28 C
Denpasar
Kamis, 20 September 2018

Ngenteg Linggih Di Pura Taman Sekar

BALIPORTALNEWS.COM – Pembangunan Pura Taman Sekar di Banjar Tegeh, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, yang setelah dikerjakan sekitar 2,5 tahun, akhirnya rampung juga. Pada Purnama Kapat, Sabtu (15/10/2016), masyarakat setempat menggelar  upacara puncak ngenteg linggih.

Upacara tersebut dihadiri Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti beserta jajaran SKPD di lingkungan Pemkab Tabanan, juga Bupati Badung Giri Prasta.

I Nyoman Adi Wiryatama selaku manggala karya mengatakan, upacara ini dikatakan yang ketiga kali dilakukan dalam upacara ngenteg linggih. Menurutnya, upacara ini terasa bermakna, karena masyarakat dan pemerintah bersatu padu mewujudkan pembangunan yang didasari rasa persatuan dan kesatuan, serta tulus ikhlas.

“Semangat gotong-royong yang kami warisi itulah yang membuat kami bisa mewujudkan pembangunan dan upacara semegah ini,” ungkap Adi Wiryatama yang juga ketua DPRD Bali ini.

Yang hadir saat itu selanjutnya melakukan persembahyangan bersama. Bupati Eka dan Bupati Giri Prasta juga ikut menyaksikan prosesi ngenteg linggih di Pura Taman Sekar. (ita/bpn)

Bupati Giri Prasta Hadiri Nyekah Massal di Br. Tanggayuda, Bongkasa

BALIPORTALNEWS.COM Pelestarian seni, adat, agama dan budaya di Badung sudah menjadi program prioritas Pemkab Badung. Salah satu didalamnya adalah upacara pitra yadnya (nyekah massal) kedepan akan dibiayai penuh oleh pemkab Badung.

"Kalau Desa Adat maupun Banjar Adat melaksanakan nyekah bersama/massal, kami Pemkab Badung sangat mendukung.

Dan kedepan kami prioritaskan nyekah massal akan dibiayai Pemkab alias gratis," kata Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta S.Sos saat menghadiri karya Pitra Yadnya nyekah massal di Banjar Tanggayuda, Bongkasa, Abiansemal, Sabtu (15/10/216).

Bupati Giri Prasta menyadari, meskipun ada suport dari desa maupun banjar, namun saat ini masyarakat pemilik sawa masih dikenakan urunan untuk nyekah bersama ini. Dengan program nyekah bersama secara gratis ini diharapkan akan meringankan beban masyarakat khususnya yang ikut nyekah bersama. 

Selain program tersebut, kata Giri Prasta, di bidang seni budaya, adat dan agama, Pemkab badung akan mendukung dan siap membantu Pura-pura yang ada di Badung mulai Pura Sad Khayangan, Dang Khayangan, Khayangan Jagat, Khayangan Tiga, Pura Pemaksan termasuk Pura Paibon.

Selain itu sekaa-sekaa seni yang ada juga disuport demi lestarinya seni dan budaya di Badung. Bupati juga menyebutkan dalam tahun ini, pihaknya akan menggelontorkan bantuan kepada di desa adat berupa mobil untuk pecalang dan Desa dinas dibantu ambulan siaga. "Bantuan tersebut akan kami serahkan bulan desember tahun ini," tambahnya. 

Sementara Ketua Panitia Made Suka mengatakan, upacara Pitra Yadnya di Banjar Tanggayuda ini diikuti sebanyak 15 sawa. Rangkaian karya telah mulai dilaksanakan pada 1 Oktober lalu dengan matur piuning, Sabtu 15 Oktober ini upacara ngajum sekah, dan Minggu 16 Oktober merupakan puncak upacara yang didahului dengan melaspas sekah, mapurwa daksina metatah. Senin 17 Oktober nyegara gunung ke Pura Goa Lawah. (hms badung/bpn)

 

Keterangan Foto : Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta S.Sos saat menghadiri karya Pitra Yadnya nyekah massal di Banjar Tanggayuda, Bongkasa, Abiansemal, Sabtu (15/10/2016).

Karya Pujawali ring Pura Desa, Desa Adat Kampial Kuta Selatan

BALIPORTALNEWS.COMBertepatan dengan Purnama ke 4, Sabtu (15/10/2016), di Pura Desa, Desa Adat Kampial Kuta Selatan dilaksanakan upacara pujawali yang dipuput oleh Ida Pedanda Griya Pemaron Munggu, Mengwi Badung. Karya ini dihadiri langsung Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa beserta Tripitaka, Kepala Kantor Agama Kabupaten Badung Nyoman Arya, Camat Kuta Selatan Wayan Wirya, Tokoh Adat Desa Adat Kutuh, para pemangku beserta pengempon pura dan masyarakat Kampial.

Pada kesempatan tersebut Wabup Suiasa melaksanakan persembahyangan bersama untuk memohon kerahajengan dan keselamatan kepada ida Batara/betari yang meligia di pura setempat dan dilanjutkan dengan dharma wacana oleh Kepala Kantor Agama Nyoman Arya.

Wabup, Suiasa menyampaiakan,  Upacara Pujawali yang dilaksanakan ini merupakan rasa bhakti kita sebagai umat Hindu kehadapan Ida Hyang Prama Kawi agar selalu diberikan tuntunannya demi kerahajengan dan kesejahteraan umat se-dharma yang ada di Desa adat Kampial. Untuk itu menjalankan upakara yadnya hendaknya dengan rasa yang ulas asih "besar kecil upacara yang dilaksanakan akan punya makna yang sangat berarti kalau dilakukan dengan tulus iklas"  imbuhnya.

Seperti ditegaskan oleh Bendesa Desa Adat Kampial I Wayan Badra, bahwa pelaksanaan pujawali di pura Desa Desa adat Kampial bertepatan dengan Purnama ke 4 yang merupakan karya pujawali secara ngencak (kecil). Pujawali dihadiri oleh setidaknya ratusan warga masyarakat Kampial, dan penyineban dilaksanakan pada hari ini juga sekitar pukul 20.00 wita. (hms badung/bpn)

               

Keterangan Foto : Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa melaksanakan sembahyang bersama, Sabtu (15/10/2016) lalu di Pura Desa Desa Adat Kampial.

 

Wabup Suiasa Hadiri Karya Melaspas di Pura Taman Begendrasari Gerih

BALIPORTALNEWS.COM Bertepatan dengan purnama sasih kapat, Sabtu (15/10/2016), Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Suiasa, SH menghadiri karya mecaru, melaspas dan mendem pedagingan di Pura Taman Begendrasari, Desa Gerih Abiansemal.

Pada kesempatan itu Wabup. Suiasa mendem di pelinggih gedong utama, dilanjutkan penandatanganan prasasti dan persembahyangan bersama.

Wabup. Suiasa sangat mengapresiasi, pasemetonan warga bendesa Gerih se-Bali selaku pengempon Pura yang telah berhasil memperbaiki parahyangan ida bhatara Pura Taman Begendrasari ini. Terlebih krama pengempon sekaligus langsung dapat melaksanakan upacara pemelaspas.

Hal ini menurutnya sebagai salah satu dari swadarmaning agama yang patut dilaksanakan oleh masyarakat. Tujuannya tiada lain guna memohon keselamatan, dan kesejahteraan, disamping sebagai upaya meningkatkan rasa bhakti dan rasa persatuan dan kesatuan diantara krama pemaksan. Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa akan selalu mendukung dan siap membantu masyarakat kaitannya dengan seni budaya, adat dan agama.

Karena hal tersebut telah menjadi komitmen dan prioritas dari Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wabup. Ketut Suiasa dalam upaya melestarikan seni, adat, agama dan budaya yang ada. 

Manggala Karya I Wayan Wirawan mengatakan, terlaksananya karya melaspas dan mendem pedagingan ini, tidak terlepas dari selesainya pemugaran Pura Taman Begendrasari Gerih. Hal ini terlaksana, juga sudah berdasarkan persetujuan pasemetonan warga bendesa gerih se-Bali.

Dijelaskan untuk pemugaran pura telah dilaksanakan di tahun 2016 ini dan dilanjutnya upacara melaspas lan mendem pedagingan. "Karena perbaikan pura sudah selesai, kami langsung melaksanakan upacara melaspas pada purnama kapat ini. Namun untuk pujawali di pura ini dilaksanakan setiap Purnama Kedasa.

Sehingga pada purnama kedasa yang akan datang dilaksanakan karya dengan tingkatan yang lebih besar," imbuhnya. Pura Taman ini kaempon oleh sebanyak 15 ribu KK se-Bali dan luar Bali dan kebanyakan di Kabupaten Badung. Diungkapkan menurut sejarah, Pura ini dibangun pada tahun 1613 dan kembali dipugar tahun 2016 ini.

 

Keterangan Foto : Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Suiasa, SH menghadiri karya mecaru, melaspas dan mendem pedagingan di Pura Taman Begendrasari, Desa Gerih Abiansemal.

Pemkot Denpasar Terapkan Rahina Mebasa Bali Tiap Rabu, Purnama dan Tilem

BALIPORTALNEWS.COM Dalam rangka menjaga dan melestarikan budaya Bali khususnya Bahasa Bali, Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengeluarkant surat edaran nomor 434/1419/BKPP.  Dimana dalam surat edaran tersebut diwajibkan semua Kantor, Instansi, Lembaga baik pemerintah ataupun swasta wajib menggunakan Bahasa Bali setiap hari  Rabu, Rahinan Purnama dan Rahinan Tilem.  

Demikian ini disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar IB. Rahoela didampingi Kasubbag Pemberitaan  Dewa Gede Rai saat ditemui di ruang press room Kantor Walikota Denpasar, Kamis (13/10/2016).

Lebih lanjut dikatakan, didalam surat edaran tersebut semua lembaga Pemerintah, instansi  ataupun swasta diwajibkan  menggunakan Bahasa Bali dikecualikan bila menerima tamu dari luar daerah atau luar negeri. Untuk Bahasa Bali yang digunakan adalah Bahasa Bali Halus Madya.

‘’Surat edaran ini mulai dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2016 mendatang,’’ ujar Rahoela.

Walupun demikian kata Rahoela kami tidak menutup diri dengan bahasa bahasa lain seperti bahasa asing, tetapi kami harus ada suatu usaha untuk melestarikan bahasa Bali dan huruf-huruf Bali.

Agar surat edaran ini bisa berjalan dengan efektif, Walikota Rai Mantra seperti dikatakan Rahoela meminta semua tingkat Pimpinan memberikan tauladan dan contoh serta mengawasi pelaksanaanya. Apabila ada hal-hal yang belum jelas agar di koordinasikan ke Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kota Denpasar.

Jauh sebelumnya Pemkot Denpasar sudah menerapkan pemakaian busana adat Bali pada saat Rainan Purnama dan Tilem kepada semua pegawai di seluruh jajaran Pemkot Denpasar. Hal ini dimaksudkan untuk melestarikan budaya Bali yang menjadi warisan pendahulu. Apalagi Denpasar saat ini menjadi daerah satu-satunya di Bali telah tercatat sebagai anggota tetap Organisasi World Heritage City (OWHC)

Penggunaan Bahasa Bali setiap Hari Rabu, Rahinan Purnama dan Rahinan Tilem mendapat apresiasi dari Pengamat Kebudayaan I Made Mudra.

Menurutnya dengan diterbitkannya  surat edaran ini maka Kebudayaan Bali khususnya Bahasa Bali dapat di lestarikan. Ia mengatakan, Bahasa Bali salah satu unsur budaya.

‘’Jika semua orang tidak menggunakan Bahasa Bali maka jati diri kita akan hilang dan budaya Bali juga akan hilang,’’ ungkapnya.

Kalau tidak kita yang melestarikan Bahasa Bali, siapa lagi? oleh karena itu Mudra mengajak agar membiasakan menggunakan Bahasa Bali dalam pergaulan sehari-hari. Supaya semua masyarakat menggunakan Bahasa Bali pihaknya akan mengimbau semua masyarakat khususnya sanggar – sanggar untuk menggunakan Bahasa Bali setiap kegiatan.

Tidak hanya itu Mudra juga meminta masyarakat melestarikan Bahasa Bali mulai dalam keluarga. Karena Kunci kesuksesan menerapkan Bahasa Bali itu berada dalam rumah tangga. (ayu/hms dps/bpn)

Lomba Ngelawar di Festival Kerambitan #2

BALIPORTALNEWS.COM – Semarak Festival Kerambitan #2 dimeriahkan dengan berbagai lomba. Antara lain lomba mesatwa, lomba mewarnai, lomba ngelawar pada sore hari. Juga ada lomba Jegeg Bagus Kerambitan.

Salah satu lomba yang menyedot perhatian adalah lomba ngelawar, yang diikuti belasan kelompok peserta dari masing-masing desa, SMP, dan SMA di Kecamatan Kerambitan. Dalam lomba ini, masing-masing kelompok bukan hanya berusaha menyuguhkan cita rasa semata, namun juga kekompakan.

Lomba yang digelar pada sore hari itu dibuka Camat Kerambitan I Gede Sukanada. Hadir pula anggota DPRD Tabanan I Gede Suadnya Darma yang asal Kerambitan.

Sementara saat lomba berlangsung, diiringi dengan bunyi nektek atau merajang yang khas terdengar dalam proses pembuatan lawar. Ada juga kelompok yang berusaha berimprovisasi, dengan menampilkan genjek secara spontan, sehingga mengundang gelak tawa penonton.

Sistem penilaian melibatkan para juri, yang justru berasal dari masing-masing perwakilan kelompok. Setiap perwakilan akan menilai lawar buatan kelompok lain. Akumulasi dari penilaian masing-masing kelompok yang menentukan pemenang.

Pada akhir acara, kelompok dari Desa Meliling tampil sebagai juara I. Menyusul Desa Tibubiu sebagai juara II, dan Desa Batuaji juara III. (ita.bpn)

Festival Kerambitan Tampilkan Seni Budaya dan Kuliner

BALIPORTALNEWS.COM – Festival Kerambitan II bertema “Vasudeva Kutumbakam” Living in Peace and Harmony, dijadwalkan akan dibuka Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Jumat (7/10/2016). Kegiatan di Lapangan Umum Kerambitan itu akan berlangsung hingga 9 Oktober 2016.

Festival kali ini menampilkan berbagai kreasi seni budaya hingga kuliner khas desa. Bahkan sehari sebelum pembukaan, Kamis (6/10/2016) malam, warga dihibur pagelaran wayang cenk blonk.

Camat Kerambitan, I Gede Sukanada, mengatakan, masyarakat Kerambitan sebagian besar hidup bertani, sehingga Kecamatan Kerambitan tumbuh dan berkembang jadi salah satu sentra pertanian di Kabupaten Tabanan. Kehidupan berkesenian juga terpupuk dengan baik, terbukti dua kesenian yang sudah mendunia yakni okokan dan tektekan berkembang di Kerambitan.

“Kedua aspek inilah yang membentuk karakter masyarakat Kerambitan yang mempunyai semangat dalam mewujudkan harmonisasi dalam tatanan masyarakat yang menjungjung kearifan local,” ucapnya.

Festival kali kata dia sedikitnya 450 seniman akan tampil dalam pagelaran seni budaya. Tema yang diambil dalam festival kali ini “Vasudeva Kutumbukam” Living in Peace and Harmony, yang berarti kita semua adalah bersaudara.

“Misi lain di samping melestarikan seni budaya, juga meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kecamatan Kerambitan,” ujarnya.

Adapun berbagai kegiatan dalam festival tahun ini, antara lain pawai obor, pagelaran seni budaya, lomba kesenian dan tektekan, lomba mewarnai, color run, hingga hiburan rakyat. Yang jadi even unggulan adalah pesta kuliner rasa desa. (ita/bpn)

BPMD Tabanan Gelar Pelatihan Jajanan Upakara

BALIPORTALNEWS.COM – Guna meningkatkan mutu produk-produk unggulan dan kesejahteraan masyarakat, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Tabanan menyelenggarakan pelatihan standar mutu kelompok pendukung BumDesa, Kamis (6/10/2016). Kali ini pelatihan jajanan upakara, yang diikuti 108 orang peserta dari seluruh kabupaten di Bali.

Pelatihan dibuka Kasubid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat, I Made Sudira, mewakili Kepala BPMD Kabupaten Tabanan. Dikatakan, pelatihan ini merupakan pelatihan keempat, yang kali ini khusus dalam pembuatan jajanan upakara.

Dia berharap, dengan adanya pelatihan ini kelompok pendukung BumDesa dapat meningkatkan mutu produk dan memasarkan produk unggulan. “Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan standar mutu produk-produk unggulan bagi kelompok pendukung BUMDesa, khususnya yang memiliki produk unggulan jajanan upacara,” ujarnya.

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, I Nengah Suarma Putra, mengharapkan agar proses produksi industri rumah tangga (IRT) selalu memperhatikan kebersihan. Pihaknya juga berharap semua BUMDes dan badan usaha yang ada afar selalu memperhatikan produk yang dihasilkan.

“Waspadai permasalahan produk yang dihasilkan. Saya berharap jangan sampai ada masalah terkait produk. Berikan produk yang terbaik untuk masyarakat,” imbuhnya. (ita/bpn)

Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti  Penyineban Di  Pura Luhur Uluwatu

BALIPORTALNEWS.COM – Serangkaian Karya Padudusan Agung di Pura Luhur Uluwatu, yang dimulai pada Wrespati Wage Sungsang,  1 September 2016, diakhiri dengan pelaksanaan Upacara Penyineban pada Anggara Paing Pujut, Selasa (4/10/2016).

Para pemedek sejak pagi hari sudah nampak antusias mengikuti seluruh rangkaian upacara. Dalam kesempatan itu, Pemkot Denpasar juga melaksanakan kegiatan Bakti Penganyar yang dihadiri langsung Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Walikota Denpasar IGN Jayanegara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Wayan Mariyana Wandhira, Para Camat, Pimpinan SKPD dilingkungan pemerintahan Kota Denpasar serta Tokoh Msyarakat Adat Setempat.

IGN Mandala Putra, Penglingsir Puri Jro Kuta sekaligus Ketua Panitia Karya didampingi Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta mengatakan Puncak Karya Padudusan Agung Pura Luhur Uluwatu yang dilaksanakan Desa Adat Pecatu bersama Puri Agung Jro Kuta dan Puri Jambe Celagigendong  selaku pengempon telah berlangsung sejak Anggara Kasih Medangsia, 27 September 2016 lalu dan dipuput Ida Pedanda Gede Telaga dari Griya Telaga Sanur Denpasar, Ida Pedanda Ketut Putra Timbul dari Grya Menara Munggu, Badung, dan Ida Pedanda Giri Puspa dari Grya Santian Ubud.

“Pasca berlangsungnya Puncak Karya Padudusan Agung yang merupakan rangkaian upacara setiap lima tahun sekali ini, dilaksanakan upacara Bakti Penganyar yang dimulai pada Buda Umanis Medangsia, 28 September 2016 hingga Soma Umanis Pujut, 3 Oktober 2016.

Rangkaian Karya Padudusan Agung Pura Luhur Uluwatu diakhiri dengan pelaksanaan Upacara Penyineban oleh Pemkot Denpasar, dipuput oleh Ida Pedanda Gede Telaga dari Griya Telaga Sanur Denpasar. Adapun Wewalian yang ditampilkan pada Upacara Penyineban ini berupa Wewalian Santi.” ujar Mandala Putra.

Setelah melaksanakan Bakti Penganyar dengan melakukan persembahyangan bersama dengan seluruh rombongan Pemkot Denpasar serta umat yang pendek tangkil, Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra menyempatkan berbincang dengan tokoh masyarakat, dan para pemedek yang ngaturang bhakti di Pura Luhur Uluwatu.

Pada kesempatan tersebut Walikota Denpasar mengatakan dengan adanya upacara Pedudusan Agung ini nantinya dapat memberikan vibrasi positif bagi kesejahteraan umat manusia. (esa/hms dps/bpn)

 

Keterangan Foto : Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Walikota Denpasar IGN Jayanegara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Wayan Mariana Wandira dan Penglingsir Puri Agung Jro Kuta IGN Jaka Pratidnya saat mengikuti upacara Penyineban serangkaian Karya Padudusan Agung Pura Luhur Uluwatu pada Selasa (4/10/2016).

 

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
14PelangganBerlangganan