Kerjasama First Media dan Jakarta Garden City Wujudkan Kawasan Real Broadband Residence

0

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam rangka memperluas layanan kepada seluruh pelanggan dan calon pelanggan di Indonesia, First Media, sebagai pemimpin dan pioneer di industri penyedia layanan internet dan TV kabel bekerjasama dengan kawasan JGC (Jakarta Garden City) dalam memberikan pelayanan internet dan TV kabel. Kerjasama ini diresmikan langsung oleh Edward Sanusi, Operation Director PT Link Net Tbk. dan Sami Miettinen, Direktur Utama PT Mitra Sindo Sukses (Jakarta Garden City) pada acara signing ceremony, 23 Maret 2017 di Jakarta Garden City.

“Kerjasama yang kami lakukan dengan Jakarta Garden City merupakan kerjasama untuk pelayanan internet dan TV kabel. Kerjasama ini merupakan sebuah langkah yang konsisten kami lakukan untuk memberikan solusi menyeluruh atas kebutuhan teknologi, pendidikan, pengetahuan, informasi dan hiburan yang memang sudah sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” jelas Edward Sanusi.

Kawasan JGC sendiri merupakan sebuah kawasan potensial untuk menjadi the real Broadband Residence, yang sekaligus menunjang konsep smart city. Sebagai kawasan perumahan skala kota (township) yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses (anak perusahaan PT Modernland Realty Tbk.) di Cakung, Jakarta Timur, Jakarta Garden City dikembangkan di atas lahan seluas 370 hektar. Pengembangan Jakarta Garden City dibagi ke dalam tiga bagian yaitu Garden City, River Garden dan Lake Garden yang menjadikannya sebagai sebuah kawasan township yang terluas dan terbesar di dalam kota Jakarta.

Dengan dilakukannya kerjasama ini maka nantinya para penghuni di Jakarta Garden City akan mendapatkan kemudahan untuk mengakses layanan broadband Internet berkecepatan tinggi unlimited melalui produk FastNet & TV kabel digital HomeCable yang menyajikan lebih dari 150 channels (berkualitas HD & SD). HomeCable sendiri adalah saluran TV kabel yang bukan hanya menyajikan acara-acara hiburan tetapi juga menyajikan acara-acara pendidikan yang sangat bermanfaat bagi anak-anak karena dapat menonton acara berkualitas sambil belajar di rumah.

“Semua fasilitas yang dikembangkan tentunya untuk memanjakan penghuni di Jakarta Garden City, dengan demikian akan membuat penghuni semakin mudah dan nyaman. Karena itu kami akan selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan akan selalu memegang komitmen sebagai pengembang,” papar Sami.

Pada kesempatan yang sama, Edward juga menjelaskan, jika setiap kerjasama yang dilakukan diharapkan dapat menjadi sebuah sinergi dalam mencapai tujuan bersama. “Melalui  sinergi ini kami ingin memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada masyarakat dan melayani lebih banyak pelanggan. Sebagai penyedia internet dan TV kabel terdepan di Indonesia, kami yakin dapat bekerjasama membantu mewujudkan kawasan JGC menjadi kawasan real Broadband Residence”, pungkas Edward. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pemkot Denpasar Berdayakan UKM dan Wirausahawan Muda

0

BALIPORTALNEWS.COM – Pembinaan UKM dan Wirausaha  muda terus digencarkan Pemkot Denpasar melalui serangkaian pembinaan maupun penyediaan pameran yang bertujuan mempertemukan pengusaha teresebut dengan pasar. Seperti pada Sabtu (10/12) di Bali Creative Industry Centre (BCIC) Denpasar diadakan Pesta Wirausaha Bali 2016 dengan tema “Scale Up Bisnismu” yang digagas oleh komunitas bisnis TDA (Tangan Di Atas) didukung oleh Pemkot Denpasar. Kegiatan yang dikemas dengan seminar bisnis, workshop bisnis, serta pameran produk UKM ini dibuka langsung oleh Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra.

Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan suatu saat Enterpreneur akan menjadi sesuatu yang penting bagi bangsa ini. Anak muda saat ini jangan ragu untuk menjadi wirausaha yang maju dan berkembang serta bisa beradaptasi denagn perkembangan zaman.

“Apa yang menjadi tren dewasa ini, seorang wirausaha dituntut mampu beradaptasi. Kondisi saat ini dimana peluang menjadi wirausaha disegala lini sangat besar harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk maju oleh anak muda di Kota Denpasar. Momen ini harus dimanfaatkan betul” ujar IB Rai Dharmawijaya Mantra.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan unit usaha mikro saat ini memiliki peran yang sangat besar. Saat ini sangat terbuka bagi yang memiliki knowledge untuk maju dan berkembang tanpa memerlukan biaya yang besar. Tanpa memerlukan buliding yang besar saat ini terbuka bagi pengusaha muda untuk berkembang di era digital. “Sekarang ini adalah era kreatif yang sangat cepat perkembangannnya.

Kalau anak muda yang ingin berwirausaha saat ini tidak memanfaatkan momentum era sekarang amatlah disayangkan. Untuk menjadi pengusaha yang maju, anak muda saat ini perlu memiliki mental bagus dan kemauan untuk keluar dari zona nyaman. Selain juga pengusaha muda dituntut beradaptasi dengan era digitalisasi dewasa ini.

Semua itu merupakan modal bagi pengusaha muda yang ingin maju dan berkembang. Pemkot Denpasar selama ini telah mendukung para pengusaha muda melalui program- program baik pembinaan maupun mempertemukan UKM dan pengusaha muda dengan pasar melaui pameran- pameran” ujar IB Rai Dharmawijaya Mantra.

Ketua Panitia Acara Hendra Saputro mengatakan peserta Pesta Wirausaha Bali 2016 berjumlah 150, terdiri dari berbagai unsur diantaranya mahasiswa, karyawan maupun karyawan yang ingin pelan- pelan beralih menjadi wirausaha UKM.

Pesta Wirausaha Bali 2016 bertujuan untuk mengupgrade pengetahuan bisnis bagi masyarakat yang tertarik menekuni dunia kewirausahaan. Pameran dalam kegiatan ini juga bertujuan mengenalkan produk- produk UKM ini kemasyarakat luas, baik rjaringan relasi maupun investor. Selain juga untuk menjaga semangat pengusaha muda untuk tetap konsisten menekuni dunia kewirausahaan. Selama ini Pemkot Denpasar sangat mendukung perkembangan UKM baik dari segi perizinannya sangat dimudahkan.

“Tantangan bagi para pengusaha dan Pemerintah Kota Denpasar saat ini hanya bagaimana mengupayakan agar produk- produk UKM Kota Denpasar lebih mengglobal, secara nasional maupun interanasional,” ujar Hendra Saputro.

Asri, salah satu peserta pameran yang menekuni bisnis produk handmade mengatakan sangat senang dapat berpartisipasi dalam Pesta Wirausaha Bali 2016.”Harapan kami kedepan bagaimana Pemkot Denpasar semakin menggencarkan pembinaan UKM dan memperbanyak ajang yang dapat mempertemukan UKM ini dengan pasar yang luas,” ujar Asri. (esa/humadps/bpn)

Pemkab Tabanan Uji Coba Program E-retribusi Pasar

0

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Pemkab Tabanan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tabanan, bersama Bank BPD Bali Cabang Tabanan dan Aino Indonesia, melakukan uji coba program e-retribusi pasar bagi para pedagang di Pasar Kediri, Rabu (12/7/2017). Kegiatan tersebut dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tabanan I Wayan Miarsana.

Hadir dalam acara tersebut Direktur BPD Bali Cabang Tabanan Ida Bagus Gd Ary Wijaya Guntur, Widya Iswara Provinsi Bali, perwakilan Aino Indonesia, dan perwakilan dari OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Ketua panitia yang juga Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdaganagn Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Bagus Sudika, mengatakan, kegiatan tersebut dalam upaya mewujudkan peningkatan efektivitas dan efesiensi para petugas pasar dalam melaksanakan tugas. Juga dalam rangka mencapai tujuan peningkatan PAD, peningkatan kualitas SDM, peningkatan sarana prasarana dan menumbuhkembangkan kedisplinan dari para pedagang.

Ditambahkan, upaya Pemkab Tabanan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal, salah satunya melalui revitalisasi pasar rakyat yang bertujuan untuk mengembangkan daya saing pasar, sehingga memiliki kekuatan dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan. “Pasar rakyat memiliki berbagai kelemahan dan jadi karkater yang sulit diubah. Kelemahan sumber daya manusia pedagang harus mendapat penanganan yang lebih intensif lagi. Dari kelemahan ini, terciptalah inovasi proyek perubahan e-retribusi pasar yang digagas peserta diklat kepemimpinan tingkat III angkatan XV Provinsi Bali, serta didukung Pemkab Tabanan. Program ini bertujuan untuk mewujudkan Tabanan yang smart city, serta menuju Tabanan Serasi,” ujar Sudika.

Sasaran e-retribusi pasar tersebut sebanyak 13 pasar yang ada di Kabupaten Tabanan. Program ini akan diluncurkan sekitar September-Oktober 2017.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tabanan I Wayan Miarsana, mengatakan, pada era otonomi daerah ini, daerah diberikan kewenangan yang lebih besar untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Tujuannya adalah untuk lebih mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, dan memudahkan masyarakat untuk memantau dan mengontrol penggunaan dana yang bersumber dari APBD.

Dikatakan, sumber-sumber penerimaan daerah yang potensial harus digali maksimal. Termasuk retribusi pasar. “Retribusi pasar merupakan salah satu unsur penyumbang PAD yang cukup potensial, sehingga harus digali secara maksimal, sesuai dengan koridor peraturan perundangan-undangan yang berlaku,” jelas Miarsana. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Rai Mantra Resmikan Mangsi Coffee Sanur

0

BALIPORTALNEWS.COM – Dengan dorongan motivasi Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di dalam memajukan pembangunan khususnya di bidang ekonomi kreatif di Denpasar dengan mengajak seluruh generasi muda untuk ikut serta di dalamnya.

Kini kreativitas para anak muda di Denpasar memang sudah terlihaat menunjukan jati dirinya di bidang ekonomi, dengan penuh kreasi dan berbagai macam jenis usaha yang memiliki daya saing tinggi di industrinya masing-masing, para anak muda ini mampu menunjukan daya saingnya dalam zaman globalisasi ini.

Dimana salah satunya Mangsi Coffee, yang merupakan salah satu hasil karya anak muda Denpasar yakni dr. Windu Segara Senet di dalam bisnis kopi. Kosistensi ini telah di buktikannya kini dengan di bukanya Mangsi Coffee Sanur, ini merupakan cabang kedua, yang mana sebelumnya sudah di buka di Jalan Merdeka Renon. Mangsi Coffee Sanur ini diresmikan langsung Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya, yang di tandai dengan hand print di atas lukisan canvas, Minggu malam, (11/12/2016).

Di zaman sekarang ini, para generasi muda lokal (local entrepreneurship) di denpasar haruslah bisa maju dan berkembang di dalam mengisi pertumbuhan ekonomi.

“Dikarenakan zaman digitalisasini sekarang ini anak muda jauh memiliki krativitas yang tinggi dibandingkan generasi tua dan orang tua sebenarnya banyak mendapatkan ilmu kreativitas dari anak muda dengan meminta  ide-ide segar serta cerdasnya dalam inovasi, itulah yang terjadi di era digitlisasi sekarang ini,” kata Rai Mantra. 

Para local entrepreneurship jauh memiliki pengembangan pemikiran yang lebih bagus dan saya yakin jika para generasi muda ini bisa mengontrol/mengendalikan emosional dan intelektualnya serta sepiritualnya dengan baik, niscaya mereka bisa bersaing bisnis di kiprah nasional maupun internasional.

Mangsi Coffee ini merupakan salah satu dari sekian bisnis anak muda di Denpasar yang sudah masuk ke dalam rambah bisnis kopi yang sangat aktif dengan kata lain Mangsi Coffee ini mampu memotivasi dirinya terhadap berkembangan café-café coffee sekarang ini dan di Bali ini belum ada pengusaha kopi yang memiliki kemasan saset untuk di jual.

Jadi Mangsi Coffee ini akan bisa masuk kesemua ranah dalam bisnis kopi dengan kemasan-kemasan yang ada di pasar ekonomi nasional dan pastinya akan bisa terus tumbuh dan berkembang.”Saya mengucapkan selamat kepada Mangsi Coffee atas dibukanya kembali yang kedua di Sanur dan diharapkan kepada masyarakat untuk bisa selalu mencintai produk lokal, karena dari kencintaan itu, kita bisa terus maju dan berkembang”, ujar Rai Mantra.

Sementara Pemilik Mangsi Coffee Segara Windu Senet mengucapkan rasa terimakasihnya karena Walikota Denpasar bisa hadir serta meresmikan Mangsi Coffee Sanur ini dan terus mensuport kami dari awal kami berdiri yakni pada tahun 2004.

Dimana pada awalnya Mangsi hanya memproduksi kopi bubuk dalam kemasan dan kini Mangsi terus berkembang dengan membuat kopi dengan campuran olahan rempah lokal Bali yang menjadikan Mangsi memiliki ciri khas tersendiri bagi penikmat kopi.

Ini semua juga berkat peran serta Bapak Walikota Rai Mantra yang terus mensuport saya pribadi dan Mangsi khusnya untuk terus bisa berkreasi dan berkembang dan saat ini kopi Mangsi sudah beredar  dan di dapatkan dalam kemasan saset di 320 otlet toko modern seluruh Bali, mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi untuk generasi muda Denpasar untuk bisa berusaha di dalam bisnis ekonomi kreatif. (ays’/humasdps/bpn)

Dekranasda Denpasar Gencarkan Monev, Produk Bordir Lesu, Masyarakat Cendrung Pilih Pakaian Jadi

0

BALIPORTALNEWS.COM Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar gencarkan pelaksanaan monitoring dan evaluasi (Monev) ke beberapa perajin yang ada. Hal ini juga tak terlepas dari produk-produk kerajinan masyarakat Kota Denpasar dari produk kerajinan tangan hingga produk tekstil yang terus berkembang pesat dengan sentuhan kreativitas bermuatan lokal.

Kegiatan festival utuk menampilkan produk-produk kerajinan disetiap desa, kecamatan terus ditampilkan baik dalam ajang festival ditingkat desa hingga festival ditingkat kota dan Nasional.

Pada Selasa (4/10/2016) pelaksanaan monev menyasar tiga perajin. Mengawali mengunjungi perajin bordir dan endek Kiana Butik dikawasan, Jl. Kerta Dalem Sari Sidekarya, Kecamatan Denpasar Selatan. Pemilik butik sekaligus perajin bordir Emy Pramandayani mengatakan lesunya permitaan bordir dikalangan masyarakat saat ini.

Hal ini juga mengingat berbagai produk pakaian jadi yang cendrung memiliki harga yang terjangkau. Emy juga mengaku melakukan sebuah langkah untuk tetap meningkatkan eksistensi produk bordir yang tentunya dapat dipadukan dengan bahan kain lainnya.

Produk bordir yang dekat dengan pakain wanita ini juga memiliki kualitas produk yang berbeda-beda. Dari kualitas produk yang rendah justru cendrung dengan harga relatif murah yang biasanya dijual dari harga Rp. 500 ribu hingga Rp. 750.000.

“Kini masyarakat cendrung memilih pakaian jadi, seperti brokat yang siap pakai dengan harga Rp. 100 ribu,” ujarnya.

Melakukan promosi lewat pameran yang dilaksanakan Pemkot Denpasar serta juga pernah mengikuti pameran di Nasional Emy mengaku harus terus melakukan promosi meski melalui media sosial dan promosi kepada konsumen yang telah menjadi langganan.

Terkait dengan endek, Emy mengaku masih mencari bahan di kawasan Klungkung, hal ini juga terkait dengan alat, bahan serta tenaga kerja yang sangat sulit dicari dalam pembuatan produk endek. “Kami juga pernah mendapatkan informasi terkait dengan mesin tenun endek yang telah di kembangkan di Kota Denpasar,” ujarnya.  

Sementara Kabag Ekonomi Setda Kota Denpasar I Made Saryawan mengatakan kegiatan monev gencar dilaksanakan Dekranasda Kota Denpasar. Dibawah kepemimpinan Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra dengan menekankan pelaksanaan monev untuk lebih mengetahui tantangan dan hambatan yang ditemui para perajin, serta memotivasi perajin guna meningkatkan daya saing produknya.

Kegiatan monev kali ini dilaksanakan dari tanggal 2 Oktober – 2 November mendatang dengan menyasar pelaksanaan monev kepada perajin tekstil, silver, sandal/sepatu, tas kulit, kerajinan kayu, aksesoris hingga kerajinan daur ulang yang berada di empat kecamatan di Kota Denpasar. (pur/hms dps/bpn) 

Menaker: THR bagi Pekerja Wajib Diberikan Maksimal H-7 Lebaran

0

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja/buruh merupakan tradisi dan sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan. Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan aspek kesejahteraan dan perlindungan bagi para pekerja.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, THR Keagamaan merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh menjelang hari raya keagamaan.

“Pembayaran THR bagi pekerja/buruh ini wajib diberikan sekali dalam setahun oleh perusahaan dan pembayaraannya sesuai dengan hari keagamaan masing-masing serta dibayarkan selambat-lambatnya 7 hari sebelum Hari Raya Keagamaan,” kata Menteri
Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dalam acara Media Gathering di kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (6/6/2017).

Berdasarkan Permenaker No.6/2016 pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 1 bulan berhak mendapatkan THR Keagamaan dari perusahaan. Pekerja/buruh yang bermasa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih maka mendapat THR sebesar satu bulan upah.

Sedangkan pekerja/buruh yang bermasa kerja minimal 1 bulan secara terus-menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan THR secara proporsional, dengan menghitung jumlah masa kerja dibagi 12 (dua belas) bulan dikali satu bulan upah.

Namun, bagi perusahaan yang telah mengatur pembayaran THR keagamaan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan (PP), atau perjanjian kerja Bersama (PKB) dan ternyata  lebih baik dan lebih besar dari ketentuan diatas, maka THR yang dibayarkan kepada pekerja/buruh harus dilakukan berdasarkan pada PP atau PKB tersebut.

Untuk mengawal pembayaran THR dari Pengusaha kepada Pekerja/Buruh, Kementerian Ketenagakerjaan membuka Posko Peduli Lebaran 2017 yang berada di Pusat Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSA) Kemnaker,  Gedung B Kantor Kemnaker Jl. Gatot Subroto Kav. 51 Jakarta Selatan.

“Tidak hanya menjadi sarana bagi Pekerja/Buruh untuk mengadukan permasalahan THR, Posko tersebut juga dapat menjadi rujukan perusahaan untuk mencari informasi dan berkonsultasi terkait pembayaran THR berdasarkan Permenaker No. 6 Tahun 2016,” kata Haiyani Rumondang, Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnaker.

Posko THR ini akan mulai melayani masyarakat pada tanggal 8 Juni hingga 5 Juli 2017. Masyarakat yang ingin mengadu bisa datang langsung atau dapat menghubungi nomor telepon: 021 525 5859, Whatsapp: 081282407919 dan 081282418283, e-mail: poskothrkemnaker@gmail.com.

“Kita juga telah meminta kepada pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota agar membentuk Posko Satgas Ketenagakerjaan Peduli Lebaran untuk mendukung suksesnya pelaksanaan pembayaran THR Keagamaan tahun ini,” kata Haiyani.

Sanksi Tegas Lalai Bayar THR
Sementara itu, Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PP dan K3) Maruli A. Hasoloan mengatakan pemerintah terus melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan pembayaran THR tahun 2017.

Hal ini sesuai dengan  Permenaker No. 20/2016 tentang tata cara pemberian sanksi administratif, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78/2015 tentang Pengupahan yang di dalamnya mengatur sanksi tegas bagi perusahaan yang lalai membayar THR.

“Pengusaha yang terlambat membayarkan THR akan dikenakan denda sebesar 5 persen dari total THR yang harus dibayarkan kepada pekerja/buruhnya untuk peningkatan kesejahteraan pekerja,“ kata Maruli.

Selain itu kata Maruli, pengusaha yang lalai juga akan dikenakan sanksi administratif. Sanksi akan diberikan kepada pengusaha yang terbukti melanggar meliputi sanksi berupa teguran tertulis dan sanksi pembatasan kegiatan usaha.

Lebih lanjut kata Maruli, pengenaan sanksi pembatasan kegiatan usaha mempertimbangan beberapa hal. Yakni sebab-sebab teguran tertulis tidak dilaksanakan oleh pengusaha dan mempertimbangkan kondisi finansial perusahaan yang terlihat dari laporan keuangan 2 tahun terakhir, serta diaudit oleh akuntan publik. “Sanksi pembatasan kegiatan usaha diberlakukan hingga pengusaha memenuhi kewajiban untuk membayar THR keagamaan,“ kata Maruli. (*/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Tim Yustisi Terus Tekan Menjamurnya Toko Modern Berjaringan

0

BALIPORTALNEWS.COM – Untuk tekan menjamurnya toko modern di Kota Denpasar, Tim Yustisi kembali melakukan pengawasan terhadap toko modern berjaringan.

Kali ini Tim Yustisi yang di pimpin oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, Wayan Gatra mendatangi  Toko CV Sedana Merta di Jalan Kebo Iwa Selatan dan Toko Sinta Agung di Jalan Gunung Sangiang, Senin (5/9/2016).

Menurut Gatra, pengawasan terhadap dua toko tersebut terindikasi sebagai toko berjaringan dengan Indomaret dan Alfamart. Hal itu bisa diketahui karena sistem dalam komputer kasir masih tertera logo Alfamart dan Indomaret serta lis harga barang juga dikelabui dengan membaliknya.

Tidak hanya itu karyawan Toko CV Sedana Merta tidak bisa menunjukan izin usaha saat disidak. Sedangkan Toko Sinta Agung izin yang dimiliki tidak sesuai dengan yang dijual.

Melihat kondisi ini Gatra langsung mengingatkan dan melayangkan panggilan untuk datang  langsung ke Satpol PP Kota Denpasar.

Lebih lanjut Gatra mengatakan, penertiban itu harus dilakukan secara berkelanjutan. Jika ada izin yang tidak sesuai dengan operasional di lapangan langkah pertama dilakukan peringatan. Jika peringatan ini tidak ditanggapi maka tindakan selanjutnya yang dilakukan adalah penyegelan oleh Satpol PP Kota Denpasar.

“Seperti yang kita telah lakukan di beberapa toko modern pada waktu ini,’’ ujarnya.

Maka dari itu Gatra meminta agar masyarakat berjualan sesuai dengan izin yang dimiliki. Selain itu sesuai Peraturan Walikota No 9 tahun 2009  tentang pembinaan pasar modern, toko modern dan toko tradisional, telah ditetapkan kuota sebanyak 295 toko.

Menurut Gatra mengatakan, toko modern khususnya yang berjaringan harus dibatasi kalau tidak dampaknya akan dihadapi oleh toko-toko kecil.

Meskipun  Pemkot telah membatasi jumlah toko modern di Denpasar ternyata di lapangan banyak ditemukan secara terselubung toko berjaringan membuat kerjasama dengan pihak ke III yakni masyarakat yang memiliki izin toko kelontong.

Mengantisipasi berjamurnya toko modern berjaringan dan mengatasi persaingan yang tidak sehat, Gatra meminta masyarakat sendiri yang mengelola tokonya secara modern. Dengan mengelola toko secara modern maka daya saing  akan sama dengan toko modern berjaringan.

Gatra menambahkan untuk pengendalian maraknya kerjasama toko berjaringan, Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal juga akan melakukan pemantauan sebelum mengeluarkan ijin ini. (ayu/humas pemkot dps/bpn)

Bekraf dan Bukalapak Gelar Pelatihan Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif

0

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam rangka peningkatan produksi dan jasa kreatif, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) melalui Direktorat Pengembangan Pasar Dalam Negeri bekerjasama dengan Bukalapak memberikan pelatihan dalam rangkaian acara workshop bertajuk “Pengembangan Pemasaran Karya Kreatif Melalui Media Online” yang dilaksanakan di enam kota di Indonesia yaitu Bali, Semarang, Yogyakarta, Pontianak, Palembang, dan Malang. Workshop di enam kota ini berlangsung mulai 23 September hingga 18 Oktober 2016. Workshop ini melibatkan mentor dari Bukalapak yang memberikan pelatihan kepada para pelaku usaha ekonomi kreatif/UKM dengan tiga materi utama yaitu cara memasarkan dan mempromosikan produk dan jasa kreatif dengan memanfaatkan platform marketplace, di antaranya Tips Foto Produk, Copywriting, dan Promosi. Workshop pertama dilangsungkan di Hotel Siesta, Legian Bali pada 23 September 2016 dengan jumlah peserta sebanyak 50 pelaku usaha ekonomi kreatif.

BEKRAF bersama dengan Bukalapak menggagas workshop ini dengan tujuan memfasilitasi pelaku usaha ekonomi kreatif di berbagai kota di Indonesia. Di tengah kemajuan era teknologi, para pelaku usaha harus mampu membidik peluang secara tepat dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan pemasarannya agar menjangkau pasar yang lebih luas, dengan melibatkan marketplace yang telah dianggap cukup berhasil. Dengan begitu, kualitas pelaku usaha ekonomi kreatif kita akan semakin baik sehingga mampu bersaing di pasar ASEAN maupun global.

“Bukalapak saat ini sudah memiliki penggerak pelapak yang tersebar di 130 daerah di Indonesia. Pengerak Pelapak bertugas untuk menjaring jumlah pelapak baru, meningkatkan penjualan online para pelaku UKM, serta meningkatkan kualitas pelapak baru agar dapat bersaing di pasar online, serta pembinaan kepada para pelaku UKM. Di samping itu, Bukalapak juga memiliki anggota komunitas yang telah tersebar di lebih dari 30 kota di Indonesia. Dengan begitu pembinaan UKM di daerah-daerah diharapkan dapat semakin terintegrasi,”Ujar Rahmat Danu Andika, Head of Business Partner Bukalapak.

Para pelaku usaha ekonomi kreatif/UKM adalah jantung penggerak perekonomian Indonesia, memberikan kontribusi serta andil bagi badan usaha dan penyerapan tenaga kerja secara nasional. Melalui program ini, BEKRAF dan Bukalapak terus mendorong para pelaku usaha mikro di bidang ekonomi kreatif memperluas pasar untuk kreasinya dengan signifikan.

Para pelaku usaha ekonomi kreatif saat ini telah semakin berkembang dengan adanya “Platform e-dagang” yang dihasilkan sebagai sarana promosi dan publikasi produk dan jasa kreatif. Selanjutnya perlu dukungan bagi mereka untuk menggunakan dan pemanfaatan digital agar terus terhubung, kami percaya pasar produk ekonomi kreatif Indonesia akan meningkat. Tidak hanya dari segi produk yang kreatif, tapi juga bagaimana cara pemasaran yang kreatif agar bisa menjadi lebih unggul dan tercipta ekosistem kompetisi yang sehat,” disampaikan oleh Sappe M.Sirait dan Direktur Pengambangan Pasar Dalam Negeri dari BEKRAF.

Workshop ini juga merupakan inisiatif bersama antara BEKRAF dan Bukalapak untuk terus mengedukasi dan mendampingi para pelaku usaha ekonomi kreatif agar dapat memiliki daya saing. Diharapkan, inisiatif ini akan memperkuat promosi dan publikasi produk dan jasa kreatif dalam negeri di Indonesia maupun internasional. (r/bpn)

 

Klinik Koperasi dan UKM Tabanan Diresmikan

0

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan, AA Gede Dalem Tresna Ngurah, meresmikan Klinik Koperasi dan UKM (KUKM) Tabanan, yang ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pengguntingan pita, Selasa (18/7/2017).

Klinik tersebut, kata Dalem Tresna, untuk memberikan pelayanan konsultasi maksimal kepada koperasi dan UKM, sehingga terwujud koperasi dan UKM yang berkualitas, tangguh dan mandiri. Saat ini, di Kabupaten Tabanan terdapat 555 koperasi aktif dan 107 koperasi yang tidak aktif. Kasus koperasi juga cenderung meningkat. “Kami berharap agar keberadaan klinik ini benar-benar memberikan manfaat bagi koperasi dan UKM,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, klinik ini sebagai media konsultasi bagi koperasi dan UKM di Tabanan. Dengan klinik tersebut, segala permasalahan koperasi dan UKM di Tabanan dapat ditekan, sehingga kemajuan koperasi pun dapat ditingkatkan.

“Kepada koordinator koperasi juga agar membantu menyosialisasikan keberadaan klinik tersebut. Begitu juga kepada koperasi atau UKM yang memiliki permasalahan agar tidak segan-segan datang ke klinik ini,” tukasnya, seraya mengatakan bahwa dalam membangun klinik ini diakui ada beberapa kendala, seperti masalah dana, sarana dan prasarana.

Ketua Panitia Penyedia Layanan Konsultasi Manajemen Koperasi dan UKM Tabanan yang juga Kabid Kelembagaan, Ni Nyoman Yudiani, menyebut beberapa jenis pelayanan Klinik KUKM. Antara lain layanan pelatihan singkat pengembangan usaha, layanan informasi bisnis, layanan advokasi usaha/metoring usaha, layanan akses pemasaran, layanan IT entrepreneur dan layanan pelatihan singkat.

“Layanan pelatihan singkat pengembangan usaha merupakan layanan konsultasi secara personal antara konsultan dan pelaku usaha, baik koperasi maupun UKM. Itu bertujuan untuk menemukan masalah yang dihadapi. Selain berbagai layanan yang diberikan, kami juga memiliki berbagai layanan pendukung, seperti pelatihan berbasis peningkatan kerja, pelatihan pengembangan manajemen kewirausahaan, dan pelatihan lainnya,” jelasnya.

Sementara perwakilan dari Dekopinda Tabanan, I Nyoman Natia, menyebut atas nama Dekopinda memberikan apresiasi atas pembentukan Klinik Koperasi dan UKM Tabanan. “Mudah-mudahan klinik ini bermanfaat,” ujar Natia. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :