28 C
Denpasar
Jumat, 21 September 2018

Sejam, 1 Ton Beras Ludes Dalam Operasi Pasar Beras di Pasar Mambal

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Operasi Pasar Beras yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Koperasi,  UKM  dan Perdagangan bekerjasama dengan Perum BULOG Provinsi Bali berlanjut di Pasar Mambal, Kamis (25/1/2018). Operasi Pasar beras ini dihadiri Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung I Ketut Karpiana didampingi Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan A. A Rai Wirawan. Bulog menyiapkan.

Antusias masyarakat untuk mendatkan beras dengan harga cukup murah sangat tinggi, buktinya selang waktu satu jam saja, 1 Ton beras bulog sudah habis terjual. Masyarakat maksimal dapat membeli beras rata-rata 10 kg atau 2 (dua) kantong plastik.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan I Ketut Karpiana mengatakan, operasi pasar ini merupakan yang kedua, setelah sebelumnya dilaksanakan di Kecamatan Petang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi kenaikan harga beras yang cenderung naik di pasar. Operasi pasar juga sebagai upaya menekan terjadinya inflasi di Kabupaten Badung.

“Operasi pasar beras akan kami lakukan di seluruh Kecamatan di Badung,” katanya.

Dikatakan, bahwa dari lima bahan pokok makanan penyuplai tertinggi adalah beras. Untuk itu pihaknya terus melakukan survey pasar setiap Selasa. Bila ditemukan kelangkaan bahan pokok dan harga naik dilakukanlah eksekusi lewat operasi pasar, berkordinasi dengan Instasi terkait dalam hal ini Bulog, maupun distributor.

 “Dengan langkah ini, apa yang menjadi permasalahan di lapangan seperti suplai terbatas, dengan operasi pasar ini akan dapat kembali menstabilkan harga,” ungkapnya.

Lebih lanjut Karpiana mengatakan, untuk kegiatan operasi pasar beras, Jumat besok (hari ini-red) akan diadakan di Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, dilanjutkan di Kecamatan Kuta, Kuta Utara dan terakhir di Kecamatan Mengwi. Operasi pasar dilakukan bukan untuk hari ini saja tetapi akan terus dilaksanakan ketika barang-barang kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan di pasaran. (humas-badung/bpn)

Rai Mantra Ajak Ciptakan Pasar Rakyat Yang Ramah dan Terpercaya

BALIPORTALNEWS.COM – Dengan mengangkat tema “Jaga Pasar Kita”, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan melaksanakan sekolah pasar yang dipusatkan di Pasar Agung Kecamatan Denpasar Utara, Rabu (15/11/2017).

Pelaksanaan Sekolah Pasar Rakyat dihadir langsung Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra sekaligus memberikan arahan kepada peserta Sekolah Pasar dan menyerahkan sebanyak 600 celemek kepada pedagang.

Kegiatan yang menghadirkan Instruktur Tim Pendampingan Pasar dari Ikatan Sarjana Ekonomi ini diikuti 40 Peserta yang terbagi dari 4 Pasar Tradisional yakni Pasar Sindhu Sanur, Pasar Pedungan, Pasar Tegal Arum dan Pasar Windhu Boga yang masing-masing menghadirkan  perwakilan pedagang.

“Melalui sekolah pasar ini kita berharap dapat menjadi wahana pembelajaran dan edukasi bersama untuk menciptakan pasar rakyat yang berkualitas dan berdaya saing tinggi serta meningkatkan peran ekonomi kerakyatan ,” harap Rai Mantra.

Lebih lanjut dikatakan Pasar Tradisional di Kota Denpasar menjadi gerbang pertama dalam upaya mengajak masyarakat meningkatkan ekonomi kerakyatan. Tidak hanya melakukan penataan fisik pasar dan pengelolaan pasar tradisional bertaraf modern, namun juga saat ini pemerintah Kota Denpasar terus melakukan berbagai program inovasi  meningkatkan peran pasar  tradisional.

Selain revitalisasi pasar, sekolah pasar menjadi salah satu program unggulan  Pemerintah Kota Denpasar untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional yang bermuara pada peningkatan ekonomi kerakyatan.

Perilaku hidup bersih serta kenyamanan pembeli di dalam pasar menjadi modal penting dalam memajukan sebuah pasar tradisional di tengah serbuan pasar modern saat ini.

“Revitalisasi pasar tradisional di Kota Denpasar tidak saja merubah fisik pasar, melainkan diharapkan  mampu merubah maindset pengelola pasar dan pedagang di dalam memberikan pelayanan kepada konsumen,” ujar Walikota Rai Mantra.

Diadakannya sekolah pasar ini diharapkan mampu menjadi media pengembangan ilmu pengetahuan tentang pemahaman pasar rakyat yang ramah, segar dan terpercaya sebagai sinergi program Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Kota Denpasar di dalam menciptakan pasar yang layak dan sehat. disamping memberikan pemahaman kepada pedagang, sekolah pasar ini juga dibentuk sebagai wahana belajar bersama, bertukar pikiran serta sebagai tempat persamaan gagasan inovasi dan kemajuan pasar rakyat ke depan.

“Kita mengambil contoh di Pasar Agung dan Pasar Sindhu dengan omset sebelum direvitalisasi berkisar 2-3 miliar sekarang setelah direvitalisasi bisa mencapai 14 miliar, yang menunjukkan bahwa pasar rakyat itu mampu bersaing,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Perindutrian dan Perdagangan Kota Denpasar, I Wayan Gatra mengatakan, diadakannya sekolah pasar ini telah dilaksanakan sejak Tahun 2016 yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pedagang untuk selalu menjaga kebersihan diri maupun lingkungan serta mewujudkan terciptanya pasar rakyat yang ramah, tegas dan terpercaya.

Dalam kegiatan ini juga diserahkan sebanyak 600 celemek kepada pedagang yakni sebanyak 190 buah untuk pedagang pasar Padang Sambian, 40 buah kepada pedagang Pasar Sindhu, 145 buah kepada pedagang pasar Tembawu, 225 buah kepada Pasar Intaran. (eka/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Tim Penilai Festival Pasar Desa Lirik Pangan Mengandung Bahan Berbahaya

BALIPORTALNEWS.COM – Tim penilai Festival Pasar Desa Kota Denpasar dikoordinir Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar telah bersiap melakukan penilaian terhadap 30 pasar desa dan pasar yang dikelola Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Denpasar.

Terdapat puluhan aspek penilaian yang telah digodok pada Selasa (24/1/2017) dalam pertemuan rapat yang melibatkan unsur Oragnisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Denpasar serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Denpasar. Disamping menilai aspek budaya, keamanan, ketertiban, kenyamanan, kebersihan, keindahan, kesehatan, sanitasi, lingkungan infrastruktur pasar, aspek tata kelola pasar, dan aspek kinerja pasar juga menekankan pada peredaran pangan dan jajanan yang mengandung bahan berbahaya seperti Rhodamin B dan Mentanil Yellow.

“Kita melakukan penggodokan kembali terhadap kriteria penilaian Festival Pasar kali ini dengan masukan BPOM Denpasar menyepakati untuk kewaspadaan bersama dalam melihat peredaran pangan mengandung bahan berbahaya,” ujar Kepala Bidang Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan Desa, Ni Made Puspita Sari saat memimpin rapat.

Lebih lanjut dikatakan pentingnya dalam pembahasan kriteria penilaian ini untuk menyatukan pandangan dalam arahan penataan pasar tradisional bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Ekonomi Kreatif Kota Denpasar sesuai dengan komitmen Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dalam program keberlanjutan revitalisasi pasar tradisional.

Kandungan bahan berbahaya seperti Rhodamin B yang sangat dilarang dalam penggunaan jajanan pasar dapat kita lakukan sosialisasi bersama sehingga terwujud pasar tradisional sesuai dengan visi misi pasar tradisional dari pemerintah pusat. Terkait dengan  penilaian akan dilaksanakan pada Senin 30 Januari hingga 3 Februari mendatang dengan menyasar lima pasar disetiap penilaian.

“Aspek penilaian masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya dan memperebutkan juara pasar tebaik dari juara 1-3 dan juara harapan 1-3 dengan penghargaan nantinya akan diserahkan pada peringatan Hut Kota Denpasar Ke-229 Tahun,” ujarnya

Sementara perwakilan dari BPOM Denpasar Ery Bahari mengatakan hampir seluruh pasar telah direvitalisasi Pemkot Denpasar sehingga dalam penilaian ini perlu terus ditingkatan dalam penggunaan zat-zat makanan yang mengandung bahan berbahaya. Jajanan pasar dan pangan lainnya yang dijual di pasar menjadi salah satu acuan penilaian dengan komitmen bersama meningkatkan eksistensi pasar tradisional dan menjaga kesehatan bersama.

Meski telah rutin dilakukan dalam pengawasan BPOM menggunakan mobil keliling, namun dalam penilaian ini dapat ditingkatkan lagi dalam pengawasan dan sinergitas bersama yang nantinya melakukan edukasi kepada para pedagang dan pengelola dengan gaungnya berada diakhir penilaian. (pur/humasdps/bpn)

Sat Pol PP Semprit Tiga Toko Modern Tanpa Ijin

BALIPORTALNEWS.COM – Pemerintah Kota Denpasar melalui sat Pol PP Kota Denpasar terus gencar melakukan penertiban dan pengawasan terhadap munculnya sejumlah Toko Modern di wilayah Kota Denpasar.

Setelah sebelumnya menyegel sebuah Toko Modern di jalan Batanghari, Jumat (19/8/2016) Sat Pol PP kembali memberikan Surat Peringatan (SP) yang ketiga untuk 3 Toko Modern yang sudah beroperasi tapi belum mengantongi ijin dari Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal (BPPTSP dan PM) Kota Denpasar. Kepala sat Pol PP Kota Denpasar IB.

Wiradana yang ditemui Minggu (21/8/2016) mengatakan Surat Peringatan yang ketiga ini adalah merupakan peringatan yang terakhir, apabila masih beroperasi pihaknya akan mengambil tindakan tegas berupa penyegelan.  Menurut Wiradana saat  melakukan sidak bersama Tim Pengendalian Dan Pengawasan Pelaksanaan Perijinan yang terdiri dari Badan Perijinan, Dinas Tata Ruang, Disperindag, Bag. Hukum serta aparat Kecamatan ada tiga Toko Modern yang diberikan SP 3 yakni Toko Modern UD Sedana yang berlokasi di Jalan Cokroaminoto,  Toko S jalan Buluh Indah dan Indomarco.  

Dikatakannya, masih ada  Mini Market yang belum memiliki ijin lengkap sudah beroperasi. Membuat pihaknya terus berupaya melakukan penertiban termasuk diantaranya menyegel  kepada mereka yang sama sekali belum mengantongi ijin sampai tindakan pencabutan. Ketiga Toko Modern tersebut  ketika diperiksa ternyata pemilik tidak mengantongi ijin sama sekali sehingga dengan kenyataan ini Tim menyarankan agar pemilik segera mengurus ijinnya.

Disamping itu Tim juga memberikan surat peringatan  kepada pemilik agar segera menghadap ke kantor  Satpol PP. Menurut Wiradana pihaknya tidak segan-segan untuk mengambil apabila membangkang sudah barang tentu pihaknya tidak segan-segan akan memberi tindakan tegas sampai penyegelan  sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami tidak pernah menghambat mereka yang ingin berinvestasi di Denpasar asal taati aturannya seperti harus melengkapi ijin usahanya dengan PPM, IMB, SITU/HO dan IUTM,” tegas Wiradana.

Dalam Perwali 9 tahun 2009 dan SK Walikota No. 188.45/495/HK/2011 sudah diatur tentang Toko Modern di Kota Denpasar baik yang berjaringan maupun non berjaringan. “Untuk itu kami minta untuk mentaati aturan tersebut,” pungkas Wiradana. (humas pemkot dps)

 

“Keben” Tempel Tisu Bunga Produk WMD Laris Di Pasar Asia

BALIPORTALNEWS.COMProduk dengan bahan alami seperti bahan dasar anyaman bambu menjadi produk bokor, keben, topi, tas, dan dompek yang dihiyasi lukisan bunga warna-warni berbahan dasar kertas tisu laris di Pasar Asia seperti Malaysia, Singapura dan Korea.

Produk karya Decocraft Bali dengan pemilik usaha dr. K A Kristiana Dewi Komalasari salah satu peserta kompetisi Wirausaha Muda Denpasar (WMD) Tahun 2016 ini ditinjau langsung Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra pada Sabtu (18/11/2016) dikawasan Ubung Denpasar. 

Dalam kesempatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dekranasda Kota Denpasar yang dilakukan secara rutin Ketua Dekranasda Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra ajak membahas tantangan yang dihadapi kerajinan anyaman dengan hiyasan tisu lukis ini.

“Tidak saja melakukan monev dengan para perajin di Kota Denpasar, kali ini kita juga melakukan pembahasan bersama tantangan setiap produk yang dihasilkan salah satu Wirausaha Muda Kota Denpasar,” ujar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra.

Produk Decocraft  Bali ini dengan tantangan pemilik usaha dr. K A Kristiana Dewi Komalasari dalam bahan baku produk dapat kita lakukan pembahasan bersama. Tampilan produk yang begitu detail dan rapi menjadi salah satu kunci minat masyarakat untuk membeli.

Seperti produk Keben, Bokor, Tas yang dihasilkan dengan bahan dasar bambu pilihan menjadi sebuah tantangan yang perlu terus dilakukan inovasi perajin untuk perkembangan produk. Apalagi produk ini yang khas dengan pernak-pernik Bali sangat dicari dan laris di Pasar Asia.

“Tentu kami dari Dekranasda Denpasar terus berupaya melakukan pemasaran produk-produk perajin dengan keterlibatan meraka disetiap event-event budaya yang diselengarakan di Kota Denpasar,” ujar Ny. Selly.

Dalam waktu dekat dalam event Denpasar Festival Ke-9, Ny. Selly juga mengajak Decocraft Bali untuk menampilkan produknya serta mengharapkan untuk terus melirik minat dan trend masyarakat saat ini. 

Sementara dr. K A Kristiana Dewi Komalasari mengatakan tantangan yang dihadapi pada bahan baku bambu yang sulit dicari. Bahan baku seperti Keben, Bokor, dan tas didapat dikawasan Buleleng dengan tisu lukis didatangkan dari Thailand.

“Hanya bahan baku bambu yang menjadi tantangan kita saat ini dalam perkembangan produk kedepan,” ujarnya.

Satu produk Keben berkisaran dari harga Rp. 50 ribu hingga Rp. 200 ribu, Bokor dari harga Rp. 170 ribu hingga Rp. 200 ribu, tas dan dompet dari harga Rp. 50 ribu hingga Rp. 400 ribu. Keben, Bokor, tas dan dompet sangat diminati dikawasan Asia seperti Malaysia, Singapura dan Korea, sementara di Indonesia sendiri diminati dari kawasan Jakarta, Surabaya dan Sulawesi.

“Kami pemasaran produk lewat online dan ada juga yang datang langsung di galeri worksahop,” ujarnya sembari mengatakan rata-rata pendapatan perharinya mencapai Rp. 3 juta- Rp. 10 juta. (pur/humasdps/bpn)

TP-PKK Kota Denpasar Gelar Pasar Murah Jelang Galungan

BALIPORTALNEWS.COM – TP-PKK Kota Denpasar, bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar gencar mengadakan kegiatan Pasar Murah. Pada Kamis (1/9/2016) pasar murah digelar di Kelurahan Dauh Puri, Denpasar.

Kadisperindag Kota Denpasar, Wayan Gatra mengungkapkan, pasar murah bertujuan membantu masyarakat terutama untuk menyiapkan hari raya Galungan dan Kuningan dengan mendapatkan harga murah saat berbelanja barang kebutuhan pokok. “TP- PKK Kota Denpasar, Disperindag Kota Denpasar dan TPID Kota Denpasar menyelengarakan pasar murah ini untuk memberi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dalam membeli barang kebutuhan pokok dengan harga murah menjelang hari raya,” ujar Wayan Gatra.

Lebih lanjut Wayan Gatra mengatakan jenis barang yang disediakan dalam pasar murah ini di antaranya beras, gula, bawang merah, bawang putih, kopi serta gas LPG. Stok barang di antaranya 2 ton gula, 1 hingga 3 ton beras, gas elpigi sebanyak 500 tabung, selain itu disediakan bermacam jenis buah yang mayoritas merupakan buah – buahan lokal.

“Pembelian gas elpigi kita batasi maksimal dua tabung perorang, kalau untuk gula dibatasi 5 kg per orang. Dalam pelaksanaan pasar murah ini Pemkot dibantu Bulog, PT PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia), PT Halus Ciptanadi serta Hiswana Migas. Kita menambah stok barang lebih dari 100 persen seperti biasanya gula 1 ton menjadi  2 ton, beras biasanya 250 kg menjadi  500 kg, stok kita naikkan karena permintaan barang yang naik, soal harga tentu diturunkan meski tidak  terlalu signifikan, yaitu sampai 5 hingga 10 persen jauh dibawah harga pasar, seperti misalnya gula Rp 16.000 kita tawarkan Rp 14.500,’’ ujar Wayan Gatra.

Nyoman Sudira dari Bulog ditemui disela- sela kegiatan mengatakan pihaknya menyediakan beberapa barang kebutuhan seperti tiga jenis beras yaitu Beras C4 Rp 48.000 per 5 kg, Beras “Kita” Rp 51.000 per 5 kg serta Beras Penebel Rp 50.000 per 5 kg. Sementara bawang putih Rp 15.000 per setengah kg, telur Rp 35.000 per 1 kerat, minyak goreng Rp 24.000 per 2 liter. “Untuk stok barang kita sediakan beras 500 kg dari ketiga jenis tersebut, bawang merah 50 kg, bawang putih 25 kg serta telur 5 kerat besar, dan minyak goreng sekitar 10 dus,” ujar Sudira.

Lurah Dauh Puri, Gusti Ayu Made Suryani melihat masyarakatnya sangat terbantu dengan diadakannya kegatan pasar murah oleh Pemkot Denpasar.  (esa/ humas pemkot dps/bpn)

Disperindag Gianyar Datangkan Instruktur Mesin Pencelupan

BALIPORTALNEWS.COM – Dinas Perindustrian Daerah Kabupaten Gianyar bekerjasama dengan Disperindag Provinsi Bali dan Aspergi (Asosiasi Pertekstilan Gianyar) mendatangkan instruktur untuk memberikan pelatihan bagaimana mengoperasikan mesin pencelupan tenun modern. Instruktur yang dihadirkan adalah Bambang Susetyo asal Bandung Jawa Barat.

Pelatihan melibatkan 30 peserta, 25 orang di antaranya perajin tenun dari Kabupaten Gianyar dan lima orang dari Kabupaten Klungkung. Pelatihan dibuka Kadis Perindag Gianyar, I Wayan Suamba di Gedung Aspergi Jalan Raya Bona, Blahbatuh, Gianyar, Senin (29/8/2016).

Selama pelatihan peserta mendapat pengetahuan serta informasi mengenai cara untuk meningkatkan kualitas produk tenun yang dihasilkan dengan menggunakan mesin pencelupan modern yang sudah ada di Kabupaten Gianyar sejak tahun 2015.

Pelatihan tersebut dinilai penting karena jika para perajin sudah mengetahui bagaimana cara memfungsikan mesin tersebut dengan baik dan benar, akan mampu meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan kain tenun di pasaran lokal, nasional dan ekspor.

Sementara Kepala Bidang Aneka Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Gde Wayan Suamba, mengapresiasi Gianyar sudah mendapat bantuan mesin pencelupan dari pemerintah pusat tanpa melewati pihaknya.

Meski demikian baru sekarang bisa mendatangkan instruktur ahli untuk pengoperasian mesin pencelupan benang tersebut. "Ini merupakan kepedulian kami terhadap perajin tenun ikat di Kabupaten Gianyar", ujarnya.

Salah seorang peserta pelatihan Gusti Made Karya yang ditemui disela-sela pelatihan tersebut mengatakan , SDM perajin di Gianyar masih belum begitu memadai, dengan adanya pelatihan mempergunakan mesin pencelupan diharapkan tidak lagi kerepotan pada saat proses produksi.

Dengan demikian akan bisa lebih efisien dalam pencelupan hingga akhir proses akhir dalam memproduksi kain tenun.

Mesin pencelupan tersebut terdiri atas mesin "boiler" yang berfungsi memanaskan air hingga menjadi uap, kemudian mesin pencelupan, dan mesin "sentrifugal" yang berfungsi mengeringkan hasil pencelupan. "Bobin Winder" berfungsi sebagai pembagi benang dan mesin "reeltocoon" yang berfungsi menarik benang dalam bentuk gulungan (ukel) kedalam "cones". (agy/bpn)

Pemkot Denpasar Fasilitasi Perajin Berpameran di Inacraf

BALIPORTALNEWS.COM – Produk kerajinan dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Denpasar yang memiliki ciri yang khas dengan program promosi dan peningkatan inovasi perajin terus dilakukan Pemkot Denpasar.

Melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Denpasar produk perajin dilakukan sentuhan program promosi. Tidak saja promosi dalam berpameran di Kota Denpasar maupun di Bali namun difasilitasi berpameran ditingkat Nasional. Untuk kesekian kalinya Pemkot Denpasar bersama Dekranasda memfasilitasi perajin berpameran dalam ajang Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT 2017) yang tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 26-30 April mendatang.

“Kami kembali memberikan ruang seluas-luasnya kepada perajin Kota Denpasar dalam mempromosikan produk,” ujar Ketua Dekranasda Denpasar Ny.I.A Selly Dharmawijaya Mantra, Jumat (31/3/2017) saat bertatap muka dengan para perajin bertempat di Graha Sewaka Dharma Lumintang.

Lebih lanjut dikatakan Inacraf menjadi ajang pameran terbesar di Indonesia dengan jumlah pengunjung yang sangat membludak serta diikuti kalangan perajin baru dan perajin profesional dari seluruh Indonesia.

Sehingga moment ini sangat tepat memfasilitasi perajin untuk berpromosi. Lebih dari itu ajang ini juga dapat dimanfaatkan para perajin untuk menggali inovasi dan pengalamann dalam peningkatan produk.

Tentu tak terlepas dari produk kerajinan Denpasar dari tekstil hingga kerajinan tangan yang memiliki ciri khas tersendiri dengan kaya corak dan warna. “Kami harapkan para perajin tidak saja berpameran namun dapat menggali ide-ide kreatif melihat inovasi dari kerajinan yang dipamerkan daerah lain,” harap Ny. Selly, sembari mengatakan nantinya para perajin dapat mandiri meningkatkan promosi produk masing-masing.

Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kota Denpasar, Made Saryawan mengatakan pameran Inacraf yang difasilitasi kepada perajin saat ini dari tiga unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Denpasar yakni Bagian Ekonomi, Disperindag, dan Dinas Koperasi dan UKM Denpasar. Masing-masing OPD melibatkan tiga orang perajin yang belum pernah mengikuti pameran di Inacraf.

“Kami berkolaborasi melibatkan perajin yang belum pernah melakukan promosi ditingkat Nasional,” ujar Saryawan.

Pameran akan diikuti selama lima hari di Inacraf yang diharapkan dapat betul-betul dimanfaatkan Perajin dibawah binaan Dekranasda Kota Denpasar. Adapun kerajinan yang akan terlibat meliputi kerajinan sandal endek, tas anyaman, aksesoris, endek, bordir dan kebaya.

Sementara salah satu perajin Suhartini Sudanta mengucapkan terimakasih kepada Pemkot dan Dekranasda Denpasar yang telah memberikan fasilitas dalam berpameran ditingkat Nasional. Meski sebelumnya rutin mengikuti pameran di Kota Denpasar, namun kali ini menjadi kesempatan yang sangat baik dalam mempromosikan produk tas anyaman yang kami miliki.

“Baru pertama kali ikut di Inacraf semoga nantinya mampu meningkatkan kemandirian dalam mepromosikan produk sesuai harapan Ketua Dekranasda Denpasar,” ujarnya. (pur/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Optimalkan Pemasaran Digital bagi Usaha Rintis SMK melalui Workshop Digital Marketing

BALIPORTALNEWS.COM – Usaha rintis (star-up) sebagai langkah awal terciptanya kemandirian dalam berusaha bak cendawan yang tumbuh subur di musin hujan. Hal ini tidaklah berlebihan mengingat semangat berwirausaha senantiasa didengungkan oleh Pemerintah dalam setiap kesempatan, di luar kecenderungan global yang memang tengah melanda dalam beberapa tahun terakhir ini.

Presiden Jokowi saat membuka acara HIPMI di Bandung pada bulan Mei tahun lalu menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan 5,8 juta pengusaha muda baru apabila ingin memenangkan kompetisi di era pasar tunggal Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pasalnya, jumlah pengusaha yang ada saat ini jumlahnya baru mencapai 1,56% dari standar bank dunia sebesar 4%. Artinya bilamana kita ingin tumbuh 2%, Indonesia membutuhkan 1,7 juta pengusaha dan 5,8 juta pengusaha muda bila ingin mencapai 4%.

Hal tersebut dikuatkan oleh data yang dirilis Global Entrepreneurship Monitor (GEM) yang menyatakan bahwa Indonesia harus segera mengejar ketertinggalan untuk mencetak para wirausaha baru mengingat di kawasan Asia Tenggara, Singapura telah mencatat 7%, Malaysia 5% dan Thailand 3% dari total jumlah penduduk masing-masing. Namun demikian, hasrat rakyat Indonesia untuk menjadi pelaku wirausaha menduduki posisi kedua setelah Filipina.

Sejalan dengan hal tersebut, Permata Student Entrepreneurship Program (PSEP) yang digagas oleh PermataBank dan Prestasi Junior Indonesia (PJI) secara konsisten hadir sejak 6 tahun yang lalu untuk menumbuhkembangkan semangat wirausaha dikalangan generasi muda, khususnya siswa/i SMK. Hingga saat ini, PSEP telah berhasil mencetak lebih dari 400 alumni dengan 16 Perusahaan Siswa. Pada periode 2016-2017 ini, terdapat 3 Perusahaan Siswa baru yaitu USEE (SMKN 27 Jakarta), Prime Enterprise (SMKF Ditkesad) dan Nexus 2nd Generation (SMK Bina Informatika).

Ke 80 siswa/i kelas 10 dari ke-3 SMK ini diberikan program pendidikan dan pelatihan di bidang kewirausahaan secara konkrit yang meliputi aspek bisnis, ekonomi & literasi keuangan dengan terjun langsung mengelola sebuah perusahaan selama 1 tahun pembelajaran (efektif 9 bulan). Layaknya sebuah korporasi profesional, mereka diberikan tanggung jawab sebagai Presiden Direktur, VP Finance, VP Human Resource, VP Marketing, VP Production dan VP Public Relations.

Untuk menandai kick-off tahun ini sekaligus mempertajam aspek pemasaran melalui medium digital, PSEP menggandeng Smartfren dengan memberikan workshop Digital Marketing pada tanggal 8 Maret 2017. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat lebih memahami aspek strategis dalam berkomunikasi melalui media sosial, mengetahui bagaimana menyusun strategi yang tepat untuk meningkatkan penjualan agar sesuai dengan target dan kebutuhan pasar serta membangun digital branding dengan biaya yang lebih efisien.

Hadir dalam acara ini Julian Fong – Wakil Direktur Utama PermataBank, Yuliati Sri Nurhidayati – KaSie Kerjasama Industri Kemendikbud, Richele Maramis – Head of Corporate Affairs PermataBank serta dua narasumber yang akan memberikan materi workshop yaitu Yuditia Hendrawarman – Head of Digital Smartfren dan Ainun Chomsun – Founder Akademi Berbagi.

Julian Fong – Wakil Direktur Utama PermataBank mengatakan, “Kami menyambut gembira kesinambungan program Permata Student Entrepreneurship yang telah berjalan hingga tahun keenam ini. Semangat wirausaha yang ditunjukkan oleh siswa/i SMK ini makin membuktikan bahwa kemandirian berusaha menjadi sebuah kebutuhan. Semangat tersebut diwujudkan dengan mendirikan perusahaan-perusahaan yang sesuai dengan konteks kekinian yang ramah dengan tekhnologi. Oleh karena itu, kami senang dapat bermitra dengan Smartfren untuk memberikan pencerahan kepada para Board dan anggota Perusahaan Siswa dalam workshop bertema Digital Marketing. Semoga mereka dapat memasarkan produk hasil kreatifitasnya dengan lebih efektif dan efisien.

Di sisi lain, perusahaan penyedia jasa layanan telekomunikasi berbasis teknologi 4G LTE Advanced, PT. Smartfren Telecom, menyatakan memberi dukungan kepada Permata Student Entrepreneurship Program (PSEP). Menurut Smartfren, program tersebut memiliki nilai yang sesuai dengan komitmen Smartfren untuk terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat Indonesia, khususnya dalam hal komunikasi serta kelancaran informasi.

“Smartfren berharap konektivitas 4G LTE Advancednya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kemajuan masyarakat Indonesia, misalnya untuk mencari informasi yang dapat menambah pengetahuan mereka akan hal tertentu. Smartfren juga mempermudah masyarakat untuk menikmati layanannya, karena saat ini jaringan Smartfren dapat digunakan di beragam perangkat komunikasi berteknologi 4G LTE. Program Edukasi yang dilaksanakan oleh PermataBank ini merupakan program yang sangat baik karena dapat mencetak para wirausaha baru, apalagi target yang disasar adalah para murid Sekolah Menengah Kejuruan. Atas niat baik yang ditunjukkan, tentunya kami memberikan dukungan kepada PermataBank agar Permata Student Entrepreneurship Program dapat berjalan dengan baik dan tujuannya dapat tercapai,” ujar Derrick Surya, VP Brand and Marcomm PT. Smartfren Telecom. (humas-permatabank/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
14PelangganBerlangganan