Konser Amal Peduli Kanker FKKMK UGM Segera Digelar

BALIPORTALNEWS.COM – Konser amal peduli kanker yang digelar Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FKKMK UGM akan segera digelar pada 5 Mei 2018 mendatang di Auditorium Sanata Dharama Yogyakarta.

Konser bertajuk “Life, Passion and Music” diselenggarakan sebagai bentuk dukungan dan kepedulian terhadap penderita kanker. Nantinya, seluruh keuntungan akan disumbangkan untuk pembangunan rumah singgah pasien kanker dibawah naungan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Yogyakarta.

Dalam konser tersebut akan menampilkan Prof.dr.Adi Utarini, M.Sc., MPH., Ph.D., salah satu guru besar Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FKKMK UGM. Uut, sapaan akrab Prof. Adi Utarini akan tampil didampingi SKE Band, dr. Jodi Visnu, MPH., Paramaksi Plus, Putri K Larasati, Gadjah Mada Chamber Orchestra, Oldies Section Band, dan Line Dance.

Kepala Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FKKMK UGM, Prof. Laksono Trisnantoro sekaligus produser konser amal ini mengatakan hingga saat ini tiket konser amal untuk menyaksikan langsung di gedung telah terjual habis. Dana yang terkumpul mencapai 257 juta yang seluruhnya akan disumbangkan ke YKI cabang DIY.

“Meskipun tiket menonton langsung sudah habis, namun bagi pecinta musik dan dermawan dapat menyaksikan konser melalui live streaming,”jelasnya dalam konferensi pers Konser Amal Peduli Kanker di FKKMK UGM, Rabu (18/4/2018).

Konser amal peduli kanker  dapat diakses melalui live streaming dengan tarif Rp150 ribu dalam negeri dan 10 USD untuk luar negeri.  Untuk pembelian tiket menonton online dapat dilakukan melalui www.adiutarini.id.

“Akses menonton secara online ini dijual guna memaksimalkan donasi bagi YKI. Dengan membeli tiket berarti juga membantu pembangunan rumah singgah pasien kanker,” papar Laksono.

Sementara sebagai penampil utama, Uut berharap dapat berkontribusi dalam penanganan kanker khususnya di Yogyakarta. Wanita yang dalam kehidupan pribadinya dekat dengan pasien kanker ini meyakinkan masyarakat dengan membeli tiket akan mendapatkan dua manfaat sekaligus yaitu menikmati musik sembari beramal.

Pada konser nantinya Uut akan menunjukkan kepiawiannya bermain piano dalam lima babak yang menggambarkan jalan bermusik dan hidupnya dengan didampingi sejumlah musisi profesional lainnya. Selama kurang lebih 2,5 jam, pukul 19.00-21.00 WIB, dia akan tampil dalam bauran genre yang berbeda.

“Pesannya dalam konser ini adalah bergembira sekaligus berbagi bagi yang membutuhkan ,” tuturnya.

Wakil Ketua YKI Cabang DIY Sunarsih Sutaryo menyampaikan ucapan terima kasih kepada UGM yang turut berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan rumah singgah bagi pasien kanker melalui konser amal peduli kanker ini.

“Saat ini rumah singgah yang ada baru bisa untuk menampung 13 pasien kanker,” katanya.

Sunarsih menyebutkan kebutuhan akan rumah singgah  bagi pasien dan keluarganya sangat tinggi. Terlebih dalam beberapa tahun terakhir prevalensi penderita kanker terus meningkat.

Selama ini banyak pasien kanker dari luar daerah yang harus dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito dan menjalani pengobatan yang cukup lama. Oleh sebab itu kebutuhan akan rumah singgah selama menjalani perawatan cukup besar.

“Dengan konser amal ini bisa membantu mewujudkan pembangunan rumah singgah yang mampu menampung lebih banyak pasien kanker,” tuturnya. (ika/humas-ugm/bpn)

Jalan Santai & Lari 5KM Bali Pink Ribbon

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASARYayasan Pita Merah Muda Bali atau lebih dikenal sebagai Bali Pink Ribbon (BPR) mengumumkan pelaksanaan event tahunan dalam rangka penggalangan dana, Bali Pink Ribbon Fun Walk & Run yang akan berlangsung pada hari Sabtu 20 Oktober 2018 dari pukul 2 hingga 9 malam, di kawasan ITDC Nusa Dua.

Kegiatan penggalangan dana ini diperuntukkan untuk kegiatan di bidang pembinaan kesadaran kanker payudara dan skirining bagi perempuan kurang mampu di Bali dan pulau-pulau sekitar. Semua hasil penjualan tiket tahun ini akan digunakan untuk mendirikan Rumah Singgah bagi pasien yang sedang menjalani perawatan untuk kanker payudara.

Inisiatif Bali Pink Ribbon selama 10 tahun terakhir ini telah membawa dampak positif yang sangat besar terhadap perempuan dan keluarga di Bali. Melalui pemberitaan media, pelaksanaan skirining dan berbagai program untuk menjangkau masyarakat di perdesaan, BPR telah mendorong kesadaran akan kanker payudara di pulau dewata ini, bahkan hingga sampai ke wilayah terpencil.

Kegiatan Bali Pink Ribbon 5KM Fun Walk and Run, yang telah digaungkan sejak tahun 2009, selalu dilangsungkan pada bulan Oktober, yang merupakan bulan Kesadaran Kanker Payudara internasional. Penggagas yayasan ini, Gaye Warren, seorang penyintas kanker payudara asal Inggris, terinspirasi oleh berbagai event Pink Ribbon Walks yang ada di UK tempat asalnya, dan oleh sebab itu, dia memulai kegiatan serupa di Bali.

Dengan latar belakang kawasan pariwisata ITDC Nusa Dua, di seberang kompleks Bali Collection, pendaftaran dibuka pada pukul 14.00 siang dengan jalan dan lari dimulai pada pukul 16.00. Rute lari akan melalui taman Nusa Dua yang indah dan pinggiran pantai, dan memutar kembali ke lapangan tempat garis start lari.

Event lari yang terdiri dari jalan dan lari sejauh 5KM, dengan semua pelari mengenakan kostum warna merah muda, bukan hanya merupakan ajang menggalang dana, tapi juga menggaungkan kesadaran atas tujuan yayasan. Jalan-jalan di Nusa Dua akan dipenuhi oleh orang, balon, dan spanduk bernuansa merah muda, yang kesemuanya untuk kesadaran kanker payudara. Setelah jalan santai selesai, pita merah muda akan digantung pada seuntai tali, untuk mengenang mereka yang sudah meninggal akibat kanker payudara.

Selain kegiatan jalan santai, ada berbagai kegiatan lain yang bisa dilakukan, dengan food truck yang menjual makanan dan minuman dan tenda untuk di taman ITDC gardens, pojok kegiatan anak-anak, tiket raffle dan auction untuk menggalang dana dan berbagai pertunjukan musik hingga pukul 9 malam. Selain itu, pada hari tersebut, akan diberikan skrining payudara untuk perempuan secara gratis oleh dokter dari rumah sakit Prima Medika.

Bali Pink Ribbon Walk menyambut semua peserta dari seluruh pelosok Indonesia dan di semua kemampuan pelari untuk bergabung dalam jalan santai dan lari 5km yang menyenangkan. Tahun ini, diperkirakan ada 1,500 orang yang akan ikut bergabung. Tiket dijual dari harga IDR 200.000 termasuk t-shirt dan medali finisher untuk kategori lari dan IDR 150.000 termasuk t-shirt untuk jalan santai.(r/bpn)

Stop Gaya Hidup Konsumtif Dengan 3 Cara Mudah Ini

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Gaya hidup modern yang membuat aktifitas serba praktis dan bisa dilakukan dimana saja kapan saja membuat pola hidup konsumtif semakin mendapat angin. Dukungan teknologi canggih yang dengan berkembang begitu pesat semakin memudahkan gaya hidup konsumtif.

Namun disadari atau tidak, gaya hidup seperti ini memiliki efek yang kurang baik bagi keuangan seseorang. 3 (tiga) cara mudah ini dapat mengubah gaya hidup boros alias konsumtif:

!. Kebutuhan Harus Diutamakan
Utamakan kebutuhan dibanding hal-hal lain yang menurut Anda menarik. Bila kebutuhan sudah terpenuhi,belilah barang yang menurut Anda menarik atau yang Anda inginkan. Jadi yang perlu di ingat, memenuhi kebutuhan terlebih dahulu dan mengesampingkan keinginan.

2. Hindari Jalan-Jalan Terlalu Lama di Pusat Perbelanjaan
Di pusat perbelanjaan sebaiknya tidak berlama-lam cuci mata, hal seperti ini berpotensi menimbulkan keinginan berbelanja yang tidak terencana. Bila Anda melihat suatu barang yang di display sebuah toko, bisa jadi Anda langsung tertarik meski barang tersebut beum tentu ada di daftar belanjaan Anda.

3. Teliti Sebelum Membeli
Dibandingkan membeli barang berdasarkan merek, akan lebih bijak bila membeli barang berdasarkan fungsinya.
Yang tidak kalah penting, sebaiknya barang yang dibeli memang Anda butuhkan. Hindari membeli barang karena ingin dibilang keren atau sekedar ikut-ikutan. Dengan beberapa cara yang dapat dilakukan dengan mudah tersebut, semoga membuat Anda semakin mudah mengendalikan diri membeli barang yang kurang penting agar keuangan Anda selalu aman dan Stabil.(rsv/bpn)

Pemkot Denpasar Rutin Gelar Safari Kesehatan Sasar Lingkungan Banjar

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam rangka memberikan jaminan kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Denpasar bersinergi dengan The John Fawcett Foundation (JFF) serta berbagai elemen kesehatan di Kota Denpasar terus menggelar kegiatan Safari Kesehatan keliling.

Layanan Safari Kesehatan yang telah menjadi agenda rutin Pemkot Denpasar kembali menyasar lingkungan banjar di Kota Denpasar ini dilaksanakan di Banjar Tanjung Bungkak Klod, Desa Sumerta Klod, Denpasar Timur, Jumat (13/4/2018).

Hadir untuk meninjau dan menyempatkan diri untuk mengecek tensi, Plt Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara. Hadir dalam kesempatan tersebut Kadiskes Kota Denpasar, dr. Ni Luh Putu Sri Armini, Camat Denpasar Timur, Dewa Made Puspawan.

Kadiskes Kota Denpasar, dr. Ni Luh Putu Sri Armini saat mengatakan, Safari kesehatan kali ini bekerja sama dengan Puskesmas Desa Sumerta Klod sebagai pemberi pelayanan kesehatan, John Fawcett Foundation yang mengkhsusukan pemeriksaan kesehatan mata, klinik-klinik yang ada di wilayah Desa Sumerta Klod yang melayani pemeriksaan penyakit tidak menular seperti kolesterol, gula darah dan asam urat, dan Yayasan Peduli Kemanusiaan (YPK) Bali yang memberikan pelayanan psioterapi. Dalam safari kesehatan tersebut turut dilaksanakan pemeriksaan THT kepada masyarakat dan Posyandu pada balita.

“Pelayanan Safari Kesehatan sekarang ini terus meningkatkan pengobatan serta pengecekan kesehatan kepada masyarakat dengan memberikan pelayanan secara optimal dengan berbagai cara, dikarenakan pengobatan penyakit itu tidak semua harus diatasi dengan menggunakan obat, bsa juga dengan terapi, selain menjadi sarana bagi masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, safari kesehatan juga menjadi wadah edukasi untuk menjaga pola hidup sehat bagi masyarakat,” jelasnya.

Semantara Perbekel Desa Sumerta Klod, IGK Anom Suardana mengatakan, kegiatan safari kesehatan di Desa Sumerta Klod kali ini dipusatkan di Banjar Tanjung Bungkak Klod. Menurutnya, safari kesehatan terpadu keliling ini sangat bagus, dikarenakan masyarakat bisa datang langsung ke banjar-banjar di wilayah desanya untuk memeriksakan kesehatan dengan sekali datang bisa melakukan pengecekan berbagai analisa kegiatan.

“Ini sangat bagus untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat, khususnya lansia dan anak-anak, selain itu, edukasi yang diberikan tentu sangat bermanfaat dalam menjaga pola hidup sehat,” pungkasnya. (ags/humas-dps/bpn)

Jangan Rusak Keuangan Anda Dengan Gaya Hidup Hedonisme dan Konsumtif

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Hedonisme merupakan gaya hidup konsumtif yang menjadi bagian masyarakat urban. Gaya hidup hedonisme menonjolkan kesenangan, menghamburkan uang, dan kemewahan serta berfoya-foya. Gaya hidup ini biasanya diiringi dengan penghasilan yang semakin meningkat. Tidak jarang banyak orang lebih memilih berutang ketimbang menurunkan gaya hidupnya menjadi lebih sederhana.

Dikatakan hedonisme bila seseorang sudah mengejar dan menghabiskan uang banyak untuk memenuhi keinginan dan beragam objek yang membuatnya tertarik. Ragam objek yang dapat memberi kesenangan hidup misalnya makanan, fashion, tempat nongkrong, dan barang mewah.

Disadari atau tidak bila seseorang konsumtif maka memiliki dampak kurang baik bagi finansialnya. Konsumtif merupakan gaya hidup yang bersifat pemborosan. Pemborosan itu sendiri suatu perilaku yang berlebihan melampaui apa keperluan kita saat ini atau dimasa nanti.

Sewaktu memiliki daya beli, konsumtif terasa menyenangkan dan dengan mudah membeli segala sesuatu yang belum tentu dibutuhkan. Tidak menyadari perilaku konsumtif dapat menjadi kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan. Bukanlah hal yang mudah disaat gaya hidup sudah meningkat dan untuk menurunkannya perlu sedikit waktu.

Mulai saat ini sebaiknya Anda membiasakan hidup lebih sederhana, mengatur keuangan lebih bijak dan hemat. Hindari berutang hanya untuk sesuatu yang bersifat konsumtif demi memenuhi tuntutan gaya hidup yang tidak berujung.(rsv/bpn)

Selagi Muda, Jangan Tunda Mendaftar Asuransi

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Masa depan sangat wajib diatur dengan baik dan direncanakan, hendaknya sewaktu memasuki usia tua nanti, Anda menerima dan dengan tenang dapat menikmatinya. Berbagai cara bisa diusahakan guna mempersiapkan hari tua. Mulai dari membuat usaha, menabung hingga mendaftar asuransi

Sebenarnya waktu yang baik bagi seseorang mendaftar asuransi adalah sewaktu seseorang tersebut sudah terlepas dari orang tuanya. Maksud dari sudah terlepas dari orang tuanya, mereka sudah bisa dan memiliki penghasilan bagi dirinya sendiri. Saat mendaftar pada perusahaan asuransi pastikan dan pahami kesepakatan yang sesuai kebutuhan kedua belah pihak

Pilihlah asuransi yang sesuai dengan kebutuhan. Misalnya butuh asuransi mobil, pikirkan sesuai dengan apa yang bisa nantinya Anda dapatkan, perhitungkan juga berapa tahun asuransi mobil yang Anda pilih menunjang kebutuhan mobil kesayangan Anda, dan yang lebih penting cermati juga asuransi mobil tersebut bisa meliputi seluruh kerusakan, pencurian kendaraan atau hanya sebagian saja

Untuk para generasi muda saat ini tidak ada salahnya untuk memulai memikirkan bagaimana dirinya 10 tahun atau 20 tahun ke depan. Terlebih lagi bagi mereka yang sudah berpenghasilan atau sudah memiliki pasangan. Maka ketika hari tua tiba atau terjadi sesuatu di luar dugaan, Anda bisa dengan mudah melewatkannya.(rsv/bpn)

BFI RUN 2018:  Ajak Masyarakat Makin Bersemangat Hidup Sehat

BALIPORTALNEWS.COM, TANGERANG – Kesuksesan dua kali penyelenggaraan lomba lari sebelumnya yang diikuti ribuan pelari membuat PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) kembali mengadakan event lari berskala nasional bertajuk BFI RUN 2018. Lomba lari bertema ‘BFI RUN for Healthy Lifestyle’ ini diadakan seiring hari jadi ke-36 BFI Finance yang jatuh pada 7 April 2018. Lomba dimulai dan diakhiri di kawasan  Scientia Square Park, Gading Serpong, Tangerang, pada Minggu, 8 April 2018.

Dalam sambutannya, Finance Director BFI Finance Sudjono menyatakan bahwa penyelenggaraan BFI RUN 2018 merupakan bagian dari komitmen BFI Finance untuk mendukung gaya hidup sehat di masyarakat. “Menjadi sehat adalah kebutuhan dan tujuan hidup. Penyelenggaraan BFI RUN 2018 menjadi alasan kami untuk mengajak serta menularkan gaya hidup sehat,” ujar Sudjono.

Event ini menyediakan total hadiah mencapai Rp 250 juta. Rute baru lomba disiapkan untuk empat kategori, yakni half marathon 21,1K, 10K dan 10K Corporate Challenge serta kategori 5K. Selain hadiah yang lebih menarik, semua peserta BFI RUN 2018 mengenakan kaus Newton berbahan khusus yang didatangkan langsung dari Malaysia. Bahan khusus ini menjadi yang pertama kali dikenakan para pecinta lari di ajang serupa di Indonesia.

Sejak pukul 04.15 WIB para peserta sudah memasuki arena Scientia Square Park dan mulai melakukan kegiatan pemanasan Combat for Fitness Dance yang dibimbing para instruktur dari Gold’s Gym. Sebelum lomba dimulai, para peserta membakar semangat mereka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Tepat pukul 05.00 WIB event dimulai dengan melepas peserta lari dari kategori half marathon (21,1K), diikuti peserta lomba 10K pada pukul 05.30 WIB dan pelari di kategori lomba 5K pada pukul 05.45 WIB.

Business Director BFI Finance, Sutadi, menjelaskan bahwa sebagai perusahaan yang dalam kesehariannya berkutat dengan kebutuhan pembiayaan masyarakat, BFI Finance menyadari bahwa gaya hidup sehat adalah kunci dari kesuksesan karir dan kehidupan. Lomba lari ini sesuai dengan visi Perusahaan, yaitu menjadi mitra solusi keuangan yang terpercaya dengan turut berkontribusi terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat. “Karena itu ‘BFI RUN for Healthy Lifestyle’ menjadi tema yang dipilih untuk lomba lari kali ini,” imbuhnya.

Sementara Bertha Gani, Race Director RunID, menyatakan kebanggaannya karena BFI Finance kembali  menggandeng RunlD sebagai mitra race management untuk menggarap mekanisme lomba dan pencatatan waktu selama BFI RUN 2018.

Melengkapi keseruan berolahraga dan berlomba, panitia menyediakan mist shower di beberapa titik lari agar peserta dapat tetap segar, dengan menyediakan minuman Pocari Sweat untuk melindungi peserta dari dehidrasi. BFI Finance juga menggandeng Pic2Go Indonesia agar peserta lomba tidak hanya berkesempatan mengabadikan momen lari dalam bentuk foto, namun juga tersedia dalam format video. Foto dan video tersebut secara otomatis tersambung ke akun Facebook peserta.

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan peserta selama berlangsungnya BFI RUN 2018, peserta lomba mendapat jaminan asuransi dengan nilai pertanggungan hingga Rp50 juta untuk cacat tetap kematian dan penggantian biaya medikal hingga Rp5 juta. Untuk itu BFI Finance menggandeng mitra strategis yang menaruh perhatian pada perlindungan dari berbagai risiko, antara lain Asuransi ABDA, ASWATA, Asuransi Sinarmas, dan Asuransi Asoka Mas.

Seusai lomba, peserta lomba menikmati hiburan yang menampilkan sajian musik The Angel’s Percussion serta penampilan dari female DJ Nilam Puspita, penampilan manusia patung (humanoid) hingga permainan rodeo bulls dan palu godam sambil menikmati Bazaar Kuliner dari food truck yang tersebar di sekitar tempat acara berlangsung. Untuk berbelanja di food truck ini para peserta bisa memanfaatkan pembayaran menggunakan kartu Mandiri e-money senilai Rp50.000 yang sudah termasuk dalam paket lomba untuk peserta.

Di sepanjang arena turut hadir stand-stand dari para sponsor yang akan memberi layanan asuransi dan pengelolaan keuangan sesuai dengan kebutuhan para peserta. Selain itu, peserta juga bisa memeriksakan kesehatan mereka secara cuma-cuma untuk pemeriksaan gula darah dan tensi dari tim Pramita Lab. Konsep ini menggenapkan keseluruhan kemasan acara yang menawarkan ambiance yang lebih segar, muda, dan modern.

“Apapun target personal Anda, kami berharap BFI RUN akan memberikan Anda pengalaman seru, kenyamanan berlari dan kegembiraan berkumpul dengan sesama penggemar lari, dan menjadi agenda tahunan Anda,” tandas Sudjono. (r/bpn)

Seka Yoga Festival WHDI Kabupaten Badung 

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – WHDI Kabupaten Badung mengadakan Seka Yoga Festival yang diselenggarakan di jaba Pura Lingga Bhuwana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Minggu (25/3/2018). Kegiatan ini juga diikuti oleh, Ketua WHDI Badung Ni Ketut Suas Isyudayani, dan Kepala BNN Badung Made Asmini,  Ny. Rai Kompyang Swandika, Sekertaris WHDI Kade Sandra Widari.

Dalam kesempatan itu Ketua WHDI Badung Ketut Suas Isyudayani mengatakan, tujuan seka yoga festival ini adalah untuk membersihkan pikiran dan mengendalikan proses berfikir, batin menjadi damai. Selain itu untuk dapat melihat dunia dalam cahaya sejati dan untuk menerima kebenaran secara keseluruhan. Menurutnya yoga adalah cara hidup sebuah sistem yang terintregasi untuk memberi nilai manfaat pada tubuh, pikiran dan batin. Inti dasar dari yoga adalah untuk menyatukan ‘atma’ atau jiwa individu. “Yoga ini juga dilakukan serentak di sembilan kabupaten di Bali, untuk kabupaten Badung dilaksanakan di puspem badung untuk memperingati saka yoga festival menyambut hari raya nyepi,” jelasnya.

Ayu Sri sebagai pemandu yoga, dari Yayasan Markandia Yoga Indonesia menjelaskan, yoga itu untuk pembersihan diri, memasukan energi surya ke dalam tubuh yang sebelah kiri dan keseimbangan tubuh. Yoga dimulai dari pukul 06.00 sampai 07.30 pagi.(humas-badung/bpn)

Peringati Hari TBC Se-Dunia, Bali Targetkan 2030 Bebas TBC

BALIPORTALNEWS.COM – Hari Tuberkulosis Sedunia atau World TB Day diperingati setiap tanggal 24 Maret setiap tahunnya. Untuk Tingkat Provinsi Bali, Hari TBC dimeriahkan dengan Senam Kesegaran Jasmani dilanjutkan pelepasan balon oleh Gubernur Bali diwakili Pj Sekretaris Daerah Provinsi Bali, IB Ngurah Ardha bertempat di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Niti Mandala Renon, Denpasar, Minggu pagi (25/3/2018).

Ngurah Ardha mengatakan, penderita di Bali masih cukup banyak. Segala usaha sudah dan akan terus dilakukan. Melalui peringatan Hari TBC Se-Dunia ini menjadi momentum dan harapan serta segala usaha agar penderita TBC dapat segera sembuh.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya menekankan momentum peringatan ini sekaligus untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya TBC. TBC merupakan penyakit menular yang sampai saat ini sangat sulit diberantas karena selain kasusnya cukup tinggi, secara keseluruhan sulit ditemukan. Sehingga  masih cukup banyak kasus-kasus tersembunyi yang berpotensi untuk menularkan kepada orang lain.

“Kita semua berpotensi tertular, siapapun dia. Maka dari itulah dalam momentum ini kami mengingatkan bahayanya TBC ini sehingga kita bisa mengobati penderita, dan menemukan kasus yang belum ditemukan,” kata Suarjaya. Sulitnya banyak kasus yang belum ditemukan kendalanya adalah sering kali pasien dengan gejala ringan tetapi tidak mau berobat. Disisi pelayanan banyak tenaga kesehatan tidak menyadari penderita yang datang merupakan kasus-kasus TBC.

Ditambahkannya, penyakit TBC dapat dicegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat, mengupayakan diri kita tetap sehat dengan cara mengecek kesehatan secara teratur, jangan merokok, rajin berolah raga dan makan dengan gizi yang sehat dan istirahat yang cukup serta mengendalikan stress. Kebersihan lingkungan juga berperan penting dalam pencegahan, seperti ventilasi rumah dan cukup sinar matahari yang masuk.
“Sekali lagi, TBC ini bisa disembuhkan dengan berobat yang teratur. Kita terus berupaya menemukan kasus dan mengobati sampai tuntas,” kata Suarjaya.

Data estimasi jumlah kasus TBC di Bali mencapai 13.000 dan baru ditemukan 12 persen dari kasus itu. Sehingga masih sekitar 10.000 kasus yang belum ditemukan yang berpotensi menularkan ke orang lain. Dengan target menemukan 75-90 persen kasus TBC, diharapkan pada tahun 2030 kasus TBC akan tuntas.

Suarjaya berpesan, masyarakat diminta tidak mendeskriminasi atau menjauhi penderita TBC, namun harus mengobati dan menghindari kemungkinan penularan, dengan penderita tidak batuk sembarangan melainkan menggunakan penutup mulut. Penularan TBC dimungkinkan melalui batuk, bersin-bersin dan dari ludah atau dahak penderita. “Dengan perilaku hidup yang sehat kita bisa menghindari TBC ini,” katanya.

Pada peringatan Hari TBC se-Dunia ini juga dilaksanakan deklarasi Gerakan Masyarakat Menuju Indonesia Bebas TB melalui aksi “Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS)”. Gerakan masyarakat menuju lndonesia bebas Tuberkulosis bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan pemangku kebijakan dalam mendukung program penanggulangan TBC serta menempatkan TBC sebagai isu utama di semua sektor masyarakat. Selain itu penyebarluasan informasi tentang TBC kepada masyarakat akan meningkatkan pengetahuan dan kepedulian untuk mencegah penularan TBC yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga. (humas-bali/bpn)