26 C
Denpasar
Selasa, 21 Agustus 2018

Disperindag Kota Denpasar Pantauan Pasar Tradisonal

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam upaya menjaga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan seperti Galungan dan Kuningan, Pemkot Denpasar melalui Disperindag kota Denpasar rutin menggelar pemantauan harga pasar di seluruh pasar di Kota Denpasar. Namun, menjelang Hari Suci Galungan dan Kuningan kali ini harga kebutuhan pokok di beberapa pasar yakni Pasar Pula Kerti, Kreneng, Badung dan Pasar Agung terpantau stabil. Hal ini diketahui saat Disperindag Kota Denpasar melaksanakan pemantauan rutin harga pasar setiap Senin dan Kamis di seluruh pasar tradisonal di Kota Denpasar.

Kabid Metrologi dan Tertib Niaga DisperindagKota Denpasar, JarotAgung Iswayudi saat dihubungi Jumat (25/5/2018) mengatakan, harga kebutuhan pokok hari raya tahun ini bisa stabil lantaran Pemerintah Kota Denpasar telah melakukan berbagai upaya seperti menggelar Pasar Murah di setiap kecamatan se Kota Denpasar.

Selain Disperindag menurut Jarot, Pasar Murah juga dilaksanakan beberapa Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kota Denpasar guna mambantu masyarajat Kota Denpasar terkait kemudahan dalam penyediaan bahan pokok.

‘’Dengan berbagai upaya itu kita bisa lihat harga bahan kebutuhan pokok masih stabil. Walaupun ada beberapa kenaikan harga masih termasuk wajar mengingat hari raya pedagang pasti ingin mencari keuntungan lebih dari biasanya,’’ ujarnya.

Dalam kesempatan ini pihaknya menerangkan hasil pemantauan yang dilakukan Disperindag bahan kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan hanya daging ayam broiler dari harga Rp36.500 menjadi Rp 37.000, bawah merah dari Rp 28.625 sekarang Rp 30.125, dan daging babi dari Rp 54.500  sekarang Rp 57.625. Kenaikan yang terjadi tidaklah terlalu tinggi dan masih berada pada batas wajar.

Meskipun demikian pihak akan terus melakukan pemantauan harga. Jika ada bahan kebutuhan pokok yang melambung tinggi pihaknya akan berkoordinasi dengan bulog dan instansi terkait untuk melaksanakan Operasi Pasar atau Pasar Murah. Dengan demikian maka harga kebutuhan bahan pokok bisa stabil. (ayu/humas-dps/bpn)

Sambut Hari Raya Galungan, Pemkot Denpasar Gelar Pasar Murah

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pasar murah menyambut hari raya Galungan dan Kuningan kembali digelar Pemerintah Kota Denpasar yang kali ini dipusatkan di lapangan parkir Taman Kota Lumintang. Disamping itu pasar murah juga telah dilaksanakan di masing-masing desa/lurah sehingga masyarakat dapat harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Demikian disampaikan Plt. Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara di sela-sela meninjau pasar murah yang digelar Dinas Pertanian bersama PKK Kota Denpasar. Kali ini pasar murah yang berlangsung selama lima hari mulai hari Selasa (22/5/2018) hingga Sabtu (26/5/2018) melibatkan puluhan pedagang perlengkapan upakara termasuk juga perlengkapan untuk menyambut hari Raya Galungan.

Pelaksanaan pasar murah ini di buka secara resmi oleh Plt. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara yang didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara yang ditandai dengan pemotongan pita, Selasa (22/5/2018) di Lapangan Parkir Taman Kota Denpasar.

Dengan adanya pasar murah di taman parkir Lumintang Plt. Walikota IGN Jaya Negara berharap masyarkat yang sedang berolahraga dapat memanfaatkan pasar murah untuk membeli keperluan untuk menyambut hari Raya Galungan. “Kami harapkan masyarakat memanfaatkan pasar murah yang sedang berlangsung di lapangan parkir Lumintang untuk mendapatkan harga yang lebih murah dari pasar,” ujar Jaya Negara.

Sementara Kepala Dinas Pertanian I Gede Ambara Putra Ketua Aspartan Kota Denpasar, ditemui di sela-sela pembukaan pasar murah mengatakan pasar murah ini dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian bersama Tim Penggerak PKK Kota Denpasar. Pelaksanaan pasar murah ini rutin dilaksanakan setiap menjelang menyambut hari raya Galungan dan Kuningan. Pelaksanaan pasar murah banyak melibatkan UMKM Kota Denpasar yang membuat produk keperluan upacara Galungan dan Kuningan. Disamping itu antara stand tidak ada produk yang dijual jenisnya sama, hal ini untuk menghindari tumpang tindih.

“Untuk para pedagang tidak ada produk yang dijual jenisnya sama. Ini juga untuk menghindari tumpang tindih,” ujar Ambara Putra. Terkait dengan harga Ambara Putra mengaku menjamin harganya lebih murah dari pasar mengingat produknya mendatangkan langsung dari para petani. Disamping itu dalam pasar murah ini melibatkan Bulog untuk menyediakan produk sembako.

Salah seorang pedagang di pasar murah Eka Mahadi Putra mengatakan hasil pertanian yang dijualnya seperti buang jeruk dan pisang harganya lebih murah dari harga pasar. Hal ini mengingat buah-buah yang dijual langsung berasal dari petani. “Kami menjual hasil pertanian seperti jeruk lebih murah dari pasar. Seperti jeruk di pasar murah dari harga Rp 5000,- sampai Rp 10.000, sedangkan di pasar bisa harga jeruk mencapai Rp 8000,- sampai Rp 10.000,- ,” ujarnya.(gst/humas-dps/bpn)

Perluas Segmen Pasar, Pemprov Bali Pamerkan Komoditi Pertanian Unggulan di Agrofood Expo 2018

BALIPORTALNEWS.COM – Guna memperluas segmen pasar serta meningkatkan daya saing, sejumlah komoditi unggulan pertanian Bali dipamerkan pada ajang Agrofood Expo 2018 yang berlangsung di Hall B Jakarta Convention Center, Jalan Gatot Subroto Jakarta, 10 hingga 13 Mei 2018.

Pada kegiatan tersebut, Dinas Tanaman Pangan, Holtikutura dan Perkebunan Provinsi Bali memamerkan sejumlah produk unggulan antara lain kopi, cokelat, mete dan beras organik. Kabid Perkebunan DinasTanaman Pangan, Holtikutura dan Perkebunan Provinsi Bali Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ir. Lanang Ariawan ditemui di sela-sela pelaksanaan pameran menjelaskan bahwa event ini menjadi ajang yang sangat strategis untuk lebih mengenalkan komoditi unggulan pertanian Bali ke kancah nasional.

Salah satu produk pameran yang menyita perhatian pengunjung adalah Kopi Bali. Kata Lanang Ariawan, Kopi Bali sangat digemari pecinta kopi karena memiliki cita rasa yang khas. Lebih dari itu, produk kopi arabika dan robusta yang dihasilkan petani Bali telah mengantongi sertifikat IG (Indikasi Geografis).

Lebih jauh Lanang Ariawan menerangkan, Bali memiliki potensi yang cukup besar dalam pengembangan komoditi kopi. Saat ini total luas tanam kopi arabika dan robusta di Bali mencapai 40 ribu hektare dengan hasil produksi mencapai 600 kg/hektare.

Menurutnya tingkat produktifitas kebun kopi Bali masih lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 1.500 kg/hektare. “Bahkan Vietnam, produksi kopinya sudah mencapai 2.500kg/hektare,” terangnya. Bertolak dari fakta tersebut, pihaknya memberi atensi pada upaya peningkatan produktifitas kopi Bali. Terlebih, permintaan konsumen terhadap produk Kopi Bali belakangan makin meningkat.

Lanang Ariawan berharap, kegiatan pameran membawa dampak positif bagi upaya penguatan dan memajukan sektor pertanian Bali.

Sementara itu, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Ir. Bambang, MM dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan Agrofood Expo 2018. Menurutnya event tahunan ini menjadi ajang pertemuan stake holder agrobisnis yang diharapkan berimbas positif bagi upaya memajukan sektor pertanian.

Agrofood Expo 2018 diikuti 85 peserta dari unsur pemerintahan maupun swasta. (humas-bali/bpn)

Gubernur Pastika Ingatkan Masyarakat Waspadai Investasi Bodong 

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai investasi bodong yang menawarkan keuntungan investasi dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Hal tersebut disampaikan Pastika dalam orasinya menanggapi orasi dari salah satu mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana Ananta Pramagita terkait sosialisasi investasi yang baik dan benar, di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS), Minggu (6/5/218) kemarin.

Lebih jauh, Gubernur Pastika yang didampingi Ny. Ayu Pastika menyampaikan, keberadaan investasi bodong sudah ada sejak lama dan kini berkembang merambah jalur online. Perusahan investasi biasanya akan menyasar para lulusan Universitas yang sedang mencari pekerjaan dan diberikan pelatihan dan iming-iming hadiah atau bonus jika bisa mengajak orang sebanyak banyaknya untuk ikut berinvestasi didalam perusahaan tersebut. Bahkan terkadang perusahaan akan memasang testimoni akan keberhasilan investasi dari tokoh yang dikenal masyarakat. Ditambah dengan janji investasi yang akan berkembang pesat dalam jumlah tinggi maka banyak masyarakat yang terjebak dan menginvestasikan dana mereka. Untuk itu masyarakat diminta untuk berhati hati dalam berinvestasi dengan mempelajari betul seluk beluk perusahan maupun perjanjian hukum yang ada didalamnya. “Pelajari betul sebelum melakukan investasi, jangan hanya melihat keuntungan yang banyak dalam waktu singkat, kita harus hati-hati, ” imbuhnya.

Secara khusus, Pastika juga meminta agar para mahasiswa khususnya mahasiswa fakultas hukum agar mempelajari seluk beluk investasi secara benar sehingga bisa mensosialisasikan kepada masyarakat terkait investasi yang benar dan mampu memberikan penegakan hukum nantinya.  Para mahasiswa juga diharapkan untuk terus mengasah kemampuan berbicara di depan umum dan memanfaatkan PB3AS sebagai tempat untuk berlatih bicara. “Setiap hari Minggu kalian (mahasiswa) bisa berlatih berbicara disini. Harus berani bicara karena kalian yang akan bersuara lantang menegakkan keadilan bagi setiap orang,” tuturnya.

Sementara itu, Ananta Pramagita dalam orasinya menyampaikan bahwa para mahasiswa hukum Unud ingin mengedukasi masyarakat terkait cara berinvestasi yang benar dan  aman. Menurutnya untuk berinvestasi yang aman, masyarakat diharapkan  membaca detail pasal perjanjian dengan jeli dan  teliti serta  mengetahui dengan jelas hak dan kewajibannya. Disamping itu masyarakat diharapkan tidak tergiur dengan janji investasi yang memberikan keuntungan besar dalam waktu yang singkat.

PB3AS juga diisi dengan sosialisasi terkait kewaspadaan terhadap kebencanaan khususnya bencana yang terjadi di perairan dan penerbangan. Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Sumber Daya Manusia Badan Pencarian dan Penyelamatan (SAR) Denpasar Mercy Randang dimana ia mengingatkan masyarakat untuk selalu bersikap waspada terhadap bencana yang dapat terjadi khususnya di wilayah perairan baik itu pantai, sungai bahkan selokan. Masyarakat dihimbau untuk selalu  mengecek alat-alat keselamatan yang disediakan perahu atau kapal laut sebelum bepergian berperahu ataupun naik kapal laut. Disamping itu, upaya sosialisasi dan  pelatihan keselamatan  di perairan serta penanganan  terhadap korban kecelakaan di perairan  secara gencar terus dilakukan sehingga semua orang tahu standar keselamatan dan penanganan tanggap darurat . ” Bencana bisa datang kapan saja, sehingga semua harus waspada. Perhatikan selalu keselamatan karena itu hal yang utama , ” imbuhnya. Diakhir orasinya, Mercy Randang menyampaikan bahwa Basarnas selalu siap melayani masyarakat secara gratis dan jika ditemukan kejadian di masyarakat agar  menghubungi call center Basarnas di 115 atau menghubungi (0361) 703300.

Sementara itu ,  Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Bali Dewa Mantera , dalam orasinya di PB3AS menyampaikan bahwa kondisi Gunung Agung saat ini  masih berada di Level 3 sehingga  aman bagi wisawatan yang ingin berlibur ke Bali. Selain itu Dewa Mantera juga menyampaikan kesiapan dari BPBD Bali dalam menyongsong pesta demokrasi pemilihan Gubernur serta bupati /walikota pada bulan Juni mendatang serta kesiapan Bali sebagai tuan rumah perhelatan Akbar IMF World Bank pada bulan Oktober mendatang. ” Kami dari segi kesiapsiagaan sudah mulai melakukan simulasi serta bersinergi terus dengan jajaran Polri dan TNI. Bali siap menyambut even nasional maupun internasional yang akan diselenggarakan di Bali ,” imbuhnya. (humas-bali/bpn)

Kerja Bersama Memacu Daya Saing Global Sektor Hulu Migas Nasional

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Upaya mengembalikan daya saing investasi sektor migas nasional di tataran global menjadi tantangan yang harus diatasi bersama oleh seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah pun kembali menekankan komitmennya untuk melanjutkan kebijakan deregulasi dengan mengevaluasi sejumlah peraturan yang dianggap menghambat industri migas serta memberikan kemudahan menarik minat investor untuk memastikan eksplorasi migas terus berjalan.

Arahan yang disampaikan Presiden Joko Widodo ketika membuka The 42nd Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition 2018 pada Rabu (2/5) itu pun sejalan dengan berbagai kegiatan yang berlangsung selama penyelenggaran konferensi dan pameran tersebut.

Ronald Gunawan, Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA), menyampaikan serangkaian diskusi yang dilakukan selama tiga hari penyelenggaraan IPA Convex diharapkan memberikan kontribusi pemikiran serta solusi atas berbagai isu yang ada di sektor hulu migas Indonesia.

“Kami menilai sektor hulu migas Indonesia masih sangat menarik karena kami bisa merasakan adanya kesamaan fokus di antara para pelaku usaha dengan pemerintah, demi memperbaiki daya saing investasi hulu migas tanah air di mata investor global,” papar Ronald Gunawan saat penutupan IPA Convex 2018, Jumat (4/5/2018) lalu.

Dinamika industri migas dunia dalam empat tahun terakhir memang menuntut seluruh stakeholder untuk menyesuaikan diri. Pemerintah, sebagai regulator, harus merevisi bahkan menghapus sejumlah aturan. Adapun perusahaan migas harus meningkatkan efisiensi kegiatan produksi.

Selama 3 hari penyelenggaraan acara, sejumlah rangkaian kegiatan yang terkait dengan dinamika industri hulu migas nasional terangkum dalam 3 Plenary Session, CEO Forum, Special Session, Technical Program, IPA PetroChallenge hingga tiga Technology Session.

Perlunya efisiensi ini dibahas pada CEO Forum di hari pertama IPA Convex 2018. Di forum tersebut, lima pemimpin perusahaan berbagi pengalaman saat menghadapi krisis.

Perkembangan teknologi informasi juga menjadi tantangan bagi industri migas hingga perkembangan terkini dari teknologi operasional dan model bisnis yang tepat untuk sektor hulu migas Indoneis dibahas secara khusus dalam 3 sesi Technology Session. 

Adapun Plenary Session 1 membahas peta kompetisi investasi industri migas global. Salah satu hal yang mengemuka dalam diskusi tersebut terkait perlunya pembagian tanggung jawab antara investor dan pemerintah untuk mendorong investasi dan pertumbuhan industri migas. Sebagai contoh, investor bisa menawarkan kemampuan dalam hal teknis dan finansial, pengalaman secara global, hingga pembangunan kapasitas. Sedangkan pemerintah bisa menyediakan iklim investasi yang mendukung dan stabil, serta regulasi yang efisien.

Pada Plenary Session 2 bertajuk How Countries Maintain and Improve Their Global Oil and Gas Investment Competitiveness yang digelar pada Kamis (3/5) para panelis membahas perlunya peraturan fiskal dan insentif bagi industri sekaligus memperjelas aturan pelaksanaan untuk kebijakan baru dari pemerintah supaya menarik di mata investor.

Di hari kedua ini juga digelar kompetisi IPA PetroChallenge ™ untuk pertama kalinya. Acara ini selaras dengan dengan arahan Presiden Joko Widodo saat membuka IPA Convex ke-42, Rabu (2/5) yang meminta industri hulu migas untuk menjadi simbol dari inovasi, terobosan dan kemajuan untuk yang membawa masyarakat ke masa depan lebih baik. Presiden berharap pun industri hulu migas bisa menarik kembali minat generasi muda untuk menjadikan industri migas sebagai pilihan berkarir yang menjanjikan.

Pada di Plenary Session 3 dengan tema Aligning Policies to Achieve Indonesia’s Energy Plan pada Kamis (3/5), para panelis membahas perlunya pemahaman dan komitmen yang sama untuk untuk mencapai target Rencana Umum Energi Nasional (RUEN)  sebagai langkah mencapai ketahanan energi nasional itu. Untuk mencapai target RUEN, pemerintah juga harus melahirkan sejumlah kebijakan perpajakan yang mendukung kegiatan industri migas.

Di hari terakhir digelar Special Session bertema Improving Indonesia’s Gas Business from Upstream to Downstream. Dalam diskusi ini terungkap monetisasi lapangan gas semakin mudah seiring deregulasi di industri migas. Di bidang perizinan misalnya, dari total pemangkasan 373 izin dan regulasi di sektor energi dan mineral menjadi hanya 186 izin, sebanyak 14 beleid di antaranya mengatur soal bisnis hulu migas. Selain itu, produsen gas juga telah diberikan kemudahan untuk menjual gasnya ke pengguna akhir.

Pada acara penutupan IPA Convex 2018 oleh Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, sejumlah penghargaan diberikan kepada para profesional serta mahasiwa yang lewat inovasi serta riset yang mereka lakukan dan telah memberi sumbangsih bagi perkembangan industri hulu migas nasional. Saat itu juga ditandai dengan penandatanganan tujuh Kontrak Jual Beli Gas Bumi (PJBG). Tanda tangan kontrak tersebut berpotensi menambah penerimaan negara sebesar Rp1,49 triliun atau US$111,08 juta.

Dalam sambutannya, Amien menyatakan bahwa salah satu bentuk dukungan yang diperlukan adalah dari industri keuangan Indonesia dengan memfasilitasi mobilisasi dana. “Di samping itu, semua pihak harus mendukung kegiatan eksplorasi dengan memudahkan perizinan, memuluskan pembebasan lahan, meminimalkan pungutan dan memfasilitasi penyelesaian aspek sosial apabila muncul. Semua itu merupakan langkah bersama untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Mari bekerja sama dan menjadi lebih efisien,” Amien Sunaryadi menekankan.

IPA Convex mengumpulkan para pemangku kepentingan dalam industri hulu migas, termasuk pembuat kebijakan, pemerintah, investor dan sektor penunjang industri migas untuk mendorong lebih banyak investasi ke Indonesia. Tahun ini pengunjung IPA Convex 2018 mencapai lebih dari 24.000 orang untuk pameran yang menampilkan 116 peserta tersebut. Tahun ini pengunjung IPA Convex 2018 mencapai lebih dari 24.000 orang untuk pameran yang menampilkan 116 peserta tersebut.  Acara ini juga diliput oleh lebih dari 450 jurnalis dari dalam negeri dan 15 jurnalis dari media luar negeri, dari total 232 media yang meliput acara ini. (r/bpn)

Deregulasi Percepat Monetisasi Lapangan Gas

BALIPORTALNEWS.COM – Monetisasi lapangan gas semakin mudah seiring deregulasi di industri minyak dan gas (migas). Hal ini diungkapkan Waras Budi Santosa, Kepala Divisi Monetisasi Minyak dan Gas SKK Migas, pada Special Session IPA Convex 42th yang bertema Improving Indonesia’s Gas Business from Upstream to Downstream, Jumat (4/5/2018).

Di bidang perizinan misalnya, dari 373 izin yang ada di sektor hulu migas, pemerintah telah menguranginya hanya menjadi 186 izin. Selain itu, produsen gas juga telah diberikan kemudahan untuk menjual gasnya ke pengguna akhir.

“Tidak lagi point to point, tapi sekarang multi destination. Jadi satu PJBG tidak hanya untuk satu pabrik atau industri, tapi bisa dipakai untuk empat pabrik di wilayah tersebut,” kata Waras.

Sejumlah upaya yang dilakukan pemerintah ini memudahkan SKK Migas dalam mempercepat monetisasi lapangan gas. “Dengan deregulasi, diharapkan proses pembukaan lapangan dari perencanaan hingga onstream hanya membutuhkan waktu lima tahun, lebih cepat dari rata-rata delapan tahun,” katanya.

Menurut Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, industri migas merupakan penggerak efek berganda dalam perekonomian Indonesia. Efek ini bisa tambah besar apabila pemerintah mau mengurangi pembagian keuntungan negara dari industri migas, dan mengalihkannya untuk subsidi industri.

“Migas sebaiknya bukan menjadi sumber devisa, tetapi menjadi energi perekonomian Indonesia. Caranya dengan mengurangi bagi hasil untuk pemerintah dan berdampak pada pertumbuhan industri,” katanya.

Sementara itu, Achmad Safiun, Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi, mengatakan tingginya harga jual gas di dalam negeri membuat industri nasional kurang bersaing dengan industri di luar negeri. Menurutnya, harga gas masih relatif tinggi saat sampai ke tangan pengguna. Padahal harga di negara lain justru cenderung mengalami penurunan.

“Di luar negeri, harga gas bisa turun hingga 60 persen dalam beberapa tahun terakhir. Sedangkan di Indonesia sampai sekarang tidak mengalami penurunan,” ujar Safiun.

Akibat tingginya harga gas, industri tidak dapat menekan biaya produksi. Ini berdampak pada rendahnya minat investor menanamkan modalnya di tanah air. Pada akhirnya kondisi ini membuat kontribusi industri nasional juga turun dan menyebabkan berkurangnya tingkat penyerapan tenaga kerja.

Tingginya harga domestik diakui oleh Jobi Triananda Hasjim, Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. Panjangnya mata rantai penjualan gas, menurutnya, menjadi penyebab utama mahalnya harga gas domestik. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menanggulangi masalah ini dengan cara memperbaiki infrastruktur jaringan gas, sehingga mempersingkat distribusi gas hulu ke pengguna akhir.

“Kadang-kadang, jarak antara industri sebagai pengguna akhir dan supply-nya jauh. Ini yang menyebabkan biaya energi menjadi lebih mahal. Seandainya kita bisa membawa industri lebih dekat ke upstream, maka biayanya akan lebih murah,” katanya.

Di tataran korporasi, Jobi melanjutkan, yang dilakukan pemerintah untuk memperbaiki tata kelola migas adalah dengan membentuk perusahaan induk (holding), khususnya di sektor gas. Bergabungnya Pertagas ke dalam PGN, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas distribusi dan kemampuan bisnis industri gas nasional. “Pada akhirnya, gas diharapkan bisa dinikmati lebih banyak orang,” ujar dia. (r/bpn)

Konvensi dan Pameran IPA ke-42 Tahun 2018

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Konvensi dan Pameran IPA ke-42 tahun 2018 secara resmi dibuka hari ini oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko Kepala SKK MigasAmin Sunaryadi, serta Presiden IPA Ronald Gunawan.

Konvensi dan pameran yang tahun ini mengambil tema “Driving Indonesia’s Oil and Gas Global Competitiveness” tersebut menggarisbawahi perlunya upaya meningkatkan kembali daya saing sektor hulu migas Indonesia di level global sebagai salah satu pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh para pemangku kepentingan di sektor ini.

Dalam pidato pembukaannya, Presiden IPA, Ronald Gunawan, menekankan tema IPA Convex tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi hulu migas Indonesia yang terus mengalami penurunan produksi sehingga membutuhkan investasi untuk menemukan cadangan migas baru melalui kegiatan eksplorasi dan EOR. Di sisi lain, persaingan global untuk menarik investasi migas berlangsung sangat ketat sehingga diperlukan peningkatan daya saing Indonesia secara global.

“Dalam World Energy Outlook 2017 oleh International Energy Agency (IEA), minyak dan gas bumi masih akan tetap menjadi energi utama di dunia dalam 20-30 tahun ke depan, dimana porsi energi dari migas masih di atas 50%. Di Indonesia, Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017 menetapkan target porsi energi dari migas di tahun 2050 adalah sebesar 44% dari total energi nasional. Dari data ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa minyak dan gas bumi masih menjadi tulang punggung energi nasional dalam 20-30 tahun ke depan,” papar Ronald.

Tantangan Indonesia, imbuhnya, juga terkait dengan status Indonesia yang telah menjadi negara net importir minyak bumi sejak tahun 2002. Dengan terus menurunnya produksi migas nasional, diperkirakan Indonesia akan menjadi net importir untuk gas di tahun 2022.

“Untuk mengatasi ketimpangan ini diperlukan investasi besar dalam melakukan eksplorasi guna menemukan sumber-sumber migas yang baru. Ini adalah sebuah tantangan yang besar karena eksplorasi untuk menemukan cadangan migas baru telah  bergeser ke daerah frontier dan laut dalam yang memerlukan investasi awal cukup besar dan teknologi yang tinggi,” urainya.

IPA menyadari bahwa berbagai perbaikan dan penyelarasan kebijakan untuk industri migas telah dilakukan Pemerintah. Dalam hal ini, pemerintah telah merevisi, menerbitkan aturan baru, atau bahkan memangkas aturan yang dianggap menghambat operasional. “Kami mengharapkan agar perbaikan iklim investasi migas di Indonesia ini terus dilanjutkan sehingga dapat meningkatkan jumlah serta mempercepat proyek-proyek migas untuk berpoduksi,” ujar Ronald.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan, pun menggarisbawahi peran industri hulu migas sebagai salah satu kontributror pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karenanya pemerintah terus berusaha untuk melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan kemudahan proses bisnis di Indonesia dengan mengurangi jumlah perijinan serta reformasi birokrasi dilakukan demi mendorong investasi di Indonesia.

Meskipun kontribusi sektor migas ke penerimaan negara menurun, namun tidak dapat dipungkiri bahwa industri ini tetap merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi dan menjadi katalisator perkembangan daerah melalui efek bergandanya.

Sementara itu, Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi menyatakan bahwa diperlukan komunikasi dan kerja keras seluruh pemangku kepentingan di industri hulu migas agar dapat meningkatkan daya saing industri hulu migas Indonesia. “Kami yakin bahwa industri migas akan tetap ada di Indonesia karena permintaan global yang terus meningkat. Industri menghadapi tantangan yang memaksa kita semua untuk menjadi kreatif dan inovatif dalam melakukan efisiensi dan meningkatkan daya saing,” katanya.

Pada tahun ini, IPA Convex memperkenalkan sesi baru yang khusus membahas mengenai teknologi, yaitu Technology Session. Ada beragam topik diskusi yang akan dibahas, meliputi 1) Governments on Innovation of New Technology Improvement, 2) Impact of Digital Internet of Things in the Upstream Oil and Gas, 3) New Business Model in Gross Split System, dan 4) Technology for Decommissioning.

Selain sesi diskusi, IPA Convex juga tetap mengadakan sesi technical program (TPC) yang diikuti ratusan kalangan muda Indonesia baik mahasiswa maupun professional. Ada sebanyak 119 karya ilmiah dan 71 poster yang akan dipresentasikan dalamtechnical session dan poster session. Dari sisi peserta konvensi, tercatat ada lebih dari 1.500 peserta dan 116 perusahaan peserta pameran yang turut serta pada IPA Convex 2018. (r/bpn)

First Media Kini Hadir di Medan

BALIPORTALNEWS.COM, MEDAN – PT Link Net, Tbk pemimpin dan pioneer di industri TV kabel dan Internet broadband di Indonesia dengan brand First Media, secara resmi meluncurkan layanannya di kota Medan pada Kamis (3/5/2018) kemarin.

Peresmian layanan First Media yang berlangsung di Hotel Aryaduta dilakukan oleh Marlo Budiman, Presiden Direktur PT Link Net, Tbk beserta eksekutif PT Link Net, Tbk. First Media memahami peran dan kontribusi kota Medan terhadap percepatan ekonomi Indonesia, dan pentingnya infrastruktur jaringan Broadband untuk memastikan keberlanjutan serta keberadaan kebutuhan perumahan, perusahaan dan pemerintah di tengah-tengah transformasi digital yang dinamis dengan produk dan layanan ISP premiumnya yang kompetitif dan superior, internet broadband tercepat dan unlimited hingga 1Gbps, lebih dari 100 saluran dan TV High Definition (HD) yang paling banyak ditawarkan di Indonesia dengan 70 HD channels, 4K channels, juga Value Added Service (VAS).

Pengembangan telah dimulai dari tahun 2017, dimana pada kuartal I 2018 First Media telah memiliki 17.455 homes passed yang dibangun di daerah strategis, dan akan bertambah menjadi 45.973 pada akhir tahun 2018, dan mencapai 85.973 pada tahun 2020. Di Medan, First Media akan menawarkan produk dan pelayanan yang sama dengan kota lainnya di Indonesia: layanan super speed home broadband dan superior pay TV, “X1-4K Smart Box” dan “X1 Smart Box PRIME” (Android set-up-box terbaru dan Google 7.0 Nougat), dilengkapi dengan fitur Google Chromecast yang memungkinkan pelanggan untuk dapat menampilkan gambar yang ada di Smartphone ke TV secara langsung (Throw Content).

Selain itu, Smart Box X1 Prime memberikan pilihan untuk menikmati hiburan dengan kualitas 4K Ultra HD yang membuat tontonan seperti nyata (life-like images) dengan ketajaman dan warna yang luar biasa. Ini adalah fitur tambahan yang sudah ada dan terkenal “7 day’s catch-up”, “PVR” (rekaman), “VOD”, yang memperkaya pengalaman hiburan TV (tayangan) di rumah. Kami juga memiliki layanan OTT di rumah “FirstMediaX” (FMX) – layanan TV dimana saja sehingga pelanggan dapat menikmati tayangan favorit mereka dimana saja (on-the-go); Kerjasama OTT dengan HOOQ dan CATCHPLAY untuk memperluas daftar pilihan film First Media.

Satu lagi yang penting adalah “Smart Living” dari First Media untuk digital household yang membutuhkan keamanan, kenyamanan dalam sentuhan jari melalui gadget yang dapat dikendalikan dari jarak jauh.

“Perluasan layanan ke Medan merupakan bagian dari strategi ekspansi First Media di wilayah Sumatera. Kota Medan saat ini menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi pulau Sumatera. Berdasarkan data BPS pada Mei 2017, kota Medan menyumbang sebesar 1,41% dari ekonomi Indonesia. Kehadiran layanan First Media di kota Medan diharapkan ikut mendukung program pemerintah dalam memajukan ekonomi masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital yang sekarang ini semakin penting bagi Indonesia. Cable roll out sudah dimulai sejak Juni 2017. Kami akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah ini dan Indonesia secara keseluruhan dengan menyediakan infrastruktur internet broadband dan TV via kabel sebagai bagian komitmen kami meningkatkan konektivitas masyarakat Indonesia,” ungkap Marlo.

Kota Medan, saat ini populasi penduduknya mencapai 2,2 juta orang, menjadikannya kota keempat terbesar di Indonesia. Jumlah pengguna internet di Medan saat ini mencapai 994.000 pengguna internet (data Nielsen, November 2017). Selain itu kontribusi yang besar untuk ekonomi Indonesia menjadikan kota Medan menjadi pusat pertumbuhan untuk pulau Sumatera. Konektivitas saat ini menjadi syarat bagi pertumbuhan ekonomi negara.

Terutama dengan prospek ekonomi yang sudah mulai bertumpu pada ekonomi digital yang di tahun 2018 diperkirakan mencapai 8,5% dari PDB Indonesia (data Indef tahun 2017) dan berpotensi terus naik secara signifikan. Membuat semakin penting hadirnya infrastruktur jaringan yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital.

“Posisi Medan sebagai pusat bisnis dan pendidikan di pulau Sumatera, menjadi salah satu poin penting bagi First Media. Kami ingin terlibat lebih jauh untuk ikut mengembangkan kota ini dengan menyediakan infrastruktur internet dan juga menyediakan hiburan terbaik,” tutup Marlo. (r/bpn)

Produk Perajin Denpasar Diminati Pengunjung Inacraft 2018

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR  – Ragam corak hasil kerajinan di Kota Denpasar memang memiliki daya tarik tersendiri di mata masyarakat luas. Hal ini terbukti saat gelaran International Handicraft (Inacraft) tahun 2018, dimana stand Dekranasda Kota Denpasar menjadi salah satu yang ramai dikunjungi. Hingga pelaksanaan hari ketiga, pengunjung tampak silih berganti melihat dan membeli hasil kerajinan ibu Kota Provinsi Bali ini pada Ajang Inacfart tahun 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (27/4/2018).

Ditengah ramainya pengunjung di Stand Dekranasda Kota Denpasar, Hadir langsung untuk memberikan dukungan dan monitoring perajin, Plt. Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara bersama Ny. Antari Jaya Negara serta OPD terkait usai menghadiri Kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta.  Dalam kesempatan tersebut Jaya Negara turut berbaur melihat produk kerajinan dan tak jarang ikut serta mempromosikan kepada para pengunjung event tahunan kerajinan dan produk unggulan ini.

Diwawancarai sembari membawa produk endek yang merupakan ciri khas Kota Denpasar, Jaya Negara menjelaskan bahwa jika di lihat dari beberapa pameran yang telah berlangsung, produk kerajinan Provinsi Bali khususnya Kota Denpasar memang sangat diminati masyarakat. Tidak hanya masyarakat lokal Denpasar dan Bali, hampir seluruh masyarakat Indonesia turut mencari produk kerajinan Kota Denpasar karena diyakini unik dan elegan.

“Perajin Denpasar patut berbangga karena hasil kerajinanya memiliki ciri khas tersendiri yang tentunya menjadi keunggulan, sehingga di berbagai ajang pameran baik sekala nasional maupun internasional Produk Kerajinan dari Denpasar tetap mendapat pasar yang potensial,” jelasnya.

Lebih lanjut ditekankan, dengan adanya keunggulan baik corak maupun kualitas, perajin di Denpasar harus tetap berinovasi agar tidak kalah saing kedepanya. “Saat ini banyak yang mencari kerajinan endek dari Denpasar, dari sana kita dapat menghasilkan berbagai kerajinan yang berkombinasi dengan kerajinan endek, seperti sandal endek, surface desain endek 100 persen handmade, tas endek dan lain sebagainya,” paparnya.

Salah seoarang pengunjung Dani Supraba asal Yogyakarta mengaku memiliki ketertarikan sendiri dengan kerajinan asal Bali khususnya Kota Denopasar. Endek Denpasar sama halnya seperti batik Yogyakarta yang merupakan ciri khas daerah. “Produknya bagus dengan corak-coraknya yang khas dan elegen digunakan dimana saja sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi semua kalangan,” pungkasnya.

Sementara salah seoarang Perajin surface desain endek 100 persen handmade, AA. Istri Pramanaswari mengaku produk sandal dan sepatu banyak diminati masyarakat baik dari Jakarta maupun luar Jakarta yang juga tentunya dapat secara langsung menjadi ajang promosi.

Hingga pelaksanaan hari ketiga, adapun  ketujuh perajin yang terdiri atas Perajin Anyar, D’Sandek, Agung Bali, Puri Silver, Novi Batik, Sudana Silver, Mudita Silver keseluruhanya rata-rata mampu meraup omset Rp. 5 – 10 Juta. Dengan beragam produk yang meliputi endek lukis, kerajinan bordir, tenun ikat endek, sandal endek, asesoris, tas anyaman endek, sandal kulit, silver, serta kebaya dan tenun yang  merupakan kerajinan khas dari Kota Denpasar. (humas-dps/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan