Paiketan Puri se-Bali Hadiri Pembukaan OWHC

BALIPORTALNEWS.COMPelaksanaan Konferensi Strategic Meeting Organitation World Heritage Cities (OWHC) Asia Pasifik dimana Kota Denpasar selaku tuan rumah agenda tahunan ini mendapat dukungan dari  Paiketan Puri-Puri se Bali.

Beberapa Raja atau Penglingsir Puri tampak hadir seperti Ida Dalem Semara Putra penglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Agra Pemayun Puri Girinatha Payangan, AA Ngurah Putra Dharmanuraga Puri Pemecutan Badung, AA N Panji Astika Puri Anom Tabanan, AA Gde Eka Putra Puri Kilian Bangli, AA Gde Bharata puri Agung Gianyar, AA Ngurah Joko Pratidnya Puri Jro Kuta, Tjokorda Putra Sukawati Puri Ubud, Tjokorda Gede Putra Nindya Puri Peliatan dan Kanjeng Harri Djojonegoro Keraton Surakarta.

Kehadiran para penglingsir puri ini memberikan suatu nilai tambah terhadap pelaksanaan konfrensi OWHC ini yang baru pertama kali dilaksanakan di Bali, karena dengan dukungan dan kehadiran para penglingsir puri menandakan hubungan yang sangat harmonis antara pemerintah dengan puri. Sekretaris Paiketan Puri se Bali AAN Putra Dharmanuraga ditemui disela-sela konfrensi mengatakan pertemuan OWHC ini di Denpasar merupakan suatu kehormatan bahwa keberadaan puri puri masihdiakui keberadaaan.

“Ini tidak terlepas dari sejarah bahwa Puri-Puri yang ada di Bali masih sangat teguh memegang tradisi dan kebudayaan yang menjadi warisan pusaka yang adiluhung. Kami melihat betapa pentingnya pelestarian budaya dan pusaka masa lalu, dengan demikian generasi muda memahami bagaimana harmonisasi kehidupan masa lalu dan masa kini,” kata Dharmanuraga. Ia melihat komitmen dari walikota Denpasar untuk melestarikan warisan budaya dan pusaka ini sangat kuat.

“Walaupun merupakan daerah perkotaan yang cendrung dngan budaya modern namun dengan program yang jelas dan komitmen kuat dari Walikota menjadikan Denpasar mampu bertahan dengan identitas budya Bali yang kuat, ini hendakna dijadikan contoh bagi daerah lainnya bagaimana upaya untuk melestarikan budaya dan warasanpusaka,” katanya.

Sementara Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra mengucapkan terima kasih dan apreasiasi dengan dukungan dari paiketan Puri se Bali. Rai Mantra mengakui bahwa perkembangan budaya dan pelestarian warisan pusaka di Kota Denpasar tidak bisa dilepaskan dari keberadaan puri. “Kedepan hubungan dan kerjasama yg harmonis antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Puri puri bisa lebih ditingkatkan dalam upaya untuk menjaga dan melestarikan warisa pusaka ini,” kata Rai Mantra.

Selebihnya putra mantan Gubernur Bali IB Mantra mengatakan upaya untuk menjaga dan melestarikan warisan pusaka akan senantiasa melibatkan puri serta kalangan generasi muda. Hal ini sejalan dengan tema konferensi OWHC tahun ini yakni memperkuat pelibatan dan membangun jaringan pemuda di kawasan asia pasific.

Sumber : Humas Pemkot Denpasar

Balita Yatim Piatu Asal Selemadeg Tabanan, Terima Bantuan

BALIPORTALNEWS.COM – Pemberitaan di media tentang Elin Meliana, balita yatim piatu berumur 3,5 tahun dengan kondisi kesehatan buruk karena sebagian tubuhnya penuh luka koreng direspon cepat Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta. Secara khusus orang nomor dua di Pemprov Bali ini mengutus tim Humas Pemprov serta Staf Wakil Gubernur Bali untuk menyerahkan bantuan sementara ketempat tinggalnya, sebuah tempat kos di Banjar Sari, Bajera, Selemadeg, Tabanan, Kamis (4/8/2016).

Pada saat ditemui, Elin Meliana, tinggal bersama neneknya Sapurah (50) dan Kakeknya Ali Munah (50). Keduanya menuturkan bahwa, semenjak kedua orang tua Elin meninggal (alm. Siti Jumiati dan alm. Gede Muliasa), balita malang tersebut menjadi susah makan dan sangat rewel sehingga membuat badannya semakin kurus.

Elin sempat diperiksakan ke Puskesmas setempat, serta sempat mendapatkan pengobatan di rumah sakit sekitar selama delapan hari dengan menggunakan JKBM. Dokter yang merawatnya menyarankan  untuk melakukan kontrol rutin ke rumah sakit. Namun karena tidak ada yang mengantarkan serta keterbatasan biaya upaya pengobantannya tidak maskimal.

Pasangan suami istri tersebut hanya bekerja sebagai tenaga serabutan dengan berpenghasilan Rp 20 ribu per hari yang hanya cukup untuk biaya makan, sehingga kontrol ke rumah sakit tidak bisa dilakukan. “Kami hanya bisa pasrah melihat kondisi cucu kami yang semakin hari semakin buruk ini, karena biaya hidup juga kami kesusahan,” ujar nenek paruh baya tersebut dengan hati lirih.

Ia berharap, pemerintah maupun orang dermawan bisa membantu meringkankan beban yang diderita oleh Elin, sehingga Elin dapat kembali bermain seperti balita lain di usianya.

Tim pada kesempatan itu yang juga didampingi oleh Kelihan Dinas Banjar Sari, I Nengah Sukarsa  menyalurkan bantuan sementara berupa uang tunai dan beras 50 kg guna meringankan beban kehidupan  Elin  Meliana serta kakek neneknya.  Sedangkan untuk bantuan selanjutnya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan SKPD terkait.

Gerakan responsif Pemprov Bali ini juga diharapkan dapat menggerakan kepedulian sosial masyarakat mampu terhadap sesama yang membutuhkan.

Sumber : Humas Pemprov Bali