28 C
Denpasar
Rabu, 21 November 2018

Sudikerta Ajak Umat Tingkatkan Rasa Bhakti Melalui Pelaksanaan Yadnya

BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengajak Umat Hindu meningkatkan rasa bhakti melalui pelaksanaan upacara yadnya. Dia mengingatkan agar umat tak memaknai sebuah upacara sebagai kegiatan serimonial belaka. Harapan itu diutarakannya saat menghadiri Karya Agung Mamungkah Ngenteg Linggih Padudusan Agung Ngusaba Nini Ngusaba Desa di Pura Puseh Pura Desa, Desa Pakraman Junjungan, Kelurahan Ubud, Kabupaten Gianyar, Sabtu (22/4/2017).

Lebih jauh Wagub Sudikerta mengatakan bahwa tanpa rasa bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan Para Leluhur, umat akan tersesat dalam kegelapan dan jauh dari kerahayuan. “Rasa bhakti yang diaktualisasikan melalui upacara merupakan ucapan terima kasih kita kepada Hyang Widhi atas segala anugerah yang kita nikmati,” ujarnya.

Selain melalui rangkaian upacara, rasa bhakti juga dapat diwujudkan dalam kegiatan perbaikan palinggih ida betara. Sejalan dengan semangat nangun yadnya, Wagub mengingatkan pula agar umat meningkatkan pemahaman tatwa agama.

Pada bagian lain, Wagub Sudikerta kembali menyampaikan harapan agar dalam nangun yadnya, umat senantiasa menyesuaikan dengan kemampuan. “Yang kebetulan punya dana lebih, bisa medana punia. Sebaliknya yang kurang mampu, bisa menghaturkan ayah-ayahan atau hasil bumi yang dimiliki seperti buah-buahan dan lainnya yang dibutuhkan dalam upakara,” imbuhnya. Intinya dia tak ingin ada keterpaksaan atau bahkan sampai menyisakan hutang dalam pelaksanaan upacara yadnya.

Selain itu, Sudikerta kembali menghimbau umat agar memanfaatkan buah lokal sebagai sarana upakara. Selain lebih sehat karena tanpa bahan pengawet, langkah ini merupakan bagian penting dalam upaya pelestarian buah lokal.

Sementara itu, Bendesa Junjungan Made Tiles menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wagub Sudikerta. Ia menyampaikan, puncak karya pada pura yang disungsung 177 KK tersebut  akan dilaksanakan pada 26 April 2017 mendatang.

Selanjutnya Wagub Sudikerta juga menghadiri Karya Mamungkah Mupuk Pedagingan Ngenteg Linggih Padudusan Alit di Merajan Gede Paibon Jero Bun Banjar Ambengan, Desa Sayan, Kecamatan Ubud. Sebagai wujud bhakti, di kedua pura tersebut, Wagub Sudikerta menghaturkan dana punia yang diharapkan dapat meringankan beban krama dalam nangun yadnya. (humas-bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Jadi Wadah Kreatifitas Seni dan Budaya, Pesona Budaya Mertasari II Segera Digelar

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pementasan bertajuk Pesona Budaya Mertasari II segera digelar, pementasan ini akan diadakan pada bulan Juli 2017 yaitu pada tanggal 28 sampai 30 Juli mendatang  yang berlokasi di Pantai Mertasari Sanur. Kegiatan budaya yang bertema Pesona Budaya Mertasari II ini akan menyuguhkan parade yang tentunya sangat menarik dan menghibur. Demikian disampaikan Prebekel Desa Sanur Kauh, Made Ada saat bertatap muka dengan Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra pada Jumat (21/7/2017) di Denpasar .

Parade yang akan dihadirkan dalam kegiatan ini yaitu Parade Gong Kebyar, Baleganjur, Genjek Lansia, Tari Bali Cilik, Bondres Bali, Lawak dan tentunya tidak ketinggalan Pasar Tradisionalnya. Selain itu juga berbagai kegiatan jasmani yakni Jalan Sehat, Lomba Senam Poco-Poco, Senam Lansia, lomba Permainan Tradisional yang dipadukan dengan kegiatan Pekan Olah Raga Masyarakat Desa (Pormides).

Selain itu untuk  kebersihan akan dilaksanakan juga kegiatan Beach Clean Up yang melibatkan komunitas-komunitas yang tentunya bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan pantai. Selain itu ada juga kegiatan Donor Darah, Penyuluhan dan tentunya hiburan dari Artis Pulau Dewata.

“Kegiatan ini juga tentunya sangat bermanfaat, karena selain sebagai ajang hiburan juga dapat mengetahui betapa pentingnya sebuah budaya yang ada di berbagai daerah yang akan membuat anda lebih memahami bagaimana cara melestarikan dan menjaga budaya tersebut agar suatu saat nanti dapat diingat dan dijadikan warisan untuk generasi berikutnya”, ujar Made Ada.

Sementara Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi suatu ajang rekreasi seni budaya dan wadah kreatifitas untuk generasi muda serta menjadi suatu daya tarik baru untuk wisatawan datang ke Pantai Mertasari.  “Kita berharap bisa terus menggali akar-akar budaya serta terus berupaya menarik wisatawan untuk berwisata di Denpasar dan Bali pada umumnya”, ujarnya. (eka/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Kontingen Denpasar Siap Ikuti Utsawa Dharma Gita Tingkat Provinsi

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Persiapan kontingen Utsawa Dharma Gita Kota Denpasar menuju ajang Utsawa Dharmagita Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018 telah memasuki tahap akhir. Kemarin pada Rabu (25/7/2018) bertempat di Kantor Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, kontingen Utsawa Dharma Gita Kota Denpasar ini secara resmi dilepas Sekda Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara didampingi Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN. Bagus Mataram dan seluruh jajaran terkait lainnya.

Sekda Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara dalam sambutannya mengucapkan selamat berlomba sembari memompa semangat seluruh Kontingen Utsawa Dharma Gita Kota Denpasar. “Utsawa Dharma Gita merupakan wadah pengembangan mental serta kepribadian terutama bagi generasi muda. Telah terbukti dari ajang ini mampu melahirkan tokoh- tokoh serta pemimpin berpengaruh disegala bidang. Setelah mengikuti ajang ini, diharapkan dari puluhan peserta perwakilan Kota Denpasar ini akan lahir sosok – sosok berbudi pekerti yang akan melanjutkan pembangunan di masa yang akan datang,” ujar Rai Iswara.

Lebih lanjut Rai Iswara turut mengapresiasi prestasi Kontingen Utsawa Dharma Gita Kota Denpasar yang sebelumnya telah empat kali berturut- turut berhasil menggondol juara Utsawa Dharma Gita Tingkat Provinsi Bali dan dua kali juara Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional. “Prestasi yang telah diraih ini tentu bukan kebetulan semata. Didalam nya tercermin keberhasilan Pemkot Denpasar dalam mengembangkan dan melestarikan seni budaya sesuai dengan visi misi kota berawawasan budaya. Bagi para peserta, pesan saya sebelum berlomba agar membahas kriteria lomba untuk dijadikan standarisasi dan menetapkan tujuan sehingga bisa dirumuskan strategi berupa keterampilan dan teknik berlomba. Teknik disini tentu berupa dasar ilmu seni drama seperti ekspresi dan lain sebagainya yang dibalut percaya diri. Niscaya hasil terbaik akan diraih nantinya” ungkap Rai Iswara.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I.GN Bagus Mataram saat ditemui mengatakan Kontingen Utsawa Dharma Gita Kota Denpasar telah siap seratus persen untuk mengikuti ajang Utasawa Dharma Gita Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018, 27 hingga 29 Juli mendatang. “Dalam ajang tahun ini Kota Denpasar total menerjunkan 86 peserta dengan rincian 16 peserta membaca Sloka, 12 peserta menghafal Sloka, 10 peserta Kakawin/Wirama, 10 Peserta Palawakya, 10 Peserta Geguritan/Macepat, 15 peserta Kidung, 2 peserta Dharma Wacana Bahasa Bali, 9 peserta Dharma Widya dan 2 peserta Dharma Wacana Bahasa Inggris. Peserta dibagi dari kategori anak hingga dewasa baik putra maupun putri. Tentu semangat yang diberikan Sekda Rai Iswara saat melepas peserta menjadi motivasi bagi kontingen Kota Denpasar dalam mempertahankan prestasi yang telah diraih sebelumnya,” ujar I.GN Bagus Mataram.

Salah satu peserta kategori Geguritan Remaja Putri, Ni Made Wikandina Putri yang berkesempatan membawakan Pupung Dangdang saat acara pelepasan peserta berharap dapat menampilkan performa maksimal saat lomba sehingga mampu mengharumkan Kota Denpasar. “Saya berlomba nanti pada hari Sabtu, 28 Juli 2018. Persiapan saya tentu terus berlatih tekun didampingi pembina dan menjaga kesehatan,” tutur gadis yang sebelumnya juga pernah mewakili Kota Denpasar di tingkat nasional pada ajang yang sama. (esa/humas-dps/bpn) 

GKD Duta Denpasar Tampilkan Sendratari Gugurnya Duryudana

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Duryudana yang merupakan saudara tertua Korawa harus merelakan 99 adiknya gugur di medan pertempuran Kurusetra. Hal inilah yang memastikan bahwa Duryudana harus perang tanding di medan laga Bratayuda melawan Bima yang bersumpah untuk memukul paha Duryudana lantaran dulu pernah memangku Dewi Drupadi. Di akhir peperangan, 100 Korawa harus mengakui kekalahan dan menyerahkan Kerajaan Astina Pura kepada Pandawa.

Wiracerita Gugurnya Duryudana tersebut dikemas dalam sajian sendratari dengan gerak tari nan apik yang dipadukan dengan penokohan dalang dalam balutan harmoni gambelan menambah sempurna penampilan Gong Kebyar Dewasa (GKD) Arsa Winangun, Desa Pakraman Poh Gading, Duta Kota Denpasar saat ‘mebarung’ dengan Sekaha Gong Kebyar Dewasa  Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Warmadewa, Duta Provinsi Bali di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art,  Center, Denpasar, Sabtu (14/7/2018) malam.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, serta pimpinan OPD di Lingkungan Pemkot Denpasar guna memberikan dukungan langsung bagi Duta GKD Kota Denpasar. Adapun materi yang dibawakan Sekaa Gong Kebyar Dewasa Arsa Winangun yakni Tabuh Pat Lelambatan Kreasi Langlang Linggah, Tari Kebyar Terompong, Tari Kreasi Wangsa Gata, serta sebagai penampilan pamungkas turut dibawakan Sendratari Mahabrata dengan judul Gugurnya Duryudana.

Kordinaor Sekaa, I Ketut Suwanditha saat diwawnacarai usai pementasan mengatakan bahwa secara intensif persiapan telah dilakukan sejak enam bulan  yang lalu. Hal ini mengingat banyaknya materi yang tenu harus dimaksimalkan. “Walaupun pementasan Gong Kebyar bersifat parade, namun sebagai seniman yang akan pemntas di gelaran seni terbesar di Bali hendaknya hartus menampilkan pementasan yang berkualitas sebagai wujud pelestarian dan [engembangan seni budaya Bali,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, GKD yang melibatkan sedikitnya 100 seniman lebih ini tentunya menjadi gambaran perkembangan seni dan budaya di Kota Denpasar. Terkait dengan kendala, pihaknya mengatakan bahwa secara teknis maupun penguasaan materi tidak begitu berarti. Hal ini lantaran para seniman yang terlibat hampir merata merupakan praktisi di bidang seni tabuh, tari dan pedalangan.

“Kalau terkait materi secara prinsip tidak ada masalah, namun demikian perlu dilakukan pendalaman bagi para penabuh dan penari agar materi yang dibawakan memiliki rasa tersendiri bagi para penikmat sehingga tidak hanya asal gerak atau asal menabuh saja, melainkan haru ada rasa dan penjiwaan dalam seni,” pungkasnya.

Sementara, Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengapresiasi apiknya penampilan GKD Arsa Winangun Duta Kota Denpasar. Selain itu, tema Sendratari yang diambil dari Epos Wiracerita Mahabrata tentu sangat baik bagi masyarakat. Hal ini lantaran selain menikmati seni sebagai hibura, masyarakat juga dapat memetik nilai-nilai kehidupan dalam cerita Mahabrata.

“Mewakili Pemkot Denpasar saya mengucapkan selamat dan sukses serta berterimakasih kepada GKD Arsa Winangun dan duta kesenian lainya yang telah mengharumkan Kota Denpasar sebagai kota berwawasan budaya dengan berpenampilan apik di ajang PKB tahun 2018 ini,” pungkas Jaya Negara. (ags/humasdps/bpn)

Gubernur Bali Sembahyang di Pura Luhur Batukaru

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali I Made Mangku Pastika dan rombongan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan ikut nangkil serangkaian upacara piodalan, dan melakukan persembahyangan di Pura Luhur Batukaru, Sabtu (8/4/2017).

Rombongan tersebut disambut Camat Penebel IGA Supartiwi, Kapolsek Penebel AKP I Wayan Sudiarta, I Putu Jony Winadi (Jro Deny), dan Bendesa Adat Desa Pakraman Wongaya Gede, I Gede Manu Ardana.

Selajutnya, rombongan gubernur melaksanakan sembahyang bersama, dipimpin Jro Mangku Ida Gede Jero Kebayan Wongaya Gede. Usai sembahyang, Mangku Pastika dan rombongan bertolak ke Denpasar. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Giri Prasta Hadiri Upacara Ngenteh Linggih

BALIPORTALNEWS.COM – Bupati Badung Giri Prasta hadiri upacara Ngenteg Linggih di Pura Dalem Panglan, Desa Kapal Kecamatan  Mengwi, Selasa (11/4/2017). Turut hadir dalam kesempatan tersebut  Camat Mengwi  I Gusti Ngurah  Jaya Saputra  serta tokoh masyarakat  setempat.

Giri Prasta dalam kesempatan tersebut menyambut baik memberikan apresiasi pada pengempon pura yang sudah bergotong royong dalam melaksanakan pembangunan pura dan dilanjutkan dengan upacara Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih ,Mupuk Pedagingan  lan Mapedudusan Agung.

“Kekompakan dan gotong royong ini merupakan modal penting untuk melaksanakan pembangunan dan ini harus tetap dipertahankan sehingga dapat terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Mudah-mudahan pelaksanaan upacara ini berjalan lancar,” ungkap Giri Prasta.

Lebih lanjut Pejabat asal Petang menyampaikan kepada masyarakat agar dresta dan awig-awig yang sudah ada di Panglan bisa diteruskan kepada generasi muda. “Hal ini adalah tugas dari penglingsir desa agar Dresta desa dan awig-awig bisa diteruskan kepada generasi muda sehingga generasi muda paham dresta dan awig-awig desa sehingga kedepannya dapat terwujud persatuan dan kekompakan generasi muda terutama dalam melestarikan adat serta budaya Bali,” pesannya.

Sementara itu Ketua Panitia Karya, I Gst. Ngurah Sudana mengatakan dengan telah berakhirnya pembangunan pelinggih di Pura Dalem Panglan, Desa Kapal Kecamatan Mengwi, masyarakat Desa Adat Panglan melaksanakan Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan  lan Mapedudusan Agung  yang puncaknya akan dilaksanakan  pada Selasa kliwon medangsia,  25 April 2017 yang akan datang.

“Adapun Susunan Karya ini di awali pada  Selasa kliwon Dukut, 10 januari  2017 dengan melaksanakan upacara matur piuning  dan  ngeruak,  selanjutnya Rabu umanis Dukut 11 januari 2017 di laksanakan nyukat  karang ,dan hari ini  Selasa umanis (11/4) dilaksanakan melaspas pelinggih lan mendem pedagingan,” ungkap I Gst. Ngurah Sudana.

Upacara ini di puput  oleh tiga sulinggih  yaitu Ida Peranda dari Griya Timbul Mengwi,  Ida Peranda Grya Buda Banjar Jadi Tabanan dan Ida pedanda Griya Sidemen Gulingan Mengwi.

Dalam upacara tersebut Bupati Badung Giri Prasta didaulat untuk melaksanakan Mendem Sekar di Pelinggih Gedong dan menandatangani prasasti yang dilanjutkan melakukan persembahyangan dengan masyarakat pengempon Pura Dalem Panglan. di akhir persembahyangn Bupati Giri Prasta juga memberikan punia sebesar Rp 500 juta. (humas-bdg/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Begini Aksi Polsek Kuta Utara Gandeng Tokoh Lintas Agama Gelorakan Persatuan

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Sebagai wujud menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, Polsek Kuta Utara menggandeng tokoh – tokoh Lintas agama untuk mendengungkan toleransi di lingkungan masyarakat. Adanya kesadaran antara umat beragama mengenai toleransi bisa menjaga keutuhan sebuah negara.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (19/5/2018) pagi diwarnai dengan aksi pembagian 700 tangkai bunga mawar di Jalan Raya Gatot Subroto Barat. Aksi yang digelar lebih kurang 1 jam tersebut juga melibatkan sebanyak 50 orang personel Polsek Kuta Utara, 70 orang tokoh agama, masyarakat dan pemuda. Tujuannya menyasar kepada para setiap pengendara roda dua maupun mobil yang melintas.

Rasa toleransi antara umat beragama yang baik, menggambarkan adanya keharmonisan di suatu negara. Hal itu tercermin dari sikap antara satu agama dengan agama yang lain yang saling berdamai, saling merangkul, saling bertenggang rasa membentuk suatu masyarakat. Sehingga tidak menimbulkan perpecahan yang bisa menyebabkan perpecahan antar satu umat dengan yang lain.

Salah satu pengendara sepeda motor yang bernama I Made sulendra merespon aksi ini. Pihaknya menyampaikan bahwa toleransi antar umat beragama memang sudah selayaknya dijunjung sebagai bangsa Indonesia. Ia Pun, menyesalkan jika ada oknum yang ingin memecah belah bangsa ini, “setiap orang harus meningkatkan rasa nasionalismenya.” terang Sulendra.

Sementara itu Kapolsek Kuta Utara AKP Johannes H. Widya Dharma Nainggolan S.I.K memastikan bahwa dilingkup wilayah hukumnya gesekan antar umat beragama hampir tidak ada. Hal tersebut dibuktikan dengan aksi yang dilakukan hari ini. Dengan adanya toleransi ini lah disebutkannya sebagai pagar penjaga kesatuan dan keutuhan NKRI. “Kami sebagai aparat penegak hukum tentunya akan terus berupaya menjaga dan menciptakan keamanan di lingkup masyarakat. Caranya adalah terus memupuk jiwa nasionalisme, memelihara jiwa toleransi. Yang kemudian itulah yang memperkuat keutuhan NKRI ini,” terangnya.

Johannes pun menyampaikan pihaknya siap menindak tegas oknum atau masyarakat yang kedapatan ingin memecah belah kerukuanan antar umat beragama.

Disambut mesra oleh salah satu tokoh agama Hindu Jero Mangku I Made Sudiana bahwa sebagai umat beragama mayoritas di Bali pihaknya meminta agar semua kalangan turut serta menjaga keutuhan NKRI, Terlebih di Bali yang telah jadi sorotan dunia. (guz/polres-badung/bpn)

Membumikan “Bhinneka Tunggal Ika” di Sanur Village Festival XII

BALIPORTALNEWS.COM – Perhelatan Sanur Village Festival XII tahun 2017 (SVF 2017) yang akan digelar 9-13 Agustus 2017 bakal menghadirkan kemasan festival penyadaran dengan turut serta membumikan, menggelorakan dan menebarkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Ketua Umum SVF Ida Bagus Gde Sidharta Putra, mengatakan akhir-akhir ini, berbagai kenyataan pahit di negeri yang kita cintai telah menggerakkan elemen anak bangsa untuk semakin mengakui perbedaan dalam bingkai kesatuan jiwa Indonesia. Namun, atas segala kondisi itu tidaklah berarti kita harus diam dan membiarkan secara pelan-pelan maupun cepat terjadinya ketidakharmonisan kerukunan berbangsa. SVF sangat merasakannya, dan sebagai festival yang telah membingkai tema dasar “The new spirit of heritage”, maka Bhinneka Tunggal Ika adalah bagian penting sebagai gerakan moral yang patut dan wajib dikumandangkan secara terus menerus.

“Mengumandangkan kembali makna Bhineka Tunggal Ika adalah upaya kesadaran berbangsa. Maraknya kebencian dan kekasaran dalam dunia maya maupun dunia nyata membuat banyak pihak tidak tinggal diam. Kebencian dan kekasaran itu telah nyata-nyata mengancam keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa. SVF dengan program-programnya berupaya menciptakan “festival kesadaran” dengan turut menebarkan pesan-pesan kebaikan bagi persatuan dan kesatuan yang ber-bhinneka Tunggal Ika.

SVF 2017 dalam perjalanannya selalu mengedepankan keanekaragaman budaya dalam setiap program-programmnya. Hadirnya duta-duta seni dan budaya dari berbagai pelosok pulau di Indonesia membuktikan bahwa masyarakat Sanur sangat terbuka bagi seluruh warga Indonesia. Kenyataan ini juga didukung hadirnya warga dunia yang selalu tampil turut menyemarakkan setiap perhelatan SVF. Makna Bhinneka Tunggal Ika sangat relevan sebagai isu penting yang harus dijaga dan terus didengungkan. SVF selalu melihat kembali setiap perjalanannya sebagai bagian interopeksi. Bhinneka Tungal Ika yang telah dicanangkan sebagai tema besar festival kiranya dapat pula dimaknai secara khusus sebagai wujud bagian cinta tanah air dan bangsa”, katanya.

SVF 2017 dalam programnya akan meletakkan semangat persatuan atau nasionalisme kebangsaan dalam sebentuk simbolisme, imej, citra maupun pesan sesuai konteks yang akan diusung. Oleh karena itu SVF akan mengimplementasikan semangat kebangsaan yang ber-Bhinneka Tunggal Ika dalam garapan program event. Masyarakat luas yang mengunjungi SVF 2017 nantinya diharapkan menjadi bagian yang terintegrasi bagi upaya pembangunan kesadaran yang diciptakan.

Menurut Gusde, sapaan akrab Sidharta Putra, seperti festival sebelumnya, selain musik, panggung utama juga menampilkan berbagai atraksi seni budaya dan sajian lain yang bakal menghibur pengunjung festival sambil menikmati aneka makanan dan minuman dari food bazar. Kesemua rancangan program dikemas dalam nuansa Indonesia.

Gusde mengatakan festival kedua belas ini kembali merangkul berbagai komponen masyarakat untuk merayakan keberagaman warga melalui tema “Bhinneka Tunggal Ika” yang mengandung semangat kesatuan dalam perbedaan.

Dia berharap seluruh warga masyarakat bisa ikut berperan membumikan Bhinneka Tunggal Ika dalam suatu kesetaraan egaliter mengakui bahwa Bangsa Indonesia ini terdiri dari banyak perbedaan, baik suku, agama, bahasa, maupun adat-istiadat. Melalui saling menghargai perbedaan dari masing-masing pribadi di masyarakat, niscaya akan tercipta ketentraman dan kedamaian. Selain itu, tentu dengan kondisi toleransi yang terbangun tersebut, bisa lebih mengokohkan persatuan, kesatuan, kebersamaan dan gotong royong membangun suasana dan lingkungan yang lebih baik.

“Kebersamaan dan kegembiraan mengakui perbedaan itu di antaranya tercermin dari panggung hiburan yang disaksikan ribuan penonton. Oleh karena itu kami selalu berupaya menampilkan hiburan yang terbaik,” kata Gusde. Hiburan atau tampilan program SVF ke-12 diharapkan juga dapat menyentuh dan menyuarakan pentingnya ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Lebih lanjut menurut Gusde yang juga sebagai Ketua PHRI dan Badan Promosi Pariwisata Kota Denpasar, SVF kini bukan hanya milik warga Sanur, melainkan telah menjadi kebanggaan bersama yang mendukung promosi pariwisata secara kolosal. Publikasi SVF telah memiliki gaung nasional dan internasional serta menjadi salah satu destinasi yang dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara di samping warga Denpasar dan sekitarnya. (r/bpn)

Menag RI Resmikan Masjid Raya Baiturrahmah

BALIPORTALNEWS.COM – Masjid Raya Baiturrahmah yang berada di Dusun Wanasari, Kecamatan Denpasar Utara pada Sabtu (8/4/2017) diresmikan Menteri Agama (Menag) RI H. Lukman Hakim Saifuddin.

Kehadiran menteri usai meresmikan balai nikah dan manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Denpasar Timur tampak didampingi Wakil Walikota I GN Jaya Negara langsung menuju Dusun Wanasari yang disambut warga dusun setempat.

Peresmian ditandai dengan Penandatanganan Prasasti oleh Menag H. Lukman Hakim Saifuddin yang juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar Komang Sri Marheni, serta Cokorda Pemecetuan Selaku Penglingsir Puri Pemecutan.

“Saya mengapresiasi atas dukungan yang diberikan Pemkot Denpasar atas pelaksanaan renovasi Masjid Raya Baiturrahmah Denpasar,” ujar Menag H. Lukman Hakim Saifuddin.

Lebih lanjut dikatakan Masjid Baiturrahmah yang memiliki sejarah panjang dibangun sejak tahun 1926 lewat swadaya masyarakat. Hal ini harus dapat tetap dijaga lewat toleransi antar umat beragama yang telah terjaga dengan baik khusunya di Kota Denpasar dan umumnya di Provinsi Bali.

Disamping itu keberadaan masjid dapat kita jaga dan rawat bersama dengan apa yang telah diwariskan para leluhur kita sebelumnya lewat keberagaman masyarakat Denpasar. Sehingga Menag H. Lukman Hakim Saifuddin mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menjaga toleransi dan keberagaman tradisi dan adat budaya yang telah berjalan baik di Kota Denpasar.

Masjid sebagai tempat beribadah bagi umat Muslim dengan kiprahnya dapat melakukan peran serta dalam menjaga mentalitas dan karakter tidak saja kepada umat muslim, namun kepada seluruh masyarakat.

“Manusia memiliki keterbatasan dan kekurangan sehingga Tuhan Yang Maha Esa memberikan keberagaman kepada umatnya untuk saling mengisi, menghormati dan menyempurnakan satu sama lain,” ujarnya

Kepala Kantor Wilayah Kementerian  Agama Provinsi Bali Nyoman Lastra dalam laporannya mengatakan umat Islam di Bali berjumlah 520.244 jiwa atau 12 persen dari jumlah penduduk Bali yang berjumlah 4.336.831 jiwa. Dari jumlah tersebut 225.899 jiwa atau sekitar 50 persen umat muslim berada di Kota Denpasar.

Untuk jumlah masjid di Provinsi Bali terdapat 242 masjid, dengan jumlah 28 masjid ada di Kota Denpasar termasuk salah satunya Masjid Raya Baiturrahmah sebagai masjid terbesar.

Sementara H. Junaedi selaku Ketua Yayasan Masjid Raya Baiturrahmah mengatakan Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Bali yang didirikan pada Tahun 1926. Sebelumnya Masjid dibangun tidak terlalu besar diatas tanah tidak terlalu luas.

Namun saat ini Masjid Raya Baiturrahmah berdiri diatas tanah 12 are dengan luas bangunan 100 meter persegi. Renovasi menelan biaya 9,9 Milyar swadaya dari masyarakat Wanasari dan Jamaah Baiturrahmah. (pur/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
11PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
83PengikutMengikuti
23PelangganBerlangganan