WHDI dan DWP Denpasar Ngayah Rejang Renteng di Pura Agung Jagatnatha

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar dibawah binaan Ny. Antari Jaya Negara dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Denpasar dibawah binaan Ny Ida Ayu Kerthi Rai Iswara bersama istri pimpinan OPD di lingkungan Kota Denpasar serta Bagian Kesra Setda Kota Denpasar ngayah mesolah Rejang Renteng pada Puncak Karya Pedudusan Agung dan Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Agung Jagatnatha Denpasarpada Rahina Sukra Paing Dunggulan bertepatan dengan Purnama Kelima, Jumat (3/11/2017).

Dalam kesempatan tersebut tampak Penglingsir Puri Satria yang juga anggota DPD Dapil Bali, AAN Oka Ratmadi, Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar IG Ngurah Gede, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Panglingsir Puri se-Kota Denpasar serta seluruh OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar berbaur bersama masyarakat melaksanakan persembahyangan besama.

Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara ditemui usai Ngerejang mengaku merasa senang dan bahagia bisa meyadnya dengan ngerejang bersama ibu ibu PKK, DWP, WHDI Kota Denpasar. Ia mengatakan jenis tarian yang ditampilkan merupakan jenis tari Rejang Renteng yang merupakan salah satu tarian sakral di Bali . “Sekitar 30an penari ini melaksanakan proses latihan yang cukup singkat di Kantor Walikota Denpasar, namun karena sebagian besar sudah mahir menari jadi proses pemahaman materi tariannya tidak memakan waktu yang lama,” ujarnya.

Lebih lanjut Ny. Antari Jaya Negara mengatakan Gerak-gerik tari ini sangat sederhana namun progresif dan lincah. Biasanya pagelaran tari Rejang renteng ini diselenggarakan di pura pada waktu berlangsungnya suatu upacara adat atau upacara keagamaan.

Tarian ini ditarikan oleh penari-penari penuh dengan rasa hidmat, penuh rasa pengabdian kepada Dewa-Dewi dan penuh penjiwaan. Para penarinya mengenakan pakaian upacara yang sederhana dan bernuansa putih kuning, menari dengan berbaris melingkari halaman pura atau pelinggih yang dilakukan dengan berpegang-pegangan tangan. “Pihaknya selalu melaksanakan program rutin ngayah tari – tarian disetiap pelaksaan karya serta piodalan di pura Sad Khayangan seperti misalnya di Pura Agung Jagatnatha Denpasar,” ungkap Ny. Antari Jaya Negara. (eka/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Dharma Canti Polda Bali : Perkuat Toleransi Demi Keutuhan NKRI

BALIPORTALNEWS.COM – Keluarga besar umat Hindu Polda Bali menggelar acara dharma canti terkait hari raya Nyepi Tahun Caka 1939 di Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar, Kamis (27/4/2017).

Acara dharma shanti tersebut dihadiri Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Gede Alit Widana, S.H., M.Si., Pejabat Utama Polda Bali, Purnawirawan Polri, Para Sulinggih, Bhayangkari Daerah Bali dan Kapolres se-Bali.

Dharma canti dengan tema “Melalui Perayaan Nyepi Tahun Baru Caka 1939, Kita Mantapkan Reformasi Internal Polri dan Perkuat Toleransi Kebhinekaan Berbangsa, Bernegara Demi Keutuhan NKRI” diikuti ribuan personel jajaran Polda Bali. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesucian dan spiritual kepada Tuhan sehingga dapat meningkatkan kwalitas sumber daya Polri dalam memberikan pelindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose dalam sambutannya mengatakan sebagai upaya membangun sumber daya Polri yang profesional, bermoral, dan modern, diperlukan pembinaan kerohanian untuk mewujudkan mental kepribadian anggota Polri yang tangguh. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan keselarasan dan kebahagiaan lahir batin dalam menjalani kehidupan pribadi maupun dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat bangsa dan negara.

“Jadikanlah dharma canti ini sebagai sarana introspeksi diri untuk selalu meningkatkan etos kerja, etika moral dan pengendalian diri dalam melaksanakan tugas Kepolisian,” ujarnya.

Jenderal bintang dua dipundak ini mengaku sangat menikmati suasana Nyepi, yang datangnya setiap setahun sekali dan hanya ada di Bali. Bali sangat luar biasa dalam penerapan rohani terutama saat perayaan hari raya Nyepi. Secara umum rangkaian kegiatan perayaan Nyepi berjalan dengan aman, hal tersebut disebabkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam bertoleransi.

 “Dari data gangguan Kamtibmas saat sebelum dan sesudah Nyepi, secara kwalitas, kriminalitas di Bali bisa dikatakan zero,” tegas Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose. (binaw/humas-poldabali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Denfest ke-9 Dibuka Hari Ini, Tampilkan Parade Anak

BALIPORTALNEWS.COMDenpasar Festival (Denfest)  ke-9 hari ini Rabu, (28/12/2016) dibuka dengan berbagai penampilan seni yang melibatkan ribuan seniman Kota Denpasar. Sesuai dengan tema ‘’Padmaksara’’ Denpasar Festival tahun ini tampil beda dari tahun sebelumnya. Apalagi tahun ini Denpasar Festival telah masuk kedalam kalender event nasional dan telah dilaunching oleh Kementerian Pariwisata di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

”Arah untuk semakin memantapkan Denpasar Festival sebagai event berskala nasional bahkan internasional terus dilakukan  Pemkot Denpasar dengan menyiapkan konten – konten berkualitas dan zonasi yang bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” ujar Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar IB. Rahoela saat ditemui Selasa (27/12/2016).

Dalam pembukaan hari ini, ribuan seniman akan tampil dengan membawakan berbagai garapan seni termasuk  berbagai parade anak-anak yang mengekspresikan keriangan dan kegembiraan dalam memaknai Denpasar  sebagai Smart City, Kota Kreatif dan Kota Pusaka. Tidak hanya itu dalam pembukaan juga menampilkan Inagurasi Padmaksara dimana para penari menyeruak dari 8 penjuru dengan membawa instalasi yang berbentuk telur dengan menggunakan payung sebagai simbolisasi pemaknaan bunga lotus sebagai pemaknaan terhadap terbentuknya dunia yang masih kosong dengan pengetahuan yang terus bertumbuh. Sebagai bentuk kontemplasi, perenungan terhadap lahirnya pengetahuan yang terbaru yakni kreativitas tanpa batas. Dari instalasi ini kemudian muncul penari yang melambangkan sifat-sifat kepemimpinan (Asta Brata).

Penari menari sedemikian rupa membentuk koreografi berputar mengelilingi Catur Muka sebagai perlambang kreativitas yang terus bergerak. Munculnya penari yang membawa busur dan anak panah yang diserahkan ke  Walikota. Selanjutnya anak panah dilepaskan pada bidang yang telah disiapkan dan serahkan anak panah melesat muncullah logo Denfes ke-9, Padmaksara sebagai penanda pembukaan Denpasar Festival ke-9.

‘’Meriahnya Denpasar Festival tahun ini masyarakat bisa melihat menikmati secara langsung dengan datang saat pembukaan,’’ ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan dalam Denfes tahun ini akan dilakukan perubahan zonasi – zonasi yang ada meskipun tidak di rubah secara total namun sangat mendasar dan yang menjadi titik pusat adalah Catur Muka.   Untuk zonasi di kawasan Jl. Veteran akan dipusatkan kegiatan bertemakan “Heritage”. Di sana akan ditampilkan pagelaran kesenian klasik, kuliner – kuliner tradisional, Pameran Fotografi Denpasar Kota Pusaka dan juga pameran mobil dan motor tua.

Sementara, kawasan Jl. Gajah Mada akan menjadi Zona Youth yang menampilkan panggung anak muda, distro serta stand kuliner yang berkaitan dengan citarasa anak muda Kota Denpasar masa kini, dan juga penampilan dari anak- anak muda kreatif Kota Denpasar yang menampilkan perpaduan music, disc jockey, dan video mapping.  Depan Jaya Saba akan ditampilkan zona anak dan keluarga. Depan Museum untuk handycraf dan tekstil, sedangkan sebelah selatan  Catur Muka di yakni di Lapangan Puputan Badung Gusti Ngurah Made Agung  akan disiapkan tiga panggung berderetan.

‘’Dalam ajang Denpasar Festival ke-9 akan akan dilengkapi  6 panggung yang akan ditampilkan berbagai hiburan ulai dari seni tradisi hingga kesenian modern,’’ ujarnya.

Dalam Denpasar Festival kali ini Pemerintah Kota Denpasar juga menyiapkan Stand Kuliner sebanyak 90, stand handycraf  80,  Stand Tekstil 35  dan stand anak-anak kreatif 35 stand. (ayu/humasdps/bpn)

MTQ XXVII Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018 Resmi Dibuka

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVII Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018 resmi dibuka, Jumat (11/5/2018) sore kemarin di Lapangan Puspem Badung. Pembukaan MTQ XXVII dengan mengusung tema “Membangun Insan Qurani Guna Memantapkan Jiwa Menyame Braya” tersebut ditandai dengan pemukulan beduk serta pelepasan balon ke udara.

Hadir pada kesempatan tersebut Gubernur Bali dalam hal ini diwakili Kadis Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, DPRD Provinsi Bali, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, perwakilan dari Kemenag RI, Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Bupati/Walikota se-Bali, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Badung, para pemimpin organisasi masyarakat (ormas) Islam se-Bali, serta tokoh-tokoh masyarakat juga turut hadir pada acara pembukaan tersebut.

Ketua Panitia MTQ XXVII Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018 Wartha Dihati mengatakan, pelaksanaan MTQ XXVII ini akan dilaksanakan pada 11-13 Mei 2018. MTQ XXVII ini akan melombakan diantaranya Musabaqah Tartil Quran untuk anak-anak putra maupun putri, Tilawah, Tahfidz Quran, Khod atau Kaligrafi Quran, Fahmil Qur’an, Sahril Quran, Mahkolah Ilmiah. Untuk lomba Tahfidz Quran dibagi lagi menjadi beberapa kategori diantaranya 1 Juz usia anak-anak, 5 Juz, 10 Juz, 20 Juz dan 30 Juz untuk usia remaja putra maupun putri.

Selain itu, terang Wartha Dihati, juga ada lomba festival seni budaya dari lembaga seni Khasidah baik untuk kategori anak-anak, remaja, dewasa putra maupun putri. Ada juga lomba mewarnai untuk anak-anak dengan tema “Kerukunan Hidup Beragama”.

“Maksud diselenggarakannya MTQ XXVII adalah untuk menumbuh kembangkan pemahaman dan pengamalan isi kandungan Al-Quran. Sedangkan untuk tujuan dalam rangka untuk menjaring peserta terbaik sebagai duta Provinsi Bali yang nanti akan diikutsertakan pada MTQ Tingkat Nasional di Medan,” katanya.

Adapun jumlah peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Bali yang mengkuti MTQ XXVII sebanyak 724 orang. Terdiri dari peserta MTQ 435 orang, festival seni budaya Islam 117 orang, official, 90 orang, Dewan Hakim, 58 orang, Pengawas Dewan Hakim 3 orang, dan Panitera 21 orang.

Sementara Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyambut baik terselenggaranya MTQ XXVII. Bupati menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta yang dari kabupaten/kota se-Bali. “Kami mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini di Kabupaten Badung. Seluruh umat muslim di Badung mendukungan penuh kegiatan ini,” ujarnya saat memberikan sambutan pada acara pembukaan kemarin.

Bupati Giri Prasta juga berharap dengan terselenggaranya kegiatan MTQ XXVI di Badung dapat menjadi role model atau contoh kerukunan umat beragama.

Menariknya, bila mana dari penjaringan ini Duta Bali yang mewakili Bali pada ajang MTQ tingkat nasional di Medan berpretasi akan diberikan reward dari Pemkab Badung, bahkan hingga memberangkat umrah secara gratis. “Ini adalah reward bagi anak-anak yang berprestasi,” katanya.

Selanjutnya, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali I Nyoman Lastra turut menyambut baik terselenggaranya MTQ XXVII. Menurut dia, kegiatan yang mendapat dukungan dari semua lapisan masyarakat ini merupakan cerminan dari kearifan lokal yakni menyama beraya. “Selaku Kakanwil Kemenag Provinsi Bali saya sampaikan terima kasih khususnya kepada Bupati Badung yang telah mensuport kegiatan ini. Begitu juga jajaran panitia dan seluruh masyarakat Badung. Saya berharap kegiatan ini dapat menghasilkan peserta terbaik sehingga menjadi duta Bali diajang MTQ tingkat nasional di Medan,” katanya.

Sementara, Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan Kadis Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, juga menyambut baik kegiatan MTQ XXVII Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018 ini. Gubernur berharap melalui kegiatan ini dapat menghasilkan peserta yang dapat mengharumkan nama Bali baik di kancah nasional maupun internasional.

“Kepada peserta diharpakan menunjukkan kemampuan sebaik-baiknya. Juara bukanlah tujuan akhir, namun yang terpenting bagaimana mengamalkan kanudungan dalam Al-Quran dengan baik demi kemajuan Bali,” pesannya. (humas-badung/bpn)

Bupati Giri Prasta Hadiri Nyekah Massal di Br. Tanggayuda, Bongkasa

BALIPORTALNEWS.COM Pelestarian seni, adat, agama dan budaya di Badung sudah menjadi program prioritas Pemkab Badung. Salah satu didalamnya adalah upacara pitra yadnya (nyekah massal) kedepan akan dibiayai penuh oleh pemkab Badung.

"Kalau Desa Adat maupun Banjar Adat melaksanakan nyekah bersama/massal, kami Pemkab Badung sangat mendukung.

Dan kedepan kami prioritaskan nyekah massal akan dibiayai Pemkab alias gratis," kata Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta S.Sos saat menghadiri karya Pitra Yadnya nyekah massal di Banjar Tanggayuda, Bongkasa, Abiansemal, Sabtu (15/10/216).

Bupati Giri Prasta menyadari, meskipun ada suport dari desa maupun banjar, namun saat ini masyarakat pemilik sawa masih dikenakan urunan untuk nyekah bersama ini. Dengan program nyekah bersama secara gratis ini diharapkan akan meringankan beban masyarakat khususnya yang ikut nyekah bersama. 

Selain program tersebut, kata Giri Prasta, di bidang seni budaya, adat dan agama, Pemkab badung akan mendukung dan siap membantu Pura-pura yang ada di Badung mulai Pura Sad Khayangan, Dang Khayangan, Khayangan Jagat, Khayangan Tiga, Pura Pemaksan termasuk Pura Paibon.

Selain itu sekaa-sekaa seni yang ada juga disuport demi lestarinya seni dan budaya di Badung. Bupati juga menyebutkan dalam tahun ini, pihaknya akan menggelontorkan bantuan kepada di desa adat berupa mobil untuk pecalang dan Desa dinas dibantu ambulan siaga. "Bantuan tersebut akan kami serahkan bulan desember tahun ini," tambahnya. 

Sementara Ketua Panitia Made Suka mengatakan, upacara Pitra Yadnya di Banjar Tanggayuda ini diikuti sebanyak 15 sawa. Rangkaian karya telah mulai dilaksanakan pada 1 Oktober lalu dengan matur piuning, Sabtu 15 Oktober ini upacara ngajum sekah, dan Minggu 16 Oktober merupakan puncak upacara yang didahului dengan melaspas sekah, mapurwa daksina metatah. Senin 17 Oktober nyegara gunung ke Pura Goa Lawah. (hms badung/bpn)

 

Keterangan Foto : Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta S.Sos saat menghadiri karya Pitra Yadnya nyekah massal di Banjar Tanggayuda, Bongkasa, Abiansemal, Sabtu (15/10/2016).

Dharma Santhi Kota Denpasar, Dirangkaikan Dharma Wacana Hingga Pentas Budaya

BALIPORTALNEWS.COM – Dharma Santhi Kota Denpasar Tahun 2017 bertepatan dengan Purnama Jiyestha Rabu (10/5/2017) mengambil tempat di panggung selatan Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung. Berbagai kegiatan mengisi pelaksanaan Dharma Santhi tahun ini yang dihadiri Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Walikota I GN Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, serta seluruh Pimpinan OPD Pemkot Denpasar.

Pelaksanaan doa mengawali pembukaan Dharma Santhi yang dilakukan Ida Pedanda Putra Telabah diiringi lantunan kidung suci dan gender dari Widya Sabha Kota Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Rai Mantra bersama Wakil Walikota I GN Jaya Negara juga memberikan apresiasi kepada anak-anak Denpasar yang telah meraih prestasi dalam ajang budaya tingkat Provinsi Bali. Dilanjutkan dengan lantunan Sloka dibawakan dua remaja putri melalui iringan gender yang dilanjutkan dengan penyampaian Dharma Wacana oleh Prof. Dr. I.B  Yudha Triguna tentang kepemimpinan sesuai ajaran Agama Hindu.

Pagelaran parade gong kebyar yang diisi Gong Kebyar Wanita, dan anak-anak menjadi rentetan pagelaran budaya serta juga mengisi persiapan duta Kota Denpasar di ajang Pesta Kesenian (PKB) Bali tahun ini tampak dihadiri penuh sesak masyarakat Denpasar.

“Pelaksanaan Dharma Santhi kita pusatkan di Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung sebagai sentral ruang publik Kota Denpasar dengan pelaksanaan bersama-sama masyarakat yang diisi lantunan sloka, Dharma Wacana hingga kegiatan pagelaran budaya,” ujar Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan pelaksanaan dharma santhi memberikan makna penyamaan persepsi masyarakat dalam pembangunan Kota Denpasar, disamping juga sebagai perenungan apa yang telah dilakukan dan belum dilakukan melalui program sinergitas Pemkot Denpasar bersama masyarakat. Untuk itu Rai Mantra mengajak masyarakat untuk saling bahu-membahu membangun Kota Denpasar dalam menghadapi tantangan kedepan.

“Dengan dukungan dari seluruh masyarakat Kota Denpasar, Saya yakin dapat mewujudkan Denpasar kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan,” ujar Rai Mantra.

Tampak diatas panggung dua Sekaa Gong Kebyar anak dan Wanita Duta Kota Denpasar dalam ajang PKB tahun 2017 nanti telah bersiap menampilkan tabuh kreasi dan tari kreasi masing-masing. Sekaa Gong Wanita Adnyana Gita Iswari, Banjar Pemeregan Kelurahan Pemecutan Denpasar Barat menampilkan tabuh kreasi Pepanggulan “Mrega Ayu”,  dan Tari Kreasi Jejangeran ‘’Suaraning Kumba’’.

Sekaa Gong Anak-anak Kori Agung Wahana Gurnita Banjar Batan Buah, Desa Kesiman Petilan menampilkan Tabuh Telu Lelambatan Kreasi ‘’Manda Ing Segara’’, dan Tari Kreasi Ngujur yang menggambarkan aktifitas anak-anak nelayan membantu melepaskan ikan dari jarring sambil riang bermain. (pur/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Raih Doktor Usai Teliti Wayang Kulit Purwa

BALIPORTALNEWS.COM – Indonesia memiliki beragam jenis wayang yang tersebar luas di berbagai wilayah nusantara. Warisan budaya ini juga telah diakui UNESCO sejak 7 November 2003 silam. Salah satu jenis wayang yang cukup dikenal adalah wayang kulit purwa.

Drs. Eddy Pursubaryanto, Dipl.TESL., M.Hum., dosen Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya, mengatakan wayang purwa berkembang dan populer terutama di Jawa. Wayang ini biasa dipertunjukkan di keraton Surakarta, keraton Yogyakarta, Mangkunegaran, maupun Pakualaman.

Adegan gara-gara tetap dalam pertunjukkan wayang kulit purwa gaya Surakarta. Adegan gara-gara umumnya tetap mencerminkan panduan pakem pedalangan yang digunakan di keraton Surakarta.

“Hal ini menunjukkan sebagian pakem yang dilembagakan di keraton Surakarta masih terjaga,” terangnya saat ujian terbuka program doktor, Jumat (20/1/2017) di Sekolah Pascasarjana UGM.

Bagi masyarakat Jawa, kata dia, secara implisit keberlanjutan adegan gara-gara menjaga eksistensi mitos sosok Semar yang dianggap sebagai pamong para ksatria dan orang-orang berbudi luhur. Kehadiran adegan gara-gara menjaga bingkai filosofi bahwa pertunjukkan wayang kulit purwa melambangkan kehidupan manusia dari lahir sampai mati.

Disebutkan Eddy, penyebab perubahan adegan gara-gara secara intrinsik adalah hasrat untuk mengaktualisasikan diri dan perasaan jenuh dari diri dalang. Sedangkan secara ekstrinsik, pertunjukan wayang kulit purwa merupakan produk seni yang memerlukan konsumen sehingga harus dikemas agar menarik pasar.

“Tegangan-tegangan dalam pertunjukkan wayang kulit purwa mendorong kreativitas dan inovasi para dalang dalam kemasan adegan gara-gara,” jelasnya.

Adegan gara-gara sebagai sebuah struktur, dikatakan Eddy, memiliki sepuluh sub-adegan yang masing-masing memiliki aksi. Perubahan struktur adegan gara-gara tercermin dalam aksi-aksi dalam sub-adegan.

“Adegan gara-gara tetap mengandung dengan tuntunan. Sejumlah pesan yang muncul adalah pesan-pesan sosial menyangkut moral, lingkungan hidup, kesadaran berbangsa dan bernegara, dan apresiasi seni pedalangan,”paparnya. (ika/humas ugm/bpn)

Perayaan 100 Tahun Penampakan Bunda Maria di Fatima di Seminari Roh Kudus Tuka 

BALIPORTALNEWS.COM – Semangat toleransi, pluralisme dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sangat terasa, pada Misa Syukur Ramah Tamah Seminari Roh Kudus Tuka Paroki Tri Tunggal Maha Kudus Tuka, dan Perayaan 100 Tahun Penampakan Bunda Maria di Fatima di Seminari Roh Kudus Tuka, Desa Dalung, Sabtu (13/5/2017).

Kegiatan ini dihadiri Anggota Komisi X DPR RI Dr. Ir. Wayan, Koster, MM, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa dan Anggota DPRD Badung I Wayan Sandra.

Pada misa yang diikuti sekitar seribu umat Katolik se-Kabupaten Badung  dan juga dihadiri sejumlah pastor ini dipimpin Uskup Denpasar Monsignur Silverster San,  pesan-pesan tentang persatuan kesatuan, toleransi antar umat beragama, dalam kerangka NKRI disampaikan Wayan Koster saat memberikan kata sambutan. Menurut Koster, Bangsa ini sedang dalam ujian mengingat ada upaya pihak-pihak tertentu untuk mengubah ideologi bangsa.

“Kita harus memupuk rasa persaudaraan ditengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan semangat bhineka tunggal ika,” kata Koster.

Menurutnya semua agama memberikan ajaran kebaikan kepada umatnya.  Pihaknya yakin semua agama di Bali memiliki komitmen bersama menjaga toleransi dan menghormati keberagaman.

“Bali adalah miniatur Indonesia, semua agama, suku, etnis ada disini. Kita selalu hidup rukun, berdampingan dengan penuh rasa kekeluargaan,” tegasnya.

Ia mengungkapkan tak satupun negara di dunia ini akan maju dan sejahtera, bila belum tuntas melaksanakan ideologinya.

Pada kesempatan berikutnya Bupati Giri Prasta dalam sambutannya mengatakan konsep menyama braya antara pemeluk agama di Bali patut diapresiasi dan dipertahankan.

Dirinya mengajak umat Kristen di Kabupaten Badung menjadi contoh semangat toleransi dan kekeluargaan antara pemeluk agama.  Terkait Seminari, Bupati Giri Prasta juga memberikan dukungan dan apresiasi.

“Seminari adalah tempat mendidik dan mengembleng calon-calon pastur, tentu kami pemerintah akan siap memberikan dukungan,” katanya.

Sementara itu Uskup Denpasar Monsignur Silverster San menyatakan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bupati Badung berserta jajarannya, dan atas perhatian berupa bantuan dana yang diberikan untuk pembangunan Seminari Kuta.

Uskup juga menyampaikan terima kasih kepada Anggota Komisi X DPR RI Wayan Koster, yang telah memberikan pesan moral yang sangat baik tentang pluralisme dan toleransi antara umat beragama.

Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan dana hibah sebesar Rp 1 miliar, untuk proyek renovasi asrama SMP Seminari Kuta. Bupati bersama rombongan didampingi Rektor Seminari Roh Kudus RD.

Nubert Hadi Setiawan dan Ketua Alumni Seminari Tuka Yoseph Yulius Diaz, menyempatkan diri meninjau proyek bangunan asrama yang masih dalam proses pengerjaan. (humas-bdg/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Tampil Apik, Empat Sekaa Gong Kebyar Pukau Penonton

BALIPORTALNEWS.COM Memasuki hari kelima pelaksanaan Parade Gong Kebyar dan Kesenian Klasik yang merupakan  serangkaian peringatan 110 Tahun Puputan Badung di Kota Denpasar dalam gelaran Mahabandana Prasada Tahun 2016.

Pada Jumat malam (30/9/2016) pelaksanaan Mahabandana Prasada dengan gelaran sebulan penuh parade kesenian klasik dan Gong Kebyar menampilkan empat sekaa gong yakni Sekaa Gong Wanita Canting Mas Sanggar Seni Carat Coblong Desa Pemecutan Kelod berdampingan dengan Sekaa Gong Wanita Remaja Maruta Banjar Lebah Sumerta Kaja. Pada Seksi kedua penampilan Sekaa Gong Kebyar Anak-anak yang menampilkan Sekaa Gong Anak-anak Swara Jaya Banjar Pekandelan berdampingan dengan Sekaa Gong Anak-anak Murda Cruti Banjar Binoh Kaja Ubung.

Para penikmat seni di Kota Denpasar, mulai dari yang tua hingga anak-anak nampak antusias memadati arena pertunjukan dan menikmati jalannya pertunjukkan di Panggung Utama Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung.

Meski suasana pementasan sempat diguyur hujan tidak menyurutkan niat penonton dan anak-anak untuk terus menampilkan satu persatu kebolehannya diatas panggung. Diawali dengan penampilan Sekaa Gong Wanita Remaja Maruta Banjar Lebah Sumerta Kaja yang membawakan Tabuh kreasi Kosalya Arini dimana tabuh ini merupakan sebuah konsep tabuh instrumental yang ditata oleh Bapak I Wayan Berata pada Tahun 1969.

Kosalya Arini merupakan sebuah tanaman obat-obatan yang diekpresikan kedalam musical gong kebyar yang dikemas menjadi sebuah tabuh kreasi kekebyaran. Tidak kalah menarik penampilan kedua oleh Sekaa Gong Wanita Canting Mas Sanggar Seni Carat Coblong Pemecutan Kaja  yang menampilkan tabuh yang berjudul Tabuh Batur Sari, dimana Tabuh Batur Sari merupakan sebuah gending tabuh telu. Gending ini digubah dalam bentuk kreasi gending “mepayas” yang bersumber dari “jajar pageh” gending yang disebut “pengecet”.

Setelah menampilkan tabuh kreasi dilanjutkan dengan penampilan 2 tarian dari masing-masing sekaa gong, Sekaa Gong Wanita Remaja Maruta Banjar Lebah Sumerta Kaja yang menggunakan pakaian bernuansa merah muda ini menampilkan tari panyembrahma dan tari wiranata.

Sedangkan Sekaa Gong Wanita Canting Mas Sanggar Seni Carat Coblong Pemecutan Kaja yang menggunakan pakaian bernuansa hitam tampil apik dengan membawakan tarian yakni Tari Puspawresti dan Tari Wiranata. Pada seksi kedua, tidak kalah dengan seksi pertama penampilan Sekaa Gong Kebyar Anak-anak yang menampilkan Sekaa Gong Anak-anak Swara Jaya Banjar Pekandelan berdampingan dengan Sekaa Gong Anak-anak Murda Cruti Banjar Binoh Kaja Ubung memukau penonton dengan menampilkan 1 tabuh kreasi dan 2 tarian dari masing-masing sekaa gong.

Sekaa Gong Anak-anak Swara Jaya Banjar Pekandelan menampilkan Tabuh Kosalya Arini dan 2 tarian yakni Tari Mregepati dan Tari Manukrawa dan Sekaa Gong Anak-anak Murda Cruti Banjar Binoh Kaja Ubung menampilkan Tabuh Lokaria dan 2 tarian yakni Tari Mregepati dan Tari Baris Bandana Manggala Yuda. Mereka sangat piawai dalam memainkan gambelan yang mendapatkan tepuk tangan dari para penonton, tidak saja dari kalangan masyarakat Kota Denpasar namun juga tampak wisatawan mancanegara. (r/eka/hms pemkot dps/bpn)