29 C
Denpasar
Kamis, 18 Oktober 2018

Kebijakan Walikota Rai Mantra Pro Petani, Pemberian Jaminan Harga Pasar Ditingkat Petani

BALIPORTALNEWS.COMBerbagai program dan terobosan dilakukan Pemkot Denpasar melalui Dinas Pertanian untuk melindungi produksi gabah petani di Kota Denpasar.

Setelah sebelumnya memberikan subsidi terhadap tanah-tanah pertanian yang berada di kawasan jalur hijau, kini memberikan jaminan harga pasar ditingkat petani dengan melakukan kerjasama dengan pabrik penyosohan beras, setiap gabah  kering panen yang dihasilkan petani di Denpasar akan mendapatkan kenaikan harga lagi sebesar 200 rupiah per kilogram jika dijual langsung kepada pabrik penyosohan beras yang ada di Kota Denpasar.

Ini artinya penyosohan beras membeli gabah petani lebih mahal 200 rupiah per kilogramnya dari pada harga dipasaran. Hal ini disamping untuk memperpendek distribusi perdagangan beras juga untuk melindungi petani. Hal ini dikatakan Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar Ir. Gde Ambara Putra, Rabu (21/12/2016) di Denpasar.  

Selain itu kata Ambara juga untuk mensukseskan program Subak Lestari dalam upaya mewujudkan lahan pertanian yang berkelanjutan yang telah dicetuskan Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota I GN Jaya Negara dalam mensejahterakan petani di Kota Denpasar. Program ini juga berkaitan dengan untuk menekan alih fungsi lahan di Kota Denpasar.  

Lebih lanjut dikatakan petani diharapkan agar langsung menjual gabah kering panen ke penyosoh beras di Kota Denpasar dengan kenaikan harga gabah diatas harga pasaran. Dicontohkan jika harga gabah dipasaran sebesar  4000 per Kg, tetapi jika dijual langsung di penyosohan beras akan dibeli  sebesar Rp. 4.200.00. Harga jual ini tentunya telah dilakukan MoU antara kerjasama Pemkot Denpasar melalui Dinas Pertanian dengan penyosoh beberapa waktu lalu.

Dari program ini Pemkot Denpasar melakukan pemotongan distribusi dari penebas ke petani, sehingga petani dapat datang langsung ke penyosoh yang telah ditunjuk melakukan kerjasama seperti Penyosoh Beras Padmasari, dan Penyosoh Beras Mertasari. Program ini akan berlangsung efektif pada masa panen Tahun 2017 mendatang, yang diperkirakan pada awal bulan Januari dan Februari mendatang di 42 subak yang ada di Kota Denpasar.

“Program ini tentunya menjadi program Walikota Rai Mantra yang berpihak kepada produksi pertanian di Kota Denpasar disamping menekan alih fugsi lahan,” ujar Ambara.

Disamping itu dalam keberpihakan kepada produksi petani Pemkot Denpasar juga telah memberikan asuransi pertanian serta pembebasan pajak untuk areal persawahan di Kota Denpasar. Ambara juga menjelasakan luas lahan pertanian basah maupun kering di Kota Denpasar  mencapai 2.485 hektar.

Dari program subak lestari diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang ada serta akan menerapkan awig-awig Subak Lestari.

“Boleh menjual lahan pertanian tapi tidak boleh untuk alih fungsi lahan melainkan tetap sebagai lahan pertanian,” ujar Ambara, sembari mengatakan atas ide dari Walikota Rai Mantra, kedepan dalam program pertanian ini akan dilanjutkan dengan menerapkan program beasiswa bagi anak petani sampai perguruan tinggi. (pur/humasdps/bpn)

 

Keterangan Foto : Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat mencoba alat panen Mini Combine di Subak Renon beberapa yang waktu lalu

Rai Mantra Minta Semua LPD Se-Kota Denpasar Terapkan LPD Go Digital

BALIPORTALNEWS.COMWalikota Denpasar IB. Rai Mantra melaunching LPD Go Digital Selasa (20/12/2016) di LPD Kesiman Kecamatan Denpasar Timur.  

Menurut Rai Mantra Digitalisasi yang diterapkan LPD Kesiman Kecamatan Denpasar Timur ini sangat bagus, karena transaksi yang dilakukan secara transparan dan akuntabilitas. Dengan menerapkan LPD Digital ini kepala LPD tidak akan merasa was-was karena masyarakat bisa secara langsung mengawasinya secara langsung.

‘’Agar sistem digital ini berjalan dengan Baik saya harapkan infrastruktur seperti jaringan internet harus bagus,’’ ungkap Rai Mantra.

Menurut Rai Mantra keunggulan LPD itu adalah faktor sosialisasi komunikasi yang tidak dimiliki oleh lembaga lainnya. Artinya sosialisasi komunikasi itu mereka saling mengenal dan saling komunikasi antara satu dengan lain dalam menumbuhkan kepercayaan.

Disatu pihak konsumen atau masyarakat itu sendiri memerlukan pelayanan yang mudah. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen sistem harus dirubah dengan digitalisasi. Sehingga masyarakat yang tidak mempunyai masalah sosial komunikasi akan lebih unggul dari pada yang lain karena potensi lokalnya sangat baik.

Untuk mempermudah memberikan pelayanan kepada masyarakat Rai Mantra  mengharapkan semua LPD yang ada di Kota Denpasar  melakukan revitalisasi dengan menerapkan sistem ini maka kepercayaan masyarakat semakin tinggi kepada LPD. Sampai saat ini LPD se Kota Denpasar  yang menggunakan digital ini baru 4 LPD.

‘’Itu pun setiap kecamatan baru menerapkan satu-satu, untuk tahun 2017 saya harapkan semua LPD bisa menerapkannya dan infra strukturnya juga harus diperhatikan ,’’ ungkap Rai Mantra.

Sementara Kepala LPD Kesiman Wayan Rayun mengatakan, menerapkan digital ini transaksi menjadi transparan dan akuntabilitas. Meskipun demikian dalam menggunakan digital ini pihaknya juga mengalami kendala seperti gangguan pada jaringan internet sehingga dalam transaksi akan mengalami ganguan.  Jika gangguan terjadi maka pihaknya melakukan of lain atau melakukan pencatatan ulang.

Menurutnya, menggunakan LPD Go Digital ini untuk mengikuti kemajuan teknologi informasi dan  bisa bersaing di masa akan datang. Mengingat kinerja LPD Kesiman atau kekayaan tercatat sampai saat ini sebanyak Rp 188 miliar. Dana pihak ke 3 yaitu tabungan deposito tercatat Rp 106,6 miliar, tabungan Rp 61,5 miliar, deposito Rp 99,5 miliar dan pinjaman dalam bentuk kredit terealisasi sebanyak Rp 158 miliar sedangkan untuk tingkat kesehatan LPD Kesiman termasuk kategori sehat.

Untuk meningkatkan kinerja kedepan ia mengaku  membuat  terobosan dan membuat inovasi layanan dengan pemanfaatan Mobille LPD yang disebut LPD Go Digital. Dimana dalam program LPD Go Digital yang telah diterapkan oleh LPD Kesiman adalah dengan menggunakan SMS Banking, SMS LPD, IBS Collect dan Mobille Banking.

‘’Dengan LPD Go Digital akan diintegrasikan dengan kegiatan-kegiatan  mini sekolah dan Bank Sampah di masa- masa yang akan datang,’’ ujarnya.

Salah satu pihak PT USSI, Maman Tirta menambahkan,  LPD Mobile ini adalah sistem layanan aplikasi yang di peruntukkan bagi nasabah LPD yang memungkinkan melakukan sejumlah transaksi keuangan elektronik yang dapat diakses langsung oleh nasabah tersebut melalui smartphone android. Dengan diterapkan LPD Go Digital ini nasabah dapat mempermudah melakukan transaksi.

Bahkan dengan go digital ini nasabah bisa melakukan transaksi ke Bank Umum. Begitu juga sebaliknya dari Bank Umum bisa melakukan transaksi atau ke LPD. Setelah transaksi dilakukan maka nasabah akan mendapatkan SMS sebagai bukti bahwa transaksi yang dilakukan telah di simpan ke dalam sistem.  

Tidak hanya itu melalui LPD Go Digital nasabah dapat melihat saldo setiap saat yang ada di rekeningnya masing-masing. (ayu/humasdps/bpn)

Ko-Kreasi Menjembatani Kesenjangan di Era Digital

BALIPORTALNEWS.COMEra digital menghadirkan tantangan tersendiri bagi dunia usaha. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa perkembangan positif bagi mereka yang mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi tersebut, sementara mereka yang tidak mampu mengejar ketinggalan akhirnya  menjadi terpinggirkan dan tertinggal. Untuk menjawab tantangan ini, ko-kreasi menjadi prinsip yang harus diperhatikan oleh para pelaku bisnis.

“Dalam lingkungan bisnis saat ini, kalau tidak bekerja sama, tidak mungkin bisa membangun bisnis yang sukses. Ko-kreasi adalah sebuah keharusan bagi setiap perusahaan di era digital,” ujar CEO Six Capital, Patrick Teng, Selasa (20/12/2016) di Balai Senat UGM.

Hal ini ia sampaikan dalam seminar internasional bertajuk Co-creation in the Digital Economy: Bridging the Digital Divide yang diadakan atas kerja sama antara UGM dengan Kamar Dagang dan Industri Australia, Dewan Bisnis Indonesia-Australia, serta Kamar Dagang Indonesia. Seminar yang masih menjadi bagian dari Dies Natalis UGM yang ke-67 ini ditujukan untuk memetakan dan memitigasi kesenjangan dan ketertinggalan terkait dengan perkembangan ekonomi digital serta untuk memperkuat kerja sama antara berbagai pihak untuk mewujudkan ko-kreasi di bidang ekonomi digital.

Dalam kesempatan ini, Patrick memaparkan bagaimana prinsip ko-kreasi menjadi hal yang penting di era ekonomi digital saat ini. Jika di masa lalu sumber daya bisa dikuasai oleh pihak tertentu saja, maka dengan ekonomi digital, monopoli ini tidak lagi terjadi. Dengan kata lain, semua pihak kini mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk berkontribusi sekaligus mendapat manfaat akibat distribusi sumber daya yang tersebar merata.

“Dewasa ini, ekonomi digital pada intinya terkait dengan kreasi bersama dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersebar di berbagai pihak,” ujar Patrick.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ekonomi digital saat ini pada intinya terkait dengan kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama dan menciptakan suatu karya yang jauh lebih besar. Prinsip ini juga, lanjut Patrick, yang mendorongnya untuk menjalin kerja sama dengan UGM dalam pengembangan teknologi digital. Selain karena dikenal dengan beragam riset yang berkualitas, keterlibatan UGM dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi nilai tambah yang membuatnya optimis terhadap kerja sama yang telah diinisiasi beberapa waktu silam ini.

“Saya sangat kagum dengan kapasitas yang ditunjukkan oleh UGM dan hal-hal yang bisa kami capai bersama dalam waktu kurang dari 1 tahun ini. Kami juga sangat menghormati kepedulian UGM untuk berkontribusi bagi Indonesia,” imbuhnya.

Patrick menambahkan, atas dasar semangat inilah kerja sama yang diinisiasi Six Capital bersama UGM dilakukan, khususnya untuk menjembatani kesenjangan kesejahteraan antara masyarakat urban dan masyarakat pedesaan. Kerja sama ini pun mendapat sambutan yang baik dari Rektor UGM. Sebagai universitas yang dekat dengan pedesaan, menurutnya, masalah kesenjangan memang menjadi salah satu perhatian utama dari UGM.

 “UGM telah berkomitmen untuk mendukung pembangunan desa. Kita semua, baik mahasiswa maupun peneliti, harus terus bekerja sama untuk membuat lompatan dalam menurunkan kesenjangan kesejahteraan antara masyarakat urban dan pedesaan,” ujar Rektor UGM, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D.

Ia kembali mengulas pesan yang sempat ia sampaikan dalam laporan Dies Natalis UGM, mengenai bagaimana UGM memiliki kepedulian yang mendalam terhadap perkembangan daerah pedesaan, khususnya mengingat besarnya wilayah pedesaan di Indonesia yang memiliki potensi untuk digarap. Hal ini, menurutnya, adalah titik awal yang harus diperhatikan dalam rancangan pembangunan nasional Indonesia yang berkelanjutan.

“Melalui pembangunan desa kita bisa membangun Indonesia. Pembangunan ekonomi kita diprediksi akan sangat berkembang dengan pesat, namun sayangnya itu belum terefleksi dalam kenyataan,” imbuhnya.

Dalam waktu dekat, kerja sama antara UGM dan Six Capital akan diwujudkan dalam pembangunan Digital Innovation Center yang akan melengkapi fasilitas Teaching Factory serta Science Technopark yang dibangun UGM. Selain itu, kedua institusi ini juga akan bekerja sama untuk mewujudkan kemudahan akses kesehatan bagi masyarakat pedesaan dengan mendistribusikan smartphone serta mensosialisasikan penggunaan aplikasi kesehatan yang mudah digunakan sebagai salah satu upaya preventif terhadap masalah kesehatan. Selain kerja sama dengan Six Capital, dalam kesempatan ini UGM juga menginisiasi kerja sama dengan Kamar Dagang Australia yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding. (gloria/humas ugm/bpn; foto: firsto)

Pemkab Badung Komit  Wujudkan LPD Sehat

BALIPORTALNEWS.COM – Pemberian hadiah serta reward atau penghargaan kepada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang berprestasi di Kabupaten Badung , merupakan wujud kongkrit dan komitmen Pemerintah untuk terus mendorong agar LPD di Kabupaten Badung menjadi semakin sehat serta mampu berkontribusi bagi pelestarian Desa Adat di Kabupaten Badung.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat Penyerahan Hadiah kepada LPD berprestasi, bertempat di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung, Selasa (20/12/2016). 

Dikatakan pula bahwa keberadaan LPD di Kabupaten Badung telah sejalan dengan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana antara lain mampu memacu pertumbuhan ekonomi, mampu menciptakan lapangan usaha, mengentaskan kemiskinan dengan membuka peluang kerja dan berusaha melestarikan keberadaan adat budaya serta turut menjaga keseimbangan lingkungan yang tetap berlandaskan dengan Tri Hita Karana.

Wabup Suiasa juga menekankan bahwa Pemerintah akan selalu memberikan perhatian kepada LPD dengan melakukan penguatan manajemen melalui pelatihan pengurus dan badan pengawas LPD serta melakukan pembinaan rutin.  

“Lomba ini diharapkan mampu meletakkan fungsi dan peran LPD secara proporsional sesuai dengan hakekat historis didirikannya LPD serta tetap menjaga asset kearifan lokal sehingga bisa dilestarikan dan dikembangkan ke arah yang positif,” ungkapnya.  

Selain hal tersebut Suiasa juga mengingatkan bahwa dalam pengelolaan LPD agar dilaksanakan dengan prisip kehati-hatian dan selalu berpedoman dengan awig-awig yang berlaku di masing-masing desa adat sehingga LPD akan dapat tumbuh dan berkembang dengan Sehat dan bisa menunjukkan jati diri sebagai Lembaga Keuangan milik Desa Adat dan manfaat dan kontribusinya dapat dirasakan oleh masyarakat adat.

Kabag Administrasi Perekonomian Setda Kabupaten Badung selaku Wakil Ketua Tim Penilai LPD Berprestasi mengatakan bahwa selain untuk memotivasi, penilaian juga diharapkan mampu menanamkan dan mengembangkan sikap mental positif pengurus dan badan pengawas  dalam meningkatkan kinerja pengelolaan LPD.

“Pemerintah juga akan memberikan reward kepada LPD yang mampu mengembangkan talentanya dalam mendorong kemandirian desa adat, disamping itu LPD percontohan ini harus mampu memberikan imbas positif kepada LPD yang lain dalam menyingkapi pengelolaan serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” jelasnya.

Ditambahkan pula bahwa penilaian masing-masing LPD dimulai dari tanggal 6 Oktober 2016 di LPD Desa Adat Kerobokan Kuta Utara dan terakhir dilaksanakan di LPD Desa Adat Kerta Kecamatan Petang tanggal 15 Nopember 2016. LPD berprestasi yang mengikuti penilaian berjumlah 12 LPD yang merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan dan dibagi menjadi 2 kategori.

Tim Penilai terdiri dari unsur Bappeda Litbang, unsur Inspektorat Badung, Unsur Bagian Keuangan Setda Kab. badung, BPD Cabang Mangupura, BPD cabang Badung, LPLPD Badung dan BKS LPD Badung.

Adapun Juara 1 sampai 6 untuk kategori A dengan aset diatas 10 milyard yakni LPD Desa Adat Kerobokan, LPD Desa Adat Blahkiuh, LPD Desa Adat Seminyak,LPD Desa Adat Kampial, LPD Desa Adat lambing Sibang Kaja, dan LPD Desa Adat Mengwitani. Dan untuk juara 1 sampai 6 kategori B dengan Aset dibawah 10 milyard,  yakni LPD Desa Adat Samu, LPD Desa Adat Punggul,LPD Desa Adat Perang, LPD Desa Adat Pikah, LPD Desa Adat Batulantang dan LPD Desa Adat Kerta. (humasbadung/bpn)

 

Keterangan Foto : Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyerahkan hadiah kepada LPD berprestasi, di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung, Selasa (20/12/2016).

Rai Mantra Resmikan Mangsi Coffee Sanur

BALIPORTALNEWS.COM – Dengan dorongan motivasi Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di dalam memajukan pembangunan khususnya di bidang ekonomi kreatif di Denpasar dengan mengajak seluruh generasi muda untuk ikut serta di dalamnya.

Kini kreativitas para anak muda di Denpasar memang sudah terlihaat menunjukan jati dirinya di bidang ekonomi, dengan penuh kreasi dan berbagai macam jenis usaha yang memiliki daya saing tinggi di industrinya masing-masing, para anak muda ini mampu menunjukan daya saingnya dalam zaman globalisasi ini.

Dimana salah satunya Mangsi Coffee, yang merupakan salah satu hasil karya anak muda Denpasar yakni dr. Windu Segara Senet di dalam bisnis kopi. Kosistensi ini telah di buktikannya kini dengan di bukanya Mangsi Coffee Sanur, ini merupakan cabang kedua, yang mana sebelumnya sudah di buka di Jalan Merdeka Renon. Mangsi Coffee Sanur ini diresmikan langsung Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya, yang di tandai dengan hand print di atas lukisan canvas, Minggu malam, (11/12/2016).

Di zaman sekarang ini, para generasi muda lokal (local entrepreneurship) di denpasar haruslah bisa maju dan berkembang di dalam mengisi pertumbuhan ekonomi.

“Dikarenakan zaman digitalisasini sekarang ini anak muda jauh memiliki krativitas yang tinggi dibandingkan generasi tua dan orang tua sebenarnya banyak mendapatkan ilmu kreativitas dari anak muda dengan meminta  ide-ide segar serta cerdasnya dalam inovasi, itulah yang terjadi di era digitlisasi sekarang ini,” kata Rai Mantra. 

Para local entrepreneurship jauh memiliki pengembangan pemikiran yang lebih bagus dan saya yakin jika para generasi muda ini bisa mengontrol/mengendalikan emosional dan intelektualnya serta sepiritualnya dengan baik, niscaya mereka bisa bersaing bisnis di kiprah nasional maupun internasional.

Mangsi Coffee ini merupakan salah satu dari sekian bisnis anak muda di Denpasar yang sudah masuk ke dalam rambah bisnis kopi yang sangat aktif dengan kata lain Mangsi Coffee ini mampu memotivasi dirinya terhadap berkembangan café-café coffee sekarang ini dan di Bali ini belum ada pengusaha kopi yang memiliki kemasan saset untuk di jual.

Jadi Mangsi Coffee ini akan bisa masuk kesemua ranah dalam bisnis kopi dengan kemasan-kemasan yang ada di pasar ekonomi nasional dan pastinya akan bisa terus tumbuh dan berkembang.”Saya mengucapkan selamat kepada Mangsi Coffee atas dibukanya kembali yang kedua di Sanur dan diharapkan kepada masyarakat untuk bisa selalu mencintai produk lokal, karena dari kencintaan itu, kita bisa terus maju dan berkembang”, ujar Rai Mantra.

Sementara Pemilik Mangsi Coffee Segara Windu Senet mengucapkan rasa terimakasihnya karena Walikota Denpasar bisa hadir serta meresmikan Mangsi Coffee Sanur ini dan terus mensuport kami dari awal kami berdiri yakni pada tahun 2004.

Dimana pada awalnya Mangsi hanya memproduksi kopi bubuk dalam kemasan dan kini Mangsi terus berkembang dengan membuat kopi dengan campuran olahan rempah lokal Bali yang menjadikan Mangsi memiliki ciri khas tersendiri bagi penikmat kopi.

Ini semua juga berkat peran serta Bapak Walikota Rai Mantra yang terus mensuport saya pribadi dan Mangsi khusnya untuk terus bisa berkreasi dan berkembang dan saat ini kopi Mangsi sudah beredar  dan di dapatkan dalam kemasan saset di 320 otlet toko modern seluruh Bali, mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi untuk generasi muda Denpasar untuk bisa berusaha di dalam bisnis ekonomi kreatif. (ays’/humasdps/bpn)

Pemkot Denpasar Berdayakan UKM dan Wirausahawan Muda

BALIPORTALNEWS.COM – Pembinaan UKM dan Wirausaha  muda terus digencarkan Pemkot Denpasar melalui serangkaian pembinaan maupun penyediaan pameran yang bertujuan mempertemukan pengusaha teresebut dengan pasar. Seperti pada Sabtu (10/12) di Bali Creative Industry Centre (BCIC) Denpasar diadakan Pesta Wirausaha Bali 2016 dengan tema “Scale Up Bisnismu” yang digagas oleh komunitas bisnis TDA (Tangan Di Atas) didukung oleh Pemkot Denpasar. Kegiatan yang dikemas dengan seminar bisnis, workshop bisnis, serta pameran produk UKM ini dibuka langsung oleh Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra.

Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan suatu saat Enterpreneur akan menjadi sesuatu yang penting bagi bangsa ini. Anak muda saat ini jangan ragu untuk menjadi wirausaha yang maju dan berkembang serta bisa beradaptasi denagn perkembangan zaman.

“Apa yang menjadi tren dewasa ini, seorang wirausaha dituntut mampu beradaptasi. Kondisi saat ini dimana peluang menjadi wirausaha disegala lini sangat besar harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk maju oleh anak muda di Kota Denpasar. Momen ini harus dimanfaatkan betul” ujar IB Rai Dharmawijaya Mantra.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan unit usaha mikro saat ini memiliki peran yang sangat besar. Saat ini sangat terbuka bagi yang memiliki knowledge untuk maju dan berkembang tanpa memerlukan biaya yang besar. Tanpa memerlukan buliding yang besar saat ini terbuka bagi pengusaha muda untuk berkembang di era digital. “Sekarang ini adalah era kreatif yang sangat cepat perkembangannnya.

Kalau anak muda yang ingin berwirausaha saat ini tidak memanfaatkan momentum era sekarang amatlah disayangkan. Untuk menjadi pengusaha yang maju, anak muda saat ini perlu memiliki mental bagus dan kemauan untuk keluar dari zona nyaman. Selain juga pengusaha muda dituntut beradaptasi dengan era digitalisasi dewasa ini.

Semua itu merupakan modal bagi pengusaha muda yang ingin maju dan berkembang. Pemkot Denpasar selama ini telah mendukung para pengusaha muda melalui program- program baik pembinaan maupun mempertemukan UKM dan pengusaha muda dengan pasar melaui pameran- pameran” ujar IB Rai Dharmawijaya Mantra.

Ketua Panitia Acara Hendra Saputro mengatakan peserta Pesta Wirausaha Bali 2016 berjumlah 150, terdiri dari berbagai unsur diantaranya mahasiswa, karyawan maupun karyawan yang ingin pelan- pelan beralih menjadi wirausaha UKM.

Pesta Wirausaha Bali 2016 bertujuan untuk mengupgrade pengetahuan bisnis bagi masyarakat yang tertarik menekuni dunia kewirausahaan. Pameran dalam kegiatan ini juga bertujuan mengenalkan produk- produk UKM ini kemasyarakat luas, baik rjaringan relasi maupun investor. Selain juga untuk menjaga semangat pengusaha muda untuk tetap konsisten menekuni dunia kewirausahaan. Selama ini Pemkot Denpasar sangat mendukung perkembangan UKM baik dari segi perizinannya sangat dimudahkan.

“Tantangan bagi para pengusaha dan Pemerintah Kota Denpasar saat ini hanya bagaimana mengupayakan agar produk- produk UKM Kota Denpasar lebih mengglobal, secara nasional maupun interanasional,” ujar Hendra Saputro.

Asri, salah satu peserta pameran yang menekuni bisnis produk handmade mengatakan sangat senang dapat berpartisipasi dalam Pesta Wirausaha Bali 2016.”Harapan kami kedepan bagaimana Pemkot Denpasar semakin menggencarkan pembinaan UKM dan memperbanyak ajang yang dapat mempertemukan UKM ini dengan pasar yang luas,” ujar Asri. (esa/humadps/bpn)

Kabupaten Karimun Magang Program Ekonomi Kreatif di Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat melalui program ekonomi kreatif berbasis budaya, Pemerintah Kota Denpasar bekerja sama dengan Salon Agung yang bergerak di bidang tata rias dan kecantikan membuat PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Agung yang mampu mencetak ratusan bahkan ribuan kader-kader mandiri.

Hal ini  Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka Program Magang PKBM dari Kabupaten Karimun Kepulauan Riau pada (2/12/2016) di PKBM Agung Banjar Kreneng, Denpasar Utara.  Dalam kegiatan yang juga dihadiri anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar IB. Kiana, Komisi I DPRD Kabupaten Karimun Nyi Mas Novi Ujiani, Kabid Puadni Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun Riza Kurniati, serta para peserta yang mengikuti pelatihan. 

Dalam sambutannya Walikota Denpasar I B Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, salut terhadap program ini mengingat apa yang kita permasalahkan dan apa yang kita butuhkan bisa link dan match. Jadi saya harapkan program PKBM ini agar terus diupayakan bahkan ditingkatkan mengingat program ini jelas dan relevan. Selain itu, dengan PKBM ini dapat berkesinambungan dengan program pemerintah dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat melalui program ekonomi berbasis budaya.

“Dengan PKMB ini dapat mengatasi masalah kewirausahaan dan memberi peluang kepada masyarakat untuk belajar merias yang mana merupakan suatu peluang bisnis yang menjanjikan dan sertifikasi dengan baik serta ini juga akan mempunyai dampak yang sangat luas terhadap pergerakan ekonomi dan tingkat pengangguran di Kota Denpasar ,” ujarnya. 

Selain itu PKBM Agung ini lebih lanjut Rai Mantra mengatakan juga mendukung Pemerintah Kota Denpasar menjadi Kota Kompeten. Jadi kita merencanakan Kota Kompeten ini dimana Kota Denpasar dalam upaya meningkatkan pembangunan yang berkelanjutan dengan kualitas ekonomi yang baik dan Pembangunan yang baik pula, dengan itu perlu adanya sertifikasi profesi.

“Jadi kita tidak perlu khawatir lagi dengan pengaruh ekonomi global karena mereka sudah memiliki kompetensi yang jelas dan sertifikasi profesi dalam bidangnya masing-masing,” tandas Rai Mantra.    

Ketua PKBM Agung sekaligus pemilik salon Agung A.A. Ayu Ketut Agung mengatakan, melalaui program PKBM ini masyarakat yang putus sekolah atau mereka yang tidak memiliki ketrampilan akan mendapatkan bekal kemampuan dan pengetahuan khususnya di bidang tata rias dan kecantikan maupun bahasa untuk selanjutnya diharapkan mereka mampu menjadi individu-individu yang mandiri.

Dijelaskannya pula bahwa mereka yang ikut program ini baik untuk paket A, B maupun C tidak dipungut bayaran sepeserpun, ujarnya. Kenapa demikian dia menjelaskan, dalam menjalankan program ini disamping terus berupaya melakukan kerjasama dengan berbagai pihak. 

Ditambahkannya pula walaupun program ini boleh dikatakan berjalan bukan berarti tanpa kendala.

Terutama masalah tempat mengingat minat masyarakat untuk mengikuti program ini sangat tinggi sementara fasilitas yang kami miliki terbatas.

Ia berharap dengan bantuan Pemerintah Kota Denpasar, swasta serta steakholder dapat mampu memberi solusi serta penyelesaian permasalahan yang ada. (eka/humasdps/bpn) 

Ketua Dekranasda Badung Buka Pelatihan UKM Tenun di Getasan

BALIPORTALNEWS.COMDewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Badung bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Badung melalui Disperindagkop menggelar pelatihan pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) Tenun bagi Ibu-Ibu Kelompok Tenun di Desa Getasan, Kamis (1/12/2016) di Kantor Desa Getasan. Pelatihan Tenun secara resmi dibuka Ketua Dekranasda Badung Ny. Seniasih Giri Prasta.

Tak hanya diberi pelatihan, para peserta juga diberikan alat tenun dan benang secara cuma-cuma. Istri Bupati Badung ini mengharapkan peserta berlatih sampai bisa dan dapat menghasilkan kain tenun dengan motif bungan jepun sebagai maskot kabupaten Badung. Dipastikan Pemkab Badung siap memasarkan hasil produksi tenun ini. Pelatihan dihadiri Kadisperindagkop I Ketut Karpiana, Camat Petang I Gst. Ngr. Ariawan dan Perbekel Getasan I Wayan Suandi.

Ny. Seniasih Giri Prasta mengatakan sesuai visi misi Bupati dan Wakil Bupati Badung salah satunya dimana Pemkab Badung akan memajukan UKM dengan harapan mampu menghasilkan produk yang berdaya saing, industri yang berorientasi pada teknologi dan inovasi. Oleh karena itu Dekranasda mengambil inisiatif bekerjasama dengan Disperindagkop untuk melaksanakan pelatinan tenun. Dirahapkan setelah pelatihan, para peserta mampu sebagai pelaku usaha khususnya tenun yang tangguh dan mandiri serta mampu memenuhi kebutuhan konsumen terutamanya di Badung.

“Kami harapkan pelaku usaha tenun nanti dapat memenuhi kebutuhan akan kain tenun, karena kebutuhan kain endek karyawan-karyawati Pemkab Badung, maupun kebutuhan untuk siswa sekolah akan diarahkan untuk mencari di kelompok tenun ini,” harapnya.

 Untuk itu ibu-ibu peserta agar mengikuti pelatihan dengan tekun dan mengikuti arahan para instruktur. Ny. Seniasih juga memastikan dari segi pemasaran, UKM Tenun tidak perlu khawatir, karena Dekranasda dan Pemkab Badung siap untuk membeli dan memasarkan hasil produksi tenun ini.

“Kami siap akan memasarkan, selain untuk kebutuhan di Pemkab dan di sekolah, Bank BPD Bali juga sudah siap memesan kain tenun 100 buah. Jadi ibu-ibu harus semangat dan tekun mengikuti pelatihan ini,” terangnya.

Kepala Disperindang dan para Instruktur dari ISI dan Praktisi diharapkan agar tetap mendampingi para peserta sampai bisa menghasilkan tenun dan mampu berusaha sendiri.

Kadiskoperindag Badung I Ketut Karpiana mengatakan, tujuan pelatihan tenun ini sebagai upaya mengembangkan UMKM di Badung.

Pelatihan ini terselenggara tidak terlepas dari inisiatif Ibu Bupati yang melihat tenun di Badung kurang berkembang. Sehingga dibuatlah pelatihan sehingga pengerajin tenun yang sudah ada di Desa Getasan sejak dulu dapat dikembangkan dan berinovasi dengan baik. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendukung Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) di Badung dalam upaya mewujudkan desa yang mandiri.

“Produk-produk UKM yang ada di Badung, seperti kain tenun, endek, termasuk produk lainnya yang diproduksi ibu rumah tangga akan dioptimalkan bagaimana bisa mensejahterakan masyarakat. Sehingga perekonomian masyarakat disini bisa berkembang terus,” tambahnya.

Kedepan,  UKM di Badung akan terus dikembangkan. “Selain Tenun di Getasan, kita juga akan kembangkan yang sudah ada di Abiansemal dan Pererenan. Inilah kedepan yang akan memenuhi kebutuhan endek di badung,” jelasnya.

Ditambahkan, peserta pelatihan berjumlah 30 orang dan kegiatan akan berlangsung dari tanggal 1 hingga 14 Desember ini. Diharapkan ibu-ibu peserta tekun mengikuti pelatihan, dan narasumber agar dapat mendampingi sampai bisa.

“Kegiatan seperti ini akan berlanjut di tahun 2017, sehingga hasil ini akan dikelola di koperasi dan dipasarkan di Pemerintah dan masyarakat Badung,” pungkasnya. (humasbadung/bpn)

Wagub Sudikerta Serahkan Penghargaan Siddhikarya Bagi Pelaku UMKM Produktif

BALIPORTALNEWS.COMUsaha dan produktitivitas yang dilakukan para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam memajukan ketrampilan maupun daya saing usahanya patut diapresiasi dalam bentuk penghargaan. Pengharagaan ini sebagai bentuk motivasi dalam melakukan tindakan nyata berikutnya yang diharapkan dapat terus meningkat. Demikian disampaikan Wagub Ketut Sudikerta saat menghadiri acara Penganugrahan Penghargaan Produktivitas “Siddhakarya” yang turut dirangkaikan dengan Penyerahan Sertifikat Kompetendi dan Sertifikat Competitor ASC XI di Karangasem Ballroom, Hotel Grand Hyatt Nusa Dua, Selasa (29/11/2016).

“Saya berharap penghargaan ini bisa memberikan semangat kerja yang lebih tinggi untuk meningkatkan kualitas sehingga mampu berdaya saing dalam menghadapi era globalisasi,” ujar Sudikerta.

Lebih jauh, Wagub Sudikerta menyatakan peningkatan produktivitas tidak serta merta akan terwujud hanya karena usaha pelakunya, namun juga diperlukan usaha yang sungguh-sungguh dari semua kalangan yakni instansi pemerintah, pengusaha, pekerja, dan masyarakat. Peningkatan produktivitas harus dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan (kontinual improvement) dalam berbagai aspek kehidupan yang esesnsinya adalah peningkatan efisiensi, efektivitas, dan kualitas.

Untuk itu pula, produktivitas yang ditentukan oleh ketrampilan yang dimiliki SDM perlu didukung dan dimediasi melalui standar kompetensi kerja, pelatihan berbasis kompetensi, serta sertifikasi kompetensi oleh lembaga yang independen.

“SDM yang ada saat ini jangan cukup hanya sampai disana saja, harus kita dukung dari segi kompetensinya, agar mereka bisa meraih sertifikasi kompetensi yang dimiliki, sehingga kompetensi yang dimiliki bisa diakui,” imbuh Sudikerta, seraya menjelaskan dengan memiliki sertifikasi para SDM akan memiliki peluang kerja yang bagus dengan kualitas yang siap pakai.

Ditambahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bali, Ketut Wija selaku Ketua Panitia bahwa Pemprov saat ini sedang berusaha berkoordinasi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk membantu pengakuan kompetensi yang dimiliki SDM di Bali, karena menurutnya BNSP memiliki anggaran yang cukup besar.

Disamping itu, upaya pengajuan sertifikasi sektor pariwisata ke Kementerian Pariwisata pun saat ini gencar dilakukan, agar penganggaran jatah sertifikasi kompetensi bagi Bali bisa dperbanyak.

Sementara itu Dirjen Bina Produktivitas Ditjen Bina Latas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Estiary Haryani, menyatakan produktivitas harus terus digali dan dikembangkan dalam mewujudkan ketrampilan SDM yang berdaya saing. Hal ini menurutnya sangat penting terutama dalam menghadapi dampak ekonomi global, yang diperlukan produktivitas sebagai gerakan seluruh bangsa dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Indonesia.

Terkait penghargaan “Siddhakarya” yang diserahkan kala menurutnya bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan produktivitas disemua lapisan masyarakat. Penilaian penghargaan didasarkan atas 7 kriteria kepemimpinan dan kemampuan manajerial, Perencanaan,strategi 
SDM, fokus kepada pelanggan, data informasi dan analisis, manajemen proses, serta hasil usaha.

Penghargaan Kualitas dan Produktivitas Siddhakarya yang diserahkan saat itu terdiri dari 2 kriteria yakni kriteria Usaha Kecil yang masing-masing dimenangkan oleh Ayu & Bagus Collection, UD. Astiti, CV. Madin Pratama Duta, serta Kriteria Usaha Menengah yang masing-masing dimenangkan oleh CV. Pusaka Bali Perdasa, UD. Mulya Mengwi, dan CV. Tirta Taman Bali. Terkait uji kompetensi oleh LSP Pariwisata Bali, diikuti oleh sekitar 5.793 orang. (humasprovbali/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan