22.6 C
Denpasar
Senin, 19 November 2018

First Media Terima Penghargaan Social Media Award 2018

BALIPORTLANEWS.COMFirst Media sebagai penyedia TV cable dan internet broadband terkemuka di Indonesia, menerima Social Media Award 2018 dengan indeks mencapai 66,7%, peringkat 1 (satu) untuk kategori Pay TV. Penghargaan ini diterima oleh Marketing Communication Department Head PT Link Net Tbk. (First Media) Djoko Adnan di Hotel Mulia, Jakarta (25/9/2018). Social Media Award diselenggarakan oleh majalah Marketing bekerja sama dengan MediaWave untuk memberikan pengakuan kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki sentiment dan share of voice (SOV) yang baik di media sosial serta kepada merek-merek yang berhasil meraih kinerja yang baik dalam dunia digital.

Ditemui setelah menerima penghargaan, Djoko mengungkapkan, “Komunikasi yang aktif dengan pelanggan dan menggunakan berbagai kanal merupakan keharusan, apalagi di era digital saat ini. Komunikasi melalui social media dan percakapan didalamnya menjadi ukuran bagi pelanggan untuk mengambil keputusan pembelian di kemudian hari. Untuk itu penghargaan Social Media Award menjadi penting bagi First Media.”

Pemilihan penerima Social Media Award berdasarkan hasil riset yang dilakukan MediaWave sejak bulan April hingga Juli 2018. Pemenang Social Media Award adalah merek yang diperbincangkan secara positif di media sosial. Pengumpulan data dengan memonitor pembicaraan konsumen di social media termasuk social networks site (Facebook dan Twitter), blog, news, video, forum, images, dan lain-lain. Riset dilakukan menggunakan platform yang dikembangkan MediaWave. Dari hasil penggalian inilah kemudian didapatkan earned media – share of voice by sentiment yang merupakan net score dari positive brand mention ditambahkan neutral brand mention dan dikurangi dengan negative brand mention.

Penghargaan Social Media Award bagi First Media membuktikan strategi yang dilakukan First Media sudah dalam track yang benar, untuk terus berinovasi meningkatkan kualitas produk & layanan sehingga dapat terus menjadi yang terdepan; serta juga meningkatkan komunikasi ke pelanggan yang lebih intens. First Media mempermudah akses bagi pelanggan untuk mendapatkan informasi, menambah layanan termasuk mendapatkan solusi dengan membuka akses komunikasi melalui berbagai kanal, terutama digital.

Kanal komunikasi digital terus dikembangkan, termasuk komunikasi melalui social media yang semakin penting, selain itu juga pelanggan dapat mengakses aset digital First Media lainnya untuk melakukan berbagai aktivitas, diantaranya adalah pengecekan status billing dan payment, serta status jaringan First Media melalui website (www.firstmedia.com dan cek.firstmedia.com), aplikasi selfcare My FirstMedia, dan yang terbaru FIA Virtual Assistant (chat via WhatsApp). Dengan tersedianya berbagai saluran komunikasi digital tersebut, saat ini sebanyak 43% interaksi pelanggan adalah melalui platform digital dan hal ini membantu customer service First Media mencapai 84% service level.

“Bagi kami, penghargaan ini merupakan bukti komitmen dan kerja keras dalam melayani pelanggan. Kami akan terus berusaha memberikan kemudahan dalam akses komunikasi pelanggan untuk memberikan kepuasan yang maksimal terhadap produk dan layanan yang telah mereka beli.”(r/bpn)

First Media Gencar Ekspansi di Sektor Teknologi dan Bisnis

BALIPORTALNEWS.COM –  Layanan dengan konten berupa data, informasi, atau multimedia melalui jaringan internet atau Layanan Over The Top (OTT) menjadi fokus First Media melakukan pengembangan di bidang bisnis dan teknologi.

Industri TV berbayar di Indonesia cenderung responsif, hal ini disampaikan Meena Kumari Adnani, selaku Content and Marketing Director PT. Link Net Tbk.  Berdasarkan data Media Partner Asia tahun 2015 untuk industri nasional, penetrasi broadband di Indonesia mencapai  7.7%, dan pay TV 10.7%. Diakui Meena, meski penetrasi TV berbayar masih rendah, namun pertumbuhannya sangat baik, hal ini dikarenakan kompetitor yang mulai berkurang.

“Tiga atau empat tahun lalu banyak kompetitor yang masuk ke industri ini. Namun saat ini satu persatu mulai hilang. Sangat dibutuhkan komitmen yang kuat dan pemahaman yang baik untuk meningkatkan peneterasi di industri ini,” ujar Meena. Untuk itu, sebagai salah satu layanan TV berbayar di Indonesia yang bertahan selama 20 tahun hingga saat ini. First Media coba memenuhi kebutuhan konsumen terhadap konektivitas jaringan yang cepat tanpa batas, dengan menawarkan one stop shopping bagi para loyal customer dan new market.

Pelanggan tidak hanya dapat menikmati konten TV berbayar dan broadband internet di rumah, kini aplikasi FirstMediaX yang diluncurkan sejak tahun lalu, memudahkan subcribers menikmati tayangan berkualitas di manapun berada. “Sebelumnya First Media Go, kami rebrand menjadi FirstMediaX (FMX) dan jauh lebih canggih, tidak hanya mempunyai Video-on-Demand (VOD), tapi jika ada program favorit yang terlewatkan, di FMX pelanggan bisa akses program-program tersebut dengan jangka waktu tujuh hari setelah hari penayangannya,” papar Meena.

Istilah TV anywhere melengkapi sederet paket dan kemudahan yang ditawarkan, fokus pada kebutuhan konsumen menjadi komitmen First Media. “Kami berikan pilihan untuk menonton konten on the go melalui FMX, dan menyediakan paket internet mobile bekerjasama dengan BOLT. Khusus bagi pelanggan First Media bisa menikmati layanan BOLT dengan pilihan paket yaitu 20GB (Rp99,000), 30GB (Rp149,000) dan paket Unlimited (Rp 199,000),” jelas Meena.

Tidak hanya memenuhi kebutuhan sebagai provider TV berbayar, inovasi yang terus dilakukan merupakan bentuk loyalitas perusahaan terhadap konsumen baik dari segi layanan maupun produk. Kini konsumen semakin dimudahkan dengan kehadiran My First Media Apps, pelanggan bisa melakukan pengecekan tagihan pembayaran, diagnosa masalah, dan mendapatkan loyality offers. “Pelanggan bisa akses semuanya dan tidak perlu lagi menghubungi customer service jika ada masalah, dan hingga saat ini kami terus melakukan pengembangan fitur-fitur terbaru,” tambah Meena.

Layanan lain yang jadi nilai jual First Media adalah set of box yang baru-baru ini dirilis yaitu X1 4K Box dengan kualitas 4K. Tak hanya itu, salah satu produk inovasi yang juga banyak diminati premium subscriber adalah broadband super cepat internet 1 Gbps. Ditambah lagi kehadiran Smart Living yang menawarkan satu paket kenyamanan security sistem yang secara otomatis mampu menyimpan data service, dan mampu merekam segala aktivitas di rumah dengan harga yang terjangkau.

Beragam promo paket lengkap yang ditawarkan First Media terbukti efektif meningkatkan jumlah pelanggan yang kini menyentuh angka 1.024.000 pelanggan (cable TV dan broadband), dan 1.651 total pelanggan corporate berdasarkan data akhir tahun 2016.  

Selain ekspansi dan inovasi produk yang dilakukan secara kontinu, pencapaian yang signifikan kerap dikaitkan dengan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan bisnis. Memahami kebutuhan konsumen saja dirasa tidak cukup, Meena memaparkan pola maintenance untuk menjaga loyalitas pelanggan agar mereka merasa dihargai. Poin reward yang kini dikenal dengan OVO points, terintegrasi dengan layanan My First Media Apps, poin yang dihasilkan dari pembayaran tagihan dapat diakumulasi, dimana poin tersebut dapat digunakan untuk menikmati promo lainnya di merchant Lippo Group. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Prihatin Nasib Nelayan Lobster

BALIPORTALNEWS.COM – Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan I Ketut Arsana Yasa mengaku prihatin atas nasib nelayan lobster di Bali. “Seperti pepatah, tikus mati kelaparan di lumbung beras. Kondisi seperti ini sungguh ironis,” ungkapnya, Kamis (19/1/2017).

Dengan adanya Permen Kelautan dan Perikanan (KP) No. 56 KP/2016, revisi dari Permen KP No. 01 / KP 2015, yang mengatur tentang pembatasan penangkapan lobster, kepiting, rajungan, kata pria yang akrab disapa Sadam itu, dinilai sangat tidak menguntungkan nelayan. Sebab, lobster yang boleh ditangkap dan dijual-belikan ukuran di atas 200 gram.

“Sementara di negara tetangga seperti Singapura, Jepang, Vietnam, Thailand, Hongkong, Taiwan, Tiongkok, dan India, yang dipasarkan tetap ukuran lobster 100 gram ke atas,” ujarnya.

Menurutnya, permintaan lobster cukup tinggi, terutama ukuran 100 gram. Harga terjangkau dan enak, namun stok di restoran atau rumah makan tidak selalu tersedia, karena nelayan tradisional takut.

“Kami telah memohon kepada Ketua DPRD Bali agar Gubernur dan Kapolda Bali mengizinkan nelayan menangkap dan memasarkan lobster yang ukuran 100 gram ke atas untuk pasar pariwisata Bali. Hal itu kami harapkan dengan maksud agar nelayan tradisional lobster di Bali tetap ajeg,” tandasnya. (ita/bpn)

Pasar Agung Diverifikasi Tim Kemendag RI, Disiapkan Jadi Percontohan SNI Pasar Rakyat Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pasar Agung Peninjoan, Desa Peguyangan Kangin Kecamatan Denpasar Utara menjadi salah satu pasar tradisional yang dikelola secara modrn di Kota Denpasar.

Hal ini tak terlepas dari program revitalisasi pasar rakyat yang getol dilakukan Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota I GN Jaya Negara dan didukung DPRD Denpasar. Dari penataan fisik hingga pengelolaan membawa Pasar Agung Peninjoan sebagai salah satu pasar percontohan di Indonesia yang kini pada Tahun 2017 mendapat verifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) Pasar Rakyat.

Tiga orang Tim Verifikasi SNI Pasar Rakyat dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memberikan pendampingan kepada pengelola Pasar Agung. “Kami hadir memberikan pendampingan kepada Pasar Agung terhadap pelaksanaan program SNI Pasar Rakyat Indonesia,’’ ujar Tim Verifikasi SNI Pasar Rakyat Kemendag RI, Michael IJ bersama Nina Agustarini dan Shanty Dyah Ayu, Rabu (8/11/2017) saat bertatap muka dengan Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara.

Lebih lanjut dikatakan terdapat delapan pasar rakyat yang diberikan pendampingan dari Kemendag, yakni di Kota Palembang dan Kota Denpasar. Pasar Agung menjadi salah satu pasar dengan standarisasi terbesar diluar Pulau Jawa yang dilakukan verifikasi SNI Pasar Rakyat Tahun 2017.

Hal ini juga tak terlepas dari Pasar Agung menjadi pasar percontohan di Indonesia dengan persyaratan sertifikasi yang telah dilakukan meliputi persyaratan umum terkait papan informasi, Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan, ruang menyusui, dan ruang kesehatan. Dari persyaratan ini sudah dipenuhi Pasar Agung, serta pada bulan Desember mendatang siap menjadi SNI Pasar Rakyat Indonesia.

“Kita harapkan pasar Agung menjadi pasar percontohan SNI Pasar Rakyat di Indonesia, dengan dukungan penuh yang telah diberikan Walikota Denpasar bersama seluruh jajaran Pemkot Denpasar,’’ ujar Michael IJ.

Sementara Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara mewakili Walikota Denpasar mengatakan program revitalisasi pasar rakyat telah menjadi komitmen Walikota Denpasar, yang diharapkan dapat berdampingan dengan pasar modrn. Perbaikan infrastruktur lewat program revitalisasi yang memperhatikan aspek kebersihan, pengelolaan limbah, kenyamanan hingga aspek ruang ibu menyusui, hingga tempat bermain anak.

Disamping itu kenyaman masyarakat dapat terus ditingkatkan dengan keramahan dan berinteraksi sosial dilingkungan pasar rakyat. Diharapkan revitalisasi pasar rakyat dapat merubah kesan kumuh dan becek saat musim hujan, serta keberadaannya mampu bersaing dari gempuran pasar modrn.

Tak sebatas pada peningkatan infrastruktur, namun juga memberikan akses permodalan hingga akses kemudahan ijin usaha kepada para pedagang dengan menggandeng lembaga perbankan, koperasi dan Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Terdapat 34 pasar rakyat yang ada disetiap desa, serta 15 pasar rakyat yang di kelola Perusahaan Daerah Pasar Kota Denpasar.

“Tidak saja melakukan perbaikan fisik pasar hingga pemberdayaan pedagang dan pengelola pasar, namun juga program revitalisasi pasar rakyat ini memberikan dampak dalam peningkatan ekonomi kerakyatan,’’ ujarnya.

Seperti revitalisasi Pasar Nyanggelan Panjer pada tahun 2017 ini mencapai omset rata-rata sebesar Rp. 6 miliar lebih per bulannya. Sebelum direvitalisasi pada Tahun 2013 capain omset hanya mencapai 2-3 milyar per bulan. Keberadaan pasar rakyat kali ini juga telah menjadi salah satu obyek city tour di Kota Denpasar, serta Pasar Sindu Sanur mendapatkan peringkat pertama dalam daftar trending atraksi di Asia Tenggara. Hadir pula dalam pertemuan tersebut Kadis Perindag Denpasar Wayan Gatra, Perbekel Peguyangan Kangin A.A Made Sukarata, dan Kepala Pasar Agung Nyoman Suwarta. (pur/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Klinik Koperasi dan UKM Tabanan Diresmikan

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan, AA Gede Dalem Tresna Ngurah, meresmikan Klinik Koperasi dan UKM (KUKM) Tabanan, yang ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pengguntingan pita, Selasa (18/7/2017).

Klinik tersebut, kata Dalem Tresna, untuk memberikan pelayanan konsultasi maksimal kepada koperasi dan UKM, sehingga terwujud koperasi dan UKM yang berkualitas, tangguh dan mandiri. Saat ini, di Kabupaten Tabanan terdapat 555 koperasi aktif dan 107 koperasi yang tidak aktif. Kasus koperasi juga cenderung meningkat. “Kami berharap agar keberadaan klinik ini benar-benar memberikan manfaat bagi koperasi dan UKM,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, klinik ini sebagai media konsultasi bagi koperasi dan UKM di Tabanan. Dengan klinik tersebut, segala permasalahan koperasi dan UKM di Tabanan dapat ditekan, sehingga kemajuan koperasi pun dapat ditingkatkan.

“Kepada koordinator koperasi juga agar membantu menyosialisasikan keberadaan klinik tersebut. Begitu juga kepada koperasi atau UKM yang memiliki permasalahan agar tidak segan-segan datang ke klinik ini,” tukasnya, seraya mengatakan bahwa dalam membangun klinik ini diakui ada beberapa kendala, seperti masalah dana, sarana dan prasarana.

Ketua Panitia Penyedia Layanan Konsultasi Manajemen Koperasi dan UKM Tabanan yang juga Kabid Kelembagaan, Ni Nyoman Yudiani, menyebut beberapa jenis pelayanan Klinik KUKM. Antara lain layanan pelatihan singkat pengembangan usaha, layanan informasi bisnis, layanan advokasi usaha/metoring usaha, layanan akses pemasaran, layanan IT entrepreneur dan layanan pelatihan singkat.

“Layanan pelatihan singkat pengembangan usaha merupakan layanan konsultasi secara personal antara konsultan dan pelaku usaha, baik koperasi maupun UKM. Itu bertujuan untuk menemukan masalah yang dihadapi. Selain berbagai layanan yang diberikan, kami juga memiliki berbagai layanan pendukung, seperti pelatihan berbasis peningkatan kerja, pelatihan pengembangan manajemen kewirausahaan, dan pelatihan lainnya,” jelasnya.

Sementara perwakilan dari Dekopinda Tabanan, I Nyoman Natia, menyebut atas nama Dekopinda memberikan apresiasi atas pembentukan Klinik Koperasi dan UKM Tabanan. “Mudah-mudahan klinik ini bermanfaat,” ujar Natia. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Balitbang Badung Kejasama Dengan Unud

BALIPORTALNEWS.COM, BADUG – Badan Peneliti dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Badung bekerjasama dengan Fakultas Peternakan dan Fakultas Pertanian Universitas Udayana melakukan pembahasan laporan akhir Study Kelayakan Pengembangan Agrobisnis Komoditi Ayam Ras Petelor di Kecamatan Petang dan Study Kelayakan Pengembangan Green House di Kabupaten Badung, Kamis (23/11/2017).

Acara ini dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Kepala Badan Litbang I Wayan Suambara, dari Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Udayana serta Instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, bertempat di ruang Kriya Gosana Puspem Badung.

Kepala Badan Litbang Kabupaten Badung I Wayan Suambara melaporkan, pada periode tahun 2017 ini Balitbang melaksanakan sejumlah kegiatan diantaranya adalah study kelayakan pengembangan agrobisnis komodi ayam ras petelor di Kecamatan Petang sesuai keinginan pimpinan pengarahkan di wilayah Kecamatan Petang agar memanfaatkan kelompok yang kecakapan di bidang ini dan tidak ingin menyumbangkan peternakan-peternakan dengan skala kecil.

Akan dibuat dalam skala besar yang mungkin suatu saat akan bisa menjadi obyek kunjungan, patut dibanggakan bahwa di Badung yaitu di kecamatan Petang ada obyek yang dapat dilihat disana ada sekian ribu ayam dan telor yang diproduksi setiap harinya.

Kegiatan ini mengandung makna bahwa; jeli melihat kebutuhan-kebutuhan yang utama yang diserap kalangan pariwisata maupun konsumsi masyarakat semaksimal mungkin dapat ditangkap peluang pasar tersebut dan merupakan salah satu pola untuk mengedukasi masyarakat dengan potensi dimiliki dalam rangka peningkatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Oleh karena itu Litbang melakukan pengkajian dan bekerjasama dengan Universitas Udayana.

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyampaikan, hari ini kita melakukan pembahasan final study kelayakan terhadap adanya obsesi kita untuk mewujudkan suatu pembangunan sektor pertanian yang kontemporer dalam hal ini ayam ras petelor, dalam rangka untuk mewujudkan satu kemandirian dalam kebutuhan berbagai sektor. Dalam hal ini masyarakat sangat berminat dan sangat layak dan pantas dari hasil studynya untuk dijadikan semacam industri peternak ras ayam petelor di Badung yang berskala besar dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan di Badung baik pariwisata maupun keseharian masyarakat.

“Dari dasar ini akan dibuatkan pola anggaran untuk membangun 2 kelompok ternak yang ada di Petang dengan anggaran bangunan kurang lebih 16-17 Milyard. Sambil berjalan juga akan disiapkan kelanjutan dari study berikutnya yaitu; strategi bisnisnya, pola bisnisnya dan juga bisnis plannya. Dalam rangka untuk menjaga dan  mengawal konsistensi dan eksistensi terhadap peternak ayam ras petelor tidak akan dilepas, akan tetapi akan dilakukan pendampingan 4 hingga 5 tahun, ” katanya.

Lebih lanjut Suiasa menyampaikan, karena kita menginginkan pertanian kontenporer di Kecamatan Petang yang sifat Agrobisnis akan dibuat juga Green House dengan memanfaatkan lahan-lahan yang tidak produktif untuk perkebunan tahun 2018 ini di Kecamatan Petang. Dan tidak menutup kemungkinan juga akan dikembangkan di Badung Selatan dengan memanfaatkan lahan-lahan kering, yang memang disitu dari segi tata ruang diperuntukan Holtikultura.

“Untuk mewujudkannya Pemerintah akan memfasilitasi dan memediasi terhadap kebutuhan-kebutuhannya, baik dari mulai pembangunan gedung, alat, bibit, obat termasuk dana oprasionalnya,  masyarakat benar-benar disiapkan semuanya sehingga meraka ranning untuk melaksanakannya dan juga dilakukan pendampingan,” tegasnya. (humas-badung/bpn)

Bekraf dan Bukalapak Gelar Pelatihan Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam rangka peningkatan produksi dan jasa kreatif, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) melalui Direktorat Pengembangan Pasar Dalam Negeri bekerjasama dengan Bukalapak memberikan pelatihan dalam rangkaian acara workshop bertajuk “Pengembangan Pemasaran Karya Kreatif Melalui Media Online” yang dilaksanakan di enam kota di Indonesia yaitu Bali, Semarang, Yogyakarta, Pontianak, Palembang, dan Malang. Workshop di enam kota ini berlangsung mulai 23 September hingga 18 Oktober 2016. Workshop ini melibatkan mentor dari Bukalapak yang memberikan pelatihan kepada para pelaku usaha ekonomi kreatif/UKM dengan tiga materi utama yaitu cara memasarkan dan mempromosikan produk dan jasa kreatif dengan memanfaatkan platform marketplace, di antaranya Tips Foto Produk, Copywriting, dan Promosi. Workshop pertama dilangsungkan di Hotel Siesta, Legian Bali pada 23 September 2016 dengan jumlah peserta sebanyak 50 pelaku usaha ekonomi kreatif.

BEKRAF bersama dengan Bukalapak menggagas workshop ini dengan tujuan memfasilitasi pelaku usaha ekonomi kreatif di berbagai kota di Indonesia. Di tengah kemajuan era teknologi, para pelaku usaha harus mampu membidik peluang secara tepat dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan pemasarannya agar menjangkau pasar yang lebih luas, dengan melibatkan marketplace yang telah dianggap cukup berhasil. Dengan begitu, kualitas pelaku usaha ekonomi kreatif kita akan semakin baik sehingga mampu bersaing di pasar ASEAN maupun global.

“Bukalapak saat ini sudah memiliki penggerak pelapak yang tersebar di 130 daerah di Indonesia. Pengerak Pelapak bertugas untuk menjaring jumlah pelapak baru, meningkatkan penjualan online para pelaku UKM, serta meningkatkan kualitas pelapak baru agar dapat bersaing di pasar online, serta pembinaan kepada para pelaku UKM. Di samping itu, Bukalapak juga memiliki anggota komunitas yang telah tersebar di lebih dari 30 kota di Indonesia. Dengan begitu pembinaan UKM di daerah-daerah diharapkan dapat semakin terintegrasi,”Ujar Rahmat Danu Andika, Head of Business Partner Bukalapak.

Para pelaku usaha ekonomi kreatif/UKM adalah jantung penggerak perekonomian Indonesia, memberikan kontribusi serta andil bagi badan usaha dan penyerapan tenaga kerja secara nasional. Melalui program ini, BEKRAF dan Bukalapak terus mendorong para pelaku usaha mikro di bidang ekonomi kreatif memperluas pasar untuk kreasinya dengan signifikan.

Para pelaku usaha ekonomi kreatif saat ini telah semakin berkembang dengan adanya “Platform e-dagang” yang dihasilkan sebagai sarana promosi dan publikasi produk dan jasa kreatif. Selanjutnya perlu dukungan bagi mereka untuk menggunakan dan pemanfaatan digital agar terus terhubung, kami percaya pasar produk ekonomi kreatif Indonesia akan meningkat. Tidak hanya dari segi produk yang kreatif, tapi juga bagaimana cara pemasaran yang kreatif agar bisa menjadi lebih unggul dan tercipta ekosistem kompetisi yang sehat,” disampaikan oleh Sappe M.Sirait dan Direktur Pengambangan Pasar Dalam Negeri dari BEKRAF.

Workshop ini juga merupakan inisiatif bersama antara BEKRAF dan Bukalapak untuk terus mengedukasi dan mendampingi para pelaku usaha ekonomi kreatif agar dapat memiliki daya saing. Diharapkan, inisiatif ini akan memperkuat promosi dan publikasi produk dan jasa kreatif dalam negeri di Indonesia maupun internasional. (r/bpn)

 

The Spa, Harper Kuta Bali Hotel Perkenalkan Perawatan Facial Baru

BALIPORTALNEWS.COM – The Spa dari Harper Kuta perkenalkan tiga perawatan facial baru yang terdiri dari Skin Revitalizing Facial, Botu – Like Anti Aging Facial, dan Aloe Vera Facial.

Menarik bagi para lajang, pasangan atau grup kecil, perawatan ini memberikan manfaat yang luar biasa dan dikombinasikan dengan pilihan manfaat kesehatan kulit dengan suasana yang unik.

Mulai dari Rp 165.000,-nett, para tamu dapat memilih perawatan berdasarkan hasil yang diinginkan.

Skin Revitalizing Facial mengandung ekstrak bio hazel untuk merawat keseimbangan alami minyak pada kulit dan pro vitamin B5 untuk membantu mendapatkan hasil kelembaban kulit yang maksimal.

Botu – like Anti Aging Facial yang mengandung ekstrak rumput laut dan kolagen untuk membantu mengoptimalkan kelembaban dan elastisitas kulit.

Aloe Vera Facial yang mengandung ekstrak lidah buaya dan kolagen sempurna untuk perawatan setelah kegiatan aktivitas di bawah matahari.  

“Kami dengan senang menawarkan tiga perawatan facial kami yang menggunakan bahan – bahan alami untuk mereka yang mencari kesempurnaan kesehatan kulit dan melepaskan stress di The Spa. Biarkan kami manjakan Anda dengan pelayanan yang luar biasa dan membuat liburan Anda mengesankan,’’ ujar Ni Luh Putu Ardina Sloka, Spa Supervisor Harper Kuta Bali Hotel.

Untuk informasi lebih lanjut atau untuk reservasi perawatan silahkan hubungi +623618469869, KutaInfo@HarperHotels.com atau kunjungi www.harperhotels.com. (r/bpn)

Didistribusikan Lewat BUMDes, Harga Beras Lokal di Nusa Penida Sama Dengan Klungkung Daratan

BALIPORTALNEWS.COM, KLUNGKUNG – Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta resmi meluncurkan distribusi beras lokal melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kecamatan Nusa Penida.

Masyarakat setempat pun kini bisa mendapatkan beras lokal tersebut dengan harga yang sama seperti di Klungkung daratan.

Peresmian  Distribusi Beras Lokal Melalui BUMDes dilakukan Bupati Suwirta di halaman Kantor Kecamatan Nusa Penida, Kamis (25/5/2017).

Peresmian ditandai dengan penyerahan secara simbolis beras 10kg produksi lokal dengan kwalitas bagus kepada para Perbekel se-Kecamatan Nusa Penida.

Kabid Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Wayan Sumatra mengatakan, program dengan jargon Beli Mahal Jual Murah, ini adalah murni gagasan dari Bupati Suwirta.

Program ini dirancang mengingat tingginya ketimpangan harga beras antara Klungkung Daratan dengan Klungkung Kepulauan yakni Nusa Penida. “Beras lokal yang biasa dijual di Nusa Penida per kilogramnya berkisar seharga Rp 11 ribu ke atas, dengan program ini masyarakat di desa akan bisa memperoleh dengan harga Rp 9.700. BUMDes tidak boleh mematok harga di atas Rp 9.700 karena sudah disubsidi transport oleh Pemkab,” ujar Wayan Sumatra.

Untuk program ini, KUD Takmung mendistribusikan sebanyak 14 ton beras pada bulan ini. Masing masing BUMDes disalurkan 1Ton beras dengan harga perkilonya Rp 9.500.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta berharap BUMDes kedepannya akan banyak menyerap beras ini untuk dipasarkan kepada masyarakat. Pihaknya pun tidak menampik akan timbul gejokan dari para pedagang beras karena harga jual BUMDes yang lebih murah.

Untuk itu, Bupati meminta para pengelola BUMDes untuk merangkul para pedagang beras serta menjelaskan bahwa program ini adalah murni demi kesejahteraan masyarakat utamanya untuk warga yang kurang mampu.

“Semoga melalui program ini, inflasi yang terjadi di Nusa Penida dapat dikurangi,” ujar Bupati Suwirta seraya menyebut program ini sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan keadilan antara Klungkung daratan dan kepulauan. (humas-klungkung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
10PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
83PengikutMengikuti
22PelangganBerlangganan