Polres Badung Gelar Persembahyangan Bersama, Memohon Pilgub Bali Aman

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Bertempat di Pura Giri Catur Loka Polres Badung, Seluruh anggota Polres Badung melaksanakan persembahyangan bersama, Kamis (15/2/2018). Kegiatan yang dimulai pukul 21.00 wita ini berjalan dengan penuh suasana kehikmatan.

Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta,S.I.K bersama Pejabat Utama Polres Badung diikuti seluruh personil Polres badung yang beragama Hindu tampak sangat Khidmat dalam melaksanakan persembahyangan.

Persembahyangan bersama ini digelar pada gari suci Tilem dimana bertujuan untuk memohon Kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh rangkaian Pilgub Bali berjalan dengan aman, serta seluruh personil yang melaksanakan pengamanan diberikan keselamatan.

Lantunan mantra mantra dan doa doa penghantar dilantunkan oleh pemangku Pura Giri Catur Loka Polres Badung. Persembahyangan dipimpin pemangku Alit Bripka I Made Muliawan,S.H yang mengantarkan doa doa.

“Kami pada saat hari Suci Tilem ini menggelar persembahyangan bersama seluruh personil, memohon Kehadapan Tuhan agar seluruh rangkaian PIlgub Bali 2018 dari awal hingga akhir nanti dapat berjalan dengan aman serta seluruh personil yang melaksanakan pengamanan diberikan Keselamatan dan kesehatan,” ungkap AKBP Yudith. (guz/humas-polres.badung/bpn)

Jelang Imlek, Polres Badung Lakukan Pengecekan Ke Wihara

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Menjelang hari raya Imlek yang jatuh pada 16 Februari 2018 nanti, persiapan pengamanan telah digelar Polres Badung. Seperti yang dilaksanakan hari ini, Selasa (13/2/2018) Kabag Ops Polres Badung Kompol I Ketut Sukarta,S.H menyambangi Wihara Vimalakirti Sempidi kecamatan Mengwi Badung.

Sambang tersebut guna mendapatkan informasi yang pasti tentang penyelenggaraan ibadah Imlek sehingga dapat ditentukan personil yang akan ditempatkan untuk melaksanakan pengamanan dalam hari Raya Imlek nanti.

Sebelum pelaksanaan pengamanan Ibadah Imlek, Polres Badung terus menggelar Cipta Kondisi diwilayah hukumnya dengan menyambangi tokoh tokoh masyarakat, melakukan pemeriksaan terhadap penduduk pendatang berkoordinasi dengan aparat Desa serta kegiatan kegiatan cipta kondisi lainnya sehingga Wilayah Hukum Polres badung kondusif.

“Kami sebelum melaksanakan pengamanan Ibadah Imlek, diawali dengan koordinasi dengan pengurus Wihara sehingga pengamanan yang kami laksanakan nantinya tepat sasaran,” ungkap orang ketiga di Polres Badung ini. (guz/humas-polres.badung/bpn)

Bupati Giri Prasta Silahturahmi dan Resmikan Mushola At-Taqwa

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta meresmikan Mushola At-Taqwa sekaligus silaturahmi dan tasyakuran atas renovasi Mushola At-Taqwa  Yayasan Mukti Sentosa tahap pertama di Jl. Bidadari IID Br.Merta Nadi Kerobokan Kelod Kecamatan Kuta Utara, Sabtu (10/2/2018). Peresmian ditandai penandatangani prasasti dan memberikan dana sebesar Rp. 25 juta untuk mendukung acara tersebut.

Ketua Yayasan Mukti Sentosa Deny Prasetyo mengatakan Musholla At-Taqwa sudah didirikan sejak Tahun 1997 dengan jamaah kurang lebih 1000 orang  dan memiliki tanah seluas 8 are dengan bangunan berlantai 2. Umat Muslim dari Musholla At-Taqwa sangat berterima kasih dan mengapresiasi bupati badung yang sudah merealisasikan banyaknya permohonan, bantuan maupun perizinan ke Masjid maupun Musholla yang ada di Kabupaten Badung salah satunya di Musholla At-Taqwa.

Lebih lanjut dikatakan sangat mengharapkan adanya arahan support dari bapak bupati badung untuk melanjutkan pembangunan renovasi tahap ke 2, dalam tahap rencananya antara lain pembangunan lantai 2 yang sudah dilakukan seperti sebelumnya serta memperluas lahan parkir.

“Besar harapan kami bapak bupati badung dapat mendukung, baik dari segi materi maupun material bagi Musholla At-Taqwa,” ungkapnya. Dijelaskan pula, lahan parkir yang memiliki luas 3,5 are, hanya bisa menampung sekitar 400 motor dari banyaknya jamaah yang hadir di setiap hari Jumat selalu bertambah yang parkir bisa mencapai 700 orang.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan rasa bangganya atas kerukunan umat beragama di Badung. Pemerintah badung akan berupaya sekuat tenaga untuk mempertahankan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

“Kami harus jaga keutuhan empat pilar kebangsaan tersebut. Beberapa kali kami menghadiri undangan umat Muslim, alhamdulilah kerukunan terjaga dengan baik, dengan itu mudah-mudahan warga kita tetap aman dan makmur, ” jelasnya.

Ditambahkan bahwa dukungan Pemkab Badung terhadap pembangunan Mushola ini merupakan wujud komitmen Badung dalam mengembangkan seni, adat, agama dan budaya. Ini akan berlanjut, Bupati contohkan, Pemkab Badung bulan ini juga menyerahkan hibah untuk pembangunan Masjid di Canggu Permai dengan dana sebesar 3 M. Selain itu pemerintah kabupaten badung juga memberikan secara langsung dana untuk pendidikan umat muslim di kuta selatan sebanyak 3 miliar.

Lebih lanjut Bupati Giri Prasta juga menambahkan Pemerintah Kabupaten Badung akan selalu siap membantu semua keperluan umat muslim yang ada di kabupaten badung termasuk memfasilitasi umat Muslim dalam menulaikan ibadah haji. Giri Prasta mengharapkan dengan adanya bantuan dari pemerintah badung bisa membantu umat muslim yang ada di Kabupaten badung dengan catatan seperti pembangunan ke 2 yang akan dilaksanakan di Muhola At-Taqwa ini semoga bantuan tersebut nantinya bisa dipertanggungjawabkan dan digunakan dengan sebaik- baiknya.

Bupati Badung yang didampingi Kabag Humas Badung Putu Ngurah Thomas Yuniartha disambut oleh panitia serta ribuan umat muslim di Mushola At-Takqwa. Turut hadir Camat Kuta Utara A A Arimbawa, Lurah Kerobokan Kelod I Made Wistawan, Klian serta Kepala Lingkungan Br. Merta Nadi, Ida Cokorda Pemecutan XI, Dewan Masjid Provinsi Bali Haji Bambang Santoso, Ketua Yayasan Mukti Sentosa Deny Prasetyo serta tokoh-tokoh Muslim dan para Kiyai. (humas-badung/bpn)

Organisasi Wanita di Badung Ngayah Mereresik di Pura Pucak Gegelang

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Dalam rangka peringatan HUT Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung ke-30 tahun 2018, Organisasi Kewanitaan di Kabupaten Badung seperti TP PKK,  WHDI, Dharma Wanita Persatuan dan Gatriwara Badung melaksanakan kegiatan sosial bersih-bersih/mereresik di areal Pura Pucak Gegelang, Desa Adat Nungnung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Jumat (9/2/2018) lalu.

Kegiatan ini merupakan salah satu program dan kegiatan Organisasi kewanitaan Badung dalam upaya meningkatkan sradha dan bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sebelum melakukan aksi sosial, dilakukan persembahyangan bersama. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Badung Ny. Seniasih Giri Prasta didampingi Wakil Ketua TP PKK Ny. Kristiani Suiasa,dan Ketua DWP Badung, Ny. Nesya Yoga Segara, Ketua WHDI Badung Ny. Suas Isyudayani Widia Astika dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kab. Badung, Putu Eka Merthawan.

Dalam kesempatan tersebut Ny. Seniasih Giri Prasta menyampaikan, organisasi kewanitaan di kabupaten Badung ngayah bersama di Pura Pucak Gegelang ini sebagai wujud bhakti sekaligus dalam rangka nyangra/persiapan piodalan. Organisasi wanita yang ikut ngayah diantaranya dari PKK Kabupaten Badung, DWP Badung, WHDI Badung, Gatriwara Kabupaten Badung, dan DLHK kabupaten Badung.

“Maksud dan tujuan  kami mengajak organisasi kewanitaan ngayah yaitu untuk mengenal lebih dekat bagaimana masyarakat dibawah dan bagaimana kita seharusnya bersih-bersih biar sehabis sembahyang tidak membuang sampah sembarangan,” tambahnya.

Diharapkan melalui kegiatan ini lingkungan pura menjadi bersih, asri dan lestari. Organisasi kewanitaan juga ingin mencontohkan ke masyarakat bahwa organisani kewanitaan di kabupaten Badung sifatnya gotong-royong dan kebersamaan. “Setiap odalan kami akan ngayah, tahun ini kami akan bergerak ke tempat-tempat suci dimanapun di kabupaten badung, maupun di luar kabupaten badung. Kami akan gerakan organisasi kewanitaan untuk ngayah,” jelasnya.

Setelah persembahyangan bersama dan bersih-bersih di desa adat nungnung, rombongan melanjutkan perjalanan menuju penglukatan pancoran sudamala yang terletak di desa Pelaga yang letaknya dekat Jembatan Tukad Bangkung. Setelah itu dilanjutkan dengan perjalan suci ke Pura Penataran Pucak Mangu yang terletak di desa adat Tinggan Desa Pelaga, Kecamatan Petang. (humas-badung/bpn)

Bupati Giri Prasta Buka Bimbingan Manasik Haji Di Masjid Nurul Yatim Kuta

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung di bawah kepemimpinan Nyoman Giri Prasta tetap menunjukkan komitmennya sebagai Bupati yang ‘bares’ tanpa memandang perbedaan suku, agama dan ras. Hal ini diwujudkan dengan membantu memfasiilitasi umat muslim di Badung khususnya yang hendak menunaikan ibadah haji dengan membantu transportasi menggunakan pesawat terbang pulang pergi dan penginapan hotel sebelum menuju embarkasi haji Surabaya.

“Saya membantu transportasi calon haji Badung karena sudah merupakan komitmen saya di tahun 2017. Inilah bukti saya mengayomi dan melindungi masyarakat Badung dengan konsep matahari, siapapun harus mendapatkan sinarnya,” ungkap Giri Prasta saat membuka Bimbingan Manasik Haji Di Masjid Nurul Yatim Jalan Merdeka Raya IX No 21 Lingkungan Abianbase, Kuta, Badung, yang ditandai dengan pemukulan Tanjidor, Sabtu (10/2/2018) yang lalu.

Lebih lanjut Bupati Badung mengatakan Pemerintah Kabupaten Badung akan senantiasa hadir ditengah-tengah masyarakat termasuk ditengah umat muslim karena umat muslim di Badung maupun Bali telah ikut mewarnai pembangunan di Badung. “Untuk itu saya minta kepada calon haji yang sudah kembali dari tanah suci Mekah agar ikut menjaga sinergitas tatanan kerukunan umat beragama di Badung dan Bali umumnya. Dengan terwujudnya kerukunan antar umat beragama di Badung maka pembangunan di Badung dan Bali umumnya akan dapat berjalan dengan baik sehingga tujuan pemerintah mensejahterakan warganya dapat terwujud,” ajak Giri Prasta. Dalam kesempatan tersebut Giri Prasta menyerahkan dana  sebesar Rp. 25 juta  untuk mendukung pelaksanaan Manasik Haji ini.

Ketua Panitia Manasik Haji, Haji Imam Hanafi memberikan apresiasi kepada Badung Giri Prastadi karena tengah tengah kesibukannya  menyempatkan untuk hadir dan membuka Bimbingan Manasik Haji Di Masjid Nurul Yatim. “18 Tahun saya menjadi warga Bali baru saat ini ada Bupati ‘bares’ membantu calon haji Badung menuju embarkasi Surabaya dengan menggunakan pesawat udara pulang pergi gratis. Selain itu juga membantu pembangunan masjid di banyak tempat di Badung,” katanya.

Sementara itu Ketua Yayasan Amalul Jannah Haji Satrowi memaparkan jumlah calon haji yang mengikuti Bimbingan Manasik Haji sebanyak 161 0rang yang dilaksanakan 3 (tiga) bulan dengan 2 (dua) kali pertemuan setiap bulannya di Masjid Nurul Yatim. “Manasik Haji ini merupakan bimbingan kepada calon haji untuk mengetahui tata pelaksanaan ibadah haji, mengetahui hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama pelaksanaan ibadah haji serta mempersiapkan fisik dan mental calon haji. Kegiatan ini bekerjasama dengan penyelenggara Haji dan Umrah Departemen Agama RI Kabupaten Badung,” paparnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Departemen Agama RI Kabupaten Badung I Gst. Agung Gede Manguningrat, Camat Kuta Made Widiana, Sekcam Kuta GedeArta, Lurah Kuta Wayan Daryana, Kaling Br. Abianbase Kuta I Gst. Made Suka Ada serta tokoh muslim dan pengurus Masjid Nurul Yatim. (humas-badung/bpn)

Ny. Selly D. Mantra Ajak Masyarakat Lestarikan Adat dan Budaya

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – PKK Kota Denpasar kembali menggelar berbagai lomba menyambut HUT ke-230 Kota Denpasar  dan Puncak HKG PKK ke-46 serta persiapan lomba jambore PKK. Berbagai lomba yang dilaksanakan mulai dari pelestarian adat dan budaya melalui lemba membuat jerimpen, sange urip dan lomba membuat panjang ilang.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra usai meninjau pelaksanaan lomba yang diikuti Wakil Ketuanya Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. Kerti Rai Iswara. Hadir pula dalam kegiatan lomba tersebut Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara beserta jajaran pegawai dilingkungan Pemerintah Kota Denpasar, Minggu (11/2/2018) di Gedung Graha Sewaka Dharma.

“Melalui lomba ini Saya mengajak masyarakat untuk tetap melestarikan adat dan budaya. Mengingat hampir setiap saat Kita di Bali melaksanakan berbagai upacara yang salah satu kelengkapannya dilombakan saat ini,” ujar Ny. Selly. Terlebih lagi dalam lomba ini melibatkan anak-anak sekolah yang merupakan generasi penerus. Sehingga dengan demikian secara dini dapat dilestarikan adat dan budaya di Bali.

Selain melaksankan lomba untuk pelestarian adat dan budaya, Ny. Selly juga mengaku melaksankan lomba untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Lomba-lomba yang dilakukan ini sangat berpariasi sehingga diharapkan anak-anak berkebutuhan khusus dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar lebih mandiri. “Kami sengaja setiap kesempat memberikan ruang kepada anak-anak berkebutuhan khusus untuk terlibal dalam berbagai kegiatan. Seperti dalam menyambut HUT ini dilakukan berbagai lomba,” ujarnya. Sehingga diharapkan semua lapisan masyarakat dapat menikmati dan mengikuti setiap pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar tanpa terkecuali termasuh anak-anak difabel.

Sedangkan untuk para Kader PKK menurut Ny. Selly dilaksankan lomba penyuluhan untuk pokja I, pokja II, pokja III dan pokja IV. Sehingga dapat diketahui sejauh mana pemahaman para kader terhadap program PKK yang telah dilaksanakan selama ini.

Waskito Budi Tim Pegembang Pusat Layanan Autis (PLA) Nasional yang hadir menyaksikan lomba tersebut sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Denpasar khsusnya PKK Kota Denpasar yang telah melibatkan anak-anak autis dalam kegiatan lomba. “Ini perhatian luar biasa dari Pemerintah Kota Denpasar dan PKK Kota Denpasar untuk anak-anak autis. Disetiap kesempat mereka dilibatkan sehingga lebih cepat dapat beradaptasi,” ujarnya.

Sementara Ni Made Sulastri Kader PKK Dangin Puri Kelod, Kecamatan Dentim sangat senang dilaksanakan lomba untuk para kader. Selain dapat mengasah kemampuan tentang pengetahuan yang dimiliki untuk semua program PKK juga untuk saling mengenal antara kader PKK masing-masing desa/lurah di Kota Denpasar. Ia berharap lomba-lomba semacam ini terus dilaksanakan sehingga pemahan para kader semakin meningkat. (gst/humas-dps/bpn)

Pemkot Denpasar Konsisten Lestarikan Bahasa Bali

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Denpasar dibawah kepemimpinan IB Rai Dharmawijaya Mantra dan IGN Jaya Negara terus konsisten dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan Bali yang adi luhung. Salah satunya yakni pelestarian tentang Bahasa, Aksara dan Sastra Bali. Kini, DPRD Bali tengah melaksanakan revisi terhadap Perda No. 3 Tahun 1992 yang mengatur tentang Bahasa, Aksara dan Sastra Bali.

Dengan demikian maka upaya ini merupakan gayung bersambut antara Pemkot Denpasar dan Pemprov Bali dalam hal pelestarian dan pengembangan warisan kebudayaan Bali. Hal ini diungkapkan Sekda Kota Denpasa AAN Rai Iswara  di Denpasar, Selasa (30/1/2018)

Rai Iswara menjelaskan bahwa Pemkot Denpasar dalam pengembangan pembangunan salah satunya bersandar pada kebudayaan. Dimana salah satu unsur kebudayaan itu sendiri diantaranya kesenian dan bahasa. Bahasa Bali merupakan bahasa ibu, sehingga untuk melestarikanya diperlukan pijakan hukum yang jelas.

“Bahasa Bali itu bahasa ibu atau bahasa pergaulan yang sering digunakan oleh masyarakat Bali, sehingga wajib untuk dilestarikan,” ujar Rai Iswara

Lebih lanjut dikatakan, Pemkot Denpasar sesuai dengan amanat Perda No. 3 Tahun 1992 tentang Bahasa, Aksara dan Sastra Bali telah melaksanakan upaya pelestarian Bahasa Bali seperti halnya dengan mewajibkan pemasangan plang nama jalan, nama instansi pemerintahan, dan fasilitas umum dengan bahasa latin dan aksara Bali.

“Pemkot Denpasar sudah melaksanakan beberapa kebijakan tentang pelestarian Bahasa Bali seperti plang nama jalan, nama instansi pemerintahan dan fasilitas umum lainya,” jelas Rai Iswara.

Tidak hanya itu, keseriusan Pemkot Denpasar dalam rangka melestarikan Bahasa Bali terus digencarkan. Terbukti pada tahun 2016 lalu Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mengeluarkan Surat Edaran (SE) Walikota Denpasar dengan nomor 434/1419/BKPP?2016 tentang himbauwan bagi instansi, kantor lembaga baik pemerintah maupun swasta diwajibkan untuk menggunakan Bahasa Bali saat hari Rabu, Rerahinan Purnama dan Rerahinan Tilem.

“Jadi di tahun 2016 lalu Pemkot sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang penggunaan bahasa Bali, bahkan saat sidang Paripurna yang bertepatan dengan hari Rabu pun penggunaan bahasa Bali tetap diterapkan,” papar Rai Iswara

Rai Iswara menambahkan, Pemkot Denpasar mendukung adanya upaya Pemprov Bali dan DPRD Bali untuk memaksmalkan pelestarian Bahasa Bali melalui revisi Perda NO. 3 Tahun 1992.

“Jadi ini seperti  gayung bersambut, dan Pemkot Denpasar telah melaksanakannya lebih dulu, nantinya kalau sudah selesai tinggal disesuaikan dengan aturan yang berlaku,” tutup Rai Iswara. (ags/humas-dps/bpn)

Buka Festival Qosidah Rebana dan Sholawat, Rai Mantra Tekankan Revolusi Mental Dan Kerukunan Antar Umat Beragama

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriah, Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nadhathul Ulama Kota Denpasar pada Minggu (28/1/2018) menggelar Festival Qosidah Rebana, Sholawat serta Menghias Telur dan Mewarnai di Halaman Kantor RRI Denpasar.

Acara yang mengambil tema “Akhlak Rasullulah SAW Sebagai Spirit Mewujudkan Revolusi Mental” ini dibuka secara langsung oleh Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra secara simbolis dengan pemukulan alat musik rebana. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Camat Denpasar Timur, Dewa Made Puspawan, Camat Denpasar Utara, Nyoman Lodera serta sejumlah undangan lainnya.

Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan tema acara Festival Qosidah Rebana dan Sholawat yang mengangkat tentang revolusi mental ini sangat relevan untuk mempererat persatuan dan kesatuan seluruh elemen masyarakat. Sehingga, kedepanya kerukunan antar umat beragama di Bali khususnya Kota Denpasar dapat tetap terjaga.

“Revolusi mental merupakan sesuatu hal yang mutlak harus dimiliki masyarakat dan spiritnya harus disadari bersama sebagai wadah introspeksi diri, sehingga kerukunan antar umat beragama tetap terjaga,” ujar Rai Mantra.

Lebih lanjut Walikota Rai Mantra mengatakan revolusi mental merupakan adanya suatu perubahan di segala aspek yang keluar dari kebiasaan lama. “Yang harus digarisbawahi disini bahwa revolusi mental harus juga dilandasi dengan ajaran agama yang kuat sehingga dapat menuntun kita kearah yang lebih baik,” tutup Rai Mantra.

Sementara Ketua PC Muslimat Nadhatul Ulama Kota Denpasar, Hj. Siti Khotijah saat ditemui disela acara mengatakan pelaksanaan Festival Qosidah Rebana, Sholawat serta Menghias Telur dan Mewarnai ini memiliki tujuan untuk meningkatkan rasa silaturahmi dan persaudaraan antara keluarga besar Muslimat Nadhatul Ulama Kota Denpasar.

“Acara yang ditahun ini mengambil tema tentang revolusi mental ini juga sebagai wadah untuk memupuk rasa kebangsaan dan toleransi berlandaskan semangat revolusi mental sehingga dapat menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya,” ujarnya.(esa/humasdps/bpn)

Rai Mantra Buka Bali Barong Festival II, Ajak Generasi Muda Jaga Seni Budaya Dan Taksu Bali

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pemkot Denpasar di bawah kepemimpinan IB Rai Dharmawijaya Manta dan IGN Jaya Negara terus berkomitmen dalam pelestarian seni dan budaya Bali. Berbagai kegiatan seni dan budaya terus digalakan. Kali ini, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan Kota Denpasar mendukung pelaksanaan Bali Barong Festival yang diselenggarakan oleh Komunitas Kubu Barong dan Pregina Art di Wantilan Pura Dalem Kedewatan, Sanur, Sabtu (27/1/2018).

Hadir langsung sekaligus membuka kegiatan tersebut Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Anggota DPR RI asal Sanur, IB Putu Sukarta, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandira, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram dan tokoh-tokoh Desa Sanur lainya.

Walikota Rai Mantra mengatakan, Pihaknya selalu mendukung kegiatan pelestarian kesenian dan budaya Bali.  Hal ini lantaran kebudayaan dan seni di Bali memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan kebudayaan lainya. Ciri khas inilah yang disebut dengan taksu atau kharisma yang nantinya mampu memberikan kesan tersendiri bagi sebuah kesenian di Bali.

“Jadi seluruh masyarakat Bali tentunya generasi muda harus tetap melestarikan seni dan kebudayaan Bali, karena kebudayaan Bali itu metaksu, ini yang tidak ada di daerah lain,” ungkap Rai Mantra.

Dikatakan Rai Mantra, Seni Tari Barong merupakan salah satu kesenian yang identik dengan kebudayaan Bali, bahkan saat ini telah masuk dalam warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Hal ini lantaran hampir semua Desa di Bali memiliki pelawatan Barong. Sehingga diperlukan seniman Tari Barong untuk tetap menjaga eksistensi seni Tari Barong itu sendiri.

“Hampir semua desa memiliki pelawatan Barong, tentu sudah menjadi kewajiban kita sebagai krama masyarakat untuk tetap melestarikanya,” ujar Rai Mantra.

Rai Mantra menambahkan, seniman di Bali merupakan ujung tombak pengenalan Bali di kancah dunia. Bahkan, majunya pariwisata di Bali tidak lepas dari adanya seni dan budaya di Bali. Tentu, kesenian tersebut tidak akan ada tanpa peran serta seniman. Karenanya, pelaku seni wajib mendapat penghargaan dan ruang tersendiri untuk berkreasi sehingga Ekonomi kreatif dalam menunjang keberlangsungan pariwisata dapat terus bergulir.

Sementara, Penasehat Kubu Barong, Jro Mangku Alit Mariata bersama Ketua Panitia, I Ketut ‘Batu’ Suardana mengatakan bahwa Bali Barong Festival tahun 2018 ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Komunitas Kubu Barong bersama Pemkot Denpasar dalam bidang peletarian Budaya, khususnya Seni Tari Barong dan Kendang Tunggal. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari yakni dari tanggal 27 hingga 28 Januari 2018 ini terdiri dari tiga kategori yang dilombakan. Yakni Lomba Barong Ket, Lomba Barong Buntut, dan Lomba Mekendang Tunggal.

Dijelaskan lebih lanjut, adanya kategori Barong Buntut yang pesertanya merupakan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Bali ini merupakan salah satu upaya untuk melahirkan bibit baru dalam dunia kesenian, khususnya penari Barong dan Kendang.

“Karena ini ajang regenerasi sehingga kami melaksanakan lomba Barong Buntut, sedangkan untuk kategori umum menggunakan jenis Barong Ket, dan untuk peserta SD dan SMP itu dibedakan, karena Bapang Barong dan Mekendang Tunggal merupakan kesenian yang memerlukan tenaga dan penjiwaan yang maksimal, jadi kalau SD dan SMP jika dilihat dari tenaga pasti berbeda,” ujarnya.

Pun demikian, untuk lebih maksimal dalam menghasilkan bibit baru dalam dunia kesenian khususnya Mekendang dan Tari Barong, pada ajang Bali Barong Festival ini tidak diperkenankan mengikuti lomba bagi siapapun yang pernah meyandang status juara I, II dan III pada berbagai ajang lomba bapang Barong dan Mekendang.

“Kami menegaskan untuk tidak memperkenankan juara I, II dan III di berbagai jenis lomba Bapang Barong dan Mekendang untuk ikut, kami khawatir bibit baru malah takut dan merasa kalah sebelum bertanding,” paparnya.

Adapun lomba ini diikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri dari 10 pasang Mekendang Tunggal dan Bapang Barong Buntut tingkat SD, 15 pasang Mekendang Tunggal dan Bapang Barung Buntut SMP dan 25 pasang Mekendang Tunggal dan Bapang Barong Umum. Masing-masing kategori tersebut nantinya akan memperebutkan Juara  I, II, III dan Harapan I, II, III. Yang nantinya berhak atas Piala, Piagam dan Uang Pembinaan. (ags/humas-dps/bpn)