Rai Mantra dan Jaya Negara Ucapkan Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Hari Suci Galungan dimaknai sebagai kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (keburukan), yang jatuh setiap Budha Kliwon Wuku Dunggulan yang tahun ini jatuh pada  tanggal 1 Nopember 2017. Sementara Hari Suci Kuningan jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan yang jatuh pada tanggal 11 Nopember 2017.

Serangkaian menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan, Pemerintah Kota Denpasar juga menggelar berbagai kegiatan diantaranya pasar murah, peningkatan pengawasan pemotongan hewan ternak, serta memfasilitasi para warga KRB Gunung Agung dalam berbagai kegiatan menyambut Hari Suci. Tampak juga umat Hindu telah melakukan berbagai persiapan dalam menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan, begitu juga di Kota Denpasar berbagai persiapan telah tampak terlihat dilakukan oleh masyarakat Kota Denpasar.

Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota I.G.N Jaya Negara disela-sela kegiatan kemasyarakatan dan kepemerintahan, Minggu (29/10) di Denpasar menyampaikan ucapan selamat merayakan Hari Suci Galungan dan Kuningan kepada seluruh masyarakat dan umat se-Dharma di Kota Denpasar. Dalam momentum ini, Rai Mantra dan Jaya Negara mengajak masyarakat menjadikan Hari Suci Galungan dan Kuningan untuk senantiasa selalu meningkatkan srada bhakti kehadapan Ida Shang Hyang Widi Wasa. Selain itu Rai Mantra dan Jaya Negara mengajak masyarakat untuk selalu mulat sarira serta mempererat tali persaudaraan dan tali silaturahmi antar masyarakat.

 “Jadikanlah spirit Hari Suci Galungan dan Kuningan ini menjadi modal pembangunan Kota Denpasar. Melalui pijakan penguatan ajaran Dharma ke masyarakat yang akan mampu menimbang langkah kehidupan ke arah yang lebih baik,” kata Rai Mantra.

Selain itu, ditengah percepatan Pembangunan Kota Denpasar diberbagai bidang dengan pijakan bersama dalam ajaran Dharma akan mampu membawa beribu harapan masyarakat dan Pemerintah mengarahkan pembangunan Denpasar untuk kemanfaatan masyarakat yang berkelanjutan.

Rai Mantra juga mengingatkan krama Denpasar dalam menjalankan dan merayakan kemenangan Dharma melawan Adharma agar berjalan dengan aman, khidmat dan penuh rasa kebersamaan. Tingginya rasa kebersamaan yang selama ini ditunjukan masyarakat sangat membantu Pemerintah dalam melaksanakan berbagai program yang telah digulirkan Pemerintah Kota Denpasar.

Rai Mantra dan Jaya Negara juga  mengajak masyarakat Denpasar dalam memaknai kesucian Galungan dan Kuningan selalu dengan berpikir, berkata dan berbuat yang baik. Untuk itu, masyarakat diajak dapat memanfaatkan waktu sehingga tidak mengurangi produktifitas dalam bekerja dan dapat menjalankan swadarmanya masing-masing.

Akhir kata Rai Mantra dan Jaya Negara mengucapkan Selamat menjalankan Hari Suci Galungan dan Kuningan kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar. (ngurah/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Jelang Piodalan Pura Catur Giri Loka, Bupati Badung Serahkan Bantuan Seperangkat Gamelan

0

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Bupati Badung I Nyoman Giri Prastha,S.Sos berkunjung ke Pura Giri Catur Loka Polres Badung, Sabtu (28/10/2017) siang.

Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Badung itu guna menyerahkan bantuan berupa seperangkat gamelan yang akan ditabuh oleh Sekehe Gong bentukan Polres Badung yang personilnya terdiri dari anggota Kepolisian Resor Badung.

Sebelum memiliki gong, Polres Badung telah memiliki sekehe yang bernama sekehe gong Werdi Suara Budaya namun masih sebatas geguntangan. Sekehe gong geguntangan tersebut telah sering pentas dari satu pura ke pura lain di Kabupaten Badung. Kini Pura Giri catur Loka telah memiliki seperangkat alat gong lengkap untuk gong kebyar.

Dalam sambutannya, Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta,S.I.K dihadapan Bupati Badung mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan bantuan yang diberikan Pemkab Badung berupa seperangkat gamelan ini dan sangat kebetulan beberapa hari lagi di Pura Giri catur Loka Polres Badung akan berlangsung piodalan, tepatnya pada hari Jumat (03/11) mendatang.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prastha,S.Sos pada kesempatan itu mengapresiasi seluruh personil Polres Badung atas sinergitas yang telah berjalan baik, dimana Kepolisian, pemkab dan TNI telah selaras, sejalan menciptakan Badung yang aman. Kabupaten Badung merupakan kabupaten yang didominasi oleh sektor Pariwisata yang tentunya keamanan menjadi organ vital Pariwisata, tanpa keamanan yang terjamin sangat mustahil para wisatawan melakukan kunjungannya ke Bali khusunya obyek wisata di wilayah kabupaten Badung.

Bantuan seperangkat gamelan ini adalah untuk meningkatkan kreatifitas, pelestarian seni dan budaya Bali walaupun Personil sekehe gong ini adalah anggota Polri namun tidak terlepas dari seni, budaya dan adat istiadat.

Penyerahan Bantuan Seperangkat gambelan ini diserahkan langsung oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prastha,S.Sos yang diterima langsung Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta,S.I.K yang disimboliskan dengan diserahkannya perangkat rebab.

Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta,S.I.K usai Kunjungan Bupati Badung mengungkapkan “kami mengucapkan terima kasih atas bantuan Pemkab Badung berupa seperangkat gamelan gong kebyar ini, dimana nantinya akan sangat mendukung dalam pelaksanaan pelaksanaan upacara keagamaan khusunya di Pura catur Loka Polres Badung terlebih beberapa hari lagi adalah hari piodalan di Pura ini, dengan gamelan ini dapat melengkapi sarana dan prasarana dalam piodalan di Pura Giri catur Loka ini,” ungkap Perwira menengah asal Singaraja ini. (guz/humas-polres.badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Bupati Ajak Sekaa Teruna Perkuat Rasa Menyama Braya

0

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Dalam rangka memeriahkan peringatan HUT STT Dharma Kerti ke-31 Br. Kambang, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, ditampilkan Tari Janger yang merupakan inovasi dari STT Dharma Kerti.

Acara ini dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, anggota DPRD Badung IB. Made Sunarta, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Badung I Bagus Alit Sucipta, Tripika Kecamatan Abiansemal, Perbekel Bongkasa I Ketut Luki, Bendesa Adat serta tokoh masyarakat, bertempat di Balai Banjar Kambang, Bongkasa, Rabu (25/10/2017).

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan, generasi muda hendaknya ikut berperan serta dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Berbagai hal positif seperti menyama braya perlu diperkuat, sehingga terbentuk persatuan dan kesatuan antar generasi muda.

“Generasi muda harus selalu mengasah diri dengan tidak pernah lelah menimba ilmu dan menjauhkan diri dari hal-hal yang bersifat negatif, seperti; mabuk-mabukan, geng motor, pergaulan bebas serta narkoba dan narkotika, karena para generasi muda merupakan aset Bangsa,” ungkapnya.

Lebih lanjut Giri Prasta menyampaikan, program-program yang telah dilakukan, seperti proses lahir, hidup, mati yang satu-satunya ada di Kabupaten Badung. Lahir, cukup membawa nama, masalah akte kelahiran dan biaya rumah sakit ditanggung Pemerintah. Setelah itu hidup, kalau tertimpa sakit biaya berobat semuanya ditanggung Pemerintah dan setelah mati mendapat santunan serta akte kematian, dan perubahan KK.

Di sektor lainnya Bupati juga mengambil kebijakan mulai 2017 PBB bagi masyarakat di Kabupaten Badung gratis serta ada santunan penunggu pasien kelas III dengan nilai maksimal Rp. 5 juta. Mulai tahun 2017 ini masalah pendidikan di Kabupaten Badung juga sudah gratis, siswa SD kelas V dan kelas VI mendapat Laptop serta siswa SD dan SMP kelas I mendapatkan kostum lengkap. Untuk memotivasi semangat STT Dharma Kerti, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memberikan punia dengan jumlah total Rp. 27 juta, dengan Rp. 15 juta berasal dari punianya pribadi.

Sementara itu Ketua STT Dharma Kerti, I Wayan Nuki melaporkan, jumlah anggota STT Dharma Kerti sebanyak 126 orang dan memiliki program akan melaksanakan Tirta Yatra ke Pura-Pura Sad Kahyangan, mengadakan Pasukadukan terhadap anggota STT yang telah Greasta Asrama, membina generasi muda dalam seni tabuh, membangun Lapangan Volly, melaksanakan rapat setiap bulan, membuat Tari Janger dan melakukan ayah-ayahan bhakti mereresik di Kahyangan dan telajakan banjar.

Dalam rangka menyambut HUT STT Dharma Kerti ke-31, banyak kegiatan yang telah dilakukan seperti, lomba PKK menangkap belut, jalan santai dan lomba untuk anak-anak. Adapun dana yang dihabiskan untuk melakukan kegiatan ini sebesar Rp. 25 juta yang berasal dari kas STT, sumbangan masyarakat banjar dan bantuan dari anggota DPRD Badung IB. Made Sunarta. (humas-badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Rai Mantra Apresiasi Pentas Budaya Ubung Kaja, Sebut Program Budaya Berkelanjutan

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pemberdayaan kepada generasi muda dalam berkreatifitas khususnya di bidang seni tabuh dan tari, Desa Ubung Kaja kembali menggelar sebuah kegiatan Pentas Budaya, Kamis malam (19/10/2017) di Wantilan Desa Pakraman Pohgading. Pentas budaya ini di buka langsung Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra, ditandai dengan pemukulan gong.

Walikota Rai Mantra  mengapresiasi kegiatan Pentas Budaya yang diadakan  Desa Ubung Kaja setiap tahunya. Langkah ini sebagai pembinaan berkesenian sejak dini, yang nantinya memiliki kesiapan dalam berbagai pentas seni baik tingkat kota hingga Pesta Kesenian Bali.

Pentas budaya Desa Ubung Kaja yang tidak saja menampilkan keseragaman para seniman saja, namun juga dapat  dilihat potensi seni yang ada di masing-masing banjar. Seperti penampilan seni angklung, semar pegulingan dan tari jauk manis yang merupakan sebuah bentuk parade buaya yang sangat bagus dan bisa melihat potensi dari beberapa banjar yang bisa diakomodir serta diketahui dengan baik.

“Ini merupakan sebuah program dari budaya yang berkelanjutan dan harus terus dilaksanakan kedepannya”, harap Rai Mantra.

Sementara Perbekel Desa Ubung Kaja  I Wayan Mirta mengatakan, kegiatan Pentas Budaya untuk kedua kalinya di adakan di Desa Ubung Kaja bertujuan mewujudkan Desa Ubung Kaja yang maju, aman sejahtera dan berbudaya (Mantram Budaya). Disamping itu kegiatan ini juga  selaras dengan Padmaksara Kota Denpasar khususnya di bidang seni budaya.

Menurutnya pelaksanan pentas budaya selama tiga hari dari tanggal 19 sampai 21 Oktober 2017 mendatang. 10 sekaa gong dari masing-masing bajar itampilkan meliputi Banjar Pemangkalan, Dauh Kutuh, Binoh Kaja, Tegal Kauh, Tegal Kangin, Binoh Kelod, Batumekaem, Pohgading, Banjar Petang Gede dan Banjar Mertagangga. Selain Pentas Budaya juga dilaksanakan berbagai hiburan untuk masyarakat seperti Bondres Arsa Winangun dan music band akustik yang ada di Desa Ubung Kaja. (ays’/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Lestarikan Adat dan Budaya, PKK Kota Denpasar Gencar Lakukan Pelatihan Banten

0

BALIPORTALNEWSCOM – Membuat banten merupakan suatu keharusan bagi kaum perempuan Hindu. Ini merupakan salah satu langkah untuk melestarikan adat dan budaya Bali. Terlebih lagi dijaman melinial ini, masyarakat menuntut serba cepat sehingga sebagian masyarakat tidak sempat untuk membuat banten hanya tergantung pada pedagang.

Untuk itu PKK Kota Denpasar gencar melakukan pelatihan banten pada ibu-ibu yang ada dibanjar sehingga dapat membuat banten sesuai dengan sastra agama. Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D Mantra saat membuka pelatihan banten di Banjar Gemeh, Desa Dauh Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Barat, Kamis malam (19/10/2017).

Dalam pelatihan tersebut dihadiri Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara dan Ketua Dharmawanita Persatuan Indonesia Ny. Kerti Rai Iswara serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, IB Alit Wiradana.

Lebih lanjut Ny. Selly menambahkan selain melestarikan adat dan budaya Bali melalui pelatihan banten juga untuk mendukung visi dan misi Pemerintah Kota Denpasar mewujudkan Denpasar kota kreatif berbasis budaya unggulan.

Disamping itu menurut Ny. Selly seiring perkembangan jaman masih banyak perempuan yang belum dapat membuat banten sesuai sastra agama. Bahkan kebanyakan kaum perempuan dalam membuat banten masih menggunakan kebiasaan ”mulo keto”.

Melalui pelatihan banten diharapkan dapat menghilangkan kebiasaan ”mula keto” dengan dapat membuat banten sesuai dengan sastra agama. ”Pelatihan yang dilaksanakan oleh PKK Kota Denpasar diharapkan dapat memberikan pemahaman yang benar bagi kaum perempuan terutama dalam pembuatan banten,” ujar Ny. Selly.

Ny. Selly menambahkan pelatihan membuat banten yang bekerjasama dengan WHDI Kota Denpasar memberikan pelatihan membuat banten tumpeng solas. Meningat banten tumpeng solas salah satu bebantenan untuk otanan yang dilaksanakan di keluarga. ”Banten tidak dapat dilepaskan dari aktivitas kita dalam berhubungan dengan Tuhan. Karena melalui sarana inilah kita berkomunikasi dengan beliau untuk memohon kesejahteraan dunia ini,” ujarnya. Oleh sebab itu pelatihan ini benar-benar sangat penting untuk mengetahui cara membuat banten secara benar sesuai dengan sastra agama.

”Saya harapkan usai mengikuti pelatihan para peserta bisa menggetoktularkan kepada ibu-ibu PKK lain sehingga dalam pembuatan banten benar-benar sesuai dengan sastra agama,” harapnya.

Nara sumber pelatihan Wayan Sukerti dari WHDI ditemui disela-sela pelatihan mengatakan, pelatihan ini sangat penting bagi ibu-ibu PKK, mengingat dalam pelatihan ini akan diberikan materi pembuatan banten secara rinci. Dengan demikian diharapkan dalam pembuatan banten benar-benar sesuai dengan sastra agama. Lebih lanjut Sukerti menambahkan pelatihan ini juga sebagai ajang pelestarian budaya dan adat Bali.

Salah seorang peserta Ketut Ariani mengatakan bahwa dirinya sangat senang mendapat pelatihan membuat banten sehingga kedepannya bisa membuat banten sesuai dengan ketentuan agama Hindu. Disamping itu Ariani mengaku pelatihan yang dilaksanakan sekarang ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya mengingat banten tumpeng solas merupakan bentuk banten otonan. (gst/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Sudikerta Ajak Lebih Dalam Maknai Upacara Adat

0

BALIPORTALNEWS.COM – Program pembangunan Pemerintah Provinsi Bali sudah berjalan dengan baik melalui Program Bali Mandara Jilid I dan Program Bali Mandara Jilid II, dan tidak dipungkiri manfaatnya sudah dirasakan oleh semua kalangan masyarakat. Hal ini dikatakan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih di Pura Kahyangan Dalem Desa Pakraman Sandan, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Kamis (19/10/2017).

Setelah melaksanakan persembahyangan bersama warga pengempon Pura, Sudikerta didampingi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali, A A Griya menjelaskan, program Bali Mandara akan terus ditingkatkan melalui program-program unggulannya yang kesemuanya bertujuan untuk pengentasan kemiskinan. Seperti contoh bidang pendidikan dengan SMA Bali Mandara, beasiswa miskin, dan beasiswa kedokteran. Bidang kesehatan dengan JKBM yang telah terintegrasi dengan JKN yang nantinya akan diupayakan meng-cover seluruh masyarakat Bali. “Nanti jaminan kesehatan gratis yang dikenal JKBM akan berlanjut melalui JKN diupayakan dapat menanggung seratus persen penduduk Bali,” ujarnya.

Bidang sosial pemerintah Provinsi Bali telah banyak memberikan bantuan keuangan khusus kepada desa pakraman dan subak, dan bantuan tersebut telah dapat meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan upacara-upacara adat. Sudikerta juga berharap agar masyarakat dalam menggelar upacara tidak secara besar-besaran, namun harus lengkap berdasarkan sastra agama.

Lebih lanjut pihaknya mengajak masyarakat untuk memahami dalam melaksanakan upacara ini bukan sebatas ritual saja, namun memaknainya lebih dalam untuk memohon kesejahteraan alam beserta isinya, dan kesejahteraan umat secara sekala-niskala. “Dalam menggelar upacara mari kita pahami maknanya, seperti upacara yang digelar saat ini maknanya untuk memohon kesejahteraan alam beserta isinya, kesejahteraan umat secara sekala-niskala,” ujar Sudikerta.

Pihaknya juga mengapresiasi pelaksanaan upacara tersebut yang dilakukan secara bergotong-royong oleh seluruh warga Desa Pakraman Sandan.  “Warga disini sudah mampu bergotong-royong dalam menggelar upacara, saya sangat mengapresiasi. Semangat dan jiwa seperti inilah yang harus terus dipupuk, persatuan dan kesatuan yang didasari rasa persaudaraan harus terus dibangun,” katanya. Pada kesempatan tersebut Sudikerta menyerahkan dana punia untuk meringankan beban masyarakat. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Rai Mantra Hadiri Upacara Padudusan Alit Banjar Den Yeh Peguyangan

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Bertepatan dengan Rahina Tumpek Wariga (Tumpek Bubuh), ratusan warga Banjar Den Yeh , Desa Pakraman Peguyangan melaksanakan upacara Padudusan Alit lan Mecaru Resi Gana, di balai banjar setempat, Sabtu Saniscara Kliwon Wariga (7/10/2017).

Pelaksanaan upacara disaksikan langsung Walikota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra sekaligus menandatangani batu prasasti dan ngaturang punia. Tampak hadir DPRD Provinsi Bali A.A. Kompyang Raka, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gst Ngurah Gede, Camat Denpasar Utara Nyoman Lodra, Bendesa, Lurah, Tokoh Masyarakat serta Tokoh Agama setempat.

Sebelum upacara Padudusan Alit lan Mecaru Resi Gana di mulai, acara di awali dengan tarian Rejang Dewa, Rejang Renteng, Tari Baris dan Tari Topeng Sidakarya yang membuat suasana spiritual ke Agamaan semakin kental dan terasa kekusyukannya.

Manggala Karya I Gusti Agung Ketut Piana mengatakan, upacara Padudusan Alit lan Mecaru Resi Gana dilaksanakan karena baru diselesainya pemasangan Bale Saka Empat (bale bengong) di sebelah Pura Banjar yang merupakan sumbang sih dari Pmerintah Kota Denpasar. Dimana upacara Padudusan Alit lan Mecaru Resi Gana dilaksanakan bertepatan dengan Rahina Tumpek Wariga dimana sebagian besar Banjar-Banjar melaksanakan piodalan. Tumpek Wariga atau Tumpek Uduh , Tumpek Bubuh atau Pengatag, biasanya dirayakan setiap 6 bulan sekali di hari Saniscara (Sabtu) Kliwon, wuku Wariga, tepat 25 hari sebelum Hari Raya Galungan.

Pemujaan pada Tumpek Uduh adalah persembahan kepada manifestasi Tuhan sebagai Dewa Sangkara penguasa tumbuh-tumbuhan. “Ini merupakan sebagai rasa syukur manusia atas segala kelimpahan makanan dan banyak fungsi dari tumbuh-tumbuhan yang membantu kehidupan manusia”, ungkapnya.

Sementara Klian Banjar Adat Den Yeh, I Nyoman Ruda mengatakan, dudunan karya sudah dimulai sejak Saniscara Pon 30 September lalu dengan upacara Nuasen Karya dan puncak karya pada hari ini Saniscara Kliwon 7 Oktober dilanjukan Redite Pon 15 Oktober dengan Tirtayatra ke lima Pura.

Upacara ini dipuput oleh Ida Peranda Gde Wayahan Wanasari, dari Griya Wanasari Sanur dan Ida Bhujangga Rsi Adi Guru. “Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Denpasar serta warga Banjar Den Yeh dan semua pihak yang telah membantu sampai upacara ini selesai terlaksana dengan baik,” ujarnya. Ia juga merasa bahagia dan bangga Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dapat hadir menyaksikan upacara Padudusan Alit lan Mecaru Resi Gana dan telah memberikan perhatian dan Dana Punia sebagai stimulan kepada warga Banjar Den Yeh Peguyangan.

Ditambahkannya lagi, dengan dilangsungkan upacara ini kedepan diharapkan tercipta suasana harmonis antar warga Banjar Den Yeh Peguyangan dan  mampu meningkatkan kerukunan antar sesama warga dan umat beragama. (ays’/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Karya Nyatur di Pura Pasek Gelgel Sibangkaja

0

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Pengempon Pura Pasek Gelgel Br. Piakan, Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal melaksanakan Karya Ngenteg Linggih, Menek Kelih dan Mepandes/Metatah Massal, Kamis (5/10/2017).

Puncak Karya tersebut dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi anggota DPRD Badung I Nyoman Wiradana, Tripika Kecamatan Abiansemal, Perbekel Sibangkaja dan tokoh masyarakat setempat. Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa melakukan persembahyangan bersama dan menyerahkan dana hibah sebesar Rp.823.625.000.

Dengan diberikannya dana hibah ini Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyampaikan maksud dan tujuan pemberian dana hibah ini dalam rangka untuk ikut mendorong pemberdayaan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan agama yang didalamnya termasuk seni, adat dan budaya, sehingga apa yang dilakukan masyarakat dalam rangka untuk meningkatkan sradha bhaktinya terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang sekaligus didorong adanya pemberdayaan untuk kegiatan-kegiatan budaya, adat istiadat dan juga seni.

“Dengan demikian tidak sebatas pada nilai ekonomis/nilai uang yang  kita perhatikan, namun yang terpenting bagimana uang yang diberikan Pemerintah dapat mendorong pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan budaya, adat dan seni itu sendiri. Oleh karena itu akan dapat memberikan suatu nilai dapam memperkuat rasa persatuan didalam komunitas adatnya sehingga Pemerintah akan lebih mudah untuk membuat kebijakan-kebijakan strategis sehingga ketemu antara harapan masyarakat dengan kebijakan yang dilakukan Pemerintah, ” katanya.

Ketua Panitia I Nyoman Karta menyampaikan, rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan yang secara otomatis dapat meringankan beban masyarakat. Dengan adanya perhatian dari Pemerintah ini  I Nyoman Karta bersama masyarakat pengempon pura menyampaikan kebulatan tekadnya untuk selalu mendukung program-program Pemerintah dan arahan dari pimpinan kabupaten badung. (humas-badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Siswa dan Guru SMK PGRI 5 Denpasar Kompak Ngayah Tunjukkan Kebersamaan

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Bertepatan dengan Purnama Kapat, Kamis (5/10/2017), keluarga besar SMK PGRI 5 Denpasar, menggelar ngatep karya bertepatan dengan piodalan di parahyangan sekolah setempat. Upacara diawali dengan melasti, mapadudusan alit dan macaru pancasata yang di-puput Ida Pedanda Made Oka Pasuruan dari Griya Oka Ayunan, Abiansemal.

Seluruh warga sekolah siswa dan guru pakedek dan pakenyum nyanggra karya. Para guru ngayah menari rejang renteng, nopeng dan siswanya menabuh, menari rejang dewa. Upacara diawali dengan persembahyangan bersama dihadiri Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. Sedangkan panyineban dilakukan Jumat (6/10) ini.

Kepala SMK PGRI 5 Denpasar,  Dra. Ni Ketut Nuka dan Ketua Komite SMK PGRI 5 Denpasar, Drs. Wayan Darya Kusuma, M.Pd., mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu ngatep karya dan padudusan alit di parahyangan sekolahnya baik guru, siswa, orangtua siswa, dan masyarakat sehingga berjalan lancar. Dijelaskan ngatep karya ini juga serangkaian upacara ngenteg linggih yang digelar tahun lalu.

Tujuannya untuk mohon kerahayuan dan keseimbangan alam sekala dan niskala di SMK PGRI 5 Denpasar. Selain itu untuk  memberi jaminan keselamatan dan kenyamanan siswa belajar dengan baik dan guru mengajar dengan baik. Makanya dia merasa bangga siswa dan guru berbaur ngayah sesuai dengan potensinya.

Mereka juga diberi penguatan untuk pendidikan budi pekerti dan karakter. Ini sesuai visi SMK PGRI 5 Denpasar  ‘’Sebagai lembaga pendidikan dan latihan yang berkualitas, mampu bersaing di bidang keahlian pariwisata dalam era global’’.

Ketut Nuka menyatakan, SMK PGRI 5 Denpasar berkomitmen untuk memberi pelayanan terbaik dan berkualitas bak dalam bentuk proses maupun fasilitas sekolah.  Saat ini  SMK PGRI 5 Denpasar, kata dia, sedang membangun fasilitas baru secara bertahap. Di lantai I dan II dibangun untuk dua lab restoran dan dua lab kitchen. Sedangkan tahap berikutnya akan dilanjutkan tahun berikutnya berupa pembangunan enam RKB.

Hal ini dilakukan karena SMK PGRI 5 Denpasar yang sejak 2015 lalu pindah ke Jl. Kenyeri ingin memberi penguatan kompetensi sesuai dengan program keahlian yang dibuka yakni Tata Boga dan Akomodasi Perhotelan. Dengan demikian SMK ini benar-benar SMK yang kuat kompetensi keterampilannya karena didukung lab setara hotel bintang lima. Di samping itu juga untuk mengantisipasi membeludaknya peminat dan calon siswa baru yang setiap tahun selalu mengalami peningkatan.

Rasa sumringah juga ditunjukkan Ketua Komite Wayan Darya Kusuma mengaku bangga dengan semangat warga sekolah menyukseskan karya ini. Bukan saja berguna bagi sekolah, karya ini juga untuk ngrastitiang jagat agar rahayu. Makanya ia menyebut ini bagian dari model pembelajaran spiritual karena menyentuh anak didik. ”Jadi, siswa bukan saja belajar teori agama dan upacara, melainkan langsung terlibat selama karya di sekolah ini,” ujarnya.

Dia yakin potensi apa saja ada di sekolah sehingga semua proses berlangsung dengan baik. Bahkan siswanya digilir pagi dan sore melakukan persembahyangan di sekolah.

Sementara soal bangunan baru, kata Wayan Darya Kusuma, dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama diselesaikan lab restoran dan kitechen dengan dana mandiri Rp 350 juta dan dan bantuan Pemprov. Bali senilai Rp 300 juta. Sedangkan pembangunan selanjutnya dilakukan bertahap sesuai kebutuhan sekolah.(r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :