Sudikerta Minta Nelayan Pererat Kebersamaan dan Peduli Lingkungan

BALIPORTALNEWS.COM – Pelaksanaan lomba balap jukung antar-nelayan diharapkan mampu dimaknai sebagai langkah untuk mempererat rasa persatuan dan kebersamaan antar-sesama nelayan. Lebih dari itu ikut menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan laut.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat membuka secara resmi lomba balap jukung Peringatan HUT ke-71 Republik Indonesia dan HUT ke-121 Kota Negara di Pesisir Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Senin (29/8/2016).

Pembukaan yang ditandai dengan pelepasan tiga jukung oleh Wagub Sudikerta, juga turut dihadiri Bupati Jembrana Putu Artha.

“Berbekal kebersamaan dan persatuan tersebut, masyarakat akan mampu mendukung dan mempengaruhi pembangunan yang telah dicanangkan oleh pemerintah dan ini juga sekaligus sebagai upaya untuk menjaga kelestarian laut,” jelas Sudikerta.

Lebih lanjut disampaikan Sudikerta, kegiatan lomba balap jukung tersebut hendaknya terus dipupuk dengan mengembangkan kreativitas dan inovasi sehingga mampun untuk menjaga kearifan lokal Bali.

Sementara itu, Ketua Panitia Sutriman menyatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT RI  dan juga HUT Kota Negara. Disisi lain kegiatan balap jukung dipilih dikarenakan konon pada saat perang kemerdekaan dulu, pahlawan Bali I Gusti Ngurah Rai menggunakan jukung sebagai alat transportasi pengangkut senjata dari Pulau Jawa melalui Gilimanuk.

Lebih lanjut disampaikan Sutriman, pelaksanaan lomba akan diikuti oleh 40 jukung nelayan dari Gilimanuk, Air Kuning dan bahkan Banyuwangi, yang diisi masing-masing oleh dua joki menyusuri Selat Bali dan finish di Ketapang. Perlombaan tersebut memperebutkan hadiah berupa tropi dan juga uang tunai. (r/humas prov.bali/bpn)

Wagub Sudikerta Ingatkan Masyarakat Berbelanja Sesuai Kebutuhan

BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menghimbau agar masyarakat dalam berbelanja kebutuhan pokok tidak berlebihan. masyarakat diharapkan untuk berbelanja sesuai dengan kebutuhan dan juga skala prioritas sehingga semua kebutuhan masyarakat tersebut dapat terpenuhi tanpa haruis mengeluarkan pembiayaan lebih.

Demikian disampaikannya saat meninjau pasar murah yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali di halaman Kantor Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Senin (29/8/2016).

“Apabila membeli sesuai prioritas maka pengeluaran masyarakat tidak berlebihan. Pengeluaran berlebihan dikhawatirkan berdampak pada ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan lainnya,” jelas Sudikerta, yang menurutnya dengan kerja sama antara masyarakat dengan pemerintah diharapkan dapat menjaga kestabilan harga dan juga kestabilan inflasi di Bali khususnya jelang hari raya Galungan mendatang.

Lebih lanjut disampaikan Sudikerta, pelaksanaan pasar murah tersebut tidak hanya bertujuan untuk menjaga kestabilan harga dan juga inflasi namun lebih mengarah pada pemberian kemudahan dan keringanan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya sehari – harinya.

“Mungkin di pasar-pasar ada komoditi yang harganya mahal, namun dengan intervensi dari pemerintah berupa pasar murah tersebut maka diharapkan harga akan berangsur angsur menjadi normal kembali, karena pasar murah ini harganya jauh lebih murah,” jelas Sudikerta yang juga merupakan Ketua TPID Provinsi Bali.

Selain itu, masyarakat juga dapat menunjukkan dukungannya dengan melaksanakan puspa sari di setiap pekarangan rumah, yakni dengan menanam beberapa komoditi kebutuhan pokok yang bisa ditanam di pekarangan sehingga mampu untuk mendukung kebutuhan pokok rumah tangganya. (r/humas prov bali/bpn)

Kepala Sekolah Cabuli Siswa, Nodai Dunia Pendidikan Dinilai Tak Bermoral

BALIPORTALNEWS.COM – Gelar guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, layak ditiru dan gugu, ternodai oleh oknum guru (kepala sekolah) menjadi pelaku pelecehan seksual kepada siswanya.  Kepala sekolah dasar (SD) di Desa Yehembang Kangin, Mendoyo, Jembrana, dilaporkan ke polisi lantaran berbuat cabul pada anak didiknya. Kasus ini dikecam sejumlah kalangan.

Praktisi pendidikan, Made Suarta, mengatakan, oknum kepala sekolah yang berbuat tak senonoh mencium dan meremas payudara tiga anak didiknya itu, menciderai dunia pendidikan dan mendegradasi profesi guru. ‘’Apapun alasan dan motifnya tidak dibenarkan,’’ tegas Made Suarta, Senin (9/10/2017).

Itulah sebabnya, agar kasus serupa tidak dilakukan pendidik lainnya, ia mengharapkan agar oknum kepala sekolah itu perlu beri sanksi tegas secara moral dan sanksi hukum. Sanksi moral, kepala sekolah itu dipindah ke sekolah lain dan jauhkan dari siswa yang dicabuli. Bila perlu diberhentikan sebagai guru (kepala sekolah). Sementara sanksi hukum diserahkan kepada pihak berwajib.

‘’Secara psikologis anak yang menjadi korban jelas akan mengalami tekanan berat dari berbagai pihak dan timbulkan trauma ketika melihat kepala sekolah tersebut. Makanya, kepala sekolah itu harus dipindahkan atau diberhentikan,’’ ujar Made Suarta.

Guru, katanya, seharusnya menjadi pelindung bagi anak, mampu mengayomi dan memberikan rasa nyaman kepada nak-anak sehingga proses belajar mengajar berlangsung dengan baik. Terlebih seorang kepala sekolah harus punya wawasan lebih dibanding stafnya.

‘’Kepala sekolah harus punya etika logika membawa sekolahnya ke depan lebih baik. Kalau kepala sekolah cabuli sisiswanya tidak cocok dan tidak bisa tempatkan diri sebagai orang yang dihormati. Itu perilaku konyol dan bunuh diri,’’ tegas Rektor IKIP PGRI Bali.

Dihubungi terpisah, pengamat pendidikan Wayan Supartha mengaku prihatin dengan kasus asusila dalam institusi pendidikan. Padahal, guru (kepala sekolah) mengemban tugas untuk bersikap mulia.

‘’Memang tidak semua pendidik melakukan perbuatan tercela, masih sangat banyak guru (kepala sekolah) yang bermoral, berintegritas, loyal dan bekerja sangat profesional untuk mendidik siswanya. Namun, peristiwa oknum kepala sekolah di Yehembang Kangin, Mendoyo, Jembrana itu jelas kejadian yang memalukan,’’ ujarnya.

Guru, apapun alasannya, tegas dia harus bisa bekerja secara profesional dalam situasi dan kondisi apa pun. Apalagi, tugas yang diembannya berkaitan langsung dengan proses belajar mengajar anak didik. Karenanya dia tidak boleh melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap siswanya.

‘’Selain memberikan sanksi tegas, agar menimbulkan efek jera dan kasus pelecehan seksual tidak terulang lagi, perlu ada upgrading dalam rangka memperbaiki sekaligus meningkatkan kompetensi moral dan profesional tenaga pendidik. Tujuannya membentengi mental dan moral para guru serta menyegarkan kesadaran guru akan peran dan tanggung jawab terhadap peserta didik,’’ kata mantan Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar ini.

Dia mengingatkan, seharusnya seorang guru bisa memberi contoh yang baik terhadap anak didiknya, bukan malah justru berbuat cabul dan merusak masa depan anak didiknya.  Perlakuan tak senonoh dalam bentuk apapun tidak pantas dilakukan seorang guru, lebih-lebih terhadap anak di bawah umur.

‘’Seorang guru haruslah dapat digugu, apabila layak menjadi sosok yang dapat percaya. Guru pantas ditiru apabila tampil sebagai sosok yang dapat diteladani siswanya,’’ pungkasnya. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Sosialisasikan PHR, Bupati Giri Prasta adakan Simakrama di Jembrana

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Guna menyosialisasikan bantuan penyisihan Pajak Hotel dan Restoran (PHR), Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta didampingi Sekda I Wayan Adi Arnawa dan sejumlah pimpinan perangkat daerah melaksanakan tatap muka atau simakrama dengan kepala desa, lurah, kepala lingkungan/kepala dusun, bendesa pakraman dan kelihan banjar pakraman se-kabupaten Jembrana, Kamis (20/7/2017). Kedatangan Bupati bersama rombongan disambut  Bupati Jembrana, I Putu Artha dan Wabup I Made Kembang Hartawan.

Bupati Giri Prasta dalam sambutannnya menyampaikan, bantuan yang berasal dari penyisihan PHR Badung tersebut bertujuan untuk pemerataan manfaat pariwisata. “Kita terdiri dari satu kota dan delapan kabupaten agar sama-sama merasakan manfaat dari pariwisata ini, khususnya enam Kabupaten penerima PHR, termasuk Jembrana,” ungkapnya.

Melalui bantuan penyisihan PHR tersebut, Giri Prasta berharap ada wujud nyata yang bisa dihasilkan. Salah satu yang ditekankannya adalah pengembangan pariwisata di ‘Bumi Makepung’. Oleh karena itu, Bupati yang dikebal ‘bares’ ini mendorong terbentuknya desa wisata di Jembrana.

“Kami ingin mewujudkan sistem one island one management dan one stop destination. Jika Jembrana bisa mengembangkan desa wisata, apalagi selama ini terkenal memiliki seni makepung, kita bisa saling bersinergi antar kabupaten dan kota, sehingga pariwisata ini merata,” jelasnya.

Giri Prasta mencontohkan Karangasem terkenal dengan wisata religi, Klungkung melalui keindahan pulau-pulau kecil di Nusa Penida, Gianyar melalui seni, Denpasar melalui budaya, Tabanan melalui subak Jati Luwih, Bangli dengan kaldera Batur, Badung dengan glamor dan pantainya, serta Jembrana dengan tradisi makepung serta desa wisata.

“Dengan desa wisata ini, nantinya bisa dibangun fasilitas penginapan dan sarana prasarana akomodasi yang sudah pasti ada retribusinya,” paparnya.

Lebih lanjut, Bupati asal Pelaga, Petang ini menyatakan bantuan penyisihan PHR sudah berdasarkan ketentuan undang-undang, karena pemerintah kabupaten/kota memang diberikan izin untuk membantu pemerintah lainnya. “Dari aspek sosiaologis, ini juga sesuai dengan konsep manyama braya,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh hadirin untuk sama-sama berdoa dan berusaha berkarya untuk mewujudkan kehidupan lebih baik. “Selain berusaha sebaik-baiknya, saya senantiasa berdoa kepada Tuhan. Saya tidak meminta diberikan pekerjaan yg ringan tapi semoga Tuhan memberikan pundak yg kuat untuk bekerja sebaik-baiknya,” ajaknya.

Sementara itu, Bupati Artha mengucapkan selamat datang di Jembrana. Ia berharap simakrama tersebut memberikan inspirasi bagi pembangunan Jembrana dan Badung. “Jembrana selama ini sudah banyak dibantu oleh Badung melalui PHR berupa dana BKK. Oleh karena itu, atas nama masyarakat Jembrana mengucapkan terima kasih,” ujarnya.

Adapun bantuan penyisihan PHR yang diterima Jembrana tahun ini sebesar Rp 60.002.196.625. Bantuan tersebut digunakan untuk Peningkatan sarana RSUD Negara Rp 4,2 miliar lebih, pembangunan infrastruktur pedesaan Rp 17,4 miliar lebih, Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Rp 8,1 miliar lebih. Peningkatan partisipasi dalam pembangunan atau pemeliharaan tempat ibadah Rp 8,4 miliar lebih, Pengembangan nilai budaya Rp 1,7 miliar lebih, Pengelolaan keragaman budaya Rp 4 miliar lebih, Pengembalian nilai budaya 1,1 miliar, Pengembangan Destinasi pariwisata Rp 4,7 miliar lebih, dan Pembangunan destinasi wisata khusus gilimanuk dan bunut bolong Rp 10 miliar.

Ke depan, kata Bupati Artha, pihaknya senantiasa mengharapkan bantuan PHR Badung. “Karena kecilnya PAD Jembrana, kami tidak henti-hentinya mengharapkan bantuan PHR Badung ke depannya,” tandasnya. (humas-badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Paiketan Puri se-Bali Hadiri Pembukaan OWHC

BALIPORTALNEWS.COMPelaksanaan Konferensi Strategic Meeting Organitation World Heritage Cities (OWHC) Asia Pasifik dimana Kota Denpasar selaku tuan rumah agenda tahunan ini mendapat dukungan dari  Paiketan Puri-Puri se Bali.

Beberapa Raja atau Penglingsir Puri tampak hadir seperti Ida Dalem Semara Putra penglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Agra Pemayun Puri Girinatha Payangan, AA Ngurah Putra Dharmanuraga Puri Pemecutan Badung, AA N Panji Astika Puri Anom Tabanan, AA Gde Eka Putra Puri Kilian Bangli, AA Gde Bharata puri Agung Gianyar, AA Ngurah Joko Pratidnya Puri Jro Kuta, Tjokorda Putra Sukawati Puri Ubud, Tjokorda Gede Putra Nindya Puri Peliatan dan Kanjeng Harri Djojonegoro Keraton Surakarta.

Kehadiran para penglingsir puri ini memberikan suatu nilai tambah terhadap pelaksanaan konfrensi OWHC ini yang baru pertama kali dilaksanakan di Bali, karena dengan dukungan dan kehadiran para penglingsir puri menandakan hubungan yang sangat harmonis antara pemerintah dengan puri. Sekretaris Paiketan Puri se Bali AAN Putra Dharmanuraga ditemui disela-sela konfrensi mengatakan pertemuan OWHC ini di Denpasar merupakan suatu kehormatan bahwa keberadaan puri puri masihdiakui keberadaaan.

“Ini tidak terlepas dari sejarah bahwa Puri-Puri yang ada di Bali masih sangat teguh memegang tradisi dan kebudayaan yang menjadi warisan pusaka yang adiluhung. Kami melihat betapa pentingnya pelestarian budaya dan pusaka masa lalu, dengan demikian generasi muda memahami bagaimana harmonisasi kehidupan masa lalu dan masa kini,” kata Dharmanuraga. Ia melihat komitmen dari walikota Denpasar untuk melestarikan warisan budaya dan pusaka ini sangat kuat.

“Walaupun merupakan daerah perkotaan yang cendrung dngan budaya modern namun dengan program yang jelas dan komitmen kuat dari Walikota menjadikan Denpasar mampu bertahan dengan identitas budya Bali yang kuat, ini hendakna dijadikan contoh bagi daerah lainnya bagaimana upaya untuk melestarikan budaya dan warasanpusaka,” katanya.

Sementara Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra mengucapkan terima kasih dan apreasiasi dengan dukungan dari paiketan Puri se Bali. Rai Mantra mengakui bahwa perkembangan budaya dan pelestarian warisan pusaka di Kota Denpasar tidak bisa dilepaskan dari keberadaan puri. “Kedepan hubungan dan kerjasama yg harmonis antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Puri puri bisa lebih ditingkatkan dalam upaya untuk menjaga dan melestarikan warisa pusaka ini,” kata Rai Mantra.

Selebihnya putra mantan Gubernur Bali IB Mantra mengatakan upaya untuk menjaga dan melestarikan warisan pusaka akan senantiasa melibatkan puri serta kalangan generasi muda. Hal ini sejalan dengan tema konferensi OWHC tahun ini yakni memperkuat pelibatan dan membangun jaringan pemuda di kawasan asia pasific.

Sumber : Humas Pemkot Denpasar

Nilai KSPAN SMAN 1 Pekutatan, Wagub Sudikerta Ajak Hindari HIV/AIDS

BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANA – Pemerintah Provinsi Bali telah bekerja keras melalui berbagai program pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat. Dalam bidang kesehatan telah dibangun RSUD Bali Mandara (RSBM), RS Mata Bali Mandara, dan Puskemas Tingkat I, serta pelayanan JKBM yang telah terintegrasi dengan JKN. Namun masih banyak persoalan yang dihadapi, ada fenomena gunung es yang harus segera ditangani yaitu tingginya kasus HIV/AIDS. Hal ini dikatakan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta saat Penilaian Lomba KSPAN Tingkat Provinsi Bali Tahun 2017 di SMA Negeri 1 Pekutatan, Selasa (17/10/2017).

“Masih banyak persoalan kesehatan yang kita hadapi di Bali. Langkah peningkatan pelayanan dan infrastruktur sudah dilakukan, tetapi belum menjangkau, belum mencukupi. Ada fenomena gunung es penyakit yang mematikan, yaitu HIV/AIDS,” kata Sudikerta.

Pada tahun 2008, penderita HIV/AIDS mencapai delapan ribu orang, sampai bulan Juni 2017 jumlahnya meningkat mencapai 17.280 orang. Pemerintah melakukan langkah-langkah awal dengan membentuk kelembagaannya, mulai dari tingkat pusat Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) sampai Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) di tingkat sekolah-sekolah. Kelembagaan ini diharapkan mampu memberikan edukasi dengan melakukan penyuluhan atau sosialisasi, pembinaan dan pendidikan tentang bahaya HIV/AIDS dan narkoba, mulai dari keluarga sendiri dan masyarakat.

Sudikerta menjelaskan, beberapa faktor tingginya penyebaran HIV/AIDS di Bali dikarenakan banyak masyarakat yang gonti-ganti pasangan, berhubungan seks bebas dan peredaran narkoba. Resiko tertinggi dialami oleh heteroseksual dan homoseksual.

“Saya mengajak masyarakat semua mari kita jaga kesehatan kita hindari diri dari penyakit HIV/AIDS dengan tidak berhubungan seks bebas, tidak mengkonsumsi zat adiktif, tidak menggunakan satu jarum suntik bergantian,” kata Sudikerta.

Lebih jauh Sudikerta menekankan adanya penegakan hukum yang juga perlu dilaksanakan, bekerjasama dengan aparat penegak hukum. Hal ini selaras dengan apa yang telah dilakukan Wakil Bupati Jembrana, Kembang Hartawan yang juga hadir pada kesempatan tersebut. Pihaknya melaporkan telah melaksanakan penertiban kawasan ‘remang-remang’ yang ada di wilayah Kabupaten Jembrana. Penertiban yang telah dilakukan diharapkan mampu menekan kasus HIV/AIDS.

Menurut Hartawan, ada upaya-upaya menghancurkan generasi muda kita, dengan menjadikan bangsa ini lemah, dengan banyaknya peredaran narkoba, seks bebas, dan banjir dengan produk-produk luar yang menjadikan kita bangsa konsumen. Sehingga kuncinya ada pada keluarga sendiri, dengan perhatian, pembinaan dan komunikasi dalam keluarga yang baik dan konsisten.

Sudikerta juga menyarankan adanya penguatan secara hukum dengan revisi peraturan agar dicantumkan sanksi yang berat baik bagi yang pengelola tempat, pengelola usaha, dan pelakunya. Pada acara penilaian KSPAN Anantha Bhatkti SMAN 1 Pekutatan tersebut juga dilakukan penyerahan profil diiringi prosesi tarian Rwa Bineda serta penampilan Seni Jegog Anantha Swara. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Gubernur Pastika Apresiasi Kemajuan Program Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Jembrana

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika memberikan apresiasi terhadap kerja keras yang dilakukan oleh pemkab Jembrana dalam mengentaskan kemiskinan di kabupatennya. Hal tersebut ia sampaikan mengingat apa yang menjadi program dari Pemkab Jembrana semuanya mengarah pada pengentasan kemiskinan yang juga menjadi prioritas di Pemprov Bali.

Demikian Ia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jembrana yang diterima di Gedung Kesenian Kabupaten Jembrana, Selasa (7/3/2017).

“Dari apa yang telah disampaikan oleh Bupati, saya melihat semuanya sudah on the track dalam mengentaskan kemiskinan, karena program prioritas mereka lebih mengarah pada bidang-bidang yang mampu untuk menanggulangi kemiskinan tersebut,” jelas Pastika yang menurutnya bidang-bidang seperti pemenuhan kebutuhan, pendidikan, ketenaga kerjaan dan juga peningkatan mutu serta pemberdayaan Sumber Daya Manusia merupakan bidang-bidang yang sudah di upayakan dan di programkan oleh pemkab Jembrana.

“Saya rasa semuanya sudah tepat, hanya sekarang kita perlu tingkatkan lagi, mereka sudah focus pada bidang-bidang tersebut, jadi tinggal kita kuatkan lagi,” imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan Pastika, ia sangat mendukung jika Pemkab jembrana berencana untuk meningkatkan status RSUD Jembrana dari tipe c menjadi tipe B. Ia kemudian langsung memerintahkan Kadis Kesehatan untuk segera mengkaji agar peningkatan status tersebut dapat segera dilaksanakan. Ia juga menyarankan agar dibangun sebuah RS Pratama di wilayah Jembrana yang mampu diakses seluruh wilayah Jembrana.

 “Tadi saya berangkat dari Denpasar sampai kesini, saya sama sekali tidak melihat adanya rumah sakit, coba nanti kita buatkan RS Pratama ditengah-tengah biar bisa diakses seluruh wilayah Jembrana ini, saya rasa akan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” sarannya.

Pastika juga sangat mengharapkan dengan apa yang sudah dilakukan saat ini oleh Pemkab Jembrana dan dukungan Pemprov Bali, Kabupaten Jembrana dapat berkembang dan mampu bersaing dengan kabupaten-kabupaten lainnya di Bali maupun luar Bali.

Sementara itu, Bupati Jembrana I Putu Artha menyampaikan saat ini Pemkab Jembrana memprioritaskan pembangunan dalam beberapa bidang yakni pemenuhan kebutuhan primer masyarakat, antara lain bidang kesehatan, pendidikan, ketenaga kerjaan, social budaya dan pariwisata.

Hal tersebut dilaksanakan, menurutnya dikarenakan bidang-bidang tersebut yang nantinya akan mempengaruhi bagaimana kondisi kemiskinan yang ada di Kabupaten Jembrana. Selain itu ia juga menyampaikan beberapa masalaha yang dianggapnya sangat merugikan masyarakatnya yakni sering terjadi gangguan harga gabah saat panen dilaksanakan, namun walaupun demikian pihaknya sudah melakukan beberapa upaya untuk menanggulangi permasalahan tersebut.

Selain itu ia juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sudah merencanakan akan menaikkan status RSUD Jembrana dari tipe C ke tipe B dan juga disetiap puskesmas akan disediakan rawat inap mengingat kondisi wilayah Jembrana yang sangat luas sehingga butuh waktu jika harus rawat inap di RSUD yang letaknya di Kota.

Oleh karena itu ia sangat mengharapkan dukungan dari Pemprov Bali agar program yang direncanakan terebut dapat segera direalisasikan. Putu Artha juga menyampaikan beberapa permasalahan klasik yakni banyaknya truk kelebihan muatan yang sering melintasi wilayah Jembrana sehingga menyebabkan rusaknya jalan di wilayah Jembrana, oleh karena itu ia mengharapkan agar segera diambil tindakan dan solusi.

Usai melakukan kunjungan kerja ke Pemkab jembrana romongan Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang juga turut didampingi oleh beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Bali kemudian melakukan peninjauan ke Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Jembrana.

Dari hasil peninjauan tersebut Pastika mendapati bahwa saat ini di sekolah tersebut sangat kekurangan tenaga pengajar dan juga tenaga guru spesialis, selain itu juga kondisi infrastruktur seperti mess guru juga sudah sangat tidak layak.

Oleh karena itu Pastika langsung memerintahkan agar segera direncanakan berapa jumlah tenaga pengajar yang diperlukan dan juga anggaran untuk membenahi mees guru tersebut. (humasbali/bpn)