Tim Penyelamat Satwa Bali Lepasliarkan Seekor Musang

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Tim Pusat Penyelamat Satwa Bali bersama TNI jajaran Koramil 1619-08/Penebel melepasliarkan seekor musang, Sabtu (5/5/2018). Pelepasliara satwa tersebut berlangsung di hutan area Pura Luhur Besikalung, Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Tabanan.

Selain dari Tim Pusat Penyelamat Satwa Bali yang dipimpin drh. Noviarini, kegiatan tersebut juga melibatkan Danramil 1619/Penebel Kapten Inf. Yudha T. Wicaksono, Babinsa Desa Babahan Serka I Made Arka, dan masyrakat setempat.

Rombongan tim tiba di area Pura Luhur Besikalung sekitar pukul 10.15. Sebelum pelepasliaran seekor musang, lebih dulu mereka melaksanakan persembahyangan mapekeling di palinggih Ageng Pura Luhur Besikalung.

Area Pura Luhur Besikalung merupakan salah satu tempat untuk konservasi dan pelestarian cagar budaya dan satwa. Lokasi tersebut merupakan kawasan dari salah satu catur angga Batukaru yang ada di Kecamatan Penebel, bekerja sama dengan KPPS (Kantor Pusat Penyelamat Satwa) Bali.

“Pelestarian satwa terjaga dan terlindungi dengan adanya larangan untuk berburu satwa di wilayah Desa Babahan, khususnya di area Pura Luhur Besikalung,” ujar Yudha.

Disebutkan pula bahwa beberapa jenis satwa telah dilepasliarkan di sekitar hutan lindung tersebut, dan sampai saat ini sudah mengalami perkembangan. Antara lain burung elang (haliastur indus) atau elang bondol, ular sanca, burung jalak kebo (saturnus Sp), landak, dan yang terakhir dalam kegiatan kemarin dengan melepasliarkan seekor musang.(paradoxsurus hermaphrodius).

“Minggu depan akan dilepasliarkan juga ular jenis pyton,” pungkas Yudha. (ita/bpn)

Bantuan Sembako untuk Warga Kurang Mampu di Kesiut

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Sedikitnya sepuluh warga kurang mampu yang tidak masuk dalam daftar pra-KS di Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan, menerima bantuan berupa sembako. Kapolsek Kerambitan Kompol I Wayan Suana menyerahkan bantuan tersebut, di Kantor Desa Kesiut, baru-baru ini.

Suana mengatakan, masyarakat yang kurang mampu dan tidak masuk dalam daftar pra-KS, adalah yang belum mendapat bantuan dari pemerintah, khususnya di Desa Kesiut.

Perbekel Desa Kesiut, I Gusti Putu Gede Purwa Adnyana, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Kapolsek Kerambitan beserta jajaran. Menurutnya, masyarakat pra-KS di Desa Kesiut tercatat 60 orang. “Yang hadir saat ini adalah masyarakat yang kurang mampu, yang belum mendapat bantuan dari pemerintah. Ini sesuai  penilaian dari desa,” ujarnya.

Purwa Adnyana menilai kegiatan ini sangat positif, karena personel kepolisian turun langsung ke desa untuk mengetahui situasi di desa dan berbagi sembako kepada masyarakat. “Saya sebagai Perbekel Desa Kesiut sangat mengapresiasi terkait dengan kegiatan ini. Semoga niat baik dari kepolisian selalu mendapat dukungan dari masyatakat dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Sementara Kompol Suana mengatakan, dalam kegiatan ini pihaknya ingin bertemu dengan masyarakat Desa Kesiut, guna mengetahaui situasi kamtibmas secara langsung. Selain itu juga ingin berbagi dan meringankan beban masyarakat yang kurang mampu.

“Kami berharap kepada masyarakat agar selalu berkordinasi dan memberikan informasi kepada kepolisian, terkait dengan masalah-masalah yang dihadapi, baik di banjar maupun di desa, sehingga kami dari kepolisian bisa mencarikan solusi dan menyelesaikan bila ada permasalahan,” ujar Suana.

Menurutnya, sembako ini diberikan dengan tulus ikhlas. Polsek Kerambitan sangat peduli dan ingin berbagi dengan masyarakat. Kegiatan semacam ini akan dilaksanakan berkelanjutan, secara bergilir di semua desa di wilayah Kecamatan Kerambitan. “Program ini dari Kapolsek Kerambitan dan bukan pencitraan. Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tukasnya.

Selanjutnya, Kapolsek Kerambitan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada kepala dusun dan aparat Desa Kesiut, dalam rangka harkamtibmas menjelang pilkada, serta antsipasi isu SARA dan hoaks. (ita/bpn)

Dekopinda Tabanan Gelar Pelatihan Kasir Koperasi

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Dewan Koperasi Pimpinan Daerah (Dekopinda) Kabupaten Tabanan, baru-baru ini menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Koperasi Berbasis Kompetensi bagi Kasir Koperasi Kabupaten Tabanan, di Aula Gedung Dekopinda Tabanan.

Ketua Dekopinda Kabupaten Tabanan Nyoman Wirna Ariwangsa mengungkapkan, diklat untuk kasir koperasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan SDM para kasir koperasi, agar mereka bisa bekerja profesional.

“Kasir koperasi merupakan profesi yang sangat menentukan dan memiliki peranan penting, karena sebagai garda terdepan dalam pembukuan. Salah dalam mengentri data, maka seluruh pembukuan berikutnya juga akan salah,” katanya.

Ariwangsa yang juga Sekda Tabanan ini menyebutkan, dalam diklat ini, para kasir koperasi tidak hanya dilatih dalam bidang pembukuan, namun juga diberikan pembekalan manajemen hingga pengoperasian komputer.

“Banyak koperasi di Tabanan yang tidak bisa berkembang karena kasir tidak berkompeten. Dengan diklat ini, ke depan koperasi di Tabanan, semua tenaga kasir berkompeten,” harapnya.

Sementara Ketua Panitia Diklat I Wayan Westa mengungkapkan diklat untuk kasir koperasi diikuti 30 orang utusan  dari koperasi se-Kabupaten Tabanan. “Narasumber diklat dari Dekopinda, Dinas Koperasi dan UKM, serta tenaga profesional dari akademisi,” katanya. (ita/bpn)

Pemkab Tabanan Raih Penghargaan atas Kinerja Program Imunisasi Terbaik Se-Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Pemkab Tabanan menerima penghargaan atas kinerja program imunisasi terbaik se-Indonesia selama 2015-2017, dari Kementerian Kesehatan. Penghargaan ini diserahkan Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, dan diterima Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Suratmika, mewakili Bupati Tabanan, Minggu (29/04), di Gedung Shohibul Barokah, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Acara Pekan Imunisasi Dunia (PID) bertema ‘Capai Imunisasi Rutin Lengkap, Bersama Melindungi dan Terlindungi’. Juga dirangkaikan dengan Peringatan Hari Malaria Sedunia (HMS), dengan tema nasional ‘Bebas Malaria, Prestasi Bangsa’.

Pemkab Tabanan setelah ditunjuk sebagai pilot project program Kementrian Kesehatan dalam kampanye sekaligus imunisasi penyakit radang otak Japanese Encephalitis (JE), gencar melakukan vaksinasi ke sekolah-sekolah. Target yang ingin dicapai bahkan terpenuhi hingga di atas 100 %.

Dengan capaian tertinggi, Kabupaten Tabanan meraih penghargaan tersebut bersama sembilan kabupaten/kota lainnya. Antara lain Kota Tanjung Pinang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Buleleng, Solok Selatan, Labuhan Batu Utara, Barito Utara, Barito Timur, Kolaka Utara, dan Kota Palu.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengungkapkan rasa syukur dan ucapan terima kasih atas penghargaan tersebut. Dikatakan, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan keberhasilan tim jajaran kesehatan yang ada di Tabanan.

“Puji syukur atas penghargaan ini. Penghargaan ini adalah keberhasilan tim jajaran kesehatan di Kabupaten Tabanan, mulai bidan desa, posyandu, puskesmas sampai rumah sakit,” ungkapnya.

Bupati Eka mengungkapkan, capaian imunisasi di Tabanan berhasil melebihi target 100 %. Dikatakan, imunisasi merupakan hak anak yang harus didapatkan untuk mewujudkan generasi yang sehat. “Imunisasi adalah hak anak yang harus jadi perhatian pemerintah untuk  mewujudkan generasi yang sehat. Di Tabanan, pencapaian imunisasi JE sudah diatas 100 %,” imbuhnya.

Sementara Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek pun mengapresiasi kepada pemerintah daerah yang telah berhasil melaksanakan capaian kinerja imunisasi dengan baik. “Penghargaan ini merupakan motivasi kepada pemerintah daerah agar terus mengupayakan dan menggiatkan imunisasi, karena Imunisasi adalah hak anak,” ungkapnya.

Bertepatan dengan peringatan Hari Malaria Sedunia, dia menyebut pengendalian penyakit malaria jadi tanggung jawab bersama, sehingga target Indonesia bebas malaria pada 2030 bisa terpenuhi. “Pemberantasan malaria hendaknya dimulai dari kebiasaan masyarakat sehari-hari untuk menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pola hidup bersih dan sehat. Selain menjaga kebersihan lingkungan, warga juga diminta menggunakan kelambu saat tidur. Sebab, nyamuk vektor plasmodium malaria itu menghisap darah manusia pada malam hari,” jelasnya. (ita/bpn)

Puluhan Dokter Gigi Periksa Kesehatan Gigi Masyarakat Kukuh

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Denpasar Jurusan Keperawatan Gigi menggelar pengabdian masyarakat, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan gigi masyarakat di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan.

Dalam program tersebut, Poltekkes Denpasar memboyong 21 dokter gigi dari Jurusan Keperawatan Gigi dan Poliklinik RSUP Sanglah. Juga ada 20 perawat gigi dan 15 mahasiswa. Sementara tercatat 150 warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kesehatan gigi. Ada yang tambal gigi, bersihkan karang gigi, hingga cabut gigi.

Ketua Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Denpasar, drg. Sagung Agung Putri Dwi Astuti, M.Kes, mengatakan, pengabdian ke masyarakat ini juga akan diisi dengan pembentukan dan pelatihan dokter gigi kecil di sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Marga II. Wilayah kerja Puskesmas Marga II meliputi Desa Kukuh, Desa Tegaljadi, Desa Beringkit Belayu, Desa Peken Belayu, Desa Cau Belayu, dan Desa Selanbawak.

Kegiatan lain berupa pelatihan bagi kader posyandu, dalam upaya meningkatan derajat kesehatan gigi masyarakat. Penyuluhan kesehatan gigi bagi siswa SMP, dan promosi kesehatan gigi bagi siswa. “Pengabdian masyarakat pada periode pertama ini mulai dari April hingga Juni 2018,” ungkap Dwi Astuti.

Sementara pengabdian masyarakat pada periode II akan dilaksanakan mulai Juli hingga September 2018. Kegiatan berupa pemberdayaan guru penjaskes SD se-Desa Kukuh. Penyuluhan, dan pelatihan menyikat gigi bagi siswa SMPN 2 Marga di Desa Kukuh.

Pemberdayaan posyandu dan pencegahan karies dengan PIT dan fissure sealand di SD se-Desa Kukuh. Pada acara pembukaan diisi dengan kegiatan pemeriksaan gigi, yang melibatkan 21 dokter dari Poltekkes Denpasar dan RSUP Sanglah. Ada juga demo menyikat gigi yang baik dan benar untuk siswa SDN 1 Kukuh, siswa SDN 3 Kukuh, dan siswa SDN 4 Kukuh.

Perbekel Desa Kukuh, I Made Sugianto, menyambut baik pengabdian masyarakat yang digelar Poltekkes Denpasar. Menurutnya, membangun desa, terutama meningkatan derajat kesehatan masyarakat, tidak bisa hanya mengandalkan dana desa.

Menurutnya, perlu sinergi dengan pihak ketiga, seperti kampus dan pengusaha. Dia berharap, masyarakat Desa Kukuh semakin paham menjaga kesehatan gigi. Sebab, sakit gigi berdampak terhadap pencernaan, mengganggu aktivitas belajar, dan merusak konsenterasi kerja.

“Harapan saya, masyarakat Desa Kukuh semakin paham dalam upaya mencegah penyakit gigi dan mulut,” pungkas Sugianto. (ita/bpn)

Dua Siswa MA Al Irsyad Juara LKI Tingkat Nasional

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Dua siswa Madrasah Aliyah (MA) Al Irsyad di Candikuning, Baturiti, Ahmad Andi Al Ma’ruf dan Usamah Izzuddin Al Qosam, berhasil menjuarai Lomba Karya Ilmiah (LKI) XI tahun 2018, Bidang Sumber Daya Air (SDA). Lomba tingkat nasional yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu, mereka berhasil meraih juara II.

Makalah yang ditampilkan Ahmad dan Usamah berjudul “Teknologi Pembuatan Air Minum Alkali”, dan berdasarkan keputusan tim juri ditetapkan sebagai juara II. Karya ilmiah mereka mampu menyisihkan ratusan makalah yang dibuat siswa SMA/SMK/MA lainnya se-Indonesia.

“Syukur alhamdulilah, makalah yang kami tulis dan presentasikan di depan tim juri bisa terpilih sebagai juara II nasional,” ujar Ahmad Andi, saat dihubungi per telepon, baru-baru ini.

Sementara Bupati Tabanan Ni Putu Ea Wiryastuti ketika tahu ada dua siswa berprestasi di tingkat nasional dari Tabanan, mengaku sangat bangga. “Yang pasti bangga sekali, karena Tabanan memiliki dedikasi dan reputasi yang membuat Tabanan dikenal secara nasional, khususnya dari generasi muda,” ujarnya.

Selain bangga, Bupati Eka juga mengungkapkan keinginannya untuk bertemu dengan kedua berprestasi tersebut. “Saya ingin ketemu mereka,” imbuhnya. (ita/bpn)

Tenaga Kesehatan Tabanan Dinilai Tim Provinsi Bali

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Tiga tenaga kesehatan di Kabupaten Tabanan, yakni dokter umum, bidan, dan perawat di Puskesmas Selemadeg Barat, yang mengikuti Lomba Tenaga Kesehatan Teladan Provinsi Bali 2018, dinilai Tim Penilai Lomba Tenaga Kesehatan Provinsi Bali, dipimpin dr. Made Laksmiwati.

Hadir pula Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan I Ketut Subrata, Perwakilan Komisi DPRD Tabanan I Made Suardika, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan I Nyoman Suratmika.

Suratmika mengatakan, pemilihan tenaga kesehatan untuk mengikuti Lomba Tenaga Kesehatan Teladan Provinsi Bali tahun 2018, agar jadi motivasi untuk meningkatkan minat tenaga kesehatan bekerja di puskesmas. “Selain itu juga mendorong tercipta tenaga kesehatan yang memiliki semangat pengabdian tinggi, disiplin, kreatif, inovatif, terampil, berbudi luhur, serta dapat memegang teguh etika profesi,” ungkapnya.

Ketiga tenaga kesehatan yang dinilai, masing-masing dr. Wayan Arya Putra Manuaba, Ni Made Juliani, A.Md.Keb., dan Ns. I Made Wikantra, S.Kep.

“Apapun hasilnya nanti, semoga dapat memberi motivasi dan kebanggaan bagi tenaga kesehatan dalam pengabdian kepada masyarakat, dan semoga mendapat prestasi yang diharapkan, sesuai dengan visi misi Kabupaten Tabanan, yakni Tabanan Serasi,” ujarnya.

Staf Ahli Bupati, Subrata, saat membacakan sambutan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, mengingatkan kembali cara pandang terhadap kesehatan, seperti yang sering didengungkan, yakni paradigma sehat. “Paradigma sehat mengedepankan usaha promotif dan preventif, dengan tidak mengabaikan usaha kuratif dan rehabilitatif. Peranan tenaga kesehatan di puskesmas sebagian besar adalah upaya kesehatan masyarakat yang didukung dengan upaya kesehatan perorangan yang prima,” tegasnya.

Dikatakan pula bahwa meningkatnya kualitas tenaga kesehatan di Tabanan diharapkan meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bisa lebih baik. Tenaga kesehatan yang dipilih ini sangat berkaitan dengan salah satu visi Kabupaten Tabanan, yaitu berprestasi. (ita/bpn)

Perbekel Se-Tabanan “Berguru” ke Sukamanah

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Perbekel se-Kabupaten Tabanan “berguru” ke Desa Sukamanah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Rombongan 133 perbekel ini dipimpin Asisten I Setda Tabanan, Wayan Yatnanadi.

Para perbekel tersebut menggali informasi tentang pengelolaan badan usaha milik desa (BUMDes) dan peningkatan pendapatan asli Daerah (PAD). Rombongan studi lapangan diterima langsung Kepala Desa Sukamanah, Ismail.

Yatnanadi menjelaskan, para perbekel se-Kabupaten Tabanan ingin meningkatkan kapasitas dan PAD di masing-masing desa melalui BUMDes. Saat ini Kabupaten Tabanan punya 75 BUMDes. Sebanyak 37 BUMDes dapat bantuan Gerbangsadu Mandara Provinsi Bali, dengan dana Rp 1 miliar lebih per desa. 50 BUMDes dengan BKK Kabupaten Tabanan sebesar Rp 200 juta per desa. Sementara 12 BUMDes lainnya dibentuk secara mandiri.

“Kami ingin menggali cara memberdayakan BUMDes untuk meningkatkan PAD,” jelas Yatnanadi. (ita/bpn)

Tari Rejang Ratu Segara Garapan Bupati Eka, Gelar Latihan Perdana di Tegeh

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, garap kesenian Tari Kreasi Baru bertajuk Tari Rejang Ratu Segara, yang akan ditampilkan di pelataran Pura Luhur Tanah Lot, Beraban, Kediri, bulan Juli mendatang. Sebagai persembahan kesenian yang penuh rasa, estetika dan keindahan kehadapan Betara-Betari (Ratu Segara) yang berstana di Pura dan Pantai Tanah Lot.

Dibantu 2 (dua) orang koreografer handal, Putra Daerah asli Tabanan, yakni I Wayan Juana adi Saputra (Dadong Rerod) dan I Wayan Muder. Diharapkan tari kreasi ini bisa tampil Agung, Sakral dan kejawen. Sehingga selaras dengan kondisi alam Pura dan Pantai Tanah Lot yang memang bersifat sacral dan penuh dengan aura mistis.

Sesuai dengan arahan Bupati Eka sebelumnya, mulai dari gambelan, pakain, irama dan gerak tari telah disiapkan oleh duet koreo Dadong Rerod dan Muder dalam latihan Perdana Tari Rejang Ratu Segara di Aula Rumah Bupati Eka, Banjar Tegeh, Angseri, Baturiti, Jumat (6/4/2018) malam. Mengingat latihan Perdana tersebut disaksikan oleh Beliau.

Setelah menyimak performance dari para penari dan penabuh, Bupati Eka mengkritisi Tarian dan Tabuh, karena ada beberapa yang perlu dikoreksi. Beliau meerasa gerakannya kurang pas dan tidak terlihat mencerminkan keagungan dan kesakralan dari tari tersebut. Tabuhnya juga demikian, sehingga tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam imajinasi orang nomer satu di Tabanan tersebut.

“Gerakannya begitu lembut dan terlalu cepat, begitu juga dengan gambelannya, terlalu banyak seruling. Hanya suara seruling yang terengar, sehingga menutupi irama gambelan yang lain. Saya mau kurangi sulingnya, dan perlambat gerakannya, serta masukan unsur kejawen agar tariannya lebih terlihat agung dan sacral”, pinta Eka kepada Dadong Rerod.

Srikandi cantik asal Tegeh, Angseri itu juga meminta agar penciptaan semua gerak tari agar tidak melenceng dari ciri khas tari Rejang itu sendiri. Bila memungkinkan dipadukan dengan berbagai gerakan tari rejang yang ada.

“Gerak Tari, Gambelan, bahkan Sinden ataupun efek yang akan ditampilkan nantinya harus didasari dengan penuh rasa. Kalau sudah pake rasa, otomatis persembahan kita kehadapan Ratu segara sebagai wujud pengabdian kita kepada Beliau bisa berimbas menjadi sebuah prestasi”, pungkasnya.

Karena sebuah prestasi bukan saja lahir dari kepintaran akademik semata maupun olah-raga, namun mempersembahkan kesenian yang agung dan Sakral-pun merupakan sebuah prestasi, sambung Eka.

Sementara di kesempatan yang sama, I Wayan Juana Adi Saputra atau Dadong Rerod menuturkan ide tarian ini merupakan gagasan dari Ibu Bupati. Yang mana melihat kepopuleran Tari Rejang Renteng saat ini, dan mascot Tabanan tari Bungan Sandat serasi. Dan kami berdua merupakan pelaksana ide tersebut, dan inilah tugas kami sebagai pelaku seni, pungkasnya.

“Ibu ingin memadukan Tari Bungan Sandat Serasi dengan Tari Rejang Renteng, dan jadilah Rejang Sandat Ratu Segara. Dan setelah didiskusikan lagi, untuk lebih sakralnya maka diambil Tari Rejang Ratu Segara”, lanjut Dadong Rerod.

Saya selaku penggarap pembantu Ibu Bupati, harus membuat menu yang enak untuk orang yang mau menikmatinya. Dan dituntut harus bisa menampilkan suasana agung dan sacral pula, tanpa menghilangkan rasa dan estetika tarian tersebut, sambungnya.

Dadong Rerod-pun menambahkan bahwa apa yang diinginkan oleh Ibu Bupati dalam tarian ini agar bisa diuraikan menjadi suatu kesenian kontemporer yang memiliki keagungan dan kesakralan dimata para penikmat tarian ini nantinya.

“Suatu kesenian yang kontemporer dipadukan dengan unsur kejawen, sehingga sangat agung dan sakra. Ibu sangat menginginkan tarian ini begitu agung dan sakral, maka dari itu kami padukan dengan beberapa tari Rejang, semisal Tari Rejang Dewa, Rejang Dedari, dan Rejang Renteng, serta dimasukkan sedikit ornament kejawen tanpa mengurangi ciri khas Tari Rejang tersebut,” jelasnya.

Dirinya sebagai seorang koreografer, penerus ide dan gagasan dari Bupati Eka berharap agar tarian ini bisa maksimal sesuai dengan harapan Beliau. Sehingga bisa ditampilkan secara maksimal pada bulan Juli mendatang di Pelataran Pura Tanah Lot.

Dirinya sebagai seorang koreografer, penerus ide dan gagasan dari Bupati Eka berharap agar Tarian ini bisa maksimal sesuai dengan harapan Bupati Eka. Sehingga bisa ditampilkan secara maksimal pada bulan juli mendatang di pelataran Pura Tanah Lot.

“Mengingat tempat yang mungkin tidak akan memadai untuk menampung lebih dari 7000-an orang penari, maka jumlah penari yang akan mempersembahkan Tari Rejang Ratu Segara ini berjumlah 3.600 orang penari”, jelasnya. (ita/bpn)