Pengobatan Gratis untuk Masyarakat Kedampal

0

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Dinas Kesehatan Tabanan menyelenggarakan pengobatan gratis untuk masyarakat Banjar Dinas Kedampal, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel. Kegiatan tersebut dibuka Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, di Wantilan Banjar Dinas Kedampal, Minggu (13/8/2017).

Pengobatan gratis itu juga melibatkan Puskesmas Penebel 1, yang diketuai dr. I Nyoman Suarya. Petuagas medis yang terlibat sekitar 25 orang.

Ada sekitar 200 warga yang ikut mendaftar dalam pengobatan gratis tersebut. Jenis pengobatan yang tersedia, antara lain pemeriksaan IVA, kata, umum, gigi, dan mulut. Selain itu juga ada penyuluhan kesehatan. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Bekatul Potensial Menurunkan Kolesterol

0

BALIPORTALNEWS.COM – Bekatul merupakan limbah penggilingan padi yang keberadaannya sangat melimpah di Indonesia. Hanya saja, selama ini pemanfaatannya belum dilakukan secara optimal. Padahal, bekatul memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, salah satunya menurunkan kadar kolesterol.

Dalam penelitian yang dilakukan sejumlah mahasiswa Prodi Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM, diketahui bahwa bekatul mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Mereka melakukan inovasi pengolahan bekatul menjadi ekstrak bekatul terfermentasi yang disebut “BEAR-CHOL”.

“Pemanfaatan bekatul  masih terbatas hanya dijadikan pakan ternak dan tak jarang dibuang begitu saja. Padahal, bekatul kaya akan serat pangan dan berbagai mikrokomponen yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh,” ungkap Bira Arumndari Nurahma, Selasa (8/8/2017) di FK UGM.

Oleh sebab itu, Bira bersama dengan ketiga rekannya, yaitu Mega Febia Suryajayanti, Anggi Laksmita Dewi dan Zunamilla Khairia meneliti lebih lanjut potensi bekatul terferementasi sebagai anti-hiperkolesterolemia. Selain itu, juga berupaya menghasilkan produk sampingan pengolahan beras bagi  kesehatan.

Bira menyampaikan kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular yang serius. Oleh karena itu, pemanfaatan bekatul diharapkan dapat berkontribusi dalam penurunan jumlah kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Dari pengolahan bekatul dalam “BEAR-CHOL” memiliki khasiat yang lebih maksimal karena telah melalui proses fermentasi. Ekstrak “BEAR-CHOL” kemudian diujicobakan pada tikus model hiperkolesterolemia untuk melihat profil lipid dan kadar Short Chain Fatty Acid (SCFA) sekum.

“Hasilnya BEAR-CHOL mampu memperbaiki profil lipid tikus yang diinduksi hiperkolesterolemia,” jelasnya.

Pemberian ekstrak bekatul terfermentasi dosis 2205 mg/kgBB pada tikus mampu mencegah kenaikan kadar LDL. Selain itu, juga dapat menurunkan kadar HDL pada kondisi hiperkolesterolemia mendekati kondisi sehat.

“Untuk selanjutnya kami masih melakukan analisis terhadap kadar SCFA sekum pada tikus hiperkolesterolemia yang diberi ekstrak BEAR-CHOL,” tuturnya. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Sambut Hari Jadi Polwan Ke-69, Polda Bali Gelar Donor Darah

0

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Polwan ke-69, Polwan Polda Bali bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah PMI Provinsi Bali melaksanakan bakti sosial donor darah di halaman depan Mapolda Bali, Selasa (8/8/2017).

Kegiatan ini diikuti oleh Irwasda Polda Bali Kombes Pol. Drs. Suradiyana, Wadir Reskrimsus Polda Bali AKBP Ruddi Setiawan, S.H., S.I.K dan Wadir Pamobvit Polda Bali AKBP Jermias Rontini, S.I.K., M.Si beserta personel perwakilan dari masing-masing Satker di Polda Bali.

Ahli Madya Tingkat Satu Bidang Dokkes Polda Bali, AKBP Ni Wayan Sukarmini selaku Ketua Seksi Donor Darah mengatakan, selain untuk memperingati Hari Jadi Polwan ke-69, kegiatan ini juga dirangkai dalam memperingati HUT RI ke-72. Tidak kalah penting, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polwan Bali kepada masyarakat.

“Semoga darah yang sudah didonorkan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Ini merupakan kegiatan sosial dan kemanusiaan,” ujarnya.

Menurut perwira melati dua ini, kegiatan donor darah rutin dilakukan setiap tahun menjelang Hari Jadi Polwan. Peserta donor darah melibatkan personel dari Satuan Brimob, Direktorat Sabhara, Direktorat Reskrimum, Direktorat Reskrimsus, Direktorat Intel, Direktorat Reserse Narkoba dan Bidang Humas Polda Bali. Dalam kegiatan ini, pihaknya menargetkan 100 kantong darah.

Para anggota yang akan donor darah terlebih dahulu melakukan pengecekan tekanan darah dan Hb darah. Setelah diketahui tidak ada masalah dengan tekanan darah dan Hb, dilanjutkan dengan proses pengambilan darah.

Sampai berakhirnya pelaksanaan donor darah, dari 113 personel yang  sudah mendaftar, pihak panitia mengaku mendapatkan 88 kantong darah. Jumlah ini sebenarnya masih bisa bertambah, namun sebagian besar anggota telah berpartisipasi mendonorkan darahnya dibeberapa kegiatan sosial lainnya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada para peserta yang sudah bersedia mendonorkan darahnya, karena dengan setetes darah bisa menyelamatkan nyawa orang lain,” imbuh AKBP Ni Wayan Sukarmini. (binaw/humas-polda.bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Wabup Sanjaya Lepas Jalan Santai Paguyuban Bhaskara Suci Kubontingguh

0

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melepas peserta jalan santai yang diadakan Paguyuban Bhaskara Suci Kubontingguh, Minggu (6/8/2017).

Kegiatan di Wantilan Pura Dalem Purwa Kubontingguh, Tabanan, diselenggarakan bertepatan dengan menyambut HUT Paguyuban Bhaskara Suci, sekaligus memeriahkan HUT ke-72 Kemerdekaan RI. Dihadiri anggota DPRD Tabanan Gusti Komang Wastana dan Camat Tabanan Putu Arya Suta.

Sanjaya mengapresiasi Paguyuban Bhaskara Suci Kubontingguh, dan menilai kegiatan tersebut sangat positif. Apalagi juga melibatkan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Dia juga berharap agar generasi muda sebagai penerus bangsa Indonesia kembali didekatkan dengan nilai-nilai empat pilar yang sudah mulai terikikis karena perkembangan zaman.

“Generasi muda adalah ujung tombak dari perubahan dan kelangsung hidup sebuah bangsa dan negara. Seluruh masyarakat, terutama generasi muda, harus mengamalkan Pancasila, memahami UUD 1945, mempertahankan NKRI, dan menjunjung tinggi kemajemukan sebagaimana makna dari Bhinneka Tunggal Ika,” imbuhnya.

Sementara Ketua Panitia, Gusti Putu Widianata, menyebut selain jalan santai, juga ada kegiatan dalam menyambut HUT pertama Paguyuban Bhaskara Suci. Di antaranya berbagai lomba dan turnamen ceki untuk penggalangan dana.

Kegiatan jalan santai pada pagi hari itu menempuh jarak sekitar 2,5 kilometer. Mulai dari Wantilan Pura Dalem Purwa Kubontingguh, lanjut ke Banjar Celagi, puskesmas, dan kembali ke Pura Dalem Purwa Kubontingguh. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Glucosaga, Alat Ukur Kadar Gula Darah Tanpa Jarum Suntik

0

BALIPORTALNEWS.COM – Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi persoalan kesehatan serius di berbagai belahan dunia. Bahkan penyakit akibat peningkatan kadar gula dalam dar ini diperkirakan akan menjadi penyebab kematian tertinggi ke tujuh di dunia pada tahun 2030 mendatang.

Meskipun tidak dapat disembuhkan, namun diabetes merupakan penyakit yang dapat dikendalikan dengan menjalani pola hidup sehat. Selain itu pemeriksaan secara rutin kadar gula darah penting dilakukan bagi penderita diabetes. Sayangnya, untuk memantau kadar gula dalam darah para diabetasi saat ini tergolong rumit. Pasalnya pemeriksaan kadar gula darah masih membutuhkan tindakan invasif dengan jarum suntik untuk mengambil sampel darah pasien.

Kondisi ini mendorong lima mahasiswa UGM untuk membuat alat ukur kadar gula darah atau glukometer non invasif yang diberi nama Glucosaga. Mereka adalah Ayu Rahmawati Kautsar Dieni dari Prodi Teknologi Informasi, Nurul Fajriati Setyaningrum dan Atika Nurul Haniyyah dari Prodi Gizi Kesehatan, serta Abdullah Ibnu Hasan dan Ardi Yusri Hilmi dari Prodi Elektronika dan Instrumentasi. Kelimanya  mengembangkan alat dengan bantuan dana hibah DIKTI yang dikemas dalam Program Kreativitas Mahasiswa 2017 dan berhasil lolos melaju pada PIMNAS 2017 di Makasar .

Nurul menyebutkan bahwa glukometer yang ada di pasaran umumnya terdiri dari beberapa komponen yang maha. Beberapa diantaranya jarum lancet, lancet device, strip glukosa darah, dan alat glukometer. Pengukuran diawali dengan tindakan invasive berupa penusukan jarum lancet ke jari pasien untuk mengambil sampel darah.

“Terkadang penusukan jarum ke jari pasien memerlukan banyak pengulangan karena sampel darah yang kurang,” ujarnya, Rabu (2/8/2017) di UGM.

Alat yang mereka kembangkan memiliki prosedur penggunaan alat yang cukup sederhana. Langkah pertama, meletakkan sensor pada telinga bagian bawah kemudian menekan tombol start. Selanjutnya, akan langsung dapat terlihat hasil pembacaan kadar glukosa darah yang ditampilkan pada layar LCD.

Ayu menambahkan bahwa alat ini juga dilengkapi dengan aplikasi smartphone Glucosaga yang dapat membantu penderita dalam mengetahui riwayat perjalanan penyakit diabetesnya. Data hasil pembacaan kadar glukosa darah dapat dikirim dan disimpan secara berkala pada aplikasi.

Aplikasi Glucosaga juga memiliki fitur-fitur yang dapat membantu pengguna dalam mengatur gaya hidupnya yakni SagaDiary, Reminder, dan Activity Track. SagaDiary digunakan untuk melihat riwayat dari kadar glukosa darah dan riwayat konsumsi kalori maksimal per hari. Reminder berfungsi sebagai pengingat untuk beberapa aktivitas tertentu seperti minum obat, olahraga, dan sebagainya. Sedangkan Activity Track adalah fasilitas untuk menulis segala aktivitas yang dilakukan.

“Kami berharap dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung Indonesia lebih mandiri dalam memproduksi alat kesehatan. Untuk saat ini kami masih dalam tahap riset dan pengembangan sehingga bisa masuk ke tahap produksi,”pungkasnya. CP : 0896-7430-5995 (IBNU). (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Gowes Pesona Nusantara Lintasi Kota Denpasar

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kota Denpasar menjadi salah satu kota pelaksanaan Gowes Pesona Nusantara oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemnepora) RI.  Kegiatan ini telah digulirkan pada 5 Mei lalu dimulai dari Kota Sabang yang diikuti 90 kabupaten/kota dengan melintasi 34 provinsi sejauh 5.000 Km lebih.

Pelepasan Gowes Pesenon Nusantara dilakukan Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Prof. Dr. Faisal bersama Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede serta Ketua Umum KONI Denpasar I.B Toni Astawa, Sabtu (29/7/2017) di Lapangan Lumintang Denpasar. Diikuti ribuan peserta dari siswa sekolah, komunitas, dan masyarakat umum kegiatan ini juga tampak diisi dengan yoga masal, hingga senam kebugaran.

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Prof. Dr. Faisal mengatakan kegiatan Gowes Pesona Nusantara digagas Kemenpora yang kali ini kegiatan mengambil lintasan di Kota Denpasar dengan keterlibatan seluruh element masyarakat Denpasar. Prof. Faisal menjelaskan Pelepasan etape pertama Gowes Pesona Nusantara telah dimulai dari Kota Sabang oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dalam rangka memerpingati hari pendidikan Nasional. Gowes Nusantara ini memiliki track yang menyambung dari satu daerah ke daerah lainnya secara serentak dari empat titik terluas Indonesia yaitu Sabang, Merauke, Tarakan dan Atambua. Seluruh kegiatan Gowes akan berakhir di Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah pada puncak peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada 9 September mendatang.

“Mari kita memasyarakatkan olahraga yang nantinya menjadikan masyarakat memiliki gaya hidup sehat melalui gerakan “Ayo Olahraga”,” ujarnya

Sekda Rai Iswara mewakili Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan pelaksanan Gowes Nusantara tak terlepas dari menjaga kesehatan serta memperkuat empat pilar kebangsaan yakni NKRI, Bhineka Tungga Ika, UUD, dan Pancasila. Sehingga dari gowes ini memberikan kita sebuah kebersamaa dalam menjaga kesehatan dan empat pilar tersebut.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat yang telah menjadikan Kota Denpasar sebagai pelaksanaan kegiatan Gowes Pesona Nusantara yang memberikan sebuah nilai-nilai penting dalam menjaga bersama kebhinekaan,’’ ujarnya.

Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede mengatakan langkah memeprsatukan NKRI telah dilakukan pemerintah pusat lewat kegiatan yang melibatkan siswa sekolah dasar hingga SMA/SMK dan masyarakat. Apa yang dicanangkan dari kegiatan ini disamping berolahraga juga memberikan makna dalam menjaga persatuan dan kesetuan NKRI.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar Wayan Gunawan mengatakan dipilihnya Kota Denpasar dalam jalur perlintasan tak terlepas sebagai Ibu Kota Provinsi Bali dengan berbagai sejarah kota yang dapat dilalui dan diketahui dalam rute gowes kali ini.

“Kita mengharapkan dari rute yang telah ditetapkan panitia dari kawasan lumintang hingga memasuki kawasan titik nol Kota Denpasar Patung Catur Muka disamping berolahraga sepeda juga mampu memberikan edukasi kepada para peserta terkait dengan sejarah terbentuknya kota ini,” ujarnya, sembari mengatakan pelaksanaan gowes melibatkan ribuan peserta termasuk dari kalangan siswa sekolah di Kota Denpasar. (pur/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Diikuti 13.000 Peserta, Jalan Sehat HUT Koperasi ke-70 di Badung

0

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Dalam memeriahkan HUT Koperasi ke-70, Pemkab Badung bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Badung menggelar jalan sehat di Puspem Badung, Jumat (28/7/2017).

Jalan sehat  diikuti sekitar 13.000 peserta dengan melibatkan, anggota koperasi seluruh badung, siswa SD, SMP dan SMA/SMK se-Badung serta para pejabat dan Pegawai dilingkungan Pemkab Badung. Peserta jalan sehat dilepas oleh Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Ketua Dekopinda Badung I Wayan Reta.

Peserta mengambil start di parkir Selatan Puspem Badung, lanjut berjalan mengelilingi areal Puspem yang luasnya 46,6 Ha dan kembali finish di lapangan puspem badung. Jalan sehat ini menyediakan berbagai hadiah dan door price serta pasar murah dari UMK dan UMKM di Badung.

Sekda Badung Adi Arnawa dalam sambutannya sangat menyambut baik terselenggaranya gerak jalan sehat HUT ke-70 Koperasi tahun 2017 ini. Sekda juga mengapresiasi kegiatan ini karena dapat melibatkan sekitar 13.000 peserta dari koperasi, pegawai dan tentunya para pelajar di Badung.

Dikatakan, berbicara tentang ekonomi kerakyatan maupun ekonomi produktif maka rakyat Indonesia berdaulat dalam bidang ekonomi, salah satunya dibangunnya Koperasi sebagai pilar perekonomian Bangsa Indonesia. Untuk itu pemerintah, memiliki kewajiban moral untuk selalu menunjukkan, memajukan eksistensi koperasi di Badung.

“Mari kita kumandangkan slogan jadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian Indoneaia. Karena koperasi sejalan dengan kehidupan bangsa Indonesia, yaitu bersifat kekeluargaan, demokratis dan gotong-royong,” jelasnya.

Ditambahkan, di badung telah terbentuk 593 wadah koperasi, ini menunjukkan bahwa badung adalah kabupaten koperasi yang perlu selalu dijunjung dan diberikan apresiasi. Koperasi tidak boleh dipandang sebelah mata, karena disamping sebagai lembaga keuangan, ternyata lembaga ini mampu membantu pemerintah menampung sebanyak 7.000 tenaga kerja di wadah koperasi. Dari informasi yang diperoleh sebesar 2,7 Triliun dana masyarakat terhimpun dalam koperasi.

“Koperasi di Badung sangat luar biasa, ini harus dijaga terus. Untuk itu Dekopinda sebagai mitra pemerintah kami minta agar mampu memberikan arahan dalam rangka membangun koperasi sekaligus mengawasi dan pendampingan dalam mengarahkan, agar benar-benar koperasi tetap eksis dan selalu dipercaya masyarakat,” tegasnya.

Ketua Dekopinda Badung I Wayan Reta melaporkan bahwa jalan sehat ini diikuti sekitar 13.000 peserta dari 593 koperasi di Badung serta didukung dari pegawai Pemkab Badung dan para siswa.

“Kami bersyukur gerakan koperasi yang berada dibawah naungan Koperasi Indonesia dapat berkumpul dalam pelaksanaan jalan sehat akbar dalam peringatan HUT Koperasi ke-70 ini,” jelasnya.

Melalui gerak jalan sehat ini disamping dapat meningkatkan kesehatan juga sebagai upaya memupuk rasa kebersamaan, kekeluargaan dan gotong-royong sebagai nafas dari seluruh gerakan koperasi. Gerakan ini sudah rutin dilaksanakan setiap tahun, gerakan semangat semacam ini mengumandangkan jargon “Koperasi Membumi, dan Maju Rakyat Sejahtera”.

Dijelaskan sejatinya perkembangan, pertumbuhan dan kemajuan koperasi di Badung telah terbukti banyak berkontribusi kepada kesejahteraan masyarakat badung. Sementara untuk jalan sehat ini menyediakan hadiah-hadiah yang menarik dan pasar murah sebagai partisipasi dari UMK dan UMKM yang tergabung dalam sentra koperasi Kabupaten Badung. (humas-badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Labu Siam Berpotensi Untuk Obati Kanker Kulit

0

BALIPORTALNEWS.COM – Kanker kulit Melanoma maligna merupakan salah satu jenis kanker kulit yang bersifat ganas, cepat menyebar, dan menyebabkan kematian. WHO mencatat setidaknya terdapat 3.300 kasus melanoma baru yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia. Melanoma dapat muncul pada kulit normal atau berawal dari tahi lalat. Perubahan tahi lalat normal menjadi melanoma ini terkadang tidak disadari oleh sebagian besar masyarakat.

Melihat kenyataan tersebut sejumlah mahaisswa Fakultas Biologi UGM berupaya mencari alternatif solusi pengobatan Melanoma maligna. Dwi Jami Indah Nurhasanah, Bening Larasati, Dea Febiansi, dan Dhella Apriliandha Roshitafandi mencoba memanfaatkan labu siam untuk dijadikan bahan dasar pembuatan salep sebagai langkah alternatif pengobatan penyakit berbahaya ini.  Penelitian dilaksanakan dibawah bimbingan Dr. Budi Setyadi Daryono, M.Agr.Sc, Ph.D, melalui program Kreativitas Mahasiswa UGM tahun 2017.

Dwi Jami Indah mengatakan labu siam atau yang dikenal dengan sebutan waluh jipang oleh masyarakat Jawa merupakan salah satu tanaman pertanian yang banyak di jumpai di Indonesia. Kebanyakan labu siam banyak diolah menjadi bahan makanan seperti sayur. Sementara bagian lain seperti kulit labu siam belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Padahal, didalam limbah kulit tanaman sayur tersebut mengandung getah yang memiliki khasiat bagi kesehatan.

“Dalam labu siam mengandung senyawa flavonoid dan saponin yang merupakan senyawa metabolit sekunder dan mempunyai sifat sebagai anti kanker,”paparnya, Rabu (18/7/2017) di Fakultas Biologi UGM.

Untuk mengetahui lebih mendalam kandungan senyawa anti kanker dalam labu siam, keempat mahasiswa ini pun melakukan penelitian lebih lanjut. Mereka melakukan uji kualitatif dan uji kuantitatif serta uji antiproliferasi menggunakan sel line yang memiliki sifat proliferasi yang sama dengan sel kanker. Sampel yang diuji berupa ekstrak labu siam dalam bentuk pasta.

Uji kualitatif yang dilakukan adalah uji Kromatografi Lapis Tipis sedangkan Uji Kuantitatif yang dilakukan adalah Uji Spektrofotometri. Dalam melakukan uji tersebut, labu siam dibagi menjadi tiga parameter berdasarkan ukuran buahnya. Hal tersebut dilakukan dengan asumsi semakin besar ukuran buah maka umur dari buah tersebut semakin tua.

“Hasilnya menunjukkan dari ketiga parameter umur labu siam yang digunakan, semuanya mengandung senyawa saponin dan flavonoid,” ungkap Indah.

Berikutnya, penelitian dilanjutkan dengan mengolah labu siam menjadi ekstrak. Ekstark tersebut diolah dalam sediaan berbentuk salep. Dari uji antiproliferatif diketahui bahwa hasilnya positif.

“Ekstrak labu siam yang diujikan dapat menghambat pertumbuhan sel,” jelasnya.

Pembuatan produk salep labu siam untuk tahi lalat “Selasih Lalat”  ini merupakan salah satu trobosan unik produk mahasiswa UGM Fakultas Biologi dalam pengobatan kanker kulit Melanoma maligna. Selain itu sebagai wujud serta mendukung pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif obat yang masih jarang diketahui oleh masyarakat. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Mahasiswa UGM Olah Susu Kacang Tanah Untuk Mencegah Obesitas

0

BALIPORTALNEWS.COM – Prevalensi obesitas di Indonesia tergolong tinggi. Data Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) tahun 2013 mencatat prevalensi obesitas mencapai  8.8% pada anak usia 5-12 tahun, 2.5% pada remaja usia 13-15 tahun, 1.6% pada remaja usia 16-18 tahun dan 15.4% pada orang dewasa. Sementara obesitas dapat menjadi faktor risiko timbulnya sejumlah penyakit seperti hipertensi, diabetes mellitus tipe 2 serta masalah sosial dan psikologis.

Merasa prihatin terhadap permaslaahan tersebut, sejumlah mahasiswa UGM berupaya mencari alternatif solusi. Sekar Risdipta Savitarasmi, Meilisa Khoiriya, Raka Permana Adlin Putra  dari Fakultas Kedokteran, Sri Wening Kurniajati dari Fakultas Kedokteran Hewan, dan Wahyu Setyaning Budi dari Fakultas Teknologi Pertanian mengembangkan produk susu dari kacang tanah sebagai alternatif penanganan obesitas yang diberi nama SUKATA. Penelitian dilaksanakan di bawah bimbingan Harry Freitag Luglio Muhammad, S.Gz., MSc., Dietisien melalui Program Kreativitas Mahasiswa UGM tahun 2017.

Ketua pengembang SUKATA, Sekar Risdipta mengatakan kejadian obesitas terjadi akibat nafsu makan yang tidak terkendali. Hasrat atau keinginan makan tersebut diatur oleh otak, tepatnya pada nukleus arkuata bagian dari hipotalamus yang akan menghasilkan hormon serotonin. Hormon serotonin ini memiliki fungsi menurunkan nafsu makan dan penginduksi kepuasan makan.

“Hormon serotonin diprekursori oleh asam amino triptofan. Sementra sumber asam atriptofan ini mudah ditemukan pada kacang-kacangan termasuk kacang tanah,” jelasnya Rabu (12/7/2017) di UGM.

Dijelaskan Sekar, dalam kacang tanah (Arachis hypogaeae L.) mengandung asam amino triptofan cukup tinggi. Pada 100 gram kacang tanah mengandung 250 mg asam amino triptofan yang dapat menekan nafsu makan.

Merekapun melakukan penelitian lebih mendalam untuk mengkaji peran susu kacang tanah terhadap produksi dari molekul serotonin.Untuk membuktikan efek susu kacang tanah dalam menurunkan nafsu makan dilakukan percobaan pada 30 ekor tikus Sprague Dawley.  Susu kacang tanah diberikan melalui sonde oral pada tikus yang diberi pakan tinggi lemak dan tinggi fruktosa. Hal ini dilakukan untuk menginduksi obesitas pada tikus. Setelah 25 hari perlakuan dilakukan pengambilan plasma darah tikus untuk melihat kadar serotonin yang selanjurnya akan dianalisis.

“Hasilnya, penambahan berat badan pada kelompok tikus yang diberi perlakuan SUKATA lebih sedikit dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi perlakuan,” ungkapnya.

Selain itu, pada kelompok yang diberi perlakuan SUKATA juga mengalami penurunan nafsu makan. Hal ini membuktikan bahwa SUKATA dapat membantu mencegah terjadinya perubahan berat badan secara berlebihan yang dapat memicu terjadinya obesitas.

Pembuatan susu kacang tanah ini tidak hanya menjadi soulsi mencegah terjadinya obesitas di Indonesia. Namun, juga mendukung diversifikasi olahan pangan fungsional berbasis kacang tanah yang masih sangat terbatas dan belum dikenal masyarakarat secara  luas.

“Susu kacang tanah ini bisa menjadi solusi untuk mencegah terjadinya obesitas di Indonesia dan menjadi produk alternatif diversifikasiolahan pangan dari bahan kacang tanah”, pungkasnya. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :