Pernyataan Kajari Karangasem Terkait Pungutan Desa Adat Dikatakan Pungli Sangat Disayangkan

0

BALIPOTALNEWS.COM, KARANGASEM – Pernyataan Kajari Karangasem yang menyatakan bahwa pungutan yang dilakukan oleh desa adat di Karangasem tanpa dasar hukum kuat seperti Perda merupakan pungli menuai protes dari berbagai elemen masyarakat. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Kajari Karangasem  I Nyoman Sucitrawan pada rapat dengan pimpinan lembaga daerah yang tergabung dalam Forkopinda Karangasem bersama  seluruh bendesa adat se-Karangasem di gedung UKM Center, Amlapura, selasa 19 September lalu seperti yang dimuat di harian lokal di Bali.

Menurut salah satu tokoh desa Bugbug, Karangasem I Nengah Yasa Adi Susanto menegaskan bahwa pihaknya sangat prihatin dan menyayangkan pernyataan yang diungkapkan oleh Kajari Karangasem tersebut. Seharusnya sebagai orang yang memimpin lembaga penegakan hukum di kabupaten Karangasem lebih memahami aturan yang mengatur tentang pungutan atau sumbangan yang didapatkan oleh desa adat yang sudah diatur oleh Pararem atau Awig di setiap desa yang ada di Bali. Sangat jelas disebutkan pada Peraturan Darah (Perda) Nomor 3 tahun 2003 tentang perubahan atas perda nomor 3 tahun 2001 tentang Desa Pekraman khususnya Bab VI Pasal 10 terkait pendapatan desa pekraman yang pada ayat (1) menyatakan bahwa “ Pendapatan desa pekraman diperoleh dari:

  1. Urunan krama desa pekraman
  2. Hasil pengelolaan kekayaan desa pekraman
  3. Hasil usaha Lembaga Perkreditan Desa (LPD)
  4. Bantuan pemerintah dan pemerintah daerah
  5. Pendapatan lainnya yang sah
  6. Sumbangan pihak ketiga yang tidak mengikat

Jadi jelas sekali kalau menurut Peraturan Darah (Perda) Nomor 3 tahun 2003 tentang perubahan atas perda nomor 3 tahun 2001 tentang Desa Pekraman bahwa pungutan yang dilakukan sesuai dengan pasal 10 ayat (1) huruf f oleh desa adat yang diatur melalui pararem adalah sah secara hukum adat dan tidak bisa dikatakan pungli.

I Nengah Yasa Adi Susanto, yang juga seorang Advokat ini menambahkan bahwa semua pihak harusnya menghormati keberadaan hukum adat karena hukum adat itu bahkan diatur dalam amandemen kedua UUD 1945 sebagaimana diatur dalam Pasal 18 B yang menyatakan bahwa “Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip negara kesatuan republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang. Jadi seharusnya semua pihak menghormati aturan yang dibuat oleh desa adat melalui pararem atau awig sehingga pungutan yang dilakukan oleh desa adat yang pengaturannya melalui pararem sepanjang tidak berlebihan adalah sah secara hukum adat dan tidak bisa dikatakan pungli. Sumbangan atau pungutan yang dilakukan desa adat kepada pihak ketiga yang masuk ke kawasan wisata yang merupakan wewidangan desa adat tersebut adalah sah bahkan merupakan perintah Peraturan Darah (Perda) Nomor 3 tahun 2003 tentang perubahan atas perda nomor 3 tahun 2001 tentang Desa Pekraman, khususnya pasal 10 ayat (1), tegas Adi.

Adi yang juga ketua DPW Bali Partai Solidaritas Indonesia ini menambahkan bahwa sebagai contoh nyata adalah di desa Bugbug yang memiliki kawasan wisata Bukit Asah dan Pasir Putih yang lagi ngetrend saat ini, kami membuka jalan dengan biaya sumbangan dari masyarakat Bugbug dan menghabiskan biaya miliaran rupiah dan sepeserpun belum ada bantuan dari pemkab Karangasem terkait pembuatan jalan dari Bukit Asah menuju pantai Bias Putih tersebut sehingga desa adat Bugbug membuat pararem terkait pemungutan sumbangan untuk penataan jalan dan kawasan wisata Bukti Asah dan Bias Putih kepada setiap orang luar desa adat Bugbug yang melancong atau melilacita ke kawasan tersebut. Apakah pungutan tersebut dikatakan pungli?, kalau itu dikatakan pungli bagaimana dengan tempat lainnya di Bali seperti pungutan untuk masuk ke Pantai Pandawa, Pantai Kedonganan, pantai Sanur dan daerah wisata lainnya di Bali apakah itu juga pungli? Semua pungutan tersebut dasarnya adalah pararem dan bahkan ada yang hanya berdasarkan keputusan Bendesa Adat, Kalau pungli kenapa mereka dibiarkan saja bertahun-tahun dan tidak pernah ditangkap?, tambah Adi.

Pihaknya berharap pejabat di Karangasem jangan membuat statemen yang bisa meresahkan masyarakat Karangasem karena kami ini masih resah dengan peningkatan status Gunung Agung. Seharusnya pimpinan di Karangasem fokus untuk memberikan pencerahan dan informasi yang jelas serta akurat kepada masyarakat Karangasem terkait dengan status Gunung Agung agar kita semua tidak panik dan resah. Masalah pungli bisa dikomunikasikan dengan desa adat masing-masing dan bila Pemkab ingin ikut menikmati kue dari sumbangan tersebut tinggal dikomunikasikan saja dengan desa adat masing-masing dan jangan justru mengeluarkan statemen yang bernada ancaman, tutup Adi. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Letusan Freatik Ketiga Gunung Agung, Vona Berwarna Orange

0

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Gunung Agung untuk ketiga kalinya meletus freatik pada Pukul 19.13 Wita, Sabtu (25/11/2017). Sebelumnya letusan freatik juga terjadi pada pukul 17.20 Wita.

Sementara itu untuk Vona, saat ini sudah berwarna orange. Kepulan asap tebal di puncak Gunung Agung cukup mengundang perhatian warga.

Beberapa nampak serius mengamati asap yang diperkirakan berasal dari erupsi. Namun demikian, warga belum berencana untuk mengungsi karena masih menunggu imbauan resmi pemerintah.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Kamil Devy Syahbana membenarkan bahwa gunung tertinggi di Pulau Dewata ini kembali mengalami erupsi freatik. Kata Devy, kolom abu saat erupsi teramati berwarna kelabu kehitaman dengan tekanan sedang.

Kepulan asap mencapai ketinggian 1.500 meter dari puncak gunung. Ketinggian ini jauh lebih tinggi ketika saat letusan freatik pada 21 November lalu yang hanya mencapai 600-700 meter di puncak..

“Kita minta masyarakat agar tetap tenang dan tetap mengikuti rekomendasi PVMBG. Gunung masih tetap pada status Level III (Siaga). Masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di dalam radius 6 kilometer ditambah perluasan sektoral sejauh 7.5 km ke arah Utara-Timurlaut, Tenggara dan Selatan-Baratdaya,” imbaunya.

Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru. Daerah yang terdampak antara lain Dusun Br. Belong, Pucang, dan Pengalusan (Desa Ban); Dusun Br. Badeg Kelodan, Badeg Tengah, Badegdukuh, Telunbuana, Pura, Lebih dan Sogra (Desa Sebudi); Dusun Br. Kesimpar, Kidulingkreteg, Putung, Temukus, Besakih dan Jugul (Desa Besakih); Dusun Br. Bukitpaon dan Tanaharon (Desa Buana Giri); Dusun Br. Yehkori, Untalan, Galih dan Pesagi (Desa Jungutan); dan sebagian wilayah Desa Dukuh. (balisiagabencana/bpn)

Bhayangkari Daerah Bali Tatap Muka dengan Bhayangkari Cabang Karangasem

0

BALIPORTLANEWS.COM – Ketua Bhayangkari Daerah Bali Ny. Barbara Golose didampingi Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Bali Ny. Ayu Alit Widana beserta Pengurus Bhayangkari Daerah Bali melaksanakan Kunjungan Kerja ke Pengurus Cabang Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Karangasem, Rabu (22/3/2017).

Rombongan Bhayangkari Daerah Bali disambut Ketua Cabang Bhayangkari Karangasem Ny. Ika Sugeng Sudarso. Tujuan dari kunjungan kerja ini adalah untuk bertatap muka sekaligus bersilaturahmi, sehingga dapat saling bertukar pendapat dan memberikan masukan bagi kepentingan organisasi dan kemajuan Bhayangkari.

Dihadapan 293 Bhayangkari yang hadir dalam kegiatan tatap muka tersebut, Ny. Barbara Golose menyampaikan salah satu wujud kesetiaan dan pengabdian Bhayangkari kepada suami sebagai upaya dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri yaitu selalu setia mendampingi suami dimanapun ditugaskan oleh pimpinan Polri. Menjadi Bhayangkari sudah menjadi pilihan saat mengikrarkan diri dalam menjalin rumah tangga.

“Bhayangkari harus memahami suka duka sebagai konsekuensi menjadi istri anggota Polri,” ujar istri dari Kapolda Bali ini.

Keberhasilan tugas suami sebagai anggota Polri berawal dari kondisi keluarga yang utuh dan harmonis, hal ini tidak terlepas dari sentuhan dan do’a istri. “Tugas Bhayangkari adalah memberikan dukungan fisik dan moril kepada para suami dalam melaksanakan tugas pokoknya, seperti melakukan kegiatan yang dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap kinerja Polri dan menyebarkan informasi positif kepada masyarakat tentang keberhasilan dan prestasi Polri,” tegas ibu kelahiran Manado ini.

Selain meninjau Taman Kanak-Kanak (TK) Kemala Bhayangkari 7 Amlapura dan memberikan tali asih kepada guru TK, Ketua Bhayangkari Daerah Bali beserta rombongan juga mengecek Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan mengawasi pelaksanaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Dangin Sema II Bhayangkari Cabang Karangasem. Tidak kalah penting, Ketua Bhayangkari Daerah Bali didampingi Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Bali memberikan tali asih kepada Warakawuri dan Dian Kemala Cabang Karangasem. Semua kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Hari Ulang Tahun Yayasan Kemala Bhayangkari (HUT YKB) Ke-37. (binaw/humas-polda/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Wabup Artha Dipa : Ini Banjir Akibat Hujan becampur Abu, Bukan Lahar Dingin

0

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Pasca ditetapkannya kembali status Awas (Level IV) Gunung Agung Kab. Karangasem Bali oleh PVMBG, muncul beragam kesimpangsiuran informasi lewat sosial media (info hoax).  Teranyar, di beberapa titik aliran sungai terjadi banjir pekat yang banyak disalah artikan oleh masyarakat awam sebagai banjir lahar dingin.

Menyikapi hal tersebut,  Wakil Bupati Artha Dipa didampingi Kapolsek Selat,  Kamtibmas Kec Rendang, Camat Selat, Camat Rendang, Perbekel Muncan dan tokoh masyarakat desa Muncan meninjau langsung banjir yang terjadi di Tukad Yeh Sah Desa Muncan, Senin (27/11/2017).

Wabup Artha Dipa menyatakan bahwa banjir ini bukan lahar dingin.Kondisi ini terjadi akibat hujan deras di hulu bercampur abu dan lumpur akibat hujan abu yang melanda beberapa wilayah Kab. Karangasem dan sekitarnya. “Bukan. Ini Banjir Akibat Hujan Abu, Bukan Lahar Dingin. Bedakan mana banjir lumpur, mana banjir lahar dingin. Untuk itu perlu dikoordinasikan dengan pihak BPBD jika masyarakat ragu atas fenomena alam yang terjadi saat ini, jangan langsung menyimpulkan sendiri sehingga membuat yang lain panik, ” imbuhnya.

Artha Dipa menghimbau masyarakat tidak panik namun tetap waspada dan selalu berkordinasi dengan pimpinan setempat untuk segala proses evakuasi erupsi Gunung Agung. “Tentunya kami pemerintah berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat agar kita semua terehindar dari bencana erupsi Gunung Agung dan semuanya selamat tidak ada satu pun yang mengalami masalah atau korban,” terangnya.

Sementara itu,  Perebekel Muncan  I Gusti Lanang Ngurah menambahkan, banjir ini terjadi sekitar pukul 01.00 Wita sampai sekarang. “Air begitu deras dan besar hingga pepohonan hanyut pula. Sebelumnya sempat mengecil lalu tadi pagi debit air membesar lagi,” ujarnya.

Warga sekitar juga menuturkan sejam sebelum banjir lumpur terjadi, kemarin warga mendengar gemuruh dan dentuman keras dari arah kawah Gunung Agung sebanyak dua kali sekitar pukul 21.00 Wita sampai kurang lebih pukul 23.00 Wita. (humas-karangasem/bpn)

Astra Motor Bali Berbagi ke Pengungsi Gunung Agung

0

BALIPORTALNEWS.COM – Sebagai bentuk kepedulian kepada para pengungsi Gunung Agung yang sudah hampir 3 Minggu meninggalkan daerahnya, dan berada di lokasi pengungsian, Astra Motor Bali melakukan kegiatan sosial melalui “Honda Untuk Bali” dengan  mengunjungi dan menyerahkan bantuan kepada para pengungsi. Kegiatan yang bertajuk “Satu Hati Saling Berbagi” sebelumnya telah mengumpulkan donasi secara sukarela dari internal karyawan, dan jaringan Honda. Penyerahanan bantuan dilakukan, 12 Oktober 2017, yang dilakukan perwakilan ikatan karyawan Astra Motor, dan perwakilan dealer Honda Bali.

Seperti yang telah diketahui, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terhitung sejak, 22 September 2017 status Gunung Agung ditetapkan waspada dan statusnya meningkat menjadi awas. Jumlah pengungsi saat ini, sudah mencapai ratusan ribu yang menempati beberapa titik aman di kawasan Bali.

“Kami tergerak untuk memberikan bantuan kepada para pengungsi karena melihat banyaknya jumlah pengungsi yang masih membutuhkan beberapa kebutuhan, seperti makanan dan minuman, perlengkapan sehari-hari, obat-obatan dan peralatan tidur yang kami sasar di 2 titik posko, Bale Desa Penuktukan, Singaraja, dan Pos Banjar Mandira, Desa Sengkidu, Karangasem,’’ kata Tangguh Rinekso, selaku PIC CSR Astra Motor Bali.

“Selain memberikan bantuan, kami juga melakukan interaksi dengan anak-anak pengungsi dengan mengajak mereka bermain games penuh dengan hadiah-hadiah berupa alat-alat tulis dan mainan anak-anak,” sambung Tangguh.

Sementara Perbekel Desa Penuktukan, Singaraja, Made Maduarta, mengaku sangat terbantu dan mengucapkan terima kasih dan berharap supaya keadaan  ini segera berakhir, sehingga bisa kembali lagi kedaerah asal, serta sangat senang melihat anak-anak sangat terhibur dengan kedekatan dari tim Honda.

Sebelumnya juga di GOR Swecapura Klungkung, telah didirikan tenda dapur umum untuk mengakomodir relawan saat memasak makanan kebutuhan sehari-hari para pengungsi.

Pengumpulan donasi berikutnya masih tetap dilakukan, dan secara bertahap akan didistribusikan kembali dengan harapan bantuan ini dapat meringankan beban para pengungsi dan mencukupi kebutuhan selama dipengungsian. (ngr/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Gunung Agung Erupsi Mengeluarkan Abu Setinggi 1.500 Meter, Masyarakat Dihimbau Tetap Tenang

0

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM –Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali kembali mengalami erupsi pada Sabtu (25/11/2017) pukul 17:30 WITA. Kolom abu teralati berwarna kelabu-kehitaman bertekanan sedang setinggi 1.500 m di atas puncak Gunung Agung. Erupsi secara visual teramati dari daerah Culik dan Batulompeh ke arah Barat- Barat daya, asap kelabu-kehitaman tekanan sedang.

Ini adalah erupsi kedua dari Gunung Agung dengan tinggi kolom abu lebih tinggi dari erupsi sebelumnya. Erupsi Gunung Agung pertama terjadi pada Selasa (21/11/2017) pukul 17:05 WITA dengan inggi asap kelabu tebal dengan tekanan sedang maksimum 700 meter.

Hingga saat ini PVMBG masih terus menganalisis erupsinya. Tidak ada peningkatan aktivitas kegempaan dan vulkanik setelah erupsi hingga petang ini.

Status Gunung Agung hingga saat ini tetap Siaga (level 3). Tidak ada peningkatan status gunungapi. PVMBG terus melakukan pemantauan dan analisis aktivitas vulkanik. Rekomendasi juga tetap yaitu agar tidak melakukan aktivitas apapun di dalam radius 6 km ditambah perluasan sektoral sejauh 7.5 km ke arah Utara-Timurlaut, Tenggara dan Selatan-Baratdaya.

Masyarakat di sekitar Gunung Agung tidak panik. Masyarakat telah banyak memperoleh informasi dan sosialisasi terkait Gunung Agung. Data pengungsi pada Sabtu siang tadi sebanyak 25.016 jiwa yang tersebar du 224 titik pengungsian.

Masyarakat dihimbau tetap tenang. Jangan panik dan terpancing isu-isu menyesatkan. PVMBG akan terus memberikan informasi terkini. BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian/Lembaga, BPBD, SKPD, relawan dan semua unsur terkait akan memberikan penanganan pengungsi.

Kondisi Bali tetap aman. Bandara Internasional Ngurah Rai masih aman dan normal. Pariwisata di Bali juga masih aman, selain di radius berbahaya di sekitar Gunung Agung yang ditetapkan PVMBG yang memang tidak boleh ada aktivitas masyarakat. (humas-bnpb/bpn)

Kadek Melantika Derita Tumor Pembuluh Darah, Mengundang Simpati Gubernur Pastika

0

BALIPORTALNEWS.COM – Ni Kadek Melantika Intania Putri, balita berusia 6 bulan asal Br. Pesangkan Anyar, Desa Duda Timur, Selat, Karangasem, yang menderita tumor pembuluh darah, menyita perhatian Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Orang nomor satu di Pemprov Bali ini secara khusus mengirim tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk meninjau dan menyerahkan bantuan, Senin (15/5/2017).

Tim saat ke lokasi hanya menemui kakek Kadek Melantika, Wayan Mudayasa (80). Saat itu, Kadek Melantika sedang diajak oleh ibunya, Ni Nyoman Murniati kontrol ke RSUP Sanglah.

Seperti diceritakan Mudayasa, penyakit yang diderita cucunya tersebut diketahui pertama kali saat Melantika berumur 2 bulan, dari hasil tes dan pemeriksaan laboratorium yang dilakukan di Rumah Sakit Sanglah setelah mendapat rujukan dari rumah sakit umum Karangasem. Awalnya tumbuh benjolan kecil dibawah ketiak putri pasangan I Nengah Muliana (alm) – Ni Nyoman Murniati ini.

Saat ini Melantika dengan dianter ibunya, tiap minggu mesti bolak-balik ke Denpasar hanya untuk sebatas kontrol. Ibu Melantika yang menjadi tulang punggung keluarga saat ini menurutnya tidak memiliki penghasilan tetap, sehingga belum bisa menanggung biaya operasi yang diperkirakan lumayan besar.

“Mantu tiang hanya jualan godoh (pisang goreng), untuk menanggung anak-anak dan saya yang sudah terkena stroke saja sudah kekurangan, dimana kami nyari uang buat operasi,” ujar Mudayasa sedih seraya menyampaikan harapannya agar bisa segera dibantu pengobatan terutama tindakan operasi, agar cucunya bisa tumbuh dan berkembang layaknya anak seusianya.

Ia pun menyampaikan terimakasih atas bantuan dari Gubernur Bali yang disampaikan melalui tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, yang menurutnya sepenuhnya akan dimanfaatkan untuk pembiayaan cucunya.

Perbekel Desa Duda Timur, I Gede Pawana, yang ikut mendampingi tim saat meninjau lokasi pun membenarkan musibah yang dialami warganya. Sakit yang dialami Melantika, menurutnya menjalar sangat cepat, sejak pertama kali diketahui hingga saat ini sudah 4 bulan berlalu, benjolan yang tumbuh membesar dengan cepat, dan dikhawatirkan akan semakin parah. Ia mengaku sudah memfasilitasi pengobatan Melantika ke RSU Karangasem hingga akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah, guna penanganan lebih lanjut.

Namun sampai saat ini belum mendapat tindakan operasi.  Pada kesempatan itu pun dia menyampaikan terima kasih atas bantuan LSM dan komunitas lainnya yang telah membantu Kadek Melantika, dan dengan turunnya tim Biro Humas dan Protokol selaku perwakilan Pemprov Bali diharapkan dapat mempercepat proses penanganan berupa operasi dan penaganan lainnya.

”Sekali lagi kami selaku Perbekel desa Duda Timur, sangat mengharapkan bantuan surat rekomendasi dari dokter agar tindakan operasi bisa cepat dilakukan. Kami takutnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang lebih parah,” ujar Pawana seraya menyampaikan saat ini Melantika bersama ibunya tinggal di Denpasar di rumah singgah sebuah yayasan sosial, untuk mempermudah selama proses pengobatan.

Pada kesempatan itu, tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali menyerahkan bantuan sementara dari Gubernur Bali berupa sejumlah uang tunai, dan terkait pengobatan lebih lanjut terhadap Kadek Melantika akan dikoordinasikan dengan instansi terkait. Melalui kesempatan itu, juga diharapkan dapat menggugah rasa kepedulian masyarakat terhadap sesama yang membutuhkan. (r/humas-bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Kurang Kendali, Bus Tabrak Tembok Bangunan Warga

0

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Satu unit bangunan Jebol akibat di sereruduk Bus Pariwisata sehabis turunkan muatan persembahyangan di parkiran purayu akibat sopir kurang kendali diJalan Raya Purwayu, Desa Tribuana Abang Karangasem, Minggu (25/6/2017) pukul 10.30 wita.

“Bersama rombongan yang datang dari Denpasar akan melaksanakan persembahyangan ke Pura Lempuyang dengan menumpang Bus terbagi menjadi dua rombongan, rombongan yang satunya behenti di terminal kemuda, yang satu menuju terminal pura ayu, selanjutnya Bus turun akan di parkir di terminal dalam keadaan kosong, saat melewati tikungan turunan tidak bisa menguasai kendaraannya dan menabrak bangunan Rumah milik ni ketut Suarti hingga tembok bangunan rumah mengalami jebol/rusak,” ucap Gede Marta Pradipa Sopir Bus DK 9215 AE.

Dari peristiwa tersebut bangunan memang kosong tidak ada penghuninya sehingga tidak terjadi korban Jiwa hanya mengalami kerugian materiil dari pemilik bangunan Ni Ketut Suarti sebesar RP. 9,5 juta dan kerusakan dari Kendaraan Bus Pariwisata DK 9215 AE mengalami Pecah kaca depan.

“Peristiwa tersebut terjadi namun tidak dilaporkan ke pihak lalu lintas polres karangasem karena telah di sepakati oleh kedua belah pihak dari pihak pemilik Bus Pariwisata yang di kendarai I Gede Marta Pradipa kepada pemilik bangunan Ni Ketut Suarti untuk mengganti rugi,” ujar Akp Nyoman Sugita Yasa, SH. (sanjaya/humas-polreskarangasem/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Polisi dan Pengungsi Bantu Warga Desa Purwakerti Panen Kacang Tanah 

0

BALIPORTALNEWS.COM – Para pengungsi berasal dari Banjar Dinas Batu Dawe, Tulamben, Kubu yang menempati pos pengungsian di Banjar Babakan, Purwakerti, Abang, Karangasem diajak beraktifitas oleh warga setempat untuk memanen kacang tanah, Selasa (3/10/2017). Aktifitas masyarakat ini mendapat perhatian dari Bhabinkamtibmas Desa Purwakerti Aiptu I Nyoman Mudiasa yang saat itu melintas melaksanakan patroli.

Tanpa canggung Aiptu I Nyoman Mudiasa turun ke ladang untuk membantu warganya memanen kacang tanah. Kesempatan itu pun dijadikan untuk menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada warga pengungsi. Para pengungsi diminta untuk tetap sabar, tenang dan tidak panik dalam menghadapi musibah ini. “Gunung meletus, gempa bumi dan tsunami bukan karena ulah manusia, tetapi itu semua terjadi karena kehendak alam,” ucapnya.

Dijelaskannya, saat ini pemerintah masih menetapkan status Gunung Agung pada level empat. Meskipun wajah Gunung Agung terlihat sangat jelas, namun desa binaannya tidak termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) sehingga masyarakat tetap beraktifitas seperti biasa  pada siang hari.

“Saya sangat salut dengan warga Purwakerti yang mau mengajak para pengungsi dari Banjar Dinas Batu Dawe, Tulamben, Kubu untuk memanen kacang tanah. Dengan cara ini, para pengungsi tidak akan merasa bosan saat berada di pos pengungsian,” imbuhnya. (binaw/humas-polda.bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :