26 C
Denpasar
Selasa, 21 Agustus 2018

Walikota Rai Mantra Lepas Peserta Utsawa Dharma Gita Tingkat Provinsi

BALIPORTALNEWS.COM – Utsawa Dharmagita Tingkat Provinsi Bali kembali digelar pada pada tanggal 27 hingga 29 September di Taman Budaya Art Centre Denpasar. Pada Senin (26/9/2016) di Kantor Dinas Kebudayaan Denpasar, sebanyak 86 peserta perwakilan Kota Denpasar dilepas secara langsung oleh Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra. Pada kesempatan itu Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Plt Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Ni Nyoman Sujati, Mantan Kadisbud Kota Denpasar, Made Mudra serta sejumlah perwakilan Widya Sabha Kota Denpasar.

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra dihadapan peserta yang akan mengikuti Utsawa Dharmagita Tingkat Provinsi Bali mengatakan generasi muda hendaknya jangan sampai melupakan karya leluhur yang adiluhung. Genersi muda harus paham jati diri sebagai orang Bali yaitu seni budaya.

“Perlu juga dikaji mengenai seni, bahasa dan kebudayaan dijadikan muatan lokal disekolah- sekolah agar kedepannya tidak sulit lagi mencari bibit- bibit untuk kegiatan seperti Utsawa Dharmagita baik tingat regional maupun nasional. Pemkot Denpasar juga akan mengucurkan bonus kepada para peserta wakil Kota Denpasar yang berprestasi pada ajang Utsawa Dharmagita tingkat Provinsi Bali berupa uang pembinaan serta sertifikat yang akan berguna nanti saat anak- anak ini menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi” ujar Rai Mantra
Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan generasi muda harus bangga menjadi orang Bali dikarenakan Bali terkenal di dunia karena adat istiadat kebudayaannya, maka sudah semestinya kita mencintai dan menjaganya.

“Partisipasi generasi muda di Kota Denpasar akan terarah dengan baik karena saat Ini Pemkot Denpasar telah menyiapkan mereka untuk ikut serta sebagai Kader Pelestari Budaya yang nantinya dapat bergabung dalam Gabungan Pelestari Budaya Dunia, dengan begitu anak – anak ini akan berkesempatan dikirim ke luar negeri dan bergabung dengan volunter budaya dari seluruh dunia” ujar Rai Mantra.

Putu Suarta Wijaya, Ketua Widya Sabha Kota Denpasar, mengatakan pada pelaksanaan Utsawa Dharmagita Tingkat Provinsi Bali 2016 ini akan dilombakan total 38 kegiatan diantaranya Bidang Sloka, Bidang Kidung, Bidang Macepat, Bidang Kekawin, Bidang Palawakya, Bidang Dharma Widya, dan Bidang Dharma Wacana yang akan diikuti anak- anak, remaja, dan dewasa baik putra maupun putri.

“Kota Denpasar yang pada pelaksanaan Utsawa Dharmagita Tingkat Provinsi Bali Tahun 2015 menyabet juara umum, pada tahun ini mengirim sebanyak 86 peserta dan ditargetkan mempertahankan juara umum” ujar Putu Suarta. (esa/humas pemkot dps/bpn)  

Gali Potensi Sejak Dini, Kesenian Tradisi Bali Harus Terus Berkelanjutan

BALIPORTALNEWS.COM – Guna meningkatkan pemberberdayaan generasi muda dalam berkreatifitas khususnya dibidang seni tabuh dan tari, sehingga terwujudnya pelestarian seni budaya Bali, Desa Ubung Kaja menggelar Pentas Budaya untuk pertama kalinya, Jumat malam (23/9/2016) di Lapangan Desa Pakraman Poh Gading.

Yang mana kegiatan ini di hadiri dan disaksikan langsung oleh Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, yang pada kesempatan ini di dampingi Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Ni Nyoman Sujati dan Camat Denpasar Utara Nyoman Lodra, sekaligus membuka acara pentas budaya yang ditandai dengan pemukulan gong.

Pentas Budaya ini merupakan suatu kegiatan yang sangat bermanfaat, dikatakan sangat bermanfaat karena tugas-tugas dari sebuah Desa jelas dengan visi-misi mensejahterakan serta membangun Desa menjadi lebih baik, dimana dengan pentas budaya ini bisa menggali potensi masyarakat yang ada, ini lah hal yang sangat penting, Jadi tanpa kita mengadakan pentas budaya ini, kita tidak akan tahu potensi apa yang kita miliki di desa setempat dan potensi ini juga harus dimulai sejak dini, demikian disampaikan Walikota Rai Mantra saat sambutan beliau.

Diharapkan setiap Desa di Denpasar bisa merumuskan hal seperti ini untuk membentuk kreatifitas dari pada sekaa teruna yang ada di setiap desa dan nantinya ini akan membuat suatu kreatifitas di antara sekaa teruna di dalam kehidupan di masa mendatang sebagai bekal hidup

Lebih lanjut Rai Mantra menginginkan, kesenian tradisi Bali ini harus terus berkelanjutan, dengan membentuk sekaa-sekaa gong sejak dini di mulai dari sekaa gong anak-anak.

Dikarenakan keseniaan tradisi Bali harus terus berkelanjutan yang di mulai dari anak-anak, tentu saja generasi meuda ini harus terus di bina dan di arahkan. Dimana nantinya sekaa anak-anak ini pasti sangat di butuhkan didalam kegiatan keagamaan serta ritual di Bali khususnya Denpasar, karena masyarakat Bali tidak terlepas dari unsur tradisi.

Sementara Ketua Lembaga Pemeberdayaan Masyarakat Desa Ubung Kaja I Made Suwenda dalam laporannya mengatakan, kegiatan Pentas Budaya untuk pertama kalinya di adakan di Desa Ubung Kaja ini bertujuan untuk mewujudkan Desa Ubung Kaja yang maju, aman sejahtera dan berbudaya (Mantra Budaya) dan selaras dengan Padmaksara Kota Denpasar khususnya di bidang seni budaya. Adapun pelaksanan pentas budaya ini akan dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 23 sampai 25 September 2016 mendatang, dengan menampilkan 11 sekaa gong dari masing-masing bajar, yakni Banjar Pemangkalan, Dauh Kutuh, Binoh Kaja, Tegal Kauh, Tegal Kangin, Binoh Kelod, Batumekaem, Anyar-anyar, Pohgading, Tulangampian dan Banjar Petang Gede. (ays/humas pemkot dps/bpn)

 

 

Gubernur Dukung Pelaksanaan World Culture Forum di Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi dan mendukung dipilihnya Bali sebagai tuan rumah digelarnya acara World Culture Forum (WCF) ke II Tahun 2016 yang akan dilaksanakan mulai 10-13 Oktober 2016.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima audensi rombongan Panitia WCF yang dipimpin Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Hilmar Farid.

Lebih jauh, Gubernur Pastika menyampaikan harapannya agar WCF kali ini bisa menghasilkan kebijakan yang benar-benar menunjukan kebudayaan-kebudayaan dunia dan Indonesia khususnya, disamping juga sebagai ajang seminar umum tentang kebudayaan seperti yang sudah biasa diselenggarakan.

“WCF ini tentang ide yang besar, bukan ide yang biasa, jangan hanya diisi dengan seminar. Seharusnya WCF ini digelar rutin sepanjang tahun di seluruh kepulauan Indonesia dan Bali sebagai puncaknya, sehingga nantinya Indonesia bisa menunjukkan benar-benar bisa menjadi pusat kebudayaan dunia. Karena kita untuk saat ini memang baru bisa berkiprah di sektor budaya, kalau teknologi mungkin kita masih kalah dengan negara-negara lain,” urai Pastika seraya kembali menceritakan awal mula dicetuskannya WCF pada 2008 dengan ide memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-100 dan Garuda Wisnu Kencana (GWK) sebagai markas besarnya.

Tak sebatas itu saja, WCF yang direncanakan kala itu juga mencetuskan ide diukirnya relief kebudayaan-kebudayaan utama yang ada di dunia pada dinding diseputaran GWK.

Rencana tersebut diharapkan dapat menarik minat wisatawan ke seluruh wilayah Indonesia seiring dilaksanakan di seluruh kepulauan dengan sistem swastanisasi, namun semenjak dilaksanakan oleh pemerintah dengan model proyek, even tersebut menjadi kurang bergaung dengan perhelatan rutin semata.

Gubernur Pastika pun berharap melalui Dirjen Kebudayaan saat ini bisa membangkitkan kembali roh WCF dengan kembali  menggelarnya sesuai ide awal terbentuk even tersebut.

Even yang rencananya juga mengundang perwakilan negara-negara tetangga tersebut, juga diharapkan menjaga kualitas acara terutama pementasan seni budaya yang akan dipentaskan.

Seperti disampaikan sebelumnya oleh Hilmar Farid, bahwa perhelatan itu  rencananya akan digelar dari tanggal 10-13 Oktober 2016 dengan  agenda pawai budaya, simposium, seminar, rapat pleno, dan acara puncak digelar pada 13 Oktober 2016.

Tak hanya itu, untuk memberi ruang bagi peserta generasi muda akan digelar acara khusus  yakni Youth Forum yang akan melaksanakan kunjungan ke empat daerah di Bali yakni Penglipuran, Tenganan, Bedulu dan Bogan.

Forum WCF kali ini juga menurutnya diharapkan bisa melahirkan pembentukan panitia yang selanjutnya akan bertanggungjawab melanjutkan WCF. Forum kali ini rencananya akan diikuti sekitar 30 pembicara, dan Menteri negara-negara tetangga yang hingga saat ini menurutnya sudah melaksanakan konfirmasi sekitar 13 menteri, dan diyakini akan bertambah lagi. (r/humas pemprov bali/bpn)

Pemkab dan DPRD Tabanan Sembahyang di Gunung Salak

BALIPORTALNEWS.COM – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengungkapkan, Pemkab Tabanan senantiasa mendukung kelanjutan proses pembangunan di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Taman Sari, Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Hal itu dikatakan Bupati Eka saat persembahyangan bersama Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi dan jajaran SKPD di lingkungan Pemkab Tabanan, Kamis (22/9/2016).

Bupati Eka juga menyerahkan punia Rp 50 juta kepada panitia pembangunan, usai persembahyangan bersama di pura tersebut. Rencananya, juga akan dilanjutkan dengan bantuan secara pribadi dari Bupati Eka, guna pembangunan penyengker danapit surang.

“Sebagai umat, kita telah diberikan banyak berkah. Wajib bagi kita ingat kepada Sang Pencipta. Yang kita miliki sekarang ini hanya titipan Beliau. Ini adalah perjalanan spiritual sebagai bentuk rasa syukur kita,” ujarnya.

Bupati Eka pun mengapresiasi proses pembangunan yang sedang berlangsung di pura tersebut, yang di-empon umat Hindu dari DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat itu. Menurutnya, proses pembangunan yang terus berlanjut itu jadi cermin kesadaran umat Hindu untuk membangun kahyangan, agar selalu menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Sebelumnya, di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Taman Sari berlangsung upacara pujawali XI, yang puncaknya pada 16 September 2016, atau bertepatan dengan Purnama Katiga. Seperti yang diterangkan Manggala Prawartaka Yadnya Ida Bagus Made Ariyadi, yang turut menerima kehadiran rombongan Bupati Eka dan Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Ketut Suryadi.

Soal pembangunan yang sedang berlangsung, Ketua Umum Yayasan Giri Taman Sari Bogor, Erlangga Mantik, menjelaskan bahwa fokus kegiatan saat ini adalah pembangunan sarana dan prasarana parahyangan. Seperti pesandekan pinandita,pelinggih catus pata, tangga, wantilan, dapur, toilet, penerangan, pertamanan, dan sarana penunjang kegiatan persembahyangan, serta aktivitas lainnya. “Saat ini, kami fokus di areal mandala utama untuk mengatasi masalah resapan air,” jelas Erlangga Mantik.

Dengan kehadiran rombongan Bupati Eka dan Ketua DPRD Tabanan, serta bantuan yang diserahkan tersebut, panitia menyampaikan terima kasih. Apalagi jika bantuan untuk kegiatan pembangunan di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Taman Sari dari Pemkab Tabanan terus berlanjut. (ita/bpn)

Wagub Sudikerta Hadiri Karya Ngenteg Linggih di Pura Selonding, Pecatu

BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menghadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, Ngingkup Padudusan Agung Menawa Ratna di Pura Selonding, Desa Adat Pecatu, Jimbaran, Badung, Rabu (21/9/2016).

Sudikerta mengungkapkan, yadnya merupakan persembahan suci yang dilaksanakan dengan rasa tulus ikhlas  dan berlandaskan ajaran dharma, sesuai dengan sastra suci Hindu (Weda). Dalam pelaksanannya yadnya harus menyesuaikan dengan kemampuan masyarakat agar tidak sampai membebani dan menimbulkan masalah dikemudian hari.

Menurut Sudikerta, yadnya yang dilaksanakan dengan tulus ikhlas akan berjalan dengan baik dan lancar sehingga apa yang diharapkan dalam pelaksanaannya bisa tercapai.

“Untuk melaksanakan rasa bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, hari ini masyarakat Desa Pecatu melaksanakan Karya Memungkah,  Ngenteg Linggih, Ngingkup Padudusan Agung Menawa Ratna di Pura Selonding berjalan dengan lancar. Hal itu dilandasi dari semangat tulus ikhlas, ngayah didalam mewujudkan kesuksesan karya terebut,” ucap Sudikerta usai melaksanakan persembahyangan bersama.

Untuk itu, Sudikerta menghimbau umat untuk terus melaksanakan atau menjalankan yadnya dengan semangat tulus ikhlas agar semuanya bisa berjalan dengan lancar. Disamping itu, dalam pelaksanaan yadnya juga harus dibarengi dengan perilaku yang suci berlandaskan Tri Kaya Parisudha.

“Pelaksanaan Yadnya juga harus berlandaskan Tri Kaya Parisuda yaitu berpikir yang suci (Manacika), berkata yang benar (Wacika) dan berbuat yang jujur (Kayika). Ketiganya merupakan komponen yang merupakan etika dalam agama Hindu yang akan memberikan tuntunan dan jalan menuju pada kedamaian terhadap yadnya itu sendiri,” pungkasnya.

Wagub Sudikerta yang dalam kesempatan tersebut didampingi Staf Ahli Nyoman Sujaya, menyerahkan punia yang diterima langsung oleh Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta. (r/humas pemprov bali/bpn)

Astra, Sumbang 3 Sapi dan 7 Kambing Kurban

BALIPORTALNEWS.COM Bertepatan dengan perayaan hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah, 12 September 2016 lalu, Astra Motor bersama dengan Grup Astra Bali, menggelar kegiatan kurban bersama.

Kegiatan yang merupakan salah satu bentuk Coorporate Social Responsibility (CSR) itu, mengambil lokasi di gudang Astra Motor Jl Cokroaminoto, Denpasar, dengan menyumbangkan 3 ekor sapi, dan 7 ekor kambing yang merupakan sumbangan dari karyawan dan donasi perusahaan Grup Astra Bali, untuk dibagikan kepada kaum dhuafa, dan warga sekitar sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.

Dengan mengambil tema “Sinergi, Peduli, dan Berbagi Untuk Negeri’’, kegiatan yang melibatkan karyawan Grup Astra Bali dan warga di sekitar perusahaan dimulai dari pagi dengan pemotongan hewan kurban secara bersama-sama. Kemudian dilanjutkan mengemas potongan daging yang akan dibagikan kepada masyarakat.

Suasana kebersamaan dan keakraban terlihat dari seluruh yang hadir siang itu, secara bersama-sama menikmati makan siang. Wargapun sangat antusias mengantri dari pagi untuk mendapatkan kupon yang bisa ditukarkan dengan paket daging kurban.

Panitia Acara, Tangguh Rinekso, mengungkapkan, kegiatan itu merupakan bagian  dari Semangat Astra Terpadu untuk Indonesia (SatuIndonesia) yang merupakan langkah nyata  peran aktif untuk lebih dekat dengan masyarakat Bali.

‘’Kami berharap silaturahmi ini dapat mempererat rasa kekeluargaan dan menghidupkan rasa solidaritas serta persaudaraan,” ujar Tangguh. (ngr/bpn)

Gubernur Bali Hadiri Karya Memungkah, Pedudusan Agung, Tawur Agung Pura Dalem Gede Desa Adat Dalung, Badung

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika menghadiri puncak acara Memungkah, Pedudusan Agung, Tawur Agung Pura Dalem Gede Desa Adat Dalung, Badung, Jumat (9/9/2016).

‘’Karya ini dilaksanakan setelah rampungnya perbaikan Pura Dalem Gede. Pengerjaannya dimulai Juli 2014 dan dilaksanakan selama 11 bulan yang total menghabiskan dana sebesar Rp 4,5 miliar. Dana tersebut berasal dari sumbangan masyarakat Desa Adat Dalung yang terdiri dari delapan banjar adat dan juga sumbangan serta punia dari donator dan juga pemerintah,’’ ujar Bendesa Adat Dalung I Gusti Ngurah Sujana.

Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan karya yang di-puput oleh 16 sulinggih tersebut, sudah dimulai sejak 21 Mei 2016 dan puncaknya pada 9 September 2016 serta akan berakhir 21 September 2016.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Pastika menandatangani prasasti sebagai upasaksi peresmian pura tersebut dan juga menyerahkan dana punia yang diterima langsung oleh Bendesa Adat Dalung.

“Jangan sampai puranya saja yang bagus tapi masyarakatnya kurang paham dengan agamanya, jangan sampai kita yang minoritas ini semakin tergusur sebagai akibat kurangnya pemahaman kita terhadap agama kita sendiri,” tegas Pastika.

Karena itu, Gubernur mengharapkan masyarakat setiap hari suci melakukan persembahyangan ke pura, begitu juga anak-anak muda juga bisa berbagi atau berdiskusi disini tentang keagamaan. Ini sebut Pastika salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman tentang agama dan ajarannya.

Lebih lanjut Pastika juga berpesan kepada penyungsung pura tersebut agar tidak memberatkan masyarakatnya dalam melaksanakan upacara apapun, menurutnya jangan sampai pengeluaran upacara mengakibatkan masyarakatnya menjadi susah dan harus berhutang.

‘’Kalau ada piodalan ke depannya jangan sampai memberatkan masyarakat khususnya yang kurang mampu, kita harus bantu bersama-sama, bagi yang mampu silahkan bantu dan bagi yang kurang jangan dipaksa,” imbuh Pastika yang dalam kesempatan tersebut juga turut didampingi oleh beberapa Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Bali. (r/humas pemprov bali/man/bpn)

Gubernur Harap Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori Peka Terhadap Kondisi Sosial

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengharapkan kehadiran Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori dapat memberikan sumbangsih program yang bersifat sosial bagi kemanusiaan di Bali.

“Jadi implementasinya saya harap pasemetonan ini bisa merumuskan program yang bertujuan untuk membantu keluarga semeton yang kurang mampu, tidak hanya dalam upacara yadnya, tapi juga dalam kehidupan sosial ekonomi. Selanjutnya program tersebut agar ditingkatkan menjangkau masyarakat yang kurang mampu lainnya tersebar di seluruh Bali,” gugah Gubernur ketika memberikan sambutan dalam Pesamuhan Agung VI Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori yang bertempat di Pura Tirta Empul, Tampak Siring, Gianyar, Jumat (9/9/2016).

Melalui semangat menyama braya, orang nomor satu di Pemprov Bali ini bisa saling membantu meringankan beban yang dihadapi oleh semeton Dalem Benculuk Tegeh Kori.

Tidak hanya itu, dalam acara yang juga dihadiri oleh para sulinggih dan perwakilan puri dari seluruh Bali tersebut, Pastika juga berharap melalui Pesamuhan Agung ke-6 ini,para anggota pasemetonan ini bisa melakukan retrospeksi peran dan fungsi dalam pembinaan umat.

Ditambahkannya dengan pemberdayaan dan pembinaan agar tercipta SDM yang berkualitas demi menjaga terus warisan leluhur yang adilihung di Bali. “Kita memang harus bangga dengan perjuangan para leluhur, sebagai generasi penerus sudah seharusnya kita menjaga apa yang dirintis oleh para leluhur, dan sudah seharusnya kita juga menjadi generasi perintis dan membangun hal baru demi generasi mendatang,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pasemetonan Brigjen Pol (Pur) Drs. Nyoman Sueta, MH berharap agar pasemetonan ini yang juga sudah tersebar hingga ke Lombok, Lampung dan Sulawesi Tengah bisa lebih mengkonsolidasikan para anggotanya demi kesejahteraan umat Hindu, khususnya Semeton Agung Nararya Dalem Benculuk.

Selain itu, melalui momentum ini, diharapkan bisa dirumuskan program ke depan, mulai dari operasional Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tinggi (ART) hingga evaluasi program sebelumnya serta penyusunan kepengurusan.

Dalam kesempatan itu, Nyoman Sueta juga menyampaikan beberapa tujuan pasemetonan ini yaitu untuk mempererat hubungan kekeluargaan pasemetonan dan masyarakat pada umumnya, tingkatkan Sradha Bakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berlandaskan terhadap Tri Hita Karana, serta meningkatkan SDM yang berkualitas demi menjaga warisan budaya para leluhur.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pesamuhan ini, I Made Selamet melaporkan bahwa pesamuhan yang digelar kali ini merupakan kali ke-6 dan menjadi acara rutin tahunan yang dilaksanakan setiap 9 September.

Dia menyampaikan jika sebelum pesamuhan agung ini berlangsung juga telah diselenggarakan acara pra pesamuhan pada tanggal 4 September yang lalu bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali.

Di hadapan hadirin juga ditegaskan bahwa pesamuhan ini mutlak organisasi pemersatu umat dan tidak ada kepentingan politik sama sekali. Dalam pesamuhan tersebut juga diumumkan beberapa hal yang telah menjadi komitmen organisasi seperti mendukung pemberlakuan tax amnesty dengan catatan tidak membebankan masyarakat kecil.

Juga disampaikan revisi UU Terorisme dengan melibatkan unsur TNI juga bukan hanya polri semata dalam mencegah dan menanggulangi terorisme, mendukung pencabutan wisata syariah oleh Menteri Pariwisata untuk Bali, serta aksi penolakan privatisasi pantai oleh para pengusaha hotel maupun restoran di Bali. (r/humas pemprov bali/man/bpn)

Libur Galungan dan Kuningan, Pererat ‘’Nyama Braya’’

BALIPORTALNEWS.COM – Praktisi pendidikan, Drs. Ketut Suyastra, M.Pd., mengatakan, bagi pelajar di Bali, libur Galungan dan Kuningan bisa dimanfaatkan untuk menanamkan hal-hal yang positif kepada generasi muda Hindu secara intensif.

‘’Mengisi libur hari raya ini selama dua minggu ini, para siswa bisa diperkenalkan dengan tatanan kehidupan adat dan masyarakat Bali, mempererat ikatan kekerabatan dengan rekan-rekannya di banjar maupun nilai-nilai positif lokal genius lainnya,’’ ujar Suyastra, Kamis (8/9/2016).

Apalagi, menurut Ketut Suyastra yang juga Kepala SMAN 3 Denpasar ini, tidak sedikit dari generasi muda Bali itu hidup di perantauan (misalnya di Denpasar) alias tidak tinggal di kampung halamannya karena mengikuti orang tuanya yang bekerja di kota. Akibatnya, komunikasi dengan nyama braya (saudara-saudara) di kampung halaman tidak begitu intensif dan terkesan berjarak.

“Momentum liburan Galungan dan Kuningan itu sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk mempersempit jarak itu. Di saat itulah mereka bisa mengakrabkan diri dengan nyama braya dan berbaur dengan masyarakat desa sehingga mereka tidak merasa asing dengan lingkungannya sendiri,’’  paparnya Suyastra panjang lebar.

Suyastra menambahkan, konsep liburan dua minggu ini sangat pas. Dalam rentang waktu itu, suasana hari raya benar-benar terasa sangat kental. Mulai anak kecil, remaja hingga orang dewasa saling berbaur untuk mempersiapkan segala perlengkapan upacara menyambut hari besar agama Hindu itu.

Momen liburan Galungan dan Kuningan ini, imbuh Suyastra, juga penting bagi anak-anak untuk bersosialisasi, mendekatkan diri dengan orang tua, sanak keluarga maupun masyarakat adat lainnya.

“Tidak hanya itu, momen liburan panjang ini juga sejatinya bisa dimanfaatkan oleh desa pakraman untuk menggulirkan kegiatan-kegiatan tertentu yang berkaitan dengan peningkatan sradha-bakti kepada Tuhan, pemahaman tentang adat dan seni budaya Bali dan aktivitas-aktivitas produktif lainnya,’’ ujar Suyastra yang juga Ketua MKKS SMA Kota Denpasar ini.

Dikatakannya, seka teruna dalam mengisi hari raya Galungan dan Kuningan ini tak hanya sebatas membuat bazaar, namun juga bisa diisi dengan aktivitas produktif lainnya yang bernapaskan budaya dan spirit orang Bali dengan melibatkan tokoh-tokoh tua di masyarakat. (tis/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan