Jelang Hari Raya, Sudikerta Himbau Masyarakat Beli Kebutuhan Prioritas

BALIPORTALNEWS.COM – Wagub Sudikerta menghimbau masyarakat jelang hari  raya Galungan dan Kuningan agar membeli  kebutuhan yang menjadi prioritas baik dari sisi keperluan upacara maupun kebutuhan pokok. Sehingga pengeluaran yang dilakukan oleh masyarakat tidak berlebihan, karena pengeluaran yang berlebihan dikhawatirkan berdampak pada ketidak mampuan dalam memenuhi kebutuhan lainnya.

Disamping itu, Wagub Sudikerta juga menghimbau kepada para pedagang agar tidak menaikan harga terlalu tinggi, demi mendapatkan keuntungan pada hari raya. Demikian disampaikannya saat melakukan operasi pasar pada salah satu pasar tradisional Desa Pekraman Intaran, Sanur di Denpasar, Sabtu (27/8/2016).

Lebih lanjut Sudikerta menyampaikan terlebih saat ini TPID Provinsi Bali telah mengeluarkan Sistem Informasi Harga Pangan Utama dan Komoditas Strategis  (SiGapura) yang  bisa diakses masyarakat dan dipantau oleh TIPD Kab/Kota di Bali. “Dengan kerjasama antara masyarakat dengan Pemerintah tersebut, diharapkan dapat menekan inflasi menjelang perayaan hari raya yang akan datang ini,” ujar orang nomor dua di Bali tersebut.

Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta yang kala itu didampingi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Ni Wayan Kusumawathi, dalam wawancara dengan awak media menyampaikan tujuan dari operasi pasar tersebut adalah untuk memantau harga pangan di lapangan secara langsung.

Mengingat Sudikerta merupakan Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali. “Dari pantaun saya hari ini kenaikan harga yang terjadi di Pasar Intaran masih cukup stabil, mulai dari bahan upacara sampai pada kebutuhan pokok”, ujarnya kepada awak media.

Sudikerta berharap harga-harga yang beredar di pasar sampai pada hari raya nanti akan tetap stabil dan tidak terlalu mengalami  peningkatan yang signifikan, sehingga inflasi di Bali tidak mengalami kenaikan. (r/humas prov bali/bpn)

OJK Sosialisasi di PB3AS

BALIPORTALNEWS.COM – Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon Denpasar, Minggu (28/8/2016) juga dimanfaatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mensosialisasikan tugas dan fungsi lembaga ini.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Kantor Regional Bali dan Nusa Tenggara, Nasirwan Ilyas dalam orasinya menyampaikan bahwa lembaganya bertugas melindungi masyarakat dari masalah yang berkaitan dengan jasa keuangan. Jasa keuangan itu, ucap dia, meliputi bank, asuransi hingga koperasi.

Ilyas mengingatkan, belakangan ini modus kejahatan dalam jasa keuangan (financial cyber crime) makin beragam. Kondisi ini antara lain dipicu pemanfaatan IT dalam proses transaksi keuangan. Pelaku kejahatan banyak memanfaatkan fasilitas perbankan secara online seperti internet banking, SMS banking dan layanan elektronik serupa lainnya.

Untuk itu, dia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati saat melakukan transaksi secara online. Selain modus kejahatan keuangan dalam dunia online, dia juga menyinggung keberadaan lembaga keuangan abal-abal.

‘’Masyarakat jangan mudah tergoda dengan iming-iming suku bunga tinggi dan tak masuk akal. Karena sudah pasti itu modus penipuan,’’ ujarnya.

Keberadaan lembaga keuangan abal-abal ini menjadi salah satu fokus pengawasan OJK. "Kami telah membentuk Satgas Waspada Investasi dengan melibatkan Polda Bali dan Kejaksaan untuk mencegah mobilisasi dana ilegal," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ilyas juga mengapresiasi langkah Pemprov Bali menggelar PB3AS. "Ini merupakan contoh yang baik dalam perkembangan demokrasi," tandasnya. (r/humas prov bali/bpn)

Pemprov Ajak Nelayan Manfaatkan Program Asuransi Gratis

BALIPORTALNEWS.COM – Pemprov Bali mengajak kalangan nelayan untuk memanfaatkan asuransi gatis luncuran pemerintah pusat. Tanpa dibebani pembayaran premi, para nelayan akan memetik banyak manfaat jika sudah tercover program asuransi ini.

Informasi tersebut diungkapkan Kabid Perikanan Tangkap dan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Agung Sanjaya pada pelaksanaan Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon Denpasar, Minggu (28/8/2016).

Lebih jauh, Agung Sanjaya mengatakan bahwa program asuransi khusus bagi para nelayan ini mulai dilaksanakan di tahun 2016. Dalam program ini, ujar dia, para nelayan tak perlu keluar uang karena premi sepenuhnya ditanggung pemerintah.

Menurutnya, program ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap keberadaan para nelayan. "Yang kita tahu, mereka memiliki resiko yang cukup besar saat melaut. Selain itu sebagian nelayan juga masih hidup dalam kesulitan ekonomi," bebernya.

Di tahun 2016 ini, imbuh dia, pemerintah pusat menargetkan pemberian asuransi bagi 1 juta nelayan dengan alokasi anggaran mencapai Rp 175 milIar. Terkait dengan program tersebut, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada para nelayan di pesisir Bali.

Agar dapat memperoleh pertanggungan asuransi, dia mengingatkan para nelayan segera mengurus kartu nelayan. "Karena kartu itu nantinya menjadi salah satu prasyarat untuk memperoleh asuransi," imbuhnya.

Hingga saat ini, dari 39 ribu nelayan yang tersebar di kawasan pesisir Bali, baru sebanyak 16 ribu orang yang mengantongi kartu nelayan. Dan dari jumlah 16 ribu itu, Pemprov Bali baru bisa mengusulkan 13.700 nelayan untuk memperoleh premi asuransi. "Sebab ada syarat kalau usia nelayan harus di bawah 65 tahun," ujar Agung seraya meminta SKPD terkait di Kabupaten/Kota memfasilitasi para nelayan untuk mengurus kartu nelayan.

Dalam kesempatan itu Agung Sanjaya juga mengurai sejumlah manfaat yang dapat dipetik dari program asuransi ini. "Manakala nelayan mengalami kecelakaan kerja hingga mengakibatkan cacat fisik, mereka berhak atas klaim sebesar Rp 100 juta. Jika sampai meninggal, ahli warisnya akan memperoleh klaim sebesar Rp 200 juta," bebernya.

Tak hanya itu, jika jatuh sakit nelayan juga berhak memperoleh biaya pengobatan sebesar Rp 20 juta. Saat ini, imbuh Agung Sanjaya, pogram asuransi nelayan itu telah masuk proses tender yang melibatkan sejumlah parusahan asuransi. (r/humas prov bali/bpn)

Sudikerta Himbau Masyarakat Laksanakan Upacara dengan Kualitas “Satwika Yadnya”

BALIPORTALNEWS.COM – Yadnya bukanlah sekadar upacara keagamaan, lebih dari itu yadnya merupakan bentuk sujud bakti kepada Hyang Widhi. Untuk itu, dalam pelaksanaan yadnya yang dilaksanakan memiliki kualitas satwika yadnya yaitu yadnya yang dilaksanakan dasar utama sradha bakti, lascarya, dan semata melaksanakan sebagai kewajiban serta berdasarkan dengan sastra agama.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat menghadiri karya ngayum lan pasupati pelawatan Ida Ratu Ayu, Pura Dalem Panjer, Banjar Kangin, Desa Pakraman Panjer, Sabtu (27/8/2016).

Lebih lanjut, Wagub Sudikerta menyampaikan bahwa apapun bentuk yadnya yang dilakukan seperti persembahan, pengendalian diri, punia, maupun jnana jika dilandasi bakti dan tanpa pamrih maka tergolong satwika yadnya dan niscaya karya tersebut akan berjalan dengan sangat hikmat.

Oleh karena itu, ia berharap krama Desa  Panjer dalam melaksanakan upacara dengan tulus iklas dan saling bergotong royong satu sama lain. Sehingga rasa persaudaraan dan kekerabatan dalam membangun sebuah yandya dapat dilakukan dengan baik.

Disamping itu, Ia juga meminta kepada seluruh krama agar dalam melakukan upacara baik di pura maupun di rumah masing-masing hendaknya tidak dengan jor-joran melainkan menyesuaikan dengan kemampuan. Sehingga upacara yang dilaksanakan dapat dijalankan dengan ketulusan rohani dan jasmani.

Sementara itu, Bendesa Desa Adat Panjer, Nyoman Budiana, menyampaikan terimakasih atas kehadiran Wagub Sudikerta dalam menyaksikan upacara tersebut. Selanjutnya, Ia mengatakan bahwa tujuan dari upacara tersebut adalah melakukan pengeratep dan pemelaspasan tapakan dan pelawatan Ida Ratu Ayu yang berstana di Pura Dalem Panjer, yang sebelumnya telah dilakukan perbaikan terhadap tapakan tersebut.

Terdapat empat pelawatan yang akan di pelaspas yaitu Ida Ratu Ayu Muncukin Tirta, Ida Ratu Ayu Dewa Rangda, Ida Ratu Ayu Dewa Rarung dan Ida Ratu Mas Dalem Sidakarya. Karya yang akan berlangsung sampai September tersebut, dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Desa Panjer yang berjumlah 1.215 orang.

Sedangkan terkait dengan pembiayaan telah diperoleh dari kas Desa Pekraman serta dana punia dari masyarakat. Ia berharap dengan dilaksanakan upacara tersebut dapat memberikan kerahayuan bagi seluruh masyarakat Desa Panjer.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Kemasyarakatan, Walikota Denpasar, serta undangan lainnya. (r/humas prov bali/bpn)

Siapkan Operasional RS Bali Mandara, Pastika Kirim Tim ke Darwin Australia

BALIPORTALNEWS.COM – Guna mematangkan persiapan operasional Rumah Sakit Bali Mandara, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengirim tim ke Darwin Australia. Tim dari Bali yang dipimpin Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya dijadwalkan berada di Darwin dari 28 hingga 31 Agustus 2016.

Selama berada di Negeri Kangguru, tim akan melihat langsung pengoperasian Royal Darwin Hospital yang nantinya diharapkan dapat menjadi model operasional RS Bali Mandara. Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H.,M.H., dalam siaran persnya, Sabtu (27/8/2016).

Lebih jauh dikatakannya, selain melihat langsung operasional Royal Darwin Hospital, tim dari Bali juga akan mengunjungi National Critical Care and Trauma Responce Centre (NCCTRC). Dalam kunjungan tersebut, mereka akan mendalami sistem pengoperasian rumah sakit yang meliputi kualitas layanan, keamanan, clinical governance dan peralatan pendukung rumah sakit.

‘’Selain itu tim dari Bali juga akan mempelajari manajemen situasi darurat dan bencana serta perawatan pra-rumah sakit,’’ urainya.

Menurut Dewa Mahendra, Pemprov Bali menjadikan Australia sebagai rujukan karena cukup eratnya jalinan kerjasama yang telah terbangun selama ini. Australia, kata dia, banyak membantu Bali dalam penguatan fasilitas kesehatan.

Keberadaan Rumah Sakit Mata Bali Mandara dan Ruang Khusus Luka Bakar RSUP Sanglah merupakan bantuan dari Pemerintah Australia. Selain itu, hingga saat ini Warga Negara Australia masih mendominasi tingkat kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata.

Bertolak dari hal tersebut, ke depannya Bali berharap dapat menjalin kerjasama yang lebih intensif dalam pengelolaan RS Bali Mandara yang diproyeksikan menjadi fasilitas kesehatan kelas dunia.

Pada bagian lain, Dewa Mahendra menyebut kunjungan tim kesehatan dari Bali ini merupakan tindak lanjut lawatan Gubernur Pastika ke Australia pada April 2016 lalu. Kala itu, Pastika beserta jajaran Forkompimda datang ke Australia memenuhi undangan Pemerintah Northen Territory.

Pastika sangat terkesan dengan sistem manajemen operasional yang diterapkan Royal Darwin Hospital. Dia berharap, model pengelolaan Royal Darwin Hospital dapat diterapkan di RS Bali Mandara yang direncanakan beroperasi tahun depan.

Yang menggembirakan, rencana kunjungan tim kesehatan Bali ke Australia disambut positif Konjen Australia Dr. Helena Studdert. Dia berharap, kunjungan delegasi dari Bali makin mempererat kerjasama kedua belah pihak.

Menurutnya, ketersediaan fasilitas kesehatan berstandar internasional sangat dibutuhkan di Bali. Hal ini erat kaitannya dengan keberadaan Bali sebagai daerah tujuan wisata utama di Indonesia.

Dalam kunjungan ke Darwin, Kadis Kesehatan dr. Ketut Suarjaya akan disertai Direktur RS Jiwa Provinsi Bali, dr. Gede Bagus Darmayasa, dan beberapa anggota tim lainnya. (r/humas prov.bali/bpn)

Pastika Gugah Anak Muda Ajegkan Bali Lewat Pertanian

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengajak anak muda untuk mengajegkan Bali dengan cara tidak meninggalkan pertanian yang merupakan jati diri masyarakat Bali. Hal itu disampaikannya pada acara pemberian penghargaan dan hadiah kepada unit sistem pertanian terintegrasi (Simantri) berprestasi tingkat Provinsi Bali 2016 bertempat di Simantri 445, Kelompok Tani Dwita Gangga Dukuh Sari Desa Abuan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Jumat (26/8/2016).

Semangat anak muda diharapkan mampu mengembalikan mengembalikan wajah pertanian Bali menjadi jati diti yang sebenarnya. ‘’Saat ini usia para petani kita di atas 50 tahun, jadi saya harapkan melalui program Simantri ini anak muda mulai melirik sektor pertanian demi menjaga tanah dan warisan leluhur Bali,’’ jelasnya.

Selain itu, dia juga menyatakan kebanggaan dan kebahagiaanya akan perkembangan simantri dewasa ini. Pastika mengingat bagaimana dulu susahnya memperjuangkan pembangunan simantri karena ditentang berbagai pihak namun saat ini hasil positifnya sudah mulai kelihatan.

‘’Tujuan utama simantri adalah bagaimana meningkatkan pendapatan petani, bukan plihara sapi tok. Tapi bagaimana kita integrasikan peternakan dan pertanian agar bisa mensejahterakan petani,’’ tuturnya di depan para anggota simantri dan pendamping simantri.

Selain untuk meningkatkan taraf ekonomi para petani, keberadaan simantri juga diharapkan bisa menarik minat anak muda untuk kembali ke jati diri yaitu bertani, mengurangi alih fungsi lahan yang begitu cepat serta mengurangi polusi tanah yang diakibatkan oleh pupuk kimiawi dengan cara menggunakan pupuk kompos dan bio urine hasil simantri.

Dalam kesempatan itu, Pastika yang didampingi oleh jajaran kepala SKPD di lingkungan Pemprov Bali, berharap agar simantri terus dikembangkan. Mengingat program ini juga sangat sejalan dengan ajaran Hindu (Vedic-Agriculture System) atau program pertanian yang berlandaskan nilai-nilai spiritual sekaligus kearifan lokal.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus bekerja keras mengembangkan simantri sehingga bisa menarik perhatian ilmuwan manca negara untuk terus menelitinya. ‘’Kita sedang menjajaki kerjasama di bidang pertanian dan pupuk organik dengan jepang, khususnya dengan Kumamoto dan Osaki. Bahkan sekarang Wakil Walikota Osaki Tojo Masaha hadir secara langsung di sini. Seharusnya kita bangga, ide simantri yang sederhana ini ternyata sangat bermanfaat dan bisa menarik perhatian negara lain," bebernya.

Demi menggugah semangat bertani, orang nomor satu di Bali ini juga mengundang ahli pertanian untuk menciptakan varietas baru dari hasil lokal yang mampu bersaing dengan produk unggulan di dunia. ‘’Jika bisa ahli pertanian ciptakan jeruk Kintamani yang besar, manis dan tanpa batu sehingga bisa diekspor ke luar negeri. Bayangkan Jepang yang tanahnya tidak sesubur kita bisa terus hasilkan varietas unggulan dengan harga yang jauh melampaui kita. Seharusnya SDM kita diasah hingga mampu bersaing di kancah global,’’ tandasnya.

Pastika juga menegaskan harapannya bisa menjadikan Simantri  salah satu program yang mengantarkan Bali menuju Green Province  (Provinsi Hijau) dengan pencapaian 1.000 gapoktan di tahun 2018.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinis Bali, Ida Bagus Wisnuardhana, melaporkan jika lomba simantri ini selain bertujuan untuk melihat simantri yang telah berhasil, juga bertujuan untuk memotivasi simantri lain agar bisa berkembang lebih baik. Dia mengakui, jika tidak semua unit simantri yang saat ini berjumlah 632 unit bisa menunjukkan hasil yang positif. Ada beberapa yang tidak berjalan sama sekali.

Untuk meringankan para petani, pihaknya juga telah mensinergikan program subsidi pupuk organik dengan simantri sebesar Rp 10 miliar untuk sekitar 12.500 ton pipik organik produksi simantri.

Wisnuardhana memelaporkan jumlah kelompok tani saat ini berkembang menjadi 632 kelompok dari hanya 10 kelompok di tahun 2009. Hal sama juga bisa dilihat dari jumlah sapi yang telah dibiakkan. Dari 210 ekor sapi tahun 2009 telah berkembang menjadi sekitar 11.529 di tahun 2015, sedangkan anak sapi telah berkembang menjadi 10.040 di tahun yang sama.

Jumlah digester biogas sampai tahun 2015 mencapai 549 unit yang telah dimanfaatkan oleh sekitar 1.647 kk. Dan pupuk organik yang telah diproduksi mencapai 58.814 ton dan biourine mencapai 57.814.000 liter yang mencukupi untuk luasan areal usaha tani sekutar 11.563 Ha.

Keberhasilan lain Simantri juga bisa dilihat antara lain dengan menjadi salah satu dari 8 nominator penerima penghargaan Energi Prabawa tingkat nasional dari kementrian ESDM, menjadi objek studi bandung dari luar Bali hingga luar negeri, telah mampu membuka lapangan pekerja baru dan mampu menyuplai pupuk organik di Bali.

Tahun 2015 bahkan pihaknya telah meluncurkan SIMORI yaitu Sistem Monitoring Simantri secara online. Sedangkan tahun ini sedang dirancang program google map simantri sehingga memudahkan mencapai Sumantri yang telah tersebar di seluruh Bali. "Selain kami juga berusaha memasarkan produk-produk simantri secara online melalui website simantri," imbuhnya. (r/humas prov bali/bpn)

Anjing Kintamani Jadi Maskot Peringatan Dies Natalis Unud Ke-54

BALIPORTALNEWS.COM – Universitas Udayana (Unud) menaruh perhatian khusus terhadap eksistensi Anjing Kintamani. Ditengah tantangan berat mempertahankan keberadaan anjing ras asli Bali ini, Unud menetapkan anjing Kintamani sebagai maskot perayaan Dies Natalis Unud ke-54 pada 29 September 2016 mendatang.

“Ada karakteristik khusus yang dimiliki anjing Kintamani yang bisa menginspirasi generasi muda dan masyarakat Bali sehingga anjing Kintamani perlu dilestarikan. Kami memahami anjing Kintamani punya sifat pemberani, cerdas, tangkas dan setia,” kata Panitia Dies Unud ke-54 dari mahasiswa Yandhani Astika Putra, di sela-sela rapat panitia di Kampus Unud Bukit Jimbaran, Jumat (25/8/2016).

Anjing Kintamani, tambah Mahasiswa Fakultas Teknik Unud ini, menjadi lambang kebudayaan dan kebanggaan masyarakat Bali. Karena bicara unud juga bicara Bali, katanya, pemilihan anjing Kintamani sebagai maskot penyelenggaraan dies Unud sangat tepat.

Menurut Astika Putra, terkait perayaan Dies Unud, mahasiswa Unud akan menyelenggarakan sejumlah kegiatan meliputi seminar nasional kepemudaan, pekan olah raga dan seni (Porseni), serta malam anugerah prestasi. Porseni akan mempertandingkan sejumlah cabang olah raga dan seni seperti sepak bola, catur, basket, bulu tangkis, tenis meja.

Kegiatan seni, lanjutnya, ada defile, dan pentas seni kontemporer serta pemilihan Jegeg Bagus Udayana. “Ada juga kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah sebagai ciri masyarakat ilmiah,” tegas Astika Putra.

Sementara Ketua Panitia Dies Unud Dr. IGN Alit Susanta, SP., M.Sc., menyambut baik prakarsa mahasiswa Unud atas rencana kegiatan yang perayaan Dies Unud.  “Hal ini wujud dari tema perayaan Dies Unud ke-54 yakni membangun sinergi mewujudkan Unud yang unggul, mandiri, dan berbudaya,” tegasnya.

Dr. Alit Susanta memaparkan, perayaan Dies Unud ini dilaksanakan di empat lokasi berbeda yakni Kampus Unud Bukit Jimbaran, Kampus Unud Jl. PB. Sudirman Denpasar, Kabupaten Jembrana, dan Timor Leste. Jenis kegiatannya, kata Alit Susanta, seminar dan orasi ilmiah, workshop dan penyuluhan, pameran serta acara kekeluargaan.

Secara rinci, Dosen FP Unud ini, memaparkan di Kabupaten Jembrana dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tajuk “Abdi Udayana di Jembrana” berupa pembinaan kelompok ternak kambing dan pelatihan pembuatan pupuk kompos, mengadakan pelaihan cara membuat bibit pisang dan budidaya pisang yang sehat.

Kegiatan lain, katanya, berupa operasi katarak, operasi bibir sumbing, dan berbagi informasi tentang pendidikan tinggi dan seminar pembangunan desa sesuai UU No. 6 Tahun 2014. “Antusiasme masyarakat Jembrana, alumni, serta mahasiswa KKN sangat tinggi menunjang kegiatan Dies Natalis di bumi makepung, mudah-mudahan kondisi ini mampu mendekatkan Unud agar lebih dicintai masyarakat Jembrana dan Bali,” tandas Dr. Alit Susanta Wirya.

Ditambahkan, untuk operasi katarak ada 300 pasien yang memeriksakan diri dan delapan orang diantaranya dioperasi, semantara operasi bibir sumbing sebanyak 3 orang. (r/bpn)

Banjar Sari, Sidakarya Gelar Pasar Murah dan Bakti Kesehatan

BALIPORTALNEWS.COM – Denpasar – Menjelang Hari Suci Galungan dan Kuningan, kebutuhan berupa sembako dan sarana upakara banyak dibutuhkan oleh masyarakat untuk melaksanakan kegiatan keagamaan. Untuk meringankan beban masyarakat dan mengantisipasi kenaikan harga bahan kebutuhaan pokok, diselenggarakan kegiatan pasar murah.

Seperti terlihat pada minggu (28/8/2016) pagi di lingkungan Br. Sari, Jl. Bedugul Sidakarya, Denpasar, kembali diadakan kegiatan pasar murah. Sejak pagi hari masyarakat sekitar nampak begitu antusias mengikuti kegiatan pasar murah ini.

Wakil Walikota IGN Jayanegara hadir didampingi Ketua DPRD Kota Denpasar, Gusti Ngurah Gede, Kadiskop & UKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadharma Sena, Camat Densel AAN Risnawan dan tokoh masyarakat adat setempat.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Denpasar, IGN Jayanegara, mengatakan, Pemkot Denpasar menyambut positif diadakannya kegiatan pasar murah dan bakti kesehatan yang merupakan upaya mensejahterakan masyarakat. Pemkot Denpasar selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat melalui program – program yang telah dirancang sedemikian rupa.

‘’Harapan ke depan bagaimana kegiatan semacam ini bisa menyebar ke seantero Kota Denpasar agar seluruh masyarakat di Kota Denpasar dapat merasakan manfaat kegiatan pasar murah dan bakti kesehatan secara merata,’’ ujar Jaya Negara.

Ketua panitia, Wayan Rena, mengatakan, tujuan pelaksanaan pasar murah dan bakti kesehatan di lingkungan Br. Sari, Desa Sidakarya ini adalah mengantisipasi kenaikan harga dan meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sekaligus juga memberi pelayanan pengobatan gratis kepada masyarakat.

‘’Kegiatan ini sangat bermanfaat dan merupakan bentuk kepedulian kami dalam mensejahterakan masyarakat. Kegiatan ini harus dipertahankan dan dibuat berkesinambungan. Terimkasih juga kami sampaikan kepada Pemkot Denpasar atas segala dukungan baik moril maupun materil,’’ ujarnya.

Rena menambahkan, masyarakat sangat merespon baik acara ini dan antusias bertransaksi di pasar murah setelah melihat harga yang ditawarkan oleh panitia. Kegiatan pasar murah dan bakti kesehatan ini merupakan pelaksanaan yang kesembilan kalinya, tempatnya berpindah namun masih dilingkungan Desa Sidakarya.

Wayan Suadi Putra, Anggota DPRD Kota Denpasar asal Desa Sidakarya yang merupakan inisiator acara ditemui usai acara menanggapi positif terselenggaranya pasar murah dan bakti kesehatan di Br. Sari, Desa Sidakarya. ‘’Kegiatan ini sangat positif dalam meringankan beban masyarakat terutama umat Hindu menjelang hari suci Galungan dan Kuningan. Dalam pasar murah ini kami menyediakan sembako murah bersubsidi untuk masyarakat umum dan sarana upakara bersubsidi untuk umat se-dharma,’’ ujar Wayan Suadi.

Seusai acara nampak Wakil Walikota Denpasar IGN Jayanegara memeriksakan kesehatan di stand bakti kesehatan. (esa/humas pemkot dps/bpn)

 

Rayakan HUT Ke-8 Bali Mandara, Pastika Tegaskan Bali Adalah Miliki Bersama

BALIPORTALNEWS.COMDelapan tahun sudah program Bali Mandara yang bergulir sejak 28 Agustus 2008 sampai dengan saat ini 28 Agustus 2016. Di tahun ke delapan perjaanannya, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menegaskan komitmen para pemangku kepentingan dan stakeholder dan juga masyarakat bahwa Bali tersebut adalah milik bersama yang harus maju, aman, damai dan sejahtera. Demikian ia sampaikan dalam sambutannya saat Perayaan HUT ke 8 Bali Mandara yang dilaksanakan di Sekar Tunjung Center (STC), Denpasar, Minggu (28/8/2016).

“Semua saya undang disini untuk bertemu guna meneguhkan kembali komitmen kita bahwa Bali ini adalah milik bersama, bahwa Bali ini harus maju, Bali ini harus aman, Bali ini harus damai, dan Bali ini harus sejahtera, Bali Mandara,” tegas Pastika yang menurutnya saat ini Bali telah berada pada trek yang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Visi Bali Mandara tersebut.

Menurutnya sejak Bali Mandara tersebut bergulir, sesuai dengan data BPS, angka kemiskinan di Bali menurun dari 6,7% di tahun 2008, sekarang menjadi 4,25% begitu juga dengan pengangguran, gini ratio dan juga Indeks Pembangunan Manusia. “Secara garis besar Bali saat ini sudah bagus, walupun memang saat ini masih banyak kekurangan yang harus kita akui, namun walaupun demikian kondisi Bali saat ini berada dalam kemajuan yang artinya kita sedang on the way menuju salah satu visi Bali Mandara tersebut yakni Bali yang maju,” jelas Pastika.

Lebih lanjut menurut Pastika, dari sisi keamanan saat ini Bali dapat dikatakan dalam kondisi aman daripada tahun – tahun sebelumnya. Ia menjelaskan terdapat beberapa upaya untuk mengancam keamanan Bali namun hal tersebut masih bisa diatasi berkat dukungan berbagai pihak dan juga Ida Sang Hyang Widhi. “Upaya keamanan di Bali itu 25% sekala dan 75% niskala, jadi memang Tuhan sangat memberkati kita semua sehingga kita bisa segera tahu dan cegah ancaman – ancaman tersebut,” imbuh Pastika.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pastika juga memperkenalkan sosok dibalik Visi Bali Mandara tersebut. “Bali Mandara itu pertama kali dicetuskan oleh sahabat saya yang sangat luar biasa, integritasnya tinggi yakni Bapak Mayjen TNI Purn. I Putu Sastra Wingarta,” tegas Pastika yang dalam kesempatan tersebut menyempatkan diri untuk menceritakan bagaimana awal terciptanya visi Bali Mandara tersebut.

“Bali Mandara ini beliau inilah yang mengagaskan, saya harus akui, saya tidak pernah mengakui itu adalah hasil pikiran saya, orangnya sangat low profile tetapi pikiran dan kecintaan beliau terhadap Bali sangat luar biasa,” jelas Pastika yang pada saat itu, kata – kata Bali Mandara sangat cocok dengan keinginanannya yang ingin menjadikan Bali sebagai wilayah yang memiliki pengaruh besar walaupun dengan luas dan kondisi Bali saat itu yang tidak seberapa.

“Singapura itu sepertujuh Bali, Israel juga tapi mereka bisa berkiprah di dunia dengan luar biasa, kenapa kita tidak bisa? Mestinya kita bisa, kita memiliki potensi yang sama dan bahkan lebih hebat dari mereka,” tegas Pastika yang menurutnya modal yang dimiliki oleh Bali jauh lebih hebat karena menurutnya Bali itu berbudaya, memiliki kondisi alam yang subur, orang yang ramah dan potensi hebat lainnya.

Oleh karena visi Bali Mandara yang memiliki tujuan untuk menjadikan bali yang besar dan agung, maka munculah program – program yang saat ini sudah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat Bali seperti, JKBM, Bedah Rumah, Simantri, Gerbangsadu dan program prioritas yang lainnya. “semua tujuannya berpulang kepada visi Bali Mandara yakni Bali yang maju aman damai dan sejahtera.,” imbuh Pastika yang dalam kesempatan tersebut juga turut didampingi oleh Ny. Ayu Pastika.

Perayaan HUT ke 8 Bali Mandara juga turut di hadiri oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Ady Wiryatama, Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, Nyoman Sugawa Korry dan Gusti bagus Alit Putra, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Cokorda Ngurah Pemayun, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumantri, anggota DPRD Provinsi Bali, kepala SKPD di Lingkungan Provinsi Bali dan elit – elit partai politik di Bali serta masyarakat/simpatisan Bali mandara.

Acara perayaan tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan wastra kepada 115 pemangku yang diserahkan langsung oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan acara hiburan yang menampilkan Genjek Tradisional Kadung Iseng dari Desa Bunutan Seraya, Karangasem dan juga penampilan artis – artis Bali yang tergabung dalam Rocky’N. (humas pemprov bali)