29 Ogoh-Ogoh Di Desa Kesiman Siap Berparade di Catus Pata Tohpati

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Sebanyak 29 Sekaa Teruna Teruni (STT) siap mengikuti Parade Ogoh-ogoh di Simpang Empat Tohpati (Catus Pata), Kesiman Denpasar pada tanggal 16 Maret 2018 mendatang. “Kegiatan ini dalam rangka menyambut Tahun Baru Caka 1940 dan Hari Raya Nyepi pada tanggal 17 Maret 2018,” ujar  I Made Suena didampingi Ketua Panitia Parada Ogoh-ogoh Made Semaraputra saat beraudensi dengan PLT Walikota Denpasar IGN Jaya Negara di Kantor Walikota Denpasar Senin (5/3/2018).

Suena mengatakan, Parade Ogoh-ogoh Simpang Empat Tohpati  rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai wadah kreatifitas Sekaa Teruna Teruni Kesiman. Untuk tahun ini pelaksana parade ini dilaksanakan oleh Desa Kesiman Kertalangu. Meskipun demikian parade ini masih tetap diikuti 3 Desa Dinas yakni Desa Kesiman Kertalangu, Desa Kesiman Petilan dan Kelurahan Kesiman.

Ketua Panitia Parada Ogoh-ogoh Made Semaraputra  mengatakan, kreatifitas ogoh-ogoh ini akan diikuti 29 ogoh-ogoh dari tiga Desa Dinas. Untuk penilaian  ada dua kategori yakni penilaian di tempat dilaksanakan pada tanggal 10 dan 11 Maret mendatang serta penilain antraksi di Catus Pata Tohpati. Dalam parade ini para peserta  akan merebutkan juara 1 hingga 3 dan harapan 1 hingga 6. “Parade ogoh-ogoh ini sedikit berbeda, karena pihaknya akan berusaha menyingkat acara sehingga parade ini tidak terlalu lama seperti tahun sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu PLT Walikota Denpasar IGN Jaya Negara mengapresiasi Parade Ogoh-ogoh yang dilaksanakan Desa Kesiman Kertalangu. Menurutnya parade ini sangat bagus sebagai wada kratifitas anak muda di Kota Denpasar umumnya dan Kesiman pada khususnya.

Dalam parade ini, Jaya Negara berharap agar para peserta menjaga kenyamanan dan keamanan pelaksanaan ogoh-ogoh saat berlangsung. ”Sehingga tidak terjadi hal-hal yang dingginkan,” harapnya. Dalam kesempatan itu Jaya Negara juga berharap agar anak-anak muda  tidak mengkomsumsi minuman-minuman beralkohol.  Dengan demikian maka semua umat Hindu dapat melaksanakan perayaan Hari Suci Nyepi berjalan nyaman, aman dan tenang. (ayu/humas-dps/bpn)

Pawai Budaya “Bali Art Carnival” Tampilkan Bahan Daur Ulang

BALIPORTALNEWS.COM – Gelar Seni Akhir Pekan Bali Mandara Nawanatya III yang di buka malam ini, Sabtu (3/3/2018), diawali dengan Pawai Budaya “Bali Art Carnival”. Pelepasan pawai yang digelar di depan Jayasabha, ditandai dengan membunyikan Okokan, alat tradisional khas Kabupaten Tabanan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Menariknya, karnaval ini menampilkan berbagai kostum yang didesain oleh seniman dibuat dari bahan daur ulang. Gubernur Pastika mengatakan, pemanfaatan bahan daur ulang ini merupakan upaya memberi inspirasi dan motivasi bagi seniman Bali untuk memanfaatkan bahan-bahan bekas yang didaur ulang sehingga menambah nilai tambah. “Ini memanfaatkan daur ulang, untuk desain guna memberi inspirasi dan motivasi bagi seniman,” ujarnya.

Pawai ini merupakan kali kedua diadakan, serangkaian dengan Gelar Seni Akhir Pekan Bali Mandara Nawanatya yang dilaksanakan setiap tahunnya. Bali Mandara Nawanatya merupakan wadah bagi ekspresi seniman muda yang inovatif menuju kesejahteraan dan kemajuan dan keagungan peradaban Bali.

Pastika menilai pawai kali ini cukup baik, tak kurang puluhan seniman menampilkan berbagai kostum karnaval hasil rancangan para desainer. “Untuk tahap awal lumayan, tahap berikutnya bisa lebih komplek, lebih banyak lagi pesertanya, sehingga bisa memberikan arti untuk Nawanatya ini,” katanya.

Ditambahkannya, Nawanatya merupakan ajang atau ruang yang disiapkan untuk memberi kreatifitas baru, jadi sepanjang tahun Pemprov Bali menyelenggarakan kegatan-kegiatan kesenian dan budaya untuk memberikan spirit baru kepada kesenian Bali.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dewa Putu Beratha mengatakan selain diikuti seniman-seniman muda Bali, juga turut berpartisipasi diantaranya Yayasan Penggak Men Mersi, SMA Bali Mandara, Kisrama Production-Singaraja, Fortuna Management-Singaraja, Komunitas Seni Pancer Langiit, dan Banyuwangi Ethno Carnaval. “Para peserta menggunakan bahan daur ulang seperti kertas dan koran bekas, plastik dan sebagainya. Hampir sebulan sebelum pawai, Disbud telah menggelar workshop tentang pembuatan kostum karnaval,” jelasnya. (r/bpn)

182 Ogoh-Ogoh Ikuti Lomba Di Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar memberikan ruang bagi seluruh masyarakat untuk melakukan kreativitasnya. Salah satunya memberikan ruang pada sekaa teruna untuk mengekspresikan kretivitas melalui pembuatan ogoh-ogoh yang berkaitan dengan menyambut hari suci Nyepi Caka 1940.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar IGN Bagus Mataram didampingi Kabid Kebudayaan, I Made Wedana, Jumat (2/3/2018) ditemui di ruang kerjanya.

Lebih lanjut Ngurah Mataram menambahkan ogoh-ogoh yang dibuat sekaa teruna dinilai oleh Tim Penilai dari Dinas Kebudayaan Kota Denpasar yang penilaiannya berlangsung dari tanggal 6-9 Maret mendatang. “Sejak dibuka pendaftaran ogoh ogoh dari tanggal 22 Januari sampai 22 Februari 2018 terdapat 182 ogoh-ogoh yang telah mendaftar,” ujarnya.

Dari jumlah tersebut pesertanya terdiri dari 48 peserta dari Kecamatan Denpasar Utara, 38 peserta dari Kecamatan Denpasar Barat, 38 peserta dari Kecamatan Denpasar Selatan dan 58 peserta dari Kecamatan Denpasar Timur. Dari lomba tersebut nantinya terdapat 32 pemenang dengan komposisi delapan sekaa di masing-masing kecamatan dan berhak mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 10 juta.

Kendati demikian, sekaa yang sudah pernah mendapatkan nominasi selama dua tahun berturut-turut akan disidit atau tidak diikutsertakan dalam penilaian. Disamping itu semua peserta lomba termasuk 32 pemenang lomba akan melakukan pawai dan rutenya telah ditentukan  masing-masing desa/lurah. Hal ini baik untuk menjaga keamanan terlebih lagi tahun ini merupakan tahun politik. Disamping juga pelaksanaan di masing-masing desa lurah telah dilaksanakan sejak tahun 2014. “Dinas Kebudayaan hanya melakukan penilaian terhadap ogoh-ogoh yang telah dibuat oleh masing-masing sekaa teruna,” jelasnya.

Untuk syarat lomba menurut Ngurah Mataram   ogoh-ogoh yang akan diseleksi yakni harus tidak menggunakan styrofoam / gabus dan spons, harus dibuat dengan bahan ramah lingkungan seperti ulat-ulatan bambu, kayu, kertas, guungan, gedeg, rotan, atau penyalin. Adapun tinggi ogoh-ogoh minimal 3 meter dan maksimal 5,5 meter diatas permukaan tanah/lantai. Kawat jaring hanya boleh digunakan pada aksesoris kamen, saput, selendang, dan rambut. Dan karet sandal hanya boleh pada gelang, kamen. dan bandong.

“Kenapa tidak boleh menggunakan styrofoam karena disitu ketika mengulat tiing ada sifat gotong royong. Selain juga kita kembali menjaga budaya kita, dan ogoh ogoh ini menjadi ajang pergaulan dan tukar pikiran tentang sharing membuat teknik ogoh-ogoh. Bukan hanya teknik tetapi juga filosofi agama hind,” ujar Ngurah Mataram.

Mengingat Pemerintah Kota Denpasar sangat komit terhadap ekonomi kreatif berwawasan budaya Ngurah Mataram mengaku memberikan bantuan sebesar Rp 3,5 juta semua masyarakat untuk pengembangan ekonomi kreatif salah satunya pembuatan ogoh-ogoh ini.(gst/humas-dps/bpn)

Pemkab Badung Gelar Upacara Ritual “Nangluk Merana”

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung, bersama Desa Adat Kerobokan menggelar ritual Nangluk Merana atau pembersihan secara spiritual alam semesta yang bertujuan menjaga kesuburan tanaman di area persawahan (subak). Acara yang dipuput Ida Pedanda Gde Sakti Tlabah Griya Pesraman Patu Bidak Kerobokan dilaksanakan di Pura Jung Petitenget Kerobokan, Kamis (1/3/2018) kemarin.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri dan mengikuti langsung ritual ini bersama Anggota DPRD Badung, A.A. Ngurah Ketut Nadi Putra, Camat Kuta Utara AA. Arimbawa, Camat Kuta, Kuta Selatan I Made Widiana,  kepala Badan Pendapatan Daerah dan Pesedahan Agung I Made Sutama, bendesa adat kerobokan AA. Putu Sutarja, tripika, tokoh adat kerobokan masyarakat pengemong pura serta para petani dan subak se-Badung.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya mengatakan, Kegiatan upacara nangluk merana yang dilaksanakan ini  termasuk perayaan yang istimewa karena bertepatan dengan hari purnama. Upacara Nangluk merana bertujuan untuk keselamatan dan kesejahteraan alam semesta beserta isinya terutamanya tanaman dan binatang yang ada di persawahan dan tegalan (perkebunan). “Tujuan lain dari pelaksanaan upacara ini disamping untuk pelestarian adat dan budaya juga agar alam semesta yang berupa tanah pertanian dan tegalan tetap dapat terjaga dengan  kelestarian adat, yang damai dan sejahtera (santi dan jagadhita),” ucapnya.

Dengan upacara nangluk merana ini diharapkan dapat mengurangi berbagai macam malapetaka seperti hama penyakit yang dapat menyerang tanaman maupun binatang. “Semoga apa yang dilaksankan dengan tulus iklas mendapat kerahajengan masyarakat se-jebag Badung dan Bali” imbuhnya, selanjutnya usai pelaksaaan upacara ini diharapkan kepada bendesa adat, pekaseh dan kelian subak serta masyarakat petani agar melanjutkan upacara seperti ini di masing-masing desa adat dan subak,” imbuhnya

Sementara itu Bendesa Adat Kerobokan A.A. Putu Sutarja dalam kesempatan tersebut mengatakan, upacara nangluk merana lan mepekelem ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya menjelang tawur Kesange Penyepian. “Nangluk merana ini bertujuan guna mohon keselamatan dan kerahajengan, kesejahteraan dan dijauhkan dari segala bahaya dan malapetaka khususnya serangan hama (merana) agar tidak menganggu tanaman di persawahan dan tegalan, sehingga petani mampu meningkatkan hasil-hasil pertaniannya, juga diharapkan dapat menjalankan Ngusaba Desa Lan Ngusaba Nini di setiap Desa dan Subak se-Badung” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Pemerintah Kabupaten Badung menyerahkan Aci-aci sebesar Rp. 175 Juta. (humas-badung/bpn)

Warga Banjar Saba Penatih Gelar Upacara Melaspas

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Prosesi upacara pemelaspasan yang juga dirangakian dengan upacara tawur dan mupuk pedagingan Banjar Saba Penatih, Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur sejak pagi sudah tampak berlangsung, Jumat (23/2/2018). Plt. Walikota Denpasar I GN Jaya Negara yang juga sebagai warga banjar setempat, tampak turut serta dalam rangakain prosesi mecaru yang dipuput tiga sulinggih.

Beberapa tamu undangan juga tampak menghadiri upacara pemelapasan banjar setempat yakni Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar Raka Purwantara, dan dari anggota DPRD Provinsi Bali. Rentetan upacara juga dipersembahkan Tarian Wali meliputi Topeng Wali, Tari Rejang Dewa, Tari Rejang Renteng dari ibu-ibu PKK Banjar setempat serta Tari Baris Gede.

Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengharapkan pelaksanaan upacara pemelaspasan, tawur dan mupuk pedagaingan Banjar Saba dari telah rampungnya renovasi banjar dan pelinggih Ratu Penyarikan dapat meningkatkan srada bakthi warga. Seperti pada pelaksanaan renovasi dan upacara ini warga secara gotong royong melaksanakan. Sehingga diharapkan ini dapat terus berlangsung yang nantinya dapat berimbas pada peningkatan srada dan bakthi tersebut.

Sementara manggala karya, Ketut Adnyana mengatakan pelaksanaan upacara pemelaspasan, tawur dan mupuk pedagingan telah juga diawali sejak Rabu (14/2) lalu dari nunas tirta di Pura Sad Khayangan. DIlanjutkan Upacara Pakeling, Nuwasen Karya, Negtegang Beras, Memban Pengalang Sasih, Ngadegang Sunari, Makiis, Mepapada dan pada puncak karya akan dilaksnakan pada Sabtu (24/2) yang bertepatan dengan Hari Suci Tumpek Wayang. Upacara Melaspas, Tawur dan Mupuk Pedagingan dipuput tiga sulinggih yang juga dirangkaikan dengan beberapa Tarian Wali. (pur/humasd-ps/bpn)

Bupati Serahkan Dana Ogoh-Ogoh Kepada 536 Sekaa Teruna se-Badung

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung menyerahkan dana Kreativitas bagi Sekaa Teruna (ST) se-Badung untuk pembuatan ogoh-ogoh menyambut hari Nyepi tahun saka 1940 tahun 2018.

Dana ogoh-ogoh diserahkan secara langsung oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup. I Ketut Suiasa kepada 536 Sekaa Teruna Se-Kabupaten Badung di Ruang Uttama Gosana, Kantor DPRD, Puspem Badung, Sabtu (17/2/2018) lalu.

Masing-masing Sekaa Teruna menerima dana sebesar Rp. 23 juta. Kegiatan tersebut dihadiri pula, Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, serta Kadis Kebudayan I.B. Anom Bhasma.

Kadis Kebudayaan Badung IB Anom Bhasma menyampaikan, total dana yang diserahkan oleh Pemerintah Badung sebesar Rp. 12.300.000.000. Diharapkan dengan adanya bantuan dari pemerintah ini, setiap Sekaa Teruna dapat melakukan kreativitasnya dalam pembuatan ogoh-ogoh menyambut perayaan Nyepi tahun ini. “Sekaa Teruna tidak usah bingung mencari dana dalam lomba ogoh-ogoh ini karena sudah disuport oleh Pemerintah Kabupaten Badung,” terangnya.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa dana bantuan yang diserahkan ini sebagai bentuk komitmen Pemkab Badung dalam mendukung kegiatan kreativitas dari Sekaa Teruna di Badung terutamanya dalam pembuatan ogoh-ogoh, sebagai salah satu upaya pengembangan dan pelestarian seni budaya di Badung.

Bupati Giri Prasta juga mengimbau kepada masyarakat khususnya sekaa teruna pada saat pengerupukan dan penyepian agar tetap menjaga kondusifitas wilayah masing-masing sehingga perayaan hari suci dapat dilaksanakan dengan baik. “Kami minta Sekaa Teruna jangan minum-minuman keras pada saat pengerupukan, apalagi sampai merugikan orang lain, terlebih hingga membuat rusuh, kami akan turun tangan dan tindak tegas,” ungkapnya.

Bupati Badung juga menyampaikan telah sepakat dengan Sekaa Teruna Se-Kabupaten Badung untuk meniadakan bazzar duduk, karena ada beberapa hal yang jadi pemikiran dari Bupati. “Tidak ada yang menjamin bahwa setiap bazzar duduk tidak adanya minuman beralkohol, anak yang masih duduk di bangku SMP sudah menjadi waitris di banjar sampai pagi, dan tidak adanya yang menjamin bilamana ada terjadi masalah pada saat bazzar duduk,” tegasnya, seraya nemabahkan bazzar duduk bisa diganti dengan kegiatan yang lain, contohnya buat tournament volley, lomba mancing, lomba layang-layang, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya. (humas-badung/bpn)

Polres Badung Gelar Persembahyangan Bersama, Memohon Pilgub Bali Aman

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Bertempat di Pura Giri Catur Loka Polres Badung, Seluruh anggota Polres Badung melaksanakan persembahyangan bersama, Kamis (15/2/2018). Kegiatan yang dimulai pukul 21.00 wita ini berjalan dengan penuh suasana kehikmatan.

Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta,S.I.K bersama Pejabat Utama Polres Badung diikuti seluruh personil Polres badung yang beragama Hindu tampak sangat Khidmat dalam melaksanakan persembahyangan.

Persembahyangan bersama ini digelar pada gari suci Tilem dimana bertujuan untuk memohon Kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh rangkaian Pilgub Bali berjalan dengan aman, serta seluruh personil yang melaksanakan pengamanan diberikan keselamatan.

Lantunan mantra mantra dan doa doa penghantar dilantunkan oleh pemangku Pura Giri Catur Loka Polres Badung. Persembahyangan dipimpin pemangku Alit Bripka I Made Muliawan,S.H yang mengantarkan doa doa.

“Kami pada saat hari Suci Tilem ini menggelar persembahyangan bersama seluruh personil, memohon Kehadapan Tuhan agar seluruh rangkaian PIlgub Bali 2018 dari awal hingga akhir nanti dapat berjalan dengan aman serta seluruh personil yang melaksanakan pengamanan diberikan Keselamatan dan kesehatan,” ungkap AKBP Yudith. (guz/humas-polres.badung/bpn)

Jelang Imlek, Polres Badung Lakukan Pengecekan Ke Wihara

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Menjelang hari raya Imlek yang jatuh pada 16 Februari 2018 nanti, persiapan pengamanan telah digelar Polres Badung. Seperti yang dilaksanakan hari ini, Selasa (13/2/2018) Kabag Ops Polres Badung Kompol I Ketut Sukarta,S.H menyambangi Wihara Vimalakirti Sempidi kecamatan Mengwi Badung.

Sambang tersebut guna mendapatkan informasi yang pasti tentang penyelenggaraan ibadah Imlek sehingga dapat ditentukan personil yang akan ditempatkan untuk melaksanakan pengamanan dalam hari Raya Imlek nanti.

Sebelum pelaksanaan pengamanan Ibadah Imlek, Polres Badung terus menggelar Cipta Kondisi diwilayah hukumnya dengan menyambangi tokoh tokoh masyarakat, melakukan pemeriksaan terhadap penduduk pendatang berkoordinasi dengan aparat Desa serta kegiatan kegiatan cipta kondisi lainnya sehingga Wilayah Hukum Polres badung kondusif.

“Kami sebelum melaksanakan pengamanan Ibadah Imlek, diawali dengan koordinasi dengan pengurus Wihara sehingga pengamanan yang kami laksanakan nantinya tepat sasaran,” ungkap orang ketiga di Polres Badung ini. (guz/humas-polres.badung/bpn)

Bupati Giri Prasta Silahturahmi dan Resmikan Mushola At-Taqwa

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta meresmikan Mushola At-Taqwa sekaligus silaturahmi dan tasyakuran atas renovasi Mushola At-Taqwa  Yayasan Mukti Sentosa tahap pertama di Jl. Bidadari IID Br.Merta Nadi Kerobokan Kelod Kecamatan Kuta Utara, Sabtu (10/2/2018). Peresmian ditandai penandatangani prasasti dan memberikan dana sebesar Rp. 25 juta untuk mendukung acara tersebut.

Ketua Yayasan Mukti Sentosa Deny Prasetyo mengatakan Musholla At-Taqwa sudah didirikan sejak Tahun 1997 dengan jamaah kurang lebih 1000 orang  dan memiliki tanah seluas 8 are dengan bangunan berlantai 2. Umat Muslim dari Musholla At-Taqwa sangat berterima kasih dan mengapresiasi bupati badung yang sudah merealisasikan banyaknya permohonan, bantuan maupun perizinan ke Masjid maupun Musholla yang ada di Kabupaten Badung salah satunya di Musholla At-Taqwa.

Lebih lanjut dikatakan sangat mengharapkan adanya arahan support dari bapak bupati badung untuk melanjutkan pembangunan renovasi tahap ke 2, dalam tahap rencananya antara lain pembangunan lantai 2 yang sudah dilakukan seperti sebelumnya serta memperluas lahan parkir.

“Besar harapan kami bapak bupati badung dapat mendukung, baik dari segi materi maupun material bagi Musholla At-Taqwa,” ungkapnya. Dijelaskan pula, lahan parkir yang memiliki luas 3,5 are, hanya bisa menampung sekitar 400 motor dari banyaknya jamaah yang hadir di setiap hari Jumat selalu bertambah yang parkir bisa mencapai 700 orang.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan rasa bangganya atas kerukunan umat beragama di Badung. Pemerintah badung akan berupaya sekuat tenaga untuk mempertahankan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

“Kami harus jaga keutuhan empat pilar kebangsaan tersebut. Beberapa kali kami menghadiri undangan umat Muslim, alhamdulilah kerukunan terjaga dengan baik, dengan itu mudah-mudahan warga kita tetap aman dan makmur, ” jelasnya.

Ditambahkan bahwa dukungan Pemkab Badung terhadap pembangunan Mushola ini merupakan wujud komitmen Badung dalam mengembangkan seni, adat, agama dan budaya. Ini akan berlanjut, Bupati contohkan, Pemkab Badung bulan ini juga menyerahkan hibah untuk pembangunan Masjid di Canggu Permai dengan dana sebesar 3 M. Selain itu pemerintah kabupaten badung juga memberikan secara langsung dana untuk pendidikan umat muslim di kuta selatan sebanyak 3 miliar.

Lebih lanjut Bupati Giri Prasta juga menambahkan Pemerintah Kabupaten Badung akan selalu siap membantu semua keperluan umat muslim yang ada di kabupaten badung termasuk memfasilitasi umat Muslim dalam menulaikan ibadah haji. Giri Prasta mengharapkan dengan adanya bantuan dari pemerintah badung bisa membantu umat muslim yang ada di Kabupaten badung dengan catatan seperti pembangunan ke 2 yang akan dilaksanakan di Muhola At-Taqwa ini semoga bantuan tersebut nantinya bisa dipertanggungjawabkan dan digunakan dengan sebaik- baiknya.

Bupati Badung yang didampingi Kabag Humas Badung Putu Ngurah Thomas Yuniartha disambut oleh panitia serta ribuan umat muslim di Mushola At-Takqwa. Turut hadir Camat Kuta Utara A A Arimbawa, Lurah Kerobokan Kelod I Made Wistawan, Klian serta Kepala Lingkungan Br. Merta Nadi, Ida Cokorda Pemecutan XI, Dewan Masjid Provinsi Bali Haji Bambang Santoso, Ketua Yayasan Mukti Sentosa Deny Prasetyo serta tokoh-tokoh Muslim dan para Kiyai. (humas-badung/bpn)