Penguatan Program Subak, Pemkot Gelar Lomba Lelakut, Pindekan dan Sunari

0

BALIPORTALNEWS.COM – Pertumbuhan penduduk tentu membawa dampak pada alih fungsi lahan di Kota Denpasar, hal ini juga berpengaruh pada bergesernya tatanan budaya agraris masyarakat. Melihat hal tersebut Pemkot Denpasar telah melakukan upaya bersinergi dengan tokoh-tokoh masyarakat adat menggalakan budaya pertanian yang juga sebagai warisan nenek moyang agar tetap terjaga di Kota Denpasar.

Penguatan program Subak Lestari menjadi salah satu program Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra lewat gelaran  Lomba Lelakut, Pindekan dan Sunari melalui leading sector  Dinas Kebudayaan Kota Denpasar serangkaian HUT Kota Denpasar Ke- 229 Tahun 2017.

Pelaksanaan lomba dibuka Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra pada Rabu (15/2/2017) di Subak Anggabaya, Desa Pakraman Anggabaya Denpasar, yang juga dihadiri Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara, Organisasi Perangkat Daerah Pemkot Denpasar, Sabha Upadesa, serta tokoh masyarakat adat setempat.

Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan pergeseran seperti alih fungsi lahan dan berubahnya pola budaya agraris masyarakat merupakan sesuatu yang tak bisa dihindarkan, menanggapi fenomena ini perlu lebih digencarkan inovasi seperti Urban Farming dan pertanian Hidroponik yang tidak memerlukan lahan banyak namun mampu menghasilkan produktivitas hasil pertanian yang sesuai.

“Program Subak Lestari yang digaungkan Pemkot Denpasar, selain juga membenahi segi teknis, juga membantu petani untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas pertanian lewat program asuransi pertanian, serta memberikan program beasiswa bagi anak petani yang masih bersekolah,” ujar Rai Mantra.

Disamping itu dalam lomba kali ini dengan keterlibatan generasi muda dalam penguatan budaya mampu memberikan inovasi dan kreativitas yang baik. Rai Mantra juga mengharapkan lomba ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan lewat kemasan kreatif melibatkan sekaa teruna di banjar-banjar.

Ketua Majelis Subak Kota Denpasar, Wayan Jelantik mengatakan pelaksanaan Lomba Lelakut, Pindekan dan Sunari bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat untuk melestarikan budaya persubakan berdasarkan konsep Tri Hita Karana di Kota Denpasar.

“Disamping itu pelaksanaan Lomba Lelakut, Pindekan dan Sunari diharapkan mampu merangsang kreatifitas sekaa- sekaa subak maupun sekaa teruna yang berpartisispasi didalamnya, disamping memberikan pemahaman tentang filososfi lelakut, pindekan dan sunari” ujar Wayan Jelantik.

Ketua Tim Penilai Lomba, I Wayan Bhutuantara menjelaskan dalam Lomba Lelakut, Pindekan dan Sunari ini dinilai mulai dari proses pembuatan , bahan baku yang diwajibkan menggunakan bahan ramah lingkungan, estetika bentuk, serta kelengkapan sarana upakara yang mendukungnya.

Hal ini tak terlepas dari keberadaan Lelakut, Pindekan dan Sunari sebagai bagian dari kegiatan keagamaan di Bali. Disamping itu perlu adanya pemahaman mengenai symbol dan makna yang terkandung dalam Lelakut, Pindekan, dan Sunari seperti sepasang lelakut pria wanita yang bermakna Purusa Pradana.

Selain itu Keterlibatan Sekaa Teruna dalam lomba ini diharapkan sebagai penyambung regenarasi antar karma subak dan generasi muda agar aktivitas persubakan di Kota Denpasar tetap terjaga kelestariannya. (esa/humasdps/bpn)

Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot Dipadati Pemedek

0

BALIPORTALNEWS.COM – Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot, Kediri, Tabanan, tak pernah sepi pemedek. Ribuan umat Hindu memadati pura di tengah laut itu, serangkaian upacara pujawali, Rabu (19/4/2017).

Pemedek datang dari berbagai daerah di Bali. Antreannya mulai terjadi sejak pagi hingga malam hari. Piodalan di Tanah Lot ini juga bersamaan dengan di Pura Batu Bolong dan Pura Penataran di kawasan Tanah Lot.

Iring-iringan pemedek menambah keindahan wisata Tanah Lot. Tak jarang, wisatawan berburu mengabadikan momen langka tersebut. Apalagi menjelang sore, arus wisatawan semakin bertambah. Mereka ikut berbaur di bibir pantai bersama para pemedek.

Menurut Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana, upacara piodalan ini menambah daya tarik wisatawan. Karena itu, banyak yang menunggu upacara ini untuk menikmati kawasan wisata Tanah Lot.

Untuk upacara “ngaturang pujawali” di Pura Luhur Tanah Lot dilaksanakan sejak pukul 01.00 wita dinihari sampai 23.00, dipuput Pemangku Gede Pura Luhur Tanah Lot, Mangku Semudra. Sementara sehari sebelumnya, Selasa 18 April 2017, dilaksanakan upacara “Ngebejian Ida Bethara” di Beji Kaler Pura Luhur Tanah Lot. Upacara itu dilaksanakan pukul 17.00, untuk menyucikan atau membersihkan semua “pratima” (benda sakral) yang akan dipakai dalam piodalan besoknya dengan air suci dari beji di Pura Luhur Tanah Lot. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Melasti, Umat Padati Pantai Padanggalak

0

BALIPORTALNEWS.COM – Umat Hindu mulai melaksanakan prosesi melasti serangkaian hari rata Nyepi Tahun Baru Saka 1939. Pantai Padanggalak, Kesiman, Denpasar Timur, sejak Jumat (24/3/2017), mulai dipadati umat melangsungkan melasti.

Puncak prosesi melasti, Sabtu (25/3/2017), dipastikan sejak pagi hingga sore Pantai Padanggalak dipadati ribuan umat.

Beberapa desa pakraman telah melaksanakan prosesi melasti. Seperti Desa Pakraman Peguyangan, Desa Pakraman Pohgading dan Desa Pakraman Penatih Puri serta Desa Adat Jagapati.

Menurut penekun sastra Bali, Made Merta, melasti memiliki makna filosofi sebuah ritual penyucian bhuna alit dan bhuana agung menjelang pergantian tahun Caka. Makanya, simbol-simbol manifestasi Ida Sang Hyang Widhi di-pundut ke laut.

“Tujuannya,  untuk menghayutkan segala noda dan kotoran-kotoran yang ada di bhuana alit dan bhuana agung, kemudian momohon tirta amerta di tengah segara,” jelas Made Merta yang juga penyarikan Bendesa Adat Pagan.

Penyucian diri dari keburukan batin manusia dimaknai lewat pembersihan dengan air kehidupan atau tirta amerta dari danau, laut atau telaga. Melalui pembersihan ini, umat akan siap menjalani perayaan Nyepi tanpa rasa iri, sombong, tamak dan sebagainya.

“Sebagaimana arti melasti dalam Hindu, dari kata mala atau kekotoran dan letah artinya diri manusia. Upacara ini membersihkan hati kotor manusia,” katanya.

Setelah selesai melasti, pretima yang merupakan simbolissi Ida Batara ditempatkan di Pura Bale Agung masing-masing desa pakraman (adat). (pra/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Gali Potensi Sejak Dini, Kesenian Tradisi Bali Harus Terus Berkelanjutan

0

BALIPORTALNEWS.COM – Guna meningkatkan pemberberdayaan generasi muda dalam berkreatifitas khususnya dibidang seni tabuh dan tari, sehingga terwujudnya pelestarian seni budaya Bali, Desa Ubung Kaja menggelar Pentas Budaya untuk pertama kalinya, Jumat malam (23/9/2016) di Lapangan Desa Pakraman Poh Gading.

Yang mana kegiatan ini di hadiri dan disaksikan langsung oleh Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, yang pada kesempatan ini di dampingi Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Ni Nyoman Sujati dan Camat Denpasar Utara Nyoman Lodra, sekaligus membuka acara pentas budaya yang ditandai dengan pemukulan gong.

Pentas Budaya ini merupakan suatu kegiatan yang sangat bermanfaat, dikatakan sangat bermanfaat karena tugas-tugas dari sebuah Desa jelas dengan visi-misi mensejahterakan serta membangun Desa menjadi lebih baik, dimana dengan pentas budaya ini bisa menggali potensi masyarakat yang ada, ini lah hal yang sangat penting, Jadi tanpa kita mengadakan pentas budaya ini, kita tidak akan tahu potensi apa yang kita miliki di desa setempat dan potensi ini juga harus dimulai sejak dini, demikian disampaikan Walikota Rai Mantra saat sambutan beliau.

Diharapkan setiap Desa di Denpasar bisa merumuskan hal seperti ini untuk membentuk kreatifitas dari pada sekaa teruna yang ada di setiap desa dan nantinya ini akan membuat suatu kreatifitas di antara sekaa teruna di dalam kehidupan di masa mendatang sebagai bekal hidup

Lebih lanjut Rai Mantra menginginkan, kesenian tradisi Bali ini harus terus berkelanjutan, dengan membentuk sekaa-sekaa gong sejak dini di mulai dari sekaa gong anak-anak.

Dikarenakan keseniaan tradisi Bali harus terus berkelanjutan yang di mulai dari anak-anak, tentu saja generasi meuda ini harus terus di bina dan di arahkan. Dimana nantinya sekaa anak-anak ini pasti sangat di butuhkan didalam kegiatan keagamaan serta ritual di Bali khususnya Denpasar, karena masyarakat Bali tidak terlepas dari unsur tradisi.

Sementara Ketua Lembaga Pemeberdayaan Masyarakat Desa Ubung Kaja I Made Suwenda dalam laporannya mengatakan, kegiatan Pentas Budaya untuk pertama kalinya di adakan di Desa Ubung Kaja ini bertujuan untuk mewujudkan Desa Ubung Kaja yang maju, aman sejahtera dan berbudaya (Mantra Budaya) dan selaras dengan Padmaksara Kota Denpasar khususnya di bidang seni budaya. Adapun pelaksanan pentas budaya ini akan dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 23 sampai 25 September 2016 mendatang, dengan menampilkan 11 sekaa gong dari masing-masing bajar, yakni Banjar Pemangkalan, Dauh Kutuh, Binoh Kaja, Tegal Kauh, Tegal Kangin, Binoh Kelod, Batumekaem, Anyar-anyar, Pohgading, Tulangampian dan Banjar Petang Gede. (ays/humas pemkot dps/bpn)

 

 

Bupati Tabanan: Rayakan Nyepi Dengan Tulus Ikhlas

0

BALIPORTALNEWS.COM – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengajak jajarannya dan umat Hindu di Kabupaten Tabanan agar merayakan hari suci Nyepi, Galungan, dan Kuningan, dengan memaknai secara tulus ikhlas dan khidmat.

“Yang utama adalah momen keagamaan harus dijadikan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Lakukan yadnya dengan tulus, ikhlas, dan semampunya. Beliau tidak pernah menuntut lebih kepada umatnya,” ungkapnya.

Menurutnya, selama ini perayaan hari-hari besar agama di Tabanan sudah berjalan dengan baik dan lancar. Itu membuktikan bahwa masyarakat di Tabanan bisa menjaga kondusivitas dan menjalin hubungan baik dengan warga lainnya, meskipun berbeda agama.

“Izinkan kami dalam kesempatan ini mengucapkan selamat merayakan hari raya Nyepi, Galungan, dan Kuningan, bagi seluruh umat Hindu di manapun berada. Semoga momen ini bisa dijadikan kesempatan untuk introspeksi diri, melakukan srada bakti, dan tetap membangun Tabanan dengan pikiran positif,” tegasnya. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Astra, Sumbang 3 Sapi dan 7 Kambing Kurban

0

BALIPORTALNEWS.COM Bertepatan dengan perayaan hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah, 12 September 2016 lalu, Astra Motor bersama dengan Grup Astra Bali, menggelar kegiatan kurban bersama.

Kegiatan yang merupakan salah satu bentuk Coorporate Social Responsibility (CSR) itu, mengambil lokasi di gudang Astra Motor Jl Cokroaminoto, Denpasar, dengan menyumbangkan 3 ekor sapi, dan 7 ekor kambing yang merupakan sumbangan dari karyawan dan donasi perusahaan Grup Astra Bali, untuk dibagikan kepada kaum dhuafa, dan warga sekitar sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.

Dengan mengambil tema “Sinergi, Peduli, dan Berbagi Untuk Negeri’’, kegiatan yang melibatkan karyawan Grup Astra Bali dan warga di sekitar perusahaan dimulai dari pagi dengan pemotongan hewan kurban secara bersama-sama. Kemudian dilanjutkan mengemas potongan daging yang akan dibagikan kepada masyarakat.

Suasana kebersamaan dan keakraban terlihat dari seluruh yang hadir siang itu, secara bersama-sama menikmati makan siang. Wargapun sangat antusias mengantri dari pagi untuk mendapatkan kupon yang bisa ditukarkan dengan paket daging kurban.

Panitia Acara, Tangguh Rinekso, mengungkapkan, kegiatan itu merupakan bagian  dari Semangat Astra Terpadu untuk Indonesia (SatuIndonesia) yang merupakan langkah nyata  peran aktif untuk lebih dekat dengan masyarakat Bali.

‘’Kami berharap silaturahmi ini dapat mempererat rasa kekeluargaan dan menghidupkan rasa solidaritas serta persaudaraan,” ujar Tangguh. (ngr/bpn)

Wabup Sanjaya Sembahyang di Pura Besikalung

0

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melakukan persembahyangan di Pura BesiKalung, Desa Babahan, Penebel, Kamis (24/8/2017). Hadir pula Camat Penebel dan tokoh masyarakat setempat.

Ketua Panitia, Nengah Setiawan yang juga Bendesa Adat Utu, mengatakan bahwa puncak piodalan berlangsung pada Budha Kliwon Sinta, bertepatan pada hari raya Pagerwesi. Juga ada prosesi nyejer selama tiga hari, dan akan disineb pada Sabtu (26/8/2017).

“Pura Besikalung memiliki arti sebagai pagar diri, guna menghindari  hal-hal negatif dari luar diri kita, dalam bahasa Bali artinya penyengker,” ungkapnya.

Pura Besikalung terletak 22 kilometer dari pusat Kota Tabanan. Pura ini mempunyai beberapa pura di dalamnya, yakni 16 pura. Luas tanah pura sekitar 15 hektar. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Menag RI Resmikan Masjid Raya Baiturrahmah

0

BALIPORTALNEWS.COM – Masjid Raya Baiturrahmah yang berada di Dusun Wanasari, Kecamatan Denpasar Utara pada Sabtu (8/4/2017) diresmikan Menteri Agama (Menag) RI H. Lukman Hakim Saifuddin.

Kehadiran menteri usai meresmikan balai nikah dan manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Denpasar Timur tampak didampingi Wakil Walikota I GN Jaya Negara langsung menuju Dusun Wanasari yang disambut warga dusun setempat.

Peresmian ditandai dengan Penandatanganan Prasasti oleh Menag H. Lukman Hakim Saifuddin yang juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar Komang Sri Marheni, serta Cokorda Pemecetuan Selaku Penglingsir Puri Pemecutan.

“Saya mengapresiasi atas dukungan yang diberikan Pemkot Denpasar atas pelaksanaan renovasi Masjid Raya Baiturrahmah Denpasar,” ujar Menag H. Lukman Hakim Saifuddin.

Lebih lanjut dikatakan Masjid Baiturrahmah yang memiliki sejarah panjang dibangun sejak tahun 1926 lewat swadaya masyarakat. Hal ini harus dapat tetap dijaga lewat toleransi antar umat beragama yang telah terjaga dengan baik khusunya di Kota Denpasar dan umumnya di Provinsi Bali.

Disamping itu keberadaan masjid dapat kita jaga dan rawat bersama dengan apa yang telah diwariskan para leluhur kita sebelumnya lewat keberagaman masyarakat Denpasar. Sehingga Menag H. Lukman Hakim Saifuddin mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menjaga toleransi dan keberagaman tradisi dan adat budaya yang telah berjalan baik di Kota Denpasar.

Masjid sebagai tempat beribadah bagi umat Muslim dengan kiprahnya dapat melakukan peran serta dalam menjaga mentalitas dan karakter tidak saja kepada umat muslim, namun kepada seluruh masyarakat.

“Manusia memiliki keterbatasan dan kekurangan sehingga Tuhan Yang Maha Esa memberikan keberagaman kepada umatnya untuk saling mengisi, menghormati dan menyempurnakan satu sama lain,” ujarnya

Kepala Kantor Wilayah Kementerian  Agama Provinsi Bali Nyoman Lastra dalam laporannya mengatakan umat Islam di Bali berjumlah 520.244 jiwa atau 12 persen dari jumlah penduduk Bali yang berjumlah 4.336.831 jiwa. Dari jumlah tersebut 225.899 jiwa atau sekitar 50 persen umat muslim berada di Kota Denpasar.

Untuk jumlah masjid di Provinsi Bali terdapat 242 masjid, dengan jumlah 28 masjid ada di Kota Denpasar termasuk salah satunya Masjid Raya Baiturrahmah sebagai masjid terbesar.

Sementara H. Junaedi selaku Ketua Yayasan Masjid Raya Baiturrahmah mengatakan Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Bali yang didirikan pada Tahun 1926. Sebelumnya Masjid dibangun tidak terlalu besar diatas tanah tidak terlalu luas.

Namun saat ini Masjid Raya Baiturrahmah berdiri diatas tanah 12 are dengan luas bangunan 100 meter persegi. Renovasi menelan biaya 9,9 Milyar swadaya dari masyarakat Wanasari dan Jamaah Baiturrahmah. (pur/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Kuatkan Kebudayaan di Kalangan Generasi Muda

0

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam bentuk mencintai dan melestarikan seni budaya Bali serta apresiasi terhadap upaya Pemerintah Kota Denpasar dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya yang adi luhung yang tengah berkembang di Denpasar, dan juga untuk memperingati HUT Kota Denpasar yang ke 229th, para pemuda-pemudi Karang Taruna Kota Denpasar mengadakan sebuah lomba yang bertajuk “Festival Budaya” untuk pertama kalinya, Jumat sore (20/1/2017) di Taman Kota Lumintang.

Dimana kegiatan ini dihadiri dan disaksikan langsung oleh Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra sekaligus membuka festival budaya yang ditandai dengan Mapang (menarikan tapel) Barong.

Hadir juga dalam kesempatan ini, Wakil Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. Antari Negara, yang juga pada kesempatan ini menyerahkan bantuan kursi roda dan alat bantu dengar kepada lansia.

Sebelum Festival Budaya di mulai, Walikota Rai Mantra juga sempat meninjau stand-stand pameran ekonomi kreatif yang ada di areal Taman Lumintang. Bahkan Rai Mantra juga sempat mencicipi salah satu stand kuliner khas Bali yakni Ayam Bumbu Suna Cekuh dan beliau terlihat akrab berbaur sembari bertegur sapa dengan masyarakat sambil menikmati kuliner masakan Bali tersebut.

Kegiatan festival budaya yang di selenggarakan Karang Taruna Kota Denpasar ini haruslah kita dukung penuh, karena ini sifatnya penguatan kebudayaan dikalangan generasi muda. Dimana kegiatan festival budaya kali ini merupakan kegiatan budaya yang dikhususkan dengan lomba ‘bapang barong ket’, yang merupakan sebuah kesadaran penguatan, pelestarian dikalangan pemuda yang saat ini sudah terlihat antusias mengikuti kegiatan seperti mapang barong ini, demikian disampaikan Walikota Rai Mantra saat ditemui saat sedang bertegur sapa dengan masyarakat. Dan diharapkan kedepannya kegiatan seperti ini bisa terus ditingkatkan lagi serta bisa terus memperkuat konsep pembangunan berwawasan budaya di Kota Denpasar.

Sementara Ketua Karang Taruna Kota Denpasar Ketut Ngurah Ariawan mengatakan, generasi muda adalah generasi yang berkarya, untuk itu saat ini Karang Taruna Kota Denpasar membuktikan bahwa generasi muda di Denpasar sangat mencintai seni budaya dan tradisi Bali.

Dimana dalam festival budaya ini, Karang Taruna mengadakan sebuah lomba bapang barong ket untuk para generasi muda se-Kota Denpasar. Yang mana kegiatan ini di ikuti oleh 32 sekaa dari masing-masing Kecamatan yang ada di Denpasar, yang di bagi dalam dua hari pelaksanaan lomba yakni pada tanggal 20 Januari 2017 sebanyak 16 sekaa dan tanggal 21 Januari 2017 sisanya sebanyak 16 sekaa lagi. Selain itu festival lomba ini juga diramaikan dengan stand-stand ekonomi kreatif seperti pakian endek, kuliner khas Bali, pernak-pernik hasil kerajinan anak muda Denpasar serta hiburan musik. (ays’/humasdps/bpn)