28 C
Denpasar
Jumat, 21 September 2018

Pujawali di Pura Sakenan, Umat Dihimbau Tertib

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Bertepatan dengan hari raya Kuningan, Sabtu (9/6/2018) besok, dilaksanakan pujawali di Pura Sakenan. Ribuan umat dipastikan akan memadati pura yang berada di pesisir laut Desa Pakraman Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan itu.

Manggala Karya, Ida Bagus Gede Pidada, Jumat (8/6/2018) mengatakan, pujawali di Pura Sakenan katuran bebangkit serta ayaban, sedangkan di Pura Pesamuan Agung dan Pura Susunan Wadon, katuran pulagembal. Serangkaian pujawali juga dilangsungkan pakelem alit berupa ayam dan bebek. Pakelem ini dilaksanakan karena Pura Sakenan ada di tengah laut atau Segara Pakretih.

Ida Bagus Pidada menjelaskan, rangkaian pujawali di Pura Dalem Sakenan di-puput Ida Pedanda Gede Putra Bluangan dari Griya Delod Pasar serta Ida Pedanda Putra Telaga dari Griya Telaga Sanur. Sementara di Pura Susunan Wadon, di-puput Ida Pedanda Putra Kemenuh Griya Tegal.

Selama Ida Bhatara nyejer, juga dilangsungkan bhakti penganyar. Pada Umanis Kuningan, Minggu (10/6/2018) nanti, upacara penganyar di-puput Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa dari Griya Sari Tegal dan Ida Pedanda Budha Jelantik dari Griya Gunung Sari Ubud. Pada Paing Kuningan, Senin (11/6/2018) nanti, upacara penganyar di-puput Ida Pedanda Gede Oka Giri dari Griya Oka Sanur dan saat panyineban, Selasa (12/6/2018) nanti, di-puput Ida Pedanda Istri Mas dari Griya Tegal Asah.

Kepada umat sedharma, Ida Bagus Pidada mengimbau untuk tidak terkonsetrasi sembahyang pada puncak pujawali, sebab masih ada waktu untuk menghaturkan persembahyangan hingga Selasa ke depan. Namun memang tidak bisa dihindari bahwa kepadatan persembahyangan memang berlangsung tiap pujawali dilakukan.

Maka, untuk mengatur ketertiban umat masuk ke pura, dilakukan sistem buka tutup oleh pecalang. Namun demikian, sejak tiga tahun terakhir, setiap nyejer tiga hari pamedeknya semakin merata. Artinya umat tidak lagi terfokus pada puncak pujawali saat Kuningan. Kendati sudah bagus pihaknya tetap imbau umat bisa sembahyang pas nyejer.

Mengenai urutan ngaturang bhakti, kata Ida Bagus Pidada, dimulai dari Pura Susunan Wadon, baru ke Pura Samuan Agung, dan terakhir di Pura Dalem Sakenan. Ia mengungkapkan, gegaduhan Pura Sakenan sangat beda dengan Dang Khayangan lainnya di Bali. Di pura ini banyak pelawatan atau pewayangan Ida Batara, seperti barong ket, ratu ayu serta barong landung yang lunga. Pelawatan ini juga katuran masolah saat pujawali.

Dalam sastra disebutkan, Pura Sakenan disebut Samudra Kretih. Sakenan itu sebagai tempat pemujaan Ida Hyang Dewa Biswarna atau Baruna. Beliau benar-benar sebagai penjaga Segara Pakretih (ketenangan lautan/samudera) untuk keselamatan dunia, menghilangkan segala jenis rintangan di dunia, dan segala jenis penyakit dan menyucikan segala jenis kala, bhuta dan manusia, dan berbagai jenis penyakit. ‘’Oleh karena itu, bagi umat Hindu janganlah melanggarnya,’’ tegas Ida Bagus Pidada.

Ida Bagus Pidada menambahkan, pihaknya mengharapkan kepada pemedek yang tangkil agar tertib dan mematuhi aturan yang ada. Selalu menjaga kebersihan lingkungan Pura serta membuang pada tempatnya sarana-sarana persembahyangan yang telah selesai dipakai sehingga tercipta kenyamanan bersama.

Pujawali juga didukung penuh oleh Pemerintah Kota Denpasar dengan menyiagakan sejumlah bantuan seperti punia dan beberapa tenaga seperti DKP, Perhubungan, keamanan dari Polsek Denpasar Selatan, pecalang se-kota Denpasar, hingga kesehatan dan PDAM. Sementara untuk parkir dan pengaturan pedagang berjualan di areal pura diserahkan sepenuhnya kepada Desa Pakraman Serangan.

Pura Sakenan kaempon oleh Puri Agung Kesiman dan di-emong oleh sejumlah desa adat seperti Desa Adat Serangan, Desa Adat Suwung Kepaon, Desa Adat Pemogan, dan Desa Adat Kelan, Tuban. (tis/bpn)

Gubernur Pastika Harap “Arjuna Digital“ Perkuat Pemahaman Hindu Untuk Generasi Muda

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Pastika menyambut baik dan mengapresiasi penyelenggaraan lomba Arjuna Digital yang diinisiasi oleh Paiketan Krama Bali. Gubernur berharap penyelenggaraan lomba ini akan dapat memperkuat pemahaman Hindu khususnya para generasi muda. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya pada acara pertemuan Paiketan Krama Bali dengan Guru Agama Hindu SMA/SMK se- Bali dalam rangka Sosialisasi Lomba Arjuna Era Digital di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (22/5/2018)

Lebih jauh dalam sambutannya, Pastika yang didampingi oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra menyampaikan bahwa penyelengaraan pendidikan Hindu serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Hindu akan sangat menentukan eksistensi agama Hindu ke depan. Pada era globalisasi saat ini, dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, nilai-nilai radikalisme mulai menyebar luas, bahkan mendegradasi nilai-nilai luhur keagamaan. Hal ini berpotensi sangat menyesatkan, tidak hanya bagi umat Hindu tetapi juga umat manusia di seluruh dunia. “Disini peran guru Agama Hindu sangat strategis dalam menentukan kualitas sumber daya manusia Hindu terutama generasi muda Hindu, “imbuhnya. Untuk itu Pastika berharap dengan kegiatan ini, dapat dirancang dan dilaksanakan program-program nyata pemberdayaan umat Hindu, termasuk bagi guru-guru agama Hindu sebagai kaum intelektual, pemegang peran penting bagi peningkatan kualitas generasi muda Hindu.

Ditambahkannya, dalam menghadapi  zaman global yang bercirikan ‘3S ‘ yaitu Speed, surprisesuddenshift, umat Hindu harus dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan mewujudkan kesejahteraan hidup berlandaskan ajaran agama dan ilmu kebijaksanaan. Ajaran agama Hindu dan ilmu harus mampu membuat umat untuk ‘hidup’. Berbagai bekal hidup juga harus tersedia dan dimiliki umat Hindu. Untuk itu penyelengaraan pendidikan yang terintegrasi antara penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pembinaan karakter dan budi pekerti berdasar nilai-nilai Hinduisme, harus mulai dikembangkan

Sementara itu,  Ketua Paiketan Krama Bali A A Suryawan Wiranatha dalam sambutannya menyampaikan pelaksanaan Lomba Arjuna Digital 2018 tercetus dari pesatnya penggunaan teknologi digital khususnya di kalangan generasi muda, sehingga perlu diarahkan penggunaannya ke arah yang positif. Di sisi lain, lomba ini menyasar para generasi muda untuk menuangkan kreatifitasnya baik dalam bentuk poster, video, dharma wacana dan lain sebagainya dengan konten agama Hindu didalamnya. Dengan demikian pembelajaran Agama Hindu akan menjadi menarik dan mudah dipahami. “ Kegiatan ini untuk literasi para generasi muda dan konten yang dihasilkan bisa digunakan guru agama Hindu sebagai bahan ajar di kelas. Kegiatan ini memadukan teknologi, seni serta pembentukan karakter, “ tuturnya.

Dalam lomba Arjuna Digital diperlombakan 4 jenis lomba yaitu blog Hindu era Modern, Image poster ajaran Hindu, Video berupa darmawacana gaul dan Apps testimoni Trisandya. Lomba terbuka bagi pelajar SMP, SMA/SMK , mahasiswa dan pemuda dan batas pengumpulan karya pada tanggal 23 Juni 2018 dan pembagian hadiah dilaksanakan pada tanggal 15 Juli 2018 bertepatan dengan penutupan pelaksanaan Pesta Kesenian Bali. (humas-bali/bpn)

Begini Aksi Polsek Kuta Utara Gandeng Tokoh Lintas Agama Gelorakan Persatuan

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Sebagai wujud menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, Polsek Kuta Utara menggandeng tokoh – tokoh Lintas agama untuk mendengungkan toleransi di lingkungan masyarakat. Adanya kesadaran antara umat beragama mengenai toleransi bisa menjaga keutuhan sebuah negara.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (19/5/2018) pagi diwarnai dengan aksi pembagian 700 tangkai bunga mawar di Jalan Raya Gatot Subroto Barat. Aksi yang digelar lebih kurang 1 jam tersebut juga melibatkan sebanyak 50 orang personel Polsek Kuta Utara, 70 orang tokoh agama, masyarakat dan pemuda. Tujuannya menyasar kepada para setiap pengendara roda dua maupun mobil yang melintas.

Rasa toleransi antara umat beragama yang baik, menggambarkan adanya keharmonisan di suatu negara. Hal itu tercermin dari sikap antara satu agama dengan agama yang lain yang saling berdamai, saling merangkul, saling bertenggang rasa membentuk suatu masyarakat. Sehingga tidak menimbulkan perpecahan yang bisa menyebabkan perpecahan antar satu umat dengan yang lain.

Salah satu pengendara sepeda motor yang bernama I Made sulendra merespon aksi ini. Pihaknya menyampaikan bahwa toleransi antar umat beragama memang sudah selayaknya dijunjung sebagai bangsa Indonesia. Ia Pun, menyesalkan jika ada oknum yang ingin memecah belah bangsa ini, “setiap orang harus meningkatkan rasa nasionalismenya.” terang Sulendra.

Sementara itu Kapolsek Kuta Utara AKP Johannes H. Widya Dharma Nainggolan S.I.K memastikan bahwa dilingkup wilayah hukumnya gesekan antar umat beragama hampir tidak ada. Hal tersebut dibuktikan dengan aksi yang dilakukan hari ini. Dengan adanya toleransi ini lah disebutkannya sebagai pagar penjaga kesatuan dan keutuhan NKRI. “Kami sebagai aparat penegak hukum tentunya akan terus berupaya menjaga dan menciptakan keamanan di lingkup masyarakat. Caranya adalah terus memupuk jiwa nasionalisme, memelihara jiwa toleransi. Yang kemudian itulah yang memperkuat keutuhan NKRI ini,” terangnya.

Johannes pun menyampaikan pihaknya siap menindak tegas oknum atau masyarakat yang kedapatan ingin memecah belah kerukuanan antar umat beragama.

Disambut mesra oleh salah satu tokoh agama Hindu Jero Mangku I Made Sudiana bahwa sebagai umat beragama mayoritas di Bali pihaknya meminta agar semua kalangan turut serta menjaga keutuhan NKRI, Terlebih di Bali yang telah jadi sorotan dunia. (guz/polres-badung/bpn)

Ditandai Tarian Geni Natyam, PKB ke-40 Di Kota Denpasar Resmi Dibuka

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) ke- 40 memang masih sebulan lagi, sebagaimana pelaksanaan tahun sebelumnya, seluruh kabupaten/kota di Bali turut menggelar ajang seni tahunan ini di wilayah masing-masing. Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan Kota Denpasar yang turut menggelar PKB ke-40 tahun 2018 ini dengan mengangkat tema senada dengan PKB ke-40 Provinsi Bali yakni ‘Teja Dharmaning Kahuripan’ yang mengandung makna api sebagai sepirit penciptaan. Kegiatan tahunan yang mengambil tempat di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Jumat (18/5/2018) malam yang ditandai pementasan Tarian Geni Natyam yang dilanjutkan Penyulutan Api Obor oleh Plt. Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, Forkompinda Kota Denpasar, Pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, Perbekel/Lurah se-Kota Denpasar, serta Tim Pembina Kesenian Kota Denpasar.

Diwawancarai disela pembukaan, Plt. Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan bahwa Denpasar merupakan kota kreatif yang berwawasan budaya. Sejalan dengan hal tersebut, pihaknya mengatakan bahwa Pemkot Denpasar secara berkesinambungan memberikan dukungan terhadap perkembangan dan kelestarian kesenian di Kota Denpasar. Salah satunya adalah dari pelaksanaan PKB ke-40 di Kota Denpasar ini yang tentunya dapat menjadi momentum dalam penguatan seni dan budaya di Kota Denpasar. “Pelaksanaan PKB ke-40 di Kota Denpasar ini dpat menjadi momentum dalam menguatkan seni dan budaya sebagai ajang pelestarian seni budaya di Kota Denpasar,” paparnya.

Sementara, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar selaku Ketua Panitia, IGN Bagus Mataram dalam laporanya menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan PKB di Kota Denpasar secara umum adalah untuk memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada seniman Kota Denpasar untuk berekspresi. Dari gelaran PKB di Kota Denpasar setiap tahunya terus tercipta sebuah garapan seni baru. Hal ini menunjukan bahwa seniman dan seni di Kota Denpasar terus berkembang. Kendati demikian, pakem-pakem tradisional tetap dipertahankan. “Semangat seniman Denpasar dalam menciptakan garapan seni inilah yang perlu dimaknai sesuai dengan Tema PKB yakni ‘Teja Dharmaning Kahuripan’ yang bermakna api sebagai sepirit penciptaan,” jelasnya.

Selain itu, Ngurah Mataram mengatakan bahwa PKB di Kota Denpasar ini sebagai ajang untuk menunjukan kesiapan seluruh duta kesenian Kota Denpasar yang akan unjuk kebolehan pada PKB ke-40 Provinsi Bali pada Bulan Juni-Juli mendatang. “Seluruh sekaa dan tim kesenian Kota Denpasar yang terdiri dari 30 materi dengan 32 Tim kesenian yang melibatkan sedikitnya 2.500 orang mulai dari anak-anak PAUD, remaja, dewasa, bahkan lansia keseluruhanya telah siap 100 persen untuk tampil di PKB tahun 2018 ini, uniknya Kota Denpasar menjadi satu-satunya kabupaten/kota yang menampilkan pementasan Gong Kebyar Anak-anak dan Lansia,” ujar Ngurah Mataram.

Ngurah Mataram menambahkan, PKB ke-40 di Kota Denpasar sedianya akan berlangsung selama dua hari yakni mulai dari tanggal 18 Mei-19 Mei. Adapun rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi Pementasan perwakilan Duta Kesenian Kota Denpasar, Workshop Bebantenan serta Pelatihan Tata Busana untuk PKK yang ada di Kota Denpasar. (humas-dps/bpn)

MTQ XXVII Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018 Resmi Dibuka

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVII Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018 resmi dibuka, Jumat (11/5/2018) sore kemarin di Lapangan Puspem Badung. Pembukaan MTQ XXVII dengan mengusung tema “Membangun Insan Qurani Guna Memantapkan Jiwa Menyame Braya” tersebut ditandai dengan pemukulan beduk serta pelepasan balon ke udara.

Hadir pada kesempatan tersebut Gubernur Bali dalam hal ini diwakili Kadis Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, DPRD Provinsi Bali, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, perwakilan dari Kemenag RI, Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Bupati/Walikota se-Bali, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Badung, para pemimpin organisasi masyarakat (ormas) Islam se-Bali, serta tokoh-tokoh masyarakat juga turut hadir pada acara pembukaan tersebut.

Ketua Panitia MTQ XXVII Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018 Wartha Dihati mengatakan, pelaksanaan MTQ XXVII ini akan dilaksanakan pada 11-13 Mei 2018. MTQ XXVII ini akan melombakan diantaranya Musabaqah Tartil Quran untuk anak-anak putra maupun putri, Tilawah, Tahfidz Quran, Khod atau Kaligrafi Quran, Fahmil Qur’an, Sahril Quran, Mahkolah Ilmiah. Untuk lomba Tahfidz Quran dibagi lagi menjadi beberapa kategori diantaranya 1 Juz usia anak-anak, 5 Juz, 10 Juz, 20 Juz dan 30 Juz untuk usia remaja putra maupun putri.

Selain itu, terang Wartha Dihati, juga ada lomba festival seni budaya dari lembaga seni Khasidah baik untuk kategori anak-anak, remaja, dewasa putra maupun putri. Ada juga lomba mewarnai untuk anak-anak dengan tema “Kerukunan Hidup Beragama”.

“Maksud diselenggarakannya MTQ XXVII adalah untuk menumbuh kembangkan pemahaman dan pengamalan isi kandungan Al-Quran. Sedangkan untuk tujuan dalam rangka untuk menjaring peserta terbaik sebagai duta Provinsi Bali yang nanti akan diikutsertakan pada MTQ Tingkat Nasional di Medan,” katanya.

Adapun jumlah peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Bali yang mengkuti MTQ XXVII sebanyak 724 orang. Terdiri dari peserta MTQ 435 orang, festival seni budaya Islam 117 orang, official, 90 orang, Dewan Hakim, 58 orang, Pengawas Dewan Hakim 3 orang, dan Panitera 21 orang.

Sementara Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyambut baik terselenggaranya MTQ XXVII. Bupati menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta yang dari kabupaten/kota se-Bali. “Kami mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini di Kabupaten Badung. Seluruh umat muslim di Badung mendukungan penuh kegiatan ini,” ujarnya saat memberikan sambutan pada acara pembukaan kemarin.

Bupati Giri Prasta juga berharap dengan terselenggaranya kegiatan MTQ XXVI di Badung dapat menjadi role model atau contoh kerukunan umat beragama.

Menariknya, bila mana dari penjaringan ini Duta Bali yang mewakili Bali pada ajang MTQ tingkat nasional di Medan berpretasi akan diberikan reward dari Pemkab Badung, bahkan hingga memberangkat umrah secara gratis. “Ini adalah reward bagi anak-anak yang berprestasi,” katanya.

Selanjutnya, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali I Nyoman Lastra turut menyambut baik terselenggaranya MTQ XXVII. Menurut dia, kegiatan yang mendapat dukungan dari semua lapisan masyarakat ini merupakan cerminan dari kearifan lokal yakni menyama beraya. “Selaku Kakanwil Kemenag Provinsi Bali saya sampaikan terima kasih khususnya kepada Bupati Badung yang telah mensuport kegiatan ini. Begitu juga jajaran panitia dan seluruh masyarakat Badung. Saya berharap kegiatan ini dapat menghasilkan peserta terbaik sehingga menjadi duta Bali diajang MTQ tingkat nasional di Medan,” katanya.

Sementara, Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan Kadis Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, juga menyambut baik kegiatan MTQ XXVII Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018 ini. Gubernur berharap melalui kegiatan ini dapat menghasilkan peserta yang dapat mengharumkan nama Bali baik di kancah nasional maupun internasional.

“Kepada peserta diharpakan menunjukkan kemampuan sebaik-baiknya. Juara bukanlah tujuan akhir, namun yang terpenting bagaimana mengamalkan kanudungan dalam Al-Quran dengan baik demi kemajuan Bali,” pesannya. (humas-badung/bpn)

Jaya Negara Lepas Kontingen Denpasar MTQ ke-27

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kontingen Kota Denpasar dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-27 dan Festival Seni Budaya Islam di lepas secara resmi PLT Walikota Denpasar IGN Jaya Negara  Jumat (11/5/2018) di Halaman Kantor Walikota Denpasar. Kontingen MTQ Denpasar akan mengikuti lomba MTQ ke-27 tingkat Provinsi Bali yang terselenggara di Kabupaten Badung mulai dari Tanggal 12 hingga 13 Mei besok.

Acara pelepasan kontingen tersebut juga dihadiri Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara dan Kabag Kesra Setda Kota Denpasar Raka Purwantara.

Dalam kesempatan itu PLT Walikota IGN Jaya Negara, memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pembina karena telah memberikan bimbingan kepada semua peserta. Menurut Jaya Negara semua kontingen atau peserta ini merupakan duta Kota Denpasar. Dengan demikian Ia berharap agar semua kontingen yang ikut perlombaan menjaga kesehatan dalam ajang MTQ dan Festival Seni Budaya Islam, serta bisa dengan maksimal mengikuti perlombaan dan membawa nama baik Kota Denpasar.

Tidak hanya itu sebagai Duta Kota Denpasar, Jaya Negara juga berharap agar semua kontingen mempersiapkan segala sesuatu secara maksimal, supaya dalam pelaksanaannya nanti bisa berjalan lancar. ‘’Mudah-mudahan semua dilancarkan, saya atas nama Pemerintah Kota Denpasar hanya bisa mengiringi dengan doa dan memberikan dukungan secara penuh dalam pelaksanaan MTQ dan Festival Seni Budaya Islam, serta selalu diberikan kesehatan dan kekuatan serta  bisa memberikan yang terbaik untuk Kota Denpasar,’’ harap Jaya Negara

Koordinator Kontingen MTQ Denpasar sekaligus Kasi Bimas Islam Kementerian Agama H. Aminullah mengatakan, Kontingen Duta Denpasar tahun 2018 ini diikuti sebanyak 56 orang dengan 18 orang official, sehingga secara keseluruhan berjumlah 74 orang. Dalam MTQ ke-27 ini H Aminullah mengaku ada 7 cabang lomba yang diikuti kontingen diantaranya Tilawah, Tahfidz, Khat atau kaligrafi tulisan indah, Fahmin, syarhil, Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al-Quran, dan Tafsir. Sedangkan dibidang seni budaya yang diikuti adalah Bintang Vokalis lagu-lagu Islam dan Qasidah Rebana.

Lebih lanjut ia mengatakan, Kontingen MTQ dan Festival Seni Budaya Islam Kota Denpasar ini telah mengikuti seleksi yang sangat ketat. Mulai dari tingkat Desa hingga Kecamatan pada tanggal 30 Maret lalu. Dengan mengikuti seleksi secara ketat dan pembinaan yang maksimal ia optimis bisa menang dalam ajang ini. Serta menargetkan 3 emas dalam lomba vokalis lagu-lagu Islam dan Rebana, dibidang MTQ  ia juga menargetkan 6 emas. ‘’Semua itu pasti di dapat karena kami telah memberikan pembinaan yang maksimal serta semua kontingen juga telah mendapat dukungan dan doa restu Plt Walikota Denpasar,’’ harapnya.

Salah Satu Peserta Rizkatul Ainia (15) mengaku sangat senang dan bangga bisa mewakili Kota Denpasar dalam ajang MTQ ke-27 tingkat Provinsi Bali ini. Ia berharap dalam lomba Fahmil Quran yang dikuti bisa menang dan dapat mewakili Provinsi Bali ke tingkat Nasional. (ayu/humas-dps/bpn)

32 Sekaa Kesenian Denpasar Siap Unjuk Kebolehan di PKB ke-40

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 tahun 2018 memang masih dua bulan lagi. Namun, beragam persiapan telah mewarni semarak seni tahunan yang dilaksanakan bertepatan dengan libur sekolah ini. Hal senada turut dilakukan Tim Kesenian Kota Denpasar dengan terus melakukan pembinaan kepada sekeha kesenian yang akan tampil di PKB tahun ini.

Seperti halnya Pembinaan Arja Candra Asta Swari, Desa Pakraman Panjer dan Baleganjur Anak-anak Dharma Sandhi, Banjar Daingin Peken oleh Tim Pembina Kesenian Provinsi Bali yang dilaksanakan di Wantilan Pura Dalem Desa Pakraman Panjer, Denpasar, Minggu (29/4/2018).

Hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Nyoman Sujati, Tim Pembina Provinsi Bali, Tim Pembina Kota Denpasar, Camat Denpasar Selatan, I Wayan Budha, serta seluruh masyarakat setempat.

Diwawancarai usai Pembinaan, Plt. Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara didampingi Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Nyoman Sujati menjelaskan bahwa pada ajang PKB ke-40 tahun 2018 ini Kota Denpasar mengikuti seluruh  materi yang diberikan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Hal ini merupakan bentuk komitmen dan keseriusan Kota Denpasar dalam mendukung dan melestarikan seni dan budaya Bali yang adi luhung ini.

“Kami di Denpasar mengikuti seluruh pementasan bidang seni sesuai arahan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali untuk PKB ke-40 ini,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut dikatakan, terkait kesiapan akan pementasan pihaknya meyakini bahwa seluruh Sekaa Kesenian baik yang menjadi duta Kota Denpasar atau perwakilan Sekaa dan Sanggar telah siap terkait materi yang akan dibawakan.

“Pembinaan Sekaa Kesenian Kota Denpasar secara keseluruhan sudah mulai dilaksanakan sejak bulan Desember 2017 lalu, dan kini masing-masing materi yang dibawakan telah siap, hanya saja perlu dilakukan penyempurnaan agar penampilan dapat dikemas secara maksimal,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Jaya Negara memaparkan bahwa rata-rata seniman Kota Denpaar yang akan unjuk kebolehan pada gelaran PKB tahun 2018 ini didominasi oleh remaja dan anak-anak. Hal ini menunjukan bahwa pelesetarian seni di Kota Denpasar telah dilaksanakan sejak usia dini.

“Anak-anak sekarang sudah semakin terpacu untuk melestarikan seni dan budaya Bali, buktinya pemain arja saja sekarang rata-rata remaja yang sebelumnya identik diperankan oleh seniman berusia tua dan penabuh baleganjur seluruhnya anak-anak, jadi untuk menjaga keberlangsungan seni dan budaya Bali itu diperlukan sosialisasi dan edukasi seni sejak dini,” pungkas Jaya Negara.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Nyoman Sujati menambahkan bahwa pada ajang PKB tahun 2018 ini, terdapat 32 Sekaa Kesenian Kota Denpasar yang akan tampil. Dari jumlah tersebut diperkirakan sedikitnya 2.700 lebih seniman akan unjuk kebolehan dalam berbagai pementasan seni. Seperti halnya gong kebyar anak-anak, gong kebyar dewasa, gong kebyar wanita, wayang, parade arja, parade drama gong dan lain sebagainya. Bahkan Kota Denpasar sedianya akan menampilkan pementaan sekeha gong Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekeha Gong Kebyar Lanjut Usia (Lansia).

Sementara, Tim Pembina Provinsi Bali, Sang Ketut Pesan Sandiyasa dan I Ketut Madia mengatakan bahwa secara umum persiapan Sekaa Kesenian Kota Denpasar yang akan tampil di ajang PKB 2018 khususnya pada Parade Arja, Lomba Baleganjur, Tembang Girang yang sebelumnya telah dilaksanakan pembinaan telah siap. Namun, dalam upaya penyempurnaan perlu diperhatikan poin-poin penting atau uger-uger dalam sebuah pementasan tertentu.

“Jadi ini senimanya banyak yang muda-muda, ini suatu capaian yang baik dalam bidang seni, minimal mau dulu dan secara penampilan sudah baik, namun ada beberapa poin sebagai syarat pementasan yang perlu diperdalam lagi, seperti konsistensi pada gedig, gerak dan bahkan nada suara,” pungkasnya. (ags/humas-dps/bpn)

Zaman Globalisasi, Pastika Ingatkan Umat Agar Mantapkan Sradha dan Bhakti

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika memberi apresiasi para generasi muda yang menjadi pengisi acara Dharma Santhi Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940 di Gedung Kerta Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Jumat (27/4/2018).

Para seniman muda sanggar Sabda Komala Rsi Desa Petak Kaja Gianyar ini menampilkan pembacaan sloka dan tarian Puspa Mandara yang menuai pujian dari Gubernur Made Mangku Pastika. Menurutnya, di tengah arus globalisasi dan digitalisasi, ada generasi ‘zaman now’ yang melakukan hal-hal produktif berbasis kearifan lokal.

Sebelumnya dalam sambutannya, Gubernur Pastika mengatakan di zaman globalisasi, zaman dengan perubahan sangat ‘cepat dan tiba-tiba’ yang membawa berbagai ‘nilai baru’, umat patut memiliki pijakan yang kuat dalam keyakinan spiritualnya. “Sesuai tema dharma santhi tahun ini, semakin hari, kita wajib memantapkan sradha dan bhakti kita,” katanya.

Ia menambahkan, sradha dan bhakti akan melandasi umat untuk menjalani hidup, mengatasi berbagai tantangan, cobaan dan permasalahan kemasyarakatan dan pembangunan. Menurutnya sradha dan bhakti pula yang melandasi setiap umat untuk bersikap bijaksana dan proporsional, dalam menghadapi isu-isu sosial yang bergerak sangat dinamis.

“Masyarakat tidak boleh terpancing oleh isu-isu yang menyesatkan, serta memecah belah kerukunan yang telah terbina. Saya berharap, semua permasalahan kemasyarakat yang ada ada agar dikelola dengan baik melalui semangat dialogis, yaitu saling memberi dan saling menerima, serta saling mendengarkan dan saling memahami,” ujarnya.

Ketua PHDI Bali IGN Sudiana mengatakan pelaksanaan Hari Raya Nyepi tahun 2018 berjalan lebih baik dari sebelumnya. Hal ini tercermin dari pelaksanaan melasti yang tidak menimbulkan kemacetan berlebihan, tawur kesanga dan arak ogoh-ogoh yang tak diwarnai minuman keras. Ia juga mengapresiasi dukungan terhadap pelaksanaan Nyepi tanpa internet yang berdampak pada Hari Raya Nyepi yang lebih damai tanpa hoax. Ia berharap, Nyepi selanjutnya bisa berjalan semakin baik.

Acara Dharma Santhi Nyepi diisi dengan dharma wacana oleh Ida Pedanda Putra Kekeran dari Griya Kekeran, Blahbatuh Gianyar. Beliau mengajak umat untuk melaksanakan swadarma masing-masing dengan sebaik-baiknya. Menurutnya profesionalisme melaksanakan tugas masing-masing adalah perbuatan dharma. (humas-bali/bpn)

Tari Rejang Ratu Segara Garapan Bupati Eka, Gelar Latihan Perdana di Tegeh

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, garap kesenian Tari Kreasi Baru bertajuk Tari Rejang Ratu Segara, yang akan ditampilkan di pelataran Pura Luhur Tanah Lot, Beraban, Kediri, bulan Juli mendatang. Sebagai persembahan kesenian yang penuh rasa, estetika dan keindahan kehadapan Betara-Betari (Ratu Segara) yang berstana di Pura dan Pantai Tanah Lot.

Dibantu 2 (dua) orang koreografer handal, Putra Daerah asli Tabanan, yakni I Wayan Juana adi Saputra (Dadong Rerod) dan I Wayan Muder. Diharapkan tari kreasi ini bisa tampil Agung, Sakral dan kejawen. Sehingga selaras dengan kondisi alam Pura dan Pantai Tanah Lot yang memang bersifat sacral dan penuh dengan aura mistis.

Sesuai dengan arahan Bupati Eka sebelumnya, mulai dari gambelan, pakain, irama dan gerak tari telah disiapkan oleh duet koreo Dadong Rerod dan Muder dalam latihan Perdana Tari Rejang Ratu Segara di Aula Rumah Bupati Eka, Banjar Tegeh, Angseri, Baturiti, Jumat (6/4/2018) malam. Mengingat latihan Perdana tersebut disaksikan oleh Beliau.

Setelah menyimak performance dari para penari dan penabuh, Bupati Eka mengkritisi Tarian dan Tabuh, karena ada beberapa yang perlu dikoreksi. Beliau meerasa gerakannya kurang pas dan tidak terlihat mencerminkan keagungan dan kesakralan dari tari tersebut. Tabuhnya juga demikian, sehingga tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam imajinasi orang nomer satu di Tabanan tersebut.

“Gerakannya begitu lembut dan terlalu cepat, begitu juga dengan gambelannya, terlalu banyak seruling. Hanya suara seruling yang terengar, sehingga menutupi irama gambelan yang lain. Saya mau kurangi sulingnya, dan perlambat gerakannya, serta masukan unsur kejawen agar tariannya lebih terlihat agung dan sacral”, pinta Eka kepada Dadong Rerod.

Srikandi cantik asal Tegeh, Angseri itu juga meminta agar penciptaan semua gerak tari agar tidak melenceng dari ciri khas tari Rejang itu sendiri. Bila memungkinkan dipadukan dengan berbagai gerakan tari rejang yang ada.

“Gerak Tari, Gambelan, bahkan Sinden ataupun efek yang akan ditampilkan nantinya harus didasari dengan penuh rasa. Kalau sudah pake rasa, otomatis persembahan kita kehadapan Ratu segara sebagai wujud pengabdian kita kepada Beliau bisa berimbas menjadi sebuah prestasi”, pungkasnya.

Karena sebuah prestasi bukan saja lahir dari kepintaran akademik semata maupun olah-raga, namun mempersembahkan kesenian yang agung dan Sakral-pun merupakan sebuah prestasi, sambung Eka.

Sementara di kesempatan yang sama, I Wayan Juana Adi Saputra atau Dadong Rerod menuturkan ide tarian ini merupakan gagasan dari Ibu Bupati. Yang mana melihat kepopuleran Tari Rejang Renteng saat ini, dan mascot Tabanan tari Bungan Sandat serasi. Dan kami berdua merupakan pelaksana ide tersebut, dan inilah tugas kami sebagai pelaku seni, pungkasnya.

“Ibu ingin memadukan Tari Bungan Sandat Serasi dengan Tari Rejang Renteng, dan jadilah Rejang Sandat Ratu Segara. Dan setelah didiskusikan lagi, untuk lebih sakralnya maka diambil Tari Rejang Ratu Segara”, lanjut Dadong Rerod.

Saya selaku penggarap pembantu Ibu Bupati, harus membuat menu yang enak untuk orang yang mau menikmatinya. Dan dituntut harus bisa menampilkan suasana agung dan sacral pula, tanpa menghilangkan rasa dan estetika tarian tersebut, sambungnya.

Dadong Rerod-pun menambahkan bahwa apa yang diinginkan oleh Ibu Bupati dalam tarian ini agar bisa diuraikan menjadi suatu kesenian kontemporer yang memiliki keagungan dan kesakralan dimata para penikmat tarian ini nantinya.

“Suatu kesenian yang kontemporer dipadukan dengan unsur kejawen, sehingga sangat agung dan sakra. Ibu sangat menginginkan tarian ini begitu agung dan sakral, maka dari itu kami padukan dengan beberapa tari Rejang, semisal Tari Rejang Dewa, Rejang Dedari, dan Rejang Renteng, serta dimasukkan sedikit ornament kejawen tanpa mengurangi ciri khas Tari Rejang tersebut,” jelasnya.

Dirinya sebagai seorang koreografer, penerus ide dan gagasan dari Bupati Eka berharap agar tarian ini bisa maksimal sesuai dengan harapan Beliau. Sehingga bisa ditampilkan secara maksimal pada bulan Juli mendatang di Pelataran Pura Tanah Lot.

Dirinya sebagai seorang koreografer, penerus ide dan gagasan dari Bupati Eka berharap agar Tarian ini bisa maksimal sesuai dengan harapan Bupati Eka. Sehingga bisa ditampilkan secara maksimal pada bulan juli mendatang di pelataran Pura Tanah Lot.

“Mengingat tempat yang mungkin tidak akan memadai untuk menampung lebih dari 7000-an orang penari, maka jumlah penari yang akan mempersembahkan Tari Rejang Ratu Segara ini berjumlah 3.600 orang penari”, jelasnya. (ita/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
14PelangganBerlangganan