Tari Rejang Ratu Segara Garapan Bupati Eka, Gelar Latihan Perdana di Tegeh

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, garap kesenian Tari Kreasi Baru bertajuk Tari Rejang Ratu Segara, yang akan ditampilkan di pelataran Pura Luhur Tanah Lot, Beraban, Kediri, bulan Juli mendatang. Sebagai persembahan kesenian yang penuh rasa, estetika dan keindahan kehadapan Betara-Betari (Ratu Segara) yang berstana di Pura dan Pantai Tanah Lot.

Dibantu 2 (dua) orang koreografer handal, Putra Daerah asli Tabanan, yakni I Wayan Juana adi Saputra (Dadong Rerod) dan I Wayan Muder. Diharapkan tari kreasi ini bisa tampil Agung, Sakral dan kejawen. Sehingga selaras dengan kondisi alam Pura dan Pantai Tanah Lot yang memang bersifat sacral dan penuh dengan aura mistis.

Sesuai dengan arahan Bupati Eka sebelumnya, mulai dari gambelan, pakain, irama dan gerak tari telah disiapkan oleh duet koreo Dadong Rerod dan Muder dalam latihan Perdana Tari Rejang Ratu Segara di Aula Rumah Bupati Eka, Banjar Tegeh, Angseri, Baturiti, Jumat (6/4/2018) malam. Mengingat latihan Perdana tersebut disaksikan oleh Beliau.

Setelah menyimak performance dari para penari dan penabuh, Bupati Eka mengkritisi Tarian dan Tabuh, karena ada beberapa yang perlu dikoreksi. Beliau meerasa gerakannya kurang pas dan tidak terlihat mencerminkan keagungan dan kesakralan dari tari tersebut. Tabuhnya juga demikian, sehingga tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam imajinasi orang nomer satu di Tabanan tersebut.

“Gerakannya begitu lembut dan terlalu cepat, begitu juga dengan gambelannya, terlalu banyak seruling. Hanya suara seruling yang terengar, sehingga menutupi irama gambelan yang lain. Saya mau kurangi sulingnya, dan perlambat gerakannya, serta masukan unsur kejawen agar tariannya lebih terlihat agung dan sacral”, pinta Eka kepada Dadong Rerod.

Srikandi cantik asal Tegeh, Angseri itu juga meminta agar penciptaan semua gerak tari agar tidak melenceng dari ciri khas tari Rejang itu sendiri. Bila memungkinkan dipadukan dengan berbagai gerakan tari rejang yang ada.

“Gerak Tari, Gambelan, bahkan Sinden ataupun efek yang akan ditampilkan nantinya harus didasari dengan penuh rasa. Kalau sudah pake rasa, otomatis persembahan kita kehadapan Ratu segara sebagai wujud pengabdian kita kepada Beliau bisa berimbas menjadi sebuah prestasi”, pungkasnya.

Karena sebuah prestasi bukan saja lahir dari kepintaran akademik semata maupun olah-raga, namun mempersembahkan kesenian yang agung dan Sakral-pun merupakan sebuah prestasi, sambung Eka.

Sementara di kesempatan yang sama, I Wayan Juana Adi Saputra atau Dadong Rerod menuturkan ide tarian ini merupakan gagasan dari Ibu Bupati. Yang mana melihat kepopuleran Tari Rejang Renteng saat ini, dan mascot Tabanan tari Bungan Sandat serasi. Dan kami berdua merupakan pelaksana ide tersebut, dan inilah tugas kami sebagai pelaku seni, pungkasnya.

“Ibu ingin memadukan Tari Bungan Sandat Serasi dengan Tari Rejang Renteng, dan jadilah Rejang Sandat Ratu Segara. Dan setelah didiskusikan lagi, untuk lebih sakralnya maka diambil Tari Rejang Ratu Segara”, lanjut Dadong Rerod.

Saya selaku penggarap pembantu Ibu Bupati, harus membuat menu yang enak untuk orang yang mau menikmatinya. Dan dituntut harus bisa menampilkan suasana agung dan sacral pula, tanpa menghilangkan rasa dan estetika tarian tersebut, sambungnya.

Dadong Rerod-pun menambahkan bahwa apa yang diinginkan oleh Ibu Bupati dalam tarian ini agar bisa diuraikan menjadi suatu kesenian kontemporer yang memiliki keagungan dan kesakralan dimata para penikmat tarian ini nantinya.

“Suatu kesenian yang kontemporer dipadukan dengan unsur kejawen, sehingga sangat agung dan sakra. Ibu sangat menginginkan tarian ini begitu agung dan sakral, maka dari itu kami padukan dengan beberapa tari Rejang, semisal Tari Rejang Dewa, Rejang Dedari, dan Rejang Renteng, serta dimasukkan sedikit ornament kejawen tanpa mengurangi ciri khas Tari Rejang tersebut,” jelasnya.

Dirinya sebagai seorang koreografer, penerus ide dan gagasan dari Bupati Eka berharap agar tarian ini bisa maksimal sesuai dengan harapan Beliau. Sehingga bisa ditampilkan secara maksimal pada bulan Juli mendatang di Pelataran Pura Tanah Lot.

Dirinya sebagai seorang koreografer, penerus ide dan gagasan dari Bupati Eka berharap agar Tarian ini bisa maksimal sesuai dengan harapan Bupati Eka. Sehingga bisa ditampilkan secara maksimal pada bulan juli mendatang di pelataran Pura Tanah Lot.

“Mengingat tempat yang mungkin tidak akan memadai untuk menampung lebih dari 7000-an orang penari, maka jumlah penari yang akan mempersembahkan Tari Rejang Ratu Segara ini berjumlah 3.600 orang penari”, jelasnya. (ita/bpn)

Gubernur Pastika: Pasraman Berperan Bangun SDM Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Pasraman memiliki peran yang sangat besar dalam membangun sumber daya manusia masyarakat Bali. Oleh karena itu perlu ada pembinaan secara terus menerus khususnya dalam menghadapi pengaruh dari luar di era globalisasi ini. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menerima Dewan Pengurus Perkumpulan Pasraman Indonesia (PPI) di Ruang Kerjanya, Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/4/2018).

Menurut Pastika keberadaan PPI sangat penting untuk membangun generasi muda yang secara teknologi menguasai namun rapuh dalam hal srada dan bakti. “Sekarang pengaruh dari luar besar sekali. Kita perlu membekali generasi muda dengan pemahaman agama yang benar,” kata Pastika.

Pastika juga mengatakan PPI diperlukan untuk menyatukan pasraman-pasraman yang ada. Sebagai agama yang menghargai perbedaan, Pastika berpendapat tetap diperlukan penyatuan dalam beberapa hal agar perbedaan tersebut tak menimbulkan pertentangan di kemudian hari. Satu hal tersebut menurutnya adalah Panca Sradha. Menurutnya panca sradha ada dalam semua ajaran agama Hindu. Oleh karena itu ia mengusulkan agar ada materi wajib yang diajarkan di semua pasraman. Terkait dukungan pemerintah, Pastika mengatakan PPI dapat berkoordinasi dengan beberapa OPD yang menangani pendidikan seperti Dinas Kebudayaan, Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, bahkan Dinas Tenaga Kerja dan ESDM. “Mereka (OPD) punya program untuk pendidikan non formal,” kata Pastika.

Ketua Umum PPI Guru Sri Hasta Dhala menyampaikan PPI mendukung pemerintah dalam meningkatkan kualitas generasi muda. Pihaknya sudah melakukan berbagai sarasehan yang akan dituangkan ke dalam program untuk mencapai tujuan tersebut. “Misalnya bagaimana peran PPI untuk menangani kenakalan remaja,” kata Guru Sri Hasta Dhala. PPI juga akan membuat festival pasraman tahunan untuk menunjukkan apa yang sudah diperbuat oleh pasraman.

Pembina PPI Ida Rsi Wisesa Nata mengatakan pasraman dan pihak-pihak terkait perlu bergerak secara sinergis ke depan. Secara lokal menurutnya, pasraman-pasraman yang ada sudah bagus, namun perlu ada kebersamaan agar lebih baik.

Pada kesempatan ini, Gubernur Pastika juga menerima aspirasi dari beberapa pimpinan pasraman di Bali yang hadir. (humas-bali/bpn)

Atlet Berprestasi Akan Diterjunkan Pada Porjar Provinsi Bali

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Setelah berlangsung selama sepekan, Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) dan Pekan Seni Pelajar (PSP) Kabupaten Badung tahun 2018, Rabu (28/3/2018) lalu secara resmi ditutup oleh Bupati Badung diwakili Kadis. Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Badung I Ketut Widia Astika, di Lapangan Umum Mengwi.

Sebelum ajang tahunan ini ditutup, digelar pertandingan final Sepakbola jenjang SMA yang mempertemukan SMAN 1 Kuta Utara dan SMAN 1 Kuta Selatan. Dalam final tersebut SMAN 1 Kuta Utara berhasil meraih medali emas dengan mengalahkan SMAN 1 Kuta Selatan dengan skor akhir 1-0. Gol dicetak oleh nomor punggung 9, Saka.

Bupati Badung dalam sambutannya yang disampaikan Kadisdikpora I Ketut Widia Astika menyampaikan, Porjar dan PSP Badung telah menghasilkan para juara dan atlet maupun artis berprestasi yang akan dibina dan ditampilkan pada Pekan Olahraga Pelajar Tingkat Propinsi Bali tahun ini. “Pembinaan dan latihan dengan metode yang tepat dan terarah harus segera dilakukan dengan dilandasi dedikasi serta loyalitas tinggi dari semua pihak. Pergunakan motto lebih baik mandi keringat dalam latihan daripada bermandikan air mata dalam pertandingan,” tegasnya.

Selaku pimpinan daerah di Badung, Bupati juga mengimbau semua pihak terutama masyarakat, jajaran pendidikan, para guru, komite sekolah untuk lebih proaktif membantu dan menfokuskan perhatiannya pada program pembinaan olahraga dan seni bagi pelajar. Diharapkan melalui porjar dan PSP ini dapat dimanfaatkan secara optimal bagi pelajar sebagai ajang memacu diri berkompetisi sehat dalam meraih prestasi sehingga Badung mampu melahirkan atlet dan artis pelajar yang berprestasi.

Porjar dan PSP Badung dibuka pada 23 Maret lalu berlangsung selama 6 hari dan diikuti sebanyak 8.543 orang atlet dan artis pelajar se-Badung. Untuk cabang olahraga, jenjang SMA/SMK, keluar sebagai juara I sekaligus Juara Umum diraih SMAN 1 Kuta Utara, total medali 49 emas, 26 perak, 30 perunggu. Juara II diraih SMAN 1 Kuta dengan total medali 33 emas, 27 perak, 21 perunggu. Juara III SMAN 1 Abiansemal total medali, 33 emas, 16 perak, 24 perunggu. Jenjang SMP, juara umum diraih SMPN 1 Mengwi, total medali 23 emas, 18 perak dan 41 perunggu. Juara II diraih SMPN 2 Kuta Utara, 23 emas, 17 perak, 17 perunggu, dan juara III SMPN 1 Abiansemal, 20 emas, 20 perak, 15 perunggu. Sementara jenjang SD, juara umum diraih Kontingen Kecamatan Mengwi dengan total medali 45 emas, 41 perak, 52 perunggu. Juara II Kontingen Kec. Kuta Selatan, 35 emas, 28 perak dan 42 perunggu, juara III diraih Kontingen Kec. Kuta Utara dengan 27 emas, 31 perak dan 39 perunggu. Kepada Kecamatan dan Sekolah yang meraih juara umum diberikan piala bergilir, piala tetap, piagam dan hadiah uang sebesar Rp. 10 juta, juara II piala tetap, piagam dan uang Rp. 7 juta serta juara III diberi piala tetap, piagam dan uang Rp. 4 juta.

Sedangkan di cabang seni, untuk jenjang SMP, juara umum diraih SMPN 1 Kuta Selatan dengan total medali 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Juara II diraih SMPN 1 Abiansemal dengan medali 2 emas dan 1 perunggu. Juara III diraih SMPN 1 Mengwi dengan 1 emas dan 2 perak. Untuk jenjang SD, juara umum diraih Kontingen Kec. Mengwi total medali, 5 emas, 1 perak, 1 perunggu, disusul juara II Kontingen Kec. Kuta Selatan, 2 emas, 3 perak, 1 perunggu, dan juara III Kontingen Kec. Abiansemal dengan 1 emas, 2 perak dan 5 perunggu.

Atlet terbaik jenjang SMA/SMK untuk putra diraih I Made Yogik Saputra cabang bola voli dari SMK Pariwisata Dalung. Atlet terbaik putri diraih Ni Made Vidya Dwina Yanthi cabang atletik dari SMAN 1 Abiansemal. Jenjang SMP, atlet terbaik putra diraih A.A. Gede Oka Satria Prabawa cabang renang dari SMPN 1 Abiansemal. Atlet terbaik putri diraih Ni Rai Bintang Putri Fajarini cabang karate dari SMPN 3 Mengwi. Jenjang SD, atlet terbaik putra diraih I Made Reva Lingga Wibawa cabang tarung derajat dari Kec. Kuta Utara dan atlet terbaik putri diraih Nyoman Aing Keizya Nanda Sahisma Dewanti cabang taekwondo dari Kec. Kuta Selatan. Atlet terbaik mendapat piala, piagam hadiah uang masing-masing Rp. 2 juta. (humas-badung/bpn)

MTQ XXVII Kabupaten Tabanan 2018 Diikuti 149 Peserta

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Tercatat 149 peserta ikut ambil bagian dalam Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVII Kabupaten Tabanan 2018, di SD Islam Tabanan, Minggu (25/3/2018). MTQ kali ini melombakan delapan cabang seni baca Al Qur’an, yang dibuka Bupati Tabanan diwakili Asisten II Sekda Tabanan I Wayan Miarsana.

Ketua Panitia MTQ XXVII Kabupaten Tabanan, Amron Sudarmanto, S.Pd. MA., menyebut tujuan kegiatan ini untuk menumbuhkan minat seni baca-tulis Al Qur’an di kalangan anak-anak, remaja, dan dewasa khususnya, serta umat Islam pada umumnya.

“Penyelenggaraan MTQ juga menjadikan Al Qur’an sebagai landasan iman yang kuat dan karakter bangsa. Menjadikan media silaturahmi umat Islam di Kabupaten Tabanan. Lebih dari itu, menjadikan Kabupaten Tabanan sebagai juara dalam even MTQ XVII 2018 di tingkat Provinsi Bali,” ujarnya.

MTQ kali ini bertema “Dengan Al Qur’an Kita Kuatkan Karakter Bangsa yang Beriman dan Bermartabat, demi Terwujud Masyarakat Tabanan yang Sejahtera, Aman, dan Berprestasi”.

Sementara dari 149 peserta yang ikut ambil bagian, terdiri dari Kecamatan Tabanan dengan 31 peserta, Kediri (30), Selemadeg (12), Penebel (20), Pupuan (20), Baturiti (15), dan Kerambitan 21 peserta.

Yang dilombakan untuk peserta putra dan putri ada delapan cabang. Antara lain tilawah Al Qur’an, hifdzil Qur’an, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, khottil Qur’an, dan musabaqoh maqolah Al Qur’an. “Para juara I dari masing-masing cabang lomba, putra maupun putri, akan kami kirim untuk mengikuti MTQ tingkat provinsi, yang akan diselenggarakan di Badung, Mei 2018 mendatang,” ujar Amron.

Sementara Bupati Tabanan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Miarsana, menyebut penyelenggaraan MTQ bukan sekadar bermakna sebagai peneguhan syi’ar Islam, namun diharapkan jadi barometer untuk mengukur hasil atau out come kegiatan pembelajaran Al Qur’an di masyarakat melalui Taman Pendidikan Al Qur’an yang tersebar di Kabupaten Tabanan.

“Al Qur’an merupakan sumber ilmu pengetahuan yang tak habis-habisnya untuk digali dan dikaji. Kajian-kajian Al Qur’an perlu digiatkan di lingkungan masyarakat, menuju pemahaman yang utuh dan benar, serta memerlukan bimbingan para ulama yang berkompeten di bidangnya,” ujar bupati.

Kapolres Tabanan AKBP Marsdianto selaku Dewan Pembina MTQ Kabupaten Tabanan, pun menyatakan mendukung kegiatan positif tersebut. “Melalui even MTQ ini diharapkan dapat membentuk karakter generasi muda Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mempunyai semangat juang dan sportivitas dalam berprestasi,” harapnya. (ita/bpn)

Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem Seribupati

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Berlangsung upacara ngenteg linggih di Pura Dalem Purwa, Banjar Adat Seribupati, Desa Cau Belayu, Marga, Tabanan, Sabtu (24/3/2018). Upacara tersebut dihadiri Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.

Ketua Panitia Karya I Gusti Made Suarjaya mengatakan, karya agung ini digelar karena telah rampung pembangunan fisik dari pura tersebut. Antara lain gedong, padma surya agung, teteken, dan pelinggih. Pembangunan tersebut menghabiskan dana sekitar Rp 700 juta.

“Biaya ini belum termasuk biaya upakara. Proses pembangunan telah dilakukan sekitar empat bulan sejak akhir 2017 hingga rampung bulan ini,” ujar Suarjaya.

Pura tersebut diempon 272 KK. Dalam proses pembangunan pura, setiap KK dikenakan iuran sekitar Rp 200,000. “Selain iuran per KK, kami juga mendapatkan bantuan dari para donatur dan bantuan lainnya,” tukasnya. (ita/bpn)

Dirangkaikan Ngarga Tirta Saraswati, Tawur Balik Sumpah Agung Tilem Kesanga Kota Denpasar Dipuput 6 Sulinggih

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam rangka mengamalkan tiga kerangka Agama Hindu yakni Tatwa, Susila dan Upacara, Pemkot Denpasar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat secara rutin menggelar Tawur Balik Sumpah Tilem Kesanga yang berlokasi di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung yang jatuh pada Jumat (16/3) mendatang. Adapun upacara yang tergolong Bhuta Yadnya ini turut dirangkaikan dengan ngarga Tirta Saraswati dikarenakan Hari Suci Nyepi Caka 1940 bertepatan dengan Hari Saraswati.

Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Purwantara didampingi Kasubag Bina Keagamaan Bagian Kesra Kota Denpasar, Nyoman Oka saat diwawancarai di sela persiapan karya Kamis (15/3/2018) menjelaskan bahwa pelaksanaan Tawur Balik Sumpah Agung tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Hanya saja, tahun ini pelaksanaannya dirangkaikan dengan Ngarga Tirta Saraswati. Hal ini dikarenakan pelaksanaan Hari Suci Nyepi tahun ini bertepatan dengan Hari Suci Saraswati.

“Secara umum pelaksanaan karya berada pada tingkat utama serta pada hari yang sama turut dilaksanakan Ngarga Tirta Saraswati, sehingga masyarakat mendapatkan Tirta Keluhur, Tirta Caru, Tirta Saraswati dan ulam Caru saat pelaksanaan Tawur Agung Kesanga ini yang nantinya akan diteruskan ke Desa Pakraman se-Kota Denpasar,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, rangkaian karya telah dilaksanakan mulai Selasa (2/1) dan puncaknya akan dilaksanakan pada Jumat (16/3) hari ini. Karya dengan tingkatan utama ini sedianya akan menggunakan berbagai jenis ulam caru yakni untuk arah Timur menggunakan ulam Angsa, Selatan ulam Banteng, Barat Daya ulam Kuluk Belang Bungkem. Barat ulam Kambing, Utara ulam Babi Butuan dan tengah menggunakan ulam itik Belang Kalung dan Kerbau.

Dikatakan Raka, adapun jumlah sulinggih yang akan muput pada puncak pelaksanaan Tawur Balik Sumpah Tiem Kesanga yakni enam sulinggih yang berasal dari berbagai unsur. Yakni Ida Pedanda Gede Ngurah Telaga selaku Yajamana Karya sebagai unsur Siwa, Ida Pedanda Gede Jelantik Giri Santha Cita sebagai unsur Budha, Ida Bhujangga Rsi Oka Widyana sebagai unsur Bhujangga. “Jadi total enam Sulinggih yang dibantgu dua Tapeni untuk muput Karya Tawur Balik Sumpah Agung Nyepi Caka 1940 tahun 2018,” paparnya.

Raka Purwantara menambahkan, pelaksanaan Tawur Agung ini bertujuan untuk menetralisir pengaruh Bhuta Kala sebagai upaya harmonisasi ketiga unsur yakni Parahyangan, Palemahan dan Pawongan yang merupakan implementasi Tri Hita Karana dalam kehidupan. Sedangkan untuk masyarakat Kota Denpasar yang hendak memohon tirta Saraswati, sedianya dapat dating langsung saat pelaksanaan Tawur Agung yakni pukul 09.00 Wita atau dating langsung ke Pura Agung Jagatnatha Denpasar.

“Kami memberikan ruang bagi seluruh masyarakat untuk hadir dan langsung nunas Tirta Saraswati agar keesokan harinya sebelum jam 6 pagi pelaksanaan Hari Suci Saraswati dapat dilaksanakan di rumah masing-masing,” pungkasnya sembari mengajak seluruh komponen masyarakat untuk memaknai spirit Catur Bratha Panyepian sebagai ajang introspeksi diri guna meningkatkan sradha bakti dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. (ags/humas-dps/bpn)

Banjar Kaja Sesetan Kembali Gelar “Heritage Omed-Omedan Festival 2018”

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Banjar Kaja Sesetan Denpasar kembali menyelenggarakan kegiatan ‘Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival (SHOF) 2018’ yang merupakan ajang tahunan, pada Minggu, 18 Maret mendatang. “Tahun ini kembali kami gelar , tidak saja mempersembahkan tradisi masyarakat Banjar Kaja, namun juga melibatkan potensi kuliner masyarakat setempat,’’ujar Maestro Omed-Omedan, IGN Oka Putra, saat bertatap muka dengan Plt. Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, Rabu (14/3/2018) di Kantor Walikota Denpasar.

Lebih lanjut, Ngurah Oka mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan rutinitas setiap tahunnya, atau sehari setelah umat Hindu merayakan Nyepi. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi di Banjar Kaja, Sesetan turun-temurun yang digelar sehari setelah Nyepi atau pada hari `Ngembak Geni`. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, tradisi budaya tersebut dikemas lebih terarah dan diatur oleh pihak penyelenggara (panitia) sehingga menjadi daya tarik bagi sektor pariwisata.

“Walaupun demikian, tradisi budaya ini wajib dilakukan oleh banjar kami setiap tahunnya karena tradisi atau budaya ini ada kaitannya dengan ritual keagamaan,” ujarnya. Selain itu, kegiatan SHOF selalu dirangkaian dengan berbagai macam kegiatan, seperti pasar paiketan, kuliner, kegiatan seni dan band, serta perlombaan lainnya.

Disamping itu pelaksaaan tahun ini festival omed-omedan dengan rentang waktu pelaksanaan diperpanjang. Sebelumnya start dari pukul 15.30 Wita sampai 17.00 Wita, kini bertambah menjadi pukul 15.30 Wita sampai dengan 20.00 Wita. “Jadi kami mohon permakluman kepada Pemkot Denpasar dan kepada masyarakat yang akan melewati wilayah Sesetan akan sedikit terganggu karena ada penutupan jalan”, ungkapnya.

Sementara itu, Plt. Walikota Jaya Negara, mengatakan pihaknya sangat mendukung kegiatan tersebut. Sebab ajang Omed-Omedan di Banjar Sesetan Kaja adalah tradisi yang turun-menurun dan patut dilestarikan. “Saya mendukung kegiatan tersebut selain menjadi tradisi budaya yang satu-satunya di Bali, nantinya dengan dikemas melalui SHOF mampu menarik kunjungan wisatawan, khususnya di Kota Denpasar dan tidak melupakan pakem-pakem tradisi omed-omedan, agar masyarakat luas mengerti dari makna omed-omedan ini,” katanya.

Ketua Panitia SHOF I Nyoman Fizal Tri Lazuardi menjelaskan bahwa ajang SHOF 2018 akan dirangkaikan dengan berbagai macam kegiatan, seperti peken paiketan yang menjual produk UKM lokal sebanyak 110 pedagang, parade kesenian, parade band, lomba poster omed-omedan, dan lomba cak anak-anak yang di ikuti 150 anak-anak. “Untuk kesuksesan acara tersebut, karena pelaksanaan SHOF di jalan raya, arus lalu lintas diarahkan yang dari selatan belok ke kanan di Jalan Saelus (selatan SMA Harapan), sedangkan dari utara diarahkan ke Jalan Buton,” ujarnya.

Oleh karena itu, pada acara tersebut warga yang melintas ke arah Jalan Sesetan untuk mencari jalan alternatif sehingga tidak terjebak kemacetan. “Lebih awal kami imbau warga masyarakat untuk mencari jalan alternatif jika bepergian melewati Jalan Raya Sesetan, sehingga tidak sampai terganggu perjalannya,” katanya. (ays’/humas-dps/bpn)

Jaya Negara Ucapkan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1940

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1940 yang jatuh pada Sabtu (17/3), serta bertepatan dengan Perayaan Hari Suci Saraswati memberikan makna yang mendalam bagi umat Hindu. Plt. Walikota Denpasar, I.G.N Jaya Negara beserta Jajaran OPD Pemkot Denpasar mengucapkan selamat melaksanakan Hari Suci Nyepi serta Hari Suci Saraswati kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar seraya memberikan pesan kepada masyarakat untuk memaknai perayaan Hari Suci Nyepi dan Saraswati dengan bijaksana serta selalu menjaga kondusifitas.

“Mari kita maknai momentum suci ini dengan bijaksana dan selalu menjaga kondusifitas di wilayah masing-masing. Sehingga Catur Bratha penyepian dan Hari Suci Saraswati dapat dilaksanakan dengan baik,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa masyarakat Kota Denpasar dilihat sudah sangat tertib dan sangat mampu menjaga toleransi umat beragama. Catur Bratha Penyepian yaitu Amati geni, Amati karya, Amati lelungan, dan Amati lelanguan, menjadi acuan masyarakat dalam merayakan Hari Suci Nyepi. “Selama ini masyarakat sudah memaknai perayaan ini dengan bijaksana bahkan Catur Brata Penyepian yang dilaksanakan adalah wujud untuk memperkuat toleransi kebhinekaan berbangsa dan bernegara,’’ ungkapnya.

Peringatan Hari Suci Nyepi yang dilaksanakan setiap tahunnya, menjadi momentum yang begitu istimewa. Diawali dengan melasti sebagai bentuk penyucian diri, dilanjutkan dengan malam Pengerupukan yang biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh sebagai sarana nyomia Buta Kala. “Mari kita jadikan momentum ini sebagai ajang introspeksi diri kita untuk meningkatkan sradha bhakti kita kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” kata Jaya Negara.

Terkait dengan stabilitas keamanan, aparatur desa termasuk pecalang memiliki peran yang sangat penting. Petugas keamanan adat di masing-masing desa pekraman berkoordinasi dengan bendesa adat setempat mengawasi pelaksanaan tapa brata penyepian agar berlangsung lancar. (dev/humas-dps/bpn)

32 Nominasi Ogoh-Ogoh Kota Denpasar Diumumkan, Banjar Dualang Peguyangan Raih Nilai Tertinggi

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Setelah menuntaskan penilaian ogoh-ogoh di empat Kecamatan yang berada di Kota Denpasar pada Jumat (9/3) lalu. Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan Kota Denpasar pada Senin (12/2/2018) mengumumkan total 32 nominasi yang nantinya berhak atas uang pembinaan sebesar Rp. 10 Juta dipotong pajak. Adapun dari 182 ogoh-ogoh yang terdiri dari 48 peserta dari Kecamatan Denpasar Utara, 38 peserta dari Kecamatan Denpasar Barat, 38 peserta dari Kecamatan Denpasar Selatan dan 58 peserta dari Kecamatan Denpasar Timur yang mengikuti seleksi, Banjar Dualang, Desa Peguyangan Kaja, Denpasar Utara berhasil meraih nilai tertinggi dengan torehan nilai 91.

Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram, didampingi Kabid Kebudayaan sekaligus Ketua Panitia, Made Wedana menjelaskan bahwa seluruh tahapan mulai dari pendaftaran, penilaian hingga pengumuman hasil penilaian telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan. Kini, sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, Disbud Kota Denpasar mengumumkan 8 nominasi di masing-masing Kecamatan yang keseluruhanya berjumlah 32 ogoh-ogoh untuk Kota Denpasar. “Keseluruhan tahapan telah dilalui sesuai dengan prosedur, hasilnya sesuai dengan penilaian dewan juri di lapangan, dan tentunya tidak dapat diganggu gugat,” kata Mataram.

Lebih lanjut dijelaskan, ogoh-ogoh yang berbahan dasar ramah lingkungan ini nantinya akan diserahkan kembali ke Desa Pakraman masing-masing untuk mengatur jalanya perayaan malam pangerupukan. Sehingga, perayaan malam pangerupukan dalam rangka menyambut Nyepi Caka 1940 ini dapat berjalan dengan lancar ditambah tahun 2018 ini merupakan tahun politik. “Dinas Kebudayaan Kota Denpasar hanya melakukan penilaian nantinya setelah itu seluruh ogoh-ogoh akan dikembalikan ke Desa Pakraman,” jelasnya.

Mataram menambahkan, dari setiap kompetisi menang dan kalah adalah hal yang biasa. “Jadi bagi 32 nominasi ogoh-ogoh yang beruntung kami sampaikan selamat, dan sisanya yang belum beruntung harus besar hati dan terus berusaha di tahun depan dengan karya-karya kreatif sebagai bentuk pelestarian seni dan budaya Bali,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut Mataram turut menghimbau kepada peserta pawai ogoh-ogoh untuk tidak mengkonsumsi minuman keras dan alcohol sebelum atau saat mengarak ogoh-ogoh. Selain itu, pihaknya menekankan agar selesai diarak ogoh-ogoh tidak diletakan di jalan raya. “Karena nanti Nyepi bertepatan dengan Saraswati, maka ketertiban perlu dijaga, salah satunya dengan tidak meletakan ogoh-ogoh di pinggir jalan, melainkan langsung dipralina,” pungkasnya.

Berdasarkan data resmi Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, adapun peraih 8 besar yakni Denpasar Utara, Banjar Dualang (91), Banjar Sedana Merta (90.25), Mertagangga (89,375), Banjar Binoh Kelod (88,75), Banjar Ambengan (88,375), Banjar Tengah Ubung (87,25), Banjar Wangaya Klod (85,87), Banjar Gerenceng (84,62). Denpasar Barat, Banjar Abian Tegal (84,87), Banjar Alangkajeng Menak (83), Banjar Jematang (82,25), Banjar Suci (80,75), Banjar Tegal Agung (79), Banjar Pekandelan (78,87), Banjar Celagigendong (77,62) dan Banjar Gelogor (76,25).

Denpasar Selatan, Banjar Belong Sanur (84,62), Banjar Ambengan (83,25), Banjar Gelogor Carik (82,62), Banjar Gaduh (82,25), Banjar Pegok (80,75), Banjar Lantang Bejuh (80,5), Banjar Gulingan (79.87), Banjar Panti (79,50). Denpasar Timur, Banjar Abiankapas Klod (84,42), Banjar Tegal Kuwalon (83), Banjar Peken (82,28), Banjar Kalah Penatih (81,85), Banjar Meranggi (81,71), Banjar Yangbatu Kauh (81), Banjar Cerancam (80,71) dan Banjar Sima (79,85).

Sementara, Anggota ST. Eka Dharma Canti, Banjar Yangbatu Kauh, Komang Ari Waraspati mengatakan bahwa berdasarkan hasil penilaian dewan juri, ogoh-ogoh karya ST. Eka Dharma Canti berhasil meraih peringkat 6 untuk Kecamatan Denpasar Timur. Kendati demikian hal ini tidak serta merta harus disikapi secara berlebihan, melainkan terus berupaya berkreasi untuk mempertahankan prestasi. Selain itu, pihaknya turut mengapresiasi Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan yang secara berkesinambungan terus melaksanakan lomba ogoh-ogoh ini. “Jadi bukan juara yang terpenting, melainkan bagaimana kita tetap berkreasi untuk mempertahankan seni dan budaya Bali, yang senang jangan terlalu, yang belum beruntung masih ada waktu tahun depan untuk tetap berkreasi dan berinovasi, jadi tetap semangat,” pungkasnya. (ags/humas-dps/bpn)