23.3 C
Denpasar
Selasa, 23 Oktober 2018

Sudikerta : Kembangkan Kepedulian Sesama Sejak Usia Dini

BALIPORTALNEWS.COM – Upaya dalam mengentaskan kemiskinan tidak bisa hanya diserahkan dan menjadi tanggung jawab pemerintah semata, diperlukan ada peran serta masyarakat terlebih lagi para generasi muda yang merupakan generasi penerus bangsa untuk tergugah mengembangkan kepedulian terhadap sesama, dan dibangun dari usia anak anak.

Demikian disampaikan Wagub Sudikerta dalam acara penyerahan bantuan  kepada masyarakat kurang mampu bekerja sama dengan SD Cipta Darma Denpasar  di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Banjar Dinas  Paleg, Desa Tianyar Kecamatan Kubu Karangasem Sabtu (27/8/2016).

Lebih jauh Wagub Sudikerta menyampaikan, upaya pengentasan kemiskinan merupakan prioritas utama dari berbagai program yang dilakukan oleh Pemprov Bali baik itu melalui JKBM, Bedah rumah, Simantri, Gerbangsadu serta program unggulan lainnya yang bersinergi satu dengan lainnya.

Ia juga meminta masyarakat turut serta dalam mengevaluasi pelaksanaan program tersebut sehingga kedepannya pelaksanaan  program semakin membaik. ‘’Mari kita bahu membahu membantu sesama dan kita entaskan kemiskinan bersama sama, kita pupuk karakter peduli sesama khususnya pada generasi muda kita,’’ imbuhnya.

Wagub Sudikerta juga menyampaiakn apresiasinya atas langkah yang dilakukan oleh  SD Cipta Darma Denpasar yang telah membangun kepedulian pada sesama di kalangan para siswa dan berharap jejaknya  akan diikuti oleh sekolah-sekolah maupun lembaga lembaga lainnya.

‘’Saya sangat apresiasi kegiatan ini, dan saya harap hal ini akan menjadi contoh bagi kita semua untuk semakin memupuk rasa peduli terhadap sesama,’’ tuturnya.

Sementara itu, Ni Luh  Rinun selaku Kepala SD Cipta Darma menyampaikan bahwasannya kegiatan bakti sosial ini rutin dilakasanakan satu tahun sekali dengan tujuan untuk menumbuhkan karakter sosial dan rela berkorban bagi anak didiknya pada lingkungan sekitar.

Dengan turun langsung ke masyarakat, kata dia, anak-anak akan melihat sendiri kondisi dari masyarakat penerima bantuan, sehingga kedepannya mereka akan semakin terketuk hatinya untuk membantu mengingat di luar sana masih banyak yang perlu bantuan.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan bantuan berupa sembako  kepada 300 KK  warga Banjar Dinas  Paleg dan diserahkan secara simbolis oleh Sudikerta, didampingi oleh Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali, Ketut Wija serta kepala Dinas Sosial Pemprov Bali, Nyoman Wenten.

Pemberian sumbangan ini serangkaian dengan HUT ke-55 Pramuka, Hari Jadi ke-58 Pemprov Bali serta HUTke-71 Proklamasi Republik Indonesia. (r/humas prov bali/bpn)

Wabup Artha Dipa : Ini Banjir Akibat Hujan becampur Abu, Bukan Lahar Dingin

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Pasca ditetapkannya kembali status Awas (Level IV) Gunung Agung Kab. Karangasem Bali oleh PVMBG, muncul beragam kesimpangsiuran informasi lewat sosial media (info hoax).  Teranyar, di beberapa titik aliran sungai terjadi banjir pekat yang banyak disalah artikan oleh masyarakat awam sebagai banjir lahar dingin.

Menyikapi hal tersebut,  Wakil Bupati Artha Dipa didampingi Kapolsek Selat,  Kamtibmas Kec Rendang, Camat Selat, Camat Rendang, Perbekel Muncan dan tokoh masyarakat desa Muncan meninjau langsung banjir yang terjadi di Tukad Yeh Sah Desa Muncan, Senin (27/11/2017).

Wabup Artha Dipa menyatakan bahwa banjir ini bukan lahar dingin.Kondisi ini terjadi akibat hujan deras di hulu bercampur abu dan lumpur akibat hujan abu yang melanda beberapa wilayah Kab. Karangasem dan sekitarnya. “Bukan. Ini Banjir Akibat Hujan Abu, Bukan Lahar Dingin. Bedakan mana banjir lumpur, mana banjir lahar dingin. Untuk itu perlu dikoordinasikan dengan pihak BPBD jika masyarakat ragu atas fenomena alam yang terjadi saat ini, jangan langsung menyimpulkan sendiri sehingga membuat yang lain panik, ” imbuhnya.

Artha Dipa menghimbau masyarakat tidak panik namun tetap waspada dan selalu berkordinasi dengan pimpinan setempat untuk segala proses evakuasi erupsi Gunung Agung. “Tentunya kami pemerintah berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat agar kita semua terehindar dari bencana erupsi Gunung Agung dan semuanya selamat tidak ada satu pun yang mengalami masalah atau korban,” terangnya.

Sementara itu,  Perebekel Muncan  I Gusti Lanang Ngurah menambahkan, banjir ini terjadi sekitar pukul 01.00 Wita sampai sekarang. “Air begitu deras dan besar hingga pepohonan hanyut pula. Sebelumnya sempat mengecil lalu tadi pagi debit air membesar lagi,” ujarnya.

Warga sekitar juga menuturkan sejam sebelum banjir lumpur terjadi, kemarin warga mendengar gemuruh dan dentuman keras dari arah kawah Gunung Agung sebanyak dua kali sekitar pukul 21.00 Wita sampai kurang lebih pukul 23.00 Wita. (humas-karangasem/bpn)

Peduli, Kapolres Badung Serahkan Bantuan Untuk Pengungsi

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Status Awas Gunung Agung menyisakan kisah pilu terhadap para pengungsi, para pengungsi ini mengaku tak bisa berbuat banyak selain menunggu dan menunggu di perbolehkan untuk pulang kembali ke kampung halamannya untuk beraktifitas memenuhi kebutuhan hidupnya.

Namun di balik kepiluan itu, mereka sangat bangga dengan kepedulian masyarakat, aparat pemerintah yang selalu memberikan perhatian kepada mereka.Hal itu disampaikan salah satu pengungsi yang di tampung di Balai Subak Gaga Banjar Bindu Desa Mekar Bhuana Kecamatan Abiansemal Badung pada saat Kapolres Badung AKBP Yudith satriya Hananta,S.I.K didampingi Kapolsek Abiansemal mengunjungi tempat pengungsian, Rabu (6/12/2017).

Di hadapan orang nomor satu di Polres Badung ini, perwakilan pengungsi mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas perhatian Kapolres badung dan jajarannya serta masyarakat yang telah membantu baik secara moril dan material sehuingga beban yang mereka rasakan berkurang.

AKBP Yudith Satriya Hananta,S.I.K memberikan pesan pesan penyemangat agar para pengungsi tabah dalam menjalani ujian ini, mengajak agar tidak menjadikan sebuah beban yang sangat berat walaupun ujian ini cukup berat, masih banyak yang peduli terhadap kondisi seperti sekarang ini, selain itu AKBP Yudith Satriya Hananta,S.I.K juga mengajak para pengungsi untuk menjaga kesehatannya dengan menjaga kebersihan lingkungan.

Pada akhir kunjungannya, disaksikan kelihan Dinas Banjar Bindu dan Pekaseh Subak Gaga serta pengungsi lainnya, pemegang tongkat Komando di Polres Badung ini menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan pokok seperti beras, mie instan, telur, minyak goring, gula, kopi dan teh kepada pengungsi yang berjumlah 28 orang terdiri dari 8 kepala keluarga ini.

“Kami sangat merasakan beban yang mereka rasakan, untuk itu kami menyerahkan sedikit bantuan ini denfgan harapan dapat meringankan beban para pengungsi akibat status awas Gunung Agung ini,” ungkap mantan Kapolres Muna ini. (guz/humas-polres.badung/bpn)

Kurang Kendali, Bus Tabrak Tembok Bangunan Warga

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Satu unit bangunan Jebol akibat di sereruduk Bus Pariwisata sehabis turunkan muatan persembahyangan di parkiran purayu akibat sopir kurang kendali diJalan Raya Purwayu, Desa Tribuana Abang Karangasem, Minggu (25/6/2017) pukul 10.30 wita.

“Bersama rombongan yang datang dari Denpasar akan melaksanakan persembahyangan ke Pura Lempuyang dengan menumpang Bus terbagi menjadi dua rombongan, rombongan yang satunya behenti di terminal kemuda, yang satu menuju terminal pura ayu, selanjutnya Bus turun akan di parkir di terminal dalam keadaan kosong, saat melewati tikungan turunan tidak bisa menguasai kendaraannya dan menabrak bangunan Rumah milik ni ketut Suarti hingga tembok bangunan rumah mengalami jebol/rusak,” ucap Gede Marta Pradipa Sopir Bus DK 9215 AE.

Dari peristiwa tersebut bangunan memang kosong tidak ada penghuninya sehingga tidak terjadi korban Jiwa hanya mengalami kerugian materiil dari pemilik bangunan Ni Ketut Suarti sebesar RP. 9,5 juta dan kerusakan dari Kendaraan Bus Pariwisata DK 9215 AE mengalami Pecah kaca depan.

“Peristiwa tersebut terjadi namun tidak dilaporkan ke pihak lalu lintas polres karangasem karena telah di sepakati oleh kedua belah pihak dari pihak pemilik Bus Pariwisata yang di kendarai I Gede Marta Pradipa kepada pemilik bangunan Ni Ketut Suarti untuk mengganti rugi,” ujar Akp Nyoman Sugita Yasa, SH. (sanjaya/humas-polreskarangasem/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Daerah Berbahaya Gunung Agung Diturunkan Menjadi 6 Km, Ribuan Pengungsi Akan Dipulangkan

BALIPORTALNEWS.COM – Aktivitas vulkanik Gunung Agung masih cukup tinggi dan fluktuatif. Hasil analisis data visual dan instrumental meliputi seismik, deformasi dan geokimia, menunjukkan bahwa saat ini Gunung Agung masih berada dalam fase erupsi. Material erupsi berupa lava yang mengisi kawah, hembusan/letusan abu, dan lontaran batuan di sekitar kawah masih berpotensi terjadi. Data deformasi dalam beberapa hari terakhir juga menunjukkan trend yang stagnan yang mengindikasikan belum ada peningkatan pada sumber tekanan yang signifikan. Perkiraan potensi bahaya saat ini berupa lontaran batu pijar, pasir, kerikil, dan hujan abu pekat juga lahar hujan diperkirakan melanda area di dalam radius 6 kilometer dari kawah.

Mendasarkan pada analisis terkini tersebut maka PVMBG masih menetapkan status Awas (level 4). Namun daerah berbahaya diturunkan yang sebelumnya daerah berbahaya adalah daerah di dalam radius 8-10 kilometer menjadi 6 kilometer. Artinya masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di dalam radius 6 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung. Penurunan daerah berbahaya ini terhitung mulai Kamis (4/1/2018).

Kepala PVMBG telah melaporkan kepada BNPB untuk mengambil langkah-langkah penanganan pengungsi. Dengan penurunan daerah berbahaya yaitu menjadi di dalam radius 6 kilometer maka ribuan masyarakat yang mengungsi yang berasal dari desa yang aman boleh pulang ke rumahnya masing-masing.

Berdasarkan analisis peta kawasan rawan bencana, terdapat 12 desa di dalam radius 6 kilometer dari puncak kawah. 12 desa tersebut harus dikosongkan dan warganya harus mengungsi. Dari 12 desa tersebut terdapat 7 desa yang ada penduduknya dan 5 desa yang tidak ada penduduknya di dalam radius 6 kilometer dari puncak kawah.

7 desa dengan 20 Banjar yang penduduknya masih harus mengungsi adalah:

  1.      Desa Jungutan (Br. Dinas Yeh Kori, Br. Desa Galih),
  2.      Desa Buana Giri (Br. Dinas Tanah Aron, Br. Dinas Bhuana Kerta, Br. Dinas Kemoning, Br. Desa Nangka),
  3.      Desa Sebudi (Br. Dinas Sogra, Br. Dinas Lebih, Br. Dinas Badeg Dukuh, Br. Dinas Telung Buana),
  4.      Desa Besakih (Br. Dinas Temukus),
  5.      Desa Datah (Br. Dinas Kedampel),
  6.      Desa Baturinggit (Br. Dinas Bantas),
  7.      Desa Ban (Br. Dinas Pengalusan, Br. Dinas Cegi, Br. Dinas Daya, Br. Dinas Pucang, Br. Dinas Belong, Br. Dinas Bonyoh, Br. Dinas Cutcut).

Diperkirakan terdapat 17.115 jiwa masyarakat yang tinggal di 7 desa (20 banjar) yang berada di dalam radius 6 kilometer dan masih harus mengungsi. Di luar radius 6 kilometer tersebut kondisinya aman, normal dan masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing. Saat ini sebagian pengungsi telah kembali ke rumahnya masing-masing setelah mendapat informasi desanya aman.

Hingga Kamis (4/1/2018) pagi jumlah pengungsi 70.610 jiwa yang tersebar di 240 titik pengungsian. Pengungsi ini berada di tempat yang jauh dari desa asalnya dan terdapat di 9 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Buleleng (9.983 jiwa), Klungkung (10.964 jiwa), Karangasem (42.908 jiwa), Bangli (1.017 jiwa), Tabanan (733 jiwa), Kota Denpasar (748 jiwa), Gianyar (3.507 jiwa), Badung (590 jiwa), dan Jembrana 9205 jiwa).

Agar pemulangan pengungsi dapat berjalan dengan tertib, maka BNPB bersama Satgas Tanggap Darurat Penanganan Erupsi Gunung Agung terus melakukan koordinasi. Pendataan diperlukan untuk pemulangan pengungsi. Kendaraan disiapkan untuk memfasilitasi para pengungsi yang akan pulang. Pasebaya juga terus menginformasikan kepada masyarakat terkait penurunan radius berbahaya Gunung Agung. Bukan hanya pemulangan pengungsi saja yang dilakukan, tapi juga terkait dukungan logistik, pemindahan pengungsi ke titik yang dekat dan lainnya.

Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada. Gunakan aplikasi Cek Posisi Anda. Pemerintah dan Pemda dibantu unsur lainnya masih berkoordinasi untuk proses pemulangan dan penanganan pengungsi. (humas-bnpb/bpn)

Dua Bersaudara Penderita Polio Asal Tianyar, Mendapat Perhatian Gubernur

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika merespon postingan warganet di Instagram, yang memposting  dua bersaudara yang mengalami cacat akibat polio sejak lahir.  Mereka adalah Luh Resmiati (anak pertama) dan Ketut Sukrawan (anak ketiga) asal Dusun tunas sari,  Desa Tianyar – Karangasem. Rabu (25/7/2018) Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengutus Staf Biro Humas dan protokol Setda Provinsi Bali untuk mengunjungi serta melihat kondisi sebenarnya.  pada kesempatan tersebut, Gubernur menitipkan sejumlah uang untuk meringankan beban keluarga.

Menurut Kepala Biro Humas Setda Prov. Bali Dewa Gede Mahendra Putra, yang dihubungi secara terpisah, menyampaikan bahwa hal ini merupakan hal yang rutin dilakukan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika. Karena pihaknya yang setiap hari bergelut dengan media, makanya untuk mempercepat respon, Gubernur selalu memerintahkan Biro Humas dan Protokol yang bergerak pertama, yang selanjutnya akan dikoordinasikan dengan OPD terkait. Mahendra juga menghimbau warga masyarakat agar bisa  memanfaatkan media sosial untuk hal-hal baik seperti ini. Dengan informasi di media sosial, Pemerintah akhirnya tahu kondisi masyarakat yang ada di pelosok, pungkasnya.

Seperti yang diposting di media sosial sebelumnya bahwa dua anak dari 5 bersaudara dari pasangan suami istri Ni Nyoman Sayang dan Alm. I Nengah Merti ini memang mengalami cacat dan terindikasi polio sejak masih batita, tepatnya satu minggu setelah mereka dilahirkan.

Luh resmiati (33 tahun) dan adiknya Ketut Sukrawan (23 tahun) bertahan hidup hingga saat ini dalam penderitaan hanya berbaring di tempat tidur saja,  dengan bantuan sanak sodara khususnya sang ibu dan adik adik kandungnya. Untuk hanya sekedar makan, mandi dan buang air mereka harus mengandalkan bantuan orang lain.

Ibunya yang fokus merawat resmiati dan sukrawan, membuatnya tidak mampu untuk bekerja lagi, terlebih setelah di tinggal meninggal oleh suaminya sejak 2 tahun lalu. Untuk emmenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya, mereka hanya mengandalkan adik resmiati nomor dua, yakni Nengah Restu yang bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu.

Selain mengandalkan penghasilan dari Nengah Restu, keluarga ini juga mengandalkan bantuan PKH (penerima keluarga harapan) dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 300 yang dibayarkan per triwulan.

Nyoman sentana arnawa, Kasi Kesra dan Sosial Prebekel Tianyar membenarkan kondisi warganya yang mengalami polio sejak batita. Diasuh oleh ibunya Karena ayahnya sudah meninggal sejak 2 tahun silam, hidup dengan keterbatasan ekonomi membuatnya tak mampu berbuat banyak. (humas-bali/bpn)

Warga Miskin Asal Manggis Terima Bantuan Gubernur

BALIPORTALNEWS.COM – Pemberitaan warga miskin tiga saudara kandung  yatim yakni Putu Irmayanti (13), Kadek Shinta Dewi (8) dan Komang Agus Laksamana Putra (4),  asal Br. Pegubungan, Ds. Manggis, Karangasem, yang sempat menjadi viral di  media sosial mendapat perhatian dari  Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Gubernur mengutus tim Humas Pemprov mengunjungi ke lokasi. Ketiga saudara kandung ini terpaksa kehilangan kasih sayang orang tuanya karena perceraian yang terjadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini ketiga bocah malang itu mesti diasuh oleh kakek-neneknya. Pasca perceraian si ibu kembali ke rumah asal semasih lajang, dan si bapak diberitakan merantau dan belum pernah pulang.

Tim saat berkunjung ke lokasi mendapati Komang Ari (35), ayah ketiga bocah itu sudah berkumpul kembali bersama buah hatinya. Ia menceritakan selama 3,5 tahun ini memang merantau ke Jembrana sebagai tukang petik buah cengkeh, dan kembali ke kampung halaman saat hari raya Galungan lalu.

Minimnya upah yang didapat membuatnya tidak bisa pulang setiap saat, sehingga Ia mempercayakan perawatan ketiga anaknya kepada orang tuanya. Saat ini Ia mengaku masih bingung untuk kembali pergi mencari kerja dan harus meninggalkan anak-anaknya, sedangkan jika diam di rumah Ia mengaku tidak ada pekerjaan tetap untuk menghidupi keluarganya.

Ia pun berharap ada uluran tangan dari Pemerintah, kelak saat anaknya mengikuti jenjang pendidikan lebih tinggi bisa mendapat beasiswa. Tak hanya itu, Ia pun berharap mendapat bantuan bedah rumah, karena rumah yang ditempatinya saat ini masih status milik kedua orang tuanya.

Kepala Dusun Pegubungan, Kadek Sumarda, yang kala itu mendampingi tim tidak menampik keadaan warganya tersebut. Namun Ia merasa sedikit kecewa, keluarga Komang Ari yang sebelumnya masuk dalam data RTM, beberapa tahun ini tidak lagi bisa menikmati fasilitas bantuan-bantuan karena datanya tidak masuk RTM.

Dalam pengajuan usulan RTM tiap tahunnya pun sudah tetap dimasukan, namun tetap tidak muncul lagi. Ia pun berterimakasih atas kepedulian Gubernur Pastika kepada warganya.

Lebih jauh, Ia berharap ada kepedulian dan kebijaksanaan dari SKPD terkait di Kabupaten Karangasem terhadap pengurusan akta lahir ketiga bocah tersebut yang terkendala akta nikah dan surat perceraian arang tuanya, karena sangat dibutuhkan sebagai syarat di bangku sekolah.

Tak hanya keluarga Komang Ari, Tim juga berkesempatan meninjau keadaan warga Kecamatan Manggis lainnya, yakni Wayan Wenten (58) asal Br. Anyar, Ds. Selumbung, yang menderita kanker payudara stadium lanjut.

Wenten saat ini hanya bisa berbaring ditempat tidur sambil menahan sakit.

Perbekel Ds Selumbung, Wayan Sudiarka menjelaskan yang bersangkutan sebelumnya sudah dirawat di RSU Karangasem dengan tanggungan JKBM, saat tim dokter akan mengambil tindakan berupa amputasi bagian tangan untuk menghilangkan jaringan kanker yang sudah semakin menjalar, yang bersangkutan mengaku trauma dan masih pikir-pikir, sehingga dipulangkan kembali.

Keadaan tersebut menurutnya diperparah dengan kondisi ekonomi yang hanya mengandalkan dua saudarinya yang juga mengalami keterbelakangan mental dengan berjualan alat banten berupa porosan.

Untuk selanjutnya, Ia masih menunggu kesiapan yang bersangkutan untuk diambil tindakan medis yang diperlukan.

Untuk meringankan beban keluarga Komang Ari dan Wayan Wenten, Gubernur Bali melalui Tim Humas menyerahkan batuan sementara berupa sejumlah uang tunai. Untuk bantuan selanjutnya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan instansi terkait. Tindakan responsif ini juga diharapkan menggugah kepedulian masyarakat terhadap sesama yang membutuhkan. (r/humas pemprov bali/bpn)

Avanza Seruduk Empat Motor di Abang, Begini Kronologisnya

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Mobil Avansa DK 1313 SU yang dikemudikan I Made Surata menabrak motor yang sedang parkir di pinggir jalan yang ada di depannya secara beruntun. Kejadiannya di Jalan Culik – Amed, depan Dillons Bungalow, Dusun Babakan, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali, Kamis (1/6/2017) sekitar pukul 16.15 Wita.

Keempat sepeda motor yang seruduk itu masing-masing sepeda motor Supra warna hitam DK 5413 SF dan sepeda motor Shogun warna hitam DK 3271 FV, milik I Nyoman Rodi (40), sepeda motor Vario warna hitam DK 8599  SS dan Vario Warna Merah Dk 5836 SS milik I Wayan Jaga (45).

“Kita datang dari arah Amed menuju Culik sehabis mengikuti acara keluarga di Dusun Lean Bunutan, mendadak mobil oleng ke kiri dan lepas kendali  kemudian menabrak empat sepeda motor yang sedang parkir di pinggir jalan,” ucap I made Surata sesuai keterangannya pada polisi di TKP.

Aiptu Nyoman Sukarta yang mendatangi TKP mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun mobil yang menabrak penyok bagian kiri serta empat SPM yang mengalami kerusakan. “Pengemudi mobil I Made Surata bersedia mengganti kerugian perbaikan sepenuhnya kepada pemilik sepeda motor yang ditabraknya,” imbuhnya.

“Kejadian ini tidak dilaporkan ke Satlantas Polres mengingat sudah terjadi kesepakatan  akan mengganti rugi kerusakan dan dibawa ke bengkel di Amed,” ucap Kapolsek Abang AKP Nyoman Sugita Yasa, SH. (humas-polsekabang/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Ni Ketut Evayuni Nekat Gantung Diri di Pohon Melinjo

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Telah terjadi mati sia-sia gantung diri di pohon melinjo bertempat di Banjar Dinas Bias, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.

Ni Ketut Evayuni nekat gantung diri dikarenakan ada masalah keluarga yang mana sebelumnya korban sudah pisah ranjang dengan suaminya (I Ketut suardika) selama 3 bulan. Korban kembali ke orang tua kandungnya namun dapat dimediasi oleh aparat Desa Ababi dan rujuk kembali korban dengan suaminya sekitar 2 bulan yang lalu.

“Peristiwa gantung diri itu terjadi dan sudah di lakukan penanganan oleh anggota Polsek Abang dalam hal ini SPK dan Unit Reskrim dari peristiwa terjadi. Keluarga menolak dilakukan visum dan mengikhlaskan kepergian korban. Dari hasil pemeriksaan Dokter nihil diketemukan kekerasan sampai saat ini masih dalam penanganan polsek abang,” ucap Akp Nyoman Sugita Yasa. (sanjaya/humas-polreskarangasem/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
83PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan