Sudikerta : Kembangkan Kepedulian Sesama Sejak Usia Dini

BALIPORTALNEWS.COM – Upaya dalam mengentaskan kemiskinan tidak bisa hanya diserahkan dan menjadi tanggung jawab pemerintah semata, diperlukan ada peran serta masyarakat terlebih lagi para generasi muda yang merupakan generasi penerus bangsa untuk tergugah mengembangkan kepedulian terhadap sesama, dan dibangun dari usia anak anak.

Demikian disampaikan Wagub Sudikerta dalam acara penyerahan bantuan  kepada masyarakat kurang mampu bekerja sama dengan SD Cipta Darma Denpasar  di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Banjar Dinas  Paleg, Desa Tianyar Kecamatan Kubu Karangasem Sabtu (27/8/2016).

Lebih jauh Wagub Sudikerta menyampaikan, upaya pengentasan kemiskinan merupakan prioritas utama dari berbagai program yang dilakukan oleh Pemprov Bali baik itu melalui JKBM, Bedah rumah, Simantri, Gerbangsadu serta program unggulan lainnya yang bersinergi satu dengan lainnya.

Ia juga meminta masyarakat turut serta dalam mengevaluasi pelaksanaan program tersebut sehingga kedepannya pelaksanaan  program semakin membaik. ‘’Mari kita bahu membahu membantu sesama dan kita entaskan kemiskinan bersama sama, kita pupuk karakter peduli sesama khususnya pada generasi muda kita,’’ imbuhnya.

Wagub Sudikerta juga menyampaiakn apresiasinya atas langkah yang dilakukan oleh  SD Cipta Darma Denpasar yang telah membangun kepedulian pada sesama di kalangan para siswa dan berharap jejaknya  akan diikuti oleh sekolah-sekolah maupun lembaga lembaga lainnya.

‘’Saya sangat apresiasi kegiatan ini, dan saya harap hal ini akan menjadi contoh bagi kita semua untuk semakin memupuk rasa peduli terhadap sesama,’’ tuturnya.

Sementara itu, Ni Luh  Rinun selaku Kepala SD Cipta Darma menyampaikan bahwasannya kegiatan bakti sosial ini rutin dilakasanakan satu tahun sekali dengan tujuan untuk menumbuhkan karakter sosial dan rela berkorban bagi anak didiknya pada lingkungan sekitar.

Dengan turun langsung ke masyarakat, kata dia, anak-anak akan melihat sendiri kondisi dari masyarakat penerima bantuan, sehingga kedepannya mereka akan semakin terketuk hatinya untuk membantu mengingat di luar sana masih banyak yang perlu bantuan.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan bantuan berupa sembako  kepada 300 KK  warga Banjar Dinas  Paleg dan diserahkan secara simbolis oleh Sudikerta, didampingi oleh Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali, Ketut Wija serta kepala Dinas Sosial Pemprov Bali, Nyoman Wenten.

Pemberian sumbangan ini serangkaian dengan HUT ke-55 Pramuka, Hari Jadi ke-58 Pemprov Bali serta HUTke-71 Proklamasi Republik Indonesia. (r/humas prov bali/bpn)

Wagub Sudikerta Apresiasi Ngaben Massal Dadia Pasek Kayu Selem, Desa Dukuh, Karangasem

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Pelaksanaan ngaben (Pitra Yadnya) yang dilaksanakan secara bergotong royong atau masal oleh Dadia Pasek Kayu Selem, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Karangasem, mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta.

Hal itu disampaikan Sudikerta Jumat (26/5/2017) dihadapan warga Dadia Pasek Kayu Selem, Desa Dukuh.

Menurut Sudikerta, ngaben masal yang dilaksanakan secara bergotong royong akan dapat meringankan umat mengingat biaya pengabenan saat ini cukup tinggi. Orang nomor Dua di Provinsi Bali ini mengapresiasi pelaksanaan ngaben massal tersebut. “Upacara agama yang dilaksanakan secara massal sangat positif manfaatnya mengingat diselenggarakan secara gotong royong oleh krama dan biaya yang dikeluarkan pastinya akan lebih murah namun tidak mengurangi nilai dan maknanya,” ujar Sudikerta.

Lebih lanjut, dengan menyelenggarakan yadnya secara bersama-sama maka hal itu jauh lebih baik daripada satu upacara dilaksanakan sendiri dan secara besar-besaran namun diakhir upacara meninggalkan hutang. “Yadnya yang dilakukan untuk menghaturkan upacara kepada leluhur, menghantarkan para leluhur menuju suarga loka jangan sampai meninggalkan hutang, gadai harta benda. Kalau upacara yang meninggalkan hutang itu merupakan upacara yang nista karena tidak membuat bahagia yang melaksanakan upacara tersebut karena sesungguhnya ida betara (Tuhan-red) tidak pernah menuntut umatnya untuk melaksanakan yadnya secara mewah,” ungkap Sudikerta.

Ditambahkan Sudikerta, pelaksanaan upacara Pitra Yadnya dan rangkaiannya bagi arwah leluhur merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Hindu di Bali sebagai bentuk bhakti, penghormatan dan membayar hutang sebagai anak yang telah dibesarkan oleh para leluhur sesuai ajaran Tri Rna. Untuk ke depan, Wagub Sudikerta mengingatkan agar masyarakat Bali secara luas untuk terus beryadnya secara tulus iklas, tanpa harus mengutamakan gengsi yang berlebihan, sehingga tidak akan memunculkan persaingan individual dalam tingkat bebantenan, termasuk dalam melaksanakan upacara pengabenan.

Wagub Sudikerta secara lisan mengatakan kedepannya akan menjalankan program ngaben dan nyekah gratis bagi masyarakat Bali, sehingga masyarakat akan semakin rekat bersaudara, bergotong royong sekaligus memperkecil biaya yang di keluarkan secara pribadi. Pada kesempatan tersebut Sudikerta mengatakan agar masyarakat setempat meningkatkan rasa dan menyatukan kebersamaan dalam bergotong royong, agar rezeki dan keselamatan hidup dapat diwujudkan, selain itu Parhyangan juga harus dijaga agar tetap ajeg dan lestari.

Wagub Sudikerta juga mengajak agar masyarakat secara umum untuk dapat melaksanakan upacara dengan sarana upakara yang tidak terlalu berlebihan, agar dikemudian hari tidak menimbulkan utang bagi kehidupan masa depannya, lantaran pelaksanaan upacara di Bali tidak akan pernah surut, melainkan berjalan secara berkesinambungan sebagai upaya penyeimbangan hidup antara skala dan niskala.

Sementara itu, Ketua Panitia Made Sukerana mengucapkan terimakasih kepada Wagub Sudikerta yang telah meluangkan waktu hadir pada pada pelaksanaan ngaben massal ditengah kesibukan tugas sebagai wakil Gubernur Bali. Sukerana mengatakan jika ngaben massal Dadia Pasek Kayu Selem, Desa Dukuh dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Namun kali ini baru bisa dilaksanakan ditahun ke tujuh sehingga diikuti sebanyak 47 sawa dengan iuran masing-masing sawa sebesar Rp 10 juta serta warga Dadia yang tidak memiliki sawa dikenakan urunan sebesar Rp 250 ribu. Ditambahkan Sukerana, puncak ngaben sendiri dilaksanakan Sabtu (27/5/2017). (bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pastikan KRB Steril, Kapolda Bali Berada 3,5 Km dari Kawah Gunung Agung

BALIPORTALNEWS.COM – Hujan lebat dan banjir lahar dingin, tak menyurutkan niat Kapolda Bali, Irjen Pol Dr. Petrus Reihard Golose menuju lokasi KRB (Kawasan Rawan Bencana). Kapolda nekat menerobos masuk KRB, guna memastikan wilayah ini sudah steril dari penduduk sekaligus ingin melihat langsung penomena banjir lahar dingin.

Bahkan, Kapolda bersama Pejabat Utama Polda Bali maupun Polres Karangasem, langsung naik gunung hingga hanya berjarak 3,5 km dari puncak Gunung Agung, sekitar pukul 10.00 wita.

Kapolda Bali didampingi Karo Ops Polda Bali, Kasat Brimob, Dir. Sabhara, Kabid TI, Dir. Intel, Dir. Lantas, Koorspripim Polda Bali dan Kapolres Karangasem AKBP I Wayan Gede Ardana, S.I.K., M.Si. Saat tiba di KRB III, Kapolda langsung menuju Banjar Dinas Untalan, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem.

Di sana, Kapolda Bali melihat langsung aliran banjir lumpur atau banjir lahar dingin di Tukad Krekuk. Tukad ini memotong wilayah Banjar Dinas Untalan dengan Banjar Dinas Galih, Desa Jungutan.

Bhabinkamtibmas Desa Jungutan Aiptu I Made Sudani dihadapan Kapolda Bali, menyampaikan banjir lahar dingin di tukad itu sudah terjadi 27 November lalu. Sebelum terjadi banjir, sehari sebelumnya juga turun hujan abu.

Setelah turun hujan lebat, banjir lahar dingin kembali terjadi di tempat ini dengan debit air bercampur lumpur cukup besar, Kamis (30/11/2017) siang. Beberapa anak sungai lainnya juga dialiri lahar dingin, seperti di Tukad Yeh Sah, Desa Muncan, Tukad Bambangbiaung dan Tukad di Geriana Kangin, Kecamatan Selat.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda memperingatkan warga agar tidak berada terlalu dekat sungai yang teraliri banjir lahar dingin. Sebab, volume banjir seketika bisa membesar dan menghanyutkan benda di sekitarnya, karena tekanannya cukup besar.

Setelah dari Untalan, rombongan Kapolda Bali menyusuri kaki Gunung Agung menuju Pura Pasar Agung dan Pura Tirta di Banjar Yeh Kori, Desa Sibetan. Wilayah ini masuk kategori KRB III. Dalam perjalanan itu, rombongan Kapolda Bali melihat langsung tebalnya lumpur yang menutupi jalan dan keringnya padang gajah milik petani, akibat abu vulkanik Gunung Agung. “Ini sangat berbahaya, karena jaraknya hanya 3,5 km dari kawah Gunung Agung,” ujarnya.

Kapolres Karangasem AKBP I Wayan Gede Ardana, S.I.K., M.Si. menegaskan kegiatan turun langsung ke lokasi KRB III ini untuk memastikan langkah-langkah yang dilakukan jajaran kepolisian sudah berjalan dengan baik. “Warga semua sementara harus mengungsi. Kami turun ingin memastikannya. Selain itu, juga untuk menentukan langkah-langkah berikutnya dengan berkoordinasi dengan pihak terkait,” tegasnya. (binaw/humas-polda.bali/bpn)

Peduli, Kapolres Badung Serahkan Bantuan Untuk Pengungsi

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Status Awas Gunung Agung menyisakan kisah pilu terhadap para pengungsi, para pengungsi ini mengaku tak bisa berbuat banyak selain menunggu dan menunggu di perbolehkan untuk pulang kembali ke kampung halamannya untuk beraktifitas memenuhi kebutuhan hidupnya.

Namun di balik kepiluan itu, mereka sangat bangga dengan kepedulian masyarakat, aparat pemerintah yang selalu memberikan perhatian kepada mereka.Hal itu disampaikan salah satu pengungsi yang di tampung di Balai Subak Gaga Banjar Bindu Desa Mekar Bhuana Kecamatan Abiansemal Badung pada saat Kapolres Badung AKBP Yudith satriya Hananta,S.I.K didampingi Kapolsek Abiansemal mengunjungi tempat pengungsian, Rabu (6/12/2017).

Di hadapan orang nomor satu di Polres Badung ini, perwakilan pengungsi mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas perhatian Kapolres badung dan jajarannya serta masyarakat yang telah membantu baik secara moril dan material sehuingga beban yang mereka rasakan berkurang.

AKBP Yudith Satriya Hananta,S.I.K memberikan pesan pesan penyemangat agar para pengungsi tabah dalam menjalani ujian ini, mengajak agar tidak menjadikan sebuah beban yang sangat berat walaupun ujian ini cukup berat, masih banyak yang peduli terhadap kondisi seperti sekarang ini, selain itu AKBP Yudith Satriya Hananta,S.I.K juga mengajak para pengungsi untuk menjaga kesehatannya dengan menjaga kebersihan lingkungan.

Pada akhir kunjungannya, disaksikan kelihan Dinas Banjar Bindu dan Pekaseh Subak Gaga serta pengungsi lainnya, pemegang tongkat Komando di Polres Badung ini menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan pokok seperti beras, mie instan, telur, minyak goring, gula, kopi dan teh kepada pengungsi yang berjumlah 28 orang terdiri dari 8 kepala keluarga ini.

“Kami sangat merasakan beban yang mereka rasakan, untuk itu kami menyerahkan sedikit bantuan ini denfgan harapan dapat meringankan beban para pengungsi akibat status awas Gunung Agung ini,” ungkap mantan Kapolres Muna ini. (guz/humas-polres.badung/bpn)

Wabup Artha Dipa : Ini Banjir Akibat Hujan becampur Abu, Bukan Lahar Dingin

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Pasca ditetapkannya kembali status Awas (Level IV) Gunung Agung Kab. Karangasem Bali oleh PVMBG, muncul beragam kesimpangsiuran informasi lewat sosial media (info hoax).  Teranyar, di beberapa titik aliran sungai terjadi banjir pekat yang banyak disalah artikan oleh masyarakat awam sebagai banjir lahar dingin.

Menyikapi hal tersebut,  Wakil Bupati Artha Dipa didampingi Kapolsek Selat,  Kamtibmas Kec Rendang, Camat Selat, Camat Rendang, Perbekel Muncan dan tokoh masyarakat desa Muncan meninjau langsung banjir yang terjadi di Tukad Yeh Sah Desa Muncan, Senin (27/11/2017).

Wabup Artha Dipa menyatakan bahwa banjir ini bukan lahar dingin.Kondisi ini terjadi akibat hujan deras di hulu bercampur abu dan lumpur akibat hujan abu yang melanda beberapa wilayah Kab. Karangasem dan sekitarnya. “Bukan. Ini Banjir Akibat Hujan Abu, Bukan Lahar Dingin. Bedakan mana banjir lumpur, mana banjir lahar dingin. Untuk itu perlu dikoordinasikan dengan pihak BPBD jika masyarakat ragu atas fenomena alam yang terjadi saat ini, jangan langsung menyimpulkan sendiri sehingga membuat yang lain panik, ” imbuhnya.

Artha Dipa menghimbau masyarakat tidak panik namun tetap waspada dan selalu berkordinasi dengan pimpinan setempat untuk segala proses evakuasi erupsi Gunung Agung. “Tentunya kami pemerintah berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat agar kita semua terehindar dari bencana erupsi Gunung Agung dan semuanya selamat tidak ada satu pun yang mengalami masalah atau korban,” terangnya.

Sementara itu,  Perebekel Muncan  I Gusti Lanang Ngurah menambahkan, banjir ini terjadi sekitar pukul 01.00 Wita sampai sekarang. “Air begitu deras dan besar hingga pepohonan hanyut pula. Sebelumnya sempat mengecil lalu tadi pagi debit air membesar lagi,” ujarnya.

Warga sekitar juga menuturkan sejam sebelum banjir lumpur terjadi, kemarin warga mendengar gemuruh dan dentuman keras dari arah kawah Gunung Agung sebanyak dua kali sekitar pukul 21.00 Wita sampai kurang lebih pukul 23.00 Wita. (humas-karangasem/bpn)

Kurang Kendali, Bus Tabrak Tembok Bangunan Warga

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Satu unit bangunan Jebol akibat di sereruduk Bus Pariwisata sehabis turunkan muatan persembahyangan di parkiran purayu akibat sopir kurang kendali diJalan Raya Purwayu, Desa Tribuana Abang Karangasem, Minggu (25/6/2017) pukul 10.30 wita.

“Bersama rombongan yang datang dari Denpasar akan melaksanakan persembahyangan ke Pura Lempuyang dengan menumpang Bus terbagi menjadi dua rombongan, rombongan yang satunya behenti di terminal kemuda, yang satu menuju terminal pura ayu, selanjutnya Bus turun akan di parkir di terminal dalam keadaan kosong, saat melewati tikungan turunan tidak bisa menguasai kendaraannya dan menabrak bangunan Rumah milik ni ketut Suarti hingga tembok bangunan rumah mengalami jebol/rusak,” ucap Gede Marta Pradipa Sopir Bus DK 9215 AE.

Dari peristiwa tersebut bangunan memang kosong tidak ada penghuninya sehingga tidak terjadi korban Jiwa hanya mengalami kerugian materiil dari pemilik bangunan Ni Ketut Suarti sebesar RP. 9,5 juta dan kerusakan dari Kendaraan Bus Pariwisata DK 9215 AE mengalami Pecah kaca depan.

“Peristiwa tersebut terjadi namun tidak dilaporkan ke pihak lalu lintas polres karangasem karena telah di sepakati oleh kedua belah pihak dari pihak pemilik Bus Pariwisata yang di kendarai I Gede Marta Pradipa kepada pemilik bangunan Ni Ketut Suarti untuk mengganti rugi,” ujar Akp Nyoman Sugita Yasa, SH. (sanjaya/humas-polreskarangasem/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Wagub Sudikerta Salurkan Bantuan Untuk Pengungsi di Desa Culik dan Desa Datah, Karangasem

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Kondisi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem yang hingga kini masih mengalami erupsi dengan status level IV (awas) membuat masyarakat yang berada di wilayah Kawasan Rawan Bancana (KRB) III harus berada cukup lama di Posko Pengungsian, hal ini jelas akan mengganggu perekonomian mereka serta kebutuhan sehari-harinya.

Untuk meringankan beban para pengungsi, Kamis (14/12/2017) siang Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menyalurkan bantuan ke Posko Pengungsian di Banjar Seloni dan Banjar Dinas Amertasari, Desa Culik serta di Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem.

Kehadiran Wagub Sudikerta disambut baik masyarakat pengungsi yang berada di balai banjar setempat. Pada kesempatan tersebut, Sudikerta mengatakan jika penyaluran bantuan ini merupakan kepedulian pemerintah atas kejadian bencana alam erupsi Gunung Agung yang terjadi.

“Hari ini kita menyalurkan bantuan untuk masyarakat pengungsi yang ada di posko pengungsian di Desa Culik dan Desa Datah. Ini merupakan kepedulian pemerintah terhadap masyarakatnya yang saat ini terdampak erupsi Gunung Agung. Ini merupakan bencana alam, kita tidak bisa menolaknya, tapi kita bisa menghindarinya dengan cara mengungsi ketempat aman,” ujar Sudikerta.

Ditambahkan Orang nomor Dua di Pemprov Bali tersebut, kejadian ini belum diketahui hingga sampai kapan akan berakhir. Tentu hal ini akan mengganggu mata pencaharian masyarakat, sehingga akan menjadi masalah untuk jangka panjangnya. Untuk itu, ia berharap bencana ini bisa cepat selesai agar perekonomian masyarakat bisa kembali normal dan pengungsi bisa kembali beraktifitas seperti biasa.

“Kita semua tidak tau kapan semua ini akan berakhir, yang pasti kita harus tetap waspada dan menjaga diri serta keluarga lainnya. Belum pastinya kapan Gunung Agung akan selesai erupsi atau meletus, membuat kita harus menjadi lebih lama di pengungsian, tentu kita semua harus memikirkan juga jangka panjangnya nanti seperti apa. Karena ini terkait dengan pasokan logistik, mata pencarian dan yang lainnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut menurut Sudikerta, agar tidak mengalami kejenuhan selama berada di posko pengungsian, para pengungsi di minta untuk lebih aktif dan melakukan kegiatan yang bermanfaat agar kejenuhan selama di pengungsian bisa terhilangkang.

“Para pengungsi pasti jenuh, coba lebih aktif lagi dan lakukan kegiatan positif yang bisa bermaanfaat selama di pengungsian. Contohnya membuat kerajinan, membuat anyaman. Ya, lebih aktif lagi jangan hanya berdiam diri,” pintanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Sudikerta didampingi Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menyerahkan sejumlah uang dan sembako di masing-masing posko pengungsian.

Sementara itu, Camat Abang I Gusti Nyoman Darsana yang turut mendampingi penyerahan bantuan mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada pemerintah yang telah peduli kepada masyarakatnya yang saat ini tengah berada di posko pengungsian. Ia berharap agar penanganan pengungsi bisa terus diperhatikan agar kebutuhan logistik bisa berjalan lancar. Dijelaskan Darsana, di Desa Culik sendiri terdapat 942 jiwa pengungsi. Sedangkan untuk pengungsi di Desa Datah berjumlah 904 jiwa. (humas-bali/bpn)

Gubernur Pastika Bantu Made Stiyawati Yang Mengalami Kelumpuhan 

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Informasi dimedia sosial terkait adanya warga yang menderita kelumpuhan direspon cepat Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dan sekaligus mengutus tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, untuk mengecek kondisi Warga tersebut Selasa (13/3/2018).

Warga dimaksud yakni Ni Made Stiyawati (45), warga Banjar Dinas Padang Tunggal, Desa Duda, Selat, Karangasem, sejak kecil mengalami kelumpuhan dan nyaris tidak bisa berjalan. Dengan kondisi tidak bisa berjalan, Stiyawati juga sudah ditinggal mati oleh suami tercintanya beberapa tahun yang lalu, dan kini hanya tinggal bersama dua orang anaknya yakni  Wayan Sri Mertami dan Ni Made Rita Sandat Rahayu yang hidup serba kekurangan.

Untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya walaupun dengan kondisi tidak bisa jalan, Stiyawati tetap semangat dan berusaha dengan gigih membesarkan kedua anaknya dengan hasil menganyam bambu membuat kerajinan tangan kuskusan, yang hasilnya tidak menentu terkadang hanya 20 ribu rupiah itupun kalau ada yang membeli. Dari penghasilan sebesar itu sudah tidak mungkin cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari apalagi masih menanggung anak sekolah. Namun demikian Made Stiyawati tetap dibantu oleh saudara-saudara dekatnya.

Melihat kondisi sang ibu yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa, Wayan Sri Mertami yang merupakan anak pertama dari Made Stiyawati memutuskan untuk mengadu nasib dan astungkara Sri Mertami kini sudah mendapat pekerjaan di sebuah restoran di Denpasar. Hasil dari jerih payahnya itu nanti, mudah-mudahan bisa membantu ibunya, dan adiknya Ni Made Rita Sandat Rahayu yang saat ini masih duduk di bangku sekolah kelas 3 SMK Saraswati, Selat, Karangasem.

Menurut informasi dari Ketut Muspa Kepala Seksi Pelayanan Umum Kantor Camat Selat yang didampingi Wayan Agus Suliadi selaku Kepala Wilayah Padang Tunggal Kauh, dan I Kadek Eko Putrawan selaku Kepala Wilayah Padang Tunggal Kangin membenarkan warganya Ni Made Stiyawati mengalami kelumpuhan sejak kecil. Namun demikian, pihaknya berharap adanya bantuan baik dari pemerintah maupun para dermawan untuk meringankan beban hidup warganya yang saat ini mengalami kelumpuhan.

Untuk meringankan beban keluarga yang bersangkutan, pada kesempatan tersebut tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali didampingi aparat desa setempat, menyerahkan bantuan dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika berupa uang tunai yang diterima langsung oleh keluarga yang bersangkutan. Dengan harapan, bantuan tersebut dapat dipakai untuk yang lebih bermanfaat.(humas-bali/bpn)

Avanza Seruduk Empat Motor di Abang, Begini Kronologisnya

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Mobil Avansa DK 1313 SU yang dikemudikan I Made Surata menabrak motor yang sedang parkir di pinggir jalan yang ada di depannya secara beruntun. Kejadiannya di Jalan Culik – Amed, depan Dillons Bungalow, Dusun Babakan, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali, Kamis (1/6/2017) sekitar pukul 16.15 Wita.

Keempat sepeda motor yang seruduk itu masing-masing sepeda motor Supra warna hitam DK 5413 SF dan sepeda motor Shogun warna hitam DK 3271 FV, milik I Nyoman Rodi (40), sepeda motor Vario warna hitam DK 8599  SS dan Vario Warna Merah Dk 5836 SS milik I Wayan Jaga (45).

“Kita datang dari arah Amed menuju Culik sehabis mengikuti acara keluarga di Dusun Lean Bunutan, mendadak mobil oleng ke kiri dan lepas kendali  kemudian menabrak empat sepeda motor yang sedang parkir di pinggir jalan,” ucap I made Surata sesuai keterangannya pada polisi di TKP.

Aiptu Nyoman Sukarta yang mendatangi TKP mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun mobil yang menabrak penyok bagian kiri serta empat SPM yang mengalami kerusakan. “Pengemudi mobil I Made Surata bersedia mengganti kerugian perbaikan sepenuhnya kepada pemilik sepeda motor yang ditabraknya,” imbuhnya.

“Kejadian ini tidak dilaporkan ke Satlantas Polres mengingat sudah terjadi kesepakatan  akan mengganti rugi kerusakan dan dibawa ke bengkel di Amed,” ucap Kapolsek Abang AKP Nyoman Sugita Yasa, SH. (humas-polsekabang/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :