29 C
Denpasar
Kamis, 18 Oktober 2018

Denfest ke-9 Dibuka Hari Ini, Tampilkan Parade Anak

BALIPORTALNEWS.COMDenpasar Festival (Denfest)  ke-9 hari ini Rabu, (28/12/2016) dibuka dengan berbagai penampilan seni yang melibatkan ribuan seniman Kota Denpasar. Sesuai dengan tema ‘’Padmaksara’’ Denpasar Festival tahun ini tampil beda dari tahun sebelumnya. Apalagi tahun ini Denpasar Festival telah masuk kedalam kalender event nasional dan telah dilaunching oleh Kementerian Pariwisata di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

”Arah untuk semakin memantapkan Denpasar Festival sebagai event berskala nasional bahkan internasional terus dilakukan  Pemkot Denpasar dengan menyiapkan konten – konten berkualitas dan zonasi yang bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” ujar Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar IB. Rahoela saat ditemui Selasa (27/12/2016).

Dalam pembukaan hari ini, ribuan seniman akan tampil dengan membawakan berbagai garapan seni termasuk  berbagai parade anak-anak yang mengekspresikan keriangan dan kegembiraan dalam memaknai Denpasar  sebagai Smart City, Kota Kreatif dan Kota Pusaka. Tidak hanya itu dalam pembukaan juga menampilkan Inagurasi Padmaksara dimana para penari menyeruak dari 8 penjuru dengan membawa instalasi yang berbentuk telur dengan menggunakan payung sebagai simbolisasi pemaknaan bunga lotus sebagai pemaknaan terhadap terbentuknya dunia yang masih kosong dengan pengetahuan yang terus bertumbuh. Sebagai bentuk kontemplasi, perenungan terhadap lahirnya pengetahuan yang terbaru yakni kreativitas tanpa batas. Dari instalasi ini kemudian muncul penari yang melambangkan sifat-sifat kepemimpinan (Asta Brata).

Penari menari sedemikian rupa membentuk koreografi berputar mengelilingi Catur Muka sebagai perlambang kreativitas yang terus bergerak. Munculnya penari yang membawa busur dan anak panah yang diserahkan ke  Walikota. Selanjutnya anak panah dilepaskan pada bidang yang telah disiapkan dan serahkan anak panah melesat muncullah logo Denfes ke-9, Padmaksara sebagai penanda pembukaan Denpasar Festival ke-9.

‘’Meriahnya Denpasar Festival tahun ini masyarakat bisa melihat menikmati secara langsung dengan datang saat pembukaan,’’ ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan dalam Denfes tahun ini akan dilakukan perubahan zonasi – zonasi yang ada meskipun tidak di rubah secara total namun sangat mendasar dan yang menjadi titik pusat adalah Catur Muka.   Untuk zonasi di kawasan Jl. Veteran akan dipusatkan kegiatan bertemakan “Heritage”. Di sana akan ditampilkan pagelaran kesenian klasik, kuliner – kuliner tradisional, Pameran Fotografi Denpasar Kota Pusaka dan juga pameran mobil dan motor tua.

Sementara, kawasan Jl. Gajah Mada akan menjadi Zona Youth yang menampilkan panggung anak muda, distro serta stand kuliner yang berkaitan dengan citarasa anak muda Kota Denpasar masa kini, dan juga penampilan dari anak- anak muda kreatif Kota Denpasar yang menampilkan perpaduan music, disc jockey, dan video mapping.  Depan Jaya Saba akan ditampilkan zona anak dan keluarga. Depan Museum untuk handycraf dan tekstil, sedangkan sebelah selatan  Catur Muka di yakni di Lapangan Puputan Badung Gusti Ngurah Made Agung  akan disiapkan tiga panggung berderetan.

‘’Dalam ajang Denpasar Festival ke-9 akan akan dilengkapi  6 panggung yang akan ditampilkan berbagai hiburan ulai dari seni tradisi hingga kesenian modern,’’ ujarnya.

Dalam Denpasar Festival kali ini Pemerintah Kota Denpasar juga menyiapkan Stand Kuliner sebanyak 90, stand handycraf  80,  Stand Tekstil 35  dan stand anak-anak kreatif 35 stand. (ayu/humasdps/bpn)

Mahasiswa Internasional UGM Tampil di Borobudur Cultural Feast 2016

BALIPORTALNEWS.COMSembilan mahasiswa internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) berpartisipasi dalam Borobudur Cultural Feast 2016. Kegiatan berlangsung selama dua hari, tanggal 17-18 Desember 2016 lalu di Taman Lumbini komplek Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Kesembilan mahasiswa tersebut berasal dari berbagai negara seperti Australia, Bulgaria, Republik Ceko, Tiongkok, Rusia, Korea Selatan, Vitenam, Timor Leste, serta Tanzania. Mereka merupakan mahasiswa yang tengah belajar di UGM dalam program darmasiswa dan kemitraan negara berkembang The Indonesia Language and Culture Learning Service (INCULS).

Ariargo W Putra, staf kantor Urusan Internasional UGM menjelaskan sembilan mahasiswa internasional UGM tersebut turut meramaikan pagelaran seni-budaya Borobudur Cultural Feast dengan menampilkan kesenian karawitan. Mereka tergabung dalam grup Jogja Gangsa Nagari yang beranggotakan 44 mahasiswa internasional dari UGM, UNY, ISI Yogyakarta, dan Universitas Santa Dharma.

“Berpakaian adat jawa, mereka mementaskan karawitan dengan baik menyatu dengan instrumen gamelan yang dimainkan,”jelasnya. Para mahasiswa tersebut telah dilatih secara profesional oleh dosen karawitan ISI Yogyakarta Anon Suneko.

Tampil  dalam pagelaran Borobudur Cultrural Feast memberikan kesan tersendiri tentangan kesenian dan kebudayaan Indoensia bagi para mahasiswa . Seperti yang dirasakan oleh salah satu mahasiswa INCULS UGM asal Asustralia, Peter Rothwell. Peter menyebutkan mendapatkan pengalaman baru dan berharga. Meskipun bukan kali pertama tampil di sebuah pertunjukkan, diakuinya penampilan lalu menjadi tantangan yang berbeda karena membawakan kesenian tradisional Indonesia.

Borobudur Cultural Feast 2016 merupakan kegiatan yang digelar oleh PT. Taman Wisata Candi Prambanan bekerjasama dengan sejumlah budayawan, seniman, musisi, serta melibatkan masyarakat di 20 desa sekitar kawasan Borobudur. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka mengembangan pariwisata di kawasan Borobudur berbasis potensi lokal. (ika/humas ugm/bpn)

Denpasar Festival 2016 Siap Digelar, Tampilkan Sesuatu yang Berbeda, Angkat Tema Padmaksara

BALIPORTALNEWS.COM – Kesiapan pelaksanaan Denpasar Festival ke- 9 Tahun 2016 yang mengambil tema “Padmaksara” sudah hampir mencapai 99 persen. Pihak panitia pun tak ragu menyebutkan Denpasar Festival tahun ini akan menampilkan sesuatu yang berbeda daripada tahun sebelumnya. Hal ini terungkap pada rapat Final Denfest 2016 pada Rabu (21/12/2016) di Denpasar.

Rapat yang dipimpin Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, dihadiri juga oleh Kadis Pariwisata Kota Denpasar Wayan Gunawan, Kabag Perekonomian Setda Kota Denpasar, I Made Saryawan, Tim Even Management Denfest 2016, serta sejumlah intansi terkait lainnya.

Kabag Perekonomian Setda Kota Denpasar, I Made Saryawan menjelaskan akan banyak perubahan pada Denpasar Festival 2016, apalagi tahun ini Denpasar Festival telah masuk kedalam kalender event nasional dan telah dilaunching oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Walikota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

”Arah untuk semakin memantapkan Denpasar Festival sebagai event berskala nasional bahkan internasional, Pemkot Denpasar menyiapkan konten – konten berkualitas dan zonasi yang bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” ujar Made Saryawan.

Sementara Wayan “Kayun” Semara Cipta dari Event Management Denpasar Festival 2016, menuturkan pada gelaran Denfest 2016 ini akan diterapkan sistem zonasi. “Kawasan Jl. Veteran akan dipusatkan bertemakan “Heritage”. Di sana akan ditampilkan pagelaran kesenian klasik, kuliner- kuliner tradisional, Pameran Fotografi Denpasar Kota Pusaka dan juga pameran mobil dan motor tua.

Sementara, kawasan Jl. Gajah Mada akan menjadi Zona Youth yang menampilkan panggung anak muda, distro serta stand kuliner yang berkaitan dengan citarasa anak muda Kota Denpasar masa kini, dan juga penampilan dari anak- anak muda kreatif Kota Denpasar yang menampilkan perpaduan music, disc jockey, dan video mapping.

Denfest Tahun ini juga menghadirkan zona anak dan keluarga, dimana di zona ini akan ditampilkan berbagai workshop permainan tradisional, workshop layang- layang, melukis kaos, perpustakaan mini serta panggung pertunjukan anak- anak,” ujar Semara Cipta.

Lebih lanjut Semara Cipta mengatakan di sisi areal Lapangan Puputan, I Gusti Ngurah Made Agung, akan dibuatkan dua buah panggung yang saling berhadapan yaitu panggung sisi selatan dan panggung utama.

“Pembukaan Denpasar Festival 2016 nantinya akan ditampilkan dua konten berupa pawai 400 anak anak menampilkan koreografi yang menceritakan Kota Denpasar sebagai Kota Heritage, Kota Kreatif, dan Kota Cerdas dimana puncaknya akan ada pementasan tari Baris Ental dan pertunjukan seni oleh Disbud Kota Denpasar dengan tema Padmakasara, Padmana, Sukacita, lahirnya aksara, dan terbentuknya pengetahuan yang melahirkan sosok – sosok pemimpin. Hal ini terkait dengan Padmaksara yang merupakan program kerja Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota IGN Jayanegara,” kata Semara Cipta.

Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara menambahkan persiapan Denpasar Festival Tahun 2016 yang sudah berjalan baik ini harus semakin dimantapkan dan diintensifkan melalui koordinasi yang baik antar semua pihak yang terlibat.

“Melalui tema Padmaksara ini bagaimana Visi Kota Denpasar sebagai Kota berwawasan budaya dengan segala potensinya mampu menampilkan sesuatu yang baru pada Denpasar Festival Tahun 2016 ini serta mampu diresapi oleh seluruh lapisan masyarakat Kota Denpasar dan tidak terkesan monoton,” ujar Rai Iswara. (esa/humasdps/bpn)

Ny. Seniasih Giri Prasta Buka Lomba Seni Budaya Desa Adat Angantaka

BALIPORTALNEWS.COMSerangkaian peringatan hari Ibu yang akan jatuh pada 22 Desember mendatang, Desa adat Angantaka Kecamatan Abiansemal Badung melaksanakan berbagai lomba seni dan budaya yang diikuti oleh anak-anak baik laki maupun perempuan dari krama 4 Banjar yaitu Banjar Desa, Puseh, Dalem dan Kekeran se-Desa Adat Angantaka Badung, di wantilan Desa Adat Angantaka Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung, Minggu (18/12/2016).

Acara dihadiri oleh Ketua Tp. Pkk Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, Wakil Ketua TP.PKK Kab. Badung Ny. Kristiani Suiasa, Wakil Ketua Gatriwara Badung Ny. Made Sunarta, Ketua DWP Badung Ny. Kompyang R. Swandika, Camat Abiansemal Ngurah Tomas Juniarta serta masyarakat setempat.

Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta yang didamping Wakil Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Ny. Kristiani Suiasa dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini menjadi nilai yang positif dalam perkembangan jaman sekarang ini dimana Budaya Bali semakin terhimpit oleh pergaulan dan budaya luar. Dengan diselenggarakannya lomba-lomba seperti ini tentunya Pemerintah Kabupaten Badung mengapresiasi positif untuk tetap dapat menjaga Senia dan Budaya Bali untuk keajegan Bali Kedepannya.

Seniasih juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak di Desa Adat Angantaka atas diselenggarakannya berbagi Lomba seni dan budaya yang bernafas Hindu untuk membangun Pendidikan yang berkarakter di Kabupaten Badung.

“Lomba ini bukan untuk mengejar juara semata namun akan menjadi lebih bermakna jika lomba dan kegiatan ini disamping akan lahir jiwa-jiwa yang berkarakter untuk tetap menjunjung seni dan budaya Bali tentu mendapatkan nilai-nili positif untuk dapat mengajegkan Bali sampai akhir jaman. Semoga lomba dapat berjalan sesuai dengan harapan kita semua dan ini terus menjadi denyut nadi kehidupan bagi seni dan budaya di Badung dan Bali,” ujarnya.

Perbekel Desa Adat Angantaka A.A. Surya Eka Putra melaporkan kegiatan ini bertujuan untuk menggali bakat seni dan menguatkan budaya bali kepada genersi muda dan anak-anak, Lomba ini yang telah diagendakan setiap tahunnya yang dirangkai dengan perayaan hari ibu.

Disamping untuk tetap menjaga kelestarian seni dan budaya adat Bali lomba ini juga untuk mengajak seluruh komponen masyarakat di Desa Adat Angantaka untuk tetapa dapat menjaga warisan seni dan budaya Bali dalam kepungan budaya luar.

Sementara itu Camat Abiansemal Ngurah Tomas Juniarta dalam sambutannya menyampaikan, Lomba ini tentunya tidak hanya lahir para pemenang tapi jauh kedepannya dapat menjadi bagian penting membangun karakter manusia di Badung dalam pembangunan Budung yang santi dan Jagadita, sejalan dengan Visi dan Misi Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Anak-anak dan Generasi Muda di Desa Adat Angantaka merupakan bagian Garda terdepan dalam pembangunan Badung kedepannya.

“Dalam lomba seni dan Budaya untuk pendidikan yang berkarakter dari akar rumput yang terbawah akan muncul jiwa-jiwa yang kuat untuk ikut dalam pelestarian seni dan budaya di Kabupaten Badung dan Bali,” harapnya.

Usai membuka lomba dengan pemukulan Gong acara dilanjutkan dengan Pemotongan Tumpeng dalam rangka memperingati Hari ibu dan diserahkan pula bantuan berupa sembako kepada 20 orang masyarakat Banjar se-Desa Adat Angantaka yang sakit dan kurang mampu oleh Ketua TP. PKK Ny. Seniasih Giri Prasta, Wakil Ketua TP. PKK Badung Ny. Kristiani Suiasa, Wakil Ketua Gatriwara Ny, Made Sunarta, Ketua DWP Badung Ny. Kompyang R. Swandika dan Para anggota PKK kabupaten Badung. (humasbadung/bpn) 

1.200 Siswa SD se- Badung Ikuti Festival Nyastra

BALIPORTALNEWS.COMSebanyak 1.200 siswa Sekolah Dasar se-Kabupaten Badung mengikuti Festival Nyastra. Lomba Nyastra ini dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali bekerjasama dengan Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali yang diadakan di masing-masing Kabupaten dan Kota se-Bali. Lomba nyastra di Kabupaten Badung dibuka secara resmi oleh Bupati Badung diwakili Sekda Badung Kompyang R. Swandika ditandai pemukulan gong, Minggu (11/12/2016) di halaman Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung, Mangupraja Mandala.

Turut hadir mendampingi Kabid Sejarah dan Purbakala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Kabid Adat Istiadat Disbud Kabupaten Badung, perwakilan dari Disdikpora Badung dan hadir dari Ikatan penyuluh sastra Bali.

Dalam sambutannya Sekda Kompyang R. Swandika menyambut baik diadakanya lomba nyastra seperti ini. Selaku Pemerintah Kabupaten Badung memberikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan Provinsi Bali dan penyuluh sastra Bali dan Bahasa Bali yang telah memfasilitasi, mendampingi dan mengarahkan sehingga bisa melaksanakan kegiatan lomba nyastra serentak di seluruh kabupatengkota di Bali. Menurutnya pelaksanaan kegiatan lomba nyastra di Badung ini sungguh sangat luar biasa. Sangat srategis dan sangat penting bagi adik-adik dan anak-anak kita.

Kegiatan ini sangat positif, pertama tentu untuk menanamkan kecintaan kepada sastra yaitu sastra Bali. Kedua untuk meningkatkan kecintaannya kepada Budaya dan daerahnya bali termasuk mencintai keragaman adat dan budaya di tanah air Indonesia.

“Melalui sastra ini akan bisa meningkatkan kecintaan kita kepada tanah air Indonesia. Untuk itu kami sangat mengapresiasi dan kegiatan ini patut dihargai serta didukung oleh semua pihak. Kami harapkan agar kegiatan ini bisa dilanjutkan di tahun-tahun mendatang. Melalui sastra mari kita perkuat budaya daerah, mari bangun daerah kita, bangun negeri kita agar lebih jaya makmur dan sejatra,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Panitia Penyelenggara Lomba Nyastra I Wayan Adi Mahardika, SPd melaporkan, lomba ini dilaksanakan oleh penyuluh Basa Bali Provinsi Bali dengan tujuan untuk menjaga persatuan dan kesatuan di sesama kalangan semeton Penyuluh Basa Bali khususnya di Kabupaten Badung di dalam melaksanakan program Pendidikan peseraman Desa di seluruh Kabupaten Badung. Selain itu kegiatan ini dalam upaya melestarikan seni Budaya Bali terutama basa, sastra dan aksara Bali.

Disamping itu tujuan lomba untuk meningkatkan minat anakianak untuk belajar aksara maupun Bahasa Bali. Lomba nyastra diikuti oleh anak-anak SD kelas IV sampai kelas VI di seluruh Kabupaten Badung dengan jumlah peserta 1.200 orang. (humasbadung/bpn)

 

Keterangan Foto : Sekda Badung Kompyang R. Swandika membuka lomba nyastra yang ditandai pemukulan gong, Minggu (11/12/2016) di halaman Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung.

Pemkot Denpasar dan Sulinggih Sepakat Larang Pembongkaran Pura Subak

BALIPORTALNEWS.COM – Keberadaan Subak yang sudah diakui sebagai warisan dunia UNESCO harus dijaga ditengah maraknya alih fungsi lahan. Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan Kota Denpasar dan Sabha Upadesa kembali menggelar Paruman Sulinggih Se Kota Denpasar di Wantilan Jaba Pura Dalem Desa Pakraman Renon pada Kamis (8/12/2016).

Dalam Paruman ini hadir Wakil Walikota Denpasar IGN Jayanegara, didampingi sejumlah pimpinan SKPD, Camat Densel AA Gde Risnawan serta tokoh masyarakat adat setempat.

Wakil Walikota Denpasar IGN Jayanegara mengatakan Pemkot sangat mengapresiasi keberadaan Paruman Sulinggih Se Kota Denpasar ini yang dapat dijadikan wadah menyelesaikan berbagai permasalahan terkait adat dan keagamaan.

“Pemerintah sebagai Guru Wisesa juga selalu berkoordinasi dengan unsur adat dan keagamaan demi terwujudnya tata pemerintahan yang baik. Dewasa ini, umat Hindu tidak perlu ragu meminta wejangan atau petunjuk  kepada Sulinggih dalam mengatasi permasalahan dalam menata kehidupan berdasarkan sastra agama,” ujar IGN Jayanegara.

Plt. Kadis Kebudayaan Kota Denpasar Ni Nyoman Sujati mengatakan Paruman ini merupakan bentuk sinergitas Pemerintah dengan organisasi adat dan keagamaan. “Hingga saat Kota Denpasar tercatat ada 198 Sulinggih. Dalam Paruman ini akan disampaikan fungsi Pura Subak supaya keberadaanya tetap ajeg lestari dimana fungsinya ditingkatkan baik fungsi lahan, infrastruktur maupun organisasi adat yang menaunginya,” ujar Ni Nyoman Sujati

Ketua Sabha Upadesa Kota Denpasar Wayan Meganadha mengatakan permasalahan yang dihadapi Krama Subak di Kota Denpasar dewasa ini terkait alih fungsi lahan dimana disetiap lingkungan Subak, Lahan semakin menipis karena desakan alih fungsi, sehingga ada  beberapa pura Subak tidak ada yang mengempon.  Namun demikian Wayan Meganadha mengatakan kondisi Subak di Kota Denpasar masih cukup baik.

“Pemkot Denpasar telah membuat terobosan dalam melindungi Subak dengan memberlakukan bebas pajak bagi tanah-tanah sawah yang berada di jalur hijau. Di Desa Pakraman juga sudah membentengi keberadaan Subak dengan awig awig yang apabila denan terpaksa menjual tanah pertanian  tapi tidak diperkenankan melakukan alih fungsi. Itu semua merupakan bentuk antisipasi Pemerintah Kota Denpasar melindungi keberadaan Subak melalui hukum adat,” ujar Wayan Meganadha.

Ida Pedanda Gede Telaga selaku pembicara mengatakan Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan Kota Denpasar telah menetapkan setiap enam bulan diadakan Paruman Sulinggih untuk memperkokoh kordinasi Pemkot Denpasar dengan elemen adat dan keagamaan.

“Paruman ini dijadikan wadah berdiskusi tentang apa yang menjadi perdebatan ditengah masyarakat terkait adat dan keagamaan yang akan dicarikan solusi berdasarkan satra agama. Alih fungsi lahan  di Kota Denpasar merupakan dampak pariwisata yang tidak bisa dibendung oleh masyarakat. Menurut data Dinas Kebudayaan Kota Denpasar di empat kecamatan terdapat 23 Pura Subak yang memiliki pekaseh serta pengemponnya dimana beberapa diantaranya telah mengalami alih fungsi. Hal tersebut terjadi perdebatan ditegah masyarakat dan itulah yang akan dibahas dalam Paruman Sulinggih Se Kota Denpasar dan akan dicarikan solusinya” ujar Ida Pedanda Gede Telaga.

Hasil Paruman Sulinggih Sejebag Kota Denpasar di Wantilan Jaba Pura Dalem Desa Pakraman Renon ini telah menetapkan pelarangan pembongkaran Pura Subak di Kota Denpasar meski kondisi Pura Subak tersebut tanpa Pangempon. Hasil Paruman ini selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan Perarem di masing- masing desa. (esa/humasdps/bpn)

Subak Sempidi dan Subak Abian Sedana Winangun Raih Jayanti Adhi Kertha

BALIPORTALNEWS.COMSetelah melakukan penilaian terhadap peserta lomba Subak dan Subak Abian yang dimulai penilaiannya dari tanggal 3 Oktober sampai tanggal 27 Oktober tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Badung menyerahkan hadiah bagi para pemenang.

Hadiah diserahkan  langsung Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bertempat di Wantilan Balai Diklat, Sempidi, Senin (5/12/2016).

Turut hadir anggota DPRD Badung I Made Wijaya, Camat Mengwi I Gst Ngr. Gede Jaya Saputra, Pekaseh/Kelian Subak se-Badung dan krama Subak Sempidi.

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan penyerahan  lomba seperti ini merupakan suatu proses atau tahapan setelah dilaksanakan beberapa kali pembinaan oleh instansi terkait.  Kegiatan lomba ini  pada  hakekatnya bukan untuk tampil sebagai juara melainkan diharapkan menjadi suatu bentuk forum dan momentum sebagai sebuh metode untuk meningkatkan intensitas , kwantitas dan kwalitas dari kegiatan yang dilakukan subak baik itu yang sifatnya organisasi subak maupun kegiatan pertanian secara umum.

Disamping itu juga diharapkan mampu  meningkatkan profesionalisme para petani khususnya di Badung sehingga tetap  berdedikasi di sektor pertanian . Untuk tahun depan format lomba akan diperbaiki lagi berupa pembinaan-pembinaan  dan pendampingan yang lebih intensif dengan prosedur yang terukur sehingga diharapkan subak dan subak abian di kabupaten Badung tetap menjadi subak yang lestari.

“Para krama Subak dan Subak Abian di Kabupaten Badung dalam melakukan kegiatan di Sawah maupun Penegalan supaya menyesuaikan dengan kemajuan teknologi pertanian tetapi tidak boleh menyimpang dari konsep Tri Hita Karana, agar program pertanian yang berwawasan agribisnis dan ramah lingkungan dapat terwujud,” pesan Suiasa.

Pada kesempatan itu pula Wabup Suiasa juga menyampaikan bahwa  dalam masa 5 (lima) tahun kedepan, yang ingin dicapai di Kabupaten Badung adalah peningkatan daya saing daerah.

Untuk itu maka ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mampu  berdaya saing sebagai pundamen dasar diantaranya harus mampu mengurangi beban-beban yang sifatnya ekonomis dan sosial pada masyarakat, harus mampu memenuhi dan melengkapi infrastruktur diberbagai bidang sehingga tidak membebani masyarakat,  harus bisa masuk ke dunia informasi dan  teknologi sehingga tidak ketinggalan zaman,  pelayanan publik harus prima sehingga dapat menimbulkan kepercayaan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), serta akan memberikan perhatian atas kesejahteraan para eksekutor.

“Kita akan mulai dari bawah dulu seperti memberikan perhatian kepada Pekaseh, Kelian Banjar, Kelian Desa Adat, Perbekel sampai para Pemangku,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dispenda/Pasedahan Agung Kabupaten badung  melaporkan, pelaksanaan lomba sangat penting dan bermanfaat bagi pelestarian keberadaan Subak dan Subak Abian di Kabupaten Badung dan dibina oleh Dinas terkait sesuai bidang masing-masing. Adapun Subak dan Subak Abian yang mendapatkan Jayanti pada lomba Subak dan Subak Abian tahun 2016 di Kabupaten Badung diantaranya Jayanti Adhi Kertha (juara I) Subak Sempidi Kelurahan Sempidi dan  Subak Abian Sedana Winangun Desa Belok Sidan, Jayanti Kertha (juara II) Subak Taman Desa Taman dan Subak Abian Subak Abian Puluk-Puluk Desa Pecatu, Jayanti Kertha Winangun (juara III) Subak Bantan Desa Tibubeneng dan Subak Abian Jemeng Sari Desa Sembung. Para pemenang berhak mendapatkan piagam penghargaan dan uang tunai untuk pembinaan. (humasbadung/bpn)

 

Keterangan Foto : Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyerahkan hadiah bagi para pemenang lomba Subak dan Subak Abian di Wantilan Balai Diklat, Sempidi, Senin (5/12/2016).

Pemkab Badung Gelar Mapekelem Marisuda Bumi di Pura Geger

BALIPORTALNEWS.COMPemerintah Kabupaten Badung kembali menggelar upacara tawur agung dan mapekelem marisuda bumi di Pura Geger, Desa Adat Peminge, Kuta Selatan bertepatan dengan tilem kelima, Selasa (29/11/2016).

Upacara yang rutin dilaksanakan setiap tilem kelima ini bertujuan untuk memohon kerahayuan dan keharmonisan alam. Upacara Tawur Agung dipuput oleh Tri Sadaka yaitu Ida Pedanda Gede Pemaron Mandara Griya Kusumayati Yangbatu, Ida Pedanda Buda Griya Jadi Kediri Tabanan dan Jero Gede Sengguhan Temburu Wasa Jeroan Gede Br. Lambing, Sibang Kaja. Sedangkan upacara di Pura dipuput Ida Pedanda Putra Buruan Griya Pasraman Darmasaba.

Pada kesempatan tersebut, Kadis Kebudayaan Badung I B Anom Bhasma mengatakan, upacara ini rutin dilaksanakan setiap tahun yaitu bertepatan dengan tilem sasih kelima. Upacara ini dilaksanakan dalam rangka nunas pemahayu jagat. Karya pemahyu jagat melalui sarana mapekelem dengan dasar tawur balik sumpah dilaksanakan, dimana pakelem di segara/laut menggunakan sarana kerbau, kambing, itik hitam dan ayam hitam. “Tujuannya untuk memohon kerahayuan jagat dan keajegan jagat badung khususnya dan bali umumnya,” jelasnya. (humasbadung/bpn)

TP-PKK Desa Dauh Puri Kaja Gelar Lomba Tata Rias Sanggul dan Kreasi Endek

BALIPORTALNEWS.COM – TP PKK desa Dauh Puri Kaja, Sabtu (19/11/2016) menyelenggarakan lomba tata rias sanggul dan kreasi endek. Lomba tata rias sanggul diikuti para kader Posyandu dan PKK, sedangkan lomba kreasi endek diikuti para istri kepala dusun se-Desa Dauh Puri Kaja.

Lomba berlangsung semarak dan masing-masing peserta dari tujuh dusun di Desa Dauh Puri Kaja meliputi Dusun Lumintang, Lelangon, Teruna Sari, Mekar Sari, Wangaya Kaja, Wangaya Klod dan Wanasari, berusaha tampil terbaik.

Lomba tata rias sanggul ini dimaksudkan sebagai evaluasi bagi peserta setelah sebelumnya mendapatkan pelatihan dari salon Agung bagaimana tata cara berhias yang benar. Terlebih wanita Bali khususnya tidak pernah bisa lepas dari kegiatan adat dan keagamaan yang menuntut mereka harus lebih sering berhias,’’ujar Ketua TP PKK  Ny. Dian Risnawan, SH. 

Sementara lomba kreasi endek, ia mengatakan peragaan busana untuk pakaian kerja tersebut dalam langkah mempromosikan kain tradisional tenun ikat endek, khususnya kain endek produk perajin Denpasar.

‘’Untuk itu kami harus membantu program Pemerintah Kota Denpasar dengan diselenggaranya lomba peragaan busana baju kerja endek ini, ke depan perajin endek akan tetap eksis dan meningkat,’’ ujarnya.

Sementara salah satu juri, Prida Dewi mengapresiasi lomba kreasi endek yang diselenggarakan Desa Dauh Puri Kaja ini. “Saya mengapresiasi ide dari TP PKK Desa Dauh Puri Kaja. Karena bersama-sama menyukseskan program Pemkot, yakni meningkatkan produksi dan mempromosikan kain endek kepada masyarakat,” tandasnya. (pra/bpn)

 

Keterangn Foto : TATA RIAS SANGGUL  – Ketua TP PKK Desa Dauh Puri Kaja Ny. Dian Risnawa (tengah) foto bersama pemenang lomba tata rias sanggul yang diikuti istri para kaderposyandu dan PKK.

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan