Wabup Suiasa Hadiri Pengajian Akbar Di Central Parkir Kuta

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Forum Silaturrahim Majelis Dzikir Robitul Haddad Masyarakat Muslim Bali dan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kuta menyelenggarakan Pengajian Akbar Shalawat dan Doa Bersama Untuk Bali bersama KHR ACH Azaim Ibrahimy dan Jam’iyah Shalawat “Bhenning”, Sabtu (13/1/2018) malam di Central Parkir Kuta. Secara khusus Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa juga menghadiri pengajian akbar tersebut didampingi Anggota DPRD Badung Dapil Kuta I Gusti Ngurah Anom Gumanti.

Pengajian ini turut dihadiri Keluarga Besar Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, Jawa Timur. Selain itu, juga hadir pada kesempatan tersebut para kyai dan kalangan pengurus PWNU Bali, umat muslim se-Bali dan beberapa utusan dari luar daerah Bali seperti dari Banyuwangi, Jember dan Probolinggo.

Ketua Paniria Pengajian Akbar Ustad Boy Syamsuddin dalam laporannya mengajak seluruh umat muslim mengumandangkan doa serta tetap menjaga kebersamaan untuk menjaga Badung dan Bali secara umum aman dan tentram. “Dengan doa yang kita panjatkan dan kumandangkan serta saling menghargai dengan umat yang lainnya niscaya Bali akan tentram dan damai. Mari jaga Bali dengan kedamain seperti apa yang telah para kyai dan pinisepuh ajari kepada kita semua,” ajaknya.

Sementara Ketua Tanfidziyah PWNU Bali, H Abdul Aziz menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pengajian akbar tersebut. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pengajian, sehingga pengajian akbar dapat terselenggara dengan lancar.

Pada kesempatan tersebut, Wabup Suiasa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Umat Muslim se-Bali, karena dari Badung shalawat dan doa bersama untuk Bali dikumandangkan dengan harapan terciptanya kedamaian dan ketentraman bagi seluruh warga Bali. Wabup Suiasa juga mengingatkan dan mengajak selalu umat Muslim menjaga kebersamaan dan rasa persaudaraan yang telah ditanamkan oleh para ulama.

“Mari bersama menjaga Bali, jauhkan diri dari radikalisme yang dapat memecah belah persaudaraan dan kebersamaan kita. Mari kita Bangun kenyamanan dan rasa persaudaraan ini dengan saling menghargai serta bergandengan untuk membangun NKRI yang aman dan tentram,” ajaknya.

“Kalau negeri kita damai aman dan tentram tentu segala sesuatu yang kita laksanakan dan kerjakan akan berjalan lancar. Dengan doa yang di kumandangkan dengan ketulusan hati niscaya negeri kita NKRI akan kuat dan tentram sampai akhir masa,” kata Wabup Suiasa. (humas-badung/bpn)

Pemkot Denpasar Menggelar “Patinget” Tumpek Krulut

BALIPORTALNEWS.COM – Perpaduan tabuh gamelan gong, gender, slonding, jegog, angklung, semarandana, dan beleganjur mewarnai acara Upacara Petinget Tumpek Krulut yang berlangsung di Lapangan Puputan Badung Gusti Ngurah Made Agung Sabtu (22/10/2016).

Pemkot Denpasar menggelar pemujaan Petinget Tumpek Krulut secara khusus dan dihadiri Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar berserta seluruh SKPD Kota Denpasar.

Sebagai sujud dan syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas manifestasinya terciptanya suara-suara suci atau tabuh dalam kehidupan. Maka dalam Upacara Tumpek Krulut tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Dimana sebelum persembahyangan dimulai anggota Wanita Hindu Dharma Indonesia Kota Denpasar di bawah binaan Ny. Selly Dharmawijaya Mantra ngaturan ngayah Tari Rejang Renteng.

Setelah persembahyangan usai dilanjutkan dengan Upacara Ngelawang dan Sesolahan dari sanggar Siwer Nadi Swara Banjar Pagan Kelod Denpasar Timur.

Forum Tenaga Penyuluh Lapangan Agama Hindu Kota Denpasar, Cok Putra Wisnu Wardana mengatakan, upacara keagamaan Tumpek Krulut ini ditujukan sebagai upaya untuk memuja manifestasi Tuhan yakni Betara Iswara sebagai penguasa tetabuhan dan sarwa gambelan.

‘’Sebagai sarana sebagai material adalah benda kesenian itu sendiri yaitu tetabuahan dan sejenisnya,’’ ujarnya.

Tumpek Krulut dikenal juga dengan Tumpek Lulut. Kata Lulut dalam Bahasa Bali berarti jalinan atau rangkaian cinta kasih. Hari Tumpek Krulut jatuh pada hari Sabtu, kliwon, wuku Krulut, setiap 6 bulan (210 hari) sekali. Pada hari ini kita memuja Tuhan dalam manistasinya sebagai Dewa Iswara.

‘’Kita bersyukur atas terciptanya suara-suara suci atau tabuh. Oleh karena itu pada hari ini juga sering disebut dengan Odalan Gong. Tujuannya adalah agar perangkat suara untuk kelengkapan upacara tersebut memiliki suara yang indah dan taksu,’’ ujarnya.

Sedangkan Makna dari Krulut  itu sendiri kata Cok Putra adalah welas asih atau cinta kasih dan turunnya cinta kasih ini diwujudkan dalam bentuk nada yang merdu dan indah. Selain itu Tumpek Krulut kasih sayang Panca Tirta Dewa Samara serta lima nada perwujudan Samara Ratih atau Panca Geni. Pertemuan Panca Tirta dan Panca Geni menjadi suara genta pinara pitu menjadi nada  dasar sebagai seluruh gambelan.

Dalam hal ini pertemuan itu dinamakan kalulut asih  atau membangkitkan rasa sayang disebut senggara rasa sebagai pendakian kasih sayang atau sebuah bakti yang ditunjukan pada tuhan. Tidak hanya itu, ia juga mengatakan, perayaan Tumpek Krulut hampir sama dengan tumpek lainnya.

Untuk itu perlu disosialisasikan karena Bali memiliki banyak hari-hari baik. Ia mengharapkan masyarakat mengetahui makna dari Tumpek Krulut itu sendiri. Sehingga untuk ke depan semua masyarakat bisa memahami perayaan untuk alat musik tradisional. (ayu/hms dps/bpn)

Kapolres Badung Melaksanakan Safari Ramadhan di Masjid AL – Hasanah

BALIPORTALNEWS.COM, POLRES BADUNG – Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta,SIK., melaksanakan Safari Ramadhan di Masjid AL – Hasanah, Perum canggu Permai, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Selasa (30/5/2017).

Kapolres didampingi Kapolsek Kuta Utara Kompol Pius X Aceng Loda,SIK., bertemu dengan Ketua Masjid H. Joko Wiryatno, M.Si., dan beberapa pengurus masjid. Dalam safarinya, pemegang tongkat komando di Polres Badung ini mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan Idul Fitri 1438 H.

Saat itu, Kapolres sekaligus menyampaikan bahwa safari Ramadhan ini bertujuan untuk bersilaturahmi dan memonitoring situasi  serta mengajak pengurus masjid untuk bersama – sama menjaga situasi tetap kondusif agar pelaksanaan rangkaian ibadah berjalan dengan aman dan lancar.

Joko Wiryatno menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kunjungan Kapolres beserta rombongan. Dia menilai suatu kehormatan baginya bahwa orang nomor satu di kepolisian wilayah Badung ini menyempatkan diri menyambangi kegiatan ibadah ini, dan dirinya beserta pengurus masjid akan senantiasa bersinergi dengan kepolisian dalam menciptakan situasi kondusif.

Ditambahkannya bahwa selama ini harmonisasi di lingkungan Perum Canggu Permai, baik dengan warga asli ataupun pendatang yang beragama lainnya sudah sangat harmonis. Saling menghormati dan saling mendukung satu sama lainnya. (guz/humas-polresbdg/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Isi Libur Panjang, SMP PGRI 2 Denpasar Gelar Pasraman

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – SMP PGRI 2 Denpasar secara rutin mengadakan pasraman bagi siswa kelas VII dan VIII guna mengisi libur panjang. Pasraman SMP PGRI 2 Denpasar, dibuka Ketua PHDI Provinsi Bali, Prof. Dr. Gusti Ngurah Sudiana, didampingi Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Dr. Gede Wenten Aryasuda, M.Pd., dan Ketua Panitia, Drs. I Wayan Nendra, Rabu (14/6/2017).

Wayan Nendra melaporkan, pasraman selama empat hari ini diikuti 200 siswa diisi dengan berbagai materi. Di antaranya etika dan moralitas Hindu, dharma agama dan dharma negara sebagai landasan membangun karakter siswa. Selain itu soal swadarma siswa dalam kehidupan sehari-hari,  praktik majejahitan, yoga, praktik membuat klakat dan jaja cacalan, serta dharma gita.

Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Gede Wenten Aryasuda menegaskan, pasraman ini diharapkan mampu melahirkan siswa yang inspiratif, kreatif, inovatif, berkarakter, dan berbudaya yang berlandaskan agama.  Melalui pasraman ini ia berharap, siswanya mampu menjawab masa depan.

Aryasuda menginginkan di sekolah siswa menghormati gurunya, bukan sebaliknya guru gila hormat. Perilaku positif ini perlu dikembangkan di sekolah mengingat nilai-nilai spiritual ini semakin terkikis di era global.
Karenanya, ia mengharapkan siswa bijak memanfaatkan media sosial sebagai penerangan pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan untuk mempermudah hidup. Inilah yang disebut Aryasuda agama tanpa ilmu menyebabkan lumpuh, ilmu tanpa agama menyebabkan buta. Serta ilmu pengetahuan yang dilandasi agama untuk mempermudah hidup.

Aryasuda mengatakan, selama diselenggarakan pasraman ini sangat bermanfaat positif dan memberi dampak disiplin pada siswanya. Bahkan, lulusan SMP PGRI 2 Denpasar saat di SMA/SMK banyak menjadi pengurus OSIS dan berprestasi karena disiplin.

Usai pasraman, peserta diajak matirtayatra ke Pura Rambut Siwi, Pulaki, Pura Kertha Kawat dan Pura Melanting. Pura ini sangat pas untuk memohon taksu calon pemimpin dan siswa yang baik, disiplin dan tertib serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan.

Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Gusti Ngurah Sudiana, mengaku bangga SMP PGRI 2 Denpasar secara kontiyu menyelenggarakan pasraman. Menurut Sudiana, pasraman ini sangat penting bagi siswa ditengah godaan zaman.

Ia mengajak para siswa bangga menjadi warga SMP PGRI 2 Denpasar yang secara serius mendapat pendidikan karakter. Sudiana menegaskan, hanya orang yang dididik disiplin akan menjadi orang sukses, sementara mereka yang manja akan menjadi orang yang egois dan sombong.

Karena itu, ia mengajak siswa memiliki karakter Pandawa yakni polos, menghormati leluhur, kuat pendirian dan pintar. Dan, jangan meniru sifat Duryodana yang egois. Maka melalui pasraman ini diharapkan lahir orang pintar dan waskita yang merupakan kristalisasi dari pembelajaran yang mampu mengarahkan masa depan.
Sudiana mengatakan, mereka yang pengetahuan rohaninya telah terbuka dikatakan sebagai orang waskita atau orang yang sangat mengetahui, telah mencapai kesadaran, telah mencapai pencerahan. Orang yang waskita susah kena pengaruh. Karenanya, ia mengajak siswa untuk hidup disiplin. Secara niskala, taat pada aturan, tidak main HP saat berkendara, tidak main HP di kelas. Selain, rajin sembahyang, hormat pada leluhur dan orangtua serta guru di sekolah. (tis/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Karya Medudus Agung, Mapeselang 15 November di Pura  Pucak Mangu

BALIPORTALNEWS.COMKarya Piodalan Medudus Agung, Mepeselang Medasar Tawur Balik Sumpah Madya di Pura Penataran Agung Pucak Mangu Tinggan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang Kabupaten Badung akan dilaksanakan pada Anggara Wage Matal 15 Nopember 2016. Hal tersebut disampaikan Pengerajeg Karya yang juga Penglingsir Puri Ageng Mengwi AA Gde Agung, Minggu (6/11/2016).

Menurut Bupati Badung Ke -11  periode 2005-2015  ini, bahwa  Ida Bhatara Puncak Mangu  sebagai perlambang perwujudan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang diyakini oleh Umat sedharma sebagai tempat untuk menghaturkan rasa Bhakti atas segala nikmat, karunia dan kesejahteraan yang dilimpahkan beliau kepada alam semesta beserta isinya. Untuk itulah dipandang penting untuk menyampaikan informasi secara meluas agar umat sedharma yang ayat menghaturkan bhakti mengetahui secara jelas setiap rangkaian kegiatan dari upacara piodalan di Pura Pucak Mangu, ujarnya

Selanjutnya berkenaan dengan Rangkaian Karya Piodalan Medudus Agung Ida Bhatara Tirta di Pura Sad Khayangan Luhur Pucak Mangu ini menurut Gde Agung telah mulai dilaksanakan Sejak  Redite Umanis Merakih (23/10/2016) lalu dengan upacara matur piuning. Selanjutnya Pada buda pon medangkungan (9/11/2016) akan dilaksanakan upacara Ngingsah dan Nanding Bagya.

Eedan karya kemudian dilanjutkan pada Saniscara umanis medangkungan (12/11/2016) dengan nuwur tirta ring Pucak Bon, Pucak Tedung, Terate Bang, Pucak Sangkur, Beratan, Penataran Bukian, Tirta Empul, Tirta Pasih Batu Bolong, Pelekem Pura Ulun Danu Beratan, mendak ring tegal suci, lunga melasti ke pekebutan Bukian. Puncak Karya pada anggara wage matal (15/11/2016) yang diawali dengan upacara munggah nuhur Ida Bhatara Tirta  di luhur   Pucak Mangu sekitar Pukul 9 pagi, dilanjutkan upacara pemendak kemudian dilanjutkan dengan Ngaturang  Upacara Piodalan Mapedudusan Agung, Mepeselang dan Mepasaran. Upacara Piodalan akan dipuput Ida Pedanda Putra Pemaron Gria Sideman Mengwi, Ida Pedanda Kekeran Pemaron Gria Mandara Munggu dan Ida Pedanda Gde Jelantik Giri Gria Gunung Sari.

Ditambahkan, sehari setelah Puncak Piodalan hingga tanggal 23 Nopember akan dilaksanakan bhakti penganyaran dari masing-masing Kecamatan di Badung dan Leladan dari Desa Adat pengempon pura. Penganyaran diawali pada (16/11/2016) dari Kecamatan Kuta Selatan dan Leladan Desa Adat Bukian. Pada (17/11/2016) Penganyaran Kecamatan Kuta dan Leladan Desa Adat Nungnung. Pada Sukra Paing Matal (18/11/2016) dilaksanakan upacara Pengeremek yang dipuput Ida Pedanda Putra Kekeran Gria Sunia Denkayu dan Leladan Desa Adat Tiyingan. Pada (19/11/2016) Penganyaran Kecamatan Kuta Utara dan Leladan Desa Adat Auman, (20/11/2016) Penganyaran Pucak Bon, (21/11/2016) Penganyaran Kecamatan Mengwi dan Leladan Desa Adat Kiadan, (22/11/2016) Penganyaran Kecamatan Abiansemal dan Leladan Desa Adat Semanik dan pada (23/11/2016) Penganyaran Kecamatan Petang serta Leladan Desa Adat Pelaga. Sementara pada wraspati pon uye (24/11/2016) Ida Bhatara mesineb dan pada anggara umanis wayang (27/12/2016) tutug bulan pitung dina.

Demi lancarnya pelaksanaan karya Piodalan yang puncaknya akan dilaksanakan pada tanggal 15 november 2016 ini, A.A. Gde Agung juga menyampaikan informasi bahwa bagi umat sedharma  dimanapun berada yang hendak menghaturkan ayah-ayahan lan bhakti guna memohon keselamatan dan kerahayuan diharapkan dapat tangkil sesuai dengan eedan karya sebagimana yang telah diuraikan tersebut diatas. (hmsbadung/bpn)

Keteranggan Foto : Penglingsir Puri Ageng Mengwi AA. Gde Agung

Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot Dipadati Pemedek

BALIPORTALNEWS.COM – Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot, Kediri, Tabanan, tak pernah sepi pemedek. Ribuan umat Hindu memadati pura di tengah laut itu, serangkaian upacara pujawali, Rabu (19/4/2017).

Pemedek datang dari berbagai daerah di Bali. Antreannya mulai terjadi sejak pagi hingga malam hari. Piodalan di Tanah Lot ini juga bersamaan dengan di Pura Batu Bolong dan Pura Penataran di kawasan Tanah Lot.

Iring-iringan pemedek menambah keindahan wisata Tanah Lot. Tak jarang, wisatawan berburu mengabadikan momen langka tersebut. Apalagi menjelang sore, arus wisatawan semakin bertambah. Mereka ikut berbaur di bibir pantai bersama para pemedek.

Menurut Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana, upacara piodalan ini menambah daya tarik wisatawan. Karena itu, banyak yang menunggu upacara ini untuk menikmati kawasan wisata Tanah Lot.

Untuk upacara “ngaturang pujawali” di Pura Luhur Tanah Lot dilaksanakan sejak pukul 01.00 wita dinihari sampai 23.00, dipuput Pemangku Gede Pura Luhur Tanah Lot, Mangku Semudra. Sementara sehari sebelumnya, Selasa 18 April 2017, dilaksanakan upacara “Ngebejian Ida Bethara” di Beji Kaler Pura Luhur Tanah Lot. Upacara itu dilaksanakan pukul 17.00, untuk menyucikan atau membersihkan semua “pratima” (benda sakral) yang akan dipakai dalam piodalan besoknya dengan air suci dari beji di Pura Luhur Tanah Lot. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Denfest ke-9 Dibuka Hari Ini, Tampilkan Parade Anak

BALIPORTALNEWS.COMDenpasar Festival (Denfest)  ke-9 hari ini Rabu, (28/12/2016) dibuka dengan berbagai penampilan seni yang melibatkan ribuan seniman Kota Denpasar. Sesuai dengan tema ‘’Padmaksara’’ Denpasar Festival tahun ini tampil beda dari tahun sebelumnya. Apalagi tahun ini Denpasar Festival telah masuk kedalam kalender event nasional dan telah dilaunching oleh Kementerian Pariwisata di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

”Arah untuk semakin memantapkan Denpasar Festival sebagai event berskala nasional bahkan internasional terus dilakukan  Pemkot Denpasar dengan menyiapkan konten – konten berkualitas dan zonasi yang bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” ujar Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar IB. Rahoela saat ditemui Selasa (27/12/2016).

Dalam pembukaan hari ini, ribuan seniman akan tampil dengan membawakan berbagai garapan seni termasuk  berbagai parade anak-anak yang mengekspresikan keriangan dan kegembiraan dalam memaknai Denpasar  sebagai Smart City, Kota Kreatif dan Kota Pusaka. Tidak hanya itu dalam pembukaan juga menampilkan Inagurasi Padmaksara dimana para penari menyeruak dari 8 penjuru dengan membawa instalasi yang berbentuk telur dengan menggunakan payung sebagai simbolisasi pemaknaan bunga lotus sebagai pemaknaan terhadap terbentuknya dunia yang masih kosong dengan pengetahuan yang terus bertumbuh. Sebagai bentuk kontemplasi, perenungan terhadap lahirnya pengetahuan yang terbaru yakni kreativitas tanpa batas. Dari instalasi ini kemudian muncul penari yang melambangkan sifat-sifat kepemimpinan (Asta Brata).

Penari menari sedemikian rupa membentuk koreografi berputar mengelilingi Catur Muka sebagai perlambang kreativitas yang terus bergerak. Munculnya penari yang membawa busur dan anak panah yang diserahkan ke  Walikota. Selanjutnya anak panah dilepaskan pada bidang yang telah disiapkan dan serahkan anak panah melesat muncullah logo Denfes ke-9, Padmaksara sebagai penanda pembukaan Denpasar Festival ke-9.

‘’Meriahnya Denpasar Festival tahun ini masyarakat bisa melihat menikmati secara langsung dengan datang saat pembukaan,’’ ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan dalam Denfes tahun ini akan dilakukan perubahan zonasi – zonasi yang ada meskipun tidak di rubah secara total namun sangat mendasar dan yang menjadi titik pusat adalah Catur Muka.   Untuk zonasi di kawasan Jl. Veteran akan dipusatkan kegiatan bertemakan “Heritage”. Di sana akan ditampilkan pagelaran kesenian klasik, kuliner – kuliner tradisional, Pameran Fotografi Denpasar Kota Pusaka dan juga pameran mobil dan motor tua.

Sementara, kawasan Jl. Gajah Mada akan menjadi Zona Youth yang menampilkan panggung anak muda, distro serta stand kuliner yang berkaitan dengan citarasa anak muda Kota Denpasar masa kini, dan juga penampilan dari anak- anak muda kreatif Kota Denpasar yang menampilkan perpaduan music, disc jockey, dan video mapping.  Depan Jaya Saba akan ditampilkan zona anak dan keluarga. Depan Museum untuk handycraf dan tekstil, sedangkan sebelah selatan  Catur Muka di yakni di Lapangan Puputan Badung Gusti Ngurah Made Agung  akan disiapkan tiga panggung berderetan.

‘’Dalam ajang Denpasar Festival ke-9 akan akan dilengkapi  6 panggung yang akan ditampilkan berbagai hiburan ulai dari seni tradisi hingga kesenian modern,’’ ujarnya.

Dalam Denpasar Festival kali ini Pemerintah Kota Denpasar juga menyiapkan Stand Kuliner sebanyak 90, stand handycraf  80,  Stand Tekstil 35  dan stand anak-anak kreatif 35 stand. (ayu/humasdps/bpn)

Persembahyangan di Pura Penataran Agung Ulun Danu Beratan

BALIPORTALNEWS.COM – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menghadiri persembahyangan di Pura Kahyangan Jagat Penataran Agung Ulun Danu Beratan, Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan, Kamis (23/3/2017). Hadir pula Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Sekda Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, dan para OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Panitia Karya, Nyoman Sukita, mengatakan, persembahyangan ini merupakan rangkaian dari upacara piodalan yang rutin diselenggarakan. Kegiatan piodalan kali ini berlangsung pada 16-24 Maret 2017. Kegiatan piodalan diawali dengan nunas pengalang sasih pada 16 Maret. Sementara puncak karya telah berlangsung pada Selasa (21/3/2017). Pada jumat (24/3/2017) prosesi nyineb.

Sementara Bupati Eka berharap agar masyarakat terus bergotong-royong dan menjaga keharmonisan. “Piodalan ini merupakan piodalan rutin yang dilakukan. Di sini kita berdoa bersama untuk keajegan Bali. Terus jaga gotong-royong ini, dan jaga keharmonisan,” ucapnya. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Program Rahina Berbahasa Bali Kembali akan Digiatkan

BALIPORTALNEWS.COM – Pemerintah Kota Denpasar kembali akan menggulirkan program rahina berbahasa Bali bagi siswa di Denpasar.

‘’Program rahina bahasa Bali itu akan kita gulirkan mulai pendidikan anak usia dini (PAUD),’’ kata Wayan Sukana, Selasa (27/9/2016).

Menurut Sukana, terobosan ini dilakukan untuk menghargai kearifan lokal, dan sebagai upaya menyelamatkan bahasa Bali yang makin terpinggirkan dan seolah jadi bahasa ‘’asing’’ bagi manusia Bali sendiri.

‘’Program rahina berbahasa Bali itu akan segera digulirkan tinggal menunggu surat keputusan (SK) Walikota Denpasar,’’ ujar Wayan Sukana.

Menurut Wayan Sukana, meskipun hanya diberlakukan selama satu hari  setiap pekannya, atau setiap rerahinan Purnama atau Tilem, paling tidak kita punya setitik harapan bahwa program yang mewajibkan seluruh siswa menggunakan bahasa Bali ini akan menjadi ''rahim'' yang subur bagi "kelahiran" generasi-generasi penutur bahasa Bali baru.

‘’Terus terang, saya cukup tersentak mendengar prediksi menyatakan bahasa Bali akan punah di tahun 2041. Kalau bahasa Bali sampai punah, saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan Bali ini. Bali akan kehilangan salah satu kekayaannya yang sangat berharga," ujar Wayan Sukana.

Menurut Wayan Sukana, prediksi lain yang menyatakan  bahasa Bali tinggal satu generasi saja itu wajib disikapi secara serius. Dikatakan, prediksi itu sejatinya lebih banyak bertujuan untuk membuat manusia Bali jengah sehingga tergugah untuk melakukan upaya-upaya penyelamatan secara terstruktur dan tersistematisasi.

Kendati mengaku tidak yakin seratus persen bahasa Bali  akan "terkubur" begitu cepat atau hanya dalam hitungan puluhan  tahun, namun argumentasi itu jelas bukan hal yang mengada-ada. ‘’Kalau memang ada niat, saya yakin bahasa Bali juga bisa dimanfaatkan sebagai ilmu pengetahuan. Misalnya, dalam menyampaikan materi pelajaran matematika, fisika, kimia dan sebagainya. Tentu saja, tidak semua istilah bisa serta merta diterjemahkan ke dalam bahasa Bali karena memang belum ada padanannya dalam bahasa Bali,’’ ujarnya. (tis/bpn)