Bicara di PB3AS, Dokter Spesialis Paru Ingatkan Bahaya TBC

BALIPORTALNEWS.COM – TBC (Tuberculosis) adalah penyakit yang berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian. Menurut dokter Spesialis Paru RSUP Sanglah dr. Ni Luh Putu Eka Arisanti, penyakit TBC dapat menyerang organ lain dan menyebabkan kerusakan di organ tersebut. Selain itu TBC berbahaya karena bisa menular kepada orang lain. Hal ini disampaikannya saat berorasi di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja, Lapangan Niti Mandala, Denpasar, Minggu (25/3/2018) pagi.

“Jadi jika ada yang mengalami gejala batuk lebih dari seminggu, demam, keringat malam dan penurunan berat badan segera periksakan diri ke puskesmas,” kata dr. Eka merujuk gejala-gejala TBC. Masih dalam orasinya, dr. Eka menyampaikan bahwa penyakit TBC menular melalui dahak yang positif terinfeksi kuman TBC. Oleh sebab itu Ia mengajarkan etika batuk, yakni menutup mulut dan hidung dengan tisu, lalu tisu tersebut dibuang di tempat semestinya. Jika tak ada tisu gunakan lengan baju bagian dalam, imbuhnya. dr. Eka memastikan TBC bukan penyakit keturunan dan bisa disembuhkan dengan berobat secara teratur selama minimal enam bulan dan terus mengikuti saran dokter.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya dalam orasinya mengatakan Indonesia sebagai peringkat kedua kasus TBC setelah India. Oleh karena itu Ia mengajak masyarakat untuk turut membantu pemerintah menemukan dan melakukan pendekatan agar penderita TBC mendapat pengobatan. Khusus untuk di Bali, dr. Suarjaya mengestimasi ada 13 ribu penderita TBC, namun dari jumlah tersebut baru sekitar 26 persen atau 3 ribu kasus yang berhasil ditemukan dan diobati. “Jadi masih ada 10 ribu yang berpotensi menularkan,” ujarnya.

Dokter spesialis penyakit dalam RSPAD dr Agus Setyo Budi, SpPD mengajak instansi untuk proaktif memberantas penyakit TBC. Menurutnya ini sejalan dengan target pencapaian MDGs. Ia meminta instansi kesehatan lebih tegas terhadap upaya pencegahan penularan TBC. Diantaranya jika batuk lebih dari dua minggu pasien diisolasi dan diprioritaskan agar tidak menular di tempat keramaian.

Pjs Bupati Klungkung Wayan Sugiada memberi apresiasi peringatan hari TBC. Ia berharap masyarakat mengikuti semua saran dokter yang berorasi di PB3AS. Ia menambahkan masyarakat tak perlu takut berobat karena obat TBC gratis. Ia juga mengajak masyarakat hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan TBC.

Warga masyarakat, Wayan Gede Mertayasa dalam orasinya mendukung upaya pemerintah menuntaskan TBC. Menurutnya TBC merupakan sebuah ancaman bagi negara. Ia juga mengingatkan ada ancaman-ancaman lain seperti informasi-informasi negatif yang sulit disaring dan dicerna oleh anak-anak yang belum bisa memilah informasi. Salah satu informasi yang berkembang adalah tahun 2030 Indonesia akan bubar. Menurutnya ini harus ditanggapi dengan kesadaran untuk menciptakan negara yang lebih kuat, misalnya dengan mendidik anak-anak secara positif dan konstruktif. Ia berharap di tahun 2030 yang terjadi adalah munculnya generasi baru yang tidak digerogoti sindrom korupsi, narkoba dan kenakalan lainnya.

Terakhir ada Subardi, warga abian timbul dalam orasi singkatnya menolak jika ada budaya korupsi di Indonesia. Menurutnya yang ada hanya ada oknum yang melakukan korupsi dan itu tidak mewakili seluruh masyarakat. (humas-bali/bpn)

Penting Curahan Hati, Belajar Berdamai dengan Realita

BALIPORTALNEWS.COM – Masa remaja seringkali dihubungkan dengan stereotip mengenai ketidakselarasan emosional maupun perilaku. Karena pada masa ini, remaja kerap mengalami perubahan-perubahan penting seperti perubahan hormonal maupuan psikologis. Di masa ini pula, remaja rentan mengalami depresi dan mungkin punya pikiran untuk bunuh diri.

Seperti kasus siswa SMA di Denpasar, Kadek Agus Hiawan (18) yang nekat bunuh diri lantaran diduga diputus kekasihnya. Nah, agar anak-anak yang mungkin bernasib sama supaya tidak gampang depresi dan melakukan hal terlarang tersebut, psikolog Aritya Widianti, S.Psi.,M.Psi., Psikolog., mengajak seluruh warga untuk belajar berdamai dengan diri sendiri dan menghadapi realita dalam hidup meski terasa pahit agar tidak terjadi self harm, bahkan bunuh diri.

‘’Kasus bunuh diri, khususnya di kalangan pelajar tidak disebabkan faktor tunggal. Secara psikologi kita juga tidak bisa hanya menebak-nebak penyebab kasus bunuh diri yang dilakukan oleh seseorang,’’ katanya, Rabu (21/3/2018) kemarin.

Aritya Widianti mengemukakan, tidak mungkin hanya satu penyebab bisa membuat seseorang bunuh diri dan tidak semua yang bunuh diri mengalami gangguan mental, bisa jadi karena alasan dan faktor lain. Demikian sebaliknya, yang gangguan mental pun belum tentu semuanya berakhir dengan bunuh diri.

Ia mengatakan yang terpenting adalah sensitivitas lingkungan dan teman terhadap mengenali perubahan perilaku seseorang. Lingkungan sekitar harus cepat tanggap terhadap perubahan perilaku seseorang terutama orang-orang dekat.

‘’Curahan hati (curhat) memang tidak bisa serta merta menyelesaikan setiap persoalan, namun paling tidak membantu meringankan dan bersama-sama bisa mencari solusi,’’ ujarnya.

Aritya Widianti menambahkan, pentingnya peran lingkungan, baik di rumah dan sekolah untuk mendampingi anak. Karena kepribadian satu anak dengan yang lain berbeda. Di sekolah, kata dia, perlunya pengaktifan guru-guru Bimbingan Konseling (BK) dalam membangun karakter anak didik di sekolah.

Karena ini terjadi pada usia remaja, akan sangat efektif misalnya dilakukan diskusi interaktif di dalam kelas dengan melibat siswa-siswi yang ada. Misalnya dengan memberikan pertayaan sederhana, misalnya tentang ‘’Apa yang kamu lakukan ketika ada yang mengejekmu?’’ atau “Apa yang kamu lakukan ketika ditolak oleh seseorang yang kamu sukai?’’.

Menurut Aritya Widianti dengan memberikan pertayaan di kelas saat jam BK, maka guru akan dapat mapping pola pikir anak didiknya ketika mendapat masalah. ‘’Tugas guru BK bukan hanya memanggil siswa-siswa yang bermasalah tetapi menanamkan nilai dan karakter. Karena usia remaja memang sangat retan,’’ ulasnya.

Sebaliknya jika di rumah, kata Aritya Widianti, orang tua bukan hanya bertugas membayar uang sekolah dan memberi anak-anak ini sandang, pangan, dan papan, tetapi perhatian yang cukup. ‘’Jika anak nampak gelisah dan murung, sangat dianjurkan untuk mencaritahu melalui anak langsung atau teman-temannya, atau juga saudaranya apa yang terjadi sebenarnya pada diri anak,’’ sarannya.

Selain bunuh diri, kata Aritya Widianti, yang sering terjadi pada anak muda (kalangan mahasiswa dan pelajar) adalah self harm atau menyakiti diri sendiri, bahkan mereka banyak yang menjadi kecanduan sendiri hingga kebablasan dan akhirnya menghilangkan nyawa diri sendiri alias bunuh diri.

Ia mengakui sebenarnya ada hal mudah dan sederhana untuk menghindari kasus-kasus self harm hingga bunuh diri tersebut, namun sangat sulit untuk dilaksanakan, yakni belajar menerima realita dan berdamai dengan realita itu. ‘’Selama kita bisa berdamai dengan kenyataan pasti kita juga bisa berdamai dengan diri sendiri, sehingga hal-hal yang merugikan diri sendiri bisa dihindari (dicegah),’’ pungkasnya. (tis/bpn)

Donor Darah Sambut HUT Ke-61 Astra International

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam memperingati perayaan HUT ke-61 Astra International, dan sebagai perusahaan  yang memiliki tanggung jawab sosial untuk kemanusiaan, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya, Astra Motor Bali sebagai Main Dealer Sepeda Motor Honda di wilayah Bali, mengadakan donor darah untuk konsumen dan kalangan internal karyawan.

Kegiatan donor darah sebagai penyumbang kehidupan ini, dipusatkan di showroom Kantor PT Astra International Tbk – Honda (Astra Motor) di jalan Cokroaminoto No. 80 Denpasar, Selasa (20/2/2018). Kegiatan sosial ini juga untuk mendukung CSR (Coorporate Social Responsibility) dari Astra Motor Bali, yakni Honda Untuk Bali.

Bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, acara ini mendapat sambutan yang baik dari konsumen, dan juga kalangan intern Astra Motor. Terbukti sebanyak 35 kantong darah berhasil terkumpul dari pendonor. Khusus untuk konsumen yang mendonor akan mendapatkan bingkisan menarik berupa Oil yang merupakan persembahan  dari AHM Oil.

Regional Head Astra Motor Bali, Ronalso Widjaja, mengatakan donor darah ini sebagai kegiatan kemanusiaan untuk membantu sesama, dan wujud terima kasih Honda kepada konsumen, karena setetes darah sangat berarti untuk sesama yang membutuhkan. ”Donor darah sama dengan sumbang kehidupan,” kata Ronaldo.

Acara donor darah ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif dan kepedulian untuk konsumen terutama masyarakat Bali, serta sekaligus mendekatkan diri dengan konsumen sepeda motor Honda pada khususnya. (ngr/bpn)

Puluhan Seniman Mural Percantik Youth Park Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam rangka mendukung kreatifitas anak muda, Pemerintah Kota Denpasar memberikan ruang berkumpul bagi para komunitas muda kreatif Denpasar. Tidak saja menyediakan area Extreme Park untuk mereka yang menggemari olahraga ekstrim, Pemerintah juga memberikan ruang bagi mereka yang menekuni seni mural (lukisan dinding).

Seperti pada Rabu (14/2/2018) bertempat di Youth Park, Sekda Kota Denpasar, A.A.N Rai Iswara bersama Asisten Administrasi Pembangunan Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta bersama dengan para anak muda kreatif Kota Denpasar serta seniman mural Kota Denpasar melakukan pengecatan mural di Areal Youth Park.

“Tujuan dilaksanakannya kegiatan mural ini tidak lain adalah untuk memberikan wadah bagi mereka yang menggemari seni mural dan untuk mempercantik wajah tata kota,” kata Sekda Rai Iswara.

Lebih lanjut Rai Iswara mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dimana kreatifitas merupakan ciri dari sebuah kebudayaan. Apabila kita berbicara tentang kebudayaan setidaknya ada tujuh unsur yang harus kita pegang sehingga kebudayaan tersebut bisa terlaksana dengan baik, dimana salah unsur tersebut adalah kreatifitas. Oleh sebab itu pihaknya sangat berbangga karena kreatifitas di Kota Denpasar ini tidak pernah berhenti alirannya.

Ada beberapa hal yang wajib diingat, jagalah kreatifitas ini tidak hanya dengan kita berkreasi, akan tetapi kreatifitas ini bisa dijadikan pijakan untuk mencapai multi fungsi yang sudah barang tentunya akan bermuara pada sebuah makna untuk masyarakat juga.

“Bingkailah segala bentuk kreatifitas kota ini dengan sebuah seni dan kreatifitas yang berbudaya sehingga akan menjadi tajam guna memberikan vibrasi untuk perkembangan kebudayaan di Kota Denpasar dan Bali pada umumnya,” pungkas Rai Iswara.

CEO PT Propan Raya, Kris Rianto Adidarma, mengungkapkan kekagumannya dengan apa yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar. Menurutnya, apa yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar merupakan hal yang positif. Apalagi, anak muda adalah generasi penerus bangsa.

“Generasi muda adalah tulang punggung bangsa, penerus tongkat estafet kepemimpinan selanjutnya. Masa depan Bangsa Indonesia sangatlah ditentukan oleh para generasi muda Bangsa ini. Dengan memberikan ruang positif bagi generasi muda, artinya kita juga dapat menuntun mereka ke arah yang benar dan siap memperkuat pondasi bangsa di masa mendatang,” ucap Kris Rianto Adidarma.

Sementara Ketua Panitia, Dian Kurniawan mengatakan mural ini berkonsep anak muda, dengan mengambil tema “Denpasar, Youth and Culture”, desain mural yang akan digambar di sini memiliki konsep kolaborasi yang di dalamnya syarat akan seni dan budaya serta aktivitas positif anak muda “zaman now”.

Adapun beberapa yang terlibat yakni Arsitek Tanpa Nama (ATN), yakni sebuah komunitas arsitek di Bali, yang menggagas dibuatnya acara pengecatan mural di Youth Park yang terletak di sudut tenggara Taman Kota Lumintang. Dimana dalam proses pengecatan mural dinding ini melibatkan sedikit tidaknya 25 orang seniman mural serta beberapa arsitek dengan pengerjaan kurang lebih 3 minggu.

Kegiatan ini juga bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Desain Bali (STD Bali), New Media College, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Denpasar, Badan Kreatif Denpasar, Badan Pemuda Kreatif Denpasar, dan perusahaan cat PT Propan Raya, komunitas ini membuat ide mempercantik Youth Park dengan mural. Harapannya, kegiatan ini dapat memperindah salah satu sudut Kota Denpasar, mewadahi kegiatan kreatif pemuda, serta menjadi pemicu kegiatan mural lainnya yang berada di kota Denpasar. (ngurah/humas-dps/bpn)

Rai Mantra Ajak Tingkatkan Infestasi dan Integrasi SDM Melalui “Yoga”

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Serangkaian memperingati HUT Kota Denpasar ke-230, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pendidikan kepemudaan dan Olahraga bekerjasama dengan Yayasan Markandeya Yoga Indonesia serta Perkumpulan Instuktur Yoga Indonesia menyelenggarakan Lomba Yoga Asanas Tingkat SD/SMP se-Kota Denpasar, Sabtu (10/2/2018). Kegiatan ini dibuka Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, di Wantilan Pura Dalem Desa Pakraman Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan.

“Disini yang perlu kita tekankan bagaimana kita meningkatkan SDM kita tetapi tidak kehilangan akar budayanya. Bukan hanya sebatas sehat fisik semata namun perlu dibangun jiwa serta pikirannya, mind, soul, and body. Dimana yoga itu adalah untuk menyatukan pikiran, jiwa dan raga atau fisik kita,” kata Rai Mantra.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Rai Mantra yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, I Wayan Gunawan, mengajak bersam-sama orang tua, dan guru, memiliki sebuah infestasi sumber daya manusia yang berkualitas.

“Ibaratkan di medsos itu anak-anak sebagai followers. Jika kita salah memberikan petunjuk didalam memandu digitalisasi dijaman sekarang ini, kita akan kehilangan generasi atau lost generation,” ujar Rai Mantra.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan jika seseorang memiliki sebuah integritas disegala sektor seperti ekonomi, sosial, politik, agama mereka akan menjadi damai santih lan jagadhita. Sehingga generasi kita kedepan diharapkan betul-betul memiliki integritas yang baik serta tidak jauh dari ajaran Tri Kaya Parisuda. Menurut Rai Mantra, Pemkot Denpasar telah memperkenalkan pelaksanaan yoga sudah diperkenalkan ke sekolah-sekolah sejak tahun 2010 yang didasari oleh sebuah kajian yang tepat untuk para generasi kita.

“Yoga tidak akan dipengaruhi oleh unsur-unsur apapun yang berkembang di dunia maya atau dunia global, mereka akan tetap memiliki pendirian perilaku yang kuat karena sudah terbangun ahlak yang baik serta kecerdasan yang baik pula. Bukan hanya sehat jasmaninya, namun juga sehat secara rohani,” kata Rai Mantra, sembari berharap lebih banyak melakukan tindakan revolusi mental maupun pembekalan integritas agar kedepannya siswa sekolah bisa lebih baik dan konsisten.

Sementara Ketua Yayasan Markandeya Yoga Indonesia, I.G.A.N Dian Martika mengatakan, kegiatan Bali Yoga Festival ini merupakan yang kedua kalinya. Yang mana bertujuan untuk menjadikan yoga asanas sebagai ikon pembentukan karakter anak bangsa lewat jalur pendidikan.

Pihaknya berkeyakinan melalui yoga sebagai bagian dari kehidupan akan mampu membebaskan pikiran yang telah terkondisi oleh tekanan menuju kebugaran, kesehatan, kebahagiaan, dan ketenangan batin. Adapun kegiatan lomba yoga asanas ini melibatkan kategori SD sebanyak 36 peserta dan kategori SMP sebanyak 16 peserta, dan bagi pemenang panitia menyediakan piala dan uang pembinaan. (ngurah/humas-dps/bpn)

Masak Apa Ya di 2018 ?

BALIPORTALNEWS.COM – Sejak diluncurkan kembali pada Desember 2017, www.masakapaya.com telah menjadi sahabat di dapur yang setia mendampingi para konsumen khususnya para ibu untuk menghadirkan masakan-masakan lezat sekaligus memberikan pengalaman dan inspirasi memasak yang lebih menyenangkan.

Dilengkapi dengan ribuan aneka resep, mulai dari masakan rumahan hingga masakan untuk hari-hari spesial, www.masakapaya.com terus berusaha untuk menyajikan kehangatan dan hidangan lezat disetiap momen berharga bersama keluarga dan orang terdekat melalui fitur-fitur yang mudah digunakan dan telah disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Dari ribuan resep masakan yang tersedia, resep masakan rumahan praktis masih menjadi primadona bagi para ibu, seperti resep Ayam Panggang Istimewa, Donat Kampung, dan Es Buah Susu merupakan tiga resep rumahan yang paling diminati di awal tahun 2018.

Tidak hanya lezat, ketiga kreasi menu tersebut juga dapat dibuat dengan mudah hanya dengan mengunjungi www.masakapaya.com. Perpaduan antara produk berkualitas Indofood dan manfaat dari bahan-bahan pilihan, tidak hanya menghadirkan menu baru yang lezat, namun juga dilengkapi dengan nutrisi yang seimbang.

Pada umumnya, para ibu menyukai resep-resep praktis yang mudah untuk dibuat. Masakan berbahan dasar mi dan telur pun juga banyak diminati oleh para ibu seperti Mi Ayam Lada Hitam, Mi Kriuk Salut Telur, dan Telur Bungkus Bihun Kriuk. Tidak hanya itu, masakan ala restoran nan praktis seperti Non-Oven Pizza Renyah Tuna Jagung juga ikut diminati oleh para pengguna www.masakapaya.com yang didominasi oleh para ibu muda.

Selain itu, untuk mencoba resep-resep inspiratif, situs www.masakapaya.com juga dirancang dengan berbagai fitur yang mudah digunakan dan telah disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Berbagai video resep memasak, termasuk video memasak ala selebriti akan memudahkan konsumen untuk membuat hidangan mulai dari menu rumahan hingga menu acara spesial seperti saat Ramadhan, lebaran, arisan, ulang tahun, Natal, dan Tahun Baru.

Tidak hanya itu, konsumen juga dapat berinteraksi dengan nutrisionis mengenai informasi seputar gizi melalui fitur Gizipedia dan juga tidak perlu khawatir jika konsumen merasa tidak familiar dengan berbagai istilah memasak, alat yang dipakai hingga bumbu dapur, karena www.masakapaya.com dilengkapi dengan fitur Masakpedia, halaman ensiklopedia memasak yang akan memberikan berbagai informasi lengkap seputar kegiatan memasak. (r/bpn)

Damakesmas Hadir dengan Sistem “Home Care”

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Inovasi Pemerintah Kota Denpasar menyasar segala lini, tak terkecuali pada bidang kesehatan. Damakesmas (Denpasar Mantap Kesehatan Masyarakat) secara resmi diluncurkan pada tanggal 24 November 2017 bertepatan dengan Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-53. Petugas Perkesmas (Perawat Kesehatan Masyarakat) Kota Denpasar terus melakukan kunjungan dan pemeriksaan kepada masyarakat.

Damakesmas hadir di tengah masyarakat Kota Denpasar sebagai program home care di mana pelayanan kesehatan langsung jemput bola ke rumah masyarakat. Upaya ini adalah bentuk kepedulian Pemkot Denpasar terhadap pelayanan kesehatan masyarakat yang menyentuh seluruh lapisan hingga ke pelosok.

Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra saat ditemui, mengatakan bahwa ini adalah bentuk inovasi pelayanan kesehatan di Kota Denpasar. “Sistemnya home care jadi ada upaya pendampingan, ini harus terus dilakukan, apalagi aksi ini bisa menditeksi penyakit lebih dahulu sebagai upaya pencegahan,” ungkap Rai Mantra.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini mengatakan bahwa Damakesmas hadir untuk memantapkan program kesehatan yang sudah direalisasikan sebelumnya. Sebelumnya  Pelayanan pra rumah sakit (Prehospital medical services  system) di Kota Denpasar dilayani oleh 2 PSC dengan tenaga masyarakat umum yang terlatih, sudah sejak tahun 2005 sekarang sudah dilengkapi dengan tenaga medis. Program ini dimantapkan lagi dengan kerjasama antara Dinas Kesehatan, BPBD (Pusdalop dan PSC) dan Kominfo.

“Jadi ada 2 yang menjadi fokus utama dalam hal ini yaitu SPGDTS (Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu Sehari-hari) dan Perkesmas (Perawatan Kesehatan Masyarakat) yang melibatkan petugas turun langsung ke masyarakat bersangkutan,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pemeriksaan sudah dilakukan kepada penderita Penyakit Tidak Menular (PTM) dan resiko tinggi seperti Diabetes Melitus (DM), TBC, ibu hamil resiko tinggi, hipertensi, penderita skizofrenia , kurang gizi, stroke, dan gastritis kronis. Terkait dengan jumlah keluarga binaan sampai saat ini sejumlah 487 KK dengan jumlah kunjungan ke keluarga binaan sudah mencapai 475 KK. Temuan dilapangan, terdapat sejumlah kasus maternal resiko tinggi 24 penderita, anak dengan resiko tinggi 55 penderita, anak yang rawan gizi 40 orang, dan usia lanjut yang beresiko tinggi sejumlah 112.

“Upaya pendampingan yang diutamakan dalam hal ini, sebenarnya kan kami tidak menginginkan masyarakat sakit, namun kami selalu mengupayakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat menyeluruh sampai lapisan terbawah,’’ tambah dr. Luh Putu Sri Armini.

Dalam mempermudah pelayanan kesehatan masyarakat, call center 112 atau 223333 siap melayani masyarakat, petugas kesehatan akan langsung datang ke tempat masyarakat yang membutuhkan menggunakan kendaraan yang telah diserahkan oleh Walikota Denpasar Rai Mantra saat program ini diluncurkan. Harapannya, program ini mampu memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar. (dev/humas-dps/bpn)

Peringatan Hari Kesehatan Nasional: Pemkot Denpasar Resmikan Damakesmas, Germas dan Menuju UHC 2019

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pengembangan program pelayanan untuk masyarakat menuju kota yang lebih baik terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Denpasar. Setalah beberapa hari sebelumnya meresmikan layanan santunan online e-sewaka dhrama,  Jumat (24/11/2017) Pemkot Denpasar meresmikan layanan Damakesmas atau Denpasar Mantap Kesehatan Masyarakat, yang mempermudah akses pelayanan gawat darurat dan perawatan kesehatan masyarakat.

Selain Damakesmas, pada momen yang bersamaan juga diresmikan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), serta menuju UHC (Universal Health Coverage) tahun 2019 di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar, serangkaian dengan peringatan hari kesehatan nasional.

Damakesmas merupakan program inovatif yang dicanangkan walikota Rai Mantra, dimana terdapat dua kegiatan pelayanan yang disiapkan yaitu Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu Sehari-hari (SPGDTS), serta Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas).

Layanan ini terintegrasi dengan Dinas Penaggulangan Bencana Daerah Kota Denpasar serta puskesmas-puskesmas yang ada di lingkungan Kota Denpasar, untuk memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan penaganan gawat darurat, yaitu dengan menelfon ke 112 atau 22 3333, untuk kemudian diberikan pelayanan kesehatan yang langsung menuju tempat yang bersangkutan.

Sedangkan melalui Perkesmas, pemerintah memberikan perawatan kesehatan, yang dapat langsung mendatangi lokasi dari masyarakat yang membutuhkan. Sasaran dari program ini adalah PMKS keluarga-keluarga penyandang kesejahteraan social, seperti lansia terlantar, penyakit kronis dan lain sebagainya.

Untuk itu berbagai sarana penunjangnya pun sudah siap, seperti mobil ambulance kecil dan sepeda motor sehingga dapat menjangkau kediaman masyarakat.
Melalui Damakesmas Walikota Denpasar, Rai Mantra berharap dapat menekan diskriminasi akses kesehatan di masyarakat, sehingga pelayanan kesehatan dapat diakses oleh seluruh masyarakat termasuk yang kurang mampu.

“Damakesmas ini akan bekerjasama dan berkoordinasi dengan dinas Penanggulangn Bencana Daerah, yang bekerja sama dengan puskesmas di setiap kecamatan, untuk menekan diskriminasi kesehatan, menjangkau pelosok dan keluarga kurang mampu dengan sepeda motor dan ambulance,” ujarnya.

Keterjangkauan akses terhadap layanan kesehatan juga diperhatikan pemerintah dengan mendorong masyarakat untuk memiliki jaminan kesehatan BPJS. Bagi warga yang kurang mampu atau miskin, pemerintah telah memfasilitasi melalui pemberian JKN (Jaminan Kesehatan nasional) yang mana iurannya dibayarkan oleh pemerintah. Hingga saat ini sudah sebanyak 17.000 warga miskin telah memiliki JKN.

Dari jumlah tersebut Denpasar masih memiliki kuota sebanyak hamper 10.000 warga, yang mana akan menyasar masyarakat rentan miskin di Kota Denpasar. Hal ini digencarkan Peemkota Denpasar untuk Menuju UHC (Universal Health Coverage) tahun 2019.

Selain pengembangan berbagai layanan baru, untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, pemerintah Kota Denpasar juga mendorong masyarakat untuk melakukan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), yang terdiri dari beberapa hal yaitu kesadaran untuk makan makanan yang kaya serat serta rendah lemak seperti buah dan sayur, melakukan latihan fisik selama 30 menit dalam sehari, serta tidak merokok. (ran/kominfo/bpn)

Disdikpora Denpasar Gelar Lomba “Yoga Asanas”  Tingkat SD dan SMP 

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menyelenggarakan lomba “Yoga Asanas” tingkat SD dan SMP se-Kota Denpasar guna membangun karakter jasmani dan rohani secara harmoni sehingga generasi muda selalu berbudaya sehat, fleksibilitas, serta meningkatkan relaksasi dalam hidup.

Pelaksanaan lomba yang dibuka langsung Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra pada Kamis (23/11/2017) di Wantilan Pura Agung Lokanatha Lumintang. Kegiatan yang digelar selama 3 hari yakni 23-24 November dan 3 Desember 2017 ini diikuti puluhan siswa SD dan SMP se-Kota Denpasar.

Walikota Denpasar Rai Mantra mengatakan kegiatan lomba “Yoga Asanas” ini merupakan gerak tubuh yang memadukan antara olahraga, olah nafas, olah rasa dan olah pikir dijadikan satu dalam sebuah penyatuan antara jasmani dan rohani guna melatih perkembangan karakter anak ke depannya.

Ia mengatakan karakter yang melekat pada diri manusia tidak dihasilkan begitu saja, melainkan melalui suatu proses yang di mulai dengan pola pikir, pola bicara, pola laksana dan pola prilaku yang akan menimbulkan suatu karakter atau mental pada anak-anak, dan Yoga inilah salah satu jalan untuk hal tersebut.

Rai Mantra mengharapkan kepada kepala sekolah di tingkat SD maupun SMP untuk terus melakukan pembinaan-pembinaan dan kegiatan tentang yoga supaya tersebar secara cepat, menyeluruh serta tepat.

“Yoga itu jangan hanya sekadar sebagai ajang ikut-ikutan, bukan sekadar aktivitas formal dan administrasi, akan tetapi kita harus melakukan aktivitas ini untuk betul-betul merasakan kemanfaatannya untuk anak-anak,” ucapnya.

Sementara Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Denpasar, AA. Wijaya Asmara mengatakan dengan telah dikembangkannya “Yoga Asanas” sebagai kegiatan ekstrakulikuler wajib di sekolah-sekolah sejak 2015, setiap tahunnya terus diadakan Lomba “Yoga Asanas” tingkat SD maupun SMP sebagai ajang evaluasi.

“Yoga Asana tidak lagi sebagai pengenalan, namun telah dijadikan media membangun dan membentuk insan manusia yang bugar, sehat jasmani rohani, berkarakter, berbudi pekerti, serta memiliki jati diri berbasis budaya kreatif,” katanya.

Lomba “Yoga Asanas” tingkat SD dan SMP telah memasuki tahun ke 3 yang diikuti puluhan kelompok regu dengan masing-masing regu terdiri dari 10 orang peserta dari perwakilan gugus yang ada di Kota Denpasar.

Sementara salah satu peserta lomba, Sri Pratama Satwika Nanda (11) merasa senang mengkuti yoga. Siswi salah satu sekolah dasar negeri di Denpasar ini mengaku sejak kecil telah belajar yoga, untuk itu dirinya sangat antusias bisa memenangkan lomba yoga tersebut.  (eka/humas-dps/bpn)