28 C
Denpasar
Rabu, 17 Oktober 2018

Polisi Ciduk Pengedar Narkoba

BALIPORTALNEWS.COM – Satuan Narkoba Polres Gianyar menciduk pemakai dan pengedar narkoba. Yakni tersangka Dewa WT (42) beralamat Jalan Astina Timur, Gianyar dan tersangka Desak Ani (37) ditangkap ditempat tinggalnya  di Jalan Gatsu IV, Denpasar.

Kasat Narkoba Polres Gianyar, AKP I Gusti Putu Dharmanatha, S.H., seijin Kapolres Gianyar, AKBP Waluya, SIK di Mapolres Gianyar, Senin (19/9/2016) menjelaskan, penangkapan terhadap dua tersangka ini berawal dari informasi masyarakat.

Dari tangan tersangka Dewa WT, polisi menyita satu paket sabu-sabu berat 0,40 gram bruto atau 0,22 netto, satu buah HP Nokia merk warna hitam dan satu buah HP merk Samsung warna hitam. Tersangka WT kemudian digelandang ke Mapolres Gianyar.

Hasil pengembangan polisi menangkap tersangka Desak Ani (37). Saat digeledah, polisi menemukan satu paket sabu-sabu seberat 0,84 bruto atau 0, 46 netto, timbangan elektrik, dua bendel plastik klip kecil, alat hisap (bong), sebuah buku tabungan tahapan BCA, 1 (satu) buah gunting, dua korek gas, sendok dari pipet warna putih, delapan potongan lak ban hitam bekas pembungkus sabu.

Tersangka Dewa WT dijerat pasal 127 UU No 35 Tahun 2009 tentang  Narkotika  dengan  ancaman paling lama 4 tahun penjara. Sementara tersangka Desak Ani dijerat pasal 114 sub sider pasal 112 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. (agy/bpn)

Polisi Bersihkan Gorong-gorong di Tukad Yeh Nu

BALIPORTALNEWS.COM – Di sekitar Jembatan Tukad Yeh Nu Tabanan sering terjadi banjir saat musim hujan seperti sekarang ini. Terkait hal itu, Kasatlantas Polres Tabanan AKP Gede Astawa bersama anggotanya melaksanakan bakti sosial, membersihkan sampah di gorong-gorong dekat jembatan tersebut, Senin (19/9/2016).

“Air got yang meluap dan menggenangi Jembatan Tukad Yeh Nu itu, juga menimbulkan kemacetan lalu lintas di jalur Denpasar-Gilimanuk yang berbatasan antara Kecamatan Tabanan dan Kecamatan Kerambitan itu,” ujar Astawa.

Dia menyebutkan, bakti sosial kali ini difokuskan yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas lalu lintas. Salah satunya dengan kerja bakti menmbersihkan gorong-gorong di sekitar Jembatan Tukad Yeh Nu, agar tidak terjadi genangan lagi saat hujan mengguyur.

Bakti sosial juga dengan menggelar donor darah. Kegiatan tersebut diikuti anggota satlantas dan anggota satfung lainnya, serta masyarakat pemohn SIM.

Di usia ke-61 tahun, tambah Astawa, polantas juga diharapkan tetap semangat dengan berpedoman untuk mengoptimalkan program Kapolri. Di antaranya terkait dengan program promoter, yaitu rasional, moderen, dan terercaya.

“Juga dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya di bidang kelancaran arus lalu lintas di jalan, serta analisa dan evaluasi truble spot danblack spot untuk menekan angka kecelakaan, pelanggaran, dan kemacetan lalin,” ujarnya. (ita/bpn)

Bupati Eka Ajukan Tiga Ranperda ke DPRD Tabanan

BALIPORTALNEWS.COM – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengajukan tiga rancangan peraturan daerah (ranperda), dalam sidang paripurna di DPRD Tabanan, Senin (19/9/2016). “Ketiga ranperda itu dimaksudkan agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana,” ungkapnya.

Dalam sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi, terungkap tiga buah ranperda yang diajukan bupati. Antara lain ranperda tentang perubahan kedua atas Perda Nomor 3 tahun 2009 tentang sistem penyelenggaraan pendidikkan. Kedua, ranperda tentang perubahan atas Perda Nomor 10 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), dan ketiga adalah ranperda tentang perubahan atas Perda Nomor 2 tahun 2016 tentang minuman beralkohol.

Yang jadi dasar pertimbangan pengajuan ranperda tentang perubahan kedua atas Perda Nomor 3 tahun 2009 tentang sistem penyelenggaraan pendidikkan di Kabupaten Tabanan, katanya, dibuat sebagai tindak lanjut dari Keputusan Gubernur Bali Nomor 1351/01-B/HK/2016 tentang pembatalan beberapa ketentuan Perda Kabupaten Tabanan.

“Pembatalan ini sudah sesuai ketentuan Undang-undang 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, sebagaimana diubah beberapa kali. Terakhir dengan UU Nomor 9 tahun 2015 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Pendidikkan SMA/SMK jadi kewenangan Pemprov Bali,” ujarnya.

Mengenai ranperda tentang perubahan atas Perda Nomor 10 tahun 2014 tentang KTR, dibuat berdasarkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 1357/01-B/HK/2016, yang dalam Pasal 11 ayat (1) dibatalkan karena tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, kepentingan umum, dan atau kesusilaan.

“Begitu pun ranperda tentang perubahan atas peraturan daerah Nomor 2 tahun 2016 tentang minuman beralkohol, dibuat berdasarkan keputusan gubernur,” ujarnya.

Dia berharap, ketiga ranperda tersebut dapat dibahas sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang ada di DPRD Tabanan. Bila kelak disahkan jadi perda, diharapkan bisa jadi payung hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Tabanan, guna terwujudnya Tabanan Serasi. (ita/bpn)

SMP PGRI 9 Denpasar Studi Banding ke Thailand

BALIPORTALNEWS.COM – Selama empat hari, SMP PGRI 9 Denpasar mengadakan studi banding ke Thailand, Bangkok. Rombongan dipimpin Kepala SMP PGRI 9 Denpasar, Drs. AA Ketut Sumitra, M.M., M.Si., dan diikuti 52 guru dan pegawai.

Studi banding yang juga diikuti Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar Drs. Nengah Madiadnyana, Bendahara YPLP PGRI Kota Denpasar, Made Rumpiuk, pembina SMP PGRI 9 Denpasar, Drs. Ketut Sukartha, M.Si., Ketua Komite Made Tri Sadhu Arda, S.H., serta Korwas Dra. Nyoman Kartiniasih, mengunjungi Matthayom Watnairong School. Lembaga pendidikan ini terdepan di Tailand, Bangkok dengan english program school dan banyak menerima siswa asing.

Rombongan yang di-handle Bali Permata Tour juga diajak berwisata.

Agung Sumitra menegaskan, studi banding ini ke luar negeri merupakan program empat tahunan SMP PGRI 9 Denpasar bertujuan untuk membuka cakrawala guru dan menambah wawasan guru membangun sekolah berkualitas. Rombongan SMP PGRI 9 Denpasar diterima Wakil Kepala Sekolah Matthayom Watnairong School, Rawikarn Bunyarid yang menyambut positif studi banding yang dilaksanakan SMP PGRI 9 Denpasar.

Di sekolah ini, rombongan SMP PGRI 9 Denpasar diterima hampir empat jam dengan suasana hangat oleh guru dan siswa. Rombongan dari Bali ini banyak mendapat inspirasi manajemen sekolah hingga menjadi sekolah berprestasi namun tetap mengedepankan pendidikan karakter dan sopan santun.

AA Ketut Sumitra yang pengelingsir Puri Padang Luwih Dalung yang druwe Puri Mengwi ini mengaku terkesan dengan budaya hidup bersih dan keunggulan program bahasa Inggris yang diterapkan di Matthayom Watnairong School. ‘’Budaya hidup bersih dan keunggulan bahasa Inggris yang dikembangkan di sekolah itu bisa kita tiru dan kembangkan di Denpasar. Sementara sarana-prasarana pendidikan jangan ditanya lagi. Mereka sepenuhnya sudah mengembangkan kegiatan belajar-mengajar berbasiskan IT yang serba canggih, tapi tak melupakan budaya lokal,’’ katanya.

Kata Agung Sumitra, lingkungan sekolah serta ruang kelas yang sangat nyaman, tenang dan bersih sehingga suasana yang representatif itu sangat membantu siswa dalam menyerap materi pelajaran. Termasuk ruang kepala sekolah dilengkapi ruang istirahat, kamar mandi berkelas hotel dan sarana lain. Demikian pula dengan ruang perpustakaan dan kantin sekolah ditata dengan apik.

Hal lain yang bisa ditiru adalah mengembangkan klub bahasa Inggris. Jika selama ini hanya siswa yang mendapatkan pelajaran bahasa Inggris, untuk ke depan seluruh guru SMP PGRI 9 Denpasar juga akan dikursuskan bahasa Inggris secara gratis. Ini ia sebut sebagai bekal menghadapi persaingan di era global.

Agung Sumitra menegaskan, SMP PGRI 9 Denpasar berkomitmen memberikan model pelayanan berkualitas. Siswa dididik secara akademis dan berkarakter dengan pelayanan penuh kasih sayang. Ini ia sebut pelayanan dari hati ke hati, bukan dengan cara kekerasan.

Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar Drs. Nengah Madiadnyana, M.M., menyambut positif studi banding yang dilaksanakan SMP PGRI 9 Denpasar dan memuji kekompakan guru. Dengan begitu sekolah punya pengalaman, mampu meningkatkan disiplin serta mutu pendididikan maupun SDM guru. Bahkan Madiadnyana mendorong sekolah PGRI lain meniru langkah SMP PGRI 9 Denpasar meningkatkan kualitas dengan mengadakan studi komparasi ke luar negeri. (tis/bpn)

KIS Disdikpora Kota Denpasar ke Pontianak

BALIPORTALNEWS.COM – Selama tiga hari, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar mengadakan kegiatan koordinasi dan sinkronisasi (KIS) program kepala sekolah dan komite di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Kegiatan KIS diikuti 35 peserta terdiri dari unsur kepala SMP, SMA/SMK negeri, komite dan unsur Disdikpora Kota Denpasar, dipimpin langsung Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta. Turut serta mendampingi Kepala Inspektorat Kota Denpasar, IB Sidharta.

Jimmy Sidharta menegaskan, peserta KIS mengunjungi Dinas Pendidikan Kota Pontianak dengan tujuan untuk saling bertukar informasi terkait strategi dan kebijakan pendidikan serta pengelolaan biaya pendidikan. Rombongan diterima Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak, H. Mulyadi, didampingi Sekdis H. Syahdan.

Mulyadi menyebutkan, sebagai kota jasa yang tidak memiliki sumber daya alam (SDA), Pontianak fokus membangun sumber daya manusia (SDM). Untuk itu, diperlukan sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kemampuan SDM yang dimiliki supaya lebih unggul.

Soal biaya pendidikan, Pemkot Pontianak, menyelenggarakan pendidikan gratis mulai dari SD hingga SMA/SMK negeri, sedangkan bagi sekolah swasta diberikan beasiswa untuk siswa tidak mampu. Namun demikian, tidak menutup peran partisipasi masyarakat peduli pendidikan dalam memajukan pendidikan.“Sekolah gratis bukan berarti mematikan partisipasi masyarakat,”

Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta mengaku sama seperti Pontianak, sebagai kota yang tidak memiliki SDA, Denpasar diuntungkan dengan kekayaan SDM. Menurutnya, memiliki SDM yang unggul akan lebih baik dibandingkan kekayaan SDA. Meskipun diakuinya investasi sektor tersebut memang besar, namun dirinya yakin hal itu akan menghasilkan suatu output yang juga besar sehingga mampu menjaga kesinambungan pembangunan.

Pemkot Denpasar, kata Jimmy Sidharta, sangat konsen memajukan pendidikan, termasuk fasilitas untuk sekolah-sekolah negeri sudah sangat memadai. Pemkot juga telah mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sudah cukup memadai, yakni 20 persen dari total RAPBD Kota Denpasar. Selain itu, Pemkot Denpasar juga mengalokasi anggaran BOS daerah diluar dana BOS reguler yang dikucurkan pemerintah pusat.

Soal peran partisipasi masyarakat, Jimmy Sidharta menegaskan, komite sekolah sebetulnya diperkenankan untuk mendukung program-program sekolah sejauh tidak memberatkan pihak-pihak yang diajak untuk berkontribusi itu. Makanya harus transparan mungkin dan betul-betul program itu ada aktivitas yang dilaksanakan untuk mendukung capaian sekolah.

Jimmy Sidharta juga mengaku terus mendorong sekolah di Kota Denpasar menyelenggarakan UNBK. Demikian juga dengan pelaksanaan ulangan harian atau ulangan umum bersama berbasis online bisa diterapkan, apalagi sekolah yang sudah pernah menyelenggarakan UNBK bisa mengimbaskan pada sekolah lainnya.

Pihaknya ingin meniru langkah Disdik Pontianak yang memiliki bank soal. Program ini, kata Jimmy Sidharta, juga mendukung Denpasar sebagai kota smart city. ‘’Ke depan kita juga akan bangun dan fasilitasi bank soal online untuk nantinya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ulangan harian atau ulangan umum bersama,’’ ujarnya. (tis/bpn) 

Pasca Kuningan, Volume Sampah di  Denpasar Meningkat Hingga 50 Persen

BALIPORTALNEWS.COM – Setiap hari raya besar agama Hindu seperti hari raya Galungan dan Kuningan dipastikan volume sampah di Kota Denpasar meningkat, pasca hari raya Kuningan jumlah volume sampah di Kota Denpasar mengalami peningkatan hingga 50% dari hari biasanya. Rata rata sehari volume sampah di Denpasar mencapai 850 ton per hari.

Mengatasi hal tersebut Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar mengerahkan  semua petugas kebersihan untuk tetap bekerja pada hari raya Kuningan serta menambah jam kerja dengan sistem lembur. Dengan cara ini  Kota Denpasar bebas dari tumpukan sampah pasca  Hari Raya kemarin. Hal tersebut disampaikan Kabid Kebersihan DKP Kota Denpasar Ketut Adi Wiguna saat ditemui di  ruangannya pada Senin (19/9/2016). 

Menurut Adi Wiguna, setiap hari besar Hindu seperti Galungan dan Kuningan dipastikan ada peningkatan volume sampah. Sama seperti tahun sebelumnya tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPSS) dan depo memang mengalami peningkatan drastis hingga tiga kali lipat. Sampah tersebut didominasi sampah organik berupa bekas sesajen yang digunakan saat hari Raya  Kuningan.

“Untuk menangani masalah sampah agar tidak membludak pada hari raya, kami memberlakukan sistem lembur. Kini kita bisa lihat sendiri pasca Hari Raya tahun ini Kota Denpasar tidak terlihat sampah maupun tumpukan sampah yang tidak terangkut,” ujarnya.

Untuk menangani masalah sampah ini lebih lanjut Adi Wiguna mengatakan, dirinya mengaku sebanyak 1.400 orang petugas kebersihan yang disebar di 4 Kecamatan. Selain ditangani langsung DKP Kota Denpasar, di beberapa ruas-ruas jalan besar juga ditangani pihak swasta. “Sudah kondusif, sinergitas dari Pemerintah, Swasta, serta masyarakat yang sudah mengerti akan pentinganya kebersihan sehingga permasalahan sampah di Kota Denpasar bisa teratasi”, ujarnya.

Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat agar memahami mengenai Peraturan Walikota No 11 Tahun 2016 tentang tata cara pengelolaan dan pembuangan sampah di Kota Denpasar yang berbasis lingkungan. Dimana dalam Perwali itu masyarakat Kota Denpasar dilarang menaruh sampah di depan rumah, telajakan, pinggir jalan dan di atas trotoar. Bagi warga masyarakat yang melanggar Perwali ini bisa dikenakan sanksi sesuai Perda 3 Tahun 2015 tentang kebersihan.

Tak main-main, denda yang diberikan maksimal hingga Rp 50 juta atau kurungan penjara selama tiga bulan. “Kami menghimbau kepada masyarakat agar ikut serta mengatasi permasalahan sampah di Kota Denpasar dengan ikut kelompok-kelompok pengelolaan sampah di Banjar-banjar, Desa, serta Kelurahan setempat”, ujar Adi Wiguna. (eka/humas pemkot dps/bpn)

Apel Bulanan Pemkab Tabanan Berjalan Penuh Semangat

BALIPORTALNEWS.COM – Apel Bulanan di Halaman Depan Kantor Bupati Tabanan, Senin (19/9/2016) berjalan dengan khidmat dan penuh semangat. Upacara yang dipimpin oleh  Sekkab Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa ini, juga dihadiri seluruh SKPD, dan juga para pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan. Dalam Sambutannya, Wirna Ariwangsa memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan, meski masih terselimuti suasana hari raya namun tidak surut semangat untuk rutin melaksanakan Apel. Serta Dirinya mengucapkan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan dan Selamat Hari Raya Idul Adha. “Semoga di Hari yang suci ini, kita semua sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat senantiasa diberi kesehatan lahir batin sehingga dapat meningkatkan pengabdian”, ucapnya. 

Menurutnya, apel bulanan yang rutin dilaksanakan setiap bulan ini merupakan sebuah momentum yang baik untuk melihat dan mengevaluasi hasil kegiatan dalam penyelenggaraan Pemerintahan dan pelayanan Masyarakat. Bukan hanya itu, dikatakannya juga apel bulanan ini hendaknya bisa dimanfaatkan oleh seluruh aparatur sipil Negara di lingkungan Pemkab Tabanan. Untuk meningkatkan semangat, dedikasi, dan tanggung jawab dalam dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, jelas Wirna.

Saat itu Wirna juga menyerukan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemkab Tabanan agar terus meningkatkan motivasi dan kinerja melalui peningkatan disiplin dan profesionalisme serta memberikan yang terbaik bagi pemerintah. “Pada saat ini kita akan memasuki triwulan IV. Untuk itu saya minta kepada seluruh jajaran SKPD untuk meningkatkan capaian kinerja dan realisasi anggaran APBD Kabupaten Tabanan Tahun 2016, dan mengawal program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam APBD Kab.Tabanan 2016. Dalam rangka mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten yakni terwujudnya Tabanan Serasi”, pungkasnya.

Dirinya juga mengingatkan kepada seluruh jajaran SKPD di lingkungan Pemkab Tabanan untul lebih meningkatkan koordinasi dan komunikasi baik di internal SKPD maupun lintas SKPD agar terbangun sinergitas. Apalagi saat ini kita telah menetapkan Perda Nomor 9 Tahun 2016 Tentang RPMJD Semesta Berencana. “Saya harap Perda tersebut dapat diimplementasikan dengan baik melalui penyusunan program kerja yang ada di masing-masing SKPD”, jelasnya. (ita/bpn)

Tainsiat Kembali Gelar Festival Puputan Badung

BALIPORTALNEWS.COMFestival Puputan Badung atas rintisan warga Banjar Tainsiat, Desa Dangin Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara tahun 2016 kembali digelar. Kegiatan yang didukung Pemkot Denpasar ini, dirangkaikan dengan peringatan Puputan Badung dan gelaran Mahabandana Prasadha yang melibatkan ratusan seniman Kota Denpasar.

Ketua Panitia Made Darmaja, Minggu (18/9/2016) mengatakan kegiatan ini menjadi  agenda tahunan festival yang akan dibuka pada 20 September mendatang. Tahun ini memasuki tahun ketiga agenda event Festival Puputan Badung dengan peningkatan pengkemasan event telah dirancang apik seluruh warga banjar setempat. 

Hal ini tak terlepas dari sejarah akan kawasan Banjar Tainsiat yang pernah menjadi lokasi  pertempuran terakhir Raja Denpasar I Gusti Ngurah Made Agung yang dikenal dengan Puputan Badung melawan penjajah Belanda.

Dari semangat heroik Puputan Badung inilah menjadi cikal bakal gagasan Festival Puputan Badung dengan harapan semangat puputan yang saat ini dapat terus dilanjutkan oleh generasi muda dalam menyongsong pembangunan. Darmaja mengatakan, Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara dalam visi dan misinya mewujudkan Denpasar sebagai kota cerdas atau Smart City dengan dukungan partisipasi seluruh masyarakat yang nantinya mampu bersama-sama mengawal Denpasar Smart City dalam memberikan kemudahan, pelayanan publik dan rasa nyaman warga masyarakat Kota Denpasar. 
Pelaksanaan Festival Puputan Badung  berlangsung selama dua hari dari 20-21 September mendatang di Catuspata Banjar Tainsiat dengan support penuh Pemkot Denpasar. Lebih lanjut Gede Darmaja mengatakan untuk memantapkan pelaksanaan Festival Puputan Badung, pihaknya telah mengadakan rapat final di balai banjar setempat.

Rapat  juga dihadiri Badan Penasehat Banjar Tainsiat, Kelihan Adat Banjar Tainsiat I Made Buda Mahayana, serta para warga banjar yang tergabung dalam kepanitian dengan pembahasan rangkaian awal pembukaan Festival Puputan Badung yang dilanjutkan Mahabandana Prasadha dengan gelaran Parade Gong Kebyar di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung selama sebulan penuh.

Selebihnya Darmaja mengatakan pelaksanaan Festival Puputan Badung rencananya dibuka Walikota Rai Mantra dicatuspata Banjar Tainsiat dengan agenda Parade Mahabandana Prasadha, Pawai Puputan Badung dengan kirab replika keris Puputan Badung  serta lontar-lontar dari Puri Agung Denpasar.  Dilanjutkan dengan penampilan tarian sakral dari Sanggar Bajra Sandhi, dan parade tabuh PKK Banjar Tainsiat, serta  Sekaa Gong Tri Sakti Suara, Sekaa Teruna Yowana Saka Bhuwana hingga para siswa sekolah.

Disamping itu kegiatan yang juga mendapat dukungan Puri Agung Denpasar ini akan digelar kegiatan sosial, safari kesehatan, dan kegiatan pameran kuliner selama dua hari yang melibatkan potensi kuliner warga Banjar Tainsiat dan warga Desa Dangin Puri Kaja. “Acara hiburan juga akan meriahkan suasana malam Festival Puputan Badung dengan kehadiran warga masyarakat yang dapat menikmati berbagai menu kuliner Bali yang khas,” ujarnya. (r/humas pemkot dps/bpn)

Kuningan, Warga Gianyar Serbu Pantai

BALIPORTALNEWS.COMPerayaan Hari Raya Kuningan, Sabtu (17/9/2016) warga Gianyar menyerbu pantai diwilayah Gianyar. Warga baik muda mudi, keluarga usai melakukan persembahyangan dari pagi hingga siang hari, pada sore harinya mereka menyerbu disepanjang pantai wilayah Gianyar dari timur yakni Pantai Siyut, Pantai Lebih, Pantai Masceti, Pantai Cucukan, Purnama hingga perbatasan Denpasar yakni pantai Lembeng.

Di Pantai Siyut warga baik remaja dengan mengajak pasangan mereka, keluarga menyerbu pantai Siyut. Nampak pedagang kaki lima juga ramai dipantai ini. Selain itu, karena tanah lapang, sawah yang sudah tidak bisa ditanami padi alias tidak produktif dimanfaatkan penghobi layangan untuk menaikkan layang-layang. Nampak sejumlah anak muda menaikkan layang-layang karena angin dipantai yang embusan anginnya sangat kencang.

Pantai di Gianyar yang paling ramai diserbu pengunjung yakni Pantai Lebih.
Sedikit beda dengan pantai lainnya di Gianyar. Disini pengunjung yang datang dipungut biaya masuk/parkir yang dijaga petugas khusus.  Di pantai ini warga selain menikmati deburan ombak, juga banyak yang mengajak keluarga mandi di kolam pemandian yang ada di Lebih.
Nampak juga warung, rumah makan di Pantai Lebih juga buka. Rumah makan juga nampak ramai dikunjungi warga.

Demikian juga Pantai Masceti, Pantai Cucukan, Purnama hingga perbatasan Denpasar yakni pantai Lembeng tak kalah penting diserbu pengunjung.
Pemandangan ini sedikit berbeda dengan senggol di Kota Gianyar. Justru dihari Raya Kuningan ini, tempat makan yang terjejer rapi disepanjang kota Gianyar ini banyak pedagang yang tidak berjualan. Biasanya hari-hari tidak ada hari raya besar Hindu, kios-kios disini dibuka dan ramai pengunjung.

Namun saat Hari Raya Kuningan pedagang sedikit yang berjualan mungkin karena merayakan Kuningan. Sementara pantauan keamanan diwilayah hukum Gianyar dari pagi hingga berita ini ditulis situasi aman terkendali. (agy/bpn) 

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan