26 C
Denpasar
Selasa, 21 Agustus 2018

Hujan Deras, Jembatan Tukad Yeh Nu Banjir

BALIPORTALNEWS.COM – Hampir seharian hujan deras mengguyur Tabanan dan sekitarnya. Hal itu mengakibatkan banjir di jalan sekitar Jembatan Tukad Yeh Nu Tabanan, Kamis (15/9/2016). Penyebab banjir diduga karena got yang tersumbat material sampah. Air got kemudian meluap ke jalan.

Kondisi tersebut membuat jalan Denpasar-Gilimanuk di dekat Jembatan Tukad Yeh Nu itu banjir. Arus lalin pun terganggu.

Sejumlah polisi lalu lintas pun terpaksa turun ke lokasi banjir tersebut, untuk mengatur arus lalin. Banyak pengendara yang terjebak banjir. Begitu juga beberapa motor yang mendadak mogok di tengah jalan.

Hujan deras sekitar pukul 17.00. Got-got di sekitar tempat itu tak mampu menampung air hujan, sehingga meluap ke jalan dan menimbulkan banjir.

Sekitar pukul 20.00 hujan mulai reda. Air berangsur-angsur surut. Arus lalin pun sudah bisa berjalan normal. (ita/bpn)

BPTP dan Tomas Desa Sanda Bahas Proyek TTP

BALIPORTALNEWS.COM – Berlangsung acara rapat dan tatap muka tokoh masyarakat (tomas) Desa Sandam Kecamatan Pupuan, Tabanan, dengan BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) Bali dan Pemkab Tabanan, di Gedung BUMDes Desa Sanda, Pupuan, Rabu (14/9/2016). Rapat membahas permasalahan penutupan proyek Taman Teknologi Pertanian (TTP) di Desa Sanda.

Hadir dalam acara tersebut, antara lain Kepala Bappeda Tabanan Ida Bagus Wiratmaja, Kepala BPTP Propinsi Bali Anak Agung Kamandalu, Sekda Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, Asisten I I Wayan Yatnanadi, Dinas PU Tabanan I Nyoman Parwata dan Farida. Hadir pula dari unur Dispenda Tabanan, Camat Pupuan, Perbekel Desa Sanda, Kontraktor PT Taurus Jaya, Bendesa Adat Sanda, Pelaksana Proyek TTP, BPTP Dr. Ir. I Gusti Komang Dana Arsana, serta tokoh masyarakat.

Rapat membahas tiga permasalahan. Antara lain masalah sumber air yang keruh. Air tersebut merupakan yang dikonsumsi warga Desa Sanda. Juga soal perbaikan akses jalan, agar diperhatikan dan  dikerjakan. Terlebih jalan tersebut merupakan akses jalan warga dalam membawa dan menjual hasil pertanian.

Permasalahan juga menyinggung tentag tanah warga yang terkena proyek, yang dijanjikan akan diberikan kemudahan dalam mengurus SPPT. Namun sampai saat ini belum terealisasi dari pemda.

Menanggapi tiga permasalahan tersebut, dijelaskan Sekda Ariwangsa bahwa intinya agar diselesaikan secara bijaksana. Diharapkan agar proyek TTP tetap berjalan. Air bersih, jalan, dan SPPT sudah jadi prioritas, namun tidak cepat mengingat di pusat ada pemangkasan dana.

Kepala Bappeda Tabanan pun mengatakan, ketiga masalah tersebut sudah dibahas. Saat ini dihadirkan Dispenda Tabanan. Jalan yang rusak terlebih dahulu diseleksi, di mana medan yang perlu diperbaiki. Begitu pula masalah air akan dibantu melalui Pamsimas.

“TTP merupakan destinasi pariwisata berbasis pertanian. Permintaan Bappeda agar permasalahan dan mencarikan solusi secara bersama-sama dengan bendesa adat, perbekel, pengelola air BPTP, dan pemda,” katanya.

Kepala BPTP AA Kamandalu pun minta agar TTP ini didukung, dan setiap permasalahan agar dicarikan solusi yang terbaik.

Sementara Bendesa Adat I Made Widayana mengatakan, intinya menerima proyek TTP, dengan enam poin. Antara lain kompensasi tanah dari pemda, eksekusi lahan menghormati kearifan lokal, sumber air agar dijaga kesuciannya, tenaga kerja diharapkan prioritas tenaga lokal, kontribusi nyata kepada desa dinas dan desa adat bila TTP sudah berjalan.

“Diharapkan pula agar di lokasi TTP yang merupakan lokasi hulu dibuatkan tempat suci, sesuai dresta dan tatanan Desa Sanda yang merupakan desa tua, yang masih menjunjung tinggi kearifan lokal,” harapnya.

Selanjutnya, proyek TTP akan dilanjutkan kembali, sambil berjalan menyelesaikan permaslahan yang ada. Antara desa adat, desa dinas, pemda, dan BPTP sepakat menyelesaikan bersama-sama. (ita/bpn)

Di Tabanan, Potong Tumpeng HUT Ke-57 Pepabri

BALIPORTALNEWS.COM – HUT ke-57 Pepabri di Tabanan dirayakan secara sederhana dan ditandai dengan pemotongan tumpeng. HUT kali ini diselenggarakan di Kantor Pepabri Tabanan, Jalan Pahlawan No. 1A Tabanan, Rabu (14/9/2016).

Hadir dalam acara tersebut Ketua DPD Pepabri Bali Purnawirawan Kombes Drs. I Wayan Nuada, Ketua Perpabri Tabanan Purnawirawan Letnan Kolonel I Dewa Sukawana, serta perwakilan dari jajaran Muspida Tabanan, Bedesa Adat Kota Tabanan, dan anggota Pepabri se-Kabupaten Tabanan.

Ketua DPD Pepabri Bali mengatakan, tema HUT ke-57 Pepabri kali ini, "Sekali Pejuang Tetap Pejuang". “Memperingati hari jadi ini tidak semata hanya  dalam aktivitas yang bersifat seremonial, namun saat yang baik dijadikan momen untuk merefleksikan diri agar dapat mengetahui, menyadari, dan memahami berbagi kelemahan maupun kekurangan selama ini.

Disampaikan pula penghargaan yang mulia kepada para sesepuh dan pendahulu, yang dengan ketulusan dan keterbatasan telah memperjuangkan dan meletakan landasan bagi keberadaan maupun kiprah Pepabri. Selain itu juga kepada para insan purnawirawan satya bhakti TNI-Polri yang masih berkiprah dalam wadah Pepabri. “Semoga Tuhan Yang Maha Pemurah dan Penyayang memberikan kemampuan dan petunjuk-Nya. Kita semua melanjutkan kiprah dan perjuangan Pepabri dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional, yang tersirat dalam ideologi Pancasila dan Proklamasi 17 Agustus 1945,” pungkasnya. (ita/bpn)

Bupati Eka Bangga Poklahsar dan Pomaswas Berprestsi

BALIPORTALNEWS.COM – Tiga kelompok masyarakat berprestasi bertemu dengan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Rabu (14/9/2016). Bupati Eka pun mengaku bangga dan memberikan apresiasi kepada ketiga pemenang lomba, yang diwakili masing-masing kelompok pengolah dan pemasaran (poklahsar) dan kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas).

Poklahsan dan pokmaswas yang berbrestasi, antara lain Poklahsar Taman Griya Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, yang meraih juara I Lomba Poklahsar tingkat Provinsi Bali pada 7 Juni 2016. Poklahsar Sekarmina Desa Tiyinggading, yang meraih juara II lomba masak serbaikan di Art Center, 18 Agustus 2016. Demikian juga Pokmaswas Bala Tirta Segara Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, yang juara III di tingkat Provinsi Bali, 14 april 2016.

Bupati Eka mengaku bangga atas kesuksesan ketiga kelompok masyarakat tersebut. Dia berharap, kesuksesan yang diraih di tingkat provinsi itu dapat disukseskan lagi ke tingkat nasional.

“Poklahsar agar terus melakukan yang terbaik, dengan meraih  prestasi setinggi-tingginya demi kemajuan masyarakat Tabanan. Mari kita bangkitkan semangat di bidang perikanan, mengingat di Tabanan memiliki surplus perikanan, sehingga bisa kita bawa ke dalam BUMDes,” ujar Bupati Eka. (ita/bpn)

Bupati Tabanan Dukung Festival Kerambitan II

BALIPORTALEWS.COM – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengungkapkan dukungannya atas rencana penyelenggaraan Festival Kerambitan II/2016. Festival kali ini bertema “Vasudeva Kutumbakam Living in Peace and Harmony”, yang akan berlangsung mulai 7 – 9 Oktober 2016.

Tim Festival Kerambitan II 2016, yang dipimpin Camat Kerambitan I Gede Sukanada, Rabu (14/9/2016), mengungkapkan, Festival Kerambitan II 2016 merupakan lanjutan dari Festival Kerambitan I 2015. Kali ini akan berlangsung di Lapangan Umum Desa Kerambitan, dengan menonjolkan salah satu seni ciri khas dari Kecamatan Kerambitan, yaitu okokan dan tektekan.

“Kedua kesenian tersebut akan digabung menjadi satu kesatuan, yaitu pagelaran okokan dan tektekan massal. Acara tersebut juga didukung seluruh potensi seni dan budaya di Kerambitan,” ujar Sukanada.

Sementara Bupati Eka mengatakan, selain menanamkan rasa bangga terhadap seni dan budaya, serta adat istiadat, juga berharap agar festival yang serupa diadakan di setiap kecamatan di Kabupaten Tabanan. Tujuannya untuk mengangkat potensi di daerah masing-masing, baik seni dan budaya, adat istiadat, potensi kulier, dan lain sebagainya.

“Saya berharap, dengan adanya event ini bisa membangkitkan rasa cinta kasih dan sayang masyarakat Kerambitan terhadap daerahnya,” tegasnya.

Dengan Festival Kerambitan II 2016, juga salah satu bagian dari program revolusi mental yang digaungkan Pemerintah Republik Indonesia di bawah pimpinan Joko Widodo. “Kalau mental kita mau bagus dan baik, maka seni, budaya, dan adat istiadat harus dikembangkan. Rasa cinta, kasih, dan sayang pun harus ditumbuhkan, agar kita bangga mengenalkan seni, budaya, dan adat istiadat kita ke bangsa lain,” pungkasnya. (ita/bpn)

Puluhan Warga Yeh Malet Kaja Demo PDAM Kerambitan

BALIPORTALNEWS.COM – Gara-gara aliran air PDAM yang tersendat dalam tiga minggu terakhir, sekitar 35 warga Banjar Yeh Malet Kaja, Desa Belumbang, Kerambitan, melakukan demo ke Kantor Unit PDAM Kerambitan, di Banjar Samsaman Alas, Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Selasa (13/9/2016).

Rombongan warga dipimpin Kelian Dinas Banjar Yeh Malet Kaja, I Made Mulyadi. Mereka diterima Kepala Unit PDAM Kerambitan, I Gusti Made Sukadana beserta staf. Terkait hal itu, Sukadana mengatakan bahwa tersendatnya air PDAM yang dirasakan warga tersebut karena ada gangguan di jalur transmisi dari Riang Gede.

“Gangguan dimaksud terjadi sejak sekitar dua minggu lalu, yang mengakibatkan distribusi air ke sejumlah daerah tersendat. Gangguan terjadi di jalur transmisi dari sumber mata air di Riang Gede, yaitu berupa anginan semacam ada gelembung udara yang terperangkap di dalam pipa,” ujarnya.

Permasalahan juga timbul karena debit air, yang mengakibatkan aliran air macet. Begitu juga dengan penggunaan air yang meningkat pada hari libur dan hari raya. Selain itu juga karena musim kemarau.

Penggunaan air pada hari libur atau hari raya, katanya, bisa meningkat sekitar 200 hingga 300 persen. Debit air terkadang tidak menentu, bisa besar atau kecil. “Kebetulan di Banjar Yeh Malet Kaja merupakan daerah tinggi. Jika debit air sedang kecil, maka aliran pun agak tersendat,” tukas Sukadana.

Dia berjanji akan melakukan perbaikan di lapangan. Perbaikan dimaksud adalah dengan menormalkan saluran dari Riang Gede, termasuk di distribusi jaringan. Usai mendapatkan penjelsan tersebut, puluhan warga Yeh Malet Kaja kemudian pulang dan meninggalkan halaman Kantor Unit PDAM Kerambitan. (ita/bpn)

WHDI Tabanan Wisata Spiritual ke Pulau Menjangan

BALIPORTALNEWS.COM – Peringatan Hari Raya Galungan dan Kuningan merupakan momen yang sangat tepat untuk lebih mendekatkan srada bakti kehadapan Sang Hyang Widi Wasa. Karena itu, para pengurus organisasi Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Tabanan memanfaatkan momen tersebut dengan mengadakan wisata spiritual ( Tirta Yatra ) ke Sembilan Pura yang ada di Pulau Menjangan, Senin (12/9/2016).

Kegiatan tersebut juga diikuti Sekkab Tabanan Nyoman Wirna Ariwangsa, Asisten I Sekda Kabupaten Tabanan Wayan Yatnanadi, Ketua WHDI Kabupaten Tabanan Nyonya Putriningsih Wirna dan segenap pengurus WHDI Kabupaten Tabanan yang merupakan istri pejabat di lingkungan Pemkab Tabanan.

Putriningsih dalam kesempatan tersebut mengatakan Tirta Yatra yang dilakukan merupakan serangkaian peringatan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Dirinya berharap melalui Tirta Yatra ini jalinan silaturahmi antar anggota WHDI bisa terus ditingkatkan.

“Kami berharap melalui Tirta Yatra ini, selain mampu meningkatkan srada Bakti kita kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa, juga mampu mempererat jalinan silaturahmi antar anggota WHDI sehingga seluruh program kita bisa berjalan maksimal,” ujarnya.

Dikatakan, ibu-ibu yang tergabung dalam WHDI merupakan sosok panutan yang diharapkan mampu mengemban misi pencerah mulai dari tingkat terkecil yakni keluarga yang nantinya akan berlanjut ke masyarakat luas. “ Kami ingin ibu-ibu yang tergabung dalam WHDI bisa mengemban misi pencerah dari tingkat keluarga, karena dari keluarga yang baik akan tumbuh anak-anak yang baik yang nantinya diharapkan mampu mengisi pembangunan di daerahnya,” imbuhnya.

Menurutnya, kegiatan Tirta Yatra ini terselenggara berkat kerjasama yang baik antara Pemkab Tabanan dalam hal ini WHDI dengan Kementerian Agama Kabupaten Tabanan bidang pogram yang dimulai sejak tahun 2015. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama Kabupaten Tabanan yang telah mendukung program ini sehingga kita bisa melakukan Tirta Yatra. Mudah-mudahan ke depan kerjasama ini akan terus berlanjut dan program WHDI bisa bersinergi dengan program dari Kementerian Agama Kabupaten Tabanan,” tandasnya. (ita/bpn)

Wabup Tabanan Hadiri Perayaan HUT Ke-31 Karang Taruna Dharma Kumara

BALIPORTALNEWS.COM  Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 Karang Taruna Dharma Kumara, Desa Dauh Peken, Minggu (11/9/2016) malam. Hadir pula salah satu anggota DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana, Camat Tabanan IGA Supartiwi, Unsur Muspika Kecamatan Tabanan, Perbekel Dauh Peken, dan tokoh masyarakat setempat.

Ketua Panitia Acara I Made Semara Putra mengatakan, HUT Karang Taruna Dharma Kumara jatuh pada 17 Agustus bertepatan dengan HUT RI, dan dilaksanakan pada Minggu (11/9/2016). Selain untuk merayakan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI dan HUT Karang Taruna Dharma Kumara, juga bertujuan untuk membangkitkan adat mebraya (persaudaraan) bagi seluruh anggota karang taruna dan masyarakat Desa Dauh Peken.

“Dengan tema -Yang Muda yang Berkarya- semoga bisa memupuk rasa kepedulian terhadap sesama maupun juga terhadap lingkungan, serta menumbuhkan rasa sosial dan kecintaan terhadap daerah, menuju Desa Dauh Peken yang maju,” jelasnya.

Sementara dalam sambutan Wabup Sanjaya mengaku bangga melihat pemuda Desa Dauh Peken begitu kompak dalam melakukan suatu kegiatan. Dikatakan, ini adalah suatu wujud yang mencerminkan rasa kebersamaan dan persatuan yang sangat kental antarsesama pemuda dan orangtua, serta masyarakat Dauh Peken.

“Saya selaku pimpinan daerah dan juga sekaligus salah satu orangtua dari anggota Karang Taruna Dharma Kumara ini, bukan hanya bangga, namun juga sangat bahagia melihat kalian dengan penuh semangat juang yang tinggi dalam mewujudkan kemajuan pembangunan di esa,” katanya.

Menurutnya, kehadirannya dalam perayaan HUT kali ini merupakan suatu cerminan dukungan atas kreativitas pemuda. Diharapkan, kreativitas ini muncul kepada semua pemuda di desa yang ada di Tabanan. “Berbekal motivasi dan semangat juang yang tinggi, serta rasa kebersamaan yang kental, apapun bisa kita lakukan, selama itu baik bagi perkembangan desa kita. Ini merupakan tonggak awal bagi kebangkitan Pemuda di Tabanan,” pungkasnya. (ita/bpn)

Bupati Eka Bagikan Hewan Korban dan Sembako

BALIPORTALNEWS.COM – Sehari menjelang hari raya Idul Adha, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti membagikan hewan kurban dan paket sembako kepada umat muslim di Tabanan. Ada sebelas ekor kambing dan 275 paket sembako yang disebarkan ke sebelas titik di sepuluh kecamatan yang ada di Tabanan.

Hewan kurban dan sembako tersebut disalurkan secara simbolis oleh Ekalawya Educare Foundation dan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tabanan, di Masjid Agung Tabanan, Minggu (11/9/2016). Hewan kurban dan paket sembako akan disebar ke sepuluh titik lainnya yang ada di masing-masing kecamatan oleh masing-masing anggota Fraksi PDI Perjuangan, sesuai daerah pemilihan.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan I Gede Suadnya Darma. Kemudian anggota Fraksi PDI Perjuangan seperti I Nyoman Suadiana, I Wayan Tamba, I Gusti Komang Wastana, I Made Suardika, dan I Made Suarta. Serta Camat Tabanan I GA Supartiwi dan Perbekel Dauh Peken.

Bupati Eka dalam pesannya menyampaikan bahwa penyerahan hewan kurban ini untuk membantu meringankan beban fakir miskin yang merayakan Idul Adha pada Senin (12/9/2016).

Hal penting lainnya yang juga melatari kegiatan ini, adalah ajaran Presiden Republik Indonesia Pertama, Ir. Soekarno atau Bung Karno, yang selalu menekankan Pancasila dan persatuan dan kesatuan bangsa. Salah satunya dengan merawat kerukunan antarumat beragama.

“Ini juga sebagai wujud dan implementasi terhadap ajaran Bung Karno yang selalu menekankan persatuan dan kesatuan sebagai modal berdiri dan tegaknya bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan anggota Fraksi PDI Perjuangan I Nyoman Suadiana, sebelum melakukan penyerahan hewan kurban dan paket sembako secara simbolis. Kegiatan yang dilakukan Bupati Eka lewat Ekalawya Educare Foundation ini sebagai salah satu upaya untuk merawat kerukunan antarumat beragama di Tabanan.

“Saling menjaga dan memelihara kerukunan antarumat beragama ini sangat penting untuk dilakukan guna membangun Tabanan. Bukan hanya kepada komunitas muslim saja, namun kepada komunitas agama lainnya seperti Hindu, Buddha, Kristen Protestan, dan Kristen Katolik. Mari kita selalu menjaga dan memelihara kerukunan tersebut,” ujarnya menghimbau. (ita/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan