Jaya Negara Buka Pitik Kite Festival Ke-8

BALIPORTALNEWS.COM – Tarik Layangan jenis Bebean “Poleng” ke Udara, Plt. Walikota Denpasar IGN Jaya Negara membuka secara resmi Festival Layang-Layang Pitik Kite Festival ke-8 yang di adakan oleh Sekaa Teruna Setia Remaja Bajar Pitik Pedungan, Sabtu (23/6/2018) di persawahan Abasan Sari.

Sebelum itu, Jaya Negara menyerahkan Piala Bergilir Walikota Denpasar kepada Ketua Panitia Pitik Kite Festival ke-8 untuk diperebutkan kembali oleh peserta layang-layang tahun ini.

Selain ikut menaikan layangan jenis bebean, Jaya Negara juga berkesempatan menaikan layangan jenis Janggan dan ikut serta memasang Bungan Guwangan Pertama (memasang pita suara yang bergetar yang terbuat dari daun pohon ental) pada layangan bebean. Walaupun cuaca mendung dan gerimis, akan tetapi antusias peserta tidak padam, apalagi dengan di tambah lantunan gambelan Baleganjur tak pernah putus yang terus mengiring para peserta lomba kite festival ini.

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung kreativitas anak muda di Kota Denpasar khususnya Sekaa Teruna Setia Remaja Bajar Pitik Pedungan yang secara rutin setiap tahunya mengadakan lomba kite festival, yang tentu mendukung pelestarian kebudayaan memainkan layang- layang disamping dampak ekonomis yang juga bisa didapat”, ungkap Jaya Negara saat di temui disela-sela kegiatan. Dimana layang-layang merupakan bentuk kebudayaan khas yang kita miliki sebagai orang Bali. Dan berbagai jenis layangan khas seperti bebean, janggan dan pecukan hanya bisa ditemukan di Bali.

Sementara Ketua Panitia Pitik Kite Festival, IGA Gede Dharma Putra mengatakan, perlombaan layang-layang ini telah memasuki tahun ke-8 dengan peningkatan peserta setiap tahunnya yang cukup drastis. Dimana pada tahun ini di ikuti oleh 700 layang-layang yang akan mengudara berlomba menunjukan ke elokannya di udara, dengan berbagai jenis layangan seperti layangan janggan, bebean, pecukan dan layangan kreasi baru selama dua hari ini, dari tanggal 23 sampai 24 Juni 2018.

Tidak hanya dari Denpasar saja, Pitik Kite Festival ini juga di ikuti dan dimeriahkan oleh peserta dari beberapa Kabupaten yang ada di Bali. Adapun para juri berasal dari unsur seniman layangan dan budayawan yang akan menilai layangan dari segi warna, bentuk, guwangan, kondisi terbang dan kekompakan peserta. Dimana nantinya para peserta akan memperebutkan piala bergilir Walikota Denpasar. (ays’/humas-dps/bpn)

Bale Pesandekan Honda Bagikan Pamedek Dupa Untuk Sembahyang Di Pura Sakenan

BALIPORTALNEWS.COM – Ribuan umat memadati pujawali di Pura Sakenan, saat Kuningan yang merupakan rangkaian Galungan yang bermakna memperingati kemenangan Dharma (kebaikan) melawaan Adharma (keburukan) yang dirayakan setiap enam bulan sekali, tepatnya sepuluh hari setelah hari raya Galungan.

Astra Motor Bali, melalui Semeton Honda Bali Card kembali menyediakan fasilitas yang dapat dinikmati umat Hindu yang melakukan persembahyangan di Pura Sakenan. Fasilitas yang disiapkan berupa tempat istirahat nyaman “Bale Pesandekan Honda” untuk para pamedek (umat) yang bersembahyang di Pura Sakenan.

Di Bale Pesandekan Honda hadir mulai, (8-9/6/2018), di mana pamedek selain dapat beristirahat sejenak juga dibagikan dupa sebagai sarana sembahyang, serta tambahan minuman free (gratis). “Ini wujud nyata kepedulian Honda untuk masyarakat Bali, semoga fasilitas ini dapat memberikan manfaat untuk konsumen khususnya pamedek yang sembahyang di Pura Sakenan yang setiap harinya diperkirakan mencapai ribuan umat,” kata Region Head Astra Motor Bali, Ronaldo Widjaja.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan Astra Motor Bali, yang diselenggarakan 2 kali setiap tahunnya dengan harapan dapat mempererat ikatan emosional masyaraka Bali, kepada Honda. (ngr/bpn)

Pujawali Pura Sakenan, Jaya Negara Ajak Pemedek Selalu Jaga Kebersihan Lingkungan

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Bertepatan dengan Saniscara Kliwon Kuningan, Sabtu (9/6/2018), sejak pagi Umat Hindu dengan berpakaian adat sudah memadati Pura Sakenan Desa Pekraman Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan. Umat Hindu sangat antusias menyambut dan merayakan hari Raya Kuningan, selain sembahyang di merajan rumah masing-masing, umat juga tangkil ke sejumlah pura, salah satunya Pura Sakenan.

Tak terkecuali Plt. Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara berserta Pimpinan, dan staf OPD di Lingkungan Pemkot Denpasar tampak hadir serta melakukan persembahyangan di Pura Sakenan yang juga bertepatan dengan puncak Karya Pujawali.

Persembahyangan bersama yang dipuput dua sulinggih yakni Ida Pedanda Gede Putra Telaga Griya Telaga Sanur dan Ida Pedanda Gede Putra Bluangan Griya Gede Delod Pasar. Pelaksanaan puncak pujawali ini terasa sangat khusuk  diiringi dengan tarian wali, topeng, kekidungan dan gambelan. Pujawali ini merupakan suatu wujud rasa syukur yang dilaksanakan Pemkot Denpasar dalam upaya melanjutkan pembangunan di Kota Denpasar.

Plt. Walikota Jaya Negara mengatakan, dengan selalu memohon petunjuk kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dari pelaksanaan upacara ini mampu memantapkan Sradha Bhakti kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari namun tak terlepas dari hal tersebut, diharapkan kepada pemedek yang tangkil agar tertib dan mematuhi aturan yang ada, selalu menjaga kebersihan lingkungan Pura serta membuang pada tempatnya sarana-sarana persembahyangan yang telah selesai dipakai sehingga tercipta kenyamanan bersama.

Panitia Karya Pujawali Pura Sakenan Ida Bagus Gede Pidada yang ditemui disela-sela kegiatan mengatakan Pujawali kali ini menggunakan pebangkit disertakan pula pakelem alit ke segara. Lebih lanjut dikatakan seperti pujawali sebelumnya, Pujawali kali ini didukung oleh pemkot Denpasar dengan segala fasilitasnya. Selain itu, pada tahun 2019 akan dilaksanakan kegiatan Eka Darsa Warsa Karya serangkaian karya di Pura Sakenan.

Sedangkan Lurah Serangan Wayan Karma mengatakan, Upacara pujawali ini secara rutin dilaksanakan  bertepatan pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan dilaksanakan selama 5 hari dan penyineban pada hari Selasa mendatang.

“Kami berharap pemedek tidak berbondong-bondong tangkil pada puncak pujawali ataupun Manis Kuningan karena Ida Bathara akan nyejer selama 5 hari dan pada hari Selasa (12/6/2018) nanti karya baru masineb sehingga masih ada kesempatan untuk tangkil dan terhindar dari suasana ramai serta berdesak-desakan, demi kenyamanan bersama,” harapnya.

Terkait dengan penataan parkir maupun kenyamanan pemedek pihaknya mengaku sudah melaksanakan langkah intensif yang sudah dikoordinasikan dengan pengempon, pengemong, serta bantuan dari Pemkot Denpasar, demi kenyamanan dan keamanan pemedek yang setiap tahunnya bertambah.

“Melalui bantuan dari Pemerintah Kota Denpasar serta seluruh komponen masyarakat agar selalu menjaga lingkungan areal Pura serta penataan parkir yang rapi diharapkan dapat memberi rasa nyaman dan aman dalam melaksanakan persembahyangan”, katanya. (eka/humas-dps/bpn)

Pembukaan PKB ke-40 di Kabupaten Badung

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung menggelar Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 Kabupaten Badung, di Jaba Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung, Kamis (7/6/2018) lalu.

PKB kali ini mengangkat tema “Teja Dharmaning Kahuripan” artinya Api Spirit Penciptaan dibuka Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup. I Ketut Suiasa, Wakil Ketua DPRD Badung I Nyoman Karyana dan I Made Sunarta, Penglingsir Puri Ageng Mengwi A. A. Gde Agung, Kadis Kebudayaan IB Anom Bhasma dan Ketua TP PKK Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, ditandai Pemukulan Gong.

Bupati Giri Prasta menekankan bahwa pelaksanaan PKB dari tahun ke tahun ini sebagai upaya melestarikan seni, adat, agama, tradisi dan budaya. Terlebih seni, adat dan budaya sudah menjadi komitmen dan prioritas pembangunan di Kabupaten Badung. “Ajang PKB bukan tujuan utamanya untuk meraih juara, melainkan sebagai upaya pelestarian seni budaya bali,” tegas Giri Prasta.

Untuk memberi ruang dan tempat kreativitas seni para seniman, Pemkab Badung telah membangun Panggung Pemuda Budaya di areal Puspem Badung dan ditargetkan akan rampung tahun 2019 nanti. Selain itu Pemkab Badung sedang gencarnya mewujudkan TK/PAUD Hindu berbahasa ibu dan dharma duta di masing-masing desa.

Sementara Kadis Kebudayaan IB Anom Bhasma melaporkan, PKB Bali di kabupaten badung tahun ini telah diisi dengan berbagi lomba, khususnya lomba dibidang kewanitaan. PKB bertujuan mengembangkan dan melestarikan potensi seni budaya bali, memberi ruang dan wadah bagi para seniman serta mencari bibit-bibit seniman muda berbakat dibidangnya masing-masing.

Kadisbud juga menyampaikan Sekaa-Sekaa sebagai duta Badung yang akan tampil di PKB Bali ke-40 diantaranya; Gong Kebyar Dewasa Sekaa Gong Dharma Laksana Br. Peken Desa Adat Bualu, Benoa, Gong Kebyar Anak-anak Sekaa Gong Anak-anak Jong Kumara, SMPN 2 Mengwi, Gong Kebyar Wanita Sekaa Gong Asti Pradnya Swari Kuta Selatan. Lomba Gender Wayang Remaja dengan Sloka, Sanggar Seni Sri Kembang Kec. Abiansemal, Lomba Bleganjur Anak-anak oleh SMPN 4 Kuta Selatan. Parade Lagu Daerah Sanggar Eka Mahardika Br Saren Sibangkaja, Lomba Tembang Girang Sanggar Mudra Sandakan, Parade tabuh tari dan pelegongan Sekaa Pelegongan Br. Lukluk, Kec. Mengwi.

Parade Ngelawang Sanggar Pupuk Cekuh Kec. Kuta Utara, parade Arja Rakyat Bali Sanggar Cita Usadi Kec. Mengwi, Drama gong remaja Sanggar Dewa Ruci Kec. Abiansemal. Parade Joged Bumbung Inovasi Sanggar Kanti Budaya Kec. Kuta Selatan, Parade Gambelan Angklung Kebyar dengan tarian oleh Sanggar Angklung Kumara Agung kec. Kuta.

Parade Tari Klasik dan Kreasi Baru Sanggar Guntur Madu Petang, Pagelaran Gambelan Inovatif dengan tarian Sanggar Taksu Murti Kemanisan, Legian, Parade Janger Melelampahan Sanggar Mangu Sancaya Puri Ageng Mengwi.

Parade Topeng Panca Klasik Sanggar Majalangu Kec. Kuta Utara, Pagelaran Kesenian Khas Kabupaten Sanggar Dharma Taksu Kec. Petang. Parade wayang kulit tantri babad remaja Sanggar Kuta Kumara Agung Br. Temacun, Pawai Pembukaan Sanggar Tari Bali Karang Tumaritis Bongkasa, Pagelaran Kesenian Calonarang Sanggar Calonarang Poleng Kec. Kuta Utara.

Kesenian Rekontruksi Repitalisasi Sanggar Majalangu Kuta Utara, Lomba Bondres Modern Sanggar Tugek Carangsari, Parade Gambelan dan tari bali tingkat Perguruan Tinggi non seni STIPAR Triatmajaya Dalung. Pegelaran kesenian dengan pemain-pemain bintang kabupaten Sanggar Seni Tugek Carangsari, Pagelaran Kesenian Baru Sanggar Tinak Alit Br Sengguan, Sempidi, lomba Melukis Ngurah Alit Kepakisan Br. Cica Abianbase.

Diakhir acara dipentaskan Legong Klasik yang ditarikan oleh Pregina Lanang (laki-laki) dari Sanggar Arda Nare Swari Sading dan Janger Melelampahan Sanggar Mangu Sancaya Puri Ageng Mengwi. Diserahkan pula hadiah bagi para pemenang lomba seperti lomba merangkain bunga dan janur, lomba makanan, lomba nyastra dan lomba busana.(humas-badung/bpn)

Pujawali di Pura Sakenan, Umat Dihimbau Tertib

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Bertepatan dengan hari raya Kuningan, Sabtu (9/6/2018) besok, dilaksanakan pujawali di Pura Sakenan. Ribuan umat dipastikan akan memadati pura yang berada di pesisir laut Desa Pakraman Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan itu.

Manggala Karya, Ida Bagus Gede Pidada, Jumat (8/6/2018) mengatakan, pujawali di Pura Sakenan katuran bebangkit serta ayaban, sedangkan di Pura Pesamuan Agung dan Pura Susunan Wadon, katuran pulagembal. Serangkaian pujawali juga dilangsungkan pakelem alit berupa ayam dan bebek. Pakelem ini dilaksanakan karena Pura Sakenan ada di tengah laut atau Segara Pakretih.

Ida Bagus Pidada menjelaskan, rangkaian pujawali di Pura Dalem Sakenan di-puput Ida Pedanda Gede Putra Bluangan dari Griya Delod Pasar serta Ida Pedanda Putra Telaga dari Griya Telaga Sanur. Sementara di Pura Susunan Wadon, di-puput Ida Pedanda Putra Kemenuh Griya Tegal.

Selama Ida Bhatara nyejer, juga dilangsungkan bhakti penganyar. Pada Umanis Kuningan, Minggu (10/6/2018) nanti, upacara penganyar di-puput Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa dari Griya Sari Tegal dan Ida Pedanda Budha Jelantik dari Griya Gunung Sari Ubud. Pada Paing Kuningan, Senin (11/6/2018) nanti, upacara penganyar di-puput Ida Pedanda Gede Oka Giri dari Griya Oka Sanur dan saat panyineban, Selasa (12/6/2018) nanti, di-puput Ida Pedanda Istri Mas dari Griya Tegal Asah.

Kepada umat sedharma, Ida Bagus Pidada mengimbau untuk tidak terkonsetrasi sembahyang pada puncak pujawali, sebab masih ada waktu untuk menghaturkan persembahyangan hingga Selasa ke depan. Namun memang tidak bisa dihindari bahwa kepadatan persembahyangan memang berlangsung tiap pujawali dilakukan.

Maka, untuk mengatur ketertiban umat masuk ke pura, dilakukan sistem buka tutup oleh pecalang. Namun demikian, sejak tiga tahun terakhir, setiap nyejer tiga hari pamedeknya semakin merata. Artinya umat tidak lagi terfokus pada puncak pujawali saat Kuningan. Kendati sudah bagus pihaknya tetap imbau umat bisa sembahyang pas nyejer.

Mengenai urutan ngaturang bhakti, kata Ida Bagus Pidada, dimulai dari Pura Susunan Wadon, baru ke Pura Samuan Agung, dan terakhir di Pura Dalem Sakenan. Ia mengungkapkan, gegaduhan Pura Sakenan sangat beda dengan Dang Khayangan lainnya di Bali. Di pura ini banyak pelawatan atau pewayangan Ida Batara, seperti barong ket, ratu ayu serta barong landung yang lunga. Pelawatan ini juga katuran masolah saat pujawali.

Dalam sastra disebutkan, Pura Sakenan disebut Samudra Kretih. Sakenan itu sebagai tempat pemujaan Ida Hyang Dewa Biswarna atau Baruna. Beliau benar-benar sebagai penjaga Segara Pakretih (ketenangan lautan/samudera) untuk keselamatan dunia, menghilangkan segala jenis rintangan di dunia, dan segala jenis penyakit dan menyucikan segala jenis kala, bhuta dan manusia, dan berbagai jenis penyakit. ‘’Oleh karena itu, bagi umat Hindu janganlah melanggarnya,’’ tegas Ida Bagus Pidada.

Ida Bagus Pidada menambahkan, pihaknya mengharapkan kepada pemedek yang tangkil agar tertib dan mematuhi aturan yang ada. Selalu menjaga kebersihan lingkungan Pura serta membuang pada tempatnya sarana-sarana persembahyangan yang telah selesai dipakai sehingga tercipta kenyamanan bersama.

Pujawali juga didukung penuh oleh Pemerintah Kota Denpasar dengan menyiagakan sejumlah bantuan seperti punia dan beberapa tenaga seperti DKP, Perhubungan, keamanan dari Polsek Denpasar Selatan, pecalang se-kota Denpasar, hingga kesehatan dan PDAM. Sementara untuk parkir dan pengaturan pedagang berjualan di areal pura diserahkan sepenuhnya kepada Desa Pakraman Serangan.

Pura Sakenan kaempon oleh Puri Agung Kesiman dan di-emong oleh sejumlah desa adat seperti Desa Adat Serangan, Desa Adat Suwung Kepaon, Desa Adat Pemogan, dan Desa Adat Kelan, Tuban. (tis/bpn)

Gubernur Pastika Harap “Arjuna Digital“ Perkuat Pemahaman Hindu Untuk Generasi Muda

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Pastika menyambut baik dan mengapresiasi penyelenggaraan lomba Arjuna Digital yang diinisiasi oleh Paiketan Krama Bali. Gubernur berharap penyelenggaraan lomba ini akan dapat memperkuat pemahaman Hindu khususnya para generasi muda. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya pada acara pertemuan Paiketan Krama Bali dengan Guru Agama Hindu SMA/SMK se- Bali dalam rangka Sosialisasi Lomba Arjuna Era Digital di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (22/5/2018)

Lebih jauh dalam sambutannya, Pastika yang didampingi oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra menyampaikan bahwa penyelengaraan pendidikan Hindu serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Hindu akan sangat menentukan eksistensi agama Hindu ke depan. Pada era globalisasi saat ini, dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, nilai-nilai radikalisme mulai menyebar luas, bahkan mendegradasi nilai-nilai luhur keagamaan. Hal ini berpotensi sangat menyesatkan, tidak hanya bagi umat Hindu tetapi juga umat manusia di seluruh dunia. “Disini peran guru Agama Hindu sangat strategis dalam menentukan kualitas sumber daya manusia Hindu terutama generasi muda Hindu, “imbuhnya. Untuk itu Pastika berharap dengan kegiatan ini, dapat dirancang dan dilaksanakan program-program nyata pemberdayaan umat Hindu, termasuk bagi guru-guru agama Hindu sebagai kaum intelektual, pemegang peran penting bagi peningkatan kualitas generasi muda Hindu.

Ditambahkannya, dalam menghadapi  zaman global yang bercirikan ‘3S ‘ yaitu Speed, surprisesuddenshift, umat Hindu harus dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan mewujudkan kesejahteraan hidup berlandaskan ajaran agama dan ilmu kebijaksanaan. Ajaran agama Hindu dan ilmu harus mampu membuat umat untuk ‘hidup’. Berbagai bekal hidup juga harus tersedia dan dimiliki umat Hindu. Untuk itu penyelengaraan pendidikan yang terintegrasi antara penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pembinaan karakter dan budi pekerti berdasar nilai-nilai Hinduisme, harus mulai dikembangkan

Sementara itu,  Ketua Paiketan Krama Bali A A Suryawan Wiranatha dalam sambutannya menyampaikan pelaksanaan Lomba Arjuna Digital 2018 tercetus dari pesatnya penggunaan teknologi digital khususnya di kalangan generasi muda, sehingga perlu diarahkan penggunaannya ke arah yang positif. Di sisi lain, lomba ini menyasar para generasi muda untuk menuangkan kreatifitasnya baik dalam bentuk poster, video, dharma wacana dan lain sebagainya dengan konten agama Hindu didalamnya. Dengan demikian pembelajaran Agama Hindu akan menjadi menarik dan mudah dipahami. “ Kegiatan ini untuk literasi para generasi muda dan konten yang dihasilkan bisa digunakan guru agama Hindu sebagai bahan ajar di kelas. Kegiatan ini memadukan teknologi, seni serta pembentukan karakter, “ tuturnya.

Dalam lomba Arjuna Digital diperlombakan 4 jenis lomba yaitu blog Hindu era Modern, Image poster ajaran Hindu, Video berupa darmawacana gaul dan Apps testimoni Trisandya. Lomba terbuka bagi pelajar SMP, SMA/SMK , mahasiswa dan pemuda dan batas pengumpulan karya pada tanggal 23 Juni 2018 dan pembagian hadiah dilaksanakan pada tanggal 15 Juli 2018 bertepatan dengan penutupan pelaksanaan Pesta Kesenian Bali. (humas-bali/bpn)

Begini Aksi Polsek Kuta Utara Gandeng Tokoh Lintas Agama Gelorakan Persatuan

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Sebagai wujud menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, Polsek Kuta Utara menggandeng tokoh – tokoh Lintas agama untuk mendengungkan toleransi di lingkungan masyarakat. Adanya kesadaran antara umat beragama mengenai toleransi bisa menjaga keutuhan sebuah negara.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (19/5/2018) pagi diwarnai dengan aksi pembagian 700 tangkai bunga mawar di Jalan Raya Gatot Subroto Barat. Aksi yang digelar lebih kurang 1 jam tersebut juga melibatkan sebanyak 50 orang personel Polsek Kuta Utara, 70 orang tokoh agama, masyarakat dan pemuda. Tujuannya menyasar kepada para setiap pengendara roda dua maupun mobil yang melintas.

Rasa toleransi antara umat beragama yang baik, menggambarkan adanya keharmonisan di suatu negara. Hal itu tercermin dari sikap antara satu agama dengan agama yang lain yang saling berdamai, saling merangkul, saling bertenggang rasa membentuk suatu masyarakat. Sehingga tidak menimbulkan perpecahan yang bisa menyebabkan perpecahan antar satu umat dengan yang lain.

Salah satu pengendara sepeda motor yang bernama I Made sulendra merespon aksi ini. Pihaknya menyampaikan bahwa toleransi antar umat beragama memang sudah selayaknya dijunjung sebagai bangsa Indonesia. Ia Pun, menyesalkan jika ada oknum yang ingin memecah belah bangsa ini, “setiap orang harus meningkatkan rasa nasionalismenya.” terang Sulendra.

Sementara itu Kapolsek Kuta Utara AKP Johannes H. Widya Dharma Nainggolan S.I.K memastikan bahwa dilingkup wilayah hukumnya gesekan antar umat beragama hampir tidak ada. Hal tersebut dibuktikan dengan aksi yang dilakukan hari ini. Dengan adanya toleransi ini lah disebutkannya sebagai pagar penjaga kesatuan dan keutuhan NKRI. “Kami sebagai aparat penegak hukum tentunya akan terus berupaya menjaga dan menciptakan keamanan di lingkup masyarakat. Caranya adalah terus memupuk jiwa nasionalisme, memelihara jiwa toleransi. Yang kemudian itulah yang memperkuat keutuhan NKRI ini,” terangnya.

Johannes pun menyampaikan pihaknya siap menindak tegas oknum atau masyarakat yang kedapatan ingin memecah belah kerukuanan antar umat beragama.

Disambut mesra oleh salah satu tokoh agama Hindu Jero Mangku I Made Sudiana bahwa sebagai umat beragama mayoritas di Bali pihaknya meminta agar semua kalangan turut serta menjaga keutuhan NKRI, Terlebih di Bali yang telah jadi sorotan dunia. (guz/polres-badung/bpn)

Ditandai Tarian Geni Natyam, PKB ke-40 Di Kota Denpasar Resmi Dibuka

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) ke- 40 memang masih sebulan lagi, sebagaimana pelaksanaan tahun sebelumnya, seluruh kabupaten/kota di Bali turut menggelar ajang seni tahunan ini di wilayah masing-masing. Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan Kota Denpasar yang turut menggelar PKB ke-40 tahun 2018 ini dengan mengangkat tema senada dengan PKB ke-40 Provinsi Bali yakni ‘Teja Dharmaning Kahuripan’ yang mengandung makna api sebagai sepirit penciptaan. Kegiatan tahunan yang mengambil tempat di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Jumat (18/5/2018) malam yang ditandai pementasan Tarian Geni Natyam yang dilanjutkan Penyulutan Api Obor oleh Plt. Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, Forkompinda Kota Denpasar, Pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, Perbekel/Lurah se-Kota Denpasar, serta Tim Pembina Kesenian Kota Denpasar.

Diwawancarai disela pembukaan, Plt. Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan bahwa Denpasar merupakan kota kreatif yang berwawasan budaya. Sejalan dengan hal tersebut, pihaknya mengatakan bahwa Pemkot Denpasar secara berkesinambungan memberikan dukungan terhadap perkembangan dan kelestarian kesenian di Kota Denpasar. Salah satunya adalah dari pelaksanaan PKB ke-40 di Kota Denpasar ini yang tentunya dapat menjadi momentum dalam penguatan seni dan budaya di Kota Denpasar. “Pelaksanaan PKB ke-40 di Kota Denpasar ini dpat menjadi momentum dalam menguatkan seni dan budaya sebagai ajang pelestarian seni budaya di Kota Denpasar,” paparnya.

Sementara, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar selaku Ketua Panitia, IGN Bagus Mataram dalam laporanya menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan PKB di Kota Denpasar secara umum adalah untuk memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada seniman Kota Denpasar untuk berekspresi. Dari gelaran PKB di Kota Denpasar setiap tahunya terus tercipta sebuah garapan seni baru. Hal ini menunjukan bahwa seniman dan seni di Kota Denpasar terus berkembang. Kendati demikian, pakem-pakem tradisional tetap dipertahankan. “Semangat seniman Denpasar dalam menciptakan garapan seni inilah yang perlu dimaknai sesuai dengan Tema PKB yakni ‘Teja Dharmaning Kahuripan’ yang bermakna api sebagai sepirit penciptaan,” jelasnya.

Selain itu, Ngurah Mataram mengatakan bahwa PKB di Kota Denpasar ini sebagai ajang untuk menunjukan kesiapan seluruh duta kesenian Kota Denpasar yang akan unjuk kebolehan pada PKB ke-40 Provinsi Bali pada Bulan Juni-Juli mendatang. “Seluruh sekaa dan tim kesenian Kota Denpasar yang terdiri dari 30 materi dengan 32 Tim kesenian yang melibatkan sedikitnya 2.500 orang mulai dari anak-anak PAUD, remaja, dewasa, bahkan lansia keseluruhanya telah siap 100 persen untuk tampil di PKB tahun 2018 ini, uniknya Kota Denpasar menjadi satu-satunya kabupaten/kota yang menampilkan pementasan Gong Kebyar Anak-anak dan Lansia,” ujar Ngurah Mataram.

Ngurah Mataram menambahkan, PKB ke-40 di Kota Denpasar sedianya akan berlangsung selama dua hari yakni mulai dari tanggal 18 Mei-19 Mei. Adapun rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi Pementasan perwakilan Duta Kesenian Kota Denpasar, Workshop Bebantenan serta Pelatihan Tata Busana untuk PKK yang ada di Kota Denpasar. (humas-dps/bpn)

MTQ XXVII Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018 Resmi Dibuka

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVII Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018 resmi dibuka, Jumat (11/5/2018) sore kemarin di Lapangan Puspem Badung. Pembukaan MTQ XXVII dengan mengusung tema “Membangun Insan Qurani Guna Memantapkan Jiwa Menyame Braya” tersebut ditandai dengan pemukulan beduk serta pelepasan balon ke udara.

Hadir pada kesempatan tersebut Gubernur Bali dalam hal ini diwakili Kadis Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, DPRD Provinsi Bali, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, perwakilan dari Kemenag RI, Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Bupati/Walikota se-Bali, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Badung, para pemimpin organisasi masyarakat (ormas) Islam se-Bali, serta tokoh-tokoh masyarakat juga turut hadir pada acara pembukaan tersebut.

Ketua Panitia MTQ XXVII Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018 Wartha Dihati mengatakan, pelaksanaan MTQ XXVII ini akan dilaksanakan pada 11-13 Mei 2018. MTQ XXVII ini akan melombakan diantaranya Musabaqah Tartil Quran untuk anak-anak putra maupun putri, Tilawah, Tahfidz Quran, Khod atau Kaligrafi Quran, Fahmil Qur’an, Sahril Quran, Mahkolah Ilmiah. Untuk lomba Tahfidz Quran dibagi lagi menjadi beberapa kategori diantaranya 1 Juz usia anak-anak, 5 Juz, 10 Juz, 20 Juz dan 30 Juz untuk usia remaja putra maupun putri.

Selain itu, terang Wartha Dihati, juga ada lomba festival seni budaya dari lembaga seni Khasidah baik untuk kategori anak-anak, remaja, dewasa putra maupun putri. Ada juga lomba mewarnai untuk anak-anak dengan tema “Kerukunan Hidup Beragama”.

“Maksud diselenggarakannya MTQ XXVII adalah untuk menumbuh kembangkan pemahaman dan pengamalan isi kandungan Al-Quran. Sedangkan untuk tujuan dalam rangka untuk menjaring peserta terbaik sebagai duta Provinsi Bali yang nanti akan diikutsertakan pada MTQ Tingkat Nasional di Medan,” katanya.

Adapun jumlah peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Bali yang mengkuti MTQ XXVII sebanyak 724 orang. Terdiri dari peserta MTQ 435 orang, festival seni budaya Islam 117 orang, official, 90 orang, Dewan Hakim, 58 orang, Pengawas Dewan Hakim 3 orang, dan Panitera 21 orang.

Sementara Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyambut baik terselenggaranya MTQ XXVII. Bupati menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta yang dari kabupaten/kota se-Bali. “Kami mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini di Kabupaten Badung. Seluruh umat muslim di Badung mendukungan penuh kegiatan ini,” ujarnya saat memberikan sambutan pada acara pembukaan kemarin.

Bupati Giri Prasta juga berharap dengan terselenggaranya kegiatan MTQ XXVI di Badung dapat menjadi role model atau contoh kerukunan umat beragama.

Menariknya, bila mana dari penjaringan ini Duta Bali yang mewakili Bali pada ajang MTQ tingkat nasional di Medan berpretasi akan diberikan reward dari Pemkab Badung, bahkan hingga memberangkat umrah secara gratis. “Ini adalah reward bagi anak-anak yang berprestasi,” katanya.

Selanjutnya, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali I Nyoman Lastra turut menyambut baik terselenggaranya MTQ XXVII. Menurut dia, kegiatan yang mendapat dukungan dari semua lapisan masyarakat ini merupakan cerminan dari kearifan lokal yakni menyama beraya. “Selaku Kakanwil Kemenag Provinsi Bali saya sampaikan terima kasih khususnya kepada Bupati Badung yang telah mensuport kegiatan ini. Begitu juga jajaran panitia dan seluruh masyarakat Badung. Saya berharap kegiatan ini dapat menghasilkan peserta terbaik sehingga menjadi duta Bali diajang MTQ tingkat nasional di Medan,” katanya.

Sementara, Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan Kadis Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, juga menyambut baik kegiatan MTQ XXVII Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018 ini. Gubernur berharap melalui kegiatan ini dapat menghasilkan peserta yang dapat mengharumkan nama Bali baik di kancah nasional maupun internasional.

“Kepada peserta diharpakan menunjukkan kemampuan sebaik-baiknya. Juara bukanlah tujuan akhir, namun yang terpenting bagaimana mengamalkan kanudungan dalam Al-Quran dengan baik demi kemajuan Bali,” pesannya. (humas-badung/bpn)