Wabup Artha Dipa : Ini Banjir Akibat Hujan becampur Abu, Bukan Lahar Dingin

0

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Pasca ditetapkannya kembali status Awas (Level IV) Gunung Agung Kab. Karangasem Bali oleh PVMBG, muncul beragam kesimpangsiuran informasi lewat sosial media (info hoax).  Teranyar, di beberapa titik aliran sungai terjadi banjir pekat yang banyak disalah artikan oleh masyarakat awam sebagai banjir lahar dingin.

Menyikapi hal tersebut,  Wakil Bupati Artha Dipa didampingi Kapolsek Selat,  Kamtibmas Kec Rendang, Camat Selat, Camat Rendang, Perbekel Muncan dan tokoh masyarakat desa Muncan meninjau langsung banjir yang terjadi di Tukad Yeh Sah Desa Muncan, Senin (27/11/2017).

Wabup Artha Dipa menyatakan bahwa banjir ini bukan lahar dingin.Kondisi ini terjadi akibat hujan deras di hulu bercampur abu dan lumpur akibat hujan abu yang melanda beberapa wilayah Kab. Karangasem dan sekitarnya. “Bukan. Ini Banjir Akibat Hujan Abu, Bukan Lahar Dingin. Bedakan mana banjir lumpur, mana banjir lahar dingin. Untuk itu perlu dikoordinasikan dengan pihak BPBD jika masyarakat ragu atas fenomena alam yang terjadi saat ini, jangan langsung menyimpulkan sendiri sehingga membuat yang lain panik, ” imbuhnya.

Artha Dipa menghimbau masyarakat tidak panik namun tetap waspada dan selalu berkordinasi dengan pimpinan setempat untuk segala proses evakuasi erupsi Gunung Agung. “Tentunya kami pemerintah berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat agar kita semua terehindar dari bencana erupsi Gunung Agung dan semuanya selamat tidak ada satu pun yang mengalami masalah atau korban,” terangnya.

Sementara itu,  Perebekel Muncan  I Gusti Lanang Ngurah menambahkan, banjir ini terjadi sekitar pukul 01.00 Wita sampai sekarang. “Air begitu deras dan besar hingga pepohonan hanyut pula. Sebelumnya sempat mengecil lalu tadi pagi debit air membesar lagi,” ujarnya.

Warga sekitar juga menuturkan sejam sebelum banjir lumpur terjadi, kemarin warga mendengar gemuruh dan dentuman keras dari arah kawah Gunung Agung sebanyak dua kali sekitar pukul 21.00 Wita sampai kurang lebih pukul 23.00 Wita. (humas-karangasem/bpn)

Mas Sumatri-Artha Dipa Turun Langsung Kunjungi Pengungsi Warga Tihing Seka

0

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Minggu malam  (26/11/2017) sekitar pukul 19.30 Wita, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri bersama Wabup Artha Dipa didampingi Sekda Adnya Mulyadi, Camat Bebandem dan Kabag Humas turun langsung kunjungi 35 KK warga Banjar Dinas Tihing Seka Desa Bebandem Karangasem yang medunungan (mengungsi) di Balai Masyarakat Desa Bebandem, Karangasem.

Mengungsinya 35 KK warga Tihing Seka  Desa Bebandem itu  akibat kembali meletusnya Gunung Agung pada Sabtu malam (25/11) pukul 21.00 Wita, kemarin, yang mana sebelumnya Gunung Agung mengawali letusan pada Selasa 21 Nopember 2017, pukul 17:05 Wita.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mas Sumatri menyampaikan pada warga Tihing Seka Desa Bebandem untuk tetap tenang namun tetap menjaga kewaspadaan dan mengikuti himbauan Pemerintah beserta aparatur terkait lainnya untuk mengikuti arahan dan rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi agar warga di Zona Siaga tetap untuk mengungsi. (humas-karangasem/bpn)

Letusan Freatik Ketiga Gunung Agung, Vona Berwarna Orange

0

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Gunung Agung untuk ketiga kalinya meletus freatik pada Pukul 19.13 Wita, Sabtu (25/11/2017). Sebelumnya letusan freatik juga terjadi pada pukul 17.20 Wita.

Sementara itu untuk Vona, saat ini sudah berwarna orange. Kepulan asap tebal di puncak Gunung Agung cukup mengundang perhatian warga.

Beberapa nampak serius mengamati asap yang diperkirakan berasal dari erupsi. Namun demikian, warga belum berencana untuk mengungsi karena masih menunggu imbauan resmi pemerintah.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Kamil Devy Syahbana membenarkan bahwa gunung tertinggi di Pulau Dewata ini kembali mengalami erupsi freatik. Kata Devy, kolom abu saat erupsi teramati berwarna kelabu kehitaman dengan tekanan sedang.

Kepulan asap mencapai ketinggian 1.500 meter dari puncak gunung. Ketinggian ini jauh lebih tinggi ketika saat letusan freatik pada 21 November lalu yang hanya mencapai 600-700 meter di puncak..

“Kita minta masyarakat agar tetap tenang dan tetap mengikuti rekomendasi PVMBG. Gunung masih tetap pada status Level III (Siaga). Masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di dalam radius 6 kilometer ditambah perluasan sektoral sejauh 7.5 km ke arah Utara-Timurlaut, Tenggara dan Selatan-Baratdaya,” imbaunya.

Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru. Daerah yang terdampak antara lain Dusun Br. Belong, Pucang, dan Pengalusan (Desa Ban); Dusun Br. Badeg Kelodan, Badeg Tengah, Badegdukuh, Telunbuana, Pura, Lebih dan Sogra (Desa Sebudi); Dusun Br. Kesimpar, Kidulingkreteg, Putung, Temukus, Besakih dan Jugul (Desa Besakih); Dusun Br. Bukitpaon dan Tanaharon (Desa Buana Giri); Dusun Br. Yehkori, Untalan, Galih dan Pesagi (Desa Jungutan); dan sebagian wilayah Desa Dukuh. (balisiagabencana/bpn)

Gunung Agung Erupsi Mengeluarkan Abu Setinggi 1.500 Meter, Masyarakat Dihimbau Tetap Tenang

0

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM –Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali kembali mengalami erupsi pada Sabtu (25/11/2017) pukul 17:30 WITA. Kolom abu teralati berwarna kelabu-kehitaman bertekanan sedang setinggi 1.500 m di atas puncak Gunung Agung. Erupsi secara visual teramati dari daerah Culik dan Batulompeh ke arah Barat- Barat daya, asap kelabu-kehitaman tekanan sedang.

Ini adalah erupsi kedua dari Gunung Agung dengan tinggi kolom abu lebih tinggi dari erupsi sebelumnya. Erupsi Gunung Agung pertama terjadi pada Selasa (21/11/2017) pukul 17:05 WITA dengan inggi asap kelabu tebal dengan tekanan sedang maksimum 700 meter.

Hingga saat ini PVMBG masih terus menganalisis erupsinya. Tidak ada peningkatan aktivitas kegempaan dan vulkanik setelah erupsi hingga petang ini.

Status Gunung Agung hingga saat ini tetap Siaga (level 3). Tidak ada peningkatan status gunungapi. PVMBG terus melakukan pemantauan dan analisis aktivitas vulkanik. Rekomendasi juga tetap yaitu agar tidak melakukan aktivitas apapun di dalam radius 6 km ditambah perluasan sektoral sejauh 7.5 km ke arah Utara-Timurlaut, Tenggara dan Selatan-Baratdaya.

Masyarakat di sekitar Gunung Agung tidak panik. Masyarakat telah banyak memperoleh informasi dan sosialisasi terkait Gunung Agung. Data pengungsi pada Sabtu siang tadi sebanyak 25.016 jiwa yang tersebar du 224 titik pengungsian.

Masyarakat dihimbau tetap tenang. Jangan panik dan terpancing isu-isu menyesatkan. PVMBG akan terus memberikan informasi terkini. BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian/Lembaga, BPBD, SKPD, relawan dan semua unsur terkait akan memberikan penanganan pengungsi.

Kondisi Bali tetap aman. Bandara Internasional Ngurah Rai masih aman dan normal. Pariwisata di Bali juga masih aman, selain di radius berbahaya di sekitar Gunung Agung yang ditetapkan PVMBG yang memang tidak boleh ada aktivitas masyarakat. (humas-bnpb/bpn)

Astra Motor Bali Berbagi ke Pengungsi Gunung Agung

0

BALIPORTALNEWS.COM – Sebagai bentuk kepedulian kepada para pengungsi Gunung Agung yang sudah hampir 3 Minggu meninggalkan daerahnya, dan berada di lokasi pengungsian, Astra Motor Bali melakukan kegiatan sosial melalui “Honda Untuk Bali” dengan  mengunjungi dan menyerahkan bantuan kepada para pengungsi. Kegiatan yang bertajuk “Satu Hati Saling Berbagi” sebelumnya telah mengumpulkan donasi secara sukarela dari internal karyawan, dan jaringan Honda. Penyerahanan bantuan dilakukan, 12 Oktober 2017, yang dilakukan perwakilan ikatan karyawan Astra Motor, dan perwakilan dealer Honda Bali.

Seperti yang telah diketahui, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terhitung sejak, 22 September 2017 status Gunung Agung ditetapkan waspada dan statusnya meningkat menjadi awas. Jumlah pengungsi saat ini, sudah mencapai ratusan ribu yang menempati beberapa titik aman di kawasan Bali.

“Kami tergerak untuk memberikan bantuan kepada para pengungsi karena melihat banyaknya jumlah pengungsi yang masih membutuhkan beberapa kebutuhan, seperti makanan dan minuman, perlengkapan sehari-hari, obat-obatan dan peralatan tidur yang kami sasar di 2 titik posko, Bale Desa Penuktukan, Singaraja, dan Pos Banjar Mandira, Desa Sengkidu, Karangasem,’’ kata Tangguh Rinekso, selaku PIC CSR Astra Motor Bali.

“Selain memberikan bantuan, kami juga melakukan interaksi dengan anak-anak pengungsi dengan mengajak mereka bermain games penuh dengan hadiah-hadiah berupa alat-alat tulis dan mainan anak-anak,” sambung Tangguh.

Sementara Perbekel Desa Penuktukan, Singaraja, Made Maduarta, mengaku sangat terbantu dan mengucapkan terima kasih dan berharap supaya keadaan  ini segera berakhir, sehingga bisa kembali lagi kedaerah asal, serta sangat senang melihat anak-anak sangat terhibur dengan kedekatan dari tim Honda.

Sebelumnya juga di GOR Swecapura Klungkung, telah didirikan tenda dapur umum untuk mengakomodir relawan saat memasak makanan kebutuhan sehari-hari para pengungsi.

Pengumpulan donasi berikutnya masih tetap dilakukan, dan secara bertahap akan didistribusikan kembali dengan harapan bantuan ini dapat meringankan beban para pengungsi dan mencukupi kebutuhan selama dipengungsian. (ngr/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pemkot Denpasar Siap Berkolaborasi Dengan Pemkab Karangasem

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pendataan dan langkah tanggap bencana KRB. Gunung Agung melalui Aplikasi Damamaya Denpasar Cyber Monitor mendapat respon postif dari Pemerintah Kabupaten Karangasem. Respon positif ini disampaikan Wakil Bupati Karangasem Wayan Arta Dipa, yang hadir di ruang Control Room Denpasar Damamaya Cyber Monitor,  Selasa (10/10/2017). Kehadiran Wabup Karangasem disambut Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra bersama OPD terkait.

Dalam pertemuan tersebut Walikota Rai Mantra menyatakan siap berkolaborasi dengan Pemkab Karangasem melakukan pemantauan bersama tanggap bencana KRB. Gunung Agung. Seperti diketahui sebelumnya dari meningkatnya status Gunung Agung, Pemkot Denpasar telah membuat aplikasi tanggap bencana melalui aplikasi Pro Denpasar dan pusatdata.denpasarkota.go.id.

‘’Dari aplikasi ini kita dapat mengakses data lengkap pengungsi di Denpasar sesuai dengan asal warga, hingga melakukan aplikasi pemantauan aktivitas Gunung Agung,’’ ujar Walikota Rai Mantra.

Lebih lanjut Rai Mantra mengajak Pemkab Karangasem dapat melakukan koordinasi langsung dengan Damamaya Denpasar Cyber Monitor yang melakukan pendataan dari tingkat banjar, desa/keluraha hingga kecamatan meliputi jumlah siswa sekolah, lansia, ibu hamil, balita hingga pendistribusian logistik.

‘’Saat ini jumlah pengungsi secara keseluruhan di Denpasar mencapai 14 ribu lebih warga Karangasem,’’ ujarnya sembari mengatakan Damamaya Denpasar Cyber Monitor juga dapat dimanfaatkan kabupaten lainnya dalam kolaborasi berbagai aplikasi yang ada.

Wabup Karangasem Arta Dipa mengatakan kehadiran di Kota Denpasar untuk melihat langsung kondisi serta data pasti jumlah warga KRB Gunung Agung. Dengan pendataan menggunakan aplikasi di Denpasar Damamaya Cyber Monitor telah menampilkan data pasti masyarakatnya di Denpasar. Disamping itu dari 28 desa warga masyarakat Karangasem yang mengungsi menyebar di Kabupaten dan Kota.

Di Kota Denpasar warga KRB. Gunung Agung telah mendapatkan berbagai pelayanan dari Walikota Rai Mantra dan seluruh jajaran Pemkot Denpasar. Saat ini menurutnya, Pemkab Karangasem telah mepersiapkan berbagai langkah darurat Gunung Agung sesuai tahapan yang telah ditentukan serta penanganan dilakukan bersama dengan Pemerintah Provinsi Bali. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan bupati/walikota se-Bali dalam langklah darurat Gunung Agung.

‘’185 ribu lebih warga masyarakat karangasem yang harus mengungsi menghindari kawasan rawan bencanan Gunung Agung,’’ ujarnya.

Disamping melakukan pertemuan di Denpasar Damamaya Cyber Monitor, Walikota Rai Mantra dan Wabup Karangasem juga langsung meninjau warga karangasem yang mengungsi di Posko Induk Lapangan Kompyang Sujana, Posko Mandiri Gurita Jl. Gurita Sesetan, dan Posko I di Jl. Danau Tempe.  (pur/humasdps/bpn)    


Pantau terus baliportalnews.com di :

Polisi dan Pengungsi Bantu Warga Desa Purwakerti Panen Kacang Tanah 

0

BALIPORTALNEWS.COM – Para pengungsi berasal dari Banjar Dinas Batu Dawe, Tulamben, Kubu yang menempati pos pengungsian di Banjar Babakan, Purwakerti, Abang, Karangasem diajak beraktifitas oleh warga setempat untuk memanen kacang tanah, Selasa (3/10/2017). Aktifitas masyarakat ini mendapat perhatian dari Bhabinkamtibmas Desa Purwakerti Aiptu I Nyoman Mudiasa yang saat itu melintas melaksanakan patroli.

Tanpa canggung Aiptu I Nyoman Mudiasa turun ke ladang untuk membantu warganya memanen kacang tanah. Kesempatan itu pun dijadikan untuk menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada warga pengungsi. Para pengungsi diminta untuk tetap sabar, tenang dan tidak panik dalam menghadapi musibah ini. “Gunung meletus, gempa bumi dan tsunami bukan karena ulah manusia, tetapi itu semua terjadi karena kehendak alam,” ucapnya.

Dijelaskannya, saat ini pemerintah masih menetapkan status Gunung Agung pada level empat. Meskipun wajah Gunung Agung terlihat sangat jelas, namun desa binaannya tidak termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) sehingga masyarakat tetap beraktifitas seperti biasa  pada siang hari.

“Saya sangat salut dengan warga Purwakerti yang mau mengajak para pengungsi dari Banjar Dinas Batu Dawe, Tulamben, Kubu untuk memanen kacang tanah. Dengan cara ini, para pengungsi tidak akan merasa bosan saat berada di pos pengungsian,” imbuhnya. (binaw/humas-polda.bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Hibur Ratusan  Pengungsi, Satuan Binmas Polres Karangasem Gelar Nobar Wayang Cenk Blonk

0

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Dalam rangka memberikan hiburan kepada para pengungsi Gunung Agung, Satuan Binmas Polres Karangasem menggelar hiburan Nobar (nonton bareng) Wayang Kulit Cenk Blonk di Balai Banjar Dukuh, Sibetan, Bebandem, Karangasem, Minggu (1/10) sekitar pukul 19.30 Wita.

Kegiatan ini terselenggara atas inisiatif  Iptu Sutoyo  dengan staf operator mobil penyuluhan Binmas Aipda Eko Waluyo, S.Sos dan Aiptu I Komang Kartika.

Program hiburan Nobar oleh Satuan Binmas Polres Karangasem ini dilaksanakan keliling ke tempat-tempat pengungsian di Kabupaten Karangasem untuk memberikan hiburan dan edukasi bagi para pengungsi. Sebanyak 589 warga pengungsi yang berasal dari Banjar Yeh Kori dan Desa Jungutan terlihat antusias menyaksikan wayang kulit ini.

Kapolres Karangasem AKBP I Wayan Gede Ardana, S.I.K.,  M.Si.  selaku Wadansatgas Operasi Penanganan Gunung Agung,  mengatakan sangat  penting untuk   memberikan penanganan khusus bagi para pengungsi.  Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memberikan hiburan kepada anak-anak serta warga di tempat-tempat pengungsian, sehingga dapat melupakan kesedihan karena meninggalkan rumah ke tempat pengungsian.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan secara maksimal untuk memulihkan dampak psikologis kepada para pengungsi dengan memberikan hiburan, sehingga  anak-anak dan warga pengungsi merasa terhibur,” ucap Kapolres Karangasem, Senin (2/10/2017).

Sementara I Komang Edi Saputra selaku Klian Banjar mengucapkan banyak terima kasih atas program pemutaran Wayang Kulit Cenk Blonk  ini.  Warga pengungsi terlihat sangat terhibur, hal ini terbukti dari banyaknya warga yang tertawa karena kelucuan Sang Dalang saat membawakan lakon para wayang.

“Warga pengungsi memang selama ini haus akan hiburan, semoga dengan nonton bareng ini, masyarakat bisa sedikit melupakan kesedihannya akibat peningkatan aktivitas Gunung Agung,” imbuhnya. (binaw/humas-polda.bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pernyataan Kajari Karangasem Terkait Pungutan Desa Adat Dikatakan Pungli Sangat Disayangkan

0

BALIPOTALNEWS.COM, KARANGASEM – Pernyataan Kajari Karangasem yang menyatakan bahwa pungutan yang dilakukan oleh desa adat di Karangasem tanpa dasar hukum kuat seperti Perda merupakan pungli menuai protes dari berbagai elemen masyarakat. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Kajari Karangasem  I Nyoman Sucitrawan pada rapat dengan pimpinan lembaga daerah yang tergabung dalam Forkopinda Karangasem bersama  seluruh bendesa adat se-Karangasem di gedung UKM Center, Amlapura, selasa 19 September lalu seperti yang dimuat di harian lokal di Bali.

Menurut salah satu tokoh desa Bugbug, Karangasem I Nengah Yasa Adi Susanto menegaskan bahwa pihaknya sangat prihatin dan menyayangkan pernyataan yang diungkapkan oleh Kajari Karangasem tersebut. Seharusnya sebagai orang yang memimpin lembaga penegakan hukum di kabupaten Karangasem lebih memahami aturan yang mengatur tentang pungutan atau sumbangan yang didapatkan oleh desa adat yang sudah diatur oleh Pararem atau Awig di setiap desa yang ada di Bali. Sangat jelas disebutkan pada Peraturan Darah (Perda) Nomor 3 tahun 2003 tentang perubahan atas perda nomor 3 tahun 2001 tentang Desa Pekraman khususnya Bab VI Pasal 10 terkait pendapatan desa pekraman yang pada ayat (1) menyatakan bahwa “ Pendapatan desa pekraman diperoleh dari:

  1. Urunan krama desa pekraman
  2. Hasil pengelolaan kekayaan desa pekraman
  3. Hasil usaha Lembaga Perkreditan Desa (LPD)
  4. Bantuan pemerintah dan pemerintah daerah
  5. Pendapatan lainnya yang sah
  6. Sumbangan pihak ketiga yang tidak mengikat

Jadi jelas sekali kalau menurut Peraturan Darah (Perda) Nomor 3 tahun 2003 tentang perubahan atas perda nomor 3 tahun 2001 tentang Desa Pekraman bahwa pungutan yang dilakukan sesuai dengan pasal 10 ayat (1) huruf f oleh desa adat yang diatur melalui pararem adalah sah secara hukum adat dan tidak bisa dikatakan pungli.

I Nengah Yasa Adi Susanto, yang juga seorang Advokat ini menambahkan bahwa semua pihak harusnya menghormati keberadaan hukum adat karena hukum adat itu bahkan diatur dalam amandemen kedua UUD 1945 sebagaimana diatur dalam Pasal 18 B yang menyatakan bahwa “Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip negara kesatuan republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang. Jadi seharusnya semua pihak menghormati aturan yang dibuat oleh desa adat melalui pararem atau awig sehingga pungutan yang dilakukan oleh desa adat yang pengaturannya melalui pararem sepanjang tidak berlebihan adalah sah secara hukum adat dan tidak bisa dikatakan pungli. Sumbangan atau pungutan yang dilakukan desa adat kepada pihak ketiga yang masuk ke kawasan wisata yang merupakan wewidangan desa adat tersebut adalah sah bahkan merupakan perintah Peraturan Darah (Perda) Nomor 3 tahun 2003 tentang perubahan atas perda nomor 3 tahun 2001 tentang Desa Pekraman, khususnya pasal 10 ayat (1), tegas Adi.

Adi yang juga ketua DPW Bali Partai Solidaritas Indonesia ini menambahkan bahwa sebagai contoh nyata adalah di desa Bugbug yang memiliki kawasan wisata Bukit Asah dan Pasir Putih yang lagi ngetrend saat ini, kami membuka jalan dengan biaya sumbangan dari masyarakat Bugbug dan menghabiskan biaya miliaran rupiah dan sepeserpun belum ada bantuan dari pemkab Karangasem terkait pembuatan jalan dari Bukit Asah menuju pantai Bias Putih tersebut sehingga desa adat Bugbug membuat pararem terkait pemungutan sumbangan untuk penataan jalan dan kawasan wisata Bukti Asah dan Bias Putih kepada setiap orang luar desa adat Bugbug yang melancong atau melilacita ke kawasan tersebut. Apakah pungutan tersebut dikatakan pungli?, kalau itu dikatakan pungli bagaimana dengan tempat lainnya di Bali seperti pungutan untuk masuk ke Pantai Pandawa, Pantai Kedonganan, pantai Sanur dan daerah wisata lainnya di Bali apakah itu juga pungli? Semua pungutan tersebut dasarnya adalah pararem dan bahkan ada yang hanya berdasarkan keputusan Bendesa Adat, Kalau pungli kenapa mereka dibiarkan saja bertahun-tahun dan tidak pernah ditangkap?, tambah Adi.

Pihaknya berharap pejabat di Karangasem jangan membuat statemen yang bisa meresahkan masyarakat Karangasem karena kami ini masih resah dengan peningkatan status Gunung Agung. Seharusnya pimpinan di Karangasem fokus untuk memberikan pencerahan dan informasi yang jelas serta akurat kepada masyarakat Karangasem terkait dengan status Gunung Agung agar kita semua tidak panik dan resah. Masalah pungli bisa dikomunikasikan dengan desa adat masing-masing dan bila Pemkab ingin ikut menikmati kue dari sumbangan tersebut tinggal dikomunikasikan saja dengan desa adat masing-masing dan jangan justru mengeluarkan statemen yang bernada ancaman, tutup Adi. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :