Ketua Dekranasda Badung Buka Pelatihan UKM Tenun di Getasan

BALIPORTALNEWS.COMDewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Badung bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Badung melalui Disperindagkop menggelar pelatihan pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) Tenun bagi Ibu-Ibu Kelompok Tenun di Desa Getasan, Kamis (1/12/2016) di Kantor Desa Getasan. Pelatihan Tenun secara resmi dibuka Ketua Dekranasda Badung Ny. Seniasih Giri Prasta.

Tak hanya diberi pelatihan, para peserta juga diberikan alat tenun dan benang secara cuma-cuma. Istri Bupati Badung ini mengharapkan peserta berlatih sampai bisa dan dapat menghasilkan kain tenun dengan motif bungan jepun sebagai maskot kabupaten Badung. Dipastikan Pemkab Badung siap memasarkan hasil produksi tenun ini. Pelatihan dihadiri Kadisperindagkop I Ketut Karpiana, Camat Petang I Gst. Ngr. Ariawan dan Perbekel Getasan I Wayan Suandi.

Ny. Seniasih Giri Prasta mengatakan sesuai visi misi Bupati dan Wakil Bupati Badung salah satunya dimana Pemkab Badung akan memajukan UKM dengan harapan mampu menghasilkan produk yang berdaya saing, industri yang berorientasi pada teknologi dan inovasi. Oleh karena itu Dekranasda mengambil inisiatif bekerjasama dengan Disperindagkop untuk melaksanakan pelatinan tenun. Dirahapkan setelah pelatihan, para peserta mampu sebagai pelaku usaha khususnya tenun yang tangguh dan mandiri serta mampu memenuhi kebutuhan konsumen terutamanya di Badung.

“Kami harapkan pelaku usaha tenun nanti dapat memenuhi kebutuhan akan kain tenun, karena kebutuhan kain endek karyawan-karyawati Pemkab Badung, maupun kebutuhan untuk siswa sekolah akan diarahkan untuk mencari di kelompok tenun ini,” harapnya.

 Untuk itu ibu-ibu peserta agar mengikuti pelatihan dengan tekun dan mengikuti arahan para instruktur. Ny. Seniasih juga memastikan dari segi pemasaran, UKM Tenun tidak perlu khawatir, karena Dekranasda dan Pemkab Badung siap untuk membeli dan memasarkan hasil produksi tenun ini.

“Kami siap akan memasarkan, selain untuk kebutuhan di Pemkab dan di sekolah, Bank BPD Bali juga sudah siap memesan kain tenun 100 buah. Jadi ibu-ibu harus semangat dan tekun mengikuti pelatihan ini,” terangnya.

Kepala Disperindang dan para Instruktur dari ISI dan Praktisi diharapkan agar tetap mendampingi para peserta sampai bisa menghasilkan tenun dan mampu berusaha sendiri.

Kadiskoperindag Badung I Ketut Karpiana mengatakan, tujuan pelatihan tenun ini sebagai upaya mengembangkan UMKM di Badung.

Pelatihan ini terselenggara tidak terlepas dari inisiatif Ibu Bupati yang melihat tenun di Badung kurang berkembang. Sehingga dibuatlah pelatihan sehingga pengerajin tenun yang sudah ada di Desa Getasan sejak dulu dapat dikembangkan dan berinovasi dengan baik. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendukung Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) di Badung dalam upaya mewujudkan desa yang mandiri.

“Produk-produk UKM yang ada di Badung, seperti kain tenun, endek, termasuk produk lainnya yang diproduksi ibu rumah tangga akan dioptimalkan bagaimana bisa mensejahterakan masyarakat. Sehingga perekonomian masyarakat disini bisa berkembang terus,” tambahnya.

Kedepan,  UKM di Badung akan terus dikembangkan. “Selain Tenun di Getasan, kita juga akan kembangkan yang sudah ada di Abiansemal dan Pererenan. Inilah kedepan yang akan memenuhi kebutuhan endek di badung,” jelasnya.

Ditambahkan, peserta pelatihan berjumlah 30 orang dan kegiatan akan berlangsung dari tanggal 1 hingga 14 Desember ini. Diharapkan ibu-ibu peserta tekun mengikuti pelatihan, dan narasumber agar dapat mendampingi sampai bisa.

“Kegiatan seperti ini akan berlanjut di tahun 2017, sehingga hasil ini akan dikelola di koperasi dan dipasarkan di Pemerintah dan masyarakat Badung,” pungkasnya. (humasbadung/bpn)

Wagub Sudikerta Serahkan Penghargaan Siddhikarya Bagi Pelaku UMKM Produktif

BALIPORTALNEWS.COMUsaha dan produktitivitas yang dilakukan para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam memajukan ketrampilan maupun daya saing usahanya patut diapresiasi dalam bentuk penghargaan. Pengharagaan ini sebagai bentuk motivasi dalam melakukan tindakan nyata berikutnya yang diharapkan dapat terus meningkat. Demikian disampaikan Wagub Ketut Sudikerta saat menghadiri acara Penganugrahan Penghargaan Produktivitas “Siddhakarya” yang turut dirangkaikan dengan Penyerahan Sertifikat Kompetendi dan Sertifikat Competitor ASC XI di Karangasem Ballroom, Hotel Grand Hyatt Nusa Dua, Selasa (29/11/2016).

“Saya berharap penghargaan ini bisa memberikan semangat kerja yang lebih tinggi untuk meningkatkan kualitas sehingga mampu berdaya saing dalam menghadapi era globalisasi,” ujar Sudikerta.

Lebih jauh, Wagub Sudikerta menyatakan peningkatan produktivitas tidak serta merta akan terwujud hanya karena usaha pelakunya, namun juga diperlukan usaha yang sungguh-sungguh dari semua kalangan yakni instansi pemerintah, pengusaha, pekerja, dan masyarakat. Peningkatan produktivitas harus dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan (kontinual improvement) dalam berbagai aspek kehidupan yang esesnsinya adalah peningkatan efisiensi, efektivitas, dan kualitas.

Untuk itu pula, produktivitas yang ditentukan oleh ketrampilan yang dimiliki SDM perlu didukung dan dimediasi melalui standar kompetensi kerja, pelatihan berbasis kompetensi, serta sertifikasi kompetensi oleh lembaga yang independen.

“SDM yang ada saat ini jangan cukup hanya sampai disana saja, harus kita dukung dari segi kompetensinya, agar mereka bisa meraih sertifikasi kompetensi yang dimiliki, sehingga kompetensi yang dimiliki bisa diakui,” imbuh Sudikerta, seraya menjelaskan dengan memiliki sertifikasi para SDM akan memiliki peluang kerja yang bagus dengan kualitas yang siap pakai.

Ditambahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bali, Ketut Wija selaku Ketua Panitia bahwa Pemprov saat ini sedang berusaha berkoordinasi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk membantu pengakuan kompetensi yang dimiliki SDM di Bali, karena menurutnya BNSP memiliki anggaran yang cukup besar.

Disamping itu, upaya pengajuan sertifikasi sektor pariwisata ke Kementerian Pariwisata pun saat ini gencar dilakukan, agar penganggaran jatah sertifikasi kompetensi bagi Bali bisa dperbanyak.

Sementara itu Dirjen Bina Produktivitas Ditjen Bina Latas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Estiary Haryani, menyatakan produktivitas harus terus digali dan dikembangkan dalam mewujudkan ketrampilan SDM yang berdaya saing. Hal ini menurutnya sangat penting terutama dalam menghadapi dampak ekonomi global, yang diperlukan produktivitas sebagai gerakan seluruh bangsa dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Indonesia.

Terkait penghargaan “Siddhakarya” yang diserahkan kala menurutnya bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan produktivitas disemua lapisan masyarakat. Penilaian penghargaan didasarkan atas 7 kriteria kepemimpinan dan kemampuan manajerial, Perencanaan,strategi 
SDM, fokus kepada pelanggan, data informasi dan analisis, manajemen proses, serta hasil usaha.

Penghargaan Kualitas dan Produktivitas Siddhakarya yang diserahkan saat itu terdiri dari 2 kriteria yakni kriteria Usaha Kecil yang masing-masing dimenangkan oleh Ayu & Bagus Collection, UD. Astiti, CV. Madin Pratama Duta, serta Kriteria Usaha Menengah yang masing-masing dimenangkan oleh CV. Pusaka Bali Perdasa, UD. Mulya Mengwi, dan CV. Tirta Taman Bali. Terkait uji kompetensi oleh LSP Pariwisata Bali, diikuti oleh sekitar 5.793 orang. (humasprovbali/bpn)

“Keben” Tempel Tisu Bunga Produk WMD Laris Di Pasar Asia

BALIPORTALNEWS.COMProduk dengan bahan alami seperti bahan dasar anyaman bambu menjadi produk bokor, keben, topi, tas, dan dompek yang dihiyasi lukisan bunga warna-warni berbahan dasar kertas tisu laris di Pasar Asia seperti Malaysia, Singapura dan Korea.

Produk karya Decocraft Bali dengan pemilik usaha dr. K A Kristiana Dewi Komalasari salah satu peserta kompetisi Wirausaha Muda Denpasar (WMD) Tahun 2016 ini ditinjau langsung Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra pada Sabtu (18/11/2016) dikawasan Ubung Denpasar. 

Dalam kesempatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dekranasda Kota Denpasar yang dilakukan secara rutin Ketua Dekranasda Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra ajak membahas tantangan yang dihadapi kerajinan anyaman dengan hiyasan tisu lukis ini.

“Tidak saja melakukan monev dengan para perajin di Kota Denpasar, kali ini kita juga melakukan pembahasan bersama tantangan setiap produk yang dihasilkan salah satu Wirausaha Muda Kota Denpasar,” ujar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra.

Produk Decocraft  Bali ini dengan tantangan pemilik usaha dr. K A Kristiana Dewi Komalasari dalam bahan baku produk dapat kita lakukan pembahasan bersama. Tampilan produk yang begitu detail dan rapi menjadi salah satu kunci minat masyarakat untuk membeli.

Seperti produk Keben, Bokor, Tas yang dihasilkan dengan bahan dasar bambu pilihan menjadi sebuah tantangan yang perlu terus dilakukan inovasi perajin untuk perkembangan produk. Apalagi produk ini yang khas dengan pernak-pernik Bali sangat dicari dan laris di Pasar Asia.

“Tentu kami dari Dekranasda Denpasar terus berupaya melakukan pemasaran produk-produk perajin dengan keterlibatan meraka disetiap event-event budaya yang diselengarakan di Kota Denpasar,” ujar Ny. Selly.

Dalam waktu dekat dalam event Denpasar Festival Ke-9, Ny. Selly juga mengajak Decocraft Bali untuk menampilkan produknya serta mengharapkan untuk terus melirik minat dan trend masyarakat saat ini. 

Sementara dr. K A Kristiana Dewi Komalasari mengatakan tantangan yang dihadapi pada bahan baku bambu yang sulit dicari. Bahan baku seperti Keben, Bokor, dan tas didapat dikawasan Buleleng dengan tisu lukis didatangkan dari Thailand.

“Hanya bahan baku bambu yang menjadi tantangan kita saat ini dalam perkembangan produk kedepan,” ujarnya.

Satu produk Keben berkisaran dari harga Rp. 50 ribu hingga Rp. 200 ribu, Bokor dari harga Rp. 170 ribu hingga Rp. 200 ribu, tas dan dompet dari harga Rp. 50 ribu hingga Rp. 400 ribu. Keben, Bokor, tas dan dompet sangat diminati dikawasan Asia seperti Malaysia, Singapura dan Korea, sementara di Indonesia sendiri diminati dari kawasan Jakarta, Surabaya dan Sulawesi.

“Kami pemasaran produk lewat online dan ada juga yang datang langsung di galeri worksahop,” ujarnya sembari mengatakan rata-rata pendapatan perharinya mencapai Rp. 3 juta- Rp. 10 juta. (pur/humasdps/bpn)

Orange Economi, Strategi Pemkot Denpasar Membangun Ekonomi Berbasis Kebudayaan

BALIPORTALNEWS.COM – Pelestarian kebudayaan dan potensi pengembangan ekonomi berbasis kebudayaan baik ekonomi kultural maupun industrial kultural dan strategi masyarakat Kota Denpasar menghadapi perubahan zaman merupakan isu yang krusial dewasa ini.

Pada Jumat (21/10/2016) di Denpasar diadakan Fokus Group Discusion (FGD) membahas strategi pengembangan ekonomi yang berbasis kebudayaan lokal atau  Orange Economy serta peluang dan tantangan masyarakat menghadapi perubahan jaman. Pertemuan ini mempertemukan berbagai unsur seperti Budayawan, Akademisi, Sabha Upadesa serta SKPD dilingkungan pemerintah Kota Denpasar.

I Gusti Wayan Murjana Yasa, salah satu pembicara mengatakan Orange Ekonomi sejatinya merupakan perpaduan antara ekonomi dan kebudayaan dimana ide idenya ditransformasikan ke dalam barang jasa bernilai budaya dan memiliki nilai yang ditentUkan kekayaan intelektual.

Dimana ide- ide itu bertransformasi sehingga ada kaitan antara nilai kebudayaan dan produk- produk kebudayaan yang dihasilkan. “Kita di Kota Denpasar banyak sekali memiliki kebudayaan yang bisa menjadi inspirasi menghasilkan produk – produk kebudayaan sehingga bisa menjadi suatu landasan membangun perekonomian Kota Denpasar secara keseluruhan.”ujar Murjana Yasa.
Lebih lanjut Murjana Yasa mengatakan saat ini banyak terjadi degradasi produk kebudayaan, dimana produk – produk kreatif terdegradasi karena banyaknya produk yang potensial menjadi komoditas ekspor desainnya malah diminati oleh pasar lokal.

“Kita harus gali kebudayaan kita yang bisa kita jadikan produk kebudayaan. Komitmen Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra menjadikan Kota Denpasar berwawasan budaya penting untuk ditindak lanjuti. “Pembangunan ekonomi berbasis budaya unggul memiliki keunikan dimana destinasi produk unggulan perlu dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki makna dan dijelaskan kepada konsumen filosofi dibalik produk tersebut sehingga bisa menjadi kebanggaan konsumen yang memakainya. Strategi seperti itu penting dan saat ini momentumnya tepat dimana insan muda kreatif di Kota Denpasar terus bertumbuh dan perlu untuk  digerakkan meskipun masih ada tantangan dimana UMKM di Kota Denpasar berbentuk kecil dan harus dihimpun menjadi satu kesatuan misalnya dalam bentuk koperasi agar memiliki nilai tawar lebih di pasar” ujar Murjanayasa.

Sementara itu Narasumber lain IGN Anindya Putra menjelaskan kembali pentingnya kerangka pemikiran Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dimana seluruh SKPD dilingkungan pemerintahan Kota Denpasar harus memahami filosofi Smart City yang berbasis kebudayaan dan mampu membuat program kegiatan untuk tujuan menjadikan Kota Denpasar sebagai Smart City yaitu Smart Economy, Smart Mobility, Smart Enviromental, Smart People, Smart Living dan Smart Government.

Budaya harus dijadikan landasan pembangunan daerah, Pusaka sebagai identitas, SDM yang kreatif melalui penggalian, eksplorasi, pengelolaan didukug kapasitas, suporting, public value cerdas, mandiri, kompeten dan teknologi informasi. Kota Denpasar saat ini telah meiliki Dewan Pusaka yeng merupakan induk yang menaungi bidang koordinatif seperti Listibya, Sabha Upadesa, Badan Kreatif, Badan Promosi dan juga Dekranasda” Ujar Anindya. (esa/hms dps/bpn)

 

Keterangan Foto : Pertemuan Budayawan, Akademisi, Sabha Upadesa serta SKPD dilingkungan pemerintah Kota Denpasar membahas strategi pengembangan ekonomi yang berbasis kebudayaan lokal pada Jumat (21/10/2016) di Denpasar

Pelaku UMKM Minim Daftarkan Hak Paten 

BALIPORTALNEWS.COMDirektorat Pengembangan Produk Ekspor Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (RI) memberikan pemahaman tentang perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) terhadap pelaku UMKM di Kabupaten Gianyar.Berdasarkan data saat ini, di Kabupaten Gianyar terdapat sekitar 23 ribu pelaku UMKM.Sementara yang baru mendaftarkan hak patennya melalui Klinik HAKI Kabupaten Gianyar baru mencapai 120 pelaku UMKM.

Hal ini dilakukan sebagai upaya awal untuk semkin memperkuat hak paten produk kerajinan dan industri hasil kerajinan masyarakat Gianyar di tengah ketatnya persaingan global saat ini.Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Gianyar, Rabu (19/10/2016).

Kepala Seksi Direktorat Pengembangan Produk Ekspor Kemendag RI, Ichwan Joesoef mengatakan, pentingnya HAKI sebagai perisai bagi hasil produk pengusaha.

Untuk itu pihkanya telah meluncurkan layanan unggulan bernama Indonesia Design Development Centre. Program tersebut merupakan wahana bagi pelaku usaha dengan para desainer untuk bertukar pikiran dalam menghasilkan produk yang berkualitas terbaik. “Kita perkuat dengan layanan informasi yang sedang menjadi trend saat ini,”ujar Ichwan Joesoef.

Kadis Perindustrian dan Perdagangan Gianyar, Wayan Suamba mengatakan berbicara mengenai HAKI pada masa terdahulu, masyarakat di Bali secara umum masih erat menganut prinsip ngayah. Yakni mengerjakan sesuatu atau menghasilkan produk tertentu dapat dikembangkan secara cuma – cuma.

Sebab, memang inspirasi produk karya seni  kerap timbul dari tempat – tempat suci dan tarian – tarian khas Bali. Namun, era sekarang ini semuanya berbalik 180 derajat. Dimana masyarakat dituntut untuk bersaing secara kompetitif untuk menghasilkan karya terbaik yang dapat memenangkan pasar ekonomi.”Sekarang apa – apa bersifat  individual,”jelas Suamba.

Untuk itu,  pelaku usaha khususnya di Kabupaten Gianyar sudah selayaknya melakukan antisipasi terhadap kemungkinan hasil karyanya diduplikasi, dijiplak  oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu dengan cara memagari diri dengan produk hak cipta.

”Dengan mendaftarkan HAKI, maka pengusaha bisa dengan tenang memproduksi hasil karya, tanpa harus khawatir ditiru. Sebab, nanti akan ada prosedur hukum yang melindungi,” jelasnya.

Dikatakan, saat ini di Kabupaten Gianyar terdapat sekitar 23 ribu pelaku UMKM.Sementara yang sudah mendaftarkan hak patennya melakli klinik HAKI Kabupaten Gianyar sudah mencapai 120 pelaku UMKM. Secara presentasi, angka tersebut relative minim. Akan tetapi, pelaku UMKM lainnya sudah banyak mendaftarkan hasil karyanya secara individual melalui system online yang sudah disediakan oleh pemerintahan pusat. (hms gianyar/bpn)  

Emilia Takao Buka Restoran Jepang di Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM – Pecinta makanan khas Jepang, kini tak perlu jauh-jauh pergi ke negaranya. Di Indonesia sudah dibuka makanan khas Jepangang bernama Senbonzakura.

Pemiliknya adalah Dwi Lestari Emilia Takao atau lebih dikenal dengan sebutan Emilia Takao . Sebelum membuka makanan khas negeri Sakura, dia sekitar 16 tahun berada di Jepang.

“Restoran ini dibuka untuk melengkapi kebutuhan konsumen yang ada di Indonesia untuk dapat merasakan citarasa masakan Jepang yang khas dan higienis tanpa harus pergi ke negeri Sakura,” ujar Emilia Takao, Kamis (6/10/2016).

Selain mau melengkapi aneka makanan di Indonesia untuk memanjakan konsumen supaya punya banyak pilihan, restoran Senbonzakura dibuka untuk membuka lapangan kerja bagi orang-orang yang tidak mampu.

“Membantu menyediakan lapangan kerja serta menyiapkan tempat untuk para generasi yang ingin mengembangkan bakat atau hobi-nya untuk mengenal masakan-masakan negara Asia terutama masakan Jepang. Tanpa ijazah tinggi pun bisa diterima,” katanya. (r/bpn)

Dekranasda Denpasar Gencarkan Monev, Produk Bordir Lesu, Masyarakat Cendrung Pilih Pakaian Jadi

BALIPORTALNEWS.COM Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar gencarkan pelaksanaan monitoring dan evaluasi (Monev) ke beberapa perajin yang ada. Hal ini juga tak terlepas dari produk-produk kerajinan masyarakat Kota Denpasar dari produk kerajinan tangan hingga produk tekstil yang terus berkembang pesat dengan sentuhan kreativitas bermuatan lokal.

Kegiatan festival utuk menampilkan produk-produk kerajinan disetiap desa, kecamatan terus ditampilkan baik dalam ajang festival ditingkat desa hingga festival ditingkat kota dan Nasional.

Pada Selasa (4/10/2016) pelaksanaan monev menyasar tiga perajin. Mengawali mengunjungi perajin bordir dan endek Kiana Butik dikawasan, Jl. Kerta Dalem Sari Sidekarya, Kecamatan Denpasar Selatan. Pemilik butik sekaligus perajin bordir Emy Pramandayani mengatakan lesunya permitaan bordir dikalangan masyarakat saat ini.

Hal ini juga mengingat berbagai produk pakaian jadi yang cendrung memiliki harga yang terjangkau. Emy juga mengaku melakukan sebuah langkah untuk tetap meningkatkan eksistensi produk bordir yang tentunya dapat dipadukan dengan bahan kain lainnya.

Produk bordir yang dekat dengan pakain wanita ini juga memiliki kualitas produk yang berbeda-beda. Dari kualitas produk yang rendah justru cendrung dengan harga relatif murah yang biasanya dijual dari harga Rp. 500 ribu hingga Rp. 750.000.

“Kini masyarakat cendrung memilih pakaian jadi, seperti brokat yang siap pakai dengan harga Rp. 100 ribu,” ujarnya.

Melakukan promosi lewat pameran yang dilaksanakan Pemkot Denpasar serta juga pernah mengikuti pameran di Nasional Emy mengaku harus terus melakukan promosi meski melalui media sosial dan promosi kepada konsumen yang telah menjadi langganan.

Terkait dengan endek, Emy mengaku masih mencari bahan di kawasan Klungkung, hal ini juga terkait dengan alat, bahan serta tenaga kerja yang sangat sulit dicari dalam pembuatan produk endek. “Kami juga pernah mendapatkan informasi terkait dengan mesin tenun endek yang telah di kembangkan di Kota Denpasar,” ujarnya.  

Sementara Kabag Ekonomi Setda Kota Denpasar I Made Saryawan mengatakan kegiatan monev gencar dilaksanakan Dekranasda Kota Denpasar. Dibawah kepemimpinan Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra dengan menekankan pelaksanaan monev untuk lebih mengetahui tantangan dan hambatan yang ditemui para perajin, serta memotivasi perajin guna meningkatkan daya saing produknya.

Kegiatan monev kali ini dilaksanakan dari tanggal 2 Oktober – 2 November mendatang dengan menyasar pelaksanaan monev kepada perajin tekstil, silver, sandal/sepatu, tas kulit, kerajinan kayu, aksesoris hingga kerajinan daur ulang yang berada di empat kecamatan di Kota Denpasar. (pur/hms dps/bpn) 

Walikota Apresiasi Semangat Pemberdayaan Kewirausahan IWAPI

BALIPORTALNEWS.COM – Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra  mengatakan, pemerintah tidak pernah mengukur perusahaan itu dari segi banyak atau sedikitnya uang. Namun pemerintah mengukur  semangat pemberdayaan dari jiwa kewirausahanya.

"Supaya program Iwapi berjalan di kalangan masyarakat agar disinergikan, untuk itu menjadi tugas dari ketua ranting Iwapi kecamatan," ujar Rai Mantra, usai pelantikan dan pengukuhan ketua ranting Iwapi kecamatan se-Kota Denpasar periode tahun 2016 -2021 di gedung Sewaka Dharma Lumintang, Senin (3/10/2016)

Iwapi Kota Denpasar melantik IA Rusmawati SE sebagai  Ketua Ranting Iwapi Kecamatan Denpasar Barat, Ni Nyoman Sri Utari S.Sos, M.Si., sebagai Ketua Ranting IWAPI Kecamatan Denpasar Timur, Ni Wayan Toni Yantiwap sebagai Ketua Ranting Kecamatan Denpasar Utara dan Anak Agung Mayun Matrini sebagai Ketua Ranting IWAPI Kecamatan Denpasar Selatan periode tahun 2016 -2021. Dalam acara ini juga dihadiri Pembina Iwapi Kota Denpasar, Ny. Selly Dharmawijaya Mantra.

Ketua Iwapi Kota Denpasar, Jero Puspawati mengucapkan terima kasih atas support yang diberikan Walikota Denpasar untuk melakukan pelantikan dan pengukuhan pengurus ranting Iwapi Kota Denpasar. Sehingga semua program ini bisa berjalan dengan baik.

Menurutnya, pembentukan dari ketua ranting kecamatan se-Kota Denpasar ini adalah untuk mendukung program Pemkot Denpasar yakni menciptakan wirausaha baru dan pemetaan potensi pengusaha yang ada di kecamatan se-Kota Denpasar.

Dalam kesempatan itu ia juga mengatakan, DPC Iwapi Kota Denpasar terpilih sebagai DPC teladan se-Provinsi Bali tahun 2016. Sehingga mewakili Provinsi Bali dalam pemilihan DPC Teladan tingkat Nasional yang akan dilaksanakan pada Rakernas IWAPI di Lombok Nusa Tenggara Barat pada 9-12 Oktober 2016.

Ni Nyoman Sri Utari S.Sos, M.Si., sebagai Ketua Ranting Iwapi Kecamatan Denpasar Timur menambahkan, akan memberikan bantuan pemberdayaan kepada masyarakat miskin agar mereka terbuka wirausahanya dalam bidang dunia usaha. Dimana sehari-harinya pihaknya bergelut dibidang kemasyarakatan.

Tentunya harus banyak menyesuaikan diri dengan ibu-ibu pengusaha yang sudah setiap hari bergelut dengan usaha baik itu sebagai hobi maupun sebagai mata pencaharian.

Kiranya jasa wirausaha yang sudah mendarah daging di kalangan ibu-ibu dapat diteruskan kepada masyarakat. Dengan memberdayakan mereka melalui ekonomi kerakyatan yang sudah dikembangkan di Kota Denpasar. (ayu/hms dps/bpn)

Kawasan Taman Pancing Dijadikan Pasar Terapung, Rai Mantra Ajak Masyarakat Gali Potensi Desa Angkat Perekonomian

BALIPORTALNEWS.COMPemkot Denpasar terus melakukan upaya meningkatkan kebersihan aliran sungai di Kota Denpasar. Beberapa aliran dan bantaran sungai telah dilakukan penataan, dari kebersihan, infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat desa setempat untuk terus berupaya mewujudkan sungai bersih. Beberapa diantaranya Tukad  Badung (Gajah Mada), Tukad Tagtag, Tukad Bindu, Tukad Pengembak Sanur, dan kawasan aliran Tukad Badung di Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan sebagai kawasan hilir.

Pada Kamis (29/9/2016) upaya kali bersih menjadikan kawasan hilir Sungai Badung di Desa Pemogan tepatnya dikawasan Jl. Taman Pancing menjadi kawasan alternatif wisata baru di Kota Denpasar. Melalui Badan Lingkungan Hidup Kota Denpasar, instansi terkait dan keterlibatan masyarakat Pemogan menyediakan beberapa perahu-perahu kecil dengan melibatkan pedagang terapung Ibu-ibu PKK Desa Pemogan menjadikan suasana baru dikawasan tersebut.

Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra hadir langsung bersama Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Denpasar A.A Bagus Sudharsana, dan instansi terkait berbaur dengan para pedagang terapung. Kegiatan ini juga rangkaian dari penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba sungai bersih yang dilaksanakan di empat Kecamatan di Kota Denpasar yang diraih Desa Sumerta Kauh sebagai Juara I, Juara II Desa Peguyangan Kaja, dan Juara III Desa Peguyangan Kangin.

Tampak Walikota Rai Mantra dan Ny. Selly memborong telur, sayur mayur, dan sayur urab khas masyarakat Desa Pemogan. “Program Kali bersih bukan baru pertama dilaksanakan, namun terus melakukan upaya mewujudkan kali bersih lewat penataan dan pemberdayaan masyarakat seperti pasar terapung saat ini,” ujar Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra. Desa pemogan menjadi kawasan hilir sungai Badung yang terus dilakukan upaya penataan lewat peran serta seluruh masyarakat.

Keterlibatan komunitas kali bersih desa pemogan menjadi salah satu upaya yang nantinya mampu menjadikan kawasan sungai ini sebagai tempat rekreasi, olahraga, peningkatan kesehatan dan peningkatan perekonomian masyarakat. Rai Mantra juga meminta Kepala Desa Pemogan untuk melakukan perencanaan pasar terapung secara berkelanjutan, baik berjualan pagi hari maupun sore hari.

“Kami akan memberikan bantuan perahu-perahu dan modal usaha kepada masyarakat yang ingin berjualan dipasar terapung ini,” ujar Rai Mantra sembari mengatakan Tahun 2017 akan dilaksankan penataan dikawasan ini bersama Kementerian PU melalui Satker Pengairan Wilayah Bali Nusra.

Kepala Desa Pemogan Komang Wiryanata mengatakan kita akan laksanakan secara berkelanjutan program pasar terapung dikawasan sungai ini. Tentu hal ini juga tak terlepas dari penataan yang telah dilakukan Pemkot Denpasar dengan rencana kedepan pembangunan beberapa fasilitas publik dikawasan Taman Pancing ini.  (pur/humas pemkot dps/bpn)