Meriah, Lomba Beleganjur se-Bali di Puspem Badung

0

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Lomba Beleganjur tingkat SMP, SMA dan kelompok Umum se-Bali digelar Pemerintah Kabupaten Badung serangkaian Festival Seni Budaya (FSB) Kabupaten Badung ke-11 tahun 2017 yang dipusatkan di Jaba Sisi Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung. Lomba Beleganjur dimulai Senin (13/11/2017) dan berlangsung selama 3 hari kedepan.

Di hari pertama dilombakan beleganjur untuk tingkat SMP sebanyak 5 sekaa dan SMA sebanyak 7 sekaa. Hari kedua ditampilkan 15 sekaa dari kelompok Umum dan hari ketiga juga 15 sekaa umum. Meskipun kondisi hujan, kegiatan ini mendapat antusias dari masyarakat khususnya para pelajar yang mensuport sekaa beleganjurnya masing-masing.

Kadis Kebudayaan Badung Ida Bagus Anom Bhasma menjelaskan, lomba beleganjur memang secara rutin dilaksanakan setiap perhelatan Festival Seni Budaya Badung yang tahun ini sudah memasuki tahun ke-11. Kegiatan ini juga dalam rangka memeriahkan HUT Ibukota Badung Mangupura yang ke-8. Lomba ini sebagai salah satu upaya pemkab badung dalam memberikan ruang kepada generasi muda dalam berkreativitas seni beleganjur.

“Kami harapkan, dari badung membangun seni, budaya dan generasi muda,” tambahnya.

Ditambahkan, terkait dengan lomba beleganjur ini sendiri mengambil tema garapan yakni Heroik (Kepahlawanan). Bentuk garapan yang ditampilkan peserta agar tetap mempertahankan struktur tabuh beleganjur dan boleh dikembangkan dari tradisi (dikreasikan), variatif sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Penabuh dibolehkan mengolah permainan instrumen diluar tradisi. Sementara waktu pementasan masing-masing peserta dengan durasi garapan 7-8 menit dan diwajibkan menampilkan tabuh secara utuh (kawitan sampai penyuwud).

Kreteria penilaian meliputi; ide/gagasan, bentuk/komposisi garapan, teknik gegebug dan tetekep, ornamentasi/pepayasan gending, suara gambelan, ekspresi penampilan dan keserasian kostum penabuh. Para peserta dinilai oleh pakar seni diantaranya; I Nyoman Sutama, S.Skar, I Wayan Darya, SSn, I Made Subandi, SSn, I Ketut Lanus, SSn, MSi, dan I Ketut Gde Rudita, SSn, MSi.

Peserta yang keluar sebagai juara akan mendapatkan piagam penghargaan dan hadiah uang. Untuk juara I masing-masing kelompok diberikan uang sebesar Rp. 25 juta, juara II Rp. 20 juta, juara III Rp. 18 juta, juara harapan I Rp. 16 juta, juara harapan II Rp. 14 juta dan juara harapan III Rp. 12 juta. Hadiah ini belum dipotong pajak. (humas-badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Astra Motor Bali Siapkan Bale Pesandekan Honda di Pura Sakenan

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Hari Raya Galungan yang bermakna memperingati kemenangan Dharma (kebaikan) melawaan Adharma (keburukan) yang dirayakan setiap enam bulan sekali, tepatnya sepuluh hari setelah hari raya Galungan.

Ribuan masyarakat di Pulau Dewata sudah tentu berdatangan ke pura yang terletak di kawasan konservasi mangrove di Pulau Serangan, Kelurahan Serangan, Kecamtana Denpasar Selatan..

Untuk turut memperingati hari raya Kuningan, Astra Motor melalui Semeton Honda Bali Card menyediakan fasilitas yang dapat dinikmati umat Hindu yang melakukan persembahyangan di Pura Sakenan. Fasilitas yang disiapkan berupa tempat istirahat nyaman “Bale Pesandekan Honda” yang disiapkan  untuk para pemedek (umat) yang bersembahyang di Pura Sakenan.

Bale Pesandekan Honda ini, dapat dinikmati konsumen  khususnya umat Hindu yang melakukan persembahyangan mulai, 10 s.d. 13 Nopember 2017 bertepatan dengan pujawali  Pura Sakenan  yang merupakan salah satu pura besar di Pulau Serangan.

Fasilitas yang  bisa dimanfaatkan umat Hindu, yakni tenda peristirahatan yang nyaman dan dilengkapi dengan makanan dan minuman free, pijat elektrik, cek kesehatan dan lain-lain yang semuanya diberikan gratis. Sementara itu, para pemedek yang baru memasuki area pura juga dapat menikmati fasilitas yang ditawarkan Honda mobile Café dengan cukup menunjukkan Kartu Semeton Honda Bali, dan para pemedek mendapatkan snack dan softdrink.

Tidak Hanya itu, guna memberikan kenyamanan kepada para pemedek beberapa tenda Honda didirikan di stan parkiran jaba pura sekaligus dibagikan 1.000 dupa harum Honda untuk umat sebagai sarana persembahyangan. “Ini wujud nyata kepedulian Honda untuk masyarakat Bali, semoga fasilitas ini dapat memberikan manfaat untuk konsumen khususnya pemedek yang beribadah di Pura Sakenan yang setiap harinya diperkirakan mencapai ribuan umat,” kata Manager HC3 Astra Motor Bali, I Gede Partayasa.

Kegiatan ini, merupakan agenda rutin yang dilakukan Astra Motor Bali yang diselenggarakan 2 kali setiap tahunnya dengan harapan dapat mempererat ikatan emosional masyaraka Bali kepada Honda. (ngr/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Rai Mantra : Tertib dan Jaga Kebersihan, Ciptakan Kenyamanan Bersembahyang di Pura Sakenan

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Bertepatan dengan Saniscara Kliwon Kuningan Sabtu (11/11/2017) kemarin, sejak pagi Umat Hindu dengan berpakaian adat kepura sudah memadati Pura Sakenan Desa Pekraman Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan.

Umat Hindu sangat antusias menyambut dan merayakan hari Raya Kuningan, selain sembahyang di merajan rumah masing-masing, umat juga tangkil ke sejumlah pura, salah satunya Pura Sakenan. Tak terkecuali Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra berserta Pimpinan dan staf OPD di Lingkungan Pemkot Denpasar tampak hadir serta melakukan persembahyangan di Pura Sakenan yang juga bertepatan dengan puncak Karya Pujawali di pura setempat.

Persembahyangan bersama yang dipuput dua sulinggih yakni Ida Pedanda Gede Putra Telaga dan Ida Pedanda Sari Arimbawa serta pelaksanaan puncak pujawali ini terasa sangat khusuk  diiringi dengan tarian wali, topeng, kekidungan dan gambelan . Pujawali ini merupakan suatu wujud rasa syukur yang dilaksanakan Pemkot Denpasar dalam upaya melanjutkan pembangunan di Kota Denpasar.

Walikota Rai Mantra mengatakan Dengan selalu memohon petunjuk kehadapan Ida Shang Hyang Widhi Wasa dari pelaksanaan upacara ini mampu memantapkan Sradha Bhakti kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari namun tak terlepas dari hal tersebut, diharapkan kepada pemedek yang tangkil agar tertib dan mematuhi aturan yang ada, selalu menjaga kebersihan lingkungan Pura serta membuang pada tempatnya sarana-sarana persembahyangan yang telah selesai dipakai sehingga tercipta kenyamanan bersama.

Panitia Karya Pujawali Pura Sakenan Ida Bagus Gede Pidada yang ditemui disela-sela kegiatan mengatakan Pujawali kali ini menggunakan pebangkit disertakan pula pakelem alit ke segara.

Lebih lanjut dikatakan seperti pujawali sebelumnya, Pujawali kali ini didukung oleh pemkot Denpasar dengan segala fasilitas. Menurutnya Pura Sakenan diempon oleh Puri Kesiman dan didukung empat desa adat yakni Desa Adat Serangan selaku pemiliki wilayah, Desa Adat Pemogan, Desa Adat Kepaon dan Desa Adat Kelan.

Sedangkan Lurah Serangan Wayan Karma mengatakan, Upacara pujawali ini secara rutin dilaksanakan  bertepatan pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan dilaksanakan selama 5 hari dan penyineban pada hari Selasa mendatang.

“Kami berharap pemedek tidak berbondong-bondong tangkil pada puncak pujawali ataupun Manis Kuningan karena Ida Bathara akan ngejer selama tiga hari dan pada hari Selasa (14/11) karya baru masineb sehingga masih ada kesempatan untuk tangkil dan terhindar dari suasana ramai serta berdesak-desakan, demi kenyamanan bersama,” harapnya.

Terkait dengan penataan parkir maupun kenyamanan pemedek pihaknya mengaku sudah melaksanakan langkah intensif yang sudah dikoordinasikan dengan pengempon, pengemong, serta bantuan dari Pemkot Denpasar, demi kenyamanan dan keamanan pemedek yang setiap tahunnya bertambah.

“Melalui bantuan dari Pemerintah Kota Denpasar serta seluruh komponen masyarakat agar selalu menjaga lingkungan areal Pura serta penataan parkir yang rapi diharapkan dapat memberi rasa nyaman dan aman dalam melaksanakan persembahyangan”, katanya. (eka/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Forum Pecalang se-Abiansemal Ikuti Upacara Mejaya-Jaya di Pura Pucak Mangu

0

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Untuk menjalin rasa kebersamaan dan memupuk rasa persatuan dan kesatuan serta untuk lebih bebas melakukan ayah-ayahan, Pecalang dari 34 Desa Adat di Kecamatan Abiansemal melakukan mejaya-jaya dan Pewintenan bersama di Pura Penataran Agung Pucak Mangu Kecamatan Petang, Kamis (9/11/2017).

Upacara yang dipuput oleh Jero Mangku Gede Pura Pucak Mangu ini dihadiri Bupati Badung diwakili Staf Ahli bidang Politik dan Hukum I Ketut Martha, Kadis Kebudayaan IB. Anom Bhasma, Camat Abiansemal I Gst. Ngurah Suryajaya, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Badung I Bagus Alit Sucipta dan para Bendesa se-Kecamatan Abiansemal.

Mejelis Alit Kecamatan Abiansemal IB. Dwipayana menyampaikan, tanggal 1 Oktober 2017 telah terbentuk Forum Pecalang Kecamatan Abiansemal yang terdiri dari 34 Desa Adat. Saat ini kebetulan piodalan di Pura Pucak Mangu sekaligus dilaksanakan upacara mejaya-jaya, sehingga kedepannya program yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Program utama yang akan dilakukan adalah masalah keamanan di Kecamatan Abiansemal sehingga di masing-masing wilayah Desa Adat dapat terorganisasi masalah keamanannya terutama di wilayah Kecamatan Abiansemal supaya diantara Desa Adat satu dengan yang lainnya ada koordinasi.

“Jumlah Pecalang yang mengikuti mejaya-jaya pewinten sekitar 700 orang, ” katanya.

Sementara itu Camat Abiansemal I Gst. Ngurah Suryajaya menambahkan, disadari bahwa keamanan sangat penting untuk pembangunan, oleh karena itu Pecalang merupakan garda terdepan yang akan mengawal semua kebijakan pembangunan yang ada baik di tingkat Desa, tingkat Kecamatan maupun nantinya di tingkat Daerah. Oleh karena itu Pecalang memiliki peran yang sangat penting yang dapat memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap sukses atau tidaknya pembangunan.

“Kalau berbicara tentang ajeg Bali, pelestarian budaya serta adat, salah satu dasarnya adat dibidang keamanan yang dimiliki Desa Adat adalah Pecalang,” terangnya.

Oleh karena itu Pecalang ini merupakan organisasi yang akan memberikan kontribusi yang sangat besar sekali dan kedepan Pecalang akan memiliki suatu peran yang nantinya akan mengawal dan mendukung program-program yang dilakukan Pemerintah. Mejaya-jaya tujuannya untuk menghapus keragu-raguan dari umat, karena Pecalang akan ngayah baik di pelinggih maupun di masyarakat.

“Pecalang merupakan komponen dasar dan memiliki peranan yang sangat penting terutama didalam lembaga Adat. Dalam melaksanakan tugas keamanan secara lokal Pecalang mengambil peran, tetapi tidak terlepas dari koordinasi serta sinergitas dengan TNI dan Polri yang merupakan Komando keamanan,” katanya. (humas-badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Badung Gelar Lomba Bapang Barong se-Bali

0

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Serangkaian Festival Seni Budaya (FSB) Badung ke-11 dan HUT Ibukota Badung Mangupura ke-8, Dinas Kebudayaan Badung menggelar lomba Bapang Barong se-Bali, Rabu (8/11/2017) lalu di Jaba Sisi Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung. Lomba bapang barong diikuti 30 peserta dan berlangsumg selama 2 (dua) hari dari tanggal 8-9 Nopember 2017.

Ditemui disela-sela lomba bapang barong, Kadis Kebudayaan Badung Ida Bagus Anom Bhasma mengatakan Barong merupakan sebuah tarian tradisional Bali dalam wujud topeng dan kostum badan dapat dikenakan oleh satu atau dua orang. Barong Ket adalah salah satu dari berbagai macam jenis barong yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO.

Meskipun sudah mendapat pengakuan dunia, kesenian Barong tetap perlu dikembangkan dan dilestarikan berkesinambungan terutama oleh para generasi muda untuk membangkitkan dan melestarikan tarian Barong. Dengan adanya Lomba Bapang Barong ini, diharapkan dapat menggali potensi Bali terutama para generasi mudanya dalam berkesenian khususnya tarian Bapang Barong.

Ditambahkan, peserta bapang barong terbuka untuk umum se-Bali. Setiap 1 (satu) paket peserta diwajibkan membawa 1 pasang tukang bapang barong dan 1 juru kendang. Usia pemain tukang bapang dan kendang maksimal 30 tahun. Waktu yang disediakan untuk pementasan adalah maksimal 15 menit.

“Generasi muda sangat antusias mengikuti lomba bapang barong ini. Baru pendaftaran dibuka sudah banyak yang mendaftar. Namun kami batasi untuk 30 peserta saja,” terangnya.

Materi lomba terdiri dari; Bebarisan Goak Macok (pengawak /condong), Ngintip Jangkrik, Kreativitas Ngomang. Unsur penilaian meliputi ; teknik, kreativitas, kehamonisan, power, kekompakan juru bapang dan juru kendang. Peserta yang berhasil meraih juara akan diberikan hadiah, untuk juara I sebesar Rp.12 juta, juara II Rp. 10 juta, juara III Rp 9 juta, juara harapan I Rp. 7 juta, juara harapan II Rp. 6 juta, dan juara harapan III Rp. 5 juta.

Disamping hadiah uang juga diberikan trophy dan piagam penghargaan. Lomba bapang barong dinilai oleh para dewan juri yang telah berpengalaman dibidang seni bapang barong diantaranya; Ida Bagus Nyoman Mas, SSKar, Cok Raka Tisna, SST, MSi, I Gde Oka Surya Negara, SST, SSN dan I Nyoman Muliana. Hari pertama dilombakan sebanyak 15 peserta dan hari kedua juga 15 peserta. (humas-badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Walikota Rai Mantra Ajak Manfaatkan Teknologi tanpa Meninggalkan Budaya Lokal

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pelaksanaan Sosialisasi Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2017 dan Peraturan Gubernur Bali No. 44 Tahun 2017 tentang Peraturan Pelaksaaan Perda No. 3 Tahun 2017 tentang Lembaga Perkreditan Desa (LPD) dibuka secara resmi Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra Kamis (9/11/2017) di Hotel Nusa Indah, Denpasar.

Acara yang diikuti oleh seluruh Kepala LPD dan Bendesa Adat se Kota Denpasar  ini adalah  momentum penguatan internal dan memberikan pemahaman terkait dengan perda bersangkutan.

Walikota Rai Mantra menyampaikan bahwa LPD lahir dari pemikiran yang sangat lokal, namun dengan pemanfaatannya sangat besar. LPD adalah penguat ekonomi kerakyatan sebagai acuan tata kelola sosial dan kebudayaan yang harus dibenahi, dikuatkan, dan dikembangkan.

“Dalam hal ini saya sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Bendesa adat dan seluruh Kepala LPD serta tentunya jajaran dinas yang senantiasa mampu berkolaborasi demi menyukseskan program ini”, ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa istilah lokal yang dikembalikan dalam perda ini sangat diapresiasi, namun dalam teknis pelaksanaan kinerja tetap harus memanfaatkan teknologi informasi yang ada secara baik.  “Seperti istilah tabungan yang dikembalikan menjadi sesepalan, adalah sesuatu hal yang sangat baik karena kembali menguatkan budaya lokal yang sejatinya sudah ada sejak dahulu, namun pihak pengola LPD tentu harus tetap memanfaatkan teknologi semaksimal mungkin dalam pola pengelolaan keuangannya”, ungkapnya.

Khusus untuk di Kota Denpasar perkembangan LPD sudah baik, tentunya harus diimbangi dengan upaya peningkatan pelayanan untuk menjaga kepercayaan masyarakat, mengingat tujuan dari LPD adalah sebagai penguat ekonomi kerakyatan maka semua pihak harus berjalan harmonis untuk mencapai tujuan yang baik itu.

Selanjutnya juga disampaikan bahwa setiap perubahan tentu diperlukan upaya adaptasi.  “Pola adaptasi ini tidak boleh ditinggalkan karena pola ini adalah penguat untuk dilakukannya pembenahan yang selanjutnya dapat berkembang sesuai harapan”, tambahnya.

Sementara itu hal senada juga disampaikan ketua panitia penyelenggara, I Putu Suyatna bahwa pelaksanaan sosialisasi ini adalah upaya untuk menyatukan persepsi serta penerapan Perda terkait dan juga menyepakati pola pengelolaan LPD. “ini sekaligus menjadi pertemuan yang baik, karena selain sosialisasi Perda ini juga secara tidak langsung akan memancing diskusi terkait dengan pola pengelolaan LPD kedepannya agar mampu bersaing dan memiliki pelayanan yang baik.

Terkait dengan peningkatan mutu dan pelayanan, Ketua LPD Kesiman, I Wayan Rayun juga menyampaikan bahwa dukungan Walikota Denpasar sangat baik. “Selama ini Bapak Walikota sangat responsif, kepeduliannya terhadap pengelola LPD sangat baik, beberapa kali kami diberikan pelatihan-pelatihan seperti pelatihan pengelolaan keuangan, marketing dan mekankan bahwa pelayanan harus berdasarkan cinta kasih”, ungkapnya. (dda/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

WHDI dan DWP Denpasar Ngayah Rejang Renteng di Pura Agung Jagatnatha

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar dibawah binaan Ny. Antari Jaya Negara dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Denpasar dibawah binaan Ny Ida Ayu Kerthi Rai Iswara bersama istri pimpinan OPD di lingkungan Kota Denpasar serta Bagian Kesra Setda Kota Denpasar ngayah mesolah Rejang Renteng pada Puncak Karya Pedudusan Agung dan Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Agung Jagatnatha Denpasarpada Rahina Sukra Paing Dunggulan bertepatan dengan Purnama Kelima, Jumat (3/11/2017).

Dalam kesempatan tersebut tampak Penglingsir Puri Satria yang juga anggota DPD Dapil Bali, AAN Oka Ratmadi, Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar IG Ngurah Gede, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Panglingsir Puri se-Kota Denpasar serta seluruh OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar berbaur bersama masyarakat melaksanakan persembahyangan besama.

Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara ditemui usai Ngerejang mengaku merasa senang dan bahagia bisa meyadnya dengan ngerejang bersama ibu ibu PKK, DWP, WHDI Kota Denpasar. Ia mengatakan jenis tarian yang ditampilkan merupakan jenis tari Rejang Renteng yang merupakan salah satu tarian sakral di Bali . “Sekitar 30an penari ini melaksanakan proses latihan yang cukup singkat di Kantor Walikota Denpasar, namun karena sebagian besar sudah mahir menari jadi proses pemahaman materi tariannya tidak memakan waktu yang lama,” ujarnya.

Lebih lanjut Ny. Antari Jaya Negara mengatakan Gerak-gerik tari ini sangat sederhana namun progresif dan lincah. Biasanya pagelaran tari Rejang renteng ini diselenggarakan di pura pada waktu berlangsungnya suatu upacara adat atau upacara keagamaan.

Tarian ini ditarikan oleh penari-penari penuh dengan rasa hidmat, penuh rasa pengabdian kepada Dewa-Dewi dan penuh penjiwaan. Para penarinya mengenakan pakaian upacara yang sederhana dan bernuansa putih kuning, menari dengan berbaris melingkari halaman pura atau pelinggih yang dilakukan dengan berpegang-pegangan tangan. “Pihaknya selalu melaksanakan program rutin ngayah tari – tarian disetiap pelaksaan karya serta piodalan di pura Sad Khayangan seperti misalnya di Pura Agung Jagatnatha Denpasar,” ungkap Ny. Antari Jaya Negara. (eka/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Warga KRB Gunung Agung Laksanakan Upacara Tiga Bulanan di Posko Bung Tomo

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Keberadaan warga KRB (kawasan rawan bencana) Gunung Agung  yang menempati Posko Pengungsian Bung Tomo di wilayah Desa Pemecutan Kaja terus mendapatkan perhatian. Tidak hanya bantuan yang terus mengalir serta berbagai pemberdayaan untuk menghilangkan kejenuhan mereka, namun juga medapatkan perhatian dalam pelaksanaan upacara tiga bulanan bayi bagi anak warga KRB Gunung Agung di lokasi setempat, Jumat (3/11/2017).

Dimana Pasangan suami istri, I Ketut Mudita (25th) dengan Ni Luh Arianti (24th) melaksanakan upacara ritual tiga bulanan anak keduanya I Kadek Satya di Posko Pengungsian Bung Tomo, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara. Pasangan suami istri itu adalah pengungsi Gunung Agung asal Bebandem, Desa Jungutan Karangasem.

Meski secara sederhana, pelaksanaan upacara ini juga sebagai wujud perhatian warga desa setempat bersama yayasan Forum Sekar Kota Denpasar serta Pemkot Denpasar kepada para pengungsi dari KRB Gunung Agung. Di samping itu keberadaan anak-anak di tempat tersebut juga mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan upacara tiga bulanan yang telah dilaksanakan bertepatan dengan Purnama Sasih Kalima yang dipuput Jro Mangku Dewa Made Sudana asal Desa Pemecutan Kaja

Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa I.B Alit Wiradana mengatakan,  bersama Desa Pemecutan Kaja dan Forum Sekar ikut membantu pelaksanaan upacara tiga bulanan ini. Baik sarana dan prasana diberikan secara gratis. “Ini sudah yang kedua kalinya kami mengadakan upacara tiga bulanan untuk warga pengungsian di Posko Bung Tomo Denpasar, dan mudah-mudahan ini bisa terus berlanjut meski  status Gunung Agung sudah mengalami penurunan.

Wakil Ketua Yayasan Komalasana (Forum Sekar Kota Denpasar) I Wayan Landep yang juga Kadus Banjar Semilajati Pemecutan Kaja mengatakan, kegiatan upacara tiga bulanan ini sebagai wujud kegiatan sosial religius bagi bayi warga KRB Gungung Agung yang ada di Denpasar. Hal ini juga tak terlepas dari perhatian Bapak Walikota Rai Mantra yang melihat adanya bayi warga KRB yang akan menginjak umur tiga bulan, sehingga bisa ikut membantu dengan melakukan upacara tiga bulanan secara keseluruhan.

Sementara Perbekel Desa Pemecutan Kaja A.A. Arwata mengatakan upacara tiga bulana ini juga sebagai bentuk perhatian dan sumbangsih desa setempat, yayasan forum sekar Denpasar dan Pemkot Denpasar. Yang mana di Desa Pemecutan Kaja, ini sudah kali keduanya membantu para pengungsi didalam upacara tiga bulanan. Yang sebelumnya sudah pernah dilaksanakan di posko bekas Kantor Desa Pemecutan Kaja pada bulan Oktober lalu. “Ini merupakan komitmen kami untuk membantu para pengungsi Gunung Agung yang ada di Denpasar, khususnya di wilayah Desa Pemecutan Kaja, walapun secara sederhana”, pungkasnya. (ays’/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pemkot Denpasar Gelar Upacara Tawur Balik Sumpah Utama

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Bertepatan dengan Soma Pon Dunggulan, Senin (30/10/2017) sejak pagi hari masyarakat Kota Denpasar mengenakan pakaian adat kepura bernuansa putih lengkap dengan sarana persembahyangan melaksanakan serangkaian Pengeratep Karya Pedudusan Agung dan Tawur Balik Sumpah Utama Pura Agung Jagatnatha Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut tampak pula Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Wayan Mariana Wadhira, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara serta seluruh OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar berbaur bersama masyarakat melaksanakan persembahyangan besama.

Rangkaian upacara ini dipuput 5 Sulinggih yakni Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari, Ida Pedanda Gede Sari Arimawa, Ida Pedanda Gede Putra Telaga, Ida Pedanda Buha Gunung Sari, serta Ida Rsi Punjangga (Alangkajeng).

Pelaksanaan Tawur Balik Sumpah ini berlangsung dengan sangat khusuk  diiringi dengan berbagai tarian Dewa Yadnya, wayang, kekidungan dan tetabuhan dari warga masyarakat setempat. Pelaksanaan upacara  ini sebagai wujud rasa syukur dan memohon keseimbangan alam dalam upaya melanjutkan pembangunan di Kota Denpasar.

Walikota Rai Mantra mengatakan dengan selalu memohon petunjuk kehadapan Ida Shang Hyang Widhi Wasa dari pelaksanaan upacara ini mampu memantapkan Sradha Bhakti kita dalam menjalankan kewajiban  di kehidupan sehari-hari.

“Kita berharap kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar dan Bali pada umumnya dengan adanya upacara seperti ini nantinya dapat meningkatkan rasa bakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan dengan terlaksananya karya ini menjadi berkah untuk kesejahteraan masyarakat serta umat sedharma,” kata Rai Mantra.

Sementara Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Purwantara mengatakan upacara ini telah dilaksanakan sejak 20 Oktober lalu diawali dengan matur piuning karya dan nyukat genah dan pada 29 Oktober lalu diaksanakan pemelastian ke Pantai Padang Galak dan pada 30 Oktober dilaksanakan upakara Tawur Balik Sumpah. Sedangkan puncak kaya akan diselenggarakan pada Sukra Paing Dunggulan, Jumat 3 Nopember dan penyineban pada 6 Nopember mendatang. (eka/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :