29 C
Denpasar
Kamis, 18 Oktober 2018

Mahasiswa UGM Kembangkan Salep Luka Diabetes dari Jahe Merah

BALIPORTALNEWS.COM – Diabetes merupakan penyakit tidak menular yang bersiko tinggi. Tidak hanya memerlukan usaha ekstra dalam penyembuhannya, tetapi jika penederitanya mengalami luka akan lebih lama kering dan sembuh.

Untuk mengobati luka biasanya penederita diabetes menggunakan antibiotik. Hanya saja penggunaan antibiotik dalam jangka panjang dapat memicu reistensi bakteri.

Kondisi tersebut mendorong tiga mahasiswa UGM untuk mencari solusi guna mengatasi persoalan yang ada. Erman Satya Nugraha, Dedy Setiawan dan Dion Adiriesta Dewananda mencari alternatif obat untuk mengatasi infeksi Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) pada luka diabetes dengan meracik jahe merah sebagai bahan salep luka penderita diabetes.

Erman menyampaikan ekstrak jahe merah mengandung berbagai senyawa aktif yang mampu membunuh bakteri. Senyawa tersebut antara lain flavonoid quersetin, flavonoid rutin, tanin, saponin, fenol, steroid dan alkaloid.

“Berbagai senyawa itu merupakan golongan senyawa yang bersifat bakterisidal kuat dengan mekanisme agonis seperti membuat pori pada dinding sel bakteri, menghambat enzim sintesis protein, merusak DNA serta inhibisi kereaktifan membran sel,” paparnya, Senin (27/8/2018) di Kampus UGM.

Selain itu kandungan senyawa fenol, imbuhnya, dapat berperan dalam vasodilatasi dan pembentukan pembuluh darah baru yang membantu kesembuhan jaringan luka.

Dalam praktiknya mereka mengolah jahe merah yang banyak tersedia di alam Indonesia menjadi salep jahe merah. Selanjutnya diujikan pada hewan coba yakni tikus selama 15 hari.

“Hasilnya, salep jahe merah terbukti mampu mempercepat kesembuhan luka diabetes yang terinfeksi MRSA dibandingkan dengan salep antibiotik komersial,” ungkapnya.

Ketiga mahasiswa muda ini berharap penggunaan salep jahe merah ini bis amencegah timbulnya resistensi bakteri. Selain itu bisa menjadi obat alternatif untuk menyembuhkan luka penderita diabetes. (ika/humas-ugm/bpn)

Lendir Lele Berkhasiat Obati Mulut Kering Pasca Terapi Kanker Nasofaring

BALIPORTALNEWS.COM – Lendir lele berhasil diubah menjadi obat yang berkhasiat untuk perawatan mulut kering bagi pasien yang menjalani terapi kanker nasofaring.

Terobosan ini berasal dari tangan-tangan kreatif mahasiswa UGM. Mereka adalah  Zipora Silka Yoretina (FKG), Deaoxi Renaschantika Djatumurti (FKH), dan Roissatun Nasikah (Fakultas Farmasi).

“Sejumlah penelitian terdahulu menyebutkan lendir lele lokal (Clarias batrachus) mengandung sejumlah senyawa yang berkhasiat sebagai agen antimikroba untuk melawa jamur dan bakteri,” papar Deaoxi, Selasa (17/7/2018) di Kampus UGM.

Dalam lendir lele terdapat kandungan claricin, hepcidin, dan beberapa protease pendukung sebagai agen antimikroba pertahanan primer melawan bakteri dan jamur. Karenanya tidak mengherankan meskipun hidup di perairan keruh dan berlumpur, hewan ini mampu mempertahankan diri dari infeksi bakteri maupun jamur.

Melihat kandungan senyawa yang ada didalam lendir lele ini, ketiganya pun tercetus ide untuk memanfaatkannya menjadi obat untuk pasien pasca terapi kanker nasofaring. Pasien kanker nasofaring yang menjalani kemoterapi maupun radioterapi kerap mengalami efek samping kerusakan mukosa oral. Hal ini mengakibatkan penurunan produksi air liur atau saliva.

Kondisi tersebut menyebabkan pasien mengalami nyeri telan dan merasakan sensasi terbakar. Bahkan meningkatkan risiko infeksi jamur Candida albicans dalam rongga mulut sehingga rawan terjadi kanadiasis.

Zipora menyebutkan kondisi ini sebenarnya bisa ditangani dengan pemberian saliva buatan. Namun  produk komersial saliva buatan yang beredar diluar negeri masih menggunakan bahan mucin lambung babi .

“Ini kurang cocok bagi masyarakat Indonesia dengan mayoritas muslim, sehingga kami berinovasi menciptakan formulasi saliva buatan dengan bahan alam yang dapat diterima baik oleh masyarakat indonesia” ucapnya.

Dari bentuk fisik lendir lele terlihat memiliki kekentalan menyerupai saliva manusia. Karenanya ketiganya memanfatkannya menjadi saliva buatan. Dikembangkan di bawah bimbingan drg. Hendri Susanto, M.Kes, Ph.D.

Dari hasil uji menunjukkan bahwa saliva buatan  lendir lele mampu menghambat pertumbuhan candida lebih baik daripada obat yang ada di pasaran. Diameter zona hambat 20μL saliva buatan 17%  mencapai 13 mm sementara nystatin hanya 10,69 dengan volume yang sama dengan metode disk-diffusion.

Selain itu, tegangan permukaan yang terbentuk juga menunjukan bahwa nilai  sudut kontak saliva buatan dengan glass slide mendekati sudut kontak saliva alami yang diuji dengan cara serupa. Kendati begitu pH larutan terbilang masih rendah berkisar 3,67 sementara pH saliva alami manusia normal sekitar 6,39.

“Hal ini bisa diatasi dengan penambahan essence atau senyawa aromatik pendukung,” imbuh Roissatun.

Saat ini penelitian yang dilakukan oleh ketiganya masih dalam tahap pre klinis secara in vitro. Kedepan mereka akan terus melakukan penelitian lanjutan untuk pengujian in vivo dan uji klinis.

“Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pioner untuk produksi obat perawatan mulut kering dengan bahan alam indonesia yang dapat diterima dengan baik di masyarakat,” pungkasnya.(ika/humas-ugm/bpn)

Mahasiswa UGM Ubah Ampas Susu Kedelai Menjadi Krim Anti Aging

BALIPORTALNEWS.COM – Ampas susu kedelai belum banyak dimanfaatkan dan hanya menjadi limbah bagi lingkungan. Padahal limbah ini kaya akan senyawa antioksidan sehingga bisa dimanfaatkan menjadi krim kecantikan untuk mengatasi penuaan.

Tiga mahasiswa UGM membuktikan hal tersebut melalui serangkaian uji coba. Mereka berhasil membuat krim anti aging berbahan limbah ampas susu kedelai bernama Gylcream.

“Selain mengandung vitamin E, dalam ampas susu kedelai mengandung vitamin B1, serta isoflavon sebanyak 22 %,” ungkap Iffah Sofana, mahasiswa pengembang Gylcream, Rabu (11/7/2018) di Kampus UGM.

Mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan ini mengatakan bahwa ketiga komponen tersebut bisa bertindak sebagai senyawa antioksidan. Melihat potensi di dalam limbah ampas susu kedelai yang begitu besar, Iffah mengajak rekan satu jurusannya yakni Muna Fadilah dan Nurfirda Herliana dari Fakultas Farmasi untuk meneliti lebih lanjut limbah ini.

Di bawah bimbingan Dr. drh. Widagdo Sri Nugroho, MP., mereka lantas bergerak memanfaatkan limbah tersebut. Ketiganya lalu mebuat krim  dari ekstrak ampas susu kedelai yang berguna sebagai agen anti-aging melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang penelitian Eksakta.

“Sebelumnya kami melakukan formulasi untuk mendapatkan komposisi krim yang paling baik dalam mengatasi penuaan,” jelasnya.

Firda menambahkan bahwa formulasi terbaik yang didapatkan yakni krim dengan kandungan 10 % ekstrak ampas susu kedelai. Dari uji organoleptis dan uji pH menunjukkan komposisi tersebut telah sesuai dengan standar krim.

Setelah didapat formulasi yang tepat,  krim selanjutnya diujicobakan ke hewan coba yakni pada kulit tikus wistar. Sebelumnya kulit tikus wistar  disinari dengan UV-B selama 17 menit dengan kekuatan radiasi penyinaran sebesar 10 mW/cm2 selama 14 hari.

“Hasilnya memperlihatkan bahwa aplikasi Gylcrem 51 % lebih efektif dibanding krim anti aging kimiawi yang beredar di pasaran dalam mengatasi penuaan kulit,” kata Muna.(ika/humas-ugm/bpn)

Cookies Daun Sirsak ala Mahasiswa UGM Ini Bisa Cegah Tumor dan Kanker

BALIPORTALNEWS.COM – Mahasiswa UGM berhasil menciptakan cookies atau biskuit yang bisa mencegah penyakit tumor dan kanker.

Cookies dibuat menggunakan daun sirsak (Annona muricata L) sebagai bahan dasarnya. Biskuit yang dilabeli dengan nama COODASI ini dibuat oleh Diah Ayu Widyaningrum (TPHP 2016), Athaya Shafiyya (TIP 2017), Ayu Sundari (TIP 2017), dan Muhammad Haidar Indrawan (Agronomi 2017).

“Daun Sirsak memiliki kandungan antioksidan dan acentogini atau zat anti-kanker,” jelas Diah dalam rilis yang diterima Minggu (1/7/2018).

Kedua kandungan tersebut bermanfaat untuk memberantas sel kanker dengan aman dan efektif secara alami. Selain itu juga tanpa menimbulkan rasa mual, penurunan berat badan, kerontokan rabut dan lainnya seperti yang terjadi pada pasien kemoterapi.

Diah mengatakan ide pembuatan cookies daun sirsak ini berawal dari keikustertaan mereka dalam Program Kreativitas Mahasiswa UGM 2018. Mereka tercetus untuk membuat biskuit ini karena prihatin dengan pola hidup masyaraat modern yang memiliki kecenderungan mengkonsumsi makanan instan dan junk food. Konsumsi makanan tidak sehat dan hidup dalam kondisi lingkungan tercemar dapat memicu radikal bebas dalam tubuh dan dalam jangka panjang bisa memicu zat-zat karsinogenik yang menimbulkan tumor maupun kanker.

Di bawah bimbingan Fiametta Ayu Purwandari, S.TP., M.Sc., keempatnya lantas membuat cookies dari daun sirsak sebagai pilihan makanan sehat. Daun sirsak diolah menjadi bubuk sehingga dapat dipakai sebagai bahan tambahan fungsional dalam cookies.

Keunggulan lain dari produk ini adalah tanpa pengawet, menggunakan tepung mocaf serta mengurangi penggunaan gula. Untuk memperoleh rasa manis, mereka mengganti gula dnegan bubuk kayu manis.

Untuk saat ini, COODASI tersedia dalam 3 varian rasa yakni original, coklat, dan pandan. Dipasarkan dalam 3 paket kemasan yaitu Coomis (Cookies Ekonomis) dengan harga Rp. 2.000,- dan berat bersih 20 gram, Coonyang (Cookies Kenyang) dengan harga Rp5.000,- berat bersih 60 gram, dan Cootupat (Coodasi Ketupat) dengan harga Rp25.000,- berat bersih 250 gram.

Kehadiran produk ini rupanya mendapatkan sambutan positif di masyarakat. Meskipun baru, namun tidak sedikit masyarakat yang ramai memesannya. Hingga akhir bulan Juni ini mereka berhasil menjual 162 produk dengan kemasan yang berbeda.

“Untuk pemasaran kita lakukan secara langsung dan online,” jelasnya.

Bagi Anda yang ingin mencoba kudapan sehat ini bisa langsung memperolehnya di Sunday Morning UGM dan Sunday Morning XT Square, dan kantin FTP UGM. Selain itu juga bisa dipesan melalui Line: @ixy2759l dan Instagram: @fantasticoodasi.

 “Kedepan kami akan segera mengajukan paten, ijin P-IRT dan sertifikasi halal,” jelasnya. (ika/humas-ugm/bpn)

Anak Indonesia Hadapi Ancaman Kekurangan Vitamin D

BALIPORTALNEWS.COM – Defisiensi atau kekurangan vitamin D menjadi persoalan yang mengancam anak Indonesia. Selain menghambat pertumbuhan dan memicu penyakit tulang, defisiensi vitamin D juga mendorong timbulnya penyakit lain seperti penyakit kardiovaskular, dislipidemia, diabetes, dan hipertensi.

Ahli Gizi UGM, Dian Caturini Sulistyoningrum, B.Sc., M.Sc., menyebutkan permasalahan defisiensi vitamin D kebanyakan muncul di negara 4 musim dengan paparan sinar matahari terbatas seperti di kawasan Eropa, Amerika Utara, dan beberapa bagian di Australia. Namun, saat ini defisiensi vitamin D juga terjadi di negara-negara tropis.

“Defisiensi vitamin D saat ini telah menjadi persoalan dihampir seluruh negara dunia, tidak terkecuali negara yang mendapatkan banyak paparan sinar matahari termasuk Indonesia,” kata Dian saat ditemui di Departemen Gizi dan Kesehatan FKKMK UGM, Selasa (22/5/2018).

Dian menyampaikan dari hasil riset yang dilakukannya di Kanada pada beragam etnis yakni Kaukasia, Asia Timur, Asia Selatan, dan Aborigin diketahui orang yang berasal dari ras Asia Selatan memiliki vitamin D terendah dibandingkan dengan yang lainnya walaupun memiliki indeks massa tubuh yang sama (IMT). Fakta ini menunjukkan orang Asia Selatan dengan paparan sinar matahari yang sama dengan orang Kaukasia di negara 4 musim rentan kekurangan vitamin D.

Fenomena rendahnya kandungan vitamin D pada orang Asia Selatan, kata dia, dikarenakan adanya timbunan lemak visceral yang tertimbun di sekitar organ-organ penting seperti jantung, hati dan ginjal. Lemak tersebut menyerap lebih banyak vitamin D, menyebabkan kadarnya menjadi rendah dalam darah. Simpanan lemak tubuh berbanding lurus dengan kekurangan vitamin D . Seperti diketahui bahwa vitamin D merupakan salah satu vitamin yang larut lemak.

Dian mengungkapkan dari hasil riset yang dilakukannya pada anak usia 15-18 tahun di 10 sekolah Kota Yogyakarta menunjukkan hal serupa. Hampir 100% dari sampel penelitian mengalami defisiensi vitamin D.

“Dari 68 remaja laki-laki yang mengalami obesitas semuanya mengalami defisiensi vitamin D,” terangnya.

Kadar vitamin D dalam darah para remaja tersebut hanya berada di angka rata-rata 15 ng/dL. Sedangkan kadar vitamin D dalam darah sesuai standar seharusnya berada di kisaran 20 ng/dL. Rendahnya kadar vitamin D dalam tubuh dapat meningkatkan faktor risiko seseorang  terkena penyakit tidak  menular seperti kardiovaskuler, hipertensi, dislipidemia, intoleransi glukosa, dan diabetes, serta berhubungan dengan kejadian penyakit autoimmune.

Setelah diintervensi dengan pemberian suplemen sebanyak 800 IU per hari selama 6 minggu, diketahui mampu memperbaiki resistensi insulin. Dengan begitu pemberian suplemen ini dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan kekurangan vitamin D.

Karenanya Dian menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vitamin D untuk mewujudkan masa depan anak-anak yang lebih baik. Apabila anak mengalami kekurangan vitamin D maka akan menggangu pertumbuhan dan rentan terkena penyakit tidak menular sehingga memengaruhi kualitas hidup mereka di masa depan.

“Kebutuhan vitamin D 90%-nya dari sinar matahari, sementara  yang lain bisa dipenuhi dengan konsumsi makanan seperti ikan seperti tuna, makerel (ikan tenggiri, kembung), salmon, telur, susu, dan lainnya,” jelasnya.

Selain menjaga pola hidup sehat dengan menjaga pola makan seimbang dan beraktivitas fisik, Dian menghimbau masyarakat untuk rajin mengkonsultasikan kesehatannya ke tenaga kesehatan, termasuk status vitamin D dalam tubuh. Dengan begitu diharapkan status vitamin D dapat terpantau dengan baik. (humas-ugm/bpn)

Tetap Bugar Selama Puasa Dengan Menjaga Pola Makan Saat Buka dan Sahur

BALIPORTALNEWS.COM – Menjalankan ibadah puasa dengan lancar dengan kondisi tubuh tetap fit dan bugar menjadi harapan setiap muslim. Mengatur pola makan sehat saat berbuka dan sahur ternyata menjadi kunci penting untuk menjaga tubuh tetap prima selama berpuasa.

Ahli Gizi UGM, Dian Caturini Sulistyoningrum, B.Sc., M.Sc., mengungkapkan bahwa berpuasa dengan kondisi tubuh tetap bugar dan sehat dapat dicapai dengan melakukan pengaturan nutrisi yang optimal dan manajemen waktu makan yang baik, terutama disaat waktu berbuka dan sahur.

“Saat puasa jendela makan menjadi terbatas dari jam 6 sore-4 pagi. Di waktu terbatas ini bagaimana kita bisa mengoptimalkan nutrisi masuk ke tubuh yakni dengan mengatur asupan gizi tepat saat buka dan sahur,”paparnya, saat ditemui di ruang kerjanya di Departemen Gzi dan Kesehatan FKKMK UGM, Kamis (17/5/2018).

Saat berbuka dianjurkan untuk memulai dengan minum air putih untuk merehidrasi tubuh setelah lebih dari 12 jam berpuasa. Selain itu mengkonsumsi kurma yang memiliki kandungan gula alami dan sumber serat sehingga bisa dengan cepat memulihkan energi.

“Saat buka jangan buru-buru makan, segera penuhi asupan cairan baik dari air putih, jus buah, buah maupun makanan yang kaya cairan dan serat,” tutur lulusan master dari The University of British Columbia, Vancouver, BC, Canada ini.

Sementara itu, kata dia, saat buka sebisa mungkin menghindari minuman bergula karena bisa menaikkan kadar gula dengan cepat dan menyebabkan rasa lelah serta kantuk. Selain itu juga minuman bersoda yang justru memicu keinginan minum terus menerus karena dehidrasi dan kafein yang meningkatkan produksi urine sehingga menaikkan frekuensi buang air kecil.

“Kurangi juga makanan berlemak tinggi, makanan yang digoreng, dan yang mengandung kadar garam tinggi karena makanan asin justru membuat orang mudah haus,” jelasnya.

Tidak hanya saat  berbuka, mengatur pola makan diwaktu sahur juga tidak kalah pentingnya. Dian mengatakan menjaga pola makan sehat dikala sahur juga penting dilakukan sebagai energi untuk memenuhi kebutuhan seharian berpuasa. Hanya saja, saat sahur asupan kalori perlu diperbanyak dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks yang bisa diperoleh dari makanan seperti ubi, singkong, jagung, nasi merah, dan roti gandum.

“Pilih sumber karbohidrat dengan serat tinggi karena makanan tersebut dicerna lebih lambat oleh tubuh sehingga bisa menahan lapar lebih lama. Penuhi juga makanan tinggi protein dan lemak sehat kala sahur,” ujarnya.

Sama halnya seperti waktu berbuka, Dian menganjurkan untuk mengurangi makanan asin dan berminyak karena akan cepat menyebabkan rasa lapar di siang hari. Demikian juga menghindari minuman yang mengandung soda dan kafein.

Selama puasa tubuh tetap membutuhkan asupan air putih minimal 2 liter atau 8 gelas per hari untuk menghindari dehidrasi. Untuk menjaga asupan air saat Ramadhan, Dian menyebutkan bisa mengatur konsumsi air dengan minum 2 gelas air putih saat berbuka, 4 gelas saat makan malam hingga menjelang tidur, dan 2 gelas dikala sahur.

Selain menjaga pola makan saat buka dan sahur, olahraga dengan pas dan sesuai porsi tetap dapat dilakukan saat puasa untuk menjaga badan tetap fit. Kendati begitu, Dian mengingatkan olahraga dilakukan sesuai porsi masing-masing orang di waktu dan yang tepat dan cara yang benar. Olahraga yang disarankan adalah olahraga ringan seperti jalan kaki, sepeda statis, dan aqua fit. Dapat dilakukan menjelang waktu berbuka dan setelahnya.

“Prinsipnya puasa tetap boleh berolahraga , tetapi disesuaikan dengan porsi masing-masing agar tidak meningkatkan dehidrasi,” pungkasnya. (ika/humas-ugm/bpn)

Ini Dia Produk dan Layanan Unggulan APEX

BALIPORTALNEWS.COM – Salah satu layanan unggulan APEX adalah prosedur facelifts tanpa operasi seperti Ultherapay, Thermage Vector lift dan Enerjet yang mengurangi tampilan kerutan dan keriput di kulit wajah serta membuat wajah tampak lebih awet muda. Perawatan revolusioner ini juga mengurangi munculnya bekas luka dan jerawat yang menodai kecantikan alami. Tim medis profesional APEX juga akan melakukan facials tingkat tinggi yang dapat mencerahkan dan meratakan warna kulit.

Teknologi terbaru di APEX, Smile Lift by Fotona4D® adalah prosedur non-bedah untuk mengatasi kekenyalan kulit, guratan, kerutan, kempot, warna kulit tak rata dan tekstur kulit pada wajah. Fotona4D® merupakan rangkaian perawatan menggunakan laser yang bersinergi dan tidak merusak eksterior wajah dan interior rahang, sehingga memungkinkan ketebalan kolagen berkontraksi dan mengencangkan dan menambah volume tanpa suntikan. Dengan dua tipe panjang gelombang laser (Er:YAG dan Nd:YAG) dan 4 moda perawatan, proses anti penuaan yang cukup jelas mengatasi di 4 level yang berbeda, bekerja lebih dalam, menyeluruh dan menyambungkan struktur kulit selain juga mengatasi ketidaksempurnaan.

Fungsi empat “dimensi” dalam Fotona4D® merujuk pada empat jenis perawatan khusus: SmoothLiftinTM, FRAC3® , PIANO® dan SupErficialTM, keempatnya saling berkontribusi mencegah penuaan wajah dengan sedikit atau anestesi lokal, sehingga perawatan dapat dilakukan sepanjang tahun.

Setelah perawatan selesai dilakukan, pasien tetap dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari. Rangkaian sesi perawatan yang dianjurlan untuk mencapai hasil yang optimal adalah 3 sesi, dengan jeda perawatan 14 hingga 28 hari. Setiap prosedur masing-masing akan memakan waktu 45 – 60 menit per sesi.

“Selain itu, di APEX Medical Center, pasien dapat pula mendapatkan layanan penurunan lemak melalui teknik modern Coolsculpting (Zeltiq), Bodytite and Liposonix. Teknik ini mengurangi kantong-kantong lemak pada tubuh dan membantu mengencangkan tubuh dan membentuk kontur badan. Di APEX, pasien dapat memilih untuk memindah lemak tubuh ke payudara, wajah atau bagian lainnya,” papar Dr. Pawcsuntorn.

Lebih jauh lagi, APEX Medical Center akan membantu pasien yang memiliki masalah apapun dengan rambut, termasuk melenyapkan rambut yang diinginkan dari berbagai tempat berbeda di tubuh Anda dengan terapi laser. Tersedia juga layanan transplantasi rambut dengan teknologi robotik bagi mereka yang mengalami kebotakan.

“Untuk menolong pasien kami merasa nyaman dengan penampilannya, kami berfokus untuk membuat setiap sesi perawatan nyaman dan menyenangkan. Staf terlatih kamo juga akan mengajak setiap pasien memahami prosedur perawatan yang mereka lalui dan mendiskusikan pilihan-pilihan yang mereka miliki, sehingga mereka bisa mengambil kepitusan yang tepat. Di state-of-the-art clinic milik kami, kami menolong setiap pasien mendapatkan solusi untuk permasalahan kulit dan tubuh yang mereka hadapi sesuai kebutuhan. Pastinya setiap orang ingin tetap sehat dan tampil menarik di segala usia,” tutup Dr. Pawcsuntorn. (r/bpn)

Tetap Sehat dan Tampil Menarik di Segala Usia

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Seiring berjalannya waktu, kulit dan tubuh kita mengalami sejumlah gejala degeneratif yang biasa kita kenal dengan proses penuaan atau aging process. Perlahan- lahan tetapi pasti, kulit kehilangan kekencangan dan kekenyalannya, lalu kerutan-kerutan halus pun ikut muncul di kulit kita.

Namun, gejala-gejala tersebut dapat diminimalisasi, atau bahkan dibalikan dengan menerapkan program perawatan anti-aging yang tepat. Salah satu institusi kesehatan yang menawarkan program anti-aging yang komprehensif adalah APEX Medical Center di Bangkok, Thailand. Didirikan pada 1994 oleh Dr. Nantapat Supapannachart, spesialis dermatologi kosmetika dengan kualifikasi dari berbagai institusi dan universitas di Amerika Serikat, APEX Medical Center saat ini menyediakan standar tertinggi untuk penanganan pasien yang dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Berbicara mengenai proses penuaan atau aging-process, Dr. Tanomkit Pawcsuntorn, MD, spesialis Liposuction and Body Contouring APEX Medical Center, , mengungkapkan bahwa penuaan kulit tidak dapat dihindari namun dapat diminimalisasi dampak negatifnya (9/5/2018).

“Saat ini, rangkaian prosedur kosmetika terbaik menggunakan menggunakan teknologi dan ditangani oleh spesialis yang berpengalaman tinggi di bidangnya dapat membantu meminimalisasi dampak negatif dari proses penuaan, sehingga setiap orang dapat bertambah usia dengan anggun,” ungkap Dr. Pawcsuntorn.

Memiliki tubuh yang sehat dengan kulit halus, kencang dan berkilau adalah impian setiap orang, baik pria maupun wanita. Tidak bisa dipungkiri bahwa proses penuaan atau aging process, kadang kala menjadi salah satu sumber kegalauan yang banyak melanda masyarakat masa kini. Bukan sekadar karena berubahnya penampilan kita, namun juga karena menurunnya stamina atau gangguan-gangguan kecil yang hadir seiring bertambahnya waktu. Selain itu, paparan sinar matahari, hingga gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, kurang tidur, mengonsumsi alkohol, serta gula yang berlebih dapat mempercepat proses penuaan tersebut. Untuk mengurangi efek dari penuaan banyak yang berusaha untuk mendapatkan hasil maksimal tanpa memperhatikan rangkaian prosedur yang tepat.

“Efek yang ditimbulkan oleh proses penuaan kulit berbeda pada setiap orang. Hal ini lah yang menyebabkan treatment bagi setiap orang pasti berbeda karena kondisinya tidak bisa disamakan, maka diperlukan konsultasi dengan spesialis profesional,” papar Dr. Pawcsuntorn lebih jauh.

APEX Medical Center, Bangkok memahami betul bahwa setiap prosedur kecantikan yang tepat didukung dengan tim spesialis medis yang profesional serta alat yang mutakhir. Sebagai salah satu pusat perawatan kecantikan yang komprehensif, APEX menawarkan pengalaman menyeluruh untuk semua tipe tubuh dan memahami penanganan estetik dan rekonstruksi bagi pasien dari seluruh dunia.

Tim profesional APEX yang berpengalaman panjang dengan kualifikasi tinggi di bidangnya dapat membantu Anda mencapai dan melampaui harapan dan tujuan setiap perawatan atau bedah kosmetik. APEX Medical Center juga menawarkan solusi menyeluruh bagi transplantasi rambut, bedah kosmetik, gigi, dan program kebugaran, bahkan hingga penurunan berat badan.(r/bpn)

Konsep Perpaduan Kuliner (fusion), Cara Unik R.A Kartini Dalam Berdiplomasi

BALIPORTALNEWS.COM – Memperingati perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita di Indonesia, tak bisa dilepaskan dari ketertarikannya pada dunia kuliner dan hobi memasak sebagai salah satu cara Kartini berdiplomasi. Kartini kerap menulis surat tentang bagaimana ia mencoba berbagai resep masakan tradisional Jawa dan Eropa kesukaannya dan menggunakan masakan untuk menjelaskan bagaimana peradaban tatanan Jawa di mata Belanda.

R.A. Kartini sendiri menggemari Sup Pangsit Jepara dan Ayam Besengek (klik disini untuk melihat resep). Kedua hidangan ini memang sedikit berbeda dengan hidangan khas Jawa Tengah pada umumnya karena merupakan perpaduan kuliner Belanda, Cina dan Jawa Tengah yang menggambarkan kondisi kota Jepara, yang terletak di pinggir pantai dan menjadi salah satu titik yang mudah dikunjungi oleh kapal-kapal asing pada saat itu. Perpaduan budaya inilah yang memengaruhi penerapan konsep fusion (perpaduan kuliner) pada masakan R.A Kartini sehingga memiliki karakter masakan yang cukup unik dan menggugah untuk dinikmati.

Indofood sebagai produsen berbagai bahan makanan berkualitas dari generasi ke generasi untuk keluarga Indonesia, memahami betul peran memasak dalam kehidupan para Ibu muda yang aktif, dinamis dengan aktifitas yang padat. Oleh sebab itu, pada akhir tahun lalu, Indofood menghadirkan kembali www.masakapaya.com sebagai sahabat di dapur yang akan selalu senantiasa mendampingi para Ibu muda untuk memberikan pengalaman memasak yang lebih menyenangkan. Melalui www.masakapaya.com, kini para Ibu muda bersama Kartini kecil dapat bebas berkreasidan mengeksplorasi resep warisan budaya dengan konsep fusion seperti yang dilakukan R.A Kartini sebagai bentuk cinta kasih yang menyatukan perbedaan dan mempererat keharmonisan.

Semangat Kartini dalam mendobrak kebiasaan lama untuk memperjuangkan emansipasi wanita, juga tercermin melalui peranan www.masakapaya.com dalam mendobrak kebiasaan memasakdengan hanya mengandalkan resep dan cara yang itu-itu saja, dengan memberikan pengalaman baru dalam memasak. Dengan user experience dan berbagai fitur yang mudah digunakan dan telah disesuaikan dengan kebutuhan, para Ibu muda dapat dengan mudah meng-klik menu “Masak Apa Ya” untuk mendapatkan beragam daftar menu untuk masakan sehari – hari hingga menu untuk acara – acara spesial yang bisa dipilih dan disesuaikan dengan bumbu yang tersedia di dapur masing – masing.

Cukup dengan mendaftar di www.masakapaya.com, para Ibu muda tak hanya bisa mendapatkan inspirasi berbagai resep lezat dan memiliki sahabat baru di dapur, namun juga bisa mencoba dua resep favorit R.A Kartini seperti Sup Pangsit Jepara dan Ayam Besengek, dan  berbagai resep masakan Jepara lainnya yang menggugah untuk dicoba seperti Sayur Betik Khas Jepara, Es Gempol Pleret, Pindang Serani Jepara, Rondo Royal dan resep lainnya yang dapat dilihat di siniYuk berkenalan dengan sahabat di dapur dengan mendaftar di www.masakapaya.com. (r/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan