Pastikan KRB Steril, Kapolda Bali Berada 3,5 Km dari Kawah Gunung Agung

0

BALIPORTALNEWS.COM – Hujan lebat dan banjir lahar dingin, tak menyurutkan niat Kapolda Bali, Irjen Pol Dr. Petrus Reihard Golose menuju lokasi KRB (Kawasan Rawan Bencana). Kapolda nekat menerobos masuk KRB, guna memastikan wilayah ini sudah steril dari penduduk sekaligus ingin melihat langsung penomena banjir lahar dingin.

Bahkan, Kapolda bersama Pejabat Utama Polda Bali maupun Polres Karangasem, langsung naik gunung hingga hanya berjarak 3,5 km dari puncak Gunung Agung, sekitar pukul 10.00 wita.

Kapolda Bali didampingi Karo Ops Polda Bali, Kasat Brimob, Dir. Sabhara, Kabid TI, Dir. Intel, Dir. Lantas, Koorspripim Polda Bali dan Kapolres Karangasem AKBP I Wayan Gede Ardana, S.I.K., M.Si. Saat tiba di KRB III, Kapolda langsung menuju Banjar Dinas Untalan, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem.

Di sana, Kapolda Bali melihat langsung aliran banjir lumpur atau banjir lahar dingin di Tukad Krekuk. Tukad ini memotong wilayah Banjar Dinas Untalan dengan Banjar Dinas Galih, Desa Jungutan.

Bhabinkamtibmas Desa Jungutan Aiptu I Made Sudani dihadapan Kapolda Bali, menyampaikan banjir lahar dingin di tukad itu sudah terjadi 27 November lalu. Sebelum terjadi banjir, sehari sebelumnya juga turun hujan abu.

Setelah turun hujan lebat, banjir lahar dingin kembali terjadi di tempat ini dengan debit air bercampur lumpur cukup besar, Kamis (30/11/2017) siang. Beberapa anak sungai lainnya juga dialiri lahar dingin, seperti di Tukad Yeh Sah, Desa Muncan, Tukad Bambangbiaung dan Tukad di Geriana Kangin, Kecamatan Selat.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda memperingatkan warga agar tidak berada terlalu dekat sungai yang teraliri banjir lahar dingin. Sebab, volume banjir seketika bisa membesar dan menghanyutkan benda di sekitarnya, karena tekanannya cukup besar.

Setelah dari Untalan, rombongan Kapolda Bali menyusuri kaki Gunung Agung menuju Pura Pasar Agung dan Pura Tirta di Banjar Yeh Kori, Desa Sibetan. Wilayah ini masuk kategori KRB III. Dalam perjalanan itu, rombongan Kapolda Bali melihat langsung tebalnya lumpur yang menutupi jalan dan keringnya padang gajah milik petani, akibat abu vulkanik Gunung Agung. “Ini sangat berbahaya, karena jaraknya hanya 3,5 km dari kawah Gunung Agung,” ujarnya.

Kapolres Karangasem AKBP I Wayan Gede Ardana, S.I.K., M.Si. menegaskan kegiatan turun langsung ke lokasi KRB III ini untuk memastikan langkah-langkah yang dilakukan jajaran kepolisian sudah berjalan dengan baik. “Warga semua sementara harus mengungsi. Kami turun ingin memastikannya. Selain itu, juga untuk menentukan langkah-langkah berikutnya dengan berkoordinasi dengan pihak terkait,” tegasnya. (binaw/humas-polda.bali/bpn)

Paiketan Puri se-Bali Hadiri Pembukaan OWHC

0

BALIPORTALNEWS.COMPelaksanaan Konferensi Strategic Meeting Organitation World Heritage Cities (OWHC) Asia Pasifik dimana Kota Denpasar selaku tuan rumah agenda tahunan ini mendapat dukungan dari  Paiketan Puri-Puri se Bali.

Beberapa Raja atau Penglingsir Puri tampak hadir seperti Ida Dalem Semara Putra penglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Agra Pemayun Puri Girinatha Payangan, AA Ngurah Putra Dharmanuraga Puri Pemecutan Badung, AA N Panji Astika Puri Anom Tabanan, AA Gde Eka Putra Puri Kilian Bangli, AA Gde Bharata puri Agung Gianyar, AA Ngurah Joko Pratidnya Puri Jro Kuta, Tjokorda Putra Sukawati Puri Ubud, Tjokorda Gede Putra Nindya Puri Peliatan dan Kanjeng Harri Djojonegoro Keraton Surakarta.

Kehadiran para penglingsir puri ini memberikan suatu nilai tambah terhadap pelaksanaan konfrensi OWHC ini yang baru pertama kali dilaksanakan di Bali, karena dengan dukungan dan kehadiran para penglingsir puri menandakan hubungan yang sangat harmonis antara pemerintah dengan puri. Sekretaris Paiketan Puri se Bali AAN Putra Dharmanuraga ditemui disela-sela konfrensi mengatakan pertemuan OWHC ini di Denpasar merupakan suatu kehormatan bahwa keberadaan puri puri masihdiakui keberadaaan.

“Ini tidak terlepas dari sejarah bahwa Puri-Puri yang ada di Bali masih sangat teguh memegang tradisi dan kebudayaan yang menjadi warisan pusaka yang adiluhung. Kami melihat betapa pentingnya pelestarian budaya dan pusaka masa lalu, dengan demikian generasi muda memahami bagaimana harmonisasi kehidupan masa lalu dan masa kini,” kata Dharmanuraga. Ia melihat komitmen dari walikota Denpasar untuk melestarikan warisan budaya dan pusaka ini sangat kuat.

“Walaupun merupakan daerah perkotaan yang cendrung dngan budaya modern namun dengan program yang jelas dan komitmen kuat dari Walikota menjadikan Denpasar mampu bertahan dengan identitas budya Bali yang kuat, ini hendakna dijadikan contoh bagi daerah lainnya bagaimana upaya untuk melestarikan budaya dan warasanpusaka,” katanya.

Sementara Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra mengucapkan terima kasih dan apreasiasi dengan dukungan dari paiketan Puri se Bali. Rai Mantra mengakui bahwa perkembangan budaya dan pelestarian warisan pusaka di Kota Denpasar tidak bisa dilepaskan dari keberadaan puri. “Kedepan hubungan dan kerjasama yg harmonis antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Puri puri bisa lebih ditingkatkan dalam upaya untuk menjaga dan melestarikan warisa pusaka ini,” kata Rai Mantra.

Selebihnya putra mantan Gubernur Bali IB Mantra mengatakan upaya untuk menjaga dan melestarikan warisan pusaka akan senantiasa melibatkan puri serta kalangan generasi muda. Hal ini sejalan dengan tema konferensi OWHC tahun ini yakni memperkuat pelibatan dan membangun jaringan pemuda di kawasan asia pasific.

Sumber : Humas Pemkot Denpasar

Gunung Agung Erupsi Mengeluarkan Abu Setinggi 1.500 Meter, Masyarakat Dihimbau Tetap Tenang

0

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM –Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali kembali mengalami erupsi pada Sabtu (25/11/2017) pukul 17:30 WITA. Kolom abu teralati berwarna kelabu-kehitaman bertekanan sedang setinggi 1.500 m di atas puncak Gunung Agung. Erupsi secara visual teramati dari daerah Culik dan Batulompeh ke arah Barat- Barat daya, asap kelabu-kehitaman tekanan sedang.

Ini adalah erupsi kedua dari Gunung Agung dengan tinggi kolom abu lebih tinggi dari erupsi sebelumnya. Erupsi Gunung Agung pertama terjadi pada Selasa (21/11/2017) pukul 17:05 WITA dengan inggi asap kelabu tebal dengan tekanan sedang maksimum 700 meter.

Hingga saat ini PVMBG masih terus menganalisis erupsinya. Tidak ada peningkatan aktivitas kegempaan dan vulkanik setelah erupsi hingga petang ini.

Status Gunung Agung hingga saat ini tetap Siaga (level 3). Tidak ada peningkatan status gunungapi. PVMBG terus melakukan pemantauan dan analisis aktivitas vulkanik. Rekomendasi juga tetap yaitu agar tidak melakukan aktivitas apapun di dalam radius 6 km ditambah perluasan sektoral sejauh 7.5 km ke arah Utara-Timurlaut, Tenggara dan Selatan-Baratdaya.

Masyarakat di sekitar Gunung Agung tidak panik. Masyarakat telah banyak memperoleh informasi dan sosialisasi terkait Gunung Agung. Data pengungsi pada Sabtu siang tadi sebanyak 25.016 jiwa yang tersebar du 224 titik pengungsian.

Masyarakat dihimbau tetap tenang. Jangan panik dan terpancing isu-isu menyesatkan. PVMBG akan terus memberikan informasi terkini. BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian/Lembaga, BPBD, SKPD, relawan dan semua unsur terkait akan memberikan penanganan pengungsi.

Kondisi Bali tetap aman. Bandara Internasional Ngurah Rai masih aman dan normal. Pariwisata di Bali juga masih aman, selain di radius berbahaya di sekitar Gunung Agung yang ditetapkan PVMBG yang memang tidak boleh ada aktivitas masyarakat. (humas-bnpb/bpn)

Kadek Melantika Derita Tumor Pembuluh Darah, Mengundang Simpati Gubernur Pastika

0

BALIPORTALNEWS.COM – Ni Kadek Melantika Intania Putri, balita berusia 6 bulan asal Br. Pesangkan Anyar, Desa Duda Timur, Selat, Karangasem, yang menderita tumor pembuluh darah, menyita perhatian Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Orang nomor satu di Pemprov Bali ini secara khusus mengirim tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk meninjau dan menyerahkan bantuan, Senin (15/5/2017).

Tim saat ke lokasi hanya menemui kakek Kadek Melantika, Wayan Mudayasa (80). Saat itu, Kadek Melantika sedang diajak oleh ibunya, Ni Nyoman Murniati kontrol ke RSUP Sanglah.

Seperti diceritakan Mudayasa, penyakit yang diderita cucunya tersebut diketahui pertama kali saat Melantika berumur 2 bulan, dari hasil tes dan pemeriksaan laboratorium yang dilakukan di Rumah Sakit Sanglah setelah mendapat rujukan dari rumah sakit umum Karangasem. Awalnya tumbuh benjolan kecil dibawah ketiak putri pasangan I Nengah Muliana (alm) – Ni Nyoman Murniati ini.

Saat ini Melantika dengan dianter ibunya, tiap minggu mesti bolak-balik ke Denpasar hanya untuk sebatas kontrol. Ibu Melantika yang menjadi tulang punggung keluarga saat ini menurutnya tidak memiliki penghasilan tetap, sehingga belum bisa menanggung biaya operasi yang diperkirakan lumayan besar.

“Mantu tiang hanya jualan godoh (pisang goreng), untuk menanggung anak-anak dan saya yang sudah terkena stroke saja sudah kekurangan, dimana kami nyari uang buat operasi,” ujar Mudayasa sedih seraya menyampaikan harapannya agar bisa segera dibantu pengobatan terutama tindakan operasi, agar cucunya bisa tumbuh dan berkembang layaknya anak seusianya.

Ia pun menyampaikan terimakasih atas bantuan dari Gubernur Bali yang disampaikan melalui tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, yang menurutnya sepenuhnya akan dimanfaatkan untuk pembiayaan cucunya.

Perbekel Desa Duda Timur, I Gede Pawana, yang ikut mendampingi tim saat meninjau lokasi pun membenarkan musibah yang dialami warganya. Sakit yang dialami Melantika, menurutnya menjalar sangat cepat, sejak pertama kali diketahui hingga saat ini sudah 4 bulan berlalu, benjolan yang tumbuh membesar dengan cepat, dan dikhawatirkan akan semakin parah. Ia mengaku sudah memfasilitasi pengobatan Melantika ke RSU Karangasem hingga akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah, guna penanganan lebih lanjut.

Namun sampai saat ini belum mendapat tindakan operasi.  Pada kesempatan itu pun dia menyampaikan terima kasih atas bantuan LSM dan komunitas lainnya yang telah membantu Kadek Melantika, dan dengan turunnya tim Biro Humas dan Protokol selaku perwakilan Pemprov Bali diharapkan dapat mempercepat proses penanganan berupa operasi dan penaganan lainnya.

”Sekali lagi kami selaku Perbekel desa Duda Timur, sangat mengharapkan bantuan surat rekomendasi dari dokter agar tindakan operasi bisa cepat dilakukan. Kami takutnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang lebih parah,” ujar Pawana seraya menyampaikan saat ini Melantika bersama ibunya tinggal di Denpasar di rumah singgah sebuah yayasan sosial, untuk mempermudah selama proses pengobatan.

Pada kesempatan itu, tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali menyerahkan bantuan sementara dari Gubernur Bali berupa sejumlah uang tunai, dan terkait pengobatan lebih lanjut terhadap Kadek Melantika akan dikoordinasikan dengan instansi terkait. Melalui kesempatan itu, juga diharapkan dapat menggugah rasa kepedulian masyarakat terhadap sesama yang membutuhkan. (r/humas-bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Kurang Kendali, Bus Tabrak Tembok Bangunan Warga

0

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Satu unit bangunan Jebol akibat di sereruduk Bus Pariwisata sehabis turunkan muatan persembahyangan di parkiran purayu akibat sopir kurang kendali diJalan Raya Purwayu, Desa Tribuana Abang Karangasem, Minggu (25/6/2017) pukul 10.30 wita.

“Bersama rombongan yang datang dari Denpasar akan melaksanakan persembahyangan ke Pura Lempuyang dengan menumpang Bus terbagi menjadi dua rombongan, rombongan yang satunya behenti di terminal kemuda, yang satu menuju terminal pura ayu, selanjutnya Bus turun akan di parkir di terminal dalam keadaan kosong, saat melewati tikungan turunan tidak bisa menguasai kendaraannya dan menabrak bangunan Rumah milik ni ketut Suarti hingga tembok bangunan rumah mengalami jebol/rusak,” ucap Gede Marta Pradipa Sopir Bus DK 9215 AE.

Dari peristiwa tersebut bangunan memang kosong tidak ada penghuninya sehingga tidak terjadi korban Jiwa hanya mengalami kerugian materiil dari pemilik bangunan Ni Ketut Suarti sebesar RP. 9,5 juta dan kerusakan dari Kendaraan Bus Pariwisata DK 9215 AE mengalami Pecah kaca depan.

“Peristiwa tersebut terjadi namun tidak dilaporkan ke pihak lalu lintas polres karangasem karena telah di sepakati oleh kedua belah pihak dari pihak pemilik Bus Pariwisata yang di kendarai I Gede Marta Pradipa kepada pemilik bangunan Ni Ketut Suarti untuk mengganti rugi,” ujar Akp Nyoman Sugita Yasa, SH. (sanjaya/humas-polreskarangasem/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Gubernur Pastika Bantu Dua Bocah Yatim Piatu di Muncan Karangasem

0

BALIPORTALNEWS.COMMerespon informasi netizen yang disampaikan melalui akun media sosial, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengutus sejumlah staf untuk melihat langsung kondisi dua bocah yatim piatu yang tinggal di Banjar Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem, Selasa (11/10/2016).

Mereka adalah kakak beradik I Wayan Putra Darma Yoga (11) dan Ni Kadek Novita Dharmayanti (5). Dalam kesehariannya, dua bocah malang itu hanya dirawat oleh neneknya Ni Wayan Suantra (65). Karena tidak punya penghasilan tetap, untuk kebutuhan sehari-hari, wanita lanjut usia itu lebih banyak mengandalkan bantuan keluarga yang kebetulan tinggal tak jauh dari rumah mereka. Wanita yang juga biasa dipanggil Dadong Polos itu menuturkan, dua bocah itu buah hati dari putranya Nyoman Berata (38). Sementara sang ibu, Putu Sri Adnyani (35) memilih bercerai dan meninggalkan suaminya sekitar empat bulan yang lalu.

Ironisnya lagi, enam hari yang lalu bocah ini harus kehilangan sang ayah yang meninggal karena sakit menahun dan mengalami kelumpuhan sejak enam tahun terakhir. Dadong Polos menyampaikan terima kasih atas perhatian Gubernur Pastika terhadap cucunya. Dia juga sangat berharap uluran tangan agar kedua cucunya tetap dapat melanjutkan pendidikannya.

Untuk meringankan bebah kedua bocah tersebut, Gubernur Pastika memberikan bantuan respon cepat berupa beras dan sejumlah yang tunai. Sementara untuk kelanjutan pendidikan kedua bocah malang tersebut, staf dari Biro Humas akan berkoordinasi dengan SKPD terkait. Sedangkan untuk bantuan lain seperti bedah rumah, kediaman yang saat ini ditempati dua bocah itu dinilai tak memenuhi syarat mendapat bantuan bedah rumah.

Sementara itu, Perbekel Banjar Susut Drs. I Gusti Lanang Ngurah menerangkan bahwa keluarga itu tak masuk daftar Rumah Tangga Sasaran (RTS). Namun melihat kondisi kedua bocah yang saat ini sudah yatim piatu, pihaknya akan berkoordinasi agar mereka bisa masuk dalam daftar RTS sehingga berhak atas sejumlah bantuan sosial. Penyerahan bantuan juga disaksikan Kepala Desa Muncan Wayan Nemu Antara. (hms prov bali/bpn)

Mas Sumatri-Artha Dipa Turun Langsung Kunjungi Pengungsi Warga Tihing Seka

0

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Minggu malam  (26/11/2017) sekitar pukul 19.30 Wita, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri bersama Wabup Artha Dipa didampingi Sekda Adnya Mulyadi, Camat Bebandem dan Kabag Humas turun langsung kunjungi 35 KK warga Banjar Dinas Tihing Seka Desa Bebandem Karangasem yang medunungan (mengungsi) di Balai Masyarakat Desa Bebandem, Karangasem.

Mengungsinya 35 KK warga Tihing Seka  Desa Bebandem itu  akibat kembali meletusnya Gunung Agung pada Sabtu malam (25/11) pukul 21.00 Wita, kemarin, yang mana sebelumnya Gunung Agung mengawali letusan pada Selasa 21 Nopember 2017, pukul 17:05 Wita.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mas Sumatri menyampaikan pada warga Tihing Seka Desa Bebandem untuk tetap tenang namun tetap menjaga kewaspadaan dan mengikuti himbauan Pemerintah beserta aparatur terkait lainnya untuk mengikuti arahan dan rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi agar warga di Zona Siaga tetap untuk mengungsi. (humas-karangasem/bpn)

Libur Panjang, Gubernur Pastika Pantau Langsung Pengerjaan Bedah Rumah

0

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Senin (24/4/2017) pagi mengisi libur panjangnyanya dengan turun langsung kelapangan untuk memantau salah satu program Bali Mandara dalam bidang pengentasan kemiskinan yakni Bedah Rumah. Kali ini, Gubernur Pastika memantau pengerjaan bantuan bedah rumah atas nama Ketut Tambun warga Dusun Manikaji, Desa Ban, Kubu, Karangasem.

Ketut Tambun yang kesehariannya bekerja sebagai tukang pengerjaan sanggah di daerah Desa Taro, Ubud, Gianyar, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan bedah rumah dari Pemerintah Provinsi Bali. Hal tersebut sangat membantu perekonomian keluarganya mengingat dirinya bersama sang istri Luh Mariana harus merantau keluar Desa karena tidak adanya lapangan pekerjaan di Desanya.

“Terimakasih atas bantuan bedah rumahnya, ini sangat membantu keluarga kami. Saya dan Istri merantau ke Taro (Desa Taro-red) karena disini tidak ada lapangan pekerjaan dan untuk pertanian juga susah. Saya paling pulang seminggu sekali,” ujar Tambun.

Ditambahkan Tambun, dirinya berharap Pemerintah dapat memfasilitasi untuk menyediakan lapangan pekerjaan di Desanya agar tidak terus merantau.

Sementara itu, Gubernur Pastika yang dalam kesempatan tersebut didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali Ketut Rochineng, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali I Made Santha, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra mengatakan jika kehadirannya turun langsung kelapangan dalam rangka memantau Program Bali Mandara khsususnya Program Bedah Rumah berjalan dengan baik. Tak hanya itu, Pastika juga ingin mengetahui data kemiskinan yang benar mengingat saat ini ada perbedaan terkait data kemiskinan yang ada.

“Liburan panjang ini saya manfaatkan dengan turun langsung ke lapangan untuk memastikan Program Bedah Rumah berjalan dengan baik. Tak hanya itu, saya juga ingin melihat langsung bagaimana data kemiskinan di lapangan secara real-nya. Karena antara BPS, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan hingga dibawah ada perbedaan. Saya tidak mau seperti itu, untuk itu saya ingin cek langsung,” ungkap Pastika.

Selain itu, Pastika juga telah memerintahkan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Bali untuk ikut turun langsung ke lapangan mengisi libur panjang ini guna memantau proses pengerjaan Bedah Rumah berjalan lancar. Hal tersebut karena Pastika ingin disisa masa jabatannya sebagai Gubernur Bali, seluruh bantuan Bedah Rumah yang telah direncanakan dapat selesai dengan tepat waktu agar tidak ada lagi yang tercecer dikemudian hari.

“Kita ingin menuntaskan rumah tidak layak huni yang ada di Bali. Mudah – mudahan dalam setahun terakhir ini kita bisa selesaikan itu semua,” pungkasnya. (humas-bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Ni Kadek Sri Astiti, Balita Yang Nyaris Buta Dari Desa Tista Karangasem

0

BALI-PORTAL-NEWS.COM Ni Kadek Sri Astiti, balita malang berusia 10 bulan yang  menjadi pemberitaan sejumlah media karena kondisinya yang nyaris buta mendapat perhatian serius dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Sri Astiti, putri pasangan suami istri Wayan Suparta (31) dan Ni Wayan Sariasih (25), nyaris tidak bisa melihat karena kedua matanya ditutup selaput putih. Tidak berhenti sampai disitu , kondisi Sri Astiti diperparah karena lengan dan kakinya yang juga mengalami keterbatasan, karena tidak berkembang dengan sempurna layaknya anak seusianya.  Demikian terungkap saat Tim Humas Pemprov yang ditugaskan oleh Gubernur Pastika mengunjungi  kediaman keluarganya di Dusun Batu Madeg, Desa Tista, Kecamatan Abang, Karangasem, Senin (1/8/2016).

Saat tim berkunjung ke lokasi, Sri Astiti terlihat aktif, ceria dan selalu tersenyum. Melihat putrinya yang memprihatinkan , orang tua Sri Astiti pun hanya bisa pasrah menerima cobaan itu. Walau pun merasa sedih dengan kondisi putri keduanya yang tidak seperti anak normal sebayanya, Suparta mengaku akan berusaha sekuat tenaga merawat dan membesarkannya.

Kondisi keluarga yang kurang mampu otomatis juga mempengaruhi upaya pengobatan Sri Astiti. Suparta menuturkan ia bersama istrinya hanya bekerja sebagai buruh tangkap babi. “Berangkat kerja subuh dan jam pulang tak pasti, ternyata tidak menjamin akan penghasilan yang besar,” ujarnya. Setiap bekerja kedua pasangan itu hanya mendapat upah 50 ribu, dan itu pun tidak rutin setiap hari, karena majikannya berjualan mengikuti pasar, yang rata-rata bekerja 2 kali dalam 3 hari. Upah sebesar itu diakuinya sudah sangat minim, apa lagi Suparta juga masih menanggung kedua orang tua dan neneknya yang tinggal dalam satu pekarangan. Kondisi tempat tinggal keluarga malang ini pun terbilang jauh dari kesan layak, sebuah gubuk berdinding gedeg dan tanah yang mereka tinggali pun bukan milik sendiri melainkan lahan pinjarnan milik sepupunya.

Kepala Dusun Batu Madeg, I Ketut Sukarena yang mendampingi tim dilokasi pun menjelaskan bahwa keadaan ekonomi keluarga Suparta yang terdaftar sebagai Rumah Tangga Sasaran (RTS) diantara 107 RTS lainnya didusun tersebut. Beberapa upaya pun menurutnya sudah dilakukan pihak desa untuk membantu keluarga malang itu, seperti mendatangkan bantuan pengobatan dari pihak posyandu sejak Sri Astiti lahir hingga saat ini. Bantuan raskin pun sudah diterima rutin setiap bulan, serta sudah dibantu untuk memiliki kartu JKBM. Satu hal menurutnya yang belum bisa dibantu, yang masih menjadi bebannya selaku perangkat desa yakni keluarga Suparta belum bisa mendapatkan bantuan bedah rumah. Kendala kepemilikan lahan yang menjadi syarat penerima bantuan bedah rumah pun menurutnya akan diusahakan dengan membuat surat keterangan diijinkan menempati yang disepakati oleh pemilik dan keluarga Suparta. “Tiang beserta perangkat desa lainnya sedang mengurus surat keterangan itu, kami harus mempertemukan kedua belah pihak agar ada kesepakatan, sehingga tidak timbul masalah dikemudian hari,” ujar Sukarena.

Tim  Humas Pemprov yang turut  mengajak serta tim kesehatan dari RS Mata Bali Mandara yang diwakili Dokter Dr. Ayu Setiowati, melakukan pemeriksaan kondisi Sri Astiti untuk menentukan  penanganan selanjutnya.

Setelah mengadakan pemeriksaan Ayu Setiowati menyatakan gangguan pada mata yang diderita oleh Sri Astiti disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh unggas, dan rentan menyerang kandungan saat memasuki usia 1 hingga 2 bulan. Virus tersebut menyerang mata yang menyebabkan kelainan anatomi mata berupa organ kornea tidak terbentuk secara sempurna. Jika kornea yang berfungsi penting sebagai organ masuknya cahaya tidak tumbuh, tentunya organ mata lain seperti retina tidak akan berfungsi juga.

Ia pun dengan berat hati menyatakan kondisi yang dialami Sri Astiti merupakan kondisi permanen yang tidak bisa diobati, karena menyerang saraf. Tindakan yang bisa dilakukan selanjutnya hanya pengobatan untuk mencegah melebarnya infeksi, serta pelatihan low vision untuk mengenali lingkungan agar bisa menjalani kehidupan sehar-hari dan bisa meningkatkan kualitas hidupnya yang nantinya diharapkan bisa mandiri. Ia pun menyerahkan bantuan obat-obatan untuk menanggulangi infeksi.

Selain bantuan dari Gubernur Patika berupa beras dan uang tunai, Ketua Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Provinsi Bali, Ny. Ayu Pastika melalui perwakilan BK3S Provinsi Bali juga  menyerahkan bantuan sembako dan sejumlah uang tunai bagi keluarga Suparta.

Sementara Tim Humas Pemprov yang dipimpin Kepala Bagian Publikai Biro Humas Setda Provinsi Bali, Made Ady Mastika, menyampaikan bantuan yang diberikan merupakan bantuan awal yang bersifat responsif, sambil kemudian berkoordinasi untuk  menentukan bantuan selanjutnya yang tepat bagi keluarga malang ini sehingga bisa mengurangi beban berat keluarga malang ini.

Sumber : Humas Pemprov Bali