunakan obat, bsa juga dengan terapi, selain menjadi sarana bagi masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, safari kesehatan juga menjadi wadah edukasi untuk menjaga pola hidup sehat bagi masyarakat,” jelasnya.

Semantara Perbekel Desa Sumerta Klod, IGK Anom Suardana mengatakan, kegiatan safari kesehatan di Desa Sumerta Klod kali ini dipusatkan di Banjar Tanjung Bungkak Klod. Menurutnya, safari kesehatan terpadu keliling ini sangat bagus, dikarenakan masyarakat bisa datang langsung ke banjar-banjar di wilayah desanya untuk memeriksakan kesehatan dengan sekali datang bisa melakukan pengecekan berbagai analisa kegiatan.

“Ini sangat bagus untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat, khususnya lansia dan anak-anak, selain itu, edukasi yang diberikan tentu sangat bermanfaat dalam menjaga pola hidup sehat,” pungkasnya. (ags/humas-dps/bpn)

Jangan Rusak Keuangan Anda Dengan Gaya Hidup Hedonisme dan Konsumtif

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Hedonisme merupakan gaya hidup konsumtif yang menjadi bagian masyarakat urban. Gaya hidup hedonisme menonjolkan kesenangan, menghamburkan uang, dan kemewahan serta berfoya-foya. Gaya hidup ini biasanya diiringi dengan penghasilan yang semakin meningkat. Tidak jarang banyak orang lebih memilih berutang ketimbang menurunkan gaya hidupnya menjadi lebih sederhana.

Dikatakan hedonisme bila seseorang sudah mengejar dan menghabiskan uang banyak untuk memenuhi keinginan dan beragam objek yang membuatnya tertarik. Ragam objek yang dapat memberi kesenangan hidup misalnya makanan, fashion, tempat nongkrong, dan barang mewah.

Disadari atau tidak bila seseorang konsumtif maka memiliki dampak kurang baik bagi finansialnya. Konsumtif merupakan gaya hidup yang bersifat pemborosan. Pemborosan itu sendiri suatu perilaku yang berlebihan melampaui apa keperluan kita saat ini atau dimasa nanti.

Sewaktu memiliki daya beli, konsumtif terasa menyenangkan dan dengan mudah membeli segala sesuatu yang belum tentu dibutuhkan. Tidak menyadari perilaku konsumtif dapat menjadi kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan. Bukanlah hal yang mudah disaat gaya hidup sudah meningkat dan untuk menurunkannya perlu sedikit waktu.

Mulai saat ini sebaiknya Anda membiasakan hidup lebih sederhana, mengatur keuangan lebih bijak dan hemat. Hindari berutang hanya untuk sesuatu yang bersifat konsumtif demi memenuhi tuntutan gaya hidup yang tidak berujung.(rsv/bpn)

Selagi Muda, Jangan Tunda Mendaftar Asuransi

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Masa depan sangat wajib diatur dengan baik dan direncanakan, hendaknya sewaktu memasuki usia tua nanti, Anda menerima dan dengan tenang dapat menikmatinya. Berbagai cara bisa diusahakan guna mempersiapkan hari tua. Mulai dari membuat usaha, menabung hingga mendaftar asuransi

Sebenarnya waktu yang baik bagi seseorang mendaftar asuransi adalah sewaktu seseorang tersebut sudah terlepas dari orang tuanya. Maksud dari sudah terlepas dari orang tuanya, mereka sudah bisa dan memiliki penghasilan bagi dirinya sendiri. Saat mendaftar pada perusahaan asuransi pastikan dan pahami kesepakatan yang sesuai kebutuhan kedua belah pihak

Pilihlah asuransi yang sesuai dengan kebutuhan. Misalnya butuh asuransi mobil, pikirkan sesuai dengan apa yang bisa nantinya Anda dapatkan, perhitungkan juga berapa tahun asuransi mobil yang Anda pilih menunjang kebutuhan mobil kesayangan Anda, dan yang lebih penting cermati juga asuransi mobil tersebut bisa meliputi seluruh kerusakan, pencurian kendaraan atau hanya sebagian saja

Untuk para generasi muda saat ini tidak ada salahnya untuk memulai memikirkan bagaimana dirinya 10 tahun atau 20 tahun ke depan. Terlebih lagi bagi mereka yang sudah berpenghasilan atau sudah memiliki pasangan. Maka ketika hari tua tiba atau terjadi sesuatu di luar dugaan, Anda bisa dengan mudah melewatkannya.(rsv/bpn)

BFI RUN 2018:  Ajak Masyarakat Makin Bersemangat Hidup Sehat

BALIPORTALNEWS.COM, TANGERANG – Kesuksesan dua kali penyelenggaraan lomba lari sebelumnya yang diikuti ribuan pelari membuat PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) kembali mengadakan event lari berskala nasional bertajuk BFI RUN 2018. Lomba lari bertema ‘BFI RUN for Healthy Lifestyle’ ini diadakan seiring hari jadi ke-36 BFI Finance yang jatuh pada 7 April 2018. Lomba dimulai dan diakhiri di kawasan  Scientia Square Park, Gading Serpong, Tangerang, pada Minggu, 8 April 2018.

Dalam sambutannya, Finance Director BFI Finance Sudjono menyatakan bahwa penyelenggaraan BFI RUN 2018 merupakan bagian dari komitmen BFI Finance untuk mendukung gaya hidup sehat di masyarakat. “Menjadi sehat adalah kebutuhan dan tujuan hidup. Penyelenggaraan BFI RUN 2018 menjadi alasan kami untuk mengajak serta menularkan gaya hidup sehat,” ujar Sudjono.

Event ini menyediakan total hadiah mencapai Rp 250 juta. Rute baru lomba disiapkan untuk empat kategori, yakni half marathon 21,1K, 10K dan 10K Corporate Challenge serta kategori 5K. Selain hadiah yang lebih menarik, semua peserta BFI RUN 2018 mengenakan kaus Newton berbahan khusus yang didatangkan langsung dari Malaysia. Bahan khusus ini menjadi yang pertama kali dikenakan para pecinta lari di ajang serupa di Indonesia.

Sejak pukul 04.15 WIB para peserta sudah memasuki arena Scientia Square Park dan mulai melakukan kegiatan pemanasan Combat for Fitness Dance yang dibimbing para instruktur dari Gold’s Gym. Sebelum lomba dimulai, para peserta membakar semangat mereka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Tepat pukul 05.00 WIB event dimulai dengan melepas peserta lari dari kategori half marathon (21,1K), diikuti peserta lomba 10K pada pukul 05.30 WIB dan pelari di kategori lomba 5K pada pukul 05.45 WIB.

Business Director BFI Finance, Sutadi, menjelaskan bahwa sebagai perusahaan yang dalam kesehariannya berkutat dengan kebutuhan pembiayaan masyarakat, BFI Finance menyadari bahwa gaya hidup sehat adalah kunci dari kesuksesan karir dan kehidupan. Lomba lari ini sesuai dengan visi Perusahaan, yaitu menjadi mitra solusi keuangan yang terpercaya dengan turut berkontribusi terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat. “Karena itu ‘BFI RUN for Healthy Lifestyle’ menjadi tema yang dipilih untuk lomba lari kali ini,” imbuhnya.

Sementara Bertha Gani, Race Director RunID, menyatakan kebanggaannya karena BFI Finance kembali  menggandeng RunlD sebagai mitra race management untuk menggarap mekanisme lomba dan pencatatan waktu selama BFI RUN 2018.

Melengkapi keseruan berolahraga dan berlomba, panitia menyediakan mist shower di beberapa titik lari agar peserta dapat tetap segar, dengan menyediakan minuman Pocari Sweat untuk melindungi peserta dari dehidrasi. BFI Finance juga menggandeng Pic2Go Indonesia agar peserta lomba tidak hanya berkesempatan mengabadikan momen lari dalam bentuk foto, namun juga tersedia dalam format video. Foto dan video tersebut secara otomatis tersambung ke akun Facebook peserta.

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan peserta selama berlangsungnya BFI RUN 2018, peserta lomba mendapat jaminan asuransi dengan nilai pertanggungan hingga Rp50 juta untuk cacat tetap kematian dan penggantian biaya medikal hingga Rp5 juta. Untuk itu BFI Finance menggandeng mitra strategis yang menaruh perhatian pada perlindungan dari berbagai risiko, antara lain Asuransi ABDA, ASWATA, Asuransi Sinarmas, dan Asuransi Asoka Mas.

Seusai lomba, peserta lomba menikmati hiburan yang menampilkan sajian musik The Angel’s Percussion serta penampilan dari female DJ Nilam Puspita, penampilan manusia patung (humanoid) hingga permainan rodeo bulls dan palu godam sambil menikmati Bazaar Kuliner dari food truck yang tersebar di sekitar tempat acara berlangsung. Untuk berbelanja di food truck ini para peserta bisa memanfaatkan pembayaran menggunakan kartu Mandiri e-money senilai Rp50.000 yang sudah termasuk dalam paket lomba untuk peserta.

Di sepanjang arena turut hadir stand-stand dari para sponsor yang akan memberi layanan asuransi dan pengelolaan keuangan sesuai dengan kebutuhan para peserta. Selain itu, peserta juga bisa memeriksakan kesehatan mereka secara cuma-cuma untuk pemeriksaan gula darah dan tensi dari tim Pramita Lab. Konsep ini menggenapkan keseluruhan kemasan acara yang menawarkan ambiance yang lebih segar, muda, dan modern.

“Apapun target personal Anda, kami berharap BFI RUN akan memberikan Anda pengalaman seru, kenyamanan berlari dan kegembiraan berkumpul dengan sesama penggemar lari, dan menjadi agenda tahunan Anda,” tandas Sudjono. (r/bpn)

Seka Yoga Festival WHDI Kabupaten Badung 

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – WHDI Kabupaten Badung mengadakan Seka Yoga Festival yang diselenggarakan di jaba Pura Lingga Bhuwana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Minggu (25/3/2018). Kegiatan ini juga diikuti oleh, Ketua WHDI Badung Ni Ketut Suas Isyudayani, dan Kepala BNN Badung Made Asmini,  Ny. Rai Kompyang Swandika, Sekertaris WHDI Kade Sandra Widari.

Dalam kesempatan itu Ketua WHDI Badung Ketut Suas Isyudayani mengatakan, tujuan seka yoga festival ini adalah untuk membersihkan pikiran dan mengendalikan proses berfikir, batin menjadi damai. Selain itu untuk dapat melihat dunia dalam cahaya sejati dan untuk menerima kebenaran secara keseluruhan. Menurutnya yoga adalah cara hidup sebuah sistem yang terintregasi untuk memberi nilai manfaat pada tubuh, pikiran dan batin. Inti dasar dari yoga adalah untuk menyatukan ‘atma’ atau jiwa individu. “Yoga ini juga dilakukan serentak di sembilan kabupaten di Bali, untuk kabupaten Badung dilaksanakan di puspem badung untuk memperingati saka yoga festival menyambut hari raya nyepi,” jelasnya.

Ayu Sri sebagai pemandu yoga, dari Yayasan Markandia Yoga Indonesia menjelaskan, yoga itu untuk pembersihan diri, memasukan energi surya ke dalam tubuh yang sebelah kiri dan keseimbangan tubuh. Yoga dimulai dari pukul 06.00 sampai 07.30 pagi.(humas-badung/bpn)

Peringati Hari TBC Se-Dunia, Bali Targetkan 2030 Bebas TBC

BALIPORTALNEWS.COM – Hari Tuberkulosis Sedunia atau World TB Day diperingati setiap tanggal 24 Maret setiap tahunnya. Untuk Tingkat Provinsi Bali, Hari TBC dimeriahkan dengan Senam Kesegaran Jasmani dilanjutkan pelepasan balon oleh Gubernur Bali diwakili Pj Sekretaris Daerah Provinsi Bali, IB Ngurah Ardha bertempat di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Niti Mandala Renon, Denpasar, Minggu pagi (25/3/2018).

Ngurah Ardha mengatakan, penderita di Bali masih cukup banyak. Segala usaha sudah dan akan terus dilakukan. Melalui peringatan Hari TBC Se-Dunia ini menjadi momentum dan harapan serta segala usaha agar penderita TBC dapat segera sembuh.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya menekankan momentum peringatan ini sekaligus untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya TBC. TBC merupakan penyakit menular yang sampai saat ini sangat sulit diberantas karena selain kasusnya cukup tinggi, secara keseluruhan sulit ditemukan. Sehingga  masih cukup banyak kasus-kasus tersembunyi yang berpotensi untuk menularkan kepada orang lain.

“Kita semua berpotensi tertular, siapapun dia. Maka dari itulah dalam momentum ini kami mengingatkan bahayanya TBC ini sehingga kita bisa mengobati penderita, dan menemukan kasus yang belum ditemukan,” kata Suarjaya. Sulitnya banyak kasus yang belum ditemukan kendalanya adalah sering kali pasien dengan gejala ringan tetapi tidak mau berobat. Disisi pelayanan banyak tenaga kesehatan tidak menyadari penderita yang datang merupakan kasus-kasus TBC.

Ditambahkannya, penyakit TBC dapat dicegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat, mengupayakan diri kita tetap sehat dengan cara mengecek kesehatan secara teratur, jangan merokok, rajin berolah raga dan makan dengan gizi yang sehat dan istirahat yang cukup serta mengendalikan stress. Kebersihan lingkungan juga berperan penting dalam pencegahan, seperti ventilasi rumah dan cukup sinar matahari yang masuk.
“Sekali lagi, TBC ini bisa disembuhkan dengan berobat yang teratur. Kita terus berupaya menemukan kasus dan mengobati sampai tuntas,” kata Suarjaya.

Data estimasi jumlah kasus TBC di Bali mencapai 13.000 dan baru ditemukan 12 persen dari kasus itu. Sehingga masih sekitar 10.000 kasus yang belum ditemukan yang berpotensi menularkan ke orang lain. Dengan target menemukan 75-90 persen kasus TBC, diharapkan pada tahun 2030 kasus TBC akan tuntas.

Suarjaya berpesan, masyarakat diminta tidak mendeskriminasi atau menjauhi penderita TBC, namun harus mengobati dan menghindari kemungkinan penularan, dengan penderita tidak batuk sembarangan melainkan menggunakan penutup mulut. Penularan TBC dimungkinkan melalui batuk, bersin-bersin dan dari ludah atau dahak penderita. “Dengan perilaku hidup yang sehat kita bisa menghindari TBC ini,” katanya.

Pada peringatan Hari TBC se-Dunia ini juga dilaksanakan deklarasi Gerakan Masyarakat Menuju Indonesia Bebas TB melalui aksi “Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS)”. Gerakan masyarakat menuju lndonesia bebas Tuberkulosis bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan pemangku kebijakan dalam mendukung program penanggulangan TBC serta menempatkan TBC sebagai isu utama di semua sektor masyarakat. Selain itu penyebarluasan informasi tentang TBC kepada masyarakat akan meningkatkan pengetahuan dan kepedulian untuk mencegah penularan TBC yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga. (humas-bali/bpn)

Bicara di PB3AS, Dokter Spesialis Paru Ingatkan Bahaya TBC

BALIPORTALNEWS.COM – TBC (Tuberculosis) adalah penyakit yang berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian. Menurut dokter Spesialis Paru RSUP Sanglah dr. Ni Luh Putu Eka Arisanti, penyakit TBC dapat menyerang organ lain dan menyebabkan kerusakan di organ tersebut. Selain itu TBC berbahaya karena bisa menular kepada orang lain. Hal ini disampaikannya saat berorasi di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja, Lapangan Niti Mandala, Denpasar, Minggu (25/3/2018) pagi.

“Jadi jika ada yang mengalami gejala batuk lebih dari seminggu, demam, keringat malam dan penurunan berat badan segera periksakan diri ke puskesmas,” kata dr. Eka merujuk gejala-gejala TBC. Masih dalam orasinya, dr. Eka menyampaikan bahwa penyakit TBC menular melalui dahak yang positif terinfeksi kuman TBC. Oleh sebab itu Ia mengajarkan etika batuk, yakni menutup mulut dan hidung dengan tisu, lalu tisu tersebut dibuang di tempat semestinya. Jika tak ada tisu gunakan lengan baju bagian dalam, imbuhnya. dr. Eka memastikan TBC bukan penyakit keturunan dan bisa disembuhkan dengan berobat secara teratur selama minimal enam bulan dan terus mengikuti saran dokter.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya dalam orasinya mengatakan Indonesia sebagai peringkat kedua kasus TBC setelah India. Oleh karena itu Ia mengajak masyarakat untuk turut membantu pemerintah menemukan dan melakukan pendekatan agar penderita TBC mendapat pengobatan. Khusus untuk di Bali, dr. Suarjaya mengestimasi ada 13 ribu penderita TBC, namun dari jumlah tersebut baru sekitar 26 persen atau 3 ribu kasus yang berhasil ditemukan dan diobati. “Jadi masih ada 10 ribu yang berpotensi menularkan,” ujarnya.

Dokter spesialis penyakit dalam RSPAD dr Agus Setyo Budi, SpPD mengajak instansi untuk proaktif memberantas penyakit TBC. Menurutnya ini sejalan dengan target pencapaian MDGs. Ia meminta instansi kesehatan lebih tegas terhadap upaya pencegahan penularan TBC. Diantaranya jika batuk lebih dari dua minggu pasien diisolasi dan diprioritaskan agar tidak menular di tempat keramaian.

Pjs Bupati Klungkung Wayan Sugiada memberi apresiasi peringatan hari TBC. Ia berharap masyarakat mengikuti semua saran dokter yang berorasi di PB3AS. Ia menambahkan masyarakat tak perlu takut berobat karena obat TBC gratis. Ia juga mengajak masyarakat hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan TBC.

Warga masyarakat, Wayan Gede Mertayasa dalam orasinya mendukung upaya pemerintah menuntaskan TBC. Menurutnya TBC merupakan sebuah ancaman bagi negara. Ia juga mengingatkan ada ancaman-ancaman lain seperti informasi-informasi negatif yang sulit disaring dan dicerna oleh anak-anak yang belum bisa memilah informasi. Salah satu informasi yang berkembang adalah tahun 2030 Indonesia akan bubar. Menurutnya ini harus ditanggapi dengan kesadaran untuk menciptakan negara yang lebih kuat, misalnya dengan mendidik anak-anak secara positif dan konstruktif. Ia berharap di tahun 2030 yang terjadi adalah munculnya generasi baru yang tidak digerogoti sindrom korupsi, narkoba dan kenakalan lainnya.

Terakhir ada Subardi, warga abian timbul dalam orasi singkatnya menolak jika ada budaya korupsi di Indonesia. Menurutnya yang ada hanya ada oknum yang melakukan korupsi dan itu tidak mewakili seluruh masyarakat. (humas-bali/bpn)

Penting Curahan Hati, Belajar Berdamai dengan Realita

BALIPORTALNEWS.COM – Masa remaja seringkali dihubungkan dengan stereotip mengenai ketidakselarasan emosional maupun perilaku. Karena pada masa ini, remaja kerap mengalami perubahan-perubahan penting seperti perubahan hormonal maupuan psikologis. Di masa ini pula, remaja rentan mengalami depresi dan mungkin punya pikiran untuk bunuh diri.

Seperti kasus siswa SMA di Denpasar, Kadek Agus Hiawan (18) yang nekat bunuh diri lantaran diduga diputus kekasihnya. Nah, agar anak-anak yang mungkin bernasib sama supaya tidak gampang depresi dan melakukan hal terlarang tersebut, psikolog Aritya Widianti, S.Psi.,M.Psi., Psikolog., mengajak seluruh warga untuk belajar berdamai dengan diri sendiri dan menghadapi realita dalam hidup meski terasa pahit agar tidak terjadi self harm, bahkan bunuh diri.

‘’Kasus bunuh diri, khususnya di kalangan pelajar tidak disebabkan faktor tunggal. Secara psikologi kita juga tidak bisa hanya menebak-nebak penyebab kasus bunuh diri yang dilakukan oleh seseorang,’’ katanya, Rabu (21/3/2018) kemarin.

Aritya Widianti mengemukakan, tidak mungkin hanya satu penyebab bisa membuat seseorang bunuh diri dan tidak semua yang bunuh diri mengalami gangguan mental, bisa jadi karena alasan dan faktor lain. Demikian sebaliknya, yang gangguan mental pun belum tentu semuanya berakhir dengan bunuh diri.

Ia mengatakan yang terpenting adalah sensitivitas lingkungan dan teman terhadap mengenali perubahan perilaku seseorang. Lingkungan sekitar harus cepat tanggap terhadap perubahan perilaku seseorang terutama orang-orang dekat.

‘’Curahan hati (curhat) memang tidak bisa serta merta menyelesaikan setiap persoalan, namun paling tidak membantu meringankan dan bersama-sama bisa mencari solusi,’’ ujarnya.

Aritya Widianti menambahkan, pentingnya peran lingkungan, baik di rumah dan sekolah untuk mendampingi anak. Karena kepribadian satu anak dengan yang lain berbeda. Di sekolah, kata dia, perlunya pengaktifan guru-guru Bimbingan Konseling (BK) dalam membangun karakter anak didik di sekolah.

Karena ini terjadi pada usia remaja, akan sangat efektif misalnya dilakukan diskusi interaktif di dalam kelas dengan melibat siswa-siswi yang ada. Misalnya dengan memberikan pertayaan sederhana, misalnya tentang ‘’Apa yang kamu lakukan ketika ada yang mengejekmu?’’ atau “Apa yang kamu lakukan ketika ditolak oleh seseorang yang kamu sukai?’’.

Menurut Aritya Widianti dengan memberikan pertayaan di kelas saat jam BK, maka guru akan dapat mapping pola pikir anak didiknya ketika mendapat masalah. ‘’Tugas guru BK bukan hanya memanggil siswa-siswa yang bermasalah tetapi menanamkan nilai dan karakter. Karena usia remaja memang sangat retan,’’ ulasnya.

Sebaliknya jika di rumah, kata Aritya Widianti, orang tua bukan hanya bertugas membayar uang sekolah dan memberi anak-anak ini sandang, pangan, dan papan, tetapi perhatian yang cukup. ‘’Jika anak nampak gelisah dan murung, sangat dianjurkan untuk mencaritahu melalui anak langsung atau teman-temannya, atau juga saudaranya apa yang terjadi sebenarnya pada diri anak,’’ sarannya.

Selain bunuh diri, kata Aritya Widianti, yang sering terjadi pada anak muda (kalangan mahasiswa dan pelajar) adalah self harm atau menyakiti diri sendiri, bahkan mereka banyak yang menjadi kecanduan sendiri hingga kebablasan dan akhirnya menghilangkan nyawa diri sendiri alias bunuh diri.

Ia mengakui sebenarnya ada hal mudah dan sederhana untuk menghindari kasus-kasus self harm hingga bunuh diri tersebut, namun sangat sulit untuk dilaksanakan, yakni belajar menerima realita dan berdamai dengan realita itu. ‘’Selama kita bisa berdamai dengan kenyataan pasti kita juga bisa berdamai dengan diri sendiri, sehingga hal-hal yang merugikan diri sendiri bisa dihindari (dicegah),’’ pungkasnya. (tis/bpn)

Donor Darah Sambut HUT Ke-61 Astra International

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam memperingati perayaan HUT ke-61 Astra International, dan sebagai perusahaan  yang memiliki tanggung jawab sosial untuk kemanusiaan, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya, Astra Motor Bali sebagai Main Dealer Sepeda Motor Honda di wilayah Bali, mengadakan donor darah untuk konsumen dan kalangan internal karyawan.

Kegiatan donor darah sebagai penyumbang kehidupan ini, dipusatkan di showroom Kantor PT Astra International Tbk – Honda (Astra Motor) di jalan Cokroaminoto No. 80 Denpasar, Selasa (20/2/2018). Kegiatan sosial ini juga untuk mendukung CSR (Coorporate Social Responsibility) dari Astra Motor Bali, yakni Honda Untuk Bali.

Bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, acara ini mendapat sambutan yang baik dari konsumen, dan juga kalangan intern Astra Motor. Terbukti sebanyak 35 kantong darah berhasil terkumpul dari pendonor. Khusus untuk konsumen yang mendonor akan mendapatkan bingkisan menarik berupa Oil yang merupakan persembahan  dari AHM Oil.

Regional Head Astra Motor Bali, Ronalso Widjaja, mengatakan donor darah ini sebagai kegiatan kemanusiaan untuk membantu sesama, dan wujud terima kasih Honda kepada konsumen, karena setetes darah sangat berarti untuk sesama yang membutuhkan. ”Donor darah sama dengan sumbang kehidupan,” kata Ronaldo.

Acara donor darah ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif dan kepedulian untuk konsumen terutama masyarakat Bali, serta sekaligus mendekatkan diri dengan konsumen sepeda motor Honda pada khususnya. (ngr/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
10PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
83PengikutMengikuti
22PelangganBerlangganan