Kota Denpasar Lulus Gerakan Menuju 100 Smart City Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Komitmen Pemkot Denpasar dalam menerapkan Denpasar Smart City mendapat apresiasi dari semua pihak. Pada 9 April lalu, Kota Denpasar ditetapkan lulus dalam Gerakan Menuju 100 Smart City di Indonesia yang digagas Kementerian Komunikasi dan Informasi RI. Kota Denpasar lulus bersama 49 Kabupaten/Kota lainya di Indonesia yang sebelumnya telah mengikuti Assesment di Ciputat bulan Maret lalu.

Kadis Komunikasi, Informasi dan Statistika Kota Denpasar, I Dewa Made Agung saat dikonfirmasi Selasa (17/4/2018) menjelaskan bahwa masuknya Kota Denpasar dalam Gerakan menuju 100 Smart City ini tak lepas dari berbagai inovasi dan sinergitas yang dilaksanakan oleh seluruh OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Dimana, sebagian besar inovasi yang dilaksanakan memiliki keterkaitan dengan penggunaan Teknologi Informasi. “Di Kota Denpasar, sebagian besar program OPD berbasis Teknologi Informasi yang merupakan salah satu parameter penerapan Smart City,” jelasnya.

lebih lanjut dikatakan,  “Dammamaya Denpasar Cyber Monitor” dengan berbagai aplikasi “Smart City” disinergikan dalam satu ruangan. Meliputi kebencanaan dengan nomor telepon kegawatdaruratan 112, pemantauan banjir, ATCS, Pengaduan Rakyat Online (Pro) Denpasar, Geografik Informasi System, dan E-Sewaka Dharma. Bahkan ada inovasi terbaru yakni sinergitas antara Damakesmas milik Diskes Kota Denpasar dengan Damapancana milik BPBD Kota Denpasar.

Selain itu, kata Dewa Agung, dalam “Dammamaya Denpasar Cyber Monitor” terdapat sistem pelacakan armada, sistem pelacakan nelayan, info harga pasar, safe city, E-Sidap, sistem informasi terintegrasi pengelolaan administrasi (Dirgens), dan media sosial.

Ia mengatakan “Cyber Monitor” menjadi pusat kontrol seluruh data dari OPD Kota Denpasar. Ada beberapa aplikasi dan situs untuk mendukung kinerja tersebut. Salah satu di antaranya, Geoportal, situs yang menyajikan data statistik berbentuk excel dan geospasial. Melalui situs ini, masyarakat dapat melihat data tertentu secara visual dengan menggunakan peta.

Dewa Agung lebih lanjut mengatakan dalam kegawatdaruratan juga telah memiliki panggilan darurat atau Emergency Call 112. Nomor panggilan ini telah berlaku secara nasional yang dikelola Dinas Kominfo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Dalam memberikan akses rasa aman kepada warga melalui aplikasi `Safe City` untuk mengetahui berbagai kejadian, seperti konflik, kebakaran, kecelakaan, kriminalitas, banjir, hingga gempa bumi. Disamping itu memetakan distribusi air bersih melalui E-SIDAB juga dilakukan,” ucapnya.

Sedangkan ditataran OPD Pemkot Denpasar yang juga telah disiapkan aplikasi seperti E-Planning, E-Kinerja, E-Sewaka Dharma hingga E-Magazin. Dalam program tanggap bencana Gunung Agung, dari pendataan jumlah pengungsi hingga pemantauan aktivitas Gunung Agung dilakukan di Damamaya Denpasar Cyber Monitor.

“Kami mengucapkan terimakasih atas dukungan berbagai elemen masyarakat hingga OPD di lingkungan Pemkot Denpasar yang bersama-sama dalam mempercepat proses pelayanan dan pembangunan melalui Denpasar Smart City, kini sinergitas tersebut berhasil menorehkan prestasi dengan lulus di Gerakan Menuju 100 Smart City Kementrian Komunikasi dan Informasi RI,” pungkasnya. (ags/humas-dps/bpn)  

Pemkot Denpasar Gelar Pelatihan Public Speaking Sasar DWP

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Sering kali untuk tampil berbicara di depan umum sangat sulit bagi sejumlah orang. Mengingat untuk bisa berbicara harus mempunyai kemampuan terutama menguasai materi yang akan disampaikan. Terlebih lagi bagi perempuan di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar yang tergabung dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP).

Demikian disampaikan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara saat membuka pelatihan public speaking di gedung wanita Santhi Graha Denpasar, Selasa (17/4/2018) yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Denpasar. Pelatihan yang berlangsung sehari diikuti 44 orang peserta yang dihadiri Plt. Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara dan Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara.

“Saya harapkan perempuan berani tampil untuk bicara di depan umum. Untuk itu kemampuan bicara di depan umum harus terus diasah,” ujar Rai Iswara. Melalui pelatihan public speakingRai Iswara berharap para perempuan berani tampil berbicara di depan umum. Pelatihan ini juga untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dari anggota DWP dilingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut Rai Iswara menambahkan untuk proses pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar ada tiga hal yang  menjadi dasar pembangunan yaitu kesehatan, pendidikan dan sosial. Melalui tiga dasar pembangunan tersebut mengarah pada pelaksanaan pembangunan yang lainnya.

Untuk proses pendidikan menurut Rai Iswara harus dilakukan dengan baik, seperti pelatihan sekarang ini. Pelatihan public speaking merupakan merupakan proses pembangunan dasar bagi perempuan terutama bidang pendidikan. Bila ketiga hal tersebut dapat dilaksanakan dengan baik Rai Iswara meyakini pembangunan di Kota Denpasar untuk mewujudkan masyarakat bahagia akan dapat tercapai.

Untuk mencapai semua yang diharapkan tersebut Rai Iswara menyampaikan harus dibingkai dengan catur marga yaitu bhakti marga, jnana marga, krya marga dan yoga marga. Untuk bhakti marga semua orang harus bisa menerima dirinya apa adanya sehingga terus berupaya meningkatkan kualitas diri melalui jnana marga. Setelah kualitas diri dapat dekembangkan maka harus berkesentarsi melalui yoga marga untuk bekerja dan bekerja dalam hal ini krya marga sehingga mendapatkan hasil yang diinginkan.

Kepala Dinas P3AP2KB Kota Denpasar I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti menyampaikan pelatihan ini untuk meningkatkan jejaring kerja organisasi perempuan dan meningkatkan peran perempuan dalam jabatan publik. Untuk itu dalam pelatihan public speaking menghadirkan nara sumber yang berkompeten dibidangnya seperti Ni Ketut Sri Sumahardani dan untuk instruktur menhadirkan Eko Juriarto dan Ika Mahardhiati Rahadjeng. (gst/humas-dps/bpn)

Gubernur Pastika Bantu Ketut Kariasa, Tangan Kanan Cacat Permanen Akibat Jatuh Dari Pohon

BALIPORTALNEWS.COM- Kondisi Ketut Kariasa (40) warga asal Dusun Dajan Margi, Desa Nagasepaha, Kecamatan Buleleng yang mengalami cacat permanen pada tangan kanannya akibat jatuh dari pohon saat bekerja, mendapat perhatian dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Secara khusus, Gubernur Pastika mengutus staf Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk meninjau sekaligus menyerahkan bantuan sementara kepada Kariasa, Senin (16/4/2018).

Pasca kecelakaan yang dialami Kariasa beberapa tahun yang lalu membuat tangan kananya kini cacat permanen. Kariasa yang hanya tinggal seorang diri karena belum menikah ini, menceritakan jika dulu saat bekerja memotong dahan pohon, ia jatuh akibat terpental dahan yang di potongnya. Akibat kejadian tersebut, tangan kanan kariasa tidak bisa kembali normal karena tulangnya remuk serta saraf jari tangan tidak bisa berfungsi lagi.

“Kejadiannya sudah lama, waktu saya motong pohon, saya ikut terpental kemudian jatuh. Tulang tangan saya remuk, jari tangan juga tidak bisa digerakkan. Setelah musibah itu, saya tidak lagi bisa bekerja,”cerita Kariasa saat ditemui dikediamannya.

Kariasa mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Bali yang telah memberikan perhatian khusus kepada dirinya. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Bali karena telah memperoleh bantuan bedah rumah dimana saat ini masih dalam tahap pembangunan.

“Terimakasih untuk Pak Gubernur, terimakasih juga untuk Pemprov Bali, Saya sudah dapat bantuan bedah rumah, semoga bapak bisa terus memperhatikan masyarakatnya yang kondisinua seperti saya ini,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dusun Dajan Margi, Desa Nagasepaha, Ketut Tastra (44) mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Bali karena telah memberi perhatian kepada salah satu warganya. Menurut Tastra, bantuan yang diberikan kepada Ketut Kariasa sangat membantu mengingat pasca mengalami kecelakaan kerja, Kariasa tidak bisa lagi bekerja secara normal. Selama ini bantuan kesejahteraan dari pemerintah seperti Beras Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat (KIS) serta bantuan lainnya sudah diterima oleh Kariasa.

“Terimakasih kepada Pak Gubernur (Gubernur Bali-red), Pemerintah Provinsi yang telah memberiian perhatian kepada masyarakat yang memang benar membutuhkan. Memang benar, Kariasa merupakan salah satu warga kami yang tidak punya (miskin-red). Beliau memperoleh KIS, dan rutin juga mendapat bantuan kesejahteraan lainnya. Karena beliau sudah tidak bisa bekerja normal lagi karena tangan kananya cacat, maka hanya mengandalkan dari bantuan saja. Bersyukur, bantuan bedah rumah untuk Kariasa sudah turun dan saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Itu akan meringankan beban hidupnya juga,” ungkap Tastra.

Ia pun berharap agar program-program yang pro terhadap rakyat miskin bisa terus berlanjut. Karena menurut Tastra, program pengentasan kemiskinan selama ini telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Pastika menitipkan sejumlah uang kepada Kariasa untuk dapat digunakan memenuhi kebutuhan sehari-harinya. (humas-bali/bpn)

MLC 2006 Tidak Mewajibkan Perusahaan Kapal Pesiar Membayar Tiket Keberangkatan Pelaut

BALIPORTALNEWS.COM – Pernyataan dari Ketua KPI Bali, I Dewa Putu Susila yang beredar di media sosial serta di salah satu stasiun TV lokal Bali yang menyatakan bahwa biaya bekerja di kapal pesiar mahal karena calon pelaut dibebankan untuk membayar tiket keberangkatan sendiri yang mencapai 20 hingga 25 juta rupiah, padahal sesuai dengan aturan internasional MLC 2006, biaya tiket tersebut wajib dibayarkan oleh perusahaan kapal pesiar bersangkutan ditanggapi oleh pemerhati TKI yang juga Legal Consultant PT. Ratu Oceania Raya Bali I Nengah Yasa Adi Susanto.

Menurut Adi yang juga Advokat di Kantor Hukum Widhi Sada Nugraha & Partners ini menyatakan bahwa seharusnya sebagai orang yang selalu berkecimpung di dunia kepelautan Ketua KPI Bali lebih paham dengan aturan yang ada dan jangan sampai memberikan pernyataan untuk pencitraan diri yang menyesatkan masyarakat khususnya pencari kerja ke kapal pesiar termasuk juga orang tua mereka.

Menurut Adi yang pernah bekerja selama 10 tahun jadi Sommelier di Celebrity Cruises ini menegaskan bahwa tidak ada satupun pasal atau regulation di MLC (Maritime Labour Convention) 2006 yang mengharuskan bahwa perusahaan kapal pesiar wajib menanggung biaya tiket bagi Pelaut yang akan diberangkatkan ke perusahaan kapal pesiar, yang diwajibkan di MLC 2006 adalah bahwa perusahaan wajib untuk membayar ganti rugi (reimbursment) biaya visa yang dikeluarkan oleh Pelaut dan itupun hanya biaya yang dibayarkan di kedutaan tempat Pelaut mencari visa sedangkan biaya keberangkatan dan akomodasi pengurusan visa tidak ditanggung oleh perusahaan kapal pesiar.

Sesuai dengan MLC 2006 agen-agen pengawakan yang menawarkan jasa perekrutan tidak boleh mengenakan biaya kepada calon Pelaut untuk mendapatkan pekerjaan atau Agency fee sedangkan biaya-biaya untuk medical check up, pembuatan buku pelaut, paspor atau dokumen-dokumen perjalanan lainnya ditanggung oleh Pelaut sendiri.

“Perusahaan kapal pesiar itu banyak yang merekrut calon-calon Pelaut di Bali dan Indonesia umumnya dan banyak sekali perusahaan tersebut yang memberikan fasilitas berupa tiket keberangkatan dan biaya medical check-up untuk Pelaut yang berangkat pertama kali atau new hire crew, jadi tergantung kebijakan dari perusahaan masing-masing. Kami sendiri di PT. Ratu Oceania Raya Bali ada beberapa perusahaan yang kami ajak kerjasama memberikan tiket keberangkatan gratis kepada new hire crew termasuk juga biaya medical check up.

Perusahaan-perusahaan tersebut diantaranya Disney Cruise Line, Viking Cruise Line, P&O Cruise Line dan Cunard Cruise Line jadi calon Pelaut itu hanya mengeluarkan biaya maksimal 10-15 juta saja untuk bisa bekerja di luar negeri sedangkan perusahaan seperti Royal Caribbean Cruise Ltd, mewajibkan calon Pelaut untuk membayar tiket keberangkatan kecuali posisi untuk Laundryman sedangkan untuk kontrak berikutnya crew yang non tipping system seperti posisi Cook, Housekeeping Cleaner dan posisi lainnya akan diberikan tiket pulang pergi saat kontraknya berakhir,” tambah Adi.

Menurut pria asli desa Bugbug, Karangasem yang juga Ketua DPW PSI Bali ini menambahkan MLC 2006 yang juga dikenal dengan Hak Asasi Pelaut ini menggabungkan dan terdiri atas enam puluh delapan konvensi dan rekomendasi ketenagakerjaan maritim yang telah ada. MLC ini didesain untuk bersanding dengan regulasi seperti standar-standar Organisasi Maritim Internasional (IMO) tentang keselamatan kapal, keamanan dan kualitas manajemen kapal (seperti SOLAS, STCW dan MARPOL). Indonesia sendiri telah meratifikasi MLC 2006 sejak tahun 2016 lalu menjadi Undang-undang nomor 15 tahun 2016 tentang pengesahan MLC 2006, jadi tentunya Indonesia sebagai negara yang telah meratifikasi MLC 2006 ini sudah pasti harus mentaati seluruh aturan yang dimuat di MLC 2006 tersebut.

Harapan saya Ketua KPI Bali I Dewa Putu Susila mencabut pernyataan tersebut sekaligus meminta maaf kepada para calon Pelaut beserta orang tua mereka karena telah memberikan pernyataan keliru dan menyesatkan serta telah menimbulkan kegaduhan, saya banyak sekali mendapatkan SMS, WA dan bahkan banyak crew yang lagi liburan, calon Pelaut dan orang tua mereka yang menelepon dan menanyakan kebenaran pernyataan Ketua KPI tersebut dan setelah saya jelaskan akhirnya mereka mengerti, tutup Adi yang sering mengadvokasi TKI ini.(r/bpn)

Geliat Pemasaran Ragam Produk UMKM Denpasar Di Smesco

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Galeri produk usaha kecil dan menengah (UMKM) di gedung SME Tower atau Smesco, Jalan Jenderal Gatot Subroto sudah berdiri sejak lama. Ferbruari 2018 Smesco Jakarta di re-launching oleh Menteri Koperasi dan UMKM RI A.A Puspayoga sebagai upaya lebih memaksimalkan penataan dan promosi produk-produk lokal unggulan.

Kunjungan pekan informasi Pemerintah Kota Denpasar bersama awak media ke Smesco Jakarta Sabtu (15/4/2018) lalu merupakan kesempatan istimewa terlebih ketika produk lokal hasil karya UMKM Kota Denpasar juga dipamerkan.

Secara khusus, kunjungan ini disambut oleh Ny. Bintang Puspayoga dan Ny.  Erni Guntarti Tjahjo Kumolo yang sekaligus memperkenalkan ragam produk dan kerajinan yang dipanerkan di Smesco Indonesia. Pekan informasi Pemkot Denpasar yang dipimpin Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Denpasar Made Toya mengatakan kehadiran di Smesco untuk melihat lebih dekat produk-produk perajin dan UMKM yang dipamerkan. Bali dan Denpasar salah satunya dapat kita lihat produk perajin dengan berbagai corak dan warna.

“Kami hadir bersama awak media yang nantinya dapat menjadi ajang penyebar luasan informasi tentang ragam produk perajin yang dipamerkan, serta pekan informasi ini menjadi ajang bertukar pikiran antar instansi pemerintahan di daerah,” ujarnya Made Toya.

Lebih lanjut dikatakan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah  (UKM) Kota Denpasar terus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki baik SDM maupun kualitas produk lokal yang dikembangkan. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung pembangunan, perekonomian dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara Dirut Smesco Indonesia, Emilia Suhaimi mengatakan sangat senang menerima kunjungan Pemkot Kota Denpasar dan memperlihatkan produk UMKM Kota Denpasar yang turut serta dipamerkan di sana. “Terima kasih untuk kunjungannya, produk Kota Denpasar seperti kain dan kerajinan juga menjadi  display  kami yang mewakili 34 provinsi di Indonesia,” ungkapnya.

Diketahui bahwa produk yang dipamerkan adalah produk  ungggulan dari masing-masing provinsi yang bekerjasama dengan dekranasda masing-masing provinsi (dev’pur/humas-dps/bpn)

Pembuang Limbah Kesungai Kena Denda Rp 1 Juta

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar menggelar Tindak Pidana Ringan (Sidang Tipiring) di  Kantor Camat Denpasar Barat Senin (16/4/2018).

Sidang Tipiring yang diikuti 12 orang pelanggar ini dipimpin langsung Hakim Wayan Sukanila SH, MH didampingi Panitera IB Made Suarjana SH dan Jaksa Yudhi Purwanta SH. ‘’Yang melanggar Perda sebanyak 20 orang namun yang mengikuti Sidang hanya 12,’’ ujar Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga.

Bagi yang tidak datang akan langsung di Sidang Tipiring di Pengadilan Negeri Denpasar. Tindakan itu harus dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para pelanggan, agar kejadian itu tidak diulang kembali.

Lebih lanjut Sayoga mengatakan, Sidang Tipiring  ini akan digelar secara berkelanjutan bagi pelanggar Peraturan Daerah Kota Denpasar.  Seperti sebelumnya yang mengikuti Sidang Tipiring pelanggarannya berbeda-beda, diantaranya Perda  No 1 tahun 2015 tentang ketertiban umum  dan Perda No 2 tahun 2015 tentang pedagang kaki lima, serta perda No 7 tahun 2013 tentang kawasan tanpa rokok dan . Dari sekian pelanggaran  sebanyak 2 orang Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar dan bahu jalan serta 9 orang pelanggar merokok di Kawasan Tanpa Rokok dan 1 orang pelanggar pembuangan limbah ke sungai.

Jumlah pelanggar tersebut telah melanggar Perda No. 1 tahun 2015 tentang ketertiban umum  dan perda No 2 tahun 2015 tentang pedagang kaki lima serta perda No 7 tahun 2013 tentang kawasan tanpa rokok. ‘’Pelanggar itu harus  di Sidang Tipiring  untuk memberikan efek jera,’’ ungkap Sayoga.

Lebih lanjut Sayoga mengatakan, Sidang Tipiring ini merupakan efek jera kepada para pelanggar agar kesalahan yang dilakukan tidak diulang kembali. Selain itu kegiatan ini juga sebagai ajang sosialisasi  Perda, sehingga masyarakat ikut perduli dan ikut bertanggungjawab atas kelangsungan pembangunan di Kota Denpasar.  Khususnya dalam menciptakan suasan nyaman menuju masyarakat Denpasar yang bahagia.

Dalam kesempatan ini Sayoga menegaskan Sidang Tipiring ini bukan semata-mata mencari kesalahan dan bukan untuk menghukum masyarakat. Tetapi  mengajak masyarakat untuk menegakkan aturan karena ini merupakan salah satu bagian dari revolusi mental.

 Maka dalam Sidang Tipiring ini Hakim menjatuhkan denda berbeda-beda kepada para pelanggar. Untuk pelanggar KTR dijatuhkan denda Rp 100.000, PKL dijatuhkan denda Rp 300.000. sedangkan untuk pelanggaran pembuangan limbah ke sungai ddijatuhkan sanksi Rp 1 juta ditambah ongkos perkara Rp 2000 atau subside kurungan 7 hari. (ayu/humas-dps/bpn)

Jalan Santai & Lari 5KM Bali Pink Ribbon

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASARYayasan Pita Merah Muda Bali atau lebih dikenal sebagai Bali Pink Ribbon (BPR) mengumumkan pelaksanaan event tahunan dalam rangka penggalangan dana, Bali Pink Ribbon Fun Walk & Run yang akan berlangsung pada hari Sabtu 20 Oktober 2018 dari pukul 2 hingga 9 malam, di kawasan ITDC Nusa Dua.

Kegiatan penggalangan dana ini diperuntukkan untuk kegiatan di bidang pembinaan kesadaran kanker payudara dan skirining bagi perempuan kurang mampu di Bali dan pulau-pulau sekitar. Semua hasil penjualan tiket tahun ini akan digunakan untuk mendirikan Rumah Singgah bagi pasien yang sedang menjalani perawatan untuk kanker payudara.

Inisiatif Bali Pink Ribbon selama 10 tahun terakhir ini telah membawa dampak positif yang sangat besar terhadap perempuan dan keluarga di Bali. Melalui pemberitaan media, pelaksanaan skirining dan berbagai program untuk menjangkau masyarakat di perdesaan, BPR telah mendorong kesadaran akan kanker payudara di pulau dewata ini, bahkan hingga sampai ke wilayah terpencil.

Kegiatan Bali Pink Ribbon 5KM Fun Walk and Run, yang telah digaungkan sejak tahun 2009, selalu dilangsungkan pada bulan Oktober, yang merupakan bulan Kesadaran Kanker Payudara internasional. Penggagas yayasan ini, Gaye Warren, seorang penyintas kanker payudara asal Inggris, terinspirasi oleh berbagai event Pink Ribbon Walks yang ada di UK tempat asalnya, dan oleh sebab itu, dia memulai kegiatan serupa di Bali.

Dengan latar belakang kawasan pariwisata ITDC Nusa Dua, di seberang kompleks Bali Collection, pendaftaran dibuka pada pukul 14.00 siang dengan jalan dan lari dimulai pada pukul 16.00. Rute lari akan melalui taman Nusa Dua yang indah dan pinggiran pantai, dan memutar kembali ke lapangan tempat garis start lari.

Event lari yang terdiri dari jalan dan lari sejauh 5KM, dengan semua pelari mengenakan kostum warna merah muda, bukan hanya merupakan ajang menggalang dana, tapi juga menggaungkan kesadaran atas tujuan yayasan. Jalan-jalan di Nusa Dua akan dipenuhi oleh orang, balon, dan spanduk bernuansa merah muda, yang kesemuanya untuk kesadaran kanker payudara. Setelah jalan santai selesai, pita merah muda akan digantung pada seuntai tali, untuk mengenang mereka yang sudah meninggal akibat kanker payudara.

Selain kegiatan jalan santai, ada berbagai kegiatan lain yang bisa dilakukan, dengan food truck yang menjual makanan dan minuman dan tenda untuk di taman ITDC gardens, pojok kegiatan anak-anak, tiket raffle dan auction untuk menggalang dana dan berbagai pertunjukan musik hingga pukul 9 malam. Selain itu, pada hari tersebut, akan diberikan skrining payudara untuk perempuan secara gratis oleh dokter dari rumah sakit Prima Medika.

Bali Pink Ribbon Walk menyambut semua peserta dari seluruh pelosok Indonesia dan di semua kemampuan pelari untuk bergabung dalam jalan santai dan lari 5km yang menyenangkan. Tahun ini, diperkirakan ada 1,500 orang yang akan ikut bergabung. Tiket dijual dari harga IDR 200.000 termasuk t-shirt dan medali finisher untuk kategori lari dan IDR 150.000 termasuk t-shirt untuk jalan santai.(r/bpn)

Buka Flobamora Cup VIII, Gubernur Pastika Tekankan Sportifitas dan Persaudaraan

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali, Made Mangku Pastika saat membuka Flobamora Cup VIII di Stadion I Gusti Ngurah Rai-Denpasar, Minggu (15/4/2018) kemarin, mengatakan kegiatan Flobamora Cup ini hendaknya sebagai sarana untuk menjalin persaudaraan diantara keluarga besar Flobamora Bali. Untuk itu ditekankan agar dalam bermain dilakukan dengan penuh sportifitas dan persaudaraan. “Bermainlah dengan sportif dan penuh rasa persaudaraan. Disini kita berjuang! Belajar dengan hebat, menunjukkan bahwa kita orang-orang hebat,” kata Pastika.

 Lebih lanjut Pastika mengajak seluruh keluarga besar yang tergabung dalam Flobamora untuk ikut menjaga ketenteraman Bali yang merupakan tempat bernaung, tempat bekerja, tempat menuntut ilmu. “Mari kita jaga Bali dan NTT dengan sebaik-baiknya. Saya sebenarnya juga warga NTT, saya adalah anak Raja Bui Lau di Belu Atambua,” ujar Pastika.

Dijelaskannya, pada tahun 1975 saat perjuangan integrasi Timor Timur ke dalam negara Indonesia, Made Mangku Pastika diangkat anak oleh Raja Bui Lau di Atambua, dengan diberikan Kakaluk (red: jimat) dan pedang pusaka. Sampai hari ini pemberian itu disimpan sebagai penghormatan atas penghargaan yang diberikan.

Pastika berpesan agar kita harus bekerja keras untuk sebuah kemajuan dan keberhasilan. “Tiada kemajuan dan kesuksesan tanpa pengorbanan, harus dengan kerja keras. Tunjukkan bahwa putra-putra NTT adalah putra terbaik Indonesia,” katanya.

Ketua Panitia Flobamora Cup VIII, Ardy Ganggas mengatakan kompetisi ini untuk menjaga persaudaraan, kecintaan dan kebanggaan terhadap sepak bola, yang mencerminkan olahraga tim yang solid. Flobamora Cup merupakan kegiatan untuk membangun tali silaturahmi antar keluarga besar anggota Flobamora Bali sekaligus memberikan ruang pesepakbola guna membangun kegiatan yang positif generasi muda Flobamora Bali. Flobamora Cup kali ini mengambil tema “Sinergitas untuk Solidaritas” dan sub tema “Dengan Flobamora Cup VIII-2018 Kita Memperkokoh Persatuan dalam Persaudaraan”.

Ketua Flobamora Bali, Yosep Yulius Diaz mengatakan sampai saat ini terdaftar sebagai anggota sebanyak 10.365 orang, terdiri dari 28 ikatan, keluarga besar, atau paguyuban dari masyarakat Nusa Tenggara Timur. Pembukaan dimeriahkan parade busana adat dari masing-masing daerah diikuti tim pesepak bola dan kemudian ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Turut hadir pada kesempatan itu Forkompimda Provinsi Bali, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali. (humas-bali/bpn)

Jasa Raharja Santuni Korban Kecelakaan di Uluwatu

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bali, bergerak cepat dan memastikan sudah memberikan santunan kepada korban kecelakaan di Uluwatu. Kabag Operasional A. Sumaryo seijin Kepala Cabang mengatakan santunan korban meninggal dunia sudah diproses dan akan diserahkan, Minggu (15/4/2018) kemarin langsung kepada ahli waris korban,.

‘’Karena Sabtu (14/4) tanggal merah, Minggu kemarin kami serahkan kepada ahli waris korban kecelakaan di Uluwatu. Kami pastikan dalam kurun waktu 24 jam sejak kecelakaan, santunan sudah diproses,’’ kata A. Sumaryo

Dia menjelaskan, Jasa Raharja menyerahkan santunan tersebut senilai Rp 50 juta kepada ahli waris. Santunan tersebut akan diberikan langsung kepada ahli waris korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.

A. Sumaryo menjelaskan, korban meninggal dan luka-luka terjamin Jasa Raharja sesuai UU No 34 tahun 1964. ‘’Jasa Raharja sebagai pelaksana UU 33 dan 34 tahun 1964 bertugas memberikan santunan kepada korban/ahli waris korban kecelakaan penumpang umum dan lalu-lintas jalan. Santunan yang diserahkan Rp 50 juta untuk korban meninggal dunia dan maksimal Rp 20 juta untuk korban luka-luka,’’ tambah A. Sumaryo.

Ditambahkannya, Jasa Raharja selalu  melayani dengan sistem jemput bola, dengan mendatangi korban  kecelakaan lalu-lintas baik yang meninggal dunia maupun yang luka-luka agar santunan dapat dilakukan secepatnya.

A. Sumaryo menyampaikan rasa duka cita kepada keluarga korban juga mengharapkan agar dana santunan dapat dimanfaatkan sebaik baiknya. ‘’Santunan bukan sebagai pengganti nyawa, tetapi hak setiap orang yang menjadi korban kecelakaan lalu-lintas sesuai dengan amanah  UU 33 dan 34 tahun 1964,” tambahnya.

Menurutnya, santunan Jasa Raharja  yang diberikan kepada  korban maupun ahli waris korban dari kecelakaan ‘’karambol’’ di Uluwatu tersebut. ‘’Seluruh korban. Ada satu orang meninggal dunia dan enam orang lagi luka-luka,’’ ujar A. Sumaryo.

Selain santunan kepada korban meninggal dunia, A. Sumaryo memastikan Jasa Raharja juga memberikan santunan kepada korban luka-luka dari kecelakaan tersebut. Dia mengatakan Jasa Raharja memberikan jaminan kepada RS Bali Jimbaran untuk perawatan korban luka-luka dengan nilai maksimal Rp 20 juta.

Jasa Raharja menyerahkan santunan untuk korban meninggal dunia kecelakaan tersebut di Singaraja. Santunan senilai Rp 50 juta diberikan kepada ahli waris korban.

Sebelumnya, terjadi kecelakaan maut di Uluwatu, Jumat (13/4) lalu. Kronologi kecelakaan bermula, saat bus pariwisata itu datang dari arah selatan menuju arah utara dan saat melintas depan minimarket Pepito menyerempet sepeda motor dan menabrak Avanza nomor polisi DK 502 FS, mobil Innova nomor polisi DK 1506 OP dan motor Yamaha Vega nomor polisi DK 5378 GO.

Selanjutnya, pengemudi banting setir ke kiri menabrak mobil nomor polisi DK 8616 UM dan mobil Toyota Yaris nomor polisi DK 1891 JF yg sedang parkir serta mobil Toyota Avanza nomor polisi DK 1469 ME yang melaju di depannya.

Setelah itu, bus banting setir lagi ke kanan dan menabrak mobil Isuzu ELF nomor polisi DK 1397 BS yg akan berbelok ke kanan arah GWK. Ketika bus kembali banting setir ke kiri menabrak motor Honda Supra nomor polisi DK 6002 CF yang datang dari arah berlawanan. Satu orang korban meninggal dunia Ida Bagus Putu Adnyana (46), asal Desa Munduk, Singaraja, ditabrak sesaat setelah turun dari kendaraan hendak ke toko. (r/bpn)