Hadapi Persaingan Global, Rai Mantra Kembali Serahkan 4.754 Sertifikasi Kompetensi

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Persaingan pasar kerja dunia menuntut tersedianya tenaga-kerja yang kompeten di setiap bidang, banyak bidang jasa, industri maupun organisasi mempersyaratkan agar tenaga-kerjanya memiliki sertifikasi kompetensi yang kredibel. Perkembangan ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Denpasar.

Pada Jumat (8/12/2017) Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra kembali menyerahkan sebanyak 4.754 sertifikasi kompetensi kepada tenaga kerja Kota Denpasar yang dilaksanakan secara simbolis di Gedung Sewaka Dharma Denpasar.

Sebelumnya pada Februari 2017 lalu pihaknya juga telah menyerahkan sebanyak 9.174 sertifikat profesi kepada tenaga kerja di Kota Denpasar. Walikota Rai Mantra menginginkan semua tenaga kerja Kota Denpasar harus memiliki sertifikasi kompetensi.

“Kedepannya saya tidak ingin tenaga kerja lokal di Kota Denpasar kalah bersaing di daerahnya sendiri karena tidak memiliki sertifikasi kompetensi. Meski pertumbuhan ekonomi kota sudah baik,” ujarnya.

Bila tidak ingin hal tersebut terjadi mau tidak mau atau suka tidak suka semua tenaga kerja dan angkatan kerja Kota Denpasar harus memiliki sertifikasi kompetensi sesuai dengan keahlian yang dimiliki.

Lebih lanjut Rai Mantra menambahkan tenaga kerja lokal tidak bisa lepas dari persaingan global mengingat Indonesia telah menandatangani kerjasama masyarakat ekonomi asean (MEA). Dan di tahun 2020 Indonesia juga sudah memasuki perdagangan bebas WTO (World Trade Organisation) yang dampaknya lebih luas dari MEA. Dengan adanya MEA dan WTO ini semua tenaga kerja asing bisa bekerja di Indonesia bila memiliki sertifikasi kompetensi.

Untuk memenangkan persaingan tersebut Rai Mantra berharap tenaga kerja harus membekali diri sertifikasi kompetensi tersebut. “Saya berharap semua tenaga kerja harus ahli dalam bidangnya dan bagi yang belum memiliki sertifikasi agar segera ikut  dan wajib memilikinya,” ujarnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, I GA. Anom Suradi mengatakan penyerahan sertifikasi kompetensi ini untuk mendukung Kota Denpasar sebagai kota kompetensi.

Pelaksanaan kompetensi di Kota Denpasar di dukung oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Lembaga Sertifikasi Profesi dan SMK di Kota Denpasar.  Untuk itu kedepannya semua SMK dan LPK bila selesai pendidikannya harus telah memiliki sertifikasi kompetensi sesuai dengan keahliannya. Sehingga mereka tidak mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan kedepannya.

Salah seorang tenaga kerja yang menerima sertifikasi kompetensi Gede Santika mengaku sangat senang telah memiliki sertifikasi sesuai dengan keahliannya ini. “Saya mengucapkan terima kasih pada Bapak Walikota karena telah menetapkan Kota Denpasar sebagai kota kompetensi,” ujarnya. Dengan demikian semua tenaga kerja yang bekerja di Kota Denpasar harus memiliki sertifikasi kompetensi ini. Menurutnya ini akan sangat mempermudah kedepannya dalam menghadapi persaingan global. (eka/humas-dps/bpn)

Rai Mantra Buka Pelatihan Sekaa Teruna se-Kota Denpasar

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya unggulan, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar melaksanakan pelatihan Sekaa Taruna (ST)  se-Kota Denpasar yang dilaksanakan pada Sabtu (25/11/2017) di gedung Natya Mandala ISI Denpasar.

Pelaksanaan pelatihan yang mengangkat tema,“ Melalui Pemberdayaan Sekaa Teruna kita kembangkan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Unggulan”ini dibuka secara langsung Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra ditandai dengan penyerahan materi kepada perwakilan peserta.

Dalam kesempatan tersebut hadir juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Wayan Mariyana Wandira, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, Bendesa se-Kota Denpasar serta para SekaaTeruna se-Kota Denpasar.

Denpasar merupakan Kota berwawasan budaya, dimana Pemerintah Kota Denpasar telah mengemas arah dan kebijakan pembangunannya melalui visi Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan serta misi menumbuh kembangkan jati diri masyarakat berlandaskan budaya Bali.

“Kita memberikan informasi awal untuk kreatifitas pemuda untuk meningkatkan ekonomi kreatif, kita juga membuka ruang kepada teruna teruni untuk pengembangan secara mandiri jiwa kreatif yang tentunya ada di setiap orang di Bali,” ujar Walikota Rai Mantra saat memberikan arahan kepada peserta.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, beberapa kreatifitas pemuda Denpasar yang telah sukses dalam bidang ekonomi kreatif seperti wirausaha, musik, videografi, arsitek, fotografy, otomotif dan desain, serta unit bisnis kreatif lainnya diharapkan dapat membangkitkan semangat pemuda untuk terlibat dalam pergerakan kreatif di Denpasar. Dengan cukup besarnya gairah anak muda berkreasi di Kota Denpasar saat ini, maka secara otomatis juga akan menyerap tenaga-tenaga kreatif yang bermanfaat dan bernilai ekonomis .

“Kalo sudah terbentuk kreatifnya tidak akan ada lagi kata pengangguran. Bali hidup karena seni, maka dari itu focus pembangunan di Denpasar yakni kreatifitas dan kebudayaan generasi muda melalui wadah kegiatan semacam ini,” kata Rai Mantra.

Ia juga mengharapkan agar budaya kreatif pemuda jangan hilang, pemerintah akan terus mendorong dan men-support pemuda dalam upaya menumbuhkan ekonomi kreatif berbasis budaya unggulan.

“Agar budayanya tidak hilang, kita memberikan informasi dan tantangannya melalui kegiatan ini. Kita juga selalu mensupport pemuda melalui berbagai kegiatan kreatif serta telah membangun taman pemuda yakni youth park di lapangan lumintang yang dapat dimanfaatkan fasilitasnya ,” ujarnya.

 Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan ekonomi kreatif berwawasan budaya kepada Sekaa Teruna, meningkatkan kemampuan SDM serta menumbuhkan jati diri masing-masing Sekaa Teruna.  Pelatihan Sekaa Teruna yang ke-VI Tahun 2017 ini, diikuti kurang lebih sebanyak 412 Sekaa Teruna se-Kota Denpasar. (eka/humas-dps/bpn)

Balitbang Badung Kejasama Dengan Unud

0

BALIPORTALNEWS.COM, BADUG – Badan Peneliti dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Badung bekerjasama dengan Fakultas Peternakan dan Fakultas Pertanian Universitas Udayana melakukan pembahasan laporan akhir Study Kelayakan Pengembangan Agrobisnis Komoditi Ayam Ras Petelor di Kecamatan Petang dan Study Kelayakan Pengembangan Green House di Kabupaten Badung, Kamis (23/11/2017).

Acara ini dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Kepala Badan Litbang I Wayan Suambara, dari Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Udayana serta Instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, bertempat di ruang Kriya Gosana Puspem Badung.

Kepala Badan Litbang Kabupaten Badung I Wayan Suambara melaporkan, pada periode tahun 2017 ini Balitbang melaksanakan sejumlah kegiatan diantaranya adalah study kelayakan pengembangan agrobisnis komodi ayam ras petelor di Kecamatan Petang sesuai keinginan pimpinan pengarahkan di wilayah Kecamatan Petang agar memanfaatkan kelompok yang kecakapan di bidang ini dan tidak ingin menyumbangkan peternakan-peternakan dengan skala kecil.

Akan dibuat dalam skala besar yang mungkin suatu saat akan bisa menjadi obyek kunjungan, patut dibanggakan bahwa di Badung yaitu di kecamatan Petang ada obyek yang dapat dilihat disana ada sekian ribu ayam dan telor yang diproduksi setiap harinya.

Kegiatan ini mengandung makna bahwa; jeli melihat kebutuhan-kebutuhan yang utama yang diserap kalangan pariwisata maupun konsumsi masyarakat semaksimal mungkin dapat ditangkap peluang pasar tersebut dan merupakan salah satu pola untuk mengedukasi masyarakat dengan potensi dimiliki dalam rangka peningkatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Oleh karena itu Litbang melakukan pengkajian dan bekerjasama dengan Universitas Udayana.

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyampaikan, hari ini kita melakukan pembahasan final study kelayakan terhadap adanya obsesi kita untuk mewujudkan suatu pembangunan sektor pertanian yang kontemporer dalam hal ini ayam ras petelor, dalam rangka untuk mewujudkan satu kemandirian dalam kebutuhan berbagai sektor. Dalam hal ini masyarakat sangat berminat dan sangat layak dan pantas dari hasil studynya untuk dijadikan semacam industri peternak ras ayam petelor di Badung yang berskala besar dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan di Badung baik pariwisata maupun keseharian masyarakat.

“Dari dasar ini akan dibuatkan pola anggaran untuk membangun 2 kelompok ternak yang ada di Petang dengan anggaran bangunan kurang lebih 16-17 Milyard. Sambil berjalan juga akan disiapkan kelanjutan dari study berikutnya yaitu; strategi bisnisnya, pola bisnisnya dan juga bisnis plannya. Dalam rangka untuk menjaga dan  mengawal konsistensi dan eksistensi terhadap peternak ayam ras petelor tidak akan dilepas, akan tetapi akan dilakukan pendampingan 4 hingga 5 tahun, ” katanya.

Lebih lanjut Suiasa menyampaikan, karena kita menginginkan pertanian kontenporer di Kecamatan Petang yang sifat Agrobisnis akan dibuat juga Green House dengan memanfaatkan lahan-lahan yang tidak produktif untuk perkebunan tahun 2018 ini di Kecamatan Petang. Dan tidak menutup kemungkinan juga akan dikembangkan di Badung Selatan dengan memanfaatkan lahan-lahan kering, yang memang disitu dari segi tata ruang diperuntukan Holtikultura.

“Untuk mewujudkannya Pemerintah akan memfasilitasi dan memediasi terhadap kebutuhan-kebutuhannya, baik dari mulai pembangunan gedung, alat, bibit, obat termasuk dana oprasionalnya,  masyarakat benar-benar disiapkan semuanya sehingga meraka ranning untuk melaksanakannya dan juga dilakukan pendampingan,” tegasnya. (humas-badung/bpn)

First Media Luncurkan Kampanye #FirstHappiness

0

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Sebagai pemimpin dan pioneer di industri TV kabel dan Internet broadband di Indonesia, First Media secara konsisten menyediakan ragam produk berkualitas dengan nilai terbaik di pasar.

Dengan semangat berbagi kebahagiaan bersama pelanggan, First Media menyelenggarakan #FirstHappiness Campaign dengan memberikan free speed upgrade hingga 250 Mbps selama 12 bulan.

Dalam kesempatan ini, Chief Marketing Officer PT Link Net Tbk., Liryawati mengatakan, “Perjalanan First Media selama dua dekade beroperasi untuk memberikan layanan TV berbayar dan Internet broadband kepada masyarakat berjalan memuaskan, terbukti dengan pertumbuhan pelanggan pertahun rata-rata konsisten mencapai 15%.

Hal ini sekaligus menunjukkan adanya pertumbuhan pelanggan yang puas akan layanan dan produk First Media. Kepuasan pelanggan (happy feeling) merupakan fondasi dari pertumbuhan perusahaan yang kuat.

Harapan dari First Media adalah mentransformasi kehidupan (Transforming Lives) masyarakat melalui teknologi. Internet memiliki kekuatan dan pengaruh besar dalam mengubah seseorang untuk menjadi lebih maju dan mampu bersaing, pengaruh ini tidak hanya terhadap individu itu sendiri, tapi juga terhadap orang-orang di sekitarnya seperti keluarga, teman maupun rekan kerja.

Apabila semua orang dapat merasakan kemudahan mengakses Internet untuk memiliki wawasan dan pengetahuan yang lebih luas, hal tersebut tentunya dapat membawa Indonesia menjadi lebih baik di kancah internasional. Untuk itu kami mau memberikan free speed upgrade dengan kecepatan hingga 250 Mbps dengan harapan dapat membuat semua pelanggan kami menjadi lebih maju dan lebih happy.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Cisco bertajuk ‘Indonesia 2021 Forecast Highlight’, rata-rata kecepatan Internet di Indonesia mencapai 7.4 Mbps pada tahun 2016 dan akan meningkat menjadi 16.0 pada tahun 2021. Selain itu, total lalu lintas Internet akan naik dari tahun 2016 ke 2021 sebesar 4.9 kali lipat, dengan tingkat pertumbuhan setiap tahunnya sebesar 37%. Hal ini didorong oleh lonjakan permintaan untuk konten video, yang akan mencapai 74% dari semua lalu lintas Internet pada tahun 2021, naik dari 52% di tahun 2016.

“Kami selalu bangga sebagai yang terdepan dalam inovasi di Indonesia dengan menyediakan layanan berkualitas terbaik bagi para pelanggan. Selama beberapa tahun terakhir, kami telah menjadi yang pertama dalam meluncurkan berbagai inovasi, seperti X1 set top box Android bersertifikat Google dengan kualitas 4K Ultra HD, FirstMediaX OTT, dan Smart Living. Kami juga merupakan pemimpin dalam kecepatan akses Internet broadband di negara ini dengan rata-rata kecepatan Internet pelanggan mencapai 13 Mbps, atau hampir dua kali rata-rata akses internet nasional. Untuk mengantisipasi adanya permintaan terhadap penggunaan Internet yang akan terus meningkat, kami berinisiatif untuk menyediakan free speed upgrade hingga 250 Mbps bagi semua pelanggan. Hal ini semakin meningkatkan kecepatan rata-rata Internet pelanggan menjadi 20Mbps, atau 50% lebih cepat,” kata Desmond Poon, Chief Technology Officer and Head of Product PT Link Net Tbk.

Pengalaman mengakses internet via kabel di rumah dengan layanan yang superior tentunya menghasilkan pengalaman yang lebih bagi pelanggan. Menonton bersama keluarga akan memberikan pengalaman menyenangkan, energi positif tersebut akan menular ke lingkungan sekitarnya.

Psikolog keluarga, Efnie Indrianie mengatakan,”Waktu bersama keluarga sangat penting  untuk memperkuat ikatan keluarga. Nonton bareng di rumah menjadi momen untuk dapat meningkatkan kualitas kebersamaan, dan mendorong peran orangtua untuk lebih terlibat dalam menyeleksi program yang layak ditonton oleh anak. Menonton pun menjadi pilihan Me time untuk membuat perasaan lebih fresh dan lebih happy yang bisa menularkan ke orang sekitarnya. Dan juga sebagai perekat hubungan sosial dengan sesama teman ketika berada di rumah.”

Kepuasan pelanggan (happy feeling) juga diperoleh dengan adanya kemudahan mendapatkan informasi melalui layanan customer service yang dapat diakses secara cepat, seperti melalui cek.firstmedia.com dan aplikasi mobile yaitu MyFirstMedia apps yang memungkinkan pelanggan untuk memiliki informasi dari ujung jari mereka dimana saja dan kapan saja.

“Pelanggan tidak hanya mendapatkan pengalaman mengesankan ketika menonton tayangan bermutu dan akses internet broadband yang lebih cepat. Pelanggan juga dapat mengetahui berbagai informasi menyangkut layanan yang ada dan juga berbagai paket tambahan yang ujungnya adalah upaya meningkatkan pengalaman berkesan bagi keluarga,” pungkas Edward Sanusi, Direktur Operasional PT Link Net Tbk. (r/bpn)

Balitbang Kaji Rencanan Pendirian “Holding Company” Pemkab Badung

0

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Rencanan mewujudkan diversifikasi potensi pendapatan asli daerah melalui pendirian holding company, Pemerintah Kabupaten Badung, terus melakukan penggodokan rencana tersebut.

Bahkan Wakil  Bupati Badung menugaskan Tim Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung agar mengkaji dan mencarikan formulasi hukum sehingga desa adat maupun LPD dapat menjadi pemilik atau pemegang saham pada Holding Company tersebut.

Kepala Balitbang Kabupaten Badung, Wayan Suambara yang dihubungi, Rabu (22/11/2017) mengatakan, Ini merupakan mimpi besar yang memang kelahirannya memerlukan proses. Kehadiran Holding Company tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, begitu pesan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa pada saat pembahasan rancangan laporan akhir kajian pembentukan Holding Company Pemerintah Kabupaten Badung kepada pihak Balitbang.

“Kami diminta melakukan kajian secara cermat tentang potensi yang dapat dikembangkan oleh unit-unit usaha yang akan dibentuk nantinya,”ujarnya.

Lebih lanjut  Suambara menyampaikan, kajian pembentukan Holding Company ini merupakan tindak lanjut dari perintah Bupati Badung Giri Prasta yang disampaikan dihadapan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Badung beberapa waktu yang lalu.

Dari hasil kajian yang dilakukan bersama tim ahli didapat kesimpulan bahwa berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 2007 dan UU Nomor 23 Tahun 2014 Pemerintah Kabupaten Badung dapat membentuk Badan Usaha Milik Daerah yang difungsikan sebagai perusahaan induk atau Holding Company.

“Holding Company ini bisa bentuk Perseroan Terbatas (PT) yang secara spesifik berbentuk Perusahaan Perseroan Daerah (PERSERODA). Untuk bisa membentuk itu, kita perlu membuat Peraturan Daerah Pendiriannya sekaligus Peraturan Daerah Penyertaan Modal,” terangnya.

Suambara juga menjelaskan, dalam pembahasan yang dihadiri oleh Majelis Pertimbangan Kelitbangan, Tim Kelitbangan dan Tim Pengkajian Pembentukan Holding Company muncul sejumlah alternatif peluang usaha diantaranya ; pembentukan Unit Pengelola Pangan Daerah, Pembangunan Fasilitas Akomodasi bekerjasama dengan Desa Adat, Pengolahan Air Minum Dalam Kemasan dan beberapa lagi yang lainnya. (humas-badung/bpn)

Ekspor Batu Bara dari Indonesia Terus Bertumbuh

0

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Pada tahun ini ekspor batu bara dari Indonesia ke China telah menghasilkan devisa senilai US$1,68 miliar atau meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya US$1,03 miliar. Namun posisi Indonesia masih berada di bawah Australia yang pada tahun ini nilai ekspornya telah mencapai US$6,51 miliar.

“Kualitas batu bara kita nomor satu di China. Oleh sebab itu, mesti dimanfaatkan ajang seperti CCME itu,” kata Atase Perdagangan Kedutaan Besar RI di Beijing, Dandy Satria Iswara.

Menurut Dandy, kadar sulfur batu bara Indonesia lebih bagus dibandingkan kompetitor utama dari Australia. China yang juga menghasilkan batu bara dengan kadar sulfur tinggi sehingga menimbulkan polusi sangat membutuhkan batu bara dari Indonesia sebagai bahan campuran dalam menggerakkan sejumlah alat pembangkitan energi listrik.

Namun untuk batu bara ringan, pada tahun lalu, Indonesia telah menjadi pengekspor nomor satu dengan mencapai 87,48%.  Rusia dan Mongolia terus menguntit posisi Indonesia, setelah Korea Utara dikenai sanksi larangan ekspor akibat uji coba senjata nuklir.

Karena itu, kehadiran BPG sebagai wakil Indonesia di CCME 2017 bisa memperkuat daya saing batu bara asal Indonesia, tidak hanya di China namun juga untuk berekspansi lebih luas di pasar Internasional.

“Kami berharap kehadiran kami akan membuka pintu kesempatan yang lebih besar lagi untuk memasuki berbagai pasar internasional, sehingga bisa memberikan dampak lebih besar bagi perekonomian Indonesia,” kata Rendy. (r/bpn)

Batu Bara Indonesia Siap Dominasi Pasar China

0

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – China membutuhkan pasokan energi yang besar untuk mengimbangi pesatnya pertumbuhan sektor industri mereka. Hal tersebut membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha batu bara Indonesia untuk meningkatkan volume ekspor ke China.

Untuk tujuan itulah, Indonesia hadir di The 17th China Coal and Mining Expo (CCME) pada 25-28 Oktober 2017 di Beijing, China. Di perhelatan ini PT Borneo Pasifik Global (BPG) mendapat kepercayaan mewakili Indonesia untuk pertama kali di coal expo terbesar di China tersebut.

CCME adalah pameran pertambangan batu bara terbesar di China dengan reputasi yang diakui seluruh dunia yang diadakan setiap dua tahun sekali. Tahun ini, CCMEmengambil tema, “Intelligent Manufacturing, Leading the Future” dan diikuti hampir 400 perusahaan dari 18 negara, termasuk Amerika Serikat, Rusia, dan Jerman.

“BPG berusaha agar konsumen industri, perusahaan pembangkit listrik hingga investor sektor pertambangan dan energi dari China bisa lebih memahami regulasi dan iklim usaha sektor pertambangan Indonesia,” kata CEO BPG, Rendy Halim, yang ikut hadir di acara tersebut.

CCME menjadi ajang untuk meningkatkan hubungan baik antara China dan Indonesia, khususnya dalam bidang perdagangan. Calon pembeli dan investor dari China mendapatkan penjelasan terkait fluktuasi harga batu bara hingga jaminan transparansi dalam proses penambangan dan pengiriman komoditas tersebut.  Hal ini berguna untuk meningkatkan keyakinan bahwa bisnis antara China dengan Indonesia itu sangat aman dan prospektif.  Dan juga dukungan dari kedua belah pihak, Pemerintah Indonesia dan China, memperkuat kenyamanan dan keamanan dalam sisi berbisnis.

“Respons market amat baik. Mereka terlihat antusias untuk memahami lebih jauh perdagangan batu bara di Indonesia. Melalui pameran ini kami ingin membuat hubungan perdagangan batu bara antara Indonesia dan China menjadi lebih baik lagi di segala aspek,” ujar Head of Sales PT BPG, David Tjie, saat ditemui di Jakarta, 6 November lalu. David juga menjadi salah satu pembicara di forum diskusi internasional CCME dengan topik “Prospek Coal Market Indonesia“. Forum ini diikuti 5 perusahaan batu bara terbesar di China, perwakilan pemerintah China, serta  perwakilan negara-negara lain seperti Rusia, Australia dan Eropa.

Di acara bergengsi ini, BPG menampilkan beberapa produk batu bara andalan asal Indonesia, antara lain BPG 47 (NAR44), BPG 42 (NAR38), dan BPG 38 (NAR35). Produk-produk BPG dengan tingkat kadar sulfur yang sangat rendah di bawah 1% ini cocok untuk memenuhi kebutuhan konsumen di sektor industri China yang sangat peduli dengan kebersihan udara. Batu bara BPG dipasok dari produsen batu bara yang memiliki tambang di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

BPG memulai ekspor ke China pada 2015 dengan volume awal mencapai ratusan ribu ton per tahun. Setahun kemudian, ekspor ke China tumbuh mencapai 180%. Dan pada akhir tahun 2017, secara kumulatif pertumbuhan ekspor ke China akan mencapai 310%. Volume ekspor ke China ini setara dengan 55% total volume ekspor batu bara BPG dengan pasar utama antara lain, China, India, Vietnam, Filipina, Thailand, Korea Selatan dan Bangladesh. Hingga kini BPG mampu melayani kebutuhan batu bara dengan berbagai jenis kualitas. (r/bpn)

Perhutanan Sosial Dorong Perekonomian Masyarakat Sekitar Hutan

0

BALIPORTALNEWS.COM – Direktur Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ir.Wiratno, M.Sc., menyebutkan perhutanan sosial terbukti mampu menggerakkan perekonomian masyarakat yang tinggal di kawasan hutan.

“Contoh nyatanya adalah Hutan Kemasyarakatan Kulon Progo atau yang lebih dikenal di media sosial sebagai Desa Wisata Kalibiru,” ucapnya, Kamis (16/11/2017) di Fakultas Kehutanan UGM.

Dalam kesempatan itu Wiratno hadir untuk menyampaikan orasi ilmiah berjudul Perebutan Ruang kelola: Refleksi Perjuangan dan Masa Depan Perhutanan Sosial di Indonesia dalam puncak peringatan dies natalis Fakultas Kehutanan UGM ke-54.

Wiratno mengatakan bisnis swafoto di Kalibiru telah membuktikan bahwa perhutanan sosial dapat meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat di sekitar hutan. Dari bisnis ini masyarakat mendapatkan keuntungan kotor hingga Rp.  5 miliyar per tahun.

Contoh keberhasilan perhutanan sosial lainnya seperti yang dilakukan oleh masyarakat Desa Namo Sialang dan Sei Serdang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Leuser. Mereka berhasil menegmbangkan ekowisata yang berhasil menggerakan roda perekonomian warga sebesar Rp. 12 miliar setiap tahunnya.

Menurutnya perhutanan sosial mampu meningkatkan ragam ekonomi kelompok sampai ke tingkat desa. Selain itu juga membangun lapisan kesadaran baru yang membumi di desa-desa pinggir hutan.

“Fenomena ini sebagai membangun socioculture and economic buffer. Masyarakat yang mampu menggerakan ekonomi di desanya tanpa harus urbanisasijustru orang kota yang harus datang ke desatutur almunus Fakultas Kehutanan UGM ini.

Wiratno mengatakan perhutanan sosial sangat site specific atau local specific dan pada umumnya berskala kecil. Replikasi keberhasilan program ini disuatu tempat tidak sekaligus menunjukkan potensi dan arah keberhasilan yang sama di tempat lain.

Oleh sebab itu diperlukan pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan dalam pelaksanaan program perhutanan sosial ini. Dengan begitu proses pembelajaran dapat secara terus menerus dilakukan secara bersama.

“Melalui sekolah lapangan yang digagas Guru Besar Fakultas kehutanan UGM Prof. San Afri Awang, replikasi berpotensi akan berhasil lebih cepat. Dengan model farmer to farmer share learning  dapat dilakuakan lebih efektif dan relatif cepat dibandingkan model penyuluhan konvensional,”paparnya. (ika/humas-ugm/bpn: foto: firsto)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Rai Mantra Ajak Ciptakan Pasar Rakyat Yang Ramah dan Terpercaya

0

BALIPORTALNEWS.COM – Dengan mengangkat tema “Jaga Pasar Kita”, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan melaksanakan sekolah pasar yang dipusatkan di Pasar Agung Kecamatan Denpasar Utara, Rabu (15/11/2017).

Pelaksanaan Sekolah Pasar Rakyat dihadir langsung Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra sekaligus memberikan arahan kepada peserta Sekolah Pasar dan menyerahkan sebanyak 600 celemek kepada pedagang.

Kegiatan yang menghadirkan Instruktur Tim Pendampingan Pasar dari Ikatan Sarjana Ekonomi ini diikuti 40 Peserta yang terbagi dari 4 Pasar Tradisional yakni Pasar Sindhu Sanur, Pasar Pedungan, Pasar Tegal Arum dan Pasar Windhu Boga yang masing-masing menghadirkan  perwakilan pedagang.

“Melalui sekolah pasar ini kita berharap dapat menjadi wahana pembelajaran dan edukasi bersama untuk menciptakan pasar rakyat yang berkualitas dan berdaya saing tinggi serta meningkatkan peran ekonomi kerakyatan ,” harap Rai Mantra.

Lebih lanjut dikatakan Pasar Tradisional di Kota Denpasar menjadi gerbang pertama dalam upaya mengajak masyarakat meningkatkan ekonomi kerakyatan. Tidak hanya melakukan penataan fisik pasar dan pengelolaan pasar tradisional bertaraf modern, namun juga saat ini pemerintah Kota Denpasar terus melakukan berbagai program inovasi  meningkatkan peran pasar  tradisional.

Selain revitalisasi pasar, sekolah pasar menjadi salah satu program unggulan  Pemerintah Kota Denpasar untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional yang bermuara pada peningkatan ekonomi kerakyatan.

Perilaku hidup bersih serta kenyamanan pembeli di dalam pasar menjadi modal penting dalam memajukan sebuah pasar tradisional di tengah serbuan pasar modern saat ini.

“Revitalisasi pasar tradisional di Kota Denpasar tidak saja merubah fisik pasar, melainkan diharapkan  mampu merubah maindset pengelola pasar dan pedagang di dalam memberikan pelayanan kepada konsumen,” ujar Walikota Rai Mantra.

Diadakannya sekolah pasar ini diharapkan mampu menjadi media pengembangan ilmu pengetahuan tentang pemahaman pasar rakyat yang ramah, segar dan terpercaya sebagai sinergi program Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Kota Denpasar di dalam menciptakan pasar yang layak dan sehat. disamping memberikan pemahaman kepada pedagang, sekolah pasar ini juga dibentuk sebagai wahana belajar bersama, bertukar pikiran serta sebagai tempat persamaan gagasan inovasi dan kemajuan pasar rakyat ke depan.

“Kita mengambil contoh di Pasar Agung dan Pasar Sindhu dengan omset sebelum direvitalisasi berkisar 2-3 miliar sekarang setelah direvitalisasi bisa mencapai 14 miliar, yang menunjukkan bahwa pasar rakyat itu mampu bersaing,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Perindutrian dan Perdagangan Kota Denpasar, I Wayan Gatra mengatakan, diadakannya sekolah pasar ini telah dilaksanakan sejak Tahun 2016 yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pedagang untuk selalu menjaga kebersihan diri maupun lingkungan serta mewujudkan terciptanya pasar rakyat yang ramah, tegas dan terpercaya.

Dalam kegiatan ini juga diserahkan sebanyak 600 celemek kepada pedagang yakni sebanyak 190 buah untuk pedagang pasar Padang Sambian, 40 buah kepada pedagang Pasar Sindhu, 145 buah kepada pedagang pasar Tembawu, 225 buah kepada Pasar Intaran. (eka/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :