Pemkot Gelar Vaksinasi Kanker Serviks, Sasar 4.460 Siswi SMP Se-Kota Denpasar

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kanker Serviks menjadi salah satu penyakit mematikan yang dialami kaum perempuan. Dalam penanggualan dan memberikan perlindungan sejak dini dari Kanker Serviks, Pemkot Denpasar kembali menggelar pencanangan Vaksinasi Kanker Serviks, Rabu (7/6/2017).

Melalui Dinas Kesehatan Kota Denpasar Vaksinasi Kanker Serviks massal berkelanjutan tahun ini menyasar 4.460 siswi  kelas satu SMP Negeri dan Swasta Se-Kota Denpasar.

Pencanangan Vaksinasi dibuka secara resmi  Walikota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra ditandai dengan pemukulan gong dan peninjauan vaksinasi secara langsung dipusatkan di SMP Dwijendra. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Denpasar Ny. Selly Mantra, Wakil Ketua TP. PKK Kota Denpasar Ny. Antari Negara, Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, Camat Denpasar Utara Nyoman Lodra, Kepala Sekolah SMP Dwijendra Ni Wayan Nadi Supartini beserta OPD terkait lainya.

“Vaksinasi Kanker Serviks rutin diadakan setiap tahunya berawal disaat melihat wanita itu terserang kangker serviks dan ini merupakan penyebab pembunuh wanita terbesar, sehingga Pemkot bersama YKI Kota Denpasar melakukan vaksinasi secara berkelanjutan,” ujar Walikota   Rai Mantra.

Lebih lanjut menurut Rai Mantra vaksinasi diberikan kepada siswi SMP Negeri dan Swasta dengan kegiatan tahun berikutnya akan melakukan vaksinasi kepada siswa SD. Disamping itu vaksinasi diusahakan kedepannya dapat seperti pemberian vaksinasi polio yang wajib diberikan sejak usia dini.

“Supaya para wanita  terlindungi dan terbebaskan dari kangker serviks dengan angka terjangkit kanker srviks setiap harinya bisa mencapai 40 orang wanita dan 20 orang diantaranya meninggal, sehingga perlu adanya perlindungan untuk para wanita sejak dini”, ujar Rai Mantra.

Sementara Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini  mengatakan, sesuai data lembaga kesehatan dunia (WHO) pada tahun 2030 akan terjadi lonjakan penderita kanker di Indonesia sampai 7 kali lipat. Dengan jumlah penderita kanker yang meninggal juga kian memperhatinkan dan setiap tahun tidak kurang dari 15.000 kasus kanker serviks terjadi di Indonesia. D

imana kanker serviks merupakan pembunuh wanita nomor satu di Indonesia. Tercatat di Denpasar pada tahun 2016 sebanyak 17 orang penderita kanker serviks tanpa kematian. Ini merupakan upaya pengendalian kanker serviks Pemerintah Kota Denpasar yang bersinergi dengan YKI Bali, Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia Denpasar yang melakukan pembinaan dan sosialisasi ke banjar-banjar, desa/kelurahan, hingga kecamatan.

Hal ini melakukan deteksi dini, secara efektif dan efisien dengan melakukan pelayanan IVA dan pap smear yang bertujuan menemukan kasus secepatnya agar lebih memungkinkan diobati, melaksanakan workshop kanker serviks dan payudara, melakukan upaya-upaya melalui lingkungan sekolah.

“Tahun ini merupakan tahun ke empat dilaksanakannya program vaksinasi kanker serviks yang menyasar siswi kelas 1 SMP Negeri dan Swasta  yang akan diberikan vaksinasi sebanyak 2 kali (0 bulan dan 6 bulan),” ujarnya. (ays’/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Rai Mantra Ajak Gencarkan Penyuluhan Kesehatan

0

BALIPORTALNEWS.COM – Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan  (Poltekes) Denpasar,  mengadakan pameran dengan tema “Let’s Get Health Life with Balance Nutrition” (ayo hidup sehat dengan gizi seimbang) menyasar masyarakat Banjar Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur. Acara dihadiri Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra.

‘’Pameran ini sangat tepat dilaksanakan menyasar langsung masyarakat banjar yang nantinya mampu memberikan pemahaman tentang kesehatan dan kebutuhan gizi bagi masyarakat,’’ kata Rai Mantra.

Menurut Rai Mantra, pameran gizi ini sangat membantu masyarakat untuk mengetahui  kebutuhan gizi mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, anak-anak, remaja, dewasa,  hingga lansia. Untuk  masalah gizi buruk, lanjut dia, Pemkot Denpasar telah melakukan langkah dengan gencar memberikan makanan tambahan setiap Minggu  kepada siswa SD se- Kota Denpasar, yang tentunya memberikan dampak pada pemenuhan gizi kepada siswa.

Namun dalam permasalahan obesitas dapat gencar dilakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, seperti mengatur pola makan hingga menjaga kesehatan dan lingkungan yang bersih. ‘’Permasalahan obesitas perlu gencar diadakan penyuluhan-penyuluhan, sehingga dapat meminimalisir masyarakat yang mengalami masalah obesitas maupun masalah kesehatan lainnya,’’ ujarnya.

Rai Mantra juga mengungkapkan, angka harapan hidup di Denpasar cukup baik. Angka harapan hidup mengalami kenaikan dari angka 70, yang saat ini telah mencapai angka  74 tahun. Rai Mantra juga mengharapkan angka harapan hidup masyarakat mampu mencapai 80 tahun.

Tentu target ini dapat dilakukan dengan meningkatkan pelaksanaan penyuluhan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang menjaga kesehatan,  kekurangan dan kelebihan gizi. ’’Pameran gizi ini sangat tepat dilaksanakan, namun sebelum pelaksanaan kegiatan harus mengetahui permasalahan yang terjadi di masyarakat. Sehingga masyarakat  dapat merasakan manfaat dari pelaksanaan kegiatan tersebut,” ucapnya.

Sementara Direktur Poltekes Denpasar, AA Ngurah Kusumajaya, didampingi Ketua Panitia, Ni Putu Eka Kusumawati, menyatakan, salah satu faktor yang berpengaruh secara tidak langsung terhadap munculnya masalah gizi, yakni perilaku masyarakat. Hal ini berkaitan tentang gizi  dan kesehatan, serta mencakup pengetahuan, sikap dan praktek. Pameran gizi merupakan salah satu metode penyuluhan gizi dengan menyasar masyarakat umum, dan secara khusus golongan rawan, seperti ibu hamil, menyusui, balita, anak sekolah dan pekerja wanita.

”Dengan mengadakan pameran gizi ini, maka masyarakat mengetahui penjabaran gizi seimbang setiap tahap dalam alur kehidupan dan pengaturan diet untuk masalah gizi yang dihadapi,” pungkasnya. (r/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Rai Mantra Lepas Jalan Sehat Pungut Sampah ST Santika Budhi

0

BALIPORTALNEWS.COM – Serangkaian memperingati HUT Sekaa Truna Santika Budhi ke-18, Banjar Kayumas Kelod, Kelurahan Dauh Puri, Kecamatan Denpasar Timur, melaksanakan berbagai kegiatan. Pada Minggu (14/5/2017) kegiatan jalan sehat menghiyasi kegiatan hari jadi Sekaa Teruna Banjar Kayumas Kelod yang dilepas Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra bersama tokoh banjar setempat yang ditandai dengan pelepasan balon.

Ratusan masyarakat Banjar Kayumas Kelod tumpah ruah ke jalan untuk mengikuti jalan sehat yang sudah ditunggu-tunggu sejak pagi hari. Masing-masing peserta tampak telah membawa kantong sampah masing-masing dan bersiap berjalan sambil memungut sampah.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Rai Mantra menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan Sekhaa Truna Santika Budhi serta mengajak generasi muda maupun masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Kegiatan jalan sehat bisa diisi dengan kegiatan pungut sampah disepanjang jalur lintasan. Sehingga kegiatan disamping memberikan dampak kesehatan juga berdampak pada kebersihan lingkungan,’’ ujar Rai Mantra.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, pihaknya akan terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak Desa/Kelurahan di Denpasar guna mengatasi permasalahan sampah. Disamping itu  menggalakan kegiatan gotong royong secara rutin sehingga mampu secara bersama-sama mewujudkan kebersihan lingkungan.

Tidak hanya lingkungan saja, sungai pun harus mendapatkan perhatian yang serius dan melarang keras masyarakat menjadikan sungai sebagai tempat membuang sampah.

“Kita harus secara bersama-sama mewujudkan Denpasar bersih, sehat, dan hijau, hal ini harus dimulai dari diri sendiri, kemudian yang terpenting juga harus menggetok tularkan kepada generasi muda,” ujar Rai Mantra.

Ketua ST Santika Budhi, Alit Aryana Putra ditemui disela-sela kegiatan mengatakan serangkaian memperingati HUT ST Santika Budhi, pihaknya mengadakan berbagai acara seperti kegiatan donor darah, cek kesehatan gratis untuk masyarakat, serta gerak jalan sehat sambil memungut sampah plastik.

Terkait permasalahan kebersihan menurut Alit Aryana sudah sepantasnya kita selaku masyarakat wajib untuk ikut menjaga kebersihan. Hal ini tidak saja menjadi tanggungjawab pemerintah, namun mampu secara bersama-sama mendukung pemerintah mewujudkan lingkungan bersih. Lewat kegiatan jalan sehat ini disamping untuk kesehatan juga diharapkan memberikan dampak bagi lingkungan.

Adapun rute yang ditempuh dengan mengambil start dari jalan Kapten Regug menuju jalan Udayana kemudian menuju jalan Surapati lalu ke utara menuju jalan Kepundung belok kanan ke jalan Patimura kemudian kearah selatan menuju jalan Melati kembali ke arah jalan Surapati dan finish di jalan Letda Winda.

“Kegiatan seperti ini kedepannya akan kami lakukan secara berkelanjutan, selain itu  kegiatan seperti ini untuk merangsang generasi muda dan masyarakat ikut serta peduli dan tergerak bersama terhadap kebersihan, sehingga akan tercipta lingkungan yang bersih dan nyaman,” kata Aryana Putra.

Hal senada disampaikan Kelian Adat banjar Kayumas Kelod, Made Kamajaya, memang sudah sepantasnyalah kita selaku masyarakat selalu membudayakan pola hidup sehat serta menjaga kebersihan lingkungan. Made Kamajaya juga mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh ST Santika Budhi ini dengan mengadakan jalan sehat sambil memengut sampah plastik.

Selain itu peran ST Santika Budhi ini juga sangat dirasakan di Banjar Kayumas Kelod, seperti pada setiap kegiatan dan upacara adat di Banjar mereka selalu terlibat serta menunjukan eksistensinya sebagai generasi muda. (ngurah/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Wagub Sudikerta Ajak Masyarakat Manfaatkan Safari Kesehatan

0

BALIPORTALNEWS.COM – Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakatnya. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemprov Bali dalam upaya mewujudkan hal tersebut, yang salah satunya dengan menggelar safari kesehatan gratis yang rutin dilakukan setiap minggunya di dua desa di Provinsi Bali.

Kehadiran safari kesehatan merupakan salah satu upaya untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat-pusat layanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.

Untuk itu, masyarakat diharapkan untuk memanfaatkan kehadiran safari kesehatan yang ada untuk mengecek kondisi kesehatan maupun mendapatkan layanan kesehatan lainnya. Harapan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta disela-sela kegiatan Safari Kesehatan yang dilaksanakan di  Desa Abang, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Jumat (12/5/2017).

“Kesehatan itu sangat penting untuk dijaga, kesehatan merupakan modal utama kita untuk beraktifitas. Kita jaga kesehatan, manfaatkan layanan  safari kesehatan gratis ini,” imbuhnya.

 Lebih jauh Wagub Sudikerta  yang didampingi Inspektur Provinsi Bali Ketut Teneng dan Kepala OPD terkait dilingkungan Pemprov Bali menambahkan  berbagai layanan kesehatan diberikan pada masyarakat seperti pemberian kaca mata gratis, pemeriksaan tekanan darah serta pemberian obat-obatan secara gratis.

“Selain pemeriksaan kesehatan juga ada pembagian sembako serta pasar  murah. Jadi sekali lagi saya mengajak masyarakat untuk datang dan manfaatkan kegiatan safari kesehatan ini,” tuturnya.

Seusai meninjau pelaksanaan safari kesehatan di Desa Abang, Wagub dan rombongan juga berkesempatan meninjau safari kesehatan di Desa Tista Karangasem. Wagub juga berkesempatan menyerahkan langsung bantuan beras dan garam yodium kepada para lansia dan bertatap muka langsung dengan para lansia yang sedang memeriksakan kesehatannya. (humas-bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Candiet, Permen Anti Gemuk dan Pencegah Karies Gigi

0

BALIPORTALNEWS.COM – Anda penyuka permen? Tidak ada salahnya untuk mencoba permen yang satu ini. Permen yang diberi label Candiet memang berbeda dengan kebanyakan permen yang ada di pasaran.

Permen buatan mahasiswa UGM ini terbuat dari bahan rendah gula sehingga tidak akan menyebabkan kegemukan. Tidak hanya itu, permen ini juga aman untuk dikonsumsi bagi penderita diabetes dan dapat mencegah munculnya karies gigi karena kandungan gula yang rendah.

“Permen ini tidak akan menyebabkan kegemukan karena indeks glikemiksnya rendah. Candiet ini permen anti gemuk,” kata Asa Salsabela Arianti Wijayanti, salah satu pengembang permen Candiet, Rabu (10/5/2017) di Kampus UGM.

Asa menjelaskan Candiet memiliki kandungan kalori yang rendah. Pasalnya, permen ini dibuat dari bahan rendah kalori seperti FOS, gelatin, sorbitol, dan karagean.

“Permen Candiet ini nilai kalorinya hampir 1/100 jika dibandingkan dengan permen biasa,”ungkap mahasiswa Farmasi ini.

Permen Candiet dikembangkan bersama dengan keempat rekannya yakni Uliya Ita Rahmita (Farmasi), Denia Pramudiah Andani (Gizi Kesehatan), Kamila Muyasarah (Pendidikan Dokter), dan Hibatul Ghazi Zulhasmi (Teknik Elektro). Lahir melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) UGM.

Keunggulan lain dari permen iniadalah  dapat mencegah timbulnya karies gigi karena menggunakan sorbitol didalamnya. Sorbitol merupakan jenis gula yang tidak mudah difermentasi oleh bakteri sehingga bisa mencegah demineralisasi dan menurunkan risiko karies gigi.

Kamila menambahkan Candiet mengandung serat larut sehingga membantu dalam memperlambat dan mengurangi penyerapan gula dan kolesterol di usus. Serat larut ini juga bermanfaat melancarkan pencernaan.

Untuk saat ini Candiet dibuat dalam bentuk gummy dengan tiga varian rasa yaitu mint, leci, dan stroberi. Dijual dalam kemasan 18 gram berisi 15 permen dibanderol dengan harga Rp. 10 ribu.

“Pemasaran sementara kami lakukan melalui media sosial Instagram: candiet.id, Facebook: Candiet, maupun WA: 085743419027,” tuturnya.

Nah, bagi Anda penggemar permen patut untuk merasakan gula-gula satu ini. Menikmati manisnya kembang gula, tanpa khawatir lagi terhadap peningkatan berat badan akibat mengkonsumsi permen. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pola Makan Mempengaruhi Kondisi Genetik Keturunan

0

BALIPORTALNEWS.COM – Kondisi individu sangat dipengaruhi oleh genetik orang tua, termasuk dalam hal pola makan. Pola makan orang tua  merupakan salah satu faktor yang turut berpengaruh terhadap kondisi genetika keturunan yang dihasilkan.

Prof. Dr. Jose Gutierrez Marcos dari School of Life Warwick University UK mengatakan bahwa asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh dapat mengubah DNA dan perubahan tersebut akan diturunkan kepada anak-cucu. Perubahan yang terjadi berupa perubahan lingkungan DNA atau epigenetik.

“Perubahan ini baru akan terlihat pada generasi kedua, dari nenek ke cucunya” terangnya, Jumat (7/4/2017) saat mengisi kuliah umum “Medical Genomic” di Fakultas Biologi UGM.

Ahli biologi molekuler dan genetik ini mencontohkan pola makan yang tidak terkontrol selama kehamilan seperti banyak asupan gula dan kalori akan berpengaruh pada keturunan dengan risiko menderita diabetes. Pola ini berisiko meningkatkan munculnya penyakit diabetes hingga empat kali lebih besar pada cucunya kelak.

“Pola makan atau asupan nutrisi kita saat ini mempengaruhi genetika anak cucu kita nantinya. Apabila nenek dan orang tua memiliki kebiasaan makan tidak sehat, maka anak cucu berisiko terkena berbagai penyakit,”papar pria yang menjadi visiting profesor di Fakultas Biologi UGM ini.

Dihadapan puluhan mahasiswa program sarjana dan pascasarjana Fakultas Biologi UGM, Jose juga menyampaikan tentang perkembangan penelitian genom yang banyak membawa perubahan dalam kehidupan, termasuk dalam bidang biomedis. Melalui penelitian ini tidak hanya bisa digunakan untuk pengobatan saja. Namun, bisa diketahui risiko berbagai penyakit yang mungkin timbul pada individu sehingga bisa digunakan untuk pencegahan penyakit kedepannya.

“Dengan mempelajari genom manusia bisa diketahui risko penyakit, penyakit yang mungkin diturunkan, respon terhadap obat  hubungan keluarga, sejarah evolusi manusia, dan lainnya,”urainya.

Sementara Dekan Fakultas Biologi UGM, Drs. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., Ph.D., menyampaikan kuliah umum ini menjadi kesempatan emas bagi civitas akademika Biologi UGM untuk mempelajari studi baru terkait genom medis, disamping belajar ilmu genetik dan epigenetik. Dalam kesempatan itu dia juga membuka penawaran untuk menjalin kerja sama dengan Warwick University dalam pengembangan ilmu biologi kedepannya.  (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pengendalian Faktor Resiko Hipertensi

0

BALIPORTALNEWS.COM – Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan penyakit yang sangat umum dijumpai di masyarakat. Tekanan darah normal yaitu 120/80 mmHg, dan seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila mempunyai tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih. Jika tekanan darah anda berada diantara 120/80 mmHg dan 140/90 mmHg maka keadaan tersebut disebut sebagai prehipertensi, yang artinya sewaktu-waktu dapat berkembang menjadih ipertensi. Padake adaan prehipertensi, sangat penting bagi anda untuk mengendalikan faktor resiko yang mengakibat kan terjadinya hipertensi.

Faktor resiko hipertensi sangat beragam dan tidak semua dapat dihindari, contohnya usia 40 tahun keatas dan riwayat anggota keluarga menderita hipertensi. Namun sebagian faktor resiko hipertensi dapat dikendalikan.

Gaya hidup sehat merupakan kunci utama dalam pengendalian berbagai macam penyakit termasuk hipertensi, akan tetapi masih banyak orang yang tidak sadar akan pentingnya pengendalian gaya hidup.

Padahal bila anda telah menderita hipertensi dan masih mempertahankan gaya hidup yang tidak sehat, maka penyakit yang lebih serius seperti stroke dan penyakit jantung akan menanti di masa mendatang.

Berikut ini merupakan faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi yang sebenarnya dapat kita kendalikan :

Merokok

Bahaya merokok sudah sangat sering kita dengar di berbagai media massa. Namun jumlah perokok masih sangat banyak terutama di Negara berkembang seperti Indonesia. Rokok mengandung 4000 zat berbahaya yang bisa menyebabkan berbagai macam penyakit. Zat-zat berbahaya tersebut dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah serta kerusakan pembuluh darah.

Sekali hirupan rokok mampu meningkatkan tekanan darah sebanyak 4 mmHg. Bila anda menderita hipertensi dan mempunyai kebiasaan merokok, maka resiko untuk terjadinya penyakit stroke dan penyakit kardiovaskular lain menjadi bertambah besar, dibandingkan dengan penderita hipertensi yang tidak merokok.

Konsumsi garam berlebihan

Garam merupakan kompone nutama yang biasanya wajib digunakan dalam mengolah makanan. Konsumsi garam diperbolehkan asalkan tidak melebihi batas yang dianjurkan. Kementerian Kesehatan merekomendasikan jumlah asupan garam maksimal 5 gram per hari atau setara dengan 1 sendok teh garam dapur.

Konsumsi garam berlebih dapat mengakibatkan retensi cairan dalam tubuh dan mengaktivasi hormon-hormon yang meningkatkan tekanan darah.

Stress dankurangnyaaktivitasfisik

Mekanisme stress menyebabkan hipertensi belum dijelaskan secara pasti. Dugaan sementara peningkatan tekanan darah ketika stress karena adanya aktivasi hormon adrenalin dan kortisol. Kedua hormon ini bekerja meningkatkan kerja jantung dan menyempitkan pembuluh darah sehingga berdampak pada peningkatan tekanan darah.

Aktivitas fisik seperti olahraga juga sangat membantu untuk menjaga tekanand arah tetap optimal. Sebuah penelitian menunjukkan, olahraga sebanyak 5 jam per minggu dapat mengurangi kejadian hipertensi. Olahraga yang dianjurkan adalah olahraga aerobic contohny aberjalan kaki, bersepeda dan berenang.

Olahraga dapat mengurangi tekanan darah hingga 4 mmHg. Manfaat lain yang didapatkan dari berolahraga yaitu terjadi aktivasi homon endorphin yang membuat mood dan perasaan menjadi lebih baik sehingga mampu mengurangi stress.

Gaya hidup yang sehat mampu mengurangi kemungkinan terjadinya penyakit hipertensi di kemudian hari. Bila anda telah mengidap penyakit hipertensi, pengendalian gaya hidup juga sangat bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit serius yang terkait dengan hipertensi.

Cobalah untuk memulai gaya hidup sehat dan lakukan cek tekanan darah secara rutin ke fasilitas kesehatan terdekat.

Penulis : dr. Putu Juni Wulandari; Foto : google.com

Selayang Pandang Diabetes Mellitus

0

BALIPORTALNEWS.COM – Diabetes mellitus mungkin penyakit yang sudah tidak asing lagi bagi anda. International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan sebanyak 382 juta orang di dunia hidup dengan diabetes, dari jumlah tersebut 175 juta orang diantaranya belum terdiagnosis, sehingga tanpa disadari penyakit yang diderita sudah berkembang dan menjadi komplikasi tanpa ada tindakan pencegahan.

Diabetes mellitus (DM) adalah suatu penyakit pada organ pancreas, yaitu suatu organ yang menghasilkan hormon insulin.  Insulin merupakan salah satu hormon yang berperan untuk membantu mengubah makanan menjadi energi. Makanan yang kita konsumsi akan dipecah menjadi bebagai macam nutrisi yang dibutuhkan oleh sel tubuh, salah satunya adalah glukosa. Insulin membantu glukosa yang berada di dalam darah untuk masuk ke sel tubuh yang kemudian akan diubah menjadi energi. Pada penyakit DM, insulin yang dihasilkan oleh pancreas tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh, hal ini menyebabkan glukosa di dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel sehingga kadar glukosa darah menjadi tinggi dan sel tubuh menjadi “kelaparan”.

Terdapat dua tipe umum dari DM yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2. DM tipe 1 disebabkan karena kerusakan sel pancreas, sehingga insulin yang dihasilkan sangat sedikit bahkan bisa sampai tidak dapat dihasilkan sama sekali. Keadaan ini mengakibatkan glukosa darah tidak dapat masuk ke dalam sel tubuh, karena itu orang dengan DM tipe 1 membutuhkan injeksi insulin untuk mengatur kadar gula darah agar tetap stabil. DM tipe 1 biasanya ditemukan pada usia muda. Jumlah penderita DM tipe 1 lebih sedikit dibandingkan dengan penderita DM tipe 2. Pada DM tipe 2, sel pancreas dapat menghasilkan insulin, namun insulin yang dihasilkan tidak mampu mengimbangi kebutuhan metabolisme tubuh. DM tipe 2 dapat dikontrol dengan diet sehat, menjaga berat badan ideal dan olahraga. Bila cara tersebut masih belum bisa mengontrol kadar glukosa darah, maka diperlukan terapi tambahan dapat berupa obat anti diabetes maupun injeksi insulin. DM tipe 2 umumnya ditemukan pada usia 40 tahun keatas, namun semakin meningkatnya angka obesitas menyebabkan bertambahnya penderita DM tipe 2 pada usia kurang dari 40 tahun. Beberapa faktor yang dapat memicu timbulnya diabetes khususnya DM tipe 2, berkaitan dengan perilaku hidup yang kurang sehat, antara lain: berat badan berlebih, kurangnya aktivitas fisik, penyakit tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah yang tinggi. pola makan yang tidak sehat.

Gejala umum yang biasanya dialami pasien diabetes antara lain sering lapar, sering haus, sering buang air kecil dalam jumlah banyak dan berat badan turun. Selain itu gejala lain yang dapat timbul berupa pandangan kabur, rasa kesemutan di tangan dan kaki, luka yang sulit sembuh, infeksi, keputihan dan gatal pada kulit.

Metode sederhana yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis DM adalah dengan pemeriksaan gula darah. Gula darah yang diukur adalah gula darah puasa, gula darah sewaktu, dan gula darah 2 jam post prandial. Pada pemeriksaan gula darah puasa, pasien akan diminta untuk berpuasa selama 10-12 jam sebelum dilakukan pemeriksaan gula darah. Pasien didiagnosis DM apabila kadar gula darah puasa diatas 126 mg/dL. Pada pemeriksaan gula darah sewaktu,  kadar gula darah pasien diperiksa secara acak tanpa berpuasa terlebih dahulu. Jika hasil gula darah sewaktu menunjukkan nilai 200mg/dL ditambah dengan adanya gejala klasik DM yaitu peningkatan rasa lapar dan haus serta frekuensi buang air kecil meningkat, maka pasien dapat di diagnosis DM. Selain itu terdapat pemeriksaan gula darah 2 jam post prandial, yaitu pemeriksaan gula darah yang dilakukan 2 jam setelah makan. Bila hasil gula darah menunjukkan nilai diatas 200, ditambah dengan adanya gejala, maka pasien tersebut dapat didiagnosis DM.

Pemeriksaan tambahan yang terkadang diperlukan pada pasien yang dicurigai menderita DM adalah tes toleransi glukosa oral. Tes ini digunakan untuk mendiagnosis diabetes maupun mendeteksi gejala dini abnormalitas toleransi tubuh terhadap glukosa yang dapat berkembang menjadi diabetes. Selain itu terdapat pemeriksaan tambahan lain yaitu pemeriksaan HBA1C, pemeriksaan ini digunakan sebagai pemeriksaan penunjang pasien DM untuk mengetahui kendali gula darah yang sudah dilakukan selama 2-3 bulan terakhir. Pemeriksaan ini dianjurkan untuk dilakukan pasien DM setidaknya 2 kali dalam setahun. Hasil HBA1C yang ditargetkan pada pasien DM adalah kurang dari 7%, hasil ini menunjukkan kendali gula darah yang dilakukan sudah baik.

Kendali gula darah tetap dalam keadaan normal sangatlah penting bagi penderita DM. apabila kadar gula darah tidak terkendali dengan baik, maka dapat menyebabkan komplikasi pada beberapa organ tubuh seperti kerusakan retina mata, stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, kerusakan saraf di kaki, bahkan resiko kematian meningkat dua kali lipat dibandingkan bukan penderita diabetes.

Penyakit diabetes tidak dapat disembuhkan, namun dapat ditangani dan dikendalikan dengan gaya hidup sehat, obat-obatan anti diabetes maupun terapi insulin. Kendali gula darah yang baik terbukti dapat mengurangi resiko terjadinya komplikasi di masa mendatang.

Penulis : dr. Putu Juni Wulandari; Foto : google.com

Turunkan Risiko Kanker Dengan Menjalankan Hidup Sehat

0

BALIPORTALNEWS.COM – Jumlah kejadian kanker di dunia terus meningkat. Bahkan, saat ini setidaknya 8,2 juta orang meninggal setiap tahunnya di seluruh dunia.

“Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah di tahun 2030 diprediksi akan ada 12 juta kematian akibat kanker per tahun dan akan menghabiskan biaya hingga 458 juta dollar,” kata dr. Mardiah Suci Hardianti,Ph.D.,Sp.PD.KHOM, di Fakultas Kedokteran UGM, Minggu (5/2/2017) saat memperingati Hari Kanker Sedunia.

Ahli Hematologi Onkologi Medik UGM ini menyebutkan peningkatan prevalensi kanker di dunia dipengaruhi faktor yang beragam. Faktor internal penyebab kanker seperti imunitas rendah dan genetik. Sedangkan faktor eksternal yakni perubahan gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, pola makan tidak seimbang, obesitas, jarang beraktivitas fisik, konsumsi alkohol, serta infeksi yang banyak terjadi di negara berkembang.

“Sebenarnya kanker dapat dicegah dengan menjalani pola hidup sehat,” terangnya.

Mardiah menjelaskan bahwa merokok maaih menjadi faktor risiko penyebab kanker terbesar. Tembakau bertanggungjawab pada 5 juta kematian setiap tahunnya atau 22 % dari seluruh kematian akibat kanker.

Peningkatan angka obesitas terjadi secara merata di seluruh dunia. Padahal, kata dia, kegemukan dan obesitas berkaitan erat dengan peningkatan risiko berbagai jenis kanker. Misalnya kanker usus, payudara,rahim, indung telur, pankreas, dan kandung empedu.

Menurutnya membekali individu dan masyarakat dengan pengetahuan terbaru tentang hubungan haya hidup dengan kanker  menjadi sangat penting. Dengan upaya itu, diharapkan bisa memacu masyarakat untuk mengambil pilihan gaya hidup sehat.

“Lebih dari sepertiga jenis kanker dapat dicegah dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat. Untuk itu informasi tentang pentingnya hidup sehat dan menghindari faktor risiko penyebab kanker perlu disampaikan ke masyarakat,”papar staf pengajar Departemen Penyakit Dalam FK UGM ini.

Selain menjalani hidup sehat, pencegahan kanker dapat dilakukan denga  menghindari faktor risikonya. Antara lain menghindari paparan asap rokok, polusi, sinar UV, konsumsi alkohol, serta diet rendah serat. Selain itu, mempertahankan untuk tetap aktif secara fisik penting dalam upaya mencegah kanker. Selain itu dengan melakukan vaksinasi untuk mencegah risiko kanker yang diakibatkan infeksi virus.

“Setiap orang dapat melakukan langkah-langkah untuk mengurangi risiko kanker,” tuturnya.

Disampaikan  Mardiah bahwa kanker telah menjadi isu besar dunia, bukan hanya menjadi persoalan bagi penderita dan tenaga kesehatan saja.  Dengan demikian diharapkan semua orang, baik individu maupun komunitas, dapat berperan dalam upaya mengurangi kematian akibat kanker.

Secara individu, selain menjalani pola hidup sehat diharapkan juga dapat mengenali tanda dan gejala kanker sejak dini. Dengan begitu kanker bisa segera ditangani dan mendapatkan perawatan disaat yang tepat dapat membantu meningkatkan angka keberhasilan pengobatan.

Gejala kanker bervariasi tergantung lokasi ditemukannya kanker. Meskipun demikian terdapat beberapa kunci tanda dan gejalanya. Salah satunya muncul benjolan kadang tidak terasa nyeri dan ukurannya bisa membesar seiring pertumbuhan kanker. Batuk terus-menerus atau sesak juga menjadi gejala awal adanya kanker paru.

Selain itu perubahan pada sistem pencernaan seperti sulit buang air besar, diare, dan buang air besar berdarah merupakan salah satu gejala kanker usus. Berikutnya, perdarahan dari anus bisa menjadi tanda kanker usus, perdarahan dari serviks bisa menjadi tanda kanker serviks  serta darah di urin dapat menandai adanya kanker di ginjal atau kandung kemih.

“Penurunan berat badan dalam jumlah banyak yang tidak dapat dijelaskan dalam waktu singkat serta badan terasa letih dan lemas bisa merupakan salah satu tanda kanker,”urai Mardiah.

Ditambahkan Mardiah setiap individu dapat memberikan dukungan emosi untuk keluarga maupun teman yang mengidap kanker. Disamping itu menjaga dukungan jaringan sosial untuk mengatasi dampak sosial dan emosi karena kanker. Sementara individu penderita kanker diharapkan dapat mengontrol perjalanan kankernya.
“Memaksimalkan voice heard dan kembali bekerja dapat memulihkan normalitas, stabilitas, kontak sosial para penderita,” tutur dokter penyakit dalam RSUP Dr. Sardjito ini.

Dalam peringatan kanker yang mengusung tema “We Can I Can” ini Mardiah juga mengharapkan masyarakat dapat merubah kebiasaan hidup dalam pola hidup sehat dan memberikan dukungan fisik dan mental terhadap penderita kanker untuk mendukung ketahanan hidup pasien. Selain itu mendorong pengembangan perilaku sehat di sekolah, tempat kerja bahkan lingkungan kota. Tidak hanya itu, masyarakat diharapkan dapat menghilangkan stigmatisasi dan diskriminasi penderita kanker.

Selain itu mendorong pemerintah menempatkan pengendalian kanker dalam inti Rancangan Kesehatan Nasional dan meningkatkan akses dalam pelayanan dan perawatan kanker. Peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi penyedia layanan kesehatan pun perlu diupayakan dalam pelayanan kanker berkelanjutan. Tidak kalah penting, bergabung untuk menciptakan kemitraan multisektoral yang inovatif dalam pencgahan, deteksi dini, pengobatan serta perawatan kanker.

“Lewat upaya-upaya tersebut harapannya mampu meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi kematian pasien kanker,”pungkasnya. (ika/humas-ugm/bpn; foto : google.com)