MPLS di SMPN 6 Denpasar Penuh Keriaan

BALIPORTALNEWS.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 6 Denpasar sangat berbeda dibandingkan di sekolah lain. Dikatakan berbeda, karena pembukaan MPLS dibuka langsung Kepala SMPN 6 Denpasar yang anyar yakni Gusti Ayu Putu Tirtawati, S.Pd., ditandai dengan pelepasan balon ke udara.

MPLS di sekolah ini diikuti 360 siswa kelas VII dengan kehadiran 100 persen. Hebatnya lagi, MPLS di sekolah ini juga melibatkan Ketua Komite SMPN 6 Denpasar, Wayan Suada, sebagai Ketua Pemantau MPLS.

Tirtawati mengungkapkan, MPLS sangat penting artinya untuk pengenalan sekolah, membudayakan hidup tertib, dan menjalin komunikasi antara warga sekolah. Tata krama juga diberikan untuk mengisi muatan pendidikan karakter dan budaya malu di sekolah.

Karenanya, MPLS di SMPN 6 Denpasar dikemas penuh dengan suasana gembira, dan sangat jauh dari kesan perpeloncoan dan kekerasan. Ini sesuai dengan tema MPLS ‘’Melalui MPLS yang Sejuk, Sehat dan Berbudaya Kita Tumbuhkan Generasi Muda yang Berkarakter dan Peduli Lingkungan’’.

Tirtawati didampingi Wakasek Kesiswaan Drs. Made Rutha, Wakasek Kurikulum Wayan Gandawati, Wakasek Sarpras Nyoman Sunarta, S.Pd., dan Wakasek Humas GA Swadari menambahkan, MPLS lebih banyak diisi dengan pengenalan lingkungan sekolah, program dan cara belajar siswa aktif, tata krama siswa dan pemahaman budaya sekolah, serta menanamkam budaya malu di kalangan siswa.

MLPS berbudaya diimplementasikan dengan bentuk sopan santun, bersih dan budaya malu. Tirtawati menyebutkan sebagai suatu kebenaran bahwa tak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tak didasari oleh nilai-nilai budaya yang dianut masyarakat.

Sedangkan MPLS berkarakter diimplementasikan pada 18 nilai pendidikan karakter bangsa. Dikatakan nilai-nilai yang melandasi perilaku manusia berdasarkan norma agam, budaya, hukum adat dan istiadat.

MPLS ramah lingkungan diimplementasikan dengan aksi bersih dan PSN. Siswa diajak selalu peduli dengan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, memberishkan lingkungan setiap pagi sebelum jam pelajaran, rasa memiliki di kelas, dan tidak merusak sarana dan prasarana di sekolah.

Usai mengikuti MPLS, Jumat (15/7) seluruh siswa baru diajak out bond ke Bedugul. Kegiatan ini selain untuk refresing, sekaligus mengajak siswa belajar dan peduli dengan alam sekitar.  (tis/bpn)

SMAN 2 Denpasar Cetak SDM Bali yang ‘’Vidyaya Prajnam Prapnumahe’’

BALIPORTALNEWS.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 2 Denpasar berlangsung dalam suasana riang gembira. Tak ada aroma perploncoan dari kakak senior, karena MPLS di sekolah ini total ditangani oleh guru-guru. Sebanyak 393 siswa kelas X mengikuti MPLS dengan kehadiran 100 persen.

Kepala SMAN 2 Denpasar, Drs. Ida Bagus Sueta Manuaba, M.Pd., mengaku bahagia melihat wajah-wajah ceria siswa baru mengikuti MPLS. MPLS dikemas sesuai dengan tema yakni ‘’Melalui MPLS yang sejuk, sehat dan berbudaya kita tumbuhkan generasi muda yang berkarakter dan peduli lingkungan’’.

Kasek Ida Bagus Sueta Manuaba didampingi Wakasek Kurikulum Nengah Mardana, S.Pd., Wakasek Humas Semadiyasa, S.Pd.,M.Pd., Wakasek Sarpras Ni Wayan Rustini, S.Pd., M.Pd., dan Wakasek Kesiswaan Dra. Ni Made Wertiasih, M.Pd., menambahkan, MPLS diisi dengan pengenalan lingkungan sekolah, program dan cara belajar siswa aktif, tata krama siswa dan pemahaman budaya sekolah, serta menanamkam budaya malu di kalangan siswa. Budaya malu itu meliputi malu melanggar, malu terlambat, malu jika malas belajar dan malu jika hasil ulangan jelek.

MPLS ramah lingkungan diimplementasikan dengan aksi bersih dan PSN. Karena itu, Ida Bagus Sueta Manuba yang baru dua bulan menjabat kepala sekolah menggantikan Drs. Ketut Sunarta, M.Hum., yang sudah memasuki masa pensiun, minta MPLS diikuti secara baik sehingga mampu membawa perubahan perilaku bagi siswa. Serta MPLS yang berbudaya ini diharapkan dapat melahirkan siswa yang kreatif, inovatif dan kompetitif.

Ida Bagus Sueta Manuba menegaskan, SMAN 2 Denpasar berkomitmen bulat melahirkan SDM Bali yang Vidyaya Prajnam Prapnumahe yang artinya dengan ilmu pengetahuan kita mencapai kebijakan. (tis/bpn)

MPLS SMK TI Bali Global Denpasar Bentuk Siswa Berkarater

BALIPORTALNEWS.COM – Tercatat 558 siswa baru mengikuti MasaPengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK TI Bali Global Denpasar.Pelaksanaan MPLS yang dipusatkan di GOR Basket Indoor KONI Bali, dibuka Senin (11/7/2016) oleh Kepala SMK TI Bali Global Denpasar Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd., ditandai penyematan tanda peserta MPLS.

Pembukaan MPLS SMK TI Bali Global dihadiri Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, Prof. Dr. I Made Bandem, MA.; Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti, Drs. IB Dharmadiaksa, M.Si.,Ak, dan Ketua STMIK STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan.

MPLS SMK TI Bali Global Denpasar lebih menekankan pada penumbuhan 18 pendidikan karakter bangsa sehingga anak-anak mampu berbudi pekerti yang baik setelah berakhirnya kegiatan MPLS ini. Ini sesuai dengan tema MPLS  “Melalui MOS yang Sejuk, Sehat dan Berbudaya, Kita Tumbuhkan Generasi Muda yang Berkarakter dan Peduli Lingkungan’’.

Murjana mengungkapkan, materi MPLS di antaranya perkenalan teknologi informasi yang diberikan Ketua STMIK STIKOM Bali, perkenalan lingkungan sekolah dan karakter bangsa oleh kepala sekolah, materi kebersihan lingkungan oleh Dinas BLH/DKP, tata krama siswa oleh Ketua Komite Sekolah, wawasan KSPAN, serta materi kepemimpinan oleh Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti. Pada Kamis (14/7/2017) ada kegiatan PSN dan bakti sosial berupa penghijauan.

Murjana menuturkan, peserta MPLS tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, SMK pertama di Denpasar yang berbasis khusus di bidang IT ini memiliki total 1.555 siswa. “Peningkatan tidak saja dalam jumlah siswa, tapi juga ruangan kelas tahun ini. Di SMK TI Bali Global ada lima kompetensi keahlian yaitu Teknik Komputer Jaringan, Rekayasa Perangkat Lunak, Multimedia, Animasi dan Desain Komunikasi Visual ,” jelasnya. (tis/bpn)

MPLS SMAN 7 Denpasar Tumbuhkan Budaya Literasi

BALIPORTALNEWS.COM – SMAN 7 Denpasar menjadikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai tonggak penumbuhan gerakan budaya literasi. Setiap siswa baru diwajibkan membawa satu buku bacaan, yang nantinya dimanfaatkan sebagai perpustakaan kelas.

‘’Nantinya setiap kelas akan ada pojok bacaan,’’ tegas Kepala SMAN 7 Denpasar, Dra. Cok Istri Mirah Kusuma Widiawati, disela-sela pelaksanaan MPLS di SMAN 7 Denpasar, Senin (11/7/2016).

Selain menumbuhkan gerakanbudaya literasi, siswa baru juga diajak meneliti dan memperkenalkan tenun ikat endek Bali dan diunggah di media sosial, salah satunya instagram. Kegiatan ini selain memberikan efek kepada siswa untuk melek teknologi sekaligus menanamkan pada siswa untuk mencintai produk tradisional.

Siswa baru juga dikuatkan dalam cinta lingkungan untuk memperkuat jiwa anak muda SMAN 7 Denpasar  cinta lingkungan sebagai sekolah berwawasan wiyata mandala. MPLS diikuti 397 siswa baru dengan kehadiran 100 persen.

CIM Kusuma Widiawati didampingi Waka Kurikulum I Wayan Sucipta, S.Pd., Waka Humas Nyoman Sedana, S.Pd., M.M., Waka Kesiswaan Drs. Made Siarta, M.Pd., Waka Sarpras Drs. Made Wirawan dan Waka SDM Dra. Ni Nyoman Sriwati Asih, menambahkan, MPLS juga diarahkan untuk kemandirian siswa.

Salah satunya membiasakan siswa bangun pagi sebab saat PBM mereka sudah berada di sekolah pukul 06.30. Proses pembelajaran ini akan menjadi pembiasan dan budaya sehingga anak-anak Sisma ini disiplin tiba di sekolah.

Hari pertama MPLS di sekolah ini dipantau senator asal Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Bahkan Arya Wedakarna sempat memberi wejangan menggugah anak muda Bali untuk menjadi SDM yang cerdas dan menjadi  pemimpin masa depan. (tis/bpn)

MPLS di SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata

BALI PORTAL NEWS – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata berjalan dengan penuh riang gembira dan menyenangkan. Di dua sekolah itu, pelaksanaan MPLS jauh dari aroma perploncoan.

Hari pertama pelaksanaan MPLS di dua sekolah kejuruan itu, Senin (11/7/2016) dipantau khusus senator asal Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Saat itu, Wedakarna mengungkapkan SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata adalah sekolah terbaik di Denpasar. Untuk itu siswanya harus dibentuk menjadi calon pemilik masa depan.

Wedakarna juga mengapresiasi dua sekolah kejuruan dibawah naungan Yayasan Pendidikan Gita Asrama Mandala ini terus berkembang sangat pesat. Baik dari jumlah siswa baru yang terus meningkat, maupun dari segi sarana prasarana sekolah yang sangat representatif.

Di SMK Bali Dewata menurut Kaseknya Drs. Made Supartha, M.M., tahun ini menerima 205 siswa baru terdiri dari 105 siswa program keahlian Akomodasi Perhotelan, 64 siswa program keahlian Jasa Boga dan 36 siswa program keahlian Multimedia.

Sementara di SMK Kesehatan Bali Dewata menerima 168 siswa baru. Mereka tersebar di dua program keahlian yakni 104 siswa di program keahlian Keperawatan dan 64 siswa di program keahlian Farmasi.

Kasek Made Supartha dan Kepala SMK Kesehatan Bali Dewata, Dr. Nyoman Suwija, M.Hum., mengaku senang mendapat perhatian dari Komisi III DPD-RI yang juga putra Bali. Terkait dengan MPLS, Made Supartha dan Nyoman Suwija, menegaskan MPLS di SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata bebas dari praktik perpeloncoan.

Menurut Made Supartha, siswa baru lebih banyak diajak mengenal lingkungan sekolah, kultur sekolah, kegiatan belajar dan pengenalan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Siswa juga diberi ceramah kesadaran berbangsa dan bernegara, kepemimpinan, tata krama dan disiplin, meteri kepramukaan, ceramah bahaya miras, narkoba dan HIV/AIDS.

Sementara pada hari terakhir pelaksanaan MPLS, siswa baru diajak melakukan bakti sosial dengan kegiatan PSN serta penghijauan di sekitar lingkungan sekolah. ‘’Dalam pelaksanaan MPLS ini kita total mengajak siswa baru untuk mengenal lebih dekat kultur dan budaya sekolah. Dengan demikian mereka senang belajar di sekolah dan mencintai sekolah,’’ ujar Made Supartha. (r/bpn)

SMPN 3 Denpasar Pilot Project Program Pendidikan Keluarga

BALI PORTAL NEWS – SMPN 3 Denpasar dipercaya menjadi pilot project program pendidikan keluarga yang dirintis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Untuk memastikan pelaksanaan program pendidikan keluarga, Senin (11/7/2016) sekolah ini ditinjau oleh Dr. Astuti Darmiyanti,MA., Ed., dari Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Direktorat Pembina Pendidikan Keluarga.

Kehadiran Astuti Darmiyanti diterima langsung Kepala SMPN 3 Denpasar, Wayan Murdana, S.Pd.,M.Psi. Menurut Murdana, program pendidikan keluarga bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru dan mendorong peran orang tua serta wali murid dalam meningkatkan kecerdasan serta kualitas pendidikan anak.

Mekanisme pelaksanaannya, lembaga pendidikan memfasilitasi orang tua dan wali murid untuk melakukan pendampingan anak didiknya dalam proses belajar mengajar di kelas. Dengan demikian, orang tua dan wali murid bisa mengikuti perkembangan dan membantu meningkatkan kualitas pendidikan anaknya. “Jadi peran aktif orang tua dan wali murid sangat dibutuhkan dalam proses pelaksanaan pendidikan keluarga,” ujarnya.

Murdana menyebutkan, dalam program pendidikan keluarga ini proses pendidikannya mengutamakan sinergi antara orangtua siswa, masyarakat dan sekolah. Konsepnya keluarga belajar. Jadi orang tua dan wali murid juga harus belajar sehingga bisa mengikuti perkembangan dunia pendidikan dan bisa mendidik anaknya dengan baik.

Saat itu Astuti Darmiyanti tak hanya bangga dengan peserta MPLS yang ketika diuji mampu menunjukkan karakter siswa yang baik, ia juga bangga dengan inovasi dan ide cerdas SMPN 3 Denpasar membentuk anak berkarakter.

Wayan Murdana menegaskan SMPN 3 Denpasar secara kontinyu melaksanakan visi sekolah yakni berprestasi internasional, berbudaya lingkungan dan berakhlak mulia. Hal itu diwujudkan dimana SMPN 3  sudan memiliki satgas keamanan kebersihan, Polisi Keamanan Sekolah (PKS). Belum lama ini juga sudah diluncurkan bank sampah  dan inovasi teranyar memiliki pusat pengolahan  air limbah.

Para peserta MPLS pun diberikan pemaparan soaa pengolahan limbah ini. Makanya dia menegaskan MPLS di SMPN 3  Denpasar yang diikuti 360 siswa pas dengan tema utama yang sejuk, sehat dan berbudaya.(rpbn)