Produk Perajin Denpasar Diminati Pengunjung Inacraft 2018

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR  – Ragam corak hasil kerajinan di Kota Denpasar memang memiliki daya tarik tersendiri di mata masyarakat luas. Hal ini terbukti saat gelaran International Handicraft (Inacraft) tahun 2018, dimana stand Dekranasda Kota Denpasar menjadi salah satu yang ramai dikunjungi. Hingga pelaksanaan hari ketiga, pengunjung tampak silih berganti melihat dan membeli hasil kerajinan ibu Kota Provinsi Bali ini pada Ajang Inacfart tahun 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (27/4/2018).

Ditengah ramainya pengunjung di Stand Dekranasda Kota Denpasar, Hadir langsung untuk memberikan dukungan dan monitoring perajin, Plt. Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara bersama Ny. Antari Jaya Negara serta OPD terkait usai menghadiri Kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta.  Dalam kesempatan tersebut Jaya Negara turut berbaur melihat produk kerajinan dan tak jarang ikut serta mempromosikan kepada para pengunjung event tahunan kerajinan dan produk unggulan ini.

Diwawancarai sembari membawa produk endek yang merupakan ciri khas Kota Denpasar, Jaya Negara menjelaskan bahwa jika di lihat dari beberapa pameran yang telah berlangsung, produk kerajinan Provinsi Bali khususnya Kota Denpasar memang sangat diminati masyarakat. Tidak hanya masyarakat lokal Denpasar dan Bali, hampir seluruh masyarakat Indonesia turut mencari produk kerajinan Kota Denpasar karena diyakini unik dan elegan.

“Perajin Denpasar patut berbangga karena hasil kerajinanya memiliki ciri khas tersendiri yang tentunya menjadi keunggulan, sehingga di berbagai ajang pameran baik sekala nasional maupun internasional Produk Kerajinan dari Denpasar tetap mendapat pasar yang potensial,” jelasnya.

Lebih lanjut ditekankan, dengan adanya keunggulan baik corak maupun kualitas, perajin di Denpasar harus tetap berinovasi agar tidak kalah saing kedepanya. “Saat ini banyak yang mencari kerajinan endek dari Denpasar, dari sana kita dapat menghasilkan berbagai kerajinan yang berkombinasi dengan kerajinan endek, seperti sandal endek, surface desain endek 100 persen handmade, tas endek dan lain sebagainya,” paparnya.

Salah seoarang pengunjung Dani Supraba asal Yogyakarta mengaku memiliki ketertarikan sendiri dengan kerajinan asal Bali khususnya Kota Denopasar. Endek Denpasar sama halnya seperti batik Yogyakarta yang merupakan ciri khas daerah. “Produknya bagus dengan corak-coraknya yang khas dan elegen digunakan dimana saja sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi semua kalangan,” pungkasnya.

Sementara salah seoarang Perajin surface desain endek 100 persen handmade, AA. Istri Pramanaswari mengaku produk sandal dan sepatu banyak diminati masyarakat baik dari Jakarta maupun luar Jakarta yang juga tentunya dapat secara langsung menjadi ajang promosi.

Hingga pelaksanaan hari ketiga, adapun  ketujuh perajin yang terdiri atas Perajin Anyar, D’Sandek, Agung Bali, Puri Silver, Novi Batik, Sudana Silver, Mudita Silver keseluruhanya rata-rata mampu meraup omset Rp. 5 – 10 Juta. Dengan beragam produk yang meliputi endek lukis, kerajinan bordir, tenun ikat endek, sandal endek, asesoris, tas anyaman endek, sandal kulit, silver, serta kebaya dan tenun yang  merupakan kerajinan khas dari Kota Denpasar. (humas-dps/bpn)

Pemkot Denpasar Dukung Perajin Pada Inacraft 2018

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – International Handicraft (Inacraft) yang merupakan ajang pameran produk kerajinan terbesar di Indonesia ini kembali digelar. Kegiatan yang berlangsung dari 25-29 April ini menjadi kesempatan bagi Pemkot Denpasar untuk menampilkan ragam produk hasil kerajinan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Denpasar.

Tahun 2018 ini, terdapat tujuh perajin yang tergabung di Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar dibawah binaan Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Kota Denpasar terlibat dalam gelaran Inacraft yang di buka secara resmi Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla didampingi, Mentri Koperasi dan UKM RI, AA Gede Ngurah Puspayoga, serta Ketua Dewan Kerajinan Nasional Ny. Mufidah Jusuf Kala, Rabu (25/4/2018) di Jakarta Convention Centre, Jakarta.

Ajang pameran perajin Denpasar dalam Inacraft ini mendapat dukungan Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Kerti Rai Iswara, Kadis Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, dengan mendukung langsung stand pameran perajin binaan Pemkot Denpasar.

Tampak Ny. Kerti Rai Iswara berbaur bersama perajin di stand pameran Inacraft  serta ikut mempromosikan produk kerajinan Denpasar kepada banyaknya pengunjung di stand Dekranasda Kota Denpasar. “Kami melibatkan para perajin dan juga Wirausaha Muda yang ada di Kota Denpasar ,” ujar Ny. Kerti Rai Iswara.

Adapun produk yang dipamerkan ketujuh perajin UMKM Kota Deanpasar meliputi endek lukis, kerajinan bordir, tenun ikat endek, sandal endek, asesoris, tas anyaman, sandal kulit, silver, serta kebaya dan tenun. Dimana keselurunan produk yang dipamerkan ini merupakan kerajinan khas dari Kota Denpasar.

Dengan adanya pemeran Inacraft yang diikuti perajin Kota Denpasar ini diharapkan dapat lebih memperkenalkan ragam corak dan motif kerajinan Denpasar di tingkat Nasional. Seperti tenun ikat endek yang menjadi salah satu produk pameran yang memiliki nilai lebih dalam keberagaman dunia fashion saat ini namun tetap menjaga kearifan lokal yang ada. Disamping mempromosikan produk kerajinan, dari sjang ini perajin diharapkan dapat menggali ide maupun melihat peluang-peluang dalam meningkatkan inovasi produk kerajinan.

“Kami berharap perajin memanfaatkan event ini menjadi sebuah ajang promosi tingkat nasional bahkan internasional. Dan yang tak kalah penting lagi adalah memperkenalkan ciri khas, keunikan serta keunggulan produk kerajinan dari Kota Denpasar,” ungkap Ny. Kerti Rai Iswara.

Hal senada disampaikan Kadis Koprasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena yang menekankan agar UMKM yang berkesempatan berpameran di Inacraft tahun 2018 ini untuk memanfaatkanya sebagai ajang promosi. Hal ini lantaran gelaran  Inacraft ini bukan lagi merupakan event dengan sekala nasional, melainkan internasional dengan sajian pameran krrajinan terbesar dan terlengkap di Indonesia.

“Kedepanya kami di Pemkot Denpasar khususnya Dinas Koperasi dan UMKM berharap agar seluruh pengerajin di Kota Denpasar dapat secara bergiliran berpameran di ajang Inacraft ini, sedangkan untuk perajin yang sudah pernah ikut agar mengupayakan pameran secara mandiri dengan berbagai inovasi yang terus digalakkan. Bahkan pada ajang Inacraft tahun 2018 ini banyak perajin Denpasar yang berpameran secara mandiri,” paparnya.

Salah seoarang perajin Sandal Endek Kota Denpasar, AA. Istri Pramanaswari mengaku mendapatkan kesempatan berharga dilibatkan dalam agenda pameran Nasional ini. Meski rutin mengikuti ajang pameran di Denpasar namun ini menjadi tantangan tersendiri menampilkan produk-produk terbaru sandal dan sepatu di ajang Inacraft 2018. Menurutnya produk sandal dan sepatu banyak diminati masyarakat baik dari Jakarta maupun luar Jakarta yang juga tentunya dapat secara langsung menjadi ajang promosi.

Pameran kerajinan yang mengangkat tema sentral Colouring The World dengan total stand mencapai 1.408 dengan 1.700-an perusahaan dan perajin tersebut ditargetkan dapat menarik 4.500 pengunjung per hari. Panitia penyelenggara berharap Inacraft tahun 2018 dapat menghasilkan transaksi ritel Rp 145 miliar. (ags.pur/humas-dps/bpn)

Jaya Negara Resmikan Gerai Ke-16 Sang Pisang Kaesang Pangarep di Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Plt. Walikota Denpasar IGN. Jaya Negara resmikan gerai Sang Pisang yang ke-16 di Denpasar milik putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, di Ruko Graha Merdeka Unit C, Renon, Denpasar, yang ditandai dengan pemotongan pita.

“Rasa pisang ini enak, lembut dibibir dan sangat cocok untuk anak muda maupun anak-anak. Bahkan pisang olahan Sang Pisang pas di lidah orang tua. Saya tadi sudah mencoba salah satu varian rasa, dan tadi yang saya coba rasa alpukat, setelah mencoba, saya pingin menambah lagi,” ungkapnya, pada Sabtu, (21/4/2018). Selain mencobanya sendiri, Plt. Walikota Jaya Negara juga sempat mebagikan satu kotak Sang Pisang miliknya kepada anak-anak yang hadir disana sembari menyuapkan sepotong kue pisang tersebut kepada anak-anak. Suasana pun menjadi terasa hangat dan kekeluargaan dalam opening gerai ke-16 Sang Pisang di Denpasar ini.

Plt. Walikota Jaya Negara menambahkan, potensi kuliner di Denpasar saat ini sudah berkembang pesat, apalagi kuliner-kuliner lokal. Dengan banyaknya bermunculan kuliner seperti ini pasti akan menambah lapangan kerja di Denpasar dan juga untuk memacu semangat para generasi muda yang ingin membuat usaha khusunya di bidang kuliner.

Sementara itu, Kaesang Pangarep mengatakan salah satu alasan memilih pisang sebagai produk kulinernya karena buah pisang mudah di dapat di Indonesia. Untuk bahan baku pisang yang digunakan di gerai ini diambil langsung dari Bali. “Iya dari Bali, apalagi di Bali jenis pisangnya banyak,” kata anak bungsu Presiden tersebut. Ia mengatakan gerai Sang Pisang yang dibuka di Kota Denpasar ini merupakan yang ke-16. “Kami menargetkan untuk membuka sebanyak 300 gerai pada tahun 2018. Selain di Denpasar sebagai gerai pertamanya di Bali, cabang lain juga akan dikembangkan lagi di wilayah Singaraja maupun Karangasem. Dan setelah ini akan dibuka di Bogor, Palembang, Jambi dan Pekanbaru,” katanya.

Kaesang mengungkapkan, gerai Sang Pisang sudah dibuka di beberapa kota, seperti Jakarta, Bandung, Palembang, Lampung, Surabaya, Medan, Yogyakarta dan Pare-pare. “Salah satu tujuan membuka banyak gerai di seluruh Indonesia untuk menjaring tenaga kerja yang banyak pula,” ungkapnya.

Sementara terkait dengan namanya Sang Pisang, menurut Kaisang nama ini di ambil namanya sendiri dari kata Sang, karena namanya bagus. “Namanya sang pisang dari nama saya, namanya bagus kan,” jelasnya Kaesang sambil melempar senyum. Seperti diketahui pisang nugget Sang Pisang dihadirkan dalam varian rasa cokelat, green tea, vanila, tiramisu, strawberry, blueberry dan avocado. Dengan harga per kotak Rp 20.000. (ays’/humas-dps/bpn)

Perizinan Terpadu Berdampak Pada Peningkatan Daya Saing Industri Migas

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Birokrasi yang panjang dan cenderung menghambat investasi masih menjadi keluhan bagi dunia usaha. Kendati pemerintah sudah meluncurkan 17 paket kebijakan ekonomi, namun hal tersebut belum menyentuh industri hulu minyak dan gas bumi (migas). Sektor yang mempengaruhi puluhan industri penunjang dan industri pengguna lainnya tersebut masih dipusingkan dengan birokrasi dan regulasi untuk melakukan kegiatan operasionalnya. Padahal, kepastian peraturan dan kebijakan pemerintah yang berdaya saing merupakan hal yang sangat penting bagi investor hulu migas untuk menanamkan investasinya di Indonesia.

Kepala Divisi Formalitas Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Didik Suseno Setyadi, saat ditemui di Jakarta, Kamis (18/4/2018) kemarin, mengakui perlunya penyederhanaan perizinan untuk menarik investasi migas demi meningkatkan geliat eksplorasi dan produksi migas. “Investasi di sektor migas membutuhkan modal cukup besar dan investor akan sangat detil memperhitungkan nilai keekonomian proyek. Kepastian durasi pengurusan perizinan dan sinkronisasi aturan sangat berpengaruh terhadap penghitungan nilai keekonomian proyek. Penyederhanaan perizinan menjadi krusial terutama di saat kondisi harga minyak dunia mulai kembali menanjak seperti sekarang ini, dan konsumsi bahan bakar minyak nasional juga terus meningkat,” ujarnya.

Ditambahkan, dia berharap implementasi Peraturan Presiden No. 91 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha, khususnya penerapan Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik (Online Single Submission/OSS) dapat berjalan cepat dan serentak.

Saat ini banyak perizinan di tingkat nasional yang sudah diserahkan pada sistem Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan dibuat secara online. Selain itu, beberapa peraturan yang dianggap tidak diperlukan juga telah dihapuskan atau digabung dengan peraturan lainnya.

Hanya saja, penyederhanaan hingga pemangkasan perizinan di sektor hulu migas tersebut masih terbatas pada instansi tertentu, yaitu dalam lingkup Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Padahal, perizinan yang terkait pada hulu migas sangat banyak melibatkan kementerian/ lembaga pemerintah lainnya, bahkan hingga pemerintah daerah.

“Keberadaan PTSP ini akan maksimal jika semua urusan administratif dari Kementerian/ Lembaga diserahkan kepada PTSP, dan yang bersifat teknis dipegang otoritas kemeterian/lembaga yang berwenang. Hal itu akan lebih memangkas waktu pengurusan sehingga dapat membantu investor memproyeksi kegiatan operasional mereka secara lebih tepat,” paparnya.

Perizinan merupakan salah satu tantangan nyata yang harus segera dicarikan solusinya, bila tak ingin krisis energi melanda Indonesia. Tanpa adanya eksplorasi baru dan angka produksi migas yang relatif terus menurun, dikhawatirkan cadangan migas nasional akan segera habis. Perijinan dan ketidakpastian aturan merupakan salah satu penyebab berkurangnya kegiatan ekplorasi migas saat ini.

Mulai dari tahap awal pada masa survei dan eksplorasi hingga pascaproduksi, setiap Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) harus mengurus ratusan jenis perizinan dari berbagai instansi pemerintah, baik di level pusat hingga daerah. Sebagai catatan, ratusan perizinan yang harus diurus oleh KKKS tersebut tersebar di 18 instansi dan lembaga pemerintahan.

Didik mencontohkan, eksplorasi di kawasan hutan harus diawali dengan pengurusan izin pinjam pakai. Untuk mendapatkan izin ini, harus ada dulu izin lingkungan yang didahului oleh analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

Setelah AMDAL digenggam, lanjutnya, kontraktor harus mendapatkan rekomendasi gubernur dan bupati atau wali kota, untuk bisa melanjutkan pengurusan izin berikutnya. “Alhasil waktu mengurus izin menjadi tidak jelas karena banyak instansi yang harus ditemui. Bila kami kalkulasi, lama pengurusan bisa mencapai waktu 6 bulan, 1 tahun, bahkan ada yang 2 tahun baru bisa (berlanjut) diproses di kementerian terkait,” ungkap Didik.

Dia berharap, adanya Perpres 91 Tahun 2017 dapat mewujudkan proses perizinan yang lebih terpadu, mudah, dan transparan mulai dari tingkat Pemerintah Pusat hingga daerah. Sehingga hal tersebut pada akhirnya dapat menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan investasinya di Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing sektor hulu migas Indonesia di tataran global. (r/bpn)

Geliat Pemasaran Ragam Produk UMKM Denpasar Di Smesco

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Galeri produk usaha kecil dan menengah (UMKM) di gedung SME Tower atau Smesco, Jalan Jenderal Gatot Subroto sudah berdiri sejak lama. Ferbruari 2018 Smesco Jakarta di re-launching oleh Menteri Koperasi dan UMKM RI A.A Puspayoga sebagai upaya lebih memaksimalkan penataan dan promosi produk-produk lokal unggulan.

Kunjungan pekan informasi Pemerintah Kota Denpasar bersama awak media ke Smesco Jakarta Sabtu (15/4/2018) lalu merupakan kesempatan istimewa terlebih ketika produk lokal hasil karya UMKM Kota Denpasar juga dipamerkan.

Secara khusus, kunjungan ini disambut oleh Ny. Bintang Puspayoga dan Ny.  Erni Guntarti Tjahjo Kumolo yang sekaligus memperkenalkan ragam produk dan kerajinan yang dipanerkan di Smesco Indonesia. Pekan informasi Pemkot Denpasar yang dipimpin Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Denpasar Made Toya mengatakan kehadiran di Smesco untuk melihat lebih dekat produk-produk perajin dan UMKM yang dipamerkan. Bali dan Denpasar salah satunya dapat kita lihat produk perajin dengan berbagai corak dan warna.

“Kami hadir bersama awak media yang nantinya dapat menjadi ajang penyebar luasan informasi tentang ragam produk perajin yang dipamerkan, serta pekan informasi ini menjadi ajang bertukar pikiran antar instansi pemerintahan di daerah,” ujarnya Made Toya.

Lebih lanjut dikatakan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah  (UKM) Kota Denpasar terus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki baik SDM maupun kualitas produk lokal yang dikembangkan. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung pembangunan, perekonomian dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara Dirut Smesco Indonesia, Emilia Suhaimi mengatakan sangat senang menerima kunjungan Pemkot Kota Denpasar dan memperlihatkan produk UMKM Kota Denpasar yang turut serta dipamerkan di sana. “Terima kasih untuk kunjungannya, produk Kota Denpasar seperti kain dan kerajinan juga menjadi  display  kami yang mewakili 34 provinsi di Indonesia,” ungkapnya.

Diketahui bahwa produk yang dipamerkan adalah produk  ungggulan dari masing-masing provinsi yang bekerjasama dengan dekranasda masing-masing provinsi (dev’pur/humas-dps/bpn)

IPA Convex 2018: Perlunya Peningkatan Daya Saing Industri Migas Nasional

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Upaya meningkatkan kembali daya saing sektor hulu migas Indonesia di level global menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh para pemangku kepentingan di sektor ini. Hal tersebut salah satunya yang mendorong Indonesian Petroleum Association (IPA) mengusung tema “Driving Indonesia’s Oil and Gas Global Competitiveness” dalam penyelenggaraan Konvensi dan Pameran IPA ke-42 Tahun 2018 (“IPA Convex 2018) yang akan digelar pada 2-4 Mei 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta.

“Tema Convex tahun ini dipilih dengan mempertimbangkan kondisi sektor hulu migas Indonesia yang ada sekarang, yaitu ketatnya persaingan investasi migas secara global,”ungkap Presiden IPA Ronald Gunawan dalam sambutannya saat konferensi pers jelang pelaksanaan IPA Convex 2018 yang digelar di Lobby Lounge Bimasena, The Dharmawangsa Hotel Jakarta, Kamis (12/4/2018) lalu.

Lebih lanjut, dia memaparkan, pada IPA Convex 2018 akan terdapat tiga sesi Plenary dan satu sesi Special, yang akan menghadirkan sejumlah pembicara, baik dari dalam maupun luar negeri. Di mulai dari sesi pertama pada hari pertama, berjudul “Mapping Global Oil and Gas Investment Competitiveness“.

Kemudian, sesi kedua di pagi hari mengambil topik berjudul “How Countries Maintain and Improve Their Global Oil and Gas Investment Competitiveness“, dan siang harinya, yaitu sesi ketiga berjudul “Aligning Policies to Achieve Indonesia’s Energy Plan“. Terakhir, di hari ketiga pagi harinya terdapat sesi special yang mengambil judul “Improving Indonesia’s Gas Business from Upstream to Downstream“.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia atau Chairperson IPA Convex 2018, Novie Hernawati, mengungkapkan adanya optimisme terhadap peningkatan daya saing industri hulu migas Indonesia untuk menjadi lebih kreatif, inovatif, serta berdaya saing. “Pada acara IPA Convex tahun ini, kami berupaya mencerminkan upaya yang dilakukan industri untuk menghadapi tantangan yang ada demi meningkatkan daya saing migas Indonesia di level global, salah satunya dengan menerapkan beragam inovasi dan teknologi dalam kegiatan eksplorasi dan produksi migas yang ada,” jelasnya.

Khusus mengenai teknologi dan inovasi, papar Novie, pada IPA Convex kali ini akan terdapat sesi yang membahas mengenai teknologi, atau disebut technology session. Adapun empat topik mengenai teknologi tersebut yaitu: 1) Governments on Innovation of New Technology Improvement, 2) Impact of Digital Internet of Things in the Upstream Oil and Gas, 3) New Business Model in Gross Split System, dan 4) Technology for Decommissioning.

Sementara untuk menggambarkan adanya efek berganda (multiplier effect) dari industri migas, lanjutnya, akan terdapat dialog antara para tokoh masyarakat dari daerah penghasil migas yang merasakan dampak positif dari keberadaan industri migas dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada acara pembukaan IPA Convex 2018.

Untuk itu, menurut Novie, Panitia IPA Convex 2018 sangat berharap Presiden Joko Widodo dapat hadir dan berdialog dengan tokoh-tokoh masyarakat, serta sekaligus membuka secara resmi IPA Convex 2018, Rabu (2/5). Kehadiran Presiden Joko Widodo diyakini dapat mempertegas komitmen Pemerintah Indonesia sebagai salah satu seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kembali daya saing sektor hulu migas Indonesia. (r/bpn)

Pemprov Bali Optimis Perda Insentif Menarik Investor ke Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pemberian Insentif dan/atau Kemudahan Kepada Masyarakat dan/atau Penanam Modal, telah disetujui Dewan pada Rapat Paripurna ke-2 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan ke-I Tahun Sidang 2016, Kamis (14/1/2016).

Sejak ditetapkannya Perda tersebut, sudah dilaksanakan sosialisasi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali. “Sudah disosialisasikan, baik saat di pertemuan-pertemuan forum diskusi dengan masyarakat dan pemodal maupun dalam pertemuan dengan akademisi,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra Putra dalam Siaran Persnya, Jumat (13/4/2018).

Ditambahkannya, dengan adanya Perda Insentif ini diyakini akan menarik investor baik dalam negeri maupun luar negeri. Untuk itu pihaknya memastikan implementasi Perda ini harus sudah dilaksanakan apalagi Peraturan Gubernur Bali Nomor 74 Tahun 2017, tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Pemberian Insentif dan/atau Kemudahan Kepada Masyrakat dan/atau Penanam Modal.

“Peraturan Gubernur yang mengatur pelaksanaan Perda Insentif ini sudah ditetapkan tanggal 7 Desember 2017 dan sudah dipublikasikan melalui website Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum, Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Bali. Jadi sudah ada yang mengatur pelaksanaannya,” tegas Dewa Mahendra.

Terbitnya Pergub ini juga dibarengi dengan terbitnya Keputusan Gubernur Bali No. 1972/03-X/HK/2017, tentang Pembentukan Susunan Keanggotaan Tim Satuan Tugas Percepatan Pelaksanaan Berusaha Provinsi Bali. Tugas Satgas ini diantaranya membentuk layanan pengaduan dan pusat informasi, serta melakukan penyelesaian hambatan-hambatan dalam perizinan.

Diakui, Perda yang mengatur tentang insentif atau kemudahan kepada masyarakat dan penanam modal ini sangat strategis dalam menarik investor ke Bali. Perda ini merupakan jaminan kepastian berusaha dan kepastian hukum bagi investor yang menanamkan modal di Provinsi Bali. Insentif yang dimaksud berupa kemudahan dalam berinvestasi, baik secara fiskal maupun non fiskal.

“Ada beberapa kriteria investor yang medapat insentif ini, yaitu yang bisa menyerap tenaga kerja lokal minimun 75 persen, mau berinvestasi di daerah yang pertumbuhan ekonominya masih kurang, mau bekerjasama dengan UMKMK. Misalnya kalau hotel bisa kerjasama untuk seragamnya dengan UMKM atau perlu pupuk untuk taman bisa kerjasama dengan SIMANTRI. Jadi investor itu benar-benar akan menguntungkan bagi Bali,” jelas Dewa Mahendra.

Di bagian lain, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali, IB Made Parwata membenarkan Perda Insentif ini sudah disosialisasikan kepada masyarakat maupun penanam modal. Baik pada saat dilakukan penyusunan Perda maupun dalam forum diskusi dan juga pertemuan akademisi, seperti saat Seminar Nasional di Unversitas Warmadewa beberapa waktu lalu. Selain itu, telah dipublikasikan pula dalam website DPM PTSP Provinsi Bali sehingga memudahkan diketahui investor.

Parwata menambahkan, untuk menjamin pelaksanaan Perda ini, pihaknya sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) dalam rangka percepatan pelaksanaan berusaha di Provinsi Bali. “Jika ada kendala-kendala akan ada Satgas yang membantu. Sekda sebagai ketua dan Inspektur sebagai ketua harian. Jadi apabila dalam mengurus perijinan dipersulit silakan melaporkan ke Satgas,” katanya. (humas-bali/bpn)

Kolaborasi First Media – Catchplay Hadirkan Sensasi Bioskop Di Rumah

BALIPORTALNEWS.COM – First Media mengumumkan kerjasamanya dengan CATCHPLAY – salah satu penyedia layanan terbesar Video on Demand di Asia Tenggara. Dengan banyaknya pilihan film bioskop kualitas terbaik, CATCHPLAY yang bisa dinikmati di First Media X1 Smart Box dengan koneksi internet yang superior, memberikan para pelanggan pengalaman sensasi bioskop di rumah bersama keluarga dan teman-teman.

Hal ini sejalan dengan fakta pertumbuhan konsumsi Video Streaming di Indonesia yang mengejutkan, dengan peningkatan sebanyak 6,9 juta pengguna pada tahun 2016 dan diperkirakan meningkat dua kali lipat menjadi 12,1 juta pada 2019 atau tiga kali lipat menjadi 22,2 juta pada 2022 (sumber : Statista, September 2017).

Berbagai macam film CATCHPLAY kini bisa dinikmati pelanggan First Media hanya dengan sentuhan jari. Anda bisa menikmati pengalaman sinematik langsung dari TV layar lebar dengan nyaman di rumah hanya menggunakan remote control (khusus bagi pengguna X1 Smart Box), dan / atau unduh aplikasi CATCHPLAY untuk menonton dari perangkat seluler. Pelanggan dapat bebas menikmati film favorit mereka secara non-stop melalui beragam perangkat yang ada kapanpun dan dimanapun dengan harga terjangkau:

  • Pelanggan Premium Supreme, Maxima, Ultimate, dan Infinite yang sudah memiliki X1 Smart Box dapat menikmati CATCHPLAY dalam paket mereka tanpa biaya tambahan. Dengan akses tanpa batas ke ribuan film di CATCHPLAY’s MOVIE LOVERS UNLIMITED dan sekitar 70-100 judul lainnya yang ditambahkan setiap bulannya, pelanggan tidak akan pernah kehabisan film untuk ditonton.
  • Untuk pelanggan First Media X1 Smart Box Elite, D’Lite, Family Plus, dan Family, mereka dapat menikmati free trials selama dua bulan, serta harga spesial Rp 31.800/bulan untuk bulan ketiga dan seterusnya.
  • Sedangkan pelanggan First Media lainnya (diluar pengguna) dapat menikmati free trials satu bulan, dan tarif khusus Rp 31.800/bulan dimulai dari bulan kedua dan seterusnya.
  • Jika Anda belum memutuskan untuk berlangganan bulanan, semua film di CATCHPLAY juga tersedia pilihan untuk disewa mulai dari Rp 15.000 hingga 22.000 perjudul film. Untuk pelanggan First Media, semua transaksi dapat dilakukan dengan mudah dan nyaman melalui tagihan First Media.

Catchplay adalah layanan movie on demand untuk semua pecinta film yang dapat dinikmati di mana saja dan kapan saja. CATCHPLAY menawarkan film Hollywood dan lokal terbaik dan terbaru, hanya dua hingga tiga bulan setelah film dirilis. Film-film ini merupakan tambahan dari kumpulan film-film yang sangat populer yang sudah dipilih untuk para pecinta film, yang diantaranya diberikan secara eksklusif untuk pelanggan CATCHPLAY di Indonesia. Judul terbaru yang tersedia meliputi: Justice League, Paddington 2 (eksklusif), Wonder (eksklusif), Jigsaw (eksklusif), The Disaster Artist, Only the Brave (eksklusif) dan 5 Cowok Jagoan (eksklusif). Akan ada banyak lagi daftar film yang sudah bisa dinikmati setelah 2 -3 bulan film dirilis, seperti Perfect Pitch 3, 12 Strong (eksklusif), Downsizing, Molly’s Game (eksklusif), The Commuter (eksklusif), 15:17 to Paris & Ready Player One.

Chief Marketing Officer First Media, Liryawati, mengatakan, “Dalam dunia IoT (Internet of Things) di mana interaksi manusia sudah berkurang, First Media sebagai pelopor dan pemimpin di layanan TV Berbayar dan Internet broadband di Indonesia berkomitmen untuk membantu meningkatkan interaksi sesama manusia, mengurangi kesenjangan generasi dan memperkuat hubungan keluarga dengan berbagi kesenangan atau hobi. Kerjasama First Media – CATCHPLAY bertujuan untuk mengembalikan kebersamaan dan kehangatan di dalam rumah.”

Meena Kumari Adnani, Executive Vice President (EVP) of Content Development and Business Affairs First Media menjelaskan, “Kami sangat antusias atas kerjasama yang terjalin dengan CATCHPLAY. Penambahan layanan OTT seperti CATCHPLAY menjadi tambahan layanan yang dapat memperkuat layanan kami yang sudah ada. Mulai dari broadband berkualitas tinggi, hingga layanan TV berbayar yang mencakup saluran HD terbanyak dan 4K. Kami percaya dengan menyediakan layanan film on-demand, yang mencakup big blockbuster dan film terbaru yang diperbaharui setiap minggu, First Media movie lovers kami akan dapat menikmatinya dalam kenyamanan rumah mereka sendiri.”

“Selama 2 tahun terakhir CATCHPLAY menyediakan konten hiburan bagi para pecinta film di Indonesia. Berdasarkan penelitian kami, keluarga dan pecinta film layar lebar sangat antusias terhadap layanan CATCHPLAY karena ketersediaan big screen dan jaringan internet broadband berkualitas dapat menikmati film terbaik secara maksimal. Oleh karena itu, kami sangat senang dengan adanya kerjasama ini, karena dapat membawa konten CATCHPLAY ke rumah pelanggan First Media dan memberikan pengalaman seru untuk menikmati film bioskop di rumah,” tambah Daphne Yang, CEO Grup CATCHPLAY.

Untuk menonton langsung CATCHPLAY dari TV:

Tekan tombol MENU dari remote control à Masuk ke APPLICATIONS à Pilih CATCHPLAY.

Cara lainnya, pelanggan dapat dengan cepat mengakses CATCHPLAY melalui channel 510 di layanan First Media à Tekan tombol berwarna HIJAU dan secara lansung akan masuk di menu CATCHPLAY. (r/bpn)

First Media Raih Tiga Penghargaan di Contact Center Service Excellence Award 2018

BALIPORTALNEWS.COM – PT Link Net Tbk., pemimpin dan pioneer di industri TV kabel dan Internet broadband di Indonesia dengan brand First Media, meraih tiga penghargaan dalam ajang bergengsi Contact Center Service Excellence (CCSE) Award 2018 dengan peringkat Excellent untuk kategori Internet Service Provider (ISP). First Media juga berhasil menduduki peringkat Excellent untuk kategori Pay TV dan peringkat Good untuk akun Twitter @FirstMediaCares.

Pada acara malam penganugerahan penghargaan di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (10/4), Edward Sanusi, Direktur Operasional PT Link Net Tbk. mengungkapkan, “Kemudahan dalam mengakses layanan Internet broadband dan TV cable untuk pelanggan First Media merupakan komitmen perusahaan. Termasuk kemudahan akses informasi apabila terjadi problem yang mungkin sekali terjadi di lapangan. Contact center harus tetap bisa menyediakan informasi, sehingga pelanggan tetap mendapatkan informasi mengenai layanannya. Karena itu, penghargaan yang kami terima ini menunjukkan apresiasi masyarakat terhadap First Media.”

Contact Center Service Excellence Award (Contact Center SEA) terselenggara atas kerja sama Majalah Service Excellence dengan Carre – Service Quality Monitoring (Carre – SQM) sebagai konsultan independent yang secara konsisten membangun dunia pelayanan di Indonesia.  Carre – SQM untuk ke-14 kalinya mengadakan monitoring kinerja contact center seluruh industri yang ada di Indonesia. Carre-SQM mengadakan pemantauan dan penilaian kinerja atas 371 contact center yang ada di Indonesia selama enam bulan, dimulai dari bulan Juli hingga Desember 2017.

Survey contact center dilakukan oleh auditor Carre – SQM menggunakan metode experience audit. Setiap merek contact center ditelepon sebanyak 8 kali per bulan atau total 48 kali selama setahun. Beberapa hal yang diukur adalah dengan memantau indikator-indikator penting sebuah contact center yaitu akses, sistem, dan prosedur serta SDM yang akan menghasilkan Index Service Level yang disebut Contact Center Service Excellence Index atau CCSEI.

Pemenang penghargaan Contact Center Service Excellence Award adalah contact center yang mendapat peringkat atas dalam Contact Center Service Excellence Index (CCSEI). Dari tiga indikator yang menjadi dasar penghargaan CCSE 2018, First Media mampu memenuhinya jauh di atas rata-rata industri. Hal ini karena inovasi yang terus dilakukan First Media di berbagai bidang, seperti produk, konten, teknologi dan operasional.

Dari sisi akses, contact center First Media senantiasa berusaha memenuhi kriteria untuk kemudahan akses, ketersediaan dan kecepatan untuk bisa terhubung. Dari sisi sistem dan prosedur, First Media melakukan investasi di teknologi informasi untuk mendukung contact center memberikan informasi yang tepat. Teknologi informasi ini juga membantu dalam meningkatkan sumber daya manusia. First Media mampu membekali customer servicenya dengan informasi terkini, sehingga mampu memberikan pemahaman ke pelanggan mengenai penyebab permasalahan yang terjadi dan memberikan solusinya.

“Bagi kami, penghargaan ini merupakan bukti komitmen dan kerja keras kami melayani pelanggan. Kami akan terus meningkatkan layanan kami di berbagai bidang.” tutup Edward. (r/bpn)