Libur Panjang, Gubernur Pastika Pantau Langsung Pengerjaan Bedah Rumah

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Senin (24/4/2017) pagi mengisi libur panjangnyanya dengan turun langsung kelapangan untuk memantau salah satu program Bali Mandara dalam bidang pengentasan kemiskinan yakni Bedah Rumah. Kali ini, Gubernur Pastika memantau pengerjaan bantuan bedah rumah atas nama Ketut Tambun warga Dusun Manikaji, Desa Ban, Kubu, Karangasem.

Ketut Tambun yang kesehariannya bekerja sebagai tukang pengerjaan sanggah di daerah Desa Taro, Ubud, Gianyar, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan bedah rumah dari Pemerintah Provinsi Bali. Hal tersebut sangat membantu perekonomian keluarganya mengingat dirinya bersama sang istri Luh Mariana harus merantau keluar Desa karena tidak adanya lapangan pekerjaan di Desanya.

“Terimakasih atas bantuan bedah rumahnya, ini sangat membantu keluarga kami. Saya dan Istri merantau ke Taro (Desa Taro-red) karena disini tidak ada lapangan pekerjaan dan untuk pertanian juga susah. Saya paling pulang seminggu sekali,” ujar Tambun.

Ditambahkan Tambun, dirinya berharap Pemerintah dapat memfasilitasi untuk menyediakan lapangan pekerjaan di Desanya agar tidak terus merantau.

Sementara itu, Gubernur Pastika yang dalam kesempatan tersebut didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali Ketut Rochineng, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali I Made Santha, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra mengatakan jika kehadirannya turun langsung kelapangan dalam rangka memantau Program Bali Mandara khsususnya Program Bedah Rumah berjalan dengan baik. Tak hanya itu, Pastika juga ingin mengetahui data kemiskinan yang benar mengingat saat ini ada perbedaan terkait data kemiskinan yang ada.

“Liburan panjang ini saya manfaatkan dengan turun langsung ke lapangan untuk memastikan Program Bedah Rumah berjalan dengan baik. Tak hanya itu, saya juga ingin melihat langsung bagaimana data kemiskinan di lapangan secara real-nya. Karena antara BPS, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan hingga dibawah ada perbedaan. Saya tidak mau seperti itu, untuk itu saya ingin cek langsung,” ungkap Pastika.

Selain itu, Pastika juga telah memerintahkan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Bali untuk ikut turun langsung ke lapangan mengisi libur panjang ini guna memantau proses pengerjaan Bedah Rumah berjalan lancar. Hal tersebut karena Pastika ingin disisa masa jabatannya sebagai Gubernur Bali, seluruh bantuan Bedah Rumah yang telah direncanakan dapat selesai dengan tepat waktu agar tidak ada lagi yang tercecer dikemudian hari.

“Kita ingin menuntaskan rumah tidak layak huni yang ada di Bali. Mudah – mudahan dalam setahun terakhir ini kita bisa selesaikan itu semua,” pungkasnya. (humas-bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Bhayangkari Daerah Bali Tatap Muka dengan Bhayangkari Cabang Karangasem

BALIPORTLANEWS.COM – Ketua Bhayangkari Daerah Bali Ny. Barbara Golose didampingi Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Bali Ny. Ayu Alit Widana beserta Pengurus Bhayangkari Daerah Bali melaksanakan Kunjungan Kerja ke Pengurus Cabang Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Karangasem, Rabu (22/3/2017).

Rombongan Bhayangkari Daerah Bali disambut Ketua Cabang Bhayangkari Karangasem Ny. Ika Sugeng Sudarso. Tujuan dari kunjungan kerja ini adalah untuk bertatap muka sekaligus bersilaturahmi, sehingga dapat saling bertukar pendapat dan memberikan masukan bagi kepentingan organisasi dan kemajuan Bhayangkari.

Dihadapan 293 Bhayangkari yang hadir dalam kegiatan tatap muka tersebut, Ny. Barbara Golose menyampaikan salah satu wujud kesetiaan dan pengabdian Bhayangkari kepada suami sebagai upaya dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri yaitu selalu setia mendampingi suami dimanapun ditugaskan oleh pimpinan Polri. Menjadi Bhayangkari sudah menjadi pilihan saat mengikrarkan diri dalam menjalin rumah tangga.

“Bhayangkari harus memahami suka duka sebagai konsekuensi menjadi istri anggota Polri,” ujar istri dari Kapolda Bali ini.

Keberhasilan tugas suami sebagai anggota Polri berawal dari kondisi keluarga yang utuh dan harmonis, hal ini tidak terlepas dari sentuhan dan do’a istri. “Tugas Bhayangkari adalah memberikan dukungan fisik dan moril kepada para suami dalam melaksanakan tugas pokoknya, seperti melakukan kegiatan yang dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap kinerja Polri dan menyebarkan informasi positif kepada masyarakat tentang keberhasilan dan prestasi Polri,” tegas ibu kelahiran Manado ini.

Selain meninjau Taman Kanak-Kanak (TK) Kemala Bhayangkari 7 Amlapura dan memberikan tali asih kepada guru TK, Ketua Bhayangkari Daerah Bali beserta rombongan juga mengecek Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan mengawasi pelaksanaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Dangin Sema II Bhayangkari Cabang Karangasem. Tidak kalah penting, Ketua Bhayangkari Daerah Bali didampingi Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Bali memberikan tali asih kepada Warakawuri dan Dian Kemala Cabang Karangasem. Semua kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Hari Ulang Tahun Yayasan Kemala Bhayangkari (HUT YKB) Ke-37. (binaw/humas-polda/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pastika Bantu Bocah Penderita Meningitis Bakteri di Tianyar

BALIPORTALNEWS.COM – Keberadaan Komang Aldi Prasetya, bocah tujuh tahun penderita meningitis bakteri yang tinggal di Banjar Dinas Dharma Winangun, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem mengundang keprihatinan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Selasa (7/2/2017), Gubernur Pastika mengutus staf Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk menyambangi kediaman Komang Aldi.

Nyoman Suasta, Ayah dari Nyoman Aldi yang ditemui di rumahnya menuturkan kondisi keluarganya yang hidup dalam keprihatinan. Dia dan sang istri Nyoman Siri tak berdaya menghadapi himpitan hidup di tengah keterbatasan. Nyoman Suasta yang hanya seorang tenaga serabutan tak memiliki pendapatan tetap untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, sementara sang istri hanya sebagai ibu rumah tangga.

Masalah yang dihadapi keluarga ini makin berat karena Komang Aldi yang merupakan putra ketiga mereka menderita penyakit meningitis bakteri (gangguan pada selaput otak,red). Karena keterbatasan biaya, bacah malang tersebut tidak memperoleh penanganan medis yang memadai sejak usia 8 bulan dan hanya dirawat seadanya di rumah.

Selain itu, keluarga ini juga tidak memiliki tempat tinggal yang layak huni. Mereka hanya menempati bedeng dan terkadang terpaksa menumpang tidur di rumah kerabat saat musim hujan. Dalam kunjungan kali ini, tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali menyerahkan bantuan Gubernur Pastika berupa uang tunai sejumlah Rp.500.000, dan 50 kg beras.

Bantuan respon cepat ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka beberapa hari ke depan. Sementara untuk tempat tinggal, Kepala Desa Tianyar Ketut Wija sudah mengajukan ke dinas terkait agar keluarga ini memperoleh bantuan bedah rumah. Pada hari yang sama, bantuan berupa bingkisan sembako dan uang tunai sejumlah Rp 500.000 juga diberikan oleh Ketua Umum Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Provinsi Bali. (humasbali/bpn)

Gempa Bumi Akibat Aktivitas Sesar Aktif Guncang Lombok Barat dan Karangasem Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Rabu 23 November 2016 gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Lombok Barat dan Karangasem Bali. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi terjadi pada pukul 23.21.33 WIB dengan kekuatan M=4,7 Skala Richter. Episenter terletak pada koordinat 8,45 LS dan 115,93 BT, tepatnya di Selat Lombok pada jarak 23 km arah baratlaut Kota Mataram pada kedalaman 24 km.

Peta tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan dirasakan di Ampenan, Rembiga, Tanjung, dan Sengigi, dalam skala intensitas  II SIG BMKG (III-IV MMI). Sementara di Karangasem, Culik, Kubu, dan Manggis, guncangan dirasakan dalam skala intensitas  II SIG BMKG (III MMI). Menurut laporan, di Kota Mataram Lombok Barat guncangan gempa bumi ini dirasakan sangat kuat oleh banyak orang, hingga warga yang belum tidur berhamburan keluar rumah.

Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Peta tektonik Bali-Lombok menunjukkan bahwa di sebelah utara Pulau Lombok dan Bali terdapat struktur sesar naik yang merupakan terusan dari Sesar Naik Flores (Flores Thrust) dari timur. Sesar ini sangat aktif dalam membangkitkan gempa-gempa dangkal di Lombok dan Bali. Namun demikian untuk memastikan gempa bumi ini dipicu aktivitas sesar naik Flores yang jalurnya hingga di utara Lombok dan Bali memang perlu dilakukan kajian lebih lanjut. 

Hasil monitoring BMKG hingga pukul 24.00 WIB belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan. Masyarakat pesisir pantai Lombok Barat dan Karangasem Bali dihimbau agar tetap tenang, karena gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.***

Gubernur Pastika Bantu Dua Bocah Yatim Piatu di Muncan Karangasem

BALIPORTALNEWS.COMMerespon informasi netizen yang disampaikan melalui akun media sosial, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengutus sejumlah staf untuk melihat langsung kondisi dua bocah yatim piatu yang tinggal di Banjar Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem, Selasa (11/10/2016).

Mereka adalah kakak beradik I Wayan Putra Darma Yoga (11) dan Ni Kadek Novita Dharmayanti (5). Dalam kesehariannya, dua bocah malang itu hanya dirawat oleh neneknya Ni Wayan Suantra (65). Karena tidak punya penghasilan tetap, untuk kebutuhan sehari-hari, wanita lanjut usia itu lebih banyak mengandalkan bantuan keluarga yang kebetulan tinggal tak jauh dari rumah mereka. Wanita yang juga biasa dipanggil Dadong Polos itu menuturkan, dua bocah itu buah hati dari putranya Nyoman Berata (38). Sementara sang ibu, Putu Sri Adnyani (35) memilih bercerai dan meninggalkan suaminya sekitar empat bulan yang lalu.

Ironisnya lagi, enam hari yang lalu bocah ini harus kehilangan sang ayah yang meninggal karena sakit menahun dan mengalami kelumpuhan sejak enam tahun terakhir. Dadong Polos menyampaikan terima kasih atas perhatian Gubernur Pastika terhadap cucunya. Dia juga sangat berharap uluran tangan agar kedua cucunya tetap dapat melanjutkan pendidikannya.

Untuk meringankan bebah kedua bocah tersebut, Gubernur Pastika memberikan bantuan respon cepat berupa beras dan sejumlah yang tunai. Sementara untuk kelanjutan pendidikan kedua bocah malang tersebut, staf dari Biro Humas akan berkoordinasi dengan SKPD terkait. Sedangkan untuk bantuan lain seperti bedah rumah, kediaman yang saat ini ditempati dua bocah itu dinilai tak memenuhi syarat mendapat bantuan bedah rumah.

Sementara itu, Perbekel Banjar Susut Drs. I Gusti Lanang Ngurah menerangkan bahwa keluarga itu tak masuk daftar Rumah Tangga Sasaran (RTS). Namun melihat kondisi kedua bocah yang saat ini sudah yatim piatu, pihaknya akan berkoordinasi agar mereka bisa masuk dalam daftar RTS sehingga berhak atas sejumlah bantuan sosial. Penyerahan bantuan juga disaksikan Kepala Desa Muncan Wayan Nemu Antara. (hms prov bali/bpn)

Warga Miskin Asal Manggis Terima Bantuan Gubernur

BALIPORTALNEWS.COM – Pemberitaan warga miskin tiga saudara kandung  yatim yakni Putu Irmayanti (13), Kadek Shinta Dewi (8) dan Komang Agus Laksamana Putra (4),  asal Br. Pegubungan, Ds. Manggis, Karangasem, yang sempat menjadi viral di  media sosial mendapat perhatian dari  Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Gubernur mengutus tim Humas Pemprov mengunjungi ke lokasi. Ketiga saudara kandung ini terpaksa kehilangan kasih sayang orang tuanya karena perceraian yang terjadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini ketiga bocah malang itu mesti diasuh oleh kakek-neneknya. Pasca perceraian si ibu kembali ke rumah asal semasih lajang, dan si bapak diberitakan merantau dan belum pernah pulang.

Tim saat berkunjung ke lokasi mendapati Komang Ari (35), ayah ketiga bocah itu sudah berkumpul kembali bersama buah hatinya. Ia menceritakan selama 3,5 tahun ini memang merantau ke Jembrana sebagai tukang petik buah cengkeh, dan kembali ke kampung halaman saat hari raya Galungan lalu.

Minimnya upah yang didapat membuatnya tidak bisa pulang setiap saat, sehingga Ia mempercayakan perawatan ketiga anaknya kepada orang tuanya. Saat ini Ia mengaku masih bingung untuk kembali pergi mencari kerja dan harus meninggalkan anak-anaknya, sedangkan jika diam di rumah Ia mengaku tidak ada pekerjaan tetap untuk menghidupi keluarganya.

Ia pun berharap ada uluran tangan dari Pemerintah, kelak saat anaknya mengikuti jenjang pendidikan lebih tinggi bisa mendapat beasiswa. Tak hanya itu, Ia pun berharap mendapat bantuan bedah rumah, karena rumah yang ditempatinya saat ini masih status milik kedua orang tuanya.

Kepala Dusun Pegubungan, Kadek Sumarda, yang kala itu mendampingi tim tidak menampik keadaan warganya tersebut. Namun Ia merasa sedikit kecewa, keluarga Komang Ari yang sebelumnya masuk dalam data RTM, beberapa tahun ini tidak lagi bisa menikmati fasilitas bantuan-bantuan karena datanya tidak masuk RTM.

Dalam pengajuan usulan RTM tiap tahunnya pun sudah tetap dimasukan, namun tetap tidak muncul lagi. Ia pun berterimakasih atas kepedulian Gubernur Pastika kepada warganya.

Lebih jauh, Ia berharap ada kepedulian dan kebijaksanaan dari SKPD terkait di Kabupaten Karangasem terhadap pengurusan akta lahir ketiga bocah tersebut yang terkendala akta nikah dan surat perceraian arang tuanya, karena sangat dibutuhkan sebagai syarat di bangku sekolah.

Tak hanya keluarga Komang Ari, Tim juga berkesempatan meninjau keadaan warga Kecamatan Manggis lainnya, yakni Wayan Wenten (58) asal Br. Anyar, Ds. Selumbung, yang menderita kanker payudara stadium lanjut.

Wenten saat ini hanya bisa berbaring ditempat tidur sambil menahan sakit.

Perbekel Ds Selumbung, Wayan Sudiarka menjelaskan yang bersangkutan sebelumnya sudah dirawat di RSU Karangasem dengan tanggungan JKBM, saat tim dokter akan mengambil tindakan berupa amputasi bagian tangan untuk menghilangkan jaringan kanker yang sudah semakin menjalar, yang bersangkutan mengaku trauma dan masih pikir-pikir, sehingga dipulangkan kembali.

Keadaan tersebut menurutnya diperparah dengan kondisi ekonomi yang hanya mengandalkan dua saudarinya yang juga mengalami keterbelakangan mental dengan berjualan alat banten berupa porosan.

Untuk selanjutnya, Ia masih menunggu kesiapan yang bersangkutan untuk diambil tindakan medis yang diperlukan.

Untuk meringankan beban keluarga Komang Ari dan Wayan Wenten, Gubernur Bali melalui Tim Humas menyerahkan batuan sementara berupa sejumlah uang tunai. Untuk bantuan selanjutnya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan instansi terkait. Tindakan responsif ini juga diharapkan menggugah kepedulian masyarakat terhadap sesama yang membutuhkan. (r/humas pemprov bali/bpn)

Gubernur Pastika Bantu Nengah Murma, Penderita Tumor  Asal Rendang

BALIPORTALNEWS.COMTim Humas Pemprov turun langsung meninjau Nengah Murna (42), warga asal Rendang Karangasem yang menderita tumor mata seperti yang ramai diberitakan sejumlah media, Senin (19/9/2016).

Tim yang diutus Gubernur Bali Made mangku pastika tersebut mengunjungi rumah Murna di Rendang Karangem, namun sesampainya di lokasi Tim mendapat berita bahwa yang  bersangkutan tengah melakukan  pemeriksaan di RSUP Sanglah, Denpasar. Timpun segera menyusul ke rumah sakit dan bertemu dengan yang Murma didampingi oleh sang istri Wayan Sugita (43) dan adik bungsunya Nyoman Putra (31).

Kondisi Murma sangat memprihatinkan karena tumor yang menyerangnya sejak 4 bulan lalu. Menurut Murma, awalnya hanya seukuran biji jagung, namun hanya dalam waktu 4 bulan, tumor ganas itu sudah menghilangkan pengelihatan mata bagian kanannya.

"Sudah 4 bulan ini saya tidak pernah bisa tidur menahan rasa sakit yang luar biasa. Awalnya ukurannya masih kecil, tapi sekarang ukurannya semakin membesar,” ungkap Murma sambil menahan sakit ketika tim ketemui di ruang tunggu Poliklinik Bedah RSUP Sanglah.

Ditambahkan Murma, pada tanggal 21 juli 2016 yang lalu dirinya dijadwalkan untuk dioperasi pengangkatan tumor namun tertunda karena terkendala ruangan. Kemudian tanggal 25 juli dijadwalkan kembali untuk operasi namun keterangan dokter berbeda dari keterangan diawal.

“Diawal pada 21 juli bilangnya tidak sampai angkat bola mata, namun karena kendala kamar jadi ditunda. Kemudian 25 juli kembali dijadwalkan tapi saat itu keterangan dokter berbeda, dokter mengatakan jika bola mata harus ikut diangkat. Sehingga hal itu membuat saya syok dan menundanya,” pungkas Murma.

Setelah itu Murma mengaku hanya rawat jalan sembari memikirkan tindak lanjut kedepannya. Namun kini, dirinya sudah pasrah seperti apa tindakan yang harus diambil demi kebaikannya kedepan.

“Sekarang saya pasrah, kalau memang dioperasi harus mengangkat tumor dan bola matanya juga ya saya terima asal demi kebaikan saya kedepannya,” ujarnya.

Selama ini biaya pengobatan Murma menggunakan JKBM, dan terakhir menjalani pemeriksaan jalan pada 27 agustus yang lalu. Tim Humas yang mendampingi pemeriksaan menyerahkan bantuan berupa uang tunai serta berkoordinasi dengan pihak RSUP Sanglah untuk dibantu penanganan lebih lanjutnya demi kebaikan Murma kedepannya.

Pada kesempatan itu tim menyampaikan bantuan dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika berupa uang tunai yang diharapkan bisa digunakan  meringankan beban Murna. (r/humas pemprov bali/bpn)

Ngusaba Dangsil di Desa Adat Bungaya, Bebendem, Karangasem

BALIPORTALNEWS.COM – Puncak Karya Ngusaba Dangsil di Desa Adat Bungaya, Bebandem, Karangasem, diselenggarakan, Senin (29/8/2016). Gubernur Bali Made Mangku Pastika berkesempatan tangkil (hadir) pada upacara sakral terbesar di Bungaya, bahkan upacara ini disebut sebagai tradisi ngusaba tertua di Bali.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Ngusaba Dangsil, IB Jungutan, mengatakan, Ngusaba Dangsil atau Ngusaba Aya salah satu ciri utamanya selain adanya dangsil (sarana upacara yang dibuat bertingkat tingkat) yang paling tertinggi hampir mencapai 18 meter, juga ada pelantikan deha-teruna (pemudi dan pemuda) baru.

“Ngusaba Dangsil itu digelar ketika anak muda-mudi mulai berkurang karena sudah menikah atau hal lainnya. Sebab muda-mudi tidak boleh sampai habis karena para deha-teruna (pemudi dan pemuda) di Desa Bungaya punya ayah-ayah (tanggung jawab) yang sangat penting di Desa adat Bungaya,” ungkap IB Jungutan saat memberikan laporan dihadapan Gubernur Pastika beserta rombongan yang juga dihadiri Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri.

Ditambahkan IB Jungutan, untuk itu keberadaan deha teruna tersebut sangat penting dan vital sehingga Ngusaba Dangsil sendiri adalah sarana untuk pelantikan deha teruna baru. Dalam Ngusaba Dangsil terdapat lima buah Dangsil, dimana di antaranya Dangsil dalem yang akan dinaiki keturunan raja atau Dalem Klungkung dan Dangsil desa dinaiki oleh Raja Karangasem dari Puri Kelodan yang merupakan pusat Kerajaan Karangasem.

Lebih lanjut, Ngusaba Dangsil diakui sangat sakral karena pergelaran ngusaba tersebut tidak bisa dibatasi waktu kapan dimulai dan kapan akan selesianya karena semua tergantung kehendak atau Pekayunan Sang Ida Batara. Meskipun sudah di rencanakan sebelumnya, namun jika belum atas kehendak Ida Betara Ngusaba maka Karya  tidak akan digelar.

Sebelumnya, telah dilaksanakan melasti. Dimana para pengiring melasti Ngusaba Dangsil di Desa Adat Bungaya, Bebandem, Karangasem, Bali, tidak diperkenankan makan dan minum. Melasti dilakukan ke Segara Bugbug di belakang Bukit Asah. Para pengiring Melasti baik laki-laki maupun perempuan dilarang menggunakan baju dan ikat kepala atau udeng. Mereka hanya menggunakan kain atau kemben dengan saput warna warni. Ini merupakan pakaian khas warga Bungaya.

Gubernur Pastika yang hadir didampingi Karo Humas Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra dan Karo Umum Setda Provinsi Bali I Gede Darmawa menyempatkan untuk melaksanakan persembahyangan di Pura Penataran. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pastika mengungkapkan dengan semangat krama dalam melaksanakan karya Ngusaba Dangsil.

Pastika juga mengatakan merasa berada di rumah sendiri dengan antusias masyarakat yang hadir. “Saya sangat terharu dengan antusias krama di sini mengikuti karya ini, saya merasa ada dirumah sendiri melihat semangat-semangat mereka. Ini upacara yang sangat sakral dan tidak banyak ada, sehingga upacara ini jangan sampai terlewatkan,” ungkap Pastika yang dalam kesempatan tersebut juga menyerahkan punia yang diterima langsung Ketua Panitia Pelaksana Ngusaba Dangsil, IB Jungutan. (r/humas prov bali/bpn)

Sudikerta : Kembangkan Kepedulian Sesama Sejak Usia Dini

BALIPORTALNEWS.COM – Upaya dalam mengentaskan kemiskinan tidak bisa hanya diserahkan dan menjadi tanggung jawab pemerintah semata, diperlukan ada peran serta masyarakat terlebih lagi para generasi muda yang merupakan generasi penerus bangsa untuk tergugah mengembangkan kepedulian terhadap sesama, dan dibangun dari usia anak anak.

Demikian disampaikan Wagub Sudikerta dalam acara penyerahan bantuan  kepada masyarakat kurang mampu bekerja sama dengan SD Cipta Darma Denpasar  di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Banjar Dinas  Paleg, Desa Tianyar Kecamatan Kubu Karangasem Sabtu (27/8/2016).

Lebih jauh Wagub Sudikerta menyampaikan, upaya pengentasan kemiskinan merupakan prioritas utama dari berbagai program yang dilakukan oleh Pemprov Bali baik itu melalui JKBM, Bedah rumah, Simantri, Gerbangsadu serta program unggulan lainnya yang bersinergi satu dengan lainnya.

Ia juga meminta masyarakat turut serta dalam mengevaluasi pelaksanaan program tersebut sehingga kedepannya pelaksanaan  program semakin membaik. ‘’Mari kita bahu membahu membantu sesama dan kita entaskan kemiskinan bersama sama, kita pupuk karakter peduli sesama khususnya pada generasi muda kita,’’ imbuhnya.

Wagub Sudikerta juga menyampaiakn apresiasinya atas langkah yang dilakukan oleh  SD Cipta Darma Denpasar yang telah membangun kepedulian pada sesama di kalangan para siswa dan berharap jejaknya  akan diikuti oleh sekolah-sekolah maupun lembaga lembaga lainnya.

‘’Saya sangat apresiasi kegiatan ini, dan saya harap hal ini akan menjadi contoh bagi kita semua untuk semakin memupuk rasa peduli terhadap sesama,’’ tuturnya.

Sementara itu, Ni Luh  Rinun selaku Kepala SD Cipta Darma menyampaikan bahwasannya kegiatan bakti sosial ini rutin dilakasanakan satu tahun sekali dengan tujuan untuk menumbuhkan karakter sosial dan rela berkorban bagi anak didiknya pada lingkungan sekitar.

Dengan turun langsung ke masyarakat, kata dia, anak-anak akan melihat sendiri kondisi dari masyarakat penerima bantuan, sehingga kedepannya mereka akan semakin terketuk hatinya untuk membantu mengingat di luar sana masih banyak yang perlu bantuan.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan bantuan berupa sembako  kepada 300 KK  warga Banjar Dinas  Paleg dan diserahkan secara simbolis oleh Sudikerta, didampingi oleh Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali, Ketut Wija serta kepala Dinas Sosial Pemprov Bali, Nyoman Wenten.

Pemberian sumbangan ini serangkaian dengan HUT ke-55 Pramuka, Hari Jadi ke-58 Pemprov Bali serta HUTke-71 Proklamasi Republik Indonesia. (r/humas prov bali/bpn)