Upacara Pekelem lan Nunas Tirta di Pura Ulun Danu Beratan

BALIPORTALNEWS.COMSerangkaian Karya Piodalan Medudus Agung, Mepeselang, Medasar Tawur Balik Sumpah Madya di Pura Penataran Agung Pucak Mangu Tinggan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang Kabupaten Badung, Sabtu (12/11/2016) dilaksanakan upacara pekelem lan nunas tirta di Pura Ulun Danu Beratan. Mepekelem di Danu Beratan dilakukan oleh para Pemangku serta dihadiri Pengerajeg Karya A.A. Gde Agung yang juga selaku Penglingsir Puri Ageng Mengwi beserta pasemetonan Asta Puri. Juga hadir Sekda Badung Kompyang R. Swandika bersama SKPD Badung serta Pengempon Pura Pucak Mangu.

Sarana pakelem berupa bebek selem dan ayam selem, dengan upakara aedan penglukatan, pras daksina gede, suci dan tri gangga. Upacara pekelem dipuput Mangku Ulun Danu Beratan dan Mangku Gede Puncak Mangu. Usai pekelem, dilanjutkan nunas tirta ring tengah danu kairing ke Pura Penataran Pucak Mangu.

Puncak Karya Piodalan, Medudus Agung di Pura Penataran Pucak Mangu dilaksanakan pada Anggara Wage Matal 15 Nopember 2016 ini. Rangkaian karya telah mulai sejak (23/10/2016) lalu dengan upacara matur piuning, dilanjutkan (9/11/2016) upacara ngingsah dan nanding bagya. Pada Sabtu (12/11/2016), selain pekelem di danu beratan juga dilaksanakan upacara nuwur tirta ring Pucak Bon, Pucak Tedung, Terate Bang, Pucak Sangkur, Penataran Bukian, Tirta Empul, Tirta Pasih Batu Bolong, mendak ring tegal suci, lunga melasti ke pekebutan Bukian. Pada Puncak Karya, akan diawali dengan upacara munggah nuhur Ida Bhatara Tirta di luhur Pucak Mangu sekitar pukul 9 pagi.

Dilanjutkan upacara pemendak, kemudian Ngaturang Upacara Piodalan Mapedudusan Agung, Mepeselang dan Mepasaran di Pura Penataran Pucak Mangu. Upacara Piodalan dipuput Ida Pedanda Putra Pemaron Gria Sideman Mengwi, Ida Pedanda Kekeran Pemaron Gria Mandara Munggu dan Ida Pedanda Gde Jelantik Giri Gria Gunung Sari.

Setelah Puncak Piodalan hingga tanggal 23 Nopember akan dilaksanakan bhakti penganyaran dari masing-masing Kecamatan di Badung dan Leladan dari Desa Adat pengempon pura. Penganyaran diawali pada (16/11/2016) dari Kecamatan Kuta Selatan dan Leladan Desa Adat Bukian. Pada (17/11/2016) Penganyaran Kecamatan Kuta dan Leladan Desa Adat Nungnung. Pada (18/11/2016) dilaksanakan upacara Pengeremek yang dipuput Ida Pedanda Putra Kekeran Gria Sunia Denkayu dan Leladan Desa Adat Tiyingan. Pada (19/11/2016) Penganyaran Kecamatan Kuta Utara dan Leladan Desa Adat Auman, (20/11/2016) Penganyaran Pucak Bon, (21/11/2016) Penganyaran Kecamatan Mengwi dan Leladan Desa Adat Kiadan, (22/11/2016) Penganyaran Kecamatan Abiansemal dan Leladan Desa Adat Semanik dan pada (23/11/2016) Penganyaran Kecamatan Petang serta Leladan Desa Adat Pelaga. Sementara pada wraspati pon uye (24/11/2016) Ida Bhatara mesineb dan pada (27/12/2016) tutug bulan pitung dina. (hmsbadung/bpn)

Desa Pakraman Panjer Gelar Lomba  Bapang Barong dan Mekendang Tunggal

BALIPORTALNEWS.COMDalam rangka melestarikan serta menjaga seni dan budaya Bali, Desa Pakraman Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan akan menggelar lomba bapang barong dan mekendang tunggal yang akan diselenggarakan pada tanggal 19 sampai 20 November mendatang. Demikian disampaikan Lurah Panjer, Made Suryanata didampingi Ketua Panitia, A.A.Ngurah Eka Pratama, usai melakukan tatap muka dengan Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Jumat (11/11/2016) di kediaman Walikota.

Suryanata menjelaskan, lomba ini akan memperebutkan piala Walikota Denpasar, disamping itu lomba ini diikuti oleh 26 peserta se-Kota Denpasar. Setiap peserta akan membawakan kreasi bapang barong dan mekendang tunggal dengan durasi selama 15 menit, lomba ini akan diselenggarakan di Wantilan Pura Dalem, Desa Pakraman Panjer.

“Sejatinya lomba ini bertujuan untuk melestarikan seni dan budaya, disamping untuk menyatukan keterlibatan peran generasi muda sehingga lomba ini sebagai wadah untuk menyalurkan bakat dan seni yang dimiliki oleh generasi muda saat ini,” kata Suryanata.

Selebihnya ia mengatakan, lomba ini akan memperebutkan piala, piagam serta uang pembinaan dari panitia. Kedepannya lomba ini akan menjadi agenda tahunan bagi Desa Pakraman Panjer selain untuk mendukung visi dari Pemerintah Kota Denpasar yakni Denpasar kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan.

Walikota Rai Mantra dalam kesempatan tersebut mengapresiasi serta menyambut baik lomba bapang barong dan mekendang tunggal yang akan diselenggarakan oleh Desa Pakraman Panjer terlebih pesertanya adalah para generasi muda.

“Kita akan terus mendorong peran serta dari generasi muda untuk ikut terus melestarikan seni dan budaya Bali ini, kalau tidak mereka siapa lagi yang akan melestarikan seni dan budaya ini,” kata Rai Mantra.

Rai Mantra berharap kedepannya lomba seperti ini bisa diikuti oleh desa-desa lainnya, sehingga lomba ini merupakan  langkah nyata dalam upaya pelestarian seni dan budaya Bali.

“Melalui lomba ini, kecintaan para  generasi muda dengan warisan leluhur yang adhi luhung akan semakin meningkat serta dapat dijadikan benteng untuk menangkal pengaruh budaya barat yang semakin mengglobal,” pungkas Rai Mantra, sembari menambahkan kedepan ada desa atau banjar lagi di Denpasar yang bisa secara rutin menggelar pentas budaya seperti banjar Kayumas Kaja secara rutin tiap tahun menggelar Lomba Tari Bali, dan saat ini sudah menjadi ikon banjar Kayumas Kaja. (ngurah/hmsdps/bpn)

Dukung Karya Atma Wedana Desa Adat Kapal, Bupati Serahkan Dana Hibah Rp 450 Juta 

BALIPORTALNEWS.COM – Untuk pertama kalinya, Desa Adat Kapal, Mengwi melaksanakan karya atma wedana lan manusa yadnya (metatah dan mepetik) secara massal, pada buda pon medangkungan, Rabu (9/11/2016) di Wantilan Desa Adat Kapal. Puncak karya tersebut dihadiri oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Anggota DPR RI Komisi X, I Wayan Koster, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta, Anggota DPRD Badung asal Kapal I Nyoman Ardana, Camat Mengwi I Gst. Ngr. Gede Jaya Saputra, dari Dinas Kebudayaan, majelis madya dan majelis alit, lurah Kapal serta tokoh masyarakat Kapal.

Manggal Karya I Ketut Sudarsana didampingi Plt. Kelihan Desa Adat Kapal I Ketut Sudira menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung bersama Ketua DPRD Badung serta Bapak I Wayan Koster pada upacara atma wedana dan manusa yadnya di Desa Adat Kapal. Karya ini merupakan upacara yang pertama/perdana digelar desa adat Kapal. Diharapkan upacara ini dapat berlanjut setiap 3 (tiga) tahun sekali.

“Upacara ini dapat dilaksanakan tidak terlepas dari dukungan dari bupati badung, semoga kedepan upacara ini tetap dapat dilaksanakan tiga tahun sekali,” jelasnya.

Upacara ini terlaksana atas bantuan penuh dari dana hibah kabupaten badung tahun 2016 sebesar Rp 450 juta.

Ditambahkan, yang mengikuti upacara atma wedana/memukur sebanyak 108 sekah/puspa, metatah 291 orang dan mepetik sebanyak 151 orang, sanan mpeg 47 orang. Rangkaian karya sudah dimuali sejak (30/10/2016) lalu dengan nunas ica, pada (7/11/2016) dilaksanakan upacara ngajum sekah, (8/11/2016) memben upakara, ngrauhang sanghyang pitara dan pakala hyang. Pada (9/11/2016) Puncak Karya. Besoknya (10/11/2016) upacara nganyut dan meajar-ajar di Danu Beratan dan (11/11/2016) upacara megat sot.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan, pemerintah kabupaten badung sangat mendukung pelaksanaan upacara atma wedana dan manusa yadnya yang dilaksanakan krama desa adat Kapal ini. Menurutnya, pemkab badung saat ini telah membuat program kebijakan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat Badung.

Upacara seperti ini menjadi salah satu yang menjadi skala prioritas program pemkab badung dalam upaya pelestarian seni, adat, agama dan budaya. Selain itu Bupati menegaskan mulai tahun 2017 nanti, untuk bidang pendidikan dan kesehatan di badung akan digratiskan.

“Biaya pendidikan dan kesehatan di badung gratis. Kami pastikan tidak ada lagi pungutan di pendidikan dan di kesehatan bagi masyarakat badung yang berobat akan ditanggung penuh oleh pemerintah,” tambahnya.

Anggota DPR RI Dr. Ir. I Wayan Koster, MM juga sangat mendukung pelaksanaan upacara atma wedana dan manusa yadnya di Desa Adat Kapal, terlebih upacara ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah kabupaten badung. Kedepan diharapkan hal ini harus terus didukung penuh oleh pemerintah dalam upaya mewujudkan pelestarian seni, adat, dan budaya di Bali. (hmsbadung/bpn)

Keterangan Foto : Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Anggota DPR RI Komisi X, I Wayan Koster dan Ketua DPRD Badung I Putu Parwata saat menghadiri karya atma wedana lan manusa yadnya di Wantilan Desa Adat Kapal, Rabu (9/11/2016)

 

Karya Medudus Agung, Mapeselang 15 November di Pura  Pucak Mangu

BALIPORTALNEWS.COMKarya Piodalan Medudus Agung, Mepeselang Medasar Tawur Balik Sumpah Madya di Pura Penataran Agung Pucak Mangu Tinggan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang Kabupaten Badung akan dilaksanakan pada Anggara Wage Matal 15 Nopember 2016. Hal tersebut disampaikan Pengerajeg Karya yang juga Penglingsir Puri Ageng Mengwi AA Gde Agung, Minggu (6/11/2016).

Menurut Bupati Badung Ke -11  periode 2005-2015  ini, bahwa  Ida Bhatara Puncak Mangu  sebagai perlambang perwujudan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang diyakini oleh Umat sedharma sebagai tempat untuk menghaturkan rasa Bhakti atas segala nikmat, karunia dan kesejahteraan yang dilimpahkan beliau kepada alam semesta beserta isinya. Untuk itulah dipandang penting untuk menyampaikan informasi secara meluas agar umat sedharma yang ayat menghaturkan bhakti mengetahui secara jelas setiap rangkaian kegiatan dari upacara piodalan di Pura Pucak Mangu, ujarnya

Selanjutnya berkenaan dengan Rangkaian Karya Piodalan Medudus Agung Ida Bhatara Tirta di Pura Sad Khayangan Luhur Pucak Mangu ini menurut Gde Agung telah mulai dilaksanakan Sejak  Redite Umanis Merakih (23/10/2016) lalu dengan upacara matur piuning. Selanjutnya Pada buda pon medangkungan (9/11/2016) akan dilaksanakan upacara Ngingsah dan Nanding Bagya.

Eedan karya kemudian dilanjutkan pada Saniscara umanis medangkungan (12/11/2016) dengan nuwur tirta ring Pucak Bon, Pucak Tedung, Terate Bang, Pucak Sangkur, Beratan, Penataran Bukian, Tirta Empul, Tirta Pasih Batu Bolong, Pelekem Pura Ulun Danu Beratan, mendak ring tegal suci, lunga melasti ke pekebutan Bukian. Puncak Karya pada anggara wage matal (15/11/2016) yang diawali dengan upacara munggah nuhur Ida Bhatara Tirta  di luhur   Pucak Mangu sekitar Pukul 9 pagi, dilanjutkan upacara pemendak kemudian dilanjutkan dengan Ngaturang  Upacara Piodalan Mapedudusan Agung, Mepeselang dan Mepasaran. Upacara Piodalan akan dipuput Ida Pedanda Putra Pemaron Gria Sideman Mengwi, Ida Pedanda Kekeran Pemaron Gria Mandara Munggu dan Ida Pedanda Gde Jelantik Giri Gria Gunung Sari.

Ditambahkan, sehari setelah Puncak Piodalan hingga tanggal 23 Nopember akan dilaksanakan bhakti penganyaran dari masing-masing Kecamatan di Badung dan Leladan dari Desa Adat pengempon pura. Penganyaran diawali pada (16/11/2016) dari Kecamatan Kuta Selatan dan Leladan Desa Adat Bukian. Pada (17/11/2016) Penganyaran Kecamatan Kuta dan Leladan Desa Adat Nungnung. Pada Sukra Paing Matal (18/11/2016) dilaksanakan upacara Pengeremek yang dipuput Ida Pedanda Putra Kekeran Gria Sunia Denkayu dan Leladan Desa Adat Tiyingan. Pada (19/11/2016) Penganyaran Kecamatan Kuta Utara dan Leladan Desa Adat Auman, (20/11/2016) Penganyaran Pucak Bon, (21/11/2016) Penganyaran Kecamatan Mengwi dan Leladan Desa Adat Kiadan, (22/11/2016) Penganyaran Kecamatan Abiansemal dan Leladan Desa Adat Semanik dan pada (23/11/2016) Penganyaran Kecamatan Petang serta Leladan Desa Adat Pelaga. Sementara pada wraspati pon uye (24/11/2016) Ida Bhatara mesineb dan pada anggara umanis wayang (27/12/2016) tutug bulan pitung dina.

Demi lancarnya pelaksanaan karya Piodalan yang puncaknya akan dilaksanakan pada tanggal 15 november 2016 ini, A.A. Gde Agung juga menyampaikan informasi bahwa bagi umat sedharma  dimanapun berada yang hendak menghaturkan ayah-ayahan lan bhakti guna memohon keselamatan dan kerahayuan diharapkan dapat tangkil sesuai dengan eedan karya sebagimana yang telah diuraikan tersebut diatas. (hmsbadung/bpn)

Keteranggan Foto : Penglingsir Puri Ageng Mengwi AA. Gde Agung

Metatah Massal HUT Ke-523 Kota Tabanan

BALIPORTALNEWS.COM – Pemkab Tabanan bersama Yayasan Siwa Murti dalam melakukan aksi sosial, yakni metatah massal dan pewintenan saraswati secara gratis, di Wantilan Desa Pakraman Bedha, Desa Wanasara, Kecamatan Tabanan, Minggu (6/11/2016).

Metatah massal serangkaian memperingati HUT ke-523 Kota Tabanan itu mendapat sambutan antusias. Pesertanya mencapai 800 orang, termasuk Camat Penebel, IPA Hendra Manik (41).

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Ketua Umum Yayasan Siwa Murti Jero Mangku Made Subagia, para anggota DPRD, dan seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Bupati Eka mengatakan, kegiatan metatah ini kembali dibuat di Tabanan, karena masih banyak umat yang perlu diberi perhatian, khususnya manusa yadnya. Selain metatah, masyarakat Hindu Bali wajib hukumnya melaksanakan upacara mawinten.

Berikutnya, pengobatan sekala niskala dari Yayasan Siwa Murti akan dikonsepkan dengan mobil sehat. “Konsep pengobatan sekala niskala, untuk medisnya akan ada mobil sehat. Saya sudah pernah berhasil membawa mobil sehat di Tabanan, dan ini bisa dibawa ke luar,” ujarnya.

Sementara Camat Penebel, Hendra Manik, mengatakan, keputusannya mengikuti metatah massal ini adalah dari rasa nyaman dan kebersamaan. “Sebelumnya saya bersama keluarga sudah tiga kali berencana melakukan acara metatah, tetapi selalu ada halangan. Mungkin ini sudah jalannya, saya metatah dalam acara ini, bersama-sama dengan masyarakat,” ujarnya.

Sementara Adi Wiryatama pun mengapresiasi kegiatan tersebut. “Saya mewakili rakyat Bali mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Tabanan dan Yayasan Siwa Murti. Kegiatan ini sangat bermakna bagi masyarakat kita di Bali,” ujarnya.

Acara metatah massal diikuti 150 orang peserta, sedangkan acara mewinten 650 orang peserta. Dalam acara tersebut dirangkai dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada peserta metatah dan mewinten, serta pembagian sembako bagi keluarga yang tidak mampu. (ita/bpn)

Tampil Memukau Gong Kebyar Wanita Duta Kuta Selatan dan Mengwi

BALIPORTALNEWS.COMDalam ajang Festival Seni Budaya Kabupaten Badung yang ke-10 tahun 2016, setelah pementasan lomba Angklung Kebyar selama tiga hari yang dipusatkan di Jaba Pura Lingga Bhuwana dilanjutkan dengan pementasan Gong Kebyar Wanita duta masing-masing Kecamatan. Sabtu (5/11/2016) malam mempertemukan Sekaa Gong Wanita duta Kecamatan Kuta Selatan yang diwakili Sekaa Gong Wanita Asti Pradnyaswari Desa Adat Bualu Kelurahan Benoa dengan duta Kecamatan Mengwi yang diwakili Sekaa Gong Wanita Giri Putri br. Guming Desa Penarungan.

Kedua sekaa gong wanita tampin memukau penonton. Dengan Tim Juri I Ketut Wijana, I Nyoman Sudiana, I Gede Yudarta, Ida Ayu Trisnawati dan Ni Komang Sri Wahyuni.

Penampilan kedua Sekaa Gong Wanita ini menjadi tontonan yang menarik bagi pengamat seni dan para penonton yang memadati pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung.

Tampak hadir menyaksikan penampilan kedua Sekaa Gong ini, Kadis Kebudayaan Kabupaten Badung IB. Anom Bhasma, Ny. Kristiani Suiasa, Camat Kuta Selatan I Wayan Wirya, Camat Mengwi I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra serta pengamat Seni dan Seniman di Kabupaten Badung.
Sekaa Gong Wanita Asti Pradnyaswari yang merupakan duta Kecamatan Kuta Selatan mendapat kesempatan tampil pertama dengan membawakan tabuh kreasi Pepanggulan “Sudamala” dengan penata Kerawitan I Wayan Sudiksa serta Pembina I Made Adnyana dan I Made Sumastra, Tari “Sekar Jepun” dengan pembina Tari Ni Made Ratna Juwita dan Pembina I Made Adnyana, I Made Sumastra, I Komang Sendra, I Wayan Astawa, Made Adi Winata serta I Ketut Suastika dan Tari “Wiranata” dengan pembina Tari Ni Made Ratna Juwita dan Pembina Tabuh I Wayan Sudiksa, I Made Adnyana, I Made Sumastra serta I Made Mudiana.  Sedangkan Kecamatan Mengwi yang diwakili Sekaa Gong Giri Putri menampilkan Tabuh Lelambatan “Giri Putri” dengan pembina Tabuh I Wayan Widia, I Wayan Griya, I Wayan Ariawan dan I Made Adi, Tari “Sekar Jepun” dan Tari “Wiranata” pembina Tabuh I Wayan Widia, I Wayan Griya, I Ketut Lanus dan Ngurah Sutanaya Wisnawa dengan pembina Tari Ni Nyoman Budawati. (hmsbadung/bpn)

Keterangan Foto : Sabtu (5/11/2016) malam mempertemukan Sekaa Gong Wanita duta Kecamatan Kuta Selatan yang diwakili Sekaa Gong Wanita Asti Pradnyaswari Desa Adat Bualu Kelurahan Benoa dengan duta Kecamatan Mengwi yang diwakili Sekaa Gong Wanita Giri Putri br. Guming Desa Penarungan.

Bupati Giri Prasta Hadiri Piodalan di Pura Puseh Angantaka

BALIPORTALNEWS.COMHampir tidak pernah ada waktu libur bagi pemimpin di Kabupaten Badung. Meski Sabtu dan Minggu tidak ngantor, Bupati maupun Wakil Bupati tetap melakukan aktivitas untuk melayani krama Badung.

Selain secara rutin menerima masyarakat yang audiensi di rumah jabatan atau di Puspem, Bupati dan Wabup juga senantiasa hadir disetiap kegiatan/upacara yang dilaksanakan masyarakat termasuk mensuport pemuda dengan hadir dalam perayaan HUT Sekaa Teruna. Hal ini membuktikan hadirnya Pemimpin Badung ditengah-tengah masyarakatnya.

Seperti agenda Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta pada Sabtu (5/11/2016) malam. Selain menghadiri HUT Sekaa Teruna di Desa Pererenan. Bupati asal Desa Pelaga, Petang ini juga menghadiri tigang rahina Piodalan di Pura Puseh Desa Adat Angantaka, Abiansemal meski hujan mengguyur.

Kehadiran Beliau disambut anggota DPRD Badung Ponda Wirawan, Camat Abiansemal Putu Ngr. Thomas Yuniarta, Bendesa Adat Angantaka Ida Bagus Ngurah, tokoh dan masyarakat setempat.

Sebelum melakukan persembahyangan, Bupati yang dikenal sangat merakyat ini berbaur bersama masyarakat Angantaka menonton pementasan lawak bali Celekontong Mas yang sangat menghibur. Tampaknya Beliau sangat menikmati, sesekali tertawa lepas bersama penonton lain melihat kelucuan dari Sengap Cs hingga selesai.

Usai menyaksikan lawak Bali tersebut, Bupati melakukan persembahyangan bersama guna bersama-sama masyarakat memohon keselamatan dan kesukertan (kesejahteraan). Beliau juga menyerahkan dana punia sebesar Rp. 50 juta guna mendukung pelaksanaan yadnya tersebut.

Pada kesempatan itu, Bupati Giri Prasta menyampaikan apresiasi dan sangat mendukung pelaksanaan piodalan di Pura Puseh Angantaka. Menurutnya, seni, adat, agama dan budaya sudah menjadi skala prioritas pembangunan di Kabupaten Badung. Untuk itu, Pemkab Badung akan sangat komit urusannya dengan pelestarian seni, adat, agama dan budaya tersebut.

“Wujud konkrit dalam pelestarian tersebut, kami akan mendukung dan membantu segala kegiatan/aktivitas termasuk sarana prasarana dan infrastruktur yang berurusan dengan budaya, karena seni, adat dan agama pondasinya adalah budaya dan segala pembangunan di Badung pondasinya adalah budaya,” jelasnya.

Selain itu khusus di Angantaka, Bupati akan membantu pembangunan wantilan di Pura Puseh Angantaka di tahun 2017. Juga akan mendukung pelaksanaan karya ngusaba desa lan ngusaba nini di Pura Puseh Angantaka yang akan dilaksanakan pada tahun 2018 nanti. (hmsbadung/bpn)

Keterangan Foto : Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta pada Sabtu (5/11/2016), menghadiri tigang rahina Piodalan di Pura Puseh Desa Adat Angantaka, Abiansemal.

Kegiatan Festival Seni Budaya Badung ke-10, Diawali Lomba Angklung Kebyar Antar Kecamatan se-Badung

BALIPORTLANEWS.COMDalam ajang Festival Seni Budaya Kabupaten Badung yang ke-10 tahun 2016 dilaksanakan berbagai kegiatan atau pentas seni yang dipusatkan di jaba Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung.

Setelah dibuka oleh Bupati Badung, Selasa (1/11/2016) lalu di depan Pura Taman  Ayun, Mengwi, Festival seni budaya diawali dengan lomba Angklung Kebyar Antar Kecamatan se-Badung dan berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Lomba Angklung di hari pertama, Rabu (2/11/2016) malam mempertemukan sekaa angklung duta Kecamatan Kuta Selatan yang diwakili Sekaa Angklung Kebyar Gita Swastika Desa Adat Tengkulung, dengan duta Kecamatan Mengwi yang diwakili Sekaa Angklung Kebyar Suara Santhi Desa Munggu.

Penampilan kedua Sekaa Angklung ini sangat memukau dan menjadi tontonan yang menarik bagi pengamat seni dan para penonton yang memadati jaba Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung.

 Tampak hadir menyaksikan penampilan kedua Sekaa Angklung ini, Kepala Dinas Kebudayan Kabupaten Badung I B Anom Basma, Camat Kuta Selatan I Wayan Wirya, Camat Mengwi I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra serta Pengamat Seni dan Seniman di Kab Badung. Sekaa Angklung Kebyar Gita Swastika mendapat kesempatan tampil pertama dengan membawakan tabuh kekelentangan “Kamoksan”, Tari Oleg Tamulilingan serta Tabuh Kreasi Angklung Kekebyaran “Lancut Kaulu”.

Tak mau kalah dengan Kuta Selatan, duta Mengwi Sekaa Angklung Kebyar Suara Santhi Desa Munggu menampilkan tabuh kekelentangan “Galang Kangin”, Tari Oleh Tamulilingan dan Tabuh Kreasi Angklung Kekebyaran “Banyu Milir”. Tim juri terdiri dari I Wayan Suweca, I Nyoman Sudana, I Made Suardika, Cok Istri Putra Padmini dan I Ketut Sriada.

Untuk hari kedua, Kamis (3/11/2016) akan tampil Sekaa Angkulng Kebyar duta Kecamatan Abiansemal dengan Kecamatan Petang. Sementara dihari ketiga, Jumat (4/11/2016) tampil duta Kecamatan Kuta dengan Kuta Utara.

Di sela-sela pementasan, Kadis Kebudayan I B Anom Basma mengatakan bahwa Lomba Angklung Kebyar di Kabupaten Badung akan tetap dilombakan pada festival seni budaya Badung. Karena angklung merupakan salah satu sarana upacara keagamaan yang patut dilestarikan.

“Di Badung ini angklung tetap kita butuhkan terutama dalam prosesi upacara Pitra Yadnya serta kegiatan lain,” jelasnya.

Ditambahkan keberadaan seni budaya di Badung sudah menjadi prioritas dari Bupati dan wakil bupati badung. Hal ini dibuktikan, atas kebijakan bupati badung di tahun ini dalam anggaran perubahan 2016, Dinas Kebudayaan menganggarkan 4 (empat) barung Angklung diberikan kepada masyarakat.

“Keberadaan Angklung di Badung, hampir disetiap Desa ada, sedangkan di Banjar mungkin masih setengah yang memiliki angklung kira-kira 300 sekaa, dari 545 banjar yang ada. Diharapkan kedepan semua Banjar di badung  memiliki angklung dan baleganjur, sehingga kalau ada upacara keagamaan seperti upacara pitra yadnya mereka tidak perlu lagi ke tempat lain mencari Angklung,” tambahnya.

Sedangkan  untuk seniman dan pelaku seni di Badung, Bupati juga telah membentuk sebuah lembaga yakni Listibiya yang merupakan himpunan dari seniman-seniman di badung yang berperan di dalam melakukan pembinaan terhadap seni tari dan seni tabuh serta pelestarian budaya di badung. (hms badung/bpn)

Keterangan Foto : Salah satu atraksi sekaa angklung dalam Festival Seni Budaya Badung ke-10 di depan Pura Taman  Ayun, Mengwi, Rabu (2/11/2016) malam.

Semarak Festival Seni Budaya Ke-10

BALIPORTALNEWS.COMMasyarakat kabupaten Badung memadati kawasan Pura taman Ayun, Mengwi untuk menyaksikan pawai kesenian dalam rangka pembukaan Festival Seni Budaya ke 10 kabupaten Badung tahun 2016. Mesti sedang dalam keadaan hujan gerimis.

Acara tahunan yang  kalai ini mengusung tema “Sarwatra, Sanni Buddhaya Uttama Jayamahe” yang berarti “Dimana pun seni budaya merupakan kejayaan utama” dibuka langsung Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Selasa (1/11/2016) ditandai dengan pelepasan panah yang berkalaborasi dengan sanggar pancer langit

Turut mendapingi Giri Prasta, Wabup Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata. Hadir pula pimpinan berserta anggota DPRD Badung, Nyonya Seniasih Giri Prasta, Nyonya Kristiani Suiasa, Ny. Kompyang R. Swandika, Pimpinan SKPD, Pimpinan Forum Komunikasi Badung, Camat se-Badung,  pelaku pariwisata serta stake holder lainnya.

Dalam sambutnya Giri Prasta, mengemukakan, kebudayaan dan seni adalah jiwa dalam pembangunan di kabupaten Badung sebagaiman ajaran Tri Sakti Bung Karno. Yaitu berdaulut dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, berkepribadian dalam bidang budaya.

“Budaya adalah pondasi dari kepribadian bangsa. Segala pembangunan khususnya di Kabupaten pondasinya adalah budaya,”  tegas mantan Ketua DPRD Badung ini.

Untuk meningkatkan seni budaya, lanjut dia, pihaknya akan menghidupkan Listibya dan akan dikukuhkan bertepatan puncak HUT Mangupura.

Berkenaan dengan peningkatan seni budaya, tambah Giri Prasta, telah diselesaikannya RPJMD semesta berencana dengan lima program prioritas diantaranya membangun seni dan budaya.

Selain itu, pada tahun 2017 juga akan bangun panggung pemuda budaya. Sehingga pelaku seni di Badung memiliki tempat untuk bekreasi. Termasuk para sanggar akan dibantu agar terua tumbuh dan berkembang. Tidak hanya itu, Bupati asal Desa Pelaga ini juga mengatakan, ke depan Krama ada maupun Banjar tidak lagi dibebankan dengan iuran untuk membeli peralatan gamelan, karena semua akan ditanggung pemerintah.

Berkenaan dengan pelaksanaan Festival, Giri Prasta menginginkan pelaksanaan Festival harus terus ditingkatkan, sehingga para seniman dan masyarakat yang terlibat benar-benar memanfaatkan dengan baik dan menikmati segala seguhan yang ditampilkan dan festival. “Kedapan saya menginginkan kegiatan ini terus ditingkatkan agar lebih baik dan lebih baik lagi untuk para seniman dan masyarakat Badung,” kata Giri Prasta.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung, Ida Bagus Anom Bhasma, mengatakan, pembukaan Festival Seni Budaya ke 10 Kabupaten Badung yang dirangkai Perayaan HUT ke 7 Kota Mangupura dimeriahkan seribu seniman. Baik seniman Badung maupun daerah lainnya yang turut berpartisipasi. “Sedikitnya ada seribu-an seniman yang terlibat dalam pawai pembukaan. Baik seniman Badung dan daerah lain yang berpartisipasi, seperti tabanan dan kabupaten Kediri Jawa Timur,” kata Anom Bhasma.

Tingginya partisipasi para seniman, khusunya di Badung sebagai bukti bahwa kesenian di Badung tetap berkembang. Selain itu, juga menjadi bukti semangat berkesenian tidak hanya semata-mata dari segi materi.

“Ini membuktikan semangat berkesenian, kami berharap kedepannya semangat berkesenian makin berkembang pesat dimasa mendatang,” harapnya sebagaimana sesuai tema yang diusung “Sarwatra, Sanni Buddhaya Uttama Jayamahe” yang berarti “Dimana pun seni budaya merupakan kejayaan utama”

Dipilihnya Taman Ayun Sebagai lokasi pembukaan Festival Seni Budaya 10 Tahun 2016 dan Peringatan HUT 7 Kota Mangupura, kata Anom Bhasma, mengingat Taman Ayun sebagai warisan budaya dunia yang banyak dikunjungi wisatawan. Dengan demikian, sebutnya, maka kesenian yang akan ditampilkan banyak diketahui oleh para wisatawan.

Adapun pawai pembukaan menampilkan Tabuh-tabuh lelambatan, demonstrasi dan pamreann lukisan, Balangan Barong oleh Sanggar Budaya Mangu Samcaya Puri ageng Mengwi, penampilan Okokan Kediri Tabanan serta Partisipasi Dinas Kebudayaan Kabupaten Kediri Jatim.

Festival Seni Budaya akan digelar dari 1 hingga 16 Nopember mendatang, bertepatan dengan puncak peringatan HUT Kota Mangupura. Berkenaang dengan peringatan HUT Mangupura, telah berlangsung pula pesta rakyat yang digelar di enam kecamatan di kabupaten Badung. (hms badung/bpn)

Keterangan Foto : Bupati Giri Prasta didampingi Wabup Suiasa dan Ketua DPRD Putu Parwata membuka  Festival Seni Budaya ke 10 Kabupaten Badung tahun 2016 ditandai dengan pelepasan panah, Selasa (1/11/2016) di Pura Taman Ayun.