21 C
Denpasar
Minggu, 21 Oktober 2018

Gubernur Pastika Bantu Nenek Nengah Konten Warga Kurang Mampu Asal Sidemen

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Respon cepat langsung ditunjukkan Gubernur Bali Made Mangku Pastika setelah memperoleh informasi di media sosial terkait adanya masyarakat miskin bernama Nengah Konten (90), warga Banjar Sanggem, Desa Sangkan Gunung, Sidemen, Karangasem yang saat ini hanya hidup dengan anak perempuannya Wayan Konten  yang mengalami keterbelakangan mental. Gubernur Pastika langsung mengutus tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk turun ke lokasi meninjau sekaligus membawakan bantuan sementara bagi yang bersangkutan, pada Selasa (23/5/2017)

Tim yang langsung menuju rumahnya disambut hangat oleh nenek yang sudah memasuki usia renta tersebut. Pada kesempatan itu, Nengah Konten menceritakan bahwa sejak ditinggal suaminya mininggal dunia, ia hanya hidup digubuk kecil dengan berlantaikan tanah, berdinding tanah, dan tanpa penerangan listrik ditemani oleh seorang putrinya yang memiliki keterbelakangan mental. Nengah Konten mengungkapkan bahwa, Ia sebenarnya memiliki dua orang putri, dimana putrinya yang lain sudah menikah.

Disamping itu, Ia juga mengakui bahwa dalam memenuhi kebutuhanya sehari-hari, Ia mengandalkan bantuan dari putrinya yang sudah menikah. “Saya disini hidup dengan putri saya yang memiliki keterbelakangan mental, pemenuhan hidup sehari-hari sangat sulit dan saya juga tidak punya rumah. Saya sudah tua dan sakit-sakitan, tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa pasrah menjalani hidup ini”, ujarnya lirih. Ia berharap agar Pemerintah dapat membantu untuk memperbaiki rumahnya, sehingga Ia dan Anaknya dapat tinggal dirumah yang layak.

Sementara itu, Kaur Keuangan Desa Sangkan Gunung Ketut Sudarnita yang turut mendampingi pada kempatan itu, membenarkan bahwa Nengah Konten memang termasuk kedalam warga miskin atau Rumah Tangga Sasaran (RTS). Pihaknya sudah menyalurkan bantuan yang menjadi hak Nengah Konten seperti Beras Miskin. Selain Nengah Konten, di Desa Sangkan masih terdapat 499 KK Miskin, jumlah tersebut sudah mengalami pengurangan dimana jumlah awal KK Miskinya sebanyak 599 KK, pengurangan tersbeut terjadi karena berbagai program pemerintah yang telah diserap oleh Pemerintah Desa seperti Gerbang Sadu Mandara.  Ia juga berharap agar program pengentasan kemiskinan oleh Pemerintah Provinsi Bali terus dilanjutkan karena telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Pada kesempatan itu, tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali menyerahkan bantuan sementara dari Gubernur Bali berupa beras dan sejumlah uang tunai. Melalui kesempatan itu, juga diharapkan dapat menggugah rasa kepedulian masyarakat terhadap sesama yang membutuhkan. (humas-bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Kadek Melantika Derita Tumor Pembuluh Darah, Mengundang Simpati Gubernur Pastika

BALIPORTALNEWS.COM – Ni Kadek Melantika Intania Putri, balita berusia 6 bulan asal Br. Pesangkan Anyar, Desa Duda Timur, Selat, Karangasem, yang menderita tumor pembuluh darah, menyita perhatian Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Orang nomor satu di Pemprov Bali ini secara khusus mengirim tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk meninjau dan menyerahkan bantuan, Senin (15/5/2017).

Tim saat ke lokasi hanya menemui kakek Kadek Melantika, Wayan Mudayasa (80). Saat itu, Kadek Melantika sedang diajak oleh ibunya, Ni Nyoman Murniati kontrol ke RSUP Sanglah.

Seperti diceritakan Mudayasa, penyakit yang diderita cucunya tersebut diketahui pertama kali saat Melantika berumur 2 bulan, dari hasil tes dan pemeriksaan laboratorium yang dilakukan di Rumah Sakit Sanglah setelah mendapat rujukan dari rumah sakit umum Karangasem. Awalnya tumbuh benjolan kecil dibawah ketiak putri pasangan I Nengah Muliana (alm) – Ni Nyoman Murniati ini.

Saat ini Melantika dengan dianter ibunya, tiap minggu mesti bolak-balik ke Denpasar hanya untuk sebatas kontrol. Ibu Melantika yang menjadi tulang punggung keluarga saat ini menurutnya tidak memiliki penghasilan tetap, sehingga belum bisa menanggung biaya operasi yang diperkirakan lumayan besar.

“Mantu tiang hanya jualan godoh (pisang goreng), untuk menanggung anak-anak dan saya yang sudah terkena stroke saja sudah kekurangan, dimana kami nyari uang buat operasi,” ujar Mudayasa sedih seraya menyampaikan harapannya agar bisa segera dibantu pengobatan terutama tindakan operasi, agar cucunya bisa tumbuh dan berkembang layaknya anak seusianya.

Ia pun menyampaikan terimakasih atas bantuan dari Gubernur Bali yang disampaikan melalui tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, yang menurutnya sepenuhnya akan dimanfaatkan untuk pembiayaan cucunya.

Perbekel Desa Duda Timur, I Gede Pawana, yang ikut mendampingi tim saat meninjau lokasi pun membenarkan musibah yang dialami warganya. Sakit yang dialami Melantika, menurutnya menjalar sangat cepat, sejak pertama kali diketahui hingga saat ini sudah 4 bulan berlalu, benjolan yang tumbuh membesar dengan cepat, dan dikhawatirkan akan semakin parah. Ia mengaku sudah memfasilitasi pengobatan Melantika ke RSU Karangasem hingga akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah, guna penanganan lebih lanjut.

Namun sampai saat ini belum mendapat tindakan operasi.  Pada kesempatan itu pun dia menyampaikan terima kasih atas bantuan LSM dan komunitas lainnya yang telah membantu Kadek Melantika, dan dengan turunnya tim Biro Humas dan Protokol selaku perwakilan Pemprov Bali diharapkan dapat mempercepat proses penanganan berupa operasi dan penaganan lainnya.

”Sekali lagi kami selaku Perbekel desa Duda Timur, sangat mengharapkan bantuan surat rekomendasi dari dokter agar tindakan operasi bisa cepat dilakukan. Kami takutnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang lebih parah,” ujar Pawana seraya menyampaikan saat ini Melantika bersama ibunya tinggal di Denpasar di rumah singgah sebuah yayasan sosial, untuk mempermudah selama proses pengobatan.

Pada kesempatan itu, tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali menyerahkan bantuan sementara dari Gubernur Bali berupa sejumlah uang tunai, dan terkait pengobatan lebih lanjut terhadap Kadek Melantika akan dikoordinasikan dengan instansi terkait. Melalui kesempatan itu, juga diharapkan dapat menggugah rasa kepedulian masyarakat terhadap sesama yang membutuhkan. (r/humas-bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Libur Panjang, Gubernur Pastika Pantau Langsung Pengerjaan Bedah Rumah

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Senin (24/4/2017) pagi mengisi libur panjangnyanya dengan turun langsung kelapangan untuk memantau salah satu program Bali Mandara dalam bidang pengentasan kemiskinan yakni Bedah Rumah. Kali ini, Gubernur Pastika memantau pengerjaan bantuan bedah rumah atas nama Ketut Tambun warga Dusun Manikaji, Desa Ban, Kubu, Karangasem.

Ketut Tambun yang kesehariannya bekerja sebagai tukang pengerjaan sanggah di daerah Desa Taro, Ubud, Gianyar, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan bedah rumah dari Pemerintah Provinsi Bali. Hal tersebut sangat membantu perekonomian keluarganya mengingat dirinya bersama sang istri Luh Mariana harus merantau keluar Desa karena tidak adanya lapangan pekerjaan di Desanya.

“Terimakasih atas bantuan bedah rumahnya, ini sangat membantu keluarga kami. Saya dan Istri merantau ke Taro (Desa Taro-red) karena disini tidak ada lapangan pekerjaan dan untuk pertanian juga susah. Saya paling pulang seminggu sekali,” ujar Tambun.

Ditambahkan Tambun, dirinya berharap Pemerintah dapat memfasilitasi untuk menyediakan lapangan pekerjaan di Desanya agar tidak terus merantau.

Sementara itu, Gubernur Pastika yang dalam kesempatan tersebut didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali Ketut Rochineng, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali I Made Santha, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra mengatakan jika kehadirannya turun langsung kelapangan dalam rangka memantau Program Bali Mandara khsususnya Program Bedah Rumah berjalan dengan baik. Tak hanya itu, Pastika juga ingin mengetahui data kemiskinan yang benar mengingat saat ini ada perbedaan terkait data kemiskinan yang ada.

“Liburan panjang ini saya manfaatkan dengan turun langsung ke lapangan untuk memastikan Program Bedah Rumah berjalan dengan baik. Tak hanya itu, saya juga ingin melihat langsung bagaimana data kemiskinan di lapangan secara real-nya. Karena antara BPS, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan hingga dibawah ada perbedaan. Saya tidak mau seperti itu, untuk itu saya ingin cek langsung,” ungkap Pastika.

Selain itu, Pastika juga telah memerintahkan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Bali untuk ikut turun langsung ke lapangan mengisi libur panjang ini guna memantau proses pengerjaan Bedah Rumah berjalan lancar. Hal tersebut karena Pastika ingin disisa masa jabatannya sebagai Gubernur Bali, seluruh bantuan Bedah Rumah yang telah direncanakan dapat selesai dengan tepat waktu agar tidak ada lagi yang tercecer dikemudian hari.

“Kita ingin menuntaskan rumah tidak layak huni yang ada di Bali. Mudah – mudahan dalam setahun terakhir ini kita bisa selesaikan itu semua,” pungkasnya. (humas-bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Bhayangkari Daerah Bali Tatap Muka dengan Bhayangkari Cabang Karangasem

BALIPORTLANEWS.COM – Ketua Bhayangkari Daerah Bali Ny. Barbara Golose didampingi Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Bali Ny. Ayu Alit Widana beserta Pengurus Bhayangkari Daerah Bali melaksanakan Kunjungan Kerja ke Pengurus Cabang Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Karangasem, Rabu (22/3/2017).

Rombongan Bhayangkari Daerah Bali disambut Ketua Cabang Bhayangkari Karangasem Ny. Ika Sugeng Sudarso. Tujuan dari kunjungan kerja ini adalah untuk bertatap muka sekaligus bersilaturahmi, sehingga dapat saling bertukar pendapat dan memberikan masukan bagi kepentingan organisasi dan kemajuan Bhayangkari.

Dihadapan 293 Bhayangkari yang hadir dalam kegiatan tatap muka tersebut, Ny. Barbara Golose menyampaikan salah satu wujud kesetiaan dan pengabdian Bhayangkari kepada suami sebagai upaya dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri yaitu selalu setia mendampingi suami dimanapun ditugaskan oleh pimpinan Polri. Menjadi Bhayangkari sudah menjadi pilihan saat mengikrarkan diri dalam menjalin rumah tangga.

“Bhayangkari harus memahami suka duka sebagai konsekuensi menjadi istri anggota Polri,” ujar istri dari Kapolda Bali ini.

Keberhasilan tugas suami sebagai anggota Polri berawal dari kondisi keluarga yang utuh dan harmonis, hal ini tidak terlepas dari sentuhan dan do’a istri. “Tugas Bhayangkari adalah memberikan dukungan fisik dan moril kepada para suami dalam melaksanakan tugas pokoknya, seperti melakukan kegiatan yang dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap kinerja Polri dan menyebarkan informasi positif kepada masyarakat tentang keberhasilan dan prestasi Polri,” tegas ibu kelahiran Manado ini.

Selain meninjau Taman Kanak-Kanak (TK) Kemala Bhayangkari 7 Amlapura dan memberikan tali asih kepada guru TK, Ketua Bhayangkari Daerah Bali beserta rombongan juga mengecek Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan mengawasi pelaksanaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Dangin Sema II Bhayangkari Cabang Karangasem. Tidak kalah penting, Ketua Bhayangkari Daerah Bali didampingi Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Bali memberikan tali asih kepada Warakawuri dan Dian Kemala Cabang Karangasem. Semua kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Hari Ulang Tahun Yayasan Kemala Bhayangkari (HUT YKB) Ke-37. (binaw/humas-polda/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pastika Bantu Bocah Penderita Meningitis Bakteri di Tianyar

BALIPORTALNEWS.COM – Keberadaan Komang Aldi Prasetya, bocah tujuh tahun penderita meningitis bakteri yang tinggal di Banjar Dinas Dharma Winangun, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem mengundang keprihatinan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Selasa (7/2/2017), Gubernur Pastika mengutus staf Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk menyambangi kediaman Komang Aldi.

Nyoman Suasta, Ayah dari Nyoman Aldi yang ditemui di rumahnya menuturkan kondisi keluarganya yang hidup dalam keprihatinan. Dia dan sang istri Nyoman Siri tak berdaya menghadapi himpitan hidup di tengah keterbatasan. Nyoman Suasta yang hanya seorang tenaga serabutan tak memiliki pendapatan tetap untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, sementara sang istri hanya sebagai ibu rumah tangga.

Masalah yang dihadapi keluarga ini makin berat karena Komang Aldi yang merupakan putra ketiga mereka menderita penyakit meningitis bakteri (gangguan pada selaput otak,red). Karena keterbatasan biaya, bacah malang tersebut tidak memperoleh penanganan medis yang memadai sejak usia 8 bulan dan hanya dirawat seadanya di rumah.

Selain itu, keluarga ini juga tidak memiliki tempat tinggal yang layak huni. Mereka hanya menempati bedeng dan terkadang terpaksa menumpang tidur di rumah kerabat saat musim hujan. Dalam kunjungan kali ini, tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali menyerahkan bantuan Gubernur Pastika berupa uang tunai sejumlah Rp.500.000, dan 50 kg beras.

Bantuan respon cepat ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka beberapa hari ke depan. Sementara untuk tempat tinggal, Kepala Desa Tianyar Ketut Wija sudah mengajukan ke dinas terkait agar keluarga ini memperoleh bantuan bedah rumah. Pada hari yang sama, bantuan berupa bingkisan sembako dan uang tunai sejumlah Rp 500.000 juga diberikan oleh Ketua Umum Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Provinsi Bali. (humasbali/bpn)

Gempa Bumi Akibat Aktivitas Sesar Aktif Guncang Lombok Barat dan Karangasem Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Rabu 23 November 2016 gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Lombok Barat dan Karangasem Bali. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi terjadi pada pukul 23.21.33 WIB dengan kekuatan M=4,7 Skala Richter. Episenter terletak pada koordinat 8,45 LS dan 115,93 BT, tepatnya di Selat Lombok pada jarak 23 km arah baratlaut Kota Mataram pada kedalaman 24 km.

Peta tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan dirasakan di Ampenan, Rembiga, Tanjung, dan Sengigi, dalam skala intensitas  II SIG BMKG (III-IV MMI). Sementara di Karangasem, Culik, Kubu, dan Manggis, guncangan dirasakan dalam skala intensitas  II SIG BMKG (III MMI). Menurut laporan, di Kota Mataram Lombok Barat guncangan gempa bumi ini dirasakan sangat kuat oleh banyak orang, hingga warga yang belum tidur berhamburan keluar rumah.

Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Peta tektonik Bali-Lombok menunjukkan bahwa di sebelah utara Pulau Lombok dan Bali terdapat struktur sesar naik yang merupakan terusan dari Sesar Naik Flores (Flores Thrust) dari timur. Sesar ini sangat aktif dalam membangkitkan gempa-gempa dangkal di Lombok dan Bali. Namun demikian untuk memastikan gempa bumi ini dipicu aktivitas sesar naik Flores yang jalurnya hingga di utara Lombok dan Bali memang perlu dilakukan kajian lebih lanjut. 

Hasil monitoring BMKG hingga pukul 24.00 WIB belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan. Masyarakat pesisir pantai Lombok Barat dan Karangasem Bali dihimbau agar tetap tenang, karena gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.***

Gubernur Pastika Bantu Dua Bocah Yatim Piatu di Muncan Karangasem

BALIPORTALNEWS.COMMerespon informasi netizen yang disampaikan melalui akun media sosial, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengutus sejumlah staf untuk melihat langsung kondisi dua bocah yatim piatu yang tinggal di Banjar Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem, Selasa (11/10/2016).

Mereka adalah kakak beradik I Wayan Putra Darma Yoga (11) dan Ni Kadek Novita Dharmayanti (5). Dalam kesehariannya, dua bocah malang itu hanya dirawat oleh neneknya Ni Wayan Suantra (65). Karena tidak punya penghasilan tetap, untuk kebutuhan sehari-hari, wanita lanjut usia itu lebih banyak mengandalkan bantuan keluarga yang kebetulan tinggal tak jauh dari rumah mereka. Wanita yang juga biasa dipanggil Dadong Polos itu menuturkan, dua bocah itu buah hati dari putranya Nyoman Berata (38). Sementara sang ibu, Putu Sri Adnyani (35) memilih bercerai dan meninggalkan suaminya sekitar empat bulan yang lalu.

Ironisnya lagi, enam hari yang lalu bocah ini harus kehilangan sang ayah yang meninggal karena sakit menahun dan mengalami kelumpuhan sejak enam tahun terakhir. Dadong Polos menyampaikan terima kasih atas perhatian Gubernur Pastika terhadap cucunya. Dia juga sangat berharap uluran tangan agar kedua cucunya tetap dapat melanjutkan pendidikannya.

Untuk meringankan bebah kedua bocah tersebut, Gubernur Pastika memberikan bantuan respon cepat berupa beras dan sejumlah yang tunai. Sementara untuk kelanjutan pendidikan kedua bocah malang tersebut, staf dari Biro Humas akan berkoordinasi dengan SKPD terkait. Sedangkan untuk bantuan lain seperti bedah rumah, kediaman yang saat ini ditempati dua bocah itu dinilai tak memenuhi syarat mendapat bantuan bedah rumah.

Sementara itu, Perbekel Banjar Susut Drs. I Gusti Lanang Ngurah menerangkan bahwa keluarga itu tak masuk daftar Rumah Tangga Sasaran (RTS). Namun melihat kondisi kedua bocah yang saat ini sudah yatim piatu, pihaknya akan berkoordinasi agar mereka bisa masuk dalam daftar RTS sehingga berhak atas sejumlah bantuan sosial. Penyerahan bantuan juga disaksikan Kepala Desa Muncan Wayan Nemu Antara. (hms prov bali/bpn)

Warga Miskin Asal Manggis Terima Bantuan Gubernur

BALIPORTALNEWS.COM – Pemberitaan warga miskin tiga saudara kandung  yatim yakni Putu Irmayanti (13), Kadek Shinta Dewi (8) dan Komang Agus Laksamana Putra (4),  asal Br. Pegubungan, Ds. Manggis, Karangasem, yang sempat menjadi viral di  media sosial mendapat perhatian dari  Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Gubernur mengutus tim Humas Pemprov mengunjungi ke lokasi. Ketiga saudara kandung ini terpaksa kehilangan kasih sayang orang tuanya karena perceraian yang terjadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini ketiga bocah malang itu mesti diasuh oleh kakek-neneknya. Pasca perceraian si ibu kembali ke rumah asal semasih lajang, dan si bapak diberitakan merantau dan belum pernah pulang.

Tim saat berkunjung ke lokasi mendapati Komang Ari (35), ayah ketiga bocah itu sudah berkumpul kembali bersama buah hatinya. Ia menceritakan selama 3,5 tahun ini memang merantau ke Jembrana sebagai tukang petik buah cengkeh, dan kembali ke kampung halaman saat hari raya Galungan lalu.

Minimnya upah yang didapat membuatnya tidak bisa pulang setiap saat, sehingga Ia mempercayakan perawatan ketiga anaknya kepada orang tuanya. Saat ini Ia mengaku masih bingung untuk kembali pergi mencari kerja dan harus meninggalkan anak-anaknya, sedangkan jika diam di rumah Ia mengaku tidak ada pekerjaan tetap untuk menghidupi keluarganya.

Ia pun berharap ada uluran tangan dari Pemerintah, kelak saat anaknya mengikuti jenjang pendidikan lebih tinggi bisa mendapat beasiswa. Tak hanya itu, Ia pun berharap mendapat bantuan bedah rumah, karena rumah yang ditempatinya saat ini masih status milik kedua orang tuanya.

Kepala Dusun Pegubungan, Kadek Sumarda, yang kala itu mendampingi tim tidak menampik keadaan warganya tersebut. Namun Ia merasa sedikit kecewa, keluarga Komang Ari yang sebelumnya masuk dalam data RTM, beberapa tahun ini tidak lagi bisa menikmati fasilitas bantuan-bantuan karena datanya tidak masuk RTM.

Dalam pengajuan usulan RTM tiap tahunnya pun sudah tetap dimasukan, namun tetap tidak muncul lagi. Ia pun berterimakasih atas kepedulian Gubernur Pastika kepada warganya.

Lebih jauh, Ia berharap ada kepedulian dan kebijaksanaan dari SKPD terkait di Kabupaten Karangasem terhadap pengurusan akta lahir ketiga bocah tersebut yang terkendala akta nikah dan surat perceraian arang tuanya, karena sangat dibutuhkan sebagai syarat di bangku sekolah.

Tak hanya keluarga Komang Ari, Tim juga berkesempatan meninjau keadaan warga Kecamatan Manggis lainnya, yakni Wayan Wenten (58) asal Br. Anyar, Ds. Selumbung, yang menderita kanker payudara stadium lanjut.

Wenten saat ini hanya bisa berbaring ditempat tidur sambil menahan sakit.

Perbekel Ds Selumbung, Wayan Sudiarka menjelaskan yang bersangkutan sebelumnya sudah dirawat di RSU Karangasem dengan tanggungan JKBM, saat tim dokter akan mengambil tindakan berupa amputasi bagian tangan untuk menghilangkan jaringan kanker yang sudah semakin menjalar, yang bersangkutan mengaku trauma dan masih pikir-pikir, sehingga dipulangkan kembali.

Keadaan tersebut menurutnya diperparah dengan kondisi ekonomi yang hanya mengandalkan dua saudarinya yang juga mengalami keterbelakangan mental dengan berjualan alat banten berupa porosan.

Untuk selanjutnya, Ia masih menunggu kesiapan yang bersangkutan untuk diambil tindakan medis yang diperlukan.

Untuk meringankan beban keluarga Komang Ari dan Wayan Wenten, Gubernur Bali melalui Tim Humas menyerahkan batuan sementara berupa sejumlah uang tunai. Untuk bantuan selanjutnya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan instansi terkait. Tindakan responsif ini juga diharapkan menggugah kepedulian masyarakat terhadap sesama yang membutuhkan. (r/humas pemprov bali/bpn)

Gubernur Pastika Bantu Nengah Murma, Penderita Tumor  Asal Rendang

BALIPORTALNEWS.COMTim Humas Pemprov turun langsung meninjau Nengah Murna (42), warga asal Rendang Karangasem yang menderita tumor mata seperti yang ramai diberitakan sejumlah media, Senin (19/9/2016).

Tim yang diutus Gubernur Bali Made mangku pastika tersebut mengunjungi rumah Murna di Rendang Karangem, namun sesampainya di lokasi Tim mendapat berita bahwa yang  bersangkutan tengah melakukan  pemeriksaan di RSUP Sanglah, Denpasar. Timpun segera menyusul ke rumah sakit dan bertemu dengan yang Murma didampingi oleh sang istri Wayan Sugita (43) dan adik bungsunya Nyoman Putra (31).

Kondisi Murma sangat memprihatinkan karena tumor yang menyerangnya sejak 4 bulan lalu. Menurut Murma, awalnya hanya seukuran biji jagung, namun hanya dalam waktu 4 bulan, tumor ganas itu sudah menghilangkan pengelihatan mata bagian kanannya.

"Sudah 4 bulan ini saya tidak pernah bisa tidur menahan rasa sakit yang luar biasa. Awalnya ukurannya masih kecil, tapi sekarang ukurannya semakin membesar,” ungkap Murma sambil menahan sakit ketika tim ketemui di ruang tunggu Poliklinik Bedah RSUP Sanglah.

Ditambahkan Murma, pada tanggal 21 juli 2016 yang lalu dirinya dijadwalkan untuk dioperasi pengangkatan tumor namun tertunda karena terkendala ruangan. Kemudian tanggal 25 juli dijadwalkan kembali untuk operasi namun keterangan dokter berbeda dari keterangan diawal.

“Diawal pada 21 juli bilangnya tidak sampai angkat bola mata, namun karena kendala kamar jadi ditunda. Kemudian 25 juli kembali dijadwalkan tapi saat itu keterangan dokter berbeda, dokter mengatakan jika bola mata harus ikut diangkat. Sehingga hal itu membuat saya syok dan menundanya,” pungkas Murma.

Setelah itu Murma mengaku hanya rawat jalan sembari memikirkan tindak lanjut kedepannya. Namun kini, dirinya sudah pasrah seperti apa tindakan yang harus diambil demi kebaikannya kedepan.

“Sekarang saya pasrah, kalau memang dioperasi harus mengangkat tumor dan bola matanya juga ya saya terima asal demi kebaikan saya kedepannya,” ujarnya.

Selama ini biaya pengobatan Murma menggunakan JKBM, dan terakhir menjalani pemeriksaan jalan pada 27 agustus yang lalu. Tim Humas yang mendampingi pemeriksaan menyerahkan bantuan berupa uang tunai serta berkoordinasi dengan pihak RSUP Sanglah untuk dibantu penanganan lebih lanjutnya demi kebaikan Murma kedepannya.

Pada kesempatan itu tim menyampaikan bantuan dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika berupa uang tunai yang diharapkan bisa digunakan  meringankan beban Murna. (r/humas pemprov bali/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan