28 C
Denpasar
Kamis, 20 September 2018

Gubernur Harap Hubungan Bali-Tingkok Tetap Berjalan Harmonis

BALIPORTALNEWS.COM – Tali persaudaraan antara Bali dan Republik Rakyat Tiongkok telah terjalin sejak abad XII,  menyebabkan terjadinya akulturasi budaya antara keduanya sehingga banyak ditemukan sejumlah kesamaan budaya diantara keduanya. Hal ini pun menjadi dasar bagi  hubungan bilateral keduanya yang harus tetap dijaga.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengungkapkan hal itu dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Cokordo Pemayun saat menghadiri Perayaan Hari Nasional Tingkok ke-67 di Hotel Westin – Nusa Dua, Jumat (23/9/2016).

Lebih lanjut, dalam disampaikan Gubernur, bahwa masyarakat Tingkok yang tinggal di Bali sudah sangat banyak. Demikian pula sebaliknya, sudah banyak masyarakat Bali yang tinggal, belajar atau bekerja di Tiongkok. Sehingga kedepannya, konsep persahabatan yang bersifat hakiki tersebut dapat menjadi landasan kerjasama antar bangsa menghadapi dinamika global.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa selama ini Pemerintah Tiongkok telah memberikan berbagai bentuk bantuan pembangunan. Oleh karena itu menjadi tugas masyarakat dan Pemerintah Daerah saat ini, memelihara dan terus meningkatkan hubungan baik tersebut, sekaligus senantiasa mengupayakan manfaat yang sebesar-besarnya bagi  masyarakat kedua bangsa. 

Sementara itu Konsulat Jendral Tiongkok di Bali, Hu Yin Quan, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan Pemerintah Indonesia khususnya Pemerintah Daerah Bali terhadap keberadaan orang tiongkok di Bali.

Menurutnya, sampai saat ini sebanyak 4.600 warga Tiongkok yang melakukan perjalanan wisata ke Indonesia melalui jalur Bali. Selain itu, setiap tahunnya ia mencatat kunjungan warga Tiongkok yang datang ke Bali terus meningkat, begitu juga sebaliknya.

Oleh karena itu, ia menilai bahwa kerjasama di bidang promosi pariwisata, baik dalam pertukaraan kebudayaan maupun melalui jalur pendidikan harus terus dikembangkan. Sehingga kedua negara dapat mempererat hubungan melalui pariwisata, budaya, pendidikan maupun ekonomi perdagangan.

Ia juga menghimbau kepada warga tiongkok yang ada di Bali, agar tetap menjaga kerukunan dengan masyarakat lokal dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain. Disamping itu ia juga berharap, dalam memasuki usia ke -67,  yang jatuh pada 1 Oktober nanti, akan menjadi momentum yang bersejarah bagi seluruh masyarakat Tiongkok dalam meningkatkan mutu dan kualitas ekonomi pembangunan, yang kemudian dapat secara langsung mensejahteraan masyarakat Tiongkok.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Kepala Kadis Kebudayaan Provinsi Bali, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Perwakilan Negara sahabat, serta masyarakat Tiongkok yang ada di Bali, NTB dan NTT. (r/humas pemprov bali/bpn)

Wagub Bali Dukung Ikafest Lahirkan Wirausahawan Muda

BALIPORTALNEWS.COM – Gelaran Ikatan Alumni Politeknik Negeri Bali Festival (Ikafest) 2016 bertema Green Smart berlokasi di Taman Kota Lumintang, Denpasar, Sabtu (24/9/2016), diapresiasi Wagub Bali Ketut Sudikerta.

Festival yang diprakarsai oleh para alumni Politeknik Negeri Bali ini diharapkan mampu melahirkan wirausaha-wirausaha muda yang siap bersaing dan meramaikan persaingan dunia usaha di Bali maupun bisa berkembang ke tingkat nasional hingga internasional.

“Saya berharap semoga kegiatan ini semakin ditiru,  agar bisa melahirkan interpreneur-interpreneur muda yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru, sehingga nantinya juga bisa menampung maupun mengakomodir sumber daya manusia (SDM) lulusan berbagai universitas maupun lulusan almamaternya sendiri, dalam mencari pekerjaan,” cetus Sudikerta saat membuka Ikafest.

Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Bali, I Made Mudina, dalam sambutannya menyatakan kegiatan yang dilaksanakan diharapkan mampu menjadi jembatan antara Politeknik Negeri Bali dengan alumninya maupun dengan masyarakat dalam menyediakan lapangan pekerjaan.

Menurutnya hampir 14.500 alumni yang membutuhkan lapangan pekerjaan baru, dari sekitar 1.200 lulusan tiap tahunnya. Dibalik itu, ia meyakini alumni-alumni universitas yang dipimpinnya bisa membuka lapangan pekerjaan baru dengan sendirinya, karena ada kelebihan yang diterapkan pada sistem pendidikan disana.

Sistem pembelajaran lebih mengedepankan ilmu terapan mencapai 60%, sisanya lagi 40% merupakan teori. Para mahasiswa melaksanakan praktek berbasis Kuliah Kerja Nyata Industri (KKNI), sehingga lulusan sudah berbasis industri untuk menciptakan wirausaha muda.

Lebih jauh, Ia pun mengharapkan kedepannya ada penjajagan kerjasama sinergis antara PNB dengan Pemprov, seperti kerjasama yang sudah dilaksanakan antara PNB jurusan Teknik Sipil dengan Pemkot Denpasar membangun sumur resapan di lapangan Taman Kota Lumintang tersebut.

Ditambahkan, Ketua Panitia Festival, I Made Mendra Astawa, bahwa Program-program yang digelar dalam festival tersebut bertujuan memberikan kontribusi positif dan nyata sosial di bidang sosial kemasyarakatan.

Acara yang digelar dalam festival tersebut di antaranya Job Fair yang diikuti 15 perusahaan, pameran 15 peserta, dan kuliner diikuti 15 peserta. (r/humas pemprov bali/bpn)

Upacara Tawur Agung di Desa Adat Petiga

BALIPORTALNEWS.COM – Krama Desa Adat Petiga, Kecamatan Marga, melaksanakan upacara tawur agung di Pura Puseh, Desa Adat Petiga, Minggu (25/9/2016). Upacara tawur agung tersebut berkaitan dengan upacara ngenteg linggih di Pura Puseh Desa Adat Petiga.

Dalam upacara tesebut dihadiri Sekda Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa yang mewakili Bupati Tabanan, anggota DPR RI I Made Urip, anggota DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi. Selain itu juga Muspika Marga, Majelis Alit Kecamatan Marga, bendesa adat se-Kecamatan Marga, Forum Perbekel Kecamatan Marga, dan warga Desa Adat Petiga.

Sambutan tertulis Bupati Tabanan yang dibacakan Sekda Ariwangsa, menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga Desa Adat Petiga, yang dalam melaksanakan kegiatan yadnya ini betul-betul antusias. “Terbukti dalam tahapan upacara berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Bupati Tabanan juga menyerahkan bantuan punia sebesar Rp 5,7 juta. Juga I Made Urip Rp 3 juta, I Putu Eka Putra Nurcahyadi Rp 1 juta. Acara terahir melaksanakan persembahyangan bersama. (ita/bpn)

Poklahsar Sari Nadi Gelar Lomba Mancing

BALIPORTALNEWS.COM – Poklahsar Sari Nadi di Banjar Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, menggelar lomba mancing, Minggu (25/9/2016). Lomba mancing berlangsung di saluran irigasi Telabah Kerambitan.

Ketua Panitia Ni Luh Pt Santi Arini mengatakan, lomba mancing tersebut diselenggarakan dalam rangka penggalian dana. “Lomba mancing ini kami selenggarakan dalam rangka penggalian dana untuk kemajuan kelompok usaha masyarakat yag tergabung dalam Poklahsar Sari Nadi d Banjar Mandung,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri anggota DPRD Tabanan I Wayan Lara, Perbekel Sembung Gede I Gusti Nengah Sulandera, Wakapolsek Kerambitan AKP I Wayan Setiajaya, Kelihan Dinas Mandung, dan peserta lomba mancing sekitar 300 orang.

Peserta lomba mancing yang dinyatakan sebagai pemenang adalah yang bisa mendapatkan ikan terberat. Panitia pun menyediakan hadiah dalam lomba mancing tersebut. Juara I mendapatkan uang tunai Rp 1.500.000, juara II Rp 1.000.000, juara III Rp 500.000. Selain itu juga ada 10 hadiah hiburan. (ita/bpn)

Wagub Semangati Anak Muda Penggiat Koperasi Se-Asia Pasifik

BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menyemangati anak muda penggiat koperasi dari 16 negara Asia Pasific yang menggelar pertemuan di Bali. Dia berharap, pertemuan ini menjadi spirit bagi upaya peningkatan kerjasama antar penggiat koperasi di kawasan Asia Pasific. Hal tersebut disampaikannya pada penutupan Co-op Youth Summith di Zizz Hotel, Kuta, Jumat (23/9/2016).

Lebih jauh Sudikerta mengungkap mengenai peran penting keberadaan koperasi. Kata dia, koperasi merupakan salah satu wadah usaha yang memegang peranan cukup signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, dia mengapresiasi inisiatif International Co-operative Alliance (ICA) yang memilih Bali sebagai tempat pertemuan. Sudikerta berharap, pengalaman anak muda penggiat koperasi dari berbagai negara memberi inspirasi bagi pengelola koperasi di Pulau Dewata.

Wagub meminta para peserta memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Para peserta, kata Sudikerta, dapat berbagi pengalaman tentang pengelolaan koperasi di negara masing-masing.

Pada bagian lain, Wagub Sudikerta juga memanfaatkan momentun tersebut untuk mempromosikan Bali. Dijelaskannya, Bali merupakan pulau kecil yang terkenal dengan keindahan alam dan keragaman budaya. Selain banyak dikunjungi wisatawan, Bali juga kerap menjadi tuan rumah kegiatan berskala internasional.

Menurut Sudikerta, dipilihnya Bali tak terlepas dari faktor keamanan yang hingga saat ini  tetap terpelihara dengan baik.

Kepada para peserta Co-op Youth Summit, Sudikerta minta mereka meluangkan waktu untuk berwisata dan berbelanja hasil kerajinan Bali.

Sementara itu, Regional Director of ICA Asia Pacific, Balu Iyer menerangkan, Co-op Youth Summith adalah pertemuan puncak kaum muda yang bergerak dalam bidang perkoperasiaan.

Kegiatan yang digagas International Co-operative Alliance (ICA) ini diikuti 65 anak muda dari 16 negara kawasan Asia Pasifik.

Balu Iyer menambahkan, kegiatan dirancang sebagai ajang berbagi pengalaman terkait kiprah generasi muda dalam menggerakkan koperasi di negara masing-masing. Lebih dari itu, pertemuan ini juga dimaksudkan untuk memahami keragaman budaya dari berbagai negara.

Sementara itu, Senior Perkoperasian ICA Robby Tulus menambahkan, kegiatan yang berlangsung dari 19 hingga 24 September ini tak hanya diisi dengan kegiatan diskusi. Selain diwarnai berbagai kegiatan atraktif, para peserta juga diajak mengunjungi sejumlah koperasi yang dikelola oleh anak muda Bali. 

Acara penutupan Co-op Youth Summit juga dihadiri Anggota DPD RI Arya Wedakarna. Dalam sambutannya, Arya Wedakarna menyinggung keberadaan koperasi yang memegang peran penting bagi kemajuan perekonomian Indonesia. Karena itu, pemerintah memberi perhatian besar bagi upaya memajukan koperasi. (r/humas pemprov bali/bpn)

 

Ayu Pastika Dorong Kader PKK Berdayakan Keluarga

BALIPORTALNEWS.COM – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali, Ny. Ayu Pastika mengajak para kader PKK untuk selalu bersemangat dalam menjalankan misi Gerakan PKK yang bertujuan itu memberdayakan dan  mensejahterakan keluarga.

Demikian disampaikannya saat melakukan pembinaan terhadap para kader TP PKK Desa Batununggul, Nusa Penida, Klungkung di aula desa setempat, belum lama ini.

Dalam kesempatan tersebut Ayu Pastika berharap masing-masing Kelompok Kerja (Pokja) yang ada dalam Gerakan PKK ini untuk dapat menjalankan tugasnya masing-masing dengan baik agar program dapat berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

“Saya berharap masing-masing Pokja baik Pokja 1 sampai Pokja 4 untuk dapat menjalankan programnya dengan baik. Dimana Pokja 1 dapat menjalankan program unggulannya dalam Pola asuh anak dan Remaja dengan cinta kasih sayang dalam keluarga, semua itu bisa dilaksanakan dengan pembinaan karakter anak dan keluarga sejak dini. Untuk Pokja 2 dapat menjalankan program peningkatan kualitas pengelolaan kegiatan pemberdayaan ekonomi keluarga melalui UP2K PKK dengan membentuk kelompok-kelompok UP2K PKK disetiap Banjar. Pokja 3 bisa mensosialisasikan  gerakan HATINYA PKK dengan mengoptimalkan lahan pekarangan yang ada di masing-masing keluarga dengan tanaman yang bernilai ekonomi. Serta Pokja 4 bisa mensosialisasikan PHBS dalam keluarga dan lingkungan dengan pola CERDIK,” pungkasnya.

Ditambahkan Ny. Ayu Pastika, dirinya yakin TP PKK dengan semboyan  “Kita Bisa, Harus Bisa, Pasti Bisa” bukan hanya sebatas menjalankan program akan tetapi memberikan kontribusi nyata dalam mengawal pembangunan terutama pembangunan SDM yang nantinya menjadi harapan bangsa dengan terciptanya generasi emas yang sehat, cerdas dan berahklak mulia.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan ini  bertujuan menumbuhkan motivasi dan penguatan kelembagaan serta pemberdayaan masyarakat dan kemandirian kabupaten/kota dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK guna membangun masyarakat yang sejahtera sesuai dengan hasil Rakernas VIII PKK Tahun 2015.

Kegiatan yang dikomandani langsung olehnya merupakan amanat dari hasil Rakernas yang merupakan program nasioal dan wajib dilaksanakan setiap tahun secara berjenjang mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota dan juga provinsi. Selain itu juga bertujuan untuk mengetahui pemasalahan atau hambatan yang masih belum terpecahkan sehingga dapat dicarikan solusinya bersama.

“Ini merupakan program dari hasil Rakernas ke VIII PKK Tahun 2016 yang telah dirumusan kembali pada Rakerda PKK Provinsi Bali Tahun 2016 dan harus dijalankan setiap tahunnya secara berjenjang. Untuk itu, pelaksanaannya benar-benar dikemas dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Ny. Ayu Pastika dalam sambutannya.

Usai melaksanakan pembinaan kepada TP PKK Desa Batununggul, Ny. Ayu Pastika beserta rombongan menyempatkan waktu untuk meninjau proses pembuatan kain tenun Cepuk di Desa Tanglad, Nusa Penida, Klungkung.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung Ny. Ayu Suwirta, Camat Nusa Penida I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya. (r/humas pemprov bali/bpn)

Gubernur Dukung Pelaksanaan World Culture Forum di Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi dan mendukung dipilihnya Bali sebagai tuan rumah digelarnya acara World Culture Forum (WCF) ke II Tahun 2016 yang akan dilaksanakan mulai 10-13 Oktober 2016.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima audensi rombongan Panitia WCF yang dipimpin Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Hilmar Farid.

Lebih jauh, Gubernur Pastika menyampaikan harapannya agar WCF kali ini bisa menghasilkan kebijakan yang benar-benar menunjukan kebudayaan-kebudayaan dunia dan Indonesia khususnya, disamping juga sebagai ajang seminar umum tentang kebudayaan seperti yang sudah biasa diselenggarakan.

“WCF ini tentang ide yang besar, bukan ide yang biasa, jangan hanya diisi dengan seminar. Seharusnya WCF ini digelar rutin sepanjang tahun di seluruh kepulauan Indonesia dan Bali sebagai puncaknya, sehingga nantinya Indonesia bisa menunjukkan benar-benar bisa menjadi pusat kebudayaan dunia. Karena kita untuk saat ini memang baru bisa berkiprah di sektor budaya, kalau teknologi mungkin kita masih kalah dengan negara-negara lain,” urai Pastika seraya kembali menceritakan awal mula dicetuskannya WCF pada 2008 dengan ide memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-100 dan Garuda Wisnu Kencana (GWK) sebagai markas besarnya.

Tak sebatas itu saja, WCF yang direncanakan kala itu juga mencetuskan ide diukirnya relief kebudayaan-kebudayaan utama yang ada di dunia pada dinding diseputaran GWK.

Rencana tersebut diharapkan dapat menarik minat wisatawan ke seluruh wilayah Indonesia seiring dilaksanakan di seluruh kepulauan dengan sistem swastanisasi, namun semenjak dilaksanakan oleh pemerintah dengan model proyek, even tersebut menjadi kurang bergaung dengan perhelatan rutin semata.

Gubernur Pastika pun berharap melalui Dirjen Kebudayaan saat ini bisa membangkitkan kembali roh WCF dengan kembali  menggelarnya sesuai ide awal terbentuk even tersebut.

Even yang rencananya juga mengundang perwakilan negara-negara tetangga tersebut, juga diharapkan menjaga kualitas acara terutama pementasan seni budaya yang akan dipentaskan.

Seperti disampaikan sebelumnya oleh Hilmar Farid, bahwa perhelatan itu  rencananya akan digelar dari tanggal 10-13 Oktober 2016 dengan  agenda pawai budaya, simposium, seminar, rapat pleno, dan acara puncak digelar pada 13 Oktober 2016.

Tak hanya itu, untuk memberi ruang bagi peserta generasi muda akan digelar acara khusus  yakni Youth Forum yang akan melaksanakan kunjungan ke empat daerah di Bali yakni Penglipuran, Tenganan, Bedulu dan Bogan.

Forum WCF kali ini juga menurutnya diharapkan bisa melahirkan pembentukan panitia yang selanjutnya akan bertanggungjawab melanjutkan WCF. Forum kali ini rencananya akan diikuti sekitar 30 pembicara, dan Menteri negara-negara tetangga yang hingga saat ini menurutnya sudah melaksanakan konfirmasi sekitar 13 menteri, dan diyakini akan bertambah lagi. (r/humas pemprov bali/bpn)

Nahdlatul Wathan Bali Gelar Rakorwil

BALIPORTALNEWS.COM – Berlangsung kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Bersama Cabang Abituren, alumni, simpatisan, dan pecinta Nahdlatul Wathan (NW) se-Bali. Kegiatan rakor tersebut berlangsung di Aula Masjid Al Hidayah, Banjar Candikuning II, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Minggu (25/9/2016).

Tema dalam kegiatan tersebut, yaitu “Mari Wujudkan Nahdlatul Wathan yang Rahmatan Lil' Alamin, Melalui Pendidikan, Sosial, dan Dakwah”. Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Pengurus NW Wilayah Bali, Mahsun, S.Pdi., dan dihadiri para pengurus NW se-Bali.

Ketua Pengurus NW Wilayah Bali itu mengatakan, rakorwil yang diselenggarakan pertama kalinya itu bertujuan sebagai ajang silaturahmi, guna mempererat hubungan di antara para pecinta NW yang ada di Provinsi Bali.

Sementara dari Pengurus NW Kabupaten Buleleng, H. Misdiq, menjelaskan tentang sejarah pembentukan atau keberadaan Nahdlatul Wathan di Bali. Dia juga menyampaikan tentang rencana pembuatan madrasah di tanah wakaf, yang berlokasi di Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.

Kegiatan dilanjutkan dengan sholat dzuhur bersama di Masjid Al Hidayah Candikuning, dan diakhiri dengan makan bersama. (ita/bpn)

Pemprov Bali Luncurkan “BUMDes Bersamsat”

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik, khususnya membantu para wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak kendaraan bermotor, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pendapatan meluncurkan terobosan baru yaitu "BUMDes Bersamsat".

Program yang menggandeng badan usaha milik desa (BUMDes) ini memberikan tempat bagi masyarakat desa unutk membayar pajak kendaraan bermotor.  Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Bali I Made Santa, dalam acara Peluncuran dan Sosialisasi BUMDes Bersamsat di Kantor Perbekel Desa Nusa Asri, Kecamatan Melaya, Jembrana.

Lebih lanjut, Made Santha mengungkapkan keistimewaan program ini di mana  bagi para wajib pajak yang sudah jatuh tempo namun tidak memiliki cukup uang untuk membayar bisa ditalangi terlebih dahulu oleh BUMDes, dan nantinya para wajib pajak tersebut bisa membayar secara menyicil kepada BUMDes.

Sedangkan untuk ketentuan besaran kredit, akan diatur oleh internal masing-masing BUMDes tersebut. Ia berharap dengan terobosan program yang saling menguntungkan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para wajib pajak, maupun para BUMDes untuk secara aktif mensosialisasikan kepada masyarakat sehingga seluruh wajib pajak yang ada di desa-desa khususnya yang memiliki keterbatasan jarak dan waktu untuk datang ke kantor Samsat dapat menyelesaikan kewajibannya tepat waktu.

Santha juga menyampaikan bahwa pemerintah dalam hal ini selalu mengupayakan terobosan pelayanan terbaik yang dapat membantu masyarakat, mengingat pajak kendaraan sebesar 90 persen baik itu pajak perpanjangan STNK dan biaya balik nama kendaraan bermotor adalah penyumbang paling besar PAD Provinsi Bali sehingga sistem terintegrasinya samsat harus terus dikembangkan.

‘’PAD Bali sepenuhnya akan dikembalikan kepada masyarakat untuk mengisi pembangunan Bali terutama program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti bedah rumah, Simantri, Gerbangsadu dan lainnya bertujuan untuk pengentasan kemiskinan serta mewujudkan masyarakat Bali maju, aman, damai, dan sejahtera (Mandara)," ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, sehingga dapat diikuti oleh BUMDes yang ada di seluruh Kabupaten/Kota se-Bali.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga selaku Kepala UPT Dispenda Provinsi Bali di Kabupaten Jembrana Ida Kade Suhita, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu hasil dari pemetaan atau evaluasi dari kegiatan Samsat Desa Beryadnya (door to door),  untuk lebih meningkatkan pelayanan publik wajib pajak di Provinsi Bali.

Selain itu, tujuan dari kegiatan tersebut diharapkan dapat  Mendorong keterlibatan BUMDes untuk berperan aktif dalam pelayanan pajak, mengurangi biaya operational Dan membantu wajib pajak agar tidak meninggalkan pekerjaan sehingga upah yang mereka terima tidak hilang.

Untuk tahap awal Program ini baru menjadikan BUMDes di  tiga kecamatan pada Kabupaten Jembrana sebagai percontohan,  yaitu   BUMDes yang berada pada  Kecamatan Pekutatan, yaitu Desa Medewi dan Pulukan, Kecamatan Mendoyo yaitu Desa Yeh Sumbul dan Yeh embang Kangin, serta di Kecamatan Melaya  yaitu Desa Nusa Sari, Eka sari, Melaya, Tuwed dan Candikusuma.

Dipilihnya desa-desa tersebut karena memiliki jarak tempuh yang jauh dari kantor samsat serta telah menyatakan kesiapanya dalam menjalankan program BUMDes Bersamsat. Ia berharap, kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan nantinya dapat diikuti oleh BUMDes lainya.

Dalam momentum itu, Kepala Desa Medewi Kecamatan Pekutatan, Komang Suartika mengucapkan terima kasih atas diluncurkan program tersebut. Ia mengaku bahwa masih banyak warganya yang belum membayar pajak, dikarenakan jarak tempuh dari desa ke kantor Samsat sekitar 30 km.

Untuk itu, ia berharap BUMDes Desa Medewi dapat melakukan kerjasama yang baik dengan pemerintah, sehingga program ini dapat berjalan dengan lancar dan membantu wajib pajak untuk melakukan kewajibannya.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkatab, Camat Melaya Eka Suarnama, Kepala Desa serta Kepala BUMDes di lingkungan Kabupaten Jembrana. (r/humas pemprov bali/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
14PelangganBerlangganan