Rai Mantra Ajak Tingkatkan Infestasi dan Integrasi SDM Melalui “Yoga”

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Serangkaian memperingati HUT Kota Denpasar ke-230, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pendidikan kepemudaan dan Olahraga bekerjasama dengan Yayasan Markandeya Yoga Indonesia serta Perkumpulan Instuktur Yoga Indonesia menyelenggarakan Lomba Yoga Asanas Tingkat SD/SMP se-Kota Denpasar, Sabtu (10/2/2018). Kegiatan ini dibuka Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, di Wantilan Pura Dalem Desa Pakraman Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan.

“Disini yang perlu kita tekankan bagaimana kita meningkatkan SDM kita tetapi tidak kehilangan akar budayanya. Bukan hanya sebatas sehat fisik semata namun perlu dibangun jiwa serta pikirannya, mind, soul, and body. Dimana yoga itu adalah untuk menyatukan pikiran, jiwa dan raga atau fisik kita,” kata Rai Mantra.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Rai Mantra yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, I Wayan Gunawan, mengajak bersam-sama orang tua, dan guru, memiliki sebuah infestasi sumber daya manusia yang berkualitas.

“Ibaratkan di medsos itu anak-anak sebagai followers. Jika kita salah memberikan petunjuk didalam memandu digitalisasi dijaman sekarang ini, kita akan kehilangan generasi atau lost generation,” ujar Rai Mantra.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan jika seseorang memiliki sebuah integritas disegala sektor seperti ekonomi, sosial, politik, agama mereka akan menjadi damai santih lan jagadhita. Sehingga generasi kita kedepan diharapkan betul-betul memiliki integritas yang baik serta tidak jauh dari ajaran Tri Kaya Parisuda. Menurut Rai Mantra, Pemkot Denpasar telah memperkenalkan pelaksanaan yoga sudah diperkenalkan ke sekolah-sekolah sejak tahun 2010 yang didasari oleh sebuah kajian yang tepat untuk para generasi kita.

“Yoga tidak akan dipengaruhi oleh unsur-unsur apapun yang berkembang di dunia maya atau dunia global, mereka akan tetap memiliki pendirian perilaku yang kuat karena sudah terbangun ahlak yang baik serta kecerdasan yang baik pula. Bukan hanya sehat jasmaninya, namun juga sehat secara rohani,” kata Rai Mantra, sembari berharap lebih banyak melakukan tindakan revolusi mental maupun pembekalan integritas agar kedepannya siswa sekolah bisa lebih baik dan konsisten.

Sementara Ketua Yayasan Markandeya Yoga Indonesia, I.G.A.N Dian Martika mengatakan, kegiatan Bali Yoga Festival ini merupakan yang kedua kalinya. Yang mana bertujuan untuk menjadikan yoga asanas sebagai ikon pembentukan karakter anak bangsa lewat jalur pendidikan.

Pihaknya berkeyakinan melalui yoga sebagai bagian dari kehidupan akan mampu membebaskan pikiran yang telah terkondisi oleh tekanan menuju kebugaran, kesehatan, kebahagiaan, dan ketenangan batin. Adapun kegiatan lomba yoga asanas ini melibatkan kategori SD sebanyak 36 peserta dan kategori SMP sebanyak 16 peserta, dan bagi pemenang panitia menyediakan piala dan uang pembinaan. (ngurah/humas-dps/bpn)

Masak Apa Ya di 2018 ?

BALIPORTALNEWS.COM – Sejak diluncurkan kembali pada Desember 2017, www.masakapaya.com telah menjadi sahabat di dapur yang setia mendampingi para konsumen khususnya para ibu untuk menghadirkan masakan-masakan lezat sekaligus memberikan pengalaman dan inspirasi memasak yang lebih menyenangkan.

Dilengkapi dengan ribuan aneka resep, mulai dari masakan rumahan hingga masakan untuk hari-hari spesial, www.masakapaya.com terus berusaha untuk menyajikan kehangatan dan hidangan lezat disetiap momen berharga bersama keluarga dan orang terdekat melalui fitur-fitur yang mudah digunakan dan telah disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Dari ribuan resep masakan yang tersedia, resep masakan rumahan praktis masih menjadi primadona bagi para ibu, seperti resep Ayam Panggang Istimewa, Donat Kampung, dan Es Buah Susu merupakan tiga resep rumahan yang paling diminati di awal tahun 2018.

Tidak hanya lezat, ketiga kreasi menu tersebut juga dapat dibuat dengan mudah hanya dengan mengunjungi www.masakapaya.com. Perpaduan antara produk berkualitas Indofood dan manfaat dari bahan-bahan pilihan, tidak hanya menghadirkan menu baru yang lezat, namun juga dilengkapi dengan nutrisi yang seimbang.

Pada umumnya, para ibu menyukai resep-resep praktis yang mudah untuk dibuat. Masakan berbahan dasar mi dan telur pun juga banyak diminati oleh para ibu seperti Mi Ayam Lada Hitam, Mi Kriuk Salut Telur, dan Telur Bungkus Bihun Kriuk. Tidak hanya itu, masakan ala restoran nan praktis seperti Non-Oven Pizza Renyah Tuna Jagung juga ikut diminati oleh para pengguna www.masakapaya.com yang didominasi oleh para ibu muda.

Selain itu, untuk mencoba resep-resep inspiratif, situs www.masakapaya.com juga dirancang dengan berbagai fitur yang mudah digunakan dan telah disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Berbagai video resep memasak, termasuk video memasak ala selebriti akan memudahkan konsumen untuk membuat hidangan mulai dari menu rumahan hingga menu acara spesial seperti saat Ramadhan, lebaran, arisan, ulang tahun, Natal, dan Tahun Baru.

Tidak hanya itu, konsumen juga dapat berinteraksi dengan nutrisionis mengenai informasi seputar gizi melalui fitur Gizipedia dan juga tidak perlu khawatir jika konsumen merasa tidak familiar dengan berbagai istilah memasak, alat yang dipakai hingga bumbu dapur, karena www.masakapaya.com dilengkapi dengan fitur Masakpedia, halaman ensiklopedia memasak yang akan memberikan berbagai informasi lengkap seputar kegiatan memasak. (r/bpn)

Damakesmas Hadir dengan Sistem “Home Care”

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Inovasi Pemerintah Kota Denpasar menyasar segala lini, tak terkecuali pada bidang kesehatan. Damakesmas (Denpasar Mantap Kesehatan Masyarakat) secara resmi diluncurkan pada tanggal 24 November 2017 bertepatan dengan Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-53. Petugas Perkesmas (Perawat Kesehatan Masyarakat) Kota Denpasar terus melakukan kunjungan dan pemeriksaan kepada masyarakat.

Damakesmas hadir di tengah masyarakat Kota Denpasar sebagai program home care di mana pelayanan kesehatan langsung jemput bola ke rumah masyarakat. Upaya ini adalah bentuk kepedulian Pemkot Denpasar terhadap pelayanan kesehatan masyarakat yang menyentuh seluruh lapisan hingga ke pelosok.

Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra saat ditemui, mengatakan bahwa ini adalah bentuk inovasi pelayanan kesehatan di Kota Denpasar. “Sistemnya home care jadi ada upaya pendampingan, ini harus terus dilakukan, apalagi aksi ini bisa menditeksi penyakit lebih dahulu sebagai upaya pencegahan,” ungkap Rai Mantra.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini mengatakan bahwa Damakesmas hadir untuk memantapkan program kesehatan yang sudah direalisasikan sebelumnya. Sebelumnya  Pelayanan pra rumah sakit (Prehospital medical services  system) di Kota Denpasar dilayani oleh 2 PSC dengan tenaga masyarakat umum yang terlatih, sudah sejak tahun 2005 sekarang sudah dilengkapi dengan tenaga medis. Program ini dimantapkan lagi dengan kerjasama antara Dinas Kesehatan, BPBD (Pusdalop dan PSC) dan Kominfo.

“Jadi ada 2 yang menjadi fokus utama dalam hal ini yaitu SPGDTS (Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu Sehari-hari) dan Perkesmas (Perawatan Kesehatan Masyarakat) yang melibatkan petugas turun langsung ke masyarakat bersangkutan,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pemeriksaan sudah dilakukan kepada penderita Penyakit Tidak Menular (PTM) dan resiko tinggi seperti Diabetes Melitus (DM), TBC, ibu hamil resiko tinggi, hipertensi, penderita skizofrenia , kurang gizi, stroke, dan gastritis kronis. Terkait dengan jumlah keluarga binaan sampai saat ini sejumlah 487 KK dengan jumlah kunjungan ke keluarga binaan sudah mencapai 475 KK. Temuan dilapangan, terdapat sejumlah kasus maternal resiko tinggi 24 penderita, anak dengan resiko tinggi 55 penderita, anak yang rawan gizi 40 orang, dan usia lanjut yang beresiko tinggi sejumlah 112.

“Upaya pendampingan yang diutamakan dalam hal ini, sebenarnya kan kami tidak menginginkan masyarakat sakit, namun kami selalu mengupayakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat menyeluruh sampai lapisan terbawah,’’ tambah dr. Luh Putu Sri Armini.

Dalam mempermudah pelayanan kesehatan masyarakat, call center 112 atau 223333 siap melayani masyarakat, petugas kesehatan akan langsung datang ke tempat masyarakat yang membutuhkan menggunakan kendaraan yang telah diserahkan oleh Walikota Denpasar Rai Mantra saat program ini diluncurkan. Harapannya, program ini mampu memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar. (dev/humas-dps/bpn)

Peringatan Hari Kesehatan Nasional: Pemkot Denpasar Resmikan Damakesmas, Germas dan Menuju UHC 2019

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pengembangan program pelayanan untuk masyarakat menuju kota yang lebih baik terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Denpasar. Setalah beberapa hari sebelumnya meresmikan layanan santunan online e-sewaka dhrama,  Jumat (24/11/2017) Pemkot Denpasar meresmikan layanan Damakesmas atau Denpasar Mantap Kesehatan Masyarakat, yang mempermudah akses pelayanan gawat darurat dan perawatan kesehatan masyarakat.

Selain Damakesmas, pada momen yang bersamaan juga diresmikan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), serta menuju UHC (Universal Health Coverage) tahun 2019 di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar, serangkaian dengan peringatan hari kesehatan nasional.

Damakesmas merupakan program inovatif yang dicanangkan walikota Rai Mantra, dimana terdapat dua kegiatan pelayanan yang disiapkan yaitu Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu Sehari-hari (SPGDTS), serta Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas).

Layanan ini terintegrasi dengan Dinas Penaggulangan Bencana Daerah Kota Denpasar serta puskesmas-puskesmas yang ada di lingkungan Kota Denpasar, untuk memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan penaganan gawat darurat, yaitu dengan menelfon ke 112 atau 22 3333, untuk kemudian diberikan pelayanan kesehatan yang langsung menuju tempat yang bersangkutan.

Sedangkan melalui Perkesmas, pemerintah memberikan perawatan kesehatan, yang dapat langsung mendatangi lokasi dari masyarakat yang membutuhkan. Sasaran dari program ini adalah PMKS keluarga-keluarga penyandang kesejahteraan social, seperti lansia terlantar, penyakit kronis dan lain sebagainya.

Untuk itu berbagai sarana penunjangnya pun sudah siap, seperti mobil ambulance kecil dan sepeda motor sehingga dapat menjangkau kediaman masyarakat.
Melalui Damakesmas Walikota Denpasar, Rai Mantra berharap dapat menekan diskriminasi akses kesehatan di masyarakat, sehingga pelayanan kesehatan dapat diakses oleh seluruh masyarakat termasuk yang kurang mampu.

“Damakesmas ini akan bekerjasama dan berkoordinasi dengan dinas Penanggulangn Bencana Daerah, yang bekerja sama dengan puskesmas di setiap kecamatan, untuk menekan diskriminasi kesehatan, menjangkau pelosok dan keluarga kurang mampu dengan sepeda motor dan ambulance,” ujarnya.

Keterjangkauan akses terhadap layanan kesehatan juga diperhatikan pemerintah dengan mendorong masyarakat untuk memiliki jaminan kesehatan BPJS. Bagi warga yang kurang mampu atau miskin, pemerintah telah memfasilitasi melalui pemberian JKN (Jaminan Kesehatan nasional) yang mana iurannya dibayarkan oleh pemerintah. Hingga saat ini sudah sebanyak 17.000 warga miskin telah memiliki JKN.

Dari jumlah tersebut Denpasar masih memiliki kuota sebanyak hamper 10.000 warga, yang mana akan menyasar masyarakat rentan miskin di Kota Denpasar. Hal ini digencarkan Peemkota Denpasar untuk Menuju UHC (Universal Health Coverage) tahun 2019.

Selain pengembangan berbagai layanan baru, untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, pemerintah Kota Denpasar juga mendorong masyarakat untuk melakukan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), yang terdiri dari beberapa hal yaitu kesadaran untuk makan makanan yang kaya serat serta rendah lemak seperti buah dan sayur, melakukan latihan fisik selama 30 menit dalam sehari, serta tidak merokok. (ran/kominfo/bpn)

Disdikpora Denpasar Gelar Lomba “Yoga Asanas”  Tingkat SD dan SMP 

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menyelenggarakan lomba “Yoga Asanas” tingkat SD dan SMP se-Kota Denpasar guna membangun karakter jasmani dan rohani secara harmoni sehingga generasi muda selalu berbudaya sehat, fleksibilitas, serta meningkatkan relaksasi dalam hidup.

Pelaksanaan lomba yang dibuka langsung Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra pada Kamis (23/11/2017) di Wantilan Pura Agung Lokanatha Lumintang. Kegiatan yang digelar selama 3 hari yakni 23-24 November dan 3 Desember 2017 ini diikuti puluhan siswa SD dan SMP se-Kota Denpasar.

Walikota Denpasar Rai Mantra mengatakan kegiatan lomba “Yoga Asanas” ini merupakan gerak tubuh yang memadukan antara olahraga, olah nafas, olah rasa dan olah pikir dijadikan satu dalam sebuah penyatuan antara jasmani dan rohani guna melatih perkembangan karakter anak ke depannya.

Ia mengatakan karakter yang melekat pada diri manusia tidak dihasilkan begitu saja, melainkan melalui suatu proses yang di mulai dengan pola pikir, pola bicara, pola laksana dan pola prilaku yang akan menimbulkan suatu karakter atau mental pada anak-anak, dan Yoga inilah salah satu jalan untuk hal tersebut.

Rai Mantra mengharapkan kepada kepala sekolah di tingkat SD maupun SMP untuk terus melakukan pembinaan-pembinaan dan kegiatan tentang yoga supaya tersebar secara cepat, menyeluruh serta tepat.

“Yoga itu jangan hanya sekadar sebagai ajang ikut-ikutan, bukan sekadar aktivitas formal dan administrasi, akan tetapi kita harus melakukan aktivitas ini untuk betul-betul merasakan kemanfaatannya untuk anak-anak,” ucapnya.

Sementara Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Denpasar, AA. Wijaya Asmara mengatakan dengan telah dikembangkannya “Yoga Asanas” sebagai kegiatan ekstrakulikuler wajib di sekolah-sekolah sejak 2015, setiap tahunnya terus diadakan Lomba “Yoga Asanas” tingkat SD maupun SMP sebagai ajang evaluasi.

“Yoga Asana tidak lagi sebagai pengenalan, namun telah dijadikan media membangun dan membentuk insan manusia yang bugar, sehat jasmani rohani, berkarakter, berbudi pekerti, serta memiliki jati diri berbasis budaya kreatif,” katanya.

Lomba “Yoga Asanas” tingkat SD dan SMP telah memasuki tahun ke 3 yang diikuti puluhan kelompok regu dengan masing-masing regu terdiri dari 10 orang peserta dari perwakilan gugus yang ada di Kota Denpasar.

Sementara salah satu peserta lomba, Sri Pratama Satwika Nanda (11) merasa senang mengkuti yoga. Siswi salah satu sekolah dasar negeri di Denpasar ini mengaku sejak kecil telah belajar yoga, untuk itu dirinya sangat antusias bisa memenangkan lomba yoga tersebut.  (eka/humas-dps/bpn)

Rai Mantra Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan dan Antisipasi DBD  

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam upaya menekan Kasus Demam Berdarah (DBD) Kota Denpasar bebas dari penyakit Demam Berdarah, Dinas Kesehatan Kota Denpasar melaksanakan pencanangan Gerakan 3M sebelum musim penularan DBD (G 3M SMP) yang dipusatkan di Desa Sanur Kaja pada, Jumat (17/11/2017) .

Pencanangan yang dibuka langsung Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya ditandai dengan penyerahan bubuk abate kepada seluruh Camat di Kota Denpasar sekaligus memberi arahan cara menjaga kebersihan dan mengajak siswa serta masyarakat mempraktekan langsung gerakan 3M.

Dalam kegiatan tersebut Walikota Rai Mantra juga sempat memfogging salah satu rumah di seputaran Desa Sanur Kaja serta memberikan hadiah berupa tabungan di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Sanur Kaja bagi siswa yang mampu mempraktekan cara-cara mencegah penyakit DBD seperti mengubur barang bekas, penyebaran bubuk abate serta menjadi juru pemantau jentik mandiri.

Penyakit DBD sudah menjadi masalah Nasional karena jumlah penderita dan kematian yang diakibatkan cukup tinggi sehingga dapat menimbulkan keresahan masyarakat terutama di Kota-kota besar termasuk Kota Denpasar. Penyakit DBD merupakan penyakit yang bersifat endemis, dimana dalam 3 Tahun terakhir kasus DBD selalu saja ada setiap tahunnya dan cenderung terjadi kejadian luar biasa (KLB).

Oleh karena itu, upaya strategis yang terbukti efisien dn efektif dalam pemberantasan penyakit tersebut adalah melalui Gerakan Mandiri Pemantau Jentik (Gema Petik) yang terus dicanangkan Pemerintah Kota Denpasar.

“Selama air tergenang dan ada larvanya maka sampai anak cucu kita akan beresiko terkena DBD. Untuk itu upaya Gema Petik ini perlu kita gaungkan, agar masyarakat selalu menumbuh kembangkan budaya bersih dan sehat,” ujar Walikota Rai Mantra saat membuka pecanangan G 3M SMP.

Dari hasil evaluasi kasus DBD di Kota Denpasar dari bulan Januari sampai Oktober 2017 sebanyak 910 kasus dengan angka kejadian (Insiden Rate/ IR) 99,53  per 100.000 penduduk. Hasil tersebut mengalami penurunan pada periode yang sama di Tahun 2016 yakni 356,20 per 100.000 penduduk dengan total kasus 2.339 orang dan angka kematian 0,72% yakni 17 orang.

Sedangkan kecamatan yang beresiko lebih tinggi tertular DBD pada Tahun 2017 yakni Kecamatan Denpasar Timur dengan IR 104,01 per 100.000 penduduk (total kasus 162 orang) dan angka kematian (CFR) 1,85% (3 orang), Kecamatan Denpasar Barat dengan IR 127,79 per 100.000 penduduk (total kasus 338 orang) dan CFR 0,29% (1 orang), sedangkan Kecamatan Denpasar Utara dengan IR 62,07 per 100.000 penduduk (total kasus 125 orang) dan Kecamatan Denpasar Selatan dengan IR 97,38 per 100.000 penduduk ( total kasus 285 orang) dengan angka kematian 0% (0 orang).

“Berpacu pada data yang ada, kasus DBD di Denpasar mengalami penurunan.Namun tidak terlepas dari hal tersebut melalui Bulan Bakti G 3M SMP ini diharapkan dapat meningkatkan Angka Bebas Jentik, membudayakan prilaku sehan dan bersih serta menekan angka penyakit DBD di Kota Denpasar,” harap Rai Mantra. (eka/humas-dps/bpn)  


Pantau terus baliportalnews.com di :

Badung Gelar Germas di Kecamatan Petang

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung menggelar kegiatan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) di Kecamatan Petang bertempat di wantilan Desa Adat Samuan, Desa Carangsari, Jumat (20/10/2017).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa beserta Pimpinan Perangkat Daerah terkait, Pemerintah Kecamatan Petang serta masyarakat Desa Carangsari. Kegiatan Germas di Petang diawali dengan olahraga bersama dengan jalan sehat mengelilingi wilayah Samuan yang diikuti siswa SD, SMP serta masyarakat Samuan, Carangsari, ada pula pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan Badung.

Pada kesempatan tersebut Wabup. Suiasa menyampaikan bahwa, Pemkab Badung secara rutin melaksanakan kegiatan olahraga bersama di masing-masing kecamatan di Badung dan kali ini dirangkaikan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang diawali di  Petang. Untuk olahraga bersama ini bertujuan disamping untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, juga untuk memupuk rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan masyarakat.

Olahraga di wilayah kecamatan ini juga sebagai upaya menjaring informasi yang faktual di lapangan, baik itu bidang pembangunan, pemberdayaan masyarakat dan lainnya, sehingga pemerintah dapat segera dapat mengambil langkah-langkah riil untuk percepatan dan kemajuan pembangunan di desa dan kecamatan di Badung.

Sementara terkait Germas ini, guna terus mendorong partisipasi masyarakat agar selalu sadar untuk melaksanakan hidup bersih dan sehat. Disisi kesehatan, pemerintah mengharapkan masyarakat akan sehat secara jesmani dan rohani.

“Melalui Germas ini kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan gerakan olahraga secara rutin, pola hidup bersih dan sehat serta menjaga lingkungan, sehingga masyarakat menjadi sehat dan umur harapan hidup masyarakat badung juga meningkat,” jelasnya.

Kabid Kesehatan Masyarakat, Diskes Badung, dr. Wayan Segara mengatakan, Germas untuk di Kabupaten Badung telah dicanangkan pada 20 Mei lalu di Puspem Badung. Kegiatan Germas saat ini merupakan kegiatan lanjutan Germas di masing-masing Kecamatan yang dimulai di Kecamatan Petang dan dilanjutkan ke Kecamatan Abiansemal, Mengwi, Kuta Utara, Kuta dan Kuta Selatan.

Germas mencakup lima aktivitas kegiatan yang perlu dilakukan masyarakat seperti, melakukan aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, pemeriksaan kesehatan rutin, bersihkan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk dan tidak merokok.(humas-badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Bhayangkari Badung Gelar Tes IVA dan Pemeriksaan Payudara

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Dalam rangka memperingati hari Kesatuan gerak Bhayangkari ke 65, Bhayangkari Cabang Badung menggelar Bakti Sosial kepada masyarakat yaitu melaksanakan tes IVA atau Infeksi Visual dengan Asam Acetat, Rabu (18/10/2017).

Kegiatan yang dilaksanakan di Klinik Polres Badung tersebut diikuti sekitar 50 masyarakat dan anggota Bhayangkari yang ingin mencegah gejala gejala Kanker Serviks dan kanker payudara.

Pemeriksaan IVA dan kanker Payudara tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Bhayangkari Cabang Badung Ny. Intan Hananta dimana Ketua Bhayangkari cabang badung ini berprofesi sebagai dokter.

Pada pemeriksaan itu, antusiasme anggota bhayangkari dan masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatan terutama pencegahan kanker serviks dan kanker payudara sangat tinggi, terlihat para ibu ibu ini mengantri untuk mendapatkan giliran pemeriksaan.

Seusai Kegiatan Ny.Intan Hananta mengungkapkan “kami Bhayangkari Cabang Badung hari ini menggelar Bhakti Sosial Pemeriksaan IVA dimana IVA merupakan cara sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin, selain itu kami juga menggelar deteksi dini kanker payudara, hal ini dilaksanakan dalam rangka Hari kesatuan gerak Bhayangkari ke-65,“ ungkap Pendamping setia Kapolres Badung ini. (guz/humas-polres.badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

FKG Unpad-Unilever Gelar Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2017

BALIPORTALNEWS.COM, JATINANGOR Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan PT. Unilever Indonesia, Tbk., melalui merek Pepsodent kembali menyelenggarakan Bulan Kesehatan Gigi Nasional Tahun 2017. Acara yang telah menginjak usia ke-7 ini akan digelar pada 25 – 27 September 2017 di Rumah Sakit Gigi dan Mulut FKG Unpad, Jalan Sekeloa Selatan No. 1, Bandung.

Acara yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini merupakan bentuk pengabdian pada masyarakat dari FKG Unpad dan Unilever. Kegiatan ini berupaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai tindakan pencegahan penyakit gigi dan mulut.

Kesehatan gigi dan mulut masih menjadi salah satu aspek yang kurang diperhatikan oleh masyarakat. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, kemampuan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut baru sebesar 8,1%. Tidak mengherankan jika kita melihat data penyakit gigi dan mulut yang dilaporkan menimpa 25,9% masyarakat.

Hal ini diperparah dengan perilaku menyikat gigi di waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat hanya dilakukan oleh sekitar 2,3% masyarakat. Padahal banyak masalah kesehatan gigi dan mulut yang dapat dicegah dengan cara menyikat gigi yang baik dan kunjungan rutin 6 bulan sekali ke dokter gigi.

Untuk itu, melalui acara BKGN 2017, akan diberikan layanan berupa pemeriksaan dan pengobatan gigi gratis kepada masyarakat. Selama tiga hari pelaksanaan, BKGN menggelar perawatan gratis untuk 1.000 pasien, dengan waktu pendaftaran dibuka mulai pukul 08.00 – 14.00 WIB.

Tindakan perawatan gigi gratis yang diberikan meliputi perawatan penambalan gigi, pembersihan karang gigi, serta pencabutan gigi untuk anak-anak maupun orang dewasa. (humas-unpad/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :