Konvensi dan Pameran IPA ke-42 Tahun 2018

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Konvensi dan Pameran IPA ke-42 tahun 2018 secara resmi dibuka hari ini oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko Kepala SKK MigasAmin Sunaryadi, serta Presiden IPA Ronald Gunawan.

Konvensi dan pameran yang tahun ini mengambil tema “Driving Indonesia’s Oil and Gas Global Competitiveness” tersebut menggarisbawahi perlunya upaya meningkatkan kembali daya saing sektor hulu migas Indonesia di level global sebagai salah satu pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh para pemangku kepentingan di sektor ini.

Dalam pidato pembukaannya, Presiden IPA, Ronald Gunawan, menekankan tema IPA Convex tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi hulu migas Indonesia yang terus mengalami penurunan produksi sehingga membutuhkan investasi untuk menemukan cadangan migas baru melalui kegiatan eksplorasi dan EOR. Di sisi lain, persaingan global untuk menarik investasi migas berlangsung sangat ketat sehingga diperlukan peningkatan daya saing Indonesia secara global.

“Dalam World Energy Outlook 2017 oleh International Energy Agency (IEA), minyak dan gas bumi masih akan tetap menjadi energi utama di dunia dalam 20-30 tahun ke depan, dimana porsi energi dari migas masih di atas 50%. Di Indonesia, Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017 menetapkan target porsi energi dari migas di tahun 2050 adalah sebesar 44% dari total energi nasional. Dari data ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa minyak dan gas bumi masih menjadi tulang punggung energi nasional dalam 20-30 tahun ke depan,” papar Ronald.

Tantangan Indonesia, imbuhnya, juga terkait dengan status Indonesia yang telah menjadi negara net importir minyak bumi sejak tahun 2002. Dengan terus menurunnya produksi migas nasional, diperkirakan Indonesia akan menjadi net importir untuk gas di tahun 2022.

“Untuk mengatasi ketimpangan ini diperlukan investasi besar dalam melakukan eksplorasi guna menemukan sumber-sumber migas yang baru. Ini adalah sebuah tantangan yang besar karena eksplorasi untuk menemukan cadangan migas baru telah  bergeser ke daerah frontier dan laut dalam yang memerlukan investasi awal cukup besar dan teknologi yang tinggi,” urainya.

IPA menyadari bahwa berbagai perbaikan dan penyelarasan kebijakan untuk industri migas telah dilakukan Pemerintah. Dalam hal ini, pemerintah telah merevisi, menerbitkan aturan baru, atau bahkan memangkas aturan yang dianggap menghambat operasional. “Kami mengharapkan agar perbaikan iklim investasi migas di Indonesia ini terus dilanjutkan sehingga dapat meningkatkan jumlah serta mempercepat proyek-proyek migas untuk berpoduksi,” ujar Ronald.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan, pun menggarisbawahi peran industri hulu migas sebagai salah satu kontributror pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karenanya pemerintah terus berusaha untuk melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan kemudahan proses bisnis di Indonesia dengan mengurangi jumlah perijinan serta reformasi birokrasi dilakukan demi mendorong investasi di Indonesia.

Meskipun kontribusi sektor migas ke penerimaan negara menurun, namun tidak dapat dipungkiri bahwa industri ini tetap merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi dan menjadi katalisator perkembangan daerah melalui efek bergandanya.

Sementara itu, Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi menyatakan bahwa diperlukan komunikasi dan kerja keras seluruh pemangku kepentingan di industri hulu migas agar dapat meningkatkan daya saing industri hulu migas Indonesia. “Kami yakin bahwa industri migas akan tetap ada di Indonesia karena permintaan global yang terus meningkat. Industri menghadapi tantangan yang memaksa kita semua untuk menjadi kreatif dan inovatif dalam melakukan efisiensi dan meningkatkan daya saing,” katanya.

Pada tahun ini, IPA Convex memperkenalkan sesi baru yang khusus membahas mengenai teknologi, yaitu Technology Session. Ada beragam topik diskusi yang akan dibahas, meliputi 1) Governments on Innovation of New Technology Improvement, 2) Impact of Digital Internet of Things in the Upstream Oil and Gas, 3) New Business Model in Gross Split System, dan 4) Technology for Decommissioning.

Selain sesi diskusi, IPA Convex juga tetap mengadakan sesi technical program (TPC) yang diikuti ratusan kalangan muda Indonesia baik mahasiswa maupun professional. Ada sebanyak 119 karya ilmiah dan 71 poster yang akan dipresentasikan dalamtechnical session dan poster session. Dari sisi peserta konvensi, tercatat ada lebih dari 1.500 peserta dan 116 perusahaan peserta pameran yang turut serta pada IPA Convex 2018. (r/bpn)

Simakrama Gubernur, Stakeholders Sepakat Quality Tourism

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika menggelar Simakrama Gubernur Bali dengan Masyarakat yang mengangkat tema “Solusi Pariwisata Bali” di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Sabtu (25/2/2017).

Simakrama yang digelar untuk ke-88 kalinya ini merupakan tindak lanjut dari Simakrama yang digelar sebelumnya yang mengangkat tema “Prospek Pariwisata Bali”.

Kali ini Gubernur Made Mangku Pastika mengundang para praktisi pariwisata di Bali untuk secara gamblang memberikan solusi terhadap kondisi pariwisata Bali yang sudah mengemuka sebelumnya. Menurut Pastika dunia pariwisata yang sudah digeluti masyarakat Bali harus diambil manfaat sebesar-besarnya, sepanjang tidak merusak tanah, adat, tradisi, budaya dan agama di Bali.

“Kita semua bicara pariwisata budaya. Budaya Bali adalah budaya pertanian. Tapi bagaimana membuatnya, siapa yang mau bikinnya? Kita cari solusi,” katanya membuka pertemuan.

Ketua PHRI Bali Tjokorda Artha Ardhana Sukawati mengatakan untuk menerapkan pariwisata budaya Bali tidak bisa hanya infrastrukturnya saja, namun harus satu paket dengan sumber daya manusianya.

Ia juga menilai penataan zonasi harus memperhatikan kearifan lokal. Pria yang biasa dipanggil Cok Ace ini juga kembali menegaskan agar moratorium hotel di Bali selatan diberlakukan meski ia menyadari kewenangannya ada di pemerintah Kabupaten/Kota dan bukan Pemprov Bali.

Ketua Association of the Indonesian Tour & Travel Agencies (ASITA) Bali Ketut Ardana tak menampik bahwa persaingan hotel di Bali selatan khususnya sudah tidak sehat. Ia mendorong agar pemerintah menertibkan persaingan harga kamar hotel bintang empat ke bawah. Dampaknya kualitas pariwisata Bali terus menurun.

Penurunan kualitas ini juga dirasakan Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali Nyoman Nuarta. Ia mempertanyakan soal pramuwisata yang legal namun tak memakai busana adat Bali, padahal itu diatur di dalam Perda.  Namun di sisi lain sebagai pramuwisata Ia menyambut gembira hadirnya desa-desa wisata baru yang memberikan nuansa dan pilihan suasana baru bagi wisatawan yang sudah pernah datang ke Bali.

Sementara itu Ketua Bali Villa Association (BVA) Gede Sukarta mengingatkan agar pemerintah mengawasi keberadaan villa bodong. Ia meminta ada law enforcement mengingat banyaknya kasus yang terjadi di villa seperti pembunuhan dan masalah lainnya akibat dari tidak termanagenya villa dengan baik.

Ketua Gabungan Pengusaha Wisata Tirta (Gahawisri) Ida Bagus Agung Partha Adnyana menilai perlu ada manajemen pariwisata yang baik seperti persoalan sampah dan kemacetan. Pria yang juga menjabat Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali ini menilai perlu ada sinergi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Untuk itu perlu One Island Management.

Untuk itu ia mendorong pemerintah Kabupaten/Kota punya goodwill untuk menyerahkan sebagian kewenangannya di bidang pariwisata kepada Pemerintah Provinsi Bali dengan tujuan membuat pariwisata Bali lebih baik.

Selain para pelaku pariwisata beberapa pembicara lain termasuk masyarakat umum menyampaikan pendapatnya di Simakrama ini.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika kembali menegaskan bahwa pariwisata Bali harus menuju pada Quality Tourism. Bahkan Presiden RI sudah menyetujui kalau Bali mengembangkan pariwisata berkualitas untuk membuat pariwisata Bali menjadi sustainable tourism atau berkelanjutan. Mayoritas pelaku pariwisata yang hadir sepakat dengan ide ini.

Bagus Sudibya menilai untuk menciptakan pariwisata yang berkualitas salah satunya dengan menerapkan konsep Clean and Green yang sudah dicanangkan Pemprov Bali.

“Kebersihan adalah keinginan semua orang dan ini kebudayaan,” katanya.

Kebersihan bukan saja di tataran pelaksanaan tapi juga kebersihan lainnya seperti kebersihan pikiran dan perkataan.

Gubernur berharap hasil simakrama ini bisa dilanjutkan dengan Focus Group Discussion untuk benar-benar merumuskan langkah konkrit yang bisa dilakukan Pemerintah Provinsi Bali.

Tampak hadir dalam Simakrama, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Anggota DPRD Bali Kadek Nuartana dan Kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Bali. (humasbali/bpn)

Vincent Yong, Salah Satu Tokoh Ternama Dalam Industri Logistik di Kawasan Asia Tenggara

BALIPORTLANEWS.COM, JAKARTA – Vincent Yong, adalah sebuah nama yang tidak asing lagi dalam industri logistik sebagai ahli pemberi solusi masalah-masalah rumit dalam bisnis industri logistik. Beliau telah resmi ditunjuk sebagai Managing Director yang baru untuk DHL Global Forwarding Indonesia, sebuah perusahaan terkemuka dalam layanan pengiriman barang melalui darat, laut dan udara.

Sebagai Chief Operating Officer DHL Global Forwarding Thailand pada jabatan sebelumnya, Yong berhasil membawa timnya melewati keadaan politik yang penuh dengan ketidakpastian pada tahun 2006, bencana alam banjir pada tahun 2011 dan berbagai masalah infrastruktur yang dihadapi oleh Thailand. Hal ini terbukti dari pengembangan unit bisnis dan kelancaran proses konsolidasi operasional bisnis pada Multimodal Hub seluas 100.000 sqft di Bandara Suvarnabhumi, Thailand.

“Vincent sekali lagi menunjukkan keberhasilannya menghadapi tantangan sulit di tengah rumitnya industri logistik di kawasan Asia Tenggara,” ujar Thomas Tieber, CEO, DHL Global Forwarding ASEAN dan Asia Selatan.

“Saya tidak ragu sedikit pun akan keahlian dan disiplin luar biasa yang dimiIikinya. Saya yakin, dengan modal tersebut, beliau dapat membawa DHL Global Forwarding Indonesia menuju babak baru yang jauh lebih baik — dan menjadi kebanggaan bagi karyawan lain maupun konsumen akan pelayanan DHL Global Forwarding yang cemerlang — sebagaimana Indonesia melangkah dengan pasti dalam pembangunan,” ujar Tieber.

“Selama berada di Thailand, saya telah melihat bagaimana kita melompat dari satu tantangan ke tantangan lain — yang sangat bermanfaat untuk membangun pemahaman yang dalam akan situasi di lapangan; mulai dari hal-hal operasional logistik melalui udara maupun laut hingga manajemen krisis, keamanan dan masalah-masalah ekonomi makro — yang dapat mempersiapkan kita menghadapi dinamika bisnis di Indonesia,” ujar Yong.

“Selain itu, jabatan terakhir saya sebagai Regional Head of Technology memberikan saya keyakinan lebih mendalam bahwa teknologi adalah cara yang sangat efektif dalam membawa Indonesia meraih kemajuan,” ungkap Yong

“Sebagaimana pembangunan Indonesia yang terus memberikan perhatian penuh pada teknologi dan infrastruktur — seperti jaringan Mass Rapid Transit dan pengembangan terminal pada beberapa bandara — harapan kita adalah biaya serta modal yang harus dikeluarkan dalam pengoperasian bisnis semakin menurun. Selain itu, sebagai negara terpadat keempat di dunia, Indonesia menyimpan potensi yang besar dalam konsumsi domestik meskipun laju impor dan ekspor melambat. Saya optimis keunggulan kompetitif DHL dapat meningkat di tengah pasar industri yang bergerak cepat.”

Dengan jabatan sebelumnya sebagai Head of Regional Technology and Trade Lane Dept., Yong tidak akan mengalami kesulitan berarti dalam berinteraksi dengan pihak-pihak yang berasal dari latar belakang berbeda — mulai dari usaha kecil sampai ke perusahaan teknologi raksasa — untuk meningkatkan pelayanan DHL bagi konsumen. Yong juga diharapkan dapat membangun kolaborasi yang lebih kokoh dalam timnya sendiri, dengan mengembangkan lingkungan kerja yang lebih bertanggung jawab dan bersemangat demi keberhasilan tim dan juga konsumen. (mor/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Batu Bara Indonesia Siap Dominasi Pasar China

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – China membutuhkan pasokan energi yang besar untuk mengimbangi pesatnya pertumbuhan sektor industri mereka. Hal tersebut membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha batu bara Indonesia untuk meningkatkan volume ekspor ke China.

Untuk tujuan itulah, Indonesia hadir di The 17th China Coal and Mining Expo (CCME) pada 25-28 Oktober 2017 di Beijing, China. Di perhelatan ini PT Borneo Pasifik Global (BPG) mendapat kepercayaan mewakili Indonesia untuk pertama kali di coal expo terbesar di China tersebut.

CCME adalah pameran pertambangan batu bara terbesar di China dengan reputasi yang diakui seluruh dunia yang diadakan setiap dua tahun sekali. Tahun ini, CCMEmengambil tema, “Intelligent Manufacturing, Leading the Future” dan diikuti hampir 400 perusahaan dari 18 negara, termasuk Amerika Serikat, Rusia, dan Jerman.

“BPG berusaha agar konsumen industri, perusahaan pembangkit listrik hingga investor sektor pertambangan dan energi dari China bisa lebih memahami regulasi dan iklim usaha sektor pertambangan Indonesia,” kata CEO BPG, Rendy Halim, yang ikut hadir di acara tersebut.

CCME menjadi ajang untuk meningkatkan hubungan baik antara China dan Indonesia, khususnya dalam bidang perdagangan. Calon pembeli dan investor dari China mendapatkan penjelasan terkait fluktuasi harga batu bara hingga jaminan transparansi dalam proses penambangan dan pengiriman komoditas tersebut.  Hal ini berguna untuk meningkatkan keyakinan bahwa bisnis antara China dengan Indonesia itu sangat aman dan prospektif.  Dan juga dukungan dari kedua belah pihak, Pemerintah Indonesia dan China, memperkuat kenyamanan dan keamanan dalam sisi berbisnis.

“Respons market amat baik. Mereka terlihat antusias untuk memahami lebih jauh perdagangan batu bara di Indonesia. Melalui pameran ini kami ingin membuat hubungan perdagangan batu bara antara Indonesia dan China menjadi lebih baik lagi di segala aspek,” ujar Head of Sales PT BPG, David Tjie, saat ditemui di Jakarta, 6 November lalu. David juga menjadi salah satu pembicara di forum diskusi internasional CCME dengan topik “Prospek Coal Market Indonesia“. Forum ini diikuti 5 perusahaan batu bara terbesar di China, perwakilan pemerintah China, serta  perwakilan negara-negara lain seperti Rusia, Australia dan Eropa.

Di acara bergengsi ini, BPG menampilkan beberapa produk batu bara andalan asal Indonesia, antara lain BPG 47 (NAR44), BPG 42 (NAR38), dan BPG 38 (NAR35). Produk-produk BPG dengan tingkat kadar sulfur yang sangat rendah di bawah 1% ini cocok untuk memenuhi kebutuhan konsumen di sektor industri China yang sangat peduli dengan kebersihan udara. Batu bara BPG dipasok dari produsen batu bara yang memiliki tambang di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

BPG memulai ekspor ke China pada 2015 dengan volume awal mencapai ratusan ribu ton per tahun. Setahun kemudian, ekspor ke China tumbuh mencapai 180%. Dan pada akhir tahun 2017, secara kumulatif pertumbuhan ekspor ke China akan mencapai 310%. Volume ekspor ke China ini setara dengan 55% total volume ekspor batu bara BPG dengan pasar utama antara lain, China, India, Vietnam, Filipina, Thailand, Korea Selatan dan Bangladesh. Hingga kini BPG mampu melayani kebutuhan batu bara dengan berbagai jenis kualitas. (r/bpn)

Geliat Pemasaran Ragam Produk UMKM Denpasar Di Smesco

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Galeri produk usaha kecil dan menengah (UMKM) di gedung SME Tower atau Smesco, Jalan Jenderal Gatot Subroto sudah berdiri sejak lama. Ferbruari 2018 Smesco Jakarta di re-launching oleh Menteri Koperasi dan UMKM RI A.A Puspayoga sebagai upaya lebih memaksimalkan penataan dan promosi produk-produk lokal unggulan.

Kunjungan pekan informasi Pemerintah Kota Denpasar bersama awak media ke Smesco Jakarta Sabtu (15/4/2018) lalu merupakan kesempatan istimewa terlebih ketika produk lokal hasil karya UMKM Kota Denpasar juga dipamerkan.

Secara khusus, kunjungan ini disambut oleh Ny. Bintang Puspayoga dan Ny.  Erni Guntarti Tjahjo Kumolo yang sekaligus memperkenalkan ragam produk dan kerajinan yang dipanerkan di Smesco Indonesia. Pekan informasi Pemkot Denpasar yang dipimpin Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Denpasar Made Toya mengatakan kehadiran di Smesco untuk melihat lebih dekat produk-produk perajin dan UMKM yang dipamerkan. Bali dan Denpasar salah satunya dapat kita lihat produk perajin dengan berbagai corak dan warna.

“Kami hadir bersama awak media yang nantinya dapat menjadi ajang penyebar luasan informasi tentang ragam produk perajin yang dipamerkan, serta pekan informasi ini menjadi ajang bertukar pikiran antar instansi pemerintahan di daerah,” ujarnya Made Toya.

Lebih lanjut dikatakan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah  (UKM) Kota Denpasar terus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki baik SDM maupun kualitas produk lokal yang dikembangkan. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung pembangunan, perekonomian dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara Dirut Smesco Indonesia, Emilia Suhaimi mengatakan sangat senang menerima kunjungan Pemkot Kota Denpasar dan memperlihatkan produk UMKM Kota Denpasar yang turut serta dipamerkan di sana. “Terima kasih untuk kunjungannya, produk Kota Denpasar seperti kain dan kerajinan juga menjadi  display  kami yang mewakili 34 provinsi di Indonesia,” ungkapnya.

Diketahui bahwa produk yang dipamerkan adalah produk  ungggulan dari masing-masing provinsi yang bekerjasama dengan dekranasda masing-masing provinsi (dev’pur/humas-dps/bpn)

Bali Safari & Marine Park Memenangkan Empat Penghargaan Bali Tourism Awards

BALIPORTALNEWS.COM – Bali Safari & Marine Park kembali berhasil membuktikan keunggulan kualitasnya dengan menyabet 4 penghargaan sekaligus dalam Malam Puncak Penghargaan Bali Tourism Awards. Bertempat di The Trans Resort Bali, empat kategori yang berhasil diraih Bali Safari & Marine Park antara lain Bali Leading Theme Park, Mara River Safari Lodge sebagai Bali Leading Thematic Resort, Bali Agung Show sebagai Bali Leading Tourism Show dan Tsavo Lion Restaurant sebagai Bali Leading Restaurant.

Malam Puncak Penganugerahan berlangsung meriah dan disambut antusias oleh kalangan hospitality di Pulau Bali, dari Bali Safari & Marine Park hadir di antaranya Mr. William Santoso selaku General Manager, dan sederetan manager dari divisi yang berkaitan.

Bali Tourism Awards diinisiasi oleh ITTA (Indonesia Travel dan Tourisn Awards) yang terlebih dulu eksis selama kurang lebih 6 tahun dalam mengapresiasi industri pariwisata dan perhotelan di Indonesia.

Ini merupakan kali ke-dua Bali Safari memenangkan beragam penghargaan bergengsi dari BTA. Pada Tahun 2015, dengan diadakannya BTA yang pertama, membuktikan bahwa industri pariwisata dan perhotelan di Pulau Bali tidak boleh dipandang sebelah mata. Dengan berbagai destinasi dan fasilitas bertaraf Internasional, maka tidak berlebihan jika Bali menjadi contoh bagi kota-kota lainnya di Indonesia terutama dalam sektor pariwisata.

Terdapat sederetan aspek dalam penilaian, diantaranya adalah pelayanan, fasilitas serta konsistensi.  Penjurian juga diadakan terbuka melalui sistem vote yang diselenggarakan sebulan sebelumnya agar masyarakat dapat ikut menentukan dan berpartisipasi dalam penilaian ini.

Ditemui terpisah di sela – sela acara, Mr. William Santoso, General Manager Bali Safari & Marine Park mengungkapkan “Penghargaan ini merupakan bentuk fisik keberhasilan Bali Safari & Marine Park di tahunnya yang ke Sembilan. Dengan selalu mengedepankan mutu dan kualitas serta pelayanan yang baik dan didukung oleh staff-staff professional yang ahli di bidangnya, maka penghargaan ini adalah hasil dari kerja sama dan koordinasi yang baik antara sesama staff di Bali Safari & Marine Park. Kami juga tidak kenal lelah dalam melakukan inovasi dan meningkatkan kualitas serta selalu berbenah diri agar terus maju ke depan. Ini adalah pencapaian tim”

Sumber : Humas Bali Safari & Marine Park

Mahasiswa UGM Ungkap Potensi Wisata Bahari Pulau Bair

BALIPORTALNEWS.COM – Pulau Bair, Kota Tual, Provinsi Maluku mungkin masih terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun, siapa sangka wilayah ini menyimpan berjuta keindahan yang alam dan budaya.

Kota Tual merupakan salah satu kota di Provinsi Maluku yang berdiri pada tahun 2007. Sebelumnya Kota Tual masuk dalam bagian dari Kabupaten Maluku Tenggara. Daerah ini memiliki keindahan bahari yang cukup memanjakan mata. Hanya saja banyak lokasi wisata yang belum diketahui dan dikelola secra optimal.

Saat ini pemerintah Kota Tual mulai melakukan pembangunan besar-besaran di bidang pariwisata. Terlebih, sejak ditetapkan sebagai salah satu surga tersembunyi oleh Kementrian Pariwisata. Salah satu wilayah yang akan dikembangkan menjadi wisata bahari unggulan adalah kawasan utara Kota Tua khususnya Pulau Bair. Pembangunan yang dilakukan dianggap dapat meningkatkan pariwisata lokal. Namun, disisi lain muncul kekhawatiran karena pembangunan dilakukan kurang memeprhatikan lingkungan dan kesiapan masyarakat.

Melihat kondisi itu, sekelompok mahasiswa UGM bergerak melakukan penelitian untuk mendata potensi-potensi yang ada di Pulau Bair dan Kota Tual. Penelitian diketuai oleh Ansye Nanholy,alumnus S2 Teknik Sipil UGM yang beranggotakan Sultan Kurnia AB dan Muslim Dima Khoiru Dhony dari Departemen Arkeologi UGM, serta Dani Ninilouw dari Universitas Pattimura. Dilakukan selama lima bulan yaitu pada bulan Agustus hingga Desember 2016 lalu.

Dari hasil pendataan diketahui bahwa Kota Tual memiliki potensi wisata yang cukup besar. Antara lain, mempunyai garis pantai pasir putih yang bersih dan pulau-pulau kecil dengan karakteristik unik.

“Tradisi dan budaya masyarakatnya juga masih terjaga,” ungkap Sultan, Kamis (12/1/2017) di kampus UGM.

Sayangnya, kekayaan alam bawah laut, khususnya terumbu karang di daerah tersebut mengalami ancaman kerusakan yang cukup besar. Pasalnya, masih banyak dijumpai penggunaan bom ikan dalam kegiatan penangkapan ikan oleh para nelayan.

“Ada ancaman perusakan terumbu karang oleh nelayan yang menangkap ikan dengan memakai bom,”terangnya.

Sultan menambahkan dengan dipilihnya Kota Tual sebagai salah satu hub tol di bagian tenggara Indonesia dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Tual. Dengan hub tol ini menjadikan Kota Tual sebagai titik kumpul dan transit sehingga jumlah kunjungan ke Kota Tual juga akan semakin meningkat.

Disampaikan Sultan, pembangunan wisata bahari di wilayah utara Kota Tual akan dilakukan dalam beberapa tahap oleh pemerintah setempat. Tahap pertama,  dilakukan penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Wisata. Selanjutnya, hasil tersebut akan diimplementasikan di tahun kedua antara lain zonasi wilayah, pembangunan jembatan di tengah-tengah Pulau Bair, pembangunan dan penataan kembali fasilitas wisata di sepanjang garis pantai, revitalisasi kesenian dan budaya masyarakat. Selain itu juga melakukan pemberdayaan masyarakat.

Terkait pemberdayaan masyarakat ini, disebutkan Sultan pemerintah Kota Tual mengungkapkan ketertarikan untuk melakukan kerja sama dengan UGM. Mereka berharap nantinya dapat dibangun kerja sama dalam pemberdayaan masyarakat sehingga mampu mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (ika/humas ugm/bpn)

Geliat Ekonomi Kreatif Denpasar Angkat Potensi Pariwisata

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Erupsi Gunung Agung sedang berlangsung berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Bali termasuk Denpasar. Apalagi erupsi Gunung Agung hingga saat ini belum menunjukan tanda-tanda meletus yang tentu secara Nasional sangat berdampak.

Menurut pengamat ekonomi Prof. Ida Bagus Raka Suardana yang ditemui Selasa (12/12/2017) mengatakan dampak pertumbuhan ekonomi yang sangat dirasakan di Kabupaten Badung, Denpasar, dan Gianyar karena menghandalkan dari industri pariwisata. Sementara yang paling sangat berdampak adalah Kabupaten Badung, karena 90 persen menghandalkan pariwisata.

Sementara Kota Denpasar dengan kebijakan Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya  Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara lewat ekonomi kreatif angkat potensi pariwisata mampu menyelamatkan keberadaan UMKM, meski melambat namun dampaknya tidak besar seperti daerah lain. Denpasar dari segi pendapatan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) tidak begitu besar, namun mampu memunculkan ekonomi kreatif anak muda.

Hal ini akan muncul dengan sendirinya diikuti perjuangan anak muda diberbagai bidang seperti dibidang kuliner, desain, film, dan lain sebagaianya akan muncul dengan sendirinya diikuti tantangan semakin besar.

‘’Kepala daerah baik bupati/walikota harus memiliki kreatifitas dengan mensejahterakan rakyatnya,’’ ujarnya Rai mantra dan Jaya Negara telah berpikir Kota Denpasar dengan mendorong Badan Ekonomi Kreatif Denpasar serta langkah Orange Ekonomi telah didengungkan sejak lama.

Tantangan berat karena maindset anak muda perlu dibangun, peran perguruan tinggi perlu terus dibangun karena perguruan tinggi menciptakan wirausaha baru, dengan peran pemerintah sebagai fasilitator untuk mendukung langkah ini. Berkaitan dengan hal itu, kota Denpasar yang telah memiliki modal, yaitu budaya dan banyak anak muda yang kreatif, tentunya bisa menjadi bagian orange economy yang diperhitungkan.

Secara implementasi, kota Denpasar juga telah menghadirkan berbagai ruang kreatif dan inovatif melalui berbagai event, seperti Denpasar Festival, Denpasar TIK Festival, Mahabandana Budaya, Petinget Rahina Tumpek Landep, Sanur Village Festival, Revitalisasi Pasar Tradisional, hingga menggelar lomba Wirausaha Muda Denpasar. Ciri khas dan dinamis Denpasar sebagai Kota Kreatif selama ini adalah berbasis budaya unggulan, kaya inovasi, sinergi IT dan teknologi digital, dikembangkannya sumber daya terbarukan, dibangunnya multi nilai tambah secara ekonomi, sosial, edukasi, ekologi, dan kultural.

Sementara menurut Walikota Rai Mantra jenis Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Denpasar dari 16 Industri Kreatif yang ada dapat mengembangkan 4 Industri Kreatif yaitu Animasi, Fashion, kerajinan dan Layanan komputer & Piranti Lunak (Startup & Software). Jumlah Tenaga Kerja yang terserap dari Ekonomi Kreatif adalah 19.471 orang.

Pemasukan Dari Ekonomi Kreatif Kota Denpasar tahun 2016 PDRB berdasarkan harga berlaku lapangan Usaha sebesar 0.068 persen dengan laju pertumbuhan 0.031 persen. Disamping itu Rai Mantra juga menjelaskan Pemkot Denpasar telah memiliki program dalam menguatkan industri kreatif dari puncak kreatifitas ada di Denpasar Festival, serta pembangunan Taman Pemuda yang dikenal dengan Youth Park di Taman Lumintang sebagai langkah memberikan ruang kreatifitas kepada anak-anak muda.

“Kita terus fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan yang berlandaskan ekonomi kreatif lewat penguatan-penguatan yang dilandasi kreativitas,” ujar Rai Mantra. (pur/humas-dps/bpn)

Wagub Sudikerta Apresiasi Pembentukan Inkubator Entrepreneur Unwar

BALIPORTALNEWS.COMWakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, mengapresiasi rencana dari civitas akademika Universitas Wamadewa (UNWAR) Denpasar terkait pembentukan inkubator entrepreneur oleh para alumninya. Demikian disampaikannya saat Wagub Sudikerta menerima civitas akademika di  Kantor Gubernur  Bali, Denpasar pada Senin (15/8/2016).

Salah Satu Tim Inkubator yang juga merupakan alumnus UNWAR Tatak Sugiarta, menjelaskan bahwa inkubator entrepreneur merupakan sebuah wadah yang dibuat oleh para alumnus UNWAR untuk memotivasi para mahasiswa agar memiliki jiwa entrepreneurship yang tinggi.

Kegiatan tersebut nantinya akan dibuat seperti workshop rutin maupun pelatihan-pelatihan kewirausahaan  yang diberikan kepada mahasiswa, sehingga nantinya setelah mahasiswa tersebut lulus mereka tidak hanya berpatokan harus menjadi seorang pegawai negeri sipil, akan tetapi memiliki keinginan untuk menjadi seorang wirausahawan.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kesediaan Wagub Sudikerta yang juga merupakan salah satu alumni UNWAR untuk dapat berpartisipasi sebagai motivator dalam tim inkubator tersebut, mengingat Wagub Sudikerta merupakan seorang figur selain duduk sebagai eksekutif juga merupakan seorang wirausahawan.

Menaggapi hal tersebut, Wagub Sudikerta mendukung inisiatif alumnus UNWAR tersebut yang ingin menumbuhkan jiwa entrepreneur dikalangan mahasiswa melalui inkubator ini.  Menurutnya peran entrepreneur dalam menentukan kemajuan suatu bangsa/negara sangatlah penting, terlebih dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN yang telah berkembang saat ini.

Tentunya untuk menghadapi persaingan global peningkatan mutu dan kualitas sumber daya manusia, selain dikuatkan pada bidang teori dalam bidang praktek juga harus dipersiapkan. Untuk itu, usaha-usaha menanamkan jiwa dan semangat kewirausahaan diperguruan tinggi harus terus digalakan dan ditingkatkan, tentunya dengan berbagai metode dan strategi yang membuat mahasiswa tertarik untuk berwirausaha.

Terkait inkubator entrepreneur yang dibentuk oleh alumnus UNWAR ini, Wagusb  yang juga alumni menyatakan  kesiapannya  untuk membantu mensukseskan kegiatan-kegiatan yang nantinya akan dirancang. Ia berharap dengan tim inkubator ini, akan dapat menumbuhkan jiwa entrepreunership pada mahasiswa UNWAR, sehingga ketika mereka telah selesai menuntut ilmu maka meraka tidak lagi kebingungan dalam menghadapi ketatnya persaingan dunia luar.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali Sugawa Kori yang juga selaku Dosen UNWAR

Sumber : Humas Pemprov Bali